Pengalaman Menginap Di Hotel Instagramable, The Journey Yogyakarta Dan Mencari Pengrajin Wayang Di Taman Sari

Blupacker - Indonesian Travel Blogger - The Jurney Hotel Yogyakarta

Gudeg selalu manis dilidah saya, begitu pula dengan kenangan yang selalu terjadi pada kota ini, Yogyakarta, selalu manis dan menyenangkan termasuk perjalanan, destinasi, warga dan hotelnya. Sampai sekarang, saya ngga ngerti kenapa Yogyakarta selalu memberikan kenangan termanis meskipun saya sering traveling ke sini untuk beberapa waktu yang tidak terpaut lama jaraknya. Dan, inilah cerita saya yang berbeda tentang Yogyakarta.

Saya berhitung dengan jari dan bertanya sudah berapa kali saya menginjakan kaki di Yogyakarta. Stasiun Pasar Senen pagi itu masih lumayan ramai walaupun masih pukul 5.30. Saya menggunakan Kereta GajahWong dengan perjalanan sekitar 8 jam dan akan sampai sekitar pukul 3 sore. Rencananya saya akan mengurusi sebuah event selama beberapa hari dan pada akhir minggu, saya merencanakan untuk mengunjungi pasar Beringharjo dan Taman Sari. 

Mulanya Aji (lagilibur.com) akan menemani saya, namun karena kesibukannya, maka Haniflah yang akhirnya bersedia menemani saya mencari yang selama ini saya inginkan. Oh iya, Hanif memiliki blog di www.insanwisata.com, jangan lupa juga baca ya. 

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - The Jurney Hotel Yogyakarta

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - The Jurney Hotel Yogyakarta

"Kalau ke Jogja pengennnya ketempat yang ngga bisa atau anti mainstream."

Saya akhirnya mengucapkan kata-kata yang selama ini saya ingini. Kebetulan Hanif adalah orang dari Sleman, dan kos di daerah Yogyakarta, sehingga tahu betul dimana tempat yang tak biasa dan bisa dijangkau oleh saya. Asal jangan manjat-manjat gunung atau mendaki bukit yang tinggi, akan saya sanggupi deh. 

"Saya pengen cari pengrajin wayang."

"Di Taman Sari ada Mas"

Bagaikan mendapat durian runtuh, mata saya pun langsung berbinar dan segera memesan mobil online. Sebelum ke Taman Sari, saya menyempatkan mampir ke Pasar Beringharjo untuk membeli batik. Setelah semuanya selesai, saya dan Hanif bergegas ke Taman Sari. 

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - The Jurney Hotel Yogyakarta

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - The Jurney Hotel Yogyakarta

Ternyata jalan yang saya lalui bukannya dari depan namun harus melalui rumah warga terlebih dahulu. Hanif sangat tahu jalan bahkan sampai gang di dalamnya pun dia tahu. Cuaca panas tidak mengendurkan semangat saya sekalipun untuk mencari pengrajin tersebut. Dan, akhirnya setelah beberapa puluh menit saya bisa melihat beliau sedang membuat sebuah tokoh wayang.

"Bisa tiga bulan mengerjakan satu wayang."

Saya cukup terperangah mendengar beliau mengerjakannya dalam bilangan bulan untuk sebuah tokoh wayang. Memang setiap detail dan guratan tersebut harus dikerjakan dengan sangat teliti. Tak heran jika harga sebuah wayang dari kulit kerbau, sapi atau kambing. Saya pun puas setelah bertemu dengan pengrajin wayang tersebut. Suatu saat, saya akan kembali ke Yogyakarta dan menemui beberapa pengrajin lainnya. Satu hal lagi, hargai setiap jerih paya pengrajin atau pembatik.

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - The Jurney Hotel Yogyakarta

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - The Jurney Hotel Yogyakarta

Dan, setelah akhirnya mengelilingi Taman Sari dan berfoto-foto, akhirnya saya kembali ke Hotel The Journey di jalan Sorosutan, Yogyakarta. Lokasi hotelnya tidak jauh dari Taman Sari.

Pengalaman Menginap Di Hotel The Journey

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - The Jurney Hotel Yogyakarta

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - The Jurney Hotel Yogyakarta

Bagi saya, Yogyakarta itu memiliki keunikan terutama dari hotel-hotel yang memiliki keistimewaan, apalagi hotel boutique. Bagi penggemar foto-foto seperti saya, maka satu hal yang dilakukan sebelum menginap di sebuah hotel adalah kepo tentang social media mulai dari Instagram, Twitter, Website dan review-review dari blog termasuk blog saya kan hehehe. Apabila hotelnya sangat instagramable, maka bisa dipastikan saya akan menginap di hotel tersebut.

Selain instagramable, hal lain yang biasa saya lakukan adalah mengecek lokasi hotel tersebut. Apakah hotelnya sangat dekat dari stasiun dan tempat wisata. Selain itu, apakah disekitaran hotel terdapat kuliner yang dapat kita coba selama menginap di hotel tersebut. Dan, The Journey Yogyakarta ini menjawab segala kegundahan saya selama ini.


Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - The Jurney Hotel Yogyakarta

Memasuki lobby hotel, saya terkesan dengan lingkungannya yang sangat hijau. Banyak pohon dan tanaman hias yang menyambut saya. Selain di luar, ternyata di dalam pun banyak tanaman hias. Lobbynya tidak terlalu besar, namun sangat nyaman dengan banyak kursi yang unik dengan banyak warna. Nuansa unik dan antik sudah tercermin pada saat saya memandang sekeliling lobby. Tembok yang sengaja tidak dibuat halus dan cat putih serta ornamen lain menambah kesan cantik. Pintu-pintu pada lobby dibuat dengan kayu dan akses antik juga sangat mengagumkan.

Setelah saya naik ke lantai 2, saya terpukau dengan graviti yang sengaja diciptakan oleh seorang seniman dari luar Yogyakarta. Saya penyuka graviti yang out of the box, nah graviti ini memang sangat out of the box. Dan, akhirnya saya sampai di dalam kamar.

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - The Jurney Hotel Yogyakarta

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - The Jurney Hotel Yogyakarta

Ternyata bukan hanya di luar dan di lobby, akses keramik lantai yang unik juga terdapat di dalam kamar terutama di bagian lantai dekat jendela dan kamar mandi. Jarang banget hotel lain memiliki konsep kamar mandi yang antik dan unik seperti ini. Saya senang berada di dalam ruangan, betah banget malah menikmati malam di Yogyakarta.

Selain menikmati malam di dalam kamar, sebetulnya bisa banget eksplore sepanjang jalan di sekitaran hotel. Banyak sekali kuliner seperti angkringan dengan nasi kucing, satu usus, tempe dan tahu bacem dan gorengan. Percaya atau ngga untuk beberapa nasi kucing, dan gorengan saya hanya mengeluarkan uang 10 ribu saja, dan masih ada kembalian. Kenyang dan murah banget. Misalnya tidak suka dengan nasi, masih banyak pilihan lain seperti oseng mercon dan bakmi Jawa.

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - The Jurney Hotel Yogyakarta

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - The Jurney Hotel Yogyakarta

Sarapan merupakan hal yang paling menyenangkan bagi saya. Untungnya di Hotel The Journey disediakan pula Sarapan on the spot, jadi kita tinggal menelpon resepsionis dan memesan makanan yang telah disediakan oleh chef biasanya ada nasi goreng, nasi omelete dan nasi gudeg. Seperti halnya angkringan dan bakmi Jawa, saya pun ingin merasakan kembali kenangan manis yang ada di gudeg. Mungkin agak terlalu berlebihan, namun saya memang menikmati setiap manis dan gurihnya gudeg. Rasanya setiap saya menikmati gudeg, saya merasakan memori dan kenangan lama di Yogyakarta.

The Journey ini memang baru beberapa lantai dan rencananya akan dibuat restoran dan co working space dengan konsep yang unik dan antik. Dan memang baru terdapat beberapa kamar saja sehingga harus cepat-cepat memesan melalui websitenya di www.thejourneyyogya.com atau melalui telpon di +62274-4547985, dan informasi lengkap akan saya taruh di bawah termasuk mapsnya.

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - The Jurney Hotel Yogyakarta

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - The Jurney Hotel Yogyakarta

Menginap di sebuah hotel dengan konsep yang unik dan antik membuat memori saya di Yogyakarta menjadi menyenangkan. Ada keinginan untuk selalu kembali lagi dan lagi ke Yogyakarta. Semoga dalam beberapa bulan mendatang, saya bisa kembali lagi dan menginap di hotel yang memiliki konsep yang sangat unik kembali.

Jarak Ke Bandara dan Stasiun :

Bandara Adisucipto berjarak 7 km dari hotel sedangkan Stasiun Lempuyangan berjarak kurang lebih 2 km dari hotel.

