5 Program KKN Uniflor Keren Dalam Pengabdian Masyarakat


Musim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2019. Musim meliput hingga ke luar Kota Ende. Musim bersenang-senang bersama Onif Harem. Musim paling rajin mengganti oli di bengkel sampai digodain sama mas-masnya: olinya diminum sebagian kan(?). Musim pamer foto jalan-jalan. Haha. Yang jelas, belum musim liburan, meskipun kesannya jalan-jalan terus. Ini kerja, bung! Bung ... kuuuussss.

Baca Juga: 5 Kegiatan Kece Menyongsong Dies Natalis 39 Uniflor

Sejak mulai diberikan tugas untuk meliput kegiatan peserta KKN di berbagai daerah di Pulau Flores, saya sudah mulai pula mengumpulkan satu per satu program kerja yang menurut saya keren. Program kerja ini, selain KKN reguler (disebut begitu sih biasanya), ada yang memang termasuk dalam KKN-Tematik, ada pula KKN-PPM. KKN-PPM baru terlaksana tahun 2019 ketika proposal-proposal yang diajukan oleh P3KKN Uniflor lolos di Kemenristek Dikti untuk menerima dana hibah. Dana hibah ini bukan dipakai untuk keperluan dan kepentingan mahasiswa loh yaaaa, melainkan dipakai untuk menjalankan program kerja yang telah disusun dan/atau diusulkan untuk keperluan dan kepentingan masyarakat itu sendiri.

Dalam bidikan saya, ada 5 program KKN Uniflor keren dalam pengabdian kepada masyarakat. Mari simak!

1. Bangun Rumah


Ingat program televisi tentang bedah rumah? Di KKN Uniflor ada yang namanya bangun rumah. Bangun rumah dilakukan oleh kelompok KKN kelas pekerja (mahasiswa yang sudah bekerja). Tahap awal adalah mencari satu rumah yang tidak lagi layak huni di lokasi yang termasuk dalam lokasi KKN tahun bersangkutan. Inisiasi dilakukan dengan petinggi wilayah setempat seperti kepala desa dan/atau lurah beserta tokoh masyarakat. Si pemilik rumah kemudian diberitahu dan saat KKN tiba, pembangunan rumah pun dilakukan. Saya pernah menyaksikan sendiri pembangunan rumah Mama Sisi di Kecamatan Lepembusu Kelisoke. Luar biasa. Sampai mata berkaca-kaca melihatnya.

2. Penyuluhan


Penyuluhan terdengar tidak asing dan pasti sering dilakukan bukan? Tapi penyuluhan yang dilakukan murni oleh mahasiswa, terutama mahasiswa hukum, adalah sesuatu yang sangat luar biasa menurut saya. Bagaimana masyarakat diedukasi tentang pentingnya memahami tentang dunia hukum, yang paling sederhana pun, itu sangat bagus. Saya pernah meliput kegiatan ini di SMP Muhammadiyah Ende oleh mahasiswa KKN 2018.

3. Belajar Pertanian


Ini penting, terutama bagi masyarakat pedesaan yang rata-rata mempunyai lahan pertanian baik itu sawah maupun kebun. Saya melihat bagaimana mahasiswa KKN-PPM melakukannya di Desa Wolofeo, Kecamatan Detusoko. Rata-rata mahasiswa yang ditempatkan di lokasi ini pun berasal dari Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Uniflor. Demikian pula dengan Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Kegiatan mereka antara lain membuat pupuk bersama masyarakat hingga mengelola lahan. Ausam. Perlu diketahui, Uniflor mempunyai lahan luas sebagai kebun percontohan dan/atau tempat prakteknya mahasiswa Prodi Agroteknologi. Kita akan lihat hasil akhirnya nanti seperti apa. Yang jelas, pasti bakal saya pos.

4. Bangun Rumah Baca


Yang satu ini, juga poin nomor 3 dan 5, sama-sama KKN-PPM. Rumah baca tersebut dibangun di Desa Ngegedhawe, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Proses pembangunan rumah baca dimulai dengan ritual adat oleh tokoh masyarakat dan/atau tokoh adat, tentu bersama para petinggi desa yaitu Kepdes, Sekdes, hingga Ketua PBD-nya. Setelah ritual, dilakukan peletakan batu pertama, dan rumah baca tersebu sedang dalam proses pembangunan (saat saya menulis ini). Semoga saya bisa ke sana saat peresmiannya! Ada yang mau menyumbang buku anak-anak? Yuk sumbang ke rumah baca baru di Desa Ngegedhawe!

5. Psikoedukasi


Awalnya saya bingung dengan istilah ini, tapi internet menyediakan segalanya. Jadi ringkasnya, psikoedukasi adalah pola/cara mengajak masyarakat dan/atau bersama-sama masyarakat mengenali apa permasalahan yang dihadapi selama ini, kemudian dicarilah solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Ini dilakukan di Desa Anaraja, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende. Hasilnya pun nanti pasti saya  pos. Ingin tahu perubahan dan penguatan dalam tubuh masyarakat setelah KKN-PPM ini seperti apa.

⇜⇝

Yang juga keren adalah, para peserta KKN pasti terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan adat yang dilaksanakan di desa. Kapan lagi bisa merasakan dan terjun langsung? Saya sendiri pernah merasakan dan mengikuti ritual adat Goro Fata Joka Moka 2016, serta menyaksikan perlombaan Naro (tarian adat Suku Ende, kalau Suku Lio menyebutnya Gawi). Menjelang 17-an, bakal lebih banyak lagi kegiatan yang akan dilaksanakan/dilakukan masyarakat tentu bersama-sama dengan mahasiswa yang KKN di lokasi mereka.

Baca Juga: 5 Wisata Dalam Kota Ende

Bagaimana dengan daerah kalian, kawan? Sudah memasuki Bulan Agustus ... persiapannya sudah mulai kencang dooonk hehehe. Bagi tahu yuk!



Cheers.

5 Ide Pemanfaatan Ruang Serba Sempit di Rumah Tipe 36

Sumber: Mas Chandra.

5 Ide Pemanfaatan Ruang Serba Sempit di Rumah Tipe 36. Kredit rumah? Kenapa tidak? Melihat kemampuan sendiri setiap bulan, mencoba berhitung lebih serius, apa keuntungan apa ruginya, lalu putuskan! Lagi pula rumah tersebut belum tentu langsung dihuni karena bisa pula dikontrak oleh orang lain soalnya sudah punya rumah warisan orangtua hahaha. Kalau urusannya sama kontrak-mengontrak, tentu ada sedikit fee yang masih bisa diperoleh bukan? Jadi, kalau ada yang bertanya tentang mengkredit rumah, tentu saya meng-iya-kan. Manapula tipe rumahnya adalah 36, yang membikin saya seakan telah (padahal belum) mewujudkan impian untuk tinggal di tiny house.

Baca Juga: 5 Lokasi Terdekat Untuk Berwisata Sekitar Kota Ende

Rumah tipe 36 memang kecil. Hanya ada ruang tamu, dua kamar, satu kamar mandi, dan dapur. Halaman belakang-kanan-kiri dikasih space dua meter sedangkan halaman depan tiga meter. Tidak ada ruang makan, tidak ada ruang keluarga, tidak ada perpusakaan mini, tidak ada semua yang sekunder di dalam rumah tipe 36. Oleh karena itu, penghuninya harus bisa putar otak agar semua space di dalam rumah tersebut terpenuhi bahkan satu ruangan punya banyak fungsi.

