Pengalaman Pertama Uji Coba Naik LRT (Light Rail Transit) Velodrome – Kelapa Gading, Jakarta


Senang bercampur bangga, karena sebentar lagi Jakarta akan memiliki sarana transportasi yang berbeda dan sangat modern. LRT atau Light Rail Transit ini akan beroperasi kira-kira di akhir tahun 2018 atau paling lambat di awal 2019. Jika sebelumnya di negara tetangga terdekat seperti Singapore, Malaysia, Thailand dan Filipina sudah memiliki LRT dan MRT, maka harapan selama beberapa puluh tahun silam itu akhirnya bisa terwujud. Momen bersejarah ini bisa menjadi harapan baru bagi daerah-daerah lain untuk lebih maju dan lebih modern dari Jakarta. 

Palembang merupakan kota pertama yang telah melakukan uji coba dengan rute Bandara menuju Kompleks Olahraga Jaka Baring, Palembang. Seperti halnya Palembang, Jakarta pun melakukan uji coba serupa mulai tanggal 21 Agustus - 20 September lalu. Antusias masyarakat Jakarta ternyata tidak kalah dengan warga Palembang, buktinya banyak sekali warga yang ikut merasakan LRT dari Velodrome hingga Kelapa Gading.



Tak afdol rasanya sebagai warga Jakarta yang sudah 11 tahun tinggal di Ibukota ini kalau tidak merasakan sensasi naik LRT, apalagi bersama banyak orang yang membludak ini makin menambah keseruannya. Mungkin dari puluhan juta penduduk Jakarta, hanya beberapa ribu saja yang bisa menikmati LRT untuk pertama kalinya. Saya telah naik lebih dari puluhan kali rute di Jepang dan Korea Selatan, dan memiliki pengalaman yang sangat menyenangkan karena sangat tepat waktu dan membuat saya lebih langsing karena berjalan dari satu stasiun ke stasiun lainnya tanpa menggunakan bantuan transportasi lain. 

Bagi sebagian orang, naik LRT itu sebuah kemewahan tersendiri dan mungkin sekali seumur hidup tidak pernah mencobanya di negara lain. So, inilah momen yang ditunggu oleh seluruh warga Jakarta. Bukan hanya dari kalangan aparatur negara, warga dan anak-anak sekolah pun sangat antusias pada hari tersebut.



Uji coba dimulai tepat pukul 14.00 WIB sampai dengan sore hari sekitar pukul 16.00 WIB. Rute pertama atau tempat berkumpulnya adalah Stasiun Velodrome. Stasiun ini terletak persis di depan Jakarta International Velodrome, arena balapan sepeda pada saat Asian Games lalu. Saya sempat kaget karena di beberapa bagian stasiun masih terdapat banyak orang yang masih mengerjakan proyek tersebut, namun ternyata di dalam stasiun sudah sekitar 80-90 persen sudah rampung hanya tinggal beberapa bagian kecil saja yang membutuhkan waktu beberapa bulan ke depan.

Pada saat saya masuk, ternyata antusias warga Jakarta memang tidak main-main. Berbondong-bondong mulai dari ibu-ibu arisan, RT, RW, kelurahan, sampai seluruh aparat serta orang tersohor semuanya berbaur dan ingin menyaksikan secara langsung LRT pertama di Jakarta ini. Saya sangat senang sekaligus bingung karena akan sangat ramai di dalam LRT nantinya.



Setelah masuk ke koridor atau tempat tunggu, saya tidak langsung masuk ke LRT karena harus mengambil gambar dan momen terlebih dahulu. Sekilas, stasiun LRT ini sangatlah luas dan lebar, diluar dari imajinasi saya sebelum masuk ke koridor. Fasilitas seperti toilet umum dan mushola sangat lengkap bahkan nantinya akan tersedia vending mechine dan beberapa fasiltas penunjang lainnya. 

Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya LRT pun datang juga. Bukannya tambah surut, makin lama antrian dan rombongan makin banyak dan memadati koridor. Petugas dengan sigap mengatur antrian agar tidak terjadi saling srobot antara yang keluar dan yang masuk LRT. Dan, didalam pun sangatlah padat karena memang warga yang sangat senang dengan kehadiran LRT ini.



Saya sangat senang juga dengan kepadatan dalam LRT, artinya warga Jakarta menyambut dengan penuh antusias keberadaan transportasi pendukung di masa depan ini. Apalagi banyak juga anak sekolahan dan anak-anak kecil yang sangat senang memperhatikan perjalanan dari Velodrome hingga ke Kelapa Gading. 

Panjang rute ini hanyalah 4,7 KM dengan waktu tempuh tak sampai 20 menit, sehingga sangatlah nyaman dan cepat serta praktis jika menggunakan LRT ini ditengah kemacetan di Jakarta pada saat jam-jam berangkat dan pulang kantor. 



Sebagai warga Jakarta, saya tentu saja sangat bangga dan ikut senang dengan kehadiran LRT. Tugas kita adalah menjaga dan merawatnya dengan cara kita seperti tidak melakukan coret-mencoret di fasilitas umum dan stasiun, membuang sampah pada tempatnya dan lain-lainnya. 

Jika LRT ini terjaga, maka tentu saja bukan hanya kita saja yang akan menikmatinya, namun kelak anak cucu kita pun akan tersenyum bangga karena di jaman sebelumnya telah tertanam jiwa sosial tinggi dan menjaga LRT dengan penuh perhatian. 

Pengalaman yang tidak terlupakan sekali uji coba naik LRT dari Velodrome ke Kelapa Gading. Next, semoga bisa merasakan MRT dan LRT di wilayah lainnya seperti di Palembang, Aamiin.


Asian Games dan Menjadi Tuan Rumah Yang Baik

Gambar diambil dari sini.


Hip hip huray! ASIAN GAMES 2018 TELAH DIMULAI! Bangga jadi Orang Indonesia!

Selamat Defia Rosmaniar dari Cabang Taekwondo yang telah menyumbangkan emas pertama untuk Indonesia, negeri tercintaaaaaa!!!!

*Ini siapa sih yang bekep mulut saya!? Ngaku!*

*Rapihin jilbab*


Baca Juga:

Okay ...

Sudahlah ...

