Arsip Kategori: Media Sosial

Crafting dan Berkreasi Kain Flanel Bersama Kak Murni Ambar Lestari

Puluhan anak-anak usia sekolah memenuhi ruang baca Perpustakaan Kampung Baru (Perkabu) yang terletak di Gg. Baru Jl. H. Hamdani Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, Kota Bekasi. Mereka sedang asyik berkarya dengan bahan-bahan kain flanel yang sudah tercetak berbagai figur karakter kartun.Dengan peralatan seperti lem, gunting, benang dan berbagai perlengkapan hasta karya lainnya itu terciptalah kreasi

Yummy App Solusi Saat Aku Butuh Ilmu Memasak

Yummy App Solusi Saat Aku Butuh Ilmu Memasak

Berhubung aku baru saja lulus SMA, sudah pasti belakangan ini aku akan sering berada di rumah, apalagi sekarang berniat untuk bekerja belum sepenuhnya dibolehkan orang tuaku. Aku adalah anak perempuan yang sudah mempunyai sebuah kewajiban untuk pandai memasak. 

Jujur saja, semasa sekolah aku jarang sekali memberanikan diri untuk terjun langsung ke dapur untuk belajar masak. Karena menurutku belum waktunya padahal tanpa disadari aku sudah semakin dewasa. 

"Kenapa dulu pikirku seperti ini? Aah dasar manja, padahal seharusnya aku sudah menggantikan tugas ibu berlama-lama di dapur. Kasihan dia," batinku.

Kesadaran akan tanggung jawab ini seperti menghantui pikiranku, aku sangat bersyukur ketika mengetahui bahwa saat ini ada sebuah aplikasi yang bisa membantuku melalui handphone android kesayanganku. Aplikasi itu adalah Yummy App. Aplikasi apakah ini?

Yummy App, adalah aplikasi media sosial buatan IDN Media yang berisikan konten panduan cara memasak, ilmu memasak dan berbagi resep makanan ke sesama penggunanya. 

Yummy App diluncurkan sejak Mei 2019, sebelumnya Yummy App telah sukses dengan akun instagramnya yang memiliki followers mencapai hampir 2 juta dengan menyajikan berbagai macam resep makanan hanya dengan langkah-langkah yang mudah. 

"Aplikasi Yummy ini menjadi penolongku saat aku butuh ilmu memasak".
Yummy App Solusi Saat Aku Butuh Ilmu Memasak

Setelah menginstal aplikasi Yummy App, aku senang sekali melihat banyak resep masakan dengan berbagai kategori. Mulai dari cemilan, makanan utama, makanan penutup, hingga minuman. Membuat aku semakin yakin untuk belajar masak dan menjadi ahli dalam memasak. 

Pelan-pelan aku pelajari semua panduan memasak dari nol, satu-persatu aku praktekkan hingga hampir menguasainya. Karena selain resep yang disediakan oleh Yummy ini sendiri, aku juga bisa sambil belajar dari masakan yang diunggah oleh para pengguna Yummy App. Dari yang awalnya direkomendasikan oleh Yummy hingga telah siap dimasak sesuai selera oleh para pembuatnya, termasuk aku.

Perlahan tapi pasti, kurasa aku semakin mengerti cara memasak dengan baik. Kali ini aku berpikir ingin mengunggah hasil masakanku sendiri. Hanya dengan memasukan deskripsi resep yang singkat, bahan-bahan yang dibutuhkan secara detail, dan cara memasak beserta fotonya. Dan yang paling seru adalah setiap resep yang aku unggah, aku bisa mendapatkan poin yang bisa ditukar dengan uang tunai. 

"Waww sungguh menguntungkan bagiku". Hal ini membuat aku semakin ingin terus belajar mendalami ilmu memasak dan memahami teknik-teknik yang benar dalam memasak.

Jika dulu ketika aku melihat bahan-bahan mentah yang ada di kulkas selalu bingung mau dibuat apa, sekarang tidak perlu bingung lagi. Tinggal memilih fitur masak di aplikasi Yummy App, mengetikkan bahan apa saja yang aku punya, lalu akan muncul beberapa resep yang sesuai. Aku suka kemudahan ini, kalian harus mencobanya.

Sekarang, ibuku jadi jarang terjun ke dapur untuk masak. Semua dia serahkan kepadaku, karena kini aku semakin pandai memasak.
"Alhamdulillah semua berkat Yummy App".

