Arsip Kategori: Kesehatan

Orang Tua Juga Perlu Tahu Gizi Buruk Dan Stunting


Generasi emas, itulah harapan orang tua se-Indonesia untuk anaknya saat ini, namun apa jadinya jika stunting mendera dan memupuskan harapan semua orang tua? Banyak yang mengira stunting adalah gizi buruk, padahal stunting memiliki arti yang sangat berbeda. 

"Anak kamu stunting ya?"

"Nggak."

"Itu anakmu kok kayak gizi buruk gitu, itu tanda stunting loh."

"Bu, beda loh antara stunting dengan gizi buruk."

"Oh beda toh keduanya?"

"Iya beda loh bu. Gizi buruk sebenarnya terjadi dalam waktu singkat dan hanya pada periode tertentu sedangkan stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada tubuh dan otak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama."

"Oh jadi berbeda toh."


Ya, tanpa kita sadari masih banyak ibu-ibu atau orang tua yang minim informasi mengenai perbedaan yang mendalam mengenai gizi buruk dan stunting. Padahal secara definisi sudah sangat jelas dan berbeda sekali. Selain minimnya informasi, orang tua juga sangat kurang menggali lebih dalam tentang anaknya terutama pada saat balita, padahal dalam usia dibawah lima tahun inilah kana menentukan perkembangan diusia selanjutnya. 

Survei terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan masalah gizi dan tumbuh kembang anak masih menjadi hambatan besar bagi pemerintah Indonesia untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia. Sayangnya, prevalensi stunting Indonesia hingga akhir 2019 kemarin masih berada di angka 27,7%. Walau angka tersebut turun sekitar tiga persen dibanding tahun sebelumnya, tapi jumlah tersebut tetap tinggi karena WHO menetapkan batas atasnya 20%. 

Meningkatkan status gizi calon ibu dan anak adalah langkah efektif untuk mencegah stunting. Karena itu, edukasi untuk para calon orang tua menjadi penting untuk mempersiapkan ibu melahirkan calon generasi emas 2045 yang sehat dan berkualitas.


Beberapa waktu lalu, saya mengikuti webinar mengenai "Siap Menjadi Ibu Pencetak Generasi Emas Bebas Stunting" dengan pembicara antara lain :

1.     Dokter anak Dr. dr. Tubagus Rachmat Sentika, Sp.A, MARS
2. Dr. Tria Astika Endah permatasari, SKM, M.Kes PP Aisyiyah
3. Psikolog Anak & Remaja - Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi.,
4. Presenter/ Parenting Influencer – Ratu Anandita

Dan moderator: Maman Suherman.

Dokter anak Dr. dr. Tubagus Rachmat Sentika, Sp.A, MARS menjelaskan bahwa sebelumnya pada masa kandungan, calon Ibu harus memenuhi semua gizi janinnya terutama :
1. Karbohidrat sebagai sumber energi dan bisa diperoleh melalui nasi, roti, gandum dan lainnya.
2. Protein sebagai pengganti jaringan dan pengganti bagian tubuh yang rusak serta sumber metabolisme tubuh dan dapat diperoleh dari telur, ikan, daging, susu dan lainnya.
3. Lemak berfungsi sebagai bantalan organ dan dapat diperoleh dari buah dan makanan yang mengandung lemak.
Selain itu dibutuhkan juga mineral, vitamin dan juga air putih sehingga ginjal sehat serta membantu menghidrasi tubuh calon ibu. Gizi tersebut sangat penting bagi calon ibu sehingga bayi nantinya akan lahir dengan tubuh yang sehat serta nantinya akan lebih mudah terpenuhi gizinya pada masa balita. 

Sedangkan Dr. Tria Astika Endah permatasari, SKM, M.Kes PP Aisyiyah mengatakan Indonesia masih tinggi angka stuntingnya bahkan menepati posisi 5 besar di Dunia. Angka ini cukup mengkhawatirkan mengingat orang tua memiliki perananan sangat penting bagi anak-anaknya sehingga dapat memenuhi gizi seimbang serta tidak stunting. 

Sedangkan Psikolog Anak & Remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi. menyebutkan bahwa lingkungan anak juga mempengaruhi anak untuk lebih sadar akan dirinya. Jika memiliki orang tua dan lingkungan yang sangat mementingkan asupan gizi yang baik, maka anak pun akan memiliki pola makan dan hidup yang baik karena anak sangat mudah terpengaruh dalam lingkungannnya. 


Presenter sekaligus Parenting Influencer, Ratu Anandita mejelaskan bagaimana perjuangannya melahirkan pada saat pandemi saat ini serta peranan orang tua yang harus memiliki ilmu atau pengetahuan tentang anak dan gizi seimbang sehingga tumbuh kembang anak dapat berjalan dengan normal nantinya. 

Generasi emas dapat terwujud apabila seluruh masyarakat sadar mengenai pentingnya menjaga gizi seimbang untuk anak dan orang tua sehingga nantinya daya saing Indonesia akan meningkat serta menjadi bangsa yang bukan hanya besar secara jumlah saja namun berkualitas generasi mudanya. 


Tips Menjaga Imunitas Tubuh Agar Terhindar Virus Corona

Jahe sebagai herbal

Sudah berapa lama kamu dirumah saja? Pasti banyak yang bilang sudah lebih dari puluhan hari bahkan sudah masuk bulan kedua. Sebelum terjadi pandemi ini, saya yang biasanya tidak pernah betah dirumah dan melakukan banyak kegiatan diluar kosan. Tentu saja merasa sangat terkurung banget di rumah aja (bahkan di kamar saja, karena saya ngekos). Namun, lagi-lagi saya merasakan bahwa inilah saatnya menjadi orang yang berjasa dan mentaati seluruh peringatan yang dilakukan oleh pemerintah demi meredam laju pertambahan penderita yang positif terjangkit virus ini. Ya, virus ini sangat akrab dengan nama Covid-19 dengan jenis Corona Virus. 

Lalu, semenjak banyak kegiatan dirumah, saya jadi sering melakukan kegiatan yang jarang saya lakukan pada saat sibuk kesana-kemari, iya saya jadi sering membersihkan kamar. Sekedar menata ulang beberapa perabotan dan membereskan barang-barang yang sudah tidak terpakai dan disumbangkan atau diberikan kepada teman yang membutuhkan. 

Kemudian, beberapa pekerjaan terpaksa saya lakukan melalui rumah dengan memanfaatkan banyak sekali fasilitas komunikasi online yang sudah banyak saat ini. Beruntung, kita telah mempunyai teknologi komunikasi yang sudah canggih, coba bayangkan jika pandemi ini terjadi beberapa ratus tahun? Pastinya sangat berbeda dan lebih terasa berat pada masa itu. 


Oh iya, pada saat pandemi ini mulai menjangkit di seluruh wilayah Indonesia, saya selalu memantau informasi melalui ponsel. Dan, beruntungnya saya mendapatkan informasi pencegahan dan bagaimana mengenali gejala virus corona ini dari sumber yang sangat tepat yaitu Halodoc. Halodoc merupakan salah satu sumber informasi dan pelayanan yang mudah diakses dan bahkan sudah memiliki aplikasi. Jadi, jika kita membutuhkan informasi mengenai Covid-19, Halodoc selalu siap membantu dan memberikan informasi yang sangat tepat. Bahkan, kita bisa berkonsultasi langsung dengan dokter jika memiliki gejala yang sangat mengkhawatirkan dan berhubungan dengan corona ini. Sealin itu kita juga bisa membeli masker, vitamin dan obat yang sudah dikonsultasikan terlebih dahulu. 