Tidak perlu membikin saya iri dengan bercerita tentang bagaimana meriahnya opening ceremony Asian Games 2018. Jangankan menonton langsung, menonton di teve pun saya tidak. Bukan karena tidak punya teve, teve ini banyak, tapi karena kami memang tidak lagi menonton teve sejak ... hmmm ... saya lupa sudah berapa tahun tidak menonton teve. Gantinya kami selalu live streaming (internet). Tapi, karena ada satu dua urusan kemarin Sabtu itu, saya pun tidak dapat menonton opening ceremony yang megah meriah gegap gempita itu di teve *apa sih* hehe.

Masih ada closing ceremony *berharap*

Eh, masih bisa cari video-nya di Youtube buat ditonton ulang. Okay, I will.

Berbicara tentang Asian Games yang diselenggarakan di Indonesia (Jakarta dan Palembang), artinya berbicara tentang menjadi tuan rumah yang baik. Filosofinya adalah ketika tamu datang ke rumah kita, ada minimal segelas air putih yang disuguhkan; dan maksimal kopi/teh, cemilan, makan malam. Tapi apalah artinya suguhan tuan rumah yang serba menggiurkan apabila tidak dibarengi dengan tingkah laku yang santun?

Tamu: Terimakasih kopinya, Nyonya ...

Tuan Rumah: Habis minum, CUCI CANGKIRNYA!

Yaoloh ...

Menjadi tuan rumah artinya siap melayani tamu dengan santun, dengan baik, dan tentu meninggalkan kesan yang tak terlupakan (kesan yang baik!). Sebagai Orang Indonesia saya yakin saudara-saudara di Jakarta dan Palembang telah mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah yang santun dan baik. Insha Allah. Karena saat ini 'wajah Indonesia' berada di dua kota tersebut. Yang mau berdemo ditahan dulu soalnya wartawan pasti sibuk meliput di arena hihihi. Iya, ditahan dulu lah sampai perhelatan ini berakhir. 

Ini ibarat keluarga ...

Di dalam keluarga, bakulahi antar kakak-adik atau antara orangtua-anak biasa terjadi. Silang pendapat, salah paham, baper, dan lain sebagainya. Tetapi ketika ada tamu yang datang, anggota keluarga yang sedang bersengketa biasanya bakal mesraaaa. Karena apa? Karena jangan sampai orang luar tahu borok keluarga kita, biar kita yang tahu, biar kita sendiri yang selesaikan.

Sesederhana itu.

That's it! Haha. Itu poin yang mau saya sampaikan setelah memutar ke sana-sini.

Mari dukung Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Mari tunjukan kita Indonesia yang cinta damai *halah apa ini bahasanya*.


Cheers.

Explore Cikini Dan Menginap Di Hotel Ibis Budget


Jakarta bagi saya adalah sebuah etalase masa lampau. Banyak sekali peninggalan-peninggalan sejarah yang masih kokoh berdiri sampai sekarang. Beruntung, bukti sejarah tersebut tidak dihancurkan begitu saja tanpa adanya rasa memiliki. Mata saya tertuju pada Cikini, sebuah kawasan kecil di tengah kota Jakarta. Meski tempatnya kecil dan terletak di tengah-tengah, namun Cikini sangat melegenda. Sebut saja Taman Ismail Marzuki dan Metropole.

Jakarta sangat beruntung memiliki Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai tempat yang sangat luar biasa. Dahulunya, Taman Ismail Marzuki adalah kebun binatang yang sangat luas di tengah kota. Kemudian, kebun binatang tersebut berpindah ke Ragunan sampai saat ini. Setelah menjadi kebun binatang, tempat tersebutlah yang sekarang menjadi TIM. 



Sebagai tempat seni dan hiburan, TIM mampu memberikan sentuhan lain di tengah gemerlapnya kota Jakarta. Secara pribadi, saya sangat menyukai TIM karena beberapa kali menyaksikan pertunjukan budaya yang sangat jarang dijumpai di tempat lain. Selain itu, saya menyukai pertunjukan musikal dan lagi-lagi TIM mampu menyuguhkannya. 

Bagi anak-anak, Planetarium adalah tempat yang sangat menyenangkan. Oh iya, saya pernah menyaksikan gerhana matahari beberapa tahun lalu, pun TIM menjadi pusat saksi sejarah tersebut. Masyarakat berbondong-bondong menyaksikan peristiwa langka yang hanya akan terjadi beberapa puluh tahun kemudian.


Dan, saya pun sangat beruntung bisa sangat dekat dengan TIM dan Metropole, apalagi bisa merasakan menginap di Ibis Hotel Budget di Cikini.  




Kebetulan banget di area Ibis Budget Cikini ada Kolam Renang Cikini dan Restoran sepanjang lantai dasar. Kalau dengar kata kolam renang dan restoran,  saya pun akan dengan senang hati menikmati sekaligus menyantap dengan sepuasnya. Saya suka renang karena di dalam air dan tidak terlalu secapai lari. Sedangkan,  restoran seperti Warunk Upnormal dan lainnya bikin saya betah nongkrong dan mengerjakan editing video dan blog.



Siapa pun pasti ingin menginap dihotel yang simple namun sangat nyaman. Bagi yang suka backpackeran atau hanya short stay 1 malam tentu akan tertarik dengan hotel yang lumayan murah namun sangat nyaman karena  sudah tersedia WIFI,  handuk, air mineral,  high quality bed dan shower yang bagus. That's it,  saya hanya ingin fasilitas standar yang bagus tentunya.



Oh iya jika pada waktu malam kelaparan,  bisa membeli terlebih dahulu di Restoran atau di Family Mart. Jadi ngga harus kelaparan banget waktu malam. Kalau capek banget bisa pesan massage dan kalau lapar pun,  Hotel Ibis Budget menyediakan layanan pesan makanan di restoran bawah.



Beruntung sekali saya mendapatkan kamar yang lumayan luas di Ibis Budget Cikini, karena dulunya merupakan hotel F1 yang cukup luas kamarnya. Selain itu,  corak warna kamarnya pun sangat menarik yaitu biru dan kuning.


Pemandangan dari dalan hotel pun sangat nostalgic karena beberapa bangunan lama masih sangat terjaga. Pemandangan Jakarta tempo dulu nampaknya sangat lekat dan bisa menjadi pilihan yang sangat bagus di Cikini.

Rasa lelah setelah aktivitas seharian tidak terasa. Yang ada hanya rasa senang ketika menginap di Ibis Budget Cikini. Yuk,  mari rasakan sensasi nyaman dan tenang menginap di hotel yang sangat lengkap ini namun dengan budget yang sangat murah.

