Melihat Cantiknya Trotoar dan Infrastruktur Pendukung Asian Games 2018


Suatu hari di Jakarta, saya berjalan dari Kemendikbud ke Kawasan Gelora Bung Karno, tempat perhelatan Asian Games 2018 akan segera digelar. Saya mulanya hanya biasa aja melintasi trotoar yang selama ini biasa saya lalui. Tanpa sadar, saya mendapati ada yang baru dari trotoar ini. Rasanya trotoar ini lebih bagus dari sebelumnya. Saya cukup kagum dan menyimpan tanda tanya siapa yang membuat sentuhan perubahan ini untuk beberapa lama. 

Sebagai pejalan kaki yang biasanya menggunakan trotoar untuk melintas dari satu tempat ke tempat lainnya membutuhkan kenyamanan dan keamanan. Saya sering mengalami kesulitan ketika melintas disebuah trotoar yang sempit dan digunakan untuk parkir atau malah digunakan untuk melintas kendaraan bermotor. Rasanya ingin sekali teriak dan mengertak para pelaku yang tidak menghormati pejalan kaki. 

Standar trotoar di Taman Mataram, Blok M. Sangat nyaman untuk dilalui pejalan kaki.
Setelah melihat secara langsung trotoar yang berada di Taman Mataram, seketika itu saya mulai terkesima. Inilah trotoar yang selama ini diidamkan oleh pejalan kaki. Trotoar tersebut sangat luas, dilengkapi dengan jalur khusus untuk disabilitas, rapi dan bisa menyerap air ketika hujan. Bahkan, pembangun trotoar tersebut tidak menebang pepohonan yang tumbuh di sekitar kawasan tersebut sehingga menambah keindahan. 

Saya berkunjung ke Taman Mataram bersama rombongan dari Holcim dan Dinas Bina Marga DKI Jakarta yang sangat concern dengan perbaikan sarana jalan seperti Jalur Busway dan Trotoar di wilayah DKI Jakarta. 

Pembangunan Jalur Busway Super Cepat Dengan SpeedCrete Holcim


Pernah ngga terbayang di benak kita bagaimana bisa jalur busway yang sangat panjang itu dikerjakan dengan cepat tanpa menggangu lalu lintas ketika siang hari dan hanya dikerjakan pada malam hari saja? Pastinya kita tidak akan pernah tahu karena pembuatannya pun sangat cepat bahkan ketika kita tidur dan bermimpi, para pekerja mengerjakan dengan sangat cepat. Ternyata rahasianya terletak pada bahan atau material yang digunakan yaitu produk beton dengan teknologi SpeedCrete dari Holcim. Ultra Fast Track Engineering inilah yang membuat perbaikan jalan hanya dalam waktu hitungan jam yaitu sekitar 8 Jam, sehingga pada saat pagi sudah dapat digunakan kembali.

Perbandingan SpeedCrete dengan produk atau teknologi lainnya adalah pada manajemen lalu lintas, lama waktu pengerjaan,  sumber daya manusia, material dan kualitas yang dihasilkan. Dari segi manajemen lalu lintas, SpeedCrete akan menjamin bahwa pada saat pagi hari tidak akan menganggu lalu lintas sedangkan yang lainnya harus menutup jalan selama beberapa hari untuk pengerjaannya. Dari lama waktu pengerjaan, SpeedCrete cenderung memakan waktu paling lama 8 jam sedangkan yang lain dalam waktu hitungan hari. Sumber daya manusia yang dibutuhkan tentu saja lebih ahli untuk mengoperasikan peralatan pada SpeedCrete, sedangkan lainnya hanya membutuhkan buruh kasar. Material tentu saja SpeedCrete menggunakan Ultra High Strength Concrete dan kualitas yang dihasilkan berdasarkan Performance Base. 


