Papa Ron’s : Pizza Rasa Terong Sambal Ijo Terenak Di Indonesia


Pizza is about toppings, recipe, company, cheese, pepperoni, places and everything. And more than anything else, pizza is about pizza and the taste its self. 
Waktu hampir menunjukan pukul 4 sore, ketika saya sampai di Pondok Pinang Center. Saya langsung tertuju pada papan restoran bertuliskan Papa Ron's. Setahu saya, selain Pizza Hut dan Domino Pizza, saya belum pernah mendengar merk Pizza lain, namun sore itu perbendaharaan tentang Pizza pun bertambah. Hitung-hitung saya tahu sisi lain Papa Ron's Pizza secara lebih detail. 

Mba Lidya tengah duduk di meja pojok. Ternyata saya datang lebih awal dari yang dijadwalkan. Kami bersalaman kemudian mengobrol. Oh iya, untuk sampai ke Pondok Pinang saya harus berjuang mengunakan dua moda transportasi, yaitu ojek online dan kereta. Ternyata jalur yang saya tempuh tak membantu saya mengurangi waktu tempuh, sedangkan Mba Lidya cepat sampai karena hanya mengunakan ojek online. Ya, harusnya saya pun demikian, hanya mengunakan ojek online. Oke noted.



Saat masuk, suasananya sangat lain dengan restoran cepat saji lainnya, Papa Ron's lebih seperti kafe yang nyaman. Ornamen huruf, lampu-lampu besar, meja dan kursi sangat menyatu. Konsep minimalis namun tetap instagramable, cocok  buat yang ingin makan bersama teman-teman dan keluarga. 

beralih ke Papa Ron's, sebetulnya merk Pizza ini dimiliki oleh Rons, sosok yang pernah membawa Pizza Hut masuk ke Indonesia. Kini, beliau memiliki merknya sendiri dan mengembangkan Pizza dengan cara yang berbeda, bukan mengenai besarnya pasaran melainkan kepuasan pelanggan dimulai dari keunikan rasa dan pelanggan pun dapat menciptakan rasanya sendiri, "Create your own toppings".

Bapak Noragraito, General Manager
Saya tidak benar-benar menyukai Pizza dalam arti yang sebenarnya. Yes, I am not pizza lover, namun melihat menu yang disajikan, saya berubah pikiran. Mata saya tertuju pada "Chicken Terong Sambal Ijo". Cukup unik bagi sebuah pizza yang terkenal dengan taste yang sangat barat atau western, namun apa yang tidak bisa bagi Papa Ron's, bahkan sebelumnya rasa sate ayam dan pizza petai pun pernah disajikan untuk memenuhi rasa penasaran pelanggan. 

Papa Ron's mulai di waralabakan pada tahun 2002 dan saat ini terdapat 25 outlet di seluruh Indonesia. Cukup banyak, walau tak sebanyak 2 merk Pizza lain yang telah masuk di pasar Indonesia. Komitmen perusahaan makanan yang penuh dengan keju ini sangat nampak dari pemilihan bahan baku untuk membuat pizza. Bahkan supplier terbaik sengaja dirangkul untuk membuat kualitas pizza yang tak biasa. Salah satunya Fontera. Fontera inilah yang memasok keju. Sudah kebayang dong bagaimana lezatnya keju dari Fontera yang berada di dalam Pizza? 


Mulai Dari Terong Sambal Ijo Sampai Godzilla

Chikcen Terong Sambal Ijo 
Pernah mendengar Pizza rasa Terong Sambal Ijo? Atau Pizza rasa Petai (Pete)? Rasanya jarang sekali ditelinga kita, saya pun baru pertama kali melihatnya. Biasanya pizza identik dengan rasa dan topping yang sangat western, namun di Papa Ron's, taste lokal atau Indonesia pun mendapat tempat. Dan, tanggapan dari pelanggan pun sangat menyukai rasa ini. Selain Chicken Terong Sambal Ijo, rasa lain yang disajikan adalah Original, Asian Spicy Tuna, Godzilla (Pizza terbesar dengan diameter 50 cm), BBQ Meat Fiesta dan Cream Cheese. Yuk kita tilik satu per satu seperti apa pizzanya.

