Arsip Kategori: Jadul

#PDL Pernah Menikmati Masa Indah Bersama Walkman


#PDL adalah Pernah DiLakukan. Pos #PDL merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

***

#PDL Pernah Menikmati Masa Indah Bersama Walkman. Saya sedang di rumah saja, dan suasana sedang hujan. Hujan kadang membawa saya pada memori masa lalu. Jadi ingat dulu sering sumbatin lobang hidung pakai tisu, sering banget nongkrong dan ngopi di kafe, sering sakit kepala kalau melihat Pohon Tua berantakan, sering jalan ke luar daerah tanpa perencanaan, sering melakukan hal-hal gila. Eh, sekarang sih masih sering melakukan hal-hal gila meskipun frekuensinya berkurang drastis. Maklum, sudah uzur. Haha.

Baca Juga: #PDL Komputer Pentium II Andalan yang Dimuseumkan

Dan hari ini saya terbawa pada masa SMP dulu saat pertama kali berkenalan dengan sebuah benda bernama Walkman. Anak-anak zaman sekarang belum tentu tahu soal walkman ini. Haha. Alhamdulillah saya pernah menikmati masa indah bersamanya.

Menurut Wikipedia, Walkman adalah pemutar audio kaset sebagai pemutar audio dan video portabel. Walkman mengubah kebiasaan mendengarkan musik, sehingga seseorang dapat mendengarkan musik di mana saja. Walkman dirilis pada tahun 1979 dengan nama Walkman di Jepang, dan disebut Soundabout di negara seperti Amerika Serikat, Freestyle di Swedia dan Stowaway di Inggris Raya. Peralatan ini dibuat pada tahun 1978 oleh enjiner audio Nobutoshi Kihara untuk mantan ketua Sony Akio Morita, yang ingin mendengarkan musik ketika perjalanan dengan pesawat terbang. Morita tidak menyukai nama "Walkman" dan meminta untuk mengantinya, tetapi dibatalkan ketika pelaksana yuniornya telah memulai penjualannya dengan nama Walkman, sehingga akan mahal ketika diganti.

Mengapa disebut Walkman, mungkin karena orang-orang yang sedang berjalan tetap dapat mendengarkan musik kegemaran mereka. Haha. Asli, itu cuma terjemahan lurus, menurut saya. Yang jelas saya punya Walkman pertama bermerek Sanyo, bukan Sony. Mendengarkan Walkman ini pun harus pakai headset. Kemudian saya dibelikan Walkman yang bisa didengarkan tanpa harus menggunakan headset. Masa SMP saya begitu indah. Hehe. Kaset pita di rumah kami itu diletakkan dalam peti kayu super besar dan kebanyakan memuat musisi kegemaran (alm.) Kakak Toto Pharmantara seperti Iwan Fals, Doel Sumbang, Koes Plus, Fariz RM, Def Lepard, dan lain sebagainya. Setelah itu, saya mulai membeli sendiri kaset pita penyanyi favorit seperti, Trio Libels, Cool Colours, Oppie Andaresta, Java Jive, Slank, Imanez, sampai kompilasi kayak Pesta Rap.

Coba bayangkan:

1. Suasana hujan.
2. Ngemil es puter + alpukat.
3. Pisang mentah digoreng.
4. Dengerin Walkman.
5. Baca Wiro Sableng.

Surganya anak SMP waktu itu!

Baca Juga: #PDL Merawat Bumi Merupakan Bagian dari Merawat Akal

Zaman Walkman kemudian memudar dengan adanya Discman. Pelan-pelan kaset pita sudah tidak ditemukan lagi di toko kaset, berganti CD dan VCD. Padahal saya paling senang sama sampul kaset pita karena pasti memuat semua lirik lagu dalam album tersebut! zaman CD, kemudian VCD, kemudian DVD, menyebabkan pembajakan terjadi tanpa ampun dan menyebabkan begitu banyak musisi merugi. Tapi, yang namanya zaman ... semakin canggih ... ya begitu itu.

Tapi yang jelas, saya pernah menikmati masa indah bersama Walkman. Bagaimana dengan kalian? Komen di bawah. Hehe.

#PDL
#Jum'at



Cheers.