Informasi Hotek Ibis Budget Cikini

Alamat :

Jalan Cikini Raya No.75, RT.1/RW.2, Cikini, Menteng, RT.1/RW.2, Cikini, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10330

Website :

https://www.accorhotels.com/gb/hotel-6594-ibis-budget-jakarta-cikini/index.shtml






Menjelajah Wisata Pasar Baru dan Pengalaman Menginap Di Red Planet Hotel Jakarta


Ketika memasuki Pasar Baru, saya teringat cerita seseorang tentang kejayaannya beberapa ratus tahun silam. Entah apa yang membuatnya begitu tersohor, sampai-sampai pedagang India sampai menjelajah dan menemukan tempat ini. Tujuan mereka hanyalah satu, untuk mendapatkan penghasilan dengan nilai sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari mata uang mereka. Namun, dengan sedikit kejelian dan melihat peluang. Di tangan mereka, produk-produk seperti perhiasan, obat-obatan, tekstil dan lainnya dijual dengan harga beberapa kali lipat karena kualitas yang sangat bagus. Hingga saat ini pun, Pasar ini terkenal dengan produk tekstilnya. 

Saya melihat gereja yang sangat berbeda dengan lainnya ketika saya tiba dengan ojek online. Bentuknya seperti bangunan awal 1900-an dengan nuansa kuning dan cokelat. Di puncak atas, terdapat penunjuk arah disertai ayam jantan. Saya menebak inikah yang disebut dengan Gereja Ayam? Dan, ternyata memang inilah GPIB Pniel (Gereja Protestan Indonesia Barat) yang dibangun antara tahun  1913 dan 1915. Walaupun telah dibangun pada awal 1900-an, namun hingga kini masih kokoh berdiri dan menjadi salah satu gereja tertua di Jakarta. 

"Kenapa disebut gereja ayam?" 

Banyak orang yang bertanya ketika melihat bangunannya pun tak satupun menunjukan ada tanda-tanda ayam dalam bentuk bangunan. Ketika melihat ke atas, diatapnya terdapat petunjuk arah pada masa lampau. Bentuk arah mata angin adalah anak panah dengan menunjuk W,E,N dan S atau mewakili arah mata angin yaitu barat, timur, utara dan selatan. Nah, pada bagian atasnya terdapat ayam jantan yang berdiri kokoh. Simbol ayam jantan bukanlah pertanda apapun, namun bangunan gereja di Eropa pada masa tersebut memang terdapat petunjuk arah mata angin dan ayam jantan. Namun, saya menilai ayam jantan dan mata angin menggambarkan petunjuk arah bagi orang yang tersesat, seperti agama-agama lainnya. 


Memasuki Red Planet Hotel, saya langsung tersenyum. Bagi saya apapun hotelnya, hal terpenting memilih hotel adalah fasilitas, keramahan staff, dekat dengan shopping center, tempat wisata dan tempat kuliner. Semuanya saya dapatkan di Red Planet Hotel Jakarta, Pasar Baru

Fasilitas 

Red Planet Hotel merupakan salah satu hotel budget dengan konsep memberikan fasilitas yang dibutuhkan tamu terutama WIFI, Shower, Toilet, Parkir, Sarapan, Mushola, Lobby, Printer, dan terdapat kamar untuk disable bahkan tersedia kamar mandi atau toilet khusus disable. Bagi saya, dengan harga yang cukup terjangkau dan memiliki fasilitas standar hotel, maka inilah pilihan yang tepat. 


Keramahan Staff

Pada saat datang, walaupun suasana ramai dan banyak orang di lobby. Staff resepsionis pun selalu melayani tamu dengan penuh keramahan. Saya yang sedari tadi memperhatikan bagaimana staff melayani tamu dengan senyum dan tak berapa lama kunci kamar diberikan. Wah, pelayanan lumayan cepat ya.

Dekat Shopping Center

Siapa yang tak kenal dengan Pasar Baru? Seperti halnya tanah abang yang merupakan pusat belanja, Pasar Baru pun tersohor sebagai salah satu pusat perbelanjaan mulai dari tekstil, elektronik, kebutuhan rumah, dan masih banyak lainnya. Terus terang, saya suka belanja beberapa kebutuhan di Pasar Baru, terutama jika ada masalah dengan kamera biasanya saya perbaiki disini.

Ada cerita unik mengenai kamera saya. Pada saat di Singapura, tepatnya di China Town, saya mengganti lensa dari kit ke fix. Tujuannya hanya untuk mengambil gambar agar lebih bagus. Pada saat itu, China Town cukup ramai karena menjelang sore. Entah karena terlalu tergesa-gesa atau nyangkut, lensa tersebut pun tak bisa terlepas. Setelah saya sampai di Jakarta, saya langsung ke Pasar Baru untuk men-servicenya. Uniknya hanya dalam beberapa menit saja, lensa tersebut telah terlepas dan kamera saya kembali berfungsi.

Selain kamera, saya biasanya belanja kaos dan celana pendek disini, karena selain murah, banyak sekali pilihan yang bisa saya coba. Mengenai harganya, banyak loh kaos-kaos yang harganya 3 hanya 100 ribu. Wow, kece kan pasar Baru.

 Wisata Sejarah

Jangan ditanya tempat wisata yang ada di Pasar Baru, banyak sekali tempat-tempat yang legendaris dan tidak banyak orang tahu tentang tempat ini. Beberapa diantaranya adalah Gereja Ayam, Gedung Kesenian Jakarta, Gedung Kantor Berita Antara, Vihara Dharma Jaya, Gang Kelinci, Lapangan Banteng dan lainnya. Lokasinya sangat dekat dengan Red Planet Hotel, sehingga sangat memungkinkan untuk walking tour. Selain itu, banyak juga wisata yang lumayan ternama seperti kawasan kota tua, ancol, monas, dan lainnya, namun memerlukan transportasi tambahan.

Wisata Kuliner


Pasar baru berdekatan dengan Gang Kelinci yang terkenal dengan bakminya. Bakmi Gang Kelinci adalah salah satu yang legendaris dan rasanya sangat enak. Saya beberapa kali ke restoran ini dan selalu memesan dengan porsi yang cukup besar. Sedangkan di area Pasar Baru, terdapat street food dengan variasi makanan yang cukup banyak dan harganya pun cukup hemat.


Saya memasuki kamar yang sesuai dengan ekspektasi karena cukup luas. Karena untuk ukuran hotel budget, biasanya memang sangat hemat space namun cukup luas dengan desain minimalis. Saya tidak memikirkan desain, karena bagi saya hal yang paling penting adalah mengexplore tempat yang berada di sekitar terutama tempat wisata dan kuliner.

