Arsip Kategori: Film

Taehan Minguk, Saranghae. Catatan Kecil Seorang Fans Drama Korea

Taehan Minguk, Saranghae. Catatan dari Seorang Fans Drama Korea (Fenomena Idola) Aku adalah penggemar Drakor alias Drama Korea yang boleh dibilang amat sangat addict. Apa saja yang berkaitan dan berhubungan dengan drama Korea baik itu serial terbaru, serial lama, soundtrack-nya bahkan sampai pemainnya pun gak luput dari perhatianku dan eforia kekagumanku. Kalo dipikir-pikir, wajar gak sih

Tips Membuat Konten Video Facebook dan Youtube DiKadalin TV

Hai, guys perkenalkan nama saya Adietya Max Chaviezd, Creator Konten + Editor dari Youtube Channel DIKADALIN TV yang sempat viral di Facebook dengan video tentang daerah Babelan karena jalan rusaknya. Video ini menjadi viral karena dibagikan hingga ribuan kali dari berbagai akun, tapi itu dulu, sekarang alhamdulillah jalannya sudah lumayan bagus.  Untuk melihat video-video Dikadalin TV

Review Film Kingudamu / Kingdom (2019)

Kingudamu / Kingdom (2019) "Bagaimana aku bisa sampai di sini?" tanya Shin. "Pernahkan kamu mendengar kisah tentang seorang raja menggendong budak di punggungnya?" jawab Pangeran Ei Sei sambil terus memperbaiki alas kaki Shin yang terbuat dari tali temali. "Hah, kamu yang menggendongku?" ujar Shin kaget. Itu percakapan setelah Shin tersadar dari pingsannya akibat terkena sumpit beracun

Film Toko Barang Mantan : Semua Barang Mantan Itu Punya Sejarah Dan Kenangan

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Film Toko Barang Mantan

Siapa yang punya mantan lebih dari satu? Hayo jujur deh, berapa banyak jumlah mantan kamu? Dan, apa saja sih barang-barang yang pernah dikasih sama mantan kamu dan masih kamu simpan sampai saat ini? Jujur, dulu pernah punya mantan yang pintar banget dan selalu bikin terpukau dengan wawasannya apalagi semangat untuk belajar, jadilah saya sering ngasih buku. Selain buku, pernah ngasih juga kayak baju gitu, tapi paling sering sih buku.

Dan, masih ingat banget waktu itu saya ulang tahun, dia ngasih kejutan dengan datang ke kantor klien dan ngerayain bareng temen kantor. dan, hadiah yang saya terima waktu itu kemeja. Kalau ngga salah sih, waktu itu masih lembur di kantor klien karena mau ngejar penutupan catatan keuangan. Yah begitulah lika-liku kehidupan sebagai Auditor disebuah kantor akuntan publik di Jakarta.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Film Toko Barang Mantan

Ngobrolin tentang Mantan memang ngga bakalan ada habisnya, apalagi kalau baru putus beberapa bulan lalu dan putusnya karena sesuatu hal yang sepele dan diluar dari nalar. Pasti nyesek dan pengen melupakan mantan begitu saja, nah biasanya barang-barang dari mantan yang punya kenangan baik itu suka maupun duka, bakalan dibuang atau dikasih ke teman-teman. Kenapa ngga dijual aja ke Toko Barang Mantan, iya ditoko ini semua barang dari mantan akan dipajang dengan semua kisahnya. Selain bisa cepat move on, kamu juga bisa meraih pundi-pundi uang dari barang itu. Menyenagkan bukan, kalau barang mantan itu bisa jadi uang? 

Oh iya, Toko Barang Mantan ini merupakan sebuah film yang dibintangi oleh Aktor Reza Rahadian bersama Marsha Timothy. Nah, sebelum lebih lanjut bahas filmnya mendingan kita lihat dulu yuk trailer film besutan Viva Westi ini.



