Coin Storage


Setiap hari saya, kalian, mereka, berurusan dengan uang; baik uang kertas maupun uang koin. Meskipun banyak yang lebih suka memakai kartu kredit dan/atau kartu debet, serta bertransaksi daring, namun tidak bisa dipungkiri umumnya kita selalu membawa uang kertas karena uang kertas itu ringan dan compact tersimpan di dalam dompet. Selain itu, rata-rata di Indonesia kita masih menggunakan transaksi manual alias belum semua masyarakat Indonesia, terutama para pedagang di pasar tradisional menggunakan jenis pembayaran daring. Uang kertas memang beda dengan uang koin. Ya iyalaaaah. Satu keping uang koin bukan masalah. Seratus keping uang koin ... bikin dinosaurus mendadak bisa berkotek.

Baca Juga: Travel Booth

Saya termasuk orang yang suka melihat dan menyimpan uang koin karena terinspirasi dari Paman Gober. Iya, saya punya banyak uang koin tersimpan di laci mini. Uang koin biasa didapat dari uang kembalian belanjaan. Untuk uang koin yang baru diterima, biasanya tercecer begitu saja di meja, lalu saya satukan di satu tempat, untuk kemudian disimpan di laci mini. Uang koin ini ada gunanya loh, terkhusus di akhir bulan buat beli kecap hahahaha.


Suatu hari, setelah menonton video #DIY di Youtube, saya mencoba membikin satu tempat penyimpanan (barang mini) yang gambarnya bisa kalian lihat pada awal pos.

Coin Storage


Tidak disangka barang yang saya bikin itu kemudian menjadi coin storage meskipun masih ditemani sama earphone. Sampai kemudian menjadi coin storage pun tidak sengaja. Ya karena itu tadi, uang kembalian belanja-belenji yang tercecer lantas tanpa sengaja dimasukin ke dalamnya, dan jadilah coin storage bikinan sendiri. Setelah dilihat-lihat, kok bagus ya punya coin storage seperti itu.

Bahan, Alat, dan Cara Membikin


Sayang ya, itu sudah lama saya bikin, dan waktu itu tidak terpikirkan untuk menjadikannya satu pos #RabuDIY, lha karena waktu itu kan saya sibuk ini itu, sehingga mengabaikan blog ini adalah konsekuensinya (bilang saja malas update blog, haha!). Jadi, maafkan jika tidak ada foto bahan dan proses membikinnya. Tapi saya yakin, dengan melihat foto di awal pos dan cara membikinnya, kalian pasti bisa.

Bahan dan Alat:
1. Dua botol plastik bekas air mineral.
2. Zipper.
3. Cutter.
4. Gunting.
5. Hot glue (and gun) / lem tembak.

Cara Membikin:
Pertama: potong kedua botol plastik bekas air mineral (bisa juga botol plastik bekas minuman bersoda, terutama yang bagian bawahnya bergelombang/berbunga) dengan tujuan menggunakan bagian bawah/pantat botolnya. Ukurannya bisa sama tinggi, bisa pula yang satu lebih tinggi dari yang lain (bawahan dan atasan). Waktu itu saya memotongnya sama tinggi. Oh ya, untuk ukuran botolnya sih bebas, tergantung kalian mau yang besar atau yang kecil.

Kedua: sesuaikan terlebih dahulu ukuran zipper, melingkari botol. Kalau kepanjangan yang tinggal dipotong. Kalau kependekan? Beli baru! Hehe.

Baca Juga: Bunga Dinding

Ketiga: rekatkan zipper menggunakan lem tembak. Selain menggunakan lem tembak, kalian juga bisa pakai alternatif lain yaitu menjahitnya. 

Keempat: JADI DEH.

Sangat mudah bukan? Tapi, apabila kalian ingin mempermanis coin storage tersebut, bisa kok dicat, atau ditempeli kain perca, bisa pula ditempeli pita atau mata boneka, mana-mana suka. Kalau saya sih, karena untuk dipakai sendiri ya polos-polos saja alias tembus pandang khas botol plastik air mineral. Kalau Mak Bowgel, Evvafebri, pasti bisa menempelnya dengan karakter Bowgel. Aaah iri benar saya sama kecerdasan dan kreativitasnya menciptakan tokoh imut begitu. Ciri khas!


