Arsip Kategori: Kreatif

Ternyata Mudah Membikin Mangkuk Berbahan Koran


Ternyata Mudah Membikin Mangkuk Berbahan Koran. Hampir dua mingguan saya absen dari blog ini, dan itu menimbulkan kerinduan yang teramat sangat. Meskipun sudah berjanji pada diri sendiri untuk nge-blog setiap hari, tetapi ternyata ada masa-masa 'lumpuh'. Waktu yang Allah SWT berikan sehari dua puluh empat jam tidak cukup untuk memenuhi semuanya. Agar tidak depresi *hayah, gaya banget depresi* saya harus memerhatikan skala prioritas. Itu yang diajarkan oleh Bapa (alm.) dan Mamatua. Skala prioritas sangat membantu saya menyelesaikan semua pekerjaan, baik pekerjaan kantor maupun pekerjaan sampingan, dengan baik. Insha Allah. Setelah rentetan pekerjaan itu selesai, akhirnya saya bisa bernafas lega, dan mulai kembali membikin video untuk channel Youtube dan mulai menulis konten blog.

Baca Juga: Jangan Dibuang, Tutup Botol Plastik Mempunyai Banyak Manfaat

Menjelang Lebaran kemarin saya mengajak Melly untuk membikin mangkuk koran. Mangkuk koran ini sudah lama saya ingin membikinnya tapi selalu terkendala ini itu. Akhirnya saya menitipkan Thika dan Melly untuk membeli lem sejenis Weber dan balon. Balon? Yakin? Iya, yakin. Karena memang itu bahan dasarnya. Bagi kalian yang mau membikinnya juga, karena sangat mudah, coba baca sampai selesai.

Apa yang perlu dipersiapkan?

Alat dan bahan:
1. Koran/kertas bekas.
2. Balon.
3. Lem Weber.

Cara membikin:
1. Gunting koran/kertas seukuran dua jari.
2. Tiup balon (besarnya sesuai keinginan).
3. Campurkan lem dengan air secukupnya.
4. Rendam potongan koran di lem, lalu tempelkan pada balon.
5. Jemur hingga kering.
6. Kempiskan balon.
7. Mangkuk koran sudah jadi.

Mudah bukan?

Saya tidak sempat memotret proses membikinnya. Melly pun demikian. Karena tangan kami berlumuran lem. Haha. Harus diingat: untuk memperoleh mangkuk koran yang tebal dan kuat, jangan pelit dengan lem dan harus tiga sampai empat lapis potongan koran. Bahkan ada yang sampai lima lapis untuk memperoleh hasil yang maksimal. Sedangkan untuk penampilan/estetika, mangkuk koran dapat dicat. Saya pribadi memilih untuk tidak mengecatnya agar bahan korannya tetap terlihat. Unik sekali.


Mangkuk koran bisa dipergunakan untuk berbagai keperluan antara lain tempat permen, tempat benang-benang dan jarum, tempat menyimpan segala sesuatu barang-barang mini agar tidak tercerai-berai. Dua mangkuk koran di atas merupakan percobaan pertama. Saya tidak menyangka percobaan pertama langsung sukses. Biasanya bakal gagal dulu. Haha. Alhamdulillah.

Baca Juga: Membikin Pajangan Cantik Berbahan Beras dan Kulit Kerang

Saya selalu suka #RabuDIY. Tema ini tidak saja menjadi media saya berbagi tutorial dan hasil karya bikinan sendiri, tetapi juga sekaligus motivasi saya untuk tidak melupakan dunia DIY yang begitu saya gandrungi. Bahwa, begitu banyak barang bekas maupun barang baru yang bisa dikreasikan untuk menjadi barang lainnya yang punya nilai ekonomi lebih tinggi. Koran bekas mungkin tidak ada artinya bagi sebagian orang tapi bagi saya koran bekas sangat penting untuk dunia DIY. Balon pun demikian, mungkin sebagian orang hanya memanfaatkannya sebagai penghias dekorasi pesta ulang tahun, tapi ternyata balon punya banyak manfaat, termasuk pot dari semen! Nanti ya bakal saya bikin dan menulisnya untuk kalian.

Jadi, tunggu apa lagi? Ayo berkreasi sepuas-puasnya. Mumpung #DiRumahSaja. Hehe.

Semoga bermanfaat!

#RabuDIY



Cheers.

Produk DIY Bertebaran di TK Uniflor dan Kober Yapertif


Produk DIY Bertebaran di TK Uniflor dan Kober Yapertif. Kalau kalian membaca pos kemarin, Guru TK Pun Harus Menyiapkan Materi Pembelajaran Online, tentu kalian tahu bahwa kemarin saya berkegiatan di TK Uniflor dan Kober Yapertif. Sambil bekerja, mata saya memerhatikan ruang-ruang kelas yang ditata apik di mana ada pemilahan: area drama, area sains, area balok, dan lain sebagainya. Dinding-dinding ruang kelasnya dipenuhi gambar antara lain gambarnya murid-murid dan tulisan bergambar seperti pohon tema. Selain rak-rak berisi buku, juga ada kardus berisi aneka permainan edukatif dan meja tempat memajang aneka permainan dan hasil kerajinan tangan murid-murid. Bagi saya, tempat pendidikan anak ini sangat instagenic. Manapula tembok panjang (tembok taman bermain) di depan jejeran kelas dipenuhi lukisan tokoh-tokoh kartun.

