5 Manfaat Tidak Menonton Televisi



Televisi merupakan salah satu sumber informasi dan hiburan dalam keluarga. Ragam berita tentang kehidupan dinosaurus dan anak cucu dikemas apik dengan host yang kalau tidak ganteng pasti cantik, dan tentu saja cerdas. Berbagai gosip mulai dari gosip artis sampai gosip calon artis disajikan lezat bak sekotak alu ndene dalam kardus. Belum lagi aneka talkshow, filem, kisah petualangan, sampai reality show yang tidak real itu. Semua itu digenapkan dengan suguhan sinetron yang dulu saya sebut industri air mata. Industri air mata ini, dari yang saya dengar, sudah berkembang menjadi industri yang lebih menakutkan, industri percontohan kehidupan anak sekolah.

Coba yaaa itu anak sekolah di kehidupan nyata tidak pakai rok mini di atas lutut secara langsung dipanggil guru BP buat diceramahin tiga jam. Coba yaaa itu anak sekolah di kehidupan nyata zaman dulu itu berani menantang mata guru saja sudah kena hukum. Di sinetron, anak sekolah berani baku jawab dengan guru bahkan bersikap kurang patut. 

Baca Juga: 5 Blogger Kocak

Karena di saya sering nonton televisi sampai larut, maka saya kemudian memutuskan untuk membeli televisi sendiri yang diletakkan di dalam kamar. Sehingga saya menonton televisi menggunakan Tekomvision sedangkan Mamatua menonton televisi menggunakan parabola model lama yang ukurannya lebih besar.

Dulu, saya menyukai beberapa program dari stasiun televisi Indonesia seperti TransTV, Trans7, dan NET. Seringnya saya menonton stasiun televisi luar seperti National Geographic, StarWorld, Fox, AXN, AFC, TLC, E!, dan lain sebagainya. Saya penikmat serial-serial ketje seperti Law & OrderCriminal Minds, NCIS, Castle, Grey Anatomy, Royal Pain, dan tentu saja The Walking Dead. Pssst, saya pernah bolos kerja hanya karena jam tayang The Walking Dead pindah ke pukul 10.00 Wita. Haha. Koplak. Jadi ingat waktu SMA juga sering bolos setiap Sabtu demi menonton filem Vampir China di RCTI. 

Mamatua saya tercinta yang baru berulangtahun pun gemar menonton televisi setiap usai shalat Subuh. Mama Dedeh! Mamatua dan Mama Dedeh itu sulit dipisahkan. Televisi akan dimatikan (mati?) setelah pukul 06.00 Wita usai lagu Indonesia Raya berkumandang. Dulu, lagu Indonesia Raya di rumah saya merupakan lagu wajib yang disetel kencang. Volume televisi FULLvolume receiver FULL. Hasilnya tetangga hanya bisa mengelus dada dan saya melenting dari kasur dengan mata nanar.

Sampai kemudian, piala dunia tahun 2014, kakak saya meminjam parabola besar punya Mamatua. Akhirnya Mamatua harus rela menonton sambungan pararel dari kamar saya. Itu pun tidak lama karena kemudian kalau tidak salah di tahun 2015 sesuatu terjadi pada jaringan Telkomvision, sumber penghiburan di televisi di rumah. Entah apa yang terjadi sehingga parabolanya tidak bisa menangkap sinyal yang diteruskan ke receiver. Saya sempat mati gaya. Mamatua bingung karena tidak dapat melihat wajah bulat manis Mama Dedeh dan tidak bisa mengumandangkan lagu Indonesia Raya. Mamasia jadi nganga kalau kerjaan sudah beres karena tidak ada yang bisa dia lakukan. Hasilnya Mamatua dan Mamasia menonton Mama Dedeh menggelar turnamen congklak.

Tapi hidup terus berjalan. Ya iya laaah hahaha. Dan setelah bertahun-tahun tidak ada televisi saya merasakan manfaat yang mungkin juga sudah duluan dirasakan oleh Om Gustri Brewon. Adalah Om Gusti, aktivis yang saya tahu memperjuangkan hak-hak penderita HIV dan Aids di NTT, yang pernah bercerita pada saya bahwa dirinya dan keluarga tidak menonton televisi. Awalnya saya terkejut. Tapi tentu Om Gusti punya alasannya sendiri. Dan ternyata saya kemudian juga tidak menonton televisi untuk waktu yang cukup lama - sampai sekarang.

Baca Juga: 5 Peserta Favorit Kelas Blogging

Jadi, apa saja manfaat tidak menonton televisi?

1. Menghemat Listrik


Mungkin ada yang bakal ngetawain saya menulis ini, tapi faktanya memang demikian. Karena tidak menonton televisi, penggunaan listrik menjadi jauh lebih hemat. Mungkin kalian juga bisa menerapkan aturan jam televisi boleh dinyalakan di rumah untuk menghemat listrik. Tapi bagi kami selama sekitar tiga tahunan belakangan ini, manfaat tidak menonton televisi adalah terjadinya penghematan listrik yang sangat signifikan. Maklum, kadang saya sendiri sering ketiduran saat sedang menonton televisi hahaha. Gantian televisi yang menonton saya.

2. Tidak Menjadi Korban Industri Air Mata


Setidaknya saya tidak lagi melihat Mamatua atau Mamasia mengomel  saat dan/atau setelah menonton sinetron di televisi. Pasang wajah sedih, dan nyaris menangis! Ketika ditanya, mereka bilang kasihan sama si Anu yang ternyata tokoh sinetron. Mereka kini lebih sering menggelar turnamen congklak. Qiqiqiq.

3. Selalu Ada Waktu Untuk Menulis


Ya, selalu ada waktu untuk menulis dan membaca. Dulu, bisa berjam-jam duduk di depan televisi, bahkan sambil tiduran dan ketiduran di kasur. Tapi sejak tidak menonton televisi, rasanya punya waktu cukup banyak untuk nge-blog; menulis dan blogwalking. Bahkan saya juga punya lebih banyak waktu untuk membaca buku-buku yang masih dibungkus plastik (saking lamanya menumpuk di lemari). Setiap malam sebelum tidur pun saya masih membaca puluhan artikel dari banyak situs favorit.

4. Kerja Otak Lebih Baik


Ini yang saya rasakan. Kerja otak menjadi lebih baik karena lebih banyak menulis dan membaca. Rasanya tidak perlu emosian sama tingkah suami artis Anu, tidak perlu emosian sama juri-juri ajang pencarian bakat menyanyi, dan lain sebagainya. Menulis, membaca, bermain game, menonton filem, traveling ... betul-betul mengisi waktu dengan baik versi saya. Heran ya ... dulu saya bisa menonton televisi berjam-jam bahkan sampai ketiduran dan membiarkan televisinya terus menyala sampai pagi!

5. Tidak Kecanduan


Karena tidak menonton televisi untuk waktu yang cukup lama, dengan sendirinya kecanduan televisi luntur dan hilang. Awal tidak menonton televisi rasanya sakau. Aduh ini gimana ya. Aduh sudah sampai mana ya The Walking Dead-nya. Aduh ... tapi sekarang tidak lagi. 

Tidak menonton televisi ternyata bermanfaat kan? Toh segala informasi dan hiburan pun bisa diperoleh dari internet.

Baca Juga: 5 Kelas Blogging

Semua poin yang tertulis di atas merupakan apa yang betul-betul saya alami dan rasakan setelah sejak 2015 tidak menonton televisi. Jelas, hemat listrik itu pasti hahaha. Bagaimana dengan kalian? Apakah kalian masih menonton televisi? Apakah ada yang kecanduan televisi? Apakah ada yang seperti saya tidak menonton televisi? 

Share yuk di komen :)


Cheers.