Lalu bagaimana caranya menjaga imunitas tubuh agar terhindar dari Virus Corona? Saya melakukan semua hal yang dapat menguatkan imunitas tubuh dengan beberapa cara yaitu :

Makan Makanan Bergizi

Secara alami, tubuh ini membutuhkan makanan yang bergizi untuk memenuhi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Nutrisi inilah yang memberikan makanan kepada sel-sel tubuh sehingga bisa melawan virus dan bakteri apapun. Oleh karena itu, disaat pandemi seperti ini dibutuhkan makanan yang sehat sehingga bisa melawan virus tersebut.

Makan Sayur Dan Buah

Selain makanan yang bergizi, jangan lupakan sayur dan buah-buahan untuk membantu memberikan vitamin dan sumber mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Sayur dan buah sangat efektif jika kita mengalami sakit atau demam, biasanya saya mengkonsumsi banyak buah agar tubuh memiliki zat-zat yang seimbang. 

Istirahat Teratur Dan Minum Air Putih

Pada saat sekarang ini, saya yakin kita dapat beristirahat lebih banyak karena memiliki waktu dirumah saja. Itu adalah salah satu keuntungan yang tidak bisa dipungkiri, dan tidak malah menjadi sebaliknya kurang tidur dan cenderung tidak teratur karena terlampau banyak memikirkan hal-hal yang tidak pasti. Pada awal pandemi, saya memiliki banyak ketakutan, namun berjalannya waktu, saya berusaha menepis semua hal tersebut dan memikirkan banyak hal yang positif seperti melakukan banyak hal yang berhubungan dengan hobi saya yaitu menulis dan membuat video. 

Selain itu, minum air putih yang cukup juga mampu membuat tubuh lebih sehat karena komponen utama tubuh manusia adalah air. Hidrasi juga sangat penting bagi kita, jangan sampai kekurangan cairan malah menjadikan tubuh lemah dan lesu sehingga timbul masalah tubuh lainnya dari masalah kekurangan air tersebut. 


Konsumsi Vitamin Dan Herbal 

Selain makanan, sayuran dan buah, kita membutuhkan vitamin untuk menjaga ketahanan tubuh kita seperti vitamin C dan D. Seperti yang kita ketahui, banyak sekali manfaat vitamin C misalnya menjaga imunitas tubuh, mencegah kanker dan kesehatan jantung. Sedangkan vitamin D adalah dapat menjaga kekebalan tubuh serta menjaga kesehatan tulang.

Selain vitamin, kita juga bisa mengkonsumsi tumbuhan herbal sebagai usaha mencegah Covid-19. Banyak sekali tumbuhan herbal yang bisa dimanfaatkan seperti jahe, temulawak, kunyit dan lainnya. Manfaat tumbuhan herbal ini dapat meningkatkan imunitas tubuh sehingga lebih prima dan terhindar dari berbagai macam penyakit jika dikonsumsi rutin.

Menjaga Kebersihan Diri Dan Lingkungan

Selain dari dalam dalam diri kita seperti makanan dan vitamin, untuk meningkatkan imuntas dengan bisa kita lakukan dengan membersihkan lingkungan sekitar kita. Selain itu, sebelum dan setelah melakukan aktivitas dibiasakan untuk mencuci tangan dengan air mengalir, atau kalau tidak menemukan tempat cuci tangan bisa mengunakan hand sanitizer. Dengan seperti itu, kita akan terhindari dari virus ini dan menjaga lingkungan kita juga.

Semoga pandemi ini bisa segera berakhir dan cepat pulih seperti sedia kala, sehingga bisa beraktivitas kembali secara normal sehingga roda kehidupan bisa kembali berputar seperti sedia kala. Amiiinnn!

Mengurai Makna Karantina Diri Sendiri dan Liburan


Mengurai Makna Karantina Diri Sendiri dan Liburan. Virus Corona menjadi kosakata baru yang karib di kuping masyarakat global. Bermula pada 31 Desember 2019 di mana Cina menyampaikan kepada World Health Organization (WHO) tentang beberapa kasus pneumonia yang tidak biasa di Wuhan. Wuhan sendiri merupakan kota pelabuhan di Provinsi Hubei Tengah dengan jumlah penduduk 11 Juta orang. Virus itu dikatakan tidak diketahui. Seperti yang dilansir oleh Aljazeera, beberapa orang yang terinfeksi bekerja di Pasar Grosir Makanan Laut Huanan di kota itu, yang ditutup pada 1 Januari 2020. Ketika para ahli kesehatan bekerja untuk mengidentifikasi virus di tengah meningkatnya kekhawatiran atas fenomena ini, jumlah infeksi melebihi empat puluh. FYI, pneumonia adalah kondisi di mana seseorang mengalami infeksi yang terjadi pada kantung-kantung udara dalam paru-paru orang tersebut.

Baca Juga: 5 Buku Self Improvement yang Wajib Kalian Baca

Timeline lengkap tentang virus Corona dapat kalian baca pada situs Aljazeera di atas. Yang jelas WHO secara resmi menamai penyakit akibat virus Corona dengan nama Covid-19. Virus itu mematikan karena sejauh ini telah memakan korban sekitar 5.700 orang dan menginfeksi lebih dari 152.000 orang di seluruh dunia, sebagian besar di Cina. Virus ini pun 'bertamu' ke Indonesia dan menindih tumpukan permasalahan yang dihadapi Indonesia terutama permasalahan interen yang tidak ada habis-habisnya karena politik. Menimbulkan kepanikan massal sih mungkin belum, karena sejauh yang saya amati masyarakat Kota Ende masih baik-baik saja, belum sampai pada tahap memburu masker dan hand sanitizer. Anyhoo, meskipun tidak memburu masker dan hand sanitizer namun saya sendiri memang sudah menyiapkan hand sanitizer dan senantiasa mencuci tangan.

Apa anjuran pemerintah kepada masyarakat Indonesia menyikapi permasalahan ini? Tentu masyarakat diharapkan untuk melakukan social distancing. Artinya, masyarakat diharapkan untuk mengurangi jumlah aktivitas di luar rumah, serta mengurangi interaksi dengan orang lain, karena disinyalir hal itu dianggap dapat mengurangi kontak tatap muka langsung. Karena kita tidak tahu apakah lawan bicara; teman, tetangga, tamu, terinfeksi virus Corona atau tidak. Secara, gejala seseorang terinfeksi virus Corona hampir sama dengan gejala flu/influenza. Membaca artikel tentang ini, saya berpikir tentang betapa senangnya orang-orang yang anti-social. Tanpa dihimbau pun mereka sudah melakukannya. Males ah gaul sama keleeen. Berikutnya, bagi yang keluar rumah dan kembali ke rumah wajib mencuci tangan. Membaca artikel tentang ini, saya jadi ingat bahwa banyak orang yang langsung mandi setelah pulang/tiba di rumah. Tanpa dihimbau pun aslinya mereka sudah rajin mandi, sekaligus cuci tangan.

Tidak hanya social distancing. Kita juga mendengar istilah lockdown. Social distancing dilakukan oleh masyarakat atas kesadarannya sendiri, sedangkan lockdown merupakan upaya/tindakan pemerintah untuk menutup dan/atau menonaktifkan secara paksa sejumlah lokasi. Lockdown tidak saja tindakan menutup paksa sejumlah lokasi agar tidak dikunjungi masyarakat, tetapi juga lockdown suatu negara agar tidak terjadi masuk-keluar-nya orang yang diduga membawa virus Corona. Bahkan saya mendengar kabar ASN di Provinsi NTT untuk sementara dilarang masuk-keluar provinsi. Kalau kalian punya informasi lebih lengkap tentang larangan ini, mohon koreksi dan komen di bawah.

Di kota besar seperti Jakarta, lockdown telah dilakukan, dan himbauan social distancing pun sudah mendahului lockdown tersebut. Namun yang terjadi, masyarakat justru berbondong-bondong pergi liburan karena tempat kerjanya dan/atau kampusnya di-lockdown. Padahal kita tahu bahwa lockdown tidak berfungsi apa-apa jika masyarakatnya masih beraktivitas dan/atau bersosial seperti sediakala. Oleh karena itu, jari-jari saya menjadi gatal untuk menulis pos yang satu ini. Hehe. 

