Arsip Kategori: Kesehatan

Jangan Lupa Minum Air Putih

 

Tahu nggak manfaat minum air putih? Manfaatnya banyak banget seperti membantu menghilangkan racun dalam tubuh, meningkatkan metabolisme, mencegah kenaikan berat badan, mencegah gangguan pencernaan, membuat kulit lebih sehat (glowing) dan banyak manfaat lainnya. Selain banyak manfaatnya, dua pertiga tubuh juga terdiri dari cairan, sehingga bila kekurangan air putih, maka mengakibatkan banyak masalah kesehatan, sebut saja mudah kelelahan, dehidrasi, kurang konsentrasi, gangguan pencernaan dan masih banyak lainnya. 

Ternyata minum air putih memberikan banyak keuntungan, namun masih banyak orang yang malas atau bahkan menghindari minum air putih banyak karena takut bolak-balik kamar mandi. Selain itu, kesibukan dari pagi sampai malam pun membuat lupa untuk sekedar minum air putih, sebaliknya mengkonsumsi minuman berwarna dan berasa. Tanpa disadari, minuman berwarna dan  berasa ini akan mengakibatkan banyak masalah dikemudian hari. 

Kalau saya kebetulan sangat suka minum air putih. Dalam 5 hari saja saya bisa mengkonsumsi air galon sekitar 19 liter sendiri, apalagi kalau cuaca sedang panas-panasnya, maka dalam 4 hari pun satu galon akan habis. Selain karena saya mudah berkeringat, saya juga membiasakan diri untuk selalu minum air putih lumayan banyak, dan saya merasa kalau banyak sekali manfaatnya terutama membantu proses diet yang sedang saya jalani sekarang. 



Ngobrolin mengenai air putih, maka konsumsi wajib yang harus dipenuhi adalah minimal 2 liter sehari atau bisa dibagi menjadi 8 gelas ukuran 250 ml. Selain memenuhi kebutuhan minum air putih, sebetulnya tubuh membutuhkan asupan sumber mineral berkualitas sebagai tambahan, apalagi bila air tersebut sudah diproses dengan filtrasi dan ionisasi sehingga PHnya menjadi 8+ (kondisi basa). Tubuh yang terlalu banyak terpapar polusi dan mengkonsumsi makanan kurang bergizi seimbang membuat kadar PH dalam tubuh menjadi asam (PH dibawah 7). Untuk itu dibutuhkan air putih tambahan yang membuat PH tubuh menjadi basa kembali supaya seimbang. 

VIT 8+ hadir di Indonesia menjawab kegalauan semua orang yang memiliki gaya hidup aktif mulai dari rutinitas pekerjaan, hingga kegiatan tambahan lainnya yang dilakukan setelah bekerja hingga malam hari, seperti menjalankan hobi, ataupun melakukan kegiatan sosial bersama keluarga atau kerabat. Padatnya aktivitas yang dijalankan menuntut para kaum aktif muda untuk menjaga pola hidup agar tetap seimbang dan sehat. 

VIT 8+ merupakan produk air minum pH tinggi dan inovasi terbaru dari VIT. Sejalan dengan komitmen dalam menyediakan hanya produk berkualitas tinggi kepada konsumen, VIT 8+ diciptakan dari air mineral VIT yang kualitasnya terpercaya, yang diproses melalui sistem filtrasi tiga tahap. Setelah ini, diakhiri dengan proses ionisasi khusus yang menghilangkan ion asam dari air melalui elektrolisis. Proses ini yang menghasilkan inovasi terbaru kami, air pH tinggi VIT 8+. 

VIT 8+ dianjurkan untuk diminum dua kali sehari, pagi hari sebelum beraktivitas dan malam hari setelah beraktivitas, sebagai asupan tambahan dari konsumsi air mineral sehari-hari. Pagi hari sangat tepat memulai hari dengan satu botol VIT 8+ agar tubuh lebih segar dan menghidrasi sehingga siap untuk melakukan aktivitas yang super padat. Dan, setelah seharian bekerja dan sempat bertemu dengan teman dan mengobrol seru, maka malam hari saatnya memenuhi tubuh dengan minum satu botol VIT 8+ agar tubuh menjadi seimbang kembali dan tidur pun lebih berkualitas. 


Selain minum, makanan juga sangat penting agar tubuh tetap dalam keadaan basa atau seimbang. Banyak mengkonsumsi makanan tidak bergizi seimbang membuat tubuh merasa cepat lelah dan jika keadaan tersebut terus menerus maka akan terserang banyak penyakit tidak menular seperti diabetes, darah tinggi, jantung dan lainnya. Gaya hidup juga mempengaruhi apa yang dikonsumsi sehari-hari, setelah teracuni dengan minuman berwarna, makan pun pasti akan memilih makanan cepat saji. Makanan cepat saji tidak bisa memenuhi kebutuhan nutrisi harian karena mengandung banyak kalori dan tentu saja kurang bergizi seimbang karena hanya mengandung karbohidrat dan lemak serta sedikit protein dan nutrisi lainnya. Bertahun-tahun makan cepat saji tentu saja tidak akan baik bagi tubuh. 

Oh iya, sekitar 5 bulan lalu, saya mulai bertekad menurunkan berat badan. Berat badan saya sekitar 110 kg saat mulai melakukan diet. Beberapa kali saya berusaha mencari metode diet yang terbaik dan akhirnya saya bisa menurunkan sekitar 15 kg dari 110 kg menjadi 95 kg. Tentu saja dibutuhkan kemauan yang cukup keras dan mengubah mindset yang tertanam selama bertahun-tahun lamanya. Hal yang saya lakukan adalah menggantikan sumber karbohidrat dari nasi menjadi kentang, ubi-ubian, bihun dan lainnya yang memiliki indeks glikemik (IG) cukup rendah dibandingkan dengan nasi. 

Selain mengurangi nasi, saya menambah porsi protein dengan banyak mengkonsumsi telur, tahu, tempe dan daging. Dan, kebetulan saya suka daging terutama daging ayam atau daging sapi. Oh iya, diet itu lebih mudah ketika suka bereksperimen terhadap masakan, seperti yang akan saya masak adalah Thai Beef Basil. Kebetulan ada sebuah produk siap masak yang sangat sehat karena terdiri dari beef dan sayuran seperti jamur. Cara masaknya pun sangat mudah karena tinggal mengikuti petunjuknya dan jadilah masakan ala Chef Salman, hehehe. 


Minum air putih dengan tambahan VIT 8+ dan mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang memang sangat membantu gaya hidup aktif sehingga produktivitas pun akan meningkat. Seperti yang dilakukan oleh Patricia Gouw, seorang selebriti yang sangat aktif dan sibuk namun masih menyempatkan untuk minum 2 botol VIT 8+ pada pagi dan malam hari. Menurut dr. Ahmad Aulia Ghufron, MMR menjelaskan bahwa menjaga asupan cairan penting untuk mengoptimalkan fungsi tubuh. “Dalam keadaan tidur, selama periode 6 - 8 jam di malam hari, tubuh tetap bekerja, sehingga menyebabkan cairan tubuh berkurang melalui pernapasan atau keluarnya keringat. Minum air membantu kita mengisi cairan tubuh yang hilang. Mengonsumsi air minum dengan pH tinggi sebelum tidur dapat membantu menjaga tingkat hidrasi tubuh dengan efektif."

Selamat beraktivitas, dan jangan lupa minum VIT 8+ ya!

Jangan Cemas, Tetap Tenang Dan Produktif Di Kala Pandemi

 


Cemas akan ketidakpastian di masa pandemi itu sesuatu hal yang wajar banget. Apalagi disaat pandemi, semuanya menjadi tidak pasti seperti pekerjaan yang tertunda, bisnis yang stagnan dan banyak hal lainnya. Ketidakpastian ini membuat kita cemas dan menjadi depresi. Trust me, kamu tidak sendiri mengalami hal ini, jutaan atau bahkan milyaran orang diluaran sana juga memiliki ketakutan dan kecemasan yang sama. 

