Mobil Formula 2 dan Lamborghini Impian Di Booth Pertamina GIIAS 2017


Sean Gelael, pembalap Formula 2 yang mengharumkan nama Indonesia di kacah Dunia, pun tak menyangka dirinya akan berlomba membawa merah putih di dadanya. Sama dengan Rio Haryanto yang sudah terlebih dahulu menjajal Formula 1, Sean pun merintis karir dengan tak mudah dan cenderung berliku-liku. Dan, ternyata mobil formula 2 yang dipakai pada saat lomba kini dipajang di booth Pertamina di pameran mobil terbesar di Indonesia dan salah satu terbesar di Asia, GIIAS 2017 (Gaikindo Indonesia International Auto Show) di ICE BSD City, Tangerang. 


Berada dipelukanmu mengajarkanku apa artinya kenyaman, kesempurnaan cinta. Suara merdu mendayu-dayu membuat saya hanyut dan ikut bernyanyi sambil mengabadikan aksi Rizky Febrian di atas panggung. Riuh penonton membanjiri booth Pertamina yang berada di hall 6E, ICE BSD. Tak hanya kaum muda, namun ibu-ibu pun tak mau kalah dan mencoba bernyanyi bersama Rizky saat microphone disodorkan kepadanya. Wah, serunya bisa bernyanyi dengan Rizky Febrian, anak dari pelawak terkenal, Sule. 


Selain mobil formula 2, terdapat Lamborghini berwarna kuning dengan bahan bakar Pertamax Turbo yang irit dan ramah lingkungan tentunya. Ngomong-ngomong masalah bahan bakar, setelah penampilan dari Rizky Febrian, kami disuguhkan obrolan bagaimana cara memilih bahan bakar yang irit dan ramah lingkungan. 



Dan ternyata pemakaian bahan bakar yang baik bukan hanya berdasarkan harganya saja, namun menyesuaikan jenis kendaraan yang dipakai. Misalnya mobil bertekhnologi tinggi seperti Lamborghini tidak mungkin mengunakan premium biasa harus mengunakan setidaknya Pertamaz Turbo, atau sebaliknya mobil keluarga seperti kijang tidak mungkin diberikan bahan bakar sekelas pertamax turbo.


Perlu diketahui bahwa banyak sekali jenis kendaraan yang diisi dengan bahan bakar seadanya akan mengakibatkan mesin cepar rusak dan tidak berfungsi seperti semestinya. 


Road To Jerez, begitulah campaign yang ingin disampaikan oleh Pertamina dengan mengajak turut serta masyarakat mendukung Sean Gelael pada seri Formula 2 pada tanggal 4-12 Oktober 2017 di Circuit Jerez, Spanyol. Pengunjung yang mengunjungi booth Pertamina berkesempatan mendapat kupon #RoadToJerez dengan cara berikut ini:

1. Belanja produk-produk Pertamina di booth PERTAMINA GIIAS 2017 senilai Rp.200.000,- maka anda berkesempatan mendapatkan 1 buah kupon Road To Jerez
2.Membeli Pertamax Series senilai Rp.300.000,- dan menukarkan bon pembeliannya dengan 1 buah kupon Road to Jerez di booth Pertamina GIIAS 2017
3.Bermain di Drive Your Style booth PERTAMINA dan mendapatkan 1 buah kupon Road to Jerez
Promo #RoadtoJerez ini akan diundi saat penutupan GIIAS pada tanggal 20 Agustus 2017 di booth utama Pertamina Hall 6 E, ICE BSD, Tangerang. Akan ada 3 pemenang yang beruntung yang mendapatkan masing-masing 1 paket Road To Jerez dan bisa mengajak 1 orang saudara/teman untuk pergi bersama. Yuk ajak siapapun untuk pergi ke Jerez dan nonton Formula 2 bersama teman atau keluargamu. Sampai jumpa di Spanyol nanti ya.

