PBSI Belajar Nge-blog


Sabtu, tepatnya tanggal 18 Mei 2019, saya terjaga setelah berdamai dengan hasrat untuk terus menggumuli ranjang. Pukul 07.30 Wita saya baru selesai mandi, untungnya tidak lupa menggosok gigi, sedangkan puluhan mahasiswa sudah menunggu sejak pukul 07.00 Wita di Aula Lantai III Gedung Rektorat Universitas Flores (Uniflor). Buru-buru selesaikan dandanan *halaaah* maksudnya bergegas memakai jilbab dan sepatu. Lantas Onci membantu saya menyiapkan laptop, charger, mouse, serta mengeluarkan sepeda motor ke teras. Berangkat! Tentu sambil berdoa agar saya masih bisa menjaga keseimbangan mengingat waktu tidur yang kurang. Hanya dua jam. Payahnya saya lupa gawai di sofa ruang tamu. Ya harus kembali mengambilnya karena sayur tanpa garam itu biasa tapi hidup tanpa gawai seharian itu luar biasa ha ha ha.

Baca Juga: SUC Endenesia #1

Puluhan mahasiswa yang sudah menunggu di Aula Lantai III Gedung Rektorat Uniflor dengan mengenakan jas almamater biru itu seakan menampakkan wajah lega setelah melihat kedatangan saya, pun Ibu Sherly dan Ibu Sekretaris Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Maaf, itu kata pertama saya saat membuka kegiatan, karena bukan kesengajaan saya terlambat hampir satu jam dari kesepakatan. 

Ya, Sabtu kemarin, tepatnya tanggal 18 Mei 2019, saya diminta untuk memberikan pelatihan blog kepada mahasiswa Prodi PBSI - FKIP - Uniflor. Sebelumnya, Sabtu 4 Mei 2019, saya diminta menjadi pemateri blog oleh Fakultas Teknologi Informasi (FTI) kepada mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah (dan Prodi Pendidikan Fisika) yang ceritanya bisa dibaca di pos berjudul Pemateri Blog. Karena target atau pesertanya masih dari lini mahasiswa, saya tidak perlu membikin lagi materi baru, cukup dengan materi yang sudah dipakai Sabtu 4 Mei 2019 itu. Kalau dengan Prodi PBSI saya diminta langsung oleh pihak prodi (personal), maka dengan Prodi Pendidikan Sejarah saya diminta melalui FTI atas kerja sama antara Prodi Pendidikan Sejarah dengan FTI (saya bagian dari FTI).

Blogging is Fun and Easy


Masih materi yang sama: Blogging is Fun and Easy. Blogging memang fun and easy, termasuk gaya menyampaikan materi tersebut, harus fun and easy. Alhamdulillah waktu yang diberikan itu empat jam, waktu yang cukup panjang untuk mengenal blog - membikin blog - mengelola dashboard, sehingga proses penyampaian materi jauh lebih pelan, santai, dan lebih sabar menunggu proses. Tidak perlu terburu-buru. Diselingi dengan jokes ringan supaya peserta tidak bosan. Beberapa peserta saya panggil ke depan, temani saya di depan, menggunakan jaringan hotspot pribadi saya haha. Internet yang disediakan sudah sangat mumpuni, memang, tapi dipakai oleh terlalu banyak gawai.


Seperti biasa saya selalu menampilkan blogger yang kini lebih dikenal sebagai komika; Raditya Dika. Apa kesamaan saya dan Raditya Dika? Sama-sama blogger; kemudian Raditya Dika menjadi komika dan saya menjadi karatan. Haha. Pembukaan seperti itu memang disengaja untuk syok terapi bagi peserta. Dilanjutkan dengan pengenalan blog; apa itu blog, blog ber-niche dan blog gado-gado serta contohnya, blog gratisan dan blog berbayar beserta contohnya, sampai ragam platform blog yang dikenal luas dan dimanfaatkan oleh penghuni Planet Bumi. Dan ya, saya memberikan pelatihan membikin blog di Blogger. Platform untuk semua blog saya.

Tidak semua peserta membawa laptop tapi semua membawa gawai sehingga ada peserta yang membikin blog menggunakan laptop dan ada yang menggunakan gawai. Antusias belajar peserta sungguh luar biasa. Setelah blog dibikin, tugas peserta adalah mengisinya dengan satu pos tentang pelatihan blog bersangkutan. Saya memberi mereka waktu dua puluh menit mengingat sebagian besar peserta menggunakan gawai sehingga kecepatan menulis pasti tidak secepat menggunakan laptop. Dua puluh menit cukup lah menurut saya.


Yang tidak saya sangka kegiatan pelatihan blog itu dihadiri oleh Bapak Drs. Yohanes Sehandi, M.Si. Atasan saya dulu di UPT Publikasi dan Humas Uniflor. Beliau yang mengajarkan saya cara membikin berita baik berita panjang, feature, hingga flash news. Dan saya adalah orang yang mengajarkan beliau blog. Tidak disangka blog beliau masih terkelola dengan baik hingga sekarang dengan pembaca yang sangat banyak! Tulisan-tulisannya itu memang 'berat' tapi banyak pengunjung setianya. Yang paling saya ingat dari Pak Yan setelah beliau nge-blog adalah beliau selalu berkata bahwa blog adalah koran pribadi dan tempat menyimpan data-data tulisan (draf) sehingga tidak perlu kuatir kalau flashdisk-nya eror lagi. Mantap sekali Pak Yan ini kan ya. 



Setelah pos pertama para peserta dipublikasikan, tugas peserta adalah mengirimkan tautan blog ke nomor WA saya. Gunanya adalah saya bisa mencatat tautan blog mereka tersebut sekaligus menawarkan Kelas Blogging Tuteh untuk pelajaran lanjutan apabila mereka berminat. Alhamdulillah semakin banyak mahasiswa yang tahu blog dan antusias sekali bertanya, karena saya tanamkan pada mereka, bahwa modal untuk menulis sudah ada secara mereka adalah anak sastra! Jadi, mereka bisa mengisi blog dengan puisi, kritik cerpen/novel, dan lain sebagainya. Saya bilang: menulis adalah kekuatan terbesar mahasiswa PBSI, manfaatkan itu dengan sebaik-baiknya melalui blog.

Bagi kalian, mungkin blog bukanlah sesuatu yang baru lagi, tapi bagi sebagian orang lainnya, blog merupakan sesuatu yang benar-benar baru. Mereka bahkan mungkin tidak pernah tahu bahwa informasi yang dibaca di internet itu bersumber dari sebuah blog personal, dan mereka mungkin tidak pernah tahu bahwa mereka bisa menjadi si pemberi informasi pula. Tentu, melalui blog personal pula.

Selingan Oleh SUC Endenesia


Inilah yang sejak dulu ingin saya lakukan. Kegiatan mahasiswa, santai dan menyenangkan, pun ada hiburannya. Hiburan musik sudah biasa tapi hiburan stand up comedy itu baru pertama kali terjadi di Uniflor. Atas kerja sama dengan SUC Endenesia ada lima komika yang tampil pukul 11.30 Wita. Mereka adalah Udo, Sultan, Tulen, Adara, dan Willy. Hendra, karena masih ada kuliah, akhirnya hanya bisa menonton dari bagian belakang aula. 


Menariknya, dua komika adalah jebolan Prodi PBSI Uniflor yaitu Sultan dan Willy. Tentu ini membikin peserta pelatihan blog semakin riuh bertepuk tangan. Ada kebanggaan doooonk. Riuh sekali pokoknya. Awalnya ada ketakutan dalam diri saya ... apakah nanti para peserta ini tertawa dengan stand up comedy dari komika SUC Endenesia? Terus terang, ini adalah penjajalan kami terhadap penonton di luar penonton tetap di Miau Miau Cafe. Ternyata kekuatiran saya tersapu ... Pak Yan saja sampai tertawa sambil geleng-geleng kepala.

Nantikan semua videonya di Youtube ya :)


Bagi saya, menjadi pemateri blog merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan. Kapan pun saya diminta, dan jika waktunya tepat, mari yuk! 