Di sisi lain, setelah kesulitan soal urusan dapur terselesaikan, aku juga melihat kegelisahan yang terpancar jelas di wajah kakakku. Entah sepertinya dia sedang memiliki sedikit masalah, yaa tentu saja kupikir karena baru 2 tahun ini dia menikah dan 4 bulan lalu dia juga baru melahirkan seorang bayi perempuan. 
popmama Pregnancy, Baby, Kid, Big kid and life
Setelah menikah dia memutuskan untuk tinggal di rumah baru yang suaminya beli untuk kehidupan mereka yang baru. Ketika hamil muda, sampai hamil tua dan melahirkan pun tidak ditemani orangtuaku atau orangtua suaminya, karena memang sama-sama sudah tua dan tak mampu lagi bergerak bebas. Walau sesekali ibuku dan mertuanya menjenguk. 

Kakakku melewati semua proses ini hanya berdua saja dengan suaminya, dan setelah melahirkan kemarin, dia sering ditinggal suaminya bekerja dan sudah pasti hanya ada dia dan balitanya yang masih kecil di rumah. Dan waktu lebaran beberapa hari yang lalu dia sedikit mengeluh kepada ibuku karena kerepotan harus mengurus bayinya, rumahnya, dan suaminya. 

Aku tak tega melihat ini semua, apalagi ini adalah anak pertamanya dia juga belum pernah merasakan pengalaman mengurus balita. Tapi kemudian aku pun mendapatkan sebuah ide untuk mencari informasi mengenai kesulitan yang dialami kakak ku. Aku mencari sebuah artikel yang mengarah pada sebuah website dengan masalah serupa. Dan dari hasil browsing akhirnya aku menemukan website yang sesuai dengan kebutuhan kakakku, website itu bernama Popmama.com. Syukurlah, Popmama.com telah lengkap menyajikan konten seputar masalah parenting

Website Popmama adalah media online yang menyajikan artikel bermanfaat yang membahas soal kehamilan hingga pengasuhan anak. Sepertinya PopMama bisa menjadi rujukan atau tempat untuk mencari informasi bagi mama muda yang sering mengalami banyak kesulitan saat pertama kali membesarkan buah hatinya. Dan konten pada website ini bukan hanya seputar kehamilan, tapi juga tentang konten edukatif mengenai pengasuhan hingga anak berusia 12 tahun atau beranjak remaja.

"Kakak pasti akan senang mengetahui banyak konten informatif yang sangat dibutuhkan dalam web ini, semoga dengan membacanya akan dapat membantunya mengatasi beberapa masalah". 

Keunggulan website ini tidak sampai di situ. Popmama juga terdiri dari beberapa kanal kategori sesuai kebutuhan mama millenial. "Menakjubkan". Dalam website ini tersedia beberapa kategori, mulai dari Pregnancy, Baby, Kid, Big kid and life ada di menu bagian atas. Dan di dalam kategori tersebut terdapat subkategori yang lebih detail pembahasannya.
Artikel tentang kehamilan yang sering dicari para mama. Bacaan yang bermanfaat ini bisa menghemat waktu dan tenaga selain konsultasi ke dokter kandungan. "Mungkin kehidupan kakakku akan lebih mudah jika mengikuti website ini".

Besok harinya aku langsung memberitahu hal ini kepada kakakku. Kujelaskan dan kugambarkan semua fakta yang ada, awalnya dia juga ragu. Tapi, ketika melihat berbagai kasus yang diunggah di website ini bisa terbebas dari masalahnya, kakak ku mencoba untuk mengikuti saranku. Ketika dia bingung bagaimana cara menggunakannya aku pun langsung sedikit mengarahkannya. 

"Haduh aku ini sok pintar sekali, padahal belum lama aku menemukan website ini"

Sedikit demi sedikit kakak ku banyak belajar dan mendapat banyak pengetahuan yang bermanfaat untuk kehidupannya saat ini. Bayi bisa diurus dengan baik, rumahnya, bahkan suaminya bisa dikondisikan sedemikian rupa. Dia seperti benar-benar terlatih mengikuti website ini. Semakin hari perkembangan bayinya, dan keseluruhan keluarga kecilnya baik-baik saja. 

