Flashmob Tarian Daerah Membuat Bangga Menjadi Indonesia (Indonesia Is Me 2017)


Hari minggu pagi yang biasanya ramai dengan orang berolahraga kali ini mendadak berubah. Setidaknya dua ribuan orang memadati jalan di depan FX Sudirman. Mereka bukanlah orang yang mau menuntut kenaikan upah atau pun demo lainnya. Mereka akan melakukan flashmob tarian dari berbagai daerah di Indonesia. Momen Car Free Day memang membuat aksi flashmob ini semarak dan penuh dengan orang-orang yang penasaran dengan anak-anak yang berpakaian ala-ala penari. 

Tak berapa lama, segerombolan laki-laki berbaju seperti suku indian di Amerika berteriak-teriak dan melompat. Langkah kaki tak berirama dan suara teriakannya pun bersahut-sahutan melengking tinggi. Iya, inilah tarian Cakalele atau Kabasaran dari Suku Minahasa, Sulawesi Utara. Memang tarian ini adalah tarian masyarakat yang telah pulang dari medan peperangan dan meraih kemenangan. Parang dan kayu penangkis digerak-gerakan mengikuti irama yang tak mereka ucapkan. Sungguh menarik mengikuti aksi mereka. 


Menari merupakan seni yang menarik. Setiap orang suka menari tanpa disadari. Dan, Indonesia memiliki ragam tarian yang sangat banyak. Maka tak heran, tarian dari Indonesia sangat menarik untuk diikuti oleh wisatawan baik dalam maupun luar negeri. Bahkan, sering mendengar orang asing yang sangat senang belajar tarian terutama di pulau Dewata. Duh, bangganya menjadi Indonesia. Apaalagi momen HUT Kemerdekaan seperti ini membuat semakin cinta terhadap negeri kita ini. 


Selanjutnya adalah Tari Piring dari Sumatera Barat. Tarian ini berasal dari Suku Minangkabau, Solok, Sumatera Barat. Piring dalam bahasa Minangkabau disebut Piriang. Bukan sulap bukan sihir, inilah tarian yang membuat kita berdecak kagum. Pasalnya butuh keahlian khusus agar piring tidak jatuh dan pecah. Selain mengengam dengan benar, gerakan yang serba cepat pun membuat lebih ekstra hati-hati. Inilah salah satu tarian yang membuat sport jantung. 


Wajah anak-anak yang polos dan penuh keceriaan membuat minggu pagi ini berwarna. Selendang dengan kain tradisional membalut tubuh kecil. Kepala disanggul kecil dengan hiasan bunga dan pernak-pernik berwarna-warni. Dua ribu anak telah siap dengan beragam tarian diantaranya Tari Puspanjali dari Bali, Tari Maumere dari NTT, Tari Siri Kuning dan Ondel-ondel dari Betawi, Tari Tor-tor dari Sumatera Utara, Giring-giring dari Kalimantan, dan terakhir Tari Yamko dari Papua



Sebelumnya dibuka dengan Tarian kabasaran dan Tari Piring, kali ini 7 tarian nonstop ditarikan oleh dua ribu anak-anak. Program ini merupakan rangkaian dari program PESTA MERDEKA dari Synthesis Development bekerjasama dengan Belantara Budaya. Belantara Budaya merupakan sanggar bagi ribuan anak-anak yang mempelajari tarian tradisional dan gratis tidak dipunggut biaya sepeser pun. Dan, Synthesis Development merupakan salah satu developer terbaik di Indonesia dengan membangun diantaranya yaitu Samara Suites, Prajawangsa City dan Synthesis Residence dengan ciri khas Indonesia sebagai bagian yang tak terpisahkan. 


Dan, spesial dalam beberapa hari ini ada Pesta Merdeka. Apa itu Pesta Merdeka? Promo apartemen beli 1 gratis 1 dan menangkan hadianya iphone 7, Macbook Air, paket liburan ke Bali dan voucher MAP. Oh iya, selain itu akan mendapatkan bebas service charge selama 3 bulan dan bebas biaya peralihan. Jangan ketinggalan ya hanya di Grand Atrium, Kota Kasablanka. 


Selain diskon dan promo ini, terdapat rangkaian acara sampai tanggal 20 Agustus 2017 di Kota Kasablanka. Berikut rangkaian acaranya :

11 Agustus 2017 Press Conference Indonesia Is Me
13 Agustus 2017 Tunjukan Indonesiamu, dengan flashmob tarian berbagai daerah
15 Agustus 2017 Pesona Kopi dan Cokelat Indonesia 
16 Agustus 2017 Rumahku Budayaku
17 Agustus 2017 Pagelaran Wayang Kulit dan Tembang Jawa Kuno Dalang Cilik Bayu Ananta
18 Agustus 2017 Bincang Sore "Jelita Nagri"
19 Agustus 2017 TIRAKAT by Lulu Lutfi Labibi
20 Agustus 2017 Bincang Minggu Pagi : INVESTASI MASA KINI, InspirAksi bersama Maman Suherman (Kang Maman) dan rekan, Penampilan dari Orkesta Negeri "The Brother"

Wah, banyak banget ya acara-acara menarik di Grand Atrium, Kota Kasablanka. Yuk ikutin promo menarik dan ikuti acaranya.