Original


Sama dengan pizza original lainnya, Papa Ron's memadukan Beef Pepperoni, Smoked Beef, Mushroom, Red & Green Bill Pepper, Black Olive dan Tomato Sauce. Saat digigit smoked beefnya terasa sekali, kemudian kejunya pun lumer dimulut. Bagi yang tidak menyukai bell pepper atau paprika, sebetulnya bisa memesan topping tanpa paprika ini. Sementara, rasa jamur pun tidak usah diragukan lagi, memang lezat. Dan bagian terakhir adalah black olive yang rasanya belum pernah saya makan sebelumnya, namun setelah dikunyah, rasanya seperti kismis. Overall, rasanya cukup enak. 

Asian Spicy Tuna



Saya kurang begitu suka dengan ikan. Begitu mendengar nama Tuna, saya masih berpikir panjang untuk menyantap Asian Spicy Tuna. Sebetulnya diantara Tuna, terdapat campuran mushroom, garlic, tomato dan bahan-bahan lainnya, namun kemudian saya memberanikan diri untuk menyuapkan satu sendok. Dan, ternyata tak seseram yang dibayangkan, rasanya sama seperti pizza lain, hanya aroma khas ikan tuna yang tercium memang sangat khas. Mungkin kalau ada campuran ikan Salmon, saya akan langsung melahapnya.

Chicken Terong Sambal Ijo


Mulanya saya tak percaya dengan rasa terong sambal ijo, namun begitu pizza ini tersaji dalam nampan saji, saya pun percaya. Saya mulai membandingkan dengan 2 merk pizza lain, dan saya belum menemukan pizza seperti ini. Mungkin inilah pizza pertama di Indonesia dengan rasa Terong Sambal Ijo. 

Chicken Terong Sambal Ijo, pizza ini belum masuk ke dalam menu reguler. Namun, apabila mau memesannya, silahkan langsung bertanya dengan pelayan. Untuk menu ini bisa didapatkan di cabang Pondok Pinang tepatnya di Pondok Pinang Cinter lantai dasar. 

Bagi penyuka sambal dan pedas, menu ini sangat tepat. Apalagi racikan terong, ayam dan sambal ijo serta keju yang menyatu dalam satu menu, wow. Gigitan pertama, mata saya berbinar-binar. Mungkin ini salah satu pizza terbaik yang pernah saya makan. Duh, saya tak bisa mengambarkan kekaguman saya pada pizza ini. Silahkan merasakan langsung dan bertahu saya kalau merasakan sensasi yang sama. Inilah salah satu pizza favorite saya di Papa Ron's.Bisa disimpulkan bahwa inilah pizza Chicken Terong Sambal Ijo terenak di Indonesia.

BBQ Meat Fiesta 


Sama dengan pizza Original, BBQ Meat Fiesta ini terdapat beberapa Beef seperti Smoked Beef, Loaded Beef dan Ground Beef. Ketiga beef ini menyatu dalam satu gigitan. Ditambah dengan saus BBQ dan Chicken Tasty. Yes, kalau suka yang banyak daging bahkan ayam, pastinya pizza ini bisa menjadi pilihan.

Godzilla Pizza


Godzilla, sesuai dengan namanya, pizza ini bukanlah sembarang pizza, inilah pizza terbesar di Indonesia. Mozzarella Cheese ditambah dengan tomato sauce pasti akan membuat selera makan menjadi bertambah. Oh iya, tidak seperti pizza-pizza lainnya, Godzilla memiliki ketebalan yang tidak terlalu tebal sehingga sangat crispy atau garing jika dimakan. Wah, tidak habis kekaguman saya dengan Papa Ron's Pizza.

Cream Cheese Pizza


Selain pizza yang seperti biasa, Papa Ron's juga mengeluarkan satu menu baru, Cream Cheese Pizza. Cheese, Cream dan Cherry disatukan dalam satu nampan saji. Sweet, inilah kesan pertama yang hadir ketika disajikan. Dan benar saja, setelah dicoba, pizza ini sangat manis dan gurih, perpaduan antara keju dan cream serta ceri. Oh iya, pizza ini sudah bisa dinikmati mulai minggu ini. So, bagi yang mau berburu yang manis-manis seperti saya, silahkan mampir ke Papa Ron's Pizza terdekat di kota kamu ya. 

Papa Ron's Pizza 
Pondok Pinang Centre, Lantai Dasar
Jalan Ciputat Raya No. 46
Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 

Citarasa Ikan Dari Bumi Sriwijaya


Ikan, Tekwan, Jembatan. Asosiasi kata ini mengalir dalam benak saya. Ikan itu ditangkap dibawah jembatan ketika memancing dan selanjutnya dibuat tekwan. Wah, itu dia rupanya. Lalu, apa hubungannya dengan Bumi Sriwijaya? Tentu saja, Tekwan ini merupakan salah satu kuliner khas selain pempek, salah satu oleh-oleh terkenal di Palembang. Sedangkan jembatan, kita tahu bahwa Palembang ini memiliki jembatan sebagai simbol kota yang menghubungkan Seberang Ulu dan Seberang Ilir dari aliran sungai Musi.