Berita yang dilansir CNN mengatakan bahwa Tom Hanks dan isterinya yaitu Rita Wilson mengkarantina diri sendiri setelah keluar dari rumah sakit di Queensland, Australia, setelah menjalani isolasi selama lima hari karena positif virus Corona. Artinya ada kesadaran dari aktor senior tersebut. Kesadaran untuk mengkarantina diri sendiri. Mengkarantina diri sendiri berarti kita sendiri yang sadar dan melakukannya dengan cara lebih sering berada di dalam rumah, social distancing, menghindari keramaian, serta tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain. Hal itu lebih mudah dilakukan terutama oleh orang-orang yang secara resmi tempat kerjanya dan/atau sekolah dan/atau kampusnya telah di-lockdown oleh pemerintah. Libur tambahan? Ya. Libur tambahan yang diwarnai perasaan was-was.

Coba kalian bayangkan apabila social distancing harus dilakukan sementara kantor dan/atau kampus tidak di-lockdown. Sulit tentu melakukannya. Itu ibarat dipaksa kawin tapi pasangannya belum disediakan oleh semesta. Eh? Haha. Ooops.

Tetapi makna social distancing apalagi lockdown kemudian disamaratakan dengan liburan. Bukannya mengkarantina diri sendiri, libur karena lockdown justru dimanfaatkan untuk the real liburan. I mean, orang-orang malah pergi berlibur ke lokasi wisata secara bersama-sama alias berbondong-bondong. Pertama, perbuatan itu menghasilkan premis logika:

a. Kantor diliburkan karena virus Corona.
b. Kampus diliburkan karena virus Corona.
c. Semua orang libur karena virus Corona.
d. Jadi, mari kita liburan ke tempat wisata.

Karena di tempat wisata tidak ada virus Corona(?).

Ke-dua, perbuatan itu jelas telah menyalahi aturan social distancing. Ke-tiga, dengan demikian orang-orang itu tidak akan pernah tahu dua dari lima ratus orang mungkin sudah terinfeksi virus Corona. Ke-empat, bikin macet dan menjadi bahan omongan. Ke-lima, seandainya terinfeksi, bakal menambah beban tugas para tenaga medis. Padahal, mencegah jauh lebih baik dari mengobati.

Baca Juga: Gitaran? Saya Selalu Memainkan Lima Lagu Favorit Ini

Makna mengkarantina diri sendiri jelas beda dengan liburan. Mengkarantina diri sendiri bisa sama dengan liburan, tapi liburan tidak sama dengan mengkarantina diri sendiri. Mengkarantina diri sendiri, di dalam rumah misalnya, dilakukan karena kantor dan/atau kampus di-lockdown pemerintah, artinya jelas libur dari segala aktivitas utama/harian. Sedangkan liburan tidak sama dengan mengkarantina diri sendiri karena liburan dilakukan bisa di rumah saja, bisa pergi ke tempat wisata, bisa ke restoran dan museum bersama keluarga. Dan pada tahun 2020, ada banyak libur panjang yang menanti. Haha haha haha. Jangan terlalu serius membaca, gengs.

Bagi kita yang ada di Kota Ende, apa yang harus dilakukan?

1. Selalu memakai masker apabila ke luar rumah.
2. Hindari keramaian.
3. Hindari kontak fisik dengan orang lain.
4. Rajin mencuci tangan.
5. Pulang ke rumah sekalian mandi lah.

Semoga pos ini bermanfaat!

#KamisLegit



Cheers.

Menuju Bonus Demografi dan Generasi Emas Indonesia 2045

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Menuju Bonus Demografi dan Generasi Emas Indonesia 2045

Bonus demografi ditandai dengan meningkatkan proporsi penduduk usia kerja. Diperkirakan, pada tahun 2045 ada sebanyak  70 persen dari total jumlah penduduk Indonesia berusia produktif (usia 15 - 64 tahun). Sisanya sebanyak 30 persen adalah penduduk tidak produktif (usia dibawah 14 tahun dan diatas 65 tahun). Dengan jumlah usia produktif mencapai 70 persen, maka beban tanggungan dari penduduk usia produktif menurun atau menjadi rendah, yakni antara 0,4 - 0,5 persen. Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif hanya menanggung 40-50 penduduk non produktif.

Persoalannya adalah, anak-anak dan remaja yang berusia belia saat ini menyimpan potensi penyakit ya yang dapat mengganggu diusia produktifnya nanti. Berdasarkan data yang dirilis oleh Double Burden of Diseases & WHO NCD Country Profile pada 2014, menunjukkan bahwa angka kematian karena PTM meningkat drastis. Jika pada tahun 1990 angka kematian akibat PTM baru mencapai 58%, pada 2014 angka tersebut naik menjadi 71%.

Dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan PP Aisyiyah bersama Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI), Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemkes Dr. Kirana Pritasari MQIH mengatakan trend status gizi, prevalensi stunting dan gizi buruk menurun. “Tapi angka ini masih di atas toleransi WHO. Toleransi WHO untuk gizi buruk adalah 10% dan stunting 20%. Sementara kita masih 30%, di atas toleransi. Ini yang mengakibatkan penyelesaian masalah gizi jadi masalah nasional. Jadi jika misalnya balita kita 22 juta, kalau yang stunting 30,8 %, jumlah itu lebih besar dari penduduk Singapura," ujar Kirana. 

Pemerintah sendiri telah menyiapkan 5 strategi dalam menurunkan dan mencegah stunting. Targetnya adalah pada 2024 stunting turun menjadi 14%, salah satunya melalui prioritas penanganan stunting yang dilakukan terhadap 260 kab/ kota. Selain itu, kampanye dan edukasi kesehatan dan gizi untuk masyarakat pun perlu untuk dilakukan, sebagaimana edukasi gizi dan bijak konsumsi susu kental manis yang dilakukan oleh PP Aisyiyah. "Susu kental manis itu adalah perasa, balita tidak boleh mengkonsumsi sebagai minuman sebelum tidur, jadi bukan untuk kebutuhan pemenuhan gizi," jelas Kirana. 

Anggota komisi IX DPR RI, Intan Fauzi, SH.LLM dalam kesempatan itu juga menyampaikan pentingnya peran edukasi dan sosialisai kesehatan untuk masyarakat. Terkait persoalan susu kental manis misalnya, edukasi langsung ke masyarakat perlu terus menerus dilakukan. “Sekarang sudah jelas ada regulasinya, sehingga produsen hingga distributor wajib menerapkan. Nah konsumen juga seharusnya sudah dapat memilah bahwa susu kental manis itu bukan termasuk kategori susu,” jelas Intan. 

Agar regulasi tersebut diterapkan dengan baik, fungsi pengawasan juga harus dioptimalkan. "Kami selalu melakukan rapat kerja dan rapat kerja terbatas. Dari situ apabila ada permasalahan jadi pembahasan . Mengenai peredaran makanan akan menjadi tanggung jawab BPOM, kan ada divisi penindakan," jelas Intan. 


Sementara YAICI menilai kampanye dan sosialisasi tersebut tidak merata di terima oleh masyarakat Indonesia. Keterbatasan media informasi hingga promosi produk makanan dan minuman dari produsen yang begitu masif mengakibatkan kampanye-kampanye kesehatan kurang bergaung.  Seperti yang terjadi pada produk kental manis. 

Ketua YAICI Arif Hidayat menjelaskan, produk kental manis nyaris seabad diiklankan sebagai minuman susu yang telah mengakibatkan kesalahan persepsi pada masyarakat. Masyarakat beranggapan produk yang mengandung gula 54% tersebut dapat diberikan kepada bayi dan balita sebagai minuman susu. Puncaknya adalah saat temuan balita menderita gizi buruk akibat mengkonsumsi susu kental manis di Kendari dan Batam, dan salah satunya meninggal dunia. 