Perbaikan Trotoar Dengan DekoCrete dan ThruCrete Dari Holcim


Taman Mataram merupakan salah satu tempat yang sangat ramah bagi pejalan kaki. Lihat saja sekarang trotoar yang berada dekat dengan pembangunan MRT Jakarta. Sejalan dengan pembangunan lainnya menuju Asian Games 2018, trotoar pun mendapatkan prioritas oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta yang bekerjasama dengan Holcim telah mengerjakan Jalur Busway di sepanjang jalan Jendral Sudirman, MH. Thamrin dan Sisingamangaraja yang kurang lebih panjangnya mencapai 2,55 KM. Selain jalur busway, trotoar pun mendapatkan prioritas yang sama.

Nah, Taman Mataram inilah yang menjadi salah satu yang diperbaiki untuk menyambut Asian Games 2018, selain di kawasan Sudirman tepatnya disepanjang kawasan Gelora Bung Karno. Wah, saya sudah tidak sabar untuk mengunjungi kembali kawasan Gelora Bung Karno, karena sudah lama tidak dibuka untuk umum, hanya beberapa event saja seperti pertandingan sepak bola lalu. 


Lalu teknologi apa saja yang membuat trotoar tersebut menjadi cantik dan sangat ramah bagi pejalan kaki? Yes, teknologi yang digunakan adalah DekoCrete dan ThruCrete dari Holcim. DekoCrete adalah teknologi yang mampu membuat bentuk benton dengan keindahan sesuian dengan kebutuhan salah satunya trotoar. Sedangkan ThruCrete adalah beton berporti yang mampu menyerap air sehingga tidak terjadi kerusakan dan bisa diserap oleh tanah secara lansung, seperti halnya trotoar di kawasan Gelora Bung Karno yang sebentar lagi akan dibuka untuk umum setelah Pembukaan Asian Games 2018. 

Holcim Mortar

Holcim Mortar adalah semen instan untuk aplikasi dinding tertentu, yaitu Pasangan, Plesteran dan Acian. Produk ini sangat mudah digunakan oleh siapa saja bahkan ibu rumah tangga pun dapat menggunakannya karena hanya dicampur antara mortar dengan air sesuai dengan takarannya. Produk ini lumayan membantu dalam rumah tangga dan pengembang terutama untuk proyek yang membutuhkan banyak bahan material terutama untuk interior dan perumahan. 



Pemilihan material yang digunakan untuk Trotoar dan Jalur Busway merupakan pilihan tepat karena sangat berkualitas dan sangat efisien dari segi waktu dan lainnya. Sebagai pejalan kaki, saya menyambut baik perbaikan ini, dan semoga bisa diterapkan diseluruh kawasan DKI Jakarta. Holcim masih menjamin perawatan dan maintenance seusai pembangunan selama 2 tahun, sehingga sangat membantu perawatan terutama trotoar yang sering terjadi kerusakan terutama pada saat musim hujan. 

Fasilitas publik sejatinya bukan hanya tanggung jawab dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta ataupun Holcim, namun merupakan tanggung jawab bersama-sama antara pemerintah, pembangun dan pemakai fasilitas tersebut yaitu masyarakat. 

Gunakan fasilitas publik seperti menggunakan fasilitas yang ada di rumah sendiri sehingga tidak akan mudah rusak ataupun terbengkalai. Seperti biasanya, pekerjaan membangun bisa dilakukan dalam waktu satu hari namun tugas menjaganya adalah berpuluh-puluh tahun bahkan seumur hidup. Yuk, kita jaga trotoar dan fasilitas publik lainnya. 



Holcim Indonesia Untuk Membangun Negeri


Apa yang kamu sudah lakukan untuk negerimu? Apa yang sudah kamu lakukan untuk keluargamu? Apa yang sudah kamu lakukan untuk orang disekelilingmu? Banyak diantara kita yang belum melakukan apapun untuk negeri ini,  keluarga ataupun orang di sekeliling kita. Padahal sepantasnyalah kita membuat bangga dengan prestasi yang diraih entah itu tingkat nasional,  regional,  atau bahkan tingkat yang lebih kecil yaitu RT atau bahkan keluarga.

