Arsip Kategori: Konten

Ngobrol-Ngobrol Santai Tema Konten Youtube Milik Oe Din


Ngobrol-Ngobrol Santai Tema Konten Youtube Milik Oe Din. Namanya Oedin, asal Barai, Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Kenal Oedin sudah lama. Kemudian menjadi akrab karena kami sama-sama tergabung dalam komunitas bernama Relawan Bung Karno Ende dan Exotic NTT Community. Oedin sudah lama jadi Youtuber karena renjananya memang di dunia videografi dan fotografi. Saya akui, dia adalah pekerja keras, pantang menyerah, selalu mau belajar hal-hal baru, serta tidak pelit. Apa pun yang bisa dia bantu, pasti dibantu, salah satunya membagi aplikasi-aplikasi sunting video pada teman-teman, termasuk saya. Kami sering terlibat dalam diskusi-diskusi seru hingga larut malam, terutama tentang dunia videografi, fotografi, pariwisata dan ekonomi kreatif.

Baca Juga: Merawat Budaya Bersama Uniflor Sebagai Mediator Budaya

Kalau kalian mengintip channel Youtube-nya, Oe Din, ada banyak video tentang Kabupaten Ende. Tetapi beberapa video terbarunya mulai dibikinkan tema khusus. Ini menarik karena tema khusus itu, sepanjang pantauan saya, ada dua. Yang pertama: Ngobrol-Ngobrol Santai. Yang kedua: Makan e, Kita. Tentu video-video lainnya masih rajin diunggah oleh Oedin. Seperti apa Ngobrol-Ngobrol Santai itu? Marilah dibaca sampai selesai.

Ngobrol-Ngobrol Santai


Saya suka menonton video Ngobrol-Ngobrol Santai a la Oedin. Karena, dasarnya saya sendiri juga suka mengobrol dan pernah membawakan program Ngobras (Ngobrol Asyik dan Seru) di Radio Gomezone. Iya, dulu waktu masih siaran di radio swasta itu. Ngobras selalu punya topik asyik untuk diobrolkan dengan sangat seru oleh para radio jockey-nya. Saya, Iwan Aditya, dan tambahan seorang lagi yaitu Yoyok Purnomo. Topik-topik yang pernah dibawakan di Ngobras itu antara lain Kita dan Pancasila, Etika Berinternet, dan 10 Cara Asyik Merayakan Tahun Baru. Sedangkan kalau Ngobrol-Ngobrol Santai a la Oedin, temanya tergantung bintang tamu yang diajak mengobrol. Di situ tugas Oe Din adalah mengorek sebanyak-banyaknya informasi dari si bintang tamu. Ngobrol-Ngobrol Santai berarti mengobrol dengan santai, gaya bebas, selama tidak melanggar Sara Wijayanto SARA. Menulis Sara jadi ingat #DMS. Hahaha.

Anyhoo, mari kita lanjutkan.

Set Studio


Ngobrol-Ngobrol Santai tentu dilakukan di studio dan/atau indoor. Memang tidak wajib harus indoor tetapi saat ini masih dilakukan indoor. Karena Oedin belum punya studio khusus untuk konten Youtube yang satu ini, dan karena Pohon Tua (nama rumah saya) cukup luas dan cukup instagenic, maka Pohon Tua di-set menjadi studio Ngobrol-Ngobrol Santai. Ada bidang Pohon Tua yang ditempel bingkai berisi aneka hasil sketsa Violin Kerong. Ada sudut Pohon Tua yang bagus dijadikan lokasi mengobrol. Mana-mana suka. Soalnya dinding Pohon Tua kan punya banyak warna. Haha. Saat ini saya sedang pengen menempel peta buta Pulau Flores di salah satu dindingnya. Supaya bisa digunakan oleh siapa pun, termasuk Oe Din.

