Pesanan Barang DIY yang Berkembang Biak dan Senada


Pesanan Barang DIY yang Berkembang Biak dan Senada. Suatu kali Ibu Ayu Sulaeman, cucuk pemilik Rumah Makan Bangkalan yang kesohor se-Flores, yang juga punya rumah makan sendiri serta dikenal sebagai dosen Fakultas Hukum, memesan keranjang berbahan koran bekas yang bisa dipakai untuk menyimpan berbagai barang. Boleh dibilang ini adalah pesanan keranjang pertama. Untuk warnanya pun saya belum memakai cat minyak melainkan setiap pipa koran/kertas tersebut dibungkus menggunakan kertas kado. Masih ingat pos berjudul Kertas-Kertas Kado Menarik dan Lucu Pendukung Proyek DIY? Selain memproduksi tempat tisu, salah satu barang lainnya adalah keranjang pesanan Ibu Ayu tersebut.

Baca Juga: Mangkuk Serbaguna Berbahan Celana Jin Bekas

Saya tidak menyangka keranjang tersebut diletakkan di meja rias di kamarnya. Ausam sekali hahaha. Bangga gitu. Menjadi semakin bangga dan semakin makan puji (istilah Orang Ende nih) ketika Ibu Ayu memesan lebih banyak barang DIY/daur ulang yang menjadi teman setia keranjang pertama tadi dan semuanya bernuansa hijau. Mulai dari tempat tisu yang gambarnya bisa kalian lihat di awal pos, organizer sisir dan peniti, sampai keranjang mini untuk menyimpan arloji/jam tangan. Ini dia penampakannya ketika semuanya sudah menghuni meja rias:


Keren gitu melihatnya ya.

Ternyata membikin pesanan yang berkembang biak dan senada warnanya ini pernah menjadi rutinitas yang membikin saya lupa waktu. Asyik juga kalau kertas kado pada satu barang, kemudian warnanya dipadukan dengan cat-minyak pada barang lainnya. Hijau-hijau menggoda begitu hehe. Tantangannya ada pada cat-minyak yang warnanya harus dicampur dengan warna lain untuk menghasilkan satu warna pilihan. Misalnya hijau tua dicampur putih atau hitam.

Dari pesanan Ibu Ayu ini, dan karena hebatnya media sosial membagi ragam informasi yang kita pos, datanglah pesanan lain dari Kaprodi dan Sekprodi Akuntansi di Fakultas Ekonomi. Hasilnya bisa kalian lihat di bawah ini:



Seperti yang kalian lihat, ada pesanan keranjang besar serbaguna dan desk-organizer. Desk-organizer ini sebenarnya mau diletakkan di meja rias juga. Ceritanya Ibu Dewi dan Ibu Aini memesan desk-organizer yang bisa untuk menyimpan sisir dan segala barang lainnya, tapi yang ada juga tempat untuk menyimpan/menusuk pentul. Saya sih tinggal bikin sesuai permintaan ibu berdua hehe. Dan Alhamdulillah hasilnya memuaskan. Ibu Dewi suka warna hijau, Ibu Aini suka warna merah.

Belum berhenti sampai di situ, suatu kali Ibu Ina juga memesan beberapa barang dengan, harus, kertas kado yang sama. Jangan berbeda satu pun! Keranjang ulir (sayangnya keranjang ulir tidak ada di gambar di bawah ini), tempat tisu, dan desk-organizer. Ini saja, saya kok berat banget mau menukarnya dengan Rupiah karena cantik hahahaha.


Terima kasih, semuanya, sudah memesan barang-barang daur ulang ini di saya hehehe. Semoga akan tetap terus memberi manfaat! Amin.

Baca Juga: Ruang Tamu DIY

Saya sendiri masih pengen bisa membikin rangkaian barang-barang DIY yang bisa diletakkan di kamar antara lain keranjang besar, keranjang kecil, desk-organizer, wall-organizer, yang semuanya satu warna. Apa daya, kesibukan yang menggempur tidak bisa ditoleransi seperti tahun-tahun lalu. Bisa memenuhi janji untuk tetap meng-update blog saja sudah syukur bukan main, terutama karena saya memang pengen bisa menulis setiap hari, untuk blogwalking ... hiks. Jadi dalam sehari itu, setelah pulang kantor langsung menulis blog, setelah itu langsung membuka lembar kerja baik itu yang di Word maupun Sony Vegas, sampai malam hari.

Tapi saya janji pada Bang Day, Kakak Ella Fitria, Nassirullah Sitam, Ummu, dan kawan blogger lain yang masih sering ke sini ... I will kunjung balik. Hehe. 



Cheers.