Beberapa Obyek Wisata Terdekat : 

  • Keraton Yogyakarta
  • Alun-Alun Kidul 
  • Taman Sari
  • De Mata Trick Eye Museum Jogja
  • Balong Waterpark
  • Bukit Bintang 
  • Pinus Pengger
  • Benteng Vredebrug
  • Museum Sonobudoyo
  • Istana Kepresidenan Yogyakarta
Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - The Jurney Hotel Yogyakarta

Informasi The Journey Hotel Yogyakarta 

Alamat :
Jl. Sorosutan No.2e, Sorosutan, Umbulharjo, 55162
Umbulharjo
55162 Yogyakarta
Indonesia

Website :
https://www.thejourneyyogya.com/

Telepon : 
+62274-4547985

Maps :

Explore Kampung Batik Laweyan Solo Dan Menginap Di Hotel Pop


Sudah menjadi kebiasaan saya menjelajahi kampung tradisional suatu daerah. Kali ini Solo yang terkenal dengan Batik menarik saya untuk sekedar jalan-jalan di Laweyan. Siapa tak mengenal Laweyan sebagai sentra batik di Solo. 

"Kalau ke Solo, apa yang harus gue kunjungi?"

Saya bertanya sahabat saya yang ada di Solo, Halim. Saya sepertinya sudah sangat cocok dengan Halim dalam hal menjelajahi suatu daerah. Alasannya hanya satu, karena Halim selalu tertarik dengan sejarah apapun termasuk Laweyan yang ternyata menyimpan banyak cerita.

"Kampung Batik Laweyan."

Halim menjawab whatsapp dengan jawaban yang sangat panjang lebar setelah dia menyebutkan daerah itu. Iya, ini kali kedua saya mengunjungi Solo. Dan, saya membutuhkan destinasi yang tak biasa dan cenderung luar biasa. Sebelum mengunjungi Laweyan, saya sempatkan terlebih dahulu ke Pasar Gede, karena memang lapar dan belum sarapan, sengaja saya menahan lapar tersebut. 



Saya cukup terkejut karena Kampung Batik Laweyan ini seperti bukan kampung batik karena kabarnya sudah berubah menjadi kampung religi atau kampung islami. Terlihat dengan grafiti atau corak warna hijau yang sangat dominan. Aktivitas batik membatik sangat jarang terlihat, hanya ada satu dua toko yang buka. Saya dan Halim hanya jalan kaki mengikuti kemana arah kaki ini melangkah sampai di suatu sudut terdapat sebuah rumah batik, tepatnya tempat workshop membatik. Lalu, kaki kami berhenti dan berlabuh di tempat tersebut.



Batik warna-warni seperti lukisan dengan motif abstrak sesuai dengan keinginan pengrajinnya. Saya baru tahu kalau seni batik pun mengalami banyak perubahan seperti dalam hal motif dan corak yang sangat beragam serta mengikuti zaman now yang kaya akan warna. 

Saya hanya mengamati mereka bekerja sambil ngobrol mengenai apapun tentang batik yang sedang mereka kerjakan. Bahkan, terdapat produk kaos batik yang ternyata juga menarik minat kaum muda zaman now. Wah, memang sesuatu yang sangat berbeda ya tapi sangat menarik apalagi saya juga tidak terlalu suka mengenakan kemeja batik fromal, saya lebih suka mengenakan kaos karena lebih nyaman dan tidak terlalu berkeringat. 




Setalah saya mengunjungi Laweyan, saya kembali lagi ke Hotel Pop Solo. Letak Hotel Pop dan Kampung Batik Laweyan tidaklah terlalu jauh sehingga saya memutuskan untuk jalan kaki. Hitung-hitung saya melenturkan lemak yang selama ini mengumpal di badan. 

Hotel Pop di Solo ini memang sangat berbeda dengan lainnya karena mengusung tema warna yang lebih colorfull dan cerah. Warna yang sangat dominan adalah hijau dan biru dipadu warna lainnya seperti merah dan kuning sebagai ornamen. 

Saya menyukai warna biru sebagai warna favorite. Bukan karena saya cowok dan mengharuskan saya memilih sisi maskulin yang ada di biru. Saya menyukai biru karena warnanya selalu menenangkan bahkan dikala gejolak ada di dalam dada, halah hahaha. Makanya saya lebih suka ke pantai daripada gunung, karena birunya laut itu menyenangkan.




Saya cukup terkesan dengan Hotel Pop Solo karena lobby yang luas disertai dengan restoran dengan konsep yang unik. Seperti recycle things disulap menjadi restoran yang sangat bagus dan warna-warni. Oh iya, restoran ini sangat instagramable dan terbuka bagi siapa saja yang akan mampir walau tidak menginap di Hotel Pop. 

Masalah harga di Pit Stop, nama restorannya, tidak usah khawatir karena masih terjangkau mulai dari ribuan sampai puluhan ribu. Selain itu terdapat pilihan paket menarik seharga 20-30an ribu, so bagi yang lapar bisa mampir ke sini. Oh iya, WIFI di restoran ini juga sangat cepat dan super kencang sehingga tugas kuliah atau kerjaan kantor pun bisa diselesaikan dengan cepat. 



Masuk ke dalam kamar, kita disuguhkan dominasi warna hijau dengan warna lain seperti kuning, merah dan biru. Kamar mandinya pun sangat unik dengan bentuk melengkung atau bulatan dengan sabun atau shampoo juga tersedia, namun tidak tersedia pasta dan sikat gigi. Tapi kita mendapatkan air minum dua botol. Televisi dan WIFI juga bisa menjadi hiburan yang sangat menyenangkan kalau misalnya berdiam diri di kamar. 

Kalaupun lapar dan mau berkeliling disekitaran hotel, terdapat restoran dan tempat makan. Kalau misalnya kehabisan duit dan butuh ATM, kebetulan di depan Hotel Pop terdapat Mall Elektronik yang menyediakan berbagai macam ATM. 

Saya membuka jendela kamar, diluar memang sangat terik siang ini. Namun, awan dan langit yang cerah ini membuat saya ingin mengelilingi kota Solo. Saya ingin mengunjungi klenteng atau vihara yang sangat jarang ditemukan di Solo. Setelah tanya sana sini, saya akhirnya memutuskan untuk ke Vihara Dhamma Sundara. 



Pengalaman menginap semalam di Hotel Pop Solo sangat mengagumkan, karena kenyamanan yang dicari sangat tersedia. Juga tempatnya yang sangat strategis dan dekat dengan Kampung Batik Laweyan. 

So, kalau ke Solo dan bingung mau menginap dimana? Saya merekomdasikan Hotel Pop Solo sebagai salah satu hotel yang bagus dan menyediakan fasilitas yang memuaskan untuk kita semua. Harga semalam sekitar 280 K -300 K sehingga sangat reasonable sekali. 

Informasi Hotel Pop Solo

Alamat
Jl. Brigjend Slamet Riyadi, Purwosari,
Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57147

Telepon 
(0271) 3009999

Maps

Explore Cikini Dan Menginap Di Hotel Ibis Budget


Jakarta bagi saya adalah sebuah etalase masa lampau. Banyak sekali peninggalan-peninggalan sejarah yang masih kokoh berdiri sampai sekarang. Beruntung, bukti sejarah tersebut tidak dihancurkan begitu saja tanpa adanya rasa memiliki. Mata saya tertuju pada Cikini, sebuah kawasan kecil di tengah kota Jakarta. Meski tempatnya kecil dan terletak di tengah-tengah, namun Cikini sangat melegenda. Sebut saja Taman Ismail Marzuki dan Metropole.

Jakarta sangat beruntung memiliki Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai tempat yang sangat luar biasa. Dahulunya, Taman Ismail Marzuki adalah kebun binatang yang sangat luas di tengah kota. Kemudian, kebun binatang tersebut berpindah ke Ragunan sampai saat ini. Setelah menjadi kebun binatang, tempat tersebutlah yang sekarang menjadi TIM. 



Sebagai tempat seni dan hiburan, TIM mampu memberikan sentuhan lain di tengah gemerlapnya kota Jakarta. Secara pribadi, saya sangat menyukai TIM karena beberapa kali menyaksikan pertunjukan budaya yang sangat jarang dijumpai di tempat lain. Selain itu, saya menyukai pertunjukan musikal dan lagi-lagi TIM mampu menyuguhkannya. 

Bagi anak-anak, Planetarium adalah tempat yang sangat menyenangkan. Oh iya, saya pernah menyaksikan gerhana matahari beberapa tahun lalu, pun TIM menjadi pusat saksi sejarah tersebut. Masyarakat berbondong-bondong menyaksikan peristiwa langka yang hanya akan terjadi beberapa puluh tahun kemudian.


Dan, saya pun sangat beruntung bisa sangat dekat dengan TIM dan Metropole, apalagi bisa merasakan menginap di Ibis Hotel Budget di Cikini.  




