Arsip Kategori: Morowae

Ngidam Makan Mie Goreng Basah Akhirnya Bikin Sendiri

 


Ngidam Makan Mie Goreng Basah Akhirnya Bikin Sendiri. Bagi kalian yang berada di luar Kota Ende, mungkin belum seberapa tahu geliat tempat nongkrong di kota yang salah satunya terkenal akan Situs Bung Karno ini. Sudah lama saya tidak nongkrong di kafe, misalnya, bukan berarti kehilangan informasi tentang kafe-kafe baru yang dibuka di Kota Ende. Salah satu tempat nongkrong itu bernama Morowae. Morowae terletak di tengah kota, Jalan Masjid Raya, dengan konsep setengah dinding dan menyediakan fasilitas free Wi-Fi. Menu-menunya tidak selamanya makanan ringan, contohnya kentang goreng, karena di Morowae juga tersedia makanan seperti ayam geprek, ayam tulang lunak (and I do love this menu), nasi goreng, capcay, hingga mie goreng. Dan, selain ayam tulang lunak, saya jatuh cinta pada mie goreng a la Morowae. 


Baca Juga: Kerajinan-Kerajinan Tangan Pada Level yang Lebih Tinggi


Senin kemarin, bersama Kakak Rossa dan Kakak Shinta, kami memutuskan untuk makan siang di Morowae. Sejak ide ini tercetus, otak saya sudah menyajikan sepiring mie goreng Morowae yang enak itu. Sayangnya menu mie goreng baru tersedia sore hari. Maklum, tanggal 4 Januari 2021 semua orang baru mulai benar-benar beraktifitas. Akhirnya saya memesan seporsi nasi ayam tulang lunak dan jus tomat. Sampai pulang ke rumah pun otak saya masih menyajikan pemandangan mie goreng Morowae ... dan itu sungguh menyiksa. Ditambah suasana hujan. Amboiiii. Akhirnya saya memutuskan untuk membikin sendiri, dimulai dari mie-nya! Semua gara-gara mie goreng Morowae dan tayangan video memasak mie Nex Carlos bersama ibunya.


Kita mulai dari mie. Untuk membikin mie bahan yang dibutuhkan hanyalah tepung terigu (saya pakai Kompas), sedikit bibit roti, garam dan air. Setelah adonan jadi, didiamkan, barulah mulai diolah menggunakan mol mie/molen.



Resep ini hasil menonton video di Youtube. Hahaha. Nanti baru saya tahu bahwa mie bikinan sendiri ini kurang terigu. Oh, pantas. Tapi tidak apa-apa, yang penting bisa direbus. Jangan lupa air rebusan ditambahkan sedikit minyak agar mie tidak lengket.


Untuk campuran mie goreng terpaksa hanya memakai irisan sayur kol, potongan sosis, dan telur. Rencananya memakai pentol/bakso tetapi karena sedang hujan ... terpaksa menggunakan bahan yang ada di kulkas. Bumbunya juga seadanya. Pertama, goreng potongan sosis, lalu masukkan bawang merah dan bawah putih halus, kemudian sayur dan telur. Setelah semuanya setengah matang, tambahkan mie, kecap manis, garam, dan sedikit penyedap rasa. Aduk sebentar ... boleh diangkat.



Hasilnya seperti pada penampakan di atas. Mie goreng basah bikinan sendiri. Tidak lupa sambal jeruk segar bikinan Mama Len. Sungguh menggiling lidah! Apalagi dinikmati saat hujan. 


Baca Juga: Manfaatkan Celana Jin Bekas Untuk Mempercantik Sofa


Apa yang saya pelajari dari membikin mie? Ya itu tadi, tepungnya harus banyak, karena mie yang saya bikin itu takaran airnya yang terlalu banyak. Kemudian, sebenarnya setelah mie sudah jadi, harusnya dibanting-banting agak lama di tepung terigu, baru kemudian direbus. Tidak apa-apa lah, yang penting jadi dan bisa dinikmati bersama penghuni Pohon Tua. Next, bikin lagi!



Cheers.