GANGGUAN JIWA NOMOR 21

GANGGUAN JIWA

Facebook yang terlambat diciptakan, atau saya yang terlalu cepat dihantam kegelisahan anak muda?

Seandainya saja saat muda dulu sudah ada Facebook (FB), mungkin saya tak perlu sampai mengalami gangguan jiwa nomor 21: selalu merasa gelisah dan sendirian, merasa sebagai makhluk pilihan sekaligus memiliki berbagai keterbatasan yang membuat keputusasaan mendera hati tak berkesudahan.

Anak muda sekarang beruntung sekali, tiap kali gelisah tinggal membuka halaman FB saja. Tentu saja tidak bisa menikmati suasana damai tenteram seperti di kota santri. Tetapi justru itu, hiruk-pikuk dan uaaneh-uaaneh isi FB akan membuat hati tenang. Ternyata saya tidak sendirian. Orang yang memiliki gangguan kejiwaan (dan bahkan lebih parah) jumlahnya banyak. Baanyyyaakkk.... 

Tidak perlu berkecil hati lagi. Welkam tu de klab!

Zaman saya muda, setengah mati mencari saluran katarsis semacam FB ini. Tapi saya beruntung bertemu dengan dua pahlawan penyelamat saya.

Yang pertama Dr. Damardjati Supadjar (semoga Allah memberikan tempat terbaik di surga-nya), guru besar Filsafat yang mengasuh acara Kaca Diri di Radio Unisi FM tiap hari Kamis malam. Kajiannya menenangkan hati. Dan tiap minggu saya tak pernah absen menitipkan pertanyaan ke resepsionis radio itu di Jalan Pasar Kembang.

Menurut Pak Damar, Tuhan menciptakan alam semesta ini sedemikian luas. Tetapi buat kita yang di bumi, dengan keterbatasan kita sebagai manusia, telah ditunjuk sebagai khalifah dan memiliki tanggung jawab yang besar. Tanggung jawab yang tidak sanggup ditanggung makhluk Tuhan lainnya.

Manusia adalah tokoh utama di dunia ini. Dan sepanjang usia seorang manusia, masa muda adalah inti dari perjalanan hidupnya. Masa muda, terutama saat sedang jatuh cinta dan hati sangat mudah tersentuh oleh cahaya Ilahiah, adalah saat paling menentukan seperti apa "warna" raport kita sebagai seorang manusia.

Adalah sebuah kewajaran apabila anak muda mengalami kegelisahan dalam memahami "pengalaman keagamaannya". Bahkan justru aneh dan salah apabila orang muda justru menghindar dari pertanyaan-pertanyaan religius tentang diri dan Tuhannya.

O o o astagaaa | hendak kemana smua ini..
O o o astagaaa | apa yang sedangg terjadii..
Bila kaum muda tak mau lagi... peduli..
Mudah putus asa dan kehilangan... arah...
O o o astagaaa...

Oya, istri Pak Damar, seorang perempuan sederhana, punya warung Kupat Tahu Magelang di dekat Perumahan Merapi View, di kilometer 9 Jalan Kaliurang. Lumayan jauh dari kampus sebenarnya, tapi saya bisa mampir ke situ karena 2 kali dalam seminggu sempat numpang "ngantor" di LP3Y. Jalan Kaliurang Km 12,9. (lebih jauh lagi 😅).


GANGGUAN JIWA

Yang kedua, dr. Inu Wicaksana, Sp.KJ, psikiater senior RSJ Soerojo, Magelang. Jujur saja waktu itu saya enggak begitu paham juga, apa beda psikiater dengan psikolog. Kebetulan beliau cukup terkenal karena punya rubrik konsultasi di Harian Kedaulatan Rakjat. Dan, yang lebih penting lagi, karena beliau teman dari pembimbing skripsi pacar saya, beliau menolak dibayar! Mahasiswa zaman itu kan paling semangat sama yang gratis-gratis. Hahaha...

Lah ini, sudah gratis masih dibawain obat-obatan juga. Lama-lama gak enak juga...

Akhirnya saya bawain 1 slop rokok Gudang Garam Filter kesukaan beliau. Tentu saja beliau menolak, tapi saya memaksa.

"Saya kan konsultasinya di Mangunsarkoro, bukan di rumah dokter di Popongan. Di sini dokter bayar sewa tempat, bayar listrik, dan mengorbankan waktu praktek dokter. Tentu saja tidak fair kalo saya tidak memberikan kompensasi atas kerugian-kerugian tersebut...."

Dokter Inu tersenyum sambil mengangguk-angguk. Rokok itu diterima. Dan dari wajah puasnya saya tahu kondisi saya ada kemajuan...😊

Pulangnya saya dibekali obat lebih sedikit. 

"Semoga ini obat yang terakhir yang saya berikan. Diminum hanya apabila kesulitan tidur saja. Apabila sebulan tidak habis, buang saja obatnya dan kamu tidak perlu ke sini lagi."

Horeee... saya sudah sembuh!!!

Pesan terakhir beliau, normatif banget: atur pola makan, dan jangan terlalu berat memikirkan hal-hal yang "jauh" dan lebih cepat dalam mengambil keputusan atas hal yang praktis dan "dekat".

Sepertinya, ada hubungannya dengan masalah rokok tadi... 😅. Saya mungkin terlalu banyak pertimbangan bahkan untuk hal-hal yang sebenarnya masalah remeh-temeh belaka.
Spontanitas lebih baik buat kesehatan jiwa. Jangan tiap mau ngomong harus menimbangnya dalam-dalam. Mencernanya 2 hari 2 malam, karena takut salah menarik kesimpulan. Ashiappp!
Tapi juga jangan spontan berlebihan. Seperti postingan FB akhir-akhir ini, nanti malu sendiri karena harus mengoreksi. Jejak digital itu kejam, Jenderal!

Menurut WHO, 25% warga mengalami gangguan jiwa. Dan sepertiganya ada di negara berkembang. Wahhh..😱

Jadi kalo kamu berkumpul dengan 3 orang temanmu, maka salah satu di antara kalian adalah pengidap gangguan jiwa!

Kalo saya orang keempat di antara kalian, maka yang merupakan pengidap tentu salah satu dari kalian. Karena saya sekarang sudah sembuh. 😍

Wkwkwk....

Tetapi merasa diri memiliki akal dan jiwa yang sehat, dan menuduh orang lain yang memiliki masalah, justru menandakan bahwa orang itu mengidap gangguan jiwa yang lebih parah dari gangguan jiwa nomor 21.

Nah lo... Bingung kan?

