5 Yang Unik dari Ende (Bagian 2)


Setiap daerah di Indonesia pasti memiliki hal-hal unik. Keunikan ini telah ada bersama kehidupan masyarakat dan tumbuh berkembang dari zaman ke zaman. Misalnya keunikan Didong, kesenian dari Aceh yang dimulai sejak zaman Reje Linge XIII. Para seniman Didong dikenal dengan sebutan Ceh. Di dalam kesenian ini ada nilai-nilai religius, keindahan, dan kebersamaan. Peralatan yang digunakan adalah bantal dan tepukan tangan pemainnya.

Apabila Didong dari Aceh terlalu jauh, maka di Ende ada satu kegiatan yang disebut minu ae petu (minum air panas). Minu ae petu dilakukan oleh pihak yang hendak menyelenggarakan hajatan seperti pernikahan dan khitanan. Untuk keperluan pernikahan, minu ae petu hanya dilakukan oleh pihak calon pengantin laki-laki; mengundang kaum kerabat, tetangga, teman-teman, untuk duduk menikmati air panas dan tentu menyumbang sejumlah uang kepada tuan rumah. Menyumbang sejumlah uang ini bukan tujuan utama minu ae petu tapi kebersamaan merangkul kaum kerabat untuk suatu perayaanlah yang utama. Minu ae petu pun bukan berarti tamu yang datang hanya disuguhi air panas, melainkan teh, kopi, kudapan, hingga makan besar.

Baca Juga : 5 Kelas Blogging

Setelah menulis 5 Yang Unik dari Ende (Bagian 1) yang juga bisa dibaca di blog yang ini, saatnya saya menulis 5 Yang Unik dari Ende (Bagian 2). Dari Bagian 1, kalian tentu tahu bahwa keunikan-keunikan ini saya kumpulkan dan tulis untuk bakal sebuah buku yang entah kapan terbitnya berjudul Endelicious. Bagi saya keunikan setiap daerah wajib diketahui oleh orang lain di luar daerah tersebut. Kalian tahu, betapa senangnya saya mendengar cerita Benny Reo, seorang sahabat yang dulu pernah bertugas di Pulau Sumba, saat dia bercerita tentang podhu, budaya mencari jodoh yang supeeeeer unik. Cerita tentang podhu tidak saya peroleh saat berada di Pulau Sumba. Intinya kira-kira seperti itu; saya juga ingin seperti itu, bisa menceritakan hal-hal unik dari daerah saya sendiri.

Sebelumnya, mari kita lihat apa saja 5 yang unik dari Ende bagian pertama:

1. Nama Unik.
2. Ende si 'Anak' Tengah. 
3. Dua Suku, Dua Bahasa.
4. Kami Penyingkat Kata.
5. Lima Menit Itu Memang Ada.

Melanjutkan keunikan Ende berikutnya ... cekidot!

1. Darat, Laut, Udara

Kabupaten Ende yang, dalam skala masyarakat di Pulau Kalimantan - misalnya disebut kecil, punya moda transportasi yang lengkap. Transportasi darat, transportasi laut, dan transportasi udara. Bahkan tahun 2003-an, Mami Yovita Atmadjaja sering saya godain karena waktu itu Banyuwangi belum punya bandara. Bandara Blimbingsari di Banyuwangi baru dibuka 29 Desember 2010. Moda transportasi darat didukung oleh jalan trans-Flores dari Labuan Bajo sampai Flores Timur yang tentu melintasi Ende sebagai 'anak' tengah. Moda transportasi laut didukung oleh Pelabuhan Bung Karno, Pelabuhan Ippi (I dan II), pelabuhan-pelabuhan lain yang mendukung bisnis dan perekonomian, serta pelabuhan rakyat. Moda transportasi udara didukung oleh Bandara H. Hasan Aroeboesman. 

Ini unik. Kabupaten sekecil ini punya prasarana transportasi darat, laut, dan udara. Komplit!