Serunya Nonton Ketoprak Di Pasar Malam Ngarsopuro Solo


Malam minggu di Solo merupakan malam yang panjang, bagaimana tidak, banyak sekali alternatif hiburan masyarakat yang hadir di sekitar jantung kota seperti di Jalan Diponegoro, Solo. Ngarsopuro Night Market atau lebih dikenal sebagai Pasar Malam Ngarsopuro adalah salah satunya. Dulu, sebelum ditertibkan menjadi kawasan budaya, jalan Diponegoro dipenuhi pedagang elektronik hampir sepanjang jalan, namun semenjak tahun 2009, jalanan ini berubah menjadi sebuah kawasan yang nyaman bagi warga. Jalan ini berhubungan langsung dengan Pura Mangkunegaran, salah satu Keraton terpenting di Solo.

Solo selalu menjadi daftar utama untuk saya kunjungi, dan baru tahun inilah saya dapat mewujudkan impian saya. Bolehlah eforia ini saya rayakan dengan teman yang kebetulan tinggal di Solo. Halim, Jejak Bocah Hilang, secara sengaja mengajak saya ke Ngarsopuro. Tentu saja saya segera mengiyakan saja tanpa berpikir panjang.



Pasar Malam selalu menyajikan sesuatu berbeda disetiap kota, entah karena tradisi, barang yang dijual, atraksi, kuliner dan budaya yang bercampur dalam satu tempat. Di pasar malam ini pula saya dapat merasakan suasana keakraban dan interaksi sesama warga dengan natural. Dan tentu saja menikmati obrolan logat Jawa yang kental dan sangat berbeda dengan kota lain. Karena hal itulah yang membuat saya jatuh hati pada pasar malam. 

Halim muncul tepat dibawah Tulisan Ngarsopuro. Wajahnya tergurat senyum khasnya, sementara kacamata beberapa kali ia betulkan. Kami pun berbincang sebentar sebelum mampir ke es krim Tentrem. Bagi penyuka es krim, wajib mampir ke sini karena enak dan harganya lumayan murah. Selain es krim, terdapat sajian menu tradisional salah satunya nasi liwet. 



Jalan Diponegoro sengaja ditutup setelah maghrib menyambut pasar malam. Ngarsopuro hadir hanya pada saat malam minggu saja, jadi keberuntungan bagi saya dapat menikmati malam minggu disini. Selain pasar malam, ternyata pada waktu itu juga dilaksanakan festival ketoprak, jadi lengkaplah keberuntungan malam itu di Solo.

Festival ketoprak diadakan di depan Pasar Triwindu, sebuah pasar yang menjual barang-barang antik dan langka. Pasar Triwindu berada di tengah jalan Diponegoro. Halaman yang sangat luas menjadi salah satu alasan festival ketoprak diadakan disini. 

Sebelum menonton festival ketoprak, saya sengaja berputar-putar terlebih dahulu melihat barang-barang yang dijual disepanjang jalan. Dan, ternyata tak sekedar barang-barang biasa, namun sangat luar biasa. Sebut saja kerajinan rumah-rumahan yang terbuat dari kayu dan jerami. Kemudian lampu hias warna-warna yang terbuat dari botol plastik bekas minuman. Dan tentunya gantungan kunci berbetuk tokoh kartun yang menarik.


Salut dengan kreatifitas warga Solo dalam menjual barang-barang tak biasa hasil dari kreasi mereka sendiri. Sesuatu yang tak bernilai seperti botol bekas, jerami, kain perca atau lainnya disulap menjadi sesuatu dengan nilai ekonomis yang tinggi. Luar biasa kerennya.Bagi fashion lover, tenang saja karena baju, celana atau kain batik dengan harga murah namun kualitasnya lumayan pun dijual di sini. 


Menonton Festival Ketoprak 


Kapan terakhir menonton ketoprak? Pertanyaan itu mendadak muncul ketika berada di depan Pasar Triwindu. Pasar yang hiruk-pikuk dan penuh barang dagangan berubah menjadi pangung utama. Nampak beberapa lakon memainkan peran. Wajah pria dan wanita telah berubah setelah diberikan make-up pangung. Beberapa lakon memang terlihat lucu sebelum mengelurkan dialognya. Iya, bisa ditebak bahwa kali ini ketopraknya menampilkan adegan humor.

Solo bisa dibilang sebagai kota 'Ketoprak'. Bahkan grup lawak Srimulat pun lahir dari kota Solo ini. Pantas saja pemeran ketoprak rata-rata memiliki keahlian dalam mengocok perut warga dengan dagelan yang dibuatnya. Selain Srimulat, dulu pernah digaungkan ketoprak humor sebagai salah satu ikon ketoprak dan ditayangkan ke seluruh penjuru Indonesia. Tentu saja saya adalah salah satu penikmat tayangan ini pada saat populer di era tahun 90-an. 



Cerita ketoprak mengangkat wajah masyarakat tempo dahulu dengan kostum tradisional jawa. Dialog diucapkan dalam bahasa jawa namun kadang kala terdapat beberapa kalimat dalam bahasa Indonesia. Saya cukup paham karena mengerti bahasa jawa secara umum. Seting pangung cukup sederhana namun terdapat layar besar yang digunakan sebagai background. Walau sederhana namun dapat menampilkan suasana tempo dulu seperti pasar dan bangunan tempo dulu. 

Saya cukup menikmati ketoprak ini sebagai salah satu nostalgia masa kecil dahulu. Dahulu saya sering menonton Wayang Kulit pada saat tetangga mengadakan hajatan, namun sekarang telah bergeser menjadi hiburan lain yang lebih modern. Rasanya ingin sekali membuat ketoprak menjadi satu kemasan hiburan menarik di televisi. Semoga saja ketoprak dan kebudayaan lain dapat menjadi tonton yang ditunggu. Semoga bisa terwujud, amin.