Sedangkan Sinopsinya adalah sebagai berikut : 

Film Toko Barang Mantan bercerita tentang sosok Tristan (Reza Rahadian) seorang pria yang rela berhenti kuliah sarjana hukum bahkan di semester akhir yang tengah disibukkan masa-masa skripsi demi memulai bisnis dengan membuka sebuah toko yang diberi nama Toko Barang Mantan.

Lantaran memiliki karakter yang introvet, Tristan hanya sibuk menjadi pendengar curhatan kisah cinta yang kandas dari orang-orang yang menjual barang ke tokonya.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Film Toko Barang Mantan

Tristan kemudian diceritakan kembali bertemu dengan Laras (Marsha Timohty) sang mantan kekasih saat keduanya masih duduk di bangku SMA. Kedatangan cinta lamanya itu ke Toko Barang Mantan bertujuan untuk menjual cincin pertunangannya.

Usai pertemuan itu, Tristan yang semula bersikap tertutup, menjadi orang yang terbuka dan menceritakan kepada dua sahabatnya Amel dan Rio bahwa dia mulai merasakan benih-benih cinta sejak pertama bertemu Laras di tokonya.

Apakah kisah cinta mereka semasa SMA akan terulang kembali? (Sumber tagar.id)

Cast Pemain 

Reza Rahadian sebagai Tristan
Marsha Timothy sebagai Laras
Iedil Putra sebagai Rio
Dea Panendra sebagai Amel
Roy Marten
Widi Mulia
Fendy Chow
Stella Cornelia

Review Film

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Film Toko Barang Mantan

Secara keseluruhan film ini sungguh menghibur meskipun endingnya masih terkesan dipaksakan karena harus diselesaikan, padahal kalau endingnya bisa dibuat lebih dramatisir lagi, maka akan membuat filmnya lebih menarik lagi. Secara kualitas akting, Reza Rahadian dan Marsha Timothy ini tidak diragukan lagi dan membuat film ini memiliki kesan yang romantis dan sangat beda. 

Dari segi sinematik, film ini sudah sangat bagus, namun memang karena bergenre romantis dan kekinian nuansa ceria dan cerah mendominasi di setiap adegan. 

Overall, Toko Barang Mantan ini wajib ditonton karena mengulang kisah mantan dan barang-barang yang memiliki kenangan bersamanya. Jangan lupa saksikan Film Toko Barang Mantang tanggal 20.02.2020 di seluruh bioskop di Indonesia. 

THE TWO POPES: Sisi Manusiawi Dua Orang Paus

THE TWO POPES: Sisi Manusiawi Dua Orang Paus  Netflix Movie THE TWO POPES  Karena bermain petasan dan meniup terompet katanya dilarang oleh Tuhan, tahun baruan  2020 nanti malam saya habiskan dengan menonton film The Two Popes saja. Ini film bagus. Menunjukkan sisi lain 2 orang paus yang selama ini dikenal berseberangan dalam banyak hal. Sepeninggal Paus Yohanes Paulus II, 115 Kardinal

14 Desember: Mengenang Balas Dendam 47 Ronin dari Ako

Saat Algernon Bertram Freeman- Mitford, Lord Redesdale pertama kali menerbitkan Tales of Old Japan pada tahun 1871, dia menghadirkan kepada para pembacanya salah satu cerita sejarah yang sangat dicintai di Jepang:" Insiden Ako", alias kisah 47 rōnin. Kisah yang berdasarkan kejadian nyata itu dimulai dengan kisah seorang penguasa daimyo di masa feodal Jepang, Asano Naganori/Asano Takumi no

99 Nama Cinta : Ketika Presenter Gosip Bertaubat


Pernah ngga merasakan dalam posisi yang benci tapi jadi rindu dan cinta? Pernah ngga merasakan bahwa akhirnya popularitas dan harta hanya menjadi salah satu tujuan dalam hidup kita? Mungkin kalaupun belum menemukan arti maknanya bisa menonton sebuah film yang di tulis skenarionya oleh Garin Nugroho dan disutradarai oleh Danial Rifky.

