Arsip Kategori: Komedi

Trevor Noah Si Komedian Yang Mencuri Semua Perhatian Saya

 

Sumber foto: Press.Cc.Com

Trevor Noah Si Komedian Yang Mencuri Semua Perhatian Saya. Sudah lama sekali saya tidak memperbarui tulisan di blog ini. Rasanya basi kalau lagi-lagi alasannya karena kesibukan meskipun yaaaa memang itulah alasannya. Melihat statistik pengunjung/pembaca blog ini, saya mengucapkan terima kasih. Kalian baik. Masih mau datang ke sini, masih mau membaca pos demi pos, terutama yang berkaitan dengan pos rangkuman seperti 5 manfaat, 5 tips, 5 ini-itu, dan sejenisnya, yang selalu berdasarkan pengalaman pribadi. Ada banyak peristiwa yang terjadi baik dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan pekerjaan (kampus) seperti membikin sabun untuk souvenir di pernikahan keponakan dan peresmian patung Sang Visioner. Tapi hari ini izinkan saya menulis tentang seorang komedian bernama Trevor Noah.


Baca Juga: Eko Poceratu Nyong Maluku Yang Mendunia Melalui Puisi


Siapa Trevor Noah? Dan kenapa dia mencuri semua perhatian saya? Yuk dibaca.


Trevor Noah


Trevor Noah lahir di Johannesburg, Afrika Selatan, pada tanggal 20 Februari 1984. Selain sebagai seorang komedian dia juga dikenal sebagai pembawa acara televisi, produser, penulis, komentator politik, dan aktor. Dia adalah pembawa acara The Daily Show, program berita satir Amerika di Comedy Central. Sejak tahun 2002 dia menjadi pembawa acara (Perusahaan Penyiaran Afrika Selatan|SABC) dan menjadi runner-up di musim keempat Iterasi Strictly Come Dancing di Afrika Selatan pada tahun 2008. Dari tahun 2010 hingga 2011, ia bertindak sebagai pencipta dan pembawa acara talk show larut malam Tonight with Trevor Noah, yang disiarkan di M-Net dan DStv. Setelah karir stand up comedy-nya mencapai kesuksesan internasional, Trevor mulai muncul di acara bincang-bincang larut malam Amerika dan acara panel bahasa Inggris. Pada tahun 2014, Trevor menjadi Koresponden Internasional Senior untuk The Daily Show, dan tahun berikutnya, ia menggantikan pembawa acara lama Jon Stewart, dan ditetapkan untuk tetap di posisi ini hingga 2022. Buku komedi otobiografinya Born a Crime diterbitkan pada tahun 2016 dan mendapat pujian kritis. 


Noah telah menerima berbagai penghargaan, termasuk kemenangan Primetime Emmy Award dari sembilan nominasi. Dia dinobatkan sebagai salah satu dari "35 Orang Paling Kuat di New York Media" oleh The Hollywood Reporter pada tahun 2017 dan 2018. Pada tahun 2018, majalah Time menobatkannya sebagai salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia


Dan ya, itu yang diinformasikan oleh Wikipedia. Hehe. Informasi lengkap soal lelaki cerdas yang satu ini dapat kalian peroleh juga di situs resminya Trevor Noah.


Komedi Cerdas


Saya pernah membahas seorang komedian bernama James Veitch yang menurut saya sangat cerdas. Tidak dapat membandingkan antara komedian yang satu dengan yang lain, tapi Trevor merupakan komedian cerdas lainnya yang saya temukan di Youtube. Seperti saya menemukan James Veitch dan Gabriel Iglesias. Trevor membicarakan semua hal. Politik? Itu pasti. Bagaimana dia berbicara tentang Donald Trump, Jacob Zuma, dan Kim Jong-un, membikin penontonnya meledak dalam tawa, termasuk saya. Isu-isu di dunia politik itu dibalut kehidupan percintaan misalnya antara Melania dan Donald Trump. Haha. Atau tentang pandangan Kim Jong-un terhadap Donald Trump yang you know lah. Atau tentang rasisme yang terjadi hampir di semua negara. Dia mengkaitkan antara satu isu dengan isu lainnya melalui kabel konektor yang sangat halus.