Baca Juga: Jangan Dibuang, Tutup Botol Plastik Mempunyai Banyak Manfaat

Menjadi guru TK dan guru Kober tentu harus kreatif. Senin kemarin waktu merekam footage bahan pembelajaran online-nya Ibu Gin (setelah merekam Ibu Efi), pada tema ajar rumah adat kan sudah ada rumah adat yang digambar (selain maket rumah adat), Ibu Efi berinisiatif mengumpulkan daun-daun kering bakal digunakan untuk ditempel bagian atap dan dindingnya, dan dipraktekkan oleh Ibu Gin. Ini kan super kreatif. Merangsang otak anak-anak untuk lebih kreatif, sekreatif guru mereka. Iya, saya kagum sekali pada mereka.

Kembali lagi pada tema hari ini #RabuDIY, maka ijinkan saya membagitahu kepada kalian bahwa di TK Uniflor dan Kober Yapertif bertebaran produk-produk DIY yang membikin saya berkata: wow! Saya harus menulis tentang ini.

Boneka Benang Wol


Benang wol dapat kita manfaatkan untuk berbagai kerajinan tangan. Saya pernah menulis Gelang Berbahan Benang Wol Yang Mudah Dibikin Sendiri. Umumnya orang-orang tahu benang wol sebagai bahan dasar membikin kerajinan tangan kristik. Selain benang wol, menyulam kristik juga membutuhkan media yaitu kain kristik, gambar (ada buku gambar khusus kristik ini), dan sebagian orang membutuhkan pemidang. Selain kristik, benang wol dimanfaatkan untuk merajut: membikin topi, kaos kaki bayi, bahkan gelang anyaman (bukan gelang seperti yang saya bikin tetapi ini lebih rumit). Benang wol juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan lilitan botol-hias. Macam-macam manfaat benang wol ini.

Di TK Uniflor dan Kober Yapertif saya menemukan kerajinan tangan dari benang wol, tanpa repot membikinnya. Ini dia penampakannya:


Asli, saya terkejut. Ternyata bisa juga benang wol dibikin boneka tanpa harus repot ini itu. Tinggak menyatukan dua benang wol, dikasih dasi dari benang wol lainnya, dikasih mata dan hidung. Jadi deh. Sepertinya saya ingin mencoba membikinnya juga. Imut dan unik ... bikin gemaaaaas. Seru juga kalau untuk rambut dipakaikan benang wol warna hitam hehehe. Tunggu tanggal mainnya! Saat ini saya masih serius mengurus kebun mini di beranda belakang Pohon Tua dulu ya. Hehe.

Boneka Berbahan Karton/Kardus Bekas


Saat sedang merekam footage bahan pembelajaran online-nya Ibu Efi, Pak Beldis datang membawa boneka berbahan kardus bekas yang dipakaikan pakaian adat Ende yaitu lawo lambu/zawo zambu. Awalnya boneka ini tidak mempunyai wajah, hanya kepala begitu saja. Tetapi tak berapa lama Pak Beldis kembali datang dan menempel wajah pada bonekanya! Amboiiiii kreatifitas seorang guru jangan diuji. Ha ha ha. Cantik kan bonekanya?


Sumpah! Bibir saya sudah hampir bilang: bonekanya untuk saya saja, yaaaaa. Hehe. Bagus sekali ini kalau dijadikan pajangan di rumah. Kebayang kan kalau di ruang tamu ada rak kayu yang memajang boneka-boneka hasil karya sendiri alias hasil DIY. Bangga. Itu pasti. Manapula unik begitu. Sungguh, saya terpesona.


Masih banyak produk DIY lain di TK Uniflor dan Kober Yapertif. Selain dua boneka di atas, saya juga melihat begitu banyak hiasan gantungan yang dibikin sendiri oleh guru-guru di sana yang mempercantik ruang kelas. Bahannya yang sederhana saja alias bisa juga dari barang daur ulang seperti sedotan dan gelas plastik yang digunting sedemikian rupa menjadi lebih cantik, lantas disatukan dengan benang dan dijadikan hiasan gantung. Saya juga melihat media pembelajaran seperti pasir, batu, dan air. Ini menarik. Selain mengenal benda alam, batu juga dimanfaatkan untuk belajar berhitung para murid.

Baca Juga: Membikin Pajangan Cantik Berbahan Beras dan Kulit Kerang

Nah, bagian pasir, batu, dan air ini saya lupa nama areanya apa (kan ada area drama, area sains, area balok, dan lain sebagainya) tapi cantik sekali lantainya diletakkan aneka benda alam seperti itu. Nanti deh kalau ke sana lagi bakal saya foto hahaha. Maklum, memerhatikan sekeliling dilakukan sambil melaksanakan pekerjaan utama.

Bagaimana, kawan. Tertarik ingin membikin boneka seperti dua gambar di atas? Yuuuuk ... tidak pernah merugi mencoba hal-hal bermanfaat.

#RabuDIY



Cheers.

