Encim and The Gank


Sudah tahu kan kalau saya dipanggil Encim oleh para keponakan yang lucu, imut, iseng, konyol, jadi pengen jambak satu-satu itu? Panggilan Encim ini kemudian tersebar ke mana-mana sehingga rata-rata saya dipanggil Encim alih-alih dipanggil Alanis Morissette Tuteh. Bahkan cucu-cucu pun memanggil saya dengan Oma Encim. Okay, stop it! Sounds very old I am! Dan karena saya adalah Presiden Negara Kuning dengan wilayah tak terbatas, sombong sedikit, maka jadilah sebuah kelompok bernama Encim and The Gank. Bukan nama grup musik, bukan nama girlband, bukan nama pemenang Nobel. Hanya nama sebuah kelompok kecil dari keluarga besar kami: Pharmantara yang bergabung dengan marga keluarga lain, kakak ipar saya, dari kawin-mawin.

Baca Juga: SUC Endenesia #1

Sebuah WAG kemudian dibikin dengan nama Encim and The Gank. Isinya tidak hanya saya dan para keponakan, tetapi juga Kakak Nani Pharmantara. Haha. Ini kakak perempuan saya satu-satunya kenapa pula nongol di WAG. Menariknya Encim and The Gank selalu kompak dan selalu punya ide-ide cemerlang dan rencana-rencana besar meskipun bermodal minim. Dan betapa bahagianya saya berada di tengah-tengah mereka, demikian pula yang mereka rasakan, karena kebahagiaan tidak diciptakan oleh orang lain tetapi oleh kita sendiri. Kalau kalian berteman dengan saya di WA, kalian pasti sering melihat tulisan atau foto atau video yang saya jadikan status WA. Banyakan sih tentang mereka; gank gila ini.

Encim and The Gank zaman dulu. Haha.

Sebelum Bulan Ramadhan ada saja pesan di WAG tentang piknik, piknik, dan piknik. Iya, kami semua memang ingin mengulang, seperti masa-masa dulu, piknik di pantai, piknik di kali, atau sekadar jalan-jalan ke luar kota menikmati jagung rebus. Karena, dalam seminggu pun belum tentu kami semua bertemu! Amboiiii padahal Ende sekecil ini. Maklum, semua keponakan saya punya kesibukan/pekerjaan sehingga kalau ada rencana kumpul-kumpul atau piknik begitu pasti ditanggapi dengan super antusias. Kiki, keponakan saya yang berprofesi sebagai bidan selalu meminta rencana dilempar sejak jauh hari agar dia bisa mengatur jadwal dinas.

Cieeeee segitunya demi keriuhan Encim and The Gank.

Piknik Saat Badai


Beberapa kali Encim and The Gank piknik tapi yang paling heboh itu piknik yang satu ini. Saya sudah mengunggah videonya di Youtube tentang piknik gila bin konyol ini. Tapi rencananya bakal saya hapus dulu dan disunting ulang karena ternyata musik yang saya pakai itu punya hak cipta. Ah, kenapa pula mereka menyebarkan musik-musik itu di internet!? Hihihi. Jadi bakal saya ganti musiknya dengan musik yang disediakan gratis oleh Youtube. Horeeeeee.

Sebelumnya, piknik di Pantai Aebai juga, dalam kondisi cuaca normal.

Nah, piknik ini memang ajaib. Keluarga kami punya aturan kalau sudah niat harus diwujudnyatakan. Seperti piknik di Pantai Aebai seminggu sebelum Bulan Ramadhan itu. Kami tahu langit mendung. Kami tahu langit bahkan sudah memainkan intro manis melalui rintik-rintik. Kami tahu angin kencang bertiup tak pakai perasaan serta ombak bergulung cukup hebat menimbulkan bunyi riuh tak terkira. Tapi niat harus terlaksana. Kloter pertama berangkat ke Pantai Aebai, lokasi yang sama dengan pertimbangan banyak yang jualan tempurung bekal membakar ayam dan ikan, dengan perasaan tak menentu dan banyak membaca doa agar langit kembali cerah.