Sebagai penikmat film,  saya merasakan bahwa film ini memiliki makna yang sangat luas dan bukan hanya sekedar mengangkat makna religiusnya saja namun mengangkat sisi-sisi humanis dari setiap peran yang ada. Mungkin di Indonesia sangat jarang mengaikatkan antara religius dan populer sekaligus sehingga memunculkan harapan untuk terus menggabungkan keduanya.


Dunia perfilman Indonesia pasti sudah tidak asing lagi dengan Acha Septriasa, pasca melahirkan, 99 Nama Cinta merupakan film pertamanya. Secara akting,  Acha ini sudah tidak diragukan lagi. Apalagi, kali inberadu akting dengan Deva Mahenra,  seorang aktor yang namanya melambung gara-gara sitkom di sebuah televisi swasta di Indonesia.

Deva Mahenra memerankan karakter yang berbeda dari kesehariannya, Seorang Ustadz yang memiliki sisi religius. Namun saya begitu terpukau karena Deva lagi-lagi sangat meyakinkan saya lewat beberapa shalawat dan lantunan ayat suci yang dibacakannya.

Film ini banyak bercerita tentang seluk beluk dunia pertelevisan, terutama sebuah program acara yang diminati oleh masyarakat dan bagaimana cara menjaga rating dan kualitas tayangan. Kita tidak pernah tahu bahwa rating itulah yang menjadi pertimbangan khusus sebuah program acara dilanjutkan atau tidak. Dan,  banyak sekali seluk beluk yang dikupas tuntas.


Dan, tak lengkap rasanya kalau membahas film tanpa tahu sinopsisnya terlebih dahulu. Nah,  ini dia sinopsis yang diambil dari google.com

Hidup dan karier Talia, seorang presenter sekaligus produser acara gosip yang sedang melejit di dunia infotainment, mendadak berubah drastis saat bertemu Kiblat, seorang ustaz muda yang muncul di kantornya untuk memberikan pelajaran agama kepada Talia atas kehendak almarhum ayah Talia kepada Kiblat sebagai hutang budi. Sejak pertemuan itu, karier Talia merosot jatuh gara-gara kesalahan kecil, tapi tak disangka, Kiblat lah yang membantunya bangkit dari keterpurukannya. Kedekatannya dengan Kiblat menimbulkan getar-getar cinta dalam hati Talia yang selama ini terasa kosong. Namun, semuanya buyar ketika mendengar gosip bahwa Kiblat hendak dijodohkan dengan Husna, seorang pengajar baru di pesantren milik keluarga Kiblat. Mampukah Talia memenangkan hati Kiblat?

Oh iya, dan inilah trailer film 99 Nama Cinta.


Bagaimana dengan Filmnya? Secara keseluruhan,  filmnya bagus. Jalan ceritanya cukup bagus dengan beberapa kejutan ditambah aktingnya pemainya yang bagus sesuai peran. Namun, memang lagi-lagi hanya dikendala teknis saja seperti kualitas gambar yang masih bisa ditingkatkan setara dengan film di ASEAN seperti Thailand misalnya.

Secara pribadi, film dengan genre religius dan populer seperti ini harus diperbanyak ditengah banyaknya film dengan tema misteri dan horor.

Selamat Datang Di Negara The Republik Panas Dalam, Cerita Dari Koboy Kampus


Apa sih yang kamu lakuin pada saat di kampus? Masa-masa dulu itu penuh dengan kenangan dan tidak bakal terulang sampai kapanpun. Kalau saya dulu termasuk golongan aktif organisasi dan kenal banyak komunitas. Salah komunitas yang saya ikuti sampai semester akhir adalah paduan suara dan IMPP (Salah satu ikatan mahasiswa daerah).

"Enak ngga kuliah?"

Beberapa orang yang kurang beruntung dan hanya sampai bangku SMA sering menanyakan hal ini pada saya.

"Ada enak ada enggaknya."

"Enaknya?"

"Bisa bebas memilih apapun yang disukai termasuk mata kuliah dan dosennya."

"Enggak enaknya?"