Kamar mandi pun sangat minimalis namun cukup lengkap dengan sabun, tapi memang hotel tidak memberikan pasta gigi dan sikat gigi, karena itu pun saya membawa sikat dan pasta gigi, kemanapun. Pemandangan dari kamar memang berbeda-beda, kebetulan saya mendapatkan view gedung dan jalan raya dengan kendaraan yang lalu lalang.



Setelah saya beristirahat sebentar, kemudian saya melanjutkan untuk explore di sekitar pasar baru bersama dua teman baru dari Backpacker Jakarta, Tante Julid dan Kiky. Kebetulan kami ketemu di lobby dan berencana untuk menikmati kuliner yang ada di sekitar hotel. Oh iya, saya menghubungi mereka berdua hanya dengan smartphone. Wah, kok bisa gitu? Iya bukan melalui whatsapp atau apapun melainkan melalui aplikasi Red Planet. Melalui aplikasi ini bisa menghubungi resepsionis, teman atau keluarga yang menginap di kamar lain, melihat restoran terdekat, tempat wisata dan shopping center. So, semuanya sangat komplit sekali informasinya.

Kami mulai dengan mencari makanan di dekat hotel. Setelah mencari kuliner dan sambil melihat-lihat baju, saya sempat menawarkan kepada Tante dan Kiky, kuliner Bakmi Gang Kelinci. Tentu saja mereka berdua tanpa intrupsi langsung mengiyakan.

Nafas saya terengah-engah, ketika sampai di Gang Kelinci. Orang dahulu menyebutnya gang kelinci karena disinilah kerajaan kelinci. Ya, saya cukup familiar karena lagu Lilis Suryani memang sangat easy listening dan liriknya pun saya sangat hafal. Kemudian kami duduk,  kemudian langsung memesan. And, you know what? Saya langsung memesan porsi besar bakmi. Karena saya sangat kelaparan malam itu setelah seharian berada di luar.


Setelah menikmati tidur malam yang panjang. Paginya saya menuju lantai 2 untuk sarapan, seperti hotel budget lainnya, sarapan memang bukan fasilitas yang mewah namun cukup sebagai pelengkap jadi wajar jika sarapan pagi pun memenuhi kebutuhan seperti ayam, sayur dan lauk pauk. So, I am happy with this breakfast. Setelah sarapan, saya kembali bergegas ke kamar untuk packing dan melanjutkan perjalanan lainnya di kota lain.

Red Planet Hotel Jakarta, Pasar Baru memang pilihan yang sangat tepat karena memenuhi kriteria yang saya sebutkan sebelumnya. Oh iya, jangan lupa untuk mendownload aplikasi Red Planet Hotel di Google Playstore dan Apple Store. Selain kemudahan komunikasi selama menginap, akan mendapatkan tambahan diskon sebesar 10 persen. Bagi yang berulang tahun, juga terdapat diskon sebesar 25 persen selama bulan ulang tahun. So, tunggu apalagi, eits harganya itu masih resonable banget loh dikisaran Rp 283.600 per malam.

Selamat menikmati Pasar Baru dengan tempat wisata, kuliner, tempat belanja dan lainnya. Hai, ini dapat salam dari Fredy, mascot Red Planet yang merupakan beruang merah. Lucu ya.

Informasi Red Planet Hotel Jakarta, Pasar Baru

Alamat : 

Jl. Samanhudi No. 25
Pasar Baru, Sawah Besar
Jakarta Pusat

Booking via website :

www.redplanetindonesia.com

Instagram :

www.instagram.com/redplanet_indonesia

Download Aplikasi :

Google Playstore
Apple Playstore
  

Starmeal : Warunk Gaul Buat Nongkrong Di Jakarta Selatan


Salah satu hal yang membuat saya betah nongkrong lama adalah karena dua hal, murah dan banyak pilihan makanan. Urusan wifi memang menjadi hal penting, tapi kalau makanannya ngga terlalu enak, wifi pun akan terasa hambar. 

Jadi, urusan tempat makan memang tak muluk-muluk harus yang mewah dan berkelas, kalau yang ini untuk kencan kali ya, kalau untuk ketemu sama teman-teman dan ngobrol ngalor ngidul ya pilihannya jatuh pada tempat ini. 

Warunk Starmeal inilah yang memikat hati saya baru-baru ini. Alasanya hanya karena pilihan makanannya yang buaaanyaak dan harganya juga terjangkau bagi kantong-kantong yang kempes ini. Lokasinya juga dekat dengan beberapa stasiun kereta serta dekat dengan kampung Betwai Setu Babakan di Jakarta Selatan. 



Kalau dibilang warunk ini merupakan konsep makanan praktis seperti mie, nasi goreng dan lain-lain, memang benar adanya. Bahkan dibilang konsepnya adalah warung yang pindah tempat menjadi lebih modern dan sangat terjaga kualitasnya. Mengenai harga dari awal saya bilang, Starmeal sangat terjangkau bagi anak sekolah dan kuliahan, bahkan orang kerja yang bokek atau akhir bulan. 

Lalu menu apa saja sih yang jadi andalan di Warunk Starmeal ini? Yuk kita lihat satu per satu. 

Nasi Ayam Pecak Seribu - Rp 24.000


One of my favorite. Ayamnya lumayan dengan sambal pecak yang pedas memang mengairahkan untuk makan bersama keluarga. Kalau bisa dibawa pulang dan dimakan rame-rame dengan nasi hangat tambahan akan sangat memuaskan. Pedasnya memang bukan malah membikin kapok tapi malah membuat ketagihan. 

Paket Nasi R'Chick - Rp16.000


Inilah menu favorite anak sekolahan dan kuliah yang sedang dalam masa injure time atau bokek. Ayam crispy dengan nasi memang bikin kenyang tanpa takut kehabisan ongkos pulang. Bagi saya yang suka dengan ayam maka akan menjadi pilihan selain nasi ayam pecak pedas tadi. 

Roti Bakar Special Starmeal - Rp 16.000


Salah satu yang saya suka adalah roti bakarnya. Harganya Rp 16.000 membuat saya pengen pesan lagi dan lagi. Cokelat dan kejunya itu bikin meleleh deh. Rasanya enak dan ngga bikin eneg. Sebagai cemilan atau makanan utama pun tidak masalah, yang menjadi masalah adalah seberapa kuatkah kamu menghabiskan roti bakar ini? hehehe. 

