Ini Dia Fakta Sejarah Candi Borobudur yang Harus Kalian Tahu

Foto tahun 2006, baru dipamer tahun 2019.

Ini Dia Fakta Sejarah Candi Borobudur yang Harus Kalian Tahu. Tahun 2006, dalam perjalanan panjang Ende - Surabaya - Jakarta - Yogyakarta - Surabaya - Ende, saya berkesempatan pergi ke Candi Borobudur. Waktu itu saya mengendarai sepeda motor sewaan dengan angka speedometer tinggi, haha hihi sepanjang perjalanan, tahu-tahu sudah tiba. Itu adalah salah satu cita-cita lama yang baru terwujud tahun 2006! Cita-cita lama lainnya adalah menumpang andong di Jalan Malioboro terus teriak kencang-kencang: Jogjaaaaa, saya naik andoooong! Sampai dilihatin orang-orang dan teman-teman saya menutup wajah saking malunya. Haha. Sayangnya waktu itu saya belum membikin blog Tuteh Travel sehingga cerita tentang kampungannya saya saat naik andong belum pernah dipublikasikan di blog khusus wisata itu.

Tahun 2006, kamera yang dipakai untuk foto-foto pun masih kamera saku dan negatif filemnya dicuci-cetak di tempat khusus. Saya belum pakai DSLR pun telepon genggamnya masih seperti yang dipakai Sanchai dalam Meteor Garden itu. Alhamdulillah saya termasuk orang yang menghargai perjalanan sendiri sehingga ketika membongkar album lama, tradaaaa masih ketemu foto waktu ke Candi Borobudur, seperti yang kalian lihat di awal pos (foto di atas foto, hehe). Tahun 2006, untuk masuk ke Candi Borobudur belum diberlakukan memakai kain batik yang disediakan oleh pengelola.

Ternyata banyak fakta sejarah Candi Borobudur yang belum diketahui masyarakat Indonesia. Kalian pasti kepo pengen tahu juga kan? Makanya, baca sampai selesai. Tapi sebelumnya, marilah kita kenalan (lagi) dengan candi yang satu ini.

Candi Borobudur


Siapa yang tidak kenal Candi Borobudur? Yuk, segarkan kembali ingatan tentang candi yang satu ini. Candi Borobudur merupakan bangunan candi Buddha yang hingga saat ini masih menjadi pusat beribadahan umat Buddha di dunia. Meskipun diperkirakan sudah berdiri sejak tahun 825 Masehi, hingga saat ini Candi Borobudur masih menjadi daya tarik yang spektakuler bagi berbagai kalangan. Mulai dari wisatawan mancanegara dan domestik, penggiat studi sejarah dan budaya, arkeolog, dan lain-lain. Hingga sekarang candi yang juga terkenal dengan stupa-nya itu tidak hanya menjadi obyek wisata saja, melainkan juga berkembang menjadi pusat budaya bagi masyarakat setempat.

Zaman itu disuruh pose begini, manut saja, hahaha.

Berapa harga tiket masuk Candi Borobudur? Murah! Hanya Rp 35.000! Saya tidak membandingkan harga tiket masuk ini dengan harga tiket masuk obyek wisata lainnya karena setiap obyek wisata tentu punya manajemennya masing-masing termasuk dalam perkara menentukan biaya tiket masuk.

7 Fakta Sejarah Candi Borobudur


Di balik keelokan Candi Borobudur, ada fakta sejarah yang mungkin belum diketahui oleh sebagian masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, hari ini ijinkan saya *tsah* menulis tentang 7 fakta sejarah Candi Borobudur. Mari kita mulai.

1. Situs Warisan Dunia UNESCO


Candi Borobudur dinobatkan sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia. Perlu kalian ketahui, bahwa hingga saat ini memiliki status sebagai Situs Warisan Dunia. Pengabsahan ini telah ditetapkan oleh UNESCO sejak tahun 1991. Dengan demikian diharapkan Candi Borobudur bisa mendapatkan perawatan, pengamanan, dan pelestarian, agar dapat diteruskan kepada generasi-generasi mendatang. Sebagai Orang Indonesia, saya bangga dengan pengakuan yang luar biasa ini.

2. Kuil Buddha Terbesar


Guinness World Record mencatat nama Borobudur sebagai kuil Agama Budha terbesar dunia. Dengan luas mencapai 15.129 meter persegi, catatan volume candi ini memiliki panjang 1000 meter dan tinggi 42 meter. Borobudur juga memiliki 10 tingkat serta 72 stupa. Catatan ini menjadikan Candi Borobudur sebagai pusat ibadah umat Buddha terbesar di dunia. Tidak heran ketika Hari Raya Waisak, Borobudur akan dipenuhi oleh umat Buddha dari berbagai penjuru dunia.

3. Sir Thomas Stamford Raffles


Orang Inggris yang pernah menjadi Gubernur di Hindia Belanda ini ternyata memiliki peran penting dalam menggaungkan nama Candi Borobudur. Sejak situs candi ditemukan di bawah gundukan pasir, H.C. Cornelius diutus untuk mencari kebenaran akan adanya candi tersebut. Raffles sendiri memiliki peran penting melalui bukunya “History of Java” dimana nama Bore-Budur tertulis di buku tersebut. Raffles juga menceritakan bagaimana proses-proses yang dilakukan oleh Cornelius dan para prajuritnya dalam menangani situs candi ini ketika pertama kali ditemukan. Buku legendaris ini menjadi salah satu tahap awal Borobudur dikenal oleh dunia.

4. Jam Matahari Raksasa


Ternyata bentuk melingkar di bagian atas candi, serta susunan stupa di bawah stupa induk memiliki fungsi lain selain pusat ibadah. Pada masa kerajaan dahulu, susunan stupa ini menjadi jam matahari yang berguna untuk menentukan waktu. Petunjuk waktu ini mengandalkan arah putar matahari dan bayangan dari stupa akan menunjukan waktu tertentu. Jadi, sejak zaman itu teknologi sederhana penunjuk waktu sudah dipakai. Hebat, ya.

5. Pernah Jadi Korban Terorisme


Terorisme ternyata pernah merambah situs Candi Borobudur, jauh sebelum era terorisme modern saat ini. Pada tahun 1985, situs candi Borobudur pernah diguncang bom yang merusak setidaknya 9 stupa secara permanen. Serangan ini jelas merusak peninggalan sejarah meskipun dalang kejadian ini telah mendapat hukuman. Ya namanya juga peninggalan sejarah, harus dijaga, bukan dirusak dengan cara-cara tidak terpuji seperti itu. Ini harus menjadi perhatian bersama dalam hal pelestarian situs sejarah dan budaya agar kelak menjadi bekal untuk generasi masa depan.

6. Relik Borobudur di 6 Museum Dunia


Potongan bagian atau relik dari candi Borobudur ternyata tersebar di setidaknya 6 museum besar di dunia. Sebut saja Museum Louvre di Paris, Perancis dan Museum Nasional Bangkok, di Thailand. Bagian-bagian candi ini dahulu sering dijadikan cinderamata bagi pemimpin-pemimpin dunia.

