Arsip Kategori: #KamisLegit

Bagi Kami Tanaman Itu Ibarat Anak, Janganlah Kalian Curi



Bagi Kami Tanaman Itu Ibarat Anak, Janganlah Kalian Curi. Tanaman? Tanaman yang dicuri saja dibahas, Teh? Iya, saya merasa penting menulis ini karena ternyata di dunia ini ada banyak orang-orang malas yang tega mencuri tanaman milik orang lain. Tanaman itu bisa sayuran, buah-buahan, bisa pula bunga. Dan, kebanyakan bunga. Hahaha. Bukan sekali dua saya membaca status Facebook teman-teman yang mengeluh bunga-bunga mereka dicuri tanpa perasaan. Namanya juga pencuri, mana punya perasaan dianya. Bahkan pernah dalam sehari ada tiga status Facebook lewat di beranda dengan isi serupa. Bunga mereka dicuri! Amboiiii. Saya tahu rasanya ketika bunga dicuri. Betul. Saya pernah mengalaminya. Padahal apa sih bunga yang dicuri itu bukan sejenis Aglonema yang harganya ratusan ribu bahkan jutaan, hanya kaktus biasa. Tapi biar bagaimanapun perasaan saya hancur berkeping-keping.


Apa sebab orang-orang begitu sewotnya ketika tanaman mereka, sayur mereka, bunga mereka, dicuri? Kalian ingin tahu? Sini saya kasih tahu. 

1. Uang


Kok uang? Lha iya. Kita sedang berbicara tentang dunia fana yang mana untuk memperoleh sesuatu yang dijual oleh orang lain, dilakukan dengan cara membeli. Membeli, menurut hemat saya, pasti pakai uang. Lain ceritanya kalau kalian berada di pasar dengan sistem barter. Memangnya apa saja sih yang dibeli oleh orang-orang yang menggemari tanaman (sayuran, buah-buahan, bebungaan) ini?


a. Bibit/Anakan Tanaman

Bibit dalam kemasan plastik-klip atau dikenal dengan plastik obat dipatok Rp 2.000 sampai Rp 5.000 per bungkus. Tapi bibit, khususnya bibit sayuran yang kemasan pabrik, dipatok antara Rp 20.000 sampai Rp 30.000 per bungkus. Sedangkan anakan tanaman bervariasi. Anakan daun kemangi dipatok Rp 5.000 per pollybag. Anakan mangga dipatok Rp 30.000 per pollybag. Bagaimana dengan Aglonema? Nah, silahkan kalian cari harganya karena ... wuih ... mahal. 

b. Bokasi

Bokasi adalah pupuk yang dibuat dari kotoran hewan, sekam, dedak, dan lain sebagainya. Setelah proses fermentasi, bokasi dikemas dan dijual. Saya membeli bokasi seharga Rp 15.000 per ... nah saya lupa ini berapa beratnya. Haha. Ukuran karung setengah buat beras itu lah pokoknya. Bokasi saya manfaatkan sebagai penyeimbang tanah. Karena tidak semua tanah bersifat sama (bagus) maka ada tanah yang harus saya campur bokasi sebelum diletakkan di dalam pollybag atau pot.

c. Pupuk/Booster

Memangnya kamu juga memakai pupuk, Teh? Iya dong. Hehe. Ada pupuk yang saya beli di Toko Sabatani atau Toko Mitra Tani, namanya Pocnasa, botol paling besar seharga Rp 45.000. Kadang-kadang saya diberi booster buatan sendiri sama Cahyadi. Bagi saya pribadi, pupuk ini penting, karena semua tanaman tidak langsung ditanam di tanah. Maklum, beranda belakang Pohon Tua itu 95% sudah disemen. Nah, tanah di dalam pollybag tentu akan mengalami masa jenuh. Oleh karena itu, pupuk sangat penting untuk semua tanaman saya.

d. Wadah (Pollybag/Pot)

Untuk tanaman sayuran saya memakai pollybag, untuk bebungaan saya memakai pot. Pollybag semua ukuran dipatok Rp 30.000 per kilogram. Sedangkan pot harganya tergantung ukuran, jenis, dan warna. Paling murah Rp 2.500 per pot dan paling mahal yang pernah saya beli itu Rp 30.000 per pot.


e. Peralatan

Ada peralatan juga? Iya. Ada. Karena tidak menemukan sekop kecil untuk berkebun mini, saya membeli sendok semen. Atas sarannya Cahyadi sih. Hahaha. Selain itu saya juga membeli alat penyemprot tanaman hingga pisau khusus kebun mini. Saya lupa harganya, soalnya yang membeli si Thika dan Melly. 

Bertolak dari pengalaman pribadi, saya memang harus menghemat pengeluaran yang tidak perlu such as jajan demi bisa membeli bibit sayuran, bokasi, pupuk, peralatan, pollybag, hingga pot cantik! Untungnya sekam saya peroleh melalui jalur gratisan. Hehe. Jadi kalau ada yang bilang berkebun itu hobi yang murah dibandingkan hobi fotografi. Itu keliru. Karena hobi yang satu ini juga membutuhkan uang yang tidak sedikit. Lima poin di atas belum saya tambahkan dengan rak tanaman (rak kayu maupun rak besi).