2. Gunung dan Pantai yang Tetanggaan

Bu Jokoooo ada termos es? Qiqiqi. Menulis tetanggan, saya jadi ingat iklan sirup penurun panas anak zaman baheula itu. Di Kabupaten Ende, gunung dan pantai itu tetanggaan. Terkhusus di Kota Ende, kalian bisa melihat Gunung Meja, Gunung Ia, berada di daerah tanjung, sementara di Teluk Ende kalian bisa melihat perahu-perahu nelayan berbaris. Kalau orang bilang asam di gunung garam di laut bertemu dalam satu belanga, maka di Ende yang namanya asam dan garam itu kalau mau ketemu ya ketemu saja. Haha!

Baca Juga : 5 Hasil Daur Ulang

3. Dua Lokasi Untuk Petani Batu

Di Ende ada dua lokasi petani batu yang sangat terkenal. Yang pertama adalah Pantai Penggajawa dimana para petani batu mengumpulkan batu-batu laut. Yang kedua adalah Samba dimana para petani batu menambang dan mengumpulkan batu-batu gunung. Dulu saya pernah bikin filem dokumenter tentang petani batu Samba, tapi sudah lupa disimpan di mana gegara laptop dan hard disk eror.

4. Kaya Corak Tenun Ikat

Kalian pasti tahu bahwa di Indonesia ini ada dua kain hasil kerajinan tangan yang bisa dipakai bolak-balik yaitu songket dan tenun ikat dari NTT. CMIIW alias correct me if I'm wrong. Nah, di Kabupaten Ende sendiri tenun ikat bukanlah sekadar hasil kebudayaan yang dipakai oleh laki-laki dan perempuan atau cinderamata yang diburu wisatawan. Tenun ikat merupakan lambang kebanggaan pemakainya berdasarkan corak, jenis, dan cara pembuatan. Saya pernah mengikuti lomba video dokumenter yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Video itu saya beri judul: Tenun Ikat, Karya Jenius dari Ende. Videonya masih ada tapi sayang belum saya unggah ke Youtube. Waktu itu masih pakai Ulead versi lama sehingga kualitas video tidak segarang kalau ngedit pakai Sony Movie Studio Planitum.

Kalian akan tahu bahwa tenun ikat berjenis Kembo itu harganya paling mahal karena proses pembuatannya dan bahan yang digunakan, jika dibanding tenun ikat berjenis Mangga atau Kelimara.

5. No Woman No Cry, No Jambret No Copet

Haha. Istilah ini sebenarnya berasal dari sahabat saya Ilham Himawan, sahabat yangmana kalau nongkrong kita punya aturan: tidak boleh berbicara tentang cerita yang sama. Oke, apa maksud poin nomor lima ini? Maksudnya adalah di Ende sulit ditemui adanya jambret dan copet. Kalaupun ada, sekali dua terjadi fenomena itu, langsung diciduk oleh polisi. Karena Ende ini kecil, kawan. Saya pernah kecurian laptop sekitar tahun 2013. Tapi berkat tetangga dan kecilnya Kota Ende, empat hari kemudian kami menyambangi rumah si Tina (namanya Tina emang) dan akhirnya laptop pun kembali ke tangan saya padahal si laptop sudah di tangan pembeli.

Waktu saudara saya dari Surabaya datang ke Ende, dia terheran-heran melihat kunci sepeda motor kadang dilepas di sepeda motor tanpa kuatir. Dia takut bukan main sepeda motornya dimaling. Hehe. Kemalingan sepeda motor memang bisa terjadi tapi sepuluh jari tangan bakal berlebih untuk menghitungnya.

Masih banyak yang unik lainnya dari Ende, tapi tentu tidak di pos ini. Nantikan di pos berikutnya.

Mari, kawan. Kita eksplor keunikan daerah kita masing-masing. Karena, kadang keunikan itu tidak tercetak di buku panduan wisata. Misalnya, cungkil mahatari, suatu istilah yang ... psstt ... not now. Hehehe :)

Baca Juga : 5 Tanaman Dapur di Rumah

Yuk ke Ende.



Cheers.

