Semarak Bulan Puasa Ramadhan Di Grand Cempaka Hotel


Rajab menginjak 10 hari terakhir, dan artinya Bulan Ramadhan akan datang. Sahur lagi, Buka Puasa Bersama lagi, ngabuburit lagi, berburu takjil lagi dan masih banyak kebiasaan pada bulan penuh berkah ini segera kita rasakan. Sebagian dari kita pasti akan mencari-cari Jadwal Imsakiyah atau Sholat, kemudian mempersiapkan diri baik secara fisik maupun mental. 

Minggu pertama Bulan Ramadhan, keluarga merupakan prioritas utama. Buka Puasa Bersama keluarga sudah menjadi tradisi dan tidak akan dilewatkan begitu saja. Bagi keluarga besar biasanya secara bergiliran menjadi tuan rumah dan menyediakan semua masakannya. Nah biasanya yang tak mau repot mengadakan acara tersebut di Hotel. Kebetulan Grand Cempaka Hotel, Jakarta, sudah memiliki pilihan menu.


Yup, Harmoni Resturant di Hotel Grand Cempaka menyediakan buffet dengan pilihan menu antara lain Gudeg dan Nasi Kebuli. Gudeg mengingatkan kita pada kota Yogyakarta, sebuah kota dengan kebudayaan yang kental. Sedangkan Nasi Kebuli erat kaitannya dengan nuansa Arab dan Timur Tengah. Dua tradisi yang berbeda namun menyatu dalam Bulan Ramadhan kali ini.


Gudeg memiliki citarasa manis biasa ditemukan di Yogyakarta. Namun, Harmoni Restaurant menyelaraskannya dengan menambahkan sensasi pedas. Variasi gudeg sebetulnya sangat beragam, namun Gudeg Yogyakarta lebih terkenal. Gudeg terdiri dari gudeg basah, kering dan Solo. Pembeda dari ketiganya hanya pada Areh. Gudeg kering disajikan dengan Areh kental, sedangkan gudeg basah disajikan dengan Areh encer. Lain lagi dengan gudeg Solo yang Arehnya berwarna putih. Grand Cempaka Hotel menyajikan Gudeg dengan Areh kental.


Bagi pecinta masakan dari kambing harus mencoba Nasi Kebuli. Nasi ditanak dengan campuran kaldu kambing dan susu kambing. racikan berikutnya adalah minyak samin untuk menumis rempah-rempah termasuk jintan, kapulaga, kayu manis dan pala. Bayangkan aroma yang tercium dari racikan kaya rempah-rempah di Nasi Kebuli ini.

Nasi Kebuli sangat terkenal diMasyarakat Betawi dan Keturunan Arab di Indonesia. Tastenya memang mirip dengan Nasi Briyani, sehingga sangat mudah untuk diterima dikalangan Muslim. Selain Ramadhan, Nasi kebuli biasanya disajikan pada saat momen Hari Besar Islam seperti Maulid Nabi Besar, Lebaran dan Idul Qurban.


Kedua Menu, Gudeg dan Nasi Kebuli merupakan pilihan Buffet di Harmoni Restaurant. Ragam menu lainnya seperti ayam goreng, mie goreng, sayur dan pilihan lainnya juga melengkapi buffet ini.

Paket Menu Ramadhan dan Lebaran Di Hotel Grand Cempaka


Berapa sih harga yang tiwarkan untuk menikmati buffet pada saat berbuka puasa? Tenang saja, hanya dengan Rp 130.000/net termasuk ta'jil dan makan malam. Nah, bagi yang menginap di Hotel Grand Cempaka, dikenakan rate harga kisaran mulai dari Rp 644.000 sudah termasuk Sahur atau makan pagi (sarapan) untuk dua orang. Paket Ramadhan ini berlaku mulai dari 25 Mei - 25 Juni 2017.



Setelah Bulan Ramadhan, tersedia paket lebaran dengan rate harga yang sama Rp 644.000/net per kamar termasuk makan pagi untuk dua orang. Selain itu terdapat paket Halal Bi Halal yang bisa dinikmati dengan harga Rp 200.000 dengan coffee break dan makan siang/malam.


Silahkan yang sudah memantapkan pilihan buka puasa dan berkumpul pada halal bi halal bisa melakukan pemesanan +62 21 4260015 . So, enjoy your Holy Month with your family and friends.