"Semuanya serba dituntut bagus dan harus lulus tepat waktu."

Kehidupan kampus inilah yang menginspirasi film Koboy Kampus. Sebuah film tentang kampus, tepatnya tentang Pidi Baiq. Siapa yang tak mengenal Pidi Baiq? Penulis buku Dilan 1990 ini sangat fenomenal dan karyanya meledak dipasaran. Bukan hanya buku,  namun filmnya juga sangat di gemari oleh masyarakat Indonesia pada umumnya.

Nah,  ada baiknya kita menonton trailer filmnya terlebih dahulu.


Sinopsisnya secara garis besar adalah cerita tentang Pidi Baiq pada masa kuliahnya di Fakultas Seni Rupa ITB. Di mana pada saat itu Pidi (Jason Ranti) dan teman-temannya Ninuk (Ricky Harun), Deni (Bisma Karisma), Erwin (David John Schaap) dan Dikdik (Miqdad Auddasy) mendirikan sebuah negara sendiri yang bernama "Negara Kesatuan Republik The Panasdalam".

Film ini dikemas dengan bahasa yang ringan, unik, penuh candaan khas tahun 1990-an, mengangkat problematika masa kuliah dan kisah cinta yang diwarnai lagu-lagu segar dari The Panasdalam Bank.


Secara keseluruhan, filmnya sangat menarik karena berhubungan dengan dunia kampus dan pada masa sekitar 1990-an akhir dengan bumbu jokes yag sangat kental. Apalagi pada masa tersebut mahasiswa dipandang sebagai agen perubahan dan sebagai kepanjangan dari aspirasi masyarakat.


Nah, siapa yang pengen mengenang semua kehidupan kampus dan kisah suka dukanya bisa mulai menonton dari tanggal 25 Juli 2019 di seluruh bioskop kesayangan kamu di seluruh Indonesia.

Cast:

Jason Ranti as Pidiq

Ricky Harun as Ninuk

Bisma Karisma as Deni

David John Schaap as Erwin

Migdad Addausy as Dikdik

Steffi Zamora,

Danilla Riyadi,

Vienny JKT48 as Viny

Christi Colondam,

Jennifer Lepas,

Anfa Safitri

Produser:

Budi Ismanto, Muhammad Soufan (munna), M. Nolizamo

Sutradara:

Pidi Baiq, Tubagus Deddy

Penulis:

Pidi Baiq, Tubagus Deddy

Produksi:

69 Production & MNC Pictures



Blusukan Di Negeri Kincir Angin

Blusukan Di Negeri Kincir Angin buku film Negeri Van Oranje

Novel Negeri Van Oranje

Judul: Negeri Van Oranje
Penulis: 
Wahyuningrat, Adept Widiarsa, 
Annisa Rijadi, Rizki Pandu Permana
Penerbit: Bentang Pustaka
Kota Terbit: Bandung
Tahun Terbit: Cetakan 6, 2015
Deskripsi Fisik: 576 halaman
ISBN: 97860229100367

Setiap manusia tidak pernah tahu takdir yang membawa mereka ke tempat yang baru. Kemudahan di tengah kesulitan terkadang hadir tanpa disangka. Banjar, Wicak, Daus, Geri
dan Lintang adalah lima mahasiswa Indonesia yang ditakdirkan bertemu saat cuaca dingin menghampiri Amersfoort, sebuah kota di provinsi Utrecht, Belanda.

Latar belakang mereka untuk bersekolah di negeri Belanda penuh dengan kontroversi. Banjar adalah seorang lulusan institut teknik ternama di Bandung yang meninggalkan kemapanan hidup sosialita Jakarta. Wicak merupakan sang aktivis Illegal Logging karena penelitiannya ‘diekstradisi’ ke kantor pusat di Belanda. Daus adalah seorang pegawai negeri sipil golongan III/a Kementerian Agama yang memilih sekolah ke Belanda mengambil program Human Rights Law. Lintang, dengan bekal polis asuransi atas namanya, bertekad mengambil program di bidang European Studies. Kemudian, Geri adalah seorang anak juragan bus antar kota dengan saldo tabungan Euronya menyaingi pemenang “Who Wants to be a Millionaire” yang menetap di Belanda sejak kuliah Strata 1.