Membikin barang DIY yang satu ini termasuk yang paling mudah dan paling cepat. Tidak perlu  membikin pipa kertas, tidak perlu menganyam, tidak perlu kesabaran, tidak juga harus ulet! Cukup ikuti langkah-langkah di atas, sudah pasti kalian bisa membikinnya juga. Yakin deh, pasti bisa. Lha saya yang tidak telaten saja bisa, kalian pasti bisa juga doooonk.

Khusus untuk satu (maaf cuma satu) blogger perempuan, siapa yang bisa membikinnya dengan cepat dan mengirimkan foto langkah-langkah membikinnya ke nomor WA saya, bakal saya kasih dompet koin yang satu ini (tapi warna/tenun ikatnya beda ya):


Silahkan bikin, DEADLINE pengiriman foto coin storage bikinan sendiri yang dikirim ke nomor WA saya adalah Kamis 4 April 2019. Kok mepet sekali waktunya? Ya karena kan bikinnya mudah haha *aduh, sandal siapa ini nyasar di kepala saya!?*. Saya menghitung dari siapa yang mengirimkan foto terlebih dahulu hari Kamis itu ya, karena kan cuma SATU dompet koin yang saya siapkan.  Jadi, saya pra minta maaf apabila nanti balasannya adalah: sudah dimenangkan oleh si Kakak Itu. Nomor WA saya: 085239014948.

Baca Juga: Baskets

Selamat ber-DIY-ria.
Selamat berkreasi!



Cheers.

Travel Booth


Booth atau stan merupakan lokasi yang paling saya cari setiap kali menghadiri pesta pernikahan. Karena apa, saudara-saudara? Karena kalau tidak sempat foto bareng pengantinnya, dan kuatir pengantinnya lupa saya memenuhi undangan pesta pernikahannya, hasil foto di stan itu menjadi bukti terhakiki yang tidak bisa dibantah. Alasan itu mungkin terkesan terlalu dibuat-buat, padahal sebenarnya itu memang alasan yang saya buat-buat karena belum menemukan alasan lainnya *tertawa bahagia bersama dinosaurus*.

Baca Juga: Bunga Dinding

Semakin ke sini, wedding organizer dan/atau bahkan si empu acara, semakin kreatif dalam perkara membikin stan foto ini. Stan foto yang biasanya berlatar baliho bergambar si pengantin serta sanak keluarganya itu kemudian berubah lebih ceria seperti foto si Thika dan Evran di bawah ini:


Pada akhirnya pesta pernikahan, sekarang, menjadi tempat yang asyik untuk berburu stan foto dan spot-spot yang instagramable. Tidak percaya? Foto di bawah ini contohnya:



Lalu apa hubungannya stan foto dengan pos #RabuDIY kali ini? Mari simak ...

Awal Mula


Iwan Aditya, partner siaran saya yang uh wow lidahnya suka typo itu, mendadak punya gagasan brilian untuk membikin stan foto di kantor Radio Gomezone FM. Kantor itu lebih tepatnya disebut studio dua sebagai studio kerja, sedangkan studio satu adalah studio siaran. Gagasan Iwan itu: Ncim, bagaimana kalau kita bikin booth foto dari hasil menggabung gambar-gambar tempat wisata? Mata saya meliriknya ... malas ... lantas bertanya: Bikinnya pakai apa? Iwan tertawa dan membalas: Encim kan suka sama proyek-proyek DIY begitu, pasti Encim mau lah, kita bikin dari kalender-kalender lama dari kantor saya. Banyak sekali, Ncim!

A-ha! DIY! Gayung bersambut.

Baca Juga: Baskets

Fyi: saya dan Iwan memang partner siaran di Radio Gomezone FM, waktu itu, tapi kami sendiri juga punya pekerjaan tetap. Saya di Universitas Flores sedangkan Iwan di SwissContact. Di Radio Gomezone FM kami memegang Creative Show yang mengudara Senin sampai Sabtu, setiap malam, dengan mata acara berbeda seperti Focus, Review, Backpacker, hingga Tuwan Show (Tuteh Iwan Saturday Night Show) yang kocaknya tidak ketulungan.


Kembali ke gagasan si Iwan, kami akhirnya memutuskan bahwa stan itu bakal ditempel tepat di belakang meja kerja saya di studio dua. Huraaayyyy. Dan keesokan malamnya, Iwan menenteng satu kresek besar berisi kalender-kalender meja (spiral), seragam, yang tidak sempat dibagikan ke orang-orang. Ada hikmahnya juga qiqiqiq.

