Episode 16 – Djangan Loepakan Sedjarah (Podcast)

Ini adalah sebuah episode tentang sejarah podcast. Siapakah podcaster pertama di dunia dan siapa pula yang pertama dari Indonesia? TIdak asal bicara, episode ini juga menampilkan “bukti-bukti sejarah” berupa cuplikan-cuplikan podcast dari masa laloe. Djangan loepakan sedjarah, boeng! Merdeka! :p

Silahkan dengarkan di sini atau di bawah ini:

Tautan/ Rujukan terkait:

Music used in this episode:
– “Android Sock Hop” by Kevin MacLeod (incompetech.com)
Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

~~

Episode 15 – Petjahin Mantjah: Dari Bekasi ke Jogja dan Kota-kota Keren di Indonesia

Namanya Mantjah, biasa cuap-cuap di Podcast Petjah (Podcastnye Mantjah) yang ngobrolin soal urbanisme, pembangunan dan tata kota. Kali ini dia bakal cerita tentang podcastnya, tentang sebuah planet keren bernama Bekasi dan juga tentang kota-kota keren di Indonesia. Di akhir podcast, kita berdua mau ngajak kalian, kamu, kamu dan kamu untuk bikin satu episode podcast. Ikutan yok..

Iya, kamuuu.. 🙂

Music used in this episode:
Carpe Diem by Kevin MacLeod (incompetech.com)
Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

Episode 14 – Kenapa Prabowo Harus Nonton Ready Player One

Sebuah ulasan “In My Sok Tau Opinion” setelah nonton film READY PLAYER ONE karya Steven Spielberg. Ada empat bagian yang diulas, mulai dari setting film, tokoh-tokoh dan jalan cerita, apa yang menarik dari film ini dan kenapa bawa nama-nama Prabowo hehe..

Ya namanya juga review sok tau. Semoga bisa jadi semacam panduan sebelum nonton film keren ini. Bisa dengar langsung di sini, atau lewat player di bawah ini:

Disclaimer:
Gue nggak dibayar sama Steven Spielberg atau Warner Bros untuk review ini. Emang gue siapa? 😀

Music used in this episode:
– “Android Sock Hop” by Kevin MacLeod (incompetech.com)
Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

– “8-Bit Retro Video Game Sound Effects” by Brand Name Audio.
@brand-name-audio

Episode 13 – Kepo Buku – Dari Chicago-Chicago, Eni Arrow, Fiksi Mini sampai Novelnya Prabowo

Cuy, lagi baca buku apa?” Inilah pertanyaan penting yang selalu diajukan di setiap segmen Kepo Buku yang selalu berusaha mencari rekomendasi buku bacaan. Kali ini kita akan kepoin empat buku. Diawali dari buku kumpulan tulisan seorang romo Jesuit Indonesia yang sedang belajar di Amerika. Selanjutnya diulas pula fenomena novel hits tahun 80-90an karya Eni Sukaesih alias Eni Arrow. Buku ketiga konsepnya cukup menarik, yakni kumpulan fiksi mini karya seorang penulis Amerika latin. Dan ditutup dengan novel yang belakangan ngetop setelah disebut oleh Jendral Prabowo! Daftar buku selengkapnya ada di bawah.

Silahkan dengarkan di sini atau langsung lewat player di bawah ini:

Buku Yang Dibahas di Episode Ini:

  • Chicago-chicago: Cinta, Politik dan Kemanusiaan di Negeri Paman Sam – Bhaskara T Wardaya
  • Novel-novel Eni Arrow 😀
  • Pemburu Aksara: Serpihan Fiksi Mini – Ana Maria Shua (terjemahan oleh Ronny Agustinus)
  • Ghost Fleet: A Novel of The Next World War – PW Singer & August Cole

 

Musik:

Music used in this episode:
Life of Riley by Kevin MacLeod (incompetech.com)
Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

Episode 12 – Ngobrol di Persimpangannya Asia Tenggara bersama Lia Sciortino

Tamu Suarane Podcast kali ini adalah Ibu Lia Sciortino Sumaryono, Pendiri dan Direktur SEA Junction, sebuah lembaga yang berlokasi di Bangkok Arts and Cultural Centre, sebuah oase di tengah gurun pusat perbelanjaan di kota Bangkok. SEA Junction adalah tempat untuk lebih mengenal lebih dari dekat berbagai aspek sosial, politik, budaya dan juga seni dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Apa yang menarik dari tempat ini sampai patut jadi tujuan kalau berwisata ke Bangkok? Ayo ikut ngobrol di Persimpangan Asia Tenggara ini. Kita juga akan ngobrol tentang sosok Bu Lia sendiri dan mendiang suaminya yang seorang legenda Pencak Silat Indonesia. Bisa didengarkan di sini atau cukup lewat player di bawah ini

