5 Tanaman Kebutuhan Dapur Ini Sangat Mudah Ditanam


5 Tanaman Kebutuhan Dapur Ini Sangat Mudah Ditanam. Halo semua. Masih #DiRumahSaja? Tentu. Sudah mulai bosan? Jangan dong. Hehe. Bosan bisa bikin stres. Stres adalah salah satu sumber penyakit. Mari kita lawan kebosanan akibat Covid-19 dengan berkebun. Rajin-rajinlah menonton video berkebun di Youtube karena itu bisa menjadi sumber inspirasi berkegiatan selama masa karantina ini. Berkebun merupakan salah satu upaya untuk ketahanan pangan setidaknya ketahanan pangan di dalam rumah sendiri. Kalau kalian menonton serial The Walking Dead, kalian pasti tahu bahwa untuk mengatasi urusan makan dan minum, para penyintas itu berkebun dan memelihara ternak (babi) demi kelangsungan hidup mereka di tengah kepungan para zombie. Mungkin kalian bahal bilang, ini terlambat! Harusnya berkebun dilakukan sejak dulu sehingga sekarang, pada masa Covid-19, kita tinggal meneruskan dan bahkan memanen. Tapi bukankah lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali?

Baca Juga: 5 Manfaat, 5 Tips, 5 Quotes, dan Pos Rangkuman Lainnya

Berkebun tidak membutuhkan lahan besar berhektar-hektar. Namanya berkebun mini. Dilakukan di rumah. Lain cerita kalau kalian mempunyai pekarangan yang luas depan, belakang, samping kanan dan kiri dari rumah, tentu bakal banyak banget tanaman yang bisa ditanam sembari mengisi waktu ketika pekerjaan yang dilakukan di dan/atau dari rumah sudah selesai. Saya sendiri juga tidak punya lahan (tanah/pekarangan) yang banyak, sehingga memanfaatkan polybag merupakan pilihan tepat. Tanah yang diisi di polybag diperoleh dari Abang Umar Hamdan dan Cahyadi. Ada juga tanah dari pekarangan samping Pohon Tua (dekat jalan). Yang penting adalah keuletan dan ketekunan merawat tanaman-tanaman tersebut, termasuk memberi pupuk dan menyemprot cairan anti hama, serta memberi kesempatan kepada tanaman disentuh sinar matahari untuk perkembangannya.

Berkebun di masa Covid-19 merajalela ini harus melihat-lihat juga tanaman mana yang lekas tumbuh dan bisa dikonsumsi. Kalau kita memilih menanam pepaya, misalnya, tentu tidak bisa lekas panen dalam tempo minggu atau tiga bulan. Pepaya setidaknya membutuhkan waktu sampai sembilan bulan untuk bisa dipanen. Oleh karena itu, pintar-pintar memilih tanamannya ya. Kali ini saya bakal menulis tentang lima tanaman kebutuhan dapur yang sangat mudah ditanam dan boleh dibilang jangka waktu panennya cukup cepat. 

Marilah kita cari tahu!

1. Sorgum


Bagaimana bisa sorgum tumbuh di tanah sisa beranda belakang Pohon Tua yang cuma sebesar 1 x 1 meter itu, kalian bisa membaca pos berjudul Panen Sorgum Untuk Pertama Kalinya Sungguh Bikin Happy. Sorgum merupakan tanaman yang sangat mudah ditanam. Gali tanah, isi bibit sorgum, biarkan saja. Dalam waktu sebulan saja sudah mulai kelihatan bibitnya tumbuh. Jangan salah, penampakan pohon sorgum ini mirip pohon jagung tapi mereka berbeda. Hehe. Dalam waktu tiga bulan, sorgum sudah bisa dipanen. Bagaimana cara memanennya, kalian bisa membaca pos di atas, atau menonton video berikut ini: 


Sorgum yang sudah dipanen itu dirontokkan bulirnya, lantas dijemur. Bisa juga dijemur baru dirontokkan bulirnya. Tinggal pilih mana yang paling gampang. Saya mencoba mengelola biji sorgum ini. Pertama-tama digoreng layaknya jagung bunga. Bisakah? Bisa! Jadinya: sorgum bunga. Karena waktu itu hanya mencoba, ya tidak banyak ... hehe.


