Nostalgia Lagu ABBA Bersama Mamma Mia Live In Jakarta

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Mamma Mia

Pada saat karaoke, lagu-lagu yang ada di playlist kadang suka bikin geleng-geleng kepala. Iya, bos saya biasanya suka memilih lagu ajaib dan terasa asing ditelinga saya. Saat memutar lagu Dancing Queen, bukan hanya bos saya saja yang ikut berdansa, seluruh ruangan pun turut mengikuti irama. Mulanya saya hanya mengikuti irama saja, namun ketika bagian reff, saya pun bernyanyi bersama bos dan seluruh teman yang ada di ruangan. Siapa yang tak mengenal ABBA? Sebuah legenda dari Inggris yang sangat tersohor pada masanya. Bahkan penggemar ABBA terus ada dan loyal sampai saat ini. 

Bukan rahasia lagi kalau saya suka K-Pop terutama Girls Generation, girls group asal Korea Selatan yang sangat legendaris. Kebetulan sekali Girls Generation pernah menyanyikan lagu yang sama dengan ABBA yaitu Dancing Queen. Meski memiliki makna lagu yang berbeda, namun musik yang groove dan sangat enak didengar sama-sama menjadikan lagu Dancing Queen ini kesukaan saya. Nah, kalau kamu ada ngga lagu kesukaanmu yang memiliki judul lagu sama dan dinyanyikan oleh dua penyanyi kesukaanmu? 

Selain legenda, ABBA punya kesan tersendiri dalam hidup saya. Karena saya seorang pemimpi dan saya juga sangat suka dengan Westlife, boy group yang sama-sama berasal dari Inggris Raya. I have a dream, saya memiliki mimpi-mimpi besar pada saat itu. Salah satu mimpi saya adalah traveling ke Jepang dan keliling Dunia. Selain bermimpi, saya juga banyak belajar bahasa Inggris dari lirik-lirik lagu I have a dream.  

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Mamma Mia

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Mamma Mia

I have a dream
A song to sing
To help me cope 
With anything

If you see the wonder 
Of a fairy tale
You can take the future 
Even if you fail

Mimpi berkeliling dunia mungkin terlalu muluk, namun kabar baik datang ketika Mamma Mia, sebuah pertunjukan musikal, mengadakan pertunjukan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Mamma Mia berasal dari London, Inggris. Tentu saja Inggris menjadi salah satu destinasi yang harus daya kunjungi suatu saat nanti. Dengan adanya pertunjukan musikal ini, tentu saja menambah semangat saya untuk terus bermimpi dan mengejarnya. Siapa tahu ada yang memberikan tiket gratis ke London kan? Kalau kamu mau kan di kasih tiket gratis ke London? Hayo ngaku ajalah hahaha.

Kapan terakhir nonton pertunjukan musikal yang megah? Saya terus terang sangat jarang nonton pertunjukan musikal karena memang harus menyisihkan uang yang tak sedikit. Lebih baik menyisihkan uang untuk tiket traveling, begitulah kira-kira yang saya lakukan selama ini. Namun pada tahun 2016 lalu, saya sempat menyaksikan Mud KL, sebuah pertunjukan musik yang mengangkat sejarah Kuala Lumpur. Terus terang pertunjukan ini sangat menyita hati saya, karena sekali lagi saya jarang menikmati pertunjukan musik secara live.

Beruntung sekali saya dapat menyaksikan secara langsung MAMMA MIA Live in Jakarta dengan mempertunjukan kurang lebih puluhan lagu hits dan legendaris dari grup ABBA. Mamma Mia ini berkisah mengenai hubugan ibu dan anak yang memiliki konflik mengenai masalah percintaan. Seperti biasa, orang tua akan selalu melindungi anaknya dari laki-laki yang tak baik. Pesan uang ingin disampaikan adalah komunikasi antar ibu dan anak serta bagaimana memberikan yang terbaik untuk keluarga.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Mamma Mia

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Mamma Mia

Mamma Mia merupakan lagu yang sangat hits dari ABBA. Mamma Mia menjadi lagu pengiring pada adegan Donna pertama kali menyadari bahwa ketiga pria pada masa lalu muncul di rumahnya. Donna yang awalnya bersembunyi, akhirnya bertemu dengan pria dengan cara yang tak terduga.

