Berkunjung Ke Kota Pahlawan (Surabaya) Dengan Kereta

Pemandangan Kota Surabaya Dari Salah Satu Hotel

Surabaya merupakan sebuah kota terbesar kedua yang ada di Indonesia. Kota yang dikenal dengan julukan kota Pahlawan ini menawarkan sejumlah destinasi wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi seperti Taman Bungkul, House of Sampoerna, Jembatan Suramadu serta Ciputra Waterpark. Perlu Anda ketahui, Surabaya juga sama seperti kota-kota besar lainnya yang juga memiliki beberapa stasiun kereta api seperti Stasiun Wonokromo, Stasiun Surabaya Pasar Turi serta Stasiun Surabaya Gubeng.

Mengenal Stasiun Kereta Api Utama Di Surabaya


Stasiun kereta api utama di Surabaya ialah Stasiun Surabaya Gubeng yang merupakan salah satu stasiun kereta api kelas besar yang berada di bawah pengelolaan PT KAI Daerah Operasi VIII Surabaya. Stasiun Surabaya Gubeng menjadi stasiun terbesar di Surabaya maupun di Jawa Timur yang melayani keberangkatan utama kereta api dari kota Surabaya dan tentunya lebih dikhususkan melalui jalur selatan serta Timur. 

Stasiun Surabaya Gubeng tidak hanya memiliki enam rute kereta api, namun juga memiliki dua gedung yang terdiri dari bangunan lama dan baru. Bangunan baru Stasiun Surabaya Gubeng berhasil didirikan pada pertengahan tahun 1990-an dengan gaya arsitektur lebih modern dan lebih luas. Sementara stasiun kereta api terbesar kedua ialah Stasiun Surabaya Pasar Turi. Stasiun Pasar Turi ini menjadi stasiun penghubung kota Surabaya dengan kota-kota yang ada dalam Jalur Pantura, seperti Lamongan, Bojonegoro, Semarang, Cirebon, Bojonegoro hingga Jakarta.

Liburan Ke Surabaya Menjadi Alternatif Paling tepat

Pemandangan Jember, sebelum ke Surabaya
Saya selalu menyempatkan diri untuk berkunjung ke kota lain di Jawa Timur, seperti Jember. Dari Surbaya, naiklah kereta dari Stasiun Gubeng dan langsung turun di Stasiun Jember. Keindahan Jember memang tidak diragukan lagi. Barulah ketika pulang saya selalu mampir dan jalan-jalan di Surabaya.Saya menamakan ini sebagai me time.

Berlibur ke Surabaya memang menjadi salah satu hal yang sangat menyenangkan dilakukan, apalagi jika Anda ke kota pahlawan dengan kereta. Pasalnya penggunaan kereta ke Surabaya merupakan pilihan tepat karena Anda tidak hanya bisa terhindar dari kemacetan di kawasan perkotaan, namun Anda juga bisa lebih mudah berkunjung ke berbagai lokasi yang dekat dengan stasiun kereta apinya. 


Perlu diketahui ada banyak sekali tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi saat Anda berada di Surabaya, salah satunya Ciputra Waterpark yang memiliki luas 5 hektar. Di Ciputra Waterpark terdapat banyak sekali wahana permainannya seperti Chimera Pool, Sinbad Playground, Syracuse Beach dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya berikut akan diulas beberapa destinasi wisata favorit lainnya yang patut Anda kunjungi saat berkunjung ke Surabaya, yaitu:

Jembatan Suramadu

Jembatan Suramadu merupakan salah satu jembatan yang menghubungkan antara Surabaya dengan Pulau Madura. Jembatan yang diresmikan pada tahun 2009 ini memiliki panjang sekitar 5.438 meter, sehingga menjadikannya sebagai jembatan terpanjang di Indonesia. Pada dasarnya jembatan ini memiliki tiga komponen yaitu jalan layang, jembatan utama serta jembatan penghubung.  