Trevor juga seorang impressionist andal. Tidak saja dalam perilaku tetapi juga mampu meniru berbagai aksen dari seluruh dunia. Lagi-lagi saya terbahak-bahak mendengar dia menirukan aksen orang Rusia. Katanya, aksen orang Rusia itu begitu mengintimidasi dan terdengar sangat berbahaya meskipun mereka hanya berbicara hal-hal biasa atau romantis. Dan ya, dia mencontohkannya dengan sangat sempurna. Bagaimana dia menggambarkan skenario percakapan antara Barack Obama dengan Nelson Mandela, itu sungguh luar biasa. Bagaimana dia menggambarkan skenario percakapan antara Melania dan Donald Trump, itu sungguh bakal bikin otak kalian juga ikutan ngakak di dalam sana. Bagaimana dia membandingkan antara announcer bandara di negara lain dengan di Afrika Selatan, duuuuh ... sudahlah, jangan sampai saya terhibur dan tertawa sendiri. 


Kalian juga harus menonton Trevor Noah. Banyak videonya di Youtube. Atau, sekalian saja subscribe akun Youtube-nya.


⇜⇝


Beberapa hari terakhir saya sejenak absen dari Upin Ipin, Larva, Shaun the Sheep, Zig and Sharko, hingga Oggy and the Cockroaches. Semua gara-gara Trevor Noah. Saya melahap habis semua videonya di Youtube, terbahak-bahak, bahkan sampai heboh bercerita pada Indra Pharmantara tentang gaya dia mencontohkan annoucer bandara. Karena bagi saya hal bagus harus diceritakan pada orang lain. Energi positif itu harus tertularkan pada orang lain. Termasuk kalian yang hari ini membaca pos tentang Trevor Noah. Come on, hiburlah diri sendiri karena kita sudah cukup lama dihantui oleh Covid-19. Hehe.


Hope you enjoy, it!


#SabtuReview


Cheers.

TIKIL: Kami Antar, Kami Nyasar


Kalian pasti tidak asing dengan TIKI; Titipan Kilat. Kalian juga pasti tidak asing dengan perusahaan jasa pengiriman barang serupa seperti JNE, KGP, hingga Lion Parcel. Meskipun biaya pengiriman barangnya tergolong cukup mahal (dihitung per kilogram) tapi jasa pengiriman barang swasta ini cukup ramai. Apalagi ditambah pengirim dan penerima barang dapat mengecek sendiri, secara online, status barang kiriman tersebut. Apakah masih menunggu di bandara kota asal pengiriman, apakah sudah sampai di kota singgahan, apakah sudah sampai di kota tujuan, dan lain sebagainya. Biasanya kalau sudah sampai di kota tujuan dan belum diantar ke rumah, barang tersebut belum dibongkar alias belum siap antar. Waktu menunggu pun paling hanya sehari.

Baca Juga : 

Tapi apakah kalian pernah mendengar TIKIL? Perusahaan jasa pengiriman barang dengan jargon: kami antar, kami nyasar

Memang ada?

Ada! TIKIL ini berbentuk buku setebal 203 halaman.

Iwok Abqary

Adalah teman Blogfam yang saya dan semua anggota Blogfam memanggilnya dengan Kang Iwok. Ya, kalau kalian mengeklik tautan blog-nya, memang jarang di-update, mungkin karena sibuk menulis. Soalnya beliau ini produktif sekali sama urusan menulis dan menerbitkan buku. Kang Iwok adalah pemilik perusahaan TIKIL penulis buku berjudul TIKIL itu. Selain TIKIL, ratusan buku lainnya pernah ditulis oleh Kang Iwok. Diantaranya Duo Tulalit dengan jargon Jalan-Jalan Nyasar, Dog's Love, Gokil Dad (saya diberi kaos Gokil Dad sama Kang Iwok loh), hingga Pengabdi Cilok. Kang Iwok ini jagoannya buku komedi! Saya jamin kalian bakal sangat terhibur dan terpingkal-pingkal kalau membaca karya-karyanya yang diterbitkan oleh diantaranya Gagas Media dan Gramedia.

Bertemu dengan Kang Iwok saat saya pergi ke Tasikmalaya pada tahun 2010. Malam itu, kami nongkrong di sebuah resto waralaba, mengobrol banyak perkara, padahal baru pertama kali itu bertemu. Mungkin karena kami sudah lama haha hihi dan merusuh bareng di Blogfam. Malam itu Kang Iwok berbaik hati mengantar saya dan Acie pergi membeli beberapa keperluan di toko maret-maret yang entah saya lupa namanya. Tahun 2011 kami kembali bertemu dalam perhelatan Asean Blogger di Bali. Tentu, masih dengan haha hihi yang menyenangkan.

