5 Alasan Kenapa Harus Nge-blog


2003 - 2018, sudah 15 (limabelas) tahun saya nge-blog. Dimulai dari blog yang ini, kemudian pada tahun 2005 memutuskan untuk pindah ke blog yang ini. Sepanjang perjalanan yang cukup panjang itu, sudah banyak pula blog yang terpaksa saya bikin seperti blog foto, blog travel, blog puisi, blog cerpen, blog serial-serial, sampai blog coba-coba yang fungsinya untuk mengetes tema yang bakal dipakai di blog utama. Abaikan blog-blog di atas kecuali yang satu ini, karena banyak yang sudah lama pula tidak diperbarui. Kalau Blogger bisa bicara, mungkin sudah dia kata-katain saya, "Bikin rugi kami saja kau, Teh!"

Baca Juga : 5 Layanan Podcast

Dulu, belum ada istilah niche blog, padahal, haha, tapi saya sudah punya banyak blog ber-niche. Lha, sekarang malah lebih suka nge-blog di sini yang jelas blog campur-aduk, gado-gado, rujak cingur, es teler, sandwich classic, mozarella goreng ... jadi lapar *terus tinggalkan laptop dan pergi mencari makan*.

Begitu banyaknya blog, tentu kalian bertanya, emang apa sih alasan saya nge-blog

Haaaa? Apaaa?

Tidak ada yang bertanya?

*lanjut, pura-pura ada yang tanya*

Berkaitan dengan alasan nge-blog ini, saya pernah menulis tentang 5 Alasan Membuka Kelas Blogging NTT. Di dalam pos itu jelas tertuang perasaan penuh cinta alasan kenapa harus nge-blog. Alasan-alasan itu antara lain:

1. Nge-blog melatih dan mengasah kemampuan menulis.
2. Nge-blog untuk promosi pariwisata NTT.
3. Nge-blog lebih berfaedah ketimbang merusuh di FB.
4. Blog adalah portofolio online.
5. Nge-blog for money.

Baca Juga : 5 Yang Unik Dari Ende (Bagian 1)

Penjelasan dari setiap poin di atas, bisa langsung kalian baca pada pos yang bersangkutan. Soalnya kalau penjelasan setiap poin itu kembali saya tulis di sini, pos ini bakal jauh lebih panjang dari yang diestimasikan (bahasanya, woih!). Percayalah, kalian akan tahu mengapa saya juga bertahan nge-blog sekian lama. Yang terlihat paling signifikan adalah gaya dan pola menulis dari yang hanya sekadar curhat menjadi lebih informatif. Semua butuh proses yang panjang.



Saya jelas tahu apa alasan nge-blog. Terutama, bagi saya, adalah untuk narsis dan agar Ende lebih dikenal. Padahal tidak penting juga sih orang lain tahu aktifitas saya sehari-hari. Hahaha. Kita tidak tahu kan seberapa inspiratifnya tulisan kita bagi orang lain? Siapa tahu tulisan itu sangat bermanfaat untuk mereka. Nah, kalau saya jelas-jelas tahu apa alasan saya nge-blog, bagaimana dengan alasan orang lain? Ini yang penting. Ketika saya sudah tahu alasan saya nge-blog, saya juga butuh tahu alasan orang lain nge-blog. Oleh karena itu, mirip-mirip sama pos yang satu ini, saya mewawancarai 5 (lima) blogger.

Mereka yang saya wawancarai adalah blogger-blogger yang tergabung dalam Kelas Blogging NTT. Mereka belum lama nge-blog dan blog mereka pun baru berumur bulan (kalau manusia, masih belajar bolak-balik di kasur). Tapi semangat mereka mengikuti kelas lewat sebuah WhatsApp Group (WAG) itu yang luar biasa. Mereka hebat! Karena blog mereka baru berumur bulan, masih hangat-hangatnya kan, jadi pas banget kalau diwawancarai.

Apa alasan mereka harus nge-blog?

Cekidot.


