Andaikan Ada Seorang Saja Thomas Dambo di Kota Ende

Andaikan Ada Seorang Saja Thomas Dambo di Kota Ende. Saya sudah sering bercerita tentang Kirsten Dirksen dengan video-video amazing-nya di Youtube. Bahkan pos #SelasaTekno kemarin pun masih dari video milik Kirsten Dirksen. Wanita yang telah menikah dengan tiga orang anak ini selalu menawarkan konsep-konsep rumah mini dari berbagai belahan dunia. Kalau kemarin kita bertemu di #SelasaTekno maka hari ini kita kembali ke dunia kreasi, dunia daur ulang, dunia DIY, dan life hacks di #RabuDIY!

Baca Juga: Kertas-Kertas Kado Menarik dan Lucu Pendukung Proyek DIY

Video unggahan Kirsten Dirksen tidak semata-mata tentang rumah mini, rumah unik, rumah mobil, rumah bongkar-pasang, dan rumah lainnya. Suatu malam saya menonton salah satu video unggahan Kirsten Dirksen yang begitu memukau. Sampai tiga kali saya menontonnya!

Thomas Dambo, Si Seniman Daur Ulang


Kalian pasti pernah melihat di televisi atau di internet patung-patung kayu raksasa yang dibangun di tengah hutan. Contohnya seperti berikut ini:


Seniman yang berada dibaliknya bernama Thomas Dambo. Dia adalah sebagai seniman yang berasal dan tinggal di Copenhagen, Denmark. Bersama dua orang teman/kru, dia membikin proyek yang indah dan menyenangkan terbuat dari sampah atau barang daur ulang. Barang-barang ini mereka temukan di sekitar kota: tempat pembuangan sampah umum atau tempat sampah pinggir jalan. Mengumpulkan sampah pun unik: pakai gerobak besi dengan boks kayu yang dipasang ke sepeda. Thomas Dambo tidak pakai mobil meskipun pasti bisa membelinya dengan mudah. Mengantar barang daur ulang pesanan pun dilakukan memakai gerobak, kadang ditarik kalau barangnya terlalu besar. Hwah. Ausam lah.

Dengan melakukan ini Thomas Dambo berharap dapat menginspirasi orang untuk bersenang-senang dan menganggap sampah sebagai sumber daya. Untuk itu dia punya bengkel kerja yang super besar dan halaman luas tempat dia bisa memamerkan pula hasil karya lainnya.


Thomas Dambo membuat apa saja dari proyek desain kecil seperti furnitur dan desain interior hingga proyek seni kecil dan besar, sering melibatkan lingkungannya dan orang-orang di sekitarnya. Kalian bisa melihat proyek-proyeknya di situs utama, atau bisa juga di berbagai media sosial seperti Youtube, Facebook, Instagram, dan Twitter.

Kreatif, Unik, Menyenangkan


Orang kreatif memang selalu bisa berpikir out of the box dan hasilnya mencengangkan. Kalau sudah mencengangkan pasti menyenangkan. Pada video yang saya tonton, dengan mudahnya Thomas Dambo mengubah peti kayu menjadi rangka sofa/kursi. Dengan mudahnya dia menjelaskan bahwa jenis plastik yang ini bisa dipakai sebagai bulu patung burung karena fleksibel. Tapi tentu tidak mudah juga untuk mendorong gerobaknya baik memuat sampah maupun memuat hasil daur ulang atau hasil karyanya.


Tidak hanya patung, masih banyak lagi hasil karya Thomas Dambo yang sudah dibagi dalam kategori antara lain: Happy Wall, Hidden Giants, Interior Design, Plastic Sculptures, Scenography, Sculptures, Street Art, Trollhunt, dan lain sebagainya.

Saya suka Happy Wall. Dinding panjang itu diisi dengan kotak-kotak kecil dengan warna bebeda yang bisa dimainkan dengan membentuk huruf/kata tertentu. Coba kalian lihat gambar di bawah ini:



Kalian bisa lihat, sepanjang dindingnya itu dipasangi engsel pintu. Warna dasar utama dinding ini adalah hitam. Warna-warna lain, bisa bergradasi atau lebih daru satu warna, merupakan warna yang akan membentuk huruf atau emoticon saat engselnya dibalik. Lebih jelasnya pada gambar kedua yang ada tiga perempuan itu hahaha. Ini ... bagaimana seorang Thomas Dambo berpikir memanfaatkan engsel untuk Happy Wall ... bikin otak kita minder.

Karya lain Thomas bisa kalian lihat berikut ini:




Andaikan ada seorang saja Thomas Dambo di Kota Ende, dalam sekejap mata dia sudah bisa bikin wajah kota ini menjadi lebih berwarna, mengurangi sampah, dan bisa bikin proyek besar bersama suatu komunitas/masyarakat. Bisa  jadi akan dibangun kampung bernama Kampung Thomas Dambo. Haha. Saya membayangkan Happy Wall itu dipasang di lokasi wisata baik wisata alam maupun biasa buatan. Amboi, siapa sih yang tidak mau foto-foto dengan latar Happy Wall yang tertulis nama kita? Ide ini menarik ... lebih menarik lagi kalau ada yang bisa mewujudkannya di Kota Ende *digampar dinosaurus*.

Baca Juga: Cara Membikin Wadah Berbahan Semen dan Kaktus Batu

Bagaimana, kawan? Kece-badai semua kan hasil karya seniman daur ulang yang satu ini? Betul-betul nyeni dan tidak setengah-setengah. Sampai punya bengkel yang luasnya seperti lapangan bola begitu! Haha. Betul-betul, ya ... kalau boleh saya ulangi. Thomas Dambo bikin otak saya jadi MINDER!



