Special Victims Unit


Kenapa saya sangat menyukai serial kriminal? Karena dari serial kriminal saya jadi paham tentang sistem peradilan antara Eropa Kontinental dan Anglo Saxon. Indonesia menganut sistem Eropa Kontinental, ditambah dengan sistem hukum adat dan hukum agama (Syariat Islam). Penerapan sistem hukum tergantung kepada kasus atau sengketa yang dihadapi oleh masyarakat, sehingga tidak semua kasus atau sengketa baik pidana maupun perdata diselesaikan berdasarkan KUHP, KUHPerdata, dan undang-undang khusus yang mengatur. Misalnya, sengketa batas-batas tanah di perkampungan bisa saja diselesaikan menggunakan hukum adat. Atau, sengketa warisan bisa saja diselesaikan menggunakan KUHPerdata, Hukum Waris Islam, maupun Hukum Adat.

Baca Juga: Pariwisata Nusantara

Sayang ya, kali ini saya tidak membahas tentang ilmu akademik yang dipelajari di bangku kuliah itu.  Dan memang hampir tidak pernah saya membahas masalah hukum hahaha. #SabtuReview, mari kembali membahas serial kriminal. Salah satu yang saya sukai yaitu Law and Order. Bagi kalian yang pernah atau bahkan sering menonton serial ini pasti tahu betul pembukaannya yang unik itu. Salah satunya pembukaannya seperti kalimat berikut ini:

Dalam sistem peradilan pidana, pelanggaran seksual dianggap sangat keji, di Kota New York, Detektif yang berdedikasi yang menyelidiki kejahatan keji ini adalah anggota pasukan elit, dikenal sebagai Unit Korban Khusus.

Inilah kisah mereka.



Law and Order, siapa yang belum pernah menontonnya? Saya pikir serial ini termasuk serial kriminal paling lama bertahan di industri serial televisi. Dua anak Law and Order yang paling sering saya tonton adalah Special Victim Unit (SVU) dan Criminal Intent. Ya benar, pembukaan di atas merupakan pembukaan SVU (Unit Korban Khusus). Baru-baru ini, setelah tahu akhir dari Castle yang mengenaskan dan mengecewakan itu, saya membongkar dua serial yaitu Constantine dan SVU. Belum ada perkembangan season dari Constantine dan para iblis selain jangan pernah menghadapi iblis dengan perut kosong. Haha. Tapi saya terkejut melihat SVU. Season 20! Are you kidding me? SVU bisa jadi serial kriminal sepanjang masa! Ditinggal nonton televisi sekian tahun, sudah Season 20 saja.

Mari kita simak seperti apa SVU dari Law and Order ini.

SVU


Dulu saya tidak ngeh kalau SVU dan Criminal Intent merupakan anak dari Law and Order karena yang saya tahu ya sudah itu Law and Order! Lama-kelamaan melihat adanya spesifikasi kasus yang ditangani oleh para polisi ini. Lebih lengkap tentang SVU silahkan baca informasi dari Wikipedia. SVU juga dibikin oleh Dick Wolf dan di'serahkan' kepada NBC untuk disiarkan. Sejak pertama disiarkan September 1999 sampai tahun 2018, sudah ada dua puluh season yang bisa kita nikmati. Angka dua puluh ini tidak main-main ya. The Mentalist saja hanya punya tujuh season dan Castle punya sembilan season.


Sejak awal menonton sampai sekarang, anggota SVU mengalami bongkar pasang, dan berakhir pada mereka-mereka ini juga. Elliot Stabler (diperankan oleh Christopher Meloni) hanya bertahan sampai Season 12, padahal saya suka juga sama perannya. Berikut, mereka-mereka yang masih bertahan di Season 20: Mariska Hargitay (sebagai Olivia Benson), Kelli Gidish (sebagai Amanda Rollins), Ice-T (sebagai Odafin Tutuola), Peter Scanavino (sebagai Dominick Carisi Jr.), dan Philip Winchester (sebagai Peter Stone). Peter Stone adalah jaksa.

Kejahatan Seksual dan Kejahatan Terhadap Anak


Meskipun SVU dideskripsikan sebagai tim yang mengurusi kejahatan seksual, tapi sepanjang saya menontonnya tidak selamanya hanya kejahatan seksual. Ya, karena episode-episodenya banyak bercerita tentang kejahatan seksual, kejahatan terhadap anak, pun termasuk kejahatan seksual terhadap anak. Ada kisah seorang ibu yang tega membunuh suami dan dua anaknya karena berpikir dengan membunuh maka dia membebaskan mereka dari kehidupan dunia yang kejam ini. Ibu macam apaaaaaaa yang tega macam begitu.

Mengikuti Perkembangan Zaman


Menariknya, SVU yang dimulai tahun 1999 hingga Season 20 pada tahun 2018, selalu mengikuti perkembangan zaman. Iya laaaah! Tapi tetap ya, yang namanya polisi dengan kegiatan investigasi dan interogasi, notes a la polisi itu tetap ada, meskipun mereka sudah pakai tablet misalnya. Kalau dulu gawainya masih yang biasa saja, sekarang sudah pakai Android dan/atau iOS. Keren lah! Perkembangan zaman ini juga diikuti dengan perkembangan karir. Olivia Benson, misalnya, Season 1 sampai Season 15 dia dikenal sebagai detektif, Season 15 sampai Season 17 sebagai Sersan, sedangkan Season 17 sampai Season 20 dikenal sebagai Letnan.

Pembuka Yang Sama


Ini yang juga saya suka dari SVU dan anak Law and Order lainnya. Pembuka yang sama. Mulai dari deskripsi singkat, musik, hingga slide foto-foto yang ditampilkan. Sama! Ibarat makanan, cita rasa serial kriminal yang satu ini tidak berubah sedikit pun. Meskipun pengembangan skenarionya lumayan mengejutkan dengan twist plot di sana sini.

Selalu Punya Kisah Seru


Menonton serial ini, meskipun tidak mengikuti tapi menonton semua season-nya, cukup menjadi patokan penilaian bahwa serial ini selalu punya kisah seru. Bedanya di Season 20, setiap episodenya itu unik karena selalu ada twist plot dan kisah-kisah yang tidak biasa. Ambil contoh Episode 1 Season 20 yang berjudul: Man Up. Bagaimana susahnya pekerjaan tim SVU ketika bocah yang mengalami sexually assaulted (pelecehan secara seksual) oleh ayah kandugnya menolak bekerja sama. Si bocah terlalu takut mengakui sehingga ketika kasus ini sampai di pengadilan pun si pelaku kejahatan diputuskan bebas. Semua orang yang membantunya memang kecewa, tapi si bocah kemudian menembaki teman-teman satu sekolahnya. Totally brutal.

Si bocah di tangkap, kasus berlanjut pada Episode 2: Man Down, ketika si bocah sudah berada di dalam penjara. Detektif kembali bekerja dan akhirnya si ayah ditahan.

Bagaimana Dick Wolf begitu jago meracik cerita sehingga penonton mengelus dada dan memaki, itu luar biasa. Ya siapa sih yang tidak kesal pada si bocah? Dia korban pelecehan seksual (disodomi paksa oleh ayah kandungnya) hanya karena ketidakmampuannya menembaki seekor kelinci saat keluarga itu pergi berburu! Tapi dia bersikap melindungi si ayah karena ketakutan yang luar biasa terhadap pemimpin keluarga yang otoriter itu. Duh, ini benar-benar pelajaran bagi orangtua ya. Karena, biasanya penjahat itu bisa datang dari keluarga kita sendiri; orangtua, paman, bibi, kakak, sepupu, dan lainnya.


Jadi demikian SVU yang tetap mempertahankan ciri khasnya tetapi selalu mengikuti perkembangan zaman. Termasuk, perkembangan bodi Olivia Benson yang semakin mekar dan diceritakan dia selalu ngos-ngosan alias tidak bisa mengejar penjahat sehingga harus punya program khusus untuk olahraga/diet. Wah, bagus kan ya. Realita hahaha.

Baca Juga: The Kings

Bagaimana dengan kalian, kawan? Kalau pengen mengisi waktu puasa, boleh juga menonton serial kriminal yang satu ini. Adegan ranjang nyaris tidak ada, kalaupun ada tidak vulgar dan tidaklah sampai seperti Game of Thrones. Haha. Selamat menikmati akhir pekan, kawan.




Cheers.

Searching


Sebenarnya saya sudah sangat ingin menulis tentang Shutter Island, sebuah filem thriller yang diperankan oleh Leonardo Di Caprio, Mark Ruffalo, dan Ben Kingsley. Rasa gatal untuk menulisnya sampai tidak tertahankan dan meninggalkan ruam ganas. Namun, setelah menonton Searching, yang menurut saya juga sebuah filem thriller, saya pikir Shutter Island bisa menunggu dan kembali masuk dalam bucket list's review. Sementara Searching tidak bisa menunggu. Karena, jika terlambat, the missing girl could be dead.

Baca Juga: Nostalgia Alanis

Menggaruk demi memuaskan rasa gatal akan Shutter Island ... nanti. Sekarang mari kita simak seperti apa rupa Searching ini.

