Arsip Kategori: Life Is Good

Produk DIY Bertebaran di TK Uniflor dan Kober Yapertif


Produk DIY Bertebaran di TK Uniflor dan Kober Yapertif. Kalau kalian membaca pos kemarin, Guru TK Pun Harus Menyiapkan Materi Pembelajaran Online, tentu kalian tahu bahwa kemarin saya berkegiatan di TK Uniflor dan Kober Yapertif. Sambil bekerja, mata saya memerhatikan ruang-ruang kelas yang ditata apik di mana ada pemilahan: area drama, area sains, area balok, dan lain sebagainya. Dinding-dinding ruang kelasnya dipenuhi gambar antara lain gambarnya murid-murid dan tulisan bergambar seperti pohon tema. Selain rak-rak berisi buku, juga ada kardus berisi aneka permainan edukatif dan meja tempat memajang aneka permainan dan hasil kerajinan tangan murid-murid. Bagi saya, tempat pendidikan anak ini sangat instagenic. Manapula tembok panjang (tembok taman bermain) di depan jejeran kelas dipenuhi lukisan tokoh-tokoh kartun.

Baca Juga: Jangan Dibuang, Tutup Botol Plastik Mempunyai Banyak Manfaat

Menjadi guru TK dan guru Kober tentu harus kreatif. Senin kemarin waktu merekam footage bahan pembelajaran online-nya Ibu Gin (setelah merekam Ibu Efi), pada tema ajar rumah adat kan sudah ada rumah adat yang digambar (selain maket rumah adat), Ibu Efi berinisiatif mengumpulkan daun-daun kering bakal digunakan untuk ditempel bagian atap dan dindingnya, dan dipraktekkan oleh Ibu Gin. Ini kan super kreatif. Merangsang otak anak-anak untuk lebih kreatif, sekreatif guru mereka. Iya, saya kagum sekali pada mereka.

Kembali lagi pada tema hari ini #RabuDIY, maka ijinkan saya membagitahu kepada kalian bahwa di TK Uniflor dan Kober Yapertif bertebaran produk-produk DIY yang membikin saya berkata: wow! Saya harus menulis tentang ini.

Boneka Benang Wol


Benang wol dapat kita manfaatkan untuk berbagai kerajinan tangan. Saya pernah menulis Gelang Berbahan Benang Wol Yang Mudah Dibikin Sendiri. Umumnya orang-orang tahu benang wol sebagai bahan dasar membikin kerajinan tangan kristik. Selain benang wol, menyulam kristik juga membutuhkan media yaitu kain kristik, gambar (ada buku gambar khusus kristik ini), dan sebagian orang membutuhkan pemidang. Selain kristik, benang wol dimanfaatkan untuk merajut: membikin topi, kaos kaki bayi, bahkan gelang anyaman (bukan gelang seperti yang saya bikin tetapi ini lebih rumit). Benang wol juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan lilitan botol-hias. Macam-macam manfaat benang wol ini.

Di TK Uniflor dan Kober Yapertif saya menemukan kerajinan tangan dari benang wol, tanpa repot membikinnya. Ini dia penampakannya:


Asli, saya terkejut. Ternyata bisa juga benang wol dibikin boneka tanpa harus repot ini itu. Tinggak menyatukan dua benang wol, dikasih dasi dari benang wol lainnya, dikasih mata dan hidung. Jadi deh. Sepertinya saya ingin mencoba membikinnya juga. Imut dan unik ... bikin gemaaaaas. Seru juga kalau untuk rambut dipakaikan benang wol warna hitam hehehe. Tunggu tanggal mainnya! Saat ini saya masih serius mengurus kebun mini di beranda belakang Pohon Tua dulu ya. Hehe.

Boneka Berbahan Karton/Kardus Bekas


Saat sedang merekam footage bahan pembelajaran online-nya Ibu Efi, Pak Beldis datang membawa boneka berbahan kardus bekas yang dipakaikan pakaian adat Ende yaitu lawo lambu/zawo zambu. Awalnya boneka ini tidak mempunyai wajah, hanya kepala begitu saja. Tetapi tak berapa lama Pak Beldis kembali datang dan menempel wajah pada bonekanya! Amboiiiii kreatifitas seorang guru jangan diuji. Ha ha ha. Cantik kan bonekanya?