Jangan Dibuang, Tutup Botol Plastik Mempunyai Banyak Manfaat


Jangan Dibuang, Tutup Botol Plastik Mempunyai Banyak Manfaat. Hari berganti hari, ketemu lagi sama Hari Rabu. Harinya kita berkreasi sepuas-puasnya. Sudah banyak hal dari dunia Do It Yourself (DIY) yang dibahas setiap Rabu. Mulai dari desk organizer, lilin berbentuk telur, mangkuk berbahan celana jin bekas, kafe-kafe berkonsep DIY seperti Kafe Hola dan Kedai Kampung Endeisme, aktifis seni daur ulang bernama Thomas Dambo, tempat-tempat tisu dan keranjang anyaman berbahan koran bekas, bunga gantung berbahan pantat botol plastik bekas, aneka kerajinan tangan berbahan kancing, huruf timbul BlogPacker, tas berbahan celana jin bekas, tempat/dompet koin berbahan botol plastik dan zipper, membikin permainan Monotuteh yang edukatif, sampai tentang membikin sendiri kebun mini di beranda belakang Pohon Tua.

Baca Juga: Membikin Kebun Mini di Beranda Belakang Pohon Tua

Saya berharap semua pos tentang dunia DIY bermanfaat bagi teman-teman. Misalnya, setelah membacanya, teman-teman langsung kepikiran untuk segera membikinnya. Kan asyik. Barang bekas bisa jadi sangat bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi sehingga dapat dijual. Oh tentu, saya sudah membuktikannya. Kalau diceritakan lagi, bisa panjang banget pos hari ini. Kita lanjut saja ya.

Kali ini saya bakal menulis tentang tutup botol plastik. Rata-rata masyarakat membuang botol plastik beserta tutup botolnya. Iyalah, kata Fico SUCI 3 itu, botol dan tutup botol selalu bersama sampai kemudian dia membeli air minum, lantas memisahkan botol dan tutup botolnya. Hehe. Kocak memang materi itu. Anyhoo, sebenarnya tutup botol plastik ini dapat dimanfaatkan untuk membikin berbagai produk DIY menarik. Produk apa sih yang bisa dihasilkan dari tutup botol plastik? Kalau kalian menonton di Youtube, tutup botol dapat dimanfaatkan sebagai tatakan gelas, penjepit sumpit bagi yang susah menggunakan sumpit, dapat pula dijadikan gantungan kunci, atau barang-barang DIY lainnya. Tapi saya memanfaatkan tutup botol plastik sebagai tempat alat tulis.


Modelnya: Kakak Flora Wodangange hahaha, penyanyi bersuara kece. Waktu main ke rumah, ngelihat tempat alat tulis berbahan tutup botol yang saya bikin. Gemas ... hehe.

Apa saja alat dan bahan yang dibutuhkan, serta bagaimana cara membikinnya? Melihat gambar di atas saya pikir kalian pasti tahu lah cara membikinnya.

Bahan:
1. Tutup botol.
2. Hot glue (gun).

Alat:
1. Gun for hot glue.

Haha.

Cara membikin:
Pertama-tama cuci bersih tutup botol plastik dan keringkan. Kemudian, mulai susun dasarnya terlebih dahulu membentul bulatan/lingkaran. Untuk menyatukan tutup botol, gunakan hot glue. Setelah itu, mulai bangun ke atas pelan-pelan mengelilingi dasar atau alasnya tersebut. Ukur ketinggian menggunakan alat tulis. Maksudnya, jangan sampai terlalu tinggi karena ini bukan membikin tempat sampah *ngikik*. Kalau sudah selesai, maka tempat alat tulis berbahan tutup botol plastik ini dapat digunakan. Apakah boleh dicat atau dipiloks? Tergantung kemauan kalian. Mana-mana suka.

Baca Juga: Membikin Pajangan Cantik Berbahan Beras dan Kulit Kerang

Bagaimana, kawan? Mudah bukan? Mulai sekarang, jangan pernah membuang botol plastik bekas. Karena apa? Karena kita bisa berkreasi sepuas-puasnya menggunakan botol plastik bekas ini. Botolnya bisa dimanfaatkan sebagai pot tanaman atau untuk menyemai bibit (saya melakukannya untuk bibit daun sop), sedangkan tutup botolnya dapat dimanfaatkan untuk aneka kerajinan tangan. Kalian coba deh mencari di Google, tentang sebuah rumah yang artistik karena seluruh dindingnya dilapisi sama tutup botol dengan gradasi warna yang cantik!

Semoga bermanfaat.

#RabuDIY



Cheers.

Tiga Desk Organizer Mini Ini Benar-Benar Menggemaskan


Tiga Desk Organizer Mini Ini Benar-Benar Menggemaskan. Pada akhirnya, setelah mahasiswa Uniflor dirumahkan, giliran dosen dan karyawan Uniflor dirumahkan. Dirumahkan tidak sama dengan liburan. Artinya, mahasiswa tetap belajar, dosen tetap mengajar, dan karyawan tetap bekerja. Tapi semua dilakukan dari rumah. Study from home. Work from home. Kurangi aktivitas di luar rumah.


Apabila ada pekerjaan yang wajib dikerjakan oleh dosen dan karyawan antara tanggal 23 Maret 2020 sampai 4 April 2020, bersifat mendesak dan atas perintah atasan, maka dosen dan karyawan Uniflor harus mengikuti perintah pekerjaan tersebut. Sesuai dengan situasi yang terjadi, di rumah saja, salah satunya, bisa lebih cepat memutus rantai penyebaran virus Corona.