Dan, itu pun terjadi pada saya. Saya seorang freelance blogger, vlogger, membuka usaha trip dan sedang merintis konsultan keuangan. Betapa berat rasanya menghadapi situasi pandemi dikala sedang membuka usaha trip yang mengandalkan wisata dalam negeri dan luar negeri. Beberapa trip yang sudah dirancang setengah tahun lalu atau bahkan sudah dari tahun lalu pun terpaska harus dibatalkan. Kondisi ini diperparah dengan banyak sekali usaha lain yang gulung tikar bahkan tutup, sehingga menciutkan niat saya untuk merintis konsultan keuangan bersama teman saya. Belum lagi, pekerjaan yang berhubungan dengan blog dan vlog pun nyaris sama, masih belum memberikan harapan yang sesuai dengan keinginan.

Selain mengalami kecemasan akan ketidakpastian, saya pun pernah mengalami perasaan bersalah. Banyak sekali perasaan bersalah kepada keluarga dan sahabat bahkan orang lain. Sering kali saya menjanjikan banyak hal kepada mereka, dan saya belum mampu memenuhi sehingga perasaan bersalah pun muncul. 

"Man, kapan kowe balik?"

Keluarga saya meminta saya untuk pulang. Namun, karena kondisi pandemi seperti ini, saya meras bahwa kesehatan keluarga sayalah yang lebih penting. Ayah saya menderita penyakit jantung dan adik ipar pun sedang mengandung. Tapi kan kamu nggak sakit corona? Iya, tapi kalau virus itu terbawa oleh saya dan malah menularkan pada keluarga di kampung halaman bagaimana? Apa salahnya saya menunda pulang kampung, demi kebaikan dan kesehatan bersama. Namun, tetap saja saya merasa bersalah. Belum lagi, ada beberapa kemauan Ayah yang belum saya penuhi, itu membuat saya merasa lebih bersalah lebih dalam. Tentu saja saya sedih belum mampu memenuhi semua permintaan keluarga. 

Pernah nggak merasakan hal tersebut dan menyiksa batin kita? Pasti pernah donk? Ya, kalian tidak sendiri, perasaan itu wajar adanya. 


Lalu, pelan-pelan saya menyadari bahwa semua orang adalah memiliki ketakutam, kecemasan dan perasaan bersalah yang sama. Tidak ada orang di dunia ini yang bebas dari perasaan tersebut. Tapi, cara mengatasinyalah yang berbeda-beda antara satu orang dengan lainnya. Ada yang sangat cepat mengatasinya bahkan mengubah kecemasan menjadi sebuah ketenangan, ada yang belum mampu mengatasi dan bahkan ada yang semakin cemas dan takut. 

Dan, saya adalah termasuk yang belum mampu mengatasi kecemasan dan ketakutan serta rasa bersalah dalam waktu beberapa tahun belakangan ini. Lalu, saya pun mencoba mencari solusi bagaimana mengatasi kecemasn tersebut. Dan, salah satunya adalah dengan hidup lebih seimbang serta mengatur semuanya. Saya mulai menata diri dan mencari apa saja yang kurang dalam diri saya. Misalnya saya sering terlambat dan kurang mempersiapkan diri, maka saya perbaiki dengan memanage waktu lebih efektif dan membuat jadwal dan prioritas.

Dan, inilah yang saya lalukan untuk mengatasi kecemasan dengan membuat beberapa perubahan :

1. Mengatur jadwal dan prioritas

Sering kali saya sering kali lalai dalam hal mengatur waktu. Saya kurang memperioritaskan apa yang seharusnya menjadi perioritas sehingga membuat semuanya berantakan. Lalu saya mengubahnya dengan membuat perencanaan waktu yang lebih matang dan membuat prioritas apa yang harus dikerjakan secara harian, minggu dan bulan. Dan, hasilnya saya merasa jauh lebih tenang dan tidak membuang waktu begitu percuma. 

2. Pola Hidup Lebih Teratur

Kecemasan dan ketakutan itu membuat depresi, sehingga hidup lebih berantakan seperti semuanya hancur. Pernah nggak merasa kalau sahabat menjauh dan tidak mau membantu kita yang kesulitan? Iya, saya pernah mengalaminya dan merasa hancur sekali. Namun, akhirnya saya sadar, saya harus memperbaiki pola pemikiran dan hidup saya agar terhindar dari depresi. 


3. Olahraga dan Diet

Selain menata waktu dan pola hidup, saya juga mencoba diet dan olahraga. Badan saya terlalu gemuk dan membuat pergerakan saya menjadi lebih lambat dan merasa beban sangat berat. Diet adalah salah satu solusi agar badan terasa lebih ringan. Kemudian, olahraga membuat badan lebih bugar sehingga tidak gampang sakit. Dua kombinasi yang membuat hidup pun lebih ringan dan bersemangat. 

4. Pola Tidur dan Istirahat

Semakin kacau pola tidur dan istirahat, maka sedikit banyak mempengaruhi produktivitas. Apalagi dimasa pandemi lebih banyak bekerja dirumah dan membuat ritme tidur pun kembali kacau. yang tadinya kita bangun pagi dan bekerja sampai sore atau malam kemudian tidur di jam 11 atau 12 kemudian bangun pagi. Dan, saya pun mengalami masalah yang sama pola tidur dan istirahat jadi kacau. Maka saya membenahi pola tidur sehingga lebih segar dan bangun lebih pagi untuk mengerjakan banyak hal di pagi hari seperti olahraga dan berkebun misalnya. 

5. Belajar Online 

Selain keahlian yang dikuasai sekarang ini, ada baiknya menambah skill atau pengetahuan baru agar kualitas diri lebih meningkat. Nggak ada salahnya untuk mengulik-ulik keahlian terpendam selama ini yang kurang terasah, apalagi di masa pandemi semuanya serba online sehingga tidak membutuhkan effort yang lebih untuk belajar dari rumah saja. 

Saya pun demikian, saya mengikuti beberapa kelas online seperti bahasa inggris dan kelas menulis skenario. Dua hal yang ingin saya latih lagi dimasa pandemi seperti ini. Skenario itu ternyata menarik banget kalau di dalami. Dengan skenario saya lebih mendalami film yang ditonton. Dengan skill dan pengetahuan baru, maka meningkatkan produktivitas karena memahami banyak hal lainnya. 

Selain skill, saya juga menambah pengetahuan seperti topik bagaiman mengatasi rasa cemas dan agar hidup lebih tenang sehingga lebih ringan melangkah. Saya mengikuti topik ini di IG Live @homecreditid bersama pembicara Mas Adjie Santosoputro. 
 

Mas Adjie merupakan pakar Mindfullness yang ternama di Indonesia. Beliau merupakan lulusan Psikologi dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Mindfullness adalah kondisi dimana diri kita sadar disaat ini disini kini. Maksudnya itu adalah be present be here, right here right now, kita sering tubuh kita disini, pikirian kita ngelayap ke masa lalu atau masa depan. 

Kecemasan terjerat masa lalu atau masa depan. Kondisi saat ini pandemi, maka kita membayangkan hal-hal yang belum terjadi. Kita terjebak dengan pikiran kita sendiri. Dengan mindfullness, kita bisa  berdamai dengan rasa cemas, dengan itu menjaga kesehatan fisik dan meningkatkan imunitas tubuh kita dengan latihan mindfullness tersebut. Salah satu penyebab cemas adalah ketidakpastian. Dan sebetulnya bikin kita cemas adalah keinginan kita untuk memastikan tidak pasti. dari sini kita belajar berdamai dengan cemas. Karena dihidup ini banyak yang tidak pasti. 

Gembira dan bahagia itu dua hal yang sangat berbeda. Gembira atau sedih itu sementara, sedangkan bahagia adalah sesuatu kondisi melampaui sedih dan gembira. Bahagia itu bisa bersifat lebih long lasting. Karena kehidupan itu silih berganti sedih dan gembira namun kebahagiaan itu akan lebih kekal. 

Dan untuk tidak takut dan cemas yaitu setiap meluangkan waktu 5-10 menit untuk berlatih hening. Duduk diam pejamkan mata sadari nafas. Sadari nafas itu tarik nafas dan buang nafas secara perlahan dan pejamkan mata. Ini tips manjur ala Mas Adjie Santosoputro supaya kita bisa tetap tenang, langkah kita lebih ringan. Latihan ini supaya melatih pikiran kita menyadari napas, sehingga kita merasakan nafas pada masa kini sehingga tidak terbayang masa lalu dan masa depan. 