About Searching 


Searching adalah filem (drama) thriller yang diperankan oleh tiga pemeran utama yaitu John Cho sebagai David Kim, Michelle La sebagai Margot Kim, dan Debra Messing sebagai detektif Rosemary Vick. Filem yang dirilis komersil pada Agustus 2018 ini disutradarai oleh Aneesh Chaganty. Konon, filem ber-budget 1 Juta Dollar ini meraup keuntungan berlipat ganda yaitu 75,5 Juta Dollar. It's a wow! Keadaan itu yang menjadikan Searching salah satu box office yang patut diperhitungkan pada tahun 2018. Sekadar informasi bahwa sebuah filem dikatakan box office apabila keuntungan yang diraup melebihi biaya produksi.

Overview


Semoga ini tidak dianggap spoiler hahaha. 

Kisah Searching dibangun dari kehidupan rumah tangga David Kim, saat isterinya yaitu Pam masih hidup, bersama puteri mereka yang bernama Margot. Hampir semua momen kehidupan keluarga David Kim disimpan dalam bentuk foto dan video. Mulai dari saat Margot mulai duduk di bangku sekolah dari tahun ke tahun, Margot mulai mengenal alat musik piano dan membantu Pam memasak, saat David memperkenalkan Pokemon pada Margot, hingga Pam terserang kanker dan dirawat di rumah sakit dan meninggal dunia. Kesemuanya itu disimpan di sebuah komputer jadul yang masih memakai Widows XP. Ya, siapa pun yang pernah memakai Windows XP pasti kenal betul background dan bentuknya. Mulai dari user komputer itu hanya David seorang, hingga ditambah dua user lainnya yaitu Pam dan Margot. 



Setelah Pam meninggal, praktis David hanya tinggal bersama Kim, sesekali mengontak saudaranya yang bernama Peter Kim (diperankan oleh Joseph Lee). Kronologisnya adalah Margot telah masuk SMA dan masih kursus piano, life must go on, sementara David yang berusaha menjadi ayah yang baik bagi Margot masih 'hidup' bersama kenangannya tentang Pam melalui foto dan video keluarga mereka.

Suatu hari, selepas menghubungi Margot melalui FaceTime saat Margot sedang belajar kelompok di rumah salah seorang temannya, mengingatkan Margot akan sampah yang belum dibuang, David kehilangan kontak dengan Margot. Dia bingung, ke mana kah anaknya itu? Semua pesan chat tidak dibalas. Dihubungi di FaceTime pun tidak diterima. Nalurinya mengatakan ada yang salah, tapi dia masih menahan diri untuk tidak melaporkan pada pihak yang berwajib. Sampai 24 jam kemudian, David pun melaporkan kepada pihak kepolisian San Jose, California, tentang orang hilang. Dia kemudian menerima telepon dari seorang perempuan yaitu detektif Rosemary Vick. Si detektif meminta semua data Margot pada David demi menemukan puteri semata wayang David-Pam itu.


Siapa sangka ... jawabannya justru ada pada MacBook milik Margot yang ditinggal di rumah.

It's About Technology


Searching benar-benar filem tentang teknologi masa kini yang sehari-hari bersentuhan dengan umat manusia, dengan kita. Filem ini 90% didominasi oleh layar komputer tempat David berinteraksi dengan Margot, Peter, detektif Vick, hingga orang-orang yang disangkakan punya kaitan dengan hilangnya Margot. Saat David membuka MacBook milik Margot pun, saya langsung teringat pada tata cara pemulihan password. Untungnya e-mail yang digunakan Margot untuk mengembalikan akunnya bila melupakan password adalah e-mail milik Pam. Tentunya David tahu persis password e-mail milik Pam itu.


Dari situ, David mulai mengeksplor isi MacBook tersebut. Memasuki akun-akun media sosial milik Margot seperti Facebook, Instagram, Tumblr, hingga layanan video YouCast. Saat David mencoba daring di YouCast, dia ditonton oleh sebuah akun yaitu fish_n_chips yang langsung luring seketika. Ternyata, semua video di YouCast dapat disimpan. Gara-gara itu David jadi tahu bahwa Margot pun menyimpan semua video YouCast-nya.


Sementara itu, di e-mail, David menerima tawaran dari MemorialOne, sebuah situs yang menawarkan untuk menyiarkan pemakaman dalam bentuk video dan foto dari orang yang meninggal tersebut. Setelah akhirnya orang yang mengaku telah membunuh Margot bunuh diri, David mengunggah semua video dan foto Margot ke YouCast.

Ah, filem ini benar-benar tentang teknologi hahaha.

So Many Suspect


Sejak awal Margot hilang, terlalu banyak tersangka yang memenuhi benak penonton. Mulai dari teman-teman Margot yang ternyata begitu itu, teman lelaki yang bikin David meradang, adik David si Peter yang saya curigai sengaja membunuh Margot karena kuatir 'hubungan asmara' mereka terbongkar dan ternyata oh nooooo, hingga Hannah alias fish_n_chips yang ternyata akun palsu. 

Twist Plot


Ini yang sungguh ausam dari Searching. Twist plot! Hadir di akhir cerita, twist plot Searching sungguh tak terduga. Lahir dari wajah Hannah si fish_n_chips di YouCast yang ternyata sama dengan wajah ambassador MemorialOne. Oh, ampun, sampai di sini saya berpikir Hannah lah yang membunuh Margot. Bersemangat, David menghubungi kepolisian untuk melapor temuannya pada detektif Vick. Ternyata detektif Vick hanyalah seorang volunteer yang mengajukan dirinya untuk turut menangani kasus hilangnya Margot.

Trada ...

Ah ... tidak semudah itu menebak, kawan. It's not just about detektif Vick.


Pada akhirnya saya harus angkat topi untuk Aneesh Chaganty dan Sev Ohanian yang menulis filem ini. Otak mereka canggih betul. Dan apabila kalian bingung menentukan akhir cerita ini hanya berdasarkan review ini, artinya saya berhasil membikin kalian bingung sebingung saya sendiri saat menontonnya haha. 

Bila kalian mencari filem yang bisa membikin akhir minggu menjadi rada gimanaaa gitu, tonton Searching sekarang juga!


Cheers.

Double Ending


Bagi para penikmat filem, menonton filem merupakan proses otak turut bekerja untuk terlebih dahulu menyelesaikan kisah dari filem yang ditonton. Menebak. Itu kata sederhananya. Selama kita belum menonton trailer dan membaca review-nya terlebih dahulu. Menonton Fight Club, misalnya, otak saya bekerja keras menebak akhir filem tersebut, yang kemudian ditampar twist ending yang bikin melongo. Atau, saat saya menonton The Sixth Sense, sama rasanya saat ditampar dari twist ending Fight Club. Ah, ya, sama dengan menit-menit pertama menonton Split.

Baca Juga: Relikui Kematian #2

Kadang-kadang kita bakal bilang: tuuuuh kaaaan benar kah tebakan saya, ketika tebakan kita sama dengan adegan berikutnya dan/atau akhir filem yang bersangkutan. Pernahkah tebakan kalian diamini oleh akhir sebuah filem? Saya pernah. Tapi seringnya gagal. Haha. Saat menonton Train to Bussan dan Ia am Legend, misalnya, tebakan saya tentang pemeran utama yang selalu selamat alias tidak mati ... salah total. Duh, stigma pemeran utama selalu selamat nampaknya memang harus dihapuskan dari otak saya.

Filem-filem twist ending memang harus diakui super keren. Angkat jempol. Benar-benar menguras otak saat menontonnya dan membikin melongo pada ending-nya.

Tapi ... bagaimana perasaan kita ketika tahu bahwa filem favorit kita ternyata double ending? Lantas muncul pertanyaan, kenapa filem yang ditonton sebelumnya (bioskop) berbeda ending dengan yang ditonton ulang lewat DVD? Atau, bagaimana bisa filem yang sama, yang disedot gratisan tapi beda waktu dan sumber penyedotan, kemudian berbeda ending?

Double Ending


Double ending di sini dimaksudkan untuk filem-filem yang ternyata punya alternatif lain sebagai penutup cerita. Pertama kali tahu soal ini dari sebuah perdebatan panjang bersama teman sekolah saya Penny Kamadjaja. Penny bercerita tentang akhir sebuah filem yang dia tonton di bioskop. Jelas saya membantah karena akhir dari filem yang sama, yang saya tonton di DVD, berbeda dari yang dia ceritakan. Perdebatan panjang tidak dapat dihindari. Kami nyaris menggunakan ilmu silat demi membela harga diri. 

Ternyata, kami sama-sama benar.

Memang Ada!


Double ending memang ada. Alternatif yang sengaja disediakan oleh pembuat filemnya. Alternatif ini umumnya hanya satu (jadi ada dua jenis ending saja) tapi kadang-kadang tiga. Kenapa ada double ending ini tidak terlepas dari penonton-responden. Semacam uji coba dari sebuah filem. Tanggapan responden inilah yang menjadi acuan apakah ending perlu diubah atau tidak. Asyik banget kalau begitu jadi responden ya haha.

Baca Juga: Survival Movies

Kali ini saya hanya akan membahas satu filem yang pernah saya tonton, yang punya double ending atau punya lebih dari satu alternatif ending. Filem itu berjudul I am Legend.

Mari kita cek.

