Bukber Hebring


Sebelum memasuki Bulan Ramadhan, sudah tertulis di Arekune (T-Journal) tentang agenda buka puasa Keluarga Besar Pharmantara. Atau, kami lebih suka menulis: Encim and The Gank. Karena selain Keluarga Besar Pharmantara, di dalamnya juga ada Keluarga Abdullah Achmad, suami dari Kakak Nani Pharmantara yang lebih sering saya panggil Ka'e (Kakak) Dul. Kegiatan bukber ini tidak kami lakukan pada tahun kemarin. Saya pikir, bukber keluarga harus berjalan, karena sudah lama pula kami jarang ngumpul akibat pekerjaan dan kesibukan masing-masing orang. Maklum, semua keponakan saya sudah tidak bisa dijewer lagi kupingnya kan, sudah pada dewasa dan punya dunianya sendiri. Hehe.

Baca Juga: PBSI Belajar Ngeblog

Oleh karena itu, meskipun ada undangan bukber lain, saya harus tetap mengutamakan bukber keluarga besar kami, karena saya yang menggagasnya. Seperti Sabtu, 25 Mei 2019, ada tiga agenda bukber. Pertama: Pembubaran Panitia Triwarna Soccer Festival sekaligus bukber di Rumah Jabatan Wakil Bupati Ende Bapak Djafar Ahmad. Kedua: Pembubaran Panitia Bukber Alumni Spendu 94 Ende di Paradise Cafe. Ketiga: Bukber Pharmantara yang Hebring haha. Jelas saya harus merelakan dua agenda lainnya demi keluarga *tsaaaah* terbaca seperti cinta dan bela negara banget kan.

Minggu pertama Ramadhan, tepatnya Sabtu, 11 Mei 2019, bukber dilaksanakan di Pohon Tua. Rumah saya. Bukannya sebagai adik bungsu seharusnya saya mendapat jatah minggu terakhir Ramadhan? Itu kalau hitungnya ber-kakak-adek tapi karena di Pohon Tua masih ada Mamatua jadi Pohon Tua harus di'tua'kan. 

Minggu Pertama Ramadhan


Pohon Tua yang biasanya sepi dan lebih sering terdengar suara ana eda congklak serta sesekali suara Mamatua memanggil penghuni lainnya, kemudian menjadi ramai. Anak, cucu, dan cecenya Mamatua berkumpul sekitar pukul 17.30 Wita. Meskipun tidak semua, rasanya rumah kami yang biasanya terasa lapang mendadak sempit! Haha. Maklum, semua aktivitas ramai-ramai itu memang lebih menyenangkan dilakukan di bagian belakang (ruang keluarga) ketimbang ruang tamu. Sudah saya bilang, ruang tamu rumah saya itu semacam pajangan saja. Padahal ruang belakang itu tidak sebersih ruang tamu manapula lantainya itu lantai semen. Tapi tetap saja orang-orang pada suka ... lebih 'hangat' mungkin ya. Hehe.



Karena saat waktu berbuka tiba sebagian menu masih dimasak (supaya makanannya hangat saat disantap) saya tidak sempat memotret lagi menu-menu buka puasanya. Ya sudahlah. Next time.

Minggu Kedua Ramadhan


Minggu kedua, tepatnya Sabtu, 18 Mei 2019 bukber dilaksanakan di rumah kakak pertama Abang Nanu Pharmantara. Lagi-lagi, meskipun tidak anggota lengkap yang berkumpul, tetap saja suasana riuh dan hebring tercipta. Keluarga kami ini memang begini. Selalu ramai di setiap kesempatan yang diimbuh tingkah laku dua cecenya Mamatua Rara dan Syiva. Tidak bisa saya bayangkan keriuhannya jika Iwan dan Reny serta dua anak mereka Andika dan Rayhan datang ke Ende (karena mereka menetap di Kota Mbay - Kabupaten Nagekeo).




Hari itu saya tertawa terpingkal-pingkal melihat tingkah Rara, Indi, dan Syiva, meniru tariannya Black Pink (CMIIW). Kami masih bertahan hingga para lelaki pulang shalat Tarawih dari masjid loh! Dan kehebringan itu masih berlangsung hingga bukber ketiga Sabtu kemarin. 

Minggu Ketiga Ramadhan


Minggu ketiga Ramadhan, Sabtu, 25 Mei 2019, bukber dilaksanakan di rumah Ka'e Dul dan Kakak Nani Pharmantara. Undangan sudah disebar via WAG Encim and The Gank. Saatnya ngumpul lagi! Horeeee! Saya terpaksa meninggalkan dua agenda lain seperti yang sudah ditulis di atas. Ya gimana lagi doooonk. Ngumpul bareng keluarga itu terasa jauh lebih apa ya ... lebih gimana gitu. Hehe. Pokoknya kalau ada agenda ngumpul bareng keluarga, itu wajib!




Tetap ya, menu ikan bakar itu berhukum fardhu 'ain. Habis bukber kemarin, saya masih bertahan cukup lama juga di rumah Kakak Nani karena biasa ... sister punya urusan ... hehe.

Seharusnya masih ada cerita bukber minggu keempat di rumah Babe Didi Pharmantara, tapi sepertinya minggu keempat kami telah sibuk dengan kegiatan menjelang Idul Fitri sehingga ... lihat saja nanti. Soalnya keluarga Abang Nanu semuanya berlibur ke Kupang. Pengen juga sih Idul Fitri tidak ada di rumah, jalan-jalan, tapi Pohon Tua adalah 'pusat' dan orang-orang pasti datang ke rumah. Jaga kandang? Masih menjadi kewajiban saya hahaha.