7. Arca Stupa Induk


Stupa induk Candi Borobudur yang menjadi pusat bangunan ini memiliki ukuran terbesar pada struktur candi yang tampak sepenuhnya tertutup tanpa rongga. Ternyata di dalam stupa induk ini dahulu ditemukan arca Buddha yang tertimbun material stupa induk. Patung yang saat ini dikenal sebagai “The Unfinished Buddha” karena banyak yang meyakini patung ini memang tidak diselesaikan namun memiliki bentuk Buddha yang sangat jelas. Saat ini wisatawan bisa menemukan patung ini berada di bagian luar Museum Karmawibhangga. 

⇜⇝

7 fakta sejarah Candi Borobudur di atas sebaiknya memang harus diketahui oleh lebih banyak orang, khususnya Orang Indonesia. Agar apa? Agar Orang Indonesia semakin bangga dan menanamkan rasa cinta serta memiliki. Ketika sudah tumbuh rasa cinta, apapun akan dilakukan untuk mempertahankannya. Bukan begitu? Ya begitu dooonk. Ternyata urusan cinta memang jatuhnya sama juga. Harus bisa menjaga, memelihara, melestarikan.


Kalau ditanya: apakah masih mau ke Candi Borobudur lagi? Ya, jelas donk. Tentu banyak perubahan yang terjadi sejak tahun 2006 itu. Bila kalian penasaran dengan misteri yang ada dibalik kemegahan Candi Borobudur, marilah datang ke situs Buddha yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah. Jangan ragu membayar harga tiket masuk candi borobudur, karena harganya yang terjangkau bisa mengantar kalian menjelajahi sudut-sudut situs bersejarah yang terkenal di dunia ini. Pun, di dalam kompleks candi ini juga kalian bisa belajar banyak hal terkait sejarah dan perkembangan adat budaya. 

Tunggu apa lagi? Yang di luar Pulau Jawa, buru tiket pesawat diskonannya mulai dari sekarang! Hehe.



Cheers.

Pariwisata Nusantara


Sudah lama saya tidak me-review buku di #SabtuReview. Buku terakhir yang saya baca berjudul Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat karya Mark Manson dan sudah saya review di pos berjudul Bodo Amat. Banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dari buku bersampul oranye itu. Sementara buku yang selalu berada di dalam tas, yang bisa saya baca kapan saja, berjudul The Book of Origins karya Trevor Homer juga sudah saya review di pos berjudul The Book of Origins. Tentu, pengetahuan tentang segala sesuatu paling pertama di dunia ini kian bertambah. Saya pikir, sekarang saatnya me-review satu buku menarik terutama bagi kalian para traveler atau siapapun yang berencana keliling Indonesia. 

Baca Juga: Are They Dead?

Menulis tentang buku yang satu ini membikin saya teringat seorang sahabat traveler perempuan bernama Ika Soewadji. Kalau kalian belum mengenal Ika Soewadji, silahkan kenalan dulu melalui akun IG-nya:


Memangnya, apa hubungan antara buku yang bakal saya review dengan Ika? Karena buku tersebut adalah pemberian Ika berikut satu paket buku lainnya tentang Indonesia. Sama seperti buku Travel Writer yang juga diberikan oleh Ika. Meskipun tidak berhubungan darah tapi kami adalah kaka-ade, saudara, yang dipertemukan oleh dunia blog dan traveling. Percayalah, mengenal Ika merupakan salah satu anugerah terbaik dari Allah SWT untuk saya.

Jadi, mari kita kenalan dengan buku yang satu ini.

Tentang Informasi Pariwisata Nusantara


Informasi Pariwisata Nusantara, sebuah buku bersampul cokelat dengan aksen wayang kulit di depannya, diterbitkan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia bekerjasama dengan Garuda Indonesia, dan ASEAN (Southeast Asia). Pada sampul belakang jelas-jelas tertulis: tidak untuk diperjualbelikan. Ya Alhamdulillah saya bisa mendapatkannya dari Ika. Mungkin waktu itu Ika mengikuti kegiatan yang digelar kementrian, secara dia kan travel blogger kesohor, dan mendapatkan paket buku-buku gratis dari acara itu, kemudian dikirimkan pada saya.

Buku ini tidak punya kata pengantar atau sekapur sirih. Dibuka dengan halaman Peta Kepulauan Indonesia dan halaman Sekilas Sejarah Pariwisata Indonesia. Sudah, itu saja. Selanjutnya 'petualangan' dimulai dari Sumatera hingga Papua.

Isi Informasi Pariwisata Nusantara


Namanya juga buku tentang pariwisata, isinya ya pasti tentang atraksi pariwisata dari seluruh Indonesia yang dimulai dari Sumatera sampai Papua. Ada pengaturan sub pada setiap provinsi dan daerah istimewanya. Sub-sub itu antara lain Profil singkat provinsi dan/atau daerah istimewa yang bersangkutan, Wisata Alam, Wisata Pantai, Wisata Gunung, Wisata Petualangan, Wisata Sejarah, Wisata Budaya, Wisata Museum, Wisata Kerajinan, Wisata Taman Nasional, hingga informasi penting seperti Transportasi, Akomodasi, Travel Agent, dan informasi alamat kantor dinas yang berkaitan dari provinsi dimaksud.

Paket komplit!

Jadi, kalau saya bilang sudah tahu banyak tentang Yogyakarta, belum tentu juga haha. Saya baru tahu soal Upacara Cing-Cing Goling dari buku ini.

Pada ritual ini, ratusan ayam panggang, lauk pauk dan nasi dibagikan kepada para pengunjung serta masyarakat di dekat bendungan. Selain itu juga ditampilkan cerita rakyat yang disajikan dalam bentuk fragmen. Upacara ini dilakukan sebagai wujud ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas keberhasilan panen.
Lokasi:
Digelar di Dusun Gedangan, Desa Gedangang, Kec. Karangmojo, Kab. Gunungkidul. Bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor ke lokasi. (Informasi Pariwisata Nusantara,tt, 201).

Sebagai Orang NTT, tentu saya suka membaca bagian Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ternyata, banyak sekali atraksi wisata yang juga baru saya ketahui setelah membaca buku Informasi Pariwisata Nusantara ini.


Yang membikin buku ini lebih menarik, selain informasi lengkap tentang Indonesia ada di dalamnya, adalah foto-foto yang melengkapi setiap artikel/informasi singkatnya. Foto-foto itu begitu memukau, penuh warna alam yang cerah dan indah, yang membikin para pembaca tertarik untuk menyiapkan waktu keliling Indonesia. Duuuuh niat keliling Indonesia tertunda melulu *halaaaah, ditabok dinosaurus*.

Kritik


Baru kali ini saya mengkritik buku hahaha. Eh, atau sudah pernah ya? Pokoknya begini ... untuk buku sebagus ini sayang sekali apabila diterbitkan terbatas dan tidak untuk diperjualbelikan. Tidak hanya para traveler, kita sebagai Orang Indonesia tentu tergila-gila dengan buku semacam ini. Banyak informasi yang mungkin baru kita tahu, yang bisa jadi magnet penarik jiwa untuk pergi ke sana, baik diri kita sendiri maupun wisatawan mancanegara (apagila diterbitkan dalam bahasa Inggris pula). Semua orang pasti tahu Raja Ampat di Papua Barat sana, tapi belum semua orang tahu tentang Pantai Pulau Jefman dan Pantai Pulau Rumberfon yang indah itu, misalnya.