Harmoni Restaurant 
Hotel Grand Cempaka 
Jl. Letjen. Suprapto
Cempaka Putih, Jakarta Pusat
Webiste : www.grandcempaka.co.id

Rooftop Garden Sensation Di Greenhost Boutique Hotel Yogyakarta


Langit itu terlukis jelas awan putih berarak memanjakan mata yang memandang saat matahari begitu terang bersinar. Saya memperhatikan sekeliling lantai paling atas itu dengan seksama. Angin turut hadir dan membelai-belai tubuh saya yang tak terasa sudah dibanjiri keringat. Cuaca seperti inilah yang memanjakan saya untuk bermain bebas di rooftop. Tanaman yang umumnya sayuran ini tumbuh di selang-selang putih membuat mata saya kembali bersinar. Inilah senasinya memiliki kebun walau tak sebesar yang dibayangkan, namun jika berada di Jakarta, kebun kecil ini bisa saya sebut sebagai "Paradise".

Selang-selang putih itulah yang memberikan kehidupan pada tanaman. Sistem pemberian air ini dikenal sebagai Hidroponik yang sangat ramah lingkungan. Bukan tidak mungkin, dalam beberapa tahun mendatang, sistem tanam ini akan booming dan menjadi primadona di Jakarta. Selain alasan lahan yang terbatas, efektivitas dan keparktisan adalah poin utama melaksanakan hidroponik. 



Rombongan Explore Indonesia Jogja 2016 tak menunggu lama untuk mengabadikan rooftop. Mulai memotret tanaman dan lingkungan sekitar rooftop. Tiba-tiba secara tak sengaja, model dadakan berpose untuk kami. Jepret sana, jepret sini, kami seperti melakukan sesi foto dengan model profesional. Dan hasilnya memang mengagumkan, kami puas dan tertawa bersama melihat keseruan kami melakukan foto-foto di rooftop milik Greenhost Hotel. Tak heran hotel ini menjadi favorite tamu yang menginap karena konsep rooftopnya pun sangat keren.


Boutique Hotel Ramah Lingkungan 

Air sedikitpun sangat dimanfaatkan oleh Greenhost

Menyatu dengan alam dan mengerti lingkungan, Greenhost menyampaikan pesan ini melalui bangunan hotel yang sangat hijau. Atap bangunan dibiarkan menantang langit dan hanya kaca yang menghalanginya dari hujan. Sistem pengairan pun dibuat sangat efektif dan tidak ada satupun yang terbuang percuma dan akan berputar dan disaring kembali menjadi air yang bersih atau digunakan untuk keperluan tanaman dan flush toilet. 

Sedikit banyak, saya belajar untuk mengerti bahwa air yang kita gunakan harus dihemat demi menjaga lingkungan tetap seimbang. Selama ini, saya hanya memandang bahwa air adalah sumber daya yang tak terbatas, namun berkaca dengan belahan bumi lain yang mengalami kekeringan, inilah saatnya untuk lebih memahami pentingnya menghemat air di mana pun berada.


Selain sistem pengairan, konsep hotel sedikit berbeda, bisa dilihat dari perpaduan antara modern dan ramah lingkungan membuat hotel ini seperti rumah kebun. Konsep ini memang sangat cocok bagi wisatawan asing dan wisatawan dalam negeri yang kerap melakukan rutinitas dan berhadapan dengan gedung-gedung pencakar langit dan kemacetan. 

Prawirotaman, sebuah kawasan yang kerap disebut sebagai kampung turis adalah lokasi hotel ini berada. Grafiti menghias sepanjang jalan sebelum memasuki area hotel. Di ujung jalan, aktivitas pasar pun tak boleh dilewatkan begitu saja. Pedagang yang menjajakan dagangnya pun merupakan potret keseharian yang sangat instagramable. So, what are you waiting for? Segera ambil kamera dan jalan-jalanlah di sekeliling dan temukan gambar terbaikmu kemudian share. Sungguh menyenangkan melakukan aktivitas seru ini pada saat sore.


Meet The Room 


Ornamen kayu dan dinding tanpa dicat bagi saya adalah konsep kamar yang memukau. Hotel lain menciptakan kamar dengan cat atau wallpaper sehingga menambah kesan flat, namun Greenhost justru membiar tembok alamiah dan menyatu dengan konsep ramah lingkungan yang telah diusung sebelumnya. 