Hiburan Rara dan Syiva


Rara dan Syiva ini memang selalu penghangat makanan suasana. Sayangnya saya belum mengkompilasi semua video mereka berdua, belum juga mengeditnya, dan belum mengunggahnya di Youtube. Mohon bersabar ya. Tapi kalau kita berteman di WA, sudah pasti kalian bisa melihat video dengan tingkah dua krucil itu di Status WA. Pokoknya, kedua krucil ini lah yang selalu hebring! Tanpa penampilan keduanya, suasana pasti hanya ramai-riuh saja, tidak sampai sehebring itu. Saya pasti ngakak parah setiap kali merekam (video) mereka berdua. Tingkah mereka sudah macam orang kesurupan begitu ... LOL!


Cerita tentang keluarga kami memang tidak ada habisnya, saya rasa demikian pula keluarga kalian. Bersama keluarga selalu ada suasana hebring yang tercipta, selalu saja menghangatkan jiwa, selalu saja bikin bahagia. Berantem antara kakak-adek itu biasa, yang tidak biasa adalah kembali saling merangkul karena darah tidak akan terputus begitu saja. Dan saya sudah mengalaminya ... pasang surut ... seperti itu. Tapi terpenting ... kita menikmatinya dengan ikhlas.

Baca Juga: Encim and The Gank

Bagaimana dengan kalian, kawan? Bagi tahu donk suasana bukber keluarga kalian!



Cheers.

5 Menu Breakfast


Breakfast, buka puasa, sudah empat kali/hari kita melakukannya di Bulan Ramadhan ini. Tentu menu breakfast ini berbeda dari breakfast harian yang rata-rata Orang Indonesia memakan nasi seperti nasi goreng, nasi kuning, nasi putih dan telur ceplok. Kadang pula memakan roti dan kudapan. Breakfast Ramadhan ini selalu menarik karena menu-menunya khusus terutama penghilang dahaga. Karena kan jarang banget kita break the fast *tsaaaaah* langsung makan makanan berat kayak besi panggang atau batu rica-rica atau tower Telkoms*l bumbu kecap.

Baca Juga: 5 Heroes

Jadi, apa menu buka puasa di rumah kalian selama empat hari ini?

Kalau di rumah saya sih ... 

Setiap kali buka puasa saya pasti sendirian. Sesekali saja ditemani Indra. Soalnya, biasanya setiap kali buka puasa itu si Thika masih kuliah sehingga dia buka puasanya di kampus (bawa bekal dia dari rumah), dan Indra buka puasa di kantor atau di luar rumah karena terbentur jam kerja. Tidak ada jadwal buka puasa ramai-ramai kayak dulu. Sebenarnya saya tidak sendirian karena ada Mamatua, tapi kan Mamatua tidak ikut puasa karena usia (diganti dengan membayar fidyah) sehingga pas buka puasa ya saya baca doa sendiri ya buka puasa sendiri. Pas waktu lowong segera tadaruz karena pengen bisa khatam lagi.

Jadi menu buka puasanya apaaaaaaaa!?

Ada lima menu buka puasa di rumah kami yang tidak pernah terlewatkan. Baik buka puasanya saya sendirian atau bareng Indra (sesekali) dan bareng Thika (Jum'at dan Sabtu dia tidak kuliah). Lima menu buka puasa itu adalah:

1. Minuman (teh botol, kopi susu).
2. Kolak (ketan hitam, kolak ubi, kolak pisang).
3. Risol.
4. Pastel.
5. Kue Jongko.

Dan rata-rata semua dibeli! Kemarin hari pertama puasa si Thika dan temannya Enu membikin kolak pisang mutiara. Bayangkan sampai tadi sore saya harus keluarkan kotak tempat kolak itu dari kulkas dan masih ada isinya. Amboi ... begitulah nasib kalau membikin sendiri kolak. Bikin sedikit, nanggung. Bikin banyak, kebuang. Hiks. Si Indra juga tidak terlalu suka kolak. Rencananya kolak itu kalau banyak mau dibagi ke tetangga tapi lupa terus. Itulah sebabnya kami lebih sering membeli takjil ketimbang membikin sendiri.

Teh botol atau minuman kotak semacam Buavita itu sudah pasti punya Indra dan Thika, sedangkan kopi susu pasti untuk saya hehe. Kalau tidak minum kopi susu bisa koplak kepala saya. Risol dan pastel merupakan favorit serumah dan pasti ada setiap hari. Dibeli di tempat langganan yang nanti bakal saya ceritakan. Harganya cuma 1K per buah dan rasanya enak. Sudah tahu kan rasa makanan bagi saya itu hanya dua: enak dan enak sekali. Hehe. Bagaimana dengan kolak? Siapa yang suka, silahkan pesan supaya dibelikan. Sama juga dengan ketan hitam. Tapi urusan ketan hitam dan kue jongko ini memang musuh besarnya saya; maksudnya saya adalah pecinta berat ketan hitam dan kue jongko, terutama jika ketan hitamnya dicampur es batu. Sadap parskali.

Itu dia lima menu buka puasa terfavorit yang selalu, pasti, ada di rumah kami. Menu tetap alias di luar menu hantaran kakak-kakak hehe.

Baca Juga: 5 Swafoto Terfavorit

Bagaimana dengan kalian, kawan? Bagi tahu yuk di komen :)




Cheers.