Demikian tentang buku Informasi Pariwisata Nusantara yang sayangnya tidak dijual bebas di toko buku. Beruntunglah saya bisa mendapatkannya sebuah, hehe. Bagaimana dengan kalian, kawan? Yang belum pernah membacanya maupun yang sudah pernah membacanya, apa tanggapan kalian tentang buku keren ini? Bagi tahu yuk di komen!

Baca Juga: The Kings

Selamat dua minggu puasa :*



Cheers.

Destinasi Wisata Anti Mainstream Dan Instagramable Di Indonesia


Siapa yang pengen liburan dan bersenang-senang? Atau malah pengen mengabadikan setiap momen liburan dengan destinasi wisata yang anti mainstream dan instagramble. Mungkin karena pada setiap jalan-jalan atau liburan hanya fokus dengan hotel dan tiket saja tanpa sempat memikirkan apa saja destinasi yang unik dan cocok buat foto-foto. Yes,  Instagram itu sudah menjadi candu yang sulit dilepaskan karena setiap hari kita dimanjakan dengan foto-foto bagus yang wow dan menyenangkan mata kita, padahal dibalik itu dibutuhkan banyak waktu lagi untuk menghasilkan foto yang ngga itu-itu aja dan anti mainstream.

Sebetulnya di Indonesia itu banyak banget tempat-tempat yang sudah kita kenal dan memang menjadi salah satu magnet untuk datang ke sana. Sebut saja Bali dan Yogyakarta. Bali itu sudah menjadi icon wisata Indonesia. Bahkan setiap saya ke luar negeri,  pasti orang luar negeri sangat mengenal Bali jauh lebih banyak hal dibandingkan dengan saya yang asli dari Indonesia.

"Nasi Goreng."

Saat saya berada di Gala Yuzawa, salah satu tempat bermain ski di Jepang. Seorang petugasnya langsung menyebutkan kata nasi goreng.

"Oishii."

Saya langsung merespon dengan bahasa Jepang yang berarti enak. Kemudian dia tersenyum dan kemudian dia menyebutkan makanan lain lain seperti gado-gado. Saya sempat takjub dengan kecintaannya dengan masakan Indonesia.

"Bulan depan saya akan ke Bali."

Dia kemudian menerangkan dalam bahasa Inggris bahwa ia sering bolak-balik ke Bali.

"Kamu punya cowok orang Bali?"

Dia tertawa sementara antrian lainnya masih mengular dan membiarkan kami bercanda. Dia mengangguk dan sangat senang dengan orang Indonesia yang sangat baik dan ramah.

Saya bangga sekali dengan keramahan dan kebaikan yang sering kita sampaikan lewat senyum,  dan harusnya kita bangga juga dengan wisata Indonesia.

Nah,  saya akan membeberkan beberapa tempat yang sebetulnya sangat Instagramable dan Anti Mainstream di Indonesia.

Bali


Walaupun Bali sudah sangat ternama dan sering berkunjung ke sana,  tapi sebetulnya masih banyak yang belum dijelajahi. Salah satunya adalah Karang Asem. Di Karang Asem banyak sekali tempat yang masih sangat bagus dan jarang di kunjungi karena lumayan memakan waktu kalau kita menginap di area sekitar Denpasar. Kurang lebih sekitar 2 jam waktu perjalanan sehingga tidak menjadi wisata favorite.

Walaupun tidak menjadi tempat favorite,  tapi banyak sekali tempat yang harus dikunjugi salah satunya adalah Taman Bunga Kasna. Sangat jarang orang yang mau berkunjung ke sana,  padahal pemandangannya dan taman bunganya sangat bagus. Bahkan bunga yang ditanam ini pun sebetulnya untuk dijual. Karena itulah,  bunganya menjadi sangat terawat dan sangat rindang. Bukan hanya bunga saja, tapi ada beberapa tempat selfie yang cocok untuk koleksi foto di feed Instagram.

Selain taman bunga Kasna, Karang Asem memiliki Taman Air Tirta Gangga,  Istana Air Taman Ujung dan Pura Lempuyangan yang masih sangat hits.

Jakarta


Walaupun bukan tempat wisata yang favorite,  tapi Jakarta sebetulnya memiliki banyak tempat yang instagramable dan bisa dijumpai disekeliling kita. Bahkan sebagai penduduk Jakarta pun,  saya baru tahu kalau banyak tempat kece buat menambah koleksi feed Instagram. Pasti pada penasaran kan?

Sebut saja Gelora Bung Karno, salah satu kawasan olahraga yang beberapa waktu lalu menjadi buah bibir karena sukses menyelenggarakan Asian Games ini memiliki spot-spot yang jarang di ketahui oleh orang. Kalau yang sering olahraga disekitar komplek ini pasti sudah tahu spot-spot mana saja yang sering digunakan untuk foto-foto kece.

Istora Senayan sebetulnya gedung lama, namun setelah direnovasi dan dipercantik dengan banyak alang-alang membuat Istora semakin Insagramable banget. Bukan hanya alang-alang saja yang mempercantik,  tapi gedung-gedung pencakar langit pun mampu menghias foto kita menjadi sangat kece.

Selain kawasan GBK,  Jembatan Penyebrangan Orang atau JPO di sekitaran GBK juga patut dicoba untuk menambah warna-warni Instagram kamu.

Solo


Siapa bilang Solo itu ngga menarik? Sebetulnya, Solo memiliki banyak tempat foto yang bagus seperti di Mangkunegaran. Salah satu Keraton di Solo ini memiliki sentuhan klasik dengan sentuhan Eropa pada beberapa bagian. Dahulu,  Sultan memiliki hubungan yang baik dengan Kerjaan lain di wilayah Eropa sehingga mendapatkan benda-benda yang menjadi bagian dari Keraton.

Seperti pada wilayah dalam yang sangat klasik dengan taman serta air mancur yang menambah Solo menjadi sangat Istimewa.

Masih Banyak Yang Lain

Sebetulnya masih banyak sekali tempat yang sangat Instagramable di Indonesia, bahkan disekitar kita pun banyak sekali yang kece-kece tapi tidak kita ketahui.

Nah salah satunya yang bisa kunjungi adalah Sumatera Barat. Provinsi dengan Ibu Kota Padang ini selalu memikat hati. Bukan hanya karena banyak warung nasi Padang saja namun karena keindahan alam yang mampu menyihir kita untuk tetap tinggal dan lama berlibur. Mau tahu apa saja destinasi yang mampu memikat hati kita? Penasaran? klik di sini aja .

Sebetulnya masih banyak yang lain yang bisa dijelajahi,  nah saya akan bahas tempat lainnya di postingan selanjutnya.

Selamat berlibur dan keliling Indonesia ya.



Destinasi Wisata Anti Mainstream Dan Instagramable Di Indonesia


Siapa yang pengen liburan dan bersenang-senang? Atau malah pengen mengabadikan setiap momen liburan dengan destinasi wisata yang anti mainstream dan instagramble. Mungkin karena pada setiap jalan-jalan atau liburan hanya fokus dengan hotel dan tiket saja tanpa sempat memikirkan apa saja destinasi yang unik dan cocok buat foto-foto. Yes,  Instagram itu sudah menjadi candu yang sulit dilepaskan karena setiap hari kita dimanjakan dengan foto-foto bagus yang wow dan menyenangkan mata kita, padahal dibalik itu dibutuhkan banyak waktu lagi untuk menghasilkan foto yang ngga itu-itu aja dan anti mainstream.