"Pemerintah melalui Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan PerBPOM No 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan pada Oktober 2018, yang telah mengatur mengenai label dan iklannya. Sayangnya, pengawasan terhadap penerapan di lapangan masih belum optimal," ujar Arif Hidayat. 

Arif menyebutkan, kampanye atau penjualan offline yang dilakukan oleh SPG produk kental manis serta penempatan produk di supermarket masih kerap dicampurkan dengan produk susu anak lainnya. "Hal-hal seperti ini yang perlu peran pengawasan dari masyarakat. Regulasinya sudah ada, namun sayang sekali penerapan di lapangan tidak tepat. Sehingga edukasi atau kampanye kesehatan yang digaungkan pemerintah juga akan rancu dimata masyarakat. Karena itulah kami meminta kesadaran produsen dan peran sertanya mengedukasi masyarakat dengan cara jujur dalam berjualan," jelas Arif. 

Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah Chairunnisa, mengungkapkan kehkawatirannya akan bonus demografi apabila pemerintah masih abai terhadap persoalan kental manis. "Pemerintah seolah-olah hanya berkewajiban mengeluarkan regulasi, namun impelementasinya tidak efektif. Jangan sampai, akibat kelalaian hari ini, kita menghadapi bonus demografi yang menjadi beban bagi negara nanti, karena ancaman diabetes ataupun obesitas yang mengganggu usia produktif," jelas Chairunnisa. 

Cara Mencegah Penyakit Jantung Dan Penyakit Kritis Serta Solusinya


Merasa khawatir dengan penyakit itu sangat wajar, apalagi penyakit tidak menular yang setiap saat bisa menyerang dan tidak memandang dari status sosial manapun dan usia berapapun. Saya memiliki pengalaman beberapa kali menyaksikan keluarga menderita beberapa penyakit tidak menular seperti jantung dan hipertensi. Tidak ada gejala spesifik yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari namun tiba-tiba saja sudah terkena penyakit tersebut. 

Ayah saya ternyata memiliki penyakit jantung. Tahun lalu, penyakitnya mulai kambuh dan membuat tidak nyaman sehingga diperlukan rawat inap ke rumah sakit di sekitar Pekalongan. Rumah Ayah saya kebetulan di Pemalang, tidak terlalu jauh dari rumah sakit tempat rawat inap. 

Menurut dokter, penyumbatan di jantung sudah cukup mengkhawatirkan. Salah satu cara yang disarankan adalah memasang ring untuk mengatasi penyumbatan tersebut. Dan beberapa bulan setelah perawatan tersebut, akhirnya Ayah saya memberanikan diri untuk dipasang ring tersebut. 

Alhamdulillah, setelah pemasangan ring tersebut. Kesehatan Ayah saya menjadi lebih baik dari sebelumnya yang sering lemas dan demam akibat penyakit tersebut.


Lalu bagaimana cara mencegah penyakit jantung? Sebetulnya penyakit jantung merupakan akumulasi dari kebiasaan kita yang malas bergerak dan mengkonsumsi makanan yang jauh dari kata bergizi. Nah, untuk mencegah penyakit jantung diperlukan komitmen dari diri kita untuk bergaya hidup lebih sehat dari sebelumnya. 

1. Rutin olahraga
2. Rutin cek tensi
3. Batasi asupan kolesterol
4. Perbanyak minum air putih
5. Perbanyak makan buah dan sayur
6. Belajar mengelola stres
7. Berhenti merokok
8. Konsumsi obat secara teratur (bagi yang sudah punya penyakit jantung)

Seluruh kegiatan ini harus dilakukan agar mencegah penyakit jantung lebih serius atau bahkan menyebabkan kematian. Solusi lainnya yang bisa dilakukan adalah dengan menekan seminimal mungkin biaya pengobatan yang semakin mahal dari hari ke hari. 



PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) menghadirkan Asuransi Mandiri Perlindungan Sejahtera yang memberikan berbagai macam solusi proteksi dan investasi sebagai inovasi terbaru dalam membantu kondisi keuangan masyarakat saat menghadapi berbagai resiko kehidupan. 

Dalam hal ini, AXA Mandiri bertempat di Rumah Sakit MRCCC Siloam Semanggi memberikan edukasi berupa pencegahan penyakit kritis dan pemahaman terhadap penyakit tersebut dari dini. Gaya hidup yang kurang sehat adalah pemicu penyakit kritis atau lebih dikenal sebagai penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, stroke, kanker dan lainnya.


AXA Mandiri siap membantu masyarakat dalam menyiapkan kehidupan yang lebih baik dengan memperkenalkan salah satu perlindungan, yaitu Solusi Perlindungan Penyakit Kritis yang memiliki manfaat :

- 100% uang pertanggungan untuk stadium awal
- Perlindungan jiwa hingga 100 tahun 
- Perlindungan terhadap 120 kondisi kritis dari stadium awal hingga usia 85 tahun
- 100% uang pertanggungan stadium akhir
- Hingga 250% uang pertanggungan untuk kondisi kritis 
- Loyalty bonus mulai tahun polis ke-7 sampai dengan akhir masa pertanggungan 
- Bebas biaya alokasi premi  (bid offer) & biaya pengalihan biaya dana investasi 
- Biaya akuisisi yang kompetitif hanya untuk tahun pertama 

Selain itu terdapat Solusi Perlindungan Jiwa yang memiliki manfaat uang pertanggungan hingga 100 kali uang pertanggungan dasar karena tutup usia dan kecelakaan, fitur loyalty bonus, hingga bebas biaya alokasi premi. Sementara itu, Solusi Perlindungan Kesehatan memiliki manfaat kesehatan tahunan mulai 150 juta hingga 2 milyar rupiah yang dapat digunakan di beberapa negara ASEAN, fitur no claim bonus berupa upgrade kamar dan akomodasi dengan masa perlindungan hingga usia 85 tahun. 

5 Manfaat Teh Rosella



Kalian peminum teh? Jangan lewatkan pos tentang Kualitas Teh yang satu ini. Di pos itu kalian bakal menemukan proses pembuatan teh dari awal hingga akhir, hasil jalan-jalan gratis keliling Jawa Barat tahun 2010 yang lalu. Yuhuuuu. Sekalian promosi, haha.

Baca Juga: 5 Manfaat Buah Mengkudu

Selain kopi susu, saya juga suka minum teh. Bahkan, sebelum semacam kecanduan sama kopi susu, saya lebih dulu kecanduan sama teh pekat. Teh pekat itu maksudnya sekali seduh terdiri dari satu mug air panas, satu sendok gula, dan dua kantong teh merek Sari Wangi. Teh pekat saya minum pagi dan sore, terkadang malam pun juga. Makanya stok teh kami selalu berlimpah di dalam stoples-stoples persediaan. Aroma teh itu semacam aroma terapi yang melipur lara kala hujan dan sendiri. Duh ileeeeeh, bahasanyaaaaa.

Kalau kalian melihat gambar di awal pos, kalian pasti sudah tahu apa yang mau saya tulis di #RabuLima ini. Betul, kawan, saya mau menulis tentang teh rosella. Tapi sebelumnya, mari kita simak penjelasan tentang rosella yang telah ditulis dengan apik di Wikipedia:

Rosela, rosella, asam paya, asam kumbang dan asam susur atau Hisbiscus sabdariffa, adalah spesies bunga yang berasal dari benua Afrika. Mulanya bunga yang juga cantik untuk dijadikan penghias halaman rumah itu diseduh sebagai minuman hangat di musim dingin dan minuman dingin di musim panas. Di negeri asalnya, Afrika, rosela dijadikan selai atau jeli. Itu diperoleh dari serat yang terkandung dalam kelopak rosela, sementara di Jamaika, dibuat salad buah yang dimakan mentah. Adakalanya juga dimakan dengan kacang tumbuk atau direbus sebagai pengisi kue sesudah dimasak dengan gula. Di Mesir, rosela diminum dingin pada musim panas dan diminum panas saat musim dingin. Di Sudan, menjadi minuman keseharian dengan campuran garam, merica, dan tetes tebu. Minuman itu juga menghilangkan efek mabuk dan mencegah batuk. Tak jarang, rosela juga dimanfaatkan untuk diet, penderita batuk, atau diabetes gunakan gula rendah kalori seperti gula jagung. Selain itu, bubuk biji bunga rosela juga dapat dijadikan campuran minuman kopi.