Jika tertarik berkunjung ke Jembatan Suramadu Anda bisa turun di Stasiun Surabaya Gubeng maupun Stasiun Pasar Turi. Selanjutnya Anda bisa menggunakan menyewa kendaraan, sebab lokasi jembatan Suramadu sangat sulit untuk dijangkau oleh kendaraan umum.

House of Sampoerna


House of Sampoerna merupakan sebuah gedung megah dengan gaya kolonial belanda yang berlokasi di kawasan Surabaya Lama. House of Sampoerna ini didirikan pada tahun 1858, namun pada awal berdirinya gedung ini digunakan sebagai panti asuhan yang langsung dikelola oleh pihak Belanda, sebelum akhirnya dibeli oleh pendiri Sampoerna Liem Seeng Tee.



Seiring berjalannya waktu akhirnya membuat House of Sampoerna beralih fungsi menjadi museum, galeri seni serta cafe yang cukup unik. House of Sampoerna terletak sangat dekat dengan Stasiun Pasar Turi yaitu di sebelah utara stasiun ini.

Daftar Rute Dan Kereta Api Yang Singgah Atau Melawati Surabaya


Perlu Anda ketahui ada banyak sekali kereta api yang singgah di Surabaya seperti kereta api Pasundan, kereta api Jayabaya, Kereta api Mutiara Selatan, kereta api Bima. Sementara untuk rute kereta api yang melewati Surabaya juga terbilang cukup banyak, seperti:

Tiket Kereta Api Madiun (MN) – Surabaya (SGU)
Tiket Kereta Api Yogyakarta (LPN) – Surabaya (SGU)
Tiket kereta Api Solo (SLO) – Surabaya (SGU)
Tiket Kereta Api Banyuwangi (BM) – Surabaya (SGU)

Selain mengetahui rute dan kereta api yang singgah maupun melewati Surabaya. Anda juga bisa mengetahui jadwal kereta api dengan mudah Anda cepat melalui Traveloka. Bahkan Anda juga bisa memesan ataupun membooking tiket kereta api secara langsung dan tentunya mudah di Traveloka.

5 Tempat Rekreasi di Malang Ini Jadi Pilihan Generasi Milenial


Malang adalah destinasi andalan liburan akhir pekan warga Surabaya. Bosan dengan cuaca panas dan lalu lintas padat, jalan-jalan ke kota terbesar kedua di Jawa Timur ini memang bisa menyegarkan kembali pikiran dan tubuh yang penat.  

Menyandang gelar Kota Pendidikan, membuat Malang populer di kalangan generasi milenial. Tak hanya sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga sebagai destinasi wisata. Oh iya, saya selalu ingat kalau Malang sangatlah identik dengan Gunung Bromo dan Semeru, padahal selain itu masih banyak wisata lain yang tidak kalah menarik dan memang harus dikunjungi bersama pacar, gebetan, keluarga atau teman segenk.

"Wisata di Malang selain Bromo apa?"

Kadang saya selalu di tanya dengan pertanyaan ini karena saya sudah pernah ke Malang beberapa kali. Dan, saya pun bingung harus menjawab apa hehehe. Namun, setelah menelusuri Malang tepatnya di Kota Batu, Malang, inilah 5 tempat rekreasi di Malang yang jadi pilihan generasi milenial. 

Museum Angkut

Museum dengan luas 3,7 hektar ini menampilkan lebih dari 300 koleksi kendaraan dari berbagai zaman dan negara. Museum bertema kendaraan terbesar di Asia Tenggara ini punya 8 zona eksibisi yang unik. Di Main Hall kamu akan menjumpai mobil-mobil kuno. Sementara di Educational Hall, kamu bisa mempelajari sejarah transportasi dunia. Lalu, Euro Zone membawa kamu pada deretan mobil keluaran Eropa yang mewah.