Cheers.

Kertas-Kertas Kado Menarik dan Lucu Pendukung Proyek DIY


Kertas-Kertas Kado Menarik dan Lucu Pendukung Proyek DIY. Bagaimana kalian menyebutnya? Kertas kado, juga? Di Ende kami menyebutnya kertas kado: lembaran berukuran sekitar satu kali setengah meter yang dipakai untuk membungkus kado, hadiah, pemberian. Tahun 2017 s.d. 2018 saya baru tahu kalau salah satu pusat  perbelanjaan di Ende yaitu Roxy, menjual kertas kado berbagai jenis kertas, ukuran, dan motif/gambar. Ini menarik, karena kertas-kertas kado menarik dan lucu tersebut kemudian turut menjadi salah satu bahan permanis proyek-proyek Do It Yourself (DIY) yang saya kerjakan baik untuk coba-coba maupun pesanan orang.


Sayangnya baru-baru ini saat saya ke Roxy, kertas kadonya tidak se'kaya' dulu. Mungkin karena sudah jarang saya membeli kan yaaa hahaha *dikeplak pemilik Roxy*. Lagi pula zaman sekarang ini orang-orang lebih suka memberikan amplop (berisi duit dooonk) ketimbang kado. Di setiap pesta pernikahan pun demikian, kado hanya diserahkan oleh kelompok tertentu, misalnya penyerahakan kado (berukuran super besar) dari teman-teman mempelai.

Awal Mula Masih Pakai Kertas Majalah


Iya, sebelum mengenal dan mulai berkreasi dengan kertas kado, saya memakai kertas majalah untuk proyek DIY salah satunya desk-organizer. Kertas majalahnya pun lebih sering majalah katalog dari Sophie Martin atau Ifa begitu *emak-emak pasti tahu ini* haha. Penuh warna. 


Gambar di atas, desk-organizer pertama yang saya bikin untuk Kakak Shinta Degor. Super sederhana dan yaaaah begitulah. Tapi desk-organizer ini masih dipakai sampai sekarang loh! Bangga. Haha.

Mulai Menggunakan Kertas Kado


Mulai menggunakan kertas kado justru bukan pada saat membikin desk-organizer melainkan saat membikin keranjang serbaguna. Belum terpikirkan keranjang mini serbaguna ini ternyata cikal bakal tempat tisu yang paling banyak dipesan orang. Penampakan awalnya seperti pada gambar berikut ini. Sudah menggunakan kertas kado. Kertas kadonya dililit pada pipa kertas (dari gulungan koran atau kertas) kemudian dibentuk.


Melihat kerajang serba guna ini, Kakak Rikyn Radja yang saat itu main ke rumah lantas memesan tempat tisu yang modelnya mirip-mirip ini. Tentu ukurannya harus disesuaikan dengan kotak/besarnya tisu (isi ulang/kemasan plastik bukan kotak). Bismillah. Saya coba bikinkan. Dan hasilnya seperti pada gambar di bawah ini.


Tempat tisu pesanan Kak Rikyn belum ada tutupannya karena memang belum berniat membikin yang ada tutupannya. Tapi kemudian diperbarui dengan menambahkan tutupan. Yang jelas, tempat tisu ini kemudian menjadi viral. Banyak teman yang memesan tempat tisu tapi ... dengan tema tertentu seperti misalnya Doraemon, Micky Mouse, Frozen, dan lain sebagainya. Saya sampai kewalahan karena amunisi utama tempat tisu ini adalah pipa kertas yangmana proses membikinnya cukup memakan waktu. Syukurnya saya dibantu dengan sungguh-sungguh oleh Indra Pharmantara yang saat itu baru saja pulang kuliah dari Jogja. Asyik ... ada asisten. Haha.

Maka bermunculan lah satuper satu tempat tisu bikinan saya di media sosial, terutama Facebook, dan semakin banyak pula pemesanan yang datang. Rejeki anak solehah memang diam di tempat lah. LOL! Berikut, kalian bisa melihat tempat-tempat tisu yang saya bikin dengan pemanis kertas-kertas kado tersebut.





Ini baru sebagian kecil dari foto-foto tempat tisu yang pernah saya bikin hehe. Kalau semuanya dipos di sini, bisa panjaaaaang sekali pos ini hanya terisi foto.

Tempat tisunya menjadi lebih rapi jali dan manis dilihat. Semua berkat kertas kado dan percikan kreativitas yang terlatih. Jari-jari ini ibarat mesin yang sudah tahu mau ngapain, pokoknya. Otak saya sudah menghafal ukuran tempat tisu baik alas/dasar hingga tutupan, lubang untuk mengeluarkan tisu, jumlah kotak dari pipa kertas termasuk sampai pada pegangan/penahan kanan kiri agar tutupan tidak liar ke sana sini. Semua ada ukuran pasti. Kali ini tidak mereka-reka seperti biasanya saya. Hehe.

Baca Juga: Bunga Dinding

Kertas-kertas kado menarik dan lucu itu ... sangat berjasa!

Bagaimana dengan kalian kawan? Pernah bikin juga tempat tisu dari koran/majalah bekas, terutama mirip sama yang saya bikin? Bagi tahu yuk di komen :) semoga kreativitas akan terus hidup bersama kita sepanjang usia.



Cheers.

