Kastau Kastau Yang Ko Mau Jang Sengaja Putar Jauh


Kastau Kastau Yang Ko Mau Jang Sengaja Putar Jauh. Kabupaten Ende dan pesta merupakan kesatuan utuh. Bahkan sampai ada istilah cungkil matahari. Haha. Dulu orang bilang saya ini muka pesta. Pesta apa sih yang tidak saya hadiri? Asal ada undangan, hajar! Kenapa saya suka ke pesta? Karena di pesta ada kegembiraan, ada sahabat, ada senda gurau, ada canda tawa. Selain itu, menghadiri pesta merupakan bentuk penghormatan kita kepada yang punya hajat. Bagaimana dengan makanan yang disuguhkan? Itu perkara ke-sekian. Lalu, apa hubungannya kastau kastau yang ko mau jang sengaja putar jauh dengan pesta? Baca dooonk supaya tidak penasaran.

Baca Juga: James Veitch Menghadirkan Stand Up Comedy Super Cerdas

Dari Timur negeri ini lahir begitu banyak musisi. Ada yang memang lahir di Timur seperti Utha Likumahuwa yang lahir di Ambon, Obbie Messakh yang lahir di Pulau Rote, atau Dewiq (mantan isterinya Pay BIP) yang lahir di Makassar. Ada yang lahir di tanah rantau tetapi berdarah Timur seperti seperti Ruth Sahanaya, Harvey Malaiholo, atau Glen Fredly. Nama-nama itu memang nama yang sudah terdengar di kuping sejak lampau. Bagaimana dengan sekarang? Lebih dahsyat. Musisi dari Timur Negeri tidak perlu terlalu memusingkan biaya transportasi dan akomodasi demi mengantar demo lagu ke produser yang rata-rata berada di Jakarta. Selain Reverbnation, Youtube adalah gerbang merdeka setiap insan termasuk di dalamnya para musisi.

Foto bareng Ivan Nestorman! Musisi kece!

Semakin ke sini musisi dari Timur negeri semakin kreatif. Youtube merupakan media paling mudah dan murah bagi mereka untuk memperkenalkan karya kepada khalayak. Tidak saja musisi seperti Luis Thomas Ire dengan lagu-lagu ciptaannya yang menurut saya sangat agung, tetapi juga musisi yang membaca peluang dari pesta-pesta. Di Kabupaten Ende, lagu pesta itu terdiri dari banyak jenis. Ada lagu khas daerah pengiring tarian adat yang terus lestari dalam dunia moderen yaitu Gawi, Rokatenda, Ja'i, hingga lagu buat bergoyang hasil karya musisi dari Flores, Timor, Ambon, Papua, dan lain sebagainya. Sadhaaaaaap!

Kekuatan lagu buat bergoyang ini tidak saja pada musiknya itu sendiri tetapi juga lirik yang ditulis. Lirik yang lucu, konyol, tetapi sangat Timur. Oleh karena itu kalian harus mengenal Zuyd Boyz dan lainnya.

Zuid Boyz, Anak Selatan


Suatu malam, sedang ada pesta di rumah tetangga, saya yang sedang bekerja kemudian menangkap salah satu lagu yang musiknya enak banget didengar. Bikin kaki gatal pengen bergerak. Haha. Perlu kalian ketahui, pesta di Kabupaten Ende itu kalau lagunya banyak yang suka bakal diudarakan berkali-kali. Seperti lagu dari Zuid Boyz yang berjudul Ena Ena. Tidak hanya pada pesta malam itu, tetapi pada pesta-pesta seterusnya. Amboiiii semakin didengar, semakin asyik. Akhirnya saya memutuskan untuk mencari lagu ini di Youtube tapi harus bertanya dulu pada Thika dan Indra. 

Saya:
Aduh eee ini lagu pung enaaaa lai. Di Youtube ada tidak eee?

Indra:
Cari saja, Ncim. Tulis ena ena, langsung muncul.

Astaga ... ternyata video Ena Ena ini sudah sekitar tiga jutaan kali ditonton! Tentu kemudian saya adalah salah satu penyumbang terbanyak. Gara-gara di rumah internetnya tanpa batas jadi malas men-download. Haha. Sombooooooong *dikeplak dinosaurus*. Pertanyaannya: kenapa saya baru tahu sekarang? Karena saya sudah berhenti menjadi si muka pesta jadi baru tahu dari lagu-lagu yang terdengar dari pestanya tetangga saja.