Setiap zona tematik memiliki penataan yang rapi, sehingga kamu tak bisa berhenti untuk mengabadikan diri dengan berbagai latar yang menarik. Siap-siap bingung memilih foto mana yang hendak diunggah ke media sosial karena semua foto terlihat sama keren! 

Source : Traveloka

Jatim Park 2 (Batu Secret Zoo dan Museum Satwa)

Bagi pencinta hewan, main ke Malang belum lengkap jika tidak mampir ke Jatim Park 2. Di Museum Satwa kamu akan mempelajari bagaimana sejarah keilmuan dalam dunia fauna. Terdapat beberapa replika hewan dengan ukuran menyerupai aslinya. Tiga yang paling menarik adalah replika dinosaurus, jerapah, dan gajah. 

Pada area Batu Secret Zoo, kamu bisa melihat-lihat koleksi satwa yang ditata dengan konsep modern. Ragam jenis hewan yang ada terbilang luar biasa lengkap, dari burung-burung cantik hingga hewan langka yang terancam punah. Bahkan, habitat buatan hewan ini dibuat semirip mungkin dengan habitat aslinya. Dijamin, kamu bakal terpukau dengan keragaman koleksi satwa di Batu Secret Zoo.  

Goa Pinus

Terletak di daerah Gunungsari, Bumiaji, Batu, Goa Pinus menawarkan pesona indah Malang dengan latar perbukitan hijau dan udara sejuk. Deretan pohon pinus yang apik menyambut kamu. Rasanya, siapapun ingin berlama-lama tinggal di sini. 

Ada banyak spot foto instagramable di Goa Pinus, seperti gerbang masuk yang membentuk bingkai dari cabang-cabang pohon, gardu pandang dengan latar perbukitan, hingga pondokan yang terbuat dari rangkaian akar dan batang pohon. Pasti memori smartphone segera penuh karena kamu nyaris tak mungkin berhenti foto-foto saat mengunjungi tempat ini. 

Kampung Wisata Jodipan

Berada di pusat kota, kelir warna-warni Kampung Wisata Jodipan selalu sukses menarik perhatian wisatawan. Bertransformasi dari kawasan kumuh menjadi pemukiman cantik dan fotogenik, ini adalah tempat sempurna bagi penggemar fotografi untuk mengabadikan berbagai momen. 

Beberapa tempat terbaik untuk merekam area ini adalah Jembatan Embong Brantas, Jembatan Kaca yang menghubungkan Kampung Tridi dan Kampung Jodipan, dan Balai Payung. Telusuri pula mural-mural indah di beberapa titik dalam kawasan pemukiman ini. Jika kamu hanya mampir sebentar di Malang, tempat ini harus masuk dalam daftar teratas kunjungan.

Source : Traveloka
Jatim Park 3

Berbeda dengan Jatim Park 1 dan 2, Jatim Park 3 mengusung Dino Park dan The Legend Star sebagai destinasi unggulan. Penggemar dinosaurus pasti takjub saat memasuki ruang fosil yang menampilkan fosil dinosaurus dengan ukuran menyerupai aslinya. kamu juga dapat menjelajahi zaman ketika dinosaurus hidup dengan kereta terbuka.

Sementara di The Legend Star, ada 19 zona yang dapat ditelusuri. Masing-masing zona memiliki replika destinasi wisata tersohor atau patung lilin tokoh-tokoh terkenal dunia, seperti Joko Widodo dan Lionel Messi. Tempat tepat untuk mewujudkan mimpi masa kecil kamu, bukan? 

Ternyata 5 tempat rekreasi di Malang pilihan generasi milenial ini seru dan menyenangkan! Buat liburan kamu lebih praktis dengan membeli tiket masuk ke berbagai tempat wisata di Malang melalui situs online, seperti Traveloka. Jadi, kamu bisa langsung masuk tanpa repot antre. 