5 Yang Unik dari Ende (Bagian 1)


Waktu jadi penyiar radio alias radio jockey di Radio Gomezone saya selalu menuntut diri sendiri untuk lebih kreatif. Urusan kreatif ini, (ceritanya) pernah sudah hampir lelap terus sesuatu yang horor disebut ide terlintas. Langsung saya meloncat dari ranjang lantas menghidupkan laptop. Demi apa? Demi berusaha menjadi yang unik dengan ide yang terlintas itu; agar mudah dikenang dan sulit dilupakan. Kreatifitas itu berhubungan dengan program-program yang menarik pendengar, dan isi program itu haruslah berbobot agar kita tidak terkesan menjual kucing dalam karung. Sialnya, ide selalu muncul pada saat yang tidak kita duga; sudah hampir lelap, atau saat sedang ngetem di kamar mandi, atau saat sedang rapat di ruangan big boss.

Baca Juga:
 
For wai ai, menjadi penyiar itu tidak semudah cuap-cuap di depan cermin, jika itu yang kalian bayangkan. Otak harus terus di-klik-kanan dan pencet tulisan refresh.

Saya menjadi penyiar Radio Gomezone sejak tahun 2004. Radio (FM) tersebut lantas mati (suri) pada tahun 2009 karena satu dan lain sebab. Tahun 2016 radio tersebut kembali mengudara tetapi lewat jalur online. Lagi, karena satu dan lain sebab Radio Gomezone kembali mati (entah suri atau tidak), dan itu yang belum saya ketahui sampai sekarang. Apakah ada rencana untuk kembali menggeliatkannya atau tidak. Entah. Tetapi, yang perlu diingat, Radio Gomezone merupakan radio anak muda yang paling populer pada masanya dengan kunjungan Gomezoner (julukan untuk pendengarnya) ke studio itu bisa ... ah ... entahlah berapa banyak. Saya selalu kekenyangan setiap kali ada Gomezoner yang berkunjung ha ha ha.

Sebagai manajer operasional dan produser, salah satu tugas saya adalah membikin program. Tahun 2004-an, membikin program tidak sesulit tahun 2016, saya mengalami itu. Tahun 2016, harus putar otak kanan-kiri memikirkan bakal program (kece) untuk diudarakan di radio ini. Saya sendiri kemudian memegang program Variety Show yang mengudara setiap Senin - Sabtu, pukul 19.30 - 21.30 Wita, diantaranya Repeater, Review, Focus, Ngobras, Backpacker, sampai Tuwan Saturday Night Show.

Dibikin oleh Yoyok Purnomo.

Backpacker itu program yang menurut saya keren sekali. Kalau sudah mau mengudara Backpacker, sel-sel di tubuh saya seakan sedang menari rokatenda hahaha. Mengapa demikian? Karena saya dan Iwan Aditya (partner siaran) sama-sama tukang jalan. Selain itu, saya dan Martozzo Hann (partner videografer) sering jalan-jalan dan membikin video singkat tentang lokasi kita jalan-jalan itu (zigizeo). Ada saja yang selalu bisa kita bahas di program Backpacker. Salah satunya berjudul Yang Unik dari Ende!

Ide tentang yang unik dari Ende ini sebenarnya berasal dari tulisan di bakal buku saya yang berjudul Endelicious. 


Mungkin tulisan ini bakal dipos di blog atau harus dicarikan penerbit, nantilah. Yang jelas di dalam naskah itu saya menulis tentang hal-hal unik dari Ende yang ternyata ... banyak! Akhirnya yang unik dari Ende ini menjadi salah satu tema/bahasan di program Backpacker.

Oleh karena itu, kali ini saya ingin mengajak kalian untuk mengenal lima hal yang unik dari Ende (bagian 1, akan ada bagian 2, dan seterusnya kalau memang masih ada hahah).

Apa saja sih yang unik dari Ende?

Mari kita simak.

1. Nama Unik

Ende sudah ketahuan unik dari namanya saja. Kalian sering membaca SBY (Surabaya) atau DPS (Denpasar) kan? SBY dibaca Es Be Ye. Sama juga, DPS dibaca De Pe Es. Tetapi ND dibaca En De. Itulah keunikan terhakiki dari Ende. hehe. Jangan heran kalau kalian melihat anak muda memakai kaos yang tulisannya hanya dua huruf: ND. Dia pasti berasal dari Ende, our beautiful city.