Sebetulnya di Indonesia itu banyak banget tempat-tempat yang sudah kita kenal dan memang menjadi salah satu magnet untuk datang ke sana. Sebut saja Bali dan Yogyakarta. Bali itu sudah menjadi icon wisata Indonesia. Bahkan setiap saya ke luar negeri,  pasti orang luar negeri sangat mengenal Bali jauh lebih banyak hal dibandingkan dengan saya yang asli dari Indonesia.

"Nasi Goreng."

Saat saya berada di Gala Yuzawa, salah satu tempat bermain ski di Jepang. Seorang petugasnya langsung menyebutkan kata nasi goreng.

"Oishii."

Saya langsung merespon dengan bahasa Jepang yang berarti enak. Kemudian dia tersenyum dan kemudian dia menyebutkan makanan lain lain seperti gado-gado. Saya sempat takjub dengan kecintaannya dengan masakan Indonesia.

"Bulan depan saya akan ke Bali."

Dia kemudian menerangkan dalam bahasa Inggris bahwa ia sering bolak-balik ke Bali.

"Kamu punya cowok orang Bali?"

Dia tertawa sementara antrian lainnya masih mengular dan membiarkan kami bercanda. Dia mengangguk dan sangat senang dengan orang Indonesia yang sangat baik dan ramah.

Saya bangga sekali dengan keramahan dan kebaikan yang sering kita sampaikan lewat senyum,  dan harusnya kita bangga juga dengan wisata Indonesia.

Nah,  saya akan membeberkan beberapa tempat yang sebetulnya sangat Instagramable dan Anti Mainstream di Indonesia.

Bali


Walaupun Bali sudah sangat ternama dan sering berkunjung ke sana,  tapi sebetulnya masih banyak yang belum dijelajahi. Salah satunya adalah Karang Asem. Di Karang Asem banyak sekali tempat yang masih sangat bagus dan jarang di kunjungi karena lumayan memakan waktu kalau kita menginap di area sekitar Denpasar. Kurang lebih sekitar 2 jam waktu perjalanan sehingga tidak menjadi wisata favorite.

Walaupun tidak menjadi tempat favorite,  tapi banyak sekali tempat yang harus dikunjugi salah satunya adalah Taman Bunga Kasna. Sangat jarang orang yang mau berkunjung ke sana,  padahal pemandangannya dan taman bunganya sangat bagus. Bahkan bunga yang ditanam ini pun sebetulnya untuk dijual. Karena itulah,  bunganya menjadi sangat terawat dan sangat rindang. Bukan hanya bunga saja, tapi ada beberapa tempat selfie yang cocok untuk koleksi foto di feed Instagram.

Selain taman bunga Kasna,  Karang Asem memiliki Taman Air Tirta Gangga,  Istana Air Taman Ujung dan Pura Lempuyangan yang masih sangat hits.

Jakarta


Walaupun bukan tempat wisata yang favorite,  tapi Jakarta sebetulnya memiliki banyak tempat yang instagramable dan bisa dijumpai disekeliling kita. Bahkan sebagai penduduk Jakarta pun,  saya baru tahu kalau banyak tempat kece buat menambah koleksi feed Instagram. Pasti pada penasaran kan?

Sebut saja Gelora Bung Karno, salah satu kawasan olahraga yang beberapa waktu lalu menjadi buah bibir karena sukses menyelenggarakan Asian Games ini memiliki spot-spot yang jarang di ketahui oleh orang. Kalau yang sering olahraga disekitar komplek ini pasti sudah tahu spot-spot mana saja yang sering digunakan untuk foto-foto kece.

Istora Senayan sebetulnya gedung lama, namun setelah direnovasi dan dipercantik dengan banyak alang-alang membuat Istora semakin Insagramable banget. Bukan hanya alang-alang saja yang mempercantik,  tapi gedung-gedung pencakar langit pun mampu menghias foto kita menjadi sangat kece.

Selain kawasan GBK,  Jembatan Penyebrangan Orang atau JPO di sekitaran GBK juga patut dicoba untuk menambah warna-warni Instagram kamu.

Solo


Siapa bilang Solo itu ngga menarik? Sebetulnya, Solo memiliki banyak tempat foto yang bagus seperti di Mangkunegaran. Salah satu Keraton di Solo ini memiliki sentuhan klasik dengan sentuhan Eropa pada beberapa bagian. Dahulu,  Sultan memiliki hubungan yang baik dengan Kerjaan lain di wilayah Eropa sehingga mendapatkan benda-benda yang menjadi bagian dari Keraton.

Seperti pada wilayah dalam yang sangat klasik dengan taman serta air mancur yang menambah Solo menjadi sangat Istimewa.

Masih Banyak Yang Lain

Sebetulnya masih banyak sekali tempat yang sangat Instagramable di Indonesia, bahkan disekitar kita pun banyak sekali yang kece-kece tapi tidak kita ketahui.

Nah salah satunya yang bisa kunjungi adalah Sumatera Barat. Provinsi dengan Ibu Kota Padang ini selalu memikat hati. Bukan hanya karena banyak warung nasi Padang saja namun karena keindahan alam yang mampu menyihir kita untuk tetap tinggal dan lama berlibur. Mau tahu apa saja destinasi yang mampu memikat hati kita? Penasaran? klik di sini aja .

Sebetulnya masih banyak yang lain yang bisa dijelajahi,  nah saya akan bahas tempat lainnya di postingan selanjutnya.

Selamat berlibur dan keliling Indonesia ya.






Kita, Orang Indonesia


Indonesia, negara kita tercinta ini, merupakan negara kepulauan. Karena kepulauan, sulit untuk menyamaratakan pembangunan. Karena, biaya untuk membangun satu gedung sekolah di Jakarta, misalnya, tidak sama dengan membangun satu gedung sekolah di Ende. Biaya material tentu berbeda, biaya transportasi berbeda, dan biaya jasa tukang bangunan juga berbeda. Berbeda yang saya maksudkan di sini adalah bisa saja harga semen di Jakarta lebih murah Rp 5.000 ketimbang di Ende. Atau bisa saja biaya jasa tukang bangunan di Ende jauh lebih murah ketimbang di Jakarta. Iya, karena di Ende kan seringnya pakai jasa keluarga atau saudara. Hehe.


Biaya dua gedung sekolah di Jakarta mungkin bisa sama dengan biaya satu setengah gedung sekolah di Ende.

Kita, Orang Indonesia yang terpisah pulau dan berbeda adat budayanya ini, disatukan oleh Bhineka Tunggal Ika. Tapi semboyan itu tidak selamanya dapat menyatukan kita karena perbedaan pandangan politik, misalnya. Yang lebih parah, perbedaan pandangan politik ini dapat berkembang menjadi dasar penilaian keberhasilan dan kemajuan negara ini. Kelompok A akan berkata kelompok B (yang sedang berkuasa) tidak baik dan menyengsarakan rakyat. Kelompok B juga bisa mengatakan sebaliknya terhadap kelompok A dan/atau kelompok C (apabila ada kelompok C). Harusnya setiap kelompok tunjukkan dan buktikan saja pada masyarakat keberhasilan masing-masing. Salah satu kalimat yang pernah saya baca di internet berbunyi : balas dengan karya untuk semua omongan jelek tentang kita.