Untuk urusan properti, jangan kuatir! Di rumah saya banyak properti yang bisa digunakan. Hiasan meja unik-unik, dan lain sebagainya. Tetapi bisa juga properti dibawa pula oleh bintang tamu yang diwawancara. Tinggal mengaturnya agar terlihat artistik.

Violin Kerong dan Natalia Mudamakin


Dua orang yang pernah diwawancara dalam Ngobrol-Ngobrol Santai adalah Violin Kerong dan Natalia Mudamakin. Hwah, saya suka sekali. Violin Kerong adalah dosen Prodi Arsitektur pada Fakultas Teknik Universitas Flores (Uniflor) yang punya bakat kece yaitu sketsa wajah. Ya, betul sekali. Sketsa-sketsanya dititipkan di Pohon Tua dan menjadi galeri mini keren di ruang tamu. Tiga sketsa terakhir yang dia antar ke rumah itu Chester (alm.) dan Jack Sparrow (Johnny Depp). Selain mengsketsa wajah, Violin juga sangat mahir membikin kerajinan tangan seperti tempat tisu, tempat cincin pernikahan, gelang, kalung, gantungan kunci, bahkan boneka-boneka lucu ine berbaju zawo-zambu berbahan kain flanel.



Natalia Mudamakin sendiri merupakan mahasiswi Fakultas Teknologi Informasi Uniflor. Kenal dia juga sudah dari duluuuuu banget. Soalnya dia kan anak tetangga. Hehe. Natalia merupakan wirausahawati muda yang mendirikan brand Palapa Rasa dengan motivasi kuat untuk menyediakan tempat bagi anak muda Ende untuk bekerja dan berdaya. Palapa Rasa merupakan brand snack buah organik khas pertama di Kabupaten Ende yang mengangkat cita rasa kuliner khas Flores. Natalia dengan brand Palapa Rasa meraih Juara 3 Ethical Entrepreneur Ende. Waktu Ngobrol-Ngobrol Santai itu kami mengatur brand milik Natalia termasuk penghargaan yang diterimanya sebagai properti.



Oh ya, Oedin juga sudah Ngobrol-Ngobrol Santai bareng saya. Footage sudah terkumpul dan sedang dalam tahap sunting. Asyiiiikkkk.

Rencananya bakal banyak Orang Ende yang diwawancarai sama Oedin seperti Rikyn Radja, Denis Parera, Om Benny Laka, dan lain-lainnya. Supaya apa? Menunjukkan pada banyak orang bahwa Kabupaten Ende ini kaya akan orang-orang kreatif dan berprestasi. Saya bangga ketika video-video tersebut menuai komentar positif dari para penontonnya.

Konten Berkualitas


Saya pernah menulis pos berjudul Membikin Konten Youtube Memang Harus Tekun dan Ulet dan memang, kalau tidak tekun dan ulet susah jadi Youtuber. Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah kontennya itu sendiri. Dimulai dari judul yang tidak click bait, hingga isi konten yang seharusnya berfaedah dan menghibur. Para penonton video-video di Youtube tentu tahu bahwa begitu banyak video yang judulnya click bait, kontennya hasil copy paste sana-sini dan digabung-gabung, sampai ada konten yang benar-benar terkesan maksa demi memburu Rupiah. Ngobrol-Ngobrol Santai a la Oedin merupakan konten berkualitas dan sangat saya rekomendasikan pada kalian. Bukan iklan, bukan sulap, bukan sihir, kalian harus percaya bahwa Ngobrol-Ngobrol Santai memang wajib ditonton!