Keesokan harinya tiga genggam sorgum kami coba tanak layaknya menanak nasi menggunakan panci (bukan di magicom). Ternyata ... bisa! Amboi, bahagianya saya melihat sorgum itu di piring. Langsung saya tata, untuk keperluan foto, dengan bahan apa pun yang ada di meja karena saat itu si Thika masih memasak lauk-pauk bekal makan malam. Hehe. 


Tak ada daun sop, cabe ijo pun jadi *ngakak guling-guling*.

2. Cabe


Cabe termasuk tanaman kebutuhan dapur yang dimanfaatkan sehari-hari untuk membikin sambal. Tanpa tomat pun, cabe yang diulek bercampur garam dan bawang sudah bisa menemani nasi yang kita makan. Sejak ditanam, cabe mulai berbuah dan bisa dipanen/dipetik dalam jangka waktu yang lumayan singkat sekitar satu sampai dua bulan, dan seterusnya selama dia terus berbunga maka insha Allah berbuah.


Menanam cabe bukan baru pertama kali bagi saya. Dulu saya juga menanamnya dan setelah tumbuh besar hampir setiap hari kami menikmati cabe hasil tanam sendiri ini. Bibit cabe dibeli di Toko Sabatani. Saya suka sekali sama toko ini karena semua kebutuhan berkebun tersedia. Yang jelas, harus bawa duit! Haha. Pada foto di atas ada pohon cabe rawit dan pohon cabe keriting yang juga sudah berbuah. Dua anakan cabe ini saya peroleh dari Cahyadi.

3. Kangkung


Kangkung merupakan tanaman yang paling mudah tumbuh dan paling cepat dipanen. Bahkan, kalian tidak perlu membeli bibit kangkung, cukup memanfaatkan batang-batang kangkung yang daunnya sudah dipakai/dimasak. Tidak percaya? Kangkung yang kalian lihat pada gambar berikut ini merupakan hasil dari menanam kembali batang kangkung yang daunnya sudah kami konsumsi loh.


Dari saat menanam sampai dipanen hanya membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga minggu. Lumayan cepat kan? Saat ini saya juga sedang menanam kangkung tapi bukan batangnya melainkan bibitnya. Dari video di Youtube ada bermacam cara menanam bibit kangkung. Katanya bibit harus direndam terlebih dahulu dengan air sebelum ditanam. Oleh karena itu kami mencoba dua cara. Pertama: bibit langsung ditanam pada media tanam di polybag. Kedua: bibit direndam terlebih dahulu dengan air sebelum ditanam pada media tanam di polybag. Nanti kita lihat hasilnya. Mana yang duluan tumbuh. Soalnya baru dilakukan/ditanam kemarin.

4. Bawang Merah


Menanam bawang merah saya lakukan hanya karena ikut-ikut, gara-gara melihat video di Youtube. Cara menanamnya atau membudidayakannya pun bermacam-macam. Saya lantas mencoba menanam beberapa bawang di polybag yang ukurannya agak besar. Saya menanamnya pada tanggal 17 April kalau tidak salah. Saya pikir, sepertinya bawang ini tidak bakal tumbuh karena naga-naganya bakal tamat. Eh, tetapi suatu pagi saya dikejutkan dengan pertumbuhan daun bawangnya! Amboiiii ... bahagia hati saya melihatnya.


Gara-gara itu, saya kembali mencoba menanam bawang dengan teknik lain yaitu semacam hidroponik tapi ini yang super sederhana saja. Awalnya juga saya pikir bakal tamat generasi penanaman kedua ini. Tetapi ternyata ... tumbuh. Bawang ini saya tanam sekitar awal Mei.


Kalau kalian lihat ada penampakan kulit telur, iya, saya menghancurkan kulit-kulit telur dan menyiramnya di tanah tempat tanaman tumbuh. Apa manfaat kulit telur bagi tanaman ... nanti bakal saya ulas haha.