Proses Pembuatan


Pertama-tama kami melepaskan setiap lembar kalender dari spiralnya. Proses ini dibantu oleh Irwan. Hyess, jangan bingung, yang satunya Iwan, yang satunya lagi Irwan (dia waktu itu cuti kuliah, kuliahnya di Makassar).


Selama beberapa hari, kemudian, meja kerja saya menjadi milik mereka berdua. Semangat keduanya bikin saya menitikkan air mata. Halaaaaah hehe. Oh iya, dibalik map holder warna biru itu berdiri desk-organizer hasil #DIY saya sendiri dan mangkuk berbahan jin. Tapi soal ini dibahas lain waktu.

Setelah semua lembar kalender dilepas, proses selanjutnya adalah menggunakan lantai sebagai media terbesar untuk menyusun potongan gambar/halaman kalender. Iwan bertugas menyusun agar tidak ada gambar yang sama berurutan baik vertikal maupun horizontal, sedangkan Irwan bertugas memotong isolasi bening. Tugas saya sih cuma wara-wiri, sana-sini, tidak jelas, haha. Pompom girl lah. Hasil kerja keras ini ternyata bikin saya bahagia maksimal.

Travel Booth


Stan foto itu menjadi tempat favorit setiap kali ada tamu yang datang ke studio dua. Kan asyik bisa foto dengan latar belakang sekeren itu.


Mungkin bagi kalian, stan foto macam begini tidak ada magnetnya sama sekali, alias kalian mungkin tidak tertarik. Tapi bagi saya, Iwan, Irwan, dan para pecinta #DIY, ini adalah hasil karya yang memuaskan jiwa-raga. Kami menamainya travel-booth. Kata Iwan: cocok sekali, Ncim, kita berdua kan bawakan acara Blogpacker.

Another Ideas


Menulis #RabuDIY kali ini membikin ide lain muncul di benak saya. Apalagi sudah menjelang Ramadhan (dan Hari Raya Idul Fitri, hahaha). Memang ada niat untuk mengecat ulang dinding rumah. Tapi sepertinya salah satu dinding bakal saya bikin stan seperti travel booth itu deh. Gambarnya apa saja? Masih saya pikirkan soal gambar ini. Apakah bertema keluarga Pharmantara, atau bertema dunia traveling saya ... kita lihat saja nanti. Karena ini baru ide, jangan menagih janji ya, hehe.


Bagaimana, kawan, jadi kepikiran untuk membikin stan foto juga di rumah? Stan foto itu tidak selamanya harus sama dengan yang kami bikin ... .eh ... dibikin Iwan dan Irwan. Bisa juga stan fotonya berupa foto keluarga ditambah tulisan: Welcome to Pohon Tua. Pohon Tua adalah nama rumah saya. Atau tulisan: Travel Journey ditambah foto Himawan (kalau dibikin sama Himawan). Kak Rey, Kak Rohyati, Kak Iied, atau Kak Lantana pun bisa membikinnya. Kalau si Evvafebri si Mak Bowgel pasti seru karena punya banyak karakter bikinan sendiri.

Baca Juga: Monotuteh

Ber-DIY-ria memang selalu menyenangkan. Tidak peduli hasilnya rapi atau berantakan, sepanjang itu hasil karya sendiri, pasti menyenangkan dan ... puas.

Yuuuuuk dicoba :)



Cheers.

Bunga Dinding


Hola! Ketemu lagi di #RabuDIY. Harinya kita berkreasi sepuas-puasnya. Hehe. #RabuDIY kali ini akan membahas tentang bunga hiasan dinding. Saya sering melihat bunga hiasan dinding atau bunga dinding ini di rumah orang-orang; keluarga, tetangga, teman. Bunganya menempel pada rangka dan biasanya sepasang. Rangka bunga dinding ini ada yang berbahan kayu tetapi kebanyakan berbahan plastik, sama seperti bahan bunga itu sendiri. Ya, plastik memang ada di mana-mana.