Di Ende, umumnya rosella dijual dalam kemasan dan isinya berbentuk (kuncup) bunga seperti gambar dari Wikipedia berikut ini:


Sebenarnya saya bisa foto sendiri teh rosella yang ada di belakang, tapi lagi malas jalan ke belakang (ruang makan), jadi saya ambil saja gambar dari Wikipedia. Haha.

Perkenalan saya dengan teh rosella dimulai tahun 2010 ketika saya masih nguli di Kota Maumere, Kabupaten Sikka. Iya, waktu itu menambang berlian jauh banget dari Kota Ende. Ceritanya: suatu hari saya diajak makan coto Makassar sama teman-teman. Tidak disangka sore hari setelah makan siang yang bersantan itu membikin kepala saya memberat dengan dahsyatnya. Rasanya sungguh tidak enak. Kalau kalian pernah mengalami serangan darah tinggi, kira-kira seperti itulah yang saya rasakan. Waktu itu, karena tahun 2009 pernah punya pengalaman serangan darah tinggi gara-gara maag, saya langsung mengonsumsi ketimun dan memperbanyak minum air dingin/es. Lumayan, rasa tidak enak di kepala itu berangsur pulih.

Dalam percakapan saya dengan keponakan yang saat itu sedang kuliah di Farmasi di Malang, saya kemudian disarankan untuk mengonsumsi teh rosella. Seperti pada gambar awal pos, waktu itu teh rosella belum ada yang jual baik di Kota Maumere maupun di Kota Ende. Makanya saya meminta dia membawakannya dari Malang. Saya lupa waktu itu dia memang membawakannya waktu sekalian pulang liburan atau dikirim, pokoknya saya menerima satu kantong teh rosella dalam kemasan yang didominasi warna merah maroon begitu.

Kata keponakan saya, teh rosella itu sangat baik untuk kesehatan. "Bagus untuk pembuluh darah, Ncim, makanya kalau ada yang darah tinggi bisa minum seduhan teh rosella juga. Teh ini juga punya kandungan vitamin C yang tinggi jadi Encim kalau minum teh ini Insha Allah imun tubuhnya jauh lebih baik, jadi ... tidak gampang sakit." Dan itu terbukti, kawan. Bukan hisapan jempol belaka. Sepanjang satu tahun saya bekerja di Kota Maumere, Alhamdulillah tidak mudah terserang flu/pilek meskipun teman-teman lainnya sudah bersin-bersin di dekat saya *soalnya ditangkis sama dinosaurus*. Selain itu saya tidak lagi mengalami serangan darah tinggi yang bikin tidak dapat tidur itu. 

Rasa teh rosella tidak seperti teh umumnya yang kalian minum. Rasanya asam-asam gimana gituuu. Supaya enak diminum boleh mencampurnya dengan madu atau gula. Bagi penderita diabetes boleh dicampur gula jagung. Tapi sejak awal saya sudah meminum teh rosella tanpa campuran madu maupun gula. Lidah menjadi terbiasa dengan rasanya yang asam-asam ngangenin :p qiqiqi.

Jadi, secara umum, berdasarkan yang sudah saya alami sendiri dan hasil membaca sana sini, manfaat teh rosella bagi tubuh manusia antara lain:

1. Mengandung vitamin C.
2. Mengatasi tekanan darah tinggi.
3. Mengatasi asam urat.
4. Menjaga kesehatan ginjal.
5. Baik untuk penderita diabetes.

Untuk penjelasan dari masing-masing manfaat, kalian bisa membacanya di sini.

Baca Juga: 5 Manfaat Tertawa

Bagaimana, kawan ... sehat itu murah kan sebenarnya? Yang mahal itu sakit! Kalau sudah sakit, bisa-bisa biayanya mencakar langit. Tapi satu yang perlu diingat, saya tidak menyarankan teh rosella ini untuk kalian yang mengidap tekanan darah rendah ya. Sebaiknya kontrol dulu ke dokter hehe. Yang jelas, kalau kepala saya mendadak berat gara-gara maag, saya bakal minum segelas teh rosella.

Semoga bermanfaat!



Cheers.

5 Manfaat Buah Mengkudu

Gambar diambil dari Wikipedia.


Mengkudu disebut juga pace. Kalau menulis pace, pasti ingatnya julukan untuk laki-laki asal Papua yaitu Pace, sedangkan perempuannya Mace. Julukan-julukan ini berlaku untuk seluruh Indonesia meskipun beda sebutan. Misalnya laki-laki di Ende dipanggil Nara, perempuannya dipanggil Weta. Tapi jangan salah, kawan kami pun meskipun bukan orang Papua, nama panggilannya juga Pace meskipun nama aslinya itu Charlie atau Paskalis. 

Baca Juga: 5 Buah Penunjang Diet

Mari lanjutkan tentang mengkudu yang juga disebut pace ini. Mengkudu punya nama ilmiah Morinda citrifolia. Pohonnya cukup besar dan tinggi setinggi pohon jambu begitu tapi pokoknya jauh lebih besar dari pohon jambu. Kami punya satu pohon mengkudu di samping rumah dan satu pohon jambu di depan rumah, soalnya. Pohon mengkudu ini tidak akan pernah ditebang meskipun dedaunannya sering memenuhi atap kamarnya Thika. Ketimbang menebang, lebih baik dedaunannya saja yang dibersihkan.

Pohon mengkudu ini bermanfaat, selama yang saya tahu, adalah akar, daun, dan buahnya.

1. Akar

Di Kabupaten Ende, akar mengkudu (mengkudu disebut kembo) merupakan salah satu bahan alami untuk pewarnaan untaian benang bakal tenun ikat. Harga sarung Kembo tergolong paling mahal; disebabkan proses pembuatannya serta ketahanannya meskipun sering dipakai dan berusia uzur.

2. Daun

Mungkin alian lebih sering mendengar manfaat buah mengkudu ketimbang daun mengkudu. Waktu Mamatua sakit, kami sering merebus air bekal mandinya dengan daun mengkudu. Kata Mamatua, air daun mengkudu yang dipakai mandi itu bikin tubuhnya terasa lebih ringan.

3. Buah

Ini dia yang paling sering dibicarakan orang-orang. Buah mengkudu punya banyak sekali manfaat terutama untuk kesehatan. Ingat, sehat itu murah tapi sakit itu mahal!


Jadi, kali ini saya menulis tentang lima manfaat buah mengkudu untuk kesehatan. Satu-satunya sumber pendukung dari pos ini hanyalah Wikipedia. Yang lainnya adalah omongan Mamatua dan Mamasia yang senantiasa mengandalkan mengkudu.

1. Mengandung Vitamin dan Zat Penting Bagi Tubuh


Buah mengkudu disebut merupakan buah makanan bergizi lengkap karena mengandung begitu banyak zat nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Zat-zat tersebut antara lain protein, vitamin, dan mineral penting. Selenium yang merupakan salah satu mineral yang terdapat dalam buah mengkudu itu merupakan antioksidan yang hebat. Sedangkan beberapa senyawa lain antara lain xeronine, plants sterois, alizarin, lycine, sosium, caprylic acid, magnesium, dan lain sebagainya.