Nasi Goreng Special Starmeal - Rp 24.000


Makanan unik lainnya adalah nasi goreng ini. Rasanya memang sedikit berbeda karena mendapat sentuhan kari atau khas india dan timur tengah. Rasanya mirip dengan nasi briyani atau nasi kari yang di campur dengan telur, sosis dan ayam. So fresh juga ditambah dengan pedasnya cabai irisan serta sayuran. 

Mie Goreng Cah Kangkung Mbo Galak plus Telor Ceplok - Rp14.0000


Makan mie dengan cah kangkung memang sesuatu yang baru. Mie yang karbo ditambah dengan sayuran menjadi mie ini lebih sehat dari biasanya. Apalagi penggemar mie pasti tidak akan jauh-jauh dari menu satu ini. Nice choice karena ada tambahan telor ceplok. 

Cappucino - Rp 18.000


Dan, inilah salah satu minuman yang bikin saya merem melek menikmati rasanya, cappucino. Harganya yang tidak terlalu mahal memang membuat saya bisa beberapa kali pesan Cappucino ini. 

Warunk Gaul Jakarta Selatan 


Saya sangat menrekomendasikan Warunk ini untuk anak nongrong di Jakarta Selatan terutama daerah Setu Babakan, Universitas Pancasila, Pasar Minggu dan lainnya. temoatnya sangat besar dengan harga yang terjangkau. 


Oh iya pengen tahu suasana starmealnya. Ini dia videonya.


Informasi warunk Starmeal 

Alamat 
Jl. Moh Kahfi 2 (Seberang SPBU Warung Silah)
Jagakarsa, Jakarta Selatan

Maps 

Starmeal : Warunk Gaul Buat Nongkrong Di Jakarta Selatan


Salah satu hal yang membuat saya betah nongkrong lama adalah karena dua hal, murah dan banyak pilihan makanan. Urusan wifi memang menjadi hal penting, tapi kalau makanannya ngga terlalu enak, wifi pun akan terasa hambar. 

Jadi, urusan tempat makan memang tak muluk-muluk harus yang mewah dan berkelas, kalau yang ini untuk kencan kali ya, kalau untuk ketemu sama teman-teman dan ngobrol ngalor ngidul ya pilihannya jatuh pada tempat ini. 

Warunk Starmeal inilah yang memikat hati saya baru-baru ini. Alasanya hanya karena pilihan makanannya yang buaaanyaak dan harganya juga terjangkau bagi kantong-kantong yang kempes ini. Lokasinya juga dekat dengan beberapa stasiun kereta serta dekat dengan kampung Betwai Setu Babakan di Jakarta Selatan. 



Kalau dibilang warunk ini merupakan konsep makanan praktis seperti mie, nasi goreng dan lain-lain, memang benar adanya. Bahkan dibilang konsepnya adalah warung yang pindah tempat menjadi lebih modern dan sangat terjaga kualitasnya. Mengenai harga dari awal saya bilang, Starmeal sangat terjangkau bagi anak sekolah dan kuliahan, bahkan orang kerja yang bokek atau akhir bulan. 

Lalu menu apa saja sih yang jadi andalan di Warunk Starmeal ini? Yuk kita lihat satu per satu. 

Nasi Ayam Pecak Seribu - Rp 24.000


One of my favorite. Ayamnya lumayan dengan sambal pecak yang pedas memang mengairahkan untuk makan bersama keluarga. Kalau bisa dibawa pulang dan dimakan rame-rame dengan nasi hangat tambahan akan sangat memuaskan. Pedasnya memang bukan malah membikin kapok tapi malah membuat ketagihan. 

Paket Nasi R'Chick - Rp16.000


Inilah menu favorite anak sekolahan dan kuliah yang sedang dalam masa injure time atau bokek. Ayam crispy dengan nasi memang bikin kenyang tanpa takut kehabisan ongkos pulang. Bagi saya yang suka dengan ayam maka akan menjadi pilihan selain nasi ayam pecak pedas tadi. 

Roti Bakar Special Starmeal - Rp 16.000


Salah satu yang saya suka adalah roti bakarnya. Harganya Rp 16.000 membuat saya pengen pesan lagi dan lagi. Cokelat dan kejunya itu bikin meleleh deh. Rasanya enak dan ngga bikin eneg. Sebagai cemilan atau makanan utama pun tidak masalah, yang menjadi masalah adalah seberapa kuatkah kamu menghabiskan roti bakar ini? hehehe. 

Nasi Goreng Special Starmeal - Rp 24.000


Makanan unik lainnya adalah nasi goreng ini. Rasanya memang sedikit berbeda karena mendapat sentuhan kari atau khas india dan timur tengah. Rasanya mirip dengan nasi briyani atau nasi kari yang di campur dengan telur, sosis dan ayam. So fresh juga ditambah dengan pedasnya cabai irisan serta sayuran. 

Mie Goreng Cah Kangkung Mbo Galak plus Telor Ceplok - Rp14.0000


Makan mie dengan cah kangkung memang sesuatu yang baru. Mie yang karbo ditambah dengan sayuran menjadi mie ini lebih sehat dari biasanya. Apalagi penggemar mie pasti tidak akan jauh-jauh dari menu satu ini. Nice choice karena ada tambahan telor ceplok. 

Cappucino - Rp 18.000


Dan, inilah salah satu minuman yang bikin saya merem melek menikmati rasanya, cappucino. Harganya yang tidak terlalu mahal memang membuat saya bisa beberapa kali pesan Cappucino ini. 

Warunk Gaul Jakarta Selatan 


Saya sangat menrekomendasikan Warunk ini untuk anak nongrong di Jakarta Selatan terutama daerah Setu Babakan, Universitas Pancasila, Pasar Minggu dan lainnya. temoatnya sangat besar dengan harga yang terjangkau. 


Oh iya pengen tahu suasana starmealnya. Ini dia videonya.


Informasi warunk Starmeal 

Alamat 
Jl. Moh Kahfi 2 (Seberang SPBU Warung Silah)
Jagakarsa, Jakarta Selatan

Maps 

Semarak Bulan Puasa Ramadhan Di Grand Cempaka Hotel


Rajab menginjak 10 hari terakhir, dan artinya Bulan Ramadhan akan datang. Sahur lagi, Buka Puasa Bersama lagi, ngabuburit lagi, berburu takjil lagi dan masih banyak kebiasaan pada bulan penuh berkah ini segera kita rasakan. Sebagian dari kita pasti akan mencari-cari Jadwal Imsakiyah atau Sholat, kemudian mempersiapkan diri baik secara fisik maupun mental. 