Terimakasih kepada Bapak Kaprodi PBSI Dr. Yosep Demon, M.Hum. yang telah meminta saya menjadi mentor untuk pelatihan blog kepada para mahasiswa PBSI Semester 2 dan Semester 4. Terimakasih Ibu Sekpro PBSI dan Ibu Sherly yang telah menghubungi saya untuk inisiasi awal, menentukan tempat, hingga estimasi waktu. Sehingga akhirnya kegiatan ini terlaksana dengan baik. Pun terima kasih kepada SUC Endenesia yang telah menghibur kami semua hari itu. Dan tentu saja, terima kasih kepada semua peserta pelatihan blog yang dengan setia menunggu sejak pukul 07.00 Wita hingga kegiatan berakhir pukul 12.30 Wita. Love you all!

Baca Juga: Pola Timbal Balik

Semoga bermanfaat!



Cheers.

PBSI Belajar Nge-blog


Sabtu, tepatnya tanggal 18 Mei 2019, saya terjaga setelah berdamai dengan hasrat untuk terus menggumuli ranjang. Pukul 07.30 Wita saya baru selesai mandi, untungnya tidak lupa menggosok gigi, sedangkan puluhan mahasiswa sudah menunggu sejak pukul 07.00 Wita di Aula Lantai III Gedung Rektorat Universitas Flores (Uniflor). Buru-buru selesaikan dandanan *halaaah* maksudnya bergegas memakai jilbab dan sepatu. Lantas Onci membantu saya menyiapkan laptop, charger, mouse, serta mengeluarkan sepeda motor ke teras. Berangkat! Tentu sambil berdoa agar saya masih bisa menjaga keseimbangan mengingat waktu tidur yang kurang. Hanya dua jam. Payahnya saya lupa gawai di sofa ruang tamu. Ya harus kembali mengambilnya karena sayur tanpa garam itu biasa tapi hidup tanpa gawai seharian itu luar biasa ha ha ha.

Baca Juga: SUC Endenesia #1

Puluhan mahasiswa yang sudah menunggu di Aula Lantai III Gedung Rektorat Uniflor dengan mengenakan jas almamater biru itu seakan menampakkan wajah lega setelah melihat kedatangan saya, pun Ibu Sherly dan Ibu Sekretaris Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Maaf, itu kata pertama saya saat membuka kegiatan, karena bukan kesengajaan saya terlambat hampir satu jam dari kesepakatan. 

Ya, Sabtu kemarin, tepatnya tanggal 18 Mei 2019, saya diminta untuk memberikan pelatihan blog kepada mahasiswa Prodi PBSI - FKIP - Uniflor. Sebelumnya, Sabtu 4 Mei 2019, saya diminta menjadi pemateri blog oleh Fakultas Teknologi Informasi (FTI) kepada mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah (dan Prodi Pendidikan Fisika) yang ceritanya bisa dibaca di pos berjudul Pemateri Blog. Karena target atau pesertanya masih dari lini mahasiswa, saya tidak perlu membikin lagi materi baru, cukup dengan materi yang sudah dipakai Sabtu 4 Mei 2019 itu. Kalau dengan Prodi PBSI saya diminta langsung oleh pihak prodi (personal), maka dengan Prodi Pendidikan Sejarah saya diminta melalui FTI atas kerja sama antara Prodi Pendidikan Sejarah dengan FTI (saya bagian dari FTI).

Blogging is Fun and Easy


Masih materi yang sama: Blogging is Fun and Easy. Blogging memang fun and easy, termasuk gaya menyampaikan materi tersebut, harus fun and easy. Alhamdulillah waktu yang diberikan itu empat jam, waktu yang cukup panjang untuk mengenal blog - membikin blog - mengelola dashboard, sehingga proses penyampaian materi jauh lebih pelan, santai, dan lebih sabar menunggu proses. Tidak perlu terburu-buru. Diselingi dengan jokes ringan supaya peserta tidak bosan. Beberapa peserta saya panggil ke depan, temani saya di depan, menggunakan jaringan hotspot pribadi saya haha. Internet yang disediakan sudah sangat mumpuni, memang, tapi dipakai oleh terlalu banyak gawai.


Seperti biasa saya selalu menampilkan blogger yang kini lebih dikenal sebagai komika; Raditya Dika. Apa kesamaan saya dan Raditya Dika? Sama-sama blogger; kemudian Raditya Dika menjadi komika dan saya menjadi karatan. Haha. Pembukaan seperti itu memang disengaja untuk syok terapi bagi peserta. Dilanjutkan dengan pengenalan blog; apa itu blog, blog ber-niche dan blog gado-gado serta contohnya, blog gratisan dan blog berbayar beserta contohnya, sampai ragam platform blog yang dikenal luas dan dimanfaatkan oleh penghuni Planet Bumi. Dan ya, saya memberikan pelatihan membikin blog di Blogger. Platform untuk semua blog saya.

Tidak semua peserta membawa laptop tapi semua membawa gawai sehingga ada peserta yang membikin blog menggunakan laptop dan ada yang menggunakan gawai. Antusias belajar peserta sungguh luar biasa. Setelah blog dibikin, tugas peserta adalah mengisinya dengan satu pos tentang pelatihan blog bersangkutan. Saya memberi mereka waktu dua puluh menit mengingat sebagian besar peserta menggunakan gawai sehingga kecepatan menulis pasti tidak secepat menggunakan laptop. Dua puluh menit cukup lah menurut saya.


Yang tidak saya sangka kegiatan pelatihan blog itu dihadiri oleh Bapak Drs. Yohanes Sehandi, M.Si. Atasan saya dulu di UPT Publikasi dan Humas Uniflor. Beliau yang mengajarkan saya cara membikin berita baik berita panjang, feature, hingga flash news. Dan saya adalah orang yang mengajarkan beliau blog. Tidak disangka blog beliau masih terkelola dengan baik hingga sekarang dengan pembaca yang sangat banyak! Tulisan-tulisannya itu memang 'berat' tapi banyak pengunjung setianya. Yang paling saya ingat dari Pak Yan setelah beliau nge-blog adalah beliau selalu berkata bahwa blog adalah koran pribadi dan tempat menyimpan data-data tulisan (draf) sehingga tidak perlu kuatir kalau flashdisk-nya eror lagi. Mantap sekali Pak Yan ini kan ya. 



Setelah pos pertama para peserta dipublikasikan, tugas peserta adalah mengirimkan tautan blog ke nomor WA saya. Gunanya adalah saya bisa mencatat tautan blog mereka tersebut sekaligus menawarkan Kelas Blogging Tuteh untuk pelajaran lanjutan apabila mereka berminat. Alhamdulillah semakin banyak mahasiswa yang tahu blog dan antusias sekali bertanya, karena saya tanamkan pada mereka, bahwa modal untuk menulis sudah ada secara mereka adalah anak sastra! Jadi, mereka bisa mengisi blog dengan puisi, kritik cerpen/novel, dan lain sebagainya. Saya bilang: menulis adalah kekuatan terbesar mahasiswa PBSI, manfaatkan itu dengan sebaik-baiknya melalui blog.

Bagi kalian, mungkin blog bukanlah sesuatu yang baru lagi, tapi bagi sebagian orang lainnya, blog merupakan sesuatu yang benar-benar baru. Mereka bahkan mungkin tidak pernah tahu bahwa informasi yang dibaca di internet itu bersumber dari sebuah blog personal, dan mereka mungkin tidak pernah tahu bahwa mereka bisa menjadi si pemberi informasi pula. Tentu, melalui blog personal pula.

Selingan Oleh SUC Endenesia


Inilah yang sejak dulu ingin saya lakukan. Kegiatan mahasiswa, santai dan menyenangkan, pun ada hiburannya. Hiburan musik sudah biasa tapi hiburan stand up comedy itu baru pertama kali terjadi di Uniflor. Atas kerja sama dengan SUC Endenesia ada lima komika yang tampil pukul 11.30 Wita. Mereka adalah Udo, Sultan, Tulen, Adara, dan Willy. Hendra, karena masih ada kuliah, akhirnya hanya bisa menonton dari bagian belakang aula. 