Menariknya Lagu-Lagu Lawas yang Tak Lekang Oleh Waktu


Menariknya Lagu-Lagu Lawas yang Tak Lekang Oleh Waktu. Busyet! Ini judulnya begini banget, yak. Haha. Hyess, salah satu perbuatan yang saya lakukan mengisi waktu cuti sekalian waktu liburan panjang adalah karaoke. Biasanya saya merekam, menggunakan telepon genggam, aksi bernyanyi dengan suara sumbang ini. Tapi lebih sering melakukannya sambil tiduran. Tidak lupa speaker JBL mini, melalui sambungan bluetooth, menemani supaya suara musiknya lebih krenyes. Biasanya aksi karaoke ini dimulai dengan lagu-lagu favorit seperti Flashlight-nya Jessie J, Memories milik Maroon 5, Mirror-nya Justin Timberlake, lantas bergeser pada Ironic milik Alanis Morissette. Dan bisa ditebak, lagu-lagu karaoke itu terus bergeser ke masa lampau. Pada akhirnya yang awalnya karaoke, justru jadinya bernostalgia karena banyak lagu-lagu lawas yang tidak tersedia versi karaokenya di Youtube.


Lama-kelamaan mendengarkan lagu lawas menjadi semacam hobi temporari yang saya lakukan kala bosan bermain Battle Realms di waktu cuti dan libur panjang. Habis mandi yang kemalaman, dibuai angin dari kipas angin, tiduran di karpet, mulai membuka Youtube sekalian membuka memori tentang penyanyi dan lagu-lagu lawas yang pernah ngetop di zamannya. Perasaan jadi ikut terbawa arus sungai hingga ke laut. Saya sendiri terkejut melihat bagaimana cara kerja Youtube menyarankan satu per satu video-video musik itu. 

Kalian masih ingat Dina Mariana? A-ha! Harusnya masih ingat, donk. Saat masih siaran di Radio Gomezone dulu, saya masih sering mengudarakan lagu-lagu milik Dina Mariana seperti Si Dia atau Ingat Kamu. Sambil mendengarkan Si Dia dari Dina Mariana, saya teringat pada lirik lagu berikut ini: kutunggu kamu di gerbang sekolah, maukah kamu mengantarku pulang. Sebagai anak era 80-an dan 90-an, saya tidak bisa melupakan lirik lagu yang satu ini. Langsung mencarinya di Youtube. Kata kuncinya? Ya itu tadi: kutunggu kamu di gerbang sekolah, maukah kamu mengantarku pulang. Ketemu? Ketemu! Nama penyanyinya Tommy Soemarni and Co. Judul lagunya Ranking Pertama. Hayo kalian, tidak semua tahu penyanyi dan judul lagu kesohor ini kan? Haha. Saya merasa sangat bahagia.

Bicara soal lagu lawas rasanya tidak adil kalau tidak menulis tentang Rumpies. Salah satu, atau satu-satunya?, lagu mereka yang ngetop waktu itu berjudul Nurlela. Rumpies ini seharusnya bisa menjadi kelompok vokal perempuan yang sangat kuat di Indonesia. Mereka bahkan sudah lebih dulu ada sebelum Spice Girls merajai tangga lagu dunia dan disebut sebagai girlband pertama di dunia. Kenapa Rumpies saya tulis seharusnya bisa menjadi kelompok vokal perempuan yang sangat kuat di Indonesia? Lihat dulu donk personelnya. Atiek CB, Trie Utami, Malyda, dan Vina Panduwinata! Mereka adalah penyanyi-penyanyi perempuan Indonesia yang berkarakter dan rasa-rasanya semua Orang Indonesia saat itu mengenal mereka lewat acara seperti Album Minggu Kita atau Selekta Pop. Saya juga masih suka menonton video Atiek CB yang berjudul Benci Sendiri.

Ternyata pengetahuan saya tentang lagu lawas berikut penyanyinya ... boleh diadu. Haha.

Mari kita lanjutkan. 