Tempat Cincin DIY Untuk Pernikahan Sahabat Saya Deasy Daulika


Tempat Cincin DIY Untuk Pernikahan Deasy Daulika. Tahun 2018 saya sudah mulai pasif ber-DIY-ria. Mulai jarang bikin barang DIY bukan berarti tidak ada yang memesan, tapi saya meminta maaf kepada para pemesan apabila barang yang dipesan tidak bisa lekas dibikin. Maklum, ternyata banyak pekerjaan lain yang membutuhkan skala prioritas. Menulis skala prioritas kesannya gaya banget gitu ya hahaha. Ya begitulah, aktivitas bergumul dengan kertas koran lantas betul-betul berhenti. Eiiiitssss tapi saya akan kembali memulainya. Setidaknya masih ada satu dua barang DIY yang saya bikin lah dalam setahun. Hiasan meja kaktus batu, misalnya.

Baca Juga: Mangkuk Serbaguna Berbahan Celana Jin

Tahun 2018, saat sedang sibuk membersihkan rumah, saya diminta oleh sahabat - teman kantor bernama Deasy Daulika. Deasy sedang mempersiapkan pernikahan dan meminta saya membikin tempat cincin untuknya. Meskipun sedang sibuk persiapan Hari Raya Idul Fitri, saya tetap meng-iya-kan permintaan Deasy, karena kapan lagi coba bisa membantu sahabat sendiri? Ya kan? Lagi pula membikin tempat cincin tidak serepot membikin keranjang anyaman berbahan koran yang banyak tahapnya itu.

Bingung Dengan Tema


Waktu sudah meng-iya-kan, saya malah bingung dengan temanya. Pengen banget bisa bikin tempat cincin yang unik untuk Deasy dan suaminya (waktu itu masih calon pengantin ya mereka berdua haha). Misalnya tempat cincin yang berbentuk dompet, tempat cincin berbahan bambu, tempat cincin dari kotak anyaman, dan lain sebagainya. Tapi waktu tidak mencukupi. Tema apa ya yang cocok? Ya sudah, yang biasa saja memakai kardus mini. Hanya saja ... saya sendiri yang membikinnya merasa tidak puas. Bagaimana dengan yang memesan, ya?

Alkisah, tahun 2018 itu saya membeli barang dari Kiki Arubone. Barang itu adalah satu set kotak-kotak plastik berbagai ukuran: dari yang paling besar sampai yang paling kecil. Tiba-tiba ide itu datang begitu saja. Membikin tempat cincin pernikahan menggunakan kotak plastik terkecil. Ya! Itu bisa sekali, kawan. Saya lantas meminta Thika Pharmantara untuk membeli kain dan pita serta beberapa hal lainnya yang dibutuhkan. Mari bekerja!

Alat dan Bahan


Alat dan bahan untuk tempat cincin DIY ini, seperti biasa, adalah:

1. Gunting/pisau cutter.
2. Lem tembak/hot glue.
3. Kain satin (warna biru).
4. Pita (secukupnya).
5. Spons.
6. Kotak plastik (kotak bumbu).

Cara Membikin


Cara membikinnya:

Pertama:
Gunting spons dua bagian sama ukuran. Kedua spons ini ukurannya harus ngepas sama kotak plastiknya: bersisian. Bagian tengahnya itu yang bakal jadi tempat meletakkan cincin (dua cincin). Setelah itu dibungkus dengan kain. Kalau sudah oke, direkatkan ke dalam kotak menggunakan hot glue.

Kedua:
Bagian atas spons dilingkari/hiasi dengan pita. Hal yang sama juga dilakukan: melilit badan kotak dengan pita.

Ketiga:
Untuk tutupannya, lingkari tutupan dengan pita. Lantas, gunting kain berbentul bundar sebanyak sembilan atau sepuluh lembar. Kain berbentuk budar ini disatukan, kemudian bagian tengahnya disisip jumputan kain kecil, kemudian diikat. Kalau dibalik, trada, jadi bunga. Hehe. Sederhana ya.

Keempat:
Sudah jadi *ditabok dinosaurus*.


Itu dia penampakan utuhnya. Sederhana tapi bikinnya pakai hati, eh pakai tangan dink, hehe, dan Alhamdulillah waktu itu Deasy suka sama hasilnya. Diambil dua hari sebelum pernikahan. 

Baca Juga: Stoples Kertas

Bagaimana, kawan? Sederhana tapi cantik kan? Yang pasti tempat cincin bikinan saya ini turut menjadi saksi janji pernikahan mereka berdua. Dan saya bangga. Dengan sangat jelas saya memang tidak mau menerima bayaran untuk tempat cincin ini. Ikhlas saya memang mau membuatnya untuk Deasy. Seperti yang sudah saya tulis di atas, kapan lagi bisa membantu teman di hari bahagianya? Membantu membeli sapi kan tidak mungkin. Hahaha.

Kalian juga pasti bisa bikin. Atau, apabila kalian juga pernah membikin tempat cincin berbeda bahan dan model, bagitahu donk tutorialnya ... terima kasih.



Cheers.

Mangkuk Serbaguna Berbahan Celana Jin Bekas


Hola! Ketemu lagi di #RabuDIY, harinya kita berkreasi sepuas-puasnya, baik dalam ranah DIY maupun dalam ranah lifehack. Sebelumnya saya mau tanya dulu, adakah barang-barang DIY yang kalian bikin sendiri? Kalau ada, bagi tahu donk. Siapa tahu kita bisa bertukar tips untuk membikinnya. Atau, adakah barang-barang DIY yang kalian bikin sendiri setelah membaca pos-pos #RabuDIY di blog ini? Semoga ada ya. Setidaknya apa yang saya tulis berdasarkan pengalaman maupun hasil karya orang lain dapat bermanfaat. 