Bagi saya, Kang Iwok adalah sosok penulis inspirasi yang baik hati dan sangat cerdas dengan ide-ide briliannya. Selain menulis, Kang Iwok juga gemar menanam bunga dan memelihara kucing! Mulia sekali hatimu, Kang. Hahaha.

TIKIL

TIKIL adalah buku yang ditulis oleh lelaki yang saya tulis di atas, hehe. Diterbitkan oleh Gagas Media, buku ini dibuka dengan sub: Bos Baru. Bos baru, Pak Pri, pada perusahaan jasa pengiriman barang ini ternyata punya hobi memasak yang pada awalnya hasil masakan ini bakal bikin orang satu kantor sakit perut! Tapi dari semua karakter di dalam TIKIL, yang paling nancap di benak saya hingga saat ini adalah Kusmin. Salah seorang tukang bersih-bersih yang punya pekerjaan sampingan di damkar.

Kusmin paling doyan membanggakan piagam penghargaannya.


PIAGAM PENGHARGAAN
Denga ini penghargaan diberikan kepada:
KUSMIN BIN SARMIN
Atas jasa-jasanya sebagai sukarelawan yang sudah
mau membantu menyelamatkan
tanpa memedulikan keselamatan dirinya pada
saat terjadi kebakaran
di rumah Bapak Dadang, Kampung Mancogeh,
Tasikmalaya, 17 Agustus 2005
Pada saat itu, Kusmin sedang mengikuti lomba
panjat pinang acara Agustusan.
Dari atas pinang yang dipanjatnya
dengan susah payah,
dia melihat api yang mulai berkobar
dari rumah Bapak Dadang.
Kalo saja Kusmin tidak berteriak-teriak
dan mengabarkan berita kebakaran itu
kepada seluruh warga, sudah dipastikan
rumah Bapak Dadang tidak bisa diselamatkan.
Tanpa memedulikan hadiah yang bergelantungan
Kusmin memilih untuk memerosotkan diri
dari batang pinang dan lari menelepon
Dinas Dam-Kar (Pemadam Kebakaran).
Rumah Bapak Dadang pun akhirnya terselamatkan
Sehubungan dengan hal tersebut,
Kami memberikan penghargaan ini
dan mengangkat Sdr. Kusmin
sebagai Tenaga Sukarela Dinas
Dam-Kar.

A.n. Dinas Pemadam Kebakaran Tasikmalaya
Dadang Herdiana
Kepala
(sekaligus korban kebakaran pada kejadian tersebut)


Piagam penghargaan terkoplak dan sukses membikin saya terbahak-bahak, bahkan saat membacanya berkali-kali. Lucunya masih sama. Belum lagi kisah Lilis dan Bowo; Lilis pernah menyangka Bowo sebagai Adji Massaid. Itu bikin Bowo lebih sering mematut diri di depan cermin, qiqiqiq. 

Kisah TIKIL adalah bagaimana perusahaan yang di ambang bangkrut ini dapat kembali bangkit. Bagaimana cara bangkitnya itu yang membikin pembaca terpingkal-pingkal sampai lupa tanggal lahir. Empat karyawannya rada-rada begitu. Lilis, resepsionis, yang mengidolakan Adjie Massaid. Ada Dasep, kurir yang selalu sial dan menabrak sana-sini. Mang Dirman, kurir lainnya yang sayang banget sama sepeda bututnya (nganter barang pakai sepeda!? :p). Dan si OB penerima piagam penghargaan, Kusmin, yang yah begitulah dirinya.

Ini memang buku lama dengan cetakan pertama tahun 2008. Tapi buku ini jangan sampai lolos dari kehidupan kalian. Rugi bandar hehehe. Wajib baca. Karena, selain kisah konyol tentang sebuah perusahaan jasa pengiriman barang yang hampir bangkrut beserta bos dan karyawan yang rada-rada sinting, banyak pelajaran yang bisa dipetik dari buku komedi ini. Salah satunya adalah lakukan sesuatu yang benar-benar kalian minati. Seperti Pak Pri, contohnya, yang pada akhirnya membuka Pri's Bakery. Pelajaran lainnya ... silahkan baca sendiri bukunya. Qiqiqiq.

Happy weekend!


Cheers.