Sedangkan adegan 'Dancing Queen' merupakan adegan favorite saya ketika 3 pemeran utama wanita yaitu Donna, Tanya dan Rose mengenang kembali masa-masa muda mereka ketika masih bersemangat dan menikmati hidup. Dalam adegan tersebut, ketiga kawan tersebut mengajak para wanita di desa untuk bersenang-senang.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Mamma Mia

Dimulai dari produksi musikal pertama dari West End London, MAMMA MIA! telah menjadi salah satu pertunjukan musikal legendaris di dunia. MAMMA MIA! merupakan salah satu dari lima pertunjukan musikal yang telah dimainkan lebih dari 10 tahun di Broadway (New York) dan West End London. Pada tahun 2011 MAMMA MIA! menjadi satu-satunya pertunjukan musikal yang dimainkan dalam bahasa mandarin di Republik Rakyat Cina. Tur internasional MAMMA MIA! dimulai di Dublin pada September 2004 dan sudah mengunjungi 85 kota di 38 negara, dan menjual sekitar 5 juta tiket.

MAMMA MIA! merupakan hasil karya sensasional oleh Judy Craymer. MAMMA MIA!, ditulis oleh Catherine Johnson, disutradarai oleh Phyllida Lloyd, dikoreografikan oleh Anthony Van Laast, dengan musik dan lirik oleh Benny Andersson & Björn Ulvaeus. Produksi didesain oleh Mark Thompson, desain pencahayaan oleh Howard Harrison, desain suara oleh Andrew Bruce dan Bobby Aitken, sedangkan untuk supervisi musik, material tambahan, dan aransemen oleh Martin Koch.

Tur Internasional MAMMA MIA! diproduksi oleh Judy Craymer, Richard East & Björn Ulvaeus untuk Littlestar, bekerja sama dengan Universal, Stage Entertainment dan NGM.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Mamma Mia
Para Cast Pemain Pertunjukan Musikal MAMMA MIA seperti Lucy May Barker, Shona White, Daniel Crowder, Matthew Rutherford, Tamlyn Henderson dan Phillip Ryan

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Mamma Mia
Nick Grace, Associate Producer dari Tur MAMMA MIA
Informasi Tiket dan Pertunjukan

Pertunjukan ini berdurasi 2 Jam 35 Menit (termasuk jeda 20 menit) dengan nama acara MAMMA MIA, THE SMASH HIT MUSICAL BASED ON THE SONG dari tanggal 28 Agustus – 9 September 2018 dengan 16 Kali pertunjukan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki.

Waktu pertunjukan adalah selasa – kamis pada pukul 20.00 WIB, sabtu pada pukul 14.30 dan 19.30 serta minggu pada pukul 13.00 dan 18.30 WIB.

Sedangkan harga tiket adalah  Harga tiket normal VIP (Rp 2.650.000), Platinum (Rp 2.350.000), Gold (Rp 1.650.000) dan Silver (Rp 850.000).

Pemesanan dapat dilakukan melalui situs www.mammamiajkt.com atau telepon 0813-2587-5388 atau langsung di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Social media melalui Instagram di www.instagram.com/sgelive.id .

Drama Musikal MAMMA MIA, Pertunjukan Nostalgia Grup Legendaris ABBA


Dahulu saya mendengarkan lagu Westlife yang berjudul I Have A Dream di radio-radio dengan senang hati. Kala itu artis remaja Indonesia tenar, Sherina pun berkesempatan untuk berdua dengan Boy Band asal Inggris. Sejak saat itu, saya familiar lagu tersebut. Teman-teman sekolah pun banyak yang bersenandung bahkan mengidolakan Westlife. Salah satunya Tina, perawakannya tinggi dan besar tidak lantas membuatnya menyukai hal-hal sport ataupun extreme, malah mengidolakan Westlife. Beruntung saya bisa mendapatkan pinjaman kaset dan seluruh lirik lagunya dengan sangat lengkap. Sampai-sampai saya mendapatkan informasi lagu terbarunya pun dari Tina.