Baca Juga: Travel Booth

Hari ini saya mau mengajak kalian membikin mangkuk berbahan celana jin bekas. Gambar hasil jadinya bisa kalian lihat di awal pos. Sebelumnya, kalian bisa membaca pos Percobaan Gagal. Pada pos tersebut saya menulis tentang membikin mangkuk berbahan celana jin bekas tetapi gagal karena salah mengaplikasikan *tsah*. Yaaaa kan harus ada yang pertama, gagal, untuk kita belajar agar bisa memperbaiki dan Insha Allah sukses. Memangnya sukses? Sukses donk hehe. Meskipun bikinnya cuma satu ... the one and only.

Membikin mangkuk berbahan celana jin ini sudah sangat lama, dan waktu itu tidak kepikiran untuk memotret langkah demi langkah, sehingga saya tidak bisa menyertakan foto lain. Ya, mohon maaf hanya satu foto saja. Tetapi melihat foto pada awal pos, saya pikir kalian sudah bisa mengira-ngira seperti apa proses membikinnya. 

Mari kita simak ...

Bahan dan Alat


Bahan dan alatnya seperti biasa ...
1. Celana jin bekas.
2. Gunting dan/atau cutter.
3. Lem tembak/hot glue.
4. Mangkuk sebagai mal.

Cara Membikin


Pertama:
Gunting celana jin hingga menjadi helai agar bisa dibentuk di mal (mangkuk).

Kedua:
Lilitkan kain jin tersebut sepenuh mangkuk hingga bentuknya mengikuti ukuran mangkuk. Agar rapi, bagian bawahnya dilipit ya. Untuk menyatukannya pakai lem tembak.

Ketiga:
Bagian bawah mangkuk ditempeli kain jin berbentuk bundar sesuai dengan ukuran bawahnya itu. Lagi-lagi pakai lem tembak.

Keempat:
TRADAAAAA ... mangkuk celana jin sudah jadi.

Semudah itu? Iya. Super mudah. Kalau kalian gagal membikinnya saat pertama, jangan langsung mundur atau berhenti. Coba lagi sampai jadi. Saya saja pernah gagal kan, tapi saya tidak berhenti, harus putar otak bagaimana caranya mangkuk ini jadi. Akhirnya ya jadi juga. Saya tidak menghiasnya dengan bunga-bunga kain atau lilitan pita. Kalau kalian membikinnya, bolehlah dipermanis dengan bunga-bunga mini, dililit pita, dan lain sebagainya sesuai keinginan.

Mangkuk berbahan kain jin dari celana jin bekas ini tentu tidak bisa diisi sop buah *digampar dinosaurus* tapi bisa dipakai untuk barang-barang tanpa kuah *digampar lagi sama dinosaurus. Misalnya kalau diletakkan di meja kerja bisa diisi barang-barang printilan seperti kotak anakan staples, peniti, gelang, jam tangan, serutan pinsil, dan lain sebagainya. Tapi untuk kebutuhan di meja ruang tamu, mangkuk ini bisa dipakai sebagai wadah permen! Atau ... suka-suka kalian mau dipakai untuk apa. Lumayan kan ... unik dan dibikin sendiri. Membikinnya pun mudah.

Baca Juga: Cara Membikin Wadah Berbahan Semen dan Kaktus Batu

Itu dia #RabuDIY kali ini. Tidak panjang-panjang karena toh membikinnya juga mudah. Semoga bermanfaat!



Cheers.

Cara Membikin Wadah Berbahan Semen dan Kaktus Batu


Hola! Ketemu lagi di #RabuDIY. Pada seri Horeday saya sudah menulis tentang Horeday #6: Well Done! I Finished My Stone Project. Rasanya kurang afdol bila di hari khusus proyek Do It Yourself (DIY) saya tidak menulis tentang cara membikinnya haha. Jadi, mari kita simak apa saja bahan dan tata cara membikin hiasan meja kaktus batu yang masuk dalam Stone Project, salah satu resolusi saya di tahun 2019.

Baca Juga: Tempat Alat Tulis

Membikinnya memang mudah. Siapkan dulu alat dan bahan yang bakal digunakan untuk proyek DIY yang satu ini.

Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang harus disiapkan adalah sebagai berikut.

Alat:
1. Gunting.
2. Pisau/cutter.
3. Lakban.


Bahan:
1. Semen.
2. Air secukupnya.
3. Wadah bakal proyek semen.
4. Batu pilihan.
5. Cat.
6. Tipeks bolpoin. 

Cara Membikin


Pertama-tama harus dibikin terlebih dahulu wadah berbahan semennya ya, kawan. Karena wadah itu yang bakal jadi tempat berdirinya si kaktus batu. 

Wadah semen:
Silahkan pilih dan siapkan wadah atau mal bakal wadah semen ini. Saya mengguakan tiga wadah yaitu kotak bekas teh kotak, botol plastik bekas Coca Cola yang bagian bawahnya berbentuk unik itu, dan tentu saja sarung tangan karet atau sering disebut handscoon. Kalian juga bisa menggunakan wadah seperti kain segi empat yang dicelupkan di adonan semen kemudian ditutup di gelas kertas/plastik. Tapi saya belum membikin wadah/pot yang seperti itu. Baru tiga bentuk saja seperti yang sudah ditulis di atas.

Langkah berikutnya: campurkan semen, saya memakai semen biasa yang bisa dibeli per-kilogram, dengan air secukupnya. Tanpa pasir! Karena kan kita tidak ingin membangun rumah tangga. Adonan semen ini tidak boleh terlalu encer karena bakal merusak hasilnya. Percaya lah, saya sudah mengalaminya jadi bisa menulis begitu. Haha. Setelah campuran semen dirasa oke, tidak terlalu encer, dan tidak terlalu padat. Semen sebanyak satu kilogram bisa menghasilkan enam wadah/pot loh.