Minggu pertama Bulan Ramadhan, keluarga merupakan prioritas utama. Buka Puasa Bersama keluarga sudah menjadi tradisi dan tidak akan dilewatkan begitu saja. Bagi keluarga besar biasanya secara bergiliran menjadi tuan rumah dan menyediakan semua masakannya. Nah biasanya yang tak mau repot mengadakan acara tersebut di Hotel. Kebetulan Grand Cempaka Hotel, Jakarta, sudah memiliki pilihan menu.


Yup, Harmoni Resturant di Hotel Grand Cempaka menyediakan buffet dengan pilihan menu antara lain Gudeg dan Nasi Kebuli. Gudeg mengingatkan kita pada kota Yogyakarta, sebuah kota dengan kebudayaan yang kental. Sedangkan Nasi Kebuli erat kaitannya dengan nuansa Arab dan Timur Tengah. Dua tradisi yang berbeda namun menyatu dalam Bulan Ramadhan kali ini.


Gudeg memiliki citarasa manis biasa ditemukan di Yogyakarta. Namun, Harmoni Restaurant menyelaraskannya dengan menambahkan sensasi pedas. Variasi gudeg sebetulnya sangat beragam, namun Gudeg Yogyakarta lebih terkenal. Gudeg terdiri dari gudeg basah, kering dan Solo. Pembeda dari ketiganya hanya pada Areh. Gudeg kering disajikan dengan Areh kental, sedangkan gudeg basah disajikan dengan Areh encer. Lain lagi dengan gudeg Solo yang Arehnya berwarna putih. Grand Cempaka Hotel menyajikan Gudeg dengan Areh kental.


Bagi pecinta masakan dari kambing harus mencoba Nasi Kebuli. Nasi ditanak dengan campuran kaldu kambing dan susu kambing. racikan berikutnya adalah minyak samin untuk menumis rempah-rempah termasuk jintan, kapulaga, kayu manis dan pala. Bayangkan aroma yang tercium dari racikan kaya rempah-rempah di Nasi Kebuli ini.

Nasi Kebuli sangat terkenal diMasyarakat Betawi dan Keturunan Arab di Indonesia. Tastenya memang mirip dengan Nasi Briyani, sehingga sangat mudah untuk diterima dikalangan Muslim. Selain Ramadhan, Nasi kebuli biasanya disajikan pada saat momen Hari Besar Islam seperti Maulid Nabi Besar, Lebaran dan Idul Qurban.


Kedua Menu, Gudeg dan Nasi Kebuli merupakan pilihan Buffet di Harmoni Restaurant. Ragam menu lainnya seperti ayam goreng, mie goreng, sayur dan pilihan lainnya juga melengkapi buffet ini.

Paket Menu Ramadhan dan Lebaran Di Hotel Grand Cempaka


Berapa sih harga yang tiwarkan untuk menikmati buffet pada saat berbuka puasa? Tenang saja, hanya dengan Rp 130.000/net termasuk ta'jil dan makan malam. Nah, bagi yang menginap di Hotel Grand Cempaka, dikenakan rate harga kisaran mulai dari Rp 644.000 sudah termasuk Sahur atau makan pagi (sarapan) untuk dua orang. Paket Ramadhan ini berlaku mulai dari 25 Mei - 25 Juni 2017.



Setelah Bulan Ramadhan, tersedia paket lebaran dengan rate harga yang sama Rp 644.000/net per kamar termasuk makan pagi untuk dua orang. Selain itu terdapat paket Halal Bi Halal yang bisa dinikmati dengan harga Rp 200.000 dengan coffee break dan makan siang/malam.


Silahkan yang sudah memantapkan pilihan buka puasa dan berkumpul pada halal bi halal bisa melakukan pemesanan +62 21 4260015 . So, enjoy your Holy Month with your family and friends.

Harmoni Restaurant 
Hotel Grand Cempaka 
Jl. Letjen. Suprapto
Cempaka Putih, Jakarta Pusat
Webiste : www.grandcempaka.co.id

Wahana Cinta Momozen : Ferris Wheel Tertinggi Di Indonesia


Seperti memutar dan berkeliling di angkasa, begitulah kira-kira perasaan ketika menaiki Ferris Wheel atau yang lebih dikenal sebagai bianglala. Di Indonesia sepertinya hanya beberapa tempat saja yang memiliki ferris wheel dengan ketinggian tak lebih dari 50 meter. Namun, tak lama lagi, tepatnya September 2017, Indonesia akan memiliki ferris wheel dengan ketinggian sekitar 69 meter. Wow, pastinya saat menaikinya tentu saja pemandangan seluruh Jakarta akan dapat dilihat dari atas. Uniknya lagi, selain menyajikan pemandangan seluruh Jakarta, dua sejoli atau suami istri dapat menikmati dinner dengan sensasi di atas angkasa. Inilah persembahan Momozen bagi Indonesia, Wahana Cinta, karena menyatakan cinta pun lebih romantis di angkasa. Nyatakan cinta di angkasa dan rasakan sensasinya sepanjang usia dengan pasangan kamu. 

Aneka Bianglala di Jepang


Yokohama terkenal dengan kawasan Minota Mirai 21. Puluhan gedung tinggi dipadu dengan pelabuhan yang sangat sibuk dari ratusan lalu. Jarak Tokyo ke Yokohama hanya sekitar 1 jam mengunakan kereta cepat, sehingga membuat saya berkunjung ke kota ini beberapa tahun silam. Yang menarik dari Yokohama dan Minota Mirai 21 ini adalah bianglala yang paling terkenal diarea tersebut. Bianglala tersebut bernama Cosmo Clock 21. 

Dari pelabuhan, Cosmo Clock menjadi salah satu penanda Cosmo World berada. Dari jarak puluahn kilometer, dengan mata telanjang bianglala tersebut tentu saja sangat memikat, apalagi warna-warninya sangat kontras dengan lampu sekeliling yang berwarna serupa. Namun sayang, saya belum dapat merasakan secara langsung bianglala di Yokohama ini. Mungkin suatu saat saya dapat mengunjungi Yokohama kembali dan naik Cosmo Clock 21, amin.

Sumber : anibee.tv
Sama dengan Yokohama, Osaka pun memiliki Ferrsi Wheel seperti pada kawasan Tempozan. Bianglala ini dikenal dengan Tempozan Ferris Wheel. Tak hanya Tempozan, Osaka ternyata memiliki banyak bianglala, pantas saja pada saat menonton Drama Jepang, banyak sekali wahana bianglala menjadi tempat drama tersebut.