5. Toge


Toge (tauge) merupakan sayuran yang tidak perlu ditanam, sebenarnya, tetapi kalau kalian mau bolehlah menanam bibit kacang ijo (hijau). Hanya bermodalkan kacang ijo kemasan 5K kami bisa menikmati toge selama dua hari (dibagi dua).


Membikin toge sangat mudah. Tinggal direndam, lantas dibiarkan saja di wadah dengan ditutup kain. Hasilnya seperti yang kalian lihat di atas.


Selain lima tanaman di atas, ada juga bibit sawi yang kami tanam. Tetapi karena salah menanam, di mana saya menanam dalam jumlah banyak per polybag, sebagiannya mati, sebagiannya hidup. 


Katanya sawi sudah bisa dipanen setelah usia satu sampai dua bulan. Mungkin karena media tanam waktu itu belum dicampur bokasi, dan cara menanam yang salah, makanya sudah sebulanan lebih sawinya tetap begitu-begitu saja, alias pertumbuhannya sangat lambat. Tapi tidak mengapa. Ini menjadi pembelajaran bagi saya untuk ke depannya. Setidaknya sawinya tetap tumbuh meskipun sangat lambat.

Baca Juga: 5 Kegiatan Yang Saya Lakukan Saat Di Rumah Saja

Berkebun memang sangat menyenangkan terutama pada saat sekarang di mana kita lebih banyak berada di rumah. Setiap pagi saya selalu dikejutkan dengan perubahan tanaman-tanaman ini (saat mereka mulai tumbuh besar). Tanaman-tanaman yang sudah besar saya letakkan di luar beranda yang tidak beratap sedangkan yang masih kecil dikeluarkan setiap pagi dan dimasukkan kembali setiap sore. Tidak lupa untuk menyiramnya pagi dan sore, tapi tidak sama takaran air untuk setiap tanaman. Dikira-kira saja lah. 

Semoga bermanfaat!

#KamisLima



Cheers.

5 Tanaman Kebutuhan Dapur Ini Sangat Mudah Ditanam


5 Tanaman Kebutuhan Dapur Ini Sangat Mudah Ditanam. Halo semua. Masih #DiRumahSaja? Tentu. Sudah mulai bosan? Jangan dong. Hehe. Bosan bisa bikin stres. Stres adalah salah satu sumber penyakit. Mari kita lawan kebosanan akibat Covid-19 dengan berkebun. Rajin-rajinlah menonton video berkebun di Youtube karena itu bisa menjadi sumber inspirasi berkegiatan selama masa karantina ini. Berkebun merupakan salah satu upaya untuk ketahanan pangan setidaknya ketahanan pangan di dalam rumah sendiri. Kalau kalian menonton serial The Walking Dead, kalian pasti tahu bahwa untuk mengatasi urusan makan dan minum, para penyintas itu berkebun dan memelihara ternak (babi) demi kelangsungan hidup mereka di tengah kepungan para zombie. Mungkin kalian bahal bilang, ini terlambat! Harusnya berkebun dilakukan sejak dulu sehingga sekarang, pada masa Covid-19, kita tinggal meneruskan dan bahkan memanen. Tapi bukankah lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali?

Baca Juga: 5 Manfaat, 5 Tips, 5 Quotes, dan Pos Rangkuman Lainnya

Berkebun tidak membutuhkan lahan besar berhektar-hektar. Namanya berkebun mini. Dilakukan di rumah. Lain cerita kalau kalian mempunyai pekarangan yang luas depan, belakang, samping kanan dan kiri dari rumah, tentu bakal banyak banget tanaman yang bisa ditanam sembari mengisi waktu ketika pekerjaan yang dilakukan di dan/atau dari rumah sudah selesai. Saya sendiri juga tidak punya lahan (tanah/pekarangan) yang banyak, sehingga memanfaatkan polybag merupakan pilihan tepat. Tanah yang diisi di polybag diperoleh dari Abang Umar Hamdan dan Cahyadi. Ada juga tanah dari pekarangan samping Pohon Tua (dekat jalan). Yang penting adalah keuletan dan ketekunan merawat tanaman-tanaman tersebut, termasuk memberi pupuk dan menyemprot cairan anti hama, serta memberi kesempatan kepada tanaman disentuh sinar matahari untuk perkembangannya.