Kita, Orang Indonesia yang terpisah pulau dan berbeda adat budayanya ini, selain disatukan oleh Bhineka Tunggal Ika, juga dapat disatukan melalui olahraga. Hari ini kita musuhan, tapi apabila tim jagoan kita ternyata sama, besok kita adalah sahabat dan harus saling mendukung. Bila perlu, hancurkan mereka yang tidak sepaham dengan kita. Kadang, nyawa bukan lah sesuatu yang patut dihormati. Harusnya kita bisa menghargai perbedaan tim jagoan karena kalau semuanya sama, tidak seru.


Kita, Orang Indonesia yang terpisah pulau dan berbeda adat budaya ini, selain disatukan oleh Bhineka Tunggal Ika dan olahraga, juga disatukan oleh bencana alam. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang menginginkan bencana alam terjadi. Akan tetapi, kehendakNya tidak bisa kita tolak. Tapi apabila terjadi bencana alam, Orang Indonesia termasuk yang paling kompak, bahu-membahu, memberikan pertolongan kepada saudara-saudara yang menjadi korban bencana alam. Lewat kampanye di media sosial, #PrayForLombok dan #PlayForPalu, misalnya. Bisa juga dengan menjadi relawan dan menyumbangkan dana dan/atau barang. 


Kita, Orang Indonesia yang terpisah pulau dan berbeda adat budayanya ini, selain bisa disatukan oleh Bhineka Tunggal Ika, olahraga, dan kejadian (yang tidak kita inginkan) bencana alam, juga dapat disatukan lewat musik. Konser Sheila On 7 misalnya, kaum muda berdesakan dengan yang sudah lewat 40 tahun karena kesamaan selera. Lagi pula, siapa sih yang tidak cinta Sheila On 7? Mereka salah satu legenda Indonesia yang tidak akan pernah pudar. Buktinya, sahabat saya Effie dan si Kakak Pacar masih suka menyanyikan lagu-lagu mereka.


Kita, Orang Indonesia, juga kadang menjadi bahan lelucon satu sama lain. Tapi saya pikir, tidak perlu merasa terhina apabila kita juga sering membuat lelucon tentang orang lain. Karena, Life Is Fun and Life Is Funny :) Selalu ada timbal-balik bukan?


Kita, Orang Indonesia, berbeda itu sudah menjadi hal dasar kehidupan kita. Tapi jangan jadikan perbedaan sebagai alasan untuk bertindak semena-mena atau sesuka hati. Mari membangun. Mari memajukan bangsa ini. Mari mendidik penerus bangsa. Mari menjadi Orang Indonesia yang berbudi dan punya tanggungjawab moral terhadap diri sendiri serta orang lain.

Saya, Orang Indonesia ... entah kenapa menulis ini ...


Cheers.

Pantai Papuma Memanggilku Kembali Ke Jember


Saya ingat betul ketika saya harus menjadwal ulang pesawat yang harusnya akan saya naiki sore itu. Masalahnya saya harus menempuh perjalanan yang tidak bisa diprediksi kapan sampai di bandara Juanda, Sidoarjo. Kalaupun nekat dengan menggunakan kendaraan apapun, maka tidak akan terkejar. Untung saja pesawat bisa dijadwalkan besok siang. Ituplah sepenggal kisah ketika saya dan teman kerja yang mengunjungi Gunung Bromo dari Malang dan sebelumnya dari Jember. Peristiwa ini memang menjadi pelajaran bagi saya untuk betul-betul mempersiapkan diri jauh-jauh hari segala hal yang berhubungan dengan traveling atau jalan-jalan. 

Ada bagian pahit yang saya alami setelah manis yang sebelumnya dicicipi. Hidup memang berputar dan itulah yang menjadi keseruan tersendiri. Namun, ternyata bagian manis itu selalu terjadi di Jember, sebelah barat dari Malang. Beruntung saya selalu kembali ke Jember dalam beberapa kali tugas kerja dengan beberapa orang yang berbeda. 


"Kita 2 kali ke Jember bareng ya Bang."

Kata Bom-Bom, panggilan rekan kerja, ketika sudah berada di mobil travel yang membawa kami dari Bandara Juanda. Saya tersenyum, dan mulai ngobrol ngalor ngidul tentang rencana yang akan kami lakukan di hotel ataupun kulineran di sekitar Jember. 

Saya selalu senang berada di Jember karena satu hal, yaitu harga makanan yang selalu membuat saya bertanya-tanya. Memang benar ya harganya segini? Sambil bertanya dan terheran-heran ketika saya dan Bom-bom menghabiskan 2 mangkok dengan harga 6 ribu saja. Selain makanan, saya menyukai wisata alamnya yang begitu indah. Kami pernah diajak keliling ke Rembangan dengan pemandangan bukit yang sangat indah dan banyak produk pertanian yang dijual salah satunya susu murni segar. 


Setahun berlalu, saya berganti partner. Kali ini saya bersama bos, namun masih sangat muda. Sama dengan Bom-bom, dia pun berencana untuk mengexplore Surabaya setelah dari Jember. Dan, pada tahun inilah saya berkesempatan mengunjungi pantai dengan pasir putih di Jember, Pantai Papuma. 

"Saya kira pantainya berpasir hitam."

Saya sedikit terperangah melihat pasirnya yang begitu putih. Saya membandingkan dengan pantai Parangtritis di Yogyakarta yang pasirnya hitam dan kecokelatan. 

Beberapa tahun berlalu, kini saya kembali lagi ke Jember. Sepertinya ada panggilan yang mengharuskan saya ke Jember. Sepertinya Papuma ingin memperlihatkan kembali kecantikannya setelah lama tak bersua. Pantai Papuma memanggilku kembali ke Jember. Disinilah perjalanan menyenangkan dimulai. 



Kami bertiga, saya bersama Aris dan Doel harus menempuh perjalanan 12 jam dari Jakarta menuju Surabaya sebelum ke Jember. Di Stasiun Gubeng inilah akhirnya kami rombongan blogger berkumpul setelah melakukan perjalanan dari daerah masing-masing. Bukan hanya dari Jakarta, beberapa diantaranya dari Surabaya, Bojonegoro, Pemalang, Bandung, dan daerah lainnya. Rasanya sangat lama kami tidak bersua, senang sekali dapat melepas rindu pada saat yang lain sedang terlelap pada dini hari. Dan, pukul 4 lebih kami harus masuk ke Peron dan melanjutkan kembali perjalanan ke Jember.

Tiba di Jember, Pritha dan Kang Nana serta beberapa orang dari Blogger Jember menyambut kami dan tak lupa sarapan di sebuah warung gudeg pecel yang ternama di Jember. Setelah puas makan, akhirnya kami melepas penat dan lelah di Hotel Lestari, salah satu hotel pertama di Jember.