Ini dia video Ena Ena itu:


Dari Grup Facebook Zuid Boyz, mereka adalah grup hip hop dari Papua Selaan. Zuid dalam bahasa Belanda berarti Selatan. Zuid Boyz berarti Anak (Papua) Selatan. Lagu-lagu mereka bisa kalian dengarkan di akun Reverbnation Zuid Boyz dan akun Soundcloud Zuid Boyz. Silahkan ikuti mereka di IG @zuidboyz_40squad dan Twitter @Zuidboyz. Memang hanya itu informasi yang ada di Grup Facebook mereka. Kalau ada lagi nanti bakal saya tambahkan di pos ini ... kelak.

Baca Juga: Geser Dikit Halaman Hatimu dari Bara Patty Radja

Gara-gara menonton video Zuid Boyz, Indra Pharmantara yang lebih jadul soal pesta dari saya itu bisa-bisanya merekomendasikan sebuah lagu berjudul Jaga Orang Pu Jodoh dari Near. Walhasil saya mengobrak-abrik Youtube dan memburu lagu-lagu pesta yang sering saya dengarkan itu. Haha. Kocaaaaaak.

Lirik yang Kocak dan Sangat Timur


Merdeka rasanya mendengar lagu-lagu musisi dari Timur ini. NTT, Papua, Maluku, Sulawesi, semuanya. Selain musik, liriknya pun menggelitik. Salah satu liriknya itu yang menjadi judul pos ini. Ya, itu lirik lagu Ena Ena dari Zuid Boyz. Yuk bercengkerama dengan lirik lagu-lagu ini (beberapa tidak sampai selesai satu lagu karena panjang hahaha).

1. Ena Ena, Zuid Boyz

Kemarin sa sudah bilang,
Kalo sa ini sudah sayang
Rupanya oh ada yang kurang,
Ado sip ya sayang sa atur jam tayang

Kalo memang sa tra bisa, Kasih tahu caranya
Untuk dapat yang ena, biar ko juga suka
Gayung mandi su pica bakalai tra jeda
Jujur sudah ka biar tong sama-sama ena
Ena ena ena

Oh mulai ada pertikaian,
Dan sekarang sa yang jadi korban
Sa pu maitua kayanya de mulai gila
Mara tra tau waktu e, Sa pusing ado mama e
Yeskon e sa mo lari sudah, Dosa apa sio dewa

Sante pele mace, Kurang enak coba pake kode
Tadah ko sa ingus malele, Susah bujuk ah bage boleh
Bah salah bah, Mau apa sa bingung ah celaka
Jang begitu juga cinta, Pisah ah ko gertak sa

Dear love, Mace sa love
Sakarang sadar diri saja sa tra bolos
Ritual tiap hari harus panggil ko boss
Siap 86 juga trakan lolos
Sip sa cinta sa bingung harus bagaimana
Tra dapa slak untuk ko jangan marah
Sa su bore, ado pele, 
Sa cium juga mungkin mace ko tra yoe

Gas to gas to iyo iyo,
Ena to ena to iyo iyo
Stay cool baru kiss itu boleh,
Ko tau sa nni love ado pele
Dari hari ke hari ko marah sa please,
Ko sante ko manis sip ya pedis
Kastau kastau yang ko mau, Jang sengaja putar jauh

2. Jaga Orang Pu Jodoh, Near

Su lama dekat hampir masuk minta,
Hati su hancur mo kas salah sapa
Ado mama ini palilng sial ow,
Su jaga bae-bae orang pu jodoh

Su jaga bae bae, jaga bae bae,
Nona pu hati sa jaga bae bae
Tapi di akhir baru putus sa menyesal
Su jaga bae-bae orang pu jodoh


Waktu muda sama sama tapi su tua beda
Waktu muda berdua tapi dua ko deng dia
Muda ko nginap tapi cuma sebentar
Akhir te enak orang lain yang datang lamar