Jalan Berliku Pemanfaatan Daun Ganja Untuk Kesehatan

Jalan Berliku Pemanfaatan Daun Ganja Untuk Kesehatan

Awal 2020, Isu Legalisasi Ganja Kembali Mencuat

Awal tahun 2020 isu legalisasi ganja kembali mencuat setelah seorang legislator dari Komisi VI DPR RI, Rafly Kande dari Fraksi PKS melontarkan usulan agar ganja jadi komoditas ekspor.


Legislator yang terkenal dengan lagu-lagu daerahnya ini menyampaikan hal tersebut dalam rapat kerja bersama Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Kamis (30/1/2020).


Salah satu poin dalam rapat tersebut adalah adanya pembahasan mengenai rencana pengesahan kemitraan ekonomi antara Indonesia dengan negara-negara EFTA (European Free Trade Association).


Rafly Kande yang asal Aceh ini menyebutkan bahwa melalui perjanjian perdagangan bebas, Indonesia dapat mengekspor produk unggulan ke pasar Internasional, salah satunya adalah ekspor ganja Aceh.


Menurutnya, daun ganja yang sering disalahgunakan ini, dapat dimanfaatkan dalam hal medis, seperti kebutuhan untuk obat-obatan.


"Legalisasi ganja Aceh yang saya tawarkan merupakan mekanisme pemanfaatan ganja Aceh untuk bahan baku kebutuhan medis dan turunannya berkualitas ekspor ke seluruh dunia yang membutuhkan, dan akan diatur dalam regulasi dan dikawal oleh negara," kata Rafli, Jumat (31/1/2020), dikutip dari Tribunnews.com.


Meski usulan ini telah dibarengi dengan penjabaran kajian ilmiah, namun tak dapat dipungkiri, bahwa usulan Rafli dianggap kontroversial.


Rafli mengatakan, tanaman ganja memiliki banyak manfaat yang salah satunya adalah untuk kebutuhan dunia farmasi. Dia bahkan mengajak masyarakat untuk bisa berpikir terbuka dan tidak terjebak dalam anggapan yang tidak benar selama ini.


"Ganja, entah itu untuk kebutuhan farmasi, untuk apa saja. Jangan kaku, kita harus dinamis berpikirnya," ujar Rafli.


Rafli bahkan berani mengklaim bahwa anggapan buruk masyarakat terhadap tanaman ganja selama ini merupakan hasil konspirasi global yang dibuat oleh pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan manfaat ganja diketahui publik secara luas.


Meski demikian, Rafli mengakui bahwa kendala regulasi memang menjadi hal lain yang juga harus dipikirkan, mengingat saat ini status tanaman ganja secara hukum adalah sebagai salah satu jenis narkoba terlarang.


Untuk mengetahui efek buruk narkotika khususnya mengenai dampak negatif penyalahgunaan ganja sudah diulas lengkap di website Halodoc. Halodoc adalah sebuah platform kesehatan berbasis online, di mana tujuan utamanya adalah Simplifying Healthcare, membantu masyarakat Indonesia agar dapat berkonsultasi mengenai kesehatan dengan mudah dan dengan sumber yang tepat.


Jalan Berliku Pemanfaatan Daun Ganja Untuk Kesehatan


Upaya Memanfaatkan Ganja Sebagai Bahan Obat


Di Indonesia kegiatan advokasi dan mengedukasi untuk dilakukan riset-riset ilmiah terkait penggunaan ganja sebagai obat telah gencar dilakukan oleh komunitas Lingkar Ganja Nusantara (LGN) dan juga Yayasan Sativa Nusantara (YSN).


Penelitian tentang tanaman ganja atau kanabis sempat diajukan Yayasan Sativa Nusantara (YSN) kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan pada  9 Oktober 2014. Permohonan itu sempat dikabulkan 30 Januari 2015, namun penelitian belum juga dilaksanakan.


"Untuk mengkaji kegunaan ilmiahnya kita bentuk YSN dan saat ini kami sudah ajukan proposal yang sudah disetujui Kemenkes untuk meneliti ganja sebagai obat diabetes dan kencing manis," papar Direktur Eksekutif YSN, Inang Winarso, di Jakarta, Senin (2/5/2016), dikutip dari Kompas.com


Penggunaan ganja dengan alasan untuk pengobatan


Kasus hukum terkait penggunaan ganja sebagai obat terakhir yang sempat menjadi perhatian publik adalah kasus seorang PNS di Sanggau, Kalimantan Barat, Fidelis Ari Sudarwoto yang ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota karena kedapatan menanam 39 batang pohon ganja (Cannabis sativa) pada 19 Februari 2017. Pria 36 tahun tersebut beralasan ganja yang ditanamnya itu untuk kepentingan pengobatan istrinya, Yeni Riawati yang menderita Syringomyelia atau munculnya kista di sumsum tulang belakang.


Setelah penangkapan Fidelis, Yeni kemudian meninggal dunia. Kematian Yeni diduga karena tidak lagi mendapat asupan ganja untuk pengobatan sakit yang dideritanya.


Penggunaan ganja atau obat golongan narkotika diatur sangat ketat dalam  UU No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. Undang-undang Narkotika mengatur bahwa narkotika hanya dapat digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Akan tetapi, pada pasal berikutnya, narkotika golongan I dilarang digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan.


Dalam kasus Fidelis, karena ia tidak memiliki izin untuk menanam dan menggunakan ganja, maka inilah yang menyebabkan Fidelis terjerat hukum. Mungkin Fidelis tidak menggunakan ganja tersebut untuk hal yang negatif negatif, namun karena ia menanam dan memanfaatkan ganja di luar pengawasan BNN dan tenaga kesehatan profesional, maka dalam hal ini Fidelis dinyatakan bersalah.


Kesalahan Fidelis tersebut dalam pandangan hukum positif bukan terletak di upaya Fidelis menyembuhkan sang istri tercinta, tetapi dalam hal tidak mencari bantuan tenaga kesehatan yang memiliki izin untuk memberikan obat dan penanganan terbaik bagi istri Fidelis. Meskipun tidak mengenakkan, namun hukum harus tetap berlaku.


Orang Tua Juga Perlu Tahu Gizi Buruk Dan Stunting


Generasi emas, itulah harapan orang tua se-Indonesia untuk anaknya saat ini, namun apa jadinya jika stunting mendera dan memupuskan harapan semua orang tua? Banyak yang mengira stunting adalah gizi buruk, padahal stunting memiliki arti yang sangat berbeda. 

"Anak kamu stunting ya?"

"Nggak."

"Itu anakmu kok kayak gizi buruk gitu, itu tanda stunting loh."

"Bu, beda loh antara stunting dengan gizi buruk."

"Oh beda toh keduanya?"

"Iya beda loh bu. Gizi buruk sebenarnya terjadi dalam waktu singkat dan hanya pada periode tertentu sedangkan stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada tubuh dan otak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama."

"Oh jadi berbeda toh."


Ya, tanpa kita sadari masih banyak ibu-ibu atau orang tua yang minim informasi mengenai perbedaan yang mendalam mengenai gizi buruk dan stunting. Padahal secara definisi sudah sangat jelas dan berbeda sekali. Selain minimnya informasi, orang tua juga sangat kurang menggali lebih dalam tentang anaknya terutama pada saat balita, padahal dalam usia dibawah lima tahun inilah kana menentukan perkembangan diusia selanjutnya. 

Survei terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan masalah gizi dan tumbuh kembang anak masih menjadi hambatan besar bagi pemerintah Indonesia untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia. Sayangnya, prevalensi stunting Indonesia hingga akhir 2019 kemarin masih berada di angka 27,7%. Walau angka tersebut turun sekitar tiga persen dibanding tahun sebelumnya, tapi jumlah tersebut tetap tinggi karena WHO menetapkan batas atasnya 20%. 

Meningkatkan status gizi calon ibu dan anak adalah langkah efektif untuk mencegah stunting. Karena itu, edukasi untuk para calon orang tua menjadi penting untuk mempersiapkan ibu melahirkan calon generasi emas 2045 yang sehat dan berkualitas.