"Aku bersyukur sekali bisa membantu menemukan solusi yang baik untuk mengakhiri masalah keluarga kakakku, Alhamdulillah".

Semua semakin canggih, kemudahan tersebar di mana-mana. Mau belajar memasak ada Yummy App, mau belajar parenting ada PopMama. Semoga ini akan menjadi awal baik untukku dan keluarga kakakku, bahkan untuk semua orang di dunia ini. Semoga Popmama.com menjadi media parenting terbesar di indonesia. Aamiin.

Jangan lupa kunjungi website ini, dan temukan kemudahan untuk membantu mama millenial yang sedang mencari solusi untuk berbagai masalah parenting.

Penulis: Iphii 

Persiapan The New Normal dan Adaptasi Cara Belajar Saat Covid

Penulis di depan halaman sekolah Yayasan Al-Mahmudiyah Sembilangan Yayasan Pendidikan Islam Al-Mahmudiyah (YAPIM) Sembilangan memiliki beberapa madrasah atau lembaga pendidikan belajar mengajar sesuai dengan tingkatan para siswa/i. Mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Hidayah AL-Khairiyah, Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Al-Hidayah Sembilangan (Al Hisem). Sampai dengan

Cara Mudah Memasang Menu "Pesan Makanan" di Profil Instagram

Selain di bidang kesehatan, Pandemi COVID-19 juga telah mengakibatkan efek negatif di bidang ekonomi. Para pelaku usaha kuliner mulai dari UMKM hingga pebisnis kuliner berskala besar sekalipun tidak luput dari efek negatif yang diakibatkan oleh Virus Corona. Usaha yang mereka bangun menjadi mandeg, jika tidak bisa bertahan maka tidak menutup kemungkinan bisnis kecil yang mereka bangun itu akan

Tips Membuat Konten Video Facebook dan Youtube DiKadalin TV

Hai, guys perkenalkan nama saya Adietya Max Chaviezd, Creator Konten + Editor dari Youtube Channel DIKADALIN TV yang sempat viral di Facebook dengan video tentang daerah Babelan karena jalan rusaknya. Video ini menjadi viral karena dibagikan hingga ribuan kali dari berbagai akun, tapi itu dulu, sekarang alhamdulillah jalannya sudah lumayan bagus.  Untuk melihat video-video Dikadalin TV

Ulang Tahun Ke-15 Google Maps Berikan Tampilan dan Fitur Baru

Selamat ulang tahun Google Maps. Pada ulang tahun ke 15 ini aplikasi peta digital ini memberikan sejumlah kado, eh bukan deng tapi memberikan sejumlah update pembaruan baik untuk Android maupun iOS.  Selain logo baru Google Maps juga kini bisa lebih mudah digunakan dengan penambahan menu di tab bawah berisi tiga tombol baru yang dijuluki 'Jelajahi,' 'Perjalanan,' dan 'Untuk Anda.' Tampilan

The New Facebook Hadirkan Tampilan Dark Mode dan Fitur Mencari Jodoh

Tahun 2020, Facebook (FB) akan menghadirkan tampilan terbarunya. Selama 16 tahun berdiri, setidaknya telah terjadi empat kali perubahan dalam desain tampilan Facebook. Untuk desain terbaru di tahun 2020 ini Facebook menyebutnya sebagai "The New Facebook" atau FB5. Desain FB5 ini mungkin perubahan yang paling drastis dalam Facebook baik untuk tampilan desktop maupun pada smartphone. Rencana

Belajar Fotografi Ponsel Bersama Tripod Keliling dan Saka Bhayangkara Babelan

Workshop Fotografi Ponsel Saka Bhayangkara dan Tripod Keliling
Workshop Fotografi Ponsel Saka Bhayangkara dan Tripod Keliling
"Kenapa kamera handphone?" pancing Hye Sin kepada 40-an adik-adik dan calon anggota Satuan Karya Pramuka (Saka) Bhayangkara Polsek Babelan Bekasi siang itu di Aula Kantor Kepala Desa Babelan Kota. Beberapa jawaban terdengar dari hadirin, macam-macam jawaban yang intinya mengerucut pada salah satu keunggulan kamera ponsel, yaitu praktis dan compact.

Minggu, 25 Agustus 2019, teman-teman dari Komunitas Tripod Keliling kembali melakukan kelas akhir pekan, "Belajar memotret dengan HP" seperti yang pernah dilakukan sebelumnya di Kawasan Ekowisata Sungai Rindu, 28 Juli 2019 lalu.