Menulis Ngobrol-Ngobrol Santai a la Oedin ini mengingatkan saya pada konten Youtube milik sendiri. Sejak tahun 2007 mendaftar di Youtube, baru sekarang mau mulai serius. Lucu juga. Hahaha. Ke mana saja saya selama ini. Video yang ada malah kebanyakan meng-cover lagu-lagu saja. Kalau kalian penasaran, silahkan intip channel Youtube saya. Salah satu videonya yang di bawah ini:



Sama halnya dengan blog ini yang punya tema harian, saat ini saya juga membikin tema untuk channel tersebut, antara lain Blogging, Podcas(t)uteh, dan BlogPacker. Masih pengen bikin tema tentang un-bungkusin makanan yang dijual online, ngikut Pak Jaf. Tapi ... nanti deh. Susah juga soalnya. Hahaha. Ribet di proses sunting! Doakan saja semoga saya tetap semangat membikin konten untuk dipublikasikan di Youtube. Ide bertebaran, tenaga tidak bisa dipaksakan. Maklum, sudah uzur.

Baca Juga: Menulislah Dengan Baik Meskipun Tidak Selalu Harus Benar

Semoga pos ini bermanfaat bagi kalian. Setidaknya ada informasi bagus yang bisa kalian peroleh dengan berkunjung ke blog ini. Hehe. Dan bagi kalian para Youtuber, tetap semangat! Tetap memberikan video-video bermanfaat, konten berkualitas, untuk para penonton baik subscriber maupun penonton random. Yang jelas, harus pertahankan orisinalitas, kembangkan ide-ide kreatif, merekam video dengan baik, menyunting dengan baik, insha Allah videonya juga baik, menarik, dan menyenangkan.

#SeninCerita
#CeritaTuteh



Cheers.

Warna-Warni Text Background Color Ciri Khas Pos Blog


Warna-Warni Text Background Color Ciri Khas Pos Blog. Bagi kalian yang nge-blog, setiap hari berhadapan dengan dashboard, pasti selalu ada keinginan untuk mengutak-atik dashboard dengan tujuan agar tampilan blog menjadi lebih baik/menarik. Sama. Saya juga begitu. Awal nge-blog menggunakan platform Blogger, tahun 2002/2003, saya tidak seberapa peduli dengan tombol-tombol yang mejeng di bawah bagian judul dan/atau di atas bagian isi. Saya juga tidak terlalu memusingkan gaya bahasa. Yang penting menulis dan ngepos. Selesai. Makanya, kalau saya membaca kembali pos blog zaman prasejarah itu, jadi ketawa sendiri, betapa buruk tampilan tulisan dan supa alay! Yakin, banyak pembaca yang kurang paham dengan tulisan-tulisan zaman prasejarah tersebut. Itu pun kalau ada yang baca. Haha.


Tetapi, lama-kelamaan, keinginan untuk mengutak-atik dengan tujuan agar tampilan blog menjadi lebih baik/menarik itu muncul. Gaya bahasa dan tata cara penulisan juga diperbaiki. Betul orang bilang: pengalaman mengajarkan segala hal dengan tujuan agar kita menjadi lebih baik, meskipun kita tidak perlu menjadi menarik. Lihat saja gaya tulisan. Awalnya kacau-balau, sekarang bolehlah dibilang jauh lebih baik. Awalnya menulis sama dengan bicara, belepotan, bahkan tanpa aturan, semakin ke sini semakin tertata. Perubahan-perubahan yang terjadi pada blog saya selama dua tahun terakhir antara lain:

1. Menambahkan judul pada paragraf pertama.
2. Memiringkan kata dan/atau kalimat yang menggunakan bahasa asing dan bahasa daerah.
3. Membikin sub judul.
4. Membikin list (kadang-kadang).
5. Memberi nama pada setiap foto milik sendiri.
6. Membikin (semacam) logo blog.
7. Menambah text background color.
8. Membikin deskripsi penelusuran.
9. Menebalkan kata/kalimat tertentu.

Yang betul-betul belum bisa saya bikin alias selalu lupa membikinnya adalah tautan permanen. Kalau tulisan sudah dipos, bakal susah mengubah tautan permanennya. Jadi, tautan pos blog tetap mengikuti judul. Kalau judul kepanjangan, ya ... dipangkas otomatis sama sistem.