Kebetulan banget di area Ibis Budget Cikini ada Kolam Renang Cikini dan Restoran sepanjang lantai dasar. Kalau dengar kata kolam renang dan restoran,  saya pun akan dengan senang hati menikmati sekaligus menyantap dengan sepuasnya. Saya suka renang karena di dalam air dan tidak terlalu secapai lari. Sedangkan,  restoran seperti Warunk Upnormal dan lainnya bikin saya betah nongkrong dan mengerjakan editing video dan blog.



Siapa pun pasti ingin menginap dihotel yang simple namun sangat nyaman. Bagi yang suka backpackeran atau hanya short stay 1 malam tentu akan tertarik dengan hotel yang lumayan murah namun sangat nyaman karena  sudah tersedia WIFI,  handuk, air mineral,  high quality bed dan shower yang bagus. That's it,  saya hanya ingin fasilitas standar yang bagus tentunya.



Oh iya jika pada waktu malam kelaparan,  bisa membeli terlebih dahulu di Restoran atau di Family Mart. Jadi ngga harus kelaparan banget waktu malam. Kalau capek banget bisa pesan massage dan kalau lapar pun,  Hotel Ibis Budget menyediakan layanan pesan makanan di restoran bawah.



Beruntung sekali saya mendapatkan kamar yang lumayan luas di Ibis Budget Cikini, karena dulunya merupakan hotel F1 yang cukup luas kamarnya. Selain itu,  corak warna kamarnya pun sangat menarik yaitu biru dan kuning.


Pemandangan dari dalan hotel pun sangat nostalgic karena beberapa bangunan lama masih sangat terjaga. Pemandangan Jakarta tempo dulu nampaknya sangat lekat dan bisa menjadi pilihan yang sangat bagus di Cikini.

Rasa lelah setelah aktivitas seharian tidak terasa. Yang ada hanya rasa senang ketika menginap di Ibis Budget Cikini. Yuk,  mari rasakan sensasi nyaman dan tenang menginap di hotel yang sangat lengkap ini namun dengan budget yang sangat murah.

Informasi Hotek Ibis Budget Cikini

Alamat :

Jalan Cikini Raya No.75, RT.1/RW.2, Cikini, Menteng, RT.1/RW.2, Cikini, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10330

Website :

https://www.accorhotels.com/gb/hotel-6594-ibis-budget-jakarta-cikini/index.shtml






Menjelajah Wisata Pasar Baru dan Pengalaman Menginap Di Red Planet Hotel Jakarta


Ketika memasuki Pasar Baru, saya teringat cerita seseorang tentang kejayaannya beberapa ratus tahun silam. Entah apa yang membuatnya begitu tersohor, sampai-sampai pedagang India sampai menjelajah dan menemukan tempat ini. Tujuan mereka hanyalah satu, untuk mendapatkan penghasilan dengan nilai sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari mata uang mereka. Namun, dengan sedikit kejelian dan melihat peluang. Di tangan mereka, produk-produk seperti perhiasan, obat-obatan, tekstil dan lainnya dijual dengan harga beberapa kali lipat karena kualitas yang sangat bagus. Hingga saat ini pun, Pasar ini terkenal dengan produk tekstilnya. 

Saya melihat gereja yang sangat berbeda dengan lainnya ketika saya tiba dengan ojek online. Bentuknya seperti bangunan awal 1900-an dengan nuansa kuning dan cokelat. Di puncak atas, terdapat penunjuk arah disertai ayam jantan. Saya menebak inikah yang disebut dengan Gereja Ayam? Dan, ternyata memang inilah GPIB Pniel (Gereja Protestan Indonesia Barat) yang dibangun antara tahun  1913 dan 1915. Walaupun telah dibangun pada awal 1900-an, namun hingga kini masih kokoh berdiri dan menjadi salah satu gereja tertua di Jakarta. 

"Kenapa disebut gereja ayam?" 

Banyak orang yang bertanya ketika melihat bangunannya pun tak satupun menunjukan ada tanda-tanda ayam dalam bentuk bangunan. Ketika melihat ke atas, diatapnya terdapat petunjuk arah pada masa lampau. Bentuk arah mata angin adalah anak panah dengan menunjuk W,E,N dan S atau mewakili arah mata angin yaitu barat, timur, utara dan selatan. Nah, pada bagian atasnya terdapat ayam jantan yang berdiri kokoh. Simbol ayam jantan bukanlah pertanda apapun, namun bangunan gereja di Eropa pada masa tersebut memang terdapat petunjuk arah mata angin dan ayam jantan. Namun, saya menilai ayam jantan dan mata angin menggambarkan petunjuk arah bagi orang yang tersesat, seperti agama-agama lainnya. 


Memasuki Red Planet Hotel, saya langsung tersenyum. Bagi saya apapun hotelnya, hal terpenting memilih hotel adalah fasilitas, keramahan staff, dekat dengan shopping center, tempat wisata dan tempat kuliner. Semuanya saya dapatkan di Red Planet Hotel Jakarta, Pasar Baru

Fasilitas 

Red Planet Hotel merupakan salah satu hotel budget dengan konsep memberikan fasilitas yang dibutuhkan tamu terutama WIFI, Shower, Toilet, Parkir, Sarapan, Mushola, Lobby, Printer, dan terdapat kamar untuk disable bahkan tersedia kamar mandi atau toilet khusus disable. Bagi saya, dengan harga yang cukup terjangkau dan memiliki fasilitas standar hotel, maka inilah pilihan yang tepat. 


Keramahan Staff

Pada saat datang, walaupun suasana ramai dan banyak orang di lobby. Staff resepsionis pun selalu melayani tamu dengan penuh keramahan. Saya yang sedari tadi memperhatikan bagaimana staff melayani tamu dengan senyum dan tak berapa lama kunci kamar diberikan. Wah, pelayanan lumayan cepat ya.

Dekat Shopping Center

Siapa yang tak kenal dengan Pasar Baru? Seperti halnya tanah abang yang merupakan pusat belanja, Pasar Baru pun tersohor sebagai salah satu pusat perbelanjaan mulai dari tekstil, elektronik, kebutuhan rumah, dan masih banyak lainnya. Terus terang, saya suka belanja beberapa kebutuhan di Pasar Baru, terutama jika ada masalah dengan kamera biasanya saya perbaiki disini.

Ada cerita unik mengenai kamera saya. Pada saat di Singapura, tepatnya di China Town, saya mengganti lensa dari kit ke fix. Tujuannya hanya untuk mengambil gambar agar lebih bagus. Pada saat itu, China Town cukup ramai karena menjelang sore. Entah karena terlalu tergesa-gesa atau nyangkut, lensa tersebut pun tak bisa terlepas. Setelah saya sampai di Jakarta, saya langsung ke Pasar Baru untuk men-servicenya. Uniknya hanya dalam beberapa menit saja, lensa tersebut telah terlepas dan kamera saya kembali berfungsi.

Selain kamera, saya biasanya belanja kaos dan celana pendek disini, karena selain murah, banyak sekali pilihan yang bisa saya coba. Mengenai harganya, banyak loh kaos-kaos yang harganya 3 hanya 100 ribu. Wow, kece kan pasar Baru.

 Wisata Sejarah

Jangan ditanya tempat wisata yang ada di Pasar Baru, banyak sekali tempat-tempat yang legendaris dan tidak banyak orang tahu tentang tempat ini. Beberapa diantaranya adalah Gereja Ayam, Gedung Kesenian Jakarta, Gedung Kantor Berita Antara, Vihara Dharma Jaya, Gang Kelinci, Lapangan Banteng dan lainnya. Lokasinya sangat dekat dengan Red Planet Hotel, sehingga sangat memungkinkan untuk walking tour. Selain itu, banyak juga wisata yang lumayan ternama seperti kawasan kota tua, ancol, monas, dan lainnya, namun memerlukan transportasi tambahan.

Wisata Kuliner


Pasar baru berdekatan dengan Gang Kelinci yang terkenal dengan bakminya. Bakmi Gang Kelinci adalah salah satu yang legendaris dan rasanya sangat enak. Saya beberapa kali ke restoran ini dan selalu memesan dengan porsi yang cukup besar. Sedangkan di area Pasar Baru, terdapat street food dengan variasi makanan yang cukup banyak dan harganya pun cukup hemat.


Saya memasuki kamar yang sesuai dengan ekspektasi karena cukup luas. Karena untuk ukuran hotel budget, biasanya memang sangat hemat space namun cukup luas dengan desain minimalis. Saya tidak memikirkan desain, karena bagi saya hal yang paling penting adalah mengexplore tempat yang berada di sekitar terutama tempat wisata dan kuliner.

Kamar mandi pun sangat minimalis namun cukup lengkap dengan sabun, tapi memang hotel tidak memberikan pasta gigi dan sikat gigi, karena itu pun saya membawa sikat dan pasta gigi, kemanapun. Pemandangan dari kamar memang berbeda-beda, kebetulan saya mendapatkan view gedung dan jalan raya dengan kendaraan yang lalu lalang.