Kloter kedua tiba dengan membawa terpal. Terpal yang ... sobek. Ha ha ha ha ha ... koplak. Beruntunglah terpal berhasil didirikan atas bantuan Kakak Ipar saya Kae Dul dan calon mantunya Solihin. Tentu dibantu oleh anggota gank yang tidak banyak memberi bantuan hehe. Tempurung berhasil dibakar demi mematangkan ayam dan ikan. Hore!

Di bawah lindungan terpal sobek. Haha.

Kelurga kami memang gila. Orang itu kalau hujan-hujan memilih untuk santai di rumah, nge-blog, ngopi, ngemil, tidur-tiduran. Keluarga kami malah memilih untuk piknik dan niat membawa terpal. Ini kalau tidak gila ya ekstrim. Solihin, calonnya si Kiki, serta temannya Thika, turut menjadi korban kegilaan keluarga kami.

Buka Puasa Bersama


Sudah sejak April saya menulis rencana-rencana besar untuk Mei. Bisa dilihat pada halaman dari T-Journal berikut ini:


Ada sekitar empat Sabtu yang direncanakan untuk buka puasa dengan judul besar Bukber Pharmantara. Kebetulan kami bersaudara kandung ada empat jadi tepat. Alhamdulillah Sabtu kemarin sudah terlaksana buka puasa bersama di Pohon Tua (nama rumah Mamatua tempat saya tinggal haha). Next di rumah Abang Nanu Phamantara, Kakak Nani Pharmantara, dan Kakak Didi Pharmantara.


Foto di atas diambil saat sebagian anggota lain belum datang jadi belum lengkap dan belum ramai. Tapi tidak masalah, keriuhan tetap terjadi di Pohon Tua.

Baca Juga: Buruh Migran

Kenapa riuh? Yang pertama karena tipikal Orang Ende kalau bicara itu tidak bisa pelan dan volume harus kencang. Sehingga, ada istilah, dua orang Ende bertemu saja sudah ramai macam sekampung. Orang luar mungkin berpikir kami sedang kelahi nyatanya tidak. Memang demikianlah tipikal bicara Orang Ende. Yang kedua adalah karena darah Pharmantara umumnya memang begitu. Kalau ngomong kadang macam orang ngotot begitu padahal cuma cerita biasa ha ha ha. Makanya riuh itu pasti terjadi. Apa lagi kalau si Rara dan Syiva sudah kumpul ... ampun dijeeee.

Salah satu menu andalan kalau piknik.

Ah, bahagia. Kadang saya terkikik sendiri kalau mengingat ulah Encim and The Gank, dimana kakak-kakak saya turut terbawa arus, karena ada saja yang aneh dan konyol yang terjadi kalau kami sekeluarga besar sudah kumpul. Para keponakan saya ini kadang suka nyeletuk: besok-besok kalau Encim punya anak, bakal kita suruh-suruh, terus kalau nakal kita masukin ke kardus dan kirim ke negeri antah-berantah. Dudududuuuu ...


Beda dulu dan sekarang ... dulu para keponakan rata-rata masih kecil dan masih sekolah. Jadi kalau ngumpul topiknya pun tidak jauh dari kegiatan sekolah mereka dan satu dua urusan asmara. Sekarang kalau ngumpul topiknya bisa macam-macam asal Rara dan Syiva mainnya rada jauh dari tempat kita mengobrol. Banyak topik yang dibahas dan saya betul-betul menikmati proses curhat, tukar pendapat, dan saling menasihati bersama mereka. Dus rata-rata semua keponakan saya sudah bekerja jadi saya asyik saja kalau ditraktir sama mereka *muka polos*.

Time flies ...

Bagaimana dengan kalian, kawan? Buka puasa bareng keluarga pasti seru kan ya. Manapula keluarga besar. Semoga puasa saya, kalian, dan semua orang yang menjalankannya, lancar dan ikhlas demi hari kemenangan nanti.

Baca Juga: Jaga Waka Nua

Selamat melanjutkan puasa!



Cheers.

The Willis Clan

Sumber: Wikipedia.