Ini adalah impian ... jadi jangan tanya fotonya. Haha.

1. Manfaatkan Sofa/Kursi Ruang Tamu Sebagai Tempat Penyimpanan


Berdasarkan menonton segala video tentang konsep rumah mini, hampir semua item yang ada di dalam rumah bisa dijadikan tempat untuk menyimpan barang. Ruang tamu rumah tipe 36 itu kecil kan ya, sehingga tidak mungkin bisa memuat seperangkat sofa yang dibeli di toko furnitur. Paling-paling seperangkat sofa itu akan dipisah agar muat di ruang tamu, sisanya diletakkan di ruangan lain. Tapi permasalahannya sofa yang dibeli di toko furnitur tentu yang itu-itu saja. Jadi, bagi yang ingin tinggal di rumah tipe 36, cobalah pergi ke tukang kayu atau tukang furnitur untuk memesannya langsung. Dikustom.

Semua rumah mini akan memanfaatkan sofa sebagai tempat penyimpanan. Sehingga sofanya akan terlihat seperti kotak dengan tutupan pada bagian atas. Ada yang tutupannya disatukan dengan busa. Ada pula yang tidak; kotak punya tutupan tersediri yang dipasangi engsel, lantas ditutupi lagi dengan busa bersarung. Coba kalian menonton video rumah mini, konsepnya pasti sama seperti itu.

2. Manfaatkan Dinding Ruang Tamu Untuk Menggantung Rak-Rak Buku dan Penyimpanan Kotak Serbaguna


Sayang sekali jika dinding ruang tamu kosong melompong atau hanya dipakai untuk menggantung pigura foto. Alangkah bagusnya dinding ini dipasangi rak-rak gantung untuk menyimpan buku serta kotak-kotak serbaguna lainnya. Satu dua boneka atau patung mungil juga dapat digantung di situ. Selain itu, sudut ruang tamunya pun bisa dimanfaatkan dengan meletakkan rak mini. Pokoknya otak harus bermain indah untuk bisa mewujudkannya.

3. Meja Lipat yang Tidak Tersembunyi tapi Tidak Terlihat


Nah, bingung juga kan? Haha. Separuh ruang tamu dapat dimanfaatkan sebagai ruang kerja sekaligus ruang makan. Caranya adalah gunakan meja lipat! Saat tidak digunakan si meja bisa dilipat ke dinding dan menjadi lukisan atau hiasan dinding. Saat mau digunakan, tinggal dibuka (pakai penyangganya). Keren kan? Kalau area meja ini belum digunakan, bisa dipakai untuk tidur-tiduran beralas karpet.

4. Tempat Tidur Dengan Laci


Ini yang bakal saya wujudkan dalam waktu dekat. Haha. Sudah ngobrol-ngobrol dengan Mas Chandra yang barang furniturnya kece badai karena menggunakan kayu solid yang kuat. Kalian bisa melihat contohnya di foto cover awal pos. Tempat tidur seperti ini jelas sangat berguna karena kolongnya tidak dibiarkan kosong-melompong tetapi dipasangi kotak/laci yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang terutama selimut, seprei, bantal cadangan, atau bahkan pakaian! Tergantung kebutuhan masing-masing orang.

5. Lagi dan Lagi, Rak di Dapur


Dapur rumah tipe 36 sangat mini. Hanya ada sink dan space untuk meletakkan satu kompor. Bagian bawah sink memang bisa dipakai untuk menyimpan barang-barang seperti aneka cairan dan alat kebersihan. Di mana menyimpan beras, gula, teh, dan lain sebagainya? Dari yang saya lihat, dinding di bagian atas sink dan sekitarnya bisa dimanfaatkan untuk keperluan yang satu ini. Siapkan rak sesuai ukuran, dan siapkan kotak-kotak plastik untuk menyimpan semua kebutuhan. Kalau bisa diberi label jadi lebih keren. Sedangkan kulkas dapat diletakkan di sekitar dapur atau di samping space yang digunakan sebagai meja makan.

Selesai!

Asyik juga ternyata kalau menulis tentang ide pemanfaatan ruang ini. Itu pun masih kurang. Apabila rumahnya bertingkat, tangga pun dapat dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan ini itu.

Baca Juga: 5 Keistimewaan Canva

Saya yakin saat ini banyak teman-teman yang juga berpikiran sama, untuk tinggal di rumah mini setipe 36, karena perawatannya jauh lebih mudah dan murah. Rumah kecil itu, meskipun hanya dari menonton video dan dalam bayangan saja, sungguh hangat rasanya. Semoga suatu saat nanti saya bisa mewujudkan untuk tinggal di rumah mini setipe 36. Insha Allah. Tapi itu bukan berarti saya tidak mencintai Pohon Tua (nama rumah kami). Saya mencintai Pohon Tua lebih dari rumah manapun. Ini tempat saya tumbuh kembang sampai sekarang ini hehehe.

Bagaimana dengan kalian, kawan?



Cheers.

5 Kegiatan Kece Menyongsong Dies Natalis 39 Uniflor


5 Kegiatan Kece Menyongsong Dies Natalis 39 Uniflor. Hyess! Tanggal 19 Juli merupakan tanggal keramat karena merupakan tanggal kelahiran Universitas Flores (Uniflor) tercinta. Bukan saja karena saya meraih gelar Sarjana Hukum dari universitas pertama di Pulau Flores ini, tetapi juga karena saya bekerja di tempat ini tepatnya di UPT Publikasi dan Dokumentasi. Mencintai Uniflor sudah default. Sejak tahun 2011 sampai sekarang saya masih bertahan di UPT yang sama alias belum pernah dipindah. Haha. Kadang saya bertanya-tanya kenapa belum dipindah juga(?). Mungkin karena saya belum diijinkan mengacau di unit lain *diketawain dinosaurus*.

Baca Juga: 5 Lokasi Terdekat Untuk Berwisata Sekitar Kota Ende

19 Juli 2019 Uniflor akan mencapai usia 39. Bayangkan! 39 tahun! Kalau manusia, itu mungkin sudah menikah dan dikaruniai dua anak super lutjuuuu. Akan ada perayaan besar-besaran saat ulang tahun ke-40 nanti. Tapi itu nanti, sekarang saya mau cerita-cerita tentang kegiatan ulang tahun ke-39 dulu ya. Seru-seru loh!

Perlu diketahui, ada dua panitia yang menyelenggarakan aneka lomba menyongsong ulang tahun Uniflor ke-39. Yang pertama: panitia besar yang terdiri dari dosen dan karyawan. Yang kedua: Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Uniflor yang juga selenggarakan berbagai lomba. Jadi, bisa kalian bayangkan betapa ramainya kampus kami di hari-hari terakhir ini. Meskipun masih ada prodi yang menyelenggarakan UAS tapi keseruan dan kehebohannya tetap saja ... wajib!

Apa saja sih kegiatan kece menyongsong dies natalis ini? Cekidot!

1. Jalan Sehat


Jalan sehat sudah dilakukan sejak Sabtu, 6 Juli 2019. Jalan sehat ini diikuti oleh segenap civitas akademika Uniflor termasuk siswa-siswi SMK yang praktek. Ramai dan sangat seru! Dimulai dari Kilometer Nol di Lapangan Pancasila, berakhir di Lapangan Futsal - Kampus III - Uniflor. Ada kacang ijo dan kudapan yang disiapkan oleh panitia. Dan serunya kami berjoged gembira dipimpin Kakak Shinta Degor.