Tautan Terkait:

Music used in this episode:
Pixeland by Kevin MacLeod (incompetech.com)
Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

Episode 11- Belajar Bareng Mputtt & Om Iwok Abqary (Penulis)

Mputtt kembali hadir di episode 11 dengan Belajar Bareng Mputtt. Ini adalah segmen di mana kendali Suarane Podcast diambil alih oleh anak gue, Mput untuk mengenal berbagai macam profesi. Kali ini Mput menghubungi Iwok Abqary, seorang penulis novel anak dan remaja yang sangat produktif.

Tautan Terkait:

Music used in this episode:
Pixeland by Kevin MacLeod (incompetech.com)
Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

Episode 10 – Ngobrol Soal Sex Bareng Yori

Tamu episode kali ini adalah Yori dari podcast “Celoteh Yori” yang banyak mengulas soal topik seksologi. Bersama Yori yang juga seorang psikolog dengan spesialisasi seksologi, kita akan sama-sama belajar tentang sebuah tema yang selama ini sering dianggap tabu di masyarakat, padahal banyak hal yang bisa kita pelajari di sini. Dengarkan selengkapnya di sini atau dengan klik player di bawah ini

Setelah ngobrol dengan Yori, gue malah tertarik untuk juga konsultasi sex dengannya mengenai sebuah hal yang sangat penting bagi masa depan. Boleh kalau kalian mau nguping. Setelah dengar episode ini, lanjut aja nguping konsultasi gue dengan Yori di channel podcast kedua gue di Anchor atau dengar lewat player di bawah ini:

 

TENTANG YORI:

Music used in this episode:
Carpe Diem by Kevin MacLeod (incompetech.com)
Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

Episode Anchor: Cover-Coveran Ukulele Lagi..

Sejak sebulan terakhir ini gue mulai punya channel kedua yang isinya cemilan-cemilan podcast pendek. Ini tempat gue bebas bereksperimen menggodok ide-ide podcast baru sekalian juga menyalurkan hobi ngoceh. Waktu terbitnya juga bebas tanpa aturan, kontennya pun semau gue. 😀

So inilah salah satu episode di mana gue kembali mencoba bikin cover lagu dengan ukulele setelah sekian lama berhenti. Kali ini yang jadi “korban perusakan” gue Akad dari Payung Teduh. Bisa didengarkan di browser dengan mengklik link ini, atau download aja aplikasi “Anchor” di sini dan cari ID akun gue: “Rane” atau dengar di player di bawah. Enjoy..

Podcast-podcast pendek gue yang lain ada di http://anchor.fm/suarane.

Disclaimer: Lagu Akad gue cover cuma buat hiburan ya, Daeng Is. Nggak ada maksud komersil kok. Suara gue mana komersil juga haha

Episode 09 – Kepo Buku – Dari Raditya Dika, Murakami ke Buku Kutu

Kita bagi-bagi rekomendasi buku lagi, mulai dari buku terbarunya Raditya Dika sampai buku uniknya Haruki Murakami sampai ke obrolan dengan host Podcast Buku Kutu. Simak juga siapa pemenang buku dari episode Kepo Buku 1 dan 2, serta juga kembali bagi-bagi buku dari sponsor kita, Ksatria Buku!

Peringatan: episode ini rekor banget, 1 jam cuy! Tapi gue bakal kasih penanda di bagian komen di Soundcloud dan juga time code di suarane.org untuk mempermudah loncat-loncat ke bagian tertentu.

Dengarkan di Soundcloud di sini atau lewat player di bawah ini:



Time Code:

Episode ini bakal panjang, sekitar 1 jam. Karena itu untuk mempermudah mendengarkan, berikut time code dari acara tersebut. Silahkan klik time code untuk menuju ke bagian-bagian tertentu (akan membuka windows baru di Soundcloud)

  • 00:00 – Opening bla bla bla 🙂
  • 02:50 – Rekomendasi bukunya Steven (Ubur-ubur Lembur, Raditya Dika)
  • 12:52 – Promo Komunitas Podcast Indonesia. Join yuk!
  • 14:20 – Rekomendasi bukunya Rane (What I Talk When I Talk About Running, Haruki Murakami)
  • 24:02 – Promo sponsor Kepo Buku: KSATRIA BUKU! Cekidot!
  • 25:15 – Obrolan dengan Adit dari Podcast Buku Kutu
  • 54:38 – Inilah pemenang hadiah buku dari Kepo Buku! Selamat
  • 56:14 – Bagi-bagi buku lagi cuy. Ini bukunya
  • 57:21 – Next on Suarane Podcast episode-episode berikutnya

SPONSOR:

Episode Kepo Buku ini disponsori oleh Ksatria Buku (Silahkan lihat koleksi buku mereka di Tokopedia atau Instagram)

Tautan Terkait:

Selamat mendengarkan.