Menariknya, dua komika adalah jebolan Prodi PBSI Uniflor yaitu Sultan dan Willy. Tentu ini membikin peserta pelatihan blog semakin riuh bertepuk tangan. Ada kebanggaan doooonk. Riuh sekali pokoknya. Awalnya ada ketakutan dalam diri saya ... apakah nanti para peserta ini tertawa dengan stand up comedy dari komika SUC Endenesia? Terus terang, ini adalah penjajalan kami terhadap penonton di luar penonton tetap di Miau Miau Cafe. Ternyata kekuatiran saya tersapu ... Pak Yan saja sampai tertawa sambil geleng-geleng kepala.

Nantikan semua videonya di Youtube ya :)


Bagi saya, menjadi pemateri blog merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan. Kapan pun saya diminta, dan jika waktunya tepat, mari yuk! 

Terimakasih kepada Bapak Kaprodi PBSI Dr. Yosep Demon, M.Hum. yang telah meminta saya menjadi mentor untuk pelatihan blog kepada para mahasiswa PBSI Semester 2 dan Semester 4. Terimakasih Ibu Sekpro PBSI dan Ibu Sherly yang telah menghubungi saya untuk inisiasi awal, menentukan tempat, hingga estimasi waktu. Sehingga akhirnya kegiatan ini terlaksana dengan baik. Pun terima kasih kepada SUC Endenesia yang telah menghibur kami semua hari itu. Dan tentu saja, terima kasih kepada semua peserta pelatihan blog yang dengan setia menunggu sejak pukul 07.00 Wita hingga kegiatan berakhir pukul 12.30 Wita. Love you all!

Baca Juga: Pola Timbal Balik

Semoga bermanfaat!



Cheers.

Menyiapkan Materi


Meskipun tidak semua, saya yakin ada dari kalian para pembaca yang tutehman, yang pernah membikin materi untuk kegiatan pelatihan ini itu. Om Bisot dan Kanaz, misalnya, dua blogger yang saya kenal paling rajin menjadi pemateri bertema blog, baik latihan membikin blog maupun manfaat lain dari nge-blog. Kami pernah menjadi BAT-man (Bisot, Anazkia, Tuteh) berkolaborasi demi terlaksananya Kelas Blogging NTT dan Kelas Blogging Online. BAT-man yang satu ini tidak ngeronda di Kota Gotham melainkan di WAG.


Tahun 2009, sejak Komunitas Blogger NTT dibentuk, and I don't know how the condition of this community now, saya sudah rajin wara-wiri di kancah pelatihan blog antar galaksi. Saya sadari, banyak orang yang kepo sama dunia blog, tapi setelah belajar bikin blog, banyak pula yang meninggalkannya karena tidak mampu konsisten menulis. Jangankan mereka, saya sendiri pernah tidak konsisten nge-blog. Alhamdulillah tahun 2018 kembalilah saya, si anak hilang, ke ranah per-blogger-an internasional *diseruduk dinosaurus*.


Kancah pelatihan blog menggiring saya pada malam-malam yang dingin, duduk manis di depan laptop, menyiapkan materi. 

Materi tentang blog yang saya sudah susun itu bejibun! Bayangkan, sudah berjalan sejak tahun 2009. Perlu diingat, saya tidak pernah kopas materi orang lain yang sileweran di internet, karena itu perbuatan yang merugikan diri sendiri. Saya juga tidak menggunakan materi yang sama di setiap kesempatan. Lihat dulu audiensnya (dengan demikian saya tahu materi seperti apa yang bakal disusun, menggunakan karikatur atau tidak, dan lain sebagainya), apa kebutuhan mereka, barulah saya mulai menyusun materinya.

Baru-baru ini saya dihubungi pihak Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Uniflor. FTI bekerjasama dengan Prodi Sejarah dan Prodi Fisika dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) untuk kegiatan yang berhubungan dengan multimedia. Dan saya kebagian memberikan pelatihan blog kepada para pesertanya. Oleh karena itu, kali ini saya bakal mengajak kalian mengintip cara saya menyiapkan materi kegiatan yang berkaitan dengan pelatihan blog. Seperti yang sudah saya tulis di atas, saya tidak pernah menggunakan materi yang sama. 

Setiap kegiatan pelatihan blog punya nyawanya masing-masing ... Mari kita cek ...

Judul


Judul ini penting. Meskipun materinya sama-sama tentang belajar bikin blog atau pelatihan blog, tapi judulnya pasti beda. Pernah saya memakai judul: Mengenal Blog dan Manfaatnya. Pernah juga memakai judul: Apa Itu Blog? Klasik sekali kan ya hahaha *terdengar irama Sonata No 11*. Untuk kegiatan kerjasama FTI dan Prodi Sejarah dan Prodi Fisika, saya menyusun materi baru. Menyusunnya pun tidak selekas jadi, melainkan per tahap, agar hasilnya baik.

Judul apa yang saya pakai kali ini?


Blogging is Fun and Easy. Itu judul yang saya pakai untuk materi baru ini. Alasannya? Karena peserta rata-rata adalah mahasiswa, sehingga perlu menentukan judul yang menarik minat mereka, semacam shock therapy melalui judul. Kenapa pakai bahasa Inggris? Karena lebih singkat saja.

Memilih Template dan Kustomisasi


Sudah pasti saya menyiapkan materi menggunakan Power Point. Ini bagian tersulitnya. Karena apa? Karena template merupakan jalan panjang menuju akhir pelatihan sehingga harus 'bersih' dan 'menarik'. Sudah sering saya berburu template gratisan di internet. Bahkan di laptop pun ada folder khusus template Power Point. Tapi toh ... tetap saja saya kembali ke hutan belantara internet untuk berburu haha. Semacam ada kepuasan tersendiri, sekalian cuci mata, setiap kali berburu template Power Point.

Baca Juga: LED For Camera

Tahukah kalian? Template yang bertema blog itu sangat sulit didapat. Entah saya yang menggali kurang dalam atau memang demikian adanya. Kalaupun ada template tentang blog, sudah pasti berbayar. Oleh karena itu, biasanya saya akan mengkustom template unduhan. Mengganti huruf, mengganti tata letak, dan mengganti gambar, agar sesuai dengan materi kita. Alhamdulillah saya menemukan template bernama Jaques - Slide Carnival. Meskipun bukan template tentang blog, tapi kebutuhan saya bisa dipenuhi oleh template yang satu ini. 

Beberapa hasil mengkustom:

Halaman profil. 

Halaman sub-materi.

Halaman materi (dengan gambar berbeda-beda). 

Saya jatuh cinta sama template ini. Banyak ikon-ikon/gambar yang disediakan pada dua halaman terakhir. Jadi tinggal pilih mau pakai ikon/gambar yang mana, dari bawaan template. Pun gambar dari luar template.

Gambar Pendukung


Sebuah materi tentu membutuhkan gambar pendukung. Bukan gambar materi, itu beda, melainkan gambar pendukung. Contohnya karikatur. Kenapa harus pakai gambar pendukung? Karena sesungguhnya materi pada Power Point itu dasarnya cuma gambar-gambar saja, dengan penjelasan panjang-lebar dari si pembawa materi. Tapi karena you know lah, materi saya juga banyak tulisannya, haha. Saya belum mencapai tahap materi bergambar only. Nantilah ... belajar.

Materi Itu Sendiri


Menyiapkan materi gaya saya ... setelah tiga hal di atas sudah terkumpul dalam satu folder, barulah saya mulai menyusun materinya baik materi tulisan maupun materi gambar. Mungkin beda dengan gaya kalian yang menyusun materinya terlebih dahulu baru kemudian mempercantiknya. Mana-mana suka, sih ... kembali pada kenyamanan masing-masing.

Khusus materi blog, bisa saja saya mengkustom materi lama, tapi bisa juga saya membikin materi baru melalui proses screen shoot dan croping untuk menghasilkan gambar berformat JPG seperti contoh di bawah ini:


Menyiapkan materi tidak bisa sekali jadi, mungkin karena saya kuatir ada kurang sana sini, makanya sering banget ngecek dari halaman pertama meskipun proses sudah mencapai halaman duapuluh. Tapi itu menyenangkan. Sungguh.