Berkebun di masa Covid-19 merajalela ini harus melihat-lihat juga tanaman mana yang lekas tumbuh dan bisa dikonsumsi. Kalau kita memilih menanam pepaya, misalnya, tentu tidak bisa lekas panen dalam tempo minggu atau tiga bulan. Pepaya setidaknya membutuhkan waktu sampai sembilan bulan untuk bisa dipanen. Oleh karena itu, pintar-pintar memilih tanamannya ya. Kali ini saya bakal menulis tentang lima tanaman kebutuhan dapur yang sangat mudah ditanam dan boleh dibilang jangka waktu panennya cukup cepat. 

Marilah kita cari tahu!

1. Sorgum


Bagaimana bisa sorgum tumbuh di tanah sisa beranda belakang Pohon Tua yang cuma sebesar 1 x 1 meter itu, kalian bisa membaca pos berjudul Panen Sorgum Untuk Pertama Kalinya Sungguh Bikin Happy. Sorgum merupakan tanaman yang sangat mudah ditanam. Gali tanah, isi bibit sorgum, biarkan saja. Dalam waktu sebulan saja sudah mulai kelihatan bibitnya tumbuh. Jangan salah, penampakan pohon sorgum ini mirip pohon jagung tapi mereka berbeda. Hehe. Dalam waktu tiga bulan, sorgum sudah bisa dipanen. Bagaimana cara memanennya, kalian bisa membaca pos di atas, atau menonton video berikut ini: 


Sorgum yang sudah dipanen itu dirontokkan bulirnya, lantas dijemur. Bisa juga dijemur baru dirontokkan bulirnya. Tinggal pilih mana yang paling gampang. Saya mencoba mengelola biji sorgum ini. Pertama-tama digoreng layaknya jagung bunga. Bisakah? Bisa! Jadinya: sorgum bunga. Karena waktu itu hanya mencoba, ya tidak banyak ... hehe.


Keesokan harinya tiga genggam sorgum kami coba tanak layaknya menanak nasi menggunakan panci (bukan di magicom). Ternyata ... bisa! Amboi, bahagianya saya melihat sorgum itu di piring. Langsung saya tata, untuk keperluan foto, dengan bahan apa pun yang ada di meja karena saat itu si Thika masih memasak lauk-pauk bekal makan malam. Hehe. 


Tak ada daun sop, cabe ijo pun jadi *ngakak guling-guling*.

2. Cabe


Cabe termasuk tanaman kebutuhan dapur yang dimanfaatkan sehari-hari untuk membikin sambal. Tanpa tomat pun, cabe yang diulek bercampur garam dan bawang sudah bisa menemani nasi yang kita makan. Sejak ditanam, cabe mulai berbuah dan bisa dipanen/dipetik dalam jangka waktu yang lumayan singkat sekitar satu sampai dua bulan, dan seterusnya selama dia terus berbunga maka insha Allah berbuah.


Menanam cabe bukan baru pertama kali bagi saya. Dulu saya juga menanamnya dan setelah tumbuh besar hampir setiap hari kami menikmati cabe hasil tanam sendiri ini. Bibit cabe dibeli di Toko Sabatani. Saya suka sekali sama toko ini karena semua kebutuhan berkebun tersedia. Yang jelas, harus bawa duit! Haha. Pada foto di atas ada pohon cabe rawit dan pohon cabe keriting yang juga sudah berbuah. Dua anakan cabe ini saya peroleh dari Cahyadi.

3. Kangkung


Kangkung merupakan tanaman yang paling mudah tumbuh dan paling cepat dipanen. Bahkan, kalian tidak perlu membeli bibit kangkung, cukup memanfaatkan batang-batang kangkung yang daunnya sudah dipakai/dimasak. Tidak percaya? Kangkung yang kalian lihat pada gambar berikut ini merupakan hasil dari menanam kembali batang kangkung yang daunnya sudah kami konsumsi loh.