Rane

Episode 08 – Dari Intoleransi Sampai Ngaduk Bubur: Ngobrol Bareng Alissa Wahid

Suarane Podcast kedatangan satu lagi tamu keren: Alissa Wahid, putri sulung dari KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Alissa diundang oleh SEA-Junction, sebuah lembaga nirlaba yang didirikan untuk mendorong saling kesepahaman dan juga sebagai salah satu pusat informasi dan kajian kawasan Asia Tenggara.

Di sela-sela kegiatannya, Alissa bercerita tentang Jaringan Gusdurian yang dipimpinnya, bagaimana Gus Dur mendidik anak-anaknya untuk menghargai perbedaan, nilai-nilai Gus Dur sampai ke urusan mengaduk bubur sekalipun 🙂

Cerita selengkapnya bisa didengarkan di Soundcloud atau langsung di player di bawah ini:



Indeks: 
Catatan: Podcast ini berdurasi 40 menit. Silahkan klik pada timecode di bawah untuk langsung menuju ke bagian-bagian tertentu dari podcast ini (saat klik akan membuka ke Soundcloud):

00:00 – Pembukaan
06:28 – Kegiatran jaringan GusDurian di Indonesia
09:21 – Indikasi berkembangnya sikap intoleran di kalangan generasi muda.
12:13 – Bagaimana sih anak-anak Gus Dur diajari untuk punya sikap toleran?
17:30 – Dari soal buku, perusakan tempat ibadah, sampai bubur yang diaduk 🙂
31:59 – Mau gabung jadi geng Gusdurian?
36:20 – Penutup (Ayo jangan lupa subscribe ke Suarane podcast)

 

Tautan Terkait:

Ucapan Terima Kasih:

  • Alissa Wahid yang sudah mau ngobrol
  • Bu Lia Sciortino dari Sea Junction, Bangkok (Nantikan episode ngobrol dengan Bu Lia dua minggu lagi)
  • Teman-teman komunitas Podcaster Indonesia, khususnya Daru aka Buluk dari Podcast Pojokan, Ilham dari #TetepMekenyemPodcast, Adit dari Podcast Buku Kutu, dan DW aka Dimas Wahyu dari DWPodcast dan tidak ketinggalan Yeni dari YenInPodcast (sorry gue nggak punya alamat podcast lo nih)

Catatan Teknis Buat Teman-teman Podcaster:

  • Wawancara dilakukan dengan alat rekam digital Tascam-DR07, produk gagal nih dan sudah tidak lagi diproduksi karena bahan untuk alatnya yang terbuat dari plastik dan menimbulkan bunyi yang mengganggu hasil rekaman!
  • Untuk mengakali bunyi dari bodi alat recordernya saya memadukan alat rekam Tascam di atas dengan lapel microphone custom yang bercabang dua. Tujuannya juga agar rekaman suara lebih jelas baik dari penanya maupun nara sumber. Namun kesalahan saya adalah tidak memasangkan lapel micnya di baju nara sumber. Akibatnya suara “njomplang”. Gagal lagi deh hehe
  • Backup recorder. Percaya atau tidak pada akhirnya saya mengandalkan hasil rekaman back-up dari smartphone Xiaomi Redmi Note 4 saya. Suaranya memang agak kecil, tapi bisa diatasi dengan poin berikutnya di bawah ini
  • Levelator! Yes, pada akhirnya software sederhana Levelator kembali menjadi penyelamat. Suara rekaman yang kecil dan tidak imbang akhirnya diselamatkan oleh software gratisan ini. Sayang banget software ini sudah berhenti pengembangannya. Semoga saat upgrade OS komputer nanti dia tetap kompatibel
  • LESSON LEARNED: 1. Saat wawancara/ ngobrol langsung, selalu sedia back-up! 2. Levelator kembali terbukti berhasil dalam levelling suara yang sangat njomplang. 3. Melibatkan teman-teman kadang memunculkan pertanyaan-pertanyaan menarik dan di luar dugaan.

 

Lain-lain:

Musik yang digunakan di episode ini adalah Carpe Diem oleh Kevin MacLeod (incompetech.com) – Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0
Creative Commons Licence
Suarane.org  is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.