Bakti BCA : Konservasi Penyu dan Penyediaan Alat Operasi Katarak


Beberapa waktu lalu, saya hadir dalam sebuah acara di Menara BCA, Jakarta Selatan. Terdapat dua agenda dijadwalkan hari tersebut, yaitu Konservasi Penyu dan Penyediaan Alat Operasi Katarak. Saya sempat mengeryitkan dahi, apa hubungan antara kedua hal sehingga disatukan dalam satu acara. Namun, setelah acara dimulai, saya mulai tersenyum. Kedua program tersebut adalah Bakti BCA, yaitu donasi atau bantuan yang diberikan kepada masyarakat dalam bentuk nilai tambah yang dapat dirasakan manfaatnya. 

Saya secara pribadi tertarik dengan Konservasi Penyu. Mengapa demikian? Karena beberapa tahun lalu, saya mengunjungi Pulau Pramuka, Kepulaun Seribu. Di pulau tersebut terdapat pengembangbiakan Penyu Sisik. Satu hal baru bagi saya, apalagi melihat secara langsung dengan mata kepala bagaimana penyu itu bertransformasi dari tukik (bayi penyu) menjadi penyu dewasa. Secara awam, saya tak paham betul bagaimana sistem pengembangannya, namun hal ini lebih baik daripada orang diluar sana yang menangkap penyu dan membunuhnya demi uang. Setahu saya, Penyu memerlukan waktu lama untuk kawin dan bertelur. So, sebaiknya mulai dari sekarang, saatnya mencintai satwa langka dan menyuarakan bahwa satwa ini juga membutuhkan kehidupannya.


Agenda lain adalah penyediaan alat operasi katarak. Seperti kita tahu, Katarak adalah satu penyakit yang timbul dibagian lensa mata yang mengaburkan pandangan dan biasanya terjadi pada lanjut usia. Suatu ketika saya menyaksikan secara langsung betapa penderita katarak sangat tersiksa dan cenderung emosional karena keterbatasan penglihatan. 

Donasi BCA Kepada WWF dan Perdami

Sumber : Fitrian.net
Presiden Direktur, PT Bank Central Asia Tbk, Bapak Jahja Setiaadmadja, mengungkapkan bahwa sudah saatnya BCA turut serta dalam peningkatan kualitas baik lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat dalam hal ini Konservasi Penyu dan Penyediaan Alat Operasi Katarak. Beliau merasa senang dengan kerjasama yang telah dilaksanakan dengan WWF dan Perdami. WWF adalah lembaga yang bergerak dalam bidang konservasi lingkungan terutama satwa langka di Indonesia. Sedangkan Perdami adalah Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia sehingga sangat tepat dengan bidang operasi katarak.

Tanggung jawab sosial mengerakan BCA memberikan donasi kepada kedua pihak sehingga dapat dimanfaatkan. Sebagai seorang warga, tentu saja program ini sangat baik, bahkan mungkin merupakan trobosan baru apalagi memberikan bantuan untuk konservasi satwa langka di beberapa daerah. Semoga donasi tersebut dapat terus digulirkan sehingga sebagian besar masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Namun, memang bukan hanya tugas beberapa pihak saja untuk bergerak, merupakan tanggung jawab seluruh warga negara. 

Penyu, Duta Bangsa Indonesia 


6 dari 7 jenis Penyu terdapat di Indonesia. Tentunya, saya merasa bangga bahwa Indonesia memiliki banyak spesies penyu. Namun, dengan keragaman spesies penyu tersebut, menjadi sebuah pekerjaan rumah untuk melestarikannya. Tantangan berat sekaligus menyenangkan karena dapat mengetahui lebih banyak tentang penyu. Mau tidak mau, kita akan lebih mengenal Penyu karena konservasi dilakukan dengan beberapa ahli di WWF.


Program konservasi penyu di Pangumbahan, Ujung Genteng – Sukabumi dan Aroen Meubanja – Aceh. Kedua daerah tersebut dipilih karena terdapat Hutan yang direhebatilitasi dan merupakan satu tempat ideal Penyu untuk bertelur.  


Pak Wawan Ridwan, perwakilan dari WWF Indonesia menyebut Penyu Indonesia sebagai Duta Bangsa. Bagaimana tidak, Penyu tersebut mampu melewati ribuan kilometer dan menyebrang samudera lintas negara dan benua. Apabila ditempel lambang negara dengan kode ID, maka suatu saat tertangkap nelayan atau warga lain maka merekalah duta bangsa. Penyu tidak memerlukan paspor ataupun visa untuk melewati suatu garis batas negara. Sungguh luar biasa Penyu Indonesia. 

