Inovasi Joseph Joseph

Gambar diambil dari Mahome.Com.


Saya bersyukur, dalam perjalanan mengarungi belantara Youtube, antara tiny house, motorhome, street food, channel keren Insider, kehidupan primitif, ajang pencarian bakat semacam X-Factor dan The Voice, hingga proyek do it yourself yang kebanyakan oleh 5 Minutes Craft, masih bisa kesasar juga ke video-video inovasi. Salah satunya inovasi peralatan dapur. Meskipun perbuatan itu hanya membikin saya ngiler-ngiler sedap, karena tidak mampu membelinya atau karena belum butuh, tapi jelas hal-hal baru mampir di otak saya, dan itu menyenangkan.

Baca Juga: Living In A Camper

Video inovasi peralatan dapur itu sering menampilkan nama Joseph Joseph sebagai nama merek peralatan dapur yang ditampilkan. Agar kalian tidak penasaran, mari yuk kita kenalan. Jangan lupa siapkan cemilan dan minuman favorit supaya proses kenalan ini menjadi lebih menyenangkan *seruput jus kuku dinosaurus*.

Joseph Joseph


Dari channel Youtube ini, diketahui bahwa tersebutlah saudara kembar bernama Richard Joseph dan Antony Joseph yang mendirikan sebuah perusahaan bernama Joseph Joseph pada tahun 2003. Mereka menggabungkan pengalaman masing-masing dalam mendesain produk dan bisnis. Antony belajar desain di Central St Martins sementara Richard belajar bisnis di Universitas Cambridge. 

Penampakan si kembar, dari Pinterest.

Gantengnya bikin gagal fokus. Haha. Asyik ya punya saudara kembar kemudian berbisnis bareng. Siapa yang tidak mau, coba? 

"Innovation is at the heart of everything we do at Joseph Joseph, that’s why we make it our aim to identify everyday problems and solve them by designing functional solutions."
ANTONY & RICHARD JOSEPH


Mengkhususkan diri dalam peralatan dapur kontemporer, Joseph Joseph sekarang dikenal secara internasional karena memproduksi beberapa produk yang paling bergaya dan inovatif secara teknis, dan telah menjadi salah satu perusahaan dengan pertumbuhan tercepat di pasar peralatan rumah tangga di seluruh dunia. Kemampuan unik mereka untuk mencocokan bentuk dan fungsi telah membuat mereka mendapatkan pengakuan global.

Asesoris Dapur dan Kamar Mandi


Perusahaan Joseph Joseph mengkhususkan diri pada asesoris atau peralatan dapur dan rumah tangga. Hal tersebut tertera pada tagline situs mereka. Oleh karena itu, tidak heran video-video yang tayang di Youtube memang rata-rata video berjudul kitchen gadget atau bathroom. Mengapa mereka fokus pada peralatan dapur dan kamar mandi? Menurut analisa dinosaurus, itu karena mereka kesulitan mendesain pesawat luar angkasa.


Keplak dinosaurus!

Produk


Produk-produk inovasi dari perusahaan Joseph Joseph memadukan fungsi dan ketampanan sekaligus. Supaya kita sama-sama ngiler-ngiler sedap, yuk simak beberapa produk Joseph Joseph berikut ini:

Index Chopping Board


Punya papan iris atau talenan yang terindeks macam begini kan seru. Setiap papan diberi label/gambar sesuai peruntukannya. Supaya apa? Supaya tidak bercampur. Kan kurang seru aroma ikan menempel di keju yang dipotong apabila menggunakan papan iris yang sama. 

C-Pump

Ini dia penampakannya:


Asyik kan ya punya dispenser sabun cuci tangan macam begini sehingga tidak perlu pakai dua tangan hahaha. Tapi menggosok harus tetap dengan dua tangan dooonk, nanti tangan yang satu bingung.

Bathroom Flex (Steel Bundle)

Yang satu ini bagus sih, menurut saya, jadi ada dua barang sekali beli. Yang pertama sikat toilet. Yang kedua tempat sampah dua kotak; pemilahan sampah tergantung kebutuhan masing-masing orang.


Dan dari tiga barang yang tertera di pos ini, semuanya sudah ada harganya dalam Rupiah loh. Jadi, apabila kalian menginginkannya, cobalah mencari produk Joseph Joseph di market place yang ada. Atau cari saja Joseph Joseph cabang Indonesia.

Baca Juga: Gate: Rak Serbaguna

Semoga pos ini bermanfaat bagi kalian yang memang ingin mencari peralatan dapur dan kamar mandi, yang fungsinya bisa sama bisa juga lebih, tapi penampakkannya luar biasa bikin mata segar. Harganya pun saya pikir masih bersahabat dengan kantong kalian, kalau dengan kantong saya mungkin masih sangar hahaha.



Cheers.