Beberapa waktu lalu, saya mengikuti webinar mengenai "Siap Menjadi Ibu Pencetak Generasi Emas Bebas Stunting" dengan pembicara antara lain :

1.     Dokter anak Dr. dr. Tubagus Rachmat Sentika, Sp.A, MARS
2. Dr. Tria Astika Endah permatasari, SKM, M.Kes PP Aisyiyah
3. Psikolog Anak & Remaja - Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi.,
4. Presenter/ Parenting Influencer – Ratu Anandita

Dan moderator: Maman Suherman.

Dokter anak Dr. dr. Tubagus Rachmat Sentika, Sp.A, MARS menjelaskan bahwa sebelumnya pada masa kandungan, calon Ibu harus memenuhi semua gizi janinnya terutama :
1. Karbohidrat sebagai sumber energi dan bisa diperoleh melalui nasi, roti, gandum dan lainnya.
2. Protein sebagai pengganti jaringan dan pengganti bagian tubuh yang rusak serta sumber metabolisme tubuh dan dapat diperoleh dari telur, ikan, daging, susu dan lainnya.
3. Lemak berfungsi sebagai bantalan organ dan dapat diperoleh dari buah dan makanan yang mengandung lemak.
Selain itu dibutuhkan juga mineral, vitamin dan juga air putih sehingga ginjal sehat serta membantu menghidrasi tubuh calon ibu. Gizi tersebut sangat penting bagi calon ibu sehingga bayi nantinya akan lahir dengan tubuh yang sehat serta nantinya akan lebih mudah terpenuhi gizinya pada masa balita. 

Sedangkan Dr. Tria Astika Endah permatasari, SKM, M.Kes PP Aisyiyah mengatakan Indonesia masih tinggi angka stuntingnya bahkan menepati posisi 5 besar di Dunia. Angka ini cukup mengkhawatirkan mengingat orang tua memiliki perananan sangat penting bagi anak-anaknya sehingga dapat memenuhi gizi seimbang serta tidak stunting. 

Sedangkan Psikolog Anak & Remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi. menyebutkan bahwa lingkungan anak juga mempengaruhi anak untuk lebih sadar akan dirinya. Jika memiliki orang tua dan lingkungan yang sangat mementingkan asupan gizi yang baik, maka anak pun akan memiliki pola makan dan hidup yang baik karena anak sangat mudah terpengaruh dalam lingkungannnya. 


Presenter sekaligus Parenting Influencer, Ratu Anandita mejelaskan bagaimana perjuangannya melahirkan pada saat pandemi saat ini serta peranan orang tua yang harus memiliki ilmu atau pengetahuan tentang anak dan gizi seimbang sehingga tumbuh kembang anak dapat berjalan dengan normal nantinya. 

Generasi emas dapat terwujud apabila seluruh masyarakat sadar mengenai pentingnya menjaga gizi seimbang untuk anak dan orang tua sehingga nantinya daya saing Indonesia akan meningkat serta menjadi bangsa yang bukan hanya besar secara jumlah saja namun berkualitas generasi mudanya. 


Khasiat Vitamin C sebagai Penjaga Daya Tahan Tubuh Saat Pandemi Covid-19

Khasiat Vitamin C sebagai Penjaga Daya Tahan Tubuh Saat Pandemi Covid-19
Fitri. Gadis berusia 18 tahun ini baru saja tamat dari SMA. Berhubung Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) belum berakhir, ia lebih banyak menggunakan waktu luangnya dengan menyibukkan diri belajar menulis termasuk menulis blog. Kali ini ia ingin menulis tentang Vitamin C yang bagus untuk daya tahan tubuh selama masa pandemi Covid-19.

Ide menulis tentang Vitamin C tersebut ia dapatkan karena beberapa hari yang lalu ia mendengar ramai obrolan yang datang dari halaman depan rumahnya. Di sana ia mendengar ibu dan para tetangga sedang membicarakan situasi pandemi Covid-19 yang menurut berita di televisi semakin hari semakin banyak memakan korban. Namun demikian pemerintah tetap mengakhiri PSBB dengan melonggarkan pembatasan dan terus mengimbau kepatuhan masyarakat melaksanakan prosedur new normal.

"Bagaimana bisa aku menjaga kesehatan dalam keadaan yang seperti ini?" pikir Fitri.

Para ibu di sekitar rumahnya mencemaskan new normal, tapi tidak pula dapat menerima kebijakan PSBB lebih lama lagi. Terkait new normal, semua khawatir pada kesehatan keluarga yang akan melakukan kegiatan di luar rumah. Apalagi untuk para suami yang bekerja setiap hari.

"Aku harus menemukan solusi agar ibu dan tetangga tidak lagi terlalu cemas mengenai New Normal, aku yakin ada jalan keluarnya." 

Fitri bertekad mencari jalan agar ibu dan tetangganya tidak lagi terlalu cemas. Ia sadar itu bukan tugas yang mudah, karenanya ia mulai banyak bertanya kepada orang-orang yang menurutnya dapat menjawab pertanyaan-pertanyaannya.

Dari jawaban orang-orang yang ia tanya dikuatkan berbagai artikel yang ia baca, Fitri paham bahwa:
Menjaga daya tahan tubuh merupakan salah satu cara efektif yang dapat dilakukan oleh masyarakat agar dapat bertahan dan selamat dari berbagai ancaman penyakit dan  infeksi virus termasuk Covid-19.
Keyakinan Fitri diperkuat oleh banyak bacaan dan berita, salah satunya berita yang memuat pernyataan Kepala Divisi Alergi Imunologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Dan keperawatan (FKKMK) UMG, Dr. Deshinta Putri Mulya; M,Sc.,Sp.PD-KAI.,FINASIM. yang menyebutkan bahwa menjaga daya tahan tubuh sangat penting dilakukan, terlebih di tengah pandemi Virus Corona.

Dr. Deshinta juga menjelaskan bahwa manusia memiliki dua daya tahan tubuh, yakni daya tahan tubuh innate dan daya tahan tubuh adaptif. daya tahan tubuh innate merupakan daya tahan tubuh alamiah yang berperan sebagai sistem pertahanan tubuh (antigen) yang masuk ke dalam tubuh. Sedangkan daya tahan tubuh adaptif merupakan sistem pertahanan tubuh yang bersifat lebih spesifik yang muncul akibat adanya rangsangan patogen tertentu seperti flu, pneumonia dan lainnya. Keduanya menjadi bagian terpenting dari sistem daya tahan tubuh manusia yang melindungi dari ancaman patogen

Dokter pada KSM Penyakit Dalam RSUP Dr. Sardijito ini menjelaskan bahwa untuk meningkatkan daya tahan tubuh juga dapat dilakukan dengan memperhatikan asupan nutrisi. Dia menjelaskan ada sejumlah nutrisi yang bisa memperbaiki kerja makrofag atau sel yang berfungsi sebagai pertahanan tubuh.

“Makanan yang mengandung vitamin A, C, E, dan D bisa memperbaiki kerja sel imun dan kerja imun alami. Menambahkan konsumsi suplemen juga disarankan jika merasa kebutuhan vitamin belum tercukupi dari makanan sehari-hari” jelasnya.
Khasiat Vitamin C sebagai Penjaga Daya Tahan Tubuh Saat Pandemi Covid-19
Dari ayahnya, Fitri juga mendapatkan informasi bahwa di tempat kerja ayahnya secara rutin diberikan aneka vitamin, salah satu yang ayah suka adalah Sido Muncul Vitamin C1000mg.

Vitamin C yang bagaimana yang bagus untuk daya tahan tubuh? 

Menurut ayah, Vitamin C yang bagus untuk daya tahan tubuh adalah yang berbahan herbal karena lebih mudah diserap oleh tubuh. Karena itulah ayah selalu mengonsumsi Sido Muncul Vitamin C 1000mg yang bebas gula dan tersedia dalam dua varian, yaitu Sido Muncul Vitamin C 1000mg rasa Lemon dan Sweet Orange.
Sido Muncul Vitamin C 1000mg rasa Lemon dan Sweet Orange
Setelah mengetahui kabar baik tersebut, Fitri segera memberitahu ibunya agar lebih banyak menyiapkan makanan bervitamin untuk ayah. Juga ia jelaskan mengenai suplemen Sido Muncul Vitamin C yang selalu ayah konsumsi untuk menjaga daya tahan tubuhnya.