5 Manfaat Berpikiran Positif



Waktu masih belia dan menggemaskan khayalak ramai, serta masih suka ngetem di pinggir sawah bareng dinosaurus sambil ngejus alpukat, saya termasuk orang yang sulit berpikiran positif. Terutama waktu lihat orang-orang pada berkumpul dan saya tidak termasuk dalam kumpulan itu. Otak dan perasaan saya kompakan; mulai berpikir negatif. Perasaan berkata, mereka sedang ngomongin saya, otak meng-amin-kan. Perasaan berkata, mereka sedang mempermasalahkan jadwal keluar rumah saya, otak meng-amin-kan. Menghibur diri dengan bermain game, malah kepikiran tentang topik obrolan kumpulan-kumpulan itu. Why me, Lord? *panah raksasa menembus atmosfir lantas menancap di otak kanan saya*

Baca Juga: 5 Obat Alami Penyubur Rambut

Saya tahu itu salah.
Tapi saya melakukannya.
Perbuatan itu jangan ditiru.
Ini bukan puisi.

Seiring menua dan uzur berjalannya waktu, saya sadar pola pikir negatif itu harus diubah. Karena, yang rugi adalah DIRI SAYA SENDIRI! Orang-orang dalam kumpulan itu mana tahu saya kesal sama mereka? Negara juga menjamin setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat, sesuai amanat Pasal 28 E ayat (3) UUD 1945. Berpikiran negatif juga pernah menghasilkan badai yang luar biasa mengobrak-abrik persahabatan saya dengan orang-orang baik. Untungnya persahabatan kami lolos uji standar inter-galaksi. Jadi sampai hari ini pun kami tetap bersahabat baik, erat, karib, berpelukaaaan.

Lantas, apa yang saya lakukan?

  • Menghela nafas panjang.
  • Rajin berdzikir dan membaca ayat Al Qur'an.
  • Berkata pada diri sendiri; who the hell are you sampai-sampai orang kudu bergosip atau bikin status demi dirimua seorang, wahai Presiden Negara Kuning?
  • Dan tentu saja, belajar berpikiran positif.


Berpikiran positif!? Mendadak begitu saja? Tidak ada perasaan ini itu di hati?

Awalnya sulit. Saya kan juga manusia yang gagal jadi rocker. Kunci berpikiran positif, menurut pengalaman saya, adalah AMBIL HIKMAHNYA SAJA. Perlahan-lahan saya mulai menerapkannya. Mengambil yang baik, membuang yang buruk. Oleh karena itu, kemudian, Alhamdulillah, saya menjadi acuh dengan segala macam berkumpulan karena toh setiap orang punya perkumpulannya sendiri-sendiri. Apabila ada status Twitter dan Facebook yang konon ditujukan pada saya pun, saya masa bodoh alias BODO AMAT selama tidak menyebut nama, haha. Bahkan ketika ada yang melapor ke saya bahwa ada yang ngomongin saya, misalnya, anggap saja angin lalu, saya tidak mengkonfirmasi balik. Karena semua itu bisa bikin hari-hari saya kelabu.

Biarkan saya menikmati hidup ini dengan riang gembira.

Dan ketika pada akhirnya hubungan saya dengan seseorang membaik karena sebelumnya pernah disapu badai twister, saya berkata, "Maafkan saya, saya adalah orang yang paling egois padahal saya tahu saya salah. Semoga bisa mengerti, kalaupun tidak, tidak apa-apa. Saya tahu tidak semudah itu dirimu bisa memaafkan saya."  Oia, bahasa aslinya tidak se-sinetron seperti itu hahaha.

Kalian pasti pernah membaca manfaat berpikiran positif. Tapi kalian mungkin belum pernah tahu manfaat berpikiran positif yang saya rasakan. Jadi, berdasarkan pengalaman pribadi, apa manfaat berpikiran positif?

Baca Juga: 5 Obat Wajib Perjalanan Jauh

Mari kita simak:

1. Perasaan Lebih Bahagia


Thika:
Ncim, si Anu selalu menyindir saya.

Saya:
Ambil positifnya saja. Kau lebih cantik dari dia. Tapi ingat, Encim lebih cantik dari kau.

Thika:
)(*&^%$#@!

Berpikir positif akan membikin perasaan menjadi lebih bahagia karena kita sadar untuk selalu menempatkan diri di luar lingkaran setan. Kadang-kadang saya berkata pada diri sendiri: BODO AMAT sama hal-hal yang merugikan. Selain perasaan lebih bahagia, kita juga lebih sehat loh. Nanti, rasakan sendiri.

2. Otak/Pikiran Lebih Produktif


Karena tidak peduli dan/atau tidak sibuk memikirkan yang bukan-bukan, tetapi memikirkan yang iya-iya, otak kita jadi bisa lebih produktif untuk hal-hal yang positif. Karena waktu untuk berpikiran negatif itu dengan sendirinya akan diisi dengan kegiatan yang jauh lebih bermanfaat. Kaitannya sama otak lebih produktif adalah saya lebih enteng menulis konten blog. Pikiran negatif pergi, ide menulis konten blog menjadi jauh lebih banyak. Ada saja yang bisa ditulis. Pikiran positif sama dengan enerji positif kan ya eheheh.

3. Punya Lebih Banyak Teman


Pikiran negatif bakal bikin kita sakit hati sendiri dan memusuhi orang lain karena kita disuntik pikiran bahwa mereka melakukan hal buruk pada kita (termasuk menggosipkan kita). Berpikir positif dengan sendirinya akan membuat persahabatan atau hubungan kita dengan orang lain tetap terjalin. Bahkan, kita bisa punya teman baru ... lebih banyak lagi.

4. Lebih Banyak Kesempatan


Kaitannya sama nomor tiga di atas. Kalau punya banyak teman, tentu banyak kesempatan yang bisa diperoleh. Misalnya, mendadak dikasih kesempatan mengikuti kegiatan bermanfaat seperti seminar atau sarasehan (sebagai peserta) sama teman. Kan asyik, bisa menambah pengetahuan dan menambah teman. Coba bayangkan kalau saya sudah berpikiran negatif terlebih dahulu, lantas musuhan sama si A, ya kesempatan yang datang dari si A bisa nyasar ke orang lain. Padahal sebenarnya si A mau memberikan kesempatan itu pada saya.

5. Rejeki? Tentu ... Lebih!


Kesempatan adalah rejeki tersendiri. Tapi rejeki lain yang menyusulinya Insha Allah akan datang dengan sendirinya. Misalnya, punya teman yang mengajak saya mengikuti suatu kegiatan seminar, ternyata di sana saya bertemu teman lain yang punya suatu proyek, melihat saya mampu mengerjakan proyek tersebut, maka proyek itu jatuh ke tangan saya.

Berpikir positif selalu membawa manfaat baik. Coba dari sekarang dan rasakan sendiri perubahannya.

Baca Juga: 5 Manfaat Garam

Lantas, saya tidak punya musuh atau orang-orang tidak memusuhi saya? Nah ini yang perlu diluruskan. Tidak ada manusia yang ingin punya musuh, tapi kadang manusia tidak terlepas dari hal-hal seperti itu, apalagi yang sudah terjadi di masa lampau. Bagi saya, yang sudah terjadi dan masih bisa diperbaiki, mari silahkan. Tapi yang sudah terjadi dan belum bisa diperbaiki, tidak masalah. Sepanjang kita tidak terus-terusan (memicu) mengingat apa yang telah terjadi di masa lalu. Bagi saya membuat lingkaran itu perlu, meski tidak penting, untuk tahu di mana diri kita berdiri. 

Seperti kata Bondan kan, ketika mimpimu yang begitu indah, tak pernah terwujud, ya sudahlah.

Karena, mungkin memang belum saatnya mimpi itu terwujud.