Andaikan Ada Seorang Saja Thomas Dambo di Kota Ende

Andaikan Ada Seorang Saja Thomas Dambo di Kota Ende. Saya sudah sering bercerita tentang Kirsten Dirksen dengan video-video amazing-nya di Youtube. Bahkan pos #SelasaTekno kemarin pun masih dari video milik Kirsten Dirksen. Wanita yang telah menikah dengan tiga orang anak ini selalu menawarkan konsep-konsep rumah mini dari berbagai belahan dunia. Kalau kemarin kita bertemu di #SelasaTekno maka hari ini kita kembali ke dunia kreasi, dunia daur ulang, dunia DIY, dan life hacks di #RabuDIY!

Baca Juga: Kertas-Kertas Kado Menarik dan Lucu Pendukung Proyek DIY

Video unggahan Kirsten Dirksen tidak semata-mata tentang rumah mini, rumah unik, rumah mobil, rumah bongkar-pasang, dan rumah lainnya. Suatu malam saya menonton salah satu video unggahan Kirsten Dirksen yang begitu memukau. Sampai tiga kali saya menontonnya!

Thomas Dambo, Si Seniman Daur Ulang


Kalian pasti pernah melihat di televisi atau di internet patung-patung kayu raksasa yang dibangun di tengah hutan. Contohnya seperti berikut ini:


Seniman yang berada dibaliknya bernama Thomas Dambo. Dia adalah sebagai seniman yang berasal dan tinggal di Copenhagen, Denmark. Bersama dua orang teman/kru, dia membikin proyek yang indah dan menyenangkan terbuat dari sampah atau barang daur ulang. Barang-barang ini mereka temukan di sekitar kota: tempat pembuangan sampah umum atau tempat sampah pinggir jalan. Mengumpulkan sampah pun unik: pakai gerobak besi dengan boks kayu yang dipasang ke sepeda. Thomas Dambo tidak pakai mobil meskipun pasti bisa membelinya dengan mudah. Mengantar barang daur ulang pesanan pun dilakukan memakai gerobak, kadang ditarik kalau barangnya terlalu besar. Hwah. Ausam lah.

Dengan melakukan ini Thomas Dambo berharap dapat menginspirasi orang untuk bersenang-senang dan menganggap sampah sebagai sumber daya. Untuk itu dia punya bengkel kerja yang super besar dan halaman luas tempat dia bisa memamerkan pula hasil karya lainnya.


Thomas Dambo membuat apa saja dari proyek desain kecil seperti furnitur dan desain interior hingga proyek seni kecil dan besar, sering melibatkan lingkungannya dan orang-orang di sekitarnya. Kalian bisa melihat proyek-proyeknya di situs utama, atau bisa juga di berbagai media sosial seperti Youtube, Facebook, Instagram, dan Twitter.

Kreatif, Unik, Menyenangkan


Orang kreatif memang selalu bisa berpikir out of the box dan hasilnya mencengangkan. Kalau sudah mencengangkan pasti menyenangkan. Pada video yang saya tonton, dengan mudahnya Thomas Dambo mengubah peti kayu menjadi rangka sofa/kursi. Dengan mudahnya dia menjelaskan bahwa jenis plastik yang ini bisa dipakai sebagai bulu patung burung karena fleksibel. Tapi tentu tidak mudah juga untuk mendorong gerobaknya baik memuat sampah maupun memuat hasil daur ulang atau hasil karyanya.


Tidak hanya patung, masih banyak lagi hasil karya Thomas Dambo yang sudah dibagi dalam kategori antara lain: Happy Wall, Hidden Giants, Interior Design, Plastic Sculptures, Scenography, Sculptures, Street Art, Trollhunt, dan lain sebagainya.

Saya suka Happy Wall. Dinding panjang itu diisi dengan kotak-kotak kecil dengan warna bebeda yang bisa dimainkan dengan membentuk huruf/kata tertentu. Coba kalian lihat gambar di bawah ini:



Kalian bisa lihat, sepanjang dindingnya itu dipasangi engsel pintu. Warna dasar utama dinding ini adalah hitam. Warna-warna lain, bisa bergradasi atau lebih daru satu warna, merupakan warna yang akan membentuk huruf atau emoticon saat engselnya dibalik. Lebih jelasnya pada gambar kedua yang ada tiga perempuan itu hahaha. Ini ... bagaimana seorang Thomas Dambo berpikir memanfaatkan engsel untuk Happy Wall ... bikin otak kita minder.

Karya lain Thomas bisa kalian lihat berikut ini:




Andaikan ada seorang saja Thomas Dambo di Kota Ende, dalam sekejap mata dia sudah bisa bikin wajah kota ini menjadi lebih berwarna, mengurangi sampah, dan bisa bikin proyek besar bersama suatu komunitas/masyarakat. Bisa  jadi akan dibangun kampung bernama Kampung Thomas Dambo. Haha. Saya membayangkan Happy Wall itu dipasang di lokasi wisata baik wisata alam maupun biasa buatan. Amboi, siapa sih yang tidak mau foto-foto dengan latar Happy Wall yang tertulis nama kita? Ide ini menarik ... lebih menarik lagi kalau ada yang bisa mewujudkannya di Kota Ende *digampar dinosaurus*.