Kasur cukup lebar dengan selimut tebal dan disampingnya terpasang colokan listrik. Yup, untuk saya, colokan sudah menjadi nyawa kedua, apalagi kamera dan smartphone pun membutuhkan banyak colokan listrik untuk mengisi daya baterai setelah seharian telah digunakan. 



Kamar mandi sangat lengkap dengan perlengkapan mandi dan handuk. Sedangkan lemari pakaian pun tersedia dengan ukuran sedang dan cukup luas untuk menampung beberapa koper atau tas ransel ukuran besar. TV layar datar dengan berbagai channel luar dan dalam negeri siap menemani istirahat saya malam ini. Begitu pula dengan koneksi internet yang lumayan kencang dan membantu aktivitas online beberapa malam di hotel ini.

Tipe-tipe kamar terdiri dari Erick Room, Futura, Rempah 1, Rempah 2, Studio Kita 1-3 dengan arrange harga mulai dari 300 ribu  sampai 1 juta-an. 


Fasilitas Hotel 



Rooftop menjadi salah satu daya tarik Greenhost Hotel, namun fasilitas yang mendukungnya pun tak kalah. Sebut saja Souvenir Shop, Co-working space, Art Kitchen, Greenhost Creative Farming, Meeting Space, Tea Spa, Swimming Pool, Mezzanine Tea Shop, Attic Bar & Lounge, Parkir dan lain-lainnya. 

Fasilitas ini menunjang apapun keperluan saya selama menginap di Greenhost, apalagi konsep hotelnya sangat eco-friendly dan sangat disukai oleh wisatawan asing. Saya beberapa kali bertemu dengan bule-bule yang berseliweran di area lobi ataupun art kitchen. 



Terima kasih kepada airport.id yang telah menyelengarakan event Explore Indonesia Jogja 2016 bersama sponsor salah satunya adalah Greenhost Hotel ini.  

Informasi Greenhost Boutique Hotel Yogyakarta 

Alamat 
Jalan Prawirotaman II No. 629
Brontokusuman, Yogyakarta

Telepon 
+62274 389 777

Email 
info@greenhosthotel.com

Website 

Maps 


It Is Time To Halloween ‘Barbeque’ Party


Ancol kembali menawarkan rindu. Dan pantai itu saya kembali berlabuh. Hujan sedang menemani perjalanan saya menuju ke Ancol. Discovery Hotel mengundang saya dalam "Halloween Party". Beruntung hanya beberapa bagian tubuh saja yang basah dan itupun tak berarti. Di halte Busway, Dita sudah menunggu. Dita merupakan travelmate saya di perjalanan panjang pulau Rote. Dan hari ini kami bersua kembali. Setiap bertemu, kami pasti membahas momen keseruan kami di Rote, mulai dari alamnya yang indah, kebiasaan warganya, kelucuan tindakan kami dan masih banyak lainnya. 

Tak heran apabila berjumpa dengan Dita, yang ada dibenak saya bukan makanan melainkan Pulau Rote. Mungkin, ada sebuah perasaan untuk mengulang setiap peerjalanan yang kami lalui. Semoga saja ada kesempatan lainnya.


Halloween Party


Halloween identik dengan budaya barat. Namun, tidak ada salahnya mencoba mengetahui apa sih sebenarnya makna Halloween yang sebenarnya. Halloween diperingati sebagai hari untuk mengenang orang meninggal. Dikenal sebagai salah satu festival panen kelt kuno dan erat kaitannya dengan akar-akaran pangan. Oleh karena itu simbol halloween terkenal dengan buah labu yang disulap menjadi menyeramkan. 

Trick or treat, mengunakan kostum hantu-hantu seram, atraksi berhantu, menyalakan api ungun besar dan perayaan lain kerap menghias kota hampir diseluruh negara di Barat khususnya Amerika. Di Indonesia, Halloween tidak sepenuhnya dirayakan dalam arti sebenarnya. Adopsi yang ditiru hanyalah mengenakan kostum seram dan uniknya, kostum yang ditampilkan bukanlah secara langsung menjiplak dari barat. Indonesia memiliki kekhasannya tersendiri, bahkan hantunya pun berbeda dari barat, sebut saja pocong, kuntilanak, tuyul dan lainnya yang tentu saja lebih menyeramkan daripada drakula dan kawan-kawan.