"Oalah, ibu kira itu jamu, karena ada tulisan Sido Muncul di bungkusnya, ternyata vitamin toh" ujar ibu setelah mendengar penjelasan Fitri.

Kecemasan ibu sedikit mereda setelah Fitri menjelaskan apa yang ia ketahui, ditambah penjelasan ayah mengenai protokol kesehatan di tempat kerja dan vitamin yang disediakan oleh tempat bekerjanya.

“Tapi Sido Muncul Vitamin C 1000mg itukan hanya untuk ayah, padahal kita semua juga butuh vitamin C, apa Sido Muncul  Vitamin C 1000mg bisa dibeli di warung?” tanya ibu kepada ayah.

“Tentu saja bisa dibeli di warung-warung karena Sido Muncul Vitamin C 1000mg dijual bebas, kalaupun sulit didapatkan kita bisa membelinya secara online melalui Online Store resmi milik PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk di www.sidomunculstore.com, Official Store Sido Muncul atau di Tokopedia, Shopee, Blibli dan Bukalapak.”, Ibu bisa minta bantuan Fitri untuk membelinya secara online,” jawab ayah.

“Siapppp komandan,” ujar Fitri menyambut perkataan ayahnya.

Esoknya Fitri mendengarkan obrolan ibu yang dengan percaya diri menjelaskan kepada tetangga mengenai sistem daya tahan tubuh dan apa-apa yang ia informasikan sebelumnya termasuk mengenai Sido Muncul Vitamin C 1000mg. Fitri merasa bahagia sebab informasi yang diperbincangkan merupakan informasi yang bermanfaat yang sudah ia saring sebelumnya.

"Ah setidaknya obrolan ibu dan tetangga kini lebih informatif dan bermanfaat daripada hanya sekadar gosip sebagai pengisi waktu luang," gumam Fitri.



Tips Menjaga Imunitas Tubuh Agar Terhindar Virus Corona

Jahe sebagai herbal

Sudah berapa lama kamu dirumah saja? Pasti banyak yang bilang sudah lebih dari puluhan hari bahkan sudah masuk bulan kedua. Sebelum terjadi pandemi ini, saya yang biasanya tidak pernah betah dirumah dan melakukan banyak kegiatan diluar kosan. Tentu saja merasa sangat terkurung banget di rumah aja (bahkan di kamar saja, karena saya ngekos). Namun, lagi-lagi saya merasakan bahwa inilah saatnya menjadi orang yang berjasa dan mentaati seluruh peringatan yang dilakukan oleh pemerintah demi meredam laju pertambahan penderita yang positif terjangkit virus ini. Ya, virus ini sangat akrab dengan nama Covid-19 dengan jenis Corona Virus. 

Lalu, semenjak banyak kegiatan dirumah, saya jadi sering melakukan kegiatan yang jarang saya lakukan pada saat sibuk kesana-kemari, iya saya jadi sering membersihkan kamar. Sekedar menata ulang beberapa perabotan dan membereskan barang-barang yang sudah tidak terpakai dan disumbangkan atau diberikan kepada teman yang membutuhkan. 

Kemudian, beberapa pekerjaan terpaksa saya lakukan melalui rumah dengan memanfaatkan banyak sekali fasilitas komunikasi online yang sudah banyak saat ini. Beruntung, kita telah mempunyai teknologi komunikasi yang sudah canggih, coba bayangkan jika pandemi ini terjadi beberapa ratus tahun? Pastinya sangat berbeda dan lebih terasa berat pada masa itu. 


Oh iya, pada saat pandemi ini mulai menjangkit di seluruh wilayah Indonesia, saya selalu memantau informasi melalui ponsel. Dan, beruntungnya saya mendapatkan informasi pencegahan dan bagaimana mengenali gejala virus corona ini dari sumber yang sangat tepat yaitu Halodoc. Halodoc merupakan salah satu sumber informasi dan pelayanan yang mudah diakses dan bahkan sudah memiliki aplikasi. Jadi, jika kita membutuhkan informasi mengenai Covid-19, Halodoc selalu siap membantu dan memberikan informasi yang sangat tepat. Bahkan, kita bisa berkonsultasi langsung dengan dokter jika memiliki gejala yang sangat mengkhawatirkan dan berhubungan dengan corona ini. Sealin itu kita juga bisa membeli masker, vitamin dan obat yang sudah dikonsultasikan terlebih dahulu. 


Lalu bagaimana caranya menjaga imunitas tubuh agar terhindar dari Virus Corona? Saya melakukan semua hal yang dapat menguatkan imunitas tubuh dengan beberapa cara yaitu :

Makan Makanan Bergizi

Secara alami, tubuh ini membutuhkan makanan yang bergizi untuk memenuhi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Nutrisi inilah yang memberikan makanan kepada sel-sel tubuh sehingga bisa melawan virus dan bakteri apapun. Oleh karena itu, disaat pandemi seperti ini dibutuhkan makanan yang sehat sehingga bisa melawan virus tersebut.

Makan Sayur Dan Buah

Selain makanan yang bergizi, jangan lupakan sayur dan buah-buahan untuk membantu memberikan vitamin dan sumber mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Sayur dan buah sangat efektif jika kita mengalami sakit atau demam, biasanya saya mengkonsumsi banyak buah agar tubuh memiliki zat-zat yang seimbang. 

Istirahat Teratur Dan Minum Air Putih

Pada saat sekarang ini, saya yakin kita dapat beristirahat lebih banyak karena memiliki waktu dirumah saja. Itu adalah salah satu keuntungan yang tidak bisa dipungkiri, dan tidak malah menjadi sebaliknya kurang tidur dan cenderung tidak teratur karena terlampau banyak memikirkan hal-hal yang tidak pasti. Pada awal pandemi, saya memiliki banyak ketakutan, namun berjalannya waktu, saya berusaha menepis semua hal tersebut dan memikirkan banyak hal yang positif seperti melakukan banyak hal yang berhubungan dengan hobi saya yaitu menulis dan membuat video. 

Selain itu, minum air putih yang cukup juga mampu membuat tubuh lebih sehat karena komponen utama tubuh manusia adalah air. Hidrasi juga sangat penting bagi kita, jangan sampai kekurangan cairan malah menjadikan tubuh lemah dan lesu sehingga timbul masalah tubuh lainnya dari masalah kekurangan air tersebut. 


Konsumsi Vitamin Dan Herbal 

Selain makanan, sayuran dan buah, kita membutuhkan vitamin untuk menjaga ketahanan tubuh kita seperti vitamin C dan D. Seperti yang kita ketahui, banyak sekali manfaat vitamin C misalnya menjaga imunitas tubuh, mencegah kanker dan kesehatan jantung. Sedangkan vitamin D adalah dapat menjaga kekebalan tubuh serta menjaga kesehatan tulang.

Selain vitamin, kita juga bisa mengkonsumsi tumbuhan herbal sebagai usaha mencegah Covid-19. Banyak sekali tumbuhan herbal yang bisa dimanfaatkan seperti jahe, temulawak, kunyit dan lainnya. Manfaat tumbuhan herbal ini dapat meningkatkan imunitas tubuh sehingga lebih prima dan terhindar dari berbagai macam penyakit jika dikonsumsi rutin.

Menjaga Kebersihan Diri Dan Lingkungan

Selain dari dalam dalam diri kita seperti makanan dan vitamin, untuk meningkatkan imuntas dengan bisa kita lakukan dengan membersihkan lingkungan sekitar kita. Selain itu, sebelum dan setelah melakukan aktivitas dibiasakan untuk mencuci tangan dengan air mengalir, atau kalau tidak menemukan tempat cuci tangan bisa mengunakan hand sanitizer. Dengan seperti itu, kita akan terhindari dari virus ini dan menjaga lingkungan kita juga.

Semoga pandemi ini bisa segera berakhir dan cepat pulih seperti sedia kala, sehingga bisa beraktivitas kembali secara normal sehingga roda kehidupan bisa kembali berputar seperti sedia kala. Amiiinnn!

