The Kings


Sabtu! Yaaayyyy! #SabtuReview! Saatnya me-review. Kalian pasti sudah tidak sabar apa yang bakal saya review kan? Merasa sedikit dirindukan kan tidak masalah hahaha. Ingin menulis tentang keberanian Arya Stark dari Game of Thrones, sudah banyak orang yang mengulasnya di media sosial, terutama saat Episode 3 Season 8 tayang. Menulis tentang Avengers: Endgame, apalagi, saya belum berani karena belum total menonton gara-gara versi yang available masih 'cam'. Kan sedih. Akhirnya, berdasarkan rekomendasi dari Sony, saya menulis tentang The Kings.

Baca Juga: Pita's Life

Semua bermula dari obrolan DMBC (minus Etchon) tentang teman-teman di Ende yang benar-benar telah menghasilkan begitu banyak Rupiah dari Youtube. Amboiiii tidak tahan melihat angkanya. Salah satu Youtuber itu adalah Martozzo Hann, partner in crime saya dalam proyek-proyek dokumentasi terutama filem dokumenter, baik dalam kota maupun luar kota. Larinya jelas ke akun Youtube saya yang fakir subscriber *ngikik*.  Menurut saya, Martozzo dapat menjadi pemateri dan contoh nyata kepada peserta berbagai pelatihan terutama pelatihan tentang blog dan vlog. Dia fotografer, dia videografer, dan dia telah menghasilkan banyak Rupiah baik daring maupun luring.

Gara-gara itu obrolan kami menuju pada ajang-ajang pencarian bakat. Sony menyeletuk tentang The Kings dalam ajang World of Dance. Saya mengerut kening. The Kings? Baru dengar. Haha. Kurang update memang saya ini. Tidak banyak informasi yang bisa saya dapatkan dari Wikipedia tentang The Kings ini. Tapi ... mari kita simak ...

The Kings


Bicara tentang The Kings tidak terlepas dari filem India berjudul Any Body Can Dance 2 (ABCD 2) yang mengadopsi kisah nyata grup hip-hop dance asal India. Ini adalah tim India pertama yang memenangkan medali Perunggu di Kejuaraan Hip Hop Dunia 2015 di San Diego. Suresh Mukund (lahir pada 24 Desember 1987), adalah koreografer/mentor/direktur grup. Kings United berkompetisi dalam kompetisi tari terkenal bernama Dance Champions yang diselenggarakan oleh Star Plus. Perjalanan hidup mereka diperhatikan dan kemudian diadaptasi menjadi film ABCD 2.

Setelah filem ABCD 2 dirilis, beberapa teman Suresh Mukund kemudian mengundurkan diri dan kelompok itu terpecah. Dari situ kemudian, bersama anggota yang tersisa dan merekrut anggota baru lainnya, Suresh Mukund kemudian membentuk Kings United India atau lebih dikenal dengan nama The Kings. Nama mereka semakin meroket saat mengikuti kompetisi World of Dance 2019.

The Dance


Saya memang tidak pandai menari tapi sangat suka melihat orang menari. Menariknya menonton beberapa video The Kings di Youtube, mereka punya penampilan yang sangat total dan terkonsep dengan baik. Konsep ini nampak nyata dari gerak dance-nya, kostumnya, serta musik yang mengiringi aksi panggung mereka.

Baca Juga: Searching

Tema dan Koreografi:

Konsep, tema dan koreografi, The Kings selalu unik masing-masingnya. Mereka selalu punya tema. Pada tarian Tattad Tattad misalnya, temanya adalah tentang robot. Pada tarian Yeh Raat, mereka menampilkan tema tentang binatang buas (setidaknya begitu yang ditunjukkan). Tema ini melekat pada koreografi yang ditampilkan di panggung. Jelas, bikin juri dan penonton ternganga. Bahkan, banyak peserta World of Dance lain yang menelan ludah melihat aksi rival mereka tersebut. 

Kostum:

Kostum The Kings sangat mendukung tema dan koreografi mereka sehingga jadilah totalitas yang kita saksikan pada video-video yang beredar di Youtube. Pokoknya gimana ya ... menurut saya mereka memang raja lah. 

Musik:

Musik yang mengiringi The Kings beraksi di panggung merupakan lagu-lagu hip-hop, EDM, dan campuran sedikit musik India. Musik ini, menurut saya, benar-benar dikonsepkan dengan matang dan dipilih yang paling sesuai dengan tema.

India Yang Selalu 'Hidup'


The Kings menampilkan pertunjukan yang memukau semua orang termasuk si juri Jennifer Lopez yang selalu 'meledak' di kursinya. Saya tidak melebih-lebihkan. Tapi yang paling menarik minat saya, termasuk saat menonton ABCD 2, adalah bahwa mereka tidak kehilangan jati diri sebagai Orang India yang selalu 'hidup' dengan lagu-lagu dan tari-tarian. Mungkin kategori tarian mereka dalam World of Dance adalah hip-hop tapi nuansa India sangat melekat di situ seperti saat kalian menonton filem-filem India. Mungkin ini yang membikin The Kings menjadi begitu berbeda dari kelompok lainnya yang 'seragam'. 