Baca Juga: Cara Membikin Wadah Berbahan Semen dan Kaktus Batu

Bagaimana, kawan? Kece-badai semua kan hasil karya seniman daur ulang yang satu ini? Betul-betul nyeni dan tidak setengah-setengah. Sampai punya bengkel yang luasnya seperti lapangan bola begitu! Haha. Betul-betul, ya ... kalau boleh saya ulangi. Thomas Dambo bikin otak saya jadi MINDER!



Cheers.

Kertas-Kertas Kado Menarik dan Lucu Pendukung Proyek DIY


Kertas-Kertas Kado Menarik dan Lucu Pendukung Proyek DIY. Bagaimana kalian menyebutnya? Kertas kado, juga? Di Ende kami menyebutnya kertas kado: lembaran berukuran sekitar satu kali setengah meter yang dipakai untuk membungkus kado, hadiah, pemberian. Tahun 2017 s.d. 2018 saya baru tahu kalau salah satu pusat  perbelanjaan di Ende yaitu Roxy, menjual kertas kado berbagai jenis kertas, ukuran, dan motif/gambar. Ini menarik, karena kertas-kertas kado menarik dan lucu tersebut kemudian turut menjadi salah satu bahan permanis proyek-proyek Do It Yourself (DIY) yang saya kerjakan baik untuk coba-coba maupun pesanan orang.


Sayangnya baru-baru ini saat saya ke Roxy, kertas kadonya tidak se'kaya' dulu. Mungkin karena sudah jarang saya membeli kan yaaa hahaha *dikeplak pemilik Roxy*. Lagi pula zaman sekarang ini orang-orang lebih suka memberikan amplop (berisi duit dooonk) ketimbang kado. Di setiap pesta pernikahan pun demikian, kado hanya diserahkan oleh kelompok tertentu, misalnya penyerahakan kado (berukuran super besar) dari teman-teman mempelai.

Awal Mula Masih Pakai Kertas Majalah


Iya, sebelum mengenal dan mulai berkreasi dengan kertas kado, saya memakai kertas majalah untuk proyek DIY salah satunya desk-organizer. Kertas majalahnya pun lebih sering majalah katalog dari Sophie Martin atau Ifa begitu *emak-emak pasti tahu ini* haha. Penuh warna. 


Gambar di atas, desk-organizer pertama yang saya bikin untuk Kakak Shinta Degor. Super sederhana dan yaaaah begitulah. Tapi desk-organizer ini masih dipakai sampai sekarang loh! Bangga. Haha.

Mulai Menggunakan Kertas Kado


Mulai menggunakan kertas kado justru bukan pada saat membikin desk-organizer melainkan saat membikin keranjang serbaguna. Belum terpikirkan keranjang mini serbaguna ini ternyata cikal bakal tempat tisu yang paling banyak dipesan orang. Penampakan awalnya seperti pada gambar berikut ini. Sudah menggunakan kertas kado. Kertas kadonya dililit pada pipa kertas (dari gulungan koran atau kertas) kemudian dibentuk.


Melihat kerajang serba guna ini, Kakak Rikyn Radja yang saat itu main ke rumah lantas memesan tempat tisu yang modelnya mirip-mirip ini. Tentu ukurannya harus disesuaikan dengan kotak/besarnya tisu (isi ulang/kemasan plastik bukan kotak). Bismillah. Saya coba bikinkan. Dan hasilnya seperti pada gambar di bawah ini.


Tempat tisu pesanan Kak Rikyn belum ada tutupannya karena memang belum berniat membikin yang ada tutupannya. Tapi kemudian diperbarui dengan menambahkan tutupan. Yang jelas, tempat tisu ini kemudian menjadi viral. Banyak teman yang memesan tempat tisu tapi ... dengan tema tertentu seperti misalnya Doraemon, Micky Mouse, Frozen, dan lain sebagainya. Saya sampai kewalahan karena amunisi utama tempat tisu ini adalah pipa kertas yangmana proses membikinnya cukup memakan waktu. Syukurnya saya dibantu dengan sungguh-sungguh oleh Indra Pharmantara yang saat itu baru saja pulang kuliah dari Jogja. Asyik ... ada asisten. Haha.

Maka bermunculan lah satuper satu tempat tisu bikinan saya di media sosial, terutama Facebook, dan semakin banyak pula pemesanan yang datang. Rejeki anak solehah memang diam di tempat lah. LOL! Berikut, kalian bisa melihat tempat-tempat tisu yang saya bikin dengan pemanis kertas-kertas kado tersebut.





Ini baru sebagian kecil dari foto-foto tempat tisu yang pernah saya bikin hehe. Kalau semuanya dipos di sini, bisa panjaaaaang sekali pos ini hanya terisi foto.