***


Penulis: Heri Winarko

Ngopi Bersama Motek’r Coffe di Event AKU PONDOK GEDE


AKU PONDOK GEDE (Menyibak Gelap menggapai Terang)

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan
Atau tidak untuk apa-apa
Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata

Dengan diiringi sayup-sayup instrumental lagu "Gugur Bunga", puisi karya Chairil Anwar dikumandangkan syahdu oleh salah seorang siswi SMK Merah Putih Pondok Melati. Puisi ini mengajak puluhan hadirin yang malam itu duduk diterangi lampu temaram untuk menghadirkan kenangan suasana Bekasi saat masa revolusi. 

Puisi "Karawang Bekasi" adalah performance pembuka sesi seminar sejarah sebagai acara puncak event AKU PONDOK GEDE (Menyibak Gelap menggapai Terang) dengan menghadirkan narasumber Dr. Tri Wahyuning M. Irsyam M.Si (Dosen Sejarah FIB UI), G.J Nawi (Pegiat Sejarah & Penulis Buku "Maen Pukulan"), Kong Guntur Elmogas (Seniman Situn Bekasi), Ari Trismana (Watchdoc Documentary), dan Hasan Basri, S. Pd selaku tuan rumah dan Kepala sekolah SMK Merah Putih.
Acara AKU PONDOK GEDE (Menyibak Gelap menggapai Terang)
Dengan disimak para peserta seminar pada sambutan pembuka, Hasan Basri, S. Pd. menjelaskan tujuan dari diadakannya seminar sejarah AKU PONDOK GEDE (Menyibak Gelap menggapai Terang) ini sebagai pemantik agar para hadirin yang mayoritas adalah siswa SMK Merah Putih dan pemuda Bekasi akan lebih tergugah untuk mempelajari sejarah dan mengenal lebih jauh Pondok Gede dari masa ke masa.

Nugraha Arie Prabowo dari Komunitas Penter juga selaku ketua panitia acara menekankan pentingnya belajar sejarah sebuah kota agar ada keterikatan yang diharap dapat membuat masyarakat lebih peduli pada daerah tempat tinggalnya sendiri.

Komunitas Penter bersama Yayasan Pendidikan Al Falah Pondok Melati selaku pelaksana acara ini juga menggandeng berbagai komunitas pemuda untuk bersama-sama mengisi acara seminar sejarah ini dengan format gabungan dari kegiatan pensi (pentas seni) sekolah, event komunitas dan seminar agar lebih mengena kepada siswa dan juga masyarakat umum, itu yang saya tangkap dari acara ini.
Foto bersama crew AtmaGo
Acara AKU PONDOK GEDE (Menyibak Gelap menggapai Terang) dilaksanakan sehari penuh pada hari Sabtu 2 Maret 2019 di lingkungan sekolah SMP Al Falah/SMK Merah Putih Pondok Melati. Karena acara di lingkungan sekolah, tentunya bebas dari isu politik yang sedang hangat menjelang pemilu april nanti. Pada pagi hari acara ini diisi dengan kegiatan pentas seni SMK Merah Putih yang kemudian pada siang hari diisi dengan berbagai aksi komunitas dan lain-lain. 

Pada kegiatan siang tersebut hadir pula Dr. Anhar Gonggong (Sejarawan Nasional) yang memberikan kuliah umum kesejarahan terkait Bekasi dan perlunya generasi kini banyak belajar agar memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menghadapi masa depan.
"Indonesia menjadi bangsa yang merdeka karena diperjuangkan oleh orang-orang berpendidikan. Kemerdekaan terwujud karena para pendiri bangsa menggunakan ilmunya untuk memikirkan nasib bangsanya." Kata Anhar Gonggong kepada para murid SMK Merah Putih dan hadirin.
Cukup banyak performance yang disajikan dalam gelaran event ini, ada Sorakan Oleh Kasundaan yang menampilkan atraksi ular, atraksi permainan yoyo dari komunitas Yoyo Mania, musikalisasi puisi dari Cahyo dkk dari Taman Baca Tanjung yang membawakan "Bebal" dari Sisir Tanah, dan lain-lain.
Materi 3 Kerangka Literasi Digital Indonesia dari ITC Watch
Di sisi lapangan tempat berlangsungnya acara diisi dengan berbagai gelaran booth komunitas, ada Komunitas Hobi Kayu chapter Bekasi, Komunitas Bambu, gelaran koleksi barang antik dari Asaldoe, Booth Perpustakaan Jalanan, AtmaGo, Komunitas Baca Betawi, Awi Koneng, Bekasi Community Connection, Bandeng Rorod kuliner Bekasi, Net Good People dan masih banyak lagi.
Acara AKU PONDOK GEDE (Menyibak Gelap menggapai Terang)
Komunitas PENTER dan panitia AKU PONDOK GEDE
Dalam acara ini saya bersama AtmaGo kebagian mengisi acara workshop literasi digital dan pengenalan aplikasi AtmaGo. Kegiatan ini dilaksanakan di dalam salah satu ruang kelas dengan peserta lebih dari 60 siswa. sayang suara acara di lapangan mengganggu konsentrasi para peserta sehingga saya persingkat materi agar Yasin dan Mas Alfan bisa segera membawakan materi mereka.

Kegiatan kali ini lumayan menambah beberapa pengguna AtmaGo yang semuanya siswa SMK Merah Putih. Mereka langsung praktek dengan melaporkan kegiatan "Aku Pondok Gede" yang berlangsung di sekolahnya. Semoga ke depannya mereka akan aktif menjadi warga net yang berkontribusi positif untuk lingkungannya.
Ngopi Bersama Motek;r Coffe di Gelaran AKU PONDOK GEDE
Selain mengisi acara literasi digital saya juga ikut menjaga stand jualan kopi milik Motek'r Coffe yang menyediakan kopi gratis untuk dicoba. Sukses selalu buat Motek'r Coffe yang sudah turut meramaikan gelaran acara ini :)
Lapak Kopi Motek'r Coffe
Motek'r Coffe

Yang bikin nyaman mengikuti acara di SMK Merah Putih ini;

  • sepanjang acara siswa maupun hadirin rajin memunguti sampah yang tercecer sehingga lapangan tempat acara benar-benar bersih dari sampah;
  • pihak sekolah dari guru, siswa, satpam dll sangat koperatif kepada kami yang membuka lapak, kami merasa diperlakukan sebagaimana layaknya tamu;
  • Panitia responsif saat disampaikan ada kebutuhan yang kurang saat sebelum memulai materi;
  • GRATIS... iya, acara ini gratis, termasuk kami yang jualan kopi, tinggal daftar ke panitia selama masih ada slot maka panitia akan memberikan lapak tanpa biaya, kebetulan lapak kopi Motek'r kemarin itu sebenarnya lebih ke promosi, memperkenalkan kopi beneran ke teman-teman dengan harga yang sama dengan kopi sachet, kami di Motek'r menamakannya Kopi Rakyat seharga 5 ribu rupiah per gelas :);

Terima kasih Komunitas PENTER, Yayasan Pendidikan Al Falah SMK Merah Putih dan teman-teman sekalian yang sudah membuat tanggal 2 Maret 2019 menjadi istimewa. 