Sumpah! Bibir saya sudah hampir bilang: bonekanya untuk saya saja, yaaaaa. Hehe. Bagus sekali ini kalau dijadikan pajangan di rumah. Kebayang kan kalau di ruang tamu ada rak kayu yang memajang boneka-boneka hasil karya sendiri alias hasil DIY. Bangga. Itu pasti. Manapula unik begitu. Sungguh, saya terpesona.


Masih banyak produk DIY lain di TK Uniflor dan Kober Yapertif. Selain dua boneka di atas, saya juga melihat begitu banyak hiasan gantungan yang dibikin sendiri oleh guru-guru di sana yang mempercantik ruang kelas. Bahannya yang sederhana saja alias bisa juga dari barang daur ulang seperti sedotan dan gelas plastik yang digunting sedemikian rupa menjadi lebih cantik, lantas disatukan dengan benang dan dijadikan hiasan gantung. Saya juga melihat media pembelajaran seperti pasir, batu, dan air. Ini menarik. Selain mengenal benda alam, batu juga dimanfaatkan untuk belajar berhitung para murid.

Baca Juga: Membikin Pajangan Cantik Berbahan Beras dan Kulit Kerang

Nah, bagian pasir, batu, dan air ini saya lupa nama areanya apa (kan ada area drama, area sains, area balok, dan lain sebagainya) tapi cantik sekali lantainya diletakkan aneka benda alam seperti itu. Nanti deh kalau ke sana lagi bakal saya foto hahaha. Maklum, memerhatikan sekeliling dilakukan sambil melaksanakan pekerjaan utama.

Bagaimana, kawan. Tertarik ingin membikin boneka seperti dua gambar di atas? Yuuuuk ... tidak pernah merugi mencoba hal-hal bermanfaat.

#RabuDIY



Cheers.

Kreativitas Peserta KKN-PPM Uniflor 2019 di Rumah Baca


Kreativitas Peserta KKN-PPM Uniflor 2019 di Rumah Baca. Sepertinya sudah berabad saya tidak menulis tentang dunia Do It Yourself (DIY) di #RabuDIY. Padahal, banyak yang ingin ditulis, baik hasil kreasi sendiri maupun orang lain. Maklum lah ya, padatnya jadwal liputan ditambah keasyikan kembali memainkan Virtual Villagers 5, membikin saya jadi begini. Halaaah. Haha. Sudah berjanji pada diri sendiri untuk tidak nge-game tapi tetap saja masih bisa dipengaruhi sihir game. Pekerjaan meliput sana-sini hingga ke luar kota itu memang menguras energi dan nge-game sebenarnya salah satu remedy selain nge-blog. Membela diri.

Baca Juga: Pesanan Barang DIY yang Berkembang Biak dan Senada

Waktu Jum'at kemarin meliput kegiatan di Desa Ngegedhawe, kalian bisa baca pos berjudul Kisah Dari Rumah Baca Sao Moko Modhe di Desa Ngegedhawe, saya menemukan barang-barang alias asesoris yang dibikin sendiri oleh para peserta KKN-PPM Uniflor 2019 di sana. Bahkan sambil menunggu kedatangan Bupati Nagekeo, beberapa peserta masih membikin papan tulis mini! Kreatif sekali mereka, dan itu menginspirasi saya menulis pos hari ini.

Papan Tulis Mini


Orang sering menyebutnya mini blackboard. Sudah sering saya mengimpikan papan tulis mini semacam ini. Dari hasil berselancar di dunia maya, oh tentu Youtube punya porsi terbesar, suka sekali saya melihat berbagai fungsi papan tulis mini. Selain penataan rumah yang menggunakan papan tulis mini, kafe-kafe juga sering menggunakannya untuk menulis berbagai menu yang tersedia pada hari bersangkutan. Sering nonton video tentang food truck? Hyes! Papan tulis mini sangat berguna untuk menginformasikan kepada calon pembeli tentang makanan yang ready serta harganya.