Sebagian orang yang pernah menonton ajang pencarian bakat terutama America's Got Talent musim sembilan pasti tahu mereka. Ya, mereka memang mencapai perempat final, dan akhirnya harus menyerah alias tersingkirkan. Tapi mereka adalah inspirasi terkuat saat itu, terkhusus inspirasi keluarga America, sehingga dibikinkan reality show yang tayang di TLC. Tahun 2015 dan 2016 merupakan kejayaan mereka pada stasiun teve TLC. Lantas mereka seakan menghilang ... ada apakah gerangan? Itu yang terus saya cari tahu dan akhirnya ... ketemu! Penemuan yang menyakitkan.

Baca Juga: Bodo Amat

The Willis Clan. Satu nama yang membikin saya teringat pada keluarga sendiri. Saat dulu Bapa (alm.) membeli perangkat band dan band keluarga kami diberi nama Jemiri Band. Jemiri itu singkatan dari Jodoh Mati Rejeki (adalah milik Allah SWT). Para pemain Jemiri Band ada Kakak Toto Pharmantara (alm) di drum, Abang Nanu Pharmantara di gitar, dan dibantu oleh teman-teman mereka lainnya. Saya sendiri tidak pernah diijinkan bernyanyi di Jemiri Band. Haha *diketawain dinosaurus*. Ya sudahlah.

Kembali pada The Willis Clan. Mari kita simak ...

The Willis Clan


Kakek Willis sangat berduka saat kehilangan enam anaknya dalam sebuah kecelakaan fatal. Kecelakaan ini menjadi berita nasional terkait politik di Illinois dimana banyak orang dipenjara karena skandal suap untuk pembuatan SIM. Kehilangan yang amat sangat dalam itu kemudian 'terbayarkan' dengan kelahiran cucu-cucu dari anak-anaknya. Salah satu anaknya bernama Toby yang menikahi Brenda saat usia masih sangat muda. Pada usia tigapuluh Toby mendapat uang sejumlah $100 sebagai ganti rugi atas meninggalnya enam saudara kandungnya dalam sebuah kecelakaan tersebut. Dengan uang itu Toby pensiun dini pada usia tigapuluh tahun dan dia mulai membesarkan anak-anak bersama Brenda.

Anak-anak Toby dan Brenda dididik dengan sangat ketat. Mereka sangat berbakat di dunia musik; bermain alat musik, bernyanyi, dan menari, bahkan menciptakan lagu. Mereka diberi nama The Willis Clan. The Willis Clan muncul di ajang pencarian bakat America's Got Talent musim sembilan pada tahun 2014. Melihat duabelas anak beda usia muncul di panggung bikin syok para juri. Terutama si bungsu Jada yang imutnya bikin Mel B gemas to the max. Melihat pertunjukkan mereka membikin para juri mengacung jempol. Mereka hebat!

Uniknya, semua nama anak-anaknya Toby dan Brenda ini berawalan huruf J. Mereka adalah Jessica, Jeremiah, Jennifer, Jeanette, Jackson, Jedidiah, Jasmine, Juliette, Jamie, Joy-Anna, Jaeger, dan Jada. Semuanya sangat good looking dengan tubuh proposional yang bikin saya iri. Hiks.

Their Music


Setelah mengikuti America's Got Talent, The Willis Clan wara-wiri di televisi dalam reality show bertajuk The Willis Family yang tayang di TLC. Selain itu mereka juga tampil dari satu panggung ke panggung lain. Musik mereka mengingatkan kita pada musik tradisional dari Irlandia. Sebagian lagu-lagu The Corrs juga punya ciri seperti ini. Ya, mereka masih berdarah Irlandia. Tidak salah jika mereka juga pandai menari Irish Dance, yang ditunjukkan dalam setiap penampilan/pertunjukan mereka di panggung. Musik mereka didukung dengan permainan ciamik ragam alat musik seperti gitar, biola, suling, akordion, cajoon, dan lain sebagainya.

I do love their music!

Phenomenal Song and Dance


Satu lagu The Willis Clan yang bisa saya dengarkan puluhan kali dalam sehari berjudul 100 Times Better. Lagu ini punya musik yang renyah dan lirik yang manis. 

Games up
It all went out the window, Baby
What can I say
I wouldn't want it any other way
Live and learn
And our love will last
Whatever I do
Is a hundred times better with you

Itu penggalan lirik 100 Times Better yang menjadi favorit saya belakangan ini hehe. Pokoknya suka banget sama lagu ini dan saya jamin kalian juga bisa suka.