Dua minggu di rumah saja, bukan liburan, tentu bisa menimbulkan kebosanan. Sebenarnya banyak hal yang bisa dilakukan selama masa 'karantina diri sendiri' ini. Berkebun di kebun mini merupakan salah satunya. Yang paling asyik tentu menonton drama Korea, filem-filem terkini, serta membaca buku. Siapa tahu ada buku di lemari buku kalian yang pembungkus plastiknya masih utuh. Perlu dibuka! Bacalah! Mengisi waktu luang ini. Ada pula pekerjaan lain yang bisa dilakukan seperti membersihkan kulkas, membersihkan kamar mandi, menata ulang kamar, menata ulang ruang tamu, dan lain sebagainya. Eits, bagi pecinta kerajinan tangan, tentu di rumah saja memberi begitu banyak waktu untuk berkreasi sepuas-puasnya.

Karena banyak bahan baku kerajinan tangan yang tertinggal di kantor seperti koran dan kardus, tentu saya belum bisa membikin tutorial baru membikin desk organizer atau keranjang koran. Makanya hari ini saya hanya ingin berbagi foto tiga desk organizer mini yang benar-benar menggemaskan dan saya tidak tahu di mana kah mereka sekarang. Haha. Sudah diberikan kepada orang lain hanya saja saya lupa kepada siapa. Semoga bermanfaat bagi mereka yang menerimanya.

Ada tiga desk organizer mini yang saya bikin disela-sela membikin barang lainnya. Ini dia penampakannya:




Mini memang, tapi punya kekuatan yang cukup untuk menampung barang-barang modal kerja. Seperti yang kalian lihat di atas.

Baca Juga: Monotuteh

Mumpung di rumah saja, kalian juga bisa coba membikinnya karena bahan-bahannya tidak perlu banyak banget:

1. Kotak susu atau gulungan tisu.
2. Kardus untuk alas.
3. Pembungkus (kertas majalah juga boleh).

Silahkan berkreasi sepuas-puasnya, gengs!

#RabuDIY



Cheers.

Keranjang Serbaguna Merah Cantik Pesanan Mama Emmi


Keranjang Serbaguna Merah Cantik Pesanan Mama Emmi. Ketemu lagi di #RabuDIY. Harinya kita berkreasi sepuas-puasnya. Kali ini saya mau bercerita tentang produk Do It Yourself (DIY) berbentuk keranjang. Hyess, lihat gambar di atas. Keranjang tersebut dipesan oleh Mama Emmi Gadi Djou saat saya masih sangat rajin dan produktif mendaur ulang sampah. Hehe. Kalian pasti tidak menyangkan bahwa keranjang merah cantik di atas berbahan koran dan kardus kan? Perihal pita, sebenarnya tidak saya pakaikan pita. Tetapi ketika mata saya menangkap pita emas di dos pita, diaplikasikan pada keranjang ini, ternyata hasilnya bagus. Trada ... jadi deh si keranjang merah cantik.

Baca Juga: Bunga Dinding

Bagaimana tata cara membikin keranjang tersebut? Mudah. Kalian bisa membaca pos berjudul Bakets ini. Apabila kalian masih kesulitan juga, boleh request di komen untuk saya membikin tutorialnya baik tulisan maupun video. Ehem. Artinya ... saya bakal kembali rajin ber-DIY-ria nih? Sepertinya begitu. Hehe. Karena, ketika sisa keranjang warna hijau dipakai Meli untuk mengisi segala macam barang (roti, mentega, keju, stoples sosis, dan lain sebagainya) di atas meja makan, kelihatannya juga cantik. Kecantikan yang sama juga saya lihat saat berkunjung ke rumah Mama Emmi. Dua keranjang merah itu bertengger manis di atas meja makan.

Dalam waktu dekat, teman-teman beragama Katolik akan merayakan Paskah. Saya berniat menjual telur paskah hiasan. Otomatis sudah mulai mempersiapkan bahan-bahannya terutama telur! Haha. Selain telur, saya juga bakal menjual lilin berbentuk telur. Warna-warni. Semoga saat percobaan nanti tidak mengalami kegagalan yang berarti *dicibir dinosaurus*. Sedangkan teman-teman beragama Islam juga bakal memasuki Bulan Ramadhan. Eng ing eng ... siapa pun yang membutuhkan keranjang anyaman untuk berbagai keperluan, boleh pesan di saya.

Jualaaaaan!

Ember. Jualan di blog sendiri bukan dosa. Haha. 

Baca Juga: Ruang Tamu DIY

Terus, apa inti pos ini? Tidak ada. Haha. Cuma mau pamer pada kalian tentang keranjang cantik di atas, sekaligus jualan. Bagi teman-teman beragama Katolik, selain telur, keranjang juga bisa dipesan sebagai wadah telur Paskah hias. Tetapi tentunya ini berlaku untuk teman-teman yang ada di Kota Ende dan sekitarnya saja, ya.

Semoga bermanfaat dan semoga ... tertarik! Haha.



Cheers.

Barang-Barang DIY Kece di Kedai Kampung Endeisme


Barang-Barang DIY Kece di Kedai Kampung Endeisme. Adalah pilihan tepat ketika pada awal tahun 2019 saya mengubah tema #RabuLima menjadi #RabuDIY. Mengubah tema harian blog gampang-gampang susah. Saya harus mandi kembang, bertapa, melakukan perjalanan ke Barat mencari kitab suci, menimbang ini itu terlebih dahulu, barulah mengambil keputusan. Bagi kalian yang bingung soal tema harian di blog ini, nonton video berikut:


Mengapa saya menulis adalah pilihan tepat ketika pada awal tahun 2019 saya mengubah tema #RabuLima menjadi #RabuDIY? Pertama: dunia Do It Yourself (DIY) adalah dunia kreativitas tanpa batas. Kedua: saya sendiri punya renjana di dunia DIY dan pernah meraup keuntungan Jutaan Rupiah hanya bermodalkan sampah seperti koran, majalah, botol plastik, kardus, hingga kaleng. Terbukti, tema #RabuDIY masih bertahan hingga saat ini. And I love it so much. Come on, guys, begitu banyak barang bernilai ekonomi lebih tinggi dari barang (dasar) yang sudah ingin dibuang ke tempat sampah. Yang dibutuhkan hanyalah percikan kreativitas.