Susah sa buka halan su lama sa tahan dan
Sudah sa buka lahan tapi dia yang tanam
Sumpah sa jaga dari gelap sampe terang
Sia sia percuma saya jaga jodoh orang

3. Pantun Rakat (Kapthen Pureq, Kanser PMC, Gusti Senda)

He lele le le le ha
Mari goyang pantun Heleha
He lele le le le ha
Pantun rakat he le le le ka


Biar sa hitam rambut kariting
Mo omong apa juga te penting
Mo bilang, bilang apa lai
Nanti ko pusing tujuh keliling

Kopi hitam rasanya pahit
Tambah gula manis sekali
Kulit hitam su pasti pahit
Sa pu senyum manis sekali

⇜⇝

Kalau kalian tidak ikut bergoyang dan terpingkal-pingkal mendengar lirik lagunya ... coba cari artinya. Haha. Sebenarnya yang dipakai bukan bahasa daerah, melainkan Bahasa Indonesia yang sudah di-Timur-kan. Maksud saya adalah kami terbiasa dengan singkatan yang bikin enak mulut kalau bicara menggunakan Bahasa Indonesia. Misalnya di Kabupaten Ende orang bakal tanya: ko pi mana? Yang artinya kau pergi ke mana. Dijawab: sa pi pasar. Yang artinya saya pergi ke pasar. Ya, kami penyingkat kata. Hehe. Kata 'tidak' bisa menjadi 'tir' atau 'tra' atau 'te'. Asyik kan?

Baca Juga: Segudang Tanda Tanya Setelah Menonton Shutter Island

Di akhir pos hari ini, #SabtuReview, yang lumayan panjang karena banyak lirik lagunya, kalian juga pasti bingung dengan istilah cungkil matahari dan muka pesta. Sebelum menutup pos hari ini dengan penjelasan.

Cungkil matahari merupakan istilah pesta sampai pagi.
Muka pesta merupakan istilah untuk orang-orang yang paling rajin ke pesta.

Simple ... qiqiqiq.

Selamat berakhir pekan, kawan.
Selamat bergoyang!



Cheers.

Buku Lagu


#PDL adalah Pernah Dilakukan. Pos #PDL setiap Jum'at ini merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

***

Sejak masih SD saya sudah suka mengoleksi buku lagu yang dibeli di tempat orang menjual Teka-Teki Silang. Ukurannya sedikit lebih kecil dari buku TTS dan rada tipis karena paling memuat sepuluh lirik lagu. Buku-buku itu sebagai pendukung apabila menonton acara Album Minggu Kita di TVRI. Jujur, Album Minggu Ini merupakan salah satu acara favorit zaman doeloe! Saya mengenal Slank itu bukan dari RCTI atau ANTV melainkan dari TVRI. Ketahuan kan usia saya berapa ... 27. Haha. Amboiii saya jadi ingat lagu favorit saya zaman duluuuuu judulnya Kau Tercipta Dari Tulang Rusukku, dinyanyikan sama Muchlas Adi Putra dan Maya Angela. 


Untunglah ada yang mengunggah video musiknya di Youtube ... LOL!

Baca Juga: Belajar Ngelawak

Kebiasaan mengoleksi buku yang dibeli di tempat orang jualan TTS sempat tamat setelah mulai kenal MTV dimana tidak ada buku lagu dengan lirik lagu-lagu yang disuguhi MTV. Tetapi sebagai gantinya saya menulis sendiri  lirik-lirik lagu tersebut. Bayangkan, di zaman itu belum ada internet, bagaimana caranya bisa tahu lirik lagunya Alanis Morissette? Saya punya kertas buraman, minta di Bapa, terus mencatat satu per satu bait. Kalau belum selesai hari ini, besok lihat video musik yang sama, baru dilanjutkan ke bait berikutnya. Sampai selesai dan dipindah ke buku lagu bikinan sendiri. Jelaaasssss banyak vocab yang salah. Yang penting bisa nyanyikan lagu favorit lah, sudah cukup. Urusan lirik benar atau salah biar saya dan pencipta lagu yang tahu ha ha ha.