Setelah saya beristirahat sebentar, kemudian saya melanjutkan untuk explore di sekitar pasar baru bersama dua teman baru dari Backpacker Jakarta, Tante Julid dan Kiky. Kebetulan kami ketemu di lobby dan berencana untuk menikmati kuliner yang ada di sekitar hotel. Oh iya, saya menghubungi mereka berdua hanya dengan smartphone. Wah, kok bisa gitu? Iya bukan melalui whatsapp atau apapun melainkan melalui aplikasi Red Planet. Melalui aplikasi ini bisa menghubungi resepsionis, teman atau keluarga yang menginap di kamar lain, melihat restoran terdekat, tempat wisata dan shopping center. So, semuanya sangat komplit sekali informasinya.

Kami mulai dengan mencari makanan di dekat hotel. Setelah mencari kuliner dan sambil melihat-lihat baju, saya sempat menawarkan kepada Tante dan Kiky, kuliner Bakmi Gang Kelinci. Tentu saja mereka berdua tanpa intrupsi langsung mengiyakan.

Nafas saya terengah-engah, ketika sampai di Gang Kelinci. Orang dahulu menyebutnya gang kelinci karena disinilah kerajaan kelinci. Ya, saya cukup familiar karena lagu Lilis Suryani memang sangat easy listening dan liriknya pun saya sangat hafal. Kemudian kami duduk,  kemudian langsung memesan. And, you know what? Saya langsung memesan porsi besar bakmi. Karena saya sangat kelaparan malam itu setelah seharian berada di luar.


Setelah menikmati tidur malam yang panjang. Paginya saya menuju lantai 2 untuk sarapan, seperti hotel budget lainnya, sarapan memang bukan fasilitas yang mewah namun cukup sebagai pelengkap jadi wajar jika sarapan pagi pun memenuhi kebutuhan seperti ayam, sayur dan lauk pauk. So, I am happy with this breakfast. Setelah sarapan, saya kembali bergegas ke kamar untuk packing dan melanjutkan perjalanan lainnya di kota lain.

Red Planet Hotel Jakarta, Pasar Baru memang pilihan yang sangat tepat karena memenuhi kriteria yang saya sebutkan sebelumnya. Oh iya, jangan lupa untuk mendownload aplikasi Red Planet Hotel di Google Playstore dan Apple Store. Selain kemudahan komunikasi selama menginap, akan mendapatkan tambahan diskon sebesar 10 persen. Bagi yang berulang tahun, juga terdapat diskon sebesar 25 persen selama bulan ulang tahun. So, tunggu apalagi, eits harganya itu masih resonable banget loh dikisaran Rp 283.600 per malam.

Selamat menikmati Pasar Baru dengan tempat wisata, kuliner, tempat belanja dan lainnya. Hai, ini dapat salam dari Fredy, mascot Red Planet yang merupakan beruang merah. Lucu ya.

Informasi Red Planet Hotel Jakarta, Pasar Baru

Alamat : 

Jl. Samanhudi No. 25
Pasar Baru, Sawah Besar
Jakarta Pusat

Booking via website :

www.redplanetindonesia.com

Instagram :

www.instagram.com/redplanet_indonesia

Download Aplikasi :

Google Playstore
Apple Playstore
  

Explore Cirebon dan Pengalaman Mencoba Bunk Bed Di Ibis Budget Hotel


Cirebon itu pintu utama Jawa Barat dari sisi utara. Konon, banyak saudagar-saudagar dari Arab, China dan India melakukan perdagangan melalui pelabuhan. Tak heran, Cirebon merupakan pertemuan apik beberapa budaya dan menelurkan corak yang khas dalam batiknya. Mega Mendung dan corak lainnya tersohor karena kisah Sunan Gunung Jati dan Puteri dari Kerajaan China yang memadukan dua atau lebih unsur dalam budayanya. 

Jika diberikan kesempatan untuk menyusuri kota udang ini dalam 2 hari, tentunya yang terbesit di benak hanyalah Keraton mulai dari Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan dan Keprabonan. Ketiga Keraton selain Keprabonan memiliki kekuasaan, sedangkan Keprabonan hanyalah padepokan tempat menuntut ilmu sehingga tidak memiliki garis tahta. Selain Keraton, terdapat masjid yang didominasi dengan warna merah bata. Cirebon sangat kental dengan Sunan Gunung Jati sebagai salah satu Sunan penyebar agama Islam. Tak heran jika Cirebon memiliki banyak Masjid yang didirikan langsung oleh Sunan Gunung Jati. Sebut saja Masjid Agung Cipta Rasa dan Masjid Panjunan.


Sunan Gunung Jati begitu erat hubungannya dengan Sejarah Cirebon dan Islam. Begitu eratnya sehingga Makam Sunan Gunung Jati selalu ramai dipadati peziarah bukan hanya dari Cirebon melainkan dari berbagai daerah lain. Jika melihat ke dalam area makam, arsitektur bangunan sangat unik perpaduan dari beberapa budaya yang berkembang di Cirebon.

Selain Masjid, terdapat pula Klenteng, Gereja dan Pura yang terdapat di Cirebon. Kehadiran Klenteng, Gereja dan Pura membuktikan bahwa akulturasi budaya memang terjadi di Cirebon.


Beberapa Klenteng atau Vihara yang berada di Cirebon tidak terlalu banyak. Dua diantaranya adalah Vihara Pemancar Keselamatan dan Klenteng Lithang Khonghucu. Vihara Pemancar Keselamatan terlentak di antara Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman. Vihara ini terletak di Jalan Winaon, Cirebon.

Menikmati kuliner Cirebon merupakan sebuah keharusan dan tak bisa dihindari. Selain karena rasanya yang enak, faktor harga yang lumayan terjangkau inilah yang membuat kuliner Cirebon banyak dikunjungi. Kuliner yang sangat terkenal beberapa diantaranya adalah Empal Gentong,Nasi Lengko,  Nasi Jamblang, Docang dan Nasi Bogana. 

Selain Wisata Keraton, Religi dan Kuliner, terdapat beberapa tempat wisata yang harus dikunjungi seperti Goa Sunyaragi, Batik Trusmi, Wisata Gedung (Pabrik) BAT, dan wisata lain yang belum sempat dijelajahi. Namun, saya akan bahas Goa Sunyaragi, Kampung Batik Trusmi dan Gedung (Pabrik) BAT.

Menginap Di Bunk Bed Ibis Budget Hotel


Langit Cirebon cerah dan biru. Pagi ini saya berencana mengunjungi beberapa obyek wisata salah satunya Situs Pedati Gedhe. Saya cukup penasaran dengan situs ini karena letaknya yang cukup menyelusup di tengah perumahan warga. Konon, Pedati ini merupakan pengangkut material seperti kayu pada saat pembangunan Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Pada tahun 1907, pedati ini sempat terbakar dan hilang beberapa bagian namun kini telah diperbaiki. 

Saya tidak sendiri siang itu, panas yang membakar kulit tak saya hiraukan. Seperti yang diceritakan, situs pedati gedhe ini terdapat di daerah Pekalang. Masyarakat Pekalang cukup bangga dengan jasa Pedati ini yang memiliki peranan dalam pembangunan tempat-tempat penting seperti Masjid pada zaman Sunan Gunung Jati. 


Setelah mengunjungi situs pedati gedhe, kemudian saya berlanjut ke salah satu mall di Cirebon. Saya hanya belanja beberapa kebutuhan pribadi di hypermarket. Kemudian tak lama kemudian saya kembali lagi ke Ibis Budget Hotel Cirebon yang terletak tak jauh dari Alun-Alun Kejaksan, atau Alun-Alun utama Kota Cirebon. Jika tidak sempat membeli atau menikmati kuliner di sekitar kota, mampirlah ke Alun-Alun pada saat sore dan malam. Banyak sekali pedagang mulai dari bakso,mie ayam, tahu petis, nasi jamblang dan lain-lain. 

Jika dari luar Cirebon dan naik kereta api, Ibis budget Hotel ini sangat dekat dengan stasiun Cirebon Kejaksan atau Cirebon Perunjakan. So, sangat praktis jika pada saat mengunakan kereta dan ingin sekedar mampir beberapaa hari di Cirebon. 


What is in your mind if I show you the bunk bed? Bunk Bed sebetulnya konsep luar negeri yang diadopsi oleh Indonesia. Jika lebih dari 2 orang atau tak lebih dari 3 orang menginap biasanya akan memesan 2 kamar, padahal sebetulnya bisa disiasati dengan 1 kamar dengan extra bed. Extra bed kadang membutuhkan tambahan rate yang luar biasa bahkan akan sama dengan memesan 2 kamar sekaligus. Nah, bunk bed inilah solusi untuk keluarga kecil atau genk-genk traveler dengan jumlah anggota 3 orang atau trio traveler. 

