Pinjaman Online? Mudah!



Pinjaman online? Mudah! Asal, tahu dan paham syarat-syaratnya.

Akhir-akhir ini sering sekali saya, kalian, dan mereka, membaca ragam artikel tentang pinjaman online. Mendengarnya, memang agak ngeri karena meminjam offline saja sudah bisa membikin kepala pecah (seringnya pemberi pinjaman yang kepalanya pecah karena peminjam jauh lebih galak), apalagi meminjam secara online. Tapi, masih banyak masyarakat Indonesia yang membutuhkan pinjaman (modal) terutama untuk memulai dan/atau mengembangkan usaha, sementara persyaratan dari bank dirasa cukup berat, termasuk harus menyerahkan anggunan dan proses yang lama dalam menghitung nilai anggunan dan jumlah pengajuan pinjaman, sehingga akhirnya pinjaman online menjadi solusi yang Insha Allah solutif.

Permasalahan yang paling sering dihadapi dalam urusan pinjam-meminjam ini adalah proses pengembalian. Secara offline, proses pengembalian dilakukan sesuai jarak waktu dan jangka waktu yang telah ditentukan serta proses pembayaran dapat dilakukan dengan pemotongan gaji dari si peminjam. Meskipun demikian, masih banyak peminjam yang mangkir sehingga meresahkan pemberi pinjaman. Bagaimana dengan pinjaman online? Menurut saya pinjaman online harus 95% didasari oleh kesadaran dari si peminjam terkhusus dalam hal pengembaliannya.

Bagi kalian yang saat ini sedang membutuhkan dana terutama untuk memulai dan/atau mengembangkan usaha, dan sedang berencana untuk melakukan peminjaman online, tahu dan pahami dulu syarat-syaratnya.

Penyelenggara (Pemberi Pinjaman)


Setiap badan usaha yang memberikan pinjaman online, atau perusahaan berbasis financial technology (fintech) haruslah mematuhi dasar hukum yang mengatur tentang pinjaman online yaitu: Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 Tahun 2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 19/12/PBI/2017 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Teknologi Finansial. Sehingga, apabila kalian hendak meminjam uang secara online, cek dulu si pemberi pinjaman ini. Legal atau ilegal? Harus tahu betul apakah penyelenggara fintech tersebut sudah sesuai dengan peraturan yang diatur pemerintah.

Apa saja yang harus dicek?

1. Berbadan usaha (perseroan terbatas, atau koperasi).
2. Warga Negara Indonesia dan/atau badan hukum Indonesia; dan/atau warga negara asing dan/atau badan hukum asing. Kepemilikan saham Penyelenggara oleh warga negara asing dan/atau badan hukum asing ini paling banyak 85%.

Untuk memastikan bahwa penyelenggara fintech itu aman, kalian bisa mengeceknya langsung di situs milik OJK. Mudah bukan? Di situs itu kalian bisa melihat daftar perusahaan yang sudah terdaftar di OJK sehingga tidak perlu was-was memilih dan menentukan penyelenggara fintech yang dipilih. Tentu semua punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. 

Peminjam


Selama para pihak saling mematuhi aturan, saya pikir tidak ada masalah dengan pinjaman online ini. Karena permasalahan timbul apabila peminjam dengan sengaja amnesia membayar kredit/pinjamannya, sementara itu dia menyerahkan nomor telepon orang-orang terdekat, sehingga seringkali kita membaca artikel tentang keluhan orang-orang terdekat yang menerima telepon dari penyelenggara fintech gara-gara si peminjam mangkir dari kewajibannya. Kalau begini kan repot! Si A yang menikmati buahnya, si B, C, dan D yang menelan getahnya.

Bagi kalian yang hendak meminjam online pada fintech pilihan, perhatikan dulu beberapa hal berikut ini:

1. Pastikan kalian mampu membayar kredit pinjaman.
2. Pastikan uang pinjaman digunakan untuk usaha, bukan untuk foya-foya.
3. Pastikan penyelenggara fintech terdaftar di OJK.
4. Pastikan kalian membaca dengan teliti persyaratannya.
5. Pastikan kalian membaca dengan teliti perjanjian kerja samanya.

Saya pikir nomor satu dan nomor tiga itu paling penting diperhatikan. Tolonglah untuk selalu membayar tepat waktu karena pinjaman online ini dasarnya adalah kepercayaan (meskipun bukan selamanya jaminan fidusia). Manapula peminjam sudah dimudahkan dengan persyaratan yang ringan. Ringan? Are you sure? Ya! Syarat umum mengajuka pinjaman online adalah:

1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP).
2. Fotokopi Kartu Keluarga (KK).
3. Fotokopi BPKB Kendaraan (optional).
4. Fotokopi Kartu Kredit (optional).
5. Slip gaji.

Hal-hal yang optional tergantung pada jenis pinjaman online yang dipilih. Kalian bisa memilih jenis-jenis pinjaman online sesuai kebutuhan, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan pinjaman online di https://www.cekaja.com/kredit/pinjaman-online/

Bagaimana, benarkan yang saya tulis di awal? Pinjaman online? Mudah! Asal tahu dan paham syarat-syaratnya. Mudah bagi si peminjam karena persyaratannya ringan serta diproses dalam hitungan jam sampai dengan hitungan hari. Mudah bagi si penyelenggara pinjaman online apabila peminjam tidak mangkir dari kewajibannya membayar pinjaman/kredit alias lancar dalam proses pengembalian. Ibarat sedang berdagang, toko bisa tutup dan gulung tikar kalau terlalu banyak yang berhutang dan amnesia membayar.