I Have A Dream ternyata bukanlah lagu asli dari Westlife, melainkan telah dinyanyikan oleh ABBA. Saya pun baru menyadari setelah beberapa tahun kemudian. Setelah perbendaharaan terhadap musik berkembang sangat jauh semenjak mendengarkan radio ternama di Pekalongan. Karena radio di Pemalang, Kota kelahiran, tidak memiliki kualitas yang mumpuni pada saat itu.


Ternyata ABBA memiliki banyak single yang hits pada masanya dan telah beberapa kali di daur ulang oleh musisi dari berbagai negara lain. Lagu Dancing Queen adalah lagu kedua yang banyak dinyanyikan di tempat-tempat karaoke setelah saya bekerja di Jakarta. Mungkin, generasi 70 atau 80-an yang sangat menyukai lagunya karena menyaksikan secara langsung di televisi dan mendengarkan di radio.

Senandung lagu I have a dream dan Dancing Queen sangatlah menggembirakan. Lirik yang mudah dihafalkan dan dinyanyikan secara bersama-sama dengan teman, sahabat atau bahkan keluarga besar. Mungkin angkatan Ayah sayalah yang bisa mengenang masa-masa remajanya dengan lagu tersebut. Namun, karena di daur ulang tersebut, lagu ini menjadi legend dan akan dikenang sampai anak cucu nantinya.

NOSTALGIA


Siapa sangka beberapa tahun lalu, Mamma Mia, salah satu single ABBA pun diangkat ke layar lebar dengan konsep yang sangat unik dan lucu. Beberapa tahun belakangan, Mamma Mia diangkat menjadi sebuah Drama Musikal yang telah di tonton di puluhan negara, ditonton lebih dari 60 juta penonton dan dipentaskan melalui 60 produksi dalam 16 bahasa yang berbeda.

Selama ini saya menyaksikan drama musikal dengan beragam bahasa terutama bahasa Inggris. Namun, ternyata Mamma Mia ini telah mengadopsi ke 16 bahasa berbeda seperti Korea, Latin, Perancis dan lainnya. Saya sangat respect dengan seluruh artis pemeran dalam drama musikal yang tidak hanya mengandalkan acting namun juga mengeluarkan suara emasnya. Can you imagine?

Dan, kejutannya adalah MAMMA MIA akan melakukan pertunjukannnya di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki pada 28 Agustus – 9 September 2018. Wow, saya pun terkesima dengan pertunjukan level international yang diadakan di TIM. Pasalnya, setahu saya, TIM memiliki Teater Jakarta yang kapasitasnya 1200 penonton dengan sound system dan teknologi yang canggih. Hal inilah yang membuat Teater Jakarta menjadi tempat pertunjukan taraf International sekelas Mamma Mia ini. Nick Grace dan tim sebelumnya telah melakukan survey terlebih dahulu, sebelum memutuskan venue ini.

Pak Denny, selaku Direktur SGE pun merasakan kegembiraan dan kebanggaannya tersendiri karena dapat menyelenggarakan pertunjukan yang spektakuler dan dapat menyatukan generasi old dengan generasi zaman now. Apalagi didukung oleh ticketing partner, book my show yang menjangkau keseluruh lapisan masyarakat sehingga bisa menonton bersama-sama selama beberapa hari.


Tiket pertunjukan musikal MAMMA MIA dapat diperoleh melalui www.mammamiajkt.com. Dapatkan diskon khusus untuk early bird sampai dengan 25 % yang berlaku dari Maret sampai akhir April, bagi pemegang kartu kredit BCA mendapatkan kesempatan pertama untuk membeli dengan diskon sampai dengan 25 %. Khusus kelas Silver diskon sampai dengan 10% eksklusif untuk pemegang kartu kredit BCA (Kuota Terbatas).