Salah satu perubahan pada list di atas adalah menambah text background color.

Mungkin bukan hanya saya. Banyak blogger yang memanfaatkan text background color ini. Awalnya saya memakai text background color hanya sebagai penanda tautan yang disertakan di dalam pos. Untuk menekankan kepada pembaca bahwa ada tautan yang bisa mereka klik bila ingin memperoleh informasi lebih dan/atau tautan rujukan. Warna tautan rujukan itu selalu KUNING. Tidak usah dijelaskan lagi ya kenapa warnanya kuning. Hehe. Saya pikir ini penting dilakukan karena tampilan tautan pada pos blog ini abu-abu. Tidak semua orang paham tentang tautan yang disertakan di dalam pos blog, oleh karena itu, text background color berwarna kuning cukup membantu dan memuaskan rasa penasaran para pembaca *dikeplak dinosaurus*.

Tapi, text background color khusus tautan itu bukan clickbait! Paham? Hehe.

Text background color kemudian menjadi ciri khas pos blog ini. Nama kota, nama kabupaten, nama provinsi, kadang nama orang, sesuatu yang harus dipahami oleh pembaca pasti saya beri text background color. Dan rata-rata terjadi pada paragraf pertama. Untuk pengulangan, tidak lagi saya beri text background color agar pembaca tidak mendadak dangdut pusing. Ciri khas pos blog dengan text background color kemudian melekat pada blog (saya) ini.

Menurut Susan Gunelius, (mantan) penulis Lifewire yang fokus menulis soal dunia blogging, pada artikel tentang Psikologi Warna, psikologi warna memberitahu bahwa warna memiliki makna. Dengan kata lain, warna secara tidak sadar memunculkan perasaan dan pikiran ketika orang melihatnya. Menurut Susan, psikologi warna dapat memengaruhi cara orang berpikir dan merasakan tentang blog atau situs web. Setiap warna mempunyai makna berbeda dan mempunyai aura tersendiri untuk menarik dan/atau mempertahankan pengunjung blog kita. Susan menulis: hal terakhir yang ingin Anda lakukan adalah kehilangan pengunjung karena efek bawah sadar warna dalam blog Anda.

Ugh. Serem. Hehe.

Pada pos ini saya hanya mengambil dua warna yang ditulis oleh Susan. Pertama warna putih, kedua warna kuning. Apa pasal? Karena putih merupakan warna utama blog ini, dan sebagai Presiden Negara Kuning, kalian pasti paham *kedip-kedip*.

Putih
Ada alasan mengapa produk pembersih seringkali berwarna putih atau dikemas dalam wadah putih. Psikolog warna melaporkan bahwa putih adalah simbol kemurnian dan kebersihan. Putih menarik perhatian orang dan bekerja dengan baik sebagai warna latar belakang dengan teks gelap di blog dan desain web.

Kuning
Ketika Anda membutuhkan warna untuk mengomunikasikan kepositifan dan kehangatan, kuning adalah pilihan yang sempurna. Ini juga telah ditemukan dalam penelitian untuk menjadi warna pertama yang dilihat orang. Kuning adalah pilihan yang sempurna untuk menarik perhatian ke bagian terpenting dari blog atau situs web Anda.

Baca Juga: Edmodo Salah Satu E-Learning Yang Mirip Media Sosial

Kemurnian dan kebersihan yang dipadu dengan kepositifan dan kehangatan merupakan pasangan yang cocok. I guess. Tapi itu bukan berarti kalian yang memakai warna lain untuk tampilan blog maupun text background color itu tidak baik. Ini hanya masalah kebiasaan, masalah selera. Semua warna itu baik. Karena warna membikin hidup manusia menjadi lebih ausam. Kaitannya dengan pos blog, warna membikin pos blog terlihat lebih menarik. Setidaknya itu menurut saya. Bagaimana menurut kalian? Silahkan komen.

Semoga bermanfaat!

#SelasaTekno



Cheers.