2. Waktu


Menjalankan semua hobi pasti membutuhkan waktu; lebih tepatnya meluangkan waktu. Mempunyai tanaman membikin kita digelayuti rasa tanggung jawab yang besar akan kehidupan makhluk hidup lainnya. Setiap pagi dan sore ada Mama Sia, Melly, atau Yoan, yang membantu saya menyiapkan airnya. Setiap pagi dan sore sudah ada jadwal khusus untuk menyiram semua tanaman. Kalau sore hari tidak sempat, maka malam hari saya pasti berada di beranda belakang untuk menuntaskan tanggung jawab harian ini. Sampai-sampai saya bilang: lebih baik saya tidak mandi ketimbang tanaman tidak disiram. Ha ha ha. Maklum, semakin banyak tanaman, kebutuhan air juga semakin meningkat!

3. Tenaga


Pastilah. Tanpa tenaga, mana bisa melakukan itu semua? Ada lelah. Tapi lelah terbayarkan ketika melihat tanaman tomat dan terung berbuah, bisa memanen sawi dan kangung hampir setiap minggu, melihat bunga mawar mekar dengan indahnya, setiap pagi melihat bunga pukul sembilan warna-warni bermekaran. Inilah surga. Ada perasaan yang dag-dig-dug setiap harinya. Dag-dig-dug menunggu bibit atau anakan tumbuh, dag-dig-dug menunggu dia berbunga, dag-dig-dug menunggu dia berbuah, dag-dig-dug menunggu waktu panen.

Oleh karena itu, bagi kami tanaman itu ibarat anak, janganlah kalian curi.



Kami mengandungnya, kami melahirkannya, kami merawatnya, membesarkannya. Kalau kalian curi, hancurlah perasaan kami. Sewot? Sudah pasti! Mamak mana yang tidak sewot ketika anaknya dicuri?


Menulis ini karena saya turut merasakan betapa hancurnya perasaan ketika satu pot bunga dicuri oleh ... oleh pencuri. Bagaimana perasaan Mami Lina Doke ketika belasan Aglonema-nya dicuri dalam semalam? Sulit melupakannya. Mungkin si pencuri harus diajarkan untuk memulai menanam tanaman apa pun, agar dia tahu rasanya ketika apa yang ditanamnya dicuri orang. Ibarat kita mengikuti suatu kompetisi tetapi yang menang adalah orang yang tidak mengikuti kompetisi tersebut.

Bagaimana dengan kalian, kawan?


Cheers.

5 Manfaat, 5 Tips, 5 Quotes, dan Pos Rangkuman Lainnya


5 Manfaat, 5 Tips, 5 Quotes, dan Pos Rangkuman Lainnya. Hai kalian semua, para pembaca BlogPacker, baik para blogger maupun yang bukan blogger. Apa kabar? Semoga kalian baik-baik saja dan selalu semangat mengikuti himbauan dan/atau aturan dari pemerintah untuk memerangi Covid-19. Jika pekerjaan kalian bisa dilakukan di rumah, dan dari rumah, tetap #DiRumahSaja. Jika pekerjaan kalian memang harus dilakukan di luar rumah, jangan lupa protokol yang wajib diikuti seperti memakai masker, menjaga jarak dengan orang lain, jangan menyentuh wajah (mata, hidung, mulut) sebelum mencuci tangan menggunakan sabun dan/atau hand sanitizer, dan bila perlu apabila telah kembali ke rumah wajib mandi. Semua itu dilakukan bukan untuk kebaikan diri kita sendiri dan keluarga tercinta, melainkan juga untuk kebaikan orang lain.

Baca Juga: 5 Kegiatan Yang Saya Lakukan Saat Di Rumah Saja

Bagi para blogger, work from home dan e-learning tentu memberi banyak waktu untuk nge-blog. Termasuk saya. Banyak ide-ide bermunculan untuk menulis konten blog terutama tentang suasana daerah kita pada masa pandemi Covid-19 ini, dan apa saja kegiatan yang dilakukan saat berada di rumah untuk waktu yang lebih lama dari hari-hari biasa. Saya pribadi masih tetap menulis konten blog berdasarkan tema harian yang telah disepakati bersama diri saya sendiri. Haha. Dan berdasarkan hasil mengamati statistik blog sehari-hari, ada konten-konten tertentu yang, ternyata, bertrafik sangat tinggi dibandingkan konten lainnya. Padahal, konten-konten itu bukan yang paling baru. Artinya, tema dari konten-konten itu memang paling banyak dicari oleh netizen, terutama melalui (menyangkut) pencarian di Google.

Saya membayangkan kata dan/atau kalimat kunci yang dicari oleh netizen di Google.

Minyak ikan paus. 

Manfaat minyak ikan paus.

Lidah buaya dan kegunaannya.

Lidah buaya untuk luka bakar.

Komentar Disquss.

Dan lain sebagainya ...


Atau, bisa jadi saat mereka scroll up-down linimassa Facebook dan Twitter milik saya, mereka menemukan tautan yang dibagikan (konten tersebut). Kalau dari grup WA atau WAG sih rasanya sulit, karena sudah lama sekali yang membagi tautan konten tersebut di atas karena konten-konten itu dipos tahun 2018. Selain itu, kalian juga bisa melihat berdasarkan data sumber lalu lintas di bawah ini:


Sebagai mesin pencari, Google masih menduduki peringkat paling atas.