Tempat tisunya menjadi lebih rapi jali dan manis dilihat. Semua berkat kertas kado dan percikan kreativitas yang terlatih. Jari-jari ini ibarat mesin yang sudah tahu mau ngapain, pokoknya. Otak saya sudah menghafal ukuran tempat tisu baik alas/dasar hingga tutupan, lubang untuk mengeluarkan tisu, jumlah kotak dari pipa kertas termasuk sampai pada pegangan/penahan kanan kiri agar tutupan tidak liar ke sana sini. Semua ada ukuran pasti. Kali ini tidak mereka-reka seperti biasanya saya. Hehe.

Baca Juga: Bunga Dinding

Kertas-kertas kado menarik dan lucu itu ... sangat berjasa!

Bagaimana dengan kalian kawan? Pernah bikin juga tempat tisu dari koran/majalah bekas, terutama mirip sama yang saya bikin? Bagi tahu yuk di komen :) semoga kreativitas akan terus hidup bersama kita sepanjang usia.



Cheers.

Tempat Cincin DIY Untuk Pernikahan Sahabat Saya Deasy Daulika


Tempat Cincin DIY Untuk Pernikahan Deasy Daulika. Tahun 2018 saya sudah mulai pasif ber-DIY-ria. Mulai jarang bikin barang DIY bukan berarti tidak ada yang memesan, tapi saya meminta maaf kepada para pemesan apabila barang yang dipesan tidak bisa lekas dibikin. Maklum, ternyata banyak pekerjaan lain yang membutuhkan skala prioritas. Menulis skala prioritas kesannya gaya banget gitu ya hahaha. Ya begitulah, aktivitas bergumul dengan kertas koran lantas betul-betul berhenti. Eiiiitssss tapi saya akan kembali memulainya. Setidaknya masih ada satu dua barang DIY yang saya bikin lah dalam setahun. Hiasan meja kaktus batu, misalnya.

Baca Juga: Mangkuk Serbaguna Berbahan Celana Jin

Tahun 2018, saat sedang sibuk membersihkan rumah, saya diminta oleh sahabat - teman kantor bernama Deasy Daulika. Deasy sedang mempersiapkan pernikahan dan meminta saya membikin tempat cincin untuknya. Meskipun sedang sibuk persiapan Hari Raya Idul Fitri, saya tetap meng-iya-kan permintaan Deasy, karena kapan lagi coba bisa membantu sahabat sendiri? Ya kan? Lagi pula membikin tempat cincin tidak serepot membikin keranjang anyaman berbahan koran yang banyak tahapnya itu.

Bingung Dengan Tema


Waktu sudah meng-iya-kan, saya malah bingung dengan temanya. Pengen banget bisa bikin tempat cincin yang unik untuk Deasy dan suaminya (waktu itu masih calon pengantin ya mereka berdua haha). Misalnya tempat cincin yang berbentuk dompet, tempat cincin berbahan bambu, tempat cincin dari kotak anyaman, dan lain sebagainya. Tapi waktu tidak mencukupi. Tema apa ya yang cocok? Ya sudah, yang biasa saja memakai kardus mini. Hanya saja ... saya sendiri yang membikinnya merasa tidak puas. Bagaimana dengan yang memesan, ya?

Alkisah, tahun 2018 itu saya membeli barang dari Kiki Arubone. Barang itu adalah satu set kotak-kotak plastik berbagai ukuran: dari yang paling besar sampai yang paling kecil. Tiba-tiba ide itu datang begitu saja. Membikin tempat cincin pernikahan menggunakan kotak plastik terkecil. Ya! Itu bisa sekali, kawan. Saya lantas meminta Thika Pharmantara untuk membeli kain dan pita serta beberapa hal lainnya yang dibutuhkan. Mari bekerja!

Alat dan Bahan


Alat dan bahan untuk tempat cincin DIY ini, seperti biasa, adalah:

1. Gunting/pisau cutter.
2. Lem tembak/hot glue.
3. Kain satin (warna biru).
4. Pita (secukupnya).
5. Spons.
6. Kotak plastik (kotak bumbu).

Cara Membikin


Cara membikinnya:

Pertama:
Gunting spons dua bagian sama ukuran. Kedua spons ini ukurannya harus ngepas sama kotak plastiknya: bersisian. Bagian tengahnya itu yang bakal jadi tempat meletakkan cincin (dua cincin). Setelah itu dibungkus dengan kain. Kalau sudah oke, direkatkan ke dalam kotak menggunakan hot glue.

Kedua:
Bagian atas spons dilingkari/hiasi dengan pita. Hal yang sama juga dilakukan: melilit badan kotak dengan pita.

Ketiga:
Untuk tutupannya, lingkari tutupan dengan pita. Lantas, gunting kain berbentul bundar sebanyak sembilan atau sepuluh lembar. Kain berbentuk budar ini disatukan, kemudian bagian tengahnya disisip jumputan kain kecil, kemudian diikat. Kalau dibalik, trada, jadi bunga. Hehe. Sederhana ya.

Keempat:
Sudah jadi *ditabok dinosaurus*.


