Knives Out Bukan Sekadar Filem Drama Misteri Sederhana

Credits: GQ.

Knives Out Bukan Sekadar Filem Drama Misteri Sederhana. Sudah lama tidak menonton aksi Daniel Craig, begitu melihat sosoknya dalam Knives Out, saya langsung bersorak gembira. Satu-satunya aksi Daniel Craig dalam James Bond yang saya nonton di bioskop hanyalah Skyfall. Waktu itu nontonnya di XXI Kota Kasablanka. Aksi lainnya saya nonton di laptop. Kangen sama sosok Daniel Craig yang kharismatik. Haha *dikeplak dinosaurus*. Kehadirannya dalam Knives Out sebagai Detektif Benoit Blanc berpikiran tajam sungguh tepat. Tidak bisa saya bayangkan jika yang berperan sebagai detektif Benoit Blanc adalah Tom Cruise. Tapi kalau Jack Sparrow, eh, Johnny Depp, boleh lah. Anyhoo, apabila ada dari kalian yang pernah atau sudah menonton Knives Out, pasti kalian setuju kalau filem ini memang bukan sekadar drama misteri sederhana.

Baca Juga: Universe-nya Gerard Butler Itu Bernama Has Fallen

Overall, Knives Out ber-genre misteri/thriller dengan sedikit bumbu komedi, dirilis di Indonesia pada tanggal 10 Desember 2019. Filem berdurasi dua jam sepuluh menit ini disutradarai oleh Rian Johnson. Boleh dibilang Knives Out bertabur bintang. Selain Daniel Craig, kalian bisa melihat wajah-wajah lama antara lain Jamie Lee Curtis, Michael Shannon, Chris Evans, Don Johnson, Ana de Armas Toni Collette, Lakeith Stanfield, Katherine Langford, Jaeden Martell, dan Christopher Plummer. Ngelihat Jamie Lee Curtis, dalam hati saya cuma bisa bilang: orang ini awet muda. Haha. Segitunyaaaaaa.

Marilah kita cek seperti apa ketidaksederhanaan Knives Out.

1/4 Durasi Pertama


Di awal filem penonton disuguhkan kematian seorang lelaki, penulis novel misteri, bernama Harlan Thrombey (Christopher Plummer). Harlan ditemukan meninggal dunia oleh asisten rumah tangga bernama Fran (Edi Patterson) dalam posisi tidur di sofa ruang kerjanya. Berdasarkan posisi  dan kondisi saat ditemukan, diketahui bahwa Harlan bunuh diri dengan menyayat sendiri lehernya menggunakan pisau. Tetapi hal ini kemudian menjadi aneh karena malam sebelumnya Harlan dan keluarga besarnya (ibu, anak, menantu, cucu) baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-85. Everything was looks so good. Adalah di luar nalar seorang yang bahagia memutuskan untuk bunuh diri. Mungkin ada, tapi secara umum dan logika, itu tidak masuk akal.

Maka, dua polisi setempat yaitu Letnan Detektif Elliot (Lakeith Stanfield) dan Trooper Wagner (Noah Segan) melakukan interogasi dan investigasi di kediaman Harlan, sekitar satu minggu setelah kematiannya. Kediamannya ini semacam kastil pribadi yang terletak di tengah hutan begitu. Orang kaya mah bebas mau rumahnya kayak apa dan letaknya di mana. Haha. Elliot dan Trooper dibantu oleh investigator profesional yaitu Detektif Benoit Blanc (Daniel Craig). Adalah suatu misteri ketika Benoit mengatakan bahwa kehadirannya di rumah itu karena dia disewa oleh seseorang. Artinya ada orang yang berpendapat bahwa kematian Harlan bukanlah bunuh diri melainkan dibunuh.

1/4 durasi pertama penonton disuguhkan dengan potongan-potongan investigasi antara Elliot, Trooper, dan Benoit, dengan anak-anak, menantu-menantu, cucu-cucu. Setiap orang yang diinvestigasi menceritakan alibi mereka masing-masing pada malam perayaan ulang tahun Harlan (a little flashback). Oleh karena itu saat investigasi itu penonton juga bakal tahu tentang ibu Harlan. Menurut saya, potongan-potongan investigasi ini merupakan cara sutradara untuk memperkenalkan dengan lugas semua tokoh di dalam Knives Out. Nama, status, pekerjaan, hingga ambisi masing-masing. Mari kita berkenalan dengan mereka.