Bagi saya memilih bunk bed adalah solusi, karena kadang saya membawa 2 orang teman lainnya dan masih bingung dengan kamarnya nanti. Bunk bed ini bisa menghemat karena tersedia juga sarapan untuk ketiganya. 



Ibis Budget menurut saya adalah hotel yang sangat tepat bagi traveler atau backpacker karena walaupun minimalis fasilitasnya namun telah tercukupi kebutuhan seperti wifi, air minum, hot shower, kasur yang nyaman, televisi dengan channel international dan beberapa tambahan seperti handuk dan sandal. Walaupun tak selengkap hotel lainnya, namun saya rasa bagi backpacker akan sangat terbantu dengan harga yang cukup bagus dengan kisaran 300 ribu keatas tergantung situs pemesanan. Sebagai bocoran, kadang website seperti agoda, booking dan lainnya memberikan diskon yang lumayan sehingga harga pun dapat ditekan lagi. 





Selain fasilitas kamar, tempat sarapan, lounge, meeting room, internet corner, cafe dan fitnes center pun dapat ditemukan di hotel dengan ornamen serba biru ditambah kuning ini sangat cozy bagi tamu. Saya pun merasakan bahwa hotel ini seperti hotel bintang 3 padahal ditasbihkan sebagai hotel bintang 2. 


Sambutan hangat saya rasakan ketika dijamu oleh Mba Raiz, Mba Jessica dan Pak Ricky Coen Arifin, General Manager Ibis Budget Hotel Cirebon. Next saya akan kembali lagi ke Cirebon, menikmati wisata yang belum terjamah di list tahun 2018 ini. I'ii be back, I promise.

Informasi Ibis Budget Hotel Cirebon

Website :

Alamat : 
Jalan Siliwangi No.88, Kebonbaru, Kejaksan, Kebonbaru, 
Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat 45121

Telepon :
(+62)231 7000200

Semarak Bulan Puasa Ramadhan Di Grand Cempaka Hotel


Rajab menginjak 10 hari terakhir, dan artinya Bulan Ramadhan akan datang. Sahur lagi, Buka Puasa Bersama lagi, ngabuburit lagi, berburu takjil lagi dan masih banyak kebiasaan pada bulan penuh berkah ini segera kita rasakan. Sebagian dari kita pasti akan mencari-cari Jadwal Imsakiyah atau Sholat, kemudian mempersiapkan diri baik secara fisik maupun mental. 

Minggu pertama Bulan Ramadhan, keluarga merupakan prioritas utama. Buka Puasa Bersama keluarga sudah menjadi tradisi dan tidak akan dilewatkan begitu saja. Bagi keluarga besar biasanya secara bergiliran menjadi tuan rumah dan menyediakan semua masakannya. Nah biasanya yang tak mau repot mengadakan acara tersebut di Hotel. Kebetulan Grand Cempaka Hotel, Jakarta, sudah memiliki pilihan menu.


Yup, Harmoni Resturant di Hotel Grand Cempaka menyediakan buffet dengan pilihan menu antara lain Gudeg dan Nasi Kebuli. Gudeg mengingatkan kita pada kota Yogyakarta, sebuah kota dengan kebudayaan yang kental. Sedangkan Nasi Kebuli erat kaitannya dengan nuansa Arab dan Timur Tengah. Dua tradisi yang berbeda namun menyatu dalam Bulan Ramadhan kali ini.


Gudeg memiliki citarasa manis biasa ditemukan di Yogyakarta. Namun, Harmoni Restaurant menyelaraskannya dengan menambahkan sensasi pedas. Variasi gudeg sebetulnya sangat beragam, namun Gudeg Yogyakarta lebih terkenal. Gudeg terdiri dari gudeg basah, kering dan Solo. Pembeda dari ketiganya hanya pada Areh. Gudeg kering disajikan dengan Areh kental, sedangkan gudeg basah disajikan dengan Areh encer. Lain lagi dengan gudeg Solo yang Arehnya berwarna putih. Grand Cempaka Hotel menyajikan Gudeg dengan Areh kental.


Bagi pecinta masakan dari kambing harus mencoba Nasi Kebuli. Nasi ditanak dengan campuran kaldu kambing dan susu kambing. racikan berikutnya adalah minyak samin untuk menumis rempah-rempah termasuk jintan, kapulaga, kayu manis dan pala. Bayangkan aroma yang tercium dari racikan kaya rempah-rempah di Nasi Kebuli ini.

Nasi Kebuli sangat terkenal diMasyarakat Betawi dan Keturunan Arab di Indonesia. Tastenya memang mirip dengan Nasi Briyani, sehingga sangat mudah untuk diterima dikalangan Muslim. Selain Ramadhan, Nasi kebuli biasanya disajikan pada saat momen Hari Besar Islam seperti Maulid Nabi Besar, Lebaran dan Idul Qurban.


Kedua Menu, Gudeg dan Nasi Kebuli merupakan pilihan Buffet di Harmoni Restaurant. Ragam menu lainnya seperti ayam goreng, mie goreng, sayur dan pilihan lainnya juga melengkapi buffet ini.

Paket Menu Ramadhan dan Lebaran Di Hotel Grand Cempaka


Berapa sih harga yang tiwarkan untuk menikmati buffet pada saat berbuka puasa? Tenang saja, hanya dengan Rp 130.000/net termasuk ta'jil dan makan malam. Nah, bagi yang menginap di Hotel Grand Cempaka, dikenakan rate harga kisaran mulai dari Rp 644.000 sudah termasuk Sahur atau makan pagi (sarapan) untuk dua orang. Paket Ramadhan ini berlaku mulai dari 25 Mei - 25 Juni 2017.



Setelah Bulan Ramadhan, tersedia paket lebaran dengan rate harga yang sama Rp 644.000/net per kamar termasuk makan pagi untuk dua orang. Selain itu terdapat paket Halal Bi Halal yang bisa dinikmati dengan harga Rp 200.000 dengan coffee break dan makan siang/malam.


Silahkan yang sudah memantapkan pilihan buka puasa dan berkumpul pada halal bi halal bisa melakukan pemesanan +62 21 4260015 . So, enjoy your Holy Month with your family and friends.

Harmoni Restaurant 
Hotel Grand Cempaka 
Jl. Letjen. Suprapto
Cempaka Putih, Jakarta Pusat
Webiste : www.grandcempaka.co.id

Rooftop Garden Sensation Di Greenhost Boutique Hotel Yogyakarta


Langit itu terlukis jelas awan putih berarak memanjakan mata yang memandang saat matahari begitu terang bersinar. Saya memperhatikan sekeliling lantai paling atas itu dengan seksama. Angin turut hadir dan membelai-belai tubuh saya yang tak terasa sudah dibanjiri keringat. Cuaca seperti inilah yang memanjakan saya untuk bermain bebas di rooftop. Tanaman yang umumnya sayuran ini tumbuh di selang-selang putih membuat mata saya kembali bersinar. Inilah senasinya memiliki kebun walau tak sebesar yang dibayangkan, namun jika berada di Jakarta, kebun kecil ini bisa saya sebut sebagai "Paradise".

Selang-selang putih itulah yang memberikan kehidupan pada tanaman. Sistem pemberian air ini dikenal sebagai Hidroponik yang sangat ramah lingkungan. Bukan tidak mungkin, dalam beberapa tahun mendatang, sistem tanam ini akan booming dan menjadi primadona di Jakarta. Selain alasan lahan yang terbatas, efektivitas dan keparktisan adalah poin utama melaksanakan hidroponik. 



Rombongan Explore Indonesia Jogja 2016 tak menunggu lama untuk mengabadikan rooftop. Mulai memotret tanaman dan lingkungan sekitar rooftop. Tiba-tiba secara tak sengaja, model dadakan berpose untuk kami. Jepret sana, jepret sini, kami seperti melakukan sesi foto dengan model profesional. Dan hasilnya memang mengagumkan, kami puas dan tertawa bersama melihat keseruan kami melakukan foto-foto di rooftop milik Greenhost Hotel. Tak heran hotel ini menjadi favorite tamu yang menginap karena konsep rooftopnya pun sangat keren.


Boutique Hotel Ramah Lingkungan 

Air sedikitpun sangat dimanfaatkan oleh Greenhost

Menyatu dengan alam dan mengerti lingkungan, Greenhost menyampaikan pesan ini melalui bangunan hotel yang sangat hijau. Atap bangunan dibiarkan menantang langit dan hanya kaca yang menghalanginya dari hujan. Sistem pengairan pun dibuat sangat efektif dan tidak ada satupun yang terbuang percuma dan akan berputar dan disaring kembali menjadi air yang bersih atau digunakan untuk keperluan tanaman dan flush toilet. 

Sedikit banyak, saya belajar untuk mengerti bahwa air yang kita gunakan harus dihemat demi menjaga lingkungan tetap seimbang. Selama ini, saya hanya memandang bahwa air adalah sumber daya yang tak terbatas, namun berkaca dengan belahan bumi lain yang mengalami kekeringan, inilah saatnya untuk lebih memahami pentingnya menghemat air di mana pun berada.