I am Legend


Pertama menonton I am Legend yang diperankan oleh Will Smith ini jelas bukan di bioskop. Karena kalau kalian membaca pos Mereview Filem (dan Buku), sudah dijelaskan mengapa saya sering me-review filem lama. Pertama kali menonton I am Legend itu sekitar tahun 2009 atau 2011. Kemudian, tahun 2018 kemarin saya mengulas tentang filem-filem bertema zombie pada pos 5 Filem Zombie Favorit. I am Legend termasuk di dalamnya, meskipun musuh Robert Neville (Will Smith) tidak disebut zombie melainkan Darkseeker. Bedanya? Darkseeker ini makhluk yang cerdas sedangkan otak zombie itu sudah gagal total.

Pada pos itu kalian bakal membaca review saya tentang kematian Robert Neville di akhir cerita. 

Terakhir, Robert memang menemukan anti virusnya, tapi dia harus mati di dalam tempat persembunyiannya demi menyelamatkan seorang perempuan dan anak kecil yang dia percaya akan membawa anti virus itu ke tempat perlindungan.

Baru-baru ini saya menonton ulang I am Legend karena memang suka sama ceritanya. Dan pada akhir cerita saya dibikin melongo. Dalam hati saya berkata: lagi-lagi double ending. Dan teringat perdebatan panjang antara saya dan Penny pada masa lampau. Alternatif lain akhir kisah I am Legend adalah Robert Neville selamat alias tidak meninggal dunia dalam ledakan. Karena, dia mempelajari ternyata Darkseeker ini punya perasaan pula (dan tentu otaknya juga cerdas). Robert, si wanita, dan anak kecil itu pun selamat dan bersama-sama menuju tempat perlindungan.

Dari kedua ending tersebut, yang mana yang kalian suka?

Namun, sebenarnya responden tidak menyukai akhir yang bahagia, haha. Makanya dibikin akhir cerita Robert meninggal dunia.

Masih banyak filem-filem lain yang juga punya double ending. Dan mungkin kalian juga sudah menonton semua versi/alternatif ending-nya. Sebut saja filem The Butterfly Effect dan Titanic. Saya sih sudah menonton filem-filem lama tersebut, tapi belum menonton versi lain dari akhir filemnya jadi belum bisa menulisnya di sini. Kalau I am Legend sih jelas sudah saya tonton kedua versi ending-nya jadi bisa menulisnya.

Baca Juga: The Willis Clan

Well, selamat berakhir pekan, kawan. Silahkan cari ending alternatif dari filem favorit kalian!


Cheers.

Relikui Kematian #2


Bagi pecinta Harry Potter yang sampai sekarang masih tersihir oleh kisah spektakuler dari dunia sihir a la J. K. Rowling, membicarakan perkara apa pun tentang dunia sihir itu, kapan pun waktunya, tentu selalu menyenangkan. Saya, sebagai pecinta kisah Harry Potter, masih bisa mengingat banyak hal dari novel maupun filemnya. Betapa tingkah sepupu Harry, Dudley Dursley, sama mengesalkannya dengan tawa Bellatrix Lestrange, misalnya. Atau, tentang timbulnya rasa bersalah di dalam diri kita ketika tahu bahwa Profesor Snape, si 'agen ganda' itu justru patuh pada Albus Dumbledore dan sangat menyayangi Harry. Atau tentang horcrux-horcrux yang harus dihancurkan.

Baca Juga: Survival Movies

Kembali menulis tentang Harry Potter, khusus Relikui Kematian, kisah tentang tiga benda keramat ini hadir dalam seri terakhir yang berjudul Harry Potter and The Deathly Hallows. Untuk tahu tentang Tongkat Elder, silahkan baca Relikui Kematian #1. Kenapa harus membacanya? Agar kalian, yang sama sekali tidak tahu tentang Harry Potter, punya petunjuk tentang tiga benda keramat peninggalan Paverell bersaudara. Hari ini saya akan melanjutkan tentang dua benda keramat dari Relikui Kematian yang lain yaitu Batu Kebangkitan dan Jubah Gaib

Batu Kebangkitan


Batu Kebangkitan merupakan salah satu benda keramat yang diberikan Kematian kepada Cadmus Paverell. Batu Kebangkitan diwariskan oleh Albus Dumbledore kepada Harry yang diletakkan di dalam snitch pertama yang ditangkap Harry saat pertandingan Quidditch. Apakah batu ini yang menyelamatkan Harry dari kutukan Voldemort di Hutan Terlarang? Ada dua teori, seperti yang saya janjikan sebelumnya, teori pertama sudah saya tulis tapi tidak ada salahnya mengulang agar tidak tercerai-berai.

Teori Pertama: 
Harry selamat dari kutukan Voldemort di Hutan Terlarang karena Tongkat Elder setia pada pemiliknya. Tongkat Elder, meskipun fisiknya berada di tangan Voldemort, sebenarnya merupakan milik Harry dari hasil Harry melucuti si tongkat dari Draco Malfoy. Ingat kata Ollivander, tongkatlah yang memilih tuannya. Kesetiaan Tongkat Elder menyebabkan serangan itu tidak 100% meskipun Voldemort yakin percaya itulah kekuatan paling imba darinya terhadap Harry.

Teori Kedua:
Batu Kebangkitan yang berhasil dikeluarkan Harry dari snitch lah yang menyelamatkan Harry dari kutukan Voldemort di Hutan Terlarang. Albus Dumbledore tahu bahwa Harry adalah salah satu horcrux; benda yang menyimpan potongan jiwa Voldemort. Untuk bisa melumpuhkan Voldemort atau melemahkannya, semua horcrux harus dihancurkan. Termasuk Harry. Tujuan Albus Dumbledore memberikan Batu Kebangkitan kepada Harry adalah agar setelah horcrux (Harry) mati, Harry dapat bangkit untuk melawan, kembali, Voldemort.

Teori pertama dan teori kedua ini sama-sama masuk akal. Karena, dalam dunia sihir, tongkat sihir loyal/setia pada pemiliknya yang sah. Karena, Batu Kebangkitan hanya membangkitkan satu orang, dan itu Harry, bukan James, Lily, Albus Dumbledore, dan lain sebagainya. Arwah-arwah orang mati yang ditemui Harry dalam 'alam antara' itu hanya sebagai penyemangat untuk Harry kembali dan melakukan pertarungan kedua dengan Voldemort.

Baca Juga: Sel-Sel Kelabu Hercule Poirot

Setelah digunakan, batu tersebut jatuh di Hutan Terlarang dan memang tidak ada niat Harry, kemudian, untuk mencarinya. Dia tidak ingin memiliki si batu, sama juga dengan dia tidak ingin memiliki si tongkat.

Jubah Gaib


Inilah benda keramat terakhir yang diberikan oleh Kematian kepada Ignotus Paverell, si bungsu dari Paverell bersaudara. Jubah Gaib ini sejak semula jadi sudah kita ketahui diberikan oleh Albus Dumbledore kepada Harry dari wasiatnya James Potter. Berbeda dengan proses kepemilikan Tongkat Elder dan Batu Kebangkitan, Jubah Gaib merupakan satu-satunya benda yang menjadi konektor antara Harry dan Ignotus. Bahwa, Harry merupakan turunan Ignotus. Artinya, Harry dan Voldemort pun masih punya hubungan darah (jauh).

Jubah Gaib merupakan satu-satunya benda dari Relikui Kematian yang disimpan Harry. Tidak ada kisah lanjutan dari Jubah Gaib, bahkan dalam Harry Potter and The Deathly Hallows pun, Jubah Gaib hanya memainkan sedikit peran (disebut-sebut).

Harry Potter adalah Kisah Tentang Paverell dan Horcrux


Itu memang kesimpulan yang dangkal. Tapi sejak dulu, setelah selesai membaca Harry Potter and The Deathly Hallows, saya sudah berpikir demikian. Pada akhirnya, enam seri Harry Potter, tercerahkan di buku ke-tujuh. Kebaikan melawan kejahatan; Harry melawan Voldemort. Voldemort bisa kalah apabila semua horcrux-nya hancur; termasuk Harry - yang kemudian bangkit kembali. Dan ambisi Voldemort adalah menguasai Relikui Kematian warisan Paverell bersaudara; hanya satu Relikui Kematian yang sempat dipegangnya, Tongkat Elder, itu pun si tongkat justru setia kepada pemiliknya yang sah.

Horcrux


Dari tadi menulis horcrux. Apa saja kah horcrux itu?

1. Diary milik Tom Riddle.
2. Cincin Gaunt.
3. Liontin Slytherin.
4. Piala Hufflecup.
5. Diadem Ravenclaw.
6. Nagini.
7. Harry Potter.

Dan yang terakhir adalah jiwa yang masih melekat pada Voldemort sendiri.


Setelah membaca Relikui Kematian #1 dan #2, bagaimana tanggapan kalian? Siapa tahu pendapat kita berbeda tentang hal ini. Feel free to write your mind on comment!

Baca Juga: Samudera Cinta Ikan Paus

Selamat berakhir pekan, selamat bernostalgia bersama Harry Potter.


Cheers.