Jadi demikian cara/gaya saya menyiapkan materi bakal pelatihan blog. Urutannya selalu sama. Mulai dari judul, kemudian rempong mencari template Power Point dan mengkustomisasi, lantas mencari gambar-gambar pendukung, dan terakhir menyusun materi intinya. Ada kepuasan tersendiri ketika selesai. Tapi, tidak berhenti di situ. Saya masih melatih ulang diri ini untuk membawakan materi itu alias latihan sendiri. Kadang lucu juga ... sambil lihat materi sambil ngomong sendiri seakan-akan laptop adalah peserta pelatihan. Haha.

Jadi ingat, hampir semua hal saya berlatih terlebih dahulu. Berlatih siaran gaya kocak, Berlatih siaran berita, berlatih ngemsi, berlatih bawakan materi, berlatih ini itu. Saya ingat, suatu masa saat saya ngemsi konsek Anima Band di Kota Ende, saya pernah dimarahi EO dari Kota Kupang, karena sebagai MC tidak satu pun kertas yang saya pegang. Iya, saya dimarahi karena katanya; sejago-jagonya seseorang ngemsi, dia butuh contekan. Betul ... malam itu saya dua kali sesi lupa menyebut sponsor makanya dimarahi qiqiqiqi. Pengalaman yang seru.

Baca Juga: Re:Ease

Semoga pos ini bermanfaat bagi kalian semua.



Cheers.

Menyiapkan Materi


Meskipun tidak semua, saya yakin ada dari kalian para pembaca yang tutehman, yang pernah membikin materi untuk kegiatan pelatihan ini itu. Om Bisot dan Kanaz, misalnya, dua blogger yang saya kenal paling rajin menjadi pemateri bertema blog, baik latihan membikin blog maupun manfaat lain dari nge-blog. Kami pernah menjadi BAT-man (Bisot, Anazkia, Tuteh) berkolaborasi demi terlaksananya Kelas Blogging NTT dan Kelas Blogging Online. BAT-man yang satu ini tidak ngeronda di Kota Gotham melainkan di WAG.


Tahun 2009, sejak Komunitas Blogger NTT dibentuk, and I don't know how the condition of this community now, saya sudah rajin wara-wiri di kancah pelatihan blog antar galaksi. Saya sadari, banyak orang yang kepo sama dunia blog, tapi setelah belajar bikin blog, banyak pula yang meninggalkannya karena tidak mampu konsisten menulis. Jangankan mereka, saya sendiri pernah tidak konsisten nge-blog. Alhamdulillah tahun 2018 kembalilah saya, si anak hilang, ke ranah per-blogger-an internasional *diseruduk dinosaurus*.


Kancah pelatihan blog menggiring saya pada malam-malam yang dingin, duduk manis di depan laptop, menyiapkan materi. 

Materi tentang blog yang saya sudah susun itu bejibun! Bayangkan, sudah berjalan sejak tahun 2009. Perlu diingat, saya tidak pernah kopas materi orang lain yang sileweran di internet, karena itu perbuatan yang merugikan diri sendiri. Saya juga tidak menggunakan materi yang sama di setiap kesempatan. Lihat dulu audiensnya (dengan demikian saya tahu materi seperti apa yang bakal disusun, menggunakan karikatur atau tidak, dan lain sebagainya), apa kebutuhan mereka, barulah saya mulai menyusun materinya.

Baru-baru ini saya dihubungi pihak Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Uniflor. FTI bekerjasama dengan Prodi Sejarah dan Prodi Fisika dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) untuk kegiatan yang berhubungan dengan multimedia. Dan saya kebagian memberikan pelatihan blog kepada para pesertanya. Oleh karena itu, kali ini saya bakal mengajak kalian mengintip cara saya menyiapkan materi kegiatan yang berkaitan dengan pelatihan blog. Seperti yang sudah saya tulis di atas, saya tidak pernah menggunakan materi yang sama. 

Setiap kegiatan pelatihan blog punya nyawanya masing-masing ... Mari kita cek ...

Judul


Judul ini penting. Meskipun materinya sama-sama tentang belajar bikin blog atau pelatihan blog, tapi judulnya pasti beda. Pernah saya memakai judul: Mengenal Blog dan Manfaatnya. Pernah juga memakai judul: Apa Itu Blog? Klasik sekali kan ya hahaha *terdengar irama Sonata No 11*. Untuk kegiatan kerjasama FTI dan Prodi Sejarah dan Prodi Fisika, saya menyusun materi baru. Menyusunnya pun tidak selekas jadi, melainkan per tahap, agar hasilnya baik.

Judul apa yang saya pakai kali ini?


Blogging is Fun and Easy. Itu judul yang saya pakai untuk materi baru ini. Alasannya? Karena peserta rata-rata adalah mahasiswa, sehingga perlu menentukan judul yang menarik minat mereka, semacam shock therapy melalui judul. Kenapa pakai bahasa Inggris? Karena lebih singkat saja.

Memilih Template dan Kustomisasi


Sudah pasti saya menyiapkan materi menggunakan Power Point. Ini bagian tersulitnya. Karena apa? Karena template merupakan jalan panjang menuju akhir pelatihan sehingga harus 'bersih' dan 'menarik'. Sudah sering saya berburu template gratisan di internet. Bahkan di laptop pun ada folder khusus template Power Point. Tapi toh ... tetap saja saya kembali ke hutan belantara internet untuk berburu haha. Semacam ada kepuasan tersendiri, sekalian cuci mata, setiap kali berburu template Power Point.

Baca Juga: LED For Camera

Tahukah kalian? Template yang bertema blog itu sangat sulit didapat. Entah saya yang menggali kurang dalam atau memang demikian adanya. Kalaupun ada template tentang blog, sudah pasti berbayar. Oleh karena itu, biasanya saya akan mengkustom template unduhan. Mengganti huruf, mengganti tata letak, dan mengganti gambar, agar sesuai dengan materi kita. Alhamdulillah saya menemukan template bernama Jaques - Slide Carnival. Meskipun bukan template tentang blog, tapi kebutuhan saya bisa dipenuhi oleh template yang satu ini. 

Beberapa hasil mengkustom:

Halaman profil. 

Halaman sub-materi.

Halaman materi (dengan gambar berbeda-beda). 

Saya jatuh cinta sama template ini. Banyak ikon-ikon/gambar yang disediakan pada dua halaman terakhir. Jadi tinggal pilih mau pakai ikon/gambar yang mana, dari bawaan template. Pun gambar dari luar template.

Gambar Pendukung


Sebuah materi tentu membutuhkan gambar pendukung. Bukan gambar materi, itu beda, melainkan gambar pendukung. Contohnya karikatur. Kenapa harus pakai gambar pendukung? Karena sesungguhnya materi pada Power Point itu dasarnya cuma gambar-gambar saja, dengan penjelasan panjang-lebar dari si pembawa materi. Tapi karena you know lah, materi saya juga banyak tulisannya, haha. Saya belum mencapai tahap materi bergambar only. Nantilah ... belajar.

Materi Itu Sendiri


Menyiapkan materi gaya saya ... setelah tiga hal di atas sudah terkumpul dalam satu folder, barulah saya mulai menyusun materinya baik materi tulisan maupun materi gambar. Mungkin beda dengan gaya kalian yang menyusun materinya terlebih dahulu baru kemudian mempercantiknya. Mana-mana suka, sih ... kembali pada kenyamanan masing-masing.

Khusus materi blog, bisa saja saya mengkustom materi lama, tapi bisa juga saya membikin materi baru melalui proses screen shoot dan croping untuk menghasilkan gambar berformat JPG seperti contoh di bawah ini:


Menyiapkan materi tidak bisa sekali jadi, mungkin karena saya kuatir ada kurang sana sini, makanya sering banget ngecek dari halaman pertama meskipun proses sudah mencapai halaman duapuluh. Tapi itu menyenangkan. Sungguh.