Belajar di Luar Ruangan Bukan Masalah Dengan Nika Chair


Tahun 1992 saat gempa melanda (Maumere, Ende, dan sekitarnya) imbasnya sangat terasa pada kegiatan belajar-mengajar di sekolah-sekolah yang bangunannya hancur menjadi butiran debu potongan-potongan kecil dan bahkan rata dengan tanah. Saya dan teman-teman tidak bisa belajar di dalam kelas karena kelasnya telah lenyap dalam hitungan detik pada siang hari 12 Desember 1992 itu. Untungnya sekolah kami dikelilingi oleh pohon-pohon rindang sehingga proses belajar-mengajar kemudian berlangsung di luar ruangan. Kami harus membawa tikar sebagai alas duduk, dan tentu saja harus memakai celana panjang (kemejanya tetap kemeja sekolah). Dulu saya juga pernah membawa dengklik (bangku plastik pendek).

Baca Juga:

Belajar di bawah ruangan tidak menyurutkan semangat saya dan teman-teman untuk menimba ilmu, akan tetapi angin sepoi-sepoi yang berhembus membikin mata menjadi mudah mengantuk, ditambah lagi tidur malam selalu terganggu karena selalu terjadi gempa-gempa susulan. Gempa-gempa susulan itu meskipun terbilang kecil tapi selalu sukses menarik saya dari alam mimpi. Ngorok yang sudah berirama pun jadi tak beraturan. Hehe. Mengerikan memang bencana alam gempa, tetapi selalu ada hikmah yang bisa dipetik.

Sampai saat ini, masih ada ribuan anak yang belum bisa menikmati duduk di ruang kelas yang nyaman untuk menyerap ilmu dari guru mereka. Di SDI Daleng, misalnya, yang masih butuh pembangunan sekolah termasuk ruang kelas yang memadai. Anak-anak di SDI Daleng terpaksa belajar di luar ruangan. Itu baru di sekolahnya, belum lagi di rumah. Apabila rumahnya belum dipasang listrik, tentu mereka harus tetap belajar tapi hanya dengan penerangan nyala lampu pelita. Lilin? Mahal. Ada pula anak sekolah yang harus menempuh jarak yang sangat jauh untuk tiba di sekolah. Tapi mereka menjalaninya dengan wajah penuh senyum.

Makanya saya heran kalau ada anak kota, yang hidupnya baik, orangtua punya pekerjaan oke, tetapi malas belajar.

Kembali pada kegiatan belajar-mengajar di luar ruangan sampai beralas tikar, ada teknologi yang diciptakan oleh Fraser Leid. Teknologi ini bernama Nika Chair. Penampakannya seperti pada gambar di bawah ini:


Itu penampakan apabila telah dipasangi kaki. Kaki Nika Chair (dua buah seperti yang nampak pada gambar) itu dapat dileps dan disimpan di dalam alas duduknya yang nampak seperti tas laptop. Ruang di dalam tas tersebut, selain untuk menyimpan kaki Nika Chair, juga dapat dipakai untuk menyimpan satu dua buku dan alat tulis. Seperti gambar (nomor 3) berikut ini:


Selain itu, Nika Chair juga dilengkapi dengan tali (selempang). Jadi, kalau berangkat ke sekolah, anak-anak dapat menyelempangkannya di pundak:


Makanya Nika Chair disebut go anywhere chair :


Sedih ya melihat anak-anak pada gambar di atas. Mereka harus membawa kursi sendiri ke sekolah karena ketiadaan kursi di sekolah mereka. Untungnya yang mereka bawa itu Nika Chair. Andaikata semua anak-anak sekolah diberikan kursi begini, bagus sekali ... demi pendidikan ... demi masa depan mereka kelak. Meskipun ruang kelasnya belum seberapa memadai, setidaknya mereka tidak perlu belajar sambil duduk di tanah/lantai.

Melihat Nika Chair, saya pikir kursi ini juga dapat dipakai di rumah tangga. Kalau mau ruang tamunya unik, tinggal pasang lima Nika Chair; empat menjadi kursi, satu menjadi meja. Atau bisa juga dipakai untuk meletakkan pot/vas di sudut ruang tamu. Selain itu, Nika Chair juga dapat dijadikan meja. Duduk mengaso, buka laptop, laptop-nya diletakkan di atas Nika Chair. Boleh juga. Siapa tahu kalian berminat.

Berapa harga Nika Chair?

Ini informasi yang belum saya peroleh karena di situsnya pun belum tertera harganya. Dan belum tahu juga apakah sudah ada di Indonesia. Kalau sudah ada, beritahu saya ya :)

Demikian #SelasaTekno hari ini, semoga pos ini bermanfaat bagi kalian yang membacanya. Mungkin akan muncul ide untuk membuat kursi serupa untuk anak Indonesia yang belum dapat menikmati belajar di ruang kelas yang super nyaman. Bagaimanapun, pendidikan itu penting. Dan, penunjang pendidikan juga penting.


Cheers.