Konten-konten tentang berbagai manfaat, kegunaan, tips, obat, dan sebangsanya merupakan konten yang paling banyak dilihat dan/atau dibaca. Tidak usah mencontoh orang lain, saya pribadi paling terakhir mencari tahu di Google tentang manfaat spirulina. Iya, karena saat ini sedang mengonsumsi spirulina dan diketawain sama Thika dan Melly. Kata mereka: Encim minum masker wajah. Hahaha. Bisa dikatakan konten tentang rangkuman baik manfaat, kegunaan, tips, obat, quotes, dan lain sebagainya, merupakan konten yang paling banyak diminati. Kalian tentu ingat tayangan televisi On the Spot bukan? Itu merupakan tayangan rangkuman. Kalian juga pasti ingat TenTik bukan? Itu merupakan situs tentang rangkuman. Makanya saya pernah membikin tema #RabuLima sedangkan tema #KamisLima masih berjalan sampai sekarang bergantian dengan tema #KamisLegit.

Pertanyaannya sekarang adalah apabila saya sendiri tahu bahwa konten tentang berbagai manfaat, kegunaan, tips, obat, dan sebangsanya yang merupakan konten rangkuman sangat digemari, mengapa tidak meneruskan dan/atau memperbanyak konten-konten semacam itu? Karena ini blog pribadi, kawan. Dan saya menginginkan blog ini menjadi semacam majalah kehidupan dengan berbagai cerita di dalamnya. Bukankah hidup ini penuh cerita dan penuh warna? Hehe. Ada begitu banyak cerita, kegiatan, hasil karya, pengalaman, yang ingin saya bagi dengan kalian semua. Oleh karena itu kalau ada yang bilang saya idealis ... bisa jadi. Mungkin, kalau rajin, saya bakal membikin blog sendiri dan mengkopi semua pos tentang berbagai manfaat ke blog baru itu. Kalau rajin loh ya. Jadi ... kita lihat saja nanti.

Baca Juga: Katanya Saat Wabah Covid-19 Urusan Pernikahan Lebih Lancar

Bagi kalian para blogger yang ingin mencoba menaikkan trafik blog-nya, boleh dicoba konten-konten seperti ini. Yang judulnya ada kata manfaat atau tips atau kegunaan. Tapi ingat, jangan click bait, ya. Tulislah konten yang orisinil dan isi konten sesuai dengan judul. Supaya apa? Supaya tidak berdosa. Haha. Kebayang kan pembaca mengumpat pemilik blog karena tulisannya tidak sesuai dengan judul, pun tulisan itu merupakan hasil kopi-tempel dari mana-mana alias bukan tulisan orisinil. Menulis tulisan orisinil itu mudah kok. Mulailah dari pengalaman sendiri.

Semoga bermanfaat!

#KamisLegit



Cheers.

Katanya Saat Wabah Covid-19 Urusan Pernikahan Lebih Lancar

Pada pernikahan Aram dan Mila.

Katanya Saat Wabah Covid-19 Urusan Pernikahan Lebih Lancar. Sejak himbauan jarak sosial yang kemudian menjadi jarak fisik diberlakukan, pesta pernikahan menjadi sorotan masyarakat. Ya, terhitung sejak jarak sosial diberlakukan, ada satu pesta pernikahan di Kota Ende digelar sangat meriah layaknya pesta pernikahan pada hari-hari normal. Ribuan orang berkumpul untuk merayakan pernikahan pasangan tersebut. Saya pikir, karena masih awal, tidak terlalu menjadi masalah, meskipun ada status Facebook satu dua orang yang menyayangkan pesta tersebut. Saya sendiri memposisikan diri sebagai si empu pesta. Rencana yang sudah disusun sejak tahun 2019 kemudian batal begitu saja kan ... sayang. Hehe. Untungnya waktu pesta tersebut berlangsung, dengan sangat meriah, Kabupaten Ende (bahkan mungkin Provinsi NTT) masih berstatus zona (sangat) hijau. Kalau sekarang sih saya belum tahu pasti ... setelah video viral pengakuan seorang lelaki tentang dirinya yang positif Covid-19 tapi tidak merasakan apa-apa di tubuhnya.

Baca Juga: Sering Diabaikan Namun Proses Kreatif Harus Kita Nikmati

Fast forward, langsung pada menikah di saat wabah Covid-19 yang katanya urusannya lebih lancar. Benarkah demikian? Dari begitu banyak status WA dan status Facebook, saya melihat satu dua tulisan tentang: nikah sudah sekarang, pangkas biaya pesta.

Wow. Hahaha.

Wajar saja ketika ada yang menulis seperti itu, terutama Orang Ende, karena memang demikian adanya. Dalam adat Suku Ende, perihal pesta ini sudah dimulai sejak Buku Pelulu ketika pihak calon pengantin laki-laki datang melamar calon pengantin perempuan. Aneka kudapan disiapkan oleh masing-masing pihak. Berdasarkan adat Suku Ende, sebelum pihak calon pengantin laki-laki datang ke rumah pihak calon pengantin perempuan, pihak calon pengantin laki-laki ini sudah menyiapkan aneka kudapan yang disuguhkan untuk keluarga dan tetangga yang datang. Keluarga dan tetangga ini nantinya bersama-sama keluarga inti berbondong-bondong pergi ke rumah pihak calon pengantin perempuan. Di rumah calon pengantin perempuan pun, keluarga dan tetangga yang menunggu kedatangan pihak pengantin laki-laki beserta keluarga dan tetangganya, juga disuguhi aneka kudapan. Bagi saya, meskipun skalanya kecil, ini pun disebut pesta. Defenisi pesta menurut saya pribadi adalah ketika di situ ada banyak orang, makanan, dan musik.