Mengurai Makna Karantina Diri Sendiri dan Liburan


Mengurai Makna Karantina Diri Sendiri dan Liburan. Virus Corona menjadi kosakata baru yang karib di kuping masyarakat global. Bermula pada 31 Desember 2019 di mana Cina menyampaikan kepada World Health Organization (WHO) tentang beberapa kasus pneumonia yang tidak biasa di Wuhan. Wuhan sendiri merupakan kota pelabuhan di Provinsi Hubei Tengah dengan jumlah penduduk 11 Juta orang. Virus itu dikatakan tidak diketahui. Seperti yang dilansir oleh Aljazeera, beberapa orang yang terinfeksi bekerja di Pasar Grosir Makanan Laut Huanan di kota itu, yang ditutup pada 1 Januari 2020. Ketika para ahli kesehatan bekerja untuk mengidentifikasi virus di tengah meningkatnya kekhawatiran atas fenomena ini, jumlah infeksi melebihi empat puluh. FYI, pneumonia adalah kondisi di mana seseorang mengalami infeksi yang terjadi pada kantung-kantung udara dalam paru-paru orang tersebut.

Baca Juga: 5 Buku Self Improvement yang Wajib Kalian Baca

Timeline lengkap tentang virus Corona dapat kalian baca pada situs Aljazeera di atas. Yang jelas WHO secara resmi menamai penyakit akibat virus Corona dengan nama Covid-19. Virus itu mematikan karena sejauh ini telah memakan korban sekitar 5.700 orang dan menginfeksi lebih dari 152.000 orang di seluruh dunia, sebagian besar di Cina. Virus ini pun 'bertamu' ke Indonesia dan menindih tumpukan permasalahan yang dihadapi Indonesia terutama permasalahan interen yang tidak ada habis-habisnya karena politik. Menimbulkan kepanikan massal sih mungkin belum, karena sejauh yang saya amati masyarakat Kota Ende masih baik-baik saja, belum sampai pada tahap memburu masker dan hand sanitizer. Anyhoo, meskipun tidak memburu masker dan hand sanitizer namun saya sendiri memang sudah menyiapkan hand sanitizer dan senantiasa mencuci tangan.

Apa anjuran pemerintah kepada masyarakat Indonesia menyikapi permasalahan ini? Tentu masyarakat diharapkan untuk melakukan social distancing. Artinya, masyarakat diharapkan untuk mengurangi jumlah aktivitas di luar rumah, serta mengurangi interaksi dengan orang lain, karena disinyalir hal itu dianggap dapat mengurangi kontak tatap muka langsung. Karena kita tidak tahu apakah lawan bicara; teman, tetangga, tamu, terinfeksi virus Corona atau tidak. Secara, gejala seseorang terinfeksi virus Corona hampir sama dengan gejala flu/influenza. Membaca artikel tentang ini, saya berpikir tentang betapa senangnya orang-orang yang anti-social. Tanpa dihimbau pun mereka sudah melakukannya. Males ah gaul sama keleeen. Berikutnya, bagi yang keluar rumah dan kembali ke rumah wajib mencuci tangan. Membaca artikel tentang ini, saya jadi ingat bahwa banyak orang yang langsung mandi setelah pulang/tiba di rumah. Tanpa dihimbau pun aslinya mereka sudah rajin mandi, sekaligus cuci tangan.

Tidak hanya social distancing. Kita juga mendengar istilah lockdown. Social distancing dilakukan oleh masyarakat atas kesadarannya sendiri, sedangkan lockdown merupakan upaya/tindakan pemerintah untuk menutup dan/atau menonaktifkan secara paksa sejumlah lokasi. Lockdown tidak saja tindakan menutup paksa sejumlah lokasi agar tidak dikunjungi masyarakat, tetapi juga lockdown suatu negara agar tidak terjadi masuk-keluar-nya orang yang diduga membawa virus Corona. Bahkan saya mendengar kabar ASN di Provinsi NTT untuk sementara dilarang masuk-keluar provinsi. Kalau kalian punya informasi lebih lengkap tentang larangan ini, mohon koreksi dan komen di bawah.

Di kota besar seperti Jakarta, lockdown telah dilakukan, dan himbauan social distancing pun sudah mendahului lockdown tersebut. Namun yang terjadi, masyarakat justru berbondong-bondong pergi liburan karena tempat kerjanya dan/atau kampusnya di-lockdown. Padahal kita tahu bahwa lockdown tidak berfungsi apa-apa jika masyarakatnya masih beraktivitas dan/atau bersosial seperti sediakala. Oleh karena itu, jari-jari saya menjadi gatal untuk menulis pos yang satu ini. Hehe. 

Berita yang dilansir CNN mengatakan bahwa Tom Hanks dan isterinya yaitu Rita Wilson mengkarantina diri sendiri setelah keluar dari rumah sakit di Queensland, Australia, setelah menjalani isolasi selama lima hari karena positif virus Corona. Artinya ada kesadaran dari aktor senior tersebut. Kesadaran untuk mengkarantina diri sendiri. Mengkarantina diri sendiri berarti kita sendiri yang sadar dan melakukannya dengan cara lebih sering berada di dalam rumah, social distancing, menghindari keramaian, serta tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain. Hal itu lebih mudah dilakukan terutama oleh orang-orang yang secara resmi tempat kerjanya dan/atau sekolah dan/atau kampusnya telah di-lockdown oleh pemerintah. Libur tambahan? Ya. Libur tambahan yang diwarnai perasaan was-was.

Coba kalian bayangkan apabila social distancing harus dilakukan sementara kantor dan/atau kampus tidak di-lockdown. Sulit tentu melakukannya. Itu ibarat dipaksa kawin tapi pasangannya belum disediakan oleh semesta. Eh? Haha. Ooops.

Tetapi makna social distancing apalagi lockdown kemudian disamaratakan dengan liburan. Bukannya mengkarantina diri sendiri, libur karena lockdown justru dimanfaatkan untuk the real liburan. I mean, orang-orang malah pergi berlibur ke lokasi wisata secara bersama-sama alias berbondong-bondong. Pertama, perbuatan itu menghasilkan premis logika:

a. Kantor diliburkan karena virus Corona.
b. Kampus diliburkan karena virus Corona.
c. Semua orang libur karena virus Corona.
d. Jadi, mari kita liburan ke tempat wisata.

Karena di tempat wisata tidak ada virus Corona(?).

Ke-dua, perbuatan itu jelas telah menyalahi aturan social distancing. Ke-tiga, dengan demikian orang-orang itu tidak akan pernah tahu dua dari lima ratus orang mungkin sudah terinfeksi virus Corona. Ke-empat, bikin macet dan menjadi bahan omongan. Ke-lima, seandainya terinfeksi, bakal menambah beban tugas para tenaga medis. Padahal, mencegah jauh lebih baik dari mengobati.

Baca Juga: Gitaran? Saya Selalu Memainkan Lima Lagu Favorit Ini

Makna mengkarantina diri sendiri jelas beda dengan liburan. Mengkarantina diri sendiri bisa sama dengan liburan, tapi liburan tidak sama dengan mengkarantina diri sendiri. Mengkarantina diri sendiri, di dalam rumah misalnya, dilakukan karena kantor dan/atau kampus di-lockdown pemerintah, artinya jelas libur dari segala aktivitas utama/harian. Sedangkan liburan tidak sama dengan mengkarantina diri sendiri karena liburan dilakukan bisa di rumah saja, bisa pergi ke tempat wisata, bisa ke restoran dan museum bersama keluarga. Dan pada tahun 2020, ada banyak libur panjang yang menanti. Haha haha haha. Jangan terlalu serius membaca, gengs.

Bagi kita yang ada di Kota Ende, apa yang harus dilakukan?

1. Selalu memakai masker apabila ke luar rumah.
2. Hindari keramaian.
3. Hindari kontak fisik dengan orang lain.
4. Rajin mencuci tangan.
5. Pulang ke rumah sekalian mandi lah.

Semoga pos ini bermanfaat!

#KamisLegit



Cheers.