Relikui Kematian #1


Harry Potter memang telah lama selesai. Buku terakhir seri ini, Harry Potter and The Deathly Hallows, diterbitkan tahun 2007, sedangkan filemnya dirilis tahun 2010 (Bagian 1) dan tahun 2011 (Bagian 2). Meskipun telah selesai, kisah spektakuler dari dunia sihir a la J.K. Rowling yang pernah ditolak oleh penerbit ini masih terus menyihir kehidupan saya. Ketika prekuelnya yaitu Fantastic Beast and Where to Find Them serta Fantastic Beast The Crimes of Grindelwald dirilis, otomatis memori kita tentang Harry Potter muncul ke permukaan. Bagaimana tidak? Pernah dulu waktu masih hangat-hangatnya, saya sering sekali mengucapkan mantera-mantera dari serial tersebut seperti Stupefy.

Baca Juga: Survival Movies

Kisah utama buku ke-tujuh Harry Potter, sesuai judulnya, adalah The Deathly Hallows atau Relikui Kematian. Di dalamnya kalian akan menemukan pengembaraan tiga serangkai yaitu Harry, Ron, dan Hermione dengan misi mencari dan menghancurkan horcrux-horcrux milik Voldemort agar si penyihir terhitam dan terjahat itu melemah dan mudah dikalahkan. Misi yang tidak mudah karena Albus Dumbledore hanya menyisakan sedikit petunjuk setelah kematiannya. Selain itu, misi mereka lainnya adalah mencari tahu tentang simbol Relikui Kematian yang tergambar pada lembar demi lembar buku warisan Albus Dumbledore untuk Hermione. Buku itu berjudul The Tales of Beedle and Bard. Simbol Relikui Kematian juga dipakai oleh Xenophilius Lovegood (ayah Luna Lovegood) dalam bentuk bandulan kalung. Hermione juga melihat simbol Relikui Kematian pada makam Ignotus Peverell di Godric's Hollow.

Kisah Tiga Bersaudara Peverell


Relikui kematian adalah tiga benda keramat yang diciptakan dan diberikan oleh Kematian kepada tiga bersaudara yaitu Antioch Peverell, Cadmus Peverell, dan Ignotus Peverell. Kisah ini berada dalam buku The Tales of Beedle and Bard.

Alkisah ... ada tiga orang bersaudara berjalan jauh melalui jalanan sepi dan berkelok saat senja. Dalam perjalanannya mereka sampai di sungai yang berbahaya uuntuk diseberangi. Tapi mereka mempelajari ilmu sihir. Mereka dengan mudahnya melambaikan tongkat dan membuat sebuah jembatan. Akan tetapi sebelum mereka bisa menyeberang, jalan mereka dihalangi oleh seorang yang berkerudung. Itu adalah Kematian, dan dia merasa tertipu. Tertipu karena biasanya para pengelana akan tenggelam ke dalam sungai. Tapi kematian sungguh licik. Dia berpura-pura memberi selamat pada tiga bersaudara itu atas sihir mereka dan dan berkata bahwa masing-masing dari mereka mendapatkan hadiah karena cerdas menghindarinya.

Maka saudara yang tertua, Antioch, meminta tongkat yang lebih kuat dari tongkat lain. Lalu Kematian menciptakan tongkat buatnya dari Pohon Elder yang ada di dekat situ. 

Saudara yang kedua, Cadmus, memutuskan bahwa dia ingin menghina Kematian lebih jauh lagi dan meminta kekuatan untuk menghidupkan orang-orang yang dicintai dari kematian. Lalu Kematian mengambil sebuah batu dari pinggir sungai dan berikan itu padanya. 

Akhirnya, kematian bertanya pada saudara yang ketiga dan termuda yaitu Ignotus. Seorang pria yang sederhana. Dia meminta sesuatu yang dapat membuatnya pergi dari tempat itu tanpa diikuti oleh kematian. Dan kematian dengan sangat segan menyerahkan Jubah Gaib miliknya. 

Saudara pertama bepergian ke sebuah desa yang jauh dimana dengan Tongkat Elder di tangannya dia membunuh seorang penyihir yang bertengkar dengannya. Mabuk dengan kekuatan Tongkat Elder yang diberikan kepadanya dia membual akan kehebatannya. Tetapi di malam itu penyihir lain mencuri tongkat itu dan menggorok leher saudara itu sebagai tambahan. Dan Kematian mengambil saudara pertama itu sebagai miliknya.

Saudara kedua pulang ke rumahnya dimana dia membawa batu itu dan memutarnya tiga kali di telapak tangannya. Dia sangat senang ketika gadis yang dinikahinya yang keburu meninggal muncul di depannya. Namun sang gadis itu sedih dan dingin karena dirinya tak layak di dunia manusia. Gila karena kerinduan yang sia-sia saudara kedua membunuh dirinya agar bisa menyusul gadis itu. Dan Kematian mengambil saudara kedua itu sebagai miliknya.

Sementara saudara ketiga, bertahun-tahun kematian mencarinya namun tak bisa menemukannya. Hanya ketika ia sudah tua, saudara termuda itu memberikan jubah gaib itu pada puteranya. Dia menyambut Kematian bak teman lama dan pergi bersama Kematian dengan bahagia meninggalkan kehidupan ini.

Itulah kisah tiga bersaudara Peverell dengan Relikui Kematian.

Relikui Kematian


Ada tiga benda keramat Relikui Kematian. Jika seorang penyihir memiliki ketiganya maka akan dapat menjadi penguasa kematian. Dia dapat menjadi sangat mematikan dengan Tongkat Elder, dia dapat membangkitkan kematian dengan Batu Kebangkitan, dia pun dapat bersembunyi dari Kematian serta melindungi dua benda keramat lainnya dengan Jubah Gaib.


Siapa yang pernah memegang ketiga benda ini? Albus Dumbledore dan Harry Potter. Jubah Gaib telah menjadi milik Harry sejak lama, diserahkan oleh Albus Dumbledore atas wasiat ayah Harry yaitu James Potter. Batu Kebangkitan diwasiatkan oleh Albus Dumbledore kepada Harry, yang disembunyikan di dalam snitch wasiat tersebut. Sedangkan Tongkat Elder diperoleh Harry setelah melucuti Draco Malfoy di rumah penghuni Asrama Slytherin tersebut (kesetiaan tongkat kepada pemilik baru meskipun fisik si tongkat berada di tangan orang lain). Karena tanpa Draco sadari, dialah yang melucuti Tongkat Elder dari Albus Dumbledore sebelum Kepala Sekolah itu dibunuh oleh Profesor Snape.

Tongkat Elder


Tongkat Elder atau Elder Wand merupakan tongkat kepunyaan Albus Dumbledore. Inilah tongkat yang diminta Antioch Peverell kepada Kematian. Dalam dunia sihir, setiap penyihir mempunyai tongkat mereka masing-masing. Ada dua pembuat tongkat yaitu Ollivander dan Gregorovitch (di Bulgaria). Setelah dibunuh oleh penyihir lain, maka tongkat milik Antioch itu kemudian menjadi milik Gregorovitch. Si pembuat tongkat sihir yang bangga karena memiliki Tongkat Elder dan merasa puas karena bisa lebih populer dari Ollivander. Sayangnya tongkat sakti itu kemudian menjadi milik Gellert Grindelwald. Entah bagaimana caranya. Mungkin Grindelwald mencuri setelah membikin pingsan si Gregorovitch.

Baca Juga: Sisi Lain Dunia Gulat Dalam Dangal

Karena ... menurut penuturan Ollivander ... sebuah tongkat sihir akan menjadi pemilik sah penyihir lain jika penyihir pemilik sebelumnya dilucuti, dipingsankan, atau dibunuh. 

Gambar diambil dari sini.

Pemilik Tongkat Elder selanjutnya adalah Albus Dumbledore setelah mengalahkan Gellert Grindelwald. Lalu menjadi milik Draco tanpa dia ketahui, setelah melucuti Albus Dumbledore, sebelum Kepala Sekolah bijak itu dibunuh oleh Profesor Snape. Dan ketika Harry melucuti Draco, tongkat sakti itu kemudian menjadi milik Harry.


Demikianlah perjalanan panjang Tongkat Elder sebelum kemudian dicuri oleh Voldemort dari makam Albus Dumbledore. 

The Last Duel


Pertarungan terakhir antara Voldemort dan Harry tidak dapat terelakkan. Terutama setelah semua horcrux Voldemort dihancurkan. Fyi, horcrux adalah wadah tempat penyihir hitam menyimpan sobekan/pecahan/bagian dari jiwanya untuk mencapai keabadian. Horcrux terakhir yang dihancurkan adalah Nagini saat si ular hendak menyerang Ron dan Hermione. Adalah Neville Longbottom yang melakukannya, menggunakan Pedang Gryffindor. Voldemort membagi jiwanya menjadi delapan; tujun disimpan pada horcrux dan satu pada dirinya sendiri.

Pada pertarungan terakhir itu, Voldemort menggunakan Tongkat Elder, sedangkan Harry menggunakan tongkat milik Draco Malfoy. Namun, lagi-lagi mengingat siapa kepemilikan sah Tongkat Elder, tongkat itu tentu loyal kepada pemiliknya yang sah. Maka ... Voldemort kalah total dan Tongkat Elder, fisik si tongkat, berada di tangan si pemilik yang sah yaitu Harry. Luar biasa, sungguh, penggambaran pertarungan terakhir itu.