Mini workshop yang dibagi dalam 3 sesi ini berisi tips memotret dengan telepon seluler pribadi, praktek mengambil potret dan evaluasi. Peserta yang dibagi dalam 9 kelompok ini dengan antusias mengikuti jalannya workshop.

Praktek memotret yang diberikan waktu selama 20 menit sepertinya kurang cukup, bahkan hingga penambahan waktu habis sekali pun adik-adik peserta masih terus asik mencoba berbagai pose dan angel serta asik mendiskusikan tentang pesan apa yang ingin mereka sampaikan dalam foto yang mereka hasilkan.
Belajar Fotografi Ponsel Bersama Tripod Keliling dan Saka Bhayangkara Babelan
Praktek memotret dengan ponsel
Saat pemaparan teori, memang dibahas beberapa teknik memotret dan bagaimana membuat potret dapat menjadi sebuah media penyampai pesan. Sayangnya keterbatasan waktu yang tersedia membuat setiap sesi harus dilaksanakan dengan ketat.

Idealnya waktu evaluasi lebih panjang dari sesi teori dan praktek, karena pada saat evaluasi inilah terjadi dialog dan kurasi mengenai hasil praktek memotret. Minimal dalam sesi evaluasi ini pemotret akan menerima feedback dan tambahan tips tentang teori-teori yang sudah disampaikan sebelumnya.

"Pesan saya, rajinlah berlatih, rajinlah memotret dan jangan cepat puas dengan hasilnya" pesan Hye Sin kepada semua hadirin saat mengakhiri sesi evaluasi.

"Dokumentasikan kegiatan positif yang adik-adik lakukan baik saat kegiatan pramuka ataupun kegiatan positif lainnya, gunakan kamera ponsel kita untuk hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat, minimal bermanfaat bagi diri sendiri" tutup Hye Sin.
Belajar Fotografi Ponsel Bersama Tripod Keliling dan Saka Bhayangkara Babelan
Evaluasi hasil memotret dengan ponsel
Secara garis besar acara workshop belajar memotret dengan menggunakan ponsel ini berjalan lancar dan baik. Interaksi dari peserta menunjukkan beberapa peserta yang memiliki passion dan kesenangan dalam fotografi, setidaknya workshop ini bisa menjadi langkah awal baginya untuk mengembangkan hobi fotografi ke arah yang lebih jauh.

"Terima kasih kepada Komunitas Tripod Keliling yang sudah berbagi ilmu kepada kami, mungkin lain waktu kita dapat bekerjasama lagi untuk materi yang lebih dalam mengenai fotografi ponsel" kata Mawadah Warahmah selaku Ketua Dewan Saka Bhayangkara Polsek Babelan Kwartir Ranting Kec. Babelan Kab. Bekasi.
Belajar Fotografi Ponsel Bersama Tripod Keliling dan Saka Bhayangkara Babelan
Foto bersama seusai acara workshop fotografi ponsel

Fotografi dan industri kreatif

Fotografi adalah salah satu komponen dari 15 jenis industri kreatif yang diperhitungkan di Indonesia. Sebagai sebuah industri yang mengandalkan kreativitas dalam menghasilkan produk/jasa, fotografi saat ini menjadi semakin beragam dan semakin banyak penggiatnya seiring dengan kemajuan teknologi. 

Oleh karenanya, memperkenalkan fotografi kepada masyarakat harusnya bisa lebih dini lagi dan dengan menggunakan berbagai pendekatan. Salah satunya dengan pendekatan kelas-kelas pengenalan fotografi seperti memaksimalkan fungsi kamera ponsel sebagaimana yang dilakukan oleh Saka Bhayangkara Polsek Babelan dan Komunitas Tripod Keliling ini.

Lomba-lomba terkait fotografi dalam skala kecil juga mestinya bisa menjadi wadah untuk menggairahkan para fotografer pemula untuk terus berkarya dan berkompetisi. Contoh kegiatan lomba terkait fotografi salah satunya; sekolah bisa saja menggelar lomba foto dokumentasi bagi murid-muridnya untuk meliput sebuah kegiatan, di sisi lain dengan memanfaatkan media sosial maka lomba tersebut juga dapat menjadi media amplifikasi kegiatan tersebut.