Semoga bermanfaat :)



Cheers.

Komentar Disqus



Salah satu elemen penting dari dunia blogging adalah komentar. Ketika kita blogwalking, kadang hanya membaca, kadang juga meninggalkan komentar. Adalah penting bagi saya untuk membalas komentar dan sedapat mungkin tidak ada yang terlewatkan. Tombol reply pada komentar Blogger sangat membantu saya untuk tahu mana komentar yang sudah dibalas, mana yang belum. Karena, ketika tamu datang ke rumah kita dan menunjukan dirinya dengan santun, tentu kita berupaya menyediakan minum dan kudapan. Demikianlah kira-kira.

Baca Juga: Blog List dan Blogwalking

Tombol reply pada komentar Blogger mulai tidak berfungsi sejak dinosaurus kenal dunia internet beberapa minggu yang lalu. Tentu ini mengesalkan. Karena:

  • Kuatir ada komentar yang terlewat dibalas.
  • Penampakannya menjadi kurang menarik karena saya merapel per lima komentar untuk dibalas sekaligus.
  • Belum terpikirkan alasan ketiga.


Beberapa cara untuk mengatasinya lantas muncul di pos-pos blog. Untuk mengatasinya saya membaca di blog milik Kang Nata di Asikpedia. Lalu dibahas juga di blog milik Mas Bumi di Djangkarubumi. Tapi karena saya gaptek, sudah mencoba lantas muncul error yang lain yang mungkin disebabkan saling tabrakannya skrip entahlah, maka saya pun gagal untuk memperbaiki tombol reply yang eror tersebut. Ya sudah, saya pasrah saya. Namun ... rasa kesal di dasar hati diam tak mau pergi rasanya kok aneh nge-reply komentar tidak langsung pada komentar yang bersangkutan. Ini ibarat mengirim surat tapi nomor rumahnya meleset.

Akhirnya, mautak mau, saya pakai Disqus. Sudah lama tahu Disqus dari waktu dulu pernah menulis di Seword, dan sudah mendaftar akun di Disqus. Akun Disqus itu hanya saya gunakan apabila hendak berkomentar pada blog yang memakai sistem komentar tersebut. Lantas banyak juga blog yang memakai Disqus. Pikir punya pikir, ya sudah saya pakai Disqus saja deh. Tata cara pemasangannya di Blogger juga sangat mudah! Hanya memakan waktu sekitar lima menit, komentar Disqus sudah terpasang di blog sedang kalian baca ini.

Sayangnya, proses migrasi paus ke Australia komentar lama dari Blogger ke Disqus mengalami error demi error. Ya sudahlah, yang penting saya sudah usaha sebatas kemampuan hehe. Jadi, silahkan komentar *dijumroh*.

Baca Juga: Scootmatic

Kelemahan Disqus ini, berdasarkan beberapa hari memakainya adalah:

  • Apabila yang komentar itu tidak memasang tautan blog atau situsnya di Disqus, terlebih teman yang baru pertama kali berkomentar di sini, maka saya kesulitan melakukan kunjungan balik. Bila kalian tahu caranya, bagi tahu donk hehe.
  • Migrasi komentar lama (Blogger) ke Disqus yang masih terus gagal.


Bagi kalian yang main ke sini, jangan kuatir ... Insha Allah saya tetap blogwalking ke blog kalian *pasang senyum manis* karena cerita kalian di blog tidak akan saya dapatkan di ensiklopedia atau di majalah.

Selamat datang di dunia Disqusi dan mari kita berdiskusi.

FYI; dulu kala, ada salah satu sistem komentar yang kesohor dan pasti ada di banyak blog. Namanya Haloscan. Entah kenapa waktu itu Haloscan begitu kesohor padahal sistemnya sederhana saja, sama seperti komentar Blogger. Namun kemudian karena satu dan lain hal tidak dapat digunakan lagi dan saya juga pernah cukup lama tidak nge-blog sehingga kurang update informasi. Selain komentar, zaman dulu nge-blog ada istilah shoutbox. Salah satu yang paling ngetop adalah Doneeh. Shoutbox itu, istilah saya, quick coment. Komentar atau shout di shoutbox yang dipasang di side bar itu kadang tidak sesuai dengan pos blog. Seperti: hei hai, I'm here ...

Baiklah, demikian saja untuk hari ini. Mohon maaf apabila kalian merasa tidak nyaman atas penggantian sistem komentar karena sesungguhnya saya hanya ingin yang terbaik dalam dunia komen-komenan haha.

Baca Juga: Proyektor Ini Tidak Butuh Layar atau Dinding

Semoga bermanfaat!



Cheers.

2019 Tetap Nge-blog



Seperti yang sudah saya jelaskan pada pos tentang gara-gara blogwalking akhirnya gabung sama komunitas Blogger Perempuan, atau tentang aktivitas blogwalking dapat menghadirkan gagasan ide menulis konten blog, maka lagi-lagi akibat menikah muda blogwalking saya tergagaslah ide menulis konten yang satu ini. Sesuai judul: 2019 Tetap Nge-blog. Gara-gara blogwalking ke blog-nya Mas Doddy Purwanto. See? (Terjemahan Indonesia: apa kan saya bilang?). Blogwalking itu banyak manfaatnya!

Baca Juga: Perjalanan Rock'N'Rain

Pos Mas Doddy itu adalah tentang, kira-kira, resolusi tahun 2019. Setiap orang pasti punya resolusi meskipun banyak yang menyangkalnya. Tapi setidaknya ada satu harapan yang ingin diwujudkan di tahun mendatang. Sama. Saya juga punya resolusi di tahun mendatang yaitu melakukan ritus membangkitkan dinosaurus tetap diberi kesehatan dan kewarasan, serta selalu bersyukur atas nikmat kehidupan yang dianugerahi oleh Allah SWT.

Untuk mempermudah, hashtag yang saya baca dari komentar Admin 007 di blog Mas Doddy kita pakai. 

#2019TetapNgeblog

Lantas, apa alasan saya pada tahun 2019 nanti tetap nge-blog

  • Nge-blog membikin otak saya lebih fresh dan membikin saya lebih produktif dari hari ke hari. Karena, (sering) menulis merupakan proses memindahkan isi otak. Kalau sudah menulis, ide-ide yang berterbangan di otak itu satuper satu dikeluarkan. Ini menurut saya. Semacam piknik online lah haha.
  • Nge-blog membikin saya kaya raya. Kaya teman. Tentu saja. Kaya pengetahuan, tentu saja. Karena, setiap blog yang saya baca dari kegiatan blogwalking pasti ada yang membikin saya jadi tahu ini itu. Membaca, apalagi yang bermanfaat, tidak pernah bikin kita gulung tikar.
  • Nge-blog membikin saya punya warisan yang kelak bisa dibaca oleh siapa saja. Misalnya, kalau anak saya bertanya sudah ke mana kah saya semasa masih muda dan enerjik, tinggal saya suruh: baca blog ine (mama) yang soal travel.


Haha ...

Insha Allah, apabila tidak ada aral melintang, saya akan tetap nge-blog. Ya, #2019TetapNgeblog.

Bagaimana dengan kalian? Bagi tahu yuk di komen.


Cheers.

2019 Tetap Nge-blog



Seperti yang sudah saya jelaskan pada pos tentang gara-gara blogwalking akhirnya gabung sama komunitas Blogger Perempuan, atau tentang aktivitas blogwalking dapat menghadirkan gagasan ide menulis konten blog, maka lagi-lagi akibat menikah muda blogwalking saya tergagaslah ide menulis konten yang satu ini. Sesuai judul: 2019 Tetap Nge-blog. Gara-gara blogwalking ke blog-nya Mas Doddy Purwanto. See? (Terjemahan Indonesia: apa kan saya bilang?). Blogwalking itu banyak manfaatnya!