Pantai Papuma Memanggilku Kembali Ke Jember


Saya ingat betul ketika saya harus menjadwal ulang pesawat yang harusnya akan saya naiki sore itu. Masalahnya saya harus menempuh perjalanan yang tidak bisa diprediksi kapan sampai di bandara Juanda, Sidoarjo. Kalaupun nekat dengan menggunakan kendaraan apapun, maka tidak akan terkejar. Untung saja pesawat bisa dijadwalkan besok siang. Ituplah sepenggal kisah ketika saya dan teman kerja yang mengunjungi Gunung Bromo dari Malang dan sebelumnya dari Jember. Peristiwa ini memang menjadi pelajaran bagi saya untuk betul-betul mempersiapkan diri jauh-jauh hari segala hal yang berhubungan dengan traveling atau jalan-jalan. 

Ada bagian pahit yang saya alami setelah manis yang sebelumnya dicicipi. Hidup memang berputar dan itulah yang menjadi keseruan tersendiri. Namun, ternyata bagian manis itu selalu terjadi di Jember, sebelah barat dari Malang. Beruntung saya selalu kembali ke Jember dalam beberapa kali tugas kerja dengan beberapa orang yang berbeda. 


"Kita 2 kali ke Jember bareng ya Bang."

Kata Bom-Bom, panggilan rekan kerja, ketika sudah berada di mobil travel yang membawa kami dari Bandara Juanda. Saya tersenyum, dan mulai ngobrol ngalor ngidul tentang rencana yang akan kami lakukan di hotel ataupun kulineran di sekitar Jember. 

Saya selalu senang berada di Jember karena satu hal, yaitu harga makanan yang selalu membuat saya bertanya-tanya. Memang benar ya harganya segini? Sambil bertanya dan terheran-heran ketika saya dan Bom-bom menghabiskan 2 mangkok dengan harga 6 ribu saja. Selain makanan, saya menyukai wisata alamnya yang begitu indah. Kami pernah diajak keliling ke Rembangan dengan pemandangan bukit yang sangat indah dan banyak produk pertanian yang dijual salah satunya susu murni segar. 


Setahun berlalu, saya berganti partner. Kali ini saya bersama bos, namun masih sangat muda. Sama dengan Bom-bom, dia pun berencana untuk mengexplore Surabaya setelah dari Jember. Dan, pada tahun inilah saya berkesempatan mengunjungi pantai dengan pasir putih di Jember, Pantai Papuma. 

"Saya kira pantainya berpasir hitam."

Saya sedikit terperangah melihat pasirnya yang begitu putih. Saya membandingkan dengan pantai Parangtritis di Yogyakarta yang pasirnya hitam dan kecokelatan. 

Beberapa tahun berlalu, kini saya kembali lagi ke Jember. Sepertinya ada panggilan yang mengharuskan saya ke Jember. Sepertinya Papuma ingin memperlihatkan kembali kecantikannya setelah lama tak bersua. Pantai Papuma memanggilku kembali ke Jember. Disinilah perjalanan menyenangkan dimulai. 



Kami bertiga, saya bersama Aris dan Doel harus menempuh perjalanan 12 jam dari Jakarta menuju Surabaya sebelum ke Jember. Di Stasiun Gubeng inilah akhirnya kami rombongan blogger berkumpul setelah melakukan perjalanan dari daerah masing-masing. Bukan hanya dari Jakarta, beberapa diantaranya dari Surabaya, Bojonegoro, Pemalang, Bandung, dan daerah lainnya. Rasanya sangat lama kami tidak bersua, senang sekali dapat melepas rindu pada saat yang lain sedang terlelap pada dini hari. Dan, pukul 4 lebih kami harus masuk ke Peron dan melanjutkan kembali perjalanan ke Jember.

Tiba di Jember, Pritha dan Kang Nana serta beberapa orang dari Blogger Jember menyambut kami dan tak lupa sarapan di sebuah warung gudeg pecel yang ternama di Jember. Setelah puas makan, akhirnya kami melepas penat dan lelah di Hotel Lestari, salah satu hotel pertama di Jember.