Penyediaan Alat Operasi Katarak 

Sumber : bca.co.id
Katarak merupakan ancaman serius bagi usia senja. Bayangkan saja 50 persen angka kebutaan disebabkan salah satunya oleh katarak. Bahkan, pada usia sekitar 50an, usia tersebut rentan terhadap katarak. 

Sebetulnya apa yang menyebabkan Katarak? seiring bertambahnya usia, protein yang membentuk lensa mata akan berubah termasuk kandungan airnya sehingga menyebabkan mata menjadi keruh dan berair. Jika tidak ditangani dengan baik, katarak berpotensi menjadi kebutaan. 

BCA memberikan donasi sebesar 500 juta rupiah untuk membeli alat operasi berupa mikroskop yang digunakan untuk operasi katarak gratis di sejumlah daerah di Indonesia. Betapa mulianya yang dilakukan oleh BCA dan Perdami. Semoga langkah tersebut dapat diikuti oleh instasi lain sehingga katarak dapat ditekan dan diberantas tuntas melalui program ini.

sumber : fitrian.net
Informasi lengkap : 
PT BANK CENTRAL ASIA TBK
Sekretariat Perusahaan – Sub Divisi Komunikasi Korporasi
Biro Hubungan Masyarakat
Alamat: Jl. MH Thamrin No. 1
BCA Grand Indonesia Lt. 22 
Jakarta Pusat 
Telepon: (021) 2358-8000
Fax: (021) 2358-8300
E-mail: humas@bca.co.id

International SWAM Exhibition 2016 : Ketika Industri Kecantikan dan Wisata Disatukan


Ketika Singapura, Thailand dan Korea Selatan telah maju selangkah dalam industri kecantikan, Indonesia seperti bayi yang masih merangkak dan belajar berjalan bidang ini. Sebutlah Korea Selatan yang menjadi pusat operasi plastik dan pusat kecantikan di Asia bahkan Dunia. Bagi wanita, kosmetik dari Korea Selatan telah memiliki tempat dihati bahkan telah merasuk dalam kehidupannya setiap hari. Bangun pagi kemudian mandi dan merias wajah dengan kosmetik. Kemudian di kantor pada saat setelah makan siang, wanita cenderung merapikan make-up. Setelah pulang ke rumah mereka mengunakan produk pembersih make up. Jika dihitung dari segi bisnis, maka setiap kegiatan wanita yang berhubungan dengan make up dan keseharian adalah uang yang akan berlimpah. Sungguh suatu peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh pihak manapun.


Korea Selatan, menjadi salah satu kiblat industri kecantikan di Asia. Dan, sangat beruntung selain kecantikan, teknologi, hiburan dan wisata juga sudah menjadi industri yang patut dibanggakan oleh Korea Selatan. Siapa tak mengenal produk smartphone Samsung atau Pulau Nami yang indah atau K-POP yang telah mendunia. Secara tak langsung, devisa yang masuk ke dalam negeri Korea Selatan menjadi berkali-kali lipat dengan ketekunan dari industri-industri yang dikembangkan.

Kini saatnya Indonesia mulai memperhatikan industri seperti estetika ini untuk mendulang devisa sebanyak-banyaknya, karena Indonesia memiliki potensi luar biasa yang tidak akan pernah habis sumber daya baik alam maupun manusianya.

International SWAM Exhibition 2016


Beberapa hari lalu, saya terbangun saat menghadiri press conference International SWAM Exhibition 2016 di ICE BSD. Betapa tidak, selama ini saya mengangap bahwa industri kecantikan (Estetika) ini tidak pernah berhubungan langsung dalam pariwisata Indonesia, dan hal tersebut salah besar. Justru, Singapura, Thailand dan Korea Selatan menerapkan industri estetika dan wisata secara bersama-sama dan saling mendukung. Dan, hasilnya ketiga negara tersebut mampu mendatangkan wisatawan dan pasien kecantikan untuk berkunjung ke negara mereka sekaligus berobat. 

dr. Teguh, selaku ketua panitia pelaksana International SWAM Exhibition 2016 ini mengaku sangat bangga karena exhibition yang akan dilaksanakan pada tanggal 2-4 Desember tersebut merupakan event International terbesar ketiga di Dunia. Untuk mendukung perkembangan industri estetika, pihaknya akan segera mewujudkan sebuah resort anti aging di Pulau Laki, Kepulauan Seribu dan diklaim menjadi yang terbesar di Indonesia. Sehingga, pasien yang tadinya hanya menginap beberapa hari akan mempertimbangkan untuk menambah hari karena menikmati keindahan resort tersebut. Dengan menambah hari, maka devisa melalui industri ini akan semakin besar bahkan bertambah 2 sampai berpuluh-puluh kali lipat.


Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Pak Dadang Rizki Ratman menjelaskan, Pemerintah sangat mendukung dengan Industri ini, apalagi akan dikawinkan dengan Wisata tentu saja, industri ini akan menjadi strategis. Bahkan, bila perlu dari program Pariwisata mengenai 10 Bali baru akan dikembangkan bersama-sama dengan industri estetika ini.

Dari Ikatan Dokter Indonesia, pun menjelaskan kesiapan mereka dalam menyiapkan tenaga ahli dalam Industri ini. Kesiapan ini tentunya sangat penting, apalagi kepercayaan terhadap tenaga ahli akan meningkat apabila kualitasnya telah setara dengan Korea Selatan atau Singapura misalnya. Wacana pembukaan jurusan studi di Universitas pun menjadi perhatian khusus, karena untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas diperlukan pendidikan secara khusus dan berkelanjutan.



Kini saatnya menikmati International SWAM Anti Aging Exhibition pada tanggal 2-4 Desember 2016 yang akan diadakan di ICE BSD. SWAN Aesthetic Beauty Expo 2016 ini diperuntukan untuk Umum yang mancari informasi dan mendapatkan produk perawatan sesuai dengan kebutuhannya. Sedangkan Dokter dan Tenaga Ahli industri Estetika dapat menghadiri Seminar yang akan meningkatkan pengetahuan dan skill tentang dunia estetika.


Selain itu terdapat lomba yaitu Make Up, Line Dance dan Zumba Dance untuk umum. Informasi lengkap sebagai berikut :




International SWAM Exhbition 2016 
Twitter dan instagram : @abexpoid dan @swamexpo


BCA PRIMA Amazing "Mission" Experience


Apa jadinya jika 30 orang bertemu dalam satu misi menjadi yang terbaik, tercepat, teririt, teramai aka terheboh dan terunik? Bisa dibayangkan bahwa mereka akan berusaha untuk melakukan segala hal dengan sungguh-sungguh. Untungnya, kami tidak melakukannya individu melaikan kami dibagi menjadi 6 kelompok dan tanpa saling kenal sebelumnya. Iya kami berkesempatan mengikuti BCA PRIMA Amazing Experience.

Tapi, sebetulnya apa sih misi yang akan dituntaskan? Ehmm, sebetulnya misinya cukup sederhana, yaitu belanja dan fashion show. Lalu kalau misinya semudah itu pastinya gampang donk melakukan semua misinya? Eitss, tunggu dulu, misinya memang mudah namun ada beberapa tahap misi yang harus dilakukan dan apabila misi sebelumnya belum terpecahkan, maka misi selanjutnya tidak bisa diberikan. 

Bandung menjadi tempat kami melakukan misi-misi kami dan dimulai dari BCA KCU Dago dan Museum BCA

Kelompok 4 For Win

We are ready to Win
Setelah sampai di BCA KCU Dago, kami disambut oleh perwakilan dari cabang BCA tersebut. Beliau menyampaikan rasa senang dan terima kasih atas kunjungan kami yang jauh-jauh dari Jakarta. Kaos warna-warni yang dikenakan berubah menjadi satu nada, biru tua dan bertulisakan BCA PRIMA Amazing Experience dengan logo BCA dan Jaringan ATM Prima. 

Bagi saya telah familiar dengan BCA dalam hitungan tahunan, begitu pula dengan PRIMA. Bagi yang belum mengetahui, PRIMA adalah salah satu Jaringan yang menghubungkan antar satu bank dengan bank lainnya. Logo PRIMA bisa ditemukan pada kartu debit pada bank yang telah bekerjasama dengan jaringan tersebut. Dan sampai saat ini yang telah tergabung dengan jaringan ATM Prima telah mencapai lebih dari 40an bank.