Tokyo tentu saja memiliki banyak bianglala dan merupakan yang tertinggi di Jepang sebut saja Big O Ferris, Daikanransha dan Diamond and Flower Ferris. Ini pula lah yang membuat Momozen, sebuah perusahaan Jepang membangun sebuah bianglala tertinggi di Indonesia.

Bersiap Naik Ferris Wheel Tertinggi Di Indonesia


Penasaran sekaligus waswas juga dengan pembangunan Ferris Wheel oleh Momozen. Namun bebrapa pihak telah menjamin bahwa teknologi yang digunakan telah sama standardnya dengan bianglala-bianglala yang berada di Jepang. Uniknya, bianglala tersebut akan dibangun pada area terbuka lantai 3 AEON Mall, Cakung. Mungkin bianglala inilah satu-satunya yang dibangun pada arena terbuka di mall. 

Selain membangun Ferris Wheel, Momozen akan membuat arena permainan yang lengkap untuk keluarga, tak hanya permainan, namun restoran dan kuliner pun akan menjadi pelengkap liburan asyik bersama keluarga, sehingga tidak harus repot-repot keluar mall untuk menikmati semua permainan bersama keluarga.




Rencananya Momozen akan menyelesaikan Ferris Wheel dengan nama Wahana Cinta ini pada September 2017. So, kita tunggu saja dan jadilah orang pertama bianglala tertinggi di Indonesia ini.  

Jakarta Night Journey : Menikmati Malam Dari Puncak Monas


Setiap perjalanan adalah pembelajaran. Dan setiap pembelajaran tentu saja akan membuat seseorang menjadi bijaksana. Pahit manis, suka duka dan tertawa menangis selalu menemai setiap perjalanan. Bahkan dengan seluruh perasaan ini, perjalanan menjadi sangat berwarna. 

Jakarta, salah satu bagian dari perjalanan saya. Beberapa tahun ini, bisa dikatakan tak semulu s yang diharapkan. Namun, Jakarta pun menawarkan sebuah pencapaian manis. Jakarta menawarkan keindahan yang tak kita sangka-sangka sebelumnya. Dan semuanya terangkum dalam Jakarta Night Journey

Indonesia Corners mengadakan Jakarta Night Journey dengan tujuan utama menampilkan sisi lain Jakarta yang tak pernah ditemukan sebelumnya. Indonesia Corners ini merupakan komunitas Travel Blogger di Indonesia (www.idcorners.com).  Beberapa tempat menjadi spot menarik seperti Balaikota Jakarta,  Jakarta Smart City, Kawasan Kota Tua dan Monumen Nasional. Jika saya boleh jujur, saya tak pernah sekalipun naik keatas puncak dan menikmati Jakarta dari ketinggian ratusan meter. 

Menelisik Balaikota Jakarta Dan Jakarta Smart City

Foto : Mba Evi
Sebelum menempati gedung yang sekarang bernama Balaikota Jakarta, pusat pemerintahan Batavia adalah Museum Fatahillah. Pada tahun 1964, Jakarta secara resmi menjadi Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia. Gedung bergaya arsitektur khas Eropa ini masih berdiri kokoh di Jalann Merdeka Barat. Saat melintas kawasan Monas, bangunan ini dapat dengan mudah dikenali sebagai bangunan lama nan indah.

Kini, setiap sabtu dan minggu, warga Jakarta dan sekitar dapat melihat secara langsung Balaikota Jakarta. Tidak ada tiket masuk untuk pengunjung yang ingin melihat lebih dekat seperti apa kemegahan bangunan dilihat secara langsung. Selain bangunan yang menarik, pengunjung bisa melihat secara langsung kantor Gubernur DKI Jakarta. Bahkan jika tidak bisa menemui Gubernur atau Wakilnya, pengunjung dapat berfoto dengan duplikasi dari kedua tokoh tersebut. Tak apalah, yang penting bisa selfie dan narsis bersama kawan-kawan.

Jakarta Smart City (JSC) berada dilantai 3, Balaikota. Kini warga Jakarta patut berbangga dengan adanya JSC. Secara tak langsung, warga dituntut mengunakan teknologi dan komunikasi secara lebih luas dan dapat memberikan input atau masukan pada setiap kejadian melalui JSC. Secara sederhana, JSC merupakan tempat mencari dan mendapatkan informasi, mengirim masukan kepada pemda dan berpastisipasi secara aktif dengan perkembangan Jakarta. Bentuk JSC yang ringkas dan dapat diakses melalui smartphone merupakan point plus dari konsep ini.

Keliling Jakarta Dengan Jakarta City Tour 


Foto : Mba Evi
TransJakarta melalui Bus City Tour mengajak kita menikmati Jakarta dari sisi lain. Tidak seperti bus TransJakarta secara umum, bus ini dikhususkan untuk wisatawan yang ingin berkeliling Jakarta secara gratis. Rute yang paling banyak diminati tentu saja Monumen Nasional - Kota Tua. Setiap Sabtu dan Minggu, bus ini selalu dipenuhi oleh warga yang ingin mengunjungi beberapa tempat bersejarah seperti Arsip Nasional, Kawasan Glodok dan tentu saja Kota Tua.

Tak hanya mengantarkan wisatawan, Bus City Tour ini memiliki seseorang juru bicara yang menjelaskan secara singkat sejarah tempat-tempat yang dilaluinya. Jadi, tak sekedar menikmati suasana Jakarta saja, namun kita mendapatkan pengetahuan sejarah secara menyenangkan. Oh, ini dia yang kita cari dari Jakarta selama ini.

Kawasan Kota Tua (Museum Fatahilah)

Foto : Ulu Bandung Diary
Ramainya orang hari itu, tak kami hiraukan. Kami kemudian mengambil posisi masing-masing dan kemudian dengan cepat sebuah banner besar dibuka dan ditempatkan ditengah. Senyum spontan kami melebar sementara Mba Evi sudah siap membidik potret kami. Klik dan klik. Setelah beberapa kali jepretan, akhirnya kami membubarkan diri secara cepat dan segera menaiki bus city tour kembali.