Baca Juga: Membikin Pajangan Cantik Berbahan Beras dan Kulit Kerang

Kemarin sore saya dan teman-teman; Violin, Oedin, Cahyadi, Al, pergi ke sebuah kedai bernama Kedai Kampung Endeisme. Cerita lengkap tentang kedai ini bakal saya pos di Hari Senin. Videonya sendiri bakal saya pos Jum'at besok di Youtube. Hari ini saya hanya mau bercerita pada kalian, bahwa di sebuah kedai mungil yang lokasinya pun tidak di pusat Kota Ende, kalian akan menemukan begitu banyak barang-barang bernilai seni tinggi dan spot-spot instagenic untuk keperluan foto yang bakal dipos di Instagram. Awal waktu diundang ke sana oleh pemiliknya, ekspetasi saya biasa-biasa saja. Ternyata saya salah! Memalukan sekali saya ini hahaha.

Barang-barang DIY ada di Kedai Kampung Endeisme akan berbicara melalui foto-foto di bawah ini.


Dari depan sudah terlihat dengan sangat jelas bahwa Kedai Kampung Endeisme memang berkonsep #DIY. Mulai dari papan namanya sampai bangku-bangku berbahan ember bekas cat.


Selain bangku-bangku berbahan ember bekas cat, dan kayu-kayu bekas, juga ada bangku yang satu ini, yang dialas dengan karung goni. Apa nama karung ini di daerah kalian? Kalau kami sih menyebutnya karung goni hahaha. Karung goni jangan disepelekan loh, saat ini karung goni dimanfaatkan sebagai bahan dasar kerajinan tangan seperti membikin kantung unik, tali goni buat hiasan jar, dan lain sebagainya.


Rak kayu dicat hitam yang diisi buku-buku sampai pernak-pernik. Sumpah, saya penasaran sama isi botol kaca itu. Yang jelas itu bukan beras warna-warni seperti yang pernah saya bikin. Herannya, saya lupa bertanya. Nantilah kalau ke sana lagi bakal saya tanya apa isinya.


Tulisan-tulisan menarik di dinding, gambar-gambar, dan totebag. Salah satu pemiliknya itu punya blog petikata. Tapi kalau dia lebih sering bermain dengan kata-kata di Facebook. Keren-keren lah.


Mandala yang satu ini juga dibikin/dilukis sendiri. Memang benar ya kalau orang seni yang membuka kafe, semua pernak-pernik dan hiasan dinding bisa dibikin sendiri. Menghemat ongkos.


Kece kan? Jelas! 

Baca Juga: Tempat Cincin DIY Untuk Pernikahan Sahabat Saya Deasy Daulika

Berkunjung ke Kedai Kampung Endeisme tidak saja memuaskan mata tetapi juga membikin jiwa DIY saya memberontak. Bertanya-tanya, kapan saya bakal kembali ke dunia DIY. Cahyadi sendiri pernah menyarankan saya untuk membikin konten video tentang dunia DIY saya seperti bagaimana cara saya membikin keranjang, tempat tisu, desk-organizer, wall-organizer, hiasan dinding, tas berbahan celana jin bekas, sofa celana jin, kaktus batu, berkreasi dengan semen, sampai pohon Natal menggunakan pipa kertas! Byuuuuuh *garuk-garuk kepala*. Mau sih, tapi waktu belum mengijinkan. 

Semoga pos ini bermanfaat untuk kalian semua. Yuk berkreasi sebanyak-banyaknya. Jangan biarkan ide-ide kreatif kalian menguap begitu saja.

#RabuDIY



Cheers.

Ngobrol-Ngobrol Santai Tema Konten Youtube Milik Oe Din


Ngobrol-Ngobrol Santai Tema Konten Youtube Milik Oe Din. Namanya Oedin, asal Barai, Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Kenal Oedin sudah lama. Kemudian menjadi akrab karena kami sama-sama tergabung dalam komunitas bernama Relawan Bung Karno Ende dan Exotic NTT Community. Oedin sudah lama jadi Youtuber karena renjananya memang di dunia videografi dan fotografi. Saya akui, dia adalah pekerja keras, pantang menyerah, selalu mau belajar hal-hal baru, serta tidak pelit. Apa pun yang bisa dia bantu, pasti dibantu, salah satunya membagi aplikasi-aplikasi sunting video pada teman-teman, termasuk saya. Kami sering terlibat dalam diskusi-diskusi seru hingga larut malam, terutama tentang dunia videografi, fotografi, pariwisata dan ekonomi kreatif.

Baca Juga: Merawat Budaya Bersama Uniflor Sebagai Mediator Budaya

Kalau kalian mengintip channel Youtube-nya, Oe Din, ada banyak video tentang Kabupaten Ende. Tetapi beberapa video terbarunya mulai dibikinkan tema khusus. Ini menarik karena tema khusus itu, sepanjang pantauan saya, ada dua. Yang pertama: Ngobrol-Ngobrol Santai. Yang kedua: Makan e, Kita. Tentu video-video lainnya masih rajin diunggah oleh Oedin. Seperti apa Ngobrol-Ngobrol Santai itu? Marilah dibaca sampai selesai.