Selain sistem pengairan, konsep hotel sedikit berbeda, bisa dilihat dari perpaduan antara modern dan ramah lingkungan membuat hotel ini seperti rumah kebun. Konsep ini memang sangat cocok bagi wisatawan asing dan wisatawan dalam negeri yang kerap melakukan rutinitas dan berhadapan dengan gedung-gedung pencakar langit dan kemacetan. 

Prawirotaman, sebuah kawasan yang kerap disebut sebagai kampung turis adalah lokasi hotel ini berada. Grafiti menghias sepanjang jalan sebelum memasuki area hotel. Di ujung jalan, aktivitas pasar pun tak boleh dilewatkan begitu saja. Pedagang yang menjajakan dagangnya pun merupakan potret keseharian yang sangat instagramable. So, what are you waiting for? Segera ambil kamera dan jalan-jalanlah di sekeliling dan temukan gambar terbaikmu kemudian share. Sungguh menyenangkan melakukan aktivitas seru ini pada saat sore.


Meet The Room 


Ornamen kayu dan dinding tanpa dicat bagi saya adalah konsep kamar yang memukau. Hotel lain menciptakan kamar dengan cat atau wallpaper sehingga menambah kesan flat, namun Greenhost justru membiar tembok alamiah dan menyatu dengan konsep ramah lingkungan yang telah diusung sebelumnya. 

Kasur cukup lebar dengan selimut tebal dan disampingnya terpasang colokan listrik. Yup, untuk saya, colokan sudah menjadi nyawa kedua, apalagi kamera dan smartphone pun membutuhkan banyak colokan listrik untuk mengisi daya baterai setelah seharian telah digunakan. 



Kamar mandi sangat lengkap dengan perlengkapan mandi dan handuk. Sedangkan lemari pakaian pun tersedia dengan ukuran sedang dan cukup luas untuk menampung beberapa koper atau tas ransel ukuran besar. TV layar datar dengan berbagai channel luar dan dalam negeri siap menemani istirahat saya malam ini. Begitu pula dengan koneksi internet yang lumayan kencang dan membantu aktivitas online beberapa malam di hotel ini.

Tipe-tipe kamar terdiri dari Erick Room, Futura, Rempah 1, Rempah 2, Studio Kita 1-3 dengan arrange harga mulai dari 300 ribu  sampai 1 juta-an. 


Fasilitas Hotel 



Rooftop menjadi salah satu daya tarik Greenhost Hotel, namun fasilitas yang mendukungnya pun tak kalah. Sebut saja Souvenir Shop, Co-working space, Art Kitchen, Greenhost Creative Farming, Meeting Space, Tea Spa, Swimming Pool, Mezzanine Tea Shop, Attic Bar & Lounge, Parkir dan lain-lainnya. 

Fasilitas ini menunjang apapun keperluan saya selama menginap di Greenhost, apalagi konsep hotelnya sangat eco-friendly dan sangat disukai oleh wisatawan asing. Saya beberapa kali bertemu dengan bule-bule yang berseliweran di area lobi ataupun art kitchen. 



Terima kasih kepada airport.id yang telah menyelengarakan event Explore Indonesia Jogja 2016 bersama sponsor salah satunya adalah Greenhost Hotel ini.  

Informasi Greenhost Boutique Hotel Yogyakarta 

Alamat 
Jalan Prawirotaman II No. 629
Brontokusuman, Yogyakarta

Telepon 
+62274 389 777

Email 
info@greenhosthotel.com

Website 

Maps 


It Is Time To Halloween ‘Barbeque’ Party


Ancol kembali menawarkan rindu. Dan pantai itu saya kembali berlabuh. Hujan sedang menemani perjalanan saya menuju ke Ancol. Discovery Hotel mengundang saya dalam "Halloween Party". Beruntung hanya beberapa bagian tubuh saja yang basah dan itupun tak berarti. Di halte Busway, Dita sudah menunggu. Dita merupakan travelmate saya di perjalanan panjang pulau Rote. Dan hari ini kami bersua kembali. Setiap bertemu, kami pasti membahas momen keseruan kami di Rote, mulai dari alamnya yang indah, kebiasaan warganya, kelucuan tindakan kami dan masih banyak lainnya. 

Tak heran apabila berjumpa dengan Dita, yang ada dibenak saya bukan makanan melainkan Pulau Rote. Mungkin, ada sebuah perasaan untuk mengulang setiap peerjalanan yang kami lalui. Semoga saja ada kesempatan lainnya.


Halloween Party


Halloween identik dengan budaya barat. Namun, tidak ada salahnya mencoba mengetahui apa sih sebenarnya makna Halloween yang sebenarnya. Halloween diperingati sebagai hari untuk mengenang orang meninggal. Dikenal sebagai salah satu festival panen kelt kuno dan erat kaitannya dengan akar-akaran pangan. Oleh karena itu simbol halloween terkenal dengan buah labu yang disulap menjadi menyeramkan. 

Trick or treat, mengunakan kostum hantu-hantu seram, atraksi berhantu, menyalakan api ungun besar dan perayaan lain kerap menghias kota hampir diseluruh negara di Barat khususnya Amerika. Di Indonesia, Halloween tidak sepenuhnya dirayakan dalam arti sebenarnya. Adopsi yang ditiru hanyalah mengenakan kostum seram dan uniknya, kostum yang ditampilkan bukanlah secara langsung menjiplak dari barat. Indonesia memiliki kekhasannya tersendiri, bahkan hantunya pun berbeda dari barat, sebut saja pocong, kuntilanak, tuyul dan lainnya yang tentu saja lebih menyeramkan daripada drakula dan kawan-kawan.


Discovery Hotel Ancol pun memiliki cara unik untuk menghibur keriaan pada hari-hari Halloween, seperti menghias kue-kue menjadi menarik atau berhantu. Suasana restoran yang terang menjadi sedikit gelap namun dipenuhi warna-warni hantu.

Menikmati Barbeque


Barbeque hadir pada malam minggu di Discovery Hotel Ancol. Bagi penikmat Barbeque, tentunya momen ini jangan sampe terlewati karena menghidangkan ragam barbeque mulai dari sayuran, daging dan seafood yang rasanya menonjok lidah kamu.

Seperti biasa, sebari menunggu barbeque dihidangkan, tersedia live music dengan lagu-lagu yang akrab ditelinga kita.


Sepertinya malam minggu ini, akan menjadi malam yang luar biasa indah sambil menikmati barbeque dan live music serta menikmati pemandangan sekeliling Ancol. 

Informasi Discovery Hotel Ancol

Alamat 
Jl. Lodan Timur No. 7, Ancol Taman Impian
Jakarta Utara, DKI Jakarta 14430

Telepon/Online Reservation
021 - 293 77 777

Email 
info@discoveryhotelancol.com

Social Media 
Twitter : @DiscoveryAncol
Facebook : Discovery Hotel & Convention Ancol
IG : @discoveryancol

Website 
Hotel Discovery Ancol

Peta/Map 


Delicious Indonesian Signature Dish At Porta Venezia, Aryaduta Semanggi


Kadang Ibukota menawarkan kerinduan yang sempurna pada kampung disana. Walaupun banyak pula penawar atas kerinduan sesaat yang memanjakan semua indera termasuk indera perasa. Kampung halaman saya berada di pesisir pantai utara, jadi wajar selera masakan saya pun tak jauh-jauh dari masakan jawa yang manis, semanis saya hehehe. 

Citarasa masakan jawa identik dengan kuah kental, manis dan sambal ini setidaknya identik dengan masakan nusantara yang mengenal sambal dan rempah sebagai bumbunya. Meskipun tak bisa digeneralisir, namun setidaknya masakan di Pulau Jawa memiliki citarasa nusantara secara umum. Apalagi bagi orang yang Indonesia di luar negeri sana, pasti akan kangen dengan masakan masa kecilnya. Nah, yang saya rasakan saat ini. Rindu seindunya dengan masakan rumah.


Porta Venezia, sebuah gerbang menuju Milan, Italia. Nama ini diabadikan sebagai salah satu restoran masakan Italia di Jakarta, tepatnya di Semanggi. Porta Venezia merupakan bagian dari Arya Duta Hotel Semanggi. Saya cukup familiar dengan kawasan ini, dulu kantor saya sangat dekat dengan semanggi dan setiap saat pasti bolak-balik ke Semanggi. Namun, untuk saat ini, saya cukup jarang ke Semanggi, malah saya lebih sering ke Kuningan City karena menemukan tempat baru untuk sekedar nongkrong atau menyelesaikan tulisan di blog saya.