Harlan Thrombey, sudah kalian ketahui, lelaki kaya raya yang meninggal konon karena bunuh diri. Linda Drysdale-Thrombey (Jamie Lee Curtis), anak Harlan yang digambarkan tegas serta punya rasa percaya diri yang kuat. Suami Linda bernama Richard Drysdale (Don Johnson). Anak Linda bernama Ransom Drysdale (Chris Evans) - hyup Captain America. Hehe. Walter "Walt" Thrombey (Michael Shannon) si anak 'gagal' yang beristerikan Donna (Riki Lindhome) dan punya seorang anak lelaki ABG bernama Jacob Thrombey (Jaeden Martell). Joni Thrombey (Toni Collette) adalah menantu Harlan dari anak Harlan yang bernama Neil Thrombey (tidak ada di dalam filem karena diceritakan sudah meninggal); tapi apakah dia masih boleh memakai marga Thrombey? Ah, sudahlah. Joni punya anak perempuan bernama Meg Thrombey (Katherine Langford). Great Nana Thrombey (K Callan) adalah ibu Harlan. Satu-satunya pemeran yang tidak punya hubungan darah dengan Harlan di dalam rumah itu adalah Fran dan Marta Cabrera (Ana de Armas) yang adalah perawat pribadi Harlan.

Kenapa poin ini saya beri judul 1/4 durasi pertama? Karena pada 1/4 durasi pertama penonton yang tidak sabar bakal langsung kecewa karena sudah ketahuan siapa yang menyebabkan Harlan meninggal dunia. Jadi, Harlan tidak bunuh diri? Hyess. Dia dibunuh. Pertanyaannya ... oleh siapa? Kalian akan merasakan ketegangan twist-plot ketika menontonnya dengan sungguh. Oleh karena itu Knives Out bukanlah sekadar filem drama misteri sederhana.

Plot yang Mengarahkan


Siapa pun yang menonton Knives Out pasti tahu bahwa sutradara memang sengaja mengarahkan segalanya pada Marta, si perawat pribadi, karena memang seperti itulah kisahnya. Marta salah menyuntik obat pada Harlan pada malam usai perayaan ulang tahun, dia tersadar tetapi terlambat menyelamatkan serta Harlan pun tidak mau diselamatkan. Harlan tahu dalam sepuluh menit dia bakal mati, lantas dia menyusun skenario agar Marta tidak dipenjarakan. Upaya penyelamatan Marta. Maklum, Harlan kan penulis novel misteri. Segalanya berjalan dengan mulus, bahwa Harlan bunuh diri, sampai satu minggu kemudian investigasi dilakukan. Marta harus berhadapan dengan Benoit yang berpikiran super tajam.

Nampaknya terlalu sederhana jika perkara ini beres begitu saja. Marta memang menyembunyikan rahasia obat yang disuntiknya itu, serta apa saja yang diperintahkan oleh Harlan agar dirinya tidak menjadi tersangka. Tetapi sosok misterius yang meminta Benoit ikut campur harus digali lebih dalam. Inilah hebatnya Rian Johnson mengaduk emosi penonton. Oh jadi si Fran. Eh? Bukan Fran? Loh ... kenapa jadinya begini?

Marta semakin tidak berdaya ketika ternyata Harlan mewariskan semua harta kepadanya. Dia semakin terseret arus permainan Ransom, cucu Harlan, yang sejak awal jarang dipertontonkan. Mempercayai Ransom adalah tindakan yang keliru, tetapi tidak ada yang bisa dilakukan Marta. Hingga akhirnya, ketika Marta nyaris membocorkan obat yang salah disuntiknya pada Harlan di hadapan keluarga besar Thrombey, Benoit membatalkan niatnya tersebut. Menurut Benoit, ibarat donat, perkara ini tidak ada lubangnya. Dan di menit-menit terakhir dia menemukan lubang tersebut. Ya, Ransom adalah biang dari segalanya. Meskipun sejak lepas dari 1/4 durasi pertama penonton bertanya-tanya ... karena semua orang bisa jadi tersangka. Dan penonton harus menahan hafas pada 1/4 durasi terakhir. Seperti bermain gasing.