Ngobrol-Ngobrol Santai


Saya suka menonton video Ngobrol-Ngobrol Santai a la Oedin. Karena, dasarnya saya sendiri juga suka mengobrol dan pernah membawakan program Ngobras (Ngobrol Asyik dan Seru) di Radio Gomezone. Iya, dulu waktu masih siaran di radio swasta itu. Ngobras selalu punya topik asyik untuk diobrolkan dengan sangat seru oleh para radio jockey-nya. Saya, Iwan Aditya, dan tambahan seorang lagi yaitu Yoyok Purnomo. Topik-topik yang pernah dibawakan di Ngobras itu antara lain Kita dan Pancasila, Etika Berinternet, dan 10 Cara Asyik Merayakan Tahun Baru. Sedangkan kalau Ngobrol-Ngobrol Santai a la Oedin, temanya tergantung bintang tamu yang diajak mengobrol. Di situ tugas Oe Din adalah mengorek sebanyak-banyaknya informasi dari si bintang tamu. Ngobrol-Ngobrol Santai berarti mengobrol dengan santai, gaya bebas, selama tidak melanggar Sara Wijayanto SARA. Menulis Sara jadi ingat #DMS. Hahaha.

Anyhoo, mari kita lanjutkan.

Set Studio


Ngobrol-Ngobrol Santai tentu dilakukan di studio dan/atau indoor. Memang tidak wajib harus indoor tetapi saat ini masih dilakukan indoor. Karena Oedin belum punya studio khusus untuk konten Youtube yang satu ini, dan karena Pohon Tua (nama rumah saya) cukup luas dan cukup instagenic, maka Pohon Tua di-set menjadi studio Ngobrol-Ngobrol Santai. Ada bidang Pohon Tua yang ditempel bingkai berisi aneka hasil sketsa Violin Kerong. Ada sudut Pohon Tua yang bagus dijadikan lokasi mengobrol. Mana-mana suka. Soalnya dinding Pohon Tua kan punya banyak warna. Haha. Saat ini saya sedang pengen menempel peta buta Pulau Flores di salah satu dindingnya. Supaya bisa digunakan oleh siapa pun, termasuk Oe Din.

Untuk urusan properti, jangan kuatir! Di rumah saya banyak properti yang bisa digunakan. Hiasan meja unik-unik, dan lain sebagainya. Tetapi bisa juga properti dibawa pula oleh bintang tamu yang diwawancara. Tinggal mengaturnya agar terlihat artistik.

Violin Kerong dan Natalia Mudamakin


Dua orang yang pernah diwawancara dalam Ngobrol-Ngobrol Santai adalah Violin Kerong dan Natalia Mudamakin. Hwah, saya suka sekali. Violin Kerong adalah dosen Prodi Arsitektur pada Fakultas Teknik Universitas Flores (Uniflor) yang punya bakat kece yaitu sketsa wajah. Ya, betul sekali. Sketsa-sketsanya dititipkan di Pohon Tua dan menjadi galeri mini keren di ruang tamu. Tiga sketsa terakhir yang dia antar ke rumah itu Chester (alm.) dan Jack Sparrow (Johnny Depp). Selain mengsketsa wajah, Violin juga sangat mahir membikin kerajinan tangan seperti tempat tisu, tempat cincin pernikahan, gelang, kalung, gantungan kunci, bahkan boneka-boneka lucu ine berbaju zawo-zambu berbahan kain flanel.



Natalia Mudamakin sendiri merupakan mahasiswi Fakultas Teknologi Informasi Uniflor. Kenal dia juga sudah dari duluuuuu banget. Soalnya dia kan anak tetangga. Hehe. Natalia merupakan wirausahawati muda yang mendirikan brand Palapa Rasa dengan motivasi kuat untuk menyediakan tempat bagi anak muda Ende untuk bekerja dan berdaya. Palapa Rasa merupakan brand snack buah organik khas pertama di Kabupaten Ende yang mengangkat cita rasa kuliner khas Flores. Natalia dengan brand Palapa Rasa meraih Juara 3 Ethical Entrepreneur Ende. Waktu Ngobrol-Ngobrol Santai itu kami mengatur brand milik Natalia termasuk penghargaan yang diterimanya sebagai properti.



Oh ya, Oedin juga sudah Ngobrol-Ngobrol Santai bareng saya. Footage sudah terkumpul dan sedang dalam tahap sunting. Asyiiiikkkk.

Rencananya bakal banyak Orang Ende yang diwawancarai sama Oedin seperti Rikyn Radja, Denis Parera, Om Benny Laka, dan lain-lainnya. Supaya apa? Menunjukkan pada banyak orang bahwa Kabupaten Ende ini kaya akan orang-orang kreatif dan berprestasi. Saya bangga ketika video-video tersebut menuai komentar positif dari para penontonnya.