Alur cerita dalam buku ini sangat sederhana dan mudah ditebak. Penulis lebih menitikberatkan setting tempat dari setiap adegan dalam cerita. Merangkum kemegahan dan keindahan di setiap sudut kota Belanda menjadi ciri khas yang wajib dimiliki oleh setiap penulis. 

Raden Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Annisa Rijadi, dan Rizki Pandu Permana, yang merupakan penulis buku ini, berhasil menggambarkan apa yang ada di bayangan pembaca tentang negeri Belanda. Pembaca akan terkesima dengan kehidupan mahasiswa di negeri kincir angin tersebut. 

Novel Negeri Van Oranje ditulis dengan alur cerita yang mengalir apik dan bahasa yang ringan. Pembaca juga akan dibuat tergelak beberapa kali dengan bumbu humor yang disisipkan penulis. Penyelipan bahasa Belanda dalam setiap percakapan para tokohnya menjadi nilai tambah sekaligus pengetahuan dalam buku ini. Kehadiran footnote dirasa bermanfaat dengan tips dan trik menarik dalam kemasan yang sederhana.

Membaca buku ini juga seperti sedang bernostalgia di era chattingVoice Over Internet Protocol (VOIP), dan blog yang digunakan oleh sesama mahasiswa Indonesia untuk saling berkomunikasi lewat internet di era tahun 2000-an. Biasanya mahasiswa Indonesia akan takjub dengan kecepatan akses internet di Belanda. Saat komputer baru saja dinyalakan dan tersambung dengan internet, mereka tidak perlu menunggu lama untuk mengunggah dokumen atau berkomunikasi seharian penuh. 

Novel ini memuat banyak informasi dan panduan bagi mahasiswa atau calon mahasiswa yang akan melanjutkan studinya di Belanda. Penulis dengan jelas menuliskan tentang pengurusan administrasi kampus, cara menggunakan transportasi umum, hingga rekomendasi tempat berlibur di sela kesibukan kuliah. 

Negeri Van Oranje juga telah hadir dalam versi layar lebar yang telah rilis dari tanggal 23 Desember 2015 lalu. 

Peresensi Krishna Pandu Pradana 
MK Edisi Januari 2016 Volume XI / NO. 100

Blusukan Di Negeri Kincir Angin buku film Negeri Van Oranje

***

Film Negeri Van Oranje

Film Negeri Van Oranje mendapat rating 7,4/10 dalam halaman IMDb. IMDb (Internet Movie Database) adalah sebuah basis data daring informasi yang berkaitan dengan film, acara televisi, video rumahan, dan permainan video, dan acara internet, termasuk daftar pemeran, biografi kru produksi dan personil, ringkasan plot, trivia, dan ulasan serta penilaian oleh penggemar. 

Mengenai film yang disutradarai oleh Endri Pelita ini banyak menerima review positif terutama soal tampilan visual film yang indah, pujian ini tentunya tertuju kepada Yoyok Budi Santoso yang bertindak sebagai Sinematografer / Cinematographer atau DoP atau DP (Director of Photography)  dalam film Negeri Van Oranje. Yoyok Budi Santoso sudah terlibat dalam banyak film dengan hasil visual yang indah.

Alur cerita film Negeri Van Oranje bergerak mundur (flashback), gaya penceritaan ini membuatnya seru dan menarik. Menyenangkan melihat bagaimana film ini menggambarkan persahabatan mereka yang dipermanis dengan hadirnya seorang Lintang.

Kualitas akting kelima tokoh bersinergi dalam chemistry yang baik. Para aktor berhasil mendalami kepribadian peran, merekalah nyawa yang menghidupkan film ini sehingga tidak mudah ditebak. Dengan sentuhan jokes dan twists yang natural dan pas.