Baca Juga: Perjalanan Rock'N'Rain

Pos Mas Doddy itu adalah tentang, kira-kira, resolusi tahun 2019. Setiap orang pasti punya resolusi meskipun banyak yang menyangkalnya. Tapi setidaknya ada satu harapan yang ingin diwujudkan di tahun mendatang. Sama. Saya juga punya resolusi di tahun mendatang yaitu melakukan ritus membangkitkan dinosaurus tetap diberi kesehatan dan kewarasan, serta selalu bersyukur atas nikmat kehidupan yang dianugerahi oleh Allah SWT.

Untuk mempermudah, hashtag yang saya baca dari komentar Admin 007 di blog Mas Doddy kita pakai. 

#2019TetapNgeblog

Lantas, apa alasan saya pada tahun 2019 nanti tetap nge-blog

  • Nge-blog membikin otak saya lebih fresh dan membikin saya lebih produktif dari hari ke hari. Karena, (sering) menulis merupakan proses memindahkan isi otak. Kalau sudah menulis, ide-ide yang berterbangan di otak itu satuper satu dikeluarkan. Ini menurut saya. Semacam piknik online lah haha.
  • Nge-blog membikin saya kaya raya. Kaya teman. Tentu saja. Kaya pengetahuan, tentu saja. Karena, setiap blog yang saya baca dari kegiatan blogwalking pasti ada yang membikin saya jadi tahu ini itu. Membaca, apalagi yang bermanfaat, tidak pernah bikin kita gulung tikar.
  • Nge-blog membikin saya punya warisan yang kelak bisa dibaca oleh siapa saja. Misalnya, kalau anak saya bertanya sudah ke mana kah saya semasa masih muda dan enerjik, tinggal saya suruh: baca blog ine (mama) yang soal travel.


Haha ...

Insha Allah, apabila tidak ada aral melintang, saya akan tetap nge-blog. Ya, #2019TetapNgeblog.

Bagaimana dengan kalian? Bagi tahu yuk di komen.


Cheers.

#PDL Kebiasaan Menggigit Kuku yang Ternyata Bahaya


#PDL adalah Pernah DiLakukan. Pos #PDL merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

***

Kuku-kuku di dinding
Diam-diam me ra yap
Datang seekor nyamuk
Hap! Eh meleset ...

Karena ternyata si kuku tidak punya lidah seperti si cicak dan tetangga jauhnya cicak yaitu si dinosaurus, jadi waktu di-HAP! Me-le-set saudara-saudara. Yang sabar ya.

Baca Juga: #PDL Ngopi Tjakep

Kelas Blogging Online telah memasuki kelas ketiga dengan materi yang sudah dipelajari dan dipraktekkan. Materi tersebut antara lain Membikin Blog di Blogger, Mengenal Dashboard dan Fungsi Panel Masing-Masing, hingga Niche Blog. Adalah kebanggaan ketika peserta kelas sudah membikin blog di Blogger dan mulai memperbaiki blog mereka hingga mengenal meta data. Lalu apa hubungan antara Kelas Blogging Online dengan kuku yang gagal meng-HAP seekor nyamuk di atas? 

Sari Kuku Dinosaurus
*mengedip dari balik kaca mata hitam*

Sari kuku dinosaurus ini menjadi viral di Kelas Blogging Online gara-gara saya membikin contoh tentang permalink atau tautan permanen. Bagaimana link sebuah pos itu dapat diubah sehingga tidak mengikuti judul yang terlalu panjang. Blogger memang melakukan itu!


Gara-gara itu, saya usil mencari-cari di Google, adakah orang lain yang juga pernah menulis iseng, buat lucu-lucuan, tentang sari kuku dinosaurus? Ternyata tidak ada. Saya malah terdampar di situs Qupas yang membahas tentang bahaya menggigit kuku! Are you sure??? Bukankah menggigit kuku itu suatu perbuatan yang menyenangkan, apalagi kalau sebelum digigit, kukunya dicelupin ke Nuttela terlebih dahulu? Haha. Sepanjang yang saya tahu, menggigit kuku bakal bikin kuku menjadi rusak karena gigi kita tidak setajam gunting-kuku. Tapi ternyata bahaya kebiasaan ini bagi kesehatan lebih menakutkan dari penampakan fisik kuku yang rusak akibat digigit. Qupas ini memang cocok sama namanya. Banyak hal yang dikupas tuntas di situs itu.

*garuk-garuk kepala dinosaurus*

 Adiknya dinosaurus; si komodo, nyempil. Haha.

Ceritanya, sebagai manusia yang tak luput dari dosa, gigi saya ada yang berlubang. Salah satu lubangnya itu nyempil diantara gigi. Apabila ada makanan yang terselip, sementara tidak ada tusuk gigi, saya bakal pakai kuku jari kelingking untuk diselipkan di situ agar sisa makanannya terdesak keluar. Paling ekstrim saya pernah pakai kuku ibu jari. Parahnya, saya bersihkan pula sisa makanan yang menempel di kuku dengan gigi! Kan jorok itu. Ember ... tapi saya pernah melakukannya. Bukan pernah ... tapi sering!

Dan ini ... errr ... kuku tangan ya. Bukan kuku kaki. Kuku kaki? Sabar dulu, posisi otak saya bergeser sekian inci nih gara-gara membayangkan menggigit kuku kaki.



Jadi, apa saja bahaya menggigit kuku; termasuk bahaya mengganti tusuk gigi dengan kuku? Dari situs Qupas, ini dia bahaya menggigit kuku.

Cekidot!

1. Menyebabkan Bau Mulut


Kenapa menggigit kuku bisa bikin bau mulut? Ternyata hal itu disebabkan serpihan kuku akan menempel pada rahang dan rongga-rongga gigi. Kemudian bercampur dengan air liur serta materi lainnya sehingga menyebabkan bau mulut menjadi sedikit aneh. Siapapun pasti tidak ingin mulutnya bau kan.


Mana asyik, ketika sedang mengobrol sama si dia, mendadak si dia menutup hidungnya. Menyakitkan.

2. Meningkatkan Risiko Kerusakan Gigi


Jangan dibiasakan menggigit kuku, karena hal ini ternyata bisa merusak gigi. Karena, ketika ada serpihan kuku yang menempel pada gigi, maka tanpa disadari akan merusak bagian tubuh ini secara perlahan. Pada akhirnya lebih mudah bolong dan terasa nyeri. Sakit gigi jauh lebih sakit dari sakit hati. Salam, dari orang yang sering merasakan sakit gigi.

3. Mengganggu Pencernaan


Seperti diketahui, di dalam kuku menyimpan begitu banyak bakteri. Jadi ketika kamu memiliki kebiasaan menggigitnya, maka sama saja kamu mempersilakan bakteri itu untuk masuk ke dalam tubuh. Akibatnya, bakteri akan membuat organ cerna terganggu. Tidak ada satupun manusia yang mau organ pencernaannya terganggu kan?

4. Menyebabkan Iritasi Tenggorokan


Material dari kuku itu sifatnya keras dan tajam. Ketika tanpa sengaja serpihannya masuk ke dalam mulut dan tertelan, maka itu bisa menjadi sebuah kesalahan fatal.

Sebab, kuku bisa membuat luka pada tenggorokan hingga akhirnya terjadi iritasi.

5. Menyebabkan Berbagai Penyakit


Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kuku mengandung begitu banyak bakteri sehingga jika masuk ke dalam tubuh maka bakteri tersebut akan menyebar. Akibatnya, risiko terkena penyakit pun semakin besar.

6. Bentuk Kuku Menjadi Tak Karuan


Perlu diketahui juga, kebiasaan mengigit kuku juga berdampak pada bentuknya. Karena, seperti yang sudah saya tulis di atas, gigi kita bukanlah gunting kuku yang memang dibikin khusus untuk merapikan kuku.




