Menyaksikan Keindahan Festival Kebudayaan Helaran Kabupaten Bogor 2019


Suatu ketika di Kerajaan, hiduplah penduduk dengan damai dan makmur. Alam yang subur dan kaya, hasil bumi pun tak pernah surut. Baginda Raja penguasa yang memerintah dengan wibawa dan ketegasan serta adil memberikan kenyamanan dan kedamaian penduduknya. Dan, kini masyarakat pun merasakan hal yang sama di Kabupaten Bogor. Inilah serangkaian adegan Festival Kebudayaan Haleran Kabupaten Bogor 2019 yang diadakan untuk menyambut ulang tahun Kabupaten Bogor pada bulan April ini. Perwakilan Kementerian Pariwisata, 16 duta besar negara sahabat, serta para pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Bogor menghadiri acara puncak Festival Budaya Helaran Bogor 2019




Sebelum menampilkan pawai budaya dari 40 Kecamatan Kabupaten Bogor, terlebih dahulu menampilkan kesenian dari berbagai daerah di Indonesia seperti Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Bali, Kalimantan, dan Lampung.

Tak dipungkiri, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Bali memiliki budaya khas dan tradisi pariwisata yang sangat bagus di Indonesia. Bali contohnya merupakan salah satu aset pariwisata yang menjadi acuan daerah lainnya. Bali menampilkan kesenian pertunjukan unik kisah Rama dan Shinta serta Rahwana dan Hanoman. Legenda dan kisah cinta yang selalu menarik untuk dinikmati. 

Sedangkan DI Yogyakarta yang selalu menampilkan tradisi yang unik, salah satunya penampilan pertarungan diselingi dengan komedi yang menghibur. Selain itu, provinsi lainnya pun meanpilkan tarian dan budaya yang sangat kaya dan beragam.  






Kabupaten Bogor terdiri dari 40 kecamatan dan memiliki potensi kekayaan kesenian tradisional yang sangat beragam. Setiap kesenian memiliki ciri khas masing-masing, yang lahir dari khasanah wilayahnya. Terdapat parade pakaian adat, tari-tarian, hingga pawai mobil hias.

Dalam sambutannya, Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan festival ini awalnya digagas untuk memperingati hari jadi Kabupaten Bogor. Berkat dukungan dan antusias masyarakat setempat, acara ini kemudian menjadi agenda tahunan 

"Terimakasih banyak kepada Kementerian Pariwisata yang telah mendukung penuh acara ini sehingga dapat terlaksana tiap tahunnya. Begitu juga kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor, seluruh instansi, dan seluruh masyarakat yang ikut membantu mensukseskan acara ini. Kepada para duta besar negara sahabat, semoga terhibur," ucapnya.



Memiliki 40 Kecamatan, tentunya Kabupaten Bogor sangat bangga karena banyaknya keragaman budaya yang ditampilkan di jalan utama Stadion Pakansari. Terik dan panas tak menyurutkan antusiasme warga Bogor yang sedari pagi telah memadati jalanan ini. 

Akar budaya Sunda dan terakulturasi dengan budaya-budaya lainnya membuat sajian pawai budaya ini sangatlah menarik untuk di tonton. Tak hanya satu dua budaya yang bercampur menjadi satu melainkan banyak budaya bahkan terdapat akulturasi dari negara lain seperti Tiongkok, Arab dan India. Tak heran jika kisah atau budaya kita terinspirasi dari budaya lain di Asia. 



Sebagai penikmat budaya, saya mengharapkan banyaknya masyarakat yang turut melestarikan budaya tersebut agar tidak hilang tergerus roda zaman yang semakin modern. Sudah saatnya budaya dikemas secara modern tanpa menghilangkan akar budaya tersebut. 

Selamat menyaksikan festival budaya Haleran ditahun-tahun berikutnya, semoga festival ini akan terus menginspirasi generasi muda untuk aktif meneruskan dan menyebarluaskannya. 

Indahnya Telaga Warna Dan Sejuknya Perkebunan Teh Gunung Mas Kabupaten Bogor


Kabupaten Bogor memiliki setiap jenis wisata olahraga yang tidak dimiliki oleh daerah lain di Jabodetabek. Sebut saja Paralayang di kawasan Telaga Warna dan Perkebunan Teh Gunung Mas, Berkuda di sekitar kawasan Gunung Mas, Bersepeda mengelilingi Puncak Bogor, Arung Jeram di Sentul Bogor dan bermain Golf di padang golf di sekitar kawasan Sentul. Betapa lengkap wisata olahraga yang dimiliki oleh Kabupaten Bogor

Telaga Warna


Telaga Warna berada di kawasan Puncak Bogor, tepatnya di Puncak Pass Cisarua. Kawasan ini dikelola oleh Badan Konservasi Sumber Daya Alam dengan luas sekitar 5 hektare. Sebelum memasuki  Telaga Warna, kita disuguhkan hamparan kebun teh yang luas, so refreshing banget.  

Telaga Warna memiliki keunikan tersendiri karena dapat berubah-ubah warna tergantung dari warna tumbuhan dan cuaca yang berada disekitar telaga. Air dalam telaga akan memantulkan warna dalam waktu relatif singkat. Namun, kepercayaan penduduk terhadap asal-usul telaga warna ini memiliki cerita tersendiri. Konon ada kaitannya dengan sebuah legenda. Legenda Telaga Warna.