Informasi Tiket dan Pertunjukan

Pertunjukan ini berdurasi 2 Jam 35 Menit (termasuk jeda 20 menit) dengan nama acara MAMMA MIA, THE SMASH HIT MUSICAL BASED ON THE SONG dari tanggal 28 Agustus – 9 September 2018 dengan 16 Kali pertunjukan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki.

Waktu pertunjukan adalah selasa – kamis pada pukul 20.00 WIB, sabtu pada pukul 14.30 dan 19.30 serta minggu pada pukul 13.00 dan 18.30 WIB.

Sedangkan harga tiket adalah Harga presale VIP (Rp 1.987.500), Platinum (Rp 1.762.500), Gold (Rp 1.320.000) dan Silver (Rp 850.000). Harga tiket normal VIP (Rp 2.650.000), Platinum (Rp 2.350.000), Gold (Rp 1.650.000) dan Silver (Rp 850.000).

Pemesanan dapat dilakukan melalui situs www.mammamiajkt.com atau telepon 0813-2587-5388 atau langsung di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Social media melalui Instagram di www.instagram.com/sgelive.id .

Dibalik Layar Musikal Khatulistiwa

 

Dibalik sebuah Drama Musikal pastinya banyak sekali persiapan yang harus dilakukan. Dibalik sebuah produksi "Drama Musikal" pasti terdapat orang yang sangat berperan namun tidak akan nampak dalam layar. Lalu apa saja sisi-sisi unik dalam sebuah proses menuju sebuah pementasan terutama Drama Musikal? Kemudian, siapa saja sih yang berperan dalam menyukseskan Drama Musikal ? Dan apa saja yang perlu disiapkan? Ternyata banyak sekali pertanyaan yang timbul dalam benak kita kan tentang 2 hari pementasan Drama Musikal.

Seperti halnya Film atau Sinetron, untuk memproses satu adegan saja dibutuhkan waktu cukup banyak, apalagi satu episode sinetron atau bahkan satu film dengan durasi sekitar 120 menit, dibutuhkan banyak waktu, tenaga, pikiran, ide dan lainnya. Makanya kita wajib menghargai jerih payah tim dibalik layar dengan mengapresiasi karyanya dengan menonton secara bijak dan tidak sembarang mengupload ulang di youtube karyanya. Kalau sekilas dan cenderung promosional sih tidak masalah hehehe.

Khatulistiwa, sebuah drama Musikal yang mengangkat sejarah Bangsa Indonesia dengan kemasan yang sangat berbeda pun memiliki sisi-sisi unik pada saat proses dibalik layarnya. Saya seperti dibawa masuk dan berada dalam suasana Musikal ketika saya melihat secara langsung Behind The Scenenya. Selain perasaan senang, saya pun merasakan bagaimana seluruh pihak dalam Khatulistiwa sangat berkerja keras demi kesuksesan acara bulan November.

Dari Balik Layar


Sutradara pasti selalu dalam sebuah karya, ibarat dalam mobil, pengemudilah yang akan membawa kita sampai pada tujuan, seperti itu pula tugas seorang sutradara yang membawa pertunjukan menuju kesuksesan. Namun ternyata bukan hanya seorang sutradara saja yang berperan dalam sebuah Drama Musikal, melainkan banyak pihak yang turut mendukung dari balik layar. Sebut saja Penulis Naskah, Penata Multimedia, Penata Musik, Penata Lighting, Penata Kostum, Koreografer dan masih banyak lainnya. Dan sekarang saya sadar bahwa dibalik sebuah karya terdapat tim solid yang bekerja dengan tangan dinginnya dibalik layar.

Seperti menonton Vlog Raditya Dika pada saat memproduksi film terbarunya Hangout, rasanya saya diajak untuk mengenal lebih jauh teknis pelaksanaan Drama Musikal Khatulistiwa. Saya harus menyebut Raditya Dika sebagai salah satu orang yang turut andil mengenalkan saya pada urusan teknis proses produksi sebuah film. Dengan gambaran Vlog itu, saya menjadi tahu betapa panjangnya sebuah produksi film. Salut dengan Vlog Raditya Dika yang memberikan pengetahuan film dengan gayanya yang kocak dan menghibur. Behind The Scene Drama Musikal Khatulistiwa ini pun memberikan gambaran yang sama. 