Discovery Hotel Ancol pun memiliki cara unik untuk menghibur keriaan pada hari-hari Halloween, seperti menghias kue-kue menjadi menarik atau berhantu. Suasana restoran yang terang menjadi sedikit gelap namun dipenuhi warna-warni hantu.

Menikmati Barbeque


Barbeque hadir pada malam minggu di Discovery Hotel Ancol. Bagi penikmat Barbeque, tentunya momen ini jangan sampe terlewati karena menghidangkan ragam barbeque mulai dari sayuran, daging dan seafood yang rasanya menonjok lidah kamu.

Seperti biasa, sebari menunggu barbeque dihidangkan, tersedia live music dengan lagu-lagu yang akrab ditelinga kita.


Sepertinya malam minggu ini, akan menjadi malam yang luar biasa indah sambil menikmati barbeque dan live music serta menikmati pemandangan sekeliling Ancol. 

Informasi Discovery Hotel Ancol

Alamat 
Jl. Lodan Timur No. 7, Ancol Taman Impian
Jakarta Utara, DKI Jakarta 14430

Telepon/Online Reservation
021 - 293 77 777

Email 
info@discoveryhotelancol.com

Social Media 
Twitter : @DiscoveryAncol
Facebook : Discovery Hotel & Convention Ancol
IG : @discoveryancol

Website 
Hotel Discovery Ancol

Peta/Map 


Delicious Indonesian Signature Dish At Porta Venezia, Aryaduta Semanggi


Kadang Ibukota menawarkan kerinduan yang sempurna pada kampung disana. Walaupun banyak pula penawar atas kerinduan sesaat yang memanjakan semua indera termasuk indera perasa. Kampung halaman saya berada di pesisir pantai utara, jadi wajar selera masakan saya pun tak jauh-jauh dari masakan jawa yang manis, semanis saya hehehe. 

Citarasa masakan jawa identik dengan kuah kental, manis dan sambal ini setidaknya identik dengan masakan nusantara yang mengenal sambal dan rempah sebagai bumbunya. Meskipun tak bisa digeneralisir, namun setidaknya masakan di Pulau Jawa memiliki citarasa nusantara secara umum. Apalagi bagi orang yang Indonesia di luar negeri sana, pasti akan kangen dengan masakan masa kecilnya. Nah, yang saya rasakan saat ini. Rindu seindunya dengan masakan rumah.


Porta Venezia, sebuah gerbang menuju Milan, Italia. Nama ini diabadikan sebagai salah satu restoran masakan Italia di Jakarta, tepatnya di Semanggi. Porta Venezia merupakan bagian dari Arya Duta Hotel Semanggi. Saya cukup familiar dengan kawasan ini, dulu kantor saya sangat dekat dengan semanggi dan setiap saat pasti bolak-balik ke Semanggi. Namun, untuk saat ini, saya cukup jarang ke Semanggi, malah saya lebih sering ke Kuningan City karena menemukan tempat baru untuk sekedar nongkrong atau menyelesaikan tulisan di blog saya.

Dihibur sama Live Music Keren :D
Indonesian Signature Dish 


Porta Venezia memiliki ciri khas Italia yang kental, bahkan setelah ditelusuri melalui google pun, banyak review menyatakan bahwa tempat ini memiliki spesialisasi dalam masakan Italia atau Europian taste. Namun, kali ini saya diajak menikmati sajian khusus bertema Indonesian Dish, sebuah citarasa yang sangat saya kenal dengan ramuan rempah dan bahan-bahan lain yang khas.

Dalam kamus saya, Makanan Indonesia tidak pernah gagal memuaskan indra perasa, bahkan selalu mempesona dan penuh senasi sehingga ingin menikmatinya lagi dan lagi. Selain Makanan, Indonesia memiliki beragam ramuan rempah yang beragam sebut saja jahe, kunir, beras kencur, bandrek dan lain-lain. Bayangkan sajian makanan dan minuman Indonesia dalam bentuk yang lebih cantik dan indah berada dalam satu waktu yang sama. Bisa ditebak, saya tak ingin menyantapnya melainkan memotretnya berlama-lama untuk mencari angle terbaik.