Itu dia penampakan utuhnya. Sederhana tapi bikinnya pakai hati, eh pakai tangan dink, hehe, dan Alhamdulillah waktu itu Deasy suka sama hasilnya. Diambil dua hari sebelum pernikahan. 

Baca Juga: Stoples Kertas

Bagaimana, kawan? Sederhana tapi cantik kan? Yang pasti tempat cincin bikinan saya ini turut menjadi saksi janji pernikahan mereka berdua. Dan saya bangga. Dengan sangat jelas saya memang tidak mau menerima bayaran untuk tempat cincin ini. Ikhlas saya memang mau membuatnya untuk Deasy. Seperti yang sudah saya tulis di atas, kapan lagi bisa membantu teman di hari bahagianya? Membantu membeli sapi kan tidak mungkin. Hahaha.

Kalian juga pasti bisa bikin. Atau, apabila kalian juga pernah membikin tempat cincin berbeda bahan dan model, bagitahu donk tutorialnya ... terima kasih.



Cheers.

Mangkuk Serbaguna Berbahan Celana Jin Bekas


Hola! Ketemu lagi di #RabuDIY, harinya kita berkreasi sepuas-puasnya, baik dalam ranah DIY maupun dalam ranah lifehack. Sebelumnya saya mau tanya dulu, adakah barang-barang DIY yang kalian bikin sendiri? Kalau ada, bagi tahu donk. Siapa tahu kita bisa bertukar tips untuk membikinnya. Atau, adakah barang-barang DIY yang kalian bikin sendiri setelah membaca pos-pos #RabuDIY di blog ini? Semoga ada ya. Setidaknya apa yang saya tulis berdasarkan pengalaman maupun hasil karya orang lain dapat bermanfaat. 

Baca Juga: Travel Booth

Hari ini saya mau mengajak kalian membikin mangkuk berbahan celana jin bekas. Gambar hasil jadinya bisa kalian lihat di awal pos. Sebelumnya, kalian bisa membaca pos Percobaan Gagal. Pada pos tersebut saya menulis tentang membikin mangkuk berbahan celana jin bekas tetapi gagal karena salah mengaplikasikan *tsah*. Yaaaa kan harus ada yang pertama, gagal, untuk kita belajar agar bisa memperbaiki dan Insha Allah sukses. Memangnya sukses? Sukses donk hehe. Meskipun bikinnya cuma satu ... the one and only.

Membikin mangkuk berbahan celana jin ini sudah sangat lama, dan waktu itu tidak kepikiran untuk memotret langkah demi langkah, sehingga saya tidak bisa menyertakan foto lain. Ya, mohon maaf hanya satu foto saja. Tetapi melihat foto pada awal pos, saya pikir kalian sudah bisa mengira-ngira seperti apa proses membikinnya. 

Mari kita simak ...

Bahan dan Alat


Bahan dan alatnya seperti biasa ...
1. Celana jin bekas.
2. Gunting dan/atau cutter.
3. Lem tembak/hot glue.
4. Mangkuk sebagai mal.

Cara Membikin


Pertama:
Gunting celana jin hingga menjadi helai agar bisa dibentuk di mal (mangkuk).

Kedua:
Lilitkan kain jin tersebut sepenuh mangkuk hingga bentuknya mengikuti ukuran mangkuk. Agar rapi, bagian bawahnya dilipit ya. Untuk menyatukannya pakai lem tembak.

Ketiga:
Bagian bawah mangkuk ditempeli kain jin berbentuk bundar sesuai dengan ukuran bawahnya itu. Lagi-lagi pakai lem tembak.

Keempat:
TRADAAAAA ... mangkuk celana jin sudah jadi.

Semudah itu? Iya. Super mudah. Kalau kalian gagal membikinnya saat pertama, jangan langsung mundur atau berhenti. Coba lagi sampai jadi. Saya saja pernah gagal kan, tapi saya tidak berhenti, harus putar otak bagaimana caranya mangkuk ini jadi. Akhirnya ya jadi juga. Saya tidak menghiasnya dengan bunga-bunga kain atau lilitan pita. Kalau kalian membikinnya, bolehlah dipermanis dengan bunga-bunga mini, dililit pita, dan lain sebagainya sesuai keinginan.

Mangkuk berbahan kain jin dari celana jin bekas ini tentu tidak bisa diisi sop buah *digampar dinosaurus* tapi bisa dipakai untuk barang-barang tanpa kuah *digampar lagi sama dinosaurus. Misalnya kalau diletakkan di meja kerja bisa diisi barang-barang printilan seperti kotak anakan staples, peniti, gelang, jam tangan, serutan pinsil, dan lain sebagainya. Tapi untuk kebutuhan di meja ruang tamu, mangkuk ini bisa dipakai sebagai wadah permen! Atau ... suka-suka kalian mau dipakai untuk apa. Lumayan kan ... unik dan dibikin sendiri. Membikinnya pun mudah.