2. Bermanfaat Memulihkan Sel-Sel Tubuh


Mungkin yang membikin Mamatua begitu rajinnya meminum jus mengkudu, dan mandi air rebusan daun mengkudu. Setelah stroke, Mamatua jadi rajin meminum buah mengkudu yang sudah dihancurkan dan diambil airnya. Oke, rumah kami memang jadi bau sekali, terutama kulkas, tapi demi Mamatua ... no problemo. Selain buah mengkudu, saat Mamatua mengidap Strucma, yang dikonsumsi adalah jus air bawang merah dicampur air perasan daun damar. Terpenoid merupakan zat yang terkandung di dalam mengkudu, yang memantu dalam proses sintesis organik dam pemulihan sel-sel tubuh.

3. Mengandung Zat Anti Bakteri


Tidak disangka di dalam buah mengkudu juga terkandung zat anti bakteri yang dapat mematikan bakteri penyebab infeksi. Diantaranya Pseudomonas aeruginosa, Protens morganii, Staphylococcus aureus. Zat anti bakteri itu juga dapat mengontrol bakteri pathogen (mematikan) seperti Salmonella montivideo, S. schotmuelleri dan lain sebagainya.

4. Mengandung Zat Anti Alergi


Scolopetin merupakan senyawa yang sangat efektif sebagai unsur anti peradangan dan anti alergi.

5. Mengandung Zat Anti Kanker


Ini yang paling kita suka hahaha. Zat anti kanker yang terdapat dalam mengkudu paling efektif melawan sel-sel abnormal. 

Alam telah menyediakan, manusia harus rajin mencari tahu dan melakukan, kalau memang berniat untuk terhindar dari penyakit (meskipun tidak semua).


Beberapa informasi yang saya dengar dari orang-orang yang pernah mengonsumsi buah mengkudu, buah ini juga dapat mengobati penyakit-penyakit seperti rematik, penyakit jantung, kolesterol, hingga diabetes! A-ha. Ada yang terlalu manis hidupnya ... seperti saya? Yuk cobain jus buah mengkudu. Tapi harus tahan sama aromanya itu yaaa *dinosaurus menggeleng kuat-kuat*. Memang betul, kalau mau sehat, jalannya kadang berliku dan penuh semak.

Tapi jangan kuatir lah, sekarang ini sudah ada banyak buah mengkudu yang dikemas dengan sangat baik, di dalam kapsul, sehingga kalian tinggal meminumnya tanpa harus merasakan perihnya perasaan memarut/menghancurkan mengkudu untuk diambil air/jus-nya. Hehe. Masih terbayang wajah Mamasia, dulu, waktu membikin jus mengkudu untuk Mamatua. Kepalanya sampai geleng-geleng karena aromanya itu aduhai sekali.

Baca Juga: 5 Manfaat Dompet Obat

Bagaimana, kawan ... mau mencoba buah mengkudu?

Semoga bermanfaat!



Cheers.

5 Buah Penunjang Diet



Ayo siapa yang saat ini sedang diet? Angkat tangan! Sekalian angkat perabotan *pindahan rumah* haha. Jangan malu mengaku kalau sedang diet. Diet adalah sebagian dari iman, menurut saya, karena diet adalah proses kita menguji iman dari godaan pizza, martabak keju, roti bantal, cheese cake, mozarella goreng, dan se-tanah airnya. Aduh, menulis ini kok jadi lapar. Huhuhu.

Baca Juga: 5 Manfaat Dompet Obat

Menurut Wikipedia, dalam bahasa Indonesia, kata diet lebih sering ditujukan untuk menyebut suatu upaya menurunkan berat badan atau mengatur asupan nutrisi tertentu. Asupan nutrisi ini berkaitan dengan tujuan diet itu sendiri. Ada yang diet untuk menurunkan berat badan, ada yang diet untuk meningkatkan massa otot, ada pula yang diet karena pantangan karena penyakit tertentu. Hyess, benar sekali, darling! Pengidap diabetes menjalankan diet kategori terakhir ini. Kalau kalian termasuk shopacholic, kalian pun harus diet belanja-belenji.


Kali ini saya mau menulis tentang buah-buahan penunjang diet. Jadi begini, saya pernah membaca tentang buah jeruk yang baik untuk diet. Artinya: buah jeruk hanyalah penunjang sedangkan yang utama tetap kurangi porsi makan. Yang terjadi malahan begini, konsumsi buah jeruknya kencang banget, porsi makan pun ngegas (kadang-kadang lupa ngerem). Kalau anak-anak sekarang bilang: INI YANG KAU KOSONG. Haha. Pola seperti itu namanya imbang, bahkan cenderung tidak memberi efek apa-apa terhadap tubuh selain bertambahnya bobot.

Banyak buah yang katanya baik untuk diet. Penunjang diet. Kalian pasti sering membaca atau mendengar dari orang-orang sekitar. Ada yang bilang jeruk, apel, alpukat, dan lain sebagainya. Berdasarkan pengalaman pribadi, saya baru menerapkan alpukat saja, yang lainnya belum sih. Jadi, berdasarkan membaca dari berbagai sumber, lima buah penunjang diet antara lain:

1. Alpukat


Dari situs AloDokter, berikut penjelasannya:

Alpukat mengandung lemak baik berupa asam oleat yang merupakan lemak tidak jenuh tunggal. Banyaknya kandungan lemak baik dalam buah ini bermanfaat untuk menunda lapar. Kemampuannya dalam membantu mengontrol kadar gula darah membuat yang mengonsumsinya merasa kenyang lebih lama. Lemak jenis ini juga diprediksi baik bagi kesehatan jantung serta mampu menurunkan kadar kolesterol darah dan meningkatkan jumlah lemak baik (HDL).

Selain kandungan lemak baik yang tinggi, alpukat juga kaya akan serat, vitamin, dan mineral. Dalam satu setengah buah untuk diet ini mengandung sekitar 4,6 gram serat, folat, dan vitamin B6. Di dalamnya juga terkandung kalium dalam jumlah yang cukup banyak, yaitu sekitar 345 mg.

2. Jeruk


Dari situs Fimela, berikut penjelasannya:

Jeruk merupakan buah yang memiliki serat cukup tinggi. Serat inilah yang bisa membuat kamu merasa kenyang lebih lama. Saat kamu kenyang, sangat memungkinkan bahwa kamu cukup makan dengan porsi yang kecil. Selain itu, jeruk juga sebagai buah yang rendah kalori namun tinggi vitamin. Penting kita tahu, makanan rendah kalori bisa membantu kita menurunkan berat badan dengan baik.

Untuk menurunkan berat badan pakai buah jeruk, kamu cukup mengonsumsi buah jeruk sebagai camilan pengganti keripik kentang dan sejenisnya. Kamu juga bisa minum segelas jus jeruk murni di pagi hari bersama 1 atau dua butir telur.

3. Apel


Dari Dietsehat, berikut penjelasannya:

Baca Juga: Manfaat Telur Bagi Tubuh

Apel merupakan buah yang rendah kalori dan kaya akan vitamin dan mineral yang akan membantu tubuh kamu untuk memiliki metabolisme yang lebih baik. Apel juga merupakan tonik bagi sistem saraf yang membantu pencernaan dan bertindak sebaga laksatif. Apel tergantung dari ukurannya hanya memiliki sekitar 80 sampai 100 kalori per buahnya.

4. Pisang


Dari Sunpride, berikut penjelasannya:

Pisang merupakan salah satu buah yang paling direkomendasikan untuk dikonsumsi pada saat kita melakukan diet. Hal ini dikarenakan pisang memiliki kandungan serat dan potasium yang sangat tinggi. Serat dan potasium inilah yang dapat menimbulkan efek kenyang yang lebih lama ketika dikonsumsi.

5. Pepaya


Masih dari Fimela, berikut penjelasannya:

Pepaya adalah buah yang kaya akan kalsium, vitamin, zat besi, dan riboflavin. Pepaya juga memiliki kadar lemak yang sangat rendah. Kandungan papain dalam buah pepaya juga membantu melancarkan pencernaan dan mengatasi konstipasi. Karena itulah buah ini sangat baik untuk diet.