Mari, tepuk tangan yang meriah untuk Rian Johnson. Kenapa? Karena saya sampai tidak bisa menceritakan lebih banyak saking terlalu banyaknya detail di dalamnya. Termasuk identitas keluarga Marta yang masih menjadi imigran gelap. Byuuuuh.

Game of Thrones


Apakah saya saja yang memikirkannya atau kalian juga? Knives Out mengingatkan saya pada serial Game of Thrones. Mungkinkan Rian Johnson sengaja mengajak penonton bernalar dan menganalisa tentang perebutan kekuasaan yang dalam hal ini adalah kekayaan Harlan? Dari mana saya bisa mengambil kesimpulan seperti itu?

1. Kursi Berlatar Pisau-Pisau


Pada kursi tempat detektif melakukan interogasi, terdapat latar bulatan besar dengan pisau-pisau (buanyak!). Kalian tentu masih ingat dengan singgasana maut dari Game of Thrones bukan?

Credits: Deadline.

Lihat gambar di atas. Singgasana maut. Hehe.

2. Setiap Orang Punya Kepentingan


Ini sangat jelas terlihat sejak awal Knives Out dimulai. Linda tentu menginginkan harta Harlan. Walter menginginkan usaha penerbitan Harlan dan sayangnya pada malam perayaan ulang tahun Harlan justru memecat Walter. Joni melakukan penggelapan biaya sekolah Meg dan dia langsung dikonfrontir oleh Harlan. Richard harus berhati-hati karena Harlan mengetahui perselingkuhannya. Ransom juga termasuk orang yang terkejut ketika tahu Harlan mewariskan semua hartanya pada Marta. Dan lain sebagainya. Setiap orang punya kepentingan dan berusaha agar Harlan mau bermurah hati pada mereka. Sama juga, kita menemukannya di Game of Thrones. Semua orang ingin duduk di singgasana maut itu.

3. Game of Thrones Dalam Dua Jam Sepuluh Menit


Kalau boleh, saya menulisnya begitu. Berapa banyak intrik di dalam Game of Thrones? Kita mungkin harus meminjam jari tangan orang lain untuk menghitungnya. Berapa banyak season? Berapa panjang durasinya? Kalian hitung sendiri. Tetapi Game of Thrones menyingkat semuanya hanya dalam dua jam sepuluh menit. It's a wow.

Anyhoo ...

Anyhoo ...

Jangan emosi dulu. Saya tidak membandingkan Knives Out dengan Game of Thrones. Jadi, bagi pecinta Knives Out maupun Game of Thrones jangan marah-marah, ya. Haha.


Setelah menonton Knives Out sebanyak dua kali, baru saya bisa menulis review yang cukup panjang ini. Artinya saya sungguh niat. Haha. Sebagai penikmat filem, terutama filem misteri, Knives Out merupakan filem misteri terbaik yang pernah saya tonton, saking kuatnya! Apanya yang kuat? Plot, karakter, twist-plot yang masuk akal, dialog, dan lain sebagainya. Ibarat makanan, Knives Out berporsi besar, lambung penuh, tidak tersisa sedikit pun ruang untuk angin bertengger. Rian Johnson memainkan detail dengan sangat sempurna. Detail yang tidak saya duga pada 1/4 durasi awal filem ini. Sekali lagi, mari kita tepuk tangan untuk sang sutradara!

Baca Juga: Fiersa Besari Memang Jagoannya Merangkai Kata-Kata

Bagi kalian yang akhir minggunya di rumah saja, dan belum menonton Knives Out, silahkan dicari filemnya dan buktikan apa yang sudah saya tulis di sini. Tapi, apabila pendapat kita berbeda, jangan saling menghujat, ya. Silahkan sampaikan pendapat kalian tentang filem ini di blog sendiri, maupun di komentar di bawah. Yang jelas, saya jamin kalian tidak akan merasa rugi atau membuang-buang waktu dengan menonton Knives Out. Ini filem super bagus!

Have a great weekend, guys!

#SabtuReview



Cheers.