Keesokan harinya, kami mengunjungi kebun Tembakau. Disinilah kami belajar mengenai Tembakau mulai dari menanam, merawat, memupuk, dan memanen. Setelah memanen, kemudian masuk ke tahap selanjutnya mulai dari dipilih daunya, dirangkai dan dikeringkan. Ternyata tidak cukup sampai pengeringan saja, masih banyak tah selanjutnya di Pabrik pengolahan dan penyimpanan. Dan, akhirnya siap untuk diracik menjadi cerutu atau Cigar terbaik di BIN (Boss Image Nusantara).

Selain ke kebun dan pabrik tembakau, kami juga mengunjungi Museum Tembakau satu-satunya di Jawa Timur, bahkan di Indonesia. Setelah berlelah dengan Tembakau berakhir di Taman Botani Sukorambi. Dihari berikutnya, selain ke pantai papuma, kami juga mengunjungi Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, satu-satunya di Indonesia. Bagian ini akan saya tulis terpisah nantinya. 



Melepas rindu dengan pasir putih Papuma, saya makin takjub dengan perubahan yang terjadi disini. Selepas kami turun dari Bus, kami berjalan menyusuri sepanjang pantai. Dulu, tidak seramai ini dan sedikit sekali bangunan permanen seperti villa atau penginapan seperti yang saya lihat saat ini.  

Tak hanya pantai yang menarik perhatian saya, deretan perahu yang bersandar itu sempat menarik perhatian saya sebelum berlalu menjadi pasir putih kembali. Sepanjang jalan menuju Sitihingil memang sudah beraspal. Dulu, saya tidak terlalu jelas melihatnya hanya saja setiap mobil atau motor yang melintas selalu berbenturan dengan batu. 

Jalan menuju Sitihinggil memang tidak terlalu menanjak, namun cukup menguras keringat karena cuaca Jember sedang sangat panas dan teriknya. Tidak ada yang tidak mungkin, iya saya selalu menyemangati diri ketika bertemu dengan medan yang menanjak naik atau beranak tangga seperti jalan menuju bukit tinggi di kawasan pantai Papuma. 


"Ayo Man, kamu bisa. Ayo Man!" 

Ternyata tidak ada orang lain yang tersisa selain saya yang masih menaiki anak tangga. Saya mengatur nafas agar dapat naik dengan cepat. Sebelum anak tangga terakhir, saya sempat mengambil foto dan hasilnya memang sangat bagus. 

Bagai mendapat durian runtuh, saya terpesona dengan pemandangan dari atas bukit Sitihinggil. Seluruh pantai dan kawasan sekitar pantai cukup mengobati perjuangan menuju ke atas tadi. Selain menikmati pemdangan, kami juga disugguhkan es kelapa muda yang sangat segar. Inilah kombinasi yang sangat menyenangkan pemandangan indah dan es kelapa muda. Seperti surga dan kenikmatan dunia, itulah yang bisa saya gambarkan dari balik penglihatan saya. 


Rasanya saya ingin berlama-lama di Tanjung Papuma ini, namun ternyata kami harus kembali melanjutkan perjalanan guna mengakhiri perjalanan selama 3 hari di Jember. Rasanya sangat kurang sekali untuk menikmati wisata unik di Jember. Semoga Tuhan mengabulkan permintaan saya untuk kembali lagi ke Jember suatu hari nanti. Namun, tenang saja, tulisan tentang keindahan dan keunikan Jember akan saya sharing beberapa minggu kedepan. 

Terima kasih kepada Blogger Jember dan Taman Botani Sukorambi serta pihak-pihak sponsor seperti BIN Cigar, Bedhag Kopi, Fondre - Oleh-oleh Jember, Repri (Penyewaan alat camping), Nyonya Ama Catering, Hotel Lestari, Pengelola Tanjung Papuma, dan Warung Kembang.



Asian Games dan Menjadi Tuan Rumah Yang Baik

Gambar diambil dari sini.


Hip hip huray! ASIAN GAMES 2018 TELAH DIMULAI! Bangga jadi Orang Indonesia!

Selamat Defia Rosmaniar dari Cabang Taekwondo yang telah menyumbangkan emas pertama untuk Indonesia, negeri tercintaaaaaa!!!!

*Ini siapa sih yang bekep mulut saya!? Ngaku!*

*Rapihin jilbab*


Baca Juga:

Okay ...

Sudahlah ...

Tidak perlu membikin saya iri dengan bercerita tentang bagaimana meriahnya opening ceremony Asian Games 2018. Jangankan menonton langsung, menonton di teve pun saya tidak. Bukan karena tidak punya teve, teve ini banyak, tapi karena kami memang tidak lagi menonton teve sejak ... hmmm ... saya lupa sudah berapa tahun tidak menonton teve. Gantinya kami selalu live streaming (internet). Tapi, karena ada satu dua urusan kemarin Sabtu itu, saya pun tidak dapat menonton opening ceremony yang megah meriah gegap gempita itu di teve *apa sih* hehe.

Masih ada closing ceremony *berharap*

Eh, masih bisa cari video-nya di Youtube buat ditonton ulang. Okay, I will.

Berbicara tentang Asian Games yang diselenggarakan di Indonesia (Jakarta dan Palembang), artinya berbicara tentang menjadi tuan rumah yang baik. Filosofinya adalah ketika tamu datang ke rumah kita, ada minimal segelas air putih yang disuguhkan; dan maksimal kopi/teh, cemilan, makan malam. Tapi apalah artinya suguhan tuan rumah yang serba menggiurkan apabila tidak dibarengi dengan tingkah laku yang santun?

Tamu: Terimakasih kopinya, Nyonya ...

Tuan Rumah: Habis minum, CUCI CANGKIRNYA!

Yaoloh ...

Menjadi tuan rumah artinya siap melayani tamu dengan santun, dengan baik, dan tentu meninggalkan kesan yang tak terlupakan (kesan yang baik!). Sebagai Orang Indonesia saya yakin saudara-saudara di Jakarta dan Palembang telah mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah yang santun dan baik. Insha Allah. Karena saat ini 'wajah Indonesia' berada di dua kota tersebut. Yang mau berdemo ditahan dulu soalnya wartawan pasti sibuk meliput di arena hihihi. Iya, ditahan dulu lah sampai perhelatan ini berakhir. 

Ini ibarat keluarga ...

Di dalam keluarga, bakulahi antar kakak-adik atau antara orangtua-anak biasa terjadi. Silang pendapat, salah paham, baper, dan lain sebagainya. Tetapi ketika ada tamu yang datang, anggota keluarga yang sedang bersengketa biasanya bakal mesraaaa. Karena apa? Karena jangan sampai orang luar tahu borok keluarga kita, biar kita yang tahu, biar kita sendiri yang selesaikan.

Sesederhana itu.

That's it! Haha. Itu poin yang mau saya sampaikan setelah memutar ke sana-sini.

Mari dukung Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Mari tunjukan kita Indonesia yang cinta damai *halah apa ini bahasanya*.


Cheers.

Explore Cirebon dan Pengalaman Mencoba Bunk Bed Di Ibis Budget Hotel


Cirebon itu pintu utama Jawa Barat dari sisi utara. Konon, banyak saudagar-saudagar dari Arab, China dan India melakukan perdagangan melalui pelabuhan. Tak heran, Cirebon merupakan pertemuan apik beberapa budaya dan menelurkan corak yang khas dalam batiknya. Mega Mendung dan corak lainnya tersohor karena kisah Sunan Gunung Jati dan Puteri dari Kerajaan China yang memadukan dua atau lebih unsur dalam budayanya. 