Lomba tersebut bisa diperluas menjadi lomba liputan jurnalistik, lomba dokumentasi video baik dalam bentuk vlog atau lainnya. Masih banyak macam lomba-lomba kreatif yang dapat digagas dengan mengedepankan kompetisi bakat, minat, kemampuan teknis dan semacamnya. 

Dalam pandangan saya, sekolah sebagai lembaga pendidikan mestinya tidak lagi menggelar lomba-lomba hiburan ala masyarakat seperti lomba makan kerupuk. Jika lomba fotografi dll tadi diperlombakan secara tim atau grup, maka gak perlu lagi sekolah menggelar lomba tarik tambang dan panjat pinang, karena nilai teamwork sudah tercakup dalam lomba beregu tadi.

Bagaimana? tidak sulit kan? Kalau tidak dimulai dari yang kecil, bagaimana mau memulai yang besar?


Memaksimalkan Aplikasi Editor Foto di Android

Memaksimalkan Aplikasi Editor Foto di Android
Kamera Xiaomi MiA1 + Lightroom & PicsArt
Kalau kamu senang memotret, berswafoto (selfie) dan swafoto bersama (wefie) di tempat-tempat unik dan mengunggah di akun sosial media, aplikasi seperti PicsArt, Snapseed, Photo Lab, Lightroom Mobile, Pixlr bisa jadi pilihan menarik. Kita dapat memperbaiki, mengubah, menambahkan efek-efek hingga menjadikannya gambar bergerak tanpa memerlukan komputer sama sekali karena semua bisa dilakukan di HP Android.

PicsArt Photo Studio, Snapseed, Photo Lab, Adobe Photoshop Lightroom Mobile, Pixlr dan aplikasi editing gambar sejenisnya ini semua tersedia di Google Play Android Market. Jangan khawatir, tutorial penggunaannya juga bertebaran di grup-grup facebook pengguna aplikasi ini dan di Youtube.

Umumnya, sebagian besar smartphone keluaran terbaru sudah dilengkapi dengan lensa kamera berspesifikasi tinggi dan fitur tambahan lainnya termasuk aplikasi atau menu untuk editing foto. Begitu pun aplikasi media sosial, semua sudah menyertakan menu editor sederhana dan filter foto untuk menambah efek foto sebelum dibagikan. Tapi, jika kita tidak puas dengan editor bawaan ponsel dan sosial media, maka kita dapat menggunakan beberapa aplikasi ini.

PicsArt Photo Studio, Snapseed, Photo Lab, Adobe Photoshop Lightroom Mobile, Pixlr memiliki tampilan menu yang sederhana dan user-friendly di mana kita dapat dengan cepat menguasainya dan segera dapat menggunakannya untuk menyesuaikan warna dan tampilan foto kita dengan fitur-fitur yang disediakan.

Beberapa aplikasi ini juga memiliki fitur kamera dalam aplikasi di mana kita dapat menerapkan efek foto secara langsung saat kita mengambil foto Anda. Selanjutnya Kita dapat mengedit gambar dan membagikannya dengan cepat di Facebook, Instagram, Twitter, dan lainnya.

Aplikasi editor juga menawarkan bingkai, efek, filter dan kolase yang beragam. Selain fitur edit foto yang mudah, bisa juga untuk montase (tukar wajah) dan menyatukan beberapa efek bersamaan supaya hasilnya keren dan unik. Mengolah foto di HP akan lebih cepat, praktis dan efisien dengan hasil yang tidak kalah keren dengan editor di komputer.
Memaksimalkan Aplikasi Editor Foto di Android
Kamera Samsung A7 + PicsArt
Banyak manfaat yang kita dapat dari hadirnya banyak aplikasi ini, semua aplikasi memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Beberapa manfaat editor foto di Android yang saya rasakan antara lain:

Mengapresiasi Karya Foto

Dengan memahami konsep editing foto, maka kita akan lebih bisa mengapresiasi foto-foto karya orang lain. Menikmati keindahan foto-foto karya fotografer dan menggugah kita untuk terus belajar banyak hal terkait fotografi. 

Menghargai karya orang lain adalah salah satu cara agar kita dapat mengenali kekurangan-kekurangan yang ada lalu berusaha belajar dan latihan untuk menghasilkan foto yang lebih baik. Tidak ada jalan pintas, belajar dan latihan akan menyibukkan kita memperbaiki diri tanpa perlu mencemooh kekurangan orang lain.