Kakak Shinta (sepatu kuning), seng ada lawan! Hehe.

2. Lomba Futsal


Lomba futsal sudah dimulai usai upacara pembukaan. Upacara pembukaan ini dilaksanakan di Lapangan Futsal dan Pembinanya adalah Rektor Uniflor Bapak Dr. Simon Sira Padji, M.A.


Serunya lomba futsal ini terlebih dahulu dimulai oleh tim puteri. Bisa dibayangkan kan teman-teman yang sebelumnya sama sekali tidak pernah terjun di dunia futsal kemudian harus mewakili fakultasnya untuk bermain futsal?



Seru dan kocaaaaak.

3. Lomba Voli


Ini nih yang saya syukaaa haha. Apalagi kalau nonton tim putera bermain. Karena kan di dalam satu tim itu harus ada satu dosen dan/atau satu karyawan yang turut masuk dalam tim selain mahasiswa. Coba kalian bayangkan, mahasiswa yang biasanya sudah solid satu tim itu, dikurangi satu atau dua anggota untuk digantikan oleh dosen dan/atau karyawan.


Tapi asyik ya. Kali ini saya tidak mengikuti lomba futsal dan lomba voli. Serahkan pada yang lebih jago saja, ya adik-adik mahasiswa. Karena, kalau dulu sistem lombanya itu per kampus, sekarang per prodi. Sehingga kami-kami yang bekerja di unit-unit dibagi ke setiap prodi. Saya kebagian di Prodi Pendidikan Matematika (ProMat). Otomatis karena mahasiswa dilibatkan jadi kan asyik ... mereka lebih jago bermain voli dan futsal. Sumpah, mereka kompak dan tangguh-tangguh!

4. Lomba Debat


Yang satu ini lomba yang melibatkan perwakilan mahasiswa dari 16 (enambelas) program studi. Asyik sekali meliput lomba yang satu ini. Gemas juga sama pendapat-pendapat mereka saat debat antara pro dan kontra akan tema yang diundi.


Gemas karena kalau tidak sesuai dengan pendapat saya pribadi hahahaha. Saya pikir, anak hukum harusnya bisa menang karena kan banyak regulasi yang mengatur tentang tema-tema tersebut. Yang penting, melalui lomba debat ini jelas akan terasah pola berpikir, menganalisa, dan bagaimana menyampaikan pendapat dalam sebuah debat.

5. Lomba Vlog


Ini dia lomba kece yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Uniflor, karena sebelumnya diumumkan bahwa setiap prodi/fakultas harus selenggarakan lomba masing-masing. Tapi kemudian kemudi agak berubah tetapi FTI telah menyusun segala sesuatunya sehingga lomba ini tetap dilaksanakan.


Semoga banyak yang ikutan ya. Sebagai wujud dari FTI sebagai fakultas yang bergerak di dunia teknologi informasi serta sebagai wujud kecintaan peserta terhadap dunia pariwisata di NTT. Kalau bukan kita, siapa lagi?

⇜⇝

Lima kegiata kece di atas belum mewakili semua kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka ulang tahun Uniflor yang ke-39, apalagi kegiatan-kegiatan yang mulai disusun dalam rangka Panca Windu (40 tahun). Masih banyak yang lainnya, seperti futsal putera, lomba paduan suara, lomba karya tulis ilmiah, lomba pop singing, dan seterusnya. Harapan saya sebagai bagian dari Uniflor adalah kegiatan-kegiatan ini akan semakin mempererat rasa persaudaraan dan kekeluargaan yang memang sudah ada dan semakin pekat di Uniflor. Kami semua bersaudara.

Baca Juga: 5 Keistimewaan Canva

Saya sendiri memang tidak seberapa aktif dalam berbagai lomba, kecuali menjadi penonton aktif yang teriak-teriak meskipun sedang radang tenggorokan, karena juga sibuk dengan berbagai kegiatan menjelang Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sebagai panitia KKN di bagian publikasi dan dokumentasi pun harus ke sana sini meliput kegiatan pertemuan dengan DPL, misalnya, hingga nanti peliputan saat mahasiswa KKN berangkat ke lokasi KKN.

Cukup letih kan? Hahahha.

Bagaimana dengan di tempat kalian, kawan? Bagi tahu yuk di komen!



Cheers.

5 Lokasi Terdekat Untuk Berwisata Sekitar Kota Ende


Hola! Ketemu lagi di #KamisLima. Apakah lima hal yang bakal saya tulis kali ini? Yaaaa sudah ketahuan dari judulnya *dijitak dinosaurus*. Kali ini saya mau menulis tentang liima lokasi terdekat untuk berwisata di sekitar Kota Ende. Kenapa menulis ini? Karena ada beberapa tempat wisata ter-update, baik atraksi wisata alam maupun atraksi wisata buatan, yang wajib kalian ketahui jika hendak datang ke Ende. Atraksi utama, Danau Kelimutu, tentu tidak akan saya bahas di sini. Atraksi wisata sejarah di dalam kota pun tidak akan saya bahas karena sudah pernah ditulis di pos berjudul 5 Wisata di Dalam Kota Ende.

Baca Juga: 5 Keistimewaan Canva

Jadi, apa saja lima lokasi terdekat untuk berwisata di sekitar Kota Ende? Mari kita cari tahu *suara gong guedeeee banget*. Semua ini gara-gara aksi jalan-jalan padahal belum musim liburan lagi. Haha.

1. Dapur Jadul, Pantai Raba


Pos tentang Dapur Jadul di Pantai Raba selengkapnya bisa kalian baca di blog travel pada pos berjudul Dapur Jadul, Bukan Dapur Biasa. Dapur Jadul menawarkan atraksi wisata alam yaitu pantai yang dipadu dengan atraksi wisata buatan yaitu spot-spot instagenic. Selain itu kalian juga bisa bersantai di beanbag-nya, menikmati suasana dan makanan serta minuman! Ingat, es tiramisu itu enaknya luar biasa bikin kangen. Cihuy!


Jaraknya hanya 10-an kilometer dari Kota Ende, arat Barat. Dekat lah :)

2. Embung Boelanboong, Wologai Tengah


Embung ini dulunya bernama Embung Resetlemen sesuai nama dusunnya. Namanya kemudian berubah menjadi Embung Boelanboong. Di sekitar embung ini dibangun saung-saung untuk bersantai, spot-spot instagenic, taman bunga dengan bibit-bibit bunga yang sedang tumbuh (waktu saya ke sana), serta kalian bisa memesan kopi, teh, dan jagung rebus! Suka sekali sunset-an di embung ini, meskipun yaaaa ... pulang ke Kota Ende pasti dingin banget dalam musim yang sedang sangat dingin ini. Jaraknya sekitar 45 kilometer dari Kota Ende.


Kalau kalian mau tahu lebih detail tentang embung ini, silahkan baca pos berjudul Sunset di Embung Boelanboong, Wologai Tengah.

3. Kampung Adat Saga


Kalau dari Kota Ende menuju cabang menuju Desa Adat Saga ini hanya sekitar 20 kilometer. Sayangnya saya belum ke sana. Jadi, belum bisa lah saya menulis sedikit panjang tentang kampung adat yang satu itu. Tapi tenang saja, rencananya baru Hari Minggu depan, atau depannya lagi. Tapi yang jelas saya pasti menulisnya di blog travel.