Knives Out Bukan Sekadar Filem Drama Misteri Sederhana

Credits: GQ.

Knives Out Bukan Sekadar Filem Drama Misteri Sederhana. Sudah lama tidak menonton aksi Daniel Craig, begitu melihat sosoknya dalam Knives Out, saya langsung bersorak gembira. Satu-satunya aksi Daniel Craig dalam James Bond yang saya nonton di bioskop hanyalah Skyfall. Waktu itu nontonnya di XXI Kota Kasablanka. Aksi lainnya saya nonton di laptop. Kangen sama sosok Daniel Craig yang kharismatik. Haha *dikeplak dinosaurus*. Kehadirannya dalam Knives Out sebagai Detektif Benoit Blanc berpikiran tajam sungguh tepat. Tidak bisa saya bayangkan jika yang berperan sebagai detektif Benoit Blanc adalah Tom Cruise. Tapi kalau Jack Sparrow, eh, Johnny Depp, boleh lah. Anyhoo, apabila ada dari kalian yang pernah atau sudah menonton Knives Out, pasti kalian setuju kalau filem ini memang bukan sekadar drama misteri sederhana.

Baca Juga: Universe-nya Gerard Butler Itu Bernama Has Fallen

Overall, Knives Out ber-genre misteri/thriller dengan sedikit bumbu komedi, dirilis di Indonesia pada tanggal 10 Desember 2019. Filem berdurasi dua jam sepuluh menit ini disutradarai oleh Rian Johnson. Boleh dibilang Knives Out bertabur bintang. Selain Daniel Craig, kalian bisa melihat wajah-wajah lama antara lain Jamie Lee Curtis, Michael Shannon, Chris Evans, Don Johnson, Ana de Armas Toni Collette, Lakeith Stanfield, Katherine Langford, Jaeden Martell, dan Christopher Plummer. Ngelihat Jamie Lee Curtis, dalam hati saya cuma bisa bilang: orang ini awet muda. Haha. Segitunyaaaaaa.

Marilah kita cek seperti apa ketidaksederhanaan Knives Out.

1/4 Durasi Pertama


Di awal filem penonton disuguhkan kematian seorang lelaki, penulis novel misteri, bernama Harlan Thrombey (Christopher Plummer). Harlan ditemukan meninggal dunia oleh asisten rumah tangga bernama Fran (Edi Patterson) dalam posisi tidur di sofa ruang kerjanya. Berdasarkan posisi  dan kondisi saat ditemukan, diketahui bahwa Harlan bunuh diri dengan menyayat sendiri lehernya menggunakan pisau. Tetapi hal ini kemudian menjadi aneh karena malam sebelumnya Harlan dan keluarga besarnya (ibu, anak, menantu, cucu) baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-85. Everything was looks so good. Adalah di luar nalar seorang yang bahagia memutuskan untuk bunuh diri. Mungkin ada, tapi secara umum dan logika, itu tidak masuk akal.

Maka, dua polisi setempat yaitu Letnan Detektif Elliot (Lakeith Stanfield) dan Trooper Wagner (Noah Segan) melakukan interogasi dan investigasi di kediaman Harlan, sekitar satu minggu setelah kematiannya. Kediamannya ini semacam kastil pribadi yang terletak di tengah hutan begitu. Orang kaya mah bebas mau rumahnya kayak apa dan letaknya di mana. Haha. Elliot dan Trooper dibantu oleh investigator profesional yaitu Detektif Benoit Blanc (Daniel Craig). Adalah suatu misteri ketika Benoit mengatakan bahwa kehadirannya di rumah itu karena dia disewa oleh seseorang. Artinya ada orang yang berpendapat bahwa kematian Harlan bukanlah bunuh diri melainkan dibunuh.

1/4 durasi pertama penonton disuguhkan dengan potongan-potongan investigasi antara Elliot, Trooper, dan Benoit, dengan anak-anak, menantu-menantu, cucu-cucu. Setiap orang yang diinvestigasi menceritakan alibi mereka masing-masing pada malam perayaan ulang tahun Harlan (a little flashback). Oleh karena itu saat investigasi itu penonton juga bakal tahu tentang ibu Harlan. Menurut saya, potongan-potongan investigasi ini merupakan cara sutradara untuk memperkenalkan dengan lugas semua tokoh di dalam Knives Out. Nama, status, pekerjaan, hingga ambisi masing-masing. Mari kita berkenalan dengan mereka.