Menariknya tentang Tongkat Elder yang loyal pada Harry ini juga bisa terlihat pada pertarungan di Hutan Terlarang. Saat itu harusnya Harry mati lah. Diserang begitu rupa sama penyihir terjahat, terhitam, terkuat. Tapi loyalnya Tongkat Elder pada Harry tidak mampu membuat si tongkat mengikuti kehendak Voldemort. Harry hanya dibikin pingsan sesaat (rohnya bertemu Albus Dumbledore serta orang-orang mati lainnya) dan kembali bernafas. Ada juga yang menyebutkan bahwa semua itu karena perlindungan Lily Potter pada sang anak ajaib ini.

Kasihan juga si Voldemort. Dia berpikir Profesor Snape lah yang menjadi pemilik Tongkat Elder karena si profesor lah yang membunuh Albus Dumbledore. Tidak dia ketahui bahwa Draco lah yang seharusnya dia bunuh, bukan Profesor Snape, karena Draco lah yang melucuti Albus Dumbledore.

Baca Juga: Bodo Amat

Bagaimana dengan Batu Kebangkitan? Bukankah kalau Harry mati saat di Hutan Terlarang, toh dia bisa bangkit lagi? Bukankah Albus Dumbledore pasti punya tujuan tertentu memberikan Batu Kebangkitan pada Harry? Ada dua teori tentang hal ini yang akan saya tulis minggu depan. Haha. Nantikan, ya!


Tongkat Elder pada akhirnya tidak menjadi milik siapa-siapa. Karena Harry mematahkannya dan membuang ke jurang. Maka satu-satunya benda keramat Relikui Kematian yang masih berada di tangan Harry adalah Jubah Gaib. Bagaimana kisah dua benda keramat lainnya? Nanti ya, kita lanjut di pos #SabtuReview minggu depan!

Selamat berakhir pekan, selamat menonton ulang Harry Potter.



Cheers.

Relikui Kematian #1


Harry Potter memang telah lama selesai. Buku terakhir seri ini, Harry Potter and The Deathly Hallows, diterbitkan tahun 2007, sedangkan filemnya dirilis tahun 2010 (Bagian 1) dan tahun 2011 (Bagian 2). Meskipun telah selesai, kisah spektakuler dari dunia sihir a la J.K. Rowling yang pernah ditolak oleh penerbit ini masih terus menyihir kehidupan saya. Ketika prekuelnya yaitu Fantastic Beast and Where to Find Them serta Fantastic Beast The Crimes of Grindelwald dirilis, otomatis memori kita tentang Harry Potter muncul ke permukaan. Bagaimana tidak? Pernah dulu waktu masih hangat-hangatnya, saya sering sekali mengucapkan mantera-mantera dari serial tersebut seperti Stupefy.

Baca Juga: Survival Movies

Kisah utama buku ke-tujuh Harry Potter, sesuai judulnya, adalah The Deathly Hallows atau Relikui Kematian. Di dalamnya kalian akan menemukan pengembaraan tiga serangkai yaitu Harry, Ron, dan Hermione dengan misi mencari dan menghancurkan horcrux-horcrux milik Voldemort agar si penyihir terhitam dan terjahat itu melemah dan mudah dikalahkan. Misi yang tidak mudah karena Albus Dumbledore hanya menyisakan sedikit petunjuk setelah kematiannya. Selain itu, misi mereka lainnya adalah mencari tahu tentang simbol Relikui Kematian yang tergambar pada lembar demi lembar buku warisan Albus Dumbledore untuk Hermione. Buku itu berjudul The Tales of Beedle and Bard. Simbol Relikui Kematian juga dipakai oleh Xenophilius Lovegood (ayah Luna Lovegood) dalam bentuk bandulan kalung. Hermione juga melihat simbol Relikui Kematian pada makam Ignotus Peverell di Godric's Hollow.

Kisah Tiga Bersaudara Peverell


Relikui kematian adalah tiga benda keramat yang diciptakan dan diberikan oleh Kematian kepada tiga bersaudara yaitu Antioch Peverell, Cadmus Peverell, dan Ignotus Peverell. Kisah ini berada dalam buku The Tales of Beedle and Bard.

Alkisah ... ada tiga orang bersaudara berjalan jauh melalui jalanan sepi dan berkelok saat senja. Dalam perjalanannya mereka sampai di sungai yang berbahaya uuntuk diseberangi. Tapi mereka mempelajari ilmu sihir. Mereka dengan mudahnya melambaikan tongkat dan membuat sebuah jembatan. Akan tetapi sebelum mereka bisa menyeberang, jalan mereka dihalangi oleh seorang yang berkerudung. Itu adalah Kematian, dan dia merasa tertipu. Tertipu karena biasanya para pengelana akan tenggelam ke dalam sungai. Tapi kematian sungguh licik. Dia berpura-pura memberi selamat pada tiga bersaudara itu atas sihir mereka dan dan berkata bahwa masing-masing dari mereka mendapatkan hadiah karena cerdas menghindarinya.

Maka saudara yang tertua, Antioch, meminta tongkat yang lebih kuat dari tongkat lain. Lalu Kematian menciptakan tongkat buatnya dari Pohon Elder yang ada di dekat situ. 

Saudara yang kedua, Cadmus, memutuskan bahwa dia ingin menghina Kematian lebih jauh lagi dan meminta kekuatan untuk menghidupkan orang-orang yang dicintai dari kematian. Lalu Kematian mengambil sebuah batu dari pinggir sungai dan berikan itu padanya. 

Akhirnya, kematian bertanya pada saudara yang ketiga dan termuda yaitu Ignotus. Seorang pria yang sederhana. Dia meminta sesuatu yang dapat membuatnya pergi dari tempat itu tanpa diikuti oleh kematian. Dan kematian dengan sangat segan menyerahkan Jubah Gaib miliknya. 

Saudara pertama bepergian ke sebuah desa yang jauh dimana dengan Tongkat Elder di tangannya dia membunuh seorang penyihir yang bertengkar dengannya. Mabuk dengan kekuatan Tongkat Elder yang diberikan kepadanya dia membual akan kehebatannya. Tetapi di malam itu penyihir lain mencuri tongkat itu dan menggorok leher saudara itu sebagai tambahan. Dan Kematian mengambil saudara pertama itu sebagai miliknya.

Saudara kedua pulang ke rumahnya dimana dia membawa batu itu dan memutarnya tiga kali di telapak tangannya. Dia sangat senang ketika gadis yang dinikahinya yang keburu meninggal muncul di depannya. Namun sang gadis itu sedih dan dingin karena dirinya tak layak di dunia manusia. Gila karena kerinduan yang sia-sia saudara kedua membunuh dirinya agar bisa menyusul gadis itu. Dan Kematian mengambil saudara kedua itu sebagai miliknya.

Sementara saudara ketiga, bertahun-tahun kematian mencarinya namun tak bisa menemukannya. Hanya ketika ia sudah tua, saudara termuda itu memberikan jubah gaib itu pada puteranya. Dia menyambut Kematian bak teman lama dan pergi bersama Kematian dengan bahagia meninggalkan kehidupan ini.

Itulah kisah tiga bersaudara Peverell dengan Relikui Kematian.

Relikui Kematian


Ada tiga benda keramat Relikui Kematian. Jika seorang penyihir memiliki ketiganya maka akan dapat menjadi penguasa kematian. Dia dapat menjadi sangat mematikan dengan Tongkat Elder, dia dapat membangkitkan kematian dengan Batu Kebangkitan, dia pun dapat bersembunyi dari Kematian serta melindungi dua benda keramat lainnya dengan Jubah Gaib.


Siapa yang pernah memegang ketiga benda ini? Albus Dumbledore dan Harry Potter. Jubah Gaib telah menjadi milik Harry sejak lama, diserahkan oleh Albus Dumbledore atas wasiat ayah Harry yaitu James Potter. Batu Kebangkitan diwasiatkan oleh Albus Dumbledore kepada Harry, yang disembunyikan di dalam snitch wasiat tersebut. Sedangkan Tongkat Elder diperoleh Harry setelah melucuti Draco Malfoy di rumah penghuni Asrama Slytherin tersebut (kesetiaan tongkat kepada pemilik baru meskipun fisik si tongkat berada di tangan orang lain). Karena tanpa Draco sadari, dialah yang melucuti Tongkat Elder dari Albus Dumbledore sebelum Kepala Sekolah itu dibunuh oleh Profesor Snape.

Tongkat Elder


Tongkat Elder atau Elder Wand merupakan tongkat kepunyaan Albus Dumbledore. Inilah tongkat yang diminta Antioch Peverell kepada Kematian. Dalam dunia sihir, setiap penyihir mempunyai tongkat mereka masing-masing. Ada dua pembuat tongkat yaitu Ollivander dan Gregorovitch (di Bulgaria). Setelah dibunuh oleh penyihir lain, maka tongkat milik Antioch itu kemudian menjadi milik Gregorovitch. Si pembuat tongkat sihir yang bangga karena memiliki Tongkat Elder dan merasa puas karena bisa lebih populer dari Ollivander. Sayangnya tongkat sakti itu kemudian menjadi milik Gellert Grindelwald. Entah bagaimana caranya. Mungkin Grindelwald mencuri setelah membikin pingsan si Gregorovitch.