Pengisi Waktu Luang

Tidak ada lagi waktu luang yang terbuang percuma, seperti saat sedang menunggu antrian, sedang menggunakan KRL menuju stasiun yang dituju, kita bisa mengisi waktu luang dengan belajar mengedit foto.

Banyaknya bahan belajar dan tutorial di internet memudahkan kita untuk terus menambah pengetahuan lalu mempraktekkannya untuk menghasilkan karya sendiri yang lebih baik lagi.

Mengasah Kreativitas 

Kreativitas membebaskan kita dari keterbatasan-keterbatasan. Aplikasi-aplikasi yang tersedia membebaskan kita untuk mengolah sebuah foto sesuai dengan keinginan. Walaupun tidak semahir para profesional setidaknya kita dapat menghasilkan karya-karya sendiri yang unik. Fotografi adalah seni yang bukan saja memerlukan penguasaan teknik namun diperlukan kreativitas untuk membuat karya foto yang memuaskan.


***
Edit foto dengan PicsArt Android
Ada banyak aplikasi edit foto yang tersedia, sebaiknya kita belajar untuk menguasai salah satu aplikasi tersebut barulah kemudian mencoba aplikasi yang lain agar dapat mengetahui masing-masing kelebihan dan kekurangannya. Di antara 5 aplikasi yang sering saya gunakan, yaitu PicsArt Photo Studio, Snapseed, Photo Lab, Adobe Photoshop Lightroom Mobile, Pixlr, masih ada lagi banyak aplikasi serupa. Antara lain Adobe Photoshop Express, Aviary photo editor, PhotoDirector, AirBrush, Toolwiz Photos-Pro Editor, YouCam Perfect, dan lain-lain.

Kekurangan yang terasa mengganjal adalah ada beberapa aplikasi yang membutuhkan koneksi internet saat digunakan untuk mengedit foto. Ini menyulitkan saya karena ada saat di mana sambungan internet tidak tersedia karena buruknya sinyal dan alasan lain. Sementara aplikasi offline hanya menyediakan menu standar tanpa alat-alat editing yang lebih lanjut.
Jika kita sudah mengetahui kelebihan dan kekurangan dari aplikasi-aplikasi editing foto di Android tersebut, kita dapat mengatur aplikasi mana yang akan kita gunakan terlebih dahulu dan mana aplikasi untuk sentuhan akhir sebuah foto.

Saya selalu menggunakan Snapseed untuk perbaikan awal. Selain tidak perlu koneksi internet, Snapseed memiliki fitur koreksi foto yang cukup lengkap mulai dari memotong foto, meluruskan, menghapus elemen yang mengganggu hingga efek-efek filter. Setelah menggunakan Snapseed barulah saya akan menggunakan Lightroom jika ingin ada perbaikan warna atau pencahayaan foto, sedangkan untuk menyelesaikannya biasanya saya menggunakan PicsArt untuk menambahkan teks, menambahkan bingkai atau efek-efek filter yang saya inginkan.

Saran saya, untuk awal, belajarlah menggunakan aplikasi Snapseed milik Google yang tanpa iklan dan bisa digunakan offline tanpa butuh internet. Setelah itu barulah mencoba editor lain yang tutorialnya banyak dibagikan orang di Youtube.

Selamat belajar :)


Pemilu, Nalar Publik, New Media dan Nurhadi Aldo

NALAR PUBLIK

Tadi baca judul berita ada istilah "NALAR PUBLIK",  saya sering mendengar istilah itu tapi masih samar-samar maksudnya. So saya tulis ini supaya saya lebih paham sedikit apa maksud istilah itu.

Public Reason (nalar publik) adalah istilah ungkapan atau frasa yang diperkenalkan oleh Immanuel Kant pada tahun 1784. Istilah ini juga digunakan oleh seorang filsuf Amerika, John Rawls, yang dapat diartikan sebagai "alasan seluruh warga negara di dalam masyarakat yang pluralis (majemuk)".