Jadi demikian cara/gaya saya menyiapkan materi bakal pelatihan blog. Urutannya selalu sama. Mulai dari judul, kemudian rempong mencari template Power Point dan mengkustomisasi, lantas mencari gambar-gambar pendukung, dan terakhir menyusun materi intinya. Ada kepuasan tersendiri ketika selesai. Tapi, tidak berhenti di situ. Saya masih melatih ulang diri ini untuk membawakan materi itu alias latihan sendiri. Kadang lucu juga ... sambil lihat materi sambil ngomong sendiri seakan-akan laptop adalah peserta pelatihan. Haha.

Jadi ingat, hampir semua hal saya berlatih terlebih dahulu. Berlatih siaran gaya kocak, Berlatih siaran berita, berlatih ngemsi, berlatih bawakan materi, berlatih ini itu. Saya ingat, suatu masa saat saya ngemsi konsek Anima Band di Kota Ende, saya pernah dimarahi EO dari Kota Kupang, karena sebagai MC tidak satu pun kertas yang saya pegang. Iya, saya dimarahi karena katanya; sejago-jagonya seseorang ngemsi, dia butuh contekan. Betul ... malam itu saya dua kali sesi lupa menyebut sponsor makanya dimarahi qiqiqiqi. Pengalaman yang seru.

Baca Juga: Re:Ease

Semoga pos ini bermanfaat bagi kalian semua.



Cheers.

Pengumpul Pin


#PDL adalah Pernah Dilakukan. Pos #PDL setiap Jum'at ini merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

*** 

Dalam dunia blogging, identitas blogger dan/atau komunitas blogger diwakilkan dalam bentuk berbagai barang antara lain kaos, backpack, drawing bag, buku catatan, alat tulis, mug, hingga pin. Setiap acara blogger mulai dari Pesta Blogger, Blogger Nusantara, Asean Blogger, dan kegiatan lainnya seperti FGD yang melibatkan blogger, setiap peserta pasti mendapat barang-barang identitas ini. Zaman dulu, waktu masih sangat aktif dalam berbagai kegiatan luring blogging, dan kegiatan-kegiatan serupa masih ramai digelar, saya pasti memperoleh barang-barang ini. 

Baca Juga: Memen

Di bawah ini adalah beberapa barang identitas yang tempat penyimpanannya masih terjangkau tangan, saat menulis ini bisa sempat memotretnya, barang lainnya kudu dicari di lemari-lemari haha.

Kaos Pesta Blogger 2008 yang dikirimkan oleh Om Bisot

Kopdar Blogger Nusantara 2011 dibawain sama Yudith Ngga'a. 

Kopdar Blogger Nusantara 2012 di Makassar.

Salah satu barang identitas ini adalah pin bros. Pin bros atau disingkat pin, merupakan barang identitas yang paling ringan dan paling hemat tempat. Jadi, banyak juga blogger yang membawanya sebagai wakil dari komunitas blogger-nya atau komunitas lainnya. Saking banyaknya pin yang saya peroleh, saya sampai memasangnya di bagian depan backpack atau di tali tas selempang. Selain dari komunitas dan perorangan, saya juga mendapat pin-pin cantik dari taman nasional salah satunya Taman Nasional Kelimutu.

Penampakan pin-pin itu dapat kalian lihat pada foto di awal pos, sisanya bisa dilihat di bawah ini:


Tapi itu baru sebagian saja. Sebagian lainnya entah ada di mana haha. 

Sampai sekarang saya masih suka mengumpulkan pin, lumayan dipakai di jilbab wkwkwkw, karena saya tipenya sederhana. Cukup jilbab segi empat yang dilipat menjadi segitiga, peniti (saya tidak terbiasa memakai pentul) dan pin sebagai penyambung. Pin-pin lainnya seperti pin Relawan Taman Bung Karno, pin Ratenggoji, dan lain sebagainya.


Jadi, pernah ... saya pernah melakukannya. Mengumpulkan pin dari banyak komunitas blogger, blogger, hingga institusi lainnya. Bangga memakainya (di tas/backpack). Kalau kalian ingin mengirimkan saya pin, boleh juga lah hahaha.

Baca Juga: Masak di Kantor

Bagaimana dengan kalian, kawan?


Cheers.

Konsisten Nge-blog Setahun


Mulai nge-blog sejak tahun 2003, klaim nama blog di banyak platform, melayang-layang antara rajin dan sering hiatus, gonta-ganti template, ditolak GA berkali-kali, dan tetap tidak bisa menentukan niche blog sendiri makanya pada tagline header tertulis I Write My All, akhirnya saya memutuskan untuk konsisten nge-blog pada Februari 2018. Alasannya? Sudah terlalu lama saya mengabaikan blog ini dan sesungguhnya perasaan terabaikan itu sangat tidak menyenangkan. Bukan begitu, din ... dinosaurus? Lagi pula saya sangat menyayangkan apabila ada artikel bagus hanya dipos di media sosial seperti Facebook, yang kemudian tenggelam, karena tidak terarsip dengan baik. Blog memang jawaban jitu kalau kita ingin tulisan-tulisan terarsip. Oke sip.

Baca Juga: Di SMK Tarbiyah Kami Berdoa Bersama

Dihitung-hitung sudah setahun saya konsisten nge-blog alias sudah setahun blog ini selalu dirawat; mengisinya dengan konten-konten baru (hampir) setiap hari. Pos pertama Februari 2018 berjudul Februari, Halo! setelah pos terakhir sebelumnya pada Februari 2017 yang berjudul Seword. Saya memutuskan untuk melanjutkan tali silaturahmi antara saya dengan blog pribadi ini. Pos-pos selanjutnya masih bertema random, mana-mana suka, tanpa tema. Seperti pos Korupsi Karena Miskin dan The Power of Cium Tangan. Mungkin bagi orang lain pos-pos itu tidak bermanfaat, tapi bagi saya pemikiran harus bisa diungkapkan dan pengalaman positif harus bisa diceritakan pada orang lain. Siapa tahu berfaedah bagi yang membacanya. Lebih penting lagi, saya ini narsis, jadi pengen orang lain tahu juga apa yang saya lakukan. Halaaaah.

Mulai Menentukan Tema


Sebenarnya sejak lama setiap Sabtu blog ini punya tema yaitu Review. Antara filem dan buku. Lalu pada 13 Februari 2018 saya mulai membikin satu tema baru yaitu #PDL alias Pernah Dilakukan. Awalnya #PDL hanya bertujuan untuk pos tentang foto-foto jadul yang berkaitan dengan dunia traveling kala masih muda dan bergaya dulu. Tidak melulu harus traveling ke luar daerah, karena jalan-jalan sekitar Kota Ende, bagi saya, adalah traveling. Haha. Pos #PDL pertama berjudul #PDL Has Just Begun. Lama-kelamaan satuper satu tema mulai bermunculan.

Pos Hobi Fotografi Berpotensi Dollar dan Merawat Laptop Itu Sederhana adalah cikal bakal tema #SelasaTekno. Tulisan saya tentang Diet Enak Bahagia Menyenangkan dan Manfaat Telur Bagi Tubuh adalah cikal bakal tema #RabuLima. Dari situ saya mulai berpikir tentang melengkapi satu minggu dengan tema-tema harian sehingga blog ini terkesan sebagai BLOG PRIBADI YANG MAGAZINE BANGET. Hahaha *ditimpuk dinosaurus*. Maka setiap Senin saya memberi tema #SeninOpini atau #SeninThought yang lantas berganti menjadi #SeninCerita, dan Kamis menjadi #KamisLima. Memangnya yakin punya waktu untuk itu semua? Yakin, apabila waktu nge-game dipangkas, saya bisa menghasilkan begitu banyak artikel / tulisan bekal pos blog. Slot Minggu pernah juga saya isi dengan novel berjudul Triplet.

Februari 2019, masih dalam masa sibuk mempromosikan Uniflor dan mulai sibuk dengan Lomba Mural dari Triwarna Soccer Festival, saya berpikir untuk mengganti tema harian menjadi:

#SeninCerita
#SelasaTekno
#RabuDIY
#KamisLima
#PDL
#SabtuReview

#RabuDIY? Hyess. Saya siap mengepos tentang dunia DIY baik yang saya bikin sendiri maupun yang dibikin oleh orang lain. Yang sudah lama saya bikin dan diberi sentuhan ulang, maupun yang baru saja saya bikin. Nantikan saja ketika tema harian kembali memulai rodanya di blog ini.