2. Ende si 'Anak' Tengah

Kabupaten Ende berada di Pulau Flores. Tahukah kalian, titik tengah Pulau Flores berada di Kabupaten Ende? Titik tengah itu berada di KM 17 arat Timur dari Kabupaten Ende. Ada sebuah batu yang ditempeli prasasti bertulis Floresweg Geopend dengan tahun yang tertera 1925. Karena keberadaannya di tengah Pulau Flores ini lah maka mempermudah siapa pun yang hendak ke Barat maupun ke Timur. Asyik kan?

3. Dua Suku, Dua Bahasa

Di Ende mentap dua suku yaitu Suku Ende dan Suku Lio. Suku Ende ini di bagian pesisir Kota Ende sampai Nuabosi dan Nangapanda. Suku Lio di bagian Timur hingga perbatasan dengan Kabupaten Sikka (pemetaan secara garis besarnya seperti itu). Dua suku ini punya bahasa dan dialek yang berbeda yaitu bahasa Ende dan bahasa Lio. Jangan harap kalian yang bisa bahasa Ende sudah pasti bisa bahasa Lio ... belajar, bung :) qiqiqiqi. Pernah ada wacana menambahkan satu etnis yaitu Etnis Nage karena bahasa dan dialeknya agak berbeda, tapi saya belum tahu sampai di mana proses naskah akademik soal itu sekarang.

4. Kami Penyingkat Kata

Sudah tahu sahabat blogger saya, bang @indobrad yang sampai pernah membikin nama situsnya "Kopi Mana?". Kata bang Indobrad nama blog itu terinspirasi dari kami Orang Ende, yang suka menyingkat kata. Orang Ende ini penyingkat kata, perlu diulang. Kau pergi ke mana menjadi kopi mana, saya pergi ke pasar menjadi sa pi pasar, sudah biasa menjadi su biasa, dan lain sebagainya hehe. Kopi Mana di situs bang Indobrad itu merujuk pada dunia traveling-nya yang dimuat di situs tersebut. Cocok!

5. Lima Menit itu Memang Ada

Kalian sering membaca atau mendengar orang bilang, "tunggu lima menit"? Yang seperti itu memang terjadi di Ende, bukan kiasan semata. Kota Ende (Ibu Kota Kabupaten Ende) ini kecil. Panjang kotanya kalau boleh saya bilang hanya sekitar sepuluh kilometer saja. Jadi, tidak ada alasan jika sampai saya terlambat upacara Senin pagi, kecuali memang terlambat bangun. Hehe. Ke sana dekat, ke sini juga dekat.

***
 
Saya percaya daerah kalian juga pasti banyak hal-hal yang unik. Kenapa tidak coba menulisnya? Pasti bakal disukai karena yang unik-unik ini biasanya tidak tertulis di buku panduan wisata. Sama juga dengan pengalaman traveling tidak mungkin muncul di buku panduan wisata, oleh karena itu blog traveling pasti laris manis dikunjungi. Orang bakal lebih suka membaca pengalaman pribadi si traveler.

Bagaimana dengan kalian? Apa saja yang unik dari daerah kalian? Yuk berbagi di kolom komentar!


Cheers.

5 Persiapan Menjadi Mahasiswa (Baru) di Uniflor


Mahasiswa/i semester akhir, khususnya mahasiswa/i Universitas Flores (Uniflor), yang telah selesai mengikuti ujian skripsi boleh bernafas lega. Saat ini mereka sedang mempersiapkan semua berkas untuk pendaftaran yudisium dikarenakan batas akhir pelaksanaan yudisium adalah tanggal 16 Agustus 2018 (CMIWW). Bahkan sebagian besar sudah selesai mendaftar yudisium di program studi masing-masing, tentu dengan melampirkan semua persyaratan yang disyaratkan. Salah satu syarat penting adalah surat keterangan dari prodi: abstrak yang sudah dites tingkat plagiatnya menggunakan software yang standartnya ditetapkan oleh Dikti (tidak lebih dari 50%). Abstrak yang sudah lolos tes plagiarisme ini yang akan diunggah.

Saya dan teman-teman Prodi Ilmu Hukum di Fakultas Hukum justru sedang mempersiapkan kegiatan yudisium yang akan dilaksanakan Insha Allah tanggal 10 Agustus 2018. 