4. Jalur Trekking


Jalur trekking yang satu ini sebenarnya berada di dekatnya Embung Boelanboong juga, di sisi Barat. Ada gapura besar yang menandainya.


Jalur trekking dari Wologai Tengah menuju Danau Kelimutu. Kalau kalian masih kuat jalan, tidak seperti saya yang sudah uzur, boleh dicoba jalur yang satu ini. Selamat berjuang dan menikmati alam! Hehe. Jarak dari Kota Ende ke lokasi gapura ini hanya sekitar 45 kilometer saja.

5. Pantai Aeba'i


Kalau kalian rajin main ke blog travel saya, pasti sudah tidak asing lagi dengan Pantai Aeba'i, pantai favorit keluarga kami berpiknik! Encim and the gank wajib ke sini hehe.

Bersama Harry Kawanda, traveler of the century. Haha.

Piknik mah tidak perlu jauh. Apalagi piknik sekeluarga. Jaraknya hanya sekitar 3 kilometer dari pusat Kota Ende. Pantai, laut, Pulau Ende Kota Ende ... komplit pemandangannya.

⇝⇜

Itu dia lima lokasi terdekat untuk berwisata di sekitar Kota Ende. Tentunya selain atraksi utama yang selalu kami banggakan, Danau Kelimut, pun wisata sejarah jejak Bung Karno ketika diasingkan ke Kota Ende. Semoga suatu saat nanti kalian akan datang ke sini dan ikut menikmati semua yang sudah saya tulis di sini, termasuk di blog travel.

Baca Juga: 5 Blogger Kocak

Ditunggu di Ende, ya!



Cheers.

5 Tips Agar Kembali Semangat Ngeblog Setelah Liburan


Satu minggu, kira-kira, sebelum libur Idul Fitri 2019 tiba, saya sudah libur nge-blog. Alasannya? Ya ingin fokus ibadah dan membereskan banyak hal urusan perasaan rumah tangga, khas, menjelang Idul Fitri. Maklum, ada lembaran seng yang harus diganti. Haha. Kayak kuli bangunan dooonk. Ketimbang nge-blog-nya tidak fokus, lebih baik libur dulu kan. Saya yakin banyak dari kalian yang juga meliburkan diri dari ranah blog menjelang Idul Fitri kemarin. Terutama blogger perempuan. Tidak hanya melulu menyiapkan kudapan, tapi membersihkan rumah, mengganti gorden, membuat to do list termasuk membayar zakat, sampai belanja ini itu keperluan hari raya. Superwoman!

Baca Juga: 5 Patterns

Kapan kembali dari liburan nge-blog? Tergantung sih. Kalau saya memilih tepat di awal minggu. Jadi, Senin minggu kemarin saya sudah mulai kembali nge-blog dan mengisi blog ini dengan konten khusus HOREDAY: Kisah-Kisah Saat Horeday

Hampir semua orang pasti mengalami kemalasan tingkat akut setiap kali liburan selesai, baik libur umum yang ditetapkan oleh sekolah dan kantor masing-masing, maupun libur nge-blog yang ditetapkan sendiri melalu Surat Keputusan Libur Nge-blog. Saya termasuk di dalamnya. Setiap kali menghidupkan laptop, larinya pasti nge-game. Kalau tidak nge-game pasti nonton filem atau serial. Mau traveling, waktunya nanggung. Parah banget pokoknya. Kalau dibiarkan, saya yang merugi, karena kurang produktif menulis dan membikin otak sumpek. Hal ini tidak boleh dibiarkan! Harus dilawan!

Perlawanan itu kemudian menjadi bahan dasar tulisan ini ... hehe ... tips agar kembali semangat nge-blog setelah liburan.

1. Lebih Rajin Menengok Blog


Selama liburan, tidak bisa dipungkiri, kita menikmati kehidupan fana dan melupakan sejenak blog ini. Hayo unjuk jari yang juga begitu! Hehe. Saya sendiri lebih sering di rumah saja dan memeriksa to do list. To do list ini dipegang sama Thika Pharmantara dan Enu (teman si Thika yang tinggal di rumah). Setiap hari bakal nanya ke mereka: apa yang sudah, apa yang belum? Atau, mereka yang bakal bilang ke saya: hari ini jadwal kita membikin stik keju, Ncim. Yang seperti itulah.

Tapi, pada tanggal 7 Juni 2019, setelah Idul Fitri hari kedua, saya mulai membuka tautan blog sendiri. Mulai melihat banyaknya sarang laba-laba haha. Kemudian, saya juga mulai membuka e-mail untuk memeriksa pemberitahuan ini itu. Maka, menyuntik semangat nge-blog pada diri sendiri, saya mulai membikin daftar kegiatan selama liburan. Ini bermanfaat sebagai bahan dasar menulis/konten blog. Kalau bukan diri kita sendiri, siapa lagi?

2. Bikin Daftar Kegiatan Selama Liburan


Membikin daftar kegiatan selama liburan itu menyenangkan. Bagi saya, liburan Idul Fitri 2019 sangat penuh berkah dan cerita. Banyak sekali kegiatan bermanfaat selain menyiapkan ini itu untuk menyambut hari raya. Tidak perlu semua kita catat/daftar sebagai bahan menulis usai liburan, cukup yang penting-penting saja. Misalnya, saya harus menulis tentang tamu-tamu spesial yang datang ke rumah, piknik Idul Fitri hari kedua, sampai paket kiriman dari Ilham Himawan. Yang tidak perlu detail saya tulis adalah tentang kudapan tradisional/pasar yang juga disuguhkan di meja *ngikik*. 

3. Menulis Seri (Horeday)


Bukan rahasia lagi, blog saya mempunyai tema harian. Tapi tahun ini saya kembali dari liburan dengan cerita-cerita yang bukan tema harian. Kembali pada poin  nomor dua di atas, saya sudah punya daftar kegiatan selama liburan, daftar-daftar itu harus ditulis lah. Ibarat dunia stand up comedy, premisnya ada, tinggal bangun set up dan ciptakan punch line. Salah satu Horeday adalah tentang sharing public speaking dan dunia stand up comedy. Ya ya ya baiklah, saya sertakan saja semua seri Horeday di sini.

Horeday #1: The Legend Cookies Choco & Cheese Stick
Horeday #2: Sharing Public Speaking dan Dunia SUC
Horeday #3: Pharmantara Big Family and Happy Eid Raya
Horeday #4: Tamu-Tamu Spesial di Hari Super Spesial
Horeday #5: Piknik Encim and The Gank di Pantai Aeba'i
Horeday #6: Well Done! I Finished My Stone Project
Horeday #7: Rejeki Anak Solehah dari Makassar

Kisah-kisah Horeday memang sangat personal yang bahkan mungkin sangat tidak bermanfaat bagi kalian yang membacanya. Tapi saya suka. Hehe.

4. Kembali Pada Tema Harian


Hyess. Setelah menulis apa-apa di luar kebiasaan harian blog ini, saya kembali pada tema harian. Semacam prolog yang telah selesai dilanjutkan dengan cerita inti. Selamat datang kembali #SeninCerita, #SelasaTekno, #RabuDIY, #KamisLima, #PDL di hari Jum'at, dan #SabtuReview

5. Kembali Blogwalking


Inilah kegiatan yang belum sempurna saya lakukan. Ternyata tahun ini setelah Idul Fitri saya harus sedikit renggang blogwalking karena dinding dapur yang rubuh akibat perbuatan akar pohon yang jahat. Tapi, terima kasih akar pohon ... pada akhirnya dapur basah, bagian paling belakang rumah, kini memiliki wajah baru. Yuhuuuu.