Mari kita berkenalan lebih dalam dengan Tiara Josodirdjo, Melvi Tampubolon, Adjie N.A, Nataya Bagya, Ifa Fachir dan Auguste Soesastra. 


Tiara Josodirdjo merupakan pengagas Drama Musikal Khatulistiwa atau Produser Eksekutif. Tiara memiliki pengalaman selama 21 mengelar event mulai dari pernikahan, eksibisi dan perhelatan lainnya. Tiara memiliki ketertarikan untuk mengemas sebuah pertunjukan yang memuat konten lokal seperti "Kampung Anak Indonesia" dan "Bawang Merah dan Bawang Putih".

Tak jauh berbeda dengan Tiara, Melvi Tampubolon, Produser, pun memiliki kecintaan yang hampir sama. Melvi menyukai pertunjukan 'Broadway'. Berangkat dari kecintaan inilah, Melvi bercita-cita menghadirkan konsep broadway yang diangkat dari cerita-cerita Indonesia.


Adjie N.A, sosok yang sederhana, namun pemikirannya tak sederhana yang dibayangkan. Adjie memiliki pengalaman yang mumpuni dibidang pertunjukan atau film. Adjie sering menjadi sutradara pertunjukan teater dan menjadi acting coach dalam beberapa film sepeti Guru Bangsa Tjokroaminto, Cahaya dari Timur, Filosofi Kopi, Surat Cinta Dari Kartini dan lainnya.

Ifa Fachir dikenal sebagai anggota dari band Maliq and the Essential. Selain itu, Ifa terkenal sebagai Composer, Music Director dan Produser. Pernah mendengar Jatuh Hati milik Raisa? Ya, Ifa adalah orang dibalik lagiu ini. Jauh sebelum berkiprah dalam musik Indonesia, Ifa telah mengenal lebih dahulu musik-musik populer di New York, tempat Ifa belajar musik pertama kalinya. Maka tak heran apabila Ifa sangat tepat menemoati posisi Music Director pada Khatulistiwa.  


Tak lengkap sepertinya jika tidak mengenalkan bahwa dibalik bagusnya kostum pertunjukan terdapat seorang desainer handal. Auguste Soesatro, pria yang menempuh pendidikan Arsitektur di Sydney, ini membuktikan bahwa apapun background pendidikan, passion menjadi desiner pun bisa diwujudkan. Setelah dari Sydney, Auguste mempelajari mode pakaian di Paris dan New York. Bagi Auguste, dalam Khatulistiwa inilah untuk pertama kalinya memproduksi kostum pertunjukan untuk ratusan orang sekaligus.

Wah, ternyata dibalik sebuah pementasan terdapat orang-orang dengan dedikasi dan melakukan semuanya dengan passion dan hati mereka. Kalau kamu? Apa yang menjadi panggilan jiwamu?

Artis Dan Ratusan Talent


Selain orang-orang yang berperan dibalik layar, pendukung utamalah yang nantinya akan menjadi pusat perhatian pada pementasan nanti. Tak banyak yang tahu bahwa Drama Musikal selalu menyajikan cast yang banyak dari bervariasi dari usia dini sampai yang telah senior. Dan bukan hanya dalam hitungan jari, pemeran musikal kali ini mencapai angka ratusan orang. Makanya dibutuhkan waktu latihan sampai berbulan-bulan untuk menghasilkan pementasan dua hari tersebut.


Rio Dewanto adalah salah satu aktor yang mendukung Khatulistiwa kali ini. Selain itu terdapat Kelly Tandiono, Sita Nursanti, Tika Bravani, Ade Firman Hakim, Epy Kusnandar, Gabriel Harvianto, Haikal Baron dan masih banyak lainnya.

Mau tahu seperti apa suasana dibalik layar Drama Musikal Khatulistiwa. Ini dia videonya untuk kamu semua.


Jangan lupa nonton Drama Musikal Khatulistiwa pada tanggal 19-20 November 2016 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.