Setelah saya mengenal dunia ini *tsah* saya mulai suka membikin lagu sendiri. Modalnya cuma kunci yang itu-itu saja di gitar andalan. Kunci G, C, D, F, Am, E, Em, Fm, Dm, tanpa kunci B. Lagu pertama yang saya bikin itu untuk Cendaga Band, dimana saya menjadi vokalisnya, berjudul Jangan Paksa Aku. Terima kasih untuk diri saya yang sempat mengunggah video hancur-hancuran tentang profil Cendaga Band di Youtube!!!!! Silahkan dengarkan lagunya di video berikut ini:


Kalau mau ngetawain juga boleh. Tidak akan saya tersinggung. Karena waktu itu proses rekamannya live di studio Cendaga Band, tanpa polesan ini itu, dan suara saya mentahnya ampun-ampunan. Ya, ini lagu pertama yang saya bikin, kemudian teman-teman Cendaga Band membantu membikin musiknya, sehingga bisa kalian dengarkan. Semoga gendang telinga kalian tidak bocor ya gara-gara mendengar suara saya ... LOL! Bersama Cendaga Band saya punya buku lagu yang jadi song bank-nya band ini. Selain memuat lirik lagu dan kuncinya, saya juga mencatat kunci-kunci gitar yang diajarkan oleh Alimin.


Lepas dari Cendaga Band yang pernah beberapa kali konser itu, karena kesibukan masing-masing personilnya, saya dan Noel pun akhirnya membentuk Notes. Notes itu Noel and Tuteh Saja, tapi kemudian menjadi Noel and Tuteh SideProject. Mungkin karena waktu itu saya tidak bisa berhenti membikin lagu, dan Noel juga tidak bisa berhenti bermusik begitu saja, sehingga kami memutuskan untuk tetap sering ngumpul di rumah saya atau di rumah dia untuk bermusik. Kadang kami hanya gitaran dan nyanyi-nyanyi saja, kadang kami menggarap serius lagu yang sudah saya bikin atau dia bikin. Pokoknya waktu itu kamar saya penuh sama gitar listrik *ngakak*.

Oleh karena itu saya tidak bisa berhenti dengan yang namanya buku lagu. Titik. 

Bagaimana dengan sekarang? 

Buku lagu sih masih ada tapi tidak perlu di-update lirik-lirik lagunya karena sudah ada internet. Begitu butuh tinggal buka Google Chrome. Betul-betul yaaa zaman berubah sangat jauh. Paperless banget sih tidak, tapi kemudahannya itu yang jelas terasa. 

Baru-baru ini saya dihubungi Noel dan kami berencana untuk membikin ulang lagu-lagu Notes di album pertama. Artinya saya perlu siapkan lagi suara *tes tes*. Dan, kami juga berencana membikin ulang semua video musiknya. Bayangkan saja zaman itu bikin video musik pakai fasilitas video dari kamera pocket, dengan aplikasi sunting video yang uh wow bikin gelagapan. Makanya karena sekarang semua sudah serba mudah, kami mau mencoba lagi. Doakan yaaaaa semoga proyek ini bisa terlaksana setidaknya setelah Idul Fitri.

Baca Juga: Hijrah

Bagaimana dengan kalian kawan? Pernah tergila-gila sama lagu-lagu dan mengoleksi buku lagu? Bagi tahu yuk di komen :)



Cheers.

Lagu-Lagu Ini Punya Kembaran


Waktu masih siaran di Radio Gomezone FM saya pernah membawakan program tentang lagu-lagu Indonesia yang dicurigai memplagiat lagu-lagu mancanegara. Ingat, ada kata dicurigai. Jadi bukan berarti saya langsung menuding lagu-lagu tersebut memplagiat karena toh saya sendiri tidak punya ilmu yang mumpuni untuk menuduh musisi A memplagiat karya/lagu musisi B, C, dan D. Tapi sebagai penikmat musik masa kini yang trendi dan bergaya bersama dinosaurus, saya tahu kemiripan antara lagu dari musisi A dengan musisi B, C, dan D. Hanya saja, pekerjaan yang berhubungan dengan mendengarkan lagu setiap hari selama berjam-jam itu membikin saya senyum-senyum sendiri ketika kuping mulai menangkap kemiripan antara lagu yang satu dengan lagu lainnya.