⇜⇝

Semoga lima tips di atas dapat membantu kalian untuk kembali semangat nge-blog. Saya sendiri punya satu bonus yaitu Kelas Blogging Tuteh yang anggotanya mulai rajin menyetor tautan tulisan baru yang di pos di blog mereka. Kerennya lagi tulisan mereka sesuai dengan ilmu akademik yang dipelajari di bangku kuliah: antara budaya dan fisika misalnya. Kan bagus itu ... suka sekali pokoknya. Nanti saya bakal mengulas tentang mereka. Insha Allah.

Baca Juga: 5 Youtuber Ende

Bagaimana dengan kalian kawan? Tetap semangat nge-blog?



Cheers.

5 Kudapan Lebaran


Terlalu dini? Itu yang ada di pikiran saya saat mulai menulis pos ini sambil mendengarkan suara seksi kekasih impian James Arthur. Anggap saja di video musik itu dia menyanyikan Say You Won't Let Go untuk saya seorang. Ha ha haaaa. Balik lagi ke terlalu dini tadi. Saya merencanakan pos ini untuk Kamis depan, tapi kuatir hari libur bakal bikin saya libur nge-blog juga sampai selesai Idul Fitri, sehingga tidak ada salahnya menulis sekarang. Lagi pula, seandainya Kamis depan masih bisa nge-blog di sela-sela kesibukan mengganti atap rumah (LOL!), saya masih bisa menulis tentang menu andalan di rumah kami. Selalu, ya, selalu ada ide untuk menulis.

Baca Juga: 5 Youtuber Ende

Setiap rumah pasti punya kudapan andalan, kudapan favorit, yang disiapkan menjelang Idul Fitri. Sebut saja kastengel, nastar, puteri salju, dan lain sebagainya. Termasuk juga rumah kami. Selalu ada kudapan andalan yang disiapkan menjelang Idul Fitri. Meskipuuuun, seringnya saya merampok sekian stoples dari rumah kakak-kakak. Haha. Enak kan jadi anak bungsu *kedip-kedip*.

Mari kita cek. Siapa tahu samaan dengan kalian.

1. Stik Keju


Ya ampun! Ini memang paling dicari di rumah saya. Bikinnya juga banyak banget! Sekalian jadi cemilan orang serumah sampai beberapa minggu usai Idul Fitri. Jadi, kalau ada teman yang datang membawa tas mungil dan pulang membawa tambahan kresek berisi stoples, dapat dipastikan isi stoples itu adalah stik keju. Karena konon katanya stik keju bikinan saya itu rasanya di awang-awang, setelah ditelan aroma kejunya itu keluar, dan membikin ketagihan. Demikian juga kadar renyahnya itu yang mereka suka. Jelaaasss bikin hidung saya semakin mekarrrrr hahaha.


Mereka tidak tahu, dibalik stik keju yang renyah, ada lengan yang berotot membikin adonannya. Haha!


Sony, salah seorang sahabat DMBC pada akhirnya memesan stik keju ini ketimbang dia tidak kebagian. Ya karena setiap Idul Fitri, Sony memilih traveling ke mana-mana. Nah, pos soal stik keju ini berikut bahan dan cara membikinnya bisa kalian baca di pos Stik Keju Legendaris. Yang jelas tanpa timbangan untuk menakar bahan-bahannya.

2. Kukis Cokelat


Ini dia kudapan yang juga populer seantero Galaksi Tuteh dan sekitarnya. Kata mereka rasanya enak sih. Awal cerita sampai bikin kukis cokelat ini karena saya pengen bikin kukis yang agak berbeda dari yang pernah ada. Maka main-mainlah saya ke Cookpad yang berlimpah resep, mulai dari resep kuker, bolu, opor, soto, dan lain sebagainya.


Di atas, foto kukis cokelat (depan/bawah) dan kastengel (belakang/atas). Kukisnya tidak ditabur choco chip. Tapi saya pernah membikin yang pakai choco chip. Ini soal estetika saja. Oh ya, kukis cokelat ini menggunakan bahan yang tidak umum seperti nutrijel cokelat dan susu dancow. Sumpah, ini tanpa terigu.

3. Didit Balen


Saya tidak peduli nama yang disebut orang-orang, tetap saja saya menyebutnya didit balen. Dulu, waktu masih berlangganan majalah Aneka (masih imut), ada resep ini di majalah remaja tersebut, dan proses membikinnya pun sama. Nama ini melekat erat di benak saya sehingga sampai saat ini pun masih menyebutnya didit balen. Dan orang-orang menyebutnya bola cokelat.


Aslinya saya tidak menyukai didit balen soalnya paling malas sama proses menghancurkan biskuitnya itu! Tapi ... tapi ... tapi ... Indra Pharmantara paling suka kudapan ini. Dan, kalian tentu tahu di rumah saya itu ada aturan: siapa yang memberi ide, dia yang melaksanakan. Hyess, akhirnya Indra sendiri yang membikin kudapan yang satu ini. Biasanya dia dibantu 'anak' saya Jiel soalnya setiap menjelang Idul Fitri, Jiel dan Mamanya datang ke rumah buat bantu-bantu Mami (saya :p).



Memang menggoda sih ... apalagi kalau tinggal makan! Haha.

4. Brondong


Dulu, waktu masih kecil-kecil, setiap menjelang Idul Fitri kami punya tugas memisahkan kacang dari kulitnya, setelah kacang itu direbus. Kata kami: peje kacang. Untungnya sekarang sudah tidak ada ritual itu lagi karena banyak kacang yang dijual di pasaran dan rasanya enak-enak. Tapi sudah beberapa tahun kami tidak menyajikan kacang goreng, diganti sama brondong dan/atau krupuk melinjo. Ini brondong paling enak memang buat teman nonton filem, gantian sama stik keju *ngikik*.

5. Hasil Rampokan


I am pirates of Pharmantara. Bahagianya jadi anak bungsu itu ya begini, bisa merampok di rumah kakak-kakak. Ada satu kue cantik banget dikasih keponakan, kuker dengan icing berbentuk cewek berjilbab. Tapi sayang saya mencari fotonya tidak ketemu euy. Biasanya hasil rampokan ini jumlahnya bisa sama banyak dengan yang saya bikin sendiri.


Itu dia lima kudapan saat Lebaran yang pasti ada di rumah kami. Itu di luar kudapan lain yang dikirim sama tetangga dan teman-teman seperti aneka puding (termasuk puding kentang yang nyumi itu), aneka bolu/tart, sampai es krim. Intinya adalah semua orang senang, saya juga senang, hidup lebih senang *halah*.

Baca Juga: 5 Menu Breakfast

Bagaimana denga kalian? Bagi tahu yuk di komen :)



Cheers.

5 Youtuber Ende

Gambar Youtube diambil dari Wikipedia.