Itu baru Buku Pelulu-nya, belum lagi kegiatan menjelang pernikahan, serta drama-drama yang terjadi. Ugh, biaya itu pasti ada.

Pernikahan dan pesta ibarat dua sisi mata uang koin. Yang satu tidak bisa jalan sendiri tanpa yang lain. Kalau ada yang tidak sependapat dengan saya dan contoh Buku Pelulu di atas belum sepenuhnya dipahami, ini ada contoh lain. Dalam pernikahan agama Islam, misalnya, setelah ijab kabul alias Islamic marriage contract, tentu pihak keluarga tetap menyiapkan kudapan dan makanan usai ijab kabul kan? Itu namanya pesta juga, meskipun skalanya juga kecil, karena ijab kabul biasanya hanya dihadiri oleh orang-orang penting saja seperti Penghulu, Saksi, Orangtua, dan keluarga serta tetangga terdekat. Jadi, saya akan tetap menulis pernikahan dan pesta itu ibarat dua sisi mata uang koin. Sampai di sini kita sependapat dulu, ya. Jangan protes lagi. Hahaha *pemaksaan*.

Ketika ada yang menulis menikah di saat wabah Covid-19 memangkas biaya pesta dan urusan lebih lancar, saya pikir-pikir dulu. Bukaaaaan, bukan karena saya mau menikah, ha ha ha. Jadi begini ... menikah, dalam kondisi apa pun, tetap mengeluarkan biaya. Besar atau kecil biaya, tergantung, tetapi besar atau kecilnya biaya pun tidak seberapa jauh bedanya. Tetap ada biaya yang dikeluarkan. Biaya yang paling pasti adalah mengurus perijinan menikah. Mulai dari menyiapkan dokumen, menggandakan dokumen, pas foto, dan biaya lain-lainnya. Biaya berikutnya adalah pakaian. Kita boleh saja bersikap masa bodoh tetapi penghormatan dan penghargaan pada diri sendiri itu penting. Menikah, insha Allah, terjadi satu kali seumur hidup. Oleh karena itu, berilah penghormatan dan penghargaan pada diri sendiri dengan memakai pakaian yang baik; pakaian pengantin. Biaya berikutnya adalah kamar pengantin yang perlu dihias. Biaya berikutnya, ini penting, berhubungan dengan konsumsi. Mau paling sederhana pun, seperti hanya menyiapkan kopi - teh - kudapan, tetap ada biayanya. Tetap ada. 

Biaya yang tidak dikeluarkan saat melangsungkan pernikahan saat wabah Covid-19 hanya biaya pesta (besar) dengan undangan ribuan orang. Pesta itu memang memakan cukup banyak biaya selain konsumsi. Mencetak undangan butuh biaya, juga perlu memikirkan biaya gedung dan dekorasi. Tapiiii ada kok orang yang melangsungkan pesta pernikahan usai ijab kabul (pagi hari), dilanjutkan dengan ramah-tamah sederhana, dan bubar menjelang Shalat Dzuhur. Biaya? Tetap ada! Haha.

Urusan memperlancar segalanya pun saya pikir tidak. Justru pada saat wabah Covid-19 urusan tidak lancar-lancar amat. Kita harus menjaga jarak, memakai masker, sering mencuci tangan ... hal-hal yang tidak sering kita lakukan pada hari-hari normal. Biasanya pergi ke studio foto untuk foto pas bakal buku nikah, langsung selonong ke ruang foto, sekarang harus cuci tangan dulu di depannya. Biasanya kumpul-kumpul malam Deba sebelum hari pernikahan, pasti dilarang lah, karena saat ini pihak berwajib sangat ketat dan selalu membubarkan kerumunan. Di kompleks perumahan saya pernah itu anak-anak muda yang sedang berkumpul dibubarkan oleh polisi yang patroli. Lari tunggang-langgang lah mereka.

Kesimpulannya apa, Teh?

Baca Juga: Mengurai Makna Karantina Diri Sendiri dan Liburan

Kesimpulannya adalah: kalau ada yang bilang saat wabah Covid-19 urusan pernikahan lebih lancar, itu keliru. Saya tidak bilang salah loh ya, tapi keliru. Urusan tidak mendadak menjadi lebih lancar. Biaya tidak mendadak jauh jatuhnya. Biaya tetap ada dan perbedaannya hanya pada urusan pesta, mau pesta kecil atau pesta besar. Itu saja sih. Hehe.

Bagaimana menurut kalian?

#KamisLegit



Cheers.