Sukses selalu



Sharing Memanfaatkan Medsos Bersama Saka Bhayangkara Babelan

Bersama Saka Bhayangkara Babelan Sharing Memanfaatkan Medsos

Minggu siang, 10 Februari 2019 saya berkesempatan berbagi dengan Sekitar 35 anggota Pramuka Saka Bhayangkara Polsek Babelan. Agendanya adalah sharing mengenai media sosial dan belajar membuat berita ringan.

"Tujuan kegiatan ini adalah agar adik-adik anggota dan calon anggota Saka Bhayangkara Polsek Babelan dapat memanfaatkan media sosial untuk berbagi informasi, baik itu kegiatan positif yang mereka lakukan ataupun informasi-informasi yang sekiranya perlu dibagikan di media sosial (medsos)," demikian menurut Mawadah Warahmah selaku Ketua Dewan Saka Bhayangkara Polsek Babelan Kwartir Ranting Kec. Babelan Kab. Bekasi.

Sesi sharing tentang medsos atau sosmed ini awalnya akan dilaksanakan di Aula Polsek Babelan yang ber-AC, tapi berhubung peserta hingga 35-an orang, maka acara dipindah ke Aula Kantor Desa Babelan Kota yang ruangannya lebih luas walau tanpa AC.
Bersama Saka Bhayangkara Babelan Sharing Memanfaatkan Medsos
Suasana awal masih agak tegang, walaupun sudah dijelaskan oleh para senior saat pembukaan acara bahwa materi ini adalah materi di luar materi kepramukaan.

Untuk mencairkan suasana saya mulai menjelaskan mengenai media informasi secara umum, lalu mengerucut pada media sosial. Saya mulai dengan menanyakan pengalaman-pengalaman adik-adik remaja ini di media sosial. Sekadar memancing feedback dan membuka dialog.

Jawabannya sudah saya duga, tidak ada satu pun hadirin yang tidak memiliki akun Facebook, sebagian adalah pengguna Instagram dan sebagian kecil pengguna Twitter walaupun secara pasif.

Setelah cair barulah saya memberikan materi mengenai berbagai konten yang bisa dibuat oleh siapapun, baik itu teks, gambar/foto, suara/musik dan video dengan menjelaskan berbagai macam media sosial yang diperuntukkan untuk berbagi berbagai konten tersebut.

Acara ini adalah hasil diskusi dengan Bang Rusli salah satu senior Saka Bhayangkara Polsek Babelan. Bang Rusli pula yang dulu pernah mengajak saya ikut memberikan materi pengenalan sosmed saat MPLS SMPN 2 Babelan seperti yang saya catat di sini.

Beda dengan acara MPLS, adik-adik Saka Bhayangkara ini jenjang sekolahnya sudah SMA, jadi lebih cepat "nyambung" saat diarahkan bagaimana membuat konten sederhana berupa teks dan foto dari kegiatan yang mereka lakukan.
Bersama Saka Bhayangkara Babelan Sharing Memanfaatkan Medsos


Membuat berita

Cara mudah membuat berita tercakup dalam rumus ADI SIKAMBA yang merupakan terjemahan rumus jurnalistik 5W+1H ( What, Where, Who, When, Why, and How).

ADI SIKAMBA (Apa, Di mana, Siapa, Kapan, Mengapa, dan Bagaimana) adalah pertanyaan panduan dalam mengumpulkan informasi yang musti terjawab dalam sebuah berita. Idealnya untuk menulis sebuah berita, pertanyaan ADI SIKAMBA sudah harus dijawab terlebih dahulu, barulah kemudian dirangkai dalam sebuah tulisan.

Tetapi dalam sharing kali ini pembahas lebih fokus pada merangkai informasi ADI SIKA (Apa, DImana, SIpa dan KApan) agar mudah diserap dan langsung dipraktekkan.

Setelah break adzan ashar kelas kemudian dibagi menjadi 7 kelompok yang ditugaskan untuk membuat status di salah satu akun facebook anggota kelompok, status tersebut minimal berisi informasi kegiatan hari itu. 

Alhamdulillah dalam waktu 30 menit semua kelompok sudah selesai melaksanakan tugasnya.
Bersama Saka Bhayangkara Babelan Sharing Memanfaatkan Medsos
Salah satu hasil praktek kelompok peserta sharing
Sebagai penutup, dibuka kembali sesi tanya jawab untuk membahas apa yang sekiranya menjadi masalah dalam menyelesaikan tugas kelompok membuat status info kegiatan. 

Dari sesi tanya jawab itu terungkap bahwa tidak ada masalah dalam penerapan rumus ADI SIKA, namun mereka mengaku kesulitan dalam menyusun redaksi tulisan agar menjadi informasi yang mudah dipahami oleh pembaca. Hal yang menurut saya akan teratasi jika kita banyak latihan dan terus belajar.

***
Bersama Saka Bhayangkara Babelan Sharing Memanfaatkan Medsos
Foto bersama peserta sharing sosial media Saka Bhayangkara Babelan
Konten yang kami bahas hari itu adalah konten teks yang berupa status di media sosial. Konten teks bisa berupa apa saja; berita, cerita, puisi, opini, informasi dan lain sebagainya. 

Intinya tujuan kelas sharing hari itu adalah agar adik-adik pramuka ini dapat membuat berita sederhana dari apa yang mereka saksikan atau yang mereka lakukan. 


Banyak sekali kegiatan adik-adik pramuka ini yang dapat dibagikan di medsos untuk memperbanyak konten positif dan wadah bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan literasi digital mereka.

Pastinya akan perlu banyak latihan untuk mengolah konten berupa teks menjadi menarik dan informatif. Setidaknya dari pertemuan hari ini adik-adik sudah semakin paham dan bisa mengembangkan sendiri jika memang mereka berminat dalam dunia tulis menulis dan jurnalistik.


Harapan saya semoga adik-adik ini dapat memanfaatkan media sosial lebih baik lagi, baik untuk kepentingan dirinya maupun untuk lingkungannya, amiin.