Baca Juga: Cara Membikin Wadah Berbahan Semen dan Kaktus Batu

Itu dia #RabuDIY kali ini. Tidak panjang-panjang karena toh membikinnya juga mudah. Semoga bermanfaat!



Cheers.

Tempat Surat


Ketika hendak menulis judul First #DIY, saya ingat my first #DIY yang dibikin di atas tahun 2000-an bukanlah ini, jadi batal. Judulnya berganti menjadi Tempat Surat. #RabuDIY kali ini, hari dimana kita berkreasi sepuas-puasnya, saya mau menulis tentang tempat surat yang dibikin sendiri berbahan majalah lama. Kalau di rumah kalian menumpuk majalah dan koran lama, jangan dibuang, siapa tahu selepas membaca pos ini, kalian mau mencobanya, dan bahkan menghasilkan satu barang yang tentunya bermanfaat.

Baca Juga: Monotuteh

Meskipun zaman sekarang interaksi antar umat manusia lebih banyak tercipta di dunia daring, salah satunya surat berganti e-mail, tapi tempat surat masih terpajang di meja-meja kerja. E-mail memang praktis dan cepat, tapi surat jauh lebih tertancap di hati. Eaaaa. Hehe. Selama stempel perusahaan masih ada di meja kerja, selama itu pula surat (konvensional) akan hidup menemani kehidupan umat manusia. SK Kepegawaian saya, seperti kenaikan pangkat dan berkala, disampaikan ke saya dalam bentuk surat, bukan e-mail.

Oke, jadi apa saja bahan, alat, dan bagaimana cara membikinnya?

Bahan dan Alat


1. Majalah lama.
2. Lem tembak (hot glue).
3. Lem PVA.
4. Cutter.
5. Gunting.

Cara Membikin


Pertama:
Bikinlah pipa kertas. Caranya, bagi dua halaman majalah lama, lantas digulung membentuk pipa kertas. Berapa banyak yang harus dibikin? Bikin sebanyak-banyaknya! Apa lagi kalau pas ada waktu luang, bikin banyak, simpan di kaleng dalam posisi berdiri, kapan pun dibutuhkan tinggal ambil.


Kedua:
Pipa kertas tadi digulung membentuk lingkaran. Besarnya lingkaran tergantung mal yang dipakai. Misalnya pinsil, tube, atau tutup botol plastik.


Ketiga:
Membentuk tempat surat. Besarnya tempat surat tergantung pada selera masing-masing. Berapa banyak lingkaran kertas yang mau dipakai? Kalau saya sih bikin yang kecil-kecil saja. Hasilnya seperti yang di bawah ini:


Lumayan buat menyimpan satu dua surat yang belum dibaca atau surat yang masih dibutuhkan, sebelum disimpan di map berkas.

Baca Juga: Enchyz's Desk Organizer

Awal membikin tempat surat seperti ini, lamanya minta ampun! Karena tangan belum terbiasa memelintir kertas majalah menjadi pipa kertas kan. Manapula masih mencari mol untuk memelintir ini: lidi atau alat tulis berbodi kecil. Tapi lama-kelamaan jari saya menjadi terbiasa dan dalam semalam bisa menghasilkan puluhan pipa kertas. Tidak sadar sih, sambil mengobrol sambil membikinnya. Untuk membentuk pipa kertas menjadi lingkaran pun tidak sulit. Cukup pakai lem PVA saja demi merekatkannya. Sedangkan membentuknya menjadi tempat surat, harus pakai lem tembak (hot glue) supaya rekatnya erat dan lebih cepat.

Bagaimana? Mudah bukan? Yuk bikin!



Cheers.

Coin Storage


Setiap hari saya, kalian, mereka, berurusan dengan uang; baik uang kertas maupun uang koin. Meskipun banyak yang lebih suka memakai kartu kredit dan/atau kartu debet, serta bertransaksi daring, namun tidak bisa dipungkiri umumnya kita selalu membawa uang kertas karena uang kertas itu ringan dan compact tersimpan di dalam dompet. Selain itu, rata-rata di Indonesia kita masih menggunakan transaksi manual alias belum semua masyarakat Indonesia, terutama para pedagang di pasar tradisional menggunakan jenis pembayaran daring. Uang kertas memang beda dengan uang koin. Ya iyalaaaah. Satu keping uang koin bukan masalah. Seratus keping uang koin ... bikin dinosaurus mendadak bisa berkotek.

Baca Juga: Travel Booth

Saya termasuk orang yang suka melihat dan menyimpan uang koin karena terinspirasi dari Paman Gober. Iya, saya punya banyak uang koin tersimpan di laci mini. Uang koin biasa didapat dari uang kembalian belanjaan. Untuk uang koin yang baru diterima, biasanya tercecer begitu saja di meja, lalu saya satukan di satu tempat, untuk kemudian disimpan di laci mini. Uang koin ini ada gunanya loh, terkhusus di akhir bulan buat beli kecap hahahaha.