Dari saat menanam sampai dipanen hanya membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga minggu. Lumayan cepat kan? Saat ini saya juga sedang menanam kangkung tapi bukan batangnya melainkan bibitnya. Dari video di Youtube ada bermacam cara menanam bibit kangkung. Katanya bibit harus direndam terlebih dahulu dengan air sebelum ditanam. Oleh karena itu kami mencoba dua cara. Pertama: bibit langsung ditanam pada media tanam di polybag. Kedua: bibit direndam terlebih dahulu dengan air sebelum ditanam pada media tanam di polybag. Nanti kita lihat hasilnya. Mana yang duluan tumbuh. Soalnya baru dilakukan/ditanam kemarin.

4. Bawang Merah


Menanam bawang merah saya lakukan hanya karena ikut-ikut, gara-gara melihat video di Youtube. Cara menanamnya atau membudidayakannya pun bermacam-macam. Saya lantas mencoba menanam beberapa bawang di polybag yang ukurannya agak besar. Saya menanamnya pada tanggal 17 April kalau tidak salah. Saya pikir, sepertinya bawang ini tidak bakal tumbuh karena naga-naganya bakal tamat. Eh, tetapi suatu pagi saya dikejutkan dengan pertumbuhan daun bawangnya! Amboiiii ... bahagia hati saya melihatnya.


Gara-gara itu, saya kembali mencoba menanam bawang dengan teknik lain yaitu semacam hidroponik tapi ini yang super sederhana saja. Awalnya juga saya pikir bakal tamat generasi penanaman kedua ini. Tetapi ternyata ... tumbuh. Bawang ini saya tanam sekitar awal Mei.


Kalau kalian lihat ada penampakan kulit telur, iya, saya menghancurkan kulit-kulit telur dan menyiramnya di tanah tempat tanaman tumbuh. Apa manfaat kulit telur bagi tanaman ... nanti bakal saya ulas haha.

5. Toge


Toge (tauge) merupakan sayuran yang tidak perlu ditanam, sebenarnya, tetapi kalau kalian mau bolehlah menanam bibit kacang ijo (hijau). Hanya bermodalkan kacang ijo kemasan 5K kami bisa menikmati toge selama dua hari (dibagi dua).


Membikin toge sangat mudah. Tinggal direndam, lantas dibiarkan saja di wadah dengan ditutup kain. Hasilnya seperti yang kalian lihat di atas.


Selain lima tanaman di atas, ada juga bibit sawi yang kami tanam. Tetapi karena salah menanam, di mana saya menanam dalam jumlah banyak per polybag, sebagiannya mati, sebagiannya hidup. 


Katanya sawi sudah bisa dipanen setelah usia satu sampai dua bulan. Mungkin karena media tanam waktu itu belum dicampur bokasi, dan cara menanam yang salah, makanya sudah sebulanan lebih sawinya tetap begitu-begitu saja, alias pertumbuhannya sangat lambat. Tapi tidak mengapa. Ini menjadi pembelajaran bagi saya untuk ke depannya. Setidaknya sawinya tetap tumbuh meskipun sangat lambat.

Baca Juga: 5 Kegiatan Yang Saya Lakukan Saat Di Rumah Saja

Berkebun memang sangat menyenangkan terutama pada saat sekarang di mana kita lebih banyak berada di rumah. Setiap pagi saya selalu dikejutkan dengan perubahan tanaman-tanaman ini (saat mereka mulai tumbuh besar). Tanaman-tanaman yang sudah besar saya letakkan di luar beranda yang tidak beratap sedangkan yang masih kecil dikeluarkan setiap pagi dan dimasukkan kembali setiap sore. Tidak lupa untuk menyiramnya pagi dan sore, tapi tidak sama takaran air untuk setiap tanaman. Dikira-kira saja lah. 

Semoga bermanfaat!

#KamisLima



Cheers.