Soal musik yang asik dalam film ini menjadi tanggung jawab Yarriya Bahriah Safara dan performance Wizzy Wiliana. Film ini juga banyak diisi dengan denting piano dan alunan biola yang manis. 

Kesimpulannya, baik novel dan filmnya cukup baik untuk dinikmati.

Salam


Koki-Koki Cilik 2 : Film Yang Menyatukan Keluarga


Pernah ngga nonton film bareng keluarga mulai dari yang kecil sampai kakek nenek pun menonton film yang sama? Saya kira jarang sekali kita mendapatkan momen seperti ini. Apalagi saat ini film keluarga itu sangatlah jarang bahkan hampir bisa dihitung dengan jari. Dan,  pastinya hitungan kita tidak sampai pada jari ke sembilan atau ke sepuluh. Film yang saya maksud adalah film keluarga Indonesia seperti dahulu ada "Petualangan Sherina".

Anak-anak pun butuh hiburan yang membuat dirinya merasa terhibur dan mendapatkan pembelajaran yang mungkin orang tua sulit lakukan. Dengan film,  anak-anak mampu menangkap adegan dan melatih kemampuan menangkap momen dan kejadian yang tidak dilihatnya di kehidupan sehari-hari.

Saya senang sekali dengan kemunculan film koki-koki cilik 2 ini. Saya patut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya bagi MNC Pictures yang selama ini konsisten menelurkan banyak film keluarga yang dapat diterima oleh semua pihak. Jarang sekali terdapat film yang mampu merangkul seluruh anggota keluarga. Kalau saya pastinya akan mengajak keponakan saya Syafira yang kini akan masuk Taman Kanak-Kanak.

Sebelum masuk kedalam review saya,  tidak ada salahnya kita mendapatkan gambaran dari sinopsisnya.

Koki-Koki Cilik 2 merupakan film drama keluarga yang disutradarai oleh Viva Westi. Libur telah tiba artinya Cooking Camp akan kembali dibuka. Bima, Alfa, Kevin, Niki, Mely dan Key datang ke camp dengan niat reuni malah dikejutkan bahwa camp sudah tutup. Ini semua berawal dari omongan Evan, mantan Chef terkenal, yang meragukan kredibilitas Grant sebagai pengajar di camp. Sementara keluarga besar Pak Malik ingin menjual lahan camp. Grant yang terpuruk kemudian dihibur anak-anak agar mau membuka Cooking Camp lagi. Mereka mempunyai ide untuk menjual makanan di food truck agar bisa mengumpulkan modal camp.



Usaha mereka dibantu oleh Tante Adel dan Adit, keponakan Adel yang lucu sekaligus pemurung sejak kematian Mamanya. Konflik bermunculan ketika menjual makanan tidak segampang yang mereka kira. Ditambah sandwich buatan Adit dituduh hasil jiplakan restoran yang dikelola oleh Evan yang ternyata adalah alumni Cooking Camp angkatan pertama. Kini anak-anak harus bersatu dan bekerja keras untuk mempertahankan Cooking Camp.

Menurut saya, film ini membuktikan bahwa film keluarga sangatlah dinantikan oleh penonton Indonesia yang mayoritas memiliki anak dan keluarga besar yang memiliki sanak saudara yang banyak. Bagi saya inilah film Indonesia yang memiliki pesan sangat mendalam tentang cita-cita anak yang harus mendapatkan prioritas dari orang tua. Jangan sampai cita-cita ini hilang digantikan oleh ego orang tua yang menjadi boomerang bagi anaknya nanti.

Film keluarga di Indonesia sangatlah sedikit. Maka dari itu,  kita membutuhkan film seperti ini untuk menumbuhkan kreativitas dan hiburan bagi anak-anak diseluruh Indonesia.

Siapkah kamu menonton koki-koki cilik 2 yang sudah tayang di seluruh bioskop di Indonesia? Yuk ajak seluruh teman,  sahabat,  orang tua,  om tante,  kakek nenek dan seluruh warga di sekitarnya untuk nonton bareng.