Baca Juga:


Mahasiswa/i aktif mulai merasa bosan karena lamanya waktu liburan sejak akhir puasa, Hari Raya Idul Fitri, sampai sekarang. Mereka masih menunggu calon mahasiswa/i baru selesai mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) sebelum tahun akademik baru dimulai. PKKMB di Uniflor akan dimulai sekitar tanggal belasan (kalau tidak salah 13 Agustus 2018) dengan ragam kegiatan yang telah dipersiapkan oleh panitia. Thika Pharmantara mulai uring-uringan karena keseringan ngorok sampai pipinya tembem. Hihihi.


Bagaimana dengan calon mahasiswa/i (baru)? Atau mereka-mereka yang disebut cama-cami (calon mahasiswa-calon mahasiswi)? Setelah mendaftar dan mengikuti ujian masuk Uniflor (Gelombang I dan Gelombang II) mereka wajib mengikuti kegiatan PKKMB untuk memperoleh sertifikat. Sertifikat PKKMB, atau masih disebut Sertifikat Ordik, menjadi salah satu syarat pendaftaran yudisium, kelak. Tanpanya, berkas kalian dianggap tidak lengkap. Jangan dianggap remeh, ya.

Melepas masa SMA dengan memasuki kehidupan kampus menghadirkan euforia tersendiri. Tapi memasuki kehidupan kampus bukan berarti kalian bisa full time senang-senang hahaha. Beberapa prodi membuat jadwal kuliah pagi pukul 07.00. PGSD di FKIP bahkan menerapkan kewajiban mengenakan seragam warna biru dan cokelat. Beberapa dosen punya aturan tersendiri diantaranya mahasiswi wajib mengenakan rok saat perkuliahan berjalan. Menjadi mahasiswa/i tidak sama dengan melepas semua kegiatan saat masih SMA. Justru kegiatan kalian bakal semakin padat merayap: kuliah - UKM - berbagai kegiatan prodi - berbagai lomba antar kampus - dan lain sebagainya.

Selamat datang di dunia mahasiswa/i Uniflor.

Jadi, apa yang perlu dipersiapkan oleh calon mahasiswa/i (baru) di Uniflor? Berdasarkan pengalaman banyak orang, ini dia rangkuman saya tentang 5 (lima) persiapan menjadi mahasiswa (baru) di Uniflor.



1. Siap Untuk Mengenal Lebih Banyak Orang

Uniflor adalah universitas pertama di Pulau Flores yang kini berusia 38 tahun. Seumuran ini, sudah banyak Sarjana yang ditetaskan. Nah, siapa saja kah yang mengenyam pendidikan di Uniflor?

Yang pertama:
Lulusan SMA/sederajat dari berbagai kabupaten baik kabupaten yang ada di Pulau Flores maupun yang di luar Pulau Flores. Bahkan banyak mahasiswa yang berasal dari Pulau Sumba, Pulau Timor, bahkan Papua.

Yang Kedua:
Bapak / Ibu / Kakak-Kakak pegawai kantoran, baik itu ASN, militer, maupun swasta. 

Karyawan/karyawati Uniflor mengikuti Upacara Senin.

Di Uniflor kalian akan berhadapan dengan ribuan orang (mahasiswa/i, dosen, karyawan, sekuriti, cleaning service, dan tetangga sekitar kampus) dengan karakter mereka masing-masing. Apabila saat SMA rata-rata teman kalian berasal dari suku dan/atau kabupaten yang sama, maka saat kuliah teman kalian akan datang dari banyak suku dan/atau kabupaten. Sama halnya dengan dosen, karyawan, sekuriti, cleaning service, hingga tetangga sekitar kampus seperti kios dan warung makan.

Siap mengenal lebih banyak orang salah satunya adalah singkirkan sifat kalian yang dulunya suka bikin meme soal dialek dan/atau cara hidup teman dari kabupaten sebelah. Lebih baik menghindarinya ketimbang nanti kena jotos karena yang bersangkutan merasa dihina (meskipun maksud kalian sekadar buat lucu-lucuan).