Legenda tersebut bermula dari Kerjaan Kutatanggeuhan. Dahulu Telaga Warna merupakan tempat patilasan atau peninggalan Kerajaan yang dipimpin oleh Prabu Suarnalaya dengan permaisuri bernama Purbamanah. Prabu dan Permaisuri belum dikarunia seorang anak. Sang Raja kemudian melakukan pertapaan untuk mohon petunjuk pada Yang Maha Kuasa. 

Setelah melakukan pertapaan, Sang Raja kemudian mendapatkan Wangsit untuk mengangkat seorang anak. Dan baru beberapa bulan mengambil anak, kemudian Permaisuri Hamil dan kemudian melahirkan seorang anak perempuan. 



Putri kemudian menjadi anak yang manja karena seluruh permintaan tak pernah ditolak oleh Raja dan Permaisuri. Sampai suatu saat, pada ulang tahunnya, Rakyat memberikan kado spesial berupa kalung. Namun tak disangka bukan diterima oleh Putri melainkan dibanting dan dibuanglah kalung tersebut. Sedih akan perbuatan Putrinya, Permaisuri kemudian mengeluarkan air mata, tak hanya Permaisuri melainkan seluruh penduduk Kerjaan ikut menangis dan mengakibatkan tengelamnya kerajaan. Kemudian tempat itulah yang kini disebut sebagai telaga warna. Konon warna-warni air telaga ini berasal dari kalung yang dibuang oleh Putri.

Wah, ternyata legenda yang beredar di masyarakat ini sungguh luar biasa ya. Percaya atau tidak legenda itu masih dipercaya oleh sebagian Masyarakat Bogor sampai sekarang. Perjalanan ke Telaga Warna ditempuh sekitar 1 jam dari pusat kota Bogor. Pintu masuk telaga, jika dari Bogor berpatokan pada Masjid Atta'awun. Sedangkan apabila dari Cianjur berpatokan pada restoran Rindu Alam. Transportasi sebaiknya mengunakan kendaraan pribadi. Telaga Warna buka dari jam 08.00 dan tutup pukul 17.00 WIB. Harga tiket masuk Rp 7.500 untuk setiap pengunjung.

Perkebunan Teh Gunung Mas


Gunung Mas menjadi magnet pengemar kebun teh seperti saya. Tradisi minum teh di keluarga masih mengalir sampai sekarang. Bahkan saat makan di warung pun pasti memesan teh seduh panas sebagai pelepas dahaga. Saat pertama kali melihat destinasi ini, saya masih mengira bahwa Gunung Mas merupakan sebuah perbukitan, namun tebakan itu terbukti salah ketika melihat kawasan ini dipenuhi kebun teh.

Dari pintu masuk utama, saya telah disambut oleh teh. Bahkan sampai kedalam, teh terlihat dimana-mana. Mata ini terlihat menikmati setiap pemandangan yang disuguhkan, bisa dibilang mata sangat relaks dan inilah terapi yang dibutuhkan oleh mata. Udara juga begitu segar, lepas dari udara polusi perkotaan. 


Wisata Agro (Agro Wisata) adalah sebutan yang cocok untuk kawasan Gunung Mas. Fasilitas yang disediakan pun sangat lengkap mulai dari kebun teh, camping, berkuda, tea walk, tea cafe, paralayang, pemandian air panas dan masih banyak fasilitas lainnya. Dapat saya katakan bahwa kawasan yang dikelola oleh Perkebunan Nusantara VIII ini sangat lengkap dan menjadi wisata yang ramah bagi anak dan keluarga. Apalagi di area ini juga disediakan penginapan yang bisa dipilih mulai dari kapasitas perorangan sampai ke rombongan dalam skala besar. Informasi lengkap mengenai penginapan bisa akses langsung ke sini.


Yang unik dari Gunung Mas adalah sejarah mengenai pembuatan teh yang telah menjadi tradisi. Pabrik teh yang beroperasi dari beberapa puluh tahun lalu masih kokoh berdiri. Tradisi minum teh memang sangat kental dalam masyarakat kita. Tak heran teh masih menjadi primadona. Namun di Gunung Mas, edukasi proses pembuatan teh dari pemetikan hingga menjadi produk dijadikan sebuah kemasan yang menarik. Pasti setiap penyuka teh akan penasaran bagaimana terciptanya setiap aroma khas teh itu berasal. Sayang sekali pada saat saya mengunjungi Gunung Mas, hujan lebat menyambut saya dan rombongan kami. Mungkin suatu saat saya akan kembali dan menikmati setiap aroma teh yang berada di pabrik maupun di tea corner, dibagian depan pintu masuk.

Kuda Siap Mengantar Pengunjung Ke Area Perkebunan Teh
Jarak Gunung Mas dari kota Bogor sekitar 1 jam mengunakan kendaraan pribadi. Apabila mengunakan kendaraan umum dari Bogor, maka terlebih dahulu mengunakan angkot dari stasiun Bogor menuju Botani Square, kemudian disamping jalan terdapat kendaraan elf putih seperti kendaraan pribadi dan kemudian turun di Gunung Mas.

Harga tiket masuk Perkebunan Teh Gunung Mas hanya Rp 10.000 dengan harga parkir sekitar Rp 7.500. Alamat di Jalan Raya Puncak, Cisarua, Bogor. Telepon 0251-8250356. Webiste www.pn8.co.id.