Mengurai Makna Karantina Diri Sendiri dan Liburan


Mengurai Makna Karantina Diri Sendiri dan Liburan. Virus Corona menjadi kosakata baru yang karib di kuping masyarakat global. Bermula pada 31 Desember 2019 di mana Cina menyampaikan kepada World Health Organization (WHO) tentang beberapa kasus pneumonia yang tidak biasa di Wuhan. Wuhan sendiri merupakan kota pelabuhan di Provinsi Hubei Tengah dengan jumlah penduduk 11 Juta orang. Virus itu dikatakan tidak diketahui. Seperti yang dilansir oleh Aljazeera, beberapa orang yang terinfeksi bekerja di Pasar Grosir Makanan Laut Huanan di kota itu, yang ditutup pada 1 Januari 2020. Ketika para ahli kesehatan bekerja untuk mengidentifikasi virus di tengah meningkatnya kekhawatiran atas fenomena ini, jumlah infeksi melebihi empat puluh. FYI, pneumonia adalah kondisi di mana seseorang mengalami infeksi yang terjadi pada kantung-kantung udara dalam paru-paru orang tersebut.

Baca Juga: 5 Buku Self Improvement yang Wajib Kalian Baca

Timeline lengkap tentang virus Corona dapat kalian baca pada situs Aljazeera di atas. Yang jelas WHO secara resmi menamai penyakit akibat virus Corona dengan nama Covid-19. Virus itu mematikan karena sejauh ini telah memakan korban sekitar 5.700 orang dan menginfeksi lebih dari 152.000 orang di seluruh dunia, sebagian besar di Cina. Virus ini pun 'bertamu' ke Indonesia dan menindih tumpukan permasalahan yang dihadapi Indonesia terutama permasalahan interen yang tidak ada habis-habisnya karena politik. Menimbulkan kepanikan massal sih mungkin belum, karena sejauh yang saya amati masyarakat Kota Ende masih baik-baik saja, belum sampai pada tahap memburu masker dan hand sanitizer. Anyhoo, meskipun tidak memburu masker dan hand sanitizer namun saya sendiri memang sudah menyiapkan hand sanitizer dan senantiasa mencuci tangan.

Apa anjuran pemerintah kepada masyarakat Indonesia menyikapi permasalahan ini? Tentu masyarakat diharapkan untuk melakukan social distancing. Artinya, masyarakat diharapkan untuk mengurangi jumlah aktivitas di luar rumah, serta mengurangi interaksi dengan orang lain, karena disinyalir hal itu dianggap dapat mengurangi kontak tatap muka langsung. Karena kita tidak tahu apakah lawan bicara; teman, tetangga, tamu, terinfeksi virus Corona atau tidak. Secara, gejala seseorang terinfeksi virus Corona hampir sama dengan gejala flu/influenza. Membaca artikel tentang ini, saya berpikir tentang betapa senangnya orang-orang yang anti-social. Tanpa dihimbau pun mereka sudah melakukannya. Males ah gaul sama keleeen. Berikutnya, bagi yang keluar rumah dan kembali ke rumah wajib mencuci tangan. Membaca artikel tentang ini, saya jadi ingat bahwa banyak orang yang langsung mandi setelah pulang/tiba di rumah. Tanpa dihimbau pun aslinya mereka sudah rajin mandi, sekaligus cuci tangan.

Tidak hanya social distancing. Kita juga mendengar istilah lockdown. Social distancing dilakukan oleh masyarakat atas kesadarannya sendiri, sedangkan lockdown merupakan upaya/tindakan pemerintah untuk menutup dan/atau menonaktifkan secara paksa sejumlah lokasi. Lockdown tidak saja tindakan menutup paksa sejumlah lokasi agar tidak dikunjungi masyarakat, tetapi juga lockdown suatu negara agar tidak terjadi masuk-keluar-nya orang yang diduga membawa virus Corona. Bahkan saya mendengar kabar ASN di Provinsi NTT untuk sementara dilarang masuk-keluar provinsi. Kalau kalian punya informasi lebih lengkap tentang larangan ini, mohon koreksi dan komen di bawah.

Di kota besar seperti Jakarta, lockdown telah dilakukan, dan himbauan social distancing pun sudah mendahului lockdown tersebut. Namun yang terjadi, masyarakat justru berbondong-bondong pergi liburan karena tempat kerjanya dan/atau kampusnya di-lockdown. Padahal kita tahu bahwa lockdown tidak berfungsi apa-apa jika masyarakatnya masih beraktivitas dan/atau bersosial seperti sediakala. Oleh karena itu, jari-jari saya menjadi gatal untuk menulis pos yang satu ini. Hehe. 

Berita yang dilansir CNN mengatakan bahwa Tom Hanks dan isterinya yaitu Rita Wilson mengkarantina diri sendiri setelah keluar dari rumah sakit di Queensland, Australia, setelah menjalani isolasi selama lima hari karena positif virus Corona. Artinya ada kesadaran dari aktor senior tersebut. Kesadaran untuk mengkarantina diri sendiri. Mengkarantina diri sendiri berarti kita sendiri yang sadar dan melakukannya dengan cara lebih sering berada di dalam rumah, social distancing, menghindari keramaian, serta tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain. Hal itu lebih mudah dilakukan terutama oleh orang-orang yang secara resmi tempat kerjanya dan/atau sekolah dan/atau kampusnya telah di-lockdown oleh pemerintah. Libur tambahan? Ya. Libur tambahan yang diwarnai perasaan was-was.