Baca Juga: Sisi Lain Dunia Gulat Dalam Dangal

Karena ... menurut penuturan Ollivander ... sebuah tongkat sihir akan menjadi pemilik sah penyihir lain jika penyihir pemilik sebelumnya dilucuti, dipingsankan, atau dibunuh. 

Gambar diambil dari sini.

Pemilik Tongkat Elder selanjutnya adalah Albus Dumbledore setelah mengalahkan Gellert Grindelwald. Lalu menjadi milik Draco tanpa dia ketahui, setelah melucuti Albus Dumbledore, sebelum Kepala Sekolah bijak itu dibunuh oleh Profesor Snape. Dan ketika Harry melucuti Draco, tongkat sakti itu kemudian menjadi milik Harry.


Demikianlah perjalanan panjang Tongkat Elder sebelum kemudian dicuri oleh Voldemort dari makam Albus Dumbledore. 

The Last Duel


Pertarungan terakhir antara Voldemort dan Harry tidak dapat terelakkan. Terutama setelah semua horcrux Voldemort dihancurkan. Fyi, horcrux adalah wadah tempat penyihir hitam menyimpan sobekan/pecahan/bagian dari jiwanya untuk mencapai keabadian. Horcrux terakhir yang dihancurkan adalah Nagini saat si ular hendak menyerang Ron dan Hermione. Adalah Neville Longbottom yang melakukannya, menggunakan Pedang Gryffindor. Voldemort membagi jiwanya menjadi delapan; tujun disimpan pada horcrux dan satu pada dirinya sendiri.

Pada pertarungan terakhir itu, Voldemort menggunakan Tongkat Elder, sedangkan Harry menggunakan tongkat milik Draco Malfoy. Namun, lagi-lagi mengingat siapa kepemilikan sah Tongkat Elder, tongkat itu tentu loyal kepada pemiliknya yang sah. Maka ... Voldemort kalah total dan Tongkat Elder, fisik si tongkat, berada di tangan si pemilik yang sah yaitu Harry. Luar biasa, sungguh, penggambaran pertarungan terakhir itu.

Menariknya tentang Tongkat Elder yang loyal pada Harry ini juga bisa terlihat pada pertarungan di Hutan Terlarang. Saat itu harusnya Harry mati lah. Diserang begitu rupa sama penyihir terjahat, terhitam, terkuat. Tapi loyalnya Tongkat Elder pada Harry tidak mampu membuat si tongkat mengikuti kehendak Voldemort. Harry hanya dibikin pingsan sesaat (rohnya bertemu Albus Dumbledore serta orang-orang mati lainnya) dan kembali bernafas. Ada juga yang menyebutkan bahwa semua itu karena perlindungan Lily Potter pada sang anak ajaib ini.

Kasihan juga si Voldemort. Dia berpikir Profesor Snape lah yang menjadi pemilik Tongkat Elder karena si profesor lah yang membunuh Albus Dumbledore. Tidak dia ketahui bahwa Draco lah yang seharusnya dia bunuh, bukan Profesor Snape, karena Draco lah yang melucuti Albus Dumbledore.

Baca Juga: Bodo Amat

Bagaimana dengan Batu Kebangkitan? Bukankah kalau Harry mati saat di Hutan Terlarang, toh dia bisa bangkit lagi? Bukankah Albus Dumbledore pasti punya tujuan tertentu memberikan Batu Kebangkitan pada Harry? Ada dua teori tentang hal ini yang akan saya tulis minggu depan. Haha. Nantikan, ya!


Tongkat Elder pada akhirnya tidak menjadi milik siapa-siapa. Karena Harry mematahkannya dan membuang ke jurang. Maka satu-satunya benda keramat Relikui Kematian yang masih berada di tangan Harry adalah Jubah Gaib. Bagaimana kisah dua benda keramat lainnya? Nanti ya, kita lanjut di pos #SabtuReview minggu depan!

Selamat berakhir pekan, selamat menonton ulang Harry Potter.



Cheers.

Survival Movies

Sumber gambar: Wikipedia.

Saya selalu suka menonton filem-filem bertema survival a.k.a. bertahan hidup. Seru banget membayangkan saya dan dinosaurus hidup aman tentram di bunker yang mewah dengan fasilitas lengkap sementara di atas bunker musuh sedang bersileweran. Saya juga sering membayangkan zombie menguasai Kota Ende, ada yang berjalan-jalan di sekitar rumah saat malam hari, dan kami harus berhati-hati (tidak menimbulkan bebunyian yang mengundang kedatangan zombie) di dalam rumah sendiri. Sayangnya saya jarang membayangkan tentang hidup di sebuah pulau sendirian seperti filem Cast Away.

Baca Juga: The Willis Clan

Menonton filem-filem bertema survival pasti membikin kita berpikir cepat tentang bagaimana alias apa yang seharusnya dilakukan oleh si tokoh. Pasti pernah kan kalian menyeletuk: tuuuuh apa saya bilang, jangan sembunyi di silo, coba lari ke sungai, dan seterusnya dan sebagainya dan kawan-kawan. Karena suka sama filem-filem bertema survival ini, maka saya sering banget mencari di Google tentang filem-filem tersebut. Sebagaian besar sudah saya tonton. Dan kali ini saya bakal membahas beberapa yang fenomenal dan patut kalian tonton ... ulang.

Filem-filem apa saja kah?

Yuk simak ...

1. Life of Pi


Tahun 2013 saya diajak oleh Ilham Himawan untuk menonton sebuah filem berjudul Life of Pi. Maka, malam itu kami bersama beberapa teman lain, menonton filem yang bercerita tentang Pi Patel (remaja) yang bertahan hidup di lautan luas setelah selamat dari kapal yang karam akibat badai, yang diceritakan oleh Pi Patel (dewasa) kepada seorang penulis buku. Tentu setelah kisah selamatnya Pi bertahan di lautan luas bersama seekor harimau Bengala bernama Peter Richard Parker itu tersebar. Berdasarkan apa yang saya baca di forum-forum baik dalam negeri maupun luar negeri, filem ini masih menyisakan banyak tanda tanya tentang tokoh dan hewan-hewan yang diceritakan (pernah) selamat bersama Pi dalam life boat, serta sebuah pulau. Pulau yang bersinar kala malam hari yang ditemukan Pi sebelum selamat, terdampar di pantai di Meksiko. 

Rasanya saya tidak sanggup menghadapi si Richard Parker sendirian di sebuah life boat. Sudah duluan terjun ke laut dan tenggelam, remember ... I can't swim, karena ketakutan. Haha.

Kenapa Life of Pi saya sarankan untuk kalian tonton ulang? Karena Ang Lee begitu piawai menghadirkan scene demi scene yang memukau dan memanjakan mata. Tidak pernah rugi menonton ulang filem ini. Lagi dan lagi.

2. Cast Away


Menonton Cast Away, serta Castaway on the Moon dari Korea, membikin saya berkata pada diri sendiri bahwa alam menyediakan segalanya. Manusia, secara langsung maupun dengan menggunakan teknologi dasar, tentu dapat menikmati segala yang disediakan Tuhan pada alam semesta ini. Selama empat tahun Chuck Noland (Tom Hanks) betahan hidup sendirian hingga akhirnya memutuskan untuk keluar dari pulau itu setelah mempelajari tentang kondisi/cuaca dan membuat rakit dari apa yang tersisa di pesawat yang jatuh itu. 

3. 127 Hours


Alhamdulillah selain sudah menonton filemnya, saya juga sudah membaca bukunya yang berjudul Between a Rock and a Hard Place yang ditulis oleh Aron Ralston. Apa yang disajikan dalam filem yang diperankan oleh James Franco itu memang versi sederhana/singkat dari bukunya. Saya banyak belajar tentang dunia petualang atau dunia outdoor. Bukunya lebih kaya akan kisah-kisah lain Aron Ralston sebelum dan sesudah kecelakaan yang menyebabkan ia 'terpenjara' di Blue John Canyon yang menyebabkan ia memotong sendiri tangannya yang terjepit batu itu. Keputusan untuk memutuskan tangannya menggunakan memang bikin ngeri kan ya ...

4. The Walking Dead


Ini merupakan sajian tentang survival terlama. Haha. Serial ini menunjukkan kepada para penonton bahwa musuh utama manusia adalah manusia itu sendiri. Homo homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya. Coba tonton ulang The Walking Dead dari musim pertama ... betul-betul menggairahkan bagaimana cara mereka bersatu dan bertahan hidup di bawah tekanan zombie dan manusia itu sendiri.

5. The Martian


Bertahan hidup sendiri di sebuah pulau asing atau di lautan mungkin sudah sering terjadi dalam kehidupan nyata, tapi bagaimana dengan bertahan hidup di Planet Mars? Haha. Itu memang tidak terjadi di dunia nyata tapi di sebuah filem berjudul The Martian. Matt Damon memerankan karakter Mark Watney dengan sangat baik, menurut saya. Kecerdasannya lah juga yang membikinnya diketahui masih hidup di Planet Mars setelah badai itu dan kemudian selamat kembali ke bumi.