Alpukat, jeruk, dan apel memang yang paling sering saya dengar. Kalau alpukat, saya menerapkannya dalam pola diet DEBM. Kalau jeruk, teman saya ada yang meminum air jeruk setiap pagi sebelum sarapan. Sedangkan apel, dulu ada yang menyarankan saya untuk mengonsumsi apel setiap hari cukup selama seminggu.

Awal mula menjalankan diet DEBM saya senang sekali karena harga alpukat masih standar cenderung murah. Namun dua bulan setelahnya, harga alpukat menukik ... eh ... melambung tajam ke angkasa mencakar langit sampai langitnya berdarah. Padahal alpukat yang paling bagus menunjang DEBM saya: kalau perut perih bisa dimakan langsung alpukatnya, bisa pula dimasak dengan agar-agar tanpa gula dan dimakan kala malam sebagai pengganti cemilan (disiram santan Kara), bisa dijus - tetap tanpa gula. Kan kurang asyik saya ngejus telur. Yaiks. Ketika alpukat semacam menghilang dari pasar, saya terpaksa meningkatkan asupan telur dan keju.

Kalau pisang dan pepaya belum pernah saya mencobanya untuk mendukung diet. Karena apa? Karena pisang dilarang dalam DEBM hahaha. Hanya saja saya sering mendapat hibah buah potong (pepaya dan melon) dari pak super boss kalau beliau sarapan buah potong yang diantar dari rumahnya dan kebetulan saya sedang berada di dekat beliau. Pepaya sendiri merupakan buah yang juga saya konsumsi bila terjadi susah buang air besar.

Baca Juga: 5 Manfaat Lidah Buaya Ini Perlu Kalian Tahu

Bagaimana dengan kalian, kawan? Bagi yang sedang diet, buah apa yang menjadi pilihan kalian untuk menunjang diet? Bagi tahu yuuuuk ...



Cheers.

5 Manfaat Dompet Obat


Apakah di rumah kalian tersedia kotak P3K? Di rumah saya dulu, tepatnya di dinding ruang makan, menempel satu kotak P3K berpintu. (Alm.) Bapa memang meletakkannya di situ agar mempermudah semua anggota rumah yang membutuhkan obat, karena kalau diletakkan di rumah tetangga ... pasti dipetisi sama tetangga.

Baca Juga: 5 Manfaat Bernyanyi

Obat-obat yang memenuhi kotak P3K itu antara lain obat merah atau Revanol beserta plester dan kain kasa, kapas, puyer sakit kepala, berbagai botol minyak seperti Minyak Tawon dan minyak Gandapura (Gandapuro). Tipe obat-obatan khas rumah tangga yang paling sering dibutuhkan.

Sekarang tidak ada lagi kotak P3K di rumah saya. Semua orang punya obatnya masing-masing. Misalnya Mamatua yang selalu sedia dengan keranjang orofeko-nya (orofeko: istilah untuk barang-barang printilan) diantaranya berisi Minyak Tawon, botol madu, Vicks F44, hingga botol Geliga. Dan, like mother like daugther, saya pun punya tempat penyimpanan obat sendiri yang saya sebut dompet obat.

Saking banyaknya dompet-dompet serupa (punya banyak dompet saja sombong haha) saya tinggal pilih mau pakai yang mana, kebetulan pilihannya jatuh pada dompet warna kuning oleh-oleh dari keponakan saya Mbak In dulu sepulang dia dari Bali. Warna kuning adalah warna favorit saya dengan jargon KUNING ADALAH WARNA PENGHARAPAN (yellow is the colour of hope), jadi rasanya asyik kalau menyimpan obat-obat di situ sebagai simbol pengharapan untuk sembuh. Ha ha ha. Pasti ada yang bilang: halaaaaaah maumu, Teeeeeh.

Dompet tempat menyimpan obat atau dompet obat saya itu berisi obat-obatan medis maupun non-medis yang memang dibutuhkan setiap hari antara lain: Asamefenamat, Ranitidin, Antacid, M-Capsul, Bersih Darah, dan Minyak Varash. Menyimpannya bukan berarti harus mengkonsumsi setiap hari. Bersih Darah dan/atau M-Capsul misalnya, hanya dikonsumsi sebulan sekali agar proses period berjalan lebih lancar. Sedangkan Antacid itu baru dikonsumsi apabila sudah benar-benar tidak bisa menahan amukan asam lambung. Tentu obat-obat itu harus saya perbarui apabila telah lebih dari tiga bulan di dalam dompet tanpa dipergunakan. Hehe.

Menyimpan obat di satu tempat terpadu ternyata banyak manfaatnya. Saya sudah mengalami dan merasakannya. Jadi, yang saya tulis bukan asal-asalan saja *iya iya percaya*.

Baca Juga: 5 Obat Alami Penyubur Rambut

Apa saja manfaat mempunyai dompet khusus menyimpan obat ini? Mari kita cek.

1. Obat yang Terorganisir


Terorganisir? Jelas. Semuanya berada dalam satu tempat/dompet. Sehingga tidak tercecer. Kalau tercecer kan lucu ... saatnya harus meminum Ranitidine setelah makan (sebelum makan menelan Antacid terlebih dahulu), masa harus dicari di tempat yang terpisah dari Antacid.

2. Bisa Disimpan Dalam Tas


Percaya tidak percaya, setiap hari dompet obat ini wajib berada dalam tas/ransel. Melupakan dompet powerbank dan kekabelan tidak masalah, tapi melupakan dompet obat ini bisa jadi masalah. Kadang-kadang apabila membawa tas super mini, saya cukup mengangkut Minyak Varash saja.

3. Ready Stock


Ya, tentu. Karena setiap tiga bulan saya mengganti isi dompet obat ini, jadi otomatis ready stock.

4. Mudah Mencari Saat Dibutuhkan


Kalian mungkin belum pernah diserang asam lambung pukul 01.00 dini hari. Saya pernah. Makanya ketika asam lambung menyerang saya tinggal buka tas/ransel (mana yang dipakai hari itu) untuk mengambil dompet obat ini.

5. Menolong Orang Lain


Dalam perhelatan EGDMC kali lalu sahabat saya, Elfrida, mengalami serangan asam lambung. Langsung saya keluarkan Antacid sementara dia kemudian meminum teh hangat dan pengganjal perut sebelum menegak Ranitidine. Masalah, alhamdulillah, teratasi.

Dompet obat memang terlihat sepele tapi kalau kita menyiapkannya, akan sangat membantu di saat kritis.

Baca Juga: 5 Obat Wajib Perjalanan Jauh

Setiap orang pasti mempunyai masalah tersendiri dengan kesehatannya (kalau yang sehat selalu sih Alhamdulillah). Mungkin pula obat-obatannya pun berbeda dari isi dompet kuning saya. Yang jelas, bagi saya pribadi dompet obat ini penting dan perlu. Bagaimana dengan kalian, kawan? Bagi tahu yuk di komen.



Cheers.

5 Obat Wajib Perjalanan Jauh


Jum'at, 23 November 2018 kemarin saya menjalankan tugas liputan ke luar negeri kota tepatnya di Kelurahan Bokasape, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende. Meskipun masih dalam wilayah Kabupaten Ende tapi jaraknya lumayan jauh yaitu sekitar 65 (enam puluh lima) kilometer dari Kota Ende. Bagi kalian yang hidup di kota besar sebesar dinosaurus seperti Jakarta misalnya, jarak segitu mah tidak ada artinya. Tapi bagi kami yang tinggal di Pulau Flores, jarak segitu sangat berarti terutama karena kami harus melintasi jalan trans-Flores yang berliku seumpana kisah asmara Siti Nurbaya, melintasi hutan, perumahan penduduk lokal, daerah persawahan, tebing yang pada musim hujan melongsorkan batu-batu cadas, hingga harus mengalah sama hewan-hewan yang piknik di badan jalan. Pada titik tertinggi, kami harus memelankan laju kendaraan (sepeda motor) karena kabut yang turun hingga ke aspal menyempitkan jarak pandang yang tinggal satu sampai dua meter saja.