Appetizer 

Makanan pembuka biasanya dibuka dengan makanan ringan pengugah selera makan seperti gorengan, sup atau salad, namun Porta Venezia justru menyajikan gado-gado, rujak dan lumpia. Oh wow, how came gado-gado and rujak be part of this appetizer? Biasanya kan gado-gado disajikan sebagai menu utama. Hahaha tenang pemirsa, gado-gado atau rujak ini justru akan mengugah selera makan loh.

Gado-gado


Jika yang kamu bayangkan adalah gado-gado dengan porsi besar dan mengenyakan itu salah besar. Totally wrong. Porsinya cukup sedikit dibandingkan dengan gado-gado pada umumnya. Penyajiannya pun sangat indah. Pertama melihat bukanya ingin menyantap tapi malah memandanganya saja karena indah.

Masalah rasa, gado-gado ini sebagian besar berisi sayuran rebus dengan sambal khas gado-gadonya. Saya sangat suka dengan sambalnya. Racikan sambalnya sangat pas bahkan sangat enak untuk ukuran gado-gado.

Rujak Buah 


Kombinasi buah segar dan sambal kacang membuat mulut merasakan sensasi segar. Mungkin inilah satu alasan mengapa rujak buah menjadi salah satu appetizer kali ini. Untuk buah saya memang pemilih, sehingga tak semua buah menarik selera saya. Coba ada mangga didalamnya, maka mulut ini tak akan berhenti mengunyah.

Lumpia 


Lumpia yang saya kenal itu biasanya berisi rebung (tunas pohon bambu), makluma saja saya dulu pernah menetap di Semarang. Lumpian sebetulnya isinya sangat beragam dan bisa diisi apapun seperti daging, sayura atau bahkan buah, oh wow. Dihadapan saya sudah disuguhkan lumpia dengan isi bihun dan udang yang mejulur dari lapisan luar yang renyah. Dapat dibayangkan bahwa paduan bihun dan udang memiliki taste tersendiri dan enak menurut saya.

Main Course  

Sepertinya saya memang menunggu-nunggu menu utama hadir untuk dihidangkan. Dari daftar yang dihidangkan terdapat empat menu utama yaitu Indonesian Seafood Platter, Gurame Pecak, Iga Sambal Mangga dan Tongseng Kambing. It's look so tasty banget ya. Mari kita menjelajah rasa demi rasa.

Indonesian Seafood Platter


Ada tuna, sate lilit, udang, sambal dan nasi. Paket komplit banget ini mah namanya. Secara personal saya menikmati tuna dan sambal, sedangkan rasa sate lilit memang tidak semenarik tuna tadi. Untuk udang, dengan ukuran yang begitu besar dan digoreng garing membuat kombinasi seafood platter ini makin komplit.

Gurame Pecak 


Gurame ukuran sedang dengan sambal diatasnya membuat sajian ini luar biasa perfect. Apalagi sambal yang diracik mengugah selera makan dan menyantapnya lagi dan lagi.

Iga Sambal Mangga


Iga ini diapain juga pasti hasilnya enak banget hehehe. Kali ini sajian Iga dibakar dengan matang ditambah dengan sambal mangga yang segar. Oh rasanya tuh pengen makan iga ini lagi.

Tongseng Kambing


I love the sweet thing. Dan tongseng kambing yang disajikan benar-benar semanis yang dirasakan dan daging kambingnya pun empuk. Jadi tidak ada alasan lain kecuali harus menikmatinya kan.

Dessert

Dessert is always in my list. Pokoknya kalo bagian ini saya selalu exicited banget. Apalagi dessert yang disajikan namanya unik-unik seperti Chocolate Talam Jagung, Es Selendang Mayang dan Colenak.

Chocolate Talam Jagung



Yang terpenting dalam sajian ini adalah cokelat dan jagung. Cokelat sangat dominan dipadu dengan bagian atas yang manis dan berisi jagung dalam adonan. Butuh waktu untuk menerka-nerka dimanakah jagung itu berada.

Es Selendang Mayang 



Es krim hampir saja meleleh karena saya asik memotret dessert ini. Ketika menyuapkan satu sendok teh ke dalam mulut, es krim ini menyatu dengan gula jawa cair. Setelah itu suapan kedua, barulah saya meraasakan perpaduan sempurna antara es, gula jawa dan pacar cina atau lebih seperti dawet teksturnya.