Semoga semakin banyak orang Indonesia yang terbantu dengan pinjaman online ini; untuk memulai dan/atau mengembangkan usaha. Amin-kan doooonk :)



Cheers.

Cara Pinjam Uang Online Aman Tanpa Tertipu


Orang yang tidak memiliki hutang adalah orang yang tidak mau berkembang. Pada suatu saat, saya pernah mendengar beberapa orang mengucapkan kalimat ini dengan penuh keyakinan. Sepertinya, kalimat ini mampu menafsirkan tabiat seseorang hanya dari sifatnya berhutang. Mereka beranggapan bahwa orang berhutang adalah mereka yang mau memikirkan masa depan bagi kesinambungan hidup yang lebih cerah. Alasannya adalah semakin banyak uang yang didapat, maka usaha yang mereka bangun akan sangat berkembang dengan uang hasil menghutang. Mulanya saya anggap kalimat itu adalah bualan yang tak bermakna, namun beberapa tahun kemudian setelah saya bertemu dengan banyak wirausahawan terutama dari daerah, maka saya langsung berubah seratus delapan puluh derajat tentang 'Hutang".

Bayangkan saja orang yang memiliki usaha kecil pada awalnya hanya mengandalkan modal usaha seadanyanya. Namun, sejalan dengan banyaknya permintaan maka membutuhkan bahan baku dan berujung pada modal usaha yang harus ditambah. Jika hanya mengandalkan hasil penjualan saja, tentu saja kesempatan mendapatkan konsumen tersebut akan terhambat. Usaha yang berkembang berakhir hanya jalan ditempat bahkan bangkrut karena tidak ada support modal tersebut.


Cara yang paling mudah berhutang adalah melalui kerabat atau keluarga. Jika keluarga dan kerabat pun sudah tidak memiliki uang, maka jalan satu-satunya adalah berhutang kepada pihak ketiga seperti fintech yang sangat marak belakangan ini. Fintech adalah Financial Technology dengan basis online sebagai platformnya. Secara sederhananya adalah meminjam uang secara online dan biasanya melalui aplikasi seperti Uang Teman


Baru-baru ini terdengar kabar bahwa meminjam uang online sangatlah membingungkan, namun sebetulnya tidak seribet yang dibayangkan karena teknologi yang digunakan sangatlah canggih. So, jangan khawatir apabila telah meminjam uang secara online. Prosedur dan segala peraturan sangatlah lengkap tertera di aplikasi yang telah kita instal di smartphone kita. 

Sebetulnya amankah meminjam uang secara online? Karena baru-baru ini telah terjadi banyak penipuan oleh pihak pemberi hutang yang sangatlah menyakinkan dari segi aplikasi dan fitur-fiturnya. Apa yang harus dilakukan sebelum meminjam secara online? Nah, saya akan membagikan cara pinjam uang online aman tanpa tertipu.


Cek Di OJK 

Sebagai penyelenggara jasa keuangan seperti fintech ini dibawah pengawasan OJK (Otorisasi Jasa Keuangan) yang menyetejui dan mengawasi jasa keuangan. Sehingga, apabila  terdapat pemberi hutang kepada nasabah dan melanggar ketentuan dengan fee yang sangat memberatkan, maka laporkan kepada OJK dan Aftech (Asosiasi Fintech Indonesia)

Fee Wajar

Fee atau biasa kita kenal dengan Suku Bunga adalah hal wajar yang dibebankan oleh penyelenggara keuangan tersebut sebagai margin untuk operasional. Apabila fee tersebut sangat memberatkan nasabah, maka pemberi hutang tersebut sangat merugikan dan harus segera dilaporakan baik kepada OJK dan Aftech.


No Illegal 

Praktek keuangan secara illegal dan melanggar hukum juga makin meresahkan, jangan sampai terjerat kedalam praktek ilegal sehingga sangat memberatkan. Sebelum melakukan perjanjian hutang tersebut, sebaiknya dicek terlebih dahulu apakah pemberi hutang tersebut legal atau tidak. 

Edukasi 

Pemberian edukasi terhadap masyarakat tentang fintech dan bisnis yang baik adalah sebuah keharusan. Disamping membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, jaminan keamanan tentang bisnis dan keuangan terutama hutang tersebut juga sangat penting. 


Dalam acara bebrapa waktu lalu tentang "Memahami Bisnis Peer to Peer Lending Cash Loan" dibahas banyak hal terutama pemahaman tentang bisnis, regulasi, keamanan dan aspek-aspek lain yang kini tengah dimatangkan oleh Aftech yang mengacu pada peraturan OJK. Disamping OJK, Aftech juga memiliki tim pengawas independen yang tugasnya mereview segala pelaku bisnis mulai dari aspek-aspek yang basic tersebut.

Data yang telah kita submit pada aplikasi tersebut biasanya bisa disalahgunakan oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Namun, pada acara tersebut ditegaskan bahwa Aftech berusaha untuk memenuhi Code of Conduct sehingga lebih bertanggung jawab dalam menciptakan praktik bisnis yang lebih transparan, layan publik yang aman, nyaman, terpercaya dan industri yang berkelanjutan.

So, ngga akan kapok kan meminjam uang pada jasa keuangan yang telah terpercaya seperti Uang Teman? Kalau aku sih akan pinjam uang untuk mengembangkan usaha kecil-kecilan dan mengembangkan bisnis secara lebih luas lagi. 


Informasi Uang Teman 

Website :
www.uangteman.com

Kontak : 
Ruth Afrita 
ruth.afrita@uangteman.com