Melawan Hoax Bersama AtmaGo

"Media sosial itu seperti dua sisi mata pisau, kalau kita bisa memanfaatkannya dengan positif maka akan bermanfaat buat pengguna dan lingkungannya, tapi kalau tidak maka media sosial bisa merugikan dan membuat kita berurusan dengan hukum," ungkap pak Jamhuri ZH selaku Kepala Sekolah MI Al-Hikmah Kp. Babakan Mustikasari, Kecamatan Mustika Jaya Kota Bekasi. Minggu, 27 Januari 2019.

Pada Minggu pagi itu ada sekitar 110 peserta dari 10 sekolah menengah atas di Bekasi yang mengikuti seminar literasi digital dengan tema "Melawan Hoax Bersama AtmaGo".
Melawan Hoax Bersama AtmaGo
Yasin menjelaskan mengenai AtmaGo
Dalam seminar kecil-kecilan ini saya mengangkat hasil survey Daily Social tahun 2018 tentang distribusi hoax. Menurut survey tersebut hanya 25 % responden yang bisa mengenali hoax, selebihnya sebesar 75% menyatakan tidak dapat mengenali dan sulit mendeteksi berita hoax di social media.

Jika media sosial yang seharusnya bisa bermanfaat bagi kehidupan sosial banyak berisi hoax dan sebagian besar dari kita tidak bisa mengenalinya maka larangan penggunaan media sosial akan saya dukung.

Lalu apakah ada cara lain agar para pengguna media sosial dapat selamat dari jebakan hoax?

Ada banyak, tapi yang saya lakukan adalah menyibukkan diri dengan konten positif dan kabar di lingkungan terdekat yang dapat dikonfirmasi lokasi dan sumbernya.

Karena itu, perlu rasanya kita mengenal 7 macam disinformasi dan bagaimana cara mengenali ciri-ciri berita hoax sambil terus membuat konten positif yang lebih bermanfaat.
Melawan Hoax Bersama AtmaGo

Selain dihadiri oleh pelajar, acara ini juga dihadiri oleh beberapa pengurus karang taruna kelurahan Mekarsari dan juga Bhabinkamtibmas kecamatan Mustika Jaya, bapak Aiptu Sarjono.

Agak sulit bagi saya mendeliver materi kepada publik yang heterogen latar belakang dan beda usia ini. Saya memilih target audience kepada hadirin dari sekolah karena mereka mayoritas.

Dengan memutar film kartun Juki tentang hoax saya kira peserta akan paham apa yang saya bahas selanjutnya.

Alhamdulillah setelah saya selesai memberikan materi, Aiptu Sarjono selaku Bhabinkamtibmas Kel. Mustikasari kembali menekankan bahayanya Hoaks dan mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh AtmaGo dan MI Al-Hikmah.
Melawan Hoax Bersama AtmaGo
Aiptu Sarjono menyampaikan sambutan
"Kegiatan seperti ini seharusnya dilakukan bukan hanya untuk pelajar sekolah tapi juga untuk masyarakat, semoga AtmaGo bisa melakukan penyuluhan bahaya Hoax sampai ke tingkat RW dan RT."

Acara hari itu diakhiri dengan materi dari Muhammad Yasin yang memperkenalkan aplikasi AtmaGo dan bagaimana memanfaatkan AtmaGo serta media sosial lainnya agar lebih bermanfaat, baik untuk diri pengguna sendiri hingga masyarakat di lingkungannya.

AtmaGo adalah situs web dan aplikasi Android gratis yang dapat digunakan untuk melaporkan masalah, berbagi solusi, mencari pekerjaan, dan memposting berita mengenai lingkungan pengguna. 

"AtmaGo dibuat dengan ide dan semangat “warga bantu warga” untuk mewujudkan lingkungan yang lebih baik dari bawah melalui komunikasi dan informasi lokal di lingkungan penggunanya," tutur Yasin. Tentang AtmaGo saya pernah menulisnya di tulisan ini: Gotong Royong di Internet dengan AtmaGo.
Melawan Hoax Bersama AtmaGo

Videoin.id: Tempat Mencari Jasa Pembuat Video Semudah Berbelanja Online

Videoin.id: Tempat Mencari Jasa Pembuat Video Semudah Berbelanja Online
Gambar milik Videoin.id
Saya tidak pernah mengaku memiliki kemampuan membuat kreasi dalam bentuk video. Entah bagaimana, sampai saat ini sudah beberapa kali teman meminta dibuatkan video profil hingga video promosi. 😁☕

Beberapa orang mungkin beranggapan kalau kita sedikit memahami tentang olah digital materi gambar dan foto, maka otomatis bisa membuat kreasi video, padahal kenyataannya yah enggak. Saya bisa menggunakan Adobe Photoshop yah enggak otomatis bisa menggunakan software pengolah film semacam Adobe Premier dengan segala software pendukungnya.

Video sebagai konten gabungan dari gambar bergerak dan suara ini mungkin adalah puncak dari kerumitan karya kreasi. Di dalamnya terangkum segala jenis karya, mulai dari tulisan teks, foto-foto, gambar bergerak, animasi, suara, musik hingga berbagai macam paduannya.

Membuat video susah? Yah gampang-gampang susah, dengan smartphone yang memadai kita bisa merekam dan mengedit video kapan saja, tapi untuk membuat video promosi yang memiliki pesan-pesan dan misi untuk disampaikan pastinya bukan pekerjaan mudah, kalau mudah yah profesi videografer mungkin akan berguguran dengan hadirnya smartphone yang semakin canggih.

Faktanya profesi fotografer saja tidak terancam dengan semakin banyaknya smartphone dan fiturphone yang mengandalkan kemudahan memotret, apalagi videografer dan para pembuat konten video yang memang membutuhkan keahlian khusus.

Ah seandainya saya lebih awal mengetahui sudah ada marketplace khusus jasa pembuatan video semacam Videoin.id ini, mungkin saya akan menyarankan teman tersebut untuk mencoba layanan yang ditawarkan Videoin.id.
Videoin.id: Tempat Mencari Jasa Pembuat Video Semudah Berbelanja Online

Apa itu Videoin.id?


Begini, untuk berbelanja online kita tentu mengenal marketplace semacam Tokopedia, OLX, Toko Bagus dan semacamnya, nah khusus untuk keperluan pembuatan video dan hal-hal terkait video ternyata juga sudah ada marketplacenya, namanya Videoin.id.

Jadi di Videoin.id ini kita bisa bertemu dengan banyak penyedia jasa pembuat video dan hal-hal yang berhubungan dengan soal "per-video-an" dari hulu ke hilir yang disebut vendor. 