Nalar Publik dapat membenarkan aneka pendapat dalam aneka kasus dengan alasan yang dapat diterima oleh bermacam-macam orang. Untuk membentuk suatu Nalar Publik, menurut Rawls, seseorang harus dapat lepas dari apa yang ia sebut sebagai burdens of judgment (beban pikiran). Beban-beban ini termasuk penjabaran 'bukti' argumentasi yang tak sesuai satu sama lain (kontradiksi), lebih percaya pada satu pemikiran dibandingkan pemikiran yang lain tanpa alasan yang jelas (fanatisme), kegagalan dalam menentukan konsep, perbedaan nilai, dan perbedaan pengalaman.

Private Reason (nalar pribadi) bersifat sebaliknya, adalah hasil dari pemikiran pribadi individu, yang berupa reaksi terhadap norma-norma dan kepentingan publik. Private reason terpisah sama sekali dari public reason. Itu kata Wikipedia.

Menjadi masalah jika Nalar Pribadi dibawa ke tataran publik, sebab nilai-nilai dari Nalar Pribadi tidak akan otomatis diterima oleh publik yang majemuk sebagai Nalar Publik. Panjang prosesnya dan sepertinya bukan begitu cara yang elegan membawanya ke ranah publik yang heterogen dengan berbagai latar belakang nilai yang dianutnya. 

Contoh sederhana dalam hal ini adalah nilai-nilai terhadap minuman keras atau MIRAS. Pembatasan ataupun pelarangan miras di ruang publik tentu tidak didasarkan pada dalil wahyu yang menjadi basis Nalar Pribadi sebagian masyarakat, tetapi didasarkan pada berbagai dampak negatif atau argumentasi yang bersifat rasional sehingga dapat diterima oleh khalayak dan menjadi Nalar Publik yang menjadi dasar pelarangan miras oleh otoritas sehingga berdampak hukum jika tidak dipatuhi, baik itu diatur oleh pemda dalam bentuk Perda atau oleh pemerintah dalam bentuk undang-undang.

NEW MEDIA

Nalar Privat menemukan pintu untuk mengalir masuk ke publik melalui media sosial yang oleh banyak pihak disebut sebagai New Media. Saat setiap orang dapat menyajikan pandangan pribadinya berdasarkan Nalar Privat ke ranah publik melalui media sosial maka sejak itulah opini tersebut akan berinteraksi dengan Nalar Publik.

Perlu diingat bahwa lahirnya berbagai New Media itu sebagian besar dibidani oleh semangat menghindari sifat partisan media-media mainstream, New Media seharusnya sangat peduli dengan data dan fakta, dan menyadari bahwa ada greater good dibanding sekedar kepentingan golongan dan kelompok, tanpa itu New Media tidak ada bedanya dengan Media Mainstream yang dikendalikan kepentingan pemilik modal. 

Namun kenyataan saat ini kehadiran New Media justru bisa menjadi pemecah belah dengan narasi-narasi yang tidak berdasar bahkan cenderung bohong (HOAX), yang pada akhirnya menumpulkan nalar publik yang sangat penting dalam upaya untuk merawat dan menikmati demokrasi.

Efek negatif itulah yang menjadi alasan dasar mengapa otoritas pemerintahan sempat membatasi akses beberapa media sosial sejak Rabu 22 Mei 2019 hingga Sabtu 25 Mei 2019.

BERDIRI DI TENGAH

Sejak awal kampanye pilpres saya sudah menyatakan diri Netral tidak memihak, saya akan memilih salah satu kandidat namun menolak untuk memberikan opini apapun tentang kedua kandidat tersebut di media sosial. Sayangnya keputusan saya untuk tidak menunjukkan dukungan kepada salah satu kandidat banyak diartikan oleh teman-teman sebagai sikap GOLPUT.  Lagipula memangnya ada masalah apa kalau saya benar-benar GOLPUT?

Istilah GOLPUT sendiri mulai dikenal pada masa ORDE BARU setelah pengesahan UU Pemilu tahun 1969 yang memicu ketidakpuasan masyarakat karena mematikan kekuatan partai politik baru dan pemilu yang cenderung menguntungkan Golkar. Protes tersebut masif dikumandangkan para pemuda dan mahasiswa sebelum penyelenggaraan Pemilu 1971, pemilu pertama Orba saat itu. 

Tempo edisi 19 Juni 1971 melaporkan, Imam Walujo Sumali menulis artikel berjudul “Partai Kesebelas untuk Generasi Muda” di harian KAMI edisi 12 Mei 1971. Inti tulisan itu adalah gagasan memunculkan partai kesebelas, selain sembilan parpol dan satu Golkar yang akan bertarung di Pemilu 1971.