Baca Juga : 5 Manfaat Garam

Bersama Mila dan Santy, siang itu saya membelah jalanan trans-Flores dalam kondisi hujan tanpa henti. Itu perjalanan yang Rock'n'Rain selama hampir empat jam dengan jeda sekitar empat puluh lima menit ngopi cantik di Lepa Lio Cafe, di Kecamatan Detusoko. Baru kali ini saya melakukan perjalanan luar kota dengan kendaraan roda dua, Onif Harem, tanpa punya kesempatan melepas mantel dan kawan-kawan. Aduhai!


Kalian iri sama sepatunya? Beli sendiri doooonk. Murah kok, hanya empat ribu Rupiah! Haha.

Perjalanan jauh itu membikin saya tahu, sejak dari Kota Ende hingga pada saat kami telah ditempatkan di rumah salah seorang penduduk Kelurahan Bokasape, bahwa ternyata kami bertiga punya kebutuhan yang nyaris sama untuk urusan perjalanan luar kota ini. Minyak, obat, minyak, obat. Bahkan malam hari pertama, kami harus pergi mencari fresh care yang tanpanya Mila tidak dapat tidur lelap sambil ngorok dan ngiler. Dan karenanya indera penciuman saya rusak sesaat hahaha. Aromanya sungguh luar biasa aroma fresh care yang satu itu. Tobat seribu tobat. Saya sampai bingung jangan-jangan ada yang berubah dengan struktur penciuman saya haha.

For your information, Kelurahan Bokasape terletak di jantung Kecamatan Wolowaru, yaitu pusat lalu lintas trans-Flores sehingga banyak toko kelontong yang berdiri gagah di sekitarnya. Tidak sulit untuk sekadar mencari fresh care meskipun harus mengalah karena sudah tidak pilihan aroma lain. Huhuhu. Sayangnya, meskipun termasuk wilayah kecamatan tapi tidak ada pom-bensin di sana. Padahal Kecamatan Boawae di Kabupaten Nagekeo sana, punya satu pom-bensin yang selalu ramai. Kebutuhan bensin di Kecamatan Wolowaru ini disediakan oleh para penjual eceran yang dengan mudah ditemui sepanjang jalan.

Dari pengalaman perjalanan itu, tentu juga perjalanan lainnya ke wilayah lain di Indonesia, saya merangkum lima obat perjalanan jauh yang wajib dibawa oleh kalian, saya, mereka, siapa saja yang melakukan perjalanan jauh. Terlihat sepele, tapi pada kondisi tertentu akan sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarga gejala dan/atau sakit yang dirasakan. Iya, tidak perlu harus langsung pergi ke dokter, atau dalam hal ini ke Puskesmas Wolowaru.

Baca Juga : 5 Manfaat Tertawa

Apa saja sih yang wajib dibawa?

Yuk kita intip ...

1. Minyak

Minyak ini ibarat nama internasional yang ampuh untuk perjalanan jauh. Sejak dulu Mamatua pun sering membawa minyak tawon ke mana pun pergi. Selain saya yang membawa minyak Varash, Santy membawa sebotol besar minyak kayu putih, Mila pun wajib mencari fresh care yang masih termasuk dalam kelompok minyak juga kan ya hahah *maksa*. Untung kita masih di jantung Kecamatan Wolowaru yang banyak toko kelontongnya. Kalau tidak? Bisa-bisa Mila menghantui kami setiap malam karena tidak bisa tidur. 

Kenapa saya memakai Varash? Untuk melindungi dan membikin kaki terasa lebih enak saat diajak tidur. Jadi hanya dioles ke telapak kaki dan kaki saja. Karena, ketika pergi ke tempat orang seperti itu kan belum tentu saya juga bisa JMKK. Varash juga membantu Mila dan Santy; dioles ke perut sebelum tidur. Sampai-sampai, pada malam terakhir tidur di Kelurahan Bokasape saya bilang begini pada mereka: lama-lama saya goreng kalian berdua. Seluruh badan diminyakin!

2. Pereda Nyeri

Pereda nyeri merupakan obat yang wajib dibawa oleh para pejalan karena kalian tidak akan pernah tahu kapan merasakan nyeri/sakit kepala atau perut. Pereda nyeri ini macam-macam. Bisa dimulai dari Menfentan / Asam Mefenamat sampai ranitidin (lambung). Tergantung kalian nyamannya pakai obat yang mana. Kalau saya sih untuk melekaskan hilangnya sakit kepala, sakit gigi, atau nyeri lambung, saya minum Menfentan. Ada baiknya kenali dulu pula alasan kepala kalian sakit, misalnya, karena alasan sakit kepala kan banyak banget, diantaranya karena terlambat makan. Kalau saya sih pasti sakit kepala kalau dompet menipis. Haha.

3. Penetral Asam Lambung

Obat yang satu ini wajib dibawa oleh kalian yang mengalami maag akut. Salah satunya bernama Antacid. Jadi, kalau perut/lambung sudah nyeri banget, langsung mengunyah satu Antacid, menunggu beberapa saat, lalu makanlah sepiring nasi (disertai lauk pauk penggugah selera seperti semur jengkol misalnya, atau sup sari kuku dinosaurus), dan lantas minum obat Ranitidine. Dua obat yang saya tulis ini; Antacid dan Ranitidine, adalah anjuran dari keponakan saya yang apoteker saat saya sudah nyerah sama nyeri/perih yang terasa di ulu hati. Jadi, menulis ini karena pernah mengalaminya. Tapi mungkin tidak sama berlaku pada setiap orang. Yang jelas, konsultasikan dulu lah sama dokter kalian sebelum menyiapkan obat-obat seperti pereda nyeri dan penetral asam lambung untuk perjalanan jauh.

4. Obat Luka/Antiseptik

Semua orang pasti tidak mau tubuhnya terluka apalagi hati yang terluka dan teraniaya. Tapi luka bisa terjadi kapan saja. Misalnya, kalau tidak hati-hati dengan jalanan yang licin, bisa tergelincir, terjatuh, dan menyebabkan luka pada kulit. Obat luka antiseptik yang umum dipakai antara lain Betadine dan Rivanol. Bawalah sebotol untuk jaga-jaga.

5. Obat Diare

Ini saya alami ketika berada di Kelurahan Bokasape. Entah mengapa. Padahal semua yang saya konsumsi normal. Kemungkinan perut saya tidak cocok dengan air minum yang ada di sana sehingga menyebabkan saya mengalami diare pada pagi hari terakhir pulang. Sayangnya saya tidak membawa obat diare jadi hanya bisa mengoles perut dengan Varash. Varash lagiiiii. Hehe. Mau minum air hangat tapi kuatir malah semakin menjadi diarenya karena kecurigaan saya ada pada air minumnya. Menggosok perut dengan minyak Varash sangat membantu menahan sampai saya tiba di Ende (rumah) ... parkir motor ... lari ke kamar ... masuk kamar mandi ... tamat.

Tempat tujuan perjalanan kita pasti punya puskemas, apotik, atau tempat praktek dokter, tapi menyiapkan obat-obat ini di dalam backpack rasanya wajib dilakukan untuk penanganan super cepat.


Setelah membaca lima obat wajib perjalanan jauh versi saya di atas, bagaimana dengan kalian? Apakah kalian juga pasti membawa obat-obat itu? Atau ada obat lain yang wajib dibawa? Bagi tahu donk di komen hehehe.

Semoga pengalaman saya juga dapat bermanfaat bagi kalian.



Cheers.