Baca Juga : Bermain Diksi dalam Kondensat

Menariknya, dari situs Okezone, pengamat musik Deny Syakrie berkata bahwa aturan delapan bar itu lama dan masih kontroversial sampai sekarang. Menurut Deny, kalau ada musisi yang menggunakan dua bar saja dari lagu orang lain tapi dimainkan secara berulang-ulang dan mirip ya itu sudah bisa dibilang menjiplak. Atau memplagiat. Tapi berdasarkan informasi dari situs ini, James F. Sundah mengatakan bahwa sebuah lagu dikatakan memplagiat tidak berpatok dari delapan bar saja, karena banyak lagu yang akhirnya memplagiat sebanyak tujuh bar untuk menghindari delapan bar tadi. Salah satu hal yang penting dan disebut substantial part adalah bagian terpenting dalam musik yang pernah dikenal orang. Jadi, hati-hati ya. Setiap lagu punya ciri, jangan sampai kalian membikin lagu yang intronya mirip Tokyo Drift mili Teriyaki Boyz. Meskipun hanya tujuh bar, kalian sudah bisa dikatakan memplagiat. Karena intro Tokyo Drift itu sesuatu yang sulit dilupakan orang.

Lantas, apa itu bar?

Dari situs ini dan juga bisa kalian cari di situs lainnya, bar adalah frase musik dalam lagu yang terdiri dari beberapa beat. Satu bar pada lagu komersial umumnya memiliki empat beat sehingga terdiri dari empat ketukan. Bagian-bagian lagu seperti verse dan chorus, biasanya diukur menggunakan bar yang umumnya selama delapan sampai enam belas bar. Untuk lebih jelas lagi, silahkan tanyakan pada teman kalian yang musisi atau sering bermusik.

Baca Juga : Ribut Berarti Mati dalam A Quiet Place

So ...

Jauh sebelum orang-orang sadar, eh gaya banget saya menulis ini hahaha, saya sudah tahu lagu Pacarku oleh Puput Melati itu memplagiat Hotel California milik Eagle. Wah, langsung menuduh? Iya, kalian bisa dengarkan sendiri. Itu bukan lagi delapan bar tapi keseluruhan lagu termasuk bagian terpenting yang pernah dikenal orang. Dududud. Tapi hanya lagu itu yang saya tulis memplagiat, lagu lainnya berikut ini saya tulis kembaran, karena saya tidak punya kapasitas untuk menulis mereka memplagiat.

Yang mengejutkan saya ketika mulai meriset lagu-lagu Indonesia yang punya kemiripan signifikan dari lagu-lagu mancanegara dan/atau lagu lain, juga diskusi bersama teman-teman radio, adalah D'Massive. Sebagian besar lagu-lagu mereka mempunyai kemiripan yang sulit dielakkan dari lagu-lagu yang sudah duluan ada. Diantaranya adalah Cinta Ini Membunuhku dengan I Don't Love You milik My Chemical Romance, Diam Tanpa Kata dengan Awakening milik Switchfoot, Dilema dengan Soldier's Poem milik Muse, sampai Tak Pernah Rela dengan Is It Any Wonder milik Keane. 

Tidak hanya D'Massive, Hello Band juga punya beberapa lagu yang kembaran sama lagu lainnya. Pejuang Cinta misalnya, begitu kembarnya sama Makes Me Wonder milik Maroon 5. Kalian pernah dengar lagu Never Be The Same Again yang dinyanyikan Mel C (from Spice Girls)? Kalau belum, coba didengarkan kemudian lanjutkan dengan lagu berjudul Bunga milik Bondan feat Fade2Black. Atau dengarkanlah lagu milik Grabielle yang berjudul Rise, lalu dengarkan lagu Kau Cantik Hari ini milik Lobow. Anyhoo saya suka banget sama Rise yang dinyanyikan Gabrielle ini, pesannya dalam.

Vierratale yang dulunya bernama Vierra saja, punya satu lagu yang kembaran banget sama lagu Rooftops milik Lostprophets. Lagu itu berjudul Dengarkan Curhatku. Yuhuuu itu single mereka yang dulu suka banget saya dengarkan meskipun kata teman-teman tidak cocok sama usia. Epen lah hahaha.