2. Siap Untuk Selalu Rapi

Di Uniflor kalian harus mentaati peraturannya yaitu wajib mengenakan baju berkerah (kalau kaos harus kaos berkerah) dan wajib bersepatu. Kalau soal celana atau rok, mana-mana saja alias bebas. Kecuali aturan beberapa dosen yang mewajibkan mahasiswi mengenakan rok saat perkuliahan. Jangan sampai kalian ditahan oleh sekuriti di gerbang hanya karena mengenakan kaos oblong dan sandal. Semahal apapun harga sandal kalian, tidak akan mampu bersaing dengan sepatu seharga seratusan ribu. 

3. Siap Untuk Menghadapi Sistem KRS Online

Kalau kalian berasal dari daerah yang jarang menggunakan komputer, maka di Uniflor kalian harus siap berhubungan dengan komputer karena KRS dijadwalkan menggunakan sistem online. Setiap prodi menyiapkan komputer untuk kebutuhan yang satu ini. FKIP merupakan fakultas dengan komputer untuk KRS online terbanyak. Sama halnya juga pada saat kalian hendak memeriksa hasil studi atau KHS, silahkan gunakan komputer yang sama. Tapi karena namanya online, maka untuk menjadwal KRS atau sekadar mengecek KHS, kalian juga bisa menggunakan gadget (terlebih jika tidak ingin mengantri). Silahkan akses http://uniflor.ac.id. Username dan password dapat diminta di prodi masing-masing.

Diskusi a la anak Teknik.

Selain itu, di Uniflor, pada semester awal selalu ada mata kuliah komputer (Aplikasi I dan Aplikasi II). Perkuliahannya dilaksanakan di Laboratorium Komputer; tersedia 4 (empat) kelas yang full-ac, LCD, serta masing-masing kelas disediakan sekitar 40 (empat puluh)-an perangkat komputer.

Jangan dianggap remeh ya, Sertifikat Komputer ini merupakan salah satu syarat untuk mendaftar yudisium. 

4. Siap Untuk Menikmati Beragam Fasilitas

A-ha! Kuliah di Uniflor sama dengan siap menikmati beragam fasilitas yang disediakan. Ragam fasilitas tersebut adalah:

Yang Pertama:
Fasilitas tenaga pengajar/dosen yang semuanya Magister dan Doktor.

Yang Kedua:
Fasilitas ruang kelas yang moderen di mana tersedia puluhan kelas untuk ruang kuliah dan setiap kelas tersedia komputer + LCD.

Yang Ketiga:
Fasilitas pembayaran biaya kuliah dengan unit 2 (dua) bank yang terletak di dalam kampus yaitu Bank NTT dan BNI. Jadi kalian tidak perlu lelah pergi ke kantor pusatnya. Selain itu, di Kampus I tersedia ATM-Center untuk Bank NTT, BNI, dan BRI.

Yang Keempat:
Fasilitas untuk KRS Online.

Yang Kelima:
Beasiswa yang dapat diperoleh dengan memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Yang Keenam:
Klinik gratis bagi mahasiswa/i Uniflor dengan dokter Lily Londa dan petugas medis (bidan dan perawat) yang mumpuni.

Yang Ketujuh:
Fasilitas perpustakaan. Perpustakaan utama terletak di Kampus I berdekatan dengan Auditorium H. J. Gadi Djou. Sedangkan setiap fakultas dan prodi mempunya perpustakaannya masing-masing. Buku bukan menjadi masalah karena lengkap! Tinggal mahasiswa/i-nya saja yang kudu rajin. Apalagi di perpustakaan sudah ada sistem komputer jadi tinggal mengetik judul bukunya saja.

Yang Kedelapan:
Fasilitas UKM. UKM ini banyak sekali, silahkan dipilih oleh mahasiswa/i masing-masing. UKM di bidang olahraga (voli, futsal, sepakbola, kempo), UKM choir (Eos Magneta) yang untuk menjadi anggotanya wajib mengikuti sejumlah tes, UKM Mapala yang bernama Flopala, UKM Resimen Mahasiswa (Menwa), dan lain sebagainya. Dulu ada UKM Marching Band tetapi untuk sementara dihentikan. 