Dihibur sama Live Music Keren :D
Indonesian Signature Dish 


Porta Venezia memiliki ciri khas Italia yang kental, bahkan setelah ditelusuri melalui google pun, banyak review menyatakan bahwa tempat ini memiliki spesialisasi dalam masakan Italia atau Europian taste. Namun, kali ini saya diajak menikmati sajian khusus bertema Indonesian Dish, sebuah citarasa yang sangat saya kenal dengan ramuan rempah dan bahan-bahan lain yang khas.

Dalam kamus saya, Makanan Indonesia tidak pernah gagal memuaskan indra perasa, bahkan selalu mempesona dan penuh senasi sehingga ingin menikmatinya lagi dan lagi. Selain Makanan, Indonesia memiliki beragam ramuan rempah yang beragam sebut saja jahe, kunir, beras kencur, bandrek dan lain-lain. Bayangkan sajian makanan dan minuman Indonesia dalam bentuk yang lebih cantik dan indah berada dalam satu waktu yang sama. Bisa ditebak, saya tak ingin menyantapnya melainkan memotretnya berlama-lama untuk mencari angle terbaik.

Appetizer 

Makanan pembuka biasanya dibuka dengan makanan ringan pengugah selera makan seperti gorengan, sup atau salad, namun Porta Venezia justru menyajikan gado-gado, rujak dan lumpia. Oh wow, how came gado-gado and rujak be part of this appetizer? Biasanya kan gado-gado disajikan sebagai menu utama. Hahaha tenang pemirsa, gado-gado atau rujak ini justru akan mengugah selera makan loh.

Gado-gado


Jika yang kamu bayangkan adalah gado-gado dengan porsi besar dan mengenyakan itu salah besar. Totally wrong. Porsinya cukup sedikit dibandingkan dengan gado-gado pada umumnya. Penyajiannya pun sangat indah. Pertama melihat bukanya ingin menyantap tapi malah memandanganya saja karena indah.

Masalah rasa, gado-gado ini sebagian besar berisi sayuran rebus dengan sambal khas gado-gadonya. Saya sangat suka dengan sambalnya. Racikan sambalnya sangat pas bahkan sangat enak untuk ukuran gado-gado.

Rujak Buah 


Kombinasi buah segar dan sambal kacang membuat mulut merasakan sensasi segar. Mungkin inilah satu alasan mengapa rujak buah menjadi salah satu appetizer kali ini. Untuk buah saya memang pemilih, sehingga tak semua buah menarik selera saya. Coba ada mangga didalamnya, maka mulut ini tak akan berhenti mengunyah.

Lumpia 


Lumpia yang saya kenal itu biasanya berisi rebung (tunas pohon bambu), makluma saja saya dulu pernah menetap di Semarang. Lumpian sebetulnya isinya sangat beragam dan bisa diisi apapun seperti daging, sayura atau bahkan buah, oh wow. Dihadapan saya sudah disuguhkan lumpia dengan isi bihun dan udang yang mejulur dari lapisan luar yang renyah. Dapat dibayangkan bahwa paduan bihun dan udang memiliki taste tersendiri dan enak menurut saya.

Main Course  

Sepertinya saya memang menunggu-nunggu menu utama hadir untuk dihidangkan. Dari daftar yang dihidangkan terdapat empat menu utama yaitu Indonesian Seafood Platter, Gurame Pecak, Iga Sambal Mangga dan Tongseng Kambing. It's look so tasty banget ya. Mari kita menjelajah rasa demi rasa.

Indonesian Seafood Platter


Ada tuna, sate lilit, udang, sambal dan nasi. Paket komplit banget ini mah namanya. Secara personal saya menikmati tuna dan sambal, sedangkan rasa sate lilit memang tidak semenarik tuna tadi. Untuk udang, dengan ukuran yang begitu besar dan digoreng garing membuat kombinasi seafood platter ini makin komplit.

Gurame Pecak 


Gurame ukuran sedang dengan sambal diatasnya membuat sajian ini luar biasa perfect. Apalagi sambal yang diracik mengugah selera makan dan menyantapnya lagi dan lagi.

Iga Sambal Mangga


Iga ini diapain juga pasti hasilnya enak banget hehehe. Kali ini sajian Iga dibakar dengan matang ditambah dengan sambal mangga yang segar. Oh rasanya tuh pengen makan iga ini lagi.

Tongseng Kambing


I love the sweet thing. Dan tongseng kambing yang disajikan benar-benar semanis yang dirasakan dan daging kambingnya pun empuk. Jadi tidak ada alasan lain kecuali harus menikmatinya kan.

Dessert

Dessert is always in my list. Pokoknya kalo bagian ini saya selalu exicited banget. Apalagi dessert yang disajikan namanya unik-unik seperti Chocolate Talam Jagung, Es Selendang Mayang dan Colenak.

Chocolate Talam Jagung



Yang terpenting dalam sajian ini adalah cokelat dan jagung. Cokelat sangat dominan dipadu dengan bagian atas yang manis dan berisi jagung dalam adonan. Butuh waktu untuk menerka-nerka dimanakah jagung itu berada.

Es Selendang Mayang 



Es krim hampir saja meleleh karena saya asik memotret dessert ini. Ketika menyuapkan satu sendok teh ke dalam mulut, es krim ini menyatu dengan gula jawa cair. Setelah itu suapan kedua, barulah saya meraasakan perpaduan sempurna antara es, gula jawa dan pacar cina atau lebih seperti dawet teksturnya.

Colenak


Sajian ini hampir membuat saya tertipu. Tebak apa isi bagian bawah? bukan seperti yang dibayangkan sebelumnya, isinya adalah peyuem atau singkong yang difermentasi dan kemudian disajikan sedemekian rupa. Secara personal, saya hanya menikmatinya 60 persen saja, selebihnya saya hanya meringis merasakan rasa asam. Memang saya menghindari jenis peyeum ini dan hanya mencobanya sedikit saja.

Live Music Dan Sajian Lain




Nah kalau malam sabtu berada disekitar semanggi dan ingin dinner dengan suasana Italia atau Eropa bisalah mampir ke Porta Venezian. Masalah harga, all in dinner atau buffet ini biasa dibandrol dengan hanya puluhan ribu saja atau dibawah 100 rb. Wow, harga fantastis namun kelasnya bintang banyak kan.




Informasi Porta Venezia , Aryaduta Semanggi , Jakarta

Alamat Lengkap 
AryaDuta Semanggi
Jl. Garsium Dalam No. 8, Karet Semanggi
Jakarta Selatan 12930

Phone 
+62 21 251 5151

Email 
info.semanggi@aryaduta.com

Website 
www.aryaduta.com

Maps 

Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD


Tahun ini, Hotel Grandzuri BSD City memasuki ulang tahun ke-empat beberapa bulan lalu. Hotel dengan letak strategis di BSD City dan dapat dijangkau dari Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa menit ini patut berbangga, karena merupakan hotel pilihan saat berada di Serpong. Agustus ini, Hotel Grandzuri menyuguhkan sesuatu yang spesial bertajuk "Pesta Rakyat Tujuh Belasan, Kampoeng Tempo Doeloe". Sebuah pesta untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71.

Kampoeng Tempo Doeloe seakan mengingatkan kembali bahwa Indonesia memiliki kekayaan kuliner khas pada jaman dahulu yang kalah tenar dibandingankan jajanan instan yang banyak dijumpai di mini market atau supermarket. 71 Jajanan Pasar Tradisional dan Makanan Tradisional seperti Pecel, Soto, Banjar, gado-gado dan lainnya turut menyemarakan pesta ini. Selain Jajanan Pasar, pesta kali ini turut menghadirkan lomba tujuh belasan bersama seluruh karyawan dan staff Hotel Grandzuri. 

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Meriahnya Lomba Tujuh Belasan 

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Seluruh karyawan dan staff Hotel Grandzuri BSD berbaris rapi mengenakan kaos merah dan celana putih. Bagian depan barisan membawa papan bertuliskan lomba yang akan diikuti sore itu. Wajah sumringah dan penuh semangat seakan menyatakan bahwa kami siap memeriahkan lomba kali ini. Saya termasuk yang turut semangat menyaksikan mereka berlomba. Lombanya pun tak biasa. Sebut saja balon terhimpit, beauty and the beast, slowly bikers, futsal bercorong, kerupuk kuat, pukul balon dan water estafet.

Berkat bujukan pantia lomba, blogger pun ikut memeriahkan acara lomba termasuk saya. Kali ini saya berminat pada pukul balon yang berisi air dan beauty and the beast. Kalau pukul balon berisi air ini sudah biasa dilihat, tapi untuk lomba beauty and the beast baru kali ini saya mendengar atau melihat lomba ini. Penasaran dengan beauty and the beast? Saya juga.

Yang Unik Yang Dilombakan

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Perlombaan Tujuh Belasan ini selalu menarik untuk diikuti, apalagi biasanya lombanya sangat unik seperti panjat pinang, gebuk bantal, dan masih banyak lomba unik lainnya. Saya termasuk pecinta lomba unik, meskipun jarang ikutan setelah dewasa, namun saya menikmati saat yang berlomba menampilkan ekspresi unik, lucu atau bahkan konyol.