Untuk kotak bekas teh kotak, setelah adonan semen dimasukkan ke kotaknya, bagian tengahnya diletakkan dua bungkus rokok yang sudah saya rekatkan (yang makan menghasilkan lubang). Karena rada susah kalau ditahan pakai batu, saya menahannya dengan lakban agar posisinya pas di tengah alias tidak miring.

Ini hasilnya yang sudah jadi.

Untuk botol plastik bekas Coca Cola, saya potong dulu setengah bagian botol plasti, lalu memakai bagian bawahnya yang diisi semen, dan untuk tengahnya saya tahan menggunakan gelas kertas atau gelas plastik. Untuk menahan gelas plastik di bagian tengah ini boleh dipakai pemberat batu atau barang lain yang bisa menstabilkan si gelas di tengah adonan semen di dalam botol.
Untuk sarung tangan karet, pertama-tama isi adonan di sarung tangan, kemudian diikat/tutup bagian atasnya. Agar hasilnya nanti si tangan dalam bentuk membuka begitu, letakkan di mangkuk kaca seukuran dan tetap ditahan dengan batu agar bentuknya bagus.

Setelah adonan dimasukkan ke dalam wadah/mol, diamkan seharian. Misalnya dibikin hari ini, besok baru boleh dibuka. Ditaksir saja adonan sudah kering begitu. Hehe. Membuka wadah tidak sulit. Pelan-pelan saja. Paling mudah memang membuka/melepaskan wadah kotak bekas teh kotak. Tinggal cabut bungkus rokoknya, terus sobek kotaknya, tradaaaa. Yang harus hati-hati yang botol dan sarung tangan karet. Ekstra hati-hati ya, jangan sampai pecah donk hasil kerja kita.

Kaktus batu:
Ini sih paling mudah bikinnya. Setelah batu dibersihkan, yang ukurannya kita sudah tahu pasti bakal muat di wadah/pot semen, lalu di-cat. Saya memakai cat minyak dua warna: hijau tua dan hijau muda. Cat salah satu sisinya dulu, lantas keringkan. Kalau sudah kering, cat lagi sisi satunya lagi. Kalau sudah kering semuanya, tinggal dibikin bunga kaktus menggunakan tipeks.

Kaktus Batu yang Menawan


Kaktus batu ini memang menawan dan saya letakkan di ruang tamu (tiga meja) satunya lagi saya letakkan di meja ruang keluarga.




TRADAAAAA ... Mudah bukan? Dua hari membikinnya, langsung jadi seperti ini, siapa yang tidak senang? Senang lah!

Baca Juga: Travel Booth

Ayo bikin! Kalian juga pasti bisa bikin. Asalkan jangan lupa memakai masker saat mencampur adonan semen supaya kalian tidak menghirup debu semen yang bertebangan di udara haha. Waktu itu saya lupa memakai masker jadinya ya bersin-bersin tak karuan. 

Selamat berkreativitas, kawan!



Cheers.

Horeday #6: Well Done! I Finished My Stone Project


HOREDAY: Kisah-Kisah Saat Horeday merupakan seri Horeday yang saya tulis untuk minggu pertama setelah kembali dari libur nge-blog (libur Idul Fitri). Liburan kali ini sangat bermanfaat karena banyak kegiatan positif yang dilakukan selain beberes rumah dan menyiapkan kudapan. Rugi rasanya kalau tidak ditulis dalam seri/tema khusus Horeday. Oleh karena itu, bagi kalian yang sering main ke blog ini, jangan kaget kalau tema-tema harian seperti #SelasaTekno atau #RabuDIY atau #PDL khas Jum'at belum muncul. Mohon bersabar. Orang sabar disayang Tuteh ... dan dinosaurus! Hehe. 

Sebelumnya, silahkan baca seri Horeday lainnya tentang Eid Raya:

Horeday #3: Pharmantara Big Family and Happy Eid Raya 

Atau tentang tamu-tamu spesial berikut ini:

Horeday #4: Tamu-Tamu Spesial di Hari Super Spesial

Tulisan ke-enam Horeday adalah tentang satu proyek yang masuk daftar resolusi Tahun 2019 dan sudah tertulis di T-Journal sejak awal Januari 2019. Namanya: Stone Project. Sering melihat video tutorial proyek Do It Your-self (DIY) tentang kaktus hias yang terbuat dari batu, atau tempat lilin, atau hiasan batu berbentuk rumah. Saya sangat terinspirasi olehnya. Seperti biasa, untuk setiap hal yang beraroma DIY, selalu kalimat yang sama terucap: kalau orang lain bisa membikinnya, Insha Allah saya juga bisa bikin!

Menyiapkan Bahan Dasar


Bahan dasar dari stone project ini tentulah batu. Tapi batunya bukan sembarang batu. Batu yang saya pakai adalah batu yang dibeli di Pantai Penggajawa. Harganya cukup murah. Awal Januari 2019 membeli batu itu, saya mendapat dua kantung plastik merah dengan harga Rp 40.000 loh. Batu-batu itu bahkan boleh dipilih; ukuran dan warna. Asyiiiik. Dua kantung plastik berisi batu diletakkan begitu saja di sudut ruang makan, terus dipindah ke area tempat makan kucing, terus ditumpuk, dan saya curiga bakal dibuang sama Mamasia kalau tidak segera ditindaklanjuti. Alhamdulillah liburan pun datang. Stone project pun jalan.

Cement Project ... First


Saya sudah pernah membikin barang-barang DIY berbahan semen. Dua buah pot bunga berbahan semen itu mal-nya adalah botol plastik Coca-Cola yang punya bentuk unik bagian dasarnya. Untuk stone project ini pertama-tama saya harus membikin alas bakal tempat kaktus batu tersebut. Untuk satu kilogram semen saya bisa membikin enam pot unik berbeda bentuk (berbeda mal) dan ukuran.