Colenak


Sajian ini hampir membuat saya tertipu. Tebak apa isi bagian bawah? bukan seperti yang dibayangkan sebelumnya, isinya adalah peyuem atau singkong yang difermentasi dan kemudian disajikan sedemekian rupa. Secara personal, saya hanya menikmatinya 60 persen saja, selebihnya saya hanya meringis merasakan rasa asam. Memang saya menghindari jenis peyeum ini dan hanya mencobanya sedikit saja.

Live Music Dan Sajian Lain




Nah kalau malam sabtu berada disekitar semanggi dan ingin dinner dengan suasana Italia atau Eropa bisalah mampir ke Porta Venezian. Masalah harga, all in dinner atau buffet ini biasa dibandrol dengan hanya puluhan ribu saja atau dibawah 100 rb. Wow, harga fantastis namun kelasnya bintang banyak kan.




Informasi Porta Venezia , Aryaduta Semanggi , Jakarta

Alamat Lengkap 
AryaDuta Semanggi
Jl. Garsium Dalam No. 8, Karet Semanggi
Jakarta Selatan 12930

Phone 
+62 21 251 5151

Email 
info.semanggi@aryaduta.com

Website 
www.aryaduta.com

Maps 

Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD


Tahun ini, Hotel Grandzuri BSD City memasuki ulang tahun ke-empat beberapa bulan lalu. Hotel dengan letak strategis di BSD City dan dapat dijangkau dari Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa menit ini patut berbangga, karena merupakan hotel pilihan saat berada di Serpong. Agustus ini, Hotel Grandzuri menyuguhkan sesuatu yang spesial bertajuk "Pesta Rakyat Tujuh Belasan, Kampoeng Tempo Doeloe". Sebuah pesta untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71.

Kampoeng Tempo Doeloe seakan mengingatkan kembali bahwa Indonesia memiliki kekayaan kuliner khas pada jaman dahulu yang kalah tenar dibandingankan jajanan instan yang banyak dijumpai di mini market atau supermarket. 71 Jajanan Pasar Tradisional dan Makanan Tradisional seperti Pecel, Soto, Banjar, gado-gado dan lainnya turut menyemarakan pesta ini. Selain Jajanan Pasar, pesta kali ini turut menghadirkan lomba tujuh belasan bersama seluruh karyawan dan staff Hotel Grandzuri. 

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Meriahnya Lomba Tujuh Belasan 

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Seluruh karyawan dan staff Hotel Grandzuri BSD berbaris rapi mengenakan kaos merah dan celana putih. Bagian depan barisan membawa papan bertuliskan lomba yang akan diikuti sore itu. Wajah sumringah dan penuh semangat seakan menyatakan bahwa kami siap memeriahkan lomba kali ini. Saya termasuk yang turut semangat menyaksikan mereka berlomba. Lombanya pun tak biasa. Sebut saja balon terhimpit, beauty and the beast, slowly bikers, futsal bercorong, kerupuk kuat, pukul balon dan water estafet.

Berkat bujukan pantia lomba, blogger pun ikut memeriahkan acara lomba termasuk saya. Kali ini saya berminat pada pukul balon yang berisi air dan beauty and the beast. Kalau pukul balon berisi air ini sudah biasa dilihat, tapi untuk lomba beauty and the beast baru kali ini saya mendengar atau melihat lomba ini. Penasaran dengan beauty and the beast? Saya juga.

Yang Unik Yang Dilombakan

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Perlombaan Tujuh Belasan ini selalu menarik untuk diikuti, apalagi biasanya lombanya sangat unik seperti panjat pinang, gebuk bantal, dan masih banyak lomba unik lainnya. Saya termasuk pecinta lomba unik, meskipun jarang ikutan setelah dewasa, namun saya menikmati saat yang berlomba menampilkan ekspresi unik, lucu atau bahkan konyol.

Lalu apa saja yang unik menurut saya? Ini dia beberapa lomba unik yang belum pernah saya lihat atau sudah pernah saya lihat namun sangat menghibur.