Youtube sudah jadi 'mainannya' semua orang. Zaman dulu kami yang di Ende sini masih pikir-pikir buat main agak lama di Youtube, sekadar menonton video pun, karena akses internet yang terbatas dan mahalnya bukan kerja main. Zaman sekarang, jangankan sekadar menonton video, mengunggah video pun lancar jaya kayak bis Ende - Larantuka. Huray lah. Meskipun kalian bakal bilang mahal, tapi paket internet dari Telkomsel terbilang murah untuk kami, seratus ribu bisa dapat 12GB, dan bisa dipakai sebulan. Paket internet dari IndiHome pun cukup murah karena dengan tiga ratus lima puluh ribu bisa dapat 10Mbps, bisa dipakai sebulan buat orang serumah ditambah satu dua tetangga.

Baca Juga: 5 Menu Breakfast

Balik lagi ke Youtube.

Gara-gara sering main di Youtube, melihat penambahan satu dua subscriber yang merangkak perlahan, saya jadi suka juga menonton video-video yang diunggah oleh Orang Ende. Videonya macam-macam. Ada video musik, ada video live suatu kegiatan, ada video drama, dan lain sebagainya. Pada akhirnya ada lima Youtuber Ende yang jadi favorit saya. I mean, saya jadi sering menonton video-video mereka. Saya pikir tidak ada salahnya berbagi tentang Youtuber Ende ini dengan kalian. Siapa tahu kalian terhibur sembari mengisi waktu puasa.

Cekidot!

1. Martozzo Hann


Mister Hann yang mengaku handsome ini masih keponakan saya. Kami sering kerja bareng terutama proyek-proyek video dokumenter begitu. Subscribers-nya sudah mencapai 4.820! It's awesome. Channel-nya pun sudah di-monetize. Suatu malam kami berdua mengobrol tentang video-video di Youtube dan saya bertanya tentang pemasukan yang dia peroleh dari channel-nya itu. Angka yang dia sebutkan cukup fantastis. Menurut saya, angka itu fantastis. Saya mengakui Tozzo, demikian saya biasa memanggilnya, terutama kehebatannya menyunting video dengan hasil ciamik. Bagi kalian yang penasaran, silahkan cek channel-nya. Banyak video musik di sana. Jadi, sekalian lihat videonya sekalian mendengar lagu-lagu kami Orang Ende.

2. Ihsan Dato


Om Ihsan, demikian saya memanggilnya, meskipun usia kami tidak terpaut jauh. Om Ihsan, sama seperti saya, adalah pegawai Yayasan Perguruan Tinggi Flores yang menaungi Universitas Flores. Bedanya saya adalah anggota UPT Publikasi dan Humas sedangkan Om Ihsan adalah KTU Fakultas Teknologi Informasi. Subscribers-nya saat ini mencapai 1.578! Video-video di channel Youtube milik Om Ihsan banyak bercerita tentang Ende. Jadi, kalau kalian ingin melihat lebih dekat tentang Ende, silahkan berkunjung ke sana. Mulai dari Ende sebagai Kota Seribu Masjid, Penjemputan Romo, Permainan Anak-Anak, Tarian khas Ende, sampai tempat membeli takjil saat Ramadhan. Menurut saya channel Youtube Om Ihsan ini paket komplit.

3. Komsos Keuskupan Agung Ende


Ini dia salah satu channel favorit saya. Mau mencari drama/filem pendek tentang kehidupan, refleksi, terutama tentang Agama Katolik? Silahkan kunjungi channel yang satu ini. Subscribers-nya sudah mencapai 3.666! Selain drama/filem pendek yang diunggah di sana, ada pula kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan Gereja, Sekami, OMK, dan lain sebagainya. Ini channel tidak hanya bagus banget untuk kawan sekalian yang beragama Katolik, tapi juga saya yang beragama Islam, karena drama/filem pendeknya itu menyentuh kehidupan umum manusia. Silahkan dicek ya channel-nya.

4. Luis Thomas Ire


Siapa sih yang tidak kenal Luis Thoma Ire dengan Fiorola Band-nya? Saya pernah menulis tentangnya di pos Putera-Puteri Matahari Dari Timur Negeri. Uis demikian saya memanggilnya, merupakan musisi terjenius dari Kabupaten Ende yang pernah saya kenal. Musik-musiknya, lagu-lagu ciptaannya, super keren. Video musiknya, walaupun ada yang sederhana, tapi sangat mendukung musik/lagu ciptaannya. Terberkatilan kami Orang Ende punya seorang Uis, meskipun darah yang mengalir di dalam tubuhnya adalah darah Manggarai, hehe. Channel Youtube-nya yang punya 574 subscribers itu tidak saja berisi video musik lagu ciptaan sendiri, tetapi juga lagu-lagu yang di-cover. Setiap kali mendengar lagu-lagunya, perasaan saya jadi adeeeeem. Demikian.

5. SUC Endenesia


Saya sendiri yang membikin akun Youtube-nya. Saya juga mengidolakannya. Channel ini masih sangat baru. Subscribers-nya pun baru 10! Tapi saya suka, ha ha ha. Karena di channel ini lah saya dan kalian semua dapat menonton video para komika dan calon komika Ende (dan sekitarnya) ber-stand up comedy. Di channel ini lah kita semua bisa melihat video yang memang lucu, separuh lucu, atau bahkan tidak lucu sama sekali. Tapi, proses yang ditempuh itu yang patut diacungi jempol. Makanya, kalian juga bisa melihat proses para komika melalui video open mic, atau para calon komika melalui video lomba. I love it.


Itu dia lima Youtuber Ende favorit saya. Kalian sendiri, punyakah Youtuber favorit asal kota kalian sendiri? Kalau punya, bagi tahu donk ... siapa tahu saya bisa main ke sana dan menontonnya. Semoga rekomendasi lima Youtuber Ende ini dapat menghibur kalian dan bisa kalian jadikan hiburan sembari mengisi waktu puasa. Semoga.

Selamat melanjutkan puasa!



Cheers.

5 Menu Breakfast


Breakfast, buka puasa, sudah empat kali/hari kita melakukannya di Bulan Ramadhan ini. Tentu menu breakfast ini berbeda dari breakfast harian yang rata-rata Orang Indonesia memakan nasi seperti nasi goreng, nasi kuning, nasi putih dan telur ceplok. Kadang pula memakan roti dan kudapan. Breakfast Ramadhan ini selalu menarik karena menu-menunya khusus terutama penghilang dahaga. Karena kan jarang banget kita break the fast *tsaaaaah* langsung makan makanan berat kayak besi panggang atau batu rica-rica atau tower Telkoms*l bumbu kecap.

Baca Juga: 5 Heroes

Jadi, apa menu buka puasa di rumah kalian selama empat hari ini?

Kalau di rumah saya sih ... 

Setiap kali buka puasa saya pasti sendirian. Sesekali saja ditemani Indra. Soalnya, biasanya setiap kali buka puasa itu si Thika masih kuliah sehingga dia buka puasanya di kampus (bawa bekal dia dari rumah), dan Indra buka puasa di kantor atau di luar rumah karena terbentur jam kerja. Tidak ada jadwal buka puasa ramai-ramai kayak dulu. Sebenarnya saya tidak sendirian karena ada Mamatua, tapi kan Mamatua tidak ikut puasa karena usia (diganti dengan membayar fidyah) sehingga pas buka puasa ya saya baca doa sendiri ya buka puasa sendiri. Pas waktu lowong segera tadaruz karena pengen bisa khatam lagi.

Jadi menu buka puasanya apaaaaaaaa!?