Menuju Bonus Demografi dan Generasi Emas Indonesia 2045

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Menuju Bonus Demografi dan Generasi Emas Indonesia 2045

Bonus demografi ditandai dengan meningkatkan proporsi penduduk usia kerja. Diperkirakan, pada tahun 2045 ada sebanyak  70 persen dari total jumlah penduduk Indonesia berusia produktif (usia 15 - 64 tahun). Sisanya sebanyak 30 persen adalah penduduk tidak produktif (usia dibawah 14 tahun dan diatas 65 tahun). Dengan jumlah usia produktif mencapai 70 persen, maka beban tanggungan dari penduduk usia produktif menurun atau menjadi rendah, yakni antara 0,4 - 0,5 persen. Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif hanya menanggung 40-50 penduduk non produktif.

Persoalannya adalah, anak-anak dan remaja yang berusia belia saat ini menyimpan potensi penyakit ya yang dapat mengganggu diusia produktifnya nanti. Berdasarkan data yang dirilis oleh Double Burden of Diseases & WHO NCD Country Profile pada 2014, menunjukkan bahwa angka kematian karena PTM meningkat drastis. Jika pada tahun 1990 angka kematian akibat PTM baru mencapai 58%, pada 2014 angka tersebut naik menjadi 71%.

Dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan PP Aisyiyah bersama Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI), Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemkes Dr. Kirana Pritasari MQIH mengatakan trend status gizi, prevalensi stunting dan gizi buruk menurun. “Tapi angka ini masih di atas toleransi WHO. Toleransi WHO untuk gizi buruk adalah 10% dan stunting 20%. Sementara kita masih 30%, di atas toleransi. Ini yang mengakibatkan penyelesaian masalah gizi jadi masalah nasional. Jadi jika misalnya balita kita 22 juta, kalau yang stunting 30,8 %, jumlah itu lebih besar dari penduduk Singapura," ujar Kirana. 

Pemerintah sendiri telah menyiapkan 5 strategi dalam menurunkan dan mencegah stunting. Targetnya adalah pada 2024 stunting turun menjadi 14%, salah satunya melalui prioritas penanganan stunting yang dilakukan terhadap 260 kab/ kota. Selain itu, kampanye dan edukasi kesehatan dan gizi untuk masyarakat pun perlu untuk dilakukan, sebagaimana edukasi gizi dan bijak konsumsi susu kental manis yang dilakukan oleh PP Aisyiyah. "Susu kental manis itu adalah perasa, balita tidak boleh mengkonsumsi sebagai minuman sebelum tidur, jadi bukan untuk kebutuhan pemenuhan gizi," jelas Kirana. 

Anggota komisi IX DPR RI, Intan Fauzi, SH.LLM dalam kesempatan itu juga menyampaikan pentingnya peran edukasi dan sosialisai kesehatan untuk masyarakat. Terkait persoalan susu kental manis misalnya, edukasi langsung ke masyarakat perlu terus menerus dilakukan. “Sekarang sudah jelas ada regulasinya, sehingga produsen hingga distributor wajib menerapkan. Nah konsumen juga seharusnya sudah dapat memilah bahwa susu kental manis itu bukan termasuk kategori susu,” jelas Intan. 

Agar regulasi tersebut diterapkan dengan baik, fungsi pengawasan juga harus dioptimalkan. "Kami selalu melakukan rapat kerja dan rapat kerja terbatas. Dari situ apabila ada permasalahan jadi pembahasan . Mengenai peredaran makanan akan menjadi tanggung jawab BPOM, kan ada divisi penindakan," jelas Intan. 


Sementara YAICI menilai kampanye dan sosialisasi tersebut tidak merata di terima oleh masyarakat Indonesia. Keterbatasan media informasi hingga promosi produk makanan dan minuman dari produsen yang begitu masif mengakibatkan kampanye-kampanye kesehatan kurang bergaung.  Seperti yang terjadi pada produk kental manis. 

Ketua YAICI Arif Hidayat menjelaskan, produk kental manis nyaris seabad diiklankan sebagai minuman susu yang telah mengakibatkan kesalahan persepsi pada masyarakat. Masyarakat beranggapan produk yang mengandung gula 54% tersebut dapat diberikan kepada bayi dan balita sebagai minuman susu. Puncaknya adalah saat temuan balita menderita gizi buruk akibat mengkonsumsi susu kental manis di Kendari dan Batam, dan salah satunya meninggal dunia. 

"Pemerintah melalui Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan PerBPOM No 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan pada Oktober 2018, yang telah mengatur mengenai label dan iklannya. Sayangnya, pengawasan terhadap penerapan di lapangan masih belum optimal," ujar Arif Hidayat. 

Arif menyebutkan, kampanye atau penjualan offline yang dilakukan oleh SPG produk kental manis serta penempatan produk di supermarket masih kerap dicampurkan dengan produk susu anak lainnya. "Hal-hal seperti ini yang perlu peran pengawasan dari masyarakat. Regulasinya sudah ada, namun sayang sekali penerapan di lapangan tidak tepat. Sehingga edukasi atau kampanye kesehatan yang digaungkan pemerintah juga akan rancu dimata masyarakat. Karena itulah kami meminta kesadaran produsen dan peran sertanya mengedukasi masyarakat dengan cara jujur dalam berjualan," jelas Arif. 

Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah Chairunnisa, mengungkapkan kehkawatirannya akan bonus demografi apabila pemerintah masih abai terhadap persoalan kental manis. "Pemerintah seolah-olah hanya berkewajiban mengeluarkan regulasi, namun impelementasinya tidak efektif. Jangan sampai, akibat kelalaian hari ini, kita menghadapi bonus demografi yang menjadi beban bagi negara nanti, karena ancaman diabetes ataupun obesitas yang mengganggu usia produktif," jelas Chairunnisa. 

Cara Mencegah Penyakit Jantung Dan Penyakit Kritis Serta Solusinya


Merasa khawatir dengan penyakit itu sangat wajar, apalagi penyakit tidak menular yang setiap saat bisa menyerang dan tidak memandang dari status sosial manapun dan usia berapapun. Saya memiliki pengalaman beberapa kali menyaksikan keluarga menderita beberapa penyakit tidak menular seperti jantung dan hipertensi. Tidak ada gejala spesifik yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari namun tiba-tiba saja sudah terkena penyakit tersebut. 

Ayah saya ternyata memiliki penyakit jantung. Tahun lalu, penyakitnya mulai kambuh dan membuat tidak nyaman sehingga diperlukan rawat inap ke rumah sakit di sekitar Pekalongan. Rumah Ayah saya kebetulan di Pemalang, tidak terlalu jauh dari rumah sakit tempat rawat inap. 

Menurut dokter, penyumbatan di jantung sudah cukup mengkhawatirkan. Salah satu cara yang disarankan adalah memasang ring untuk mengatasi penyumbatan tersebut. Dan beberapa bulan setelah perawatan tersebut, akhirnya Ayah saya memberanikan diri untuk dipasang ring tersebut. 

Alhamdulillah, setelah pemasangan ring tersebut. Kesehatan Ayah saya menjadi lebih baik dari sebelumnya yang sering lemas dan demam akibat penyakit tersebut.


Lalu bagaimana cara mencegah penyakit jantung? Sebetulnya penyakit jantung merupakan akumulasi dari kebiasaan kita yang malas bergerak dan mengkonsumsi makanan yang jauh dari kata bergizi. Nah, untuk mencegah penyakit jantung diperlukan komitmen dari diri kita untuk bergaya hidup lebih sehat dari sebelumnya. 

1. Rutin olahraga
2. Rutin cek tensi
3. Batasi asupan kolesterol
4. Perbanyak minum air putih
5. Perbanyak makan buah dan sayur
6. Belajar mengelola stres
7. Berhenti merokok
8. Konsumsi obat secara teratur (bagi yang sudah punya penyakit jantung)

Seluruh kegiatan ini harus dilakukan agar mencegah penyakit jantung lebih serius atau bahkan menyebabkan kematian. Solusi lainnya yang bisa dilakukan adalah dengan menekan seminimal mungkin biaya pengobatan yang semakin mahal dari hari ke hari. 



PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) menghadirkan Asuransi Mandiri Perlindungan Sejahtera yang memberikan berbagai macam solusi proteksi dan investasi sebagai inovasi terbaru dalam membantu kondisi keuangan masyarakat saat menghadapi berbagai resiko kehidupan. 