Dari para lelaki, saya selalu memilih terlebih dahulu Trio Libels. Roni Sianturi adalah lelaki yang selalu mengisi khayalan masa kecil saya tentang lelaki idaman. Di manakah dia sekarang? Entah. Sama juga dengan entah-di-mana Edwin Manansang. Sementara itu Yanni Airlangga, setahu saya, telah meninggal dunia tahun 2015. Mbakyu, salah satu lagu Yanni yang dinyanyikan solo-karir, merupakan salah satu yang paling saya ingat hingga saat ini. Eh, balik lagi ke Trio Libels, jangan pernah kalian pura-pura tidak mau mendengar Aku Suka Kamu dan Oh Gadisku. Oh gadisku sa sa sa sayaaaaaaang. Iya, Abang sayang kapan lamar?

Era 80-an/90-an selalu juga mengingatkan saya pada Gita Remaja. Kuis musik di TVRI yang dibawakan oleh Tantowi Yahya dengan salah satu band pengiring: Halmahera Band! Nah, gara-gara Halmahera Band dan gaya Tohpati yang cool itu, wajah Roni Sianturi dalam khayalan saya pun berganti dengan wajah Tohpati. Siapa sih perempuan yang bisa tahan melihat gaya si Tohpati? Gara-gara itu saya jadi pernah menunggu album Halmahera dan tergila-gila sama Lukisan Pagi-nya Tohpati bersama Shakila

Perjalanan saya bernostalgia sama lagu-lagu lawas mempertemukan saya dengan begitu banyak penyanyi zaman doeloe. Sebut saja Twin Sister, masih ada yang ingat mereka dengan gaya menyanyinya di panggung?, Ria Rizky Fauzi yang ngetop dengan lirik: kututup layar cintakuuuu, tentu ada cintaku di Barcelonaaaa oleh Fariz RM, Duo D yang terdiri dari Dian Pramana Putra dan Deddy Dhukun dengan lirik: aku yakin di antara kita masih ada cinta yang membara. Amboiii, perasaan siapa yang tidak uhuk ehek ahak? Duh, jadi pengen nyanyi, haha. Oddie Agam hadir dengan nuansa musik yang kece dalam Kesempatan bareng Dewi Yull. Eh, masih ada yang ingat Dewi Yull kah? Semoga masih ada yang mengingatnya. Beliau punya warna suara yang unik.

Lalu, mata saya menangkap tulisan Kirey. Begitu melihatnya yang terlintas di benak saya bukan Terlalu melainkan Jangan Kau Samakan. Hyuk kita nyanyi bareng-bareng ...

Kurasakan dan kumengerti
Ketika ada kata terucap
Tanpa kau sadari

Kegagalan kisah cintamu
Begitu lekat erat mengikat
Trauma hidupmu

Aku bukanlah, jangan kau samakan
Dan kau pun pasti mengerti
Kekurangan kelebihanku

Terserah dirimu, kasih
Semua t'lah kuungkapkan
Sikap dan pribadiku
Mungkin kau pun t'lah tahu

Sepenggal saja, ya. Jangan semuanya. Nanti kalian baper kayak saya. Hihihi. 

Baca Juga: Kalau Begitu Marilah Kita Coba Mendaki Tangga Yang Benar

Bagaimana, kawan? Lagu lawas itu asyik kan? Saya berharap sambil membaca ini kalian juga sambil mencari video musiknya di Youtube. Sekalian mendengarkan, sekalian bernostalgia, sekalian baper, sekalian ... ah, telepon mantan sekarang! *ngakak guling-guling*. Tentu saya tidak menulis semua penyanyi berikut lagu lawas mereka! Masih ada Ita Purnamasari, Kla Project, Elfa's Singer dengan pentolannya yaitu Yana Julio, Slank, Dewa19, hingga Jamal Mirdad! Nanti ya, kalau sedang in the good mood, saya pasti bakal menulis bagian keduanya. Hehe.

Bernostalgia itu asyik juga ...

Mari bernostalgia ...

#SabtuReview



Cheers.

Nokia 5300


#PDL adalah Pernah Dilakukan. Pos #PDL setiap Jum'at ini merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

***

Hola! Singkat dan ringan saja. Saya pernah memakai HP jadul yang satu ini. Nokia 5300. Dan tadi, waktu membongkar map-map demi mencari KTP Mamatua yang entah ada di mana, eh ketemu CD program Nokia 5300! Busyet hahaha. Zaman sekarang sih tidak perlu lagi yang namanya CD program/software kan ya. Dan saya masih menyimpannya. Haha.



Cheers.