Kota Tua, sebuah ikon  Jakarta tempo dulu. Batavia, seolah-olah menjadi sebuah pintu gerbang menuju masa sekarang. Bangunan lama seperti Museum Fatahilah yang dahulu berfungsi sebagai balaikota seakan ingin mengungkapkan betapa kemegahan masa lalu masih bisa kita rasakan sampai sekarang. Apa jadinya jika bangunan lawas itu dirobohkan dan hancur berkeping-keping? Mungkin saja generasi muda tidak dapat belajar dari masa lalu dan menjadi generasi yang lupa sejarah bangsanya sendiri. Bung Karno pernah mengatakan Jas Merah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Kini tugas kita bukan hanya menjaga bangunan agar tak runtuh namun belajar dari sejarah dan masa lalu kelam bangsa kita.

Menikmati Malam Dari Puncak Monas 


Seperti lagu Akademi Fantasi, kami memang menuju puncak, namun bukan puncak gunung atau puncak gedung. Kami akan menuju puncak Monas malam ini. Kami mendapatkan kesempatan khusus untuk naik terlebih dahulu karena kami telah mendapatkan ijin dari pihak manajemen Monas.Waktu normal yang dibutuhkan untuk mencapai Monas biasanya bisa mencapai hitungan puluhan menit atau satu jam bahkan lebih, beruntung kami hanya menunggu beberapa menit saja. Dan, iya kami akhirnya menuju puncak Monas.

Sebelum mencapai Monas, kami terlebih dahulu masuk melalui pintu yang persis dibawah patung Diponegoro atau warga lebih akrab menyebutnya sebagai patung kuda. Setelah masuk, lalu kami melewati tempat pembelian tiket dan selanjutnya kami menuju dibawah cawan dan menunggu selama beberapa menit. Dan setelah itu, kami langsung menuju lift yang terdiri dari 3 bagian yaitu Cawan, tengah dan puncak.



Teng tong. Lift kami pun terbuka, dan saya heboh sendiri karena selama ini belum pernah sekalipun menikmati Jakarta dari puncak Monas. Yes, seumur hidup momen pertama kali inilah yang membuat saya jatuh cinta pada Monas, apalagi malam ini tak begitu mendung jadi kami pun dapat melihat Jakarta secara puas.

Mungkin hampir setengah jam lebih kami berada diatas Monas. Kami pun turun ke daerah cawan Monas dengan senyum yang terukir secara penuh. Mungkin, lain waktu kami akan kembali lagi dan lebih lama lagi menikmati malam bahkan keinginan saya adalah menikmati sunset dari puncak Monas.


Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan Jakarta Night Journey yaitu Pemda DKI Jakarta melalui Bidang Pariwisata, PT TransJakarta, Jakarta Smart City, Kawasan Kota Tua, Kawasan Monumen Nasional. Pihak Sponsor yaitu Asus Indonesia, Blue Bird Group dan Zuri Express. Media Partner yaitu TV One, Antv dan Viva.coid.

Selamat kepada pemenang Jakarta Night Journey Blog Competition, Live Tweet Competition dan Vlog/Video Instagram Competiton. Terima kasih kepada blogger peserta Jakarta Night Journey. Sampai jumpa pada kegiatan Indonesia Corners selanjutnya.


It Is Time To Halloween ‘Barbeque’ Party


Ancol kembali menawarkan rindu. Dan pantai itu saya kembali berlabuh. Hujan sedang menemani perjalanan saya menuju ke Ancol. Discovery Hotel mengundang saya dalam "Halloween Party". Beruntung hanya beberapa bagian tubuh saja yang basah dan itupun tak berarti. Di halte Busway, Dita sudah menunggu. Dita merupakan travelmate saya di perjalanan panjang pulau Rote. Dan hari ini kami bersua kembali. Setiap bertemu, kami pasti membahas momen keseruan kami di Rote, mulai dari alamnya yang indah, kebiasaan warganya, kelucuan tindakan kami dan masih banyak lainnya. 

Tak heran apabila berjumpa dengan Dita, yang ada dibenak saya bukan makanan melainkan Pulau Rote. Mungkin, ada sebuah perasaan untuk mengulang setiap peerjalanan yang kami lalui. Semoga saja ada kesempatan lainnya.


Halloween Party


Halloween identik dengan budaya barat. Namun, tidak ada salahnya mencoba mengetahui apa sih sebenarnya makna Halloween yang sebenarnya. Halloween diperingati sebagai hari untuk mengenang orang meninggal. Dikenal sebagai salah satu festival panen kelt kuno dan erat kaitannya dengan akar-akaran pangan. Oleh karena itu simbol halloween terkenal dengan buah labu yang disulap menjadi menyeramkan. 

Trick or treat, mengunakan kostum hantu-hantu seram, atraksi berhantu, menyalakan api ungun besar dan perayaan lain kerap menghias kota hampir diseluruh negara di Barat khususnya Amerika. Di Indonesia, Halloween tidak sepenuhnya dirayakan dalam arti sebenarnya. Adopsi yang ditiru hanyalah mengenakan kostum seram dan uniknya, kostum yang ditampilkan bukanlah secara langsung menjiplak dari barat. Indonesia memiliki kekhasannya tersendiri, bahkan hantunya pun berbeda dari barat, sebut saja pocong, kuntilanak, tuyul dan lainnya yang tentu saja lebih menyeramkan daripada drakula dan kawan-kawan.


Discovery Hotel Ancol pun memiliki cara unik untuk menghibur keriaan pada hari-hari Halloween, seperti menghias kue-kue menjadi menarik atau berhantu. Suasana restoran yang terang menjadi sedikit gelap namun dipenuhi warna-warni hantu.

Menikmati Barbeque


Barbeque hadir pada malam minggu di Discovery Hotel Ancol. Bagi penikmat Barbeque, tentunya momen ini jangan sampe terlewati karena menghidangkan ragam barbeque mulai dari sayuran, daging dan seafood yang rasanya menonjok lidah kamu.

Seperti biasa, sebari menunggu barbeque dihidangkan, tersedia live music dengan lagu-lagu yang akrab ditelinga kita.


Sepertinya malam minggu ini, akan menjadi malam yang luar biasa indah sambil menikmati barbeque dan live music serta menikmati pemandangan sekeliling Ancol. 

Informasi Discovery Hotel Ancol

Alamat 
Jl. Lodan Timur No. 7, Ancol Taman Impian
Jakarta Utara, DKI Jakarta 14430

Telepon/Online Reservation
021 - 293 77 777

Email 
info@discoveryhotelancol.com

Social Media 
Twitter : @DiscoveryAncol
Facebook : Discovery Hotel & Convention Ancol
IG : @discoveryancol

Website 
Hotel Discovery Ancol

Peta/Map