Vendor inilah yang akan menawarkan jasanya mulai dari Video Animasi, Videografi, editor, penulis naskah (copywriter), Voice Talent, Drone pilot, music arranger hingga penyedia jasa digital marketing untuk distribusi video marketing dan lain sebagainya.

Kalau kita hanya butuh pembuat  video, maka vendor yang kita cari yah, vendor yang menawarkan jasa pembuatan video saja. Vendor inilah yang nantinya akan membuat video yang kita inginkan sesuai jasa yang ia tawarkan. So, jika kita ingin membuat video profil atau video promosi produk, maka kita tinggal mencari penawaran yang paling sesuai.

Pengalaman semudah berbelanja online shopping itulah yang ditawarkan Videoin.id. Kita tinggal Cari - Pilih - Order - dan video yang kita inginkan akan di produksi oleh vendor.

Jurus Cari - Pilih - Order di Videoin.id


Proses pencarian dimudahkan dengan filter atau saringan berdasarkan kata kunci, kategori jenis jasa, lokasi dan biaya. Artinya saya bisa menggunakan filter lokasi "Bekasi" karena saya tinggal di Bekasi. Berdasarkan saringan lokasi ini maka nanti vendor yang muncul hanya yang berada di Bekasi. 

Jika tidak ada yang sesuai maka saya masih bisa mencoba dengan menggunakan saringan lain misalnya budget maksimal. Saya tinggal memasukkan budget atau biaya maksimal yang saya sanggupi lalu kemudian mencari vendor yang sesuai.

Setelah kita mendapatkan beberapa vendor yang "masuk akal" maka selanjutnya kita bisa klik order, lalu mengisi formulir beberapa pertanyaan dari vendor terkait layanan pembuatan video seperti apa yang kita inginkan. 

Proses pembuatan video umumnya berawal dari skrip - storyboard - bahan video+musik - proses. Vendor selalu membutuhkan komunikasi dengan kita dalam tiap tahapan. Ini penting agar video yang kita inginkan akan benar-benar sesuai keinginan dan kebutuhan. 

Bahkan ada juga vendor yang memberikan kita pilihan revisi dan kelebihan lainnya. Setelah vendor mengerjakan proyeknya maka vendor akan memberikan kita demo dari video yang kita pesan. Sesuai atau tidak tentunya merupakan hasil dari komunikasi kita sebelumnya dengan pihak vendor.

Oh iya, setelah proses produksi selesai, bagaimana dengan sistem pembayarannya?

Soal transaksi dan pelunasan, jangan khawatir, transaksi di Videoin.id sudah terintegrasi dengan Midtrans, maka semua transaksi dilakukan di payment gateway yang keamanannya terjamin. 

Midtrans sendiri menyediakan 18 cara bertransaksi. Untuk memudahkan kita melakukan transaksi, videoin.id juga telah memberikan pilihan menu beberapa channel transfer bank dan Gopay, kalau masih kurang juga, usulkan saja ke Videonya.id biar ditambahkan 😁

Kalau catatan saya ini masih belum bisa menjelaskan atau kamu masih penasaran untuk mengenal lebih jauh mengenai Videoin.id, sila kulik selengkapnya di web Videoin.id.

Salam.





Sharing tentang media sosial di MPLS SMPN 2 Babelan

Sharing tentang media sosial di MPLS SMPN 2 Babelan
Penyalahgunaan media sosial di kalangan remaja sudah bukan hal yang perlu ditutup-tutupi lagi seakan-akan semua baik-baik saja, ini hanya akan memperburuk keadaan. Kalo menurut saya sih begitu, terserah kalau menurut kamu bagaimana :)

Teman saya bilang: "Salah satu cara untuk mengurangi berbagai kenakalan remaja di dunia maya adalah dengan memperkenalkan media sosial dan internet dengan pendekatan yang lebih positif," saya setuju dengan pendapatnya. Pendekatan positif memperkenalkan media sosial dan internet ini oleh sebagian orang disebut literasi digital.

Masa remaja adalah dunia di mana adik-adik kita ini memasuki dunia yang baru. Mereka menanggung banyak tuntutan, diantaranya adik-adik yang baru lulus sekolah dasar ini dituntut untuk bisa belajar bertoleransi sekaligus menumbuhkan karakter dirinya, berbagi versus menegaskan identitas, mempraktekkan tanggung jawab sekaligus memenuhi rasa ingin tahu yang sangat besar. 

Masih banyak pertentangan-pertentangan yang terjadi dalam kehidupan mereka, karenanya bimbingan yang positif amat dibutuhkan, namun juga perlu pendekatan yang lebih arif agar tidak meredupkan gejolak darah muda yang haus akan pengetahuan dan pengalaman.
Sharing tentang media sosial di MPLS SMPN 2 Babelan
Sementara itu, media sosial berkembang dengan begitu cepat, adik-adik generasi milenial ini mengalami apa yang tidak kita alami semasa kita remaja. Internet dengan segala manfaat positif dan kutukan negatifnya sudah ada di hadapan mereka sejak mereka lahir. 

Sialnya, orang tua dan kita yang seharusnya memberi rambu-rambu keselamatan juga kadang gagal mengadaptasi perubahan, tidak jarang justru sang anak yang lebih menguasai tekhnologi dan belantara media sosial.

Setelah "bermain" dan mengajak adik-adik kelas 7 SMPN 2 Babelan berdialog sedikit dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ini, saya menemukan bahwa mereka sudah mengenal Facebook, Twitter, WhatsApp, Line, SnapChat, Instagram, Path, TikTok, WattPAd dan berbagai platform media sosial terkenal lainnya.

Maaf saja, tapi saya yakin 80%... tidak semua orang tua dari anak-anak ini mengenal semua platform media sosial yang mereka sebutkan dengan agak ragu-ragu seperti menunggu teman-temannya yang lain menyebutkan. Saya tidak heran kalau sebagian orang tua melarang penggunaan medsos sehingga adik-adik ini menjawab dengan ragu, apakah dirinya aman menjawab pertanyaan saya dengan jujur :) Sebagian orang tua mengambil jalan singkat dengan melarang penggunaan media sosial, saya memaklumi langkah itu tapi saya khawatir kalau larangan itu justru akan menjadi penghalang dialog kekeluargaan antara sang anak dengan orangtuanya.

Sore itu, tanpa persiapan saya menyebutkan beberapa fungsi atau manfaat dari media sosial sesuai interaksi yang berkembang, saya memancing adik-adik ini mengenai manfaat dari sosial media kemudian mengurutkannya sesuai jawaban dari sebagian besar peserta.