Tidak cukup lima filem di atas. Masih banyak filem-filem bertema survival yang patut kalian tonton ulang diantaranya The Revenant, Gravity, Jungle (ini mengerikan sekali, hehe), Burried, Wild, The Shallows, hingga filem lama berjudul Sanctum. Bagi saya, filem-filem bertema survival ini layak ditonton ulang, bukan hanya karena keindahan gambarnya seperti Life of Pi, tapi karena banyak pelajaran dan pengalaman yang bisa dipetik. Misalnya, kita tidak mati hanya karena meminum air kencing sendiri yang dilakukan oleh Aron Ralston bukan? Atau, sahabat sejati pasti akan kembali menyelamatkan kita dalam filem Jungle.

Baca Juga: Bodo Amat

Nah ... wiken ini ... filem survival mana yang akan kalian tonton ... ulang? Bagi tahu yuk di komentar.


Cheers.

Pembalasan Laut

Gambar diambil dari sini.

Ada lima perkara utama yang saya petik *semacam memetik buah naga di kebunnya dinosaurus begitu* usai menonton filem berjudul Aquaman dengan bintang utama mantan pacar saya. Tentu pendapat kita terhadap filem ini berbeda. Tapi berbeda itu indah bukan? Apalagi berbeda tetapi tetap satu ... Negara Kesatuan Republik Indonesia. Haha. Lima perkara yang saya maksudkan itu adalah:

Baca Juga: Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat

1. Cinta Dua Dunia.
2. Pangeran Berdarah Campuran.
3. Perebutan Tahta.
4. Pembalasan Laut.
5. Kebaikan Selalu Menang.

Aquaman Starring By ...


Filem yang disutradarai oleh James Wan dan diproduseri oleh Peter Safran dan Rob Cowan ini diperankan oleh Jason Momoa sebagai Arthur Cury (si Aquaman), Amber Hard sebagai Mera dengan ciri khas rambut merahnya, Willem Dafoe sebagai Nuidis Vulko, Patrick Wilson sebagai Orm Marius, Yahya Abdul-Mateen II sebagai Black Manta, Temuera Morrison sebagai Thomas Cury, dan tentu saja Nicole Kidman sebagai Atlanna si Ratu Atlantis. Sampai sekarang saya masih bertanya-tanya bagaimana caranya Nicole Kidman menjaga keawetannya baik wajah maupun tubuh. Dududud.

Plot


Aquaman punya plot yang bercampur antara kronologis dengan flashback. Flashback ini terutama saat Arthur muda ditempa oleh Vulko melalui latihan-latihan fisik yang lumayan keras. Jujur, awal melihat wajah Willem Dafoe saya sudah berpikir dia adalah lawan Arthur sesungguhnya yang bersembunyi di belakang Orm, tapi ternyata ... dialah (bersama Mera) sejatinya pendukung Arthur. Karena mereka tahu Arthur adalah si Kakak, yang meskipun berdarah campuran, merupakan penguasa tahta Atlantis yang sebenarnya. Lagi pula secara watak dan perilaku, Arthur lebih unggul menjadi Raja Atlantis ketimbang Orm. Bayangkan jika sebuah kerajaan dipimpin oleh raja yang lalim, perang melulu jadinya.

Cinta Dua Dunia


Sejak awal, Aquaman sudah dibuka dengan kisah cinta dua dunia ketika Thomas Cury menyelamatkan Atlanna yang terdampar di tepi pantai pada malam badai, di dekat mercusuar tempat dia bekerja. Tak lama, hubungan mereka pun berakhir dengan kelahiran Arthur yang juga punya kemampuan hidup di laut warisan Ibunya. Demi keselamatan Thomas dan Arthur, Atlanna terpaksa kembali ke Atlantis, menikah dengan Komandan Angkatan Laut Atlantis, dan melahirkan anak bernama Tula dan Orm. Jika Arthur berdarah campuran, maka Tula dan Orm berdarah murni. Benar, kawan, kita jadi ingat sama Harry Potter. Haha. Apa yang dilakukan Atlanta merupakan bukti cinta yang sesungguhnya terhadap keluarga meskipun menyakitkan. Iya, menyakitkan melihat cara Thomas menanti Atlanna di ujung dermaga setiap harinya.

Pangeran Berdarah Campuran


Sepeninggalan Ibunya yang kembali ke Atlantis, dan kemudian dibuang di Trench (jarang ada yang selamat kalau sudah dibuang di tempat sadis ini), Arthur ditempa oleh Vulko sebagai bekalnya kelak untuk menjadi penguasan Atlantis. Si darah campuran ini juga menerima petuah-petuah bijak dari Ayahnya yang murni manusia. Dia tumbuh menjadi si ganteng yang jagoan. Sikapnya yang sering 'bermain gila' membikinnya sulit untuk menerima kenyataan bahwa dirinyalah Raja Atlantis yang harus merebut tahta dari Orm. Manapula untuk bisa menguasai lautan dia harus mencari Trisula milik Raja Atlan yang disembunyikan dengan cara misterius alias penuh teka-teki.

Perebutan Tahta


Merebut tahta bukan tujuan Arthur sejak awalnya, dia lebih suka menjadi pribadi yang bebas, bodo amat dengan kehidupan laut dan tahta yang menantinya. Tapi ketika Orm mulai mengumpulkan bala tentara serta menyerang daratan dengan hempasan tsunami yang membawa serta sampah ke daratan, mata Arthur terbuka. Bersama Mera dia sempat tertangkap dan menantang Orm yang bukan tandingannya saat itu dan kalah, lalu diselamatkan lagi oleh Mera. Lantas, bersama Mera pula dia mencari Trisula Raja Atlan.

Pembalasan Laut


Ini poin juara dari Aquaman. Pesan yang disampaikan pada poin ini sungguh membikin bulu kuduk merinding dan masuk akal, meskipun dilakukan oleh si antagonis Orm. Mungkin benar, mungkin loh ya, seseorang menjadi jahat karena sudah lebih dulu dijahatin. Hehe. Orm menjadi jahat karena lautnya sudah lebih dulu rusak dan penuh polusi sampah yang menghancurkan biota laut.

Bagaimana jika laut benar-benar marah pada manusia, penghuni daratan, yang seenaknya membuang sampah dengan laut sebagai muaranya? Ngeri! Sampah yang merusak laut dilempar kembali ke daratan pada serangan pertama Orm ini membikin saya berkata, "Rasa sudah! Kita buang sampah sembarang tuh!" hahaha. Sungguh ini poin juara dari Aquaman. Katakanlah setelah menonton filem ini kita kemudian mulai sadar; mengurangi sampah plastik, mengelola sampah, membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, dan lain sebagainya ... maka efek Aquaman benar-benar dahsyat terhadap para penontonnya dan dunia ini.

Kebaikan Selalu Menang


Ya, namanya juga filem superhero, kebaikan selalu menang. Apalagi kemudian Arthur dan Mera kembali bertemu dengan Atlanna di Trench.


Secara keseluruhan, Aquaman menyajikan kisah yang unik tentang seorang superhero. Biasanya kita melihat superhero di daratan. Tapi ini di dalam laut yang ... yang dalam sih ... hehe. Dan pemilihan tokohnya juga ngepas. Menurut pendapat pribadi saya: Jason Momoa melepas karakter Khal Drogo yang suram dengan mata penuh eyeshadow hitam, menjadi Arthur yang sering bercanda dan sorot mata yang lebih bersinar. Dan otot kekarnya itu membikin awwww sekali kan ya hahaha. 

Bagaimana pendapat kalian tentang filem ini, kawan? Bagi tahu yuk di papan komentar! Selamat menikmati akhir minggu yang bahagia :D



Cheers.

Don’t Breathe

Gambar diambil dari Wikipedia.


Mengapa Hooq masih menyegel Don't Breathe? Pertanyaan ini terus bergema di kepala saya serta dalam kehidupan sehari-hari dinosaurus sejak keinginan menontonnya terhalang simbol gembok. Huhuhu. Sekitar dua tahun menggauli Hooq hingga sekarang menulis ini, filem itu masih saja TERGEMBOK, pemirsa! Padahal itu filem lama! Tidak tahukah kau, wahai Hooq, saya rela meninggalkan Viu demi dirimu?


Apa salah dan dosa saya ... hiks *timpuk dinosaurus pakai permen*

Baca Juga: Buku Saku: Ende

Kalau belum nonton, kenapa pula hari ini menulis tentang Don't Breathe? Karena ada trailer-nya alias promosinya. Jadi nih, Hooq tidak kejam-kejam amat, karena masih menyediakan trailer untuk para penikmat filemnya. Bagi kalian yang belum nonton Venom, jangan kuatir, sudah ada trailer-nya juga di Hooq. Haha. Gini hari nonton trailer doank, Teh ... dududu. Apa kata dunia.

Tapi tak apalah.

Behind Don't Breathe


Don't Breathe merupakan filem horror thriller Amerika yang dirilis tahun 2016 dan disutradarai oleh Fede Alvarez. Filem menegangkan ini diproduseri oleh Fede Alvarez, Sam Raimi, dan Robert Tapert. Naskah filem yang ditulis oleh Fede Alvarez dan Rodo Sayagues ini dibintangi oleh Jane Levy, Dylan Minnette, Daniel Zovatto, and Stephen Lang. Saya memang jarang mendengar atau membaca nama-nama itu tapi akting mereka tidak perlu dipertanyakan lagi. Karena belum tentu saya bisa berakting sebagus mereka.