Coba kalian bayangkan apabila social distancing harus dilakukan sementara kantor dan/atau kampus tidak di-lockdown. Sulit tentu melakukannya. Itu ibarat dipaksa kawin tapi pasangannya belum disediakan oleh semesta. Eh? Haha. Ooops.

Tetapi makna social distancing apalagi lockdown kemudian disamaratakan dengan liburan. Bukannya mengkarantina diri sendiri, libur karena lockdown justru dimanfaatkan untuk the real liburan. I mean, orang-orang malah pergi berlibur ke lokasi wisata secara bersama-sama alias berbondong-bondong. Pertama, perbuatan itu menghasilkan premis logika:

a. Kantor diliburkan karena virus Corona.
b. Kampus diliburkan karena virus Corona.
c. Semua orang libur karena virus Corona.
d. Jadi, mari kita liburan ke tempat wisata.

Karena di tempat wisata tidak ada virus Corona(?).

Ke-dua, perbuatan itu jelas telah menyalahi aturan social distancing. Ke-tiga, dengan demikian orang-orang itu tidak akan pernah tahu dua dari lima ratus orang mungkin sudah terinfeksi virus Corona. Ke-empat, bikin macet dan menjadi bahan omongan. Ke-lima, seandainya terinfeksi, bakal menambah beban tugas para tenaga medis. Padahal, mencegah jauh lebih baik dari mengobati.

Baca Juga: Gitaran? Saya Selalu Memainkan Lima Lagu Favorit Ini

Makna mengkarantina diri sendiri jelas beda dengan liburan. Mengkarantina diri sendiri bisa sama dengan liburan, tapi liburan tidak sama dengan mengkarantina diri sendiri. Mengkarantina diri sendiri, di dalam rumah misalnya, dilakukan karena kantor dan/atau kampus di-lockdown pemerintah, artinya jelas libur dari segala aktivitas utama/harian. Sedangkan liburan tidak sama dengan mengkarantina diri sendiri karena liburan dilakukan bisa di rumah saja, bisa pergi ke tempat wisata, bisa ke restoran dan museum bersama keluarga. Dan pada tahun 2020, ada banyak libur panjang yang menanti. Haha haha haha. Jangan terlalu serius membaca, gengs.

Bagi kita yang ada di Kota Ende, apa yang harus dilakukan?

1. Selalu memakai masker apabila ke luar rumah.
2. Hindari keramaian.
3. Hindari kontak fisik dengan orang lain.
4. Rajin mencuci tangan.
5. Pulang ke rumah sekalian mandi lah.

Semoga pos ini bermanfaat!

#KamisLegit



Cheers.

Menonton Video Ramalan Capricorn di Youtube Bikin Senang


Menonton Video Ramalan Capricorn di Youtube Bikin Senang. Siapa di sini yang masih suka membaca ramalan bintang? Suatu kali saat sedang memindahkan tulisan Oma Mia Gadi Djou dari buku beliau ke lembaran MS Word, salah satu materi tulisan beliau adalah tentang ramalan bintang. Dan itu benar sekali, kawan, zaman dulu itu ramalan bintang selalu ditunggu kehadirannya di koran, tabloit, dan majalah. Ramalan bintang selalu terbit setiap minggu antara Senin atau Sabtu. Saya termasuk orang yang juga rajin menunggu ramalan bintang, terlebih dulu waktu masih siaran di Radio Gomezone saya memegang salah satu program bernama Biar Bintang Bicara (BBB). Meskipun bersifat ramalan, namun ramalan bintang selalu menjadi semacam kado mingguan yang ditunggu banyak umat. Hehe.

Baca Juga: Sering Diabaikan Namun Proses Kreatif Harus Kita Nikmati

Ramalan itu, selain ramalan bintang, ada juga ramalan shio. Jadi, selain Aries, Taurus, maupun Gemini, kita juga kenal tikus, kambing, maupun macan. Ada juga terawang yang memadukan keduanya. Misalnya bagaimana karakter Libra jika dia bershio ular, atau bagaimana kehidupan Sagitarius jika dia bershio kelinci. Asyik juga kalau membacanya. Ada yang percaya, ada yang tidak percaya, ada yang membacanya hanya untuk sekadar tahu. Hidup itu misteri. Kita tidak pernah tahu pasti apa yang menunggu di depan sana, tetapi manusia juga dianugerahi dengan firasat. Firasat ini kadang perlu ditanggapi serius karena bisa saja ... saja bisa ...

Saya berbintang Capricorn, bershio kambing. Capricorn merupakan makhluk mitologi yang dilambangkan dengan kambing gunung. Bisa kalian bayangkan ketika seorang Capricorn juga bershio kambing? Hyess! Dobel kambing kan jadinya. Ya saya ini, si kambing itu. Hahaha. Dengan angkuhnya saya sering menulis bahwa Capricorn tidak perlu berusaha menuju puncak atau menjadi juara karena dasarnya dia adalah penghuni puncak (kambing gunung). Capricorn sudah menjadi juara sejak semula jadi. Silahkan keplak kepala saya untuk kesombongan itu. Tapi saya butuh jawaban dari pertanyaan yang satu ini: apakah semua Capricorn bershio kambing? Yang tahu, silahkan komentar.