Harlan Thrombey, sudah kalian ketahui, lelaki kaya raya yang meninggal konon karena bunuh diri. Linda Drysdale-Thrombey (Jamie Lee Curtis), anak Harlan yang digambarkan tegas serta punya rasa percaya diri yang kuat. Suami Linda bernama Richard Drysdale (Don Johnson). Anak Linda bernama Ransom Drysdale (Chris Evans) - hyup Captain America. Hehe. Walter "Walt" Thrombey (Michael Shannon) si anak 'gagal' yang beristerikan Donna (Riki Lindhome) dan punya seorang anak lelaki ABG bernama Jacob Thrombey (Jaeden Martell). Joni Thrombey (Toni Collette) adalah menantu Harlan dari anak Harlan yang bernama Neil Thrombey (tidak ada di dalam filem karena diceritakan sudah meninggal); tapi apakah dia masih boleh memakai marga Thrombey? Ah, sudahlah. Joni punya anak perempuan bernama Meg Thrombey (Katherine Langford). Great Nana Thrombey (K Callan) adalah ibu Harlan. Satu-satunya pemeran yang tidak punya hubungan darah dengan Harlan di dalam rumah itu adalah Fran dan Marta Cabrera (Ana de Armas) yang adalah perawat pribadi Harlan.

Kenapa poin ini saya beri judul 1/4 durasi pertama? Karena pada 1/4 durasi pertama penonton yang tidak sabar bakal langsung kecewa karena sudah ketahuan siapa yang menyebabkan Harlan meninggal dunia. Jadi, Harlan tidak bunuh diri? Hyess. Dia dibunuh. Pertanyaannya ... oleh siapa? Kalian akan merasakan ketegangan twist-plot ketika menontonnya dengan sungguh. Oleh karena itu Knives Out bukanlah sekadar filem drama misteri sederhana.

Plot yang Mengarahkan


Siapa pun yang menonton Knives Out pasti tahu bahwa sutradara memang sengaja mengarahkan segalanya pada Marta, si perawat pribadi, karena memang seperti itulah kisahnya. Marta salah menyuntik obat pada Harlan pada malam usai perayaan ulang tahun, dia tersadar tetapi terlambat menyelamatkan serta Harlan pun tidak mau diselamatkan. Harlan tahu dalam sepuluh menit dia bakal mati, lantas dia menyusun skenario agar Marta tidak dipenjarakan. Upaya penyelamatan Marta. Maklum, Harlan kan penulis novel misteri. Segalanya berjalan dengan mulus, bahwa Harlan bunuh diri, sampai satu minggu kemudian investigasi dilakukan. Marta harus berhadapan dengan Benoit yang berpikiran super tajam.

Nampaknya terlalu sederhana jika perkara ini beres begitu saja. Marta memang menyembunyikan rahasia obat yang disuntiknya itu, serta apa saja yang diperintahkan oleh Harlan agar dirinya tidak menjadi tersangka. Tetapi sosok misterius yang meminta Benoit ikut campur harus digali lebih dalam. Inilah hebatnya Rian Johnson mengaduk emosi penonton. Oh jadi si Fran. Eh? Bukan Fran? Loh ... kenapa jadinya begini?

Marta semakin tidak berdaya ketika ternyata Harlan mewariskan semua harta kepadanya. Dia semakin terseret arus permainan Ransom, cucu Harlan, yang sejak awal jarang dipertontonkan. Mempercayai Ransom adalah tindakan yang keliru, tetapi tidak ada yang bisa dilakukan Marta. Hingga akhirnya, ketika Marta nyaris membocorkan obat yang salah disuntiknya pada Harlan di hadapan keluarga besar Thrombey, Benoit membatalkan niatnya tersebut. Menurut Benoit, ibarat donat, perkara ini tidak ada lubangnya. Dan di menit-menit terakhir dia menemukan lubang tersebut. Ya, Ransom adalah biang dari segalanya. Meskipun sejak lepas dari 1/4 durasi pertama penonton bertanya-tanya ... karena semua orang bisa jadi tersangka. Dan penonton harus menahan hafas pada 1/4 durasi terakhir. Seperti bermain gasing.