Kami merumuskan ada 4 manfaat dari media sosial dan saya kebagian sedikit memaparkan baik dan buruknya. Manfaat media sosial versi kami saat itu adalah; 1. Jaringan Pertemanan (networking) 2. Hiburan, 3. Berbagi Informasi, dan 4. Sebagai Alat Komunikasi. Untuk nomor 5 dan seterusnya, biarkan mereka yang mencari sendiri jawabannya dengan mengikuti pola sebelumnya. Semoga mereka paham bahwa fungsi dan manfaat yang saya sebutkan secara numerik itu bukan sebuah teori mati dan bisa mereka perbanyak sesuai pengetahuan mereka lengkap dengan manfaat positif dan efek negatifnya :)

Sharing tentang media sosial di MPLS SMPN 2 Babelan

Salah satu senior mereka bertanya, mengapa banyak terjadi penyalahgunaan media sosial?
Pertanyaan yang sederhana, pertanyaan yang butuh jawaban praktis dengan kemasan yang bisa dipahami adik-adik dengan rentang umur 13-16 tahun. Pertanyaan inilah yang kadang membuat kebijakan-kebijakan kementerian komunikasi dan informasi menjadi bahan cibiran netizen.

Lalu siapa yang bisa menjawab pertanyaan tersebut? Entahlah...
Saya menjawab dengan jawaban diplomatis, ada 2 sebab yang menurut saya menyebabkan terjadinya penyalahgunaan media sosial. Pertama mereka tidak tahu apa fungsi dan manfaat positif media sosial, dan yang kedua belum ada yang memberi tahu mereka apa manfaat positif media sosial. 

Saya kira kita (saya dan Anda) termasuk di kategori kedua; tidak atau belum memberi tahu apa fungsi dan manfaat positif media sosial kepada mereka. Karenanya sadar atau tidak, kita (saya dan Anda pembaca blog ini) turut bersalah jika terjadi penyalahgunaan media sosial di lingkungan kita. 

Bukankah kita lebih suka menghukum tanpa mau melihat peranan dan keterlibatan kita sehingga sesuatu terjadi?, sudahkah kita memberi rambu-rambu keselamatan sebelum menyalahkan korban? yah, adik-adik yang menyalahgunakan media sosial itu bagi saya adalah korban. Korban dari ketidaktahuan mereka atau korban dari abainya kita mempersiapkan generasi yang melek tekhnologi.

Salam :)

@ Southlake Adventure Park - Babelan Kota, 1 Sept 2018.



Produktif di Dunia Online, Kenapa Enggak?

Produktif dari Dunia Online, Kenapa Enggak?
“Bisnis kamu sudah online?” Pertanyaan ini semacam pertanyaan retoris yang saat ini sudah tidak perlu ditanyakan, karena sudah tentu dilakukan oleh hampir semua orang, terutama masyarakat urban.

Ibarat makanan yang harus dipenuhi sehari-hari, begitulah kebutuhan manusia abad ini terhadap dunia online. Kalau "gak online, ibaratnya gak makan". Sekrusial itu.

Penggunaan internet di Indonesia memang termasuk fantastis. Menurut data dari eMarketer, jumlah pengguna Internet di Indonesia pada tahun 2018 sudah mencapai 123 juta dari jumlah penduduk Indonesia yang kurang lebih 250 juta jiwa. Artinya, ada separuh lebih dari jumlah penduduk. Tak heran, Indonesia pun masuk peringkat ke-6 dunia sebagai pengguna internet setelah Cina (termasuk Hongkong), Amerika, India, Brazil, dan Jepang.  
Produktif dari Dunia Online, Kenapa Enggak?
Fakta ini bisa jadi potensial bagi orang-orang yang ingin memanfaatkannya di ranah produktif, tidak hanya konsumtif. Gak hanya rajin menggunakan semua aplikasi itu, tapi juga memproduksi aplikasinya, misalkan. Atau yang sederhana lagi, gak cuma login dan ber-"say hello" di media sosial, tapi juga menjadikan media sosial sebagai etalase usahanya. Istilah bisnis online pun cukup populer sebagai pilihan bisnis zaman now. 

Internet yang borderless membuat semua orang bebas menjajakan apapun kepada seluruh penduduk bumi, tak hanya Indonesia. Kalau dulu, orang harus lewat di depan area toko kita, menoleh, melihat spanduk atau banner toko, atau mampir mengambil brosur dan kartu nama untuk tahu produk apa yang ditawarkan oleh si penjual, kini cara-cara semacam itu boleh dibilang sudah usang.

Jaringan internet membuka banyak sekat. Tergantung bagaimana kita sebagai pengguna menggunakannya dengan bijak dan tentunya menguntungkan. Syukur bisa menambah penghasilan.

Banyak kan sekarang slogan emak-emak berdaster dengan penghasilan jutaan rupiah dari rumah? Atau bapak-bapak yang tak lagi pergi ke kantor sebagai rutinitas, tapi diganti dengan pergi ke meja kerja dengan laptop dan jaringan wifi di sebuah sudut rumah dan kemudian menghasilkan pundi-pundi rupiah. Pun dengan mahasiswa yang menjadikan bisnis online sebagai tambahan untuk membayar uang kuliah.

Kemungkinan itu ada dimana-mana. Pertanyaannya, apakah cukup bisnis online dilakukan hanya dengan bermedia sosial?

Ternyata gak cukup. Media Sosial adalah platform di mana orang harus memiliki akun untuk bisa mengaksesnya. Sedangkan, pencarian terbesar di jagat maya saat ini masih didominasi oleh si Google atau mesin pencari lainnya. Artinya, jika sebuah bisnis online memiliki sebuah toko online berbasis web, tentu akan membuatnya mudah terdeteksi dan bisnis akan memiliki peluang lebih besar. 

Jika di dunia nyata, kita memiliki alamat rumah yang mudah dikunjungi siapa saja, begitupun di dunia maya. Memiliki sebuah alamat rumah dan “gudang” untuk menyimpan segala macam barang yang kita miliki atau pun jasa yang kita tawarkan pastinya juga mutlak diperlukan. Ya, karena kita hidup layaknya amphibi, di dua dunia :)
Produktif dari Dunia Online, Kenapa Enggak?
Bisnis online yang sudah profesional juga membutuhkan support domain dan web hosting yang mumpuni. Artinya, gak nebeng di platform web atau blog gratisan. Namanya juga usaha ya, bagian ini juga merupakan modal utama.

Niagahoster bisa menjadi pilihan. Sesuaikan kebutuhan kita dengan berbagai produk yang ditawarkan. Boleh juga berkonsultasi dengan customer service nya bila kita ragu-ragu dengan kebutuhan bisnis online kita.