Membuat bangga bukanlah sebuah pekerjaan semalam,  melainkan membutuhkan dedikasi selama bertahun-tahun bahkan berabad-abad lamanya. Semuanya membutuhkan proses yang tidak mudah,  bahkan harus jatuh bangun atau bahkan bertahan dalam situasi yang sangat tidak menguntungkan. Dalam posisi inilah kesabaran dan daya inovasi diuji. Inovasi adalah kunci untuk terus bertahan dalan segala macam cobaan yang menerpa.

Kita beralih ke bangunan dan fasilitas publik yang kita gunakan setiap hari pun membutuhkan semua aspek tak terkecuali bahan material dan pekerja yang senantiasa membangun selama berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Seperti yang tadi saya bilang,  tidak ada pekerjaan yang dikerjakan dalam satu malam saja melainkan bermalam-malam dengan banyak pekerja. Kita perlu mengapresiasi setiap bangunan dan fasilitas yang telah dikerjakan, apalagi HOLCIM pun telah berperan aktif dalam dalam pembangunan fasilitas publik tersebut. Sebut saja pengerjaan Gelora Bung Karno pun tak lepas dari peran serta HOLCIM. Saya pun patut berbangga.

Rapat Umum Pemegang Saham 2017


HOLCIM merupakan salah satu pemegang peranan penting dalam dunia Semen di Indonesia. Pada Tahun 2017, pada saat industri semen nasional mengalami penurunan dalam hal over capacity dan harga jual,  HOLCIM pun melakukan sejumlah inovasi produk seperti mortar yaitu semen siap pakai yang sangat membantu bukan saja perusahaan pengembang namun juga pemakain skala kecil seperti industri dan rumah tangga.

Dalam hal harga jual memang mengalami penurunan disebabkan menurunnya penyerapan pasokan produk serta persaingan dalam industri yang semakin ketat. Disamping itu,  terjadi pelemahan daya beli masyarakat terhadap beberapa produk properti walaupun angkanya tidak terlalu signifikan.


Seperti halnya perusahaan lain,  HOLCIM pun melakukan program CSR dan inovasi dalam produk terutama yang berbasis aplikasi serta mengedukasi. Tidak banyak perusahaan yang melakukan penjualan produk sekaligus mengedukasi pihak pembelinya.

Apa saja yang dilakukan oleh HOLCIM sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk tetap mendapatkan tempat dihati para pelanggannya? Ini dia program CSRnya yaitu pengembangan pendidikan,  perbaikan fasilitas publik sepert jalan,  dan pengembangan home industry. Program CSR ini salah satunya dilakukan di Cilacap, Jawa Tengah. Program pendidikan ini diselenggarakan dengan pelatihan las kepada sekitar 50 pemuda. Kemudian,  pemgembangan home industri terhadap beberapa rumah dengan mengembangkan produk batik mangrove yaitu batik dengan pewarna alami dari pohon mangrove. Selain itu juga dilakukan perbaikan faslitas publik seperti jalan serta pembangunan rumah tidak layak huni.

Sedangkan Inovasi yang telah dilakukan adalah produk mortar instan untuk aplikasi yang spesifik seperti plesteran,  aciam dan pasangan bata ringan. Holcim Mortar merupakan campuran material yang terdiri dari portland cement (PCC), Pasir dan Admixture. Cukup tambahkan air untuk membuat aplikasi yang konsisten, mudah digunakan untuk hasil dinding yang sempurna.

Pada kesempatan ini juga Holcim memperkenalkan Direktur Penjualan yang baru yaitu Bapak Surindro Kalbu Adi sebagai bagian dari kebutuhan kedepannya.

Sekali lagi,  ditengah gempuran ketidakstabilan industri semen nasional,  Holcim mampu menjawabnya dengan inovasi yang sangat bagus sehingga menjawab kebutuhan pasar. Holcim mampu menjadi pelaku pembangunan di Indonesia serta membuat bangga dengan produknya yang membangun sampai ke pelosok negeri.

So,  apa yang kita lakukan untuk negeri ini? Jawabannya adalah membeli produk dalam negeri yang telah membangun sampai ke pelosok negeri.