Nah, menariknya, lagu ini selalu menjadi semacam lagu pamungkas yang mengiringi The Willis Clan menari. A very very very sweet dance! Saya sampai membikin status di Facebook, meminta Kakak Rikyn Radja mengajari saya menari seperti The Willis Clan. Haha. Sungguh, tidak tahu malu saya ini. Videonya bisa kalian lihat di bawah ini:



Keren kan?

Tragedi


Nama The Willis Clan lantas memudar setelah menggaung di seluruh dunia melalui reality show di TLC. Ayah dari duabelas anak itu, Toby Willis, ditangkap pada tahun 2016 atas tuduhan pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur yang dilakukannya pada tahun 2004. Dunia seperti runtuh. Ya, runtuh, karena anak-anak di bawah umur itu adalah anak-anak perempuannya sendiri. Merujuk pada tiga anak perempuan tertuanya yaitu Jessica, Jennifer, Jeanette. Sungguh, membaca berita itu, juga menonton videonya, bikin saya geregetan. Why father Toby? Bahkan setelah Jessica menikah, Toby suka mengucilkan suami Jessica apabila dianggapnya melanggar aturan keluarga. Ck ck ck. Sungguh otoriter. Ter-la-luuuu.

Pada tahun 2017 Toby mengaku atas empat tuduhan pemerkosaan anak. Dia menerima hukuman dua puluh lima tahun penjara dengan dua dakwaan, dan dua hukuman empat puluh tahun untuk dua dakwaan lainnya. Sedih. Tapi setimpal dengan perbuatannya, termasuk terhadap anak-anaknya sendiri. Ya kan? Derita Brenda pasti sangat berat; pengkhianatan terjadi dan dilakukan oleh orang yang sangat dia cintai.

Bangkit Lagi


Setiap orang pasti pernah jatuh, tapi belum tentu setiap orang yang jatuh itu dapat bangkit lagi dan bersinar. The Willis Clan sejak kecil diajarkan untuk saling menyayangi. Duabelas orang itu kalau tidak saling menyayangi bisa kacau dunia rumah tangga kan haha. Makanya The Willis Clan kemudian bangkit lagi, bersama Ibu mereka tentu saja, dan mengeluarkan single Speak My Mind. Mereka lantas merilis album pada September 2018. Silahkan cari dan dengarkan lagu-lagu mereka. Kalau kalian penasaran ... sih. Tapi bagi saya, 100 Times Better masih jadi favorit! Yuhuuuu!


The Willis Clan, di luar tingkah laku Toby, merupakan bukti pada kita semua bahwa keluarga merupakan tempat terbaik untuk pulih dari segala masalah. Tiga anak perempuan tertua Toby dan Brenda yang mengalami pelecehan seksual oleh Toby bangkit lagi dan tentu atas dukungan keluarga terutama Brenda dan tiga anak laki-laki tertuanya. Mereka berenam (enam anak tertua Toby dan Brenda) melaju terus di dunia musik sementara adik-adik mereka diharapkan untuk tidak terlalu tersorot setelah Toby tertangkap.

Baca Juga: Pembalasan Laut

Bagaimana dengan kalian, kawan? Pernahkah kalian menonton The Willis Clan? Sukakah kalian dengan lagu-lagu mereka? Kalau saya sih hyess. Semua tentang mereka bakal selalu menjadi kesenangan saya.



Cheers.

Momen Liburan Tahun Baru Bersama Keluarga Di Kampung Halaman

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Momen Liburan Tahun Baru Bersama Keluarga Di Kampung Halaman

Momen apa yang paling berharga di Tahun Baru? Tentu saja bisa kumpul bersama keluarga di kampung halaman, Pemalang. Tapi, karena banyak sekali hal yang harus dilakukan di Jakarta, jadi saya harus urungkan terlebih dahulu. 

"Man, kapan pulang?"