Konten Berkualitas


Saya pernah menulis pos berjudul Membikin Konten Youtube Memang Harus Tekun dan Ulet dan memang, kalau tidak tekun dan ulet susah jadi Youtuber. Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah kontennya itu sendiri. Dimulai dari judul yang tidak click bait, hingga isi konten yang seharusnya berfaedah dan menghibur. Para penonton video-video di Youtube tentu tahu bahwa begitu banyak video yang judulnya click bait, kontennya hasil copy paste sana-sini dan digabung-gabung, sampai ada konten yang benar-benar terkesan maksa demi memburu Rupiah. Ngobrol-Ngobrol Santai a la Oedin merupakan konten berkualitas dan sangat saya rekomendasikan pada kalian. Bukan iklan, bukan sulap, bukan sihir, kalian harus percaya bahwa Ngobrol-Ngobrol Santai memang wajib ditonton!


Menulis Ngobrol-Ngobrol Santai a la Oedin ini mengingatkan saya pada konten Youtube milik sendiri. Sejak tahun 2007 mendaftar di Youtube, baru sekarang mau mulai serius. Lucu juga. Hahaha. Ke mana saja saya selama ini. Video yang ada malah kebanyakan meng-cover lagu-lagu saja. Kalau kalian penasaran, silahkan intip channel Youtube saya. Salah satu videonya yang di bawah ini:



Sama halnya dengan blog ini yang punya tema harian, saat ini saya juga membikin tema untuk channel tersebut, antara lain Blogging, Podcas(t)uteh, dan BlogPacker. Masih pengen bikin tema tentang un-bungkusin makanan yang dijual online, ngikut Pak Jaf. Tapi ... nanti deh. Susah juga soalnya. Hahaha. Ribet di proses sunting! Doakan saja semoga saya tetap semangat membikin konten untuk dipublikasikan di Youtube. Ide bertebaran, tenaga tidak bisa dipaksakan. Maklum, sudah uzur.

Baca Juga: Menulislah Dengan Baik Meskipun Tidak Selalu Harus Benar

Semoga pos ini bermanfaat bagi kalian. Setidaknya ada informasi bagus yang bisa kalian peroleh dengan berkunjung ke blog ini. Hehe. Dan bagi kalian para Youtuber, tetap semangat! Tetap memberikan video-video bermanfaat, konten berkualitas, untuk para penonton baik subscriber maupun penonton random. Yang jelas, harus pertahankan orisinalitas, kembangkan ide-ide kreatif, merekam video dengan baik, menyunting dengan baik, insha Allah videonya juga baik, menarik, dan menyenangkan.

#SeninCerita
#CeritaTuteh



Cheers.

Desk-Organizer Nuansa Biru Cantik Untuk Yohana Gabriela


Desk-Organizer Nuansa Biru Cantik Untuk Yohana Gabriela. Sumpah, menulis ini saya merindukan masa-masa produktif mendaur ulang sampah dulu. Rumah dipenuhi sama tumpukan koran, tumpukan majalah lama, kardus-kardus bekas, nampan berisi kaleng cat aneka warna, kuas aneka ukuran, kertas-kertas kado cantik, botol plastik aneka ukuran, gelas plastik dan gelas kertas/karton, kaleng bekas susu, gunting, cutter, alat tulis dan penggaris, hot glue gun, lem kayu (Webber), kotak pita dan pentul, sampai jepit pakaian! Whuaaaah. Gilaaaa! Tempat kerja mendaur ulang pun berpindah dari ruang keluarga ke ruang makan. Dan bukan barang baru jika tangan saya dipenuhi cat warna-warni karena proses mengecat keranjang, misalnya.

Baca Juga: Ruang Tamu DIY

Waktu sedang panas-panasnya, pesanan menumpuk, saya banyak sekali menerima pesanan tempat tisu dan desk-organizer. Ada buku khusus pesanan! Hehe. Setelah dua item itu, item lainnya yang juga banyak dipesan adalah keranjang dan keranjang ulir. Mungkin pada masa itu otak saya berkembang sangat pesat, haha, karena ide-ide bermunculan simpang-siur, minta ditangkap. Khusus untuk desk-organizer saya selalu berusaha agar tidak ada yang bentuknya sama. Supaya setiap orang merasa bahwa desk-organizer itu memang untuk dirinya, ciri khas dirinya, yang dia minta saat memesan. Terutama bila warna yang mereka pesan untuk desk-organizer tersebut sesuai.

Suatu kali, teman kerja saya Yohana Gabriela memesan desk-organizer bernuansa biru. Saya bertanya: mau yang di-cat atau yang dibungkus kertas kado? Dia minta yang kertas kado dengan ukuran normal. Artinya tidak sebesar desk-organizer pesanan Enchyz Monteiro. Tapi harus bisa memuat alat tulis, gunting, hekter, lem, dan barang-barang kantor/pekerjaan lainnya. Maka otak saya mulai bekerja. Pertama: memikirkan dan/atau merancang bentuk kasarnya terlebih dahulu. Setelah itu mulai membikin rangka-rangka hingga mengetes kesesuaian bentuk pada alas/dasar desk-organizer bersangkutan. Saatnya membungkus semua rangka dan alas/dasar dengan kertas kado. Sumpah, saya suka banget sama kertas kadonya. Warnanya biru lembuuuut dengan karakter kartun begitu. 

Jadinya seperti pada gambar berikut ini (kalau bagian cover kurang terlihat):


Cantik kan ya?