Jangan lagi menggigit kuku atau memasukkan kuku ke dalam mulut seenak hati karena sangat berbahaya bagi kesehatan.

Termasuk saya, menjadikan kuku sebagai pengganti tusuk gigi. Awwww. Ngeri membayangkan saat menyelipkan kuku diantara gigi kemudian ada yang tertinggal di sana seperti bakteri dan/atau serpihan kuku itu sendiri. Sumpah, sebelumnya saya tidak pernah membayangkan bakal nemu artikel tentang bahaya menggigit kuku ini di Qupas, dan tidak pernah membayangkan bahwa kebiasaan buruk saya itu bisa berakibat fatal. Semua gara-gara sari kuku dinosaurus haha.

Baca Juga: #PDL Pondok Batu Biru Penggajawa

*tertunduk lesu*

Pernah, saya pernah begitu ... bagaimana dengan kalian? Pernahkah kalian mengganti tusuk gigi dengan kuku? Pernahkah kalian menggigit kuku dinosaurus sendiri? Kalau pernah ... berhenti dari sekarang! Dan, jangan lupa bagi tahu di papan komentar.

Semoga bermanfaat.


Cheers.

5 Blogger Kocak



Selasa kemarin saya menulis tentang blog list dan kegiatan blogwalking. Adalah, bukan kata Venom tapi kata saya, dengan adanya blog list saya jadi lebih mudah blogwalking. Karena apa? Karena sejak zaman baheula, saya yang dari kampung ini memang sudah suka blogwalking, sampai-sampai dijuluki kutu loncat. Soalnya, bagaimana ya, saya senang membaca tulisan para blogger itu. Macam cerita Pak Bagas saat bertugas dari satu negara ke negara lain sampai mengirimi saya kartu pos dari setiap negara yang dikunjunginya, coretan dan aneka tips dari Pak Jaf dan profesinya sebagai penyiar dan produser di Singapura juga di Jepang, tulisan dan tutorial dari Linda Nicegreen soal dunia merajut, serunya Mami vi3 menceritakan kegiatan sehari-harinya di Warnet Galaxy Banyuwangi, atau kisah Maknyak Labibah di Kanada sana. 

Bagi saya, blogwalking itu ibarat traveling. Bedanya traveling yang ini tidak perlu pakai tiket pesawat. Cukup paket internet. Whuuuuzzzz! Berangkat! *seret dinosaurus*

Dan sepertinya dari blog yang saya tulis di atas hanya blog Pak Jaf yang benar-benar masih aktif.

Baca Juga: 5 Peserta Favorit Kelas Blogging

Dari blogwalking kita jadi tahu karakter dan/atau gaya menulis para blogger. Diantaranya adalah gaya menulis: 

1. Serius cenderung pakai PUEBI.
2. Santai. Saking santainya tahu-tahu paket internet saya habis.
3. Biasa saja. Kayak blog saya haha.
4. Kopas-kopasan biar sehat jiwa raga. Eh, itu lopas (lari) ya.
5. Kocak bin konyol.

Macam-macam memang.

Dan gaya menulis blogger itu ibarat DNA yang tidak perlu diutak-atik sama orang lain (pembaca).

Itu ciri KHHAASSSS *muncrat sepuluh meter*. Kalian munduran dikit dooonk bacanya jangan lengket sama layar.

Nah, kelas terakhir yaitu kelas malam bareng dinosaurus blogger dengan gaya menulis kocak bin konyol ini yang bakal saya ceritakan hari ini di #KamisLima.

Menentukan lima blogger kocak ini bukan asal jadi: oke saya mau tentukan kamu, kamu, dan kamu *berkedip empat kali* juga kamu dan kamu. Kalian berlima adalah blogger super kocak versi saya! *stempel kuku dinosaurus*. Tidak semudah itu donk. Ada perjalanan di sana di sana mana saya juga kurang tahu. Saya blogwalking, baca konten blog-nya, haha hihi, berulang lagi, terus berulang beda hari, terus berulang beda konten, lalu sadar bahwa konten-konten blog tersebut benar-benar bikin pipi kejang gara-gara tertawa. Blogger-blogger itu luar biasa. Kadar lucunya ngalah-ngalahin kadar garam di laut mati *ditusuk batako*. 


Baca Juga: 5 Kelas Blogging

Karena semua yang saya tulis selalu versi saya, jadi kalian belum tentu setuju sama lima blogger kocak berikut ini. Bagaimana kalau kalian juga punya blogger kocak pilihan sendiri? Silahkan diajak terbang paralayang ditulis lah.

1. KERANI


Sejak awal baca blog-nya, sampai baca buku pertamanya, lalu buku-buku berikutnya, setahu saya dia tidak punya nama. Hahah. Nama pasti punya, tapi demi kebaikan umat yang masih pengen terhibur olehnya, sebaiknya namanya tidak perlu tertulis. Ini dulu saya sampai bilang, apalah arti sebuah nama kalau tanpa nama pun bukunya ngetop sejagad? Di filem My Stupid Boss dia dipanggil Diana. Mendadak ibu yang satu ini punya nama di situ haha. Tapi saya bakal tetap mengingatnya dengan nama Kerani. Istilah untuk pegawai administrasi. Awal membaca blog milik Kerani ini saya menangis tersedu-sedu, terus gebukin meja. Kok ada orang yang gaya menulisnya kocak ajegile begini?

Bakat!

Haha.

Sampai sekarang saya masih membaca ulang buku My Stupid Boss dan masih sering berkunjung ke blog-nya. Keren sekali memang si Kerani.

2. RADITYA DIKA


Tahu Raditya Dika sudah lama banget, sebelum dinosaurus mengembara di bumi sebelum buku Kambing Jantan terbit dan bikin semesta ngakak berjamaah. Melalui blog-nya Raditya menceritakan hidupnya, terutama saat kuliah di Australia dan kehidupan di rumah saat liburan, dari sisi bagaimana menertawai diri sendiri. Ketika Kambing Jantan terbit, buku itu menjadi buku favorit saya dan Indra. Bacanya setiap hari, ketawanya setiap hari. Sampai saya pernah menulis tentang Indra.

Orang lain bukunya ganti, cemilannya satu. Indra bukunya satu, cemilannya gonta-ganti. Buku apakah itu? Kambing Jantan!

Meskipun karya-karya berikutnya Raditya tidak begitu menarik bagi saya, tapi saya masih suka nonton ulang Malam Minggu Miko (serial).


Suatu hari saya melihat sesuatu yang menarik di pos FB teman. Maka meluncur lah saya ke tautannya dan terdampar di sebuah blog milik Teppy di The Freaky Teppy yang me-review Ayat Ayat Cinta 2. Kocaknya kebangetan memang blogger yang satu ini. Kalau saja pipi saya bisa menampar, dia pasti menampar ... eh ... pokoknya si pipi sampai kejang saking ngakaknya saya bahkan hampir tanpa jeda. Manapula bahasanya kocak, gambar-gambar sisipannya dari skrinsyut video qasidahan, awwww. Kalian sudah baca review-nya tentang filem Suzzana Bernapas dalam Kubur? Baca dan tertawalah. 

Teppy, kau membuat hidup saya menjadi lebih haha-hihi.


Apa yang unik dari Trinity? Gaya menulisnya yang blak-blakan dan kocak itu yang tak akan pernah saya, atau kalian, lupa. Sudut pandang dan gaya menulis yang polos (naked) itu yang membikin kita akan selalu mengingat (mau nulis yang tak akan pernah lupa nanti dibilang pengulangan) cerita-ceritanya. Pilihan judul tulisannya pun unik dan sudah bisa bikin ketawa. Misalnya: Apakah India Bau? Atau Cowok Korea Unyu-Unyu? Atau Drama Becak dan Bajaj India. Yang saya suka juga dari seorang Trinity adalah dia juga sering menertawai dirinya sendiri yang big size. Hihihi. Toss.