Dalam hal ini, AXA Mandiri bertempat di Rumah Sakit MRCCC Siloam Semanggi memberikan edukasi berupa pencegahan penyakit kritis dan pemahaman terhadap penyakit tersebut dari dini. Gaya hidup yang kurang sehat adalah pemicu penyakit kritis atau lebih dikenal sebagai penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, stroke, kanker dan lainnya.


AXA Mandiri siap membantu masyarakat dalam menyiapkan kehidupan yang lebih baik dengan memperkenalkan salah satu perlindungan, yaitu Solusi Perlindungan Penyakit Kritis yang memiliki manfaat :

- 100% uang pertanggungan untuk stadium awal
- Perlindungan jiwa hingga 100 tahun 
- Perlindungan terhadap 120 kondisi kritis dari stadium awal hingga usia 85 tahun
- 100% uang pertanggungan stadium akhir
- Hingga 250% uang pertanggungan untuk kondisi kritis 
- Loyalty bonus mulai tahun polis ke-7 sampai dengan akhir masa pertanggungan 
- Bebas biaya alokasi premi  (bid offer) & biaya pengalihan biaya dana investasi 
- Biaya akuisisi yang kompetitif hanya untuk tahun pertama 

Selain itu terdapat Solusi Perlindungan Jiwa yang memiliki manfaat uang pertanggungan hingga 100 kali uang pertanggungan dasar karena tutup usia dan kecelakaan, fitur loyalty bonus, hingga bebas biaya alokasi premi. Sementara itu, Solusi Perlindungan Kesehatan memiliki manfaat kesehatan tahunan mulai 150 juta hingga 2 milyar rupiah yang dapat digunakan di beberapa negara ASEAN, fitur no claim bonus berupa upgrade kamar dan akomodasi dengan masa perlindungan hingga usia 85 tahun. 

5 Manfaat Teh Rosella



Kalian peminum teh? Jangan lewatkan pos tentang Kualitas Teh yang satu ini. Di pos itu kalian bakal menemukan proses pembuatan teh dari awal hingga akhir, hasil jalan-jalan gratis keliling Jawa Barat tahun 2010 yang lalu. Yuhuuuu. Sekalian promosi, haha.

Baca Juga: 5 Manfaat Buah Mengkudu

Selain kopi susu, saya juga suka minum teh. Bahkan, sebelum semacam kecanduan sama kopi susu, saya lebih dulu kecanduan sama teh pekat. Teh pekat itu maksudnya sekali seduh terdiri dari satu mug air panas, satu sendok gula, dan dua kantong teh merek Sari Wangi. Teh pekat saya minum pagi dan sore, terkadang malam pun juga. Makanya stok teh kami selalu berlimpah di dalam stoples-stoples persediaan. Aroma teh itu semacam aroma terapi yang melipur lara kala hujan dan sendiri. Duh ileeeeeh, bahasanyaaaaa.

Kalau kalian melihat gambar di awal pos, kalian pasti sudah tahu apa yang mau saya tulis di #RabuLima ini. Betul, kawan, saya mau menulis tentang teh rosella. Tapi sebelumnya, mari kita simak penjelasan tentang rosella yang telah ditulis dengan apik di Wikipedia:

Rosela, rosella, asam paya, asam kumbang dan asam susur atau Hisbiscus sabdariffa, adalah spesies bunga yang berasal dari benua Afrika. Mulanya bunga yang juga cantik untuk dijadikan penghias halaman rumah itu diseduh sebagai minuman hangat di musim dingin dan minuman dingin di musim panas. Di negeri asalnya, Afrika, rosela dijadikan selai atau jeli. Itu diperoleh dari serat yang terkandung dalam kelopak rosela, sementara di Jamaika, dibuat salad buah yang dimakan mentah. Adakalanya juga dimakan dengan kacang tumbuk atau direbus sebagai pengisi kue sesudah dimasak dengan gula. Di Mesir, rosela diminum dingin pada musim panas dan diminum panas saat musim dingin. Di Sudan, menjadi minuman keseharian dengan campuran garam, merica, dan tetes tebu. Minuman itu juga menghilangkan efek mabuk dan mencegah batuk. Tak jarang, rosela juga dimanfaatkan untuk diet, penderita batuk, atau diabetes gunakan gula rendah kalori seperti gula jagung. Selain itu, bubuk biji bunga rosela juga dapat dijadikan campuran minuman kopi.

Di Ende, umumnya rosella dijual dalam kemasan dan isinya berbentuk (kuncup) bunga seperti gambar dari Wikipedia berikut ini:


Sebenarnya saya bisa foto sendiri teh rosella yang ada di belakang, tapi lagi malas jalan ke belakang (ruang makan), jadi saya ambil saja gambar dari Wikipedia. Haha.

Perkenalan saya dengan teh rosella dimulai tahun 2010 ketika saya masih nguli di Kota Maumere, Kabupaten Sikka. Iya, waktu itu menambang berlian jauh banget dari Kota Ende. Ceritanya: suatu hari saya diajak makan coto Makassar sama teman-teman. Tidak disangka sore hari setelah makan siang yang bersantan itu membikin kepala saya memberat dengan dahsyatnya. Rasanya sungguh tidak enak. Kalau kalian pernah mengalami serangan darah tinggi, kira-kira seperti itulah yang saya rasakan. Waktu itu, karena tahun 2009 pernah punya pengalaman serangan darah tinggi gara-gara maag, saya langsung mengonsumsi ketimun dan memperbanyak minum air dingin/es. Lumayan, rasa tidak enak di kepala itu berangsur pulih.

Dalam percakapan saya dengan keponakan yang saat itu sedang kuliah di Farmasi di Malang, saya kemudian disarankan untuk mengonsumsi teh rosella. Seperti pada gambar awal pos, waktu itu teh rosella belum ada yang jual baik di Kota Maumere maupun di Kota Ende. Makanya saya meminta dia membawakannya dari Malang. Saya lupa waktu itu dia memang membawakannya waktu sekalian pulang liburan atau dikirim, pokoknya saya menerima satu kantong teh rosella dalam kemasan yang didominasi warna merah maroon begitu.

Kata keponakan saya, teh rosella itu sangat baik untuk kesehatan. "Bagus untuk pembuluh darah, Ncim, makanya kalau ada yang darah tinggi bisa minum seduhan teh rosella juga. Teh ini juga punya kandungan vitamin C yang tinggi jadi Encim kalau minum teh ini Insha Allah imun tubuhnya jauh lebih baik, jadi ... tidak gampang sakit." Dan itu terbukti, kawan. Bukan hisapan jempol belaka. Sepanjang satu tahun saya bekerja di Kota Maumere, Alhamdulillah tidak mudah terserang flu/pilek meskipun teman-teman lainnya sudah bersin-bersin di dekat saya *soalnya ditangkis sama dinosaurus*. Selain itu saya tidak lagi mengalami serangan darah tinggi yang bikin tidak dapat tidur itu. 

Rasa teh rosella tidak seperti teh umumnya yang kalian minum. Rasanya asam-asam gimana gituuu. Supaya enak diminum boleh mencampurnya dengan madu atau gula. Bagi penderita diabetes boleh dicampur gula jagung. Tapi sejak awal saya sudah meminum teh rosella tanpa campuran madu maupun gula. Lidah menjadi terbiasa dengan rasanya yang asam-asam ngangenin :p qiqiqi.

Jadi, secara umum, berdasarkan yang sudah saya alami sendiri dan hasil membaca sana sini, manfaat teh rosella bagi tubuh manusia antara lain:

1. Mengandung vitamin C.
2. Mengatasi tekanan darah tinggi.
3. Mengatasi asam urat.
4. Menjaga kesehatan ginjal.
5. Baik untuk penderita diabetes.

Untuk penjelasan dari masing-masing manfaat, kalian bisa membacanya di sini.

Baca Juga: 5 Manfaat Tertawa

Bagaimana, kawan ... sehat itu murah kan sebenarnya? Yang mahal itu sakit! Kalau sudah sakit, bisa-bisa biayanya mencakar langit. Tapi satu yang perlu diingat, saya tidak menyarankan teh rosella ini untuk kalian yang mengidap tekanan darah rendah ya. Sebaiknya kontrol dulu ke dokter hehe. Yang jelas, kalau kepala saya mendadak berat gara-gara maag, saya bakal minum segelas teh rosella.

Semoga bermanfaat!



Cheers.