Lalu apa saja yang unik menurut saya? Ini dia beberapa lomba unik yang belum pernah saya lihat atau sudah pernah saya lihat namun sangat menghibur.

Futsal Bercorong


bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Perlombaan ini layaknya futsal seperti yang biasa kita lihat, namun yang spesial peserta lomba harus mengunakan corong yang menutup sebagian penglihatan mereka. Lalu bagaimana keseruannya? Iya banyak sekali peserta yang meleset saat mengambil bola dan malah menendang lawan main bahkan kawan sendiri pun ditendang. Permainan hanya cukup beberapa menit dan bagi peserta yang dapat membobol jaring gawang merekalah pemenangnya.

Balon Terhimpit 


bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Sebetulnya saya cukup penasaran dengan lomba satu ini. Apa sebenarnya yang harus dilakukan untuk memenangkan lomba ini? Meletuskan balon dengan jarum? Atau bagaiman? Ternyata dua orang akan berpasangan dan salah satunya duduk dikursi, sementara yang lain akan berlari dan menghimpitkan balon pasanganya sehingga meletus. Wow, menarik sekali lomba yang satu ini. Alhasil, saya dibuat terawa oleh perangai mereka yang unik.

Kerupuk Kuat 

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

"Bang, himpit terus bang krupuknya biar kita menang," ucap seorang wanita berkaos merah.

Sementara seorang pria berbaju rapi berwarna hitam menghimpit krupuk dengan lehernya agar krupuk dapat dimakan oleh pasangannya.

Begitulah suasana lomba krupuk kuat. Lomba makan krupuk berpasangan seperti ini rupanya menarik untuk dilihat. Selain harus dimaikan oleh pria dan wanita atau bisa berpasangan dengan jenis kelamin sama, ternyata kerjasama untuk menghabiskan krupuk sangat dibutuhkan. Pemenang ditentukan berdasarkan kekompakan dan bisa menghabiskan krupuk secara bersama-sama. Menarik bukan?

Beauty & The Beast 


bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Bukan berarti yang ikut lomba ini harus seorang puteri cantik dan pangeran buruk rupa. Kali ini Beauty and the Beast membalikan fakta tersebut. Lomba ini membutuhkan keahlian mendadani seseorang dengan mata tertutup. What? Apa bisa mendandani seseorang dengan mata tertutup? Lomba ini telah membuktikannya, walau hasil dandanan membuat terpingkal-pingkal.

Saya salah seorang peserta, namun bukan saya yang didandani. Sayalah yang mendandani, Bowo, kawan blogger. Keahlian make-up saya diuji. Bukan saja karena harus rapi dan cantik (baca : Pria Cantik), namun harus menarik untuk dipandang mata. Jeng-jeng bukan membuat wajah Bowo menarik, tapi tambah hancur karena make-upnya tidak terlihat dan cenderung tak beraturan. Sementara, pemenangnya memang sangat cucok dan menor bagi seorang pria hahaha.

Kampoeng Tempo Doeloe Dengan 71 Jajanan Pasar 

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Jajanan Pasar menjadi makanan saya saat kecil. Pasar diperempatan jalan, saat pagi selalu menjual aneka jajanan yang mengoda selera. Sebut saja gempolan, bubur sumsum dan bubur candil (biji salak), ketiganya merupakan jajanan kesukaan saya. Gempolan berbentuk bulat berwarna merah kecokelatan dan putih, terbuat dari tepung terigu dan dicampur gula jawa. Sedaangkan untuk penyajiannya sangat nikmat dengan santan. Saya paling suka gempolan. Saat pulang kampung, hal pertama yang saya tanyakan adalah "Gempolannya Ada?".

Kampoeng Tempo Doeloe menghadirkan kembali jajanan pasar kehadapan saya. Tak hanya satu, dua atau 10 macam, namun 71 jajanan pasar dihadikan. Bagai menjelajah masa kecil, Kampoeng ini dapat menawar kerinduan akan kampung halaman nun jauh disana.

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Jajanan pasar yang disajikan sangat beragam dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Saya kenal dengan beberapa macam Jajanan seperti kue gulung, moaci, kue cucur, pastel, puteri ayu, dan masih banyak lainnya. Moaci menjadi salah satu favorite saya. Sebetulnya Moaci ini setahu saya berasal dari Jepang. Mungkin karena dahulu terdapat peninggalan Jepang, salah satunya jajanan ini.

Cara membuat moaci tergolong unik. Tepung beras ketan ditumbuk sehingga membentuk adonan yang lembut dan lengket dan kemudian dibentuk bulat. Setelah berbentuk bulat kemudian ditaburkan tepung sehingga tidak lengket. Moaci tersohor Indonesia berasal dari Sukabumi, namun kini Moaci lebih terkenal berasal dari Semarang.

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Sentuhan Sunda pun hadir dalam Kampoeng Tempo Doeloe melalui Nasi Tutug Oncom. Nasi Tutug Oncom ini berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat. Cara membuatnya pun tergolong spesial karena nasi akan dicampung dengan oncom goreng atau bakar. Tutug dalam bahasa Sunda berarti menumbuk dan proses inilah yang membuat Nasi ini terkenal dengan nama Tutug Oncom. Biasanya Nasi tersebut akan dihidangkan dengan lauk-lauk lain seperti sayur-sayuran, ayam, telur dan daging.

Signature Menu : Nasi Goreng Ugal-ugalan dan Sop Buntut Balado

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Pernah merasakan Nasi Goreng dengan sambal pedas luar biasa? Seperti Maicih yang memiliki level kepedasan, Nasi Goreng Hotel Grandzuri BSD pun demikian. Nasi Goreng ini memiliki 5 level dimulai dari level  Mangstaph, Enak Gila, Nampar, Nampol dan Ugal-Ugalan.

Mulanya saya mencoba dari Mangstaph. Level ini menyajikan pedas yang biasa seperti nasi goreng dengan tambahan satu atau dua sendok cabai. Kemudian rasa ingin tahu membuat saya mencicipi Nasi Goreng Enak Gila. Kali ini lidah saya seperti ditusuk-tusuk oleh jarum karena pedasnya. Tidak berhenti sampai disitu, saya ingin menguji ketahanan pedas saya dengan mencoba level berikutnya. Sepertinya Level Nampar akan menjadi sesuatu yang menampar-nampar lidah saya. Benar saja, satu sendok nasi goreng membuat mata saya merem melek dan menahan pedasnya. Segera saja saya minum air untuk meredam pedas itu.

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Menu berikutnya adalah Sop Buntut Sambal Balado ala Chef Yan Hari. Berbeda dengan Nasi Goreng yang sangat pedas, sambal balado yang tersaji bersama Sop Buntut tidak terlalu pedas dan terasa pas. Kuah sop yang bening dipadu dengan daging buntut yang lembut membuat sajian ini paling saya favoritekan.

Dua menu ini merupakan Signature Menu yang dapat dipesan setiap saat oleh tamu Hotel Grandzuri BSD. Sedangkan Jajanan Pasar hanya akan dijumpai beberapa macam saja setelah HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menikmati Staycation Dengan Bermain Air

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Setelah kenyang dengan sajian Jajanan Pasar dan Signature Menu, saya dan beberapa media dan blogger mendapatkan kesempatan untuk Staycation. Seperti yang diketahui, Grandzuri memiliki fasilitas lengkap seperti fitness/gym center, swimping pool, parkir luas, penjemputan dan beragam fasilitas lainnya.

Kamar yang saya tempati pun lumayan luas dengan fasilitas kamar cukup lengkap. Urusan kamar mandi pun sangat diperhatikan, jadi kalau tidak bawa perlengkapan mandi, Hotel ini telah menyediakannya mulai dari pasta gigi, sikat gigi, sabun, shampoo dan perlengkapan lain.

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Desain kamar memang sangat nyaman untuk istirahat, apalagi terdapat sentuhan artistik sebuah lukisan menambah suasana nyaman seperti dirumah sendiri. It feels like home for me.

Keesokan harinya, untuk mengisi hari, saya dan beberapa kawan blogger pun menikmati hari dengan berenang bersama. Suasana kolam pun sangat ramai hari itu, banyak anak-anak kecil yang turut bermain bersama saya dan kawan-kawan lain.

Hotel Grandzuri BSD selalu menawarkan kemeriahan yang berbeda tiap bulannya, untuk bulan depan pasti temanya akan berbeda dan akan menyajikan kejutan yang berbeda bagi tamunya. We'll see you soon.

Informasi Grand Zuri BSD

Alamat 
Jalan Pahlawan Seribu Kavling Ocean Walk
Blok CBD Lot. 6, BSD City, Serpong
Tangerang Selatan, Banten

Email 
reservation.bsd@grandzuri.com

Telepon
+6221 2940 4955

Website 
http://grandzuri.com/bsdcity

Maps