Kebiasaan saya menonton Upin Ipin dan Larva sebagai pengantar tidur. Pada suatu malam, saya ketiduran dan terbangun dengan kondisi Youtube di telepon genggam menampilkan ramalan tarot. Entah waktu itu di channel apa dan apa yang diramal. Setelah memenuhi urusan di kamar mandi dan kembali ke tempat tidur, lantas iseng mengetik: ramalan Capricorn 2020. Ndilalah hasil pencarian videonya banyak sekali, gengs! Terkejut. Sumpah. Tidak menyangka. Karena selama ini kan saya memang tidak pernah menonton video ramalan hahaha. Semangat berapi-api, saya mencari video ramalan tarot khusus untuk Capricorn baik cinta, karir, maupun kesehatan.

Berdebar-debar.

Lalu tersenyum.

Malam itu tidur saya berlanjut dengan pulas.

Besoknya ... saya kembali mencari ramalan yang sama di Youtube, menonton dari satu video ke video lain. Rata-rata ramalan tarot Capricorn untuk tahun 2020, khususnya Maret 2020, sangat bagus. Karir bagus, cinta bagus, kesehatan ... harus mau berkonsultasi soal kesehatan dengan pakarnya alias orang-orang dari dunia medis.

Menarik!

Karir


Capricorn dikatakan bakal baik karirnya. Kalau sudah begitu, keuangannya juga bakal bagus. Itu kesimpulan dari beberapa video yang saya tonton. Jenis-jenis kartunya sih tidak saya ingat. Pokoknya bagus begitu kata si pembaca kartu tarot. Apabila Capricorn bukan pekerja kantoran yang biasanya ada jenjang karir, maka keuangan dari pekerjaannya diramalkan bagus. Hanya saja, selama Bulan Maret, meskipun keuangan boleh dibilang cihuy banget, Capricorn selalu berpikir dua kali untuk mengeluarkan uang. Mana yang betul-betul penting saja. Itu yang saya rasa memang harus dilakukan oleh semua orang. Karena, uang susah didapat, kerja setengah mampus, janganlah dihambur-hamburkan. Berhenti berfoya-foya. Hahaha. Tapi kalau mau traveling, lakukan! Itu sih kata saya *ngikik*.

Cinta


Deg-degan banget waktu nonton video ramalan tarot pada bagian percintaan. Pertama: ramalan itu betul (istilahnya resonate ya?) pada tahun 2019. Hancurnya perasaan Capricorn tidak dapat diwakilkan dengan kata-kata. Banyak Capricorn yang menyetujui bahwa percintaannya di tahun 2019 sampai pada titik paling dasar *garuk-garuk kepala*. Bagaimana dengan saya? Rahasia. Karena saya tidak mau lah memburai isi perut ke publik *halaaah*. Hahaha. Di tahun 2020, karena dekatnya Capricorn dengan Saturnus, maka percintaannya baik. Ada video ramalan yang mengatakan bahwa Capricorn bakal nikah sama seseorang yang sudah lama beredar dalam kehidupannya, ada yang bilang Capricorn bakal balik sama mantan, dan lain-lainnya. Pokoknya untuk percintaan Capricorn jauh lebih beruntung dari tahun 2019.

Benarkah demikian?

*hompilah-hompimpah sama dinosaurus*.

Kesehatan


Seperti yang sudah saya tulis di atas, kesehatan Capricorn harus dikonsultasikan sama ahlinya. Yeaaa saatnya ke dokter atau melakukan general check up.


Membaca tulisan di atas, Capricorn pasti senang. Itu juga yang saya rasakan sebagai seorang Capricorn sekaligus sebagai si kambing. 

Baca Juga: Ternyata Semua Khayalan Saya Dijawab Oleh Drama Korea

Siapa sih yang tidak senang jika diramalkan keuangannya bakal baik, dan percintaan juga bakal baik? Semua orang pasti senang lah. Namun yang namanya ramalan, tetaplah ramalan. Kalau tidak resonate (dalam dunia ramalan kartu tarot), ya jangan marah apalagi mengamuk. Karena ramalan itu bersifat umum untuk semua Capricorn kan. Kecuali kalian berhadapan langsung sama si peramal, face to face, yang artinya ramalan tersebut bersifat pribadi. Byuuuuh. Setidaknya menonton video ramalan Capricorn di Youtube bikin senang lah. Senaaaang banget. Siapa tahu bisa melepaskan status jomblo. Haha haha haha. Mengkhayal tidak habis-habis.

Sudah ah.

Kalau kalian mau juga, silahkan carilah video ramalan zodiak kalian sendiri di Youtube. Jangan kaget karena ... banyaaaaak!

#KamisLegit



Cheers.

Gitaran? Saya Selalu Memainkan Lima Lagu Favorit Ini


Gitaran? Saya Selalu Memainkan Lima Lagu Favorit Ini. Seperti yang sudah sering ditulis sebelumnya, saya suka gitaran sambil bernyanyi, tapi saya bukan pemain gitar dan bukan penyanyi. Perpindahan kunci-kunci dasar saja masih bisa bikin jari-jemari terantuk di senar dan saling membelit. Bernyanyi saja tidak pernah 100% memenuhi nada. Tapi sebagai si tukang ngotot, tentu saya acuh sama kekurangan-kekurangan tersebut. Maafkanlah hamba. Hehe. Impian untuk bisa seperti Alanis Morissette, Jewel, atau Meredith Brooks masih menghantui sampai dengan saat ini. Kalau ada dari kalian yang tidak tahu siapa mereka, berarti masa remaja saya jauh lebih bahagia *dikeplak*. Saya bahkan sering merekam video saat sedang gitaran. Karena kualitasnya bakal bikin Youtube mencret maka tidak pernah dipublis di sana. Cukup dijadikan status WA saja. Makanya, kita temenan di WA, donk. Nomor WA saya ada di right bar.