Tapi di luar dari itu semua, menurut saya, kemiripan itu (apalagi memplagiat) kadang tidak bisa dihindari karena yang namanya solmisasi ya hanya itu: do re mi fa sol la si (do). Kunci pun yang itu saja seperti D, G, C, F, dan seterusnya yang membentuk akord. Kalau nada dasarnya diubah, kata orang Ende: main dari mana? Dari D atau dari C?, maka akordnya pun berubah. Ya begitu-begitu saja. Kemiripan sulit dielakkan.

Baca Juga : TIKIL, Kami Antar Kami Nyasar

Sebagai orang yang juga suka membikin lagu, karena urusan penciptaan adalah milik Allah SWT, kesulitan agar lagunya tidak diolok memplagiat juga terjadi. Sekitar dua puluh lagu sudah dibikin baik sendiri, bersama Cendaga Band, maupun bersama Notes (Noel Fernandez & Tuteh Pharmantara Side Project). Paling enak bikin lagu bareng Noel, dia punya banyak referensi, mulai dari Jimi Hendrix, Nirvana, The Beatles, dan lain sebagainya. Soalnya dia juga gemar banget dengerin musik berjam-jam. 

Para musisi juga lebih kreatif. Semakin ke sini kalian pasti pernah dan/atau sering dengerin lagu-lagu yang dicover atau dibikin ulang musiknya. Salah satunya adalah lagu bergaya vintage. Apa sih itu? Nanti doooonk kita bahas di lain kesempatan. Hehehe.

Bagaimana, kawan? Pernah dengar lagu yang mirip atau terdengar tidak asing di telinga? Bagi tahu donk di komen :)

Happy weekend.


Cheers.

Girls Like You

Gambar diambil dari sini.

Maroon 5. Siapa tidak kenal mereka? Meskipun Harder to Breathe merupakan lagu pertama yang dikenal pendengar, tapi This Love dan She Will Be Loved yang paling bergaung pada tahun 2004 hingga saat ini. This Love itu ngehits banget! Sampai-sampai setiap program request di Radio Gomezone penuh sama permintaan lagu ini. Tapi untungnya teman-teman Cendaga Band waktu itu tidak meminta saya menyanyikan lagu-lagu Maroon 5. Kami bertahan dengan lagu-lagu milik Save Ferris salah satunya Come On Eileen. Busyet Come On Eileen itu sulitnya minta ampun tauk! Atau lagunya 4 Non-Blondes yang berjudul What's Up, Sleeping in my Car-nya Roxette, atau Bring Me to Life-nya Evanescence.


Back to Maroon 5 ...

Maroon 5 adalah band beraliran pop-rock yang dibentuk di California, Amerika Serikat. Written in Wikipedia. Cikal bakal Maroon 5 bernama Kara's Flowers yang dibentuk tahun 1997 saat mereka masih SMA. Anggota Kara's Flowers adalah Adam Levine, Mickey Madden, Jesse Carmichael dan Ryan Dusick. Tahun itu juga mereka menandatangani kontrak dengan Reprise Record dan meluncurkan album The Fourth World. Kerja sama dengan Reprise Record putus karena mereka lanjut kuliah. Kuliah itu berat, bermusiknya delay dulu. Tahun 2001 mereka kembali bersatu dengan tambahan James Valentine dan band ini kemudian berganti nama menjadi Maroon 5. Kenapa bukan Pink 5? Karena sudah ada Pink dan Pink Floyd.

Gambar diambil dari sini.

Video klip Maroon 5 yang paling saya sukai, sebelum Mei 2018, adalah video klip dari lagu Sugar. Kalian pasti tahu betapa kecenya video klip itu :) Kepikiran kan seandainya saat menikah nanti, tahu-tahu Maroon 5 muncul di panggung sambil nyanyikan Sugar untuk orang-orang yang sedang berbahagia? Hihihi. Kalau bukan Maroon 5, Don Philip dengan Sugar-nya pun boleh lah. Cihuy! Ngayal terooos.