Mari, tepuk tangan yang meriah untuk Rian Johnson. Kenapa? Karena saya sampai tidak bisa menceritakan lebih banyak saking terlalu banyaknya detail di dalamnya. Termasuk identitas keluarga Marta yang masih menjadi imigran gelap. Byuuuuh.

Game of Thrones


Apakah saya saja yang memikirkannya atau kalian juga? Knives Out mengingatkan saya pada serial Game of Thrones. Mungkinkan Rian Johnson sengaja mengajak penonton bernalar dan menganalisa tentang perebutan kekuasaan yang dalam hal ini adalah kekayaan Harlan? Dari mana saya bisa mengambil kesimpulan seperti itu?

1. Kursi Berlatar Pisau-Pisau


Pada kursi tempat detektif melakukan interogasi, terdapat latar bulatan besar dengan pisau-pisau (buanyak!). Kalian tentu masih ingat dengan singgasana maut dari Game of Thrones bukan?

Credits: Deadline.

Lihat gambar di atas. Singgasana maut. Hehe.

2. Setiap Orang Punya Kepentingan


Ini sangat jelas terlihat sejak awal Knives Out dimulai. Linda tentu menginginkan harta Harlan. Walter menginginkan usaha penerbitan Harlan dan sayangnya pada malam perayaan ulang tahun Harlan justru memecat Walter. Joni melakukan penggelapan biaya sekolah Meg dan dia langsung dikonfrontir oleh Harlan. Richard harus berhati-hati karena Harlan mengetahui perselingkuhannya. Ransom juga termasuk orang yang terkejut ketika tahu Harlan mewariskan semua hartanya pada Marta. Dan lain sebagainya. Setiap orang punya kepentingan dan berusaha agar Harlan mau bermurah hati pada mereka. Sama juga, kita menemukannya di Game of Thrones. Semua orang ingin duduk di singgasana maut itu.

3. Game of Thrones Dalam Dua Jam Sepuluh Menit


Kalau boleh, saya menulisnya begitu. Berapa banyak intrik di dalam Game of Thrones? Kita mungkin harus meminjam jari tangan orang lain untuk menghitungnya. Berapa banyak season? Berapa panjang durasinya? Kalian hitung sendiri. Tetapi Game of Thrones menyingkat semuanya hanya dalam dua jam sepuluh menit. It's a wow.

Anyhoo ...

Anyhoo ...

Jangan emosi dulu. Saya tidak membandingkan Knives Out dengan Game of Thrones. Jadi, bagi pecinta Knives Out maupun Game of Thrones jangan marah-marah, ya. Haha.


Setelah menonton Knives Out sebanyak dua kali, baru saya bisa menulis review yang cukup panjang ini. Artinya saya sungguh niat. Haha. Sebagai penikmat filem, terutama filem misteri, Knives Out merupakan filem misteri terbaik yang pernah saya tonton, saking kuatnya! Apanya yang kuat? Plot, karakter, twist-plot yang masuk akal, dialog, dan lain sebagainya. Ibarat makanan, Knives Out berporsi besar, lambung penuh, tidak tersisa sedikit pun ruang untuk angin bertengger. Rian Johnson memainkan detail dengan sangat sempurna. Detail yang tidak saya duga pada 1/4 durasi awal filem ini. Sekali lagi, mari kita tepuk tangan untuk sang sutradara!

Baca Juga: Fiersa Besari Memang Jagoannya Merangkai Kata-Kata

Bagi kalian yang akhir minggunya di rumah saja, dan belum menonton Knives Out, silahkan dicari filemnya dan buktikan apa yang sudah saya tulis di sini. Tapi, apabila pendapat kita berbeda, jangan saling menghujat, ya. Silahkan sampaikan pendapat kalian tentang filem ini di blog sendiri, maupun di komentar di bawah. Yang jelas, saya jamin kalian tidak akan merasa rugi atau membuang-buang waktu dengan menonton Knives Out. Ini filem super bagus!

Have a great weekend, guys!

#SabtuReview



Cheers.