Yang Kesembilan:
Free Wi-fi area. Bahkan di beberapa fakultas menyediakan free wi-fi untuk mahasiswa/i-nya selain secara umum titik free wi-fi yang tersebar di Kampus I, Kampus II, dan Kampus III.

Yang Kesepuluh:
Kantin dengan menu terrrr-oke dan murah meriah.

Yang Kesebelas:
Arena olah raga yang sesuai standart seperti lapangan futsal dan lapangan voli. Dulunya arena bulu tangkis terdapat di dalam Auditorium H. J. Gadi Djou, tetapi setelah direnovasi belum dibuat lagi arena untuk bulu tangkis ini.

Yang Keduabelas:
Percetakan dan tempat fokopi Uniflor yang terletak di Kampus I. Kalian tidak perlu kuatir jika ingin fotokopi atau ingin menjilid skripsi.

Yang ke ... aaaah banyak sekali fasilitasnya! Kalian tidak perlu bingung lah kalau kuliah di Uniflor bakal dapat segitu banyaknya fasilitas hahaha. Ini belum lagi fasilitas milik kampus seperti soundsystem; jika kalian ingin bikin acara di aula (setiap fakultas punya aulanya masing-masing), silahkan bersurat, dan pihak teknisi untuk soundsystem akan memasang perangkat soundsystem untuk mendukung kegiatan kalian. Atau ... kalian diwajibkan untuk mengikuti sejumlah kuliah umum/kuliah tamu.

5. Siap Mengembangkan Bakat

Setiap mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan bakat mereka. Paling umum adalah bakat memimpin. Dengan mengikuti ajang pemilihan ketua BEM baik itu BEM tingkat fakultas maupun BEM tingkat universitas, kalian akan menempa diri kalian menjadi pemimpin kelak. Selain itu bakat-bakat yang lain tidak diabaikan; oleh karena itu UKM disediakan bagi mahasiswa. Jenis UKM sudah saya tulis di atas. Salah satunya yaitu Eos Magneta Choir itu selalu tampil saat perhelatan wisuda. Ada pula mahasiswa yang sering didaulat menjadi MC saat kegiatan-kegiatan kampus. 

Universitas Flores, Mediator Budaya.

Memilih menjadi mahasiswa/i di Uniflor bagi kaum muda termasuk pilihan tepat, apalagi jika fakultas yang dicari adalah Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi, Fakultas Bahasa dan Sastra, serta Fakultas Teknologi Informasi. 

Menjadi mahasiswa/i Uniflor sama juga dengan menjadi mahasiswa/i di universitas lain di Pulau Timor, Pulau Bali, Pulau Sulawesi, Pulau Kalimantan, Pulau Sumatera, Papua, maupun Pulau Jawa. Bedanya, kalau kalian anak NTT dan termasuk anak kos, jika kehabisan stok makanan bisa minta dikirimkan sama orangtua hehehe. Yang dari Pulau Sumba maupun Pulau Timor, pengiriman menggunakan kapal feri hanya belasan jam saja. Yang dari luar kota pengiriman bahan makanan hanya beberapa jam saja. Pengiriman uang? Ada ATM-Center di Kampus I. Urusan makan ini juga tidak sulit karena ada Warung Damai yang terkenal sebagai warung nomor wahid di area kampus dengan harga bersahabat sama kantong mahasiswa. Mau masak sendiri? Tidak perlu jauh-jauh ke pasar karena di sekitar kampus terdapat lapak-lapak mini yang menjual ragam sayur dan kebutuhan dapur. 

Jadi, itu dia 5 (lima) persiapan menjadi mahasiswa/i (baru) di Uniflor. Siap untuk mengenal lebih banyak orang (ribuan), siap untuk selalu rapi, siap untuk mengenal KRS Online, siap menerima ragam fasilitas, dan siap untuk mengembangkan bakat kalian. Tantangan menjadi mahasiswa memang cukup berat, tapi barang siapa yang mampu menghadapinya, dia akan tahu bahwa hasil tidak pernah mengkhianati usaha.

Selamat menjadi mahasiswa/i UNIFLOR.
Bagi kalian yang telah lolos ujian dan mengikuti PKKMB.



Cheers.