Ada lima menu buka puasa di rumah kami yang tidak pernah terlewatkan. Baik buka puasanya saya sendirian atau bareng Indra (sesekali) dan bareng Thika (Jum'at dan Sabtu dia tidak kuliah). Lima menu buka puasa itu adalah:

1. Minuman (teh botol, kopi susu).
2. Kolak (ketan hitam, kolak ubi, kolak pisang).
3. Risol.
4. Pastel.
5. Kue Jongko.

Dan rata-rata semua dibeli! Kemarin hari pertama puasa si Thika dan temannya Enu membikin kolak pisang mutiara. Bayangkan sampai tadi sore saya harus keluarkan kotak tempat kolak itu dari kulkas dan masih ada isinya. Amboi ... begitulah nasib kalau membikin sendiri kolak. Bikin sedikit, nanggung. Bikin banyak, kebuang. Hiks. Si Indra juga tidak terlalu suka kolak. Rencananya kolak itu kalau banyak mau dibagi ke tetangga tapi lupa terus. Itulah sebabnya kami lebih sering membeli takjil ketimbang membikin sendiri.

Teh botol atau minuman kotak semacam Buavita itu sudah pasti punya Indra dan Thika, sedangkan kopi susu pasti untuk saya hehe. Kalau tidak minum kopi susu bisa koplak kepala saya. Risol dan pastel merupakan favorit serumah dan pasti ada setiap hari. Dibeli di tempat langganan yang nanti bakal saya ceritakan. Harganya cuma 1K per buah dan rasanya enak. Sudah tahu kan rasa makanan bagi saya itu hanya dua: enak dan enak sekali. Hehe. Bagaimana dengan kolak? Siapa yang suka, silahkan pesan supaya dibelikan. Sama juga dengan ketan hitam. Tapi urusan ketan hitam dan kue jongko ini memang musuh besarnya saya; maksudnya saya adalah pecinta berat ketan hitam dan kue jongko, terutama jika ketan hitamnya dicampur es batu. Sadap parskali.

Itu dia lima menu buka puasa terfavorit yang selalu, pasti, ada di rumah kami. Menu tetap alias di luar menu hantaran kakak-kakak hehe.

Baca Juga: 5 Swafoto Terfavorit

Bagaimana dengan kalian, kawan? Bagi tahu yuk di komen :)




Cheers.

5 Heroes


Selamat Hari Pendidikan Nasional. Hari ini Kamis, 2 Mei 2019, kita memperingatinya sebagai Hari Pendidikan Nasional. Banyak upacara, banyak acara, banyak senang-senang. Menulis pos ini, dengan judul 5 Heroes, jadi ingat para pahlawan dalam buku Kick Andy berjudul Heroes. Buku bersampul putih yang menyajikan kisah para pahlawan yang ada di sekitar kita, yang mau berkorban demi orang lain. Akan tetapi, sesuai dengan Hari Pendidikan Nasional dan tema #KamisLima, maka saya menulis tentang lima pahlawan di bidang pendidikan yang bersinggungan langsung dengan hidup saya.


Mereka memang bukan orang terkenal. Tapi dari mereka saya belajar banyak hal baik pendidikan formal maupun non-formal. Banyak pahlawan pendidikan dalam hidup saya yang fana ini, tapi ijinkan kali ini saya memilih lima saja. Boleh kan?

1. Bapa


Kebiasaan di Ende, kami biasanya memanggil Bapak dengan Bapa (tanpa K). Seringnya Suku Lio memanggil Bapak dengan Bapa, Suku Ende memanggil Bapak dengan Baba. Bapa mengajarkan banyak hal pada saya terutama dari lini kreativitas. Bikin kompor listrik berbahan elemen seterika rusak, bikin lampion, memperbaiki sampul buku, mengetik, dan lain sebagainya. Karena mantan polisi rakyat zaman dahulu, Bapa memang keras mendidik kami anak-anaknya. Hebatnya, pendidikan yang keras itu juga disertai dengan kelembutan. Jadi meskipun dikerasin, kami tetap melengket dengan Bapa ha ha ha.

Dari semua hal yang Bapa ajarkan, dan dari yang saya contohi dari perbuatannya, yang betul-betul number one adalah: lakukan suatu pekerjaan dengan sungguh-sungguh. Kalau tidak, segera tinggalkan karena tidak akan ada hasilnya.

Terima kasih, Bapa. Al Fatihah untuk Bapa.

2. Mamatua


Sepasang, orantua, kalau ada Bapa pasti ada Mamatua. Sama seperti Bapa, Mamatua adalah seorang polisi rakyat guru. Kedisiplinan membawa beliau ke kancah Guru Teladan pada masa lampau saat negara ini masih dipimpin Bapak Soeharto. Kalau Bapa sangat keras mendidik kami, dan menyadarkan bahwa tidak semua keinginan dapat terpenuhi, Mamatua lebih kepada  keras yang 'dingin'. Bayangkan saja, hukuman anak sekolah zaman itu diterapkan pula di rumah. Amboiii saya pernah satu jam berlutut di atas garam kasar hanya karena tidak belajar!

Dari semua hal yang Mamatua ajarkan, dan dari yang saya contohi perbuatannya, yang sangat saya hafal omongan Mamatua adalah: Non, shalat dan ngaji. Tidak ada yang bisa membantu kita selain Allah SWT. Sambil tangan memilin tasbih.

Terima kasih, Mamatua. Love you tumbe'e tumbe'e (sungguh-sungguh).

3. Kak Narsis


Kak Narsis adalah pahlawan pendidikan dalam bidang agama yang super sabar dan menganggap saya seperti adik kandungnya sendiri. Tinggal bersama keluarganya yang adalah tetangga kami, hampir setiap sore Kak Narsis ke rumah untuk mengajari saya mengaji! Guru mengaji ke-sekian. Dari Kak Narsis saya belajar bahwa kesabaran itu perlu terutama kalau berhadapan dengan murid sebadung saya. Haha. Kak Narsis pula yang rajin mengobati lobang telinga saya yang luka parah karena terlalu sering dibersihkan.

Terima kasih Kak Narsis, saya sudah dua kali khatam Al Qur'an loh, masih kalah sih sama Mamatua.

4. Ibu Ernesta Leha


Saya mengenal Ibu Eta saat bekerja di Universitas Flores. Waktu itu dalam hati saya berkata, ibu ini betul-betul perfect. Cantik, seksi, cerdas pula! Banyak hal yang diajarkan oleh Ibu Eta pada saya, terutama saat beliau masih menjabat Sekretaris UPT Publikasi dan Humas Uniflor. Tapi dari semua yang pernah saya pelajari dari beliau, yang paling tertancap kuat di dalam benak saya adalah: bagaimana mengubah sesuatu yang serius menjadi konyol. Kalian pasti tidak percaya bahwa hampir tiap hari, waktu itu, saya terpingkal-pingkal mendengar komentar Ibu Eta terhadap berita-berita yang dibacanya di koran. Secara tidak langsung Ibu Eta mengajarkan pada saya tentang hidup yang selalu diibaratkan sebagai koin dengan dua sisinya itu.

Karena Ibu Eta lah saya pernah menerima beasiswa khusus dari Yapertif untuk karyawati (yang katanya berprestasi) selama setahun. Pendidikan itu penting. Oh ya, selamat pula untuk Ibu Eta yang baru-baru ini diwisuda. Sekarang gelarnya menjadi Dr. Ernesta Leha, S.E., M.Agb. Yuhuuuu. 