Jika diberikan kesempatan untuk menyusuri kota udang ini dalam 2 hari, tentunya yang terbesit di benak hanyalah Keraton mulai dari Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan dan Keprabonan. Ketiga Keraton selain Keprabonan memiliki kekuasaan, sedangkan Keprabonan hanyalah padepokan tempat menuntut ilmu sehingga tidak memiliki garis tahta. Selain Keraton, terdapat masjid yang didominasi dengan warna merah bata. Cirebon sangat kental dengan Sunan Gunung Jati sebagai salah satu Sunan penyebar agama Islam. Tak heran jika Cirebon memiliki banyak Masjid yang didirikan langsung oleh Sunan Gunung Jati. Sebut saja Masjid Agung Cipta Rasa dan Masjid Panjunan.


Sunan Gunung Jati begitu erat hubungannya dengan Sejarah Cirebon dan Islam. Begitu eratnya sehingga Makam Sunan Gunung Jati selalu ramai dipadati peziarah bukan hanya dari Cirebon melainkan dari berbagai daerah lain. Jika melihat ke dalam area makam, arsitektur bangunan sangat unik perpaduan dari beberapa budaya yang berkembang di Cirebon.

Selain Masjid, terdapat pula Klenteng, Gereja dan Pura yang terdapat di Cirebon. Kehadiran Klenteng, Gereja dan Pura membuktikan bahwa akulturasi budaya memang terjadi di Cirebon.


Beberapa Klenteng atau Vihara yang berada di Cirebon tidak terlalu banyak. Dua diantaranya adalah Vihara Pemancar Keselamatan dan Klenteng Lithang Khonghucu. Vihara Pemancar Keselamatan terlentak di antara Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman. Vihara ini terletak di Jalan Winaon, Cirebon.

Menikmati kuliner Cirebon merupakan sebuah keharusan dan tak bisa dihindari. Selain karena rasanya yang enak, faktor harga yang lumayan terjangkau inilah yang membuat kuliner Cirebon banyak dikunjungi. Kuliner yang sangat terkenal beberapa diantaranya adalah Empal Gentong,Nasi Lengko,  Nasi Jamblang, Docang dan Nasi Bogana. 

Selain Wisata Keraton, Religi dan Kuliner, terdapat beberapa tempat wisata yang harus dikunjungi seperti Goa Sunyaragi, Batik Trusmi, Wisata Gedung (Pabrik) BAT, dan wisata lain yang belum sempat dijelajahi. Namun, saya akan bahas Goa Sunyaragi, Kampung Batik Trusmi dan Gedung (Pabrik) BAT.

Menginap Di Bunk Bed Ibis Budget Hotel


Langit Cirebon cerah dan biru. Pagi ini saya berencana mengunjungi beberapa obyek wisata salah satunya Situs Pedati Gedhe. Saya cukup penasaran dengan situs ini karena letaknya yang cukup menyelusup di tengah perumahan warga. Konon, Pedati ini merupakan pengangkut material seperti kayu pada saat pembangunan Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Pada tahun 1907, pedati ini sempat terbakar dan hilang beberapa bagian namun kini telah diperbaiki. 

Saya tidak sendiri siang itu, panas yang membakar kulit tak saya hiraukan. Seperti yang diceritakan, situs pedati gedhe ini terdapat di daerah Pekalang. Masyarakat Pekalang cukup bangga dengan jasa Pedati ini yang memiliki peranan dalam pembangunan tempat-tempat penting seperti Masjid pada zaman Sunan Gunung Jati. 


Setelah mengunjungi situs pedati gedhe, kemudian saya berlanjut ke salah satu mall di Cirebon. Saya hanya belanja beberapa kebutuhan pribadi di hypermarket. Kemudian tak lama kemudian saya kembali lagi ke Ibis Budget Hotel Cirebon yang terletak tak jauh dari Alun-Alun Kejaksan, atau Alun-Alun utama Kota Cirebon. Jika tidak sempat membeli atau menikmati kuliner di sekitar kota, mampirlah ke Alun-Alun pada saat sore dan malam. Banyak sekali pedagang mulai dari bakso,mie ayam, tahu petis, nasi jamblang dan lain-lain. 

Jika dari luar Cirebon dan naik kereta api, Ibis budget Hotel ini sangat dekat dengan stasiun Cirebon Kejaksan atau Cirebon Perunjakan. So, sangat praktis jika pada saat mengunakan kereta dan ingin sekedar mampir beberapaa hari di Cirebon. 


What is in your mind if I show you the bunk bed? Bunk Bed sebetulnya konsep luar negeri yang diadopsi oleh Indonesia. Jika lebih dari 2 orang atau tak lebih dari 3 orang menginap biasanya akan memesan 2 kamar, padahal sebetulnya bisa disiasati dengan 1 kamar dengan extra bed. Extra bed kadang membutuhkan tambahan rate yang luar biasa bahkan akan sama dengan memesan 2 kamar sekaligus. Nah, bunk bed inilah solusi untuk keluarga kecil atau genk-genk traveler dengan jumlah anggota 3 orang atau trio traveler. 

Bagi saya memilih bunk bed adalah solusi, karena kadang saya membawa 2 orang teman lainnya dan masih bingung dengan kamarnya nanti. Bunk bed ini bisa menghemat karena tersedia juga sarapan untuk ketiganya. 



Ibis Budget menurut saya adalah hotel yang sangat tepat bagi traveler atau backpacker karena walaupun minimalis fasilitasnya namun telah tercukupi kebutuhan seperti wifi, air minum, hot shower, kasur yang nyaman, televisi dengan channel international dan beberapa tambahan seperti handuk dan sandal. Walaupun tak selengkap hotel lainnya, namun saya rasa bagi backpacker akan sangat terbantu dengan harga yang cukup bagus dengan kisaran 300 ribu keatas tergantung situs pemesanan. Sebagai bocoran, kadang website seperti agoda, booking dan lainnya memberikan diskon yang lumayan sehingga harga pun dapat ditekan lagi. 





Selain fasilitas kamar, tempat sarapan, lounge, meeting room, internet corner, cafe dan fitnes center pun dapat ditemukan di hotel dengan ornamen serba biru ditambah kuning ini sangat cozy bagi tamu. Saya pun merasakan bahwa hotel ini seperti hotel bintang 3 padahal ditasbihkan sebagai hotel bintang 2. 


Sambutan hangat saya rasakan ketika dijamu oleh Mba Raiz, Mba Jessica dan Pak Ricky Coen Arifin, General Manager Ibis Budget Hotel Cirebon. Next saya akan kembali lagi ke Cirebon, menikmati wisata yang belum terjamah di list tahun 2018 ini. I'ii be back, I promise.