Pertanyaan dari Adik atau Ayah ini memang bikin baper. Disatu sisi saya kangen rumah, tapi disisi lain saya harus menyelesaikan semua pekerjaan. Memang tidak ada tradisi apapun ketika tahun baru, tapi ketika semua orang berkumpul bersama keluarga, rasa kangen itu timbul. 

Beda dengan Lebaran yang liburannya cukup panjang, momen tahun baru ini hanya libur satu hari saja sehingga serba nanggung. Tapi, rumah memang selalu membawa pada kerinduan yang penuh.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Momen Liburan Tahun Baru Bersama Keluarga Di Kampung Halaman

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Momen Liburan Tahun Baru Bersama Keluarga Di Kampung Halaman

Selain pada keluarga, kuliner di kampung memang bikin kangen. Setiap beberapa hari sekali, saya selalu makan lotek. Lotek ini mirip dengan pecel. Bedanya hanya diproses pembuatannya saja. Kalau lotek ini sayuran dan bumbunya diulek, sedangkan pecel bumbunya hanya disiramkan saja. Selain murah, makanan ini juga sehat karena banyak sayurannya. 

Keluarga dan kuliner udah, ternyata yang bikin kangen selanjutnya adalah kucing. Yes, saya suka banget sama kucing. Sejak kecil memang sudah pelihara kucing, dan sampai sekarang pun banyak kucing yang ada di kampung. Meskipun kucing kampung, namun bulu-bulunya juga cantik banget. 

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Momen Liburan Tahun Baru Bersama Keluarga Di Kampung Halaman

Bukan hanya satu atau dua, tapi kami memiliki belasan kucing. Sudah bisa dibayangkan bahwa rumah kami sangat ramai dengan suara meong pada saat memberikan makanan pada pagi dan sore hari. Dulu, almarhum Kakak sangat rajin merawat dan memberi makan setiap pagi dan sore. Racikan nasi dengan ikan teri selalu menarik perhatian kucing yang sedang berada di luar. Tak sampai 1 menit, seluruh kucing telah berkumpul dan menanti makanan mereka. 

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Momen Liburan Tahun Baru Bersama Keluarga Di Kampung Halaman

Momen spesial tetaplah pada saat Lebaran, dimana lontong opor menjadi masakan terlezat yang ada di Dunia. Masakan rumah memang tidak ada duanya. Kadang saya selalu menemukan lontong opor di daerah lain, tapi selalu menyimpulkan kalau ini belum sebandung dengan yang ada di rumah. Ya, karena momennya yang sangat pas dan bisa kumpul dengan keluarga. 

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Momen Liburan Tahun Baru Bersama Keluarga Di Kampung Halaman

Yang bikin kangen selanjutnya itu Shafira. Anak perempuan dari adik saya ini memang ceriwis banget. Kalau ketemu saya pasti ada saja yang mau dibicarakan, memang awalnya sangat pemalu tapi kalau sudah lama dan akrab maka Shafira ini akan ngobrol apapun mulai dari mainan sampai hal-hal yang kecil seperti makanan. 

Pada saat Umroh bersama, kebetulan Shafira ikut dengan rombongan. Hebat ya, bocah usia 3 tahun ini sudah pergi Mekkah dan menemui Ka'bah. Betul-betul sebuah mimpi yang menjadi nyata. Pada saat usia 3 tahun mungkin saya hanya di rumah dan bermain saja. 

Sebagai paman Shafira, saya ingin dia mendapatkan sebuah kepastian dalam masa depan. Masa depan tentu saja bermula dari pendidikan. 2 tahun lagi, Shafira akan memasuki bangku sekolah dasar. Tidak ada salahnya mulai dipersiapkan yang menjadi kebutuhan dan dana untuk sekolah nantinya. Dan, tentu saja kita tidak tahu akan kejadian di masa datang seperti apa, maka dari itu diperlukan Happy Edu

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Momen Liburan Tahun Baru Bersama Keluarga Di Kampung Halaman

Happy Edu dari Happy One ID membantu perlindungan pendidikan anak apabila terjadi kecelakaan terhadap tertanggung. So, asuransi santunan pendidikan ini merupakan jaminan pendidikan anak yang sangat baik disiapkan dari sedini mungkin. Informasi lengkap bisa dicek melalui https://www.happyone.id/happy-edu/product-info .