Papan tulis mini ini semacam marka yang sebenarnya tidak perlu, tetapi dibutuhkan untuk mempercantik rumah. Karena bagaimanapun orang yang datang ke rumah kita pasti sudah tahu fungsi setiap ruangan: ruang tamu, ruang makan, ruang keluarga, dapur, kamar mandi, dan lain sebagainya. Orang tidak perlu harus melihat keterangan pada papan tulis mini itu terlebih dahulu. Tetapi ada sensasi estetika yang membikin papan tulis mini mengimbuh aura positif di dalam rumah kita. Iya, itu pendapat pribadi saya. Hehe.

Di Rumah Baca Sao Moko Modhe, papan tulis mini mengisi ruang dalam tempat buku-buku tersimpan di rak. Pada hari itu pun beberapa mahasiswa masih membikin papan tulis mini ini (sudah saya tulis di atas, tetapi harus diulang, hahaha).


Melky, salah seorang mahasiswa peserta KKN-PPM Uniflor 2019, terkejut waktu saya menghampiri dan bertanya: kalau dijual, berapa harganya per buah? Mungkin dia dan teman-temannya tidak menyangka saya bakal bertanya demikian. Mungkin mereka belum melihat peluang usaha dari papan tulis mini hasil bikinan sendiri itu. Menurut Melky, saya bisa membeli papan tulis mini dengan harga sekitar Rp 25K/buah. Hwah, murah lah menurut saya. Langsung pesan sepuluh papan tulis mini yang nanti bakal dia antar ke rumah kalau sudah selesai pengerjaanya. Hurayyyy!

Aneka Hiasan Dinding


Yang juga tidak kalah menarik dari Rumah Baca Sao Moko Modhe adalah aneka hiasan dindingnya. Jelas itu semua dibikin sendiri oleh mereka. Bisa kalian lihat pada gambar di bawah ini:





Sederhana namun indah kau mencintaiku. Eh, itu lirik lagunya Anji haha. Sederhana namun indah untuk menghiasi sebuah rumah baca di pelosok. Bahkan yang tulisan Let's Read itu mengingatkan saya pada zaman dahulu kala, saat saya masih SD, membantu (alm.) Kakak Toto Pharmantara membikin logo Telkom (logo lama) menggunakan kertas hasil dari alat pelubang kertas itu. Dominasi warna biru: biru tua, biru muda, dan putih. Saya betul-betul menginspirasi saya untuk membikinnya juga nanti, sekalian bernostalgia. Seperti akan sangat keren kalau tulisan BlogPacker dibikin seperti itu. Tulisan yang diisi dengan potongan kertas. Potongan kertasnya bisa berbentuk serampangan bisa juga hasil dari kertas hasil alat pelubang kertas.

Baca Juga: Andaikan Ada Seorang Saja Thomas Dambo di Kota Ende

Yang lupua saya foto adalah gantungan hiasan pada bagian teras rumah baca ... yang terbuat dari gelas plastik bekas minuman. Nanti deh kalau sempat ke sana lagi. Insha Allah.

⇜⇝

Dunia kreativitas, dunia seni, adalah dunia tanpa batas. Selalu ada yang bisa dihasilkan oleh orang-orang kreatif meskipun dengan bahan seadanya. Bahkan dalam konsep DIY, bagaimana kita bisa memanfaatkan apa yang ada, menjadikannya barang berdaya guna lebih, bahkan bisa mendatangkan Rupiah. Jangan salah, saya sudah pernah menikmati jutaan Rupiah hanya dari barang bekas semacam kertas koran, majalah, kardus, botol plastik, gelas plastik, dan lain sebagainya. Seperti yang sudah sering saya tulis: yang dibutuhkan hanyalah percikan kreativitas.

Selamat mencoba!



Cheers.