Futsal Bercorong


bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Perlombaan ini layaknya futsal seperti yang biasa kita lihat, namun yang spesial peserta lomba harus mengunakan corong yang menutup sebagian penglihatan mereka. Lalu bagaimana keseruannya? Iya banyak sekali peserta yang meleset saat mengambil bola dan malah menendang lawan main bahkan kawan sendiri pun ditendang. Permainan hanya cukup beberapa menit dan bagi peserta yang dapat membobol jaring gawang merekalah pemenangnya.

Balon Terhimpit 


bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Sebetulnya saya cukup penasaran dengan lomba satu ini. Apa sebenarnya yang harus dilakukan untuk memenangkan lomba ini? Meletuskan balon dengan jarum? Atau bagaiman? Ternyata dua orang akan berpasangan dan salah satunya duduk dikursi, sementara yang lain akan berlari dan menghimpitkan balon pasanganya sehingga meletus. Wow, menarik sekali lomba yang satu ini. Alhasil, saya dibuat terawa oleh perangai mereka yang unik.

Kerupuk Kuat 

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

"Bang, himpit terus bang krupuknya biar kita menang," ucap seorang wanita berkaos merah.

Sementara seorang pria berbaju rapi berwarna hitam menghimpit krupuk dengan lehernya agar krupuk dapat dimakan oleh pasangannya.

Begitulah suasana lomba krupuk kuat. Lomba makan krupuk berpasangan seperti ini rupanya menarik untuk dilihat. Selain harus dimaikan oleh pria dan wanita atau bisa berpasangan dengan jenis kelamin sama, ternyata kerjasama untuk menghabiskan krupuk sangat dibutuhkan. Pemenang ditentukan berdasarkan kekompakan dan bisa menghabiskan krupuk secara bersama-sama. Menarik bukan?

Beauty & The Beast 


bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Bukan berarti yang ikut lomba ini harus seorang puteri cantik dan pangeran buruk rupa. Kali ini Beauty and the Beast membalikan fakta tersebut. Lomba ini membutuhkan keahlian mendadani seseorang dengan mata tertutup. What? Apa bisa mendandani seseorang dengan mata tertutup? Lomba ini telah membuktikannya, walau hasil dandanan membuat terpingkal-pingkal.

Saya salah seorang peserta, namun bukan saya yang didandani. Sayalah yang mendandani, Bowo, kawan blogger. Keahlian make-up saya diuji. Bukan saja karena harus rapi dan cantik (baca : Pria Cantik), namun harus menarik untuk dipandang mata. Jeng-jeng bukan membuat wajah Bowo menarik, tapi tambah hancur karena make-upnya tidak terlihat dan cenderung tak beraturan. Sementara, pemenangnya memang sangat cucok dan menor bagi seorang pria hahaha.

Kampoeng Tempo Doeloe Dengan 71 Jajanan Pasar 

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Jajanan Pasar menjadi makanan saya saat kecil. Pasar diperempatan jalan, saat pagi selalu menjual aneka jajanan yang mengoda selera. Sebut saja gempolan, bubur sumsum dan bubur candil (biji salak), ketiganya merupakan jajanan kesukaan saya. Gempolan berbentuk bulat berwarna merah kecokelatan dan putih, terbuat dari tepung terigu dan dicampur gula jawa. Sedaangkan untuk penyajiannya sangat nikmat dengan santan. Saya paling suka gempolan. Saat pulang kampung, hal pertama yang saya tanyakan adalah "Gempolannya Ada?".

Kampoeng Tempo Doeloe menghadirkan kembali jajanan pasar kehadapan saya. Tak hanya satu, dua atau 10 macam, namun 71 jajanan pasar dihadikan. Bagai menjelajah masa kecil, Kampoeng ini dapat menawar kerinduan akan kampung halaman nun jauh disana.

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Jajanan pasar yang disajikan sangat beragam dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Saya kenal dengan beberapa macam Jajanan seperti kue gulung, moaci, kue cucur, pastel, puteri ayu, dan masih banyak lainnya. Moaci menjadi salah satu favorite saya. Sebetulnya Moaci ini setahu saya berasal dari Jepang. Mungkin karena dahulu terdapat peninggalan Jepang, salah satunya jajanan ini.

Cara membuat moaci tergolong unik. Tepung beras ketan ditumbuk sehingga membentuk adonan yang lembut dan lengket dan kemudian dibentuk bulat. Setelah berbentuk bulat kemudian ditaburkan tepung sehingga tidak lengket. Moaci tersohor Indonesia berasal dari Sukabumi, namun kini Moaci lebih terkenal berasal dari Semarang.