And here we are Group 4. Moto kami adalah Group 4 For The Win. Kami adalah Uni Dzalika, Nia Nastiti, Eko Sutriyanto, Tieka dan saya sendiri, Salman. Dan, selanjutnya kami akan bersama-sama menjalankan misi-misi yang telah dipersiapakan oleh panitia, Radio RFM 107.5, News Channel

Mission Begin


Misi pertama adalah menemukan benda-benda yang disebutkan dalam kartu pertanyaan. Terdapat 3 pertanyaan yang harus kami jawab dan laksanakan untuk mendapatkan tas backpack. For your info, kami tidak diperbolehkan membawa tas bawaan, jadi kami terpaksa membawa baju, kamera, kabel-kabel dan benda-benda lain dalam gengaman tangan saja. Bayangkan betapa rempongnya kami. So, kami harus menyelsaikan misi pertama ini. 

Sebelum menjawab pertanyaan, kami diwajibkan mendengarkan penjelasan singkat mengenai Museum BCA. Museum ini berisi benda-benda yang berhubungan dengan perbankan atau lebih tepatnya Bank BCA pada masalah terdahulu. Benda-benda yang tersimpan antara lain mesin ATM pertama, kursi dan meja dengan lambang Bank BCA yaitu cengkeh, mesin penghitung uang kartal, mesin cetak kertas, mesin hitung dan lain-lainnya. 

Beruntung, kami menyelesaikan misi ini meski harus bolak-balik karena kami belum foto dengan satu benda lainnya. Yess, akhirnya kami berhasil mendapatkan tas. Ah, akhirnya kami bisa membawa barang tanpa kerempongan lagi.

Misi pertama ternyata belum selesai, kami harus welfie didepan mobil RFM dan menyebarkannya melalui social media yang kami miliki. Wah, untung saja wefie ini merupakan keahlian yang kami miliki. And, mission completed. Yeay, Lanjut ke misi kedua.


Misi kedua adalah belanja untuk fashion show dan harus memilih satu pasang perwakilan. Oh, wait, kita harus punya wakil. Dan sudah diduga saya adalah salah satu yang terpilih. Gaswat, keahlian modeling kan sudah lama tak dipergunakan, apa yang harus saya lakukan? Tapi, show must go on. Oke, kini saatnya untuk berbelanja. 

Fashion Show 


Setelah berkutat dengan panas dan hujan, akhirnya misi kami pun selesai. Namun, kami harus mempersiapakn diri guna fashion show. Saya ini kan termasuknya, ngga fashionable banget, tapi kali ini demi kelompok 4, saya harus rela menahan malu. Bisa dibilang urat malu telah putus dan dilempar entah kemana.

Dan setelah mempersentasikan busana dengan tema ala-ala "Holiday". Akhirnya, lega juga bisa menyelesaikan misi dengan sukses, walaupun saya tahu kurang maksimal. Tapi, sudahlah karena ide-ide yang ada berterbangan itu seperti menguap begitu saja.

Dan, akhirnya pengumuman pemenang, kelompok 2 mendapatkan predikat the best fashion, karena tampil all aout dan luar biasa fashionable. Sedangkan kelompok 6 berhasil membuat juri terpingkal-pingkal gara-gara ulah konyol dan lucu serta mengemaskan. Dan, satu predikat yaitu kelompok terbanyak belanja dan menghabiskan lebih sedikit dari budget yang ditetapkan adalah kelompok 1. Yeaay, selamat untuk semua pemenang. Oh iya, selain kelompok terdapat pemenang untuk live post competition.


Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi BCA PRIMA Amazing Experience Blog Competition dari Bina Blog Indonesia.








src="http://tag.ripre.com/campaign?
guid=on&k=99wP22Py8HQ79TM26jci2LC
c562JT0m0&c=d968b337bf1a97ee51b1
39f19b840442" width="1"
height="1" />

src="http://tag.ripre.com/campaign?
guid=on&k=99wP22Py8HQ79TM26jci2LC
c562JT0m0&c=d968b337bf1a97ee51b1
39f19b840442" width="1"
height="1" />