Ada tiga bentuk yang saya pakai yaitu: botol plastik, kotak bekas teh kotak, dan handscoon atau sarung tangan karet. Ini dia bentuknya ketika sudah jadi.


Sayangnya percobaan pertama pada sarung tangan gagal karena adonan semen terlalu encer sehingga bentuk tangannya cacat begitu. Haha. Tapi tidak mengapa. Bukankah sebelum sukses memang umumnya harus gagal terlebih dahulu? Menyenangkan hati nih. Yang penting percobaan kedua sukses dan bikin happy. Ternyata saya juga bisa membikinnya!

Stone Project


Setelah pot-pot semen jadi, saatnya membikin kaktus batunya. Caranya cukup mudah. Batu-batu pilihan kemudian di-cat: hijau tua dan hijau muda. Setelah kering satu sisi, di-cat lagi sisi lainnya. Lantas, jika semua sudah kering, diberi bunga menggunakan tip-ex. Kalau sudah selesai, letakkan kaktus batu pada pot-pot semen. Hasilnya ... tradaaaaaa!




Tiga pot kaktus batu menghiasi tiga meja di ruang tamu sedangkan satunya lagi di meja ruang keluarga (di belakang). Sangat sedap dilihat bukan? Kaktus batu dari my stone project ini unik memang. Terlihat sangat manis di meja ruang tamu. Saya pikir kalian juga bilang manis kan? Makasih, saya memang manis *dikeplak*. Haha.

⇜⇝

Jadi demikian Horeday kali ini ... sangat menyenangkan. Pada akhirnya stone project, salah satu resolusi di tahun 2019 well done! Kalau saya yang tidak terlalu telaten ini bisa membikinnya, saya yakin kalian juga pasti bisa. Lagian, mudah ini kok. Siapa tahu tahun depan kalian pengen mengubah suasana ruang tamu. Silahkan dicoba stone project begini.

Sampai ketemu di Horeday berikutnya!



Cheers.

Tempat Alat Tulis


Rabu lagi. #RabuDIY lagi. Sebelumnya, ingin bertanya tentang puasanya kawan-kawan yang menjalankan ibadah di Bulan Ramadhan ini. Semoga puasanya lancar ya, ingat, tanggal 30 Mei itu ASN sudah liburan. Artinya, yang swasta seperti saya bisa mengikuti hahaha. Artinya lagi, puasanya harus lebih semangat karena sudah menjelang akhir. Tapi sayang, liburannya nanggung. Loh, kok nanggung? Betul-betul tidak tahu bersyukur! Bukan, kawan. Begini ... liburan dimulai tanggal 30 Mei kan, mau traveling ke mana, toh Lebarannya tanggal 5 Juni (Insha Allah), ditambah beberapa hari lagi libur, terus kembali bekerja. Nanggung kan? Yang nanggung ini sebaiknya disiasati dengan ber-DIY-ria saja. Haha.

Baca Juga: Sofa Drum

Baiklah, hari ini saya mau mengajak kalian semua membikin tempat alat tulis. Sederhana. Dan mudah dibikin. Awalnya membikin tempat alat tulis ini ya tidak sengaja. Karena apa? Karena saya orang yang sebentar bisa fokus, sebentar pikiran terbagi. Bayangkan saja, lagi asyik-asyiknya menganyam keranjang berbahan koran bekas, mendadak berhenti dan membikin tempat alat tulis. Kan asyem itu.

Pos kali ini juga tidak panjang-panjang. Saya tahu kalian bosan :p secara pun foto-fotonya tidak lengkap. Hanya satu foto saja yang bisa kalian lihat di awal pos.

Bahan dan Alat:


1. Botol plastik bekas.
2. Kain (apa saja untuk membungkusnya).
3. Jarum dan benang (warna senada kain).
4. Zipper / kancing tarik.
5. Gunting.
6. Pisau cutter.
7. Lem tembak / hot glue.

Cara Membikin:


Pertama:
Botol plastik dipotong 3/4 bagian kepala (dekat tutupnya) bisa dilihat gambar yang sudah jadi di awal pos. 

Kedua:
Pasangi zipper mengelilingi. Jadi, zipper-nya duluan baru kainnya. Kalau zipper kepanjangan, bisa dipotong/gunting saja sesuai lingkar botolnya.

Ketiga:
Lilit kainnya mengelilingi botol (lihat gambar di awal pos). Untuk merapikan kain pada tutupan tempat alat tulis, gunakan kembali tutupan botolnya. Untuk merapikan kain pada badan alat tulis (bagian pantat botol) pakai lem tembak atau hot glue saja.

TRADA!

Jadi deh. Semudah itu ... memang.

Pertanyaannya adalah apakah bisa dipakai? Ya bisa, donk. Saya memakainya beberapa kali sampai kemudian diminta teman. Dikasih? Ya kan saya baik hati ... dikasih saja hehe. Bikinnya mudah begini. Kalau kalian mau mencobanya, silahkan. Bisa juga dililit/bungkus kain, bisa juga ditempeli stiker atau kancing! Iya, kancing baju itu banyak manfaatnya kalau dalam dunia DIY bahkan bisa bikin gantungan kunci. Soal gantungan kunci kancing ini nanti saya pos lah. Tapi ada juga yang membikin hiasan dinding berbentuk pohon dan gajah menggunakan kancing. Tidak percaya? Coba cari di internet hehe.

Baca Juga: Stoples Kertas

Bagaimana ... mau mencobanya? Bagi tahu yuk di komen!



Cheers.