Kemenangan Melawan Rasa Malas


Musuh terbesar umat manusia adalah rasa malas. Malas bekerja, malas mencari tahu, malas meminta maaf dan malas memaafkan, malas berdoa pun juga terjadi, malas menyiram bunga, malas menulis blog termasuk di dalamnya. Setahun kemarin, 2018, saya berjuang melawan rasa malas untuk menulis konten blog. Setiap menghidupkan laptop saya berusaha mengalihkan dulu perhatian mata pada ikon Age of Empires. Langsung daring, membuka Chrome, dan mengetik alamat Blogger. Mau menulis apa hari ini? Oh, sudah ada tema. Let's do it! Merangkai kata yang isi posnya di-blender antara tema utama pos dengan guyonan khas dinosaurus haha.

Baca Juga: Uniflor Goes to School

Sepanjang tahun 2018 saya telah menang melawan rasa malas ... tahun 2019 ... semoga demikian pula. Karena, salah satu resolusinya adalah tetap nge-blog! Hyess, #2019TetapNgeblog meskipun GA kembali hilang/ditolak gara-gara mengganti domain blog menjati http://tuteh.web.id hahaha.


Meskipun sempat berpikir dimusuhi oleh GA ketika GA hilang dari blog, tidak masalah lah. Rejeki masih bisa dikais di lini lainnya. Yang penting semangat menulis dan mengisi (konten) blog setiap hari tidak sirna. Karena, percayakah kalian?, hanya dengan menulis dan menulis blog, kemampuan menulis terasah dari hari ke hari. Saya pikir ini tidak perlu dijelaskan, kalian pasti sudah merasakannya. Bukan begitu?

Kalau saya bisa melawan rasa malas, Insha Allah kalian juga bisa.

Draf dan Jadwal


Kadang-kadang tubuh saya terasa fully charged; otak mendadak cemerlang padahal aslinya kalah sama Matematika; mata sepet jadi bersahabat dengan layar laptop. Pada saat-saat seperti itu saya bisa menulis lebih dari satu konten/pos per hari. Percayalah, saya sendiri heran dengan konten yang dihasilkan dalam sehari itu. Konten-konten yang bisa saya tulis tanpa memikirkan waktu itu seperti konten untuk #SelasaTekno, #RabuLima yang bakal berganti dengan #RabuDIY, Kamis Lima, #PDL, hingga #SabtuReview. Senin, harus disesuaikan dengan kejadian apa yang paling unggul pada minggu sebelumnya yang ingin saya jadikan #SeninCerita sehingga tidak bisa didraf atau dijadwalkan. Konten yang sudah saya tulis itu ada yang tersimpan sebagai draf, ada pula yang terjadwal. Inilah manfaat platform Blogger, atau platform blog lainnya, menyediakan fasilitas draf dan jadwal. Manfaatkan itu! Agar apa? Agar ide tidak menguap. Hehe.

Draf jika konten belum lengkap alias masih ada yang harus ditambal-sulam.
Jadwalkan jika konten sudah oke dan siap dipublikasikan pada hari penentuan.

Apakah ini bukan kebohongan publik?

What?

Kebohongan publik itu kalau kalian menulis Tuteh Pharmantara itu perempuan cantik yang akhirnya disunting oleh Brad Pitt. Nah, itu kebohongan publik yang terhakiki. Perlu kalian ketahui juga bahwa konten/pos yang ini pun saya tulis bukan pada hari Senin, 18 Februari 2019, melainkan pada 17 Februari 2019. Haha.

Insha Allah


Insha Allah akan terus berlanjut. Pada akhirnya jika kelas blogging online kembali dibuka untuk angkatan berikutnya, saya dengan bangga bakal bilang bahwa menulis konten blog itu mudah! Mulailah dari menggali potesi kehidupan sendiri dan pengalaman pribadi, membikin tema harian, dan melawan rasa malas. Buktinya, tahun 2018 saya sudah melakukannya dan Insha Allah berlanjut tahun 2019 dan seterusnya.

Baca Juga: Mamatua Project

Terakhir, perlu saya ucapkan pada diri sendiri: selamat satu tahun konsisten nge-blog, Tuteh.



Cheers.

2019 Tetap Nge-blog



Seperti yang sudah saya jelaskan pada pos tentang gara-gara blogwalking akhirnya gabung sama komunitas Blogger Perempuan, atau tentang aktivitas blogwalking dapat menghadirkan gagasan ide menulis konten blog, maka lagi-lagi akibat menikah muda blogwalking saya tergagaslah ide menulis konten yang satu ini. Sesuai judul: 2019 Tetap Nge-blog. Gara-gara blogwalking ke blog-nya Mas Doddy Purwanto. See? (Terjemahan Indonesia: apa kan saya bilang?). Blogwalking itu banyak manfaatnya!

Baca Juga: Perjalanan Rock'N'Rain

Pos Mas Doddy itu adalah tentang, kira-kira, resolusi tahun 2019. Setiap orang pasti punya resolusi meskipun banyak yang menyangkalnya. Tapi setidaknya ada satu harapan yang ingin diwujudkan di tahun mendatang. Sama. Saya juga punya resolusi di tahun mendatang yaitu melakukan ritus membangkitkan dinosaurus tetap diberi kesehatan dan kewarasan, serta selalu bersyukur atas nikmat kehidupan yang dianugerahi oleh Allah SWT.

Untuk mempermudah, hashtag yang saya baca dari komentar Admin 007 di blog Mas Doddy kita pakai. 

#2019TetapNgeblog

Lantas, apa alasan saya pada tahun 2019 nanti tetap nge-blog

  • Nge-blog membikin otak saya lebih fresh dan membikin saya lebih produktif dari hari ke hari. Karena, (sering) menulis merupakan proses memindahkan isi otak. Kalau sudah menulis, ide-ide yang berterbangan di otak itu satuper satu dikeluarkan. Ini menurut saya. Semacam piknik online lah haha.
  • Nge-blog membikin saya kaya raya. Kaya teman. Tentu saja. Kaya pengetahuan, tentu saja. Karena, setiap blog yang saya baca dari kegiatan blogwalking pasti ada yang membikin saya jadi tahu ini itu. Membaca, apalagi yang bermanfaat, tidak pernah bikin kita gulung tikar.
  • Nge-blog membikin saya punya warisan yang kelak bisa dibaca oleh siapa saja. Misalnya, kalau anak saya bertanya sudah ke mana kah saya semasa masih muda dan enerjik, tinggal saya suruh: baca blog ine (mama) yang soal travel.


Haha ...

Insha Allah, apabila tidak ada aral melintang, saya akan tetap nge-blog. Ya, #2019TetapNgeblog.

Bagaimana dengan kalian? Bagi tahu yuk di komen.


Cheers.

2019 Tetap Nge-blog



Seperti yang sudah saya jelaskan pada pos tentang gara-gara blogwalking akhirnya gabung sama komunitas Blogger Perempuan, atau tentang aktivitas blogwalking dapat menghadirkan gagasan ide menulis konten blog, maka lagi-lagi akibat menikah muda blogwalking saya tergagaslah ide menulis konten yang satu ini. Sesuai judul: 2019 Tetap Nge-blog. Gara-gara blogwalking ke blog-nya Mas Doddy Purwanto. See? (Terjemahan Indonesia: apa kan saya bilang?). Blogwalking itu banyak manfaatnya!

Baca Juga: Perjalanan Rock'N'Rain

Pos Mas Doddy itu adalah tentang, kira-kira, resolusi tahun 2019. Setiap orang pasti punya resolusi meskipun banyak yang menyangkalnya. Tapi setidaknya ada satu harapan yang ingin diwujudkan di tahun mendatang. Sama. Saya juga punya resolusi di tahun mendatang yaitu melakukan ritus membangkitkan dinosaurus tetap diberi kesehatan dan kewarasan, serta selalu bersyukur atas nikmat kehidupan yang dianugerahi oleh Allah SWT.