Baca Juga: Baskets

Suatu kali, saat sedang menganyam keranjang-keranjang pesanan, saya dikirimi gambar oleh Mila Wolo. Gambar itu adalah gambar bunga hiasan dinding dengan rangka terbuat dari kayu. Dia bertanya apakah saya bisa membikinnya? Saya menyanggupi tapi dengan satu syarat: tidak sama persis dengan gambar yang dia kirimkan. Gambar itu kira-kira seperti di bawah ini yang saya ambil dari Ali Express:


Awalnya saya memikirkan kayu sebagai bahan rangkanya karena besi tidak lah mungkin. Tapi demi memperoleh kayu-kayu itu saya harus pergi ke bengkel kayu untuk meminta atau membeli kayu-kayu bekas berukuran panjang dua puluh sampai tiga puluh senti meter dengan lebar sekitar lima senti meter. Putar otak ke kanan ke kiri, dibantu dinosaurus yang jungkir balik sampai giginya rontok, nonton ragam video tentang proyek-proyek DIY di Youtube, maka ... TRING! Muncul ide itu. 

Mari simak ... bagaimana membikin si bunga dinding ini.

Peralatan


1. Gunting.
2. Cutter.
3. Lem PVA (Webber).
4. Lem tembak (hot glue).
5. Mistar.
6. Alas kaca/keramik supaya mejanya tidak terluka.

Bahan-Bahan


Bahan-bahan untuk membikin bunga hiasan dinding ini sebagian besar merupakan barang bekas (yuk didaur ulang).

1. Botol plastik bekas air mineral.
2. Kardus.
3. Pipa kertas.
4. Cat.
5. Benang kasur.
6. Kertas HVS.

Cara Membuat


Potong botol plastik bekas air mineral dengan keutamaan bagian bawah/pantat botolnya. Ikuti bentuk bintang pada bagian itu, dan gunakan gunting untuk membentuk kelopak bunga. Ini hal yang mudah, menurut saya, hehehe. Penampakannya seperti pada gambar di bawah ini:


Jumlah bunganya tergantung kebutuhan. Silahkan dibikin sebanyak-banyaknya karena siapa tahu kalian bakal bikin banyak. Setelah selesai dengan membentuk bunga-bunga ini, langkah berikutnya adalah memberi warna. Saya menggunakan cat minyak/kayu warna merah dan pink:


Pada foto di atas, belum saya beri warna pink pada bagian garis/bintangnya. Biarkan cat mengering. Karena bahannya plastik, jelas tidak bisa menggunakan kipas angin, jadi dikeringkan secara alami dan lebih bagus lagi jika di bawah sinar matahari.

Baca Juga: Monotuteh

Urusan bunga beres, mari bikin rangkanya. Sayang waktu itu saya tidak memotret proses membikin rangka. Yang jelas saya membikin rangka berbahan karton bekas kardus yang dipotong sama ukuran. Karena karton bakal kardus yang saya gunakan itu tipis, maka dipertebal dengan menyatukan dua sampai tiga buah. Lalu dibungkus kertas HVS. Bakal 'kayu tipuan' ini di-cat cokelat, sesuai warna kayu dalam bayangan saya. Apabila cat kayu telah mengering, maka dapat dibentuk rangkanya.

Langkah terakhir adalah menempelkan bunga-bunga plastik ke rangka kayu menggunakan lem tembak. Penampakan hasil akhirnya seperti gambar berikut ini:


Gambar di atas sudah saya beri nomor:
1. Bunga plastik.
2. Rangka kayu tipuan :p.
3. Pemanis.
4. Tali.

Pemanis ini terbuat dari pipa kertas yang digulung, di-cat, dan ditempelkan. Awalnya saya tidak memikirkan soal ini, tapi dalam perjalanan pengerjaan, muncul ide-ide baru. Hehe.

Bunga dinding ini tidak saja dapat kita buat menggunakan botol plastik bekas tetapi juga berbagai bahan yang ada di rumah sesuai keinginan. Misalnya, bunga plastik dapat diganti dengan gulungan koran yang ditumpang-tinding dari besar ke kecil (bisa dua, bisa tiga, jangan lebih nanti terlalu berat). Bisa juga bunga-bunga dari koran yang membikinnya sangat mudah!

Yang menyenangkan hati adalah bunga hiasan dinding pesanan Mila ini masih tergantung manis di dinding ruang tamu rumahnya. Melihat bunga itu, ada kepuasan terhakiki. Hasil karya kita, meskipun dia memang membayar, dihargai dengan terus dipakai. Tak hanya bunga dinding itu saja, masih banyak barang hasil daur ulang yang saya bikin yang masih dipakai oleh teman-teman. 

Baca Juga: Hiasan Dinding DIY

Bagaimana, kawan? Menarik bukan? Saya yang tidak seberapa telaten ini bisa membikinnya, saya jamin kalian juga pasti bisa membikinnya. 


Cheers.