Baca Juga: 5 Hal Yang Menghambat Saya Menulis dan Menyelesaikan Novel

Umumnya orang-orang yang tidak fasih gitaran akan memilih lagu-lagu pop, super slow, gemulai, dengan perpindahan kunci yang lama. Tapi karena saya ini si tukang ngotot, maka lagu-lagu yang dimainkan justru rata-rata bukan lagu bertempo lambat. Kalau itu masih belum cukup, ngototnya saya juga bisa dilihat pada proses pencarian kunci paling mudah dari lagu-lagu yang boleh dibilang sulit. Itu kan koplak. Makanya saya sering diketawain sama Mas Yoyok perihal kunci-kunci ini. Dia memang sering membantu, membantu membikin saya pusing tujuh keliling. Lha ... sudah tahu jari saya kesulitan sama kunci Bm, Cm, F#m, dia sering banget pilih kunci-kunci itu. Alhamdulillah ada Arya Nara. Silahkan cek channel Youtube Arya Nara kalau kalian ingin bisa gitaran, bernyanyi, menggunakan kunci-kunci alternatif paling mudah.

Akhir-akhir ini ada lima lagu yang paling sering saya nyanyikan sambil gitaran. Ada yang saya rekam videonya, ada pula yang berlalu begitu saja.

Mau tahu lagu-lagu tersebut?

Cekidot!

1. Love Yourself, Justin Bieber


Kita mulai dari Love Yourself oleh Justin Bieber. Sekitar tahun 2016 s.d. 2017 saat masih siaran di Radio Gomezone Flores (radio online) saya dan Mas Yoyok sering meng-cover lagu. Salah satunya Love Yourself. Lagu ini bertempo cukup cepat dengan lirik/kalimat panjang. Menyanyikan lagu ini cukup mudah bagi saya pribadi meskipun bahasa Inggrisnya kacau. Haha. Tapi memainkan kunci-kuncinya ... tunggu dulu. Sampai kemudian saya menonton video Arya Nara di Youtube. Baru saya bisa memainkannya sambil bernyanyi. Manapula dalam video tersebut Arya Nara juga memberikan tutorial cara menggenjreng. Jreng! Jreng! Maka jadilah. Mengingat Valentine sudah dekat, kalian janganlah coba-coba memainkan lagu ini di depan si dia apalagi di depan gebetan. Bisa bubar jalan.


Subhanallah. Saya benar-benar jatuh cinta dengan lelaki di dalam foto. Sayangnya, karena hujan saya tidak sempat berkenalan dengannya, karena kami kemudian ngetem di lapak berbeda. Mungkin kalian bakal bertanya, memangnya saya berani berkenalan dengannya? Berani donk! Untuk lelaki seperti itu, saya pasti berani. Sekadar mengajaknya mengobrol, berteman, haha hihi, kenapa tidak? Di sini saya menjadi semakin percaya bahwa setiap perjalanan mempunyai ceritanya sendiri-sendiri. Alhamdulillah saya diberikan pemandangan indah begitu oleh Allah SWT.

Pelabuhan Ende, Samba, Simpang Lima


Proses yang satu ini juga sangat saya nikmati. Waktu itu kami terpisah di mana saya, Yoyok, Violin, dan Natalia pergi ke Pelabuhan Ende untuk syuting footage-nya Nata. Sedangkan Arand, Tri, dan Man, pergi ke Barai menjemput Oedin untuk kemudian bergabung dengan kami di pelabuhan. Jujur, sudah beberapa bulan saya tidak mengumpulkan footage, apalagi mengarahkan subyek video. Tapi saat Nata mulai menari, sesuai renjananya, saya jadi lebih bersemangat mengarahkannya. Setelah saya, gantian Yoyok yang merekam aksi-aksi Nata, sampai kemudian rombongan dari Barai tiba di Pelabuhan Ende.

⇜⇝

Jadi, jelas ... bagi kalian yang sering mengabaikan proses kreatif, coba deh mulai memerhatikannya. Bandingkan saat kalian tidak menikmatinya atau menganggapnya sebagai angin lalu, dengan saat kalian menikmatinya dengan sungguh.

Baca Juga: Sebuah Seni Untuk Melepaskan Sesuatu Yang Bukan Milik Kita

Bakal banyak banyak yang kita perhatikan dari sekitar ketika kita menikmati suatu proses, termasuk proses kreatif. Bakal banyak yang kita pelajari dari sekitar ketika kita menikmati suatu proses, termasuk proses kreatif. Detil-detil yang sering terlewatkan, bakal menjadi suatu cerita tersendiri ketika kita menikmati proses kreatif. Ayo, berhenti terburu-buru, mari nikmati!

#KamisLegit



Cheers.