Sofa Drum


Hola! Sudah #RabuDIY lagi nih. Harinya kita berkreasi sebebas-bebasnya. Hari ini tidak banyak yang bisa saya tulis karena memang yang bakal ditampilkan bukan hasil kreasi tangan saya sendiri. Tapi saya yakin setelah melihat foto-fotonya kalian yang juga tergila-gila sama dunia DIY, craft, dan lifehack, percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin *dilirik malas sama dinosaurus*. Soalnya barang DIY yang satu ini memang sulit untuk dibikin sendiri. Setidaknya kalaupun mau bikin sendiri tetap membutuhkan tenaga ahli dari bengkel. Kecualiiiii kita punya perkakasnya dan sudah terbiasa menggunakan perkakas itu. Misalnya pemotong besi.

Baca Juga: Stoples Kertas

Ini dia DIY yang dulu bikin saya gila sampai-sampai semua orang kalau ngelihat drum pasti difoto dan dikirim ke saya hahaha.

Alkisah suatu hari saya harus pergi ke Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) - FKIP - Universitas Flores (Uniflor). Kenapa saya pergi ke sana? Karena akan ada visitasi dari tim asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Kamera ready. Mari berangkat! Sekitar satu menit mengendarai sepeda motor dari parkiran Gedung Rektorat ke parkiran FKIP, hehe. Begitu tiba di ruang tamu PGSD saya terbeliak. 

Really!???

Tidak mungkiiiinnn!!!!

Jadi saya bukan orang pertama yang bakal membikinnya!????

TIDAAAAAAAAAAAAAAAK!

Ini dia penampakannya:




Sofa berbahan drum itu nongkrong dengan manisnya di ruang tamu PGSD. Manapula pilihan warnanya bikin saya pengen mengangkut sofa ini pulang ke rumah: kuning (dan hitam). Amboi, begitu melihatnya, setelah syok, langsung minta teman-teman buat fotoin, haha. Untunglah mereka juga tahu kalau selama ini saya memang tergila-gila sama dunia DIY dan sering menulis status Facebook berikut foto tentang sofa drum ini.

Baca Juga: Ruang Tamu DIY

Bagaimana, kawan? Kalian suka juga kan sofa drum? Atauuuu jangan-jangan di rumah kalian sudah ada pula sofa drum ini? Bagi tahu donk di komen *kedip*.



Cheers.

Stoples Kertas


Halo semuanya! Masih semangat? Insha Allah masih dan akan terus semangat di hari ketiga puasa. Insha Allah puasanya lancar jaya, pun taraweh, tadaruz, infaq, sedekah, hingga zakat. Kalaupun ada godaan selama menjalani puasa, bisa ditepis shaaatt sheeettt shooottt, dengan cara istighfar. Itu kata Mamatua, hahaha. Kalau saya sih kadang pelototin si godaan sambil bilang, "Kau jahat!" Sebagai manusia fana yang fanga, apa lagi sih yang bisa saya lakukan selain mendoakan diri saya sendiri dan kalian semua yang menjalankan puasa, agar puasanya lancar, ikhlas, dan pahala ... eh ... kalau pahala biarkan itu urusan Allah SWT. 

Baca Juga: Ruang Tamu DIY

Kembali lagi di #RabuDIY. Harinya kita berkreasi. Saya pikir, mengisi waktu puasa dengan berkreasi itu bagus juga, biar pikiran tidak melulu ke Adzan Maghrib yang masih jauh itu. Ayo kawan, segera cek gudang atau bagian atas lemari atau kolong tempat tidur, siapa tahu masih ada simpanan majalah dan koran lama yang sudah tidak terpakai. Karena hari ini saya bakal mengajak kalian membikin sendiri stoples kertas. Memang bisa gitu kertas menjadi bahan membikin stoples? Bisa. Percaya deh.

Stoples kertas ini termasuk barang DIY yang paling mudah dibikin karena tidak membutuhkan keterampilan menganyam. Terus, apa yang dibutuhkan? Keterampilan dasar yaitu memelintir kertas menjadi pipa kertas. Yaaa meskipun membikin pipa kertas ini juga tidak mudah. Tapi kalau sudah sekali dua jadi dibikin, seterusnya bakal lebih mudah. 

Oke, mari kita mulai.

Bahan dan Alat


Bahan:
1. Kertas majalah/koran.
2. Lem (PVA) atau hot glue.
3. Cat untuk menguatkan dan mempermanis.


Alat:
1. Gunting dan/atau,
2. Pisau cutter.
3. Lidi/besi seukuran lidi.

Cara Membikin


Pertama:
Karena saya menggunakan kertas HVS yang sudah tidak berfaedah lagi, jadi kertasnya saya bagi dua seperti berikut ini. Sama juga dengan kertas bekas majalah karena ukuran kertas majalah sama lah dengan kertas HVS. Tapi kalau koran, setiap lembarnya bisa dibagi tiga atau dibagi empat. Beda hasilnya hanya pada ukuran pipa kertas. Kalau pakai koran ukurannya jauh lebih panjang.


Kedua:
Kertas yang telah dibagi dua tadi kemudian dipelintir menggunakan bantuan lidi untuk membentuk pipa kertas.




Ketiga:
Pipa kertas yang sudah jadi tadi kemudian dipipihkan pakai jari. Kalau dipipihkan dengan cara ditindih dinosaurus juga boleh. Hahaha.

Baca Juga: Tempat Surat


Keempat:
Kalau sudah dipipihkan, mulai saatnya menggulung si pipa kertas penyet tadi membentuk lingkaran seperti gambar berikut ini ...


Berapa banyak pipa kertas yang mau dipakai untuk gulungan ini? Tergantung berapa besar stoples kertas yang kalian inginkan. Tinggal memberi lem pada ujung dan ujung pipa kertas, lanjutkan menggulung hehe. Gulungan ini merupakan stoples yang belum jadi. Karena, untuk membentuk stoplesnya tinggal ditekan/tekuk seperti gambar berikut ini:



Itu cuma contoh hehehe. Aslinya saya membikin stoples kertas yang besar, baik wadah maupun tutupannya. Gambarnya bisa kalian lihat di awal pos, atau yang berikut ini:


Jadi, setelah gulungan kertas itu berdiameter kira-kita limabelas sentimeter, baru saya tekuk. Setelah ditekuk, jangan langsung dicat, tapi dibalur lem PVA terlebih dahulu baik luar maupun dalam. Setelah itu barulah di-cat. Proses yang sama juga berlaku untuk bagian tutupannya. Hanya saja, untuk membedakan, bagian tutupan dikasih tangkai berupa gulungan pipa kertas berukuran mini. Bisa dilihat pada gambar di atas.

Stoples kertas berwarna biru pada awal pos itu pesanan Enchyz, sedangkan yang warna kuning pesanan Sony. Stoples ini bisa diisi permen atau kukis yang berwadah, saya kuatir kalau langsung diisi kukis karena cat yang saya pakai waktu itu cat minyak buat kayu hahaha. Unik kan ya, stoples kertas menghiasi meja ruang tamu kita. Bisa dibikin sendiri dan ukurannya pun bisa di-custom. Perilah stoples kertas ini, saya juga bikin yang versi mini buat mengisi koin:


Stoples kertas koin ini kemudian diminta teman, dan saya kasih karena saya baik hati hahaha, dan masih dipakai sampai sekarang. Alhamdulillah. Kayaknya saya bakal bikin lagi stoples kertas ini selain menjalankan stone project. Insha Allah. Mengisi waktu puasa kan. Karena di kampus pun sudah keluar surat edaran bagi yang Muslim jam kerja selama Bulan Ramadhan dimulai pukul 08.00 s.d. 12.00 Wita saja. Waktu luangnya banyak!

Bagaimana, kawan, terinspirasi kan? Bikin yuk! Karena ... dari semua hasil proyek DIY yang saya pos di blog ini, stoples kertas yang paling mudah dibikin. 

Baca Juga: Coin Storage

Selamat berkreasi!

Salam DIY!



Cheers.

Tempat Surat


Ketika hendak menulis judul First #DIY, saya ingat my first #DIY yang dibikin di atas tahun 2000-an bukanlah ini, jadi batal. Judulnya berganti menjadi Tempat Surat. #RabuDIY kali ini, hari dimana kita berkreasi sepuas-puasnya, saya mau menulis tentang tempat surat yang dibikin sendiri berbahan majalah lama. Kalau di rumah kalian menumpuk majalah dan koran lama, jangan dibuang, siapa tahu selepas membaca pos ini, kalian mau mencobanya, dan bahkan menghasilkan satu barang yang tentunya bermanfaat.

Baca Juga: Monotuteh

Meskipun zaman sekarang interaksi antar umat manusia lebih banyak tercipta di dunia daring, salah satunya surat berganti e-mail, tapi tempat surat masih terpajang di meja-meja kerja. E-mail memang praktis dan cepat, tapi surat jauh lebih tertancap di hati. Eaaaa. Hehe. Selama stempel perusahaan masih ada di meja kerja, selama itu pula surat (konvensional) akan hidup menemani kehidupan umat manusia. SK Kepegawaian saya, seperti kenaikan pangkat dan berkala, disampaikan ke saya dalam bentuk surat, bukan e-mail.

Oke, jadi apa saja bahan, alat, dan bagaimana cara membikinnya?

Bahan dan Alat


1. Majalah lama.
2. Lem tembak (hot glue).
3. Lem PVA.
4. Cutter.
5. Gunting.

Cara Membikin


Pertama:
Bikinlah pipa kertas. Caranya, bagi dua halaman majalah lama, lantas digulung membentuk pipa kertas. Berapa banyak yang harus dibikin? Bikin sebanyak-banyaknya! Apa lagi kalau pas ada waktu luang, bikin banyak, simpan di kaleng dalam posisi berdiri, kapan pun dibutuhkan tinggal ambil.


Kedua:
Pipa kertas tadi digulung membentuk lingkaran. Besarnya lingkaran tergantung mal yang dipakai. Misalnya pinsil, tube, atau tutup botol plastik.


Ketiga:
Membentuk tempat surat. Besarnya tempat surat tergantung pada selera masing-masing. Berapa banyak lingkaran kertas yang mau dipakai? Kalau saya sih bikin yang kecil-kecil saja. Hasilnya seperti yang di bawah ini:


Lumayan buat menyimpan satu dua surat yang belum dibaca atau surat yang masih dibutuhkan, sebelum disimpan di map berkas.

Baca Juga: Enchyz's Desk Organizer

Awal membikin tempat surat seperti ini, lamanya minta ampun! Karena tangan belum terbiasa memelintir kertas majalah menjadi pipa kertas kan. Manapula masih mencari mol untuk memelintir ini: lidi atau alat tulis berbodi kecil. Tapi lama-kelamaan jari saya menjadi terbiasa dan dalam semalam bisa menghasilkan puluhan pipa kertas. Tidak sadar sih, sambil mengobrol sambil membikinnya. Untuk membentuk pipa kertas menjadi lingkaran pun tidak sulit. Cukup pakai lem PVA saja demi merekatkannya. Sedangkan membentuknya menjadi tempat surat, harus pakai lem tembak (hot glue) supaya rekatnya erat dan lebih cepat.

Bagaimana? Mudah bukan? Yuk bikin!



Cheers.