Untuk mempermudah, hashtag yang saya baca dari komentar Admin 007 di blog Mas Doddy kita pakai. 

#2019TetapNgeblog

Lantas, apa alasan saya pada tahun 2019 nanti tetap nge-blog

  • Nge-blog membikin otak saya lebih fresh dan membikin saya lebih produktif dari hari ke hari. Karena, (sering) menulis merupakan proses memindahkan isi otak. Kalau sudah menulis, ide-ide yang berterbangan di otak itu satuper satu dikeluarkan. Ini menurut saya. Semacam piknik online lah haha.
  • Nge-blog membikin saya kaya raya. Kaya teman. Tentu saja. Kaya pengetahuan, tentu saja. Karena, setiap blog yang saya baca dari kegiatan blogwalking pasti ada yang membikin saya jadi tahu ini itu. Membaca, apalagi yang bermanfaat, tidak pernah bikin kita gulung tikar.
  • Nge-blog membikin saya punya warisan yang kelak bisa dibaca oleh siapa saja. Misalnya, kalau anak saya bertanya sudah ke mana kah saya semasa masih muda dan enerjik, tinggal saya suruh: baca blog ine (mama) yang soal travel.


Haha ...

Insha Allah, apabila tidak ada aral melintang, saya akan tetap nge-blog. Ya, #2019TetapNgeblog.

Bagaimana dengan kalian? Bagi tahu yuk di komen.


Cheers.

5 Blogger Kocak



Selasa kemarin saya menulis tentang blog list dan kegiatan blogwalking. Adalah, bukan kata Venom tapi kata saya, dengan adanya blog list saya jadi lebih mudah blogwalking. Karena apa? Karena sejak zaman baheula, saya yang dari kampung ini memang sudah suka blogwalking, sampai-sampai dijuluki kutu loncat. Soalnya, bagaimana ya, saya senang membaca tulisan para blogger itu. Macam cerita Pak Bagas saat bertugas dari satu negara ke negara lain sampai mengirimi saya kartu pos dari setiap negara yang dikunjunginya, coretan dan aneka tips dari Pak Jaf dan profesinya sebagai penyiar dan produser di Singapura juga di Jepang, tulisan dan tutorial dari Linda Nicegreen soal dunia merajut, serunya Mami vi3 menceritakan kegiatan sehari-harinya di Warnet Galaxy Banyuwangi, atau kisah Maknyak Labibah di Kanada sana. 

Bagi saya, blogwalking itu ibarat traveling. Bedanya traveling yang ini tidak perlu pakai tiket pesawat. Cukup paket internet. Whuuuuzzzz! Berangkat! *seret dinosaurus*

Dan sepertinya dari blog yang saya tulis di atas hanya blog Pak Jaf yang benar-benar masih aktif.

Baca Juga: 5 Peserta Favorit Kelas Blogging

Dari blogwalking kita jadi tahu karakter dan/atau gaya menulis para blogger. Diantaranya adalah gaya menulis: 

1. Serius cenderung pakai PUEBI.
2. Santai. Saking santainya tahu-tahu paket internet saya habis.
3. Biasa saja. Kayak blog saya haha.
4. Kopas-kopasan biar sehat jiwa raga. Eh, itu lopas (lari) ya.
5. Kocak bin konyol.

Macam-macam memang.

Dan gaya menulis blogger itu ibarat DNA yang tidak perlu diutak-atik sama orang lain (pembaca).

Itu ciri KHHAASSSS *muncrat sepuluh meter*. Kalian munduran dikit dooonk bacanya jangan lengket sama layar.

Nah, kelas terakhir yaitu kelas malam bareng dinosaurus blogger dengan gaya menulis kocak bin konyol ini yang bakal saya ceritakan hari ini di #KamisLima.

Menentukan lima blogger kocak ini bukan asal jadi: oke saya mau tentukan kamu, kamu, dan kamu *berkedip empat kali* juga kamu dan kamu. Kalian berlima adalah blogger super kocak versi saya! *stempel kuku dinosaurus*. Tidak semudah itu donk. Ada perjalanan di sana di sana mana saya juga kurang tahu. Saya blogwalking, baca konten blog-nya, haha hihi, berulang lagi, terus berulang beda hari, terus berulang beda konten, lalu sadar bahwa konten-konten blog tersebut benar-benar bikin pipi kejang gara-gara tertawa. Blogger-blogger itu luar biasa. Kadar lucunya ngalah-ngalahin kadar garam di laut mati *ditusuk batako*. 


Baca Juga: 5 Kelas Blogging

Karena semua yang saya tulis selalu versi saya, jadi kalian belum tentu setuju sama lima blogger kocak berikut ini. Bagaimana kalau kalian juga punya blogger kocak pilihan sendiri? Silahkan diajak terbang paralayang ditulis lah.

1. KERANI


Sejak awal baca blog-nya, sampai baca buku pertamanya, lalu buku-buku berikutnya, setahu saya dia tidak punya nama. Hahah. Nama pasti punya, tapi demi kebaikan umat yang masih pengen terhibur olehnya, sebaiknya namanya tidak perlu tertulis. Ini dulu saya sampai bilang, apalah arti sebuah nama kalau tanpa nama pun bukunya ngetop sejagad? Di filem My Stupid Boss dia dipanggil Diana. Mendadak ibu yang satu ini punya nama di situ haha. Tapi saya bakal tetap mengingatnya dengan nama Kerani. Istilah untuk pegawai administrasi. Awal membaca blog milik Kerani ini saya menangis tersedu-sedu, terus gebukin meja. Kok ada orang yang gaya menulisnya kocak ajegile begini?

Bakat!

Haha.

Sampai sekarang saya masih membaca ulang buku My Stupid Boss dan masih sering berkunjung ke blog-nya. Keren sekali memang si Kerani.

2. RADITYA DIKA


Tahu Raditya Dika sudah lama banget, sebelum dinosaurus mengembara di bumi sebelum buku Kambing Jantan terbit dan bikin semesta ngakak berjamaah. Melalui blog-nya Raditya menceritakan hidupnya, terutama saat kuliah di Australia dan kehidupan di rumah saat liburan, dari sisi bagaimana menertawai diri sendiri. Ketika Kambing Jantan terbit, buku itu menjadi buku favorit saya dan Indra. Bacanya setiap hari, ketawanya setiap hari. Sampai saya pernah menulis tentang Indra.

Orang lain bukunya ganti, cemilannya satu. Indra bukunya satu, cemilannya gonta-ganti. Buku apakah itu? Kambing Jantan!

Meskipun karya-karya berikutnya Raditya tidak begitu menarik bagi saya, tapi saya masih suka nonton ulang Malam Minggu Miko (serial).


Suatu hari saya melihat sesuatu yang menarik di pos FB teman. Maka meluncur lah saya ke tautannya dan terdampar di sebuah blog milik Teppy di The Freaky Teppy yang me-review Ayat Ayat Cinta 2. Kocaknya kebangetan memang blogger yang satu ini. Kalau saja pipi saya bisa menampar, dia pasti menampar ... eh ... pokoknya si pipi sampai kejang saking ngakaknya saya bahkan hampir tanpa jeda. Manapula bahasanya kocak, gambar-gambar sisipannya dari skrinsyut video qasidahan, awwww. Kalian sudah baca review-nya tentang filem Suzzana Bernapas dalam Kubur? Baca dan tertawalah. 

Teppy, kau membuat hidup saya menjadi lebih haha-hihi.


Apa yang unik dari Trinity? Gaya menulisnya yang blak-blakan dan kocak itu yang tak akan pernah saya, atau kalian, lupa. Sudut pandang dan gaya menulis yang polos (naked) itu yang membikin kita akan selalu mengingat (mau nulis yang tak akan pernah lupa nanti dibilang pengulangan) cerita-ceritanya. Pilihan judul tulisannya pun unik dan sudah bisa bikin ketawa. Misalnya: Apakah India Bau? Atau Cowok Korea Unyu-Unyu? Atau Drama Becak dan Bajaj India. Yang saya suka juga dari seorang Trinity adalah dia juga sering menertawai dirinya sendiri yang big size. Hihihi. Toss.