About Don't Breathe


Don't Breathe bercerita tentang Rocky, Alex, dan Money (yess, thankyou Wikipedia) yang adalah penjahat di Detroit. Pekerjaan mereka membobol rumah-rumah yang diamankan oleh perusahaan keamanan ayah si Alex dan menjual barang-barang curian tersebut. Mereka kemudian mendengar kabar bahwa ada seorang veteran perang Pasukan Khusus Angkatan Darat AS yang tinggal di lingkungan Detroit yang terabaikan (semacam lingkungan perumahan yang tidak dihuni begitu) memiliki uang 300.000 Dollar di rumahnya. Uang itu diterima si veteran sebagai penyelesaian setelah seorang perempuan muda yang kaya bernama Cindy Roberts membunuh puterinya dalam kecelakaan mobil. Si veteran perang adalah seorang laki-laki buta karena ledakan selama perang.

Berpikir mencuri di rumah orang yang buta: pasti mudah. Tinggal masuk, mengambil uangnya, terus kabur. Ternyata tidak semudah itu, bahkan nyawa mereka menjadi taruhannya, karena si veteran ini 'melihat' segala sesuatunya melalui suara. Indera pendengarannya sangat terlatih. 


Bahaya!

Maksud hati mencuri uang 300.000 Dollar si Money justru duluan meregang nyawa. Keributan yang terdengar akibat upaya mereka bertiga masuk paksa ke rumah itu membikin si buta dari gua hantu bangun dan mencium aroma pembobolan. Siapapun yang masuk ke rumah itu tanpa permisi, sudah pasti tidak berniat baik bukan? Veteran perang yang buta itu ternyata punya kemampuan yang luar biasa; Rocky dan Alex kemudian harus menyelamatkan diri berhadapan dengan si jagoan yang bahkan dapat mendengar dengus nafas mereka dari jarak lumayan jauh.

Menonton trailer-nya saja sudah bikin saya menahan nafas saking menegangkannya filem ini.

Karena trailer tidak lengkap maka saya mencari referensi tentang filem ini di Wikipedia. Ternyata di ruang bawah tanah rumah itu tersekap perempuan yang secara tidak sengaja membunuh anak si veteran dalam kecelakaan. Ya, Cindy Roberts! Penemuan harta karun Cindy diketahui Rocky dan Alex saat mereka terjebak di ruangan bawah tanah.

Baca Juga: Ngelawak Bersama Mamatua

Saya berharap suatu saat nanti dapat menonton Don't Breathe (full movie). 

Menonton trailer Don't Breathe membikin saya teringat pada A Quite Place yang saya tulis: ribut berarti mati. Saya pikir filem-filem setipe ini jauh lebih menakutkan ketimbang filem yang secara terang-benderang menampilkan wajah setan dan sebangsanya. Kalau kalian pernah menonton filem berjudul Exorcism of Emily Rose, kalian pasti merasakan tensi yang sama dengan Don't Breathe dan A Quite Place. Tidak perlu si setan ikut masuk dalam frame haha.

Bagi kalian yang pernah menonton Don't Breathe atau bahkan pernah mengulasnya, bagi tahu donk di komen :) siapa tahu pengalaman menonton kita berbeda ... yaaaa secara saya baru nonton trailer-nya saja.

Selamat berakhir pekan, kawan :)



Cheers.

Corn Island

Gambar diambil dari Wikipedia.


like to laugh. So much. Also, I like to make other people laugh. Often I laugh at myself. Come on, laughing at yourself is not a sin. It's a remedy! And for this laugh stuff (Oh, stuff!?) I have partners.

Baca Juga: Ngelawak Bersama Mamatua

Adalah Martozzo Hann, Kiki Albar, dan Kakak Pacar, yang menjadi teman saya terbahak-bahak. Kami sering menertawai suatu peristiwa lucu berulang-ulang, bahkan hal-hal yang menurut orang lain sepele atau tidak lucu kemudian menjadi sesuatu yang super lucu untuk kami tertawai bersama. Tapi bukan berarti kami menghina orang lain loh, tidak sama sekali, kami takut kena tulah. Dinosaurus saja takut kena tulah, tentu kami juga.

Suatu malam kami berkumpul di ruang tamu sambil mengobrol ngalor-ngidul. Kebanyakan sih topiknya tentang proyek tukang syuting. Iya, saya sering mengajak mereka bergabung, apalagi untuk proyek video yang membutuhkan banyak sudut pandang (wide, medium, close up, details, dan lain sebagainya). Biasanya untuk video dokumenter tertentu kami memakai lima sampai enam kamera dan empat tripod.

Malam itu kami menertawai sebuah filem berjudul Duyung Melayu. Sebuah filem fantasi asal Malaysia yang kocak parah. Kami mengingat adegan-adegan lucu antara Jimmy, Berug, dan tentu saja terus-terusan berkata: ASPALELA BINTI PAGEEEEEEK!

Hihi.

Lalu Martozzo bertanya, "Encim sudah nonton Corn Island? Ini filem paling baguuuus!" Sebenarnya saya sudah merasa ada yang aneh ketika mendadak roman wajah Kiki menjadi a-ha-korban-baru. Karena saya penasaran, "Mana? Kopi rooo!"

Singkatnya, malam itu juga setelah mereka pulang, saya menonton Corn Island. Amunisi semacam Chitato dan kopi susu sudah tersedia manis di samping laptop.

Mari nonton!

Sunyi.

Su-nyi.

Se-nyap.

Sejak awal sampai akhir SENYAP. Jadi, sebelum ada A Quiet Place, sudah duluan ada Corn Island. Martozzo dan Kiki mengirim pesan ha ha ha. Sialan, kena kerjain ini sayanya.

Tapi, sebenarnya Corn Island merupakan filem bermakna dalam. Buktinya filem yang dirilis di Festival Film Internasional Karlovy Vary ke-49 pada Juli 2014 ini memenangkan Crystal Globe serta the Award of Ecumenical Jury. Corn Island juga dipilih sebagai filem dari Georgia untuk dipertimbangkan sebagai Film Berbahasa Asing Terbaik dalam Penghargaan Academy Awards ke-87.

Baca Juga: TIKIL, Kami Antar Kami Nyasar

Corn Island bermula dengan adegan seorang pria tua yang menemukan pulau kecil tak berpenghuni dan tak berempu. Pulau ini muncul di tengah danau setelah banjir. Pria tua yang diperankan oleh Ilyas Salman itu kemudian mulai menanami biji jagung di pulau tersebut. Setelah membangun gubuk kecil di tengah pulau yang mulai ditumbuhi jagung, pria tua itu mengajak cucunya untuk tinggal bersamanya. Untuk datang dan pergi mereka menggunakan sebuah sampan kecil. Mereka adalah etnis Abkhazia dan bertukar anggukan dengan melewati tentara Georgia.

Saat jagung-jagung mulai dewasa (uhuy) datang seorang prajurit yang terluka. Si pria tua menyelamatkan dan melindungi si prajurit dari kejaran prajurit lain. Sampai kemudian si prajurit sembuh dan meninggalkan mereka. Terakhir, ketika panen jagung dimulai, musim hujan datang dan menyebabkan banjir parah yang sewaktu-waktu dapat menenggelamkan pulau tersebut. Pria tua itu menyelamatkan cucunya dengan sesampan penuh jagung. Sedangkan dirinya sendiri ... hanyut terbawa banjir. Ya, tamat riwayatnya di filem itu.

That's all.

Filem tanpa percakapan ini, kalau pun ada percakapan hanya terjadi sekali dua, yang membikin Martozzo dan Kiki terbahak-bahak. Kata Martozzo begini, "Filem apa iii, lihat pulau, tanam jagung, pas panen dia mati."

Sampai Corn Island ternyata menyabet penghargaan pun saya pikir mungkin karena makna-makna lain dari filem ini. Makna itu antara lain:

1. Cinta


Cinta yang indah dari seorang kakek kepada cucunya. Cinta itu yang membikin si kakek melindungi si cucu yang yatim-piatu, memberinya makan, mengajarinya tentang jagung, dan lain sebagainya.

2. Prinsip


Ketika pria tua di dalam Corn Island berprinsip untuk melindungi si prajurit, dia akan melindunginya meskipun nyawa sendiri menjadi taruhannya (jika ketahuan para prajurit yang mengejar).

3. Sacrifice


Pengorbanan. Ini luar biasa. Pria tua ini berkorban asalkan cucunya selamat dari banjir. Saya jadi ingat pengorbanan Constantine yang dianggap bunuh diri lagi oleh Lucifer dalam filem Constantine. Pengorbanan itu sesuatu yang langka.

Baca Juga: The Nun

Bagi kalian yang belum menonton filem ini, cobalah menontonnya. Bagi kalian yang sudah menonton filem ini, bagi tahu donk makna lain yang kalian tangkap dari filem senyap ini. Siapa tahu pendapat kita berbeda.

Liburan masih panjang ... mari berdoa agar mendung segera pergi agar rencana jalan-jalan dapat terwujud hehe.



Cheers.