Atraksi mereka di panggung tak hanya lewat tarian tetapi dipadukan dengan akrobat yang apik. Saya sampai histeris menyaksikannya. Ya iya lah ... kalau juri saja histeris dan meramas rambut, apalagi saya yang orang awam? Hahaha. 


Jadi, kalau akhir pekan ini kalian belum punya jadwal kegiatan apapun, selain leyeh-leyeh di rumah, cobalah menonton Lomba Stand Up Comedy Endenesia. Eh, maksud saya, cobalah menonton The Kings. Cari saja di Youtube. Pasti ketemu. Dan ya, soal Lomba Stand Up Comedy Endenesia, memang akan dilaksanakan malam ini di Miau Miau Cafe. Nantikan videonya di Youtube ya haha. Sekalian subscribe bagi yang belum *agak memaksa* hahaha.

Baca Juga: Nostalgia Alanis

Selamat berakhir pekan, kawan.



Cheers.

Kerala (India) Blog Express Season 4


Seperti de javu, saya kembali membangunkan mimpi setahun lalu. Kerala, sepertinya nama ini terus memanggil-manggil dan terus berputar-putar di kepala. Hanya saja, salah satu provinsi atau bagian di India ini begitu meresap sampai-sampai setiap malam saya harus memutar-mutar kepala agar dapat menginjakan kaki untuk pertama kalinya di India.

Kerala Blog Express telah memasuki season 4. Saya ternyata pernah mencoba mendaftar pada tahun 2014 lalu, namun karena blog saya masih belum memiliki domain dot com, tentu saja membuat percobaan ini gagal. Di tahun berikutnya, saya telah memiliki domain dan banyak teman-teman blogger yang mendukung, dan Alhamdulillah saya finish di urutan ke-2 pada saat penutupan voting, namun sepertinya Tuhan belum mengizinkan saya singgah ke India, saya pun gagal berangkat. Dan tahun inilah kesempatan yang bagus untuk melanjutkan momentum dan impian saya pergi ke India. 

Kerala Blog Express Season 3
Setiap jengkal di Kerala merupakan berkah dari Tuhan. Sepertinya Tuhan dan Para Dewa ingin memberikan secuil tanah yang berada disurga untuk ditempatkan di Kerala. Tempat Para Dewa berkumpul, seperti itulah kata-kata yang pantas mengambarkan keindahan alamnya. India memang identik dengan New Delhi atau Kalkuta, namun dengan perkenalan saya dengan Kerala, saya rasa India patut berbangga dengan keistimewaan Kerala. Kerala adalah God's Own Country

Menyalakan Asa Ke Kerala


  
Dengan bekal pengalaman tahun lalu, saya mulai meminta ("Ngemis") vote mulai dari inbox di facebook, WA satu per satu kontak yang ada, kemudian meminta dukungan dari komunitas dan grup blogger, dan menyebarkan secara luas di social media mulai dari twitter, instagram, path dan facebook. Mulanya dukungan secara cepat didapatkan, namun perlahan-lahan kemudian mulai stagnan. Pada saat kondisi itulah, saya mulai berkonsultasi dengan Mba Donna dan Haryadi (Omnduut), tentang apa strategi yang bisa dilakukan, karena hal itulah yang bisa saya manfaatkan untuk mendorong motifasi saya ke Kerala.

Beberapa minggu waktu saya hampir habis hanya untuk meminta vote satu per satu, namun seperti berkejaran dengan waktu dan saingan yang teman dari Indonesia yang kebetulan saya kenal secara pribadi membuat motivasi saya mulai meluntur, namun beberapa minggu sebelum penutupan saya mulai membulatkan tekad, bahwa setiap orang tentu saja berhak mendapatkan apa yang ia impikan dengan usaha. Dengan keyakinan, saya pun tetap melakukan hal-hal yang saya lakukan di awal.

Saya meminta Vote dengan cara : 


2. kemudian tekan tombol atau tanda jempol VOTE NOW 


3.  Kemudian Login dengan akun facebook
4. Dan "DONE", terima kasih sudah Vote

Dan hasilnya sampai saat ini, saya merupakan peringkat ke 12 secara keseluruhan dan peringkat ke 2 di Indonesia. 


Peringkat 12 Dunia

Peringkat 2 Indonesia
Dalam bulan Januari 2017, Pihak Kerala Tourism atau Panitia Kerala Blog Express akan menyeleksi sebanyak 30 kontestan dari seluruh Dunia dan diprioritaskan yang berada di 30 besar. Namun, bukan Kerala Blog Express namanya kalau tidak ada kejutan, pada 3 season sebelumnya, belum tentu 30 besar secara vote akan otomatis akan berangkat, karena akan disesuaikan dengan jatah per negara dan tentu saja faktor X lain yang kurang kami pahami. Namun, sekali lagi, saya hanya manusia yang bisa berusaha dan berdoa yang terbaik. Semoga saya bisa menginjakan kaki saya di Kerala, India. Amin.

Terima kasih kepada semua teman-teman seluruhnya mulai dari teman di Pemalang, Semarang, Jakarta, teman komunitas Indonesia Corners, Blogfam, teman-teman lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Doakan semoga saya bisa berangkat ke Kerala. Amin Ya Allah.