Partai tersebut dinamakan Imam sebagai Partai Putih, dengan gambar putih polos. Di dalam tulisannya itu, Imam pun memberikan anjuran bagi yang memilih Partai Putih dalam Pemilu 1971 agar menusuk bagian putih yang ada di sela-sela atau di antara kesepuluh tanda gambar parpol dan Golkar. Bisa dikatakan, pencetus istilah golongan putih adalah Imam.

NURHADI ALDO

Kontestasi Pilpres 2019 hanya memberikan dua pilihan, yaitu Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Perdebatan di antara kedua kubu menciptakan segmentasi perdebatan di mana saja, terutama di media sosial dengan istilah cebong dan kampretnya. Hal menggelitik pun muncul tatkala ada akun fiktif berbau kampanye yang mengaku sebagai Calon Presiden dan Wakil Presiden jalur prestasi, Nurhadi-Aldo nomor urut 10.

Akun Nurhadi-Aldo booming di masyarakat sebagai penyegar dari panasnya euforia kontestasi. Dengan candaan-candaan seksis dan akronim menggelitik, Nurhadi-Aldo mengasumsikan mereka merupakan pasangan alternatif dari kedua pasang calon resmi yang ada. Dalam acara Rosi yang diselenggarakan Kompas TV, Nurhadi mengatakan bahwa apa yang dilakukannya hanyalah sekedar penolakan terhadap fanatisme pada kedua pasang calon yang ia anggap sudah terlampau berlebihan sehingga menimbulkan perpecahan dalam masyarakat.

Ada yang melihat akun kampanye fiktif pasangan capres dan cawapres jalur prestasi Nurhadi-Aldo ini adalah bentukan PETAHANA, ada juga yang khawatir ini adalah salah satu bentuk kampanye GOLPUT. Saya memandangnya sebagai kritik sosial untuk peserta pemilu untuk melakukan kampanye politik yang lebih kreatif, tidak terpaku pada cara-cara yang konvensional dan tidak substantif.

Akun Nurhadi-Aldo tidak mengkampanyekan GOLPUT dan lebih sebagai bentuk aktualisasi dari kejenuhan masyarakat akan perdebatan-perdebatan tidak substansial. Sehingga penyegaran metode-metode kampanye perlu dilakukan tidak hanya untuk pasangan capres dan cawapres tetapi juga caleg-caleg yang bertarung di pemilu 2019.

Nurhadi Aldo adalah tokoh fiksi yang meledek Nalar Privat yang masuk ke ranah publik dalam bingkai canda. Di sisi lain juga mengolok-olok Nalar Publik dengan meme-meme atau shit post yang lebih akrab dengan generasi milenial. Semoga hadirnya Nurhadi Aldo ini menjadi jembatan dialog introspektif, bukan tembok yang memisahkan.
Salah satu contoh meme kampanye Nurhadi Aldo

Enough is Enough

Enough is Enough kalau dalam bahasa Indonesia artinya Begah atau bega, udah lebih daripada kenyang. Kerusuhan tanggal 22 Mei di sekitaran KPU Jakarta itu buat saya sih sudah cukup, imbasnya sudah cukup merugikan semua pihak. Apa masih belum cukup? Saya bisikin yah, siapapun pemenangnya presiden saya tetap NURHADI ALDO.

Saya memang bodoh, walaupun gak bangga tapi saya tidak merasa perlu untuk meminta maaf atas kebodohan saya ini. Menurut saya perhelatan pemilu yang katanya pesta demokrasi itu adalah hal rutin lima tahunan. Urusan kontestasi politik ini masih urusan perebutan kekuasaan dan soal kepentingan kantong, bukan hal yang akan menentukan masuk surga atau nerakanya seseorang. Setuju atau tidak yah terserah Anda :)

Oh iya, lima tahun nanti jangan ulangi lagi model pemilu yang digabung dengan pileg seperti pemilu 2019 ini. Hemat anggaran memang penting, tapi melihat ongkos sosial yang mesti ditanggung akibat pemilu 2019 kiranya patut untuk dipertimbangankan.

Mungkin berhubungan dengan dumelan saya sebelumnya yang berjudul: