Tiga Desk Organizer Mini Ini Benar-Benar Menggemaskan


Tiga Desk Organizer Mini Ini Benar-Benar Menggemaskan. Pada akhirnya, setelah mahasiswa Uniflor dirumahkan, giliran dosen dan karyawan Uniflor dirumahkan. Dirumahkan tidak sama dengan liburan. Artinya, mahasiswa tetap belajar, dosen tetap mengajar, dan karyawan tetap bekerja. Tapi semua dilakukan dari rumah. Study from home. Work from home. Kurangi aktivitas di luar rumah.


Apabila ada pekerjaan yang wajib dikerjakan oleh dosen dan karyawan antara tanggal 23 Maret 2020 sampai 4 April 2020, bersifat mendesak dan atas perintah atasan, maka dosen dan karyawan Uniflor harus mengikuti perintah pekerjaan tersebut. Sesuai dengan situasi yang terjadi, di rumah saja, salah satunya, bisa lebih cepat memutus rantai penyebaran virus Corona.


Dua minggu di rumah saja, bukan liburan, tentu bisa menimbulkan kebosanan. Sebenarnya banyak hal yang bisa dilakukan selama masa 'karantina diri sendiri' ini. Berkebun di kebun mini merupakan salah satunya. Yang paling asyik tentu menonton drama Korea, filem-filem terkini, serta membaca buku. Siapa tahu ada buku di lemari buku kalian yang pembungkus plastiknya masih utuh. Perlu dibuka! Bacalah! Mengisi waktu luang ini. Ada pula pekerjaan lain yang bisa dilakukan seperti membersihkan kulkas, membersihkan kamar mandi, menata ulang kamar, menata ulang ruang tamu, dan lain sebagainya. Eits, bagi pecinta kerajinan tangan, tentu di rumah saja memberi begitu banyak waktu untuk berkreasi sepuas-puasnya.

Karena banyak bahan baku kerajinan tangan yang tertinggal di kantor seperti koran dan kardus, tentu saya belum bisa membikin tutorial baru membikin desk organizer atau keranjang koran. Makanya hari ini saya hanya ingin berbagi foto tiga desk organizer mini yang benar-benar menggemaskan dan saya tidak tahu di mana kah mereka sekarang. Haha. Sudah diberikan kepada orang lain hanya saja saya lupa kepada siapa. Semoga bermanfaat bagi mereka yang menerimanya.

Ada tiga desk organizer mini yang saya bikin disela-sela membikin barang lainnya. Ini dia penampakannya:




Mini memang, tapi punya kekuatan yang cukup untuk menampung barang-barang modal kerja. Seperti yang kalian lihat di atas.

Baca Juga: Monotuteh

Mumpung di rumah saja, kalian juga bisa coba membikinnya karena bahan-bahannya tidak perlu banyak banget:

1. Kotak susu atau gulungan tisu.
2. Kardus untuk alas.
3. Pembungkus (kertas majalah juga boleh).

Silahkan berkreasi sepuas-puasnya, gengs!

#RabuDIY



Cheers.

Keranjang Serbaguna Merah Cantik Pesanan Mama Emmi


Keranjang Serbaguna Merah Cantik Pesanan Mama Emmi. Ketemu lagi di #RabuDIY. Harinya kita berkreasi sepuas-puasnya. Kali ini saya mau bercerita tentang produk Do It Yourself (DIY) berbentuk keranjang. Hyess, lihat gambar di atas. Keranjang tersebut dipesan oleh Mama Emmi Gadi Djou saat saya masih sangat rajin dan produktif mendaur ulang sampah. Hehe. Kalian pasti tidak menyangkan bahwa keranjang merah cantik di atas berbahan koran dan kardus kan? Perihal pita, sebenarnya tidak saya pakaikan pita. Tetapi ketika mata saya menangkap pita emas di dos pita, diaplikasikan pada keranjang ini, ternyata hasilnya bagus. Trada ... jadi deh si keranjang merah cantik.

Baca Juga: Bunga Dinding

Bagaimana tata cara membikin keranjang tersebut? Mudah. Kalian bisa membaca pos berjudul Bakets ini. Apabila kalian masih kesulitan juga, boleh request di komen untuk saya membikin tutorialnya baik tulisan maupun video. Ehem. Artinya ... saya bakal kembali rajin ber-DIY-ria nih? Sepertinya begitu. Hehe. Karena, ketika sisa keranjang warna hijau dipakai Meli untuk mengisi segala macam barang (roti, mentega, keju, stoples sosis, dan lain sebagainya) di atas meja makan, kelihatannya juga cantik. Kecantikan yang sama juga saya lihat saat berkunjung ke rumah Mama Emmi. Dua keranjang merah itu bertengger manis di atas meja makan.

Dalam waktu dekat, teman-teman beragama Katolik akan merayakan Paskah. Saya berniat menjual telur paskah hiasan. Otomatis sudah mulai mempersiapkan bahan-bahannya terutama telur! Haha. Selain telur, saya juga bakal menjual lilin berbentuk telur. Warna-warni. Semoga saat percobaan nanti tidak mengalami kegagalan yang berarti *dicibir dinosaurus*. Sedangkan teman-teman beragama Islam juga bakal memasuki Bulan Ramadhan. Eng ing eng ... siapa pun yang membutuhkan keranjang anyaman untuk berbagai keperluan, boleh pesan di saya.

Jualaaaaan!

Ember. Jualan di blog sendiri bukan dosa. Haha. 

Baca Juga: Ruang Tamu DIY

Terus, apa inti pos ini? Tidak ada. Haha. Cuma mau pamer pada kalian tentang keranjang cantik di atas, sekaligus jualan. Bagi teman-teman beragama Katolik, selain telur, keranjang juga bisa dipesan sebagai wadah telur Paskah hias. Tetapi tentunya ini berlaku untuk teman-teman yang ada di Kota Ende dan sekitarnya saja, ya.

Semoga bermanfaat dan semoga ... tertarik! Haha.



Cheers.

Barang-Barang DIY Kece di Kedai Kampung Endeisme


Barang-Barang DIY Kece di Kedai Kampung Endeisme. Adalah pilihan tepat ketika pada awal tahun 2019 saya mengubah tema #RabuLima menjadi #RabuDIY. Mengubah tema harian blog gampang-gampang susah. Saya harus mandi kembang, bertapa, melakukan perjalanan ke Barat mencari kitab suci, menimbang ini itu terlebih dahulu, barulah mengambil keputusan. Bagi kalian yang bingung soal tema harian di blog ini, nonton video berikut:


Mengapa saya menulis adalah pilihan tepat ketika pada awal tahun 2019 saya mengubah tema #RabuLima menjadi #RabuDIY? Pertama: dunia Do It Yourself (DIY) adalah dunia kreativitas tanpa batas. Kedua: saya sendiri punya renjana di dunia DIY dan pernah meraup keuntungan Jutaan Rupiah hanya bermodalkan sampah seperti koran, majalah, botol plastik, kardus, hingga kaleng. Terbukti, tema #RabuDIY masih bertahan hingga saat ini. And I love it so much. Come on, guys, begitu banyak barang bernilai ekonomi lebih tinggi dari barang (dasar) yang sudah ingin dibuang ke tempat sampah. Yang dibutuhkan hanyalah percikan kreativitas.

Baca Juga: Membikin Pajangan Cantik Berbahan Beras dan Kulit Kerang

Kemarin sore saya dan teman-teman; Violin, Oedin, Cahyadi, Al, pergi ke sebuah kedai bernama Kedai Kampung Endeisme. Cerita lengkap tentang kedai ini bakal saya pos di Hari Senin. Videonya sendiri bakal saya pos Jum'at besok di Youtube. Hari ini saya hanya mau bercerita pada kalian, bahwa di sebuah kedai mungil yang lokasinya pun tidak di pusat Kota Ende, kalian akan menemukan begitu banyak barang-barang bernilai seni tinggi dan spot-spot instagenic untuk keperluan foto yang bakal dipos di Instagram. Awal waktu diundang ke sana oleh pemiliknya, ekspetasi saya biasa-biasa saja. Ternyata saya salah! Memalukan sekali saya ini hahaha.

Barang-barang DIY ada di Kedai Kampung Endeisme akan berbicara melalui foto-foto di bawah ini.


Dari depan sudah terlihat dengan sangat jelas bahwa Kedai Kampung Endeisme memang berkonsep #DIY. Mulai dari papan namanya sampai bangku-bangku berbahan ember bekas cat.


Selain bangku-bangku berbahan ember bekas cat, dan kayu-kayu bekas, juga ada bangku yang satu ini, yang dialas dengan karung goni. Apa nama karung ini di daerah kalian? Kalau kami sih menyebutnya karung goni hahaha. Karung goni jangan disepelekan loh, saat ini karung goni dimanfaatkan sebagai bahan dasar kerajinan tangan seperti membikin kantung unik, tali goni buat hiasan jar, dan lain sebagainya.


Rak kayu dicat hitam yang diisi buku-buku sampai pernak-pernik. Sumpah, saya penasaran sama isi botol kaca itu. Yang jelas itu bukan beras warna-warni seperti yang pernah saya bikin. Herannya, saya lupa bertanya. Nantilah kalau ke sana lagi bakal saya tanya apa isinya.


Tulisan-tulisan menarik di dinding, gambar-gambar, dan totebag. Salah satu pemiliknya itu punya blog petikata. Tapi kalau dia lebih sering bermain dengan kata-kata di Facebook. Keren-keren lah.


Mandala yang satu ini juga dibikin/dilukis sendiri. Memang benar ya kalau orang seni yang membuka kafe, semua pernak-pernik dan hiasan dinding bisa dibikin sendiri. Menghemat ongkos.


Kece kan? Jelas! 

Baca Juga: Tempat Cincin DIY Untuk Pernikahan Sahabat Saya Deasy Daulika

Berkunjung ke Kedai Kampung Endeisme tidak saja memuaskan mata tetapi juga membikin jiwa DIY saya memberontak. Bertanya-tanya, kapan saya bakal kembali ke dunia DIY. Cahyadi sendiri pernah menyarankan saya untuk membikin konten video tentang dunia DIY saya seperti bagaimana cara saya membikin keranjang, tempat tisu, desk-organizer, wall-organizer, hiasan dinding, tas berbahan celana jin bekas, sofa celana jin, kaktus batu, berkreasi dengan semen, sampai pohon Natal menggunakan pipa kertas! Byuuuuuh *garuk-garuk kepala*. Mau sih, tapi waktu belum mengijinkan. 

Semoga pos ini bermanfaat untuk kalian semua. Yuk berkreasi sebanyak-banyaknya. Jangan biarkan ide-ide kreatif kalian menguap begitu saja.

#RabuDIY



Cheers.

Ngobrol-Ngobrol Santai Tema Konten Youtube Milik Oe Din


Ngobrol-Ngobrol Santai Tema Konten Youtube Milik Oe Din. Namanya Oedin, asal Barai, Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Kenal Oedin sudah lama. Kemudian menjadi akrab karena kami sama-sama tergabung dalam komunitas bernama Relawan Bung Karno Ende dan Exotic NTT Community. Oedin sudah lama jadi Youtuber karena renjananya memang di dunia videografi dan fotografi. Saya akui, dia adalah pekerja keras, pantang menyerah, selalu mau belajar hal-hal baru, serta tidak pelit. Apa pun yang bisa dia bantu, pasti dibantu, salah satunya membagi aplikasi-aplikasi sunting video pada teman-teman, termasuk saya. Kami sering terlibat dalam diskusi-diskusi seru hingga larut malam, terutama tentang dunia videografi, fotografi, pariwisata dan ekonomi kreatif.

Baca Juga: Merawat Budaya Bersama Uniflor Sebagai Mediator Budaya

Kalau kalian mengintip channel Youtube-nya, Oe Din, ada banyak video tentang Kabupaten Ende. Tetapi beberapa video terbarunya mulai dibikinkan tema khusus. Ini menarik karena tema khusus itu, sepanjang pantauan saya, ada dua. Yang pertama: Ngobrol-Ngobrol Santai. Yang kedua: Makan e, Kita. Tentu video-video lainnya masih rajin diunggah oleh Oedin. Seperti apa Ngobrol-Ngobrol Santai itu? Marilah dibaca sampai selesai.

Ngobrol-Ngobrol Santai


Saya suka menonton video Ngobrol-Ngobrol Santai a la Oedin. Karena, dasarnya saya sendiri juga suka mengobrol dan pernah membawakan program Ngobras (Ngobrol Asyik dan Seru) di Radio Gomezone. Iya, dulu waktu masih siaran di radio swasta itu. Ngobras selalu punya topik asyik untuk diobrolkan dengan sangat seru oleh para radio jockey-nya. Saya, Iwan Aditya, dan tambahan seorang lagi yaitu Yoyok Purnomo. Topik-topik yang pernah dibawakan di Ngobras itu antara lain Kita dan Pancasila, Etika Berinternet, dan 10 Cara Asyik Merayakan Tahun Baru. Sedangkan kalau Ngobrol-Ngobrol Santai a la Oedin, temanya tergantung bintang tamu yang diajak mengobrol. Di situ tugas Oe Din adalah mengorek sebanyak-banyaknya informasi dari si bintang tamu. Ngobrol-Ngobrol Santai berarti mengobrol dengan santai, gaya bebas, selama tidak melanggar Sara Wijayanto SARA. Menulis Sara jadi ingat #DMS. Hahaha.

Anyhoo, mari kita lanjutkan.

Set Studio


Ngobrol-Ngobrol Santai tentu dilakukan di studio dan/atau indoor. Memang tidak wajib harus indoor tetapi saat ini masih dilakukan indoor. Karena Oedin belum punya studio khusus untuk konten Youtube yang satu ini, dan karena Pohon Tua (nama rumah saya) cukup luas dan cukup instagenic, maka Pohon Tua di-set menjadi studio Ngobrol-Ngobrol Santai. Ada bidang Pohon Tua yang ditempel bingkai berisi aneka hasil sketsa Violin Kerong. Ada sudut Pohon Tua yang bagus dijadikan lokasi mengobrol. Mana-mana suka. Soalnya dinding Pohon Tua kan punya banyak warna. Haha. Saat ini saya sedang pengen menempel peta buta Pulau Flores di salah satu dindingnya. Supaya bisa digunakan oleh siapa pun, termasuk Oe Din.

Untuk urusan properti, jangan kuatir! Di rumah saya banyak properti yang bisa digunakan. Hiasan meja unik-unik, dan lain sebagainya. Tetapi bisa juga properti dibawa pula oleh bintang tamu yang diwawancara. Tinggal mengaturnya agar terlihat artistik.

Violin Kerong dan Natalia Mudamakin


Dua orang yang pernah diwawancara dalam Ngobrol-Ngobrol Santai adalah Violin Kerong dan Natalia Mudamakin. Hwah, saya suka sekali. Violin Kerong adalah dosen Prodi Arsitektur pada Fakultas Teknik Universitas Flores (Uniflor) yang punya bakat kece yaitu sketsa wajah. Ya, betul sekali. Sketsa-sketsanya dititipkan di Pohon Tua dan menjadi galeri mini keren di ruang tamu. Tiga sketsa terakhir yang dia antar ke rumah itu Chester (alm.) dan Jack Sparrow (Johnny Depp). Selain mengsketsa wajah, Violin juga sangat mahir membikin kerajinan tangan seperti tempat tisu, tempat cincin pernikahan, gelang, kalung, gantungan kunci, bahkan boneka-boneka lucu ine berbaju zawo-zambu berbahan kain flanel.



Natalia Mudamakin sendiri merupakan mahasiswi Fakultas Teknologi Informasi Uniflor. Kenal dia juga sudah dari duluuuuu banget. Soalnya dia kan anak tetangga. Hehe. Natalia merupakan wirausahawati muda yang mendirikan brand Palapa Rasa dengan motivasi kuat untuk menyediakan tempat bagi anak muda Ende untuk bekerja dan berdaya. Palapa Rasa merupakan brand snack buah organik khas pertama di Kabupaten Ende yang mengangkat cita rasa kuliner khas Flores. Natalia dengan brand Palapa Rasa meraih Juara 3 Ethical Entrepreneur Ende. Waktu Ngobrol-Ngobrol Santai itu kami mengatur brand milik Natalia termasuk penghargaan yang diterimanya sebagai properti.



Oh ya, Oedin juga sudah Ngobrol-Ngobrol Santai bareng saya. Footage sudah terkumpul dan sedang dalam tahap sunting. Asyiiiikkkk.

Rencananya bakal banyak Orang Ende yang diwawancarai sama Oedin seperti Rikyn Radja, Denis Parera, Om Benny Laka, dan lain-lainnya. Supaya apa? Menunjukkan pada banyak orang bahwa Kabupaten Ende ini kaya akan orang-orang kreatif dan berprestasi. Saya bangga ketika video-video tersebut menuai komentar positif dari para penontonnya.

Konten Berkualitas


Saya pernah menulis pos berjudul Membikin Konten Youtube Memang Harus Tekun dan Ulet dan memang, kalau tidak tekun dan ulet susah jadi Youtuber. Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah kontennya itu sendiri. Dimulai dari judul yang tidak click bait, hingga isi konten yang seharusnya berfaedah dan menghibur. Para penonton video-video di Youtube tentu tahu bahwa begitu banyak video yang judulnya click bait, kontennya hasil copy paste sana-sini dan digabung-gabung, sampai ada konten yang benar-benar terkesan maksa demi memburu Rupiah. Ngobrol-Ngobrol Santai a la Oedin merupakan konten berkualitas dan sangat saya rekomendasikan pada kalian. Bukan iklan, bukan sulap, bukan sihir, kalian harus percaya bahwa Ngobrol-Ngobrol Santai memang wajib ditonton!


Menulis Ngobrol-Ngobrol Santai a la Oedin ini mengingatkan saya pada konten Youtube milik sendiri. Sejak tahun 2007 mendaftar di Youtube, baru sekarang mau mulai serius. Lucu juga. Hahaha. Ke mana saja saya selama ini. Video yang ada malah kebanyakan meng-cover lagu-lagu saja. Kalau kalian penasaran, silahkan intip channel Youtube saya. Salah satu videonya yang di bawah ini:



Sama halnya dengan blog ini yang punya tema harian, saat ini saya juga membikin tema untuk channel tersebut, antara lain Blogging, Podcas(t)uteh, dan BlogPacker. Masih pengen bikin tema tentang un-bungkusin makanan yang dijual online, ngikut Pak Jaf. Tapi ... nanti deh. Susah juga soalnya. Hahaha. Ribet di proses sunting! Doakan saja semoga saya tetap semangat membikin konten untuk dipublikasikan di Youtube. Ide bertebaran, tenaga tidak bisa dipaksakan. Maklum, sudah uzur.

Baca Juga: Menulislah Dengan Baik Meskipun Tidak Selalu Harus Benar

Semoga pos ini bermanfaat bagi kalian. Setidaknya ada informasi bagus yang bisa kalian peroleh dengan berkunjung ke blog ini. Hehe. Dan bagi kalian para Youtuber, tetap semangat! Tetap memberikan video-video bermanfaat, konten berkualitas, untuk para penonton baik subscriber maupun penonton random. Yang jelas, harus pertahankan orisinalitas, kembangkan ide-ide kreatif, merekam video dengan baik, menyunting dengan baik, insha Allah videonya juga baik, menarik, dan menyenangkan.

#SeninCerita
#CeritaTuteh



Cheers.

Desk-Organizer Nuansa Biru Cantik Untuk Yohana Gabriela


Desk-Organizer Nuansa Biru Cantik Untuk Yohana Gabriela. Sumpah, menulis ini saya merindukan masa-masa produktif mendaur ulang sampah dulu. Rumah dipenuhi sama tumpukan koran, tumpukan majalah lama, kardus-kardus bekas, nampan berisi kaleng cat aneka warna, kuas aneka ukuran, kertas-kertas kado cantik, botol plastik aneka ukuran, gelas plastik dan gelas kertas/karton, kaleng bekas susu, gunting, cutter, alat tulis dan penggaris, hot glue gun, lem kayu (Webber), kotak pita dan pentul, sampai jepit pakaian! Whuaaaah. Gilaaaa! Tempat kerja mendaur ulang pun berpindah dari ruang keluarga ke ruang makan. Dan bukan barang baru jika tangan saya dipenuhi cat warna-warni karena proses mengecat keranjang, misalnya.

Baca Juga: Ruang Tamu DIY

Waktu sedang panas-panasnya, pesanan menumpuk, saya banyak sekali menerima pesanan tempat tisu dan desk-organizer. Ada buku khusus pesanan! Hehe. Setelah dua item itu, item lainnya yang juga banyak dipesan adalah keranjang dan keranjang ulir. Mungkin pada masa itu otak saya berkembang sangat pesat, haha, karena ide-ide bermunculan simpang-siur, minta ditangkap. Khusus untuk desk-organizer saya selalu berusaha agar tidak ada yang bentuknya sama. Supaya setiap orang merasa bahwa desk-organizer itu memang untuk dirinya, ciri khas dirinya, yang dia minta saat memesan. Terutama bila warna yang mereka pesan untuk desk-organizer tersebut sesuai.

Suatu kali, teman kerja saya Yohana Gabriela memesan desk-organizer bernuansa biru. Saya bertanya: mau yang di-cat atau yang dibungkus kertas kado? Dia minta yang kertas kado dengan ukuran normal. Artinya tidak sebesar desk-organizer pesanan Enchyz Monteiro. Tapi harus bisa memuat alat tulis, gunting, hekter, lem, dan barang-barang kantor/pekerjaan lainnya. Maka otak saya mulai bekerja. Pertama: memikirkan dan/atau merancang bentuk kasarnya terlebih dahulu. Setelah itu mulai membikin rangka-rangka hingga mengetes kesesuaian bentuk pada alas/dasar desk-organizer bersangkutan. Saatnya membungkus semua rangka dan alas/dasar dengan kertas kado. Sumpah, saya suka banget sama kertas kadonya. Warnanya biru lembuuuut dengan karakter kartun begitu. 

Jadinya seperti pada gambar berikut ini (kalau bagian cover kurang terlihat):


Cantik kan ya?

Oh ya, setelah semua rangka terpasang pada alas/dasar, saya pikir-pikir bakal lebih bagus kalau diikat pita putih. Kebetulan stok yang selalu ada itu pita warna putih dan biru. Ugh wow, jadinya malah tambah cantik dan perasaan tak rela menyerahkan desk-organizer ini muncul. Haha. Desk-organizer ini saya jual seharga Rp 25.000 (Dua Puluh Lima Ribu Rupiah) saja. Oh ya, biasanya untuk menampilkan bentuk utuh atau fungsi dari sebuah karya seperti desk-organizer maka saya selalu menempatkan barang-barang yang sesuai peruntukkannya seperti alat tulis, mistar, gunting, hekter, isolasi, bahkan uang. Itu semacam properti pendukung hehehe.

Baca Juga: Baskets

Desk-organizer semacam ini memang sederhana dan mudah dibikin. Barang-barang dasar untuk membikinnya pun tidak susah dicari. Yang susah itu merancang bentuknya hahaha, karena memang pengen tidak ada yang sama antara pesanan yang satu dengan pesanan lainnya.

Semoga pos ini bermanfaat. Siapa tahu setelah membaca ini kalian pengen bikin juga. Ayuklah dibikin. Tunjukkan ke saya hasilnya *ngikik*.

#RabuDIY



Cheers.

Membikin Pot Pembibitan Menggunakan Botol Plastik Bekas


Membikin Pot Pembibitan Menggunakan Botol Plastik Bekas. Sampah lagi, sampah lagi, plastik lagi, plastik lagi. Saya tidak akan pernah bosan menulis tentang sampah plastik. Saya juga tidak akan pernah berhenti berusaha agar sampah plastik ini bisa dikreasikan agar punya nilai tambah. Salah satu sampah plastik yang paling sering kita temui sehari-hari adalah bekas kemasan minuman baik bentuk gelas maupun bentuk botol. Di musim hujan, sampah plastik yang terbawa arus air sungguh menyesakkan got, jalan, dan perasaan. Setidaknya kami sekeluarga sudah mengurangi sampah plastik terutama botol, dengan cara selalu membawa tumblr. Khusus saya pribadi, membawa tiga botol yaitu dua tumblr dan satu termos kopi susu.

Baca Juga: Ini Dia Produk Do It Yourself Pertama yang Saya Bikin

Banyak produk Do It Yourself (DIY) yang bisa kalian bikin dengan memanfaatkan botol plastik bekas. Salah satunya membikin pot pembibitan! Saya pernah melakukannya, membibit daun sop di botol plastik bekas. Tidak percaya? Ini dia buktinya:


Memanfaatkan botol plastik bekas untuk pot pembibitan bisa dilakukan dengan langsung menanam seperti gambar kedua atau gambar jejeran botol plastik pembibitan daun sop di atas. Bisa juga dengan cara seperti pada gambar pertama di pos ini. Botol plastiknya dibelah, bagian atas dibalik menutup bagian bawah (bagian dasar), terus pada tutupan dibikin lubang tali sekaligus diisi tanah dan bibit. Nantinya tidak perlu rutin disiram, karena air bakal terserap melalui tali tersebut. Sebagai pemanis, botolnya bisa dicat warna-warni.

Karena daun sop itu batangnya juga kecil-kecil, ada juga sih yang besar, maka waktu itu saya tidak perlu memindahkan lagi bibit daun sop yang sudah tumbuh ke wadah lain yang lebih besar. Karena wadah yang lebih besar saya manfaatkan untuk menanam cabe dan tomat. Cabenya sukses, tomatnya diserang hama dan hancur kehidupan si tomat sebelum dewasa. Byuuuh!

Baca Juga: Membikin Pajangan Cantik Berbahan Beras dan Kulit Kerang

Anyhoo, karena membikinnya mudah, sangat mudah malahan, maka saya tidak perlu menulis tutorialnya ya. Dengan melihatnya saja saya pikir kalian pasti sudah tahu. Yang jelas, apabila sampah plastik botol bekas ini sudah dikreasikan, usahakan jangan kalap membeli air mineral dalam kemasan botol, karena bakal 50:50 lagi. Bakal ada sampah plastik lagi. Salah satu cara paling sederhana mengurangi sampah botol plastik adalah dengan membeli tumblr. Percaya deh, membawa tumblr ke mana-mana itu keren dan juga bikin kita lebih berhemat. Hehe.

Semoga bermanfaat!

#RabuDIY



Cheers.

Ini Dia Produk Do It Yourself Pertama yang Saya Bikin


Ini Dia Produk Do It Yourself Pertama yang Saya Bikin. Apa nama yang tepat untuk kerajinan tangan yang satu ini? Huruf timbul kah? Atau ...? Kalau kalian tahu, tolong komen di bawah. Haha. Katakanlah namanya huruf timbul. Maka, huruf timbul ini saya bikin berbahan barang bekas yaitu karton super tebal, kardus bekas, dan kalender lama. Alat-alatnya tentu gunting, pisau cutter, dan lem. Membikinnya memang tidak lama. Saya hanya mengandalkan tulisan tangan untuk membentuk huruf-huruf tersebut. Hanya saja saya masih aneh sama huruf r-nya. Tapi tetap bisa kalian baca kan? BlogPacker. Sampai dengan menulis ini, saya masih ingin membikin lagi huruf timbul serupa. Semacam penyempurnaan. Tapi ... entah.

Baca Juga: Membikin Sendiri Rak Kue Susun Tiga Bertema Marshmello

Bagaimana dengan kalian? Pernah membikin produk DIY yang seperti ini juga? Dan ya, sekali lagi, apabila kalian tahu nama yang tepat untuk kerajinan tangan ini, mohon komen di bawah.

That's all.

Selamat berkreasi!

#RabuDIY



Cheers.

Membikin Sendiri Rak Kue Susun Tiga Bertema Marshmello


Membikin Sendiri Rak Kue Susun Tiga Bertema Marshmello. Sekitar tahun 2017 s.d. pertengahan 2018 saya masih tekun memproduksi barang-barang daur ulang seperti desk-organizer, hiasan dinding, mangkuk, keranjang, tas, pot bunga, tempat tisu, sampai gantungan kunci. Karena judulnya daur ulang tentu saja bahan-bahannya merupakan sampah seperti koran, majalah, kardus/karton, botol plastik, kaleng susu, gelas plastik dan gelas kertas, celana jin, kotak bekas minuman, hingga sedotan. Tetapi untuk memproduksi barang-barang berkonsep #DIY (bikin sendiri) saya tidak melulu menggunakan barang bekas. Semen, misalnya. Untuk membikin pot bunga unik berbahan semen, saya tentu harus membeli semen sekitar satu sampai dua kilogram. Sementara itu untuk mewarnai keranjang anyaman berbahan pipa koran/kertas dan kardus, saya harus membeli cat minyak berkaleng-kaleng sesuai jumlah warna yang dibutuhkan.

Baca Juga: Membikin Pajangan Cantik Berbahan Beras dan Kulit Kerang

Kembali ke masa-masa produktif, saya sampai harus mencatat semua pesanan orang-orang berdasarkan timeline agar pekerjaan berdasarkan hobi tersebut tidak serampangan. Maksudnya, saya harus betul-betul bisa menepati janji waktu pengerjaan yang ditetapkan yaitu tiga sampai tujuh hari per barang. Awalnya tempat tisu baru bisa benar-benar selesai pengerjaannya sekitar tiga hari per tempat tisu. Tapi dengan semakin lihainya tangan dan jemari, sehari saya bisa memproduksi sampai lima tempat tisu. Sama halnya dengan keranjang. Awalnya bisa sampai lima hari per keranjang berukuran sedang. Lama-kelamaan sehari bisa dapat empat keranjang, bahkan sudah selesai dicat sempurna (hanya tinggal menunggu cat-nya kering).

Entah apa yang merasuki orang-orang sampai begitu sukanya mereka sama barang-barang daur ulang yang saya produksi. Bahkan ada yang memesan lebih dari satu barang. Mungkin karena barang daur ulang merupakan barang unik yang tidak dijual di toko-toko; termasuk permintaan warna dan karakter yang digunakan. Mungkin karena mereka sudah bosan dengan tempat tisu plastik yang modelnya itu-itu saja. Mungkin mereka memang ingin menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dengan memesan barang daur ulang. Ada banyak kemungkinan. Yang jelas, hanya dari memproduksi barang daur ulang saya bisa menghasilkan jutaan Rupiah. Memanfaatkan koneksi/pertemanan untuk promosi merupakan salah satu jalan paling ampuh.

Percayalah ... saya sudah melakoninya dan menikmati hasilnya.

Suatu saat keponakan saya, Indri, memesan rak kue susun tiga bakal tempat cupcakes. Jangka waktu yang diberikan adalah satu minggu dengan biaya yang cukup fantastis sih, sesuai dengan harga barang yang sama yang dipesannya di toko online. Sampai dia memesan pada saya adalah karena barang pesanannya itu baru tiba setelah tanggal keramat/ulangtahun si pemesan cupcakes ulang tahun. Awalnya saya ragu, tapi kemudian tawaran itu saya terima juga.

Membikin rak kue susun tiga susah-susah gampang. Karena bikinnya sudah lama, dan saya tidak pernah memikirkan proses produksi, sehingga tidak banyak foto yang bisa dihasilkan dari barang yang satu itu. Yang jelas, kardus yang digunakan harus yang super tebal. Maka saya tidak meminta kardus bekas mi atau minuman gelas pada tetangga melainkan membeli kardus super besar dan super tebal di toko sembako. Untuk mengatasi kejadian salah bikin, saya membeli tiga kardus super tersebut. Lantas, kreativitas mulai didorong untuk lebih dan lebih ... ini pertama kali ... saya yakin gagal sudah pasti.

Baca Juga: Membikin Aneka Kerajinan Tangan Berbahan Kancing

Gagal? Memang. Haha. Tapi saya sudah menyiapkan bahan cadangan. Dengan sedikit sentuhan kreativitas, maka jadilah rak kue susun tersebut.


Penampakannya begitu itu ya. Jauh dari kata sempurna. Tapi itulah kemampuan saya *ngikik*. Alhamdulillah keponakan malah suka. Tanpa banyak basa-basi, karena waktu sudah sangat mepet, rak kue susun ini langsung diangkut ke rumahnya untuk diisi dengan cupcakes-cupcakes pesanan. Waktu melihat hasilnya setelah diletakkan cupcakes, kok malah bagus. Cupcakes-nya yang bagus, rak kue susunnya sih teteup begitu itu. Yang jelas itu pengalaman pertama dan terakhir membikin rak kue susun, sebelum akhirnya saya jeda memproduksi aneka barang DIY.

Bagaimana menurut ngana? Haha. Bagi tahu di papan komentar.

Semoga bermanfaat, atau setidaknya mampu memberi inspirasi pada kalian semua.

#RabuDIY



Cheers.

Membikin Sendiri Rak Kue Susun Tiga Bertema Marshmello


Membikin Sendiri Rak Kue Susun Tiga Bertema Marshmello. Sekitar tahun 2017 s.d. pertengahan 2018 saya masih tekun memproduksi barang-barang daur ulang seperti desk-organizer, hiasan dinding, mangkuk, keranjang, tas, pot bunga, tempat tisu, sampai gantungan kunci. Karena judulnya daur ulang tentu saja bahan-bahannya merupakan sampah seperti koran, majalah, kardus/karton, botol plastik, kaleng susu, gelas plastik dan gelas kertas, celana jin, kotak bekas minuman, hingga sedotan. Tetapi untuk memproduksi barang-barang berkonsep #DIY (bikin sendiri) saya tidak melulu menggunakan barang bekas. Semen, misalnya. Untuk membikin pot bunga unik berbahan semen, saya tentu harus membeli semen sekitar satu sampai dua kilogram. Sementara itu untuk mewarnai keranjang anyaman berbahan pipa koran/kertas dan kardus, saya harus membeli cat minyak berkaleng-kaleng sesuai jumlah warna yang dibutuhkan.

Baca Juga: Membikin Pajangan Cantik Berbahan Beras dan Kulit Kerang

Kembali ke masa-masa produktif, saya sampai harus mencatat semua pesanan orang-orang berdasarkan timeline agar pekerjaan berdasarkan hobi tersebut tidak serampangan. Maksudnya, saya harus betul-betul bisa menepati janji waktu pengerjaan yang ditetapkan yaitu tiga sampai tujuh hari per barang. Awalnya tempat tisu baru bisa benar-benar selesai pengerjaannya sekitar tiga hari per tempat tisu. Tapi dengan semakin lihainya tangan dan jemari, sehari saya bisa memproduksi sampai lima tempat tisu. Sama halnya dengan keranjang. Awalnya bisa sampai lima hari per keranjang berukuran sedang. Lama-kelamaan sehari bisa dapat empat keranjang, bahkan sudah selesai dicat sempurna (hanya tinggal menunggu cat-nya kering).

Entah apa yang merasuki orang-orang sampai begitu sukanya mereka sama barang-barang daur ulang yang saya produksi. Bahkan ada yang memesan lebih dari satu barang. Mungkin karena barang daur ulang merupakan barang unik yang tidak dijual di toko-toko; termasuk permintaan warna dan karakter yang digunakan. Mungkin karena mereka sudah bosan dengan tempat tisu plastik yang modelnya itu-itu saja. Mungkin mereka memang ingin menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dengan memesan barang daur ulang. Ada banyak kemungkinan. Yang jelas, hanya dari memproduksi barang daur ulang saya bisa menghasilkan jutaan Rupiah. Memanfaatkan koneksi/pertemanan untuk promosi merupakan salah satu jalan paling ampuh.

Percayalah ... saya sudah melakoninya dan menikmati hasilnya.

Suatu saat keponakan saya, Indri, memesan rak kue susun tiga bakal tempat cupcakes. Jangka waktu yang diberikan adalah satu minggu dengan biaya yang cukup fantastis sih, sesuai dengan harga barang yang sama yang dipesannya di toko online. Sampai dia memesan pada saya adalah karena barang pesanannya itu baru tiba setelah tanggal keramat/ulangtahun si pemesan cupcakes ulang tahun. Awalnya saya ragu, tapi kemudian tawaran itu saya terima juga.

Membikin rak kue susun tiga susah-susah gampang. Karena bikinnya sudah lama, dan saya tidak pernah memikirkan proses produksi, sehingga tidak banyak foto yang bisa dihasilkan dari barang yang satu itu. Yang jelas, kardus yang digunakan harus yang super tebal. Maka saya tidak meminta kardus bekas mi atau minuman gelas pada tetangga melainkan membeli kardus super besar dan super tebal di toko sembako. Untuk mengatasi kejadian salah bikin, saya membeli tiga kardus super tersebut. Lantas, kreativitas mulai didorong untuk lebih dan lebih ... ini pertama kali ... saya yakin gagal sudah pasti.

Baca Juga: Membikin Aneka Kerajinan Tangan Berbahan Kancing

Gagal? Memang. Haha. Tapi saya sudah menyiapkan bahan cadangan. Dengan sedikit sentuhan kreativitas, maka jadilah rak kue susun tersebut.


Penampakannya begitu itu ya. Jauh dari kata sempurna. Tapi itulah kemampuan saya *ngikik*. Alhamdulillah keponakan malah suka. Tanpa banyak basa-basi, karena waktu sudah sangat mepet, rak kue susun ini langsung diangkut ke rumahnya untuk diisi dengan cupcakes-cupcakes pesanan. Waktu melihat hasilnya setelah diletakkan cupcakes, kok malah bagus. Cupcakes-nya yang bagus, rak kue susunnya sih teteup begitu itu. Yang jelas itu pengalaman pertama dan terakhir membikin rak kue susun, sebelum akhirnya saya jeda memproduksi aneka barang DIY.

Bagaimana menurut ngana? Haha. Bagi tahu di papan komentar.

Semoga bermanfaat, atau setidaknya mampu memberi inspirasi pada kalian semua.

#RabuDIY



Cheers.

Kalau Kalian Pemberani Coba Nonton Nerorrist by Nessie


Kalau Kalian Pemberani Coba Nonton Nerorrist by Nessie. Hola! Sabtu lagi. Review lagi. Setiap Sabtu blog ini akan membahas banyak hal mulai dari buku, filem, musik, tokoh, kafe, makanan, dan lain sebagainya. Tidak semua yang saya tulis merupakan sesuatu yang baru. Bisa saja filem yang dibahas justru sudah booming sepuluh tahun lalu dan telah di-review banyak blogger. Namanya juga me-review (mengulas), sah-sah saja meskipun bukan sesuatu yang baru. Hehe. Bukan membela diri, tapi setidaknya sebagai penikmat karya, kita juga punya hak untuk memberikan komentar dan kritikan. Tetapi perlu diingat, mengkritik bukan berarti menghina. Karena sebagai orang yang juga punya karya, meskipun tidak banyak, saya juga siap menerima komentar dan kritikan.

Baca Juga: Fiersa Besari Memang Jagoannya Merangkai Kata-Kata

Baru-baru ini Indonesia dan jagad per-Youtube-an dihebohkan dengan salah satu channel yang ditutup oleh Youtube. Hyup, Calon Sarjana. Berdasarkan berbagai berita yang saya baca, alasan Youtube menghapus channel tersebut adalah karena HaKI. Adalah channel JT yang sudah tiga kali melaporkan kepada Youtube bahwa video-video mereka ditiru oleh Calon Sarjana. Setelah mendapat tiga kali laporan copyright strike, maka Youtube bakal menutup/menghapus channel yang dilaporkan tersebut. Bayangkan, subscriber Calon Sarjana itu sudah mencapai 13 (tiga belas) juta! Terus channel-nya dihapus. Ini ibarat sedang mengunyah makanan favorit tapi dilarang menelan. Lepeeeeh sana! Kabarnya Calon Sarjana sudah meminta maaf dan kemudian mengganti salah satu channel dari dunianya para 'Calon' ini yaitu Calon Ilmuwan dengan Calon Sarjana.

Banyak channel setipe Calon Sarjana yang ritmenya sama yaitu mengambil video sana-sini, digabungin, disunting, dikasih suara/narator, ditambah sedikit animasi, terus diunggah ke Youtube. Saya pikir kalian juga tentu tahu channel-channel tersebut. Meskipun kita jelas menerima informasi (baru) dari video mereka, tapi pihak lain yang merasa dirugikan tentu tidak terima. Oleh karena itu saya justru lebih suka sama channel-channel yang bekerja keras melakukan riset, menyusun kontennya, dan pemiliknya berbicara langsung di depan kamera. Seperti Nessie Judge, Yuvi Phan, dan Detektif Aldo. Atau seperti Deddy Corbuzier, Raditya Dika, dan Anji dalam Dunia Manji.

Salah satunya yang bakal saya ulas hari ini adalah Nessie Judge.

Nessie Judge


Beberapa informasi yang saya peroleh dari Wikipedia menyebutkan bahwa Nessie Judge punya nama lengkap Nasreen Anisputri Judge. Dia lahir di Solo, 30 Oktober 1993. Nessie dikenal sebagai konten kreator dan social media influencer berketurunan Pakistan-Belanda-Tionghoa. Urusan isi kepala, jelas dia cerdas banget, bahkan bahasa Inggris-nya itu bikin iri. Hyup, Nessie merupakan lulusan Fakultas Bisnis dengan gelar Bachelor of Business Administration (BBA) di IPMI International Business School angkatan 2012, dan lulus dengan predikat Magna cum laude pada tahun 2016. Yeaaayyyy *tepuk tangan a la Nessie*.

Sebelum lanjut, apa sih yang membikin saya begitu menyukai Nessie?

1. Wajahnya cantik. Haha.
2. Percaya diri saat bicara di depan kamera.
3. Smart dan bahasa Inggris-nya wow.
4. Apa adanya.
5. Eyeliner!
6. Set untuk taping yang menawan.

Cara Nessie berbicara di depan kamera juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para bos-bos-nya dia. Iya, dia memanggil penontonnya dengan bos. Hebatnya, di setiap video Nessie selalu ada kontak/interaksi antara Nessie dengan siapa pun yang menonton. Komen di bawah merupakan salah satu kalimat pamungkas yang saya suka. Dan tentu saja Nessie dan tim-nya akan membaca semua komentar yang bertaburan. Ada video-video khusus yang membahas komentar-komentar (dari salah satu video, misalnya) tersebut. Salah satu yang pernah saya nonton adalah tentang kopi bersianida yang menewaskan Wayan Mirna Salihin. Seru lah ya ketika Nessie dan Rutfy (kalau tidak salah nama temannya/tim-nya) membacakan komentar/pendapat orang-orang tentang kasus tersebut.

Nerorrist


Dari video yang biasa-biasa saja, misalnya bercerita ini itu, Nessie kemudian membikin konten dengn tema khusus yang bernama Nerorrist. Nerorrist merupakan video-video bertema horor yang dikemas super menarik oleh Nessie dan tim-nya. Kadang tema Nerorrist ditentukan sendiri oleh Nessie, kadang tema Nerorrist diambil dari usulan para penonton/subscriber-nya. Nerorrist memuaskan keinginan banyak orang tentang hal-hal yang masih menjadi misteri, masih menjadi pertanyaan, masih membikin penasaran. Tentu yang horor atau yang sifatnya neror begitu. Misalnya tentang teori-teori konspirasi dunia. Dari menonton begitu banyak video Nerorrist saya bisa mengambil alur pola kerja Nessie dan tim.

1. Menentukan tema.
2. Melakukan riset mendalam.
3. Menyusun naskah/narasi.
4. Taping.
5. Sunting.
6. Unggah.

Mari ambil contoh video berjudul REKAMAN telefon 911 TERAKHIR sebelum MAUT. Banyak penontonnya yang me-request tentang rekaman 911 ini. Jadi, setelah temanya ditentukan, Nessie dan tim bakal melakukan riset, mencari tahu, menggali lebih dalam, tentang rekaman telepon 911 terakhir sebelum maut. Bayangkan saja, bagaimana perasaan operator 911 berbicara dengan orang sebelum orang tersebut meninggal (entah karena dibunuh atau apalah). Materi sambungan telepon 911 terakhir sebelum maut tentu saja ada banyak! Tetapi Nessie dan tim akan memilih yang paling serem. Tebakan saya, mereka pasti bakal terlibat dalam diskusi yang super alot. Setelah itu disusun, dibikin naskah/narasi, dan dilakukanlah taping alias rekaman.

Video Nerorrist itu sudah serem, tetapi lebih serem karena adanya backsound samar yang horor banget. Perlu dicatat, backsound-nya sungguh samar sehingga penonton tidak merasa terganggu sama sekali. Ditambah lagi dengan cara/gaya Nessie berbicara di depan kamera. Gimana ya ... cara Nessie berbicara itu betul-betul diatur sedemikian rupa sehingga sangat mendukung tema Nerrorist. Kalian tidak percaya? Nonton saja sendiri. Hahaha. Jangan sampai kalian seperti saya yang sampai tidak bisa tidur gara-gara menonton video tentang chat-chat terseram. Uh wow. Sampai pas lagi tidur mendadak ngelihat ke pintu kamar mandi kuatir ada makhluk astral berdiri di situ. Hahaha.

Sebagai makhluk Tuhan yang cukup aneh, saya begitu penasaran sama teori-teori konspirasi. Baik teori konspirasi tentang Atlantis, Segitiga Bermuda, hingga Iluminati. Masa lalu saya diisi dengan rasa penasaran tingkat tinggi pada hal-hal tersebut. Kalau kalian juga sama seperti saya, jangan kuatir, Nessie sudah membahas sebagian besar dari teori-teori tersebut. Dan namanya teori, yang dikumpulkan dari berbagai sumber, belum tentu ada satu pun yang benar. Tetapi meskipun belum tentu ada yang benar, cukup masuk akal lah teori tersebut. Termasuk teori tentang kejadian 9/11 saat gedung kembar itu ditabrak pesawat (atau dibom dari bawah/dalam gedung?).

Serem.


Gara-gara Nessie, saya jadi pengen bikin video tentang BlogPacker, tentang perjalanan-perjalanan di Pulau Flores. Tapi karena saya ini termasuk orang yang malas menyunting video, rencana tersebut batal melulu. Nah, ini menjadi catatan penting bagi saya, kalian, mereka, siapa pun yang mau menjadi Youtuber seperti Nessie. Singkirkan rasa malas. Bayangkan saja, Nessie dan tim membikin video yang diunggah setiap minggu! Membayangkan bagaimana mereka menentukan tema, riset, taping, sunting, saja sudah bikin kepala saya pusing tujuh keliling. Saya sendiri memang berkecimpung dengan dunia video, makanya saya tahu betapa ribetnya menghasilkan satu konten video, apalagi yang melalui proses taping begitu. Manapula set untuk taping-nya itu menawan banget. Kadang di sofa, kadang di ruang kerja, tapi ditata artistik.

Baca Juga: Kedai Bunga Yang Unik dalam Berjalan di Atas Cahaya

Bagaimana, kawan? Apakah tulisan ini menarik minat kalian untuk segera meluncur ke channel-nya Nessie Judge? Kalau iya, artinya saya sukses meracuni kalian. Ha ha! Karena, menjomblo itu sudah biasa, saya tidak mau sendirian merasa serem gara-gara Nerorrist. Kalian juga doooonk *dikeplak dinosaurus*.

Semoga akhir minggu kalian menyenangkan!

#SabtuReview



Cheers.