Suatu hari, setelah menonton video #DIY di Youtube, saya mencoba membikin satu tempat penyimpanan (barang mini) yang gambarnya bisa kalian lihat pada awal pos.

Coin Storage


Tidak disangka barang yang saya bikin itu kemudian menjadi coin storage meskipun masih ditemani sama earphone. Sampai kemudian menjadi coin storage pun tidak sengaja. Ya karena itu tadi, uang kembalian belanja-belenji yang tercecer lantas tanpa sengaja dimasukin ke dalamnya, dan jadilah coin storage bikinan sendiri. Setelah dilihat-lihat, kok bagus ya punya coin storage seperti itu.

Bahan, Alat, dan Cara Membikin


Sayang ya, itu sudah lama saya bikin, dan waktu itu tidak terpikirkan untuk menjadikannya satu pos #RabuDIY, lha karena waktu itu kan saya sibuk ini itu, sehingga mengabaikan blog ini adalah konsekuensinya (bilang saja malas update blog, haha!). Jadi, maafkan jika tidak ada foto bahan dan proses membikinnya. Tapi saya yakin, dengan melihat foto di awal pos dan cara membikinnya, kalian pasti bisa.

Bahan dan Alat:
1. Dua botol plastik bekas air mineral.
2. Zipper.
3. Cutter.
4. Gunting.
5. Hot glue (and gun) / lem tembak.

Cara Membikin:
Pertama: potong kedua botol plastik bekas air mineral (bisa juga botol plastik bekas minuman bersoda, terutama yang bagian bawahnya bergelombang/berbunga) dengan tujuan menggunakan bagian bawah/pantat botolnya. Ukurannya bisa sama tinggi, bisa pula yang satu lebih tinggi dari yang lain (bawahan dan atasan). Waktu itu saya memotongnya sama tinggi. Oh ya, untuk ukuran botolnya sih bebas, tergantung kalian mau yang besar atau yang kecil.

Kedua: sesuaikan terlebih dahulu ukuran zipper, melingkari botol. Kalau kepanjangan yang tinggal dipotong. Kalau kependekan? Beli baru! Hehe.

Baca Juga: Bunga Dinding

Ketiga: rekatkan zipper menggunakan lem tembak. Selain menggunakan lem tembak, kalian juga bisa pakai alternatif lain yaitu menjahitnya. 

Keempat: JADI DEH.

Sangat mudah bukan? Tapi, apabila kalian ingin mempermanis coin storage tersebut, bisa kok dicat, atau ditempeli kain perca, bisa pula ditempeli pita atau mata boneka, mana-mana suka. Kalau saya sih, karena untuk dipakai sendiri ya polos-polos saja alias tembus pandang khas botol plastik air mineral. Kalau Mak Bowgel, Evvafebri, pasti bisa menempelnya dengan karakter Bowgel. Aaah iri benar saya sama kecerdasan dan kreativitasnya menciptakan tokoh imut begitu. Ciri khas!


Membikin barang DIY yang satu ini termasuk yang paling mudah dan paling cepat. Tidak perlu  membikin pipa kertas, tidak perlu menganyam, tidak perlu kesabaran, tidak juga harus ulet! Cukup ikuti langkah-langkah di atas, sudah pasti kalian bisa membikinnya juga. Yakin deh, pasti bisa. Lha saya yang tidak telaten saja bisa, kalian pasti bisa juga doooonk.

Khusus untuk satu (maaf cuma satu) blogger perempuan, siapa yang bisa membikinnya dengan cepat dan mengirimkan foto langkah-langkah membikinnya ke nomor WA saya, bakal saya kasih dompet koin yang satu ini (tapi warna/tenun ikatnya beda ya):


Silahkan bikin, DEADLINE pengiriman foto coin storage bikinan sendiri yang dikirim ke nomor WA saya adalah Kamis 4 April 2019. Kok mepet sekali waktunya? Ya karena kan bikinnya mudah haha *aduh, sandal siapa ini nyasar di kepala saya!?*. Saya menghitung dari siapa yang mengirimkan foto terlebih dahulu hari Kamis itu ya, karena kan cuma SATU dompet koin yang saya siapkan.  Jadi, saya pra minta maaf apabila nanti balasannya adalah: sudah dimenangkan oleh si Kakak Itu. Nomor WA saya: 085239014948.

Baca Juga: Baskets

Selamat ber-DIY-ria.
Selamat berkreasi!



Cheers.

Bunga Dinding


Hola! Ketemu lagi di #RabuDIY. Harinya kita berkreasi sepuas-puasnya. Hehe. #RabuDIY kali ini akan membahas tentang bunga hiasan dinding. Saya sering melihat bunga hiasan dinding atau bunga dinding ini di rumah orang-orang; keluarga, tetangga, teman. Bunganya menempel pada rangka dan biasanya sepasang. Rangka bunga dinding ini ada yang berbahan kayu tetapi kebanyakan berbahan plastik, sama seperti bahan bunga itu sendiri. Ya, plastik memang ada di mana-mana.