Tahun 2018 saya mengenal seorang blogger yang ternyata kadar kocaknya warbiyasah. Ini ngakaknya bisa berjamaah, bisa ngajak penduduk negara sebelah, bisa ngajak pilot piring terbang. Febri punya ciri khas yang ... bagaimana ya saya sulit mendeskripsikannya pada kalian haha. Bahasa slang, bahasa penuh intrik (hwah :p), bahasa paling kocak yang pernah saya baca sepanjang satu tahun terakhir ini. Bagaimana 'drama' antara dirinya dengan sang pacar dalam suatu perjalanan, atau 'drama' antara dirinya dengan dirinya sendiri, itu bakal bikin dunia cerrraaaaaah.

Terima kasih, Feb.

Baca Juga: 5 Kelas Blogging

Membaca tulisan blogger-blogger kocak membikin saya lupa dulu pernah begitu ter-haha-hihi dengan Opera van Java.

Saya yakin kalian juga tentu punya blogger kocak favorit yang tulisan-tulisan mereka selain menginspirasi, memotivasi, juga membikin tertawa, sekaligus membikin gemas pengen cubit pipi mereka kan. Silahkan ditulis. Boleh di papan komentar yang saat ini masih eror belum bisa reply langsung, boleh juga di pos blog kalian sendiri. Hehe.

Semoga terhibur.

Mari ngakak berjamaah.


Cheers.

5 Obat Alami Penyubur Rambut



Uhum ...

*garuk-garuk kepala*

Rambut saya tipis. Tidak dapat dipungkiri apabila suatu saat nanti saya mengalami kebotakan. Bukan salah Abu Nawas apabila rambut saya menipis. Bukan pula salah dinosaurus karena dinosaurus tidak ngemil helai rambut. Ini murni kesalahan saya sendiri. Pertama, pada zaman SMP tergoda sama rambut lurus, maka membeli obat pelurus rambut dan meluruskannya dengan seterika. Suer! Seterika. Hahaha. Waktu itu belum kenal alat catok lah kita. Yang kedua, karena jarang menyisir rambut. Sekalinya menyisir tercerabutlah satuper satu helai itu, terbang tertiup kipas angin, lantas terpeta di lantai. Thika Pharmantara hanya bisa tersenyum hina melihat rambut saya berguguran dengan mudahnya. Kalau rambut saya perang sama rambutnya Thika, sudah pasti rambut saya kalah sebelum berperang. Huhuhu.

Baca Juga: 5 Obat Wajib Perjalanan Jauh

Masalah kerontokan rambut ini bisa terjadi oleh berbagai sebab. Ada beberapa sebab yang tidak bisa saya tulis di sini selain saya pernah memakai obat pelurus rambut dan memang jarang menyisir rambut. Sedih kan? Hehe.

Sebenarnya ada banyak obat alami penyubur rambut yang bisa ditemui di sekitar lingkungan rumah. Tentu yang alami lumayan bagus ketimbang yang pabrikan. Karena yang alami, seperti namanya, alam dan i ... bebas bahan kimia. Atau, kalaupun ada bahan kimia, itu senyawa aslinya. Beugh. Beberapa obat penyubur rambut yang bakal saya tulis di sini sudah digunakan oleh saya dan para sepupu dari khayangan sejak kami masih unyu menggemaskan dan masih sering main bareng terus berantem berjamaah. Seringnya saya dipelototin kalau bermain masak-masakan berasnya saya cuci sepuluh kali. 

Saya: Kan biar genap, Kak!

Kak Teni: Huh!

Jadi *kebiasaan* apa sajakah obat alami penyubur rambut? 

1. Air Pisang


Waktu masih kecil, masih berantem berjamaah sama para sepupu, Kakek Arnoldus Bata (Bapaknya Mamatua) punya kebun luas di sekitar rumah. Rata-rata tanaman yang tumbuh subur adalah pohon pisang, ubi, dan pohon mangga. Yang paling bertahan itu pepohonan mangga hehe. Hampir setiap Hari Minggu pagi kami pergi ke kebun yang jaraknya hanya sepuluh meter dari rumah itu sambil membawa pisau dan mangkuk. Pisau untuk melukai perasaan dan mangkuk buat menadah air pisang yang mengucur keluar.

Air pisang ini akan kami bawa ke rumah Nene Rae (Nene Rae ini mama mertuanya asisten Mamatua yang kami panggil Mamasia). Nene Rae, sudah meninggal lama sekali, punya 'tangan dingin' yang dipercaya ampuh jika memijit serta meraba-raba kepala. Di rumah Nene Rae ada bangku panjang tempat kami tiduran, Nene Rae duduk di ujung tempat kepala berada, lantas Nene Rae mulai menyiram kepala dengan air pisang. Siramnya tidak sekaligus, tapi sedikit-sedikit. Jadi kayak sedang pakai cem-ceman yang bikin ca'em.

Baca Juga: 5 Manfaat Garam

Tapi saya belum menemukan kandungan apa di dalam air pisang sehingga sejak dulu kami rebutan mengambilnya dari pohon pisang. Tapi kalau buah pisang, ternyata ada loh manfaatnya untuk rambut. Padahal dulunya kami hanya memanfaatkan kulit buah pisang saja hahaha.

2. Buah Pisang


Saya belum pernah memakai buah pisang untuk memperbaiki rambut yang rusak (salah satunya rontok). Tapi ternyata dari situs Klink Kecantikan ini kalian bakal tahu manfaat baik buah pisang dan kandungan di dalamnya. Selain enak dimakan dan diolah menjadi panganan tingkat dua, buah pisang ternyata bermanfaat bagi rambut! Oh la la.

3. Santan Kelapa


Salah satu kekayaan Indonesia adalah pohon kelapa. Tanaman yang keseluruhan dirinya dapat dimanfaatkan oleh umat manusia ini tumbuh subur di kebun milik Kakak Pacar. Eh, tapi bukan itu sih intinya. Intinya, santan kelapa yang diperoleh dari pemerasan kelapa parut ini bermanfaat untuk menyuburkan rambut. Lagi-lagi rumah Nene Rae menjadi tempat kami ber-salon-ria dengan air santan kelapa ini. Pertama; gunakan santan kedua (yang tidak terlalu kental). Kedua; gunakan santan pertama (aseli, kental banget!).

Zaman dahulu itu kelapanya kami parut sendiri tapi istilahnya regu. Diparut pakai alat tradisional khusus, ada tempat buat duduk, ada tempat buat memarut kelapa langsung dari batoknya! Nanti saya cari deh gambar alat regu ini. Kesal memang kalau dudu regu (duduk sambil memarut begitu) tapi demi rambut ... apapun dijabanin.

Tangan Nene Rae luar biasa lembut di kepala kita ... jadi ngantuk dan ketiduran hahaha.

4. Lidah Buaya


Seperti yang sudah saya tulis di sini, lidah buaya punya banyak manfaat. Salah satunya menyuburkan rambut. Cara penggunaannya saya pikir sama saja dengan meminumnya untuk mengatasi kadar gula dalam darah. Dicuci bersih, dikupas (ambil isinya) dan dioleskan ke kulit kepala. Mudah sekali ya. Kalian pasti kaget kalau lihat cara saya meminum lidah buaya mentah ini. Thika saja melihat hampir setiap malam, memasang wajah geli-geli gimana gitu.

5. Madu


Saya pernah ngepos soal manfaat madu. Silahkan dibaca. Untuk perawatan rambut rontok, madu dapat dicampur dengan jojoba oil untuk hasil yang lebih memuaskan.