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Sentuhan Sunda pun hadir dalam Kampoeng Tempo Doeloe melalui Nasi Tutug Oncom. Nasi Tutug Oncom ini berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat. Cara membuatnya pun tergolong spesial karena nasi akan dicampung dengan oncom goreng atau bakar. Tutug dalam bahasa Sunda berarti menumbuk dan proses inilah yang membuat Nasi ini terkenal dengan nama Tutug Oncom. Biasanya Nasi tersebut akan dihidangkan dengan lauk-lauk lain seperti sayur-sayuran, ayam, telur dan daging.

Signature Menu : Nasi Goreng Ugal-ugalan dan Sop Buntut Balado

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Pernah merasakan Nasi Goreng dengan sambal pedas luar biasa? Seperti Maicih yang memiliki level kepedasan, Nasi Goreng Hotel Grandzuri BSD pun demikian. Nasi Goreng ini memiliki 5 level dimulai dari level  Mangstaph, Enak Gila, Nampar, Nampol dan Ugal-Ugalan.

Mulanya saya mencoba dari Mangstaph. Level ini menyajikan pedas yang biasa seperti nasi goreng dengan tambahan satu atau dua sendok cabai. Kemudian rasa ingin tahu membuat saya mencicipi Nasi Goreng Enak Gila. Kali ini lidah saya seperti ditusuk-tusuk oleh jarum karena pedasnya. Tidak berhenti sampai disitu, saya ingin menguji ketahanan pedas saya dengan mencoba level berikutnya. Sepertinya Level Nampar akan menjadi sesuatu yang menampar-nampar lidah saya. Benar saja, satu sendok nasi goreng membuat mata saya merem melek dan menahan pedasnya. Segera saja saya minum air untuk meredam pedas itu.

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Menu berikutnya adalah Sop Buntut Sambal Balado ala Chef Yan Hari. Berbeda dengan Nasi Goreng yang sangat pedas, sambal balado yang tersaji bersama Sop Buntut tidak terlalu pedas dan terasa pas. Kuah sop yang bening dipadu dengan daging buntut yang lembut membuat sajian ini paling saya favoritekan.

Dua menu ini merupakan Signature Menu yang dapat dipesan setiap saat oleh tamu Hotel Grandzuri BSD. Sedangkan Jajanan Pasar hanya akan dijumpai beberapa macam saja setelah HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menikmati Staycation Dengan Bermain Air

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Setelah kenyang dengan sajian Jajanan Pasar dan Signature Menu, saya dan beberapa media dan blogger mendapatkan kesempatan untuk Staycation. Seperti yang diketahui, Grandzuri memiliki fasilitas lengkap seperti fitness/gym center, swimping pool, parkir luas, penjemputan dan beragam fasilitas lainnya.

Kamar yang saya tempati pun lumayan luas dengan fasilitas kamar cukup lengkap. Urusan kamar mandi pun sangat diperhatikan, jadi kalau tidak bawa perlengkapan mandi, Hotel ini telah menyediakannya mulai dari pasta gigi, sikat gigi, sabun, shampoo dan perlengkapan lain.

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Desain kamar memang sangat nyaman untuk istirahat, apalagi terdapat sentuhan artistik sebuah lukisan menambah suasana nyaman seperti dirumah sendiri. It feels like home for me.

Keesokan harinya, untuk mengisi hari, saya dan beberapa kawan blogger pun menikmati hari dengan berenang bersama. Suasana kolam pun sangat ramai hari itu, banyak anak-anak kecil yang turut bermain bersama saya dan kawan-kawan lain.

Hotel Grandzuri BSD selalu menawarkan kemeriahan yang berbeda tiap bulannya, untuk bulan depan pasti temanya akan berbeda dan akan menyajikan kejutan yang berbeda bagi tamunya. We'll see you soon.

Informasi Grand Zuri BSD

Alamat 
Jalan Pahlawan Seribu Kavling Ocean Walk
Blok CBD Lot. 6, BSD City, Serpong
Tangerang Selatan, Banten

Email 
reservation.bsd@grandzuri.com

Telepon
+6221 2940 4955

Website 
http://grandzuri.com/bsdcity

Maps