Tanggal 30 Mei 2018 Maroon 5 merilis Girls Like You yang sampai sekarang belum berhasil saya nyanyikan apalagi bagian rap-nya *diketawain Thika dan Ocha*. Mengintip Wikipedia, Girls Like You adalah lagu dari album studio keenam Red Pill Blues (2017). Versi remix yang menampilkan rapper Amerika Cardi B dirilis oleh 222 dan Interscope Records sebagai singel ketiga album ini pada 30 Mei 2018. Versi ini ditulis oleh Adam Levine, Cirkut, Cardi B, Starrah, Jason Evigan, dan Gian Stone dan diproduksi oleh Cirkut dan Evigan. Singel ini telah mencapai nomor satu di tangga lagu Billboard Hot 100 AS, menjadikannya sebagai chart-topper ketiga Maroon 5 dan Cardi B, yang memperpanjang rekor Cardi untuk sebagian besar di antara rapper perempuan. Girls Like You juga mencapai nomor satu di sebelas negara lain, termasuk Kanada, Prancis, dan Selandia Baru.

Termasuk Indonesia juga doooonk, Wik ... Wikipedia.


Intro yang unik dari Girls Like You ini bakal pelan-pelan membangkitkan sel-sel mati dalam tubuh kita. Tapi justru, yang membikin lagu ini begitu ngehitsnya adalah video klipnya. Kalau kalian terpukau sama video klip Sugar, maka dapat dipastikan kalian akan lebih terpukau sama video klip Girls Like You. Video klip Girls Like You berkonsep sederhana namun dahsyat. Sederhana karena hanya ber-set ruangan dengan Adam sebagai 'pusat'nya. Dahsyat karena model video klip Girls Like you adalah dua puluh enam ... saya ulangi ... DUA PULUH ENAM perempuan hebat dunia. Oke waktu itu saya dihubungi untuk ikut ambil bagian tapi karena sibuk nge-blog jadi saya abaikan *dilempar microphone*.

Siapakah perempuan-perempuan hebat itu? Isteri Adam Levine, Behati Prinsloo, salah satunya yang muncul di akhir video klip. Jadi ingat Victoria Secret, hihi. Wajah-wajah lainnya yang pasti kalian kenal adalah Ellen Degeneres, Jennifer Lopez, Rita Ora, Gal Gadot, Mary J. Blige, Camila Cabello, dan lain sebagainya. Asyiknya lagi, kalian bisa melihat dua perempuan berhijab di dalam video klip tersebut yaitu Amani Al-Khatahtbeh dan Ilhan Omar. Kalau dulu saya tidak menolak waktu diajak bikin video klip ini, kalian akan melihat tiga perempuan berhijab. Hahaha. Amani dikenal sebagai penulis sekaligus editor pada Muslimgirl. Muslimgirl ini majalah online yang berbasis di Amerika Serikat. Ilhan adalah politisi keturunan Somalia - Amerika Serikat pertama yang terpilih sebagai anggota parlemen Amerika Serikat.

Lebih lengkapnya, simak video berikut ini :



Video klip Girls Like You yang menampilkan dua puluh enam perempuan hebat dari berbagai latar belakang dan profesi itu menyampaikan pesan: menyatukan kekuatan perempuan-perempuan hebat di dunia meskipun mereka berbeda-beda. Itu pelajaran yang bisa kita petik dari video klip ini. Perbedaan harusnya dapat menjadi kekuatan. Karena menurut saya; tangan yang bentuknya berbeda dari mata, kuping yang bentuknya berbeda dari lutut, atau jantung yang bentuknya berbeda dari ginjal, apabila disatukan akan menjadi manusia yang kuat. Apabila organ dan indera tubuh manusia yang berbeda itu dapat bersatu, kenapa manusia itu sendiri tidak? Perbedaan itu bahkan sudah ada, menurut saya loh ya, sejak manusia hendak dibentuk. Sperma harus bertemu sel telur. Sperma bertemu sperma tidak akan menghasilkan janin. Filosofi ini memang terbaca bodoh, tapi benar.

Sama juga seperti Indonesia. Dan ini tidak saya lanjutkan karena kalian pasti tahu maksud saya hahaha.


Girls Like You dengan video klip-nya yang ciamik itu tidak akan pernah bosan untuk ditonton. Silahkan tonton, bagi yang belum, dan rasakan sendiri sensasinya. Seperti semangat baru disuntikkan pada nadi kita. Percaya deh.

Semoga terhibur!

Happy weekend!



Cheers.