Tahun 2018 saya mengenal seorang blogger yang ternyata kadar kocaknya warbiyasah. Ini ngakaknya bisa berjamaah, bisa ngajak penduduk negara sebelah, bisa ngajak pilot piring terbang. Febri punya ciri khas yang ... bagaimana ya saya sulit mendeskripsikannya pada kalian haha. Bahasa slang, bahasa penuh intrik (hwah :p), bahasa paling kocak yang pernah saya baca sepanjang satu tahun terakhir ini. Bagaimana 'drama' antara dirinya dengan sang pacar dalam suatu perjalanan, atau 'drama' antara dirinya dengan dirinya sendiri, itu bakal bikin dunia cerrraaaaaah.

Terima kasih, Feb.

Baca Juga: 5 Kelas Blogging

Membaca tulisan blogger-blogger kocak membikin saya lupa dulu pernah begitu ter-haha-hihi dengan Opera van Java.

Saya yakin kalian juga tentu punya blogger kocak favorit yang tulisan-tulisan mereka selain menginspirasi, memotivasi, juga membikin tertawa, sekaligus membikin gemas pengen cubit pipi mereka kan. Silahkan ditulis. Boleh di papan komentar yang saat ini masih eror belum bisa reply langsung, boleh juga di pos blog kalian sendiri. Hehe.

Semoga terhibur.

Mari ngakak berjamaah.


Cheers.

Blog List dan Blogwalking



Salah satu perbuatan yang harus dilakukan seorang blogger bila ingin trafik blog-nya meningkat, selama dirinya bukan Jennifer Lopez atau Indominus Rex, adalah blogwalking. Andaikata blog kita sekelas Brightside yang kontennya sering dipakai sebagai rujukan dari situs-situs hiburan tanah air, atau blog kita sekelas situs National Geographic, no need to blogwalking. Konten dua situs itu dengan sendirinya bakal menarik banyak pengunjung. Tapi kalau konten blog seragam dengan konten blog lainnya, sedangkan jauh di dalam lubuh hati ada keinginan trafik pengunjung meningkat, blogwalking berhukum fardhu'ain. Terutama, apabila urusan trafik ini dikaitkan dengan penghasilan blog, urusannya lain lagi. Urusan lain itu berkaitan dengan mutu konten itu sendiri.

Baca Juga: Plastik Berkualitas dari Tupperware

Kemudian ada yang ngedumel: gua nge-blog bukan karena pengen punya trafik tinggi! Are you sure? Kalau begitu, seperti yang pernah saya tulis di pos lain, tulis saja di diary konvensional bersampul Elsa from Frozen atau bersampul Rambo. Maafkan Rambo, Mama. Atau blog-nya dikunci saja sehingga hanya dirimu yang bisa melihatnya. Hehe. Karena saya pikir bukan rahasia lagi setiap blogger ingin tulisannya dibaca dan, kalau bisa, bermanfaat bagi orang yang membacanya. Bukan demikian? Ada sensasi tersendiri ketika tulisan kita dibaca, dikomentari, dan bermanfaat bagi orang lain. Tanpa embel-embel penghasilan dari GA, misalnya.

Ah sudahlah ... 

Sekarang saya ingin berbagi tentang apa yang disebut blogwalking. Blogwalking merupakan kegiatan blogger mengunjungi satu blog ke blog lainnya. Apakah harus sesama blogger yang sudah saling kenal? Tidak juga. Semua bermula dari tidak saling kenal kan? Kecuali untuk orang-orang yang memang berangkat bersama menuju dunia blog ini alias sebelumnya sudah saling kenal di dunia fana. Makanya saya tidak peduli apakah sudah kenal atau belum, sepanjang sudah membaca pos blog-nya, pengen komentar ya komentar saja. Tidak kuatir dibilang sok kenal? Tidak. Saya itu kuatir kalau dinosaurus mendadak bangkit dan ngajak saya berdiskusi bahwa bumi ini datar. Kalau itu terjadi, dinosaurusnya duluan saya suntik lima galon obat bius biar dia pingsan manja.

Bagaimana kita bisa blogwalking? Pertama-tama, harus ada internet. Kedua, harus tahu tautan blog tujuan. Masalahnya adalah kadang kita lupa tautan blog tujuan tersebut, apalagi kalau terdiri dari ratusan blog. Tapi jangan kuatir, Blogger sudah menyediakan layanan Tambah Gadget pada Tata Letak. Kalau Wordpress? Cari sendiri, haha. Saya bukan pemakai Wordpress.




Zaman dulu, yang namanya blog list ini merupakan kebanggaan tersendiri. Baik ketika nama kita ada di blog list blogger lain maupun saat side bar blog kita menampilkan begitu banyak blogger pada blog list-nya. Artinya sudah sepuh *digampar warga*. Tapi zaman sekarang saya enggan menampilkan blog list di side bar apalagi menu/halaman. Tapi kenapa saya masih bisa dengan santainya blogwalking? Karena blog list itu tersimpan di Notepad! Haha. Panggil saya ndeso. It's okay. I don't care anyway. Selain itu, saya juga bisa langsung blogwalking ke blogger yang meninggalkan komentar di setiap pos. Fun and easy.

Baca Juga: Scootmatic

Kembali ke Notepad yang menyimpan blog list di atas, tentu letih juga kalau harus mengkopi lalu paste and go di peramban kan. Manapula saya melakukannya sambil duduk, berhadap-hadapan dengan laptop, pun tatapan penuh cinta. Sampai kemudian saya berpikir tetang blogwalking menggunakan Android sambil baring menunggu kantuk kala hendak tidur malam. Okay, kopikan saja blog list tadi dari Notepad ke bodi e-mail. Kirim! Dan ini yang kemudian memudahkan saya blogwalking sambil tiduran, tengkurep, nungking, dan lain pose.

Saya tinggal membuka e-mail, mengeklik salah satu tautan yang ada, membacanya, memberi komentar sesuai keinginan saya berkomentar, dan tinggal klik panah kembali, trada ... kembali ke bodi e-mail tadi. 


Kalian lihat kotak kuning pada gambar di atas? Kotak kuning itulah yang menolong saya dari mengeklik tombol kembali setelah berkomentar. Panah kembali pada gambar di atas mengantar kita kembali pada bodi e-mail meskipun sudah membuka banyak laman dari blog yang sama. Cihuy! Direct gitu istilahnya. Dengan demikian mudah banget blogwalking maaaaah, lebih mudah dari walking dead haha. Mau blogwalking kapan pun sesuka hati tanpa harus menghidupkan laptop, atau mencari/mengingat tautan blog tujuan, atau harus bikin blog list di side bar, atau blogwalking hanya karena membalas komentar dari blogger lain di pos blog kita.

Cara di atas betul-betul membantu dan membudahkan saya ber-social blog.

Mungkin kalian punya cara sendiri untuk blogwalking. Misalnya dengan mengikuti sebuah blog, dan mengetahui update-an blog tersebut, lalu blogwalking. Bisa juga dengan men-subscribe. Tapi kalau saya sih lebih memilih cara yang ini. Karena saya blogwalking bukan semata-mata karena blogger lain terlebih dahulu blogwalking ke blog saya lantas meninggalkan komen dan tautan, tapi karena saya memang suka meloncat dari satu blog ke blog lain. Haha. Pengen tahu cerita terbaru, menambah informasi dan wawasan, jadi tahu tips ini itu, dan lain sebagainya.

Fyi: karena tidak setiap blogger rajin meng-update tulisannya, jadi sekarang saya juga membaginya menjadi blogger ter-update, blogger butiran debu, blogger sarang laba-laba, dan terakhir blogger gelap gulita. Kalian tentu tahu maksud dari setiap kelompok. Qiqiqiq.

Baca Juga: The Ninox Flatlay Hammock

Apabila kalian ada yang setipe saya, silahkan pakai cara ini. Tergantung masing-masing kebutuhan dan gaya blogwalking-nya. Atau ada tips lain? Bagi tahu di komen :)



Cheers.