Baca Juga: Baskets

Suatu kali, saat sedang menganyam keranjang-keranjang pesanan, saya dikirimi gambar oleh Mila Wolo. Gambar itu adalah gambar bunga hiasan dinding dengan rangka terbuat dari kayu. Dia bertanya apakah saya bisa membikinnya? Saya menyanggupi tapi dengan satu syarat: tidak sama persis dengan gambar yang dia kirimkan. Gambar itu kira-kira seperti di bawah ini yang saya ambil dari Ali Express:


Awalnya saya memikirkan kayu sebagai bahan rangkanya karena besi tidak lah mungkin. Tapi demi memperoleh kayu-kayu itu saya harus pergi ke bengkel kayu untuk meminta atau membeli kayu-kayu bekas berukuran panjang dua puluh sampai tiga puluh senti meter dengan lebar sekitar lima senti meter. Putar otak ke kanan ke kiri, dibantu dinosaurus yang jungkir balik sampai giginya rontok, nonton ragam video tentang proyek-proyek DIY di Youtube, maka ... TRING! Muncul ide itu. 

Mari simak ... bagaimana membikin si bunga dinding ini.

Peralatan


1. Gunting.
2. Cutter.
3. Lem PVA (Webber).
4. Lem tembak (hot glue).
5. Mistar.
6. Alas kaca/keramik supaya mejanya tidak terluka.

Bahan-Bahan


Bahan-bahan untuk membikin bunga hiasan dinding ini sebagian besar merupakan barang bekas (yuk didaur ulang).

1. Botol plastik bekas air mineral.
2. Kardus.
3. Pipa kertas.
4. Cat.
5. Benang kasur.
6. Kertas HVS.

Cara Membuat


Potong botol plastik bekas air mineral dengan keutamaan bagian bawah/pantat botolnya. Ikuti bentuk bintang pada bagian itu, dan gunakan gunting untuk membentuk kelopak bunga. Ini hal yang mudah, menurut saya, hehehe. Penampakannya seperti pada gambar di bawah ini:


Jumlah bunganya tergantung kebutuhan. Silahkan dibikin sebanyak-banyaknya karena siapa tahu kalian bakal bikin banyak. Setelah selesai dengan membentuk bunga-bunga ini, langkah berikutnya adalah memberi warna. Saya menggunakan cat minyak/kayu warna merah dan pink:


Pada foto di atas, belum saya beri warna pink pada bagian garis/bintangnya. Biarkan cat mengering. Karena bahannya plastik, jelas tidak bisa menggunakan kipas angin, jadi dikeringkan secara alami dan lebih bagus lagi jika di bawah sinar matahari.

Baca Juga: Monotuteh

Urusan bunga beres, mari bikin rangkanya. Sayang waktu itu saya tidak memotret proses membikin rangka. Yang jelas saya membikin rangka berbahan karton bekas kardus yang dipotong sama ukuran. Karena karton bakal kardus yang saya gunakan itu tipis, maka dipertebal dengan menyatukan dua sampai tiga buah. Lalu dibungkus kertas HVS. Bakal 'kayu tipuan' ini di-cat cokelat, sesuai warna kayu dalam bayangan saya. Apabila cat kayu telah mengering, maka dapat dibentuk rangkanya.

Langkah terakhir adalah menempelkan bunga-bunga plastik ke rangka kayu menggunakan lem tembak. Penampakan hasil akhirnya seperti gambar berikut ini:


Gambar di atas sudah saya beri nomor:
1. Bunga plastik.
2. Rangka kayu tipuan :p.
3. Pemanis.
4. Tali.

Pemanis ini terbuat dari pipa kertas yang digulung, di-cat, dan ditempelkan. Awalnya saya tidak memikirkan soal ini, tapi dalam perjalanan pengerjaan, muncul ide-ide baru. Hehe.

Bunga dinding ini tidak saja dapat kita buat menggunakan botol plastik bekas tetapi juga berbagai bahan yang ada di rumah sesuai keinginan. Misalnya, bunga plastik dapat diganti dengan gulungan koran yang ditumpang-tinding dari besar ke kecil (bisa dua, bisa tiga, jangan lebih nanti terlalu berat). Bisa juga bunga-bunga dari koran yang membikinnya sangat mudah!

Yang menyenangkan hati adalah bunga hiasan dinding pesanan Mila ini masih tergantung manis di dinding ruang tamu rumahnya. Melihat bunga itu, ada kepuasan terhakiki. Hasil karya kita, meskipun dia memang membayar, dihargai dengan terus dipakai. Tak hanya bunga dinding itu saja, masih banyak barang hasil daur ulang yang saya bikin yang masih dipakai oleh teman-teman. 

Baca Juga: Hiasan Dinding DIY

Bagaimana, kawan? Menarik bukan? Saya yang tidak seberapa telaten ini bisa membikinnya, saya jamin kalian juga pasti bisa membikinnya. 


Cheers.