5. Oma Mia Gadi Djou


Oma Mia, demikian kami memanggil beliau, adalah sosok penulis yang sangat menginspirasi. Buku-bukunya dicetak secara privat dan dibagikan secara privat pula. Saya adalah orang yang memindahkan tulisan tangan Oma Mia ke lembaran MS Word. Nampaknya, hanya saya yang berjodoh dengan huruf alias tulisan tangan beliau. Hehe.

Baca Juga: 5 Momen Paskah

Mengetik cerita-cerita yang ditulis Oma Mia tidak saja menghibur namun sekalian memberikan manfaat kepada saya sebagai si tukang ketiknya.


Bagaimana, kawan ... siapa pahlawan pendidikan dalam hidup kalian?



Cheers.

5 Swafoto Terfavorit


Dari pos tentang Lomba Selfie Pemilu 2019, kalian tentu sudah tahu bahwa pada hari pencoblosan Rabu 17 April 2019 kemarin telah diselenggarakan Lomba Selfie Pemilu 2019 oleh KPU Kabupaten Ende. Foto yang dilombakan adalah foto hasil swafoto baik selfie maupun wefie yang dikirim ke halaman Facebook PPID KPU Kabupaen Ende. Total hadiah sejumlah Rp 12.000.000 untuk sepuluh pemenang itu lumayan kan. Peserta lomba bahkan tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun. Hanya bermodal swafoto di TPS dan memenuhi syarat lainnya, kreatif dan unik, dikirim ke halaman Facebook PPID KPU Kabupaten Ende, dapat hadiah.

Baca Juga: 5 Patterns

Bersama Om Eddy Du'e dan Willy Zino, dua fotografer profesional, saya turut menjadi juri lomba ini. Proses penjurian berlangsung sejak Rabu hingga Minggu (lima hari), termasuk pada hari Minggu itu juri dan EO bertemu Bapak/Ibu Komisioner KPU Kabupaten Ende. Banyak perkara yang dibahas, mulai dari para juara lomba yang sudah ditentukan oleh juri serta alasan dibalik kemenangan mereka, hingga perkara lain yang bersifat rahasia alias tidak boleh saya tulis di blog haha. 

Dari tiga puluh foto yang dipilih, melalui diskusi yang alot kemudian tersaring sepuluh foto juara, dengan rincian Juara I sampai Juara Haparan III, dua Juara Foto Tergenic, dan dua Juara Foto Terunik. 

Tapi, seperti biasa, saya punya lima foto terfavorit dari sepuluh foto para juara. Kenapa itu menjadi foto favorit saya ... mari kita simak.

1. Anastasia Lawera dan Kawan-Kawan


Puluhan kali saya harus bolak-balik me-reload lini massa PPID KPU Kabupaten Ende demi melihat foto unggahan baru. Yang jelas, semua foto yang terpilih harus diunggah pada hari Pemilu tersebut, dikirim bukan di-tag, swafoto, ada nuansa TPS, dan unik. Sampai batas waktu yang ditentukan saya sudah menyetor foto-foto pilihan saya pada anggota juri lainnya. Oh, tentu, pada akhirnya saya memilih foto ini sebagai foto terfavorit versi saya.


Ide orisinil. Paling unik dari yang terunik. Sungguh luar biasa. Niat banget kan? Pakai roll-rambut (sudah lama banget tidak melihat perempuan pakai roll-rambut), panci, baskom, wajan, dan lain sebagainya. Kalau boleh saya berpendapat temanya adalah: Genk Hebring dan Hak Pilihnya. Haha. Pada akhirnya mereka pun meraih Juara I dari Lomba Selfie Pemilu 2019 ini.

2. Izha Umar Ra'i Se'a


Pertama melihat foto ini, dibanding foto-foto lainnya, satu elemen yang paling menonjol adalah selempangnya. Elemen kedua yang menonjol dan saya suka adalah kaos yang dipakai si jilbab hitam yang bertulis Kelimutu National Park. Kalian tahu kan, Kelimutu National Park merupakan salah satu identitas Kabupaten Ende.


Melihat selempangnya ini, saya pikir ini termasuk peserta yang juga niat banget mengikuti Lomba Selfie Pemilu 2019. No golput! Sesuai pesan KPU untuk para millenials. Memilih dan menjadi bijak bukan hanya milik orangtua, kaum muda pun demikian. Uh she up kata Thika mah hahaha.

3. Anggreany Renata Huki


Aaah. So clean. So fresh. So white. So happy. Begitu melihat foto ini, perasaan jadi adem gitu, manapula gigi gingsulnya bikin iri, haha. Ini foto punya komposisi yang serba pas untuk sebuah swafoto, menurut saya. Pemilik foto pun sangat good looking.


Wajah cerianya seakan mengajak orang lain untuk turut ceria, bersama-sama, merayakan Pemilu, yang merupakan pesta rakyat Indonesia. Sehari-hari saya memanggilnya Ar. Eits, tapi bukan karena kami saling kenal dan dia lantas menjadi juara. Oh no no no. Obyektifitas adalah poin pertama saat menjadi juri. Kelayakan dia menjadi juara pun diakui oleh anggota juri lainnya.

4. Anjelina Seda


Ini termasuk foto favorit saya karena apa saudara-saudara? Siblings in dominant blue! Kalau dipikir, ini foto unik dan langka. Karena, kapan lagi ada swafoto pas Pemilu dengan anggota keluarga baik kandung dan sepupu ngumpul heboh begini? Makanya, menurut saya ini foto ciamik, termasuk dalam terfavorit versi saya.


Warna-warna di dalam foto ini saling merangkul. Dimulai dari kursi-kursi di TPS. lantas saudara/i yang baju biru mengapit yang berbaju merah dan kuning. Kan asyik ini. Sudah pasti niaaaatttt.

5. Ve Joseph Tena


Yess! She's so metal! Hehe. Sejak mula, gayanya yang metal begini sudah menjadi perhatian para juri. Unik kan ya. Karena dari semua peserta lomba ini, yang foto dengan gaya jari metal ya si Ve.


Terima kasih, Ve, sudah memberi warna lain pada Lomba Selfie Pemilu 2019. Saya percaya dia punya segudang ide apabila lomba-lomba semacam ini digelar ... di tahun-tahun mendatang. Sumpah, saya sangat percaya.


Bagaimana dengan kalian, kawan? Apakah kemarin ada lomba semacam ini di daerah kalian? Kalau ada, pasti seru ya, dan jurinya juga pusing memilih karena diikuti oleh lebih banyak orang, terutama untuk kabupaten yang jauh lebih besar/luas dari Kabupaten Ende. Kalau ada lagi lomba semacam ini, saya memilih untuk jadi peserta ah. Soalnya Juara I saja mendapat hadiah Rp 2.500.000 loh. Hahaha. Penyerahan hadiah dilakukan Kamis, 25 April 2018 di kantor KPU Kabupaten Ende.

Baca Juga: 5 Gaya Zawo Zambu

Nah, lepas Lomba Selfie Pemilu 2019, pada akhirnya rencana sejak 3 April 2019 harus kami laksanakan. Saya, Udo Petruz, dan Andi Ginta. Lomba Stand Up Comedy ENDEnesia. Seharusnya lomba ini digelar tanggal 27 April 2019 tapi diundur hingga 5 Mei 2019. Soal ini bakal saya bahas di lain kesempatan. Tentu, selain sebagai penyelenggara, saya juga sebagai jurinya. Uuuuh she upppp.

#LifeIsGood
#ItMustBe



Cheers.