Sebenarnya alam sudah menyediakan semuanya, tinggal bagaimana manusia menggali dan memanfaatkannya. Tapi setelah menggali jangan lupa mengganti #Eh

Bagaimana? Dengan obat alami penyubur rambut yang sudah saya tulis di atas, semoga banyak masalah kerontokan rambut yang lekas teratasi ya. Termasuk saya sendiri dooonk hehehe. 

Semoga bermanfaat!



Cheers.

Blog List dan Blogwalking



Salah satu perbuatan yang harus dilakukan seorang blogger bila ingin trafik blog-nya meningkat, selama dirinya bukan Jennifer Lopez atau Indominus Rex, adalah blogwalking. Andaikata blog kita sekelas Brightside yang kontennya sering dipakai sebagai rujukan dari situs-situs hiburan tanah air, atau blog kita sekelas situs National Geographic, no need to blogwalking. Konten dua situs itu dengan sendirinya bakal menarik banyak pengunjung. Tapi kalau konten blog seragam dengan konten blog lainnya, sedangkan jauh di dalam lubuh hati ada keinginan trafik pengunjung meningkat, blogwalking berhukum fardhu'ain. Terutama, apabila urusan trafik ini dikaitkan dengan penghasilan blog, urusannya lain lagi. Urusan lain itu berkaitan dengan mutu konten itu sendiri.

Baca Juga: Plastik Berkualitas dari Tupperware

Kemudian ada yang ngedumel: gua nge-blog bukan karena pengen punya trafik tinggi! Are you sure? Kalau begitu, seperti yang pernah saya tulis di pos lain, tulis saja di diary konvensional bersampul Elsa from Frozen atau bersampul Rambo. Maafkan Rambo, Mama. Atau blog-nya dikunci saja sehingga hanya dirimu yang bisa melihatnya. Hehe. Karena saya pikir bukan rahasia lagi setiap blogger ingin tulisannya dibaca dan, kalau bisa, bermanfaat bagi orang yang membacanya. Bukan demikian? Ada sensasi tersendiri ketika tulisan kita dibaca, dikomentari, dan bermanfaat bagi orang lain. Tanpa embel-embel penghasilan dari GA, misalnya.

Ah sudahlah ... 

Sekarang saya ingin berbagi tentang apa yang disebut blogwalking. Blogwalking merupakan kegiatan blogger mengunjungi satu blog ke blog lainnya. Apakah harus sesama blogger yang sudah saling kenal? Tidak juga. Semua bermula dari tidak saling kenal kan? Kecuali untuk orang-orang yang memang berangkat bersama menuju dunia blog ini alias sebelumnya sudah saling kenal di dunia fana. Makanya saya tidak peduli apakah sudah kenal atau belum, sepanjang sudah membaca pos blog-nya, pengen komentar ya komentar saja. Tidak kuatir dibilang sok kenal? Tidak. Saya itu kuatir kalau dinosaurus mendadak bangkit dan ngajak saya berdiskusi bahwa bumi ini datar. Kalau itu terjadi, dinosaurusnya duluan saya suntik lima galon obat bius biar dia pingsan manja.

Bagaimana kita bisa blogwalking? Pertama-tama, harus ada internet. Kedua, harus tahu tautan blog tujuan. Masalahnya adalah kadang kita lupa tautan blog tujuan tersebut, apalagi kalau terdiri dari ratusan blog. Tapi jangan kuatir, Blogger sudah menyediakan layanan Tambah Gadget pada Tata Letak. Kalau Wordpress? Cari sendiri, haha. Saya bukan pemakai Wordpress.




Zaman dulu, yang namanya blog list ini merupakan kebanggaan tersendiri. Baik ketika nama kita ada di blog list blogger lain maupun saat side bar blog kita menampilkan begitu banyak blogger pada blog list-nya. Artinya sudah sepuh *digampar warga*. Tapi zaman sekarang saya enggan menampilkan blog list di side bar apalagi menu/halaman. Tapi kenapa saya masih bisa dengan santainya blogwalking? Karena blog list itu tersimpan di Notepad! Haha. Panggil saya ndeso. It's okay. I don't care anyway. Selain itu, saya juga bisa langsung blogwalking ke blogger yang meninggalkan komentar di setiap pos. Fun and easy.

Baca Juga: Scootmatic

Kembali ke Notepad yang menyimpan blog list di atas, tentu letih juga kalau harus mengkopi lalu paste and go di peramban kan. Manapula saya melakukannya sambil duduk, berhadap-hadapan dengan laptop, pun tatapan penuh cinta. Sampai kemudian saya berpikir tetang blogwalking menggunakan Android sambil baring menunggu kantuk kala hendak tidur malam. Okay, kopikan saja blog list tadi dari Notepad ke bodi e-mail. Kirim! Dan ini yang kemudian memudahkan saya blogwalking sambil tiduran, tengkurep, nungking, dan lain pose.

Saya tinggal membuka e-mail, mengeklik salah satu tautan yang ada, membacanya, memberi komentar sesuai keinginan saya berkomentar, dan tinggal klik panah kembali, trada ... kembali ke bodi e-mail tadi. 


Kalian lihat kotak kuning pada gambar di atas? Kotak kuning itulah yang menolong saya dari mengeklik tombol kembali setelah berkomentar. Panah kembali pada gambar di atas mengantar kita kembali pada bodi e-mail meskipun sudah membuka banyak laman dari blog yang sama. Cihuy! Direct gitu istilahnya. Dengan demikian mudah banget blogwalking maaaaah, lebih mudah dari walking dead haha. Mau blogwalking kapan pun sesuka hati tanpa harus menghidupkan laptop, atau mencari/mengingat tautan blog tujuan, atau harus bikin blog list di side bar, atau blogwalking hanya karena membalas komentar dari blogger lain di pos blog kita.

Cara di atas betul-betul membantu dan membudahkan saya ber-social blog.

Mungkin kalian punya cara sendiri untuk blogwalking. Misalnya dengan mengikuti sebuah blog, dan mengetahui update-an blog tersebut, lalu blogwalking. Bisa juga dengan men-subscribe. Tapi kalau saya sih lebih memilih cara yang ini. Karena saya blogwalking bukan semata-mata karena blogger lain terlebih dahulu blogwalking ke blog saya lantas meninggalkan komen dan tautan, tapi karena saya memang suka meloncat dari satu blog ke blog lain. Haha. Pengen tahu cerita terbaru, menambah informasi dan wawasan, jadi tahu tips ini itu, dan lain sebagainya.

Fyi: karena tidak setiap blogger rajin meng-update tulisannya, jadi sekarang saya juga membaginya menjadi blogger ter-update, blogger butiran debu, blogger sarang laba-laba, dan terakhir blogger gelap gulita. Kalian tentu tahu maksud dari setiap kelompok. Qiqiqiq.

Baca Juga: The Ninox Flatlay Hammock

Apabila kalian ada yang setipe saya, silahkan pakai cara ini. Tergantung masing-masing kebutuhan dan gaya blogwalking-nya. Atau ada tips lain? Bagi tahu di komen :)



Cheers.

Perjalanan Rock’N’Rain


Sebagai kuli saya harus berupaya memenuhi panggilan tugas. Tugas meliput kegiatan kampus ini macam-macam. Kadang lokasi kegiatan hanya di sekitar areal kampus: Kampus I, Kampus II, Kampus III. Kadang lokasi kegiatan berada di luar kampus seperti di Planet Mars dan Cybertron liputan kegiatan mahasiswa KKN di SMPN Satap Koawena. Kadang waktunya pun tidak melulu pagi atau antara waktu kerja (pukul 08.00 sampai 14.00 Wita) seperti ketika harus meliput kegiatan mahasiswa KKN pada pukul dua pagi nan horor suatu sore di sebuah sekolah dasar di daerah Ndao. Ya, tidak tentu waktu dan lokasinya.