Pindang Ikan Patin


Pada awal tahun, saya berkunjung ke Sumatera Selatan, tepatnya kota Prabumulih, sekitar 3 jam dari Palembang. Seperti biasa, jika berkunjung ke suatu daerah, saya secara sengaja mencoba kuliner yang ada disana. Tersebutlah pindang ikan patin. Ikan patin merupakan salah satu ikan tawar yang dibudidayakan. Ikan patin dahulunya berasal dari Sungai Mekong dan dibawa oleh sudagar-saudagar Tiongkok serta menyebar ke berbagai daerah di Jalur Sutera dan salah satunya Sungai Musi, Palembang.

Pindang ikan patin cenderung berkuah bening dan tak pekat. Rahasianya, pindang tersebut tidak mengunakan santan, malah nanas digunakan sebagai bumbu masakan beserta serai dan kemanggi. Racikan bumbu lain seperti kunyit, lengkuas cabai dan lainnya membuat masakan ini spesial. 


Ketika menyuapkan satu sendok kuah, lidah saya merasakan sensasi segar dari nanas dan bumbu lain bercampur menjadi satu. Saya sebetulnya tidak suka daun kemanggi, namun karena kuahnya terasa segar dan akan lebih lengkap dengan kemanggi, maka dengan senang hati, saya melahapnya. Kemudian, ikan patin telah siap untuk disantap. Ikan pati memilik tekstur yang lembut. Rasanya sedikit tawar namun dengan kuah segar, ikan patin menjelma menjadi primadona. 

Ikan patin seperti ikan pada umumnya, merupakan sumber protein dan asam lemak yang baik bagi tubuh. Tak cukup sampai disitu, ikan patin juga mengandung banyak vitamin, Omega 3, zat besi, yodium dan masih banyak lainnya. Santaplah dengan nikmat karena pindang ikan patin ini sangat sehat bila dikonsumsi berkelanjutan. 

Tekwan


Tekwan, salah satu makanan favorite saya, selain pempek. Kebetulan beberapa hari lalu, saya berkunjung ke salah satu restoran Palembang di Pegangsaan, Jakarta Pusat. Tujuannya hanya menikmati pindang ikan patin dan tekwan. Memang tekwan mudah ditemukan pada restoran yang menyedikan pempek. Bisa dibilang, tekwan ini adalah pempek versi kuah. 

Tekwan seperti yang banyak diceritakan, berasal dari kata "Bekotek Samo Kawan" yang berarti berkumpul sama teman-teman. Memang sudah menjadi bagian dari gaya hidup ketika menikmati masakan ini, lebih enak secara beramai-ramai karena bisa comot sana comot sini, icip sana icip sini. Atau menurut cerita lainnya, Tekwan berasal dari kata take one atau ambil satu-satu. Memang bentuk tekwan yang mirip dengan bakso ini membuat kita leluasa memakannya satu persatu. 


Tekwan memiliki teksur yang sama dengan dengan pempek karena terbuat dari ikan tenggiri. Selain ikan tenggiri, karena memiliki persamaan dengan bakso maka terdapat mie sohun, timun, bengkuang dan semua bumbu. Dan, rasanya memang tak bisa bohong, tekwan ini seperti bakso namun lebih sehat karena terbuat dari ikan.

Lalu apa khasiat yang terkandung didalamnya? Ikan tengiri memiliki protein dan lemak yang baik untuk tubuh atau lemak sehat. Ikan tenggiri memang masih memiliki kerabat dengan tuna dan tongkol.


Di Putra Sriwijaya, saya menemukan salah satu songket Sriwijaya yang merupakan perpaduan antara budaya Tiongkok, Arab dan India, setelah terjadi akulturasi dan perpaduan antara seni tenun yang akhirnya menghasilkan songket ini. Sungguh karya yang luar biasa. Antara kuliner dan songket ini, saya serasa dibawa kembali pada saat mengunjungi Palembang dan Prambumulih beberapa bulan silam. 

Dan berikut adalah Vlog saat mencoba kedua masakan tekwan dan pindang ikan patin. 


Tulisan ini diikutsertakan dalam Jelajah Gizi Minahasa oleh Sarihusada dan Nutrisi Untuk Bangsa
Jelajah Gizi