Untuk membuat sebuah web yang mumpuni untuk bisnis online yang akan atau sedang dijalankan, memang diperlukan perencanaan yang tepat. Misalnya tentang nama domain yang mudah terdeteksi jagat maya, kemudian kapasitas “gudang” yang pas untuk menampung semua data, dan sebagainya. Tapi percayalah, itu semua lebih murah dan efektif dibandingkan kita harus menyewa sebuah ruko di dunia nyata. Saran saya, pilih Wordpress Hosting :)

Supaya makin mantap, berikut beberapa kelebihan toko online yang bisa kamu pertimbangkan (sumber dari sini) :
  • Tidak perlu mengeluarkan modal besar untuk sewa tempat
  • Tidak perlu menyediakan biaya untuk display mewah dengan etalase-etalase khusus
  • Tidak perlu berpindah tempat dan menghabiskan budget untuk transportasi, karena semuanya dilakukan tanpa batas ruang dan waktu. Sambil selonjoran di rumah, dan mengasuh anak buat para ibu rumah tangga juga sangat sesuai.
  • Pangsa pasar lebih luas, tidak terbatas pada pengunjung yang datang ke tempat kita, melihat spanduk atau banner toko kita secara langsung.
  • Bisa dengan mudah menambah jumlah varian barang karena kita bisa menyimpannya sendiri dan lebih mudah melakukan pencatatan. 
  • Pada awalnya, kita bisa menjalankan sendiri semuanya, hingga kita siap untuk benar-benar memiliki tenaga tambahan jika membutuhkan.    
Buat kamu yang baru memulai bisnis online, sudah punya rumah maya yang asik belum? Kalau belum, boleh memikirkannya dari sekarang dan coba tengok penawaran paket Hosting Indonesia ini. 

Bagi yang sudah melanglang buana dengan bisnis online nya, selamat menciptakan produktivitas dengan segala kemewahan jagat maya.  []


_________
*Tulisan ini adalah tulisan Mbak Prita yang sudah saya edit, tulisan lainnya dapat dibaca di alamat: https://www.pritahw.com/





Inspirasi dari Siswa Wirausaha PKBM GINUS ITACO Bekasi


Inspirasi dari Siswa Wirauasaha PKBM GINUS ITACO Bekasi

Pemuda yang sedang mengajar itu bernama Reza Pratama (21 tahun), dia sedang mengajarkan adik-adik almamaternya mata pelajaran desain grafis. Reza bukan guru, dia adalah alumni PKBM GINUS ITACO yang kini bekerja sebagai desainer dan fotografer di sebuah perusahaan jasa pelatihan profesional dengan 40 lebih klien yang cukup ternama, selain itu Reza juga memiliki usaha lain yang ia bangun bersama teman-temannya di bidang kreasi digital bernama Reddwyn Production.

Jika kembali sekian tahun lalu, Reza adalah lulusan SMP yang terhalang oleh keadaan untuk melanjutkan sekolahnya. Selama setahun setelah lulus SMP dan tidak melanjutkan sekolah, ia membantu ekonomi keluarganya dengan bekerja sebagai penjaga rental Play Station, berpenghasilan tidak lebih dari 200 ribu per bulan. Hal itu tidak memuaskan pemuda kelahiran Bekasi awal Juni 1997 yang memiliki hobi dan minat dalam bidang desain ini. Ia ingin hidupnya dapat lebih baik, dapat membanggakan neneknya yang ia sayangi.

Singkat cerita, kemudian ia mendapat kabar dari temannya tentang PKBM GINUS ITACO di mana siswanya selain belajar juga memiliki penghasilan. Setelah ia didatangi oleh tim survey seleksi penerimaan siswa, akhirnya ia resmi tercatat sebagai siswa dan mendapat modal keterampilan sesuai dengan mimpinya serta mendapat pendidikan karakter kewirausahaan. Ia tidak perlu lagi pusing mengenai biaya sekolahnya yang gratis dan ongkos serta biaya lainnya, yang ia perlukan hanya belajar sebaik-baiknya untuk mengembangkan potensinya dan lulus menjadi pribadi yang mandiri dan kompeten.
Inspirasi dari Siswa Wirauasaha PKBM GINUS ITACO Bekasi
Reza saat masih belajar di PKBM GINUS ITACO
Saya kira banyak anak-anak usia sekolah yang memiliki kisah putus sekolah serupa dengan kisah Reza di sekitar kita, namun berapa banyak dari mereka yang akhirnya dapat mencapai impiannya?

PKBM GINUS ITACO itu apa?

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Global Inspirasi Nusantara - International Technology and Automotive College atau yang disingkat PKBM GINUS ITACO awalnya bernama SMK ITACO yang didirikan tahun 2012 lalu oleh Susi Sukaesih SE, kemudian tahun 2016 di bawah naungan Yayasan Bakti Peduli Mandiri, SMK ITACO berubah nama menjadi PKBM Ginus Itaco dan telah memiliki izin operasional dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

Berbicara soal PKBM, tidak salah jika yang terbayang adalah program sekolah persamaan/penyetaraan atau "kejar paket". PKBM Ginus Itaco juga kurang lebih demikian, lebihnya... Ginus Itaco memiliki banyak kelebihan unik. Ginus Itaco menjadi unik dengan pengalaman dan suka duka yang cukup panjang, sejak mencari dan mengumpulkan siswa, mempertahankan agar siswa dapat tetap sekolah di bawah tekanan dan himpitan ekonomi, bernegosiasi dengan orang tua agar mengizinkan anaknya sekolah, hingga pindah sampai 5 kali karena masalah sewa kelas belajar dan lainnya. Siapin tisu yang banyak, kalau mau dengar sendiri ceritanya :)

Kalau mahasiswa kuliah sambil kerja mungkin sudah umum, tapi sekolah sambil berwirausaha itu yang masih jarang, itulah salah satu kelebihan PKBM GINUS ITACO yang tahun ini baru memulai kelas Paket B. Sebelumnya kelas Paket C GINUS ITACO telah meluluskan beberapa angkatan dengan banyak prestasi, antara lain Juara 2 Lomba Wirausaha dari Guruku Education Festival, Juara Harapan 2 Lomba Web Desain dan Juara 1 Lomba Desain Logo Developer Ilmu Berbagi dst.

Terletak di Jalan Bekasi Tengah No. 3, persis di depan Kantor Kelurahan Margahayu, Kec. Bekasi Timur, sekolah bertingkat dua ini dengan mudah saya temukan walaupun baru sekali ini berkunjung. Lokasi Google Map PKBM GINUS ITACO klik di sini. Dahulu gedung sekolah ini lebih dikenal dengan nama SMA BPI (Bhakti Pemuda Indonesia), sampai sekarang banyak orang masih menyebut gedung sekolah ini SMP/SMA BPI.