Oh ya, setelah semua rangka terpasang pada alas/dasar, saya pikir-pikir bakal lebih bagus kalau diikat pita putih. Kebetulan stok yang selalu ada itu pita warna putih dan biru. Ugh wow, jadinya malah tambah cantik dan perasaan tak rela menyerahkan desk-organizer ini muncul. Haha. Desk-organizer ini saya jual seharga Rp 25.000 (Dua Puluh Lima Ribu Rupiah) saja. Oh ya, biasanya untuk menampilkan bentuk utuh atau fungsi dari sebuah karya seperti desk-organizer maka saya selalu menempatkan barang-barang yang sesuai peruntukkannya seperti alat tulis, mistar, gunting, hekter, isolasi, bahkan uang. Itu semacam properti pendukung hehehe.

Baca Juga: Baskets

Desk-organizer semacam ini memang sederhana dan mudah dibikin. Barang-barang dasar untuk membikinnya pun tidak susah dicari. Yang susah itu merancang bentuknya hahaha, karena memang pengen tidak ada yang sama antara pesanan yang satu dengan pesanan lainnya.

Semoga pos ini bermanfaat. Siapa tahu setelah membaca ini kalian pengen bikin juga. Ayuklah dibikin. Tunjukkan ke saya hasilnya *ngikik*.

#RabuDIY



Cheers.

Membikin Pot Pembibitan Menggunakan Botol Plastik Bekas


Membikin Pot Pembibitan Menggunakan Botol Plastik Bekas. Sampah lagi, sampah lagi, plastik lagi, plastik lagi. Saya tidak akan pernah bosan menulis tentang sampah plastik. Saya juga tidak akan pernah berhenti berusaha agar sampah plastik ini bisa dikreasikan agar punya nilai tambah. Salah satu sampah plastik yang paling sering kita temui sehari-hari adalah bekas kemasan minuman baik bentuk gelas maupun bentuk botol. Di musim hujan, sampah plastik yang terbawa arus air sungguh menyesakkan got, jalan, dan perasaan. Setidaknya kami sekeluarga sudah mengurangi sampah plastik terutama botol, dengan cara selalu membawa tumblr. Khusus saya pribadi, membawa tiga botol yaitu dua tumblr dan satu termos kopi susu.

Baca Juga: Ini Dia Produk Do It Yourself Pertama yang Saya Bikin

Banyak produk Do It Yourself (DIY) yang bisa kalian bikin dengan memanfaatkan botol plastik bekas. Salah satunya membikin pot pembibitan! Saya pernah melakukannya, membibit daun sop di botol plastik bekas. Tidak percaya? Ini dia buktinya:


Memanfaatkan botol plastik bekas untuk pot pembibitan bisa dilakukan dengan langsung menanam seperti gambar kedua atau gambar jejeran botol plastik pembibitan daun sop di atas. Bisa juga dengan cara seperti pada gambar pertama di pos ini. Botol plastiknya dibelah, bagian atas dibalik menutup bagian bawah (bagian dasar), terus pada tutupan dibikin lubang tali sekaligus diisi tanah dan bibit. Nantinya tidak perlu rutin disiram, karena air bakal terserap melalui tali tersebut. Sebagai pemanis, botolnya bisa dicat warna-warni.

Karena daun sop itu batangnya juga kecil-kecil, ada juga sih yang besar, maka waktu itu saya tidak perlu memindahkan lagi bibit daun sop yang sudah tumbuh ke wadah lain yang lebih besar. Karena wadah yang lebih besar saya manfaatkan untuk menanam cabe dan tomat. Cabenya sukses, tomatnya diserang hama dan hancur kehidupan si tomat sebelum dewasa. Byuuuh!

Baca Juga: Membikin Pajangan Cantik Berbahan Beras dan Kulit Kerang

Anyhoo, karena membikinnya mudah, sangat mudah malahan, maka saya tidak perlu menulis tutorialnya ya. Dengan melihatnya saja saya pikir kalian pasti sudah tahu. Yang jelas, apabila sampah plastik botol bekas ini sudah dikreasikan, usahakan jangan kalap membeli air mineral dalam kemasan botol, karena bakal 50:50 lagi. Bakal ada sampah plastik lagi. Salah satu cara paling sederhana mengurangi sampah botol plastik adalah dengan membeli tumblr. Percaya deh, membawa tumblr ke mana-mana itu keren dan juga bikin kita lebih berhemat. Hehe.

Semoga bermanfaat!

#RabuDIY



Cheers.

Ini Dia Produk Do It Yourself Pertama yang Saya Bikin


Ini Dia Produk Do It Yourself Pertama yang Saya Bikin. Apa nama yang tepat untuk kerajinan tangan yang satu ini? Huruf timbul kah? Atau ...? Kalau kalian tahu, tolong komen di bawah. Haha. Katakanlah namanya huruf timbul. Maka, huruf timbul ini saya bikin berbahan barang bekas yaitu karton super tebal, kardus bekas, dan kalender lama. Alat-alatnya tentu gunting, pisau cutter, dan lem. Membikinnya memang tidak lama. Saya hanya mengandalkan tulisan tangan untuk membentuk huruf-huruf tersebut. Hanya saja saya masih aneh sama huruf r-nya. Tapi tetap bisa kalian baca kan? BlogPacker. Sampai dengan menulis ini, saya masih ingin membikin lagi huruf timbul serupa. Semacam penyempurnaan. Tapi ... entah.

Baca Juga: Membikin Sendiri Rak Kue Susun Tiga Bertema Marshmello

Bagaimana dengan kalian? Pernah membikin produk DIY yang seperti ini juga? Dan ya, sekali lagi, apabila kalian tahu nama yang tepat untuk kerajinan tangan ini, mohon komen di bawah.

That's all.

Selamat berkreasi!

#RabuDIY



Cheers.