Informasi Ibis Budget Hotel Cirebon

Website :

Alamat : 
Jalan Siliwangi No.88, Kebonbaru, Kejaksan, Kebonbaru, 
Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat 45121

Telepon :
(+62)231 7000200

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah dari Labuan Bajo

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah Dari Labuan Bajo

Live on Board (LOB) is one my precious moment in my life. Apalagi dimulai dari Labuan Bajo dilanjutkan dengan mengelilingi Kepulauan Komodo seperti Pulau Kelor, Pulau Rinca, Pulau Padar, Pink Beach, Gili Lawa dan Pulau KanawaThe best experience in 2017

Setelah 3 Hari 2 Malam mengarungi laut lepas di kepulauan Komodo, pengalaman ini tak akan terukir jika tidak ada transportasi yang membawa kami, 7 orang penuh kegilaan ini, ke seluruh best spot di Komodo Sailing Trip ini. Banyak sekali yang menanyakan apa yang harus dilakukan sebelum melakukan trip ke kepulauan Komodo, dan jawaban saya persiapkan Sewa Kapal selama LOB beberapa hari. Why? Kenapa harus mempersiapkan sewa kapalnya? Karena makan, tidur, mandi, dan seluruh aktivitas akan dilakukan di atas kapal. So, that's why saya menyarankan untuk mempersiapkan ini terlebih dahulu. Hal kedua adalah open trip, namun biasanya open trip ini bisa menyatu dengan sewa kapal.

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah Dari Labuan Bajo

Beruntung saya dan teman-teman bersama Be Borneo Tour dengan Kapal KM Karunia Ilahi mengarungi lautan selama beberapa hari dan saya menyatakan kepuasan lahir batin bersama tour ini. Biasanya di dalam kapal dalam waktu beberapa hari membuat saya home sick, namun tidak pernah terpikir sekalipun untuk kangen rumah atau masakan rumah, karena suasana dalam kapal memang sangat nyaman untuk bercengkrama satu sama lain bahkan untuk ngobrol ngalor-ngidul dengan teman-teman. 

Kenapa bisa akrab? Apa yang menyatukan kami dengan kru kapal? Salah satunya karena sinyal provider yang susah didapatkan sehingga dengan sendirinya kami akan membunuh waktu dengan melakukan aktivitas menyatu dengan teman dan alam. Selain aktivitas dalam kapal, banyak aktivitas lain yang menyenangkan seperti trekking, snorkeling, berburu komodo, berenang, mancing, selfie, bermain dengan unicorn dan masing banyak lainnya.



Apa saja sih tips yang dilakukan dalam memilih Sewa Kapal dari Labuan Bajo ke Kepulauan Komodo? 

Mudah Dihubungi

Biasanya banyak sekali sewa kapal yang tidak merespon dalam jangka waktu yang lama misalnya 2 minggu, sehingga sangat sulit memastikan. Oh iya biasanya jika tidak bisa dihubungi 1 atau 2 hari masih wajar karena di kepulauan Komodo terdapat beberapa wilayah yang tak terjangkau sinyal.

Memiliki Rute Dan Informasi Yang Jelas

Beberapa penyedia sewa kapal kadang tidak menjelaskan rute atau paket yang ditawarkan sehingga membingungkan bagi penyewa kapal sehingga kemungkinan terjadi miss communication sangat besar. 

Jenis Kapal Dan Jam Terbang 

Walaupun sepele namun jenis kapal dan segala fasilitas perlu diketahui oleh calon penyewa. Disamping itu jam terbang kru pun harus diperhatikan karena perjalanan di tengah lautan lepas membutuhkan pengalaman kru kapal. 

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah Dari Labuan Bajo

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah Dari Labuan Bajo

Dari banyak kategori, saya menyarankan untuk menyewa kapal di komodo.web.id  dengan pilihan dua kapal yaitu KM Komodo dan KM Karunia Ilahi. . Sedangkan   

KM Komodo

KM Komodo dengan kapasitas 5 orang cocok untuk keluarga kecil atau liburan bersama teman-teman.

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah Dari Labuan Bajo
Kapal (KM) Komodo

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah Dari Labuan Bajo
Tempat Santai dan Makan

Kamar Tidur 

KM Karunia Ilahi 

KM Karunia Ilahi merupakan kapal medium dengan kapasitas 8 orang sehingga cocok bagi keluarga cukup besar. Kapal ini merupakan kapal terbaru milik Be Borneo Tour dan beroperasi sejak Agustus 2017. 

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah Dari Labuan Bajo

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah Dari Labuan Bajo

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah Dari Labuan Bajo

Dan, setelah menemukan sewa kapal, hal keduanya adalah apakah penyedia kapal tersebut menyediakan open trip. Biasanya sewa kapal membutuhkan banyak orang, apabila hanya satu atau dua orang saja, maka sebaiknya ikut dengan open trip yang biasanya disediakan. 

Be Borneo Tour juga menyediakan open trip dengan banyak pilihan yaitu 2 Hari 1 Malam, 3 Hari 2 Malam dan 4 Hari 3 Malam.Sedangkan paket yang saya ikuti adalah 3 Hari 2 Malam. Kemudian tempat apa saja yang dikunjungi dan aktivitas apa saja yang kami lakukan selama berlanyar. Ini dia itinerary selama kami berlayar. 

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah Dari Labuan Bajo

Day 1: Labuan Bajo – Pulau Kelor – Pulau Rinca – Pulau Padar 
  • Bertemu di meeting point jam 9 pagi dan perjalanan dimulai menuju Pulau Kelor  dan menikmati view dari puncak bukit
  • Dari Pulau Kelor dilanjutkan menuju Pulau Rinca untuk bertemu dengan Komodo, trekking sesuai dengan pilihan rute.
  • Setelah Pulau Rinca perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Padar untuk trekking ke puncak melihat pemandangan khas perbukitan ala Jurasik Park.
  • Makan malam, istirahat.

Day 2: Pulau Padar – Pink Beach – Manta Point – Gili Lawa 
  • Dari Pulau Padar  perjalanan dilanjutkan menuju ke Pulau Komodo untuk bersnorkeling ria di Pink Beach.
  • Singgah di Manta Point untuk bertemu dengan pari manta yang besar, jangan lupa bawa keberuntungan anda karena mereka tidak pasti ada.
  • Perjalanan panjang dilanjutkan menuju Gili Lawa, kalau masih ada waktu bisa langsung trekking untuk menikmari sunset.
  • Makan malam dan istirahat


Day 3: Gili Lawa – Taka Makassar – Pulau Kanawa – Labuan Bajo 
  • Setelah sarapan langsung menuju Taka Makassar, foto-foto di pulau pasir kecil di tengah laut.
  • Perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Kanawa untuk snorkeling dan menikmati keindahan Pulau yang memiliki satu resort ini.
  • Setelah puas bermain air dan foto-foto di Pulau Kanawa kita siap untuk kembali ke Labuan Bajo.
  • Tiba di Labuan Bajo, tour selesai.

Catatan:
Jadwal ini bersifat kondisional dan dapat berubah sewaktu-waktu, tergantung keadaan saat di lapangan.


Kebahagiaan datang ketika ketakutan dan rasa benci itu terhapus oleh ketulusan yang terpancar dari sekeliling kita. Itulah tips menyewa kapal di kepulauan komodo trip, sampai jumpa di catatan perjalanan selanjutnya.

Informasi Sewa Kapal dan Open Trip Be Borneo Tour 

Whatsapp: +62 856 51 202 195
Telpon: +62 852 51 50 1009
Email: info@beborneotour.com