Keesokan harinya, kami mengunjungi kebun Tembakau. Disinilah kami belajar mengenai Tembakau mulai dari menanam, merawat, memupuk, dan memanen. Setelah memanen, kemudian masuk ke tahap selanjutnya mulai dari dipilih daunya, dirangkai dan dikeringkan. Ternyata tidak cukup sampai pengeringan saja, masih banyak tah selanjutnya di Pabrik pengolahan dan penyimpanan. Dan, akhirnya siap untuk diracik menjadi cerutu atau Cigar terbaik di BIN (Boss Image Nusantara).

Selain ke kebun dan pabrik tembakau, kami juga mengunjungi Museum Tembakau satu-satunya di Jawa Timur, bahkan di Indonesia. Setelah berlelah dengan Tembakau berakhir di Taman Botani Sukorambi. Dihari berikutnya, selain ke pantai papuma, kami juga mengunjungi Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, satu-satunya di Indonesia. Bagian ini akan saya tulis terpisah nantinya. 



Melepas rindu dengan pasir putih Papuma, saya makin takjub dengan perubahan yang terjadi disini. Selepas kami turun dari Bus, kami berjalan menyusuri sepanjang pantai. Dulu, tidak seramai ini dan sedikit sekali bangunan permanen seperti villa atau penginapan seperti yang saya lihat saat ini.  

Tak hanya pantai yang menarik perhatian saya, deretan perahu yang bersandar itu sempat menarik perhatian saya sebelum berlalu menjadi pasir putih kembali. Sepanjang jalan menuju Sitihingil memang sudah beraspal. Dulu, saya tidak terlalu jelas melihatnya hanya saja setiap mobil atau motor yang melintas selalu berbenturan dengan batu. 

Jalan menuju Sitihinggil memang tidak terlalu menanjak, namun cukup menguras keringat karena cuaca Jember sedang sangat panas dan teriknya. Tidak ada yang tidak mungkin, iya saya selalu menyemangati diri ketika bertemu dengan medan yang menanjak naik atau beranak tangga seperti jalan menuju bukit tinggi di kawasan pantai Papuma. 


"Ayo Man, kamu bisa. Ayo Man!" 

Ternyata tidak ada orang lain yang tersisa selain saya yang masih menaiki anak tangga. Saya mengatur nafas agar dapat naik dengan cepat. Sebelum anak tangga terakhir, saya sempat mengambil foto dan hasilnya memang sangat bagus. 

Bagai mendapat durian runtuh, saya terpesona dengan pemandangan dari atas bukit Sitihinggil. Seluruh pantai dan kawasan sekitar pantai cukup mengobati perjuangan menuju ke atas tadi. Selain menikmati pemdangan, kami juga disugguhkan es kelapa muda yang sangat segar. Inilah kombinasi yang sangat menyenangkan pemandangan indah dan es kelapa muda. Seperti surga dan kenikmatan dunia, itulah yang bisa saya gambarkan dari balik penglihatan saya. 


Rasanya saya ingin berlama-lama di Tanjung Papuma ini, namun ternyata kami harus kembali melanjutkan perjalanan guna mengakhiri perjalanan selama 3 hari di Jember. Rasanya sangat kurang sekali untuk menikmati wisata unik di Jember. Semoga Tuhan mengabulkan permintaan saya untuk kembali lagi ke Jember suatu hari nanti. Namun, tenang saja, tulisan tentang keindahan dan keunikan Jember akan saya sharing beberapa minggu kedepan. 

Terima kasih kepada Blogger Jember dan Taman Botani Sukorambi serta pihak-pihak sponsor seperti BIN Cigar, Bedhag Kopi, Fondre - Oleh-oleh Jember, Repri (Penyewaan alat camping), Nyonya Ama Catering, Hotel Lestari, Pengelola Tanjung Papuma, dan Warung Kembang.