Baca Juga: Nggela Bangkit dan Membangun Kembali

Baru-baru ini, tempatnya Jum'at (23 November 2018) saya memenuhi panggilan tugas meliput kegiatan Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Flores. Kegiatan pengabdian masyarakat oleh dosen dan mahasiswa tersebut dilaksanakan di Kelurahan Bokasape, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende. Jarak antara Ende menuju Kelurahan Bokasape ini sekitar 65 kilometer. Kelurahan Bokasape sendiri terletak tepat di jantung Kecamatan Wolowaru, terletak di pinggir jalan trans-Flores, tempat kendaraan lalu-lalang dan ngetem untuk beristirahat di warung-warung makan yang ada. Istilah saya: check point.

Perjalanan Rock'N'Rain


Baru kali ini saya mengalami perjalanan yang luar biasa kuyup. Sejak hendak meninggalkan Ende, saya dan dua pejalan tangguh, Mila dan Santy, harus melakukan persiapan ekstra. Kami harus memakai mantel sejak belum keluar rumah (dari rumahnya Mila). Saling pandang, saling mengejek, lantas terbahak-bahak melihat penampakan masing-masing dengan mantel hujan super lengkap begitu. Mirip astronot kesasar. Biasanya kan hanya memakai jas hujan. Kali ini saya dan Mila memakai jas + celana hujan sedangkan Santy memakai mantel hujan yang dipadukan dengan celana hujan. Sayangnya saya tidak memakai sandal-sepatu karet (Crocs) melainkan memakai sepatu kanvas.

Langit sebelah Barat agak cerah. Demikian batin saya. Artinya masih ada harapan kami bisa melepas mantel dalam perjalanan nanti. Maka, berangkatlah kami bertiga menuju arah Barat Kota Ende. Saya sendirian mengendarai Onif Harem, sedangkan Santy membonceng Mila.

Semakin jauh dari Kota Ende tidak sedikit pun pertanda hujan bakal berhenti, bahkan semakin deras, sedangkan kami harus berpacu dengan waktu karena rombongan tujuh bis kayu dan satu mini bis Uniflor sudah berangkat duluan. Melihat kondisi alam yang separuh bersahabat, karena untungnya tidak ada petir yang saling sambar, saya berniat untuk membeli kresek bakal membungkus kaki yang memakai sepatu kanvas itu! Haha. Sekitar sepuluh kilometer memasuki Kecamatan Detusoko, Mila dan Santy berhenti di sebuah kios pinggir jalan. Kesempatan itu memberi waktu pada saya untuk memakai kresek membungkus kaki.

Baca Juga : Mengetik 10 Jari Itu Biasa

Santy histeris melihatnya dan ngotot ingin memotret tapi karena cuaca tidak memungkinkan kami tetap melanjutkan perjalanan hingga tiba di Lepa Lio Cafe di Kecamatan Detusoko.


Impian Santy akhirnya terwujud. Haha. Bergaya di depan Lepa Lio Cafe bikin orang-orang yang lalu-lalang pada melongo. Mereka melongo melihat cover sepatunya. Termasuk Nando Watu dan Eka Raja Kopo, dua pentolan RMC Detusoko yang mengelola Lepa Lio Cafe. Haha. 

Mengobrol sambil ngopi di Lepa Lio Cafe sangat menyenangkan. Banyak hal yang kami dapatkan dari hasil mengobrol bersama Nando dan Eka. Mereka sangat luar biasa. Ngopi di kala hujan itu memang tjakep sekali. Waktu yang sangat pas. Kisah tentang Lepa Lio Cafe dan RMC Detusoko dapat dibaca di blog travel saya.


Sayangnya kami tidak bisa berlama-lama di Lepa Lio Cafe. Perjalanan harus dilanjutkan. Ratusan orang menunggu kami di sana. Terimakasih Nando, Eka, dan Aram. Kalian baik.


Kabut Yang Turun


Lepas dari Kecamatan Detusoko, hingga memasuki daerah Ndu'aria, suasana menjadi sangat gelap. Kabut turun hingga ke aspal dan menyebabkan jarak pandang hanya sekitar lima sampai sepuluh meter saja. Lampu kendaraan dan lampu sein langsung kami nyalakan untuk memberi peringatan pada kendaraan dari depan bahwa kami latu, haha. Kecepatan pun dikurangi. Kendaraan jadi kayak merayap meraba dalam gulita begitu. Salah satu tebing sedang dalam tahap pengerjaan sehingga tanah-tanah yang memenuhi aspal ditambah air hujan bikin jalanan menjadi super licin. Tuhan, derita pejalan yang mabuk kendaraan roda empat ya begini. Harus siap segala cuaca.

Tiba di Kelurahan Bokasape


Tiba di Kelurahan Bokasape, kegiatan sudah dimulai, yaitu penyambutan oleh pihak Kelurahan Bokasape di halaman samping kantor. Segera lepaskan mantel, meskipun cuaca masih gerimis, lantas meliput. Untung yaaa masih sempat haha. Kegiatan di Kelurahan Bokasape diselenggarakan hingga Sabtu, dan Minggunya peserta pengabdian masyarakat pun pulang ke Kota Ende.



Salah satu bangunan di samping Kantor Kelurahan Bokasape yang bikin hati tidak tahan untuk dipotret! Tentang kegiatan-kegiatan lainnya di Kelurahan Bokasape, bakal saya tulis terpisah.

Pulang Pun Kami Rock'N'Rain


Kami bertiga pulang ke Kota Ende pada Minggu pagi yang lumayan cerah. Yakin cuaca akan sangat bersahabat. Dari Kelurahan Bokasape kami mampir dulu ke Lepembusu tepatnya di Puskesmas Peibenga untuk bertemu Om Ludger. Niatnya untuk menyerahkan hadiah dari lomba/PR di Kelas Blogging NTT, eh kami justru terpikat sama pemandangannya. Dududu itu bukit-bukit di belakang puskesmas konon bakal mirip bukit dalam Teletubbies! Makanya disebut juga dengan nama itu. Mila bahkan mendapat bibit/anakan bunga bakung dari Om Ludger. Terima kasih, Om.


Semoga suatu saat kami dapat kembali ke sini, dan Om Ludger bakal memenuhi janjinya untuk mengantar kami ke puncak tertinggi Lepembusu. Huhuy!



Dalam perjalanan pulang dari Puskesmas Peibenga menuju Kota Ende inilah hujan kembali mengguyur. Fiuh. Berhenti sesaat di lapak di Detukeli untuk memakai mantel/jas hujan, dan kebut ke arah Kota Ende. 

Baca Juga : Sarasehan di SMPN Satap Koawena

Perjalanan ini memang perjalanan yang Rock'N'Rain karena perjalanan kami melintasi trans-Flores 65 kilometer pergi-pulang itu ditemani hujan, hujan, dan hujan. Bagi kalian mungkin 65 kilometer itu tidak seberapa, tapi bagi kami itu luar biasa terutama saat hujan. Jalanan berliku penuh kelokan khas trans-Flores itu licin, ditambah kubangan air yang terciprat jika berpapasan dengan kendaraan lain yang sama-sama tidak mau pelan (kami juga tidak mau pelan donk haha), serta lokasi proyek yang penuh tanah basah, dus kabut yang turun ke aspal menyebabkan jarak pandang menjadi lebih pendek ... amazing kami masih bisa terbahak-bahak sepanjang jalan.

I will always remember ...

Bagaimana dengan kalian? Pernahkah punya pengalaman seperti ini juga? 

***

Tulisan serupa juga bisa dibaca di Rock'N'Rain Sepanjang Ende Menuju Wolowaru.



Cheers.