Siswa Wirausaha

Jika kita buka laman pkbmitaco.com maka kita dapat membaca 6 buah testimoni alumninya yang menggelitik rasa ingin tahu lebih banyak lagi mengenai PKBM GINUS ITACO, khususnya tentang program Siswa Wirausaha-nya, program inilah yang membuat siswa belajar sekaligus mendapatkan penghasilan.
Inspirasi dari Siswa Wirauasaha PKBM GINUS ITACO Bekasi
Booth karya Siswa Wirausaha (Foto: Suzie Icuz)
Penghasilan siswa di PKBM GINUS ITACO ini bukan sulap, karena sudah sejak awal berdirinya PKBM ini mengembangkan program usaha bernama "Siswa Wirausaha". Selain untuk membantu biaya pendidikan, tujuan dari kegiatan kewirausahaan tersebut adalah untuk memberikan pengalaman wirausaha bagi siswa sedini mungkin, sehingga setelah lulus nanti siswa mempunyai mindset wirausahawan, diharapkan karakter wirausahawan seperti kerja keras, pantang menyerah, inovatif, open mind, tidak gengsi dan lain-lain akan terus melekat pada dirinya. Siswa kelak diharapkan tidak hanya menjadi wirausahawan atau pun karyawan yang biasa-biasa saja dan minim kontribusi, tapi menjadi pribadi yang profesional dan kreatif.

Saat saya berkunjung, Minggu 18 Maret 2018, Bu Susi menjelaskan bahwa profit yang didapat dari kegiatan "Siswa Wirausaha" sebagiannya untuk siswa, uang itu dapat digunakan sebagai ongkos mereka sekolah dan membantu ekonomi keluarganya, sehingga tidak ada lagi alasan tidak bersekolah karena membantu keluarga mencari uang seperti yang pernah terjadi pada beberapa  siswa saat awal terbentuknya SMK ITACO 6 tahun silam.
Inspirasi dari Siswa Wirauasaha PKBM GINUS ITACO Bekasi
Nurhasanah, siswa GINUS ITACO dan hasil karya Siswa Wirausaha
Menurut guru yang juga seorang narablog di Suzieicus.com ini, produk yang dihasilkan dalam program "Siswa Wirausaha" dominan untuk partai besar, seperti pesanan perusahaan, memproduksi sourvenir perusahaan, sourvenir pernikahan dan sebagainya, namun tidak menutup peluang pasar retail. Hasil produknya dapat dilihat di laman: siswawirausaha.com

Bagaimana Kita Dapat Membantu PKBM GINUS ITACO?

Walaupun dengan kemampuan wirausaha, bukan berarti PKBM GINUS ITACO sudah mapan dan berkecukupan, masih ada kekurangan di sana-sini yang menuntut para pengurusnya untuk terus memutar kepala agar kebutuhan-kebutuhan operasional sekolah dapat terpenuhi tanpa membebani siswa. Sampai saat ini PKBM Ginus Itaco masih butuh bantuan banyak pihak. Jika Anda berniat membantu agar proses belajar mengajar PKBM GINUS ITACO dapat terus berjalan, antara lain yang dapat dilakukan adalah:

Menjadi Orang Tua Asuh Siswa

Saat ini PKBM Ginus Itaco masih berjuang mencari orang tua asuh bagi para siswanya. Orang tua asuh merupakan program yang bertujuan untuk mengajak masyarakat mendukung pendidikan anak-anak PKBM GINUS ITACO,  yaitu dengan memberikan donasi untuk setiap anak asuh selama minimal 1 tahun yang meliputi biaya SPP, Praktek, Kesiswaan, Sarana dan Ujian.

Terdapat dua model pilihan bagi para calon orang tua asuh. Pertama, 1 orang tua asuh mengampu 1 orang siswa secara langsung, atau 2 orang tua asuh menanggung 1 siswa. Besarannya berkisar antara 500-700 ribu/bulan.

Namun demikian, jika kita ingin berpartisipasi dengan donasi umum, sewaktu-waktu kita bisa langsung melakukan transfer ke: Rekening Bank Mandiri a.n Yayasan Bakti Peduli Mandiri No. 167-0001-3462-60, setelah itu konfirmasi melalui WA/SMS ke Bu Susi di nomor 0857-1143-3250.

Menjadi Relawan Pengajar

PKBM GINUS ITACO terbuka untuk profesional ataupun masyarakat umum yang ingin berbagi ilmu terapan terkait kewirausahaan antara lain: Ilmu  Komputer (Komputer Jaringan, Komputer Perkantoran, Pemograman, Desain Grafis dll), Wirausaha, Bahasa Asing, Menulis,  Public Speaking, MC, Penyiar dll. Bagi relawan pengajar diberikan kesempatan minimal 2 kali pertemuan pada hari Sabtu atau Ahad.

Kesempatan mengajar ini juga sangat berguna bagi teman-teman relawan pengajar yang berniat untuk menambah portofolio dan pengalaman mengajar.

Membantu Promosi Produk Siswa Wirausaha

Untuk membantu PKBM GINUS ITACO tentu saja kita dapat membeli produk-produk karya Siswa Wirausaha (mereka menerima orderan souvenir pernikahan, goodie bag untuk perusahaan, dll), atau kita juga dapat membantu mensosialisasikan program dan karya-karya mereka melalui blog dan media sosial untuk menambah eksposure dan membuat lebih banyak orang mengenal PKBM GINUS ITACO. Untuk hal seperti ini teman-teman dapat mencoba bergabung atau memantau pengumuman-pengumuman dari Komunitas Dear Blogger Net tentang review produk-produk dari Siswa Wirausaha ini.

Katalog produk-produk Siswa Wirausaha dan harganya dapat dilihat di akun Instagram mereka di @siswawirausaha.katalogselebihnya ada semua pada gambar di bawah ini:
Inspirasi dari Siswa Wirauasaha PKBM GINUS ITACO Bekasi
Kontak Siswa Wirausaha Bekasi
----------------------------

Melihat Reza yang di sela kesibukan masih mau kembali ke almamaternya untuk mengajar adik-adik kelasnya, saya makin percaya, bahwa bibit kebaikan yang ditanam dan dirawat dengan baik akan selalu kembali menghasilkan bibit kebaikan baru di masa yang akan datang, begitu seterusnya.

Apakah akan ada Reza yang lain? 
Kitalah yang akan menentukan itu kawan, partisipasi dan bantuan kita yang sedikit banyak akan menentukan itu.

Salam.
Terima kasih pada Dear Blogger Net, C2Live dkk rombongan #DBNCharityVisit.