"Saya nge-blog itu karena pengen menjadikan blog sebagai diary, mau nulis semua kegiatan ke dalam blog. Supaya selalu ingat cerita-cerita saya. Itu harus, ya." Itu kata Ocha ketika saya bertanya alasannya nge-blog dan mengikuti Kelas Blogging NTT. Boleh dibilang Ocha membuat blog-nya setelah mengikuti kelas pertama Kelas Blogging NTT itu. Lebih hebatnya lagi, semua dia lakukan hanya melalui layar mini Android miliknya. Coba kalian tanya; Ocha lebih suka nge-blog lewat laptop atau smartphone, jawabannya pasti smartphone.


"Menulis, untuk lebih banyak belajar hal baru. Setelah mendapatkan hal yang baru, menulis lagi. Belajar lagi. Menulis lagi. Bayangkan pekerjaan mulia itu akan menghasilkan kecerdasan otak yang luar biasa. Cerdas dan milenial." Rian, seorang putera asal Manggarai - Flores, yang bekerja/menjadi guru di Kupang, memang punya aktivitas yang padat. Namanya juga guru kaaaan. Tapi, di sela-sela aktivitasnya itu, dia masih mau nge-blog dan berbagi cerita dengan pembacanya. Rian mengingatkan saya pada Pak Martin.


"Menceritakan pengalaman pribadi agar pembaca juga mendapatkan referensi yang tepat ketika akan berkunjung ke suatu daerah". Ini dia si anak rantau yang pekerjaannya boleh dibilang sulit sekali untuk bisa membuatnya duduk di depan laptop untuk mengetik. Sama juga, kalaupun menggunakan Android, pasti dia harus berurusan sama pekerjaan. Tapi yang saya salut, dengan penuh semangat dia mengatakan, "Kak, mau belajar juga donk ... nge-blog!"


"Di mana-mana, orang bilang si adik pasti akan meniru apa saja yang dilakukan sama si kakak, dan itu memang benar sekali. Saya nge-blog karena sering melihat si kakak memuat tulisannya di dalam blog. Sebenarnya saya tidak mempunyai bakat untuk menulis sama sekali. Tetapi, saat membaca tulisan-tulisan si kakak, dengan sendirinya saya termotivasi. Akhirnya saya mulai membuat tulisan-tulisan yang meskipun tidak serapi dan sebagus milik orang lain, kemudian saya posting di blog. Memang saat ini saya masih jarang posting tulisan di blog, tapi percayalah nge-blog itu mengasyikkan sekali, apalagi kalau banyak notifikasi yang masuk."


5. Ludger di http://ludgerbudwologai.blogspot.com

"Dasarnya sih saya suka menulis apa saja. Saya buat blog tentang budaya Wologai untuk melestarikan dan juga mewariskan budaya Wologai ke generasi berikutnya. Atau untuk putera/puteri Wologai yang berada di perantauan, biar bisa cerita ke anak cucu mereka tentang Wologai." Ludger adalah salah seorang peserta Angkatan II Kelas Blogging NTT yang saya sebut fast learner. Semangatnya yang tinggi untuk berbagi tentang budaya khususnya budaya Wologai patut diapresiasi.

Alasan kenapa harus nge-blog setiap orang itu berbeda-beda. Seperti yang telah kalian baca alasan 5 (lima) blogger pemula di atas.

Baca Juga : 5 Cara Mengundang Pengunjung Blog

Ocha ingin menjadikan blog seperti diary; kan blog memang awalnya dikenal sebagai diary online. Edwin ingin menceritakan pengalaman-pengalamannya. Rian Seong, seorang guru di Kupang punya filosofi yang dalam tentang nge-blog ini: menulis untuk belajar hal baru, menulis lagi, belajar lagi, begitu seterusnya. Hartina mengikuti jejak si kakak (namanya Tityn) yang sudah lama nge-blog. Sedangkan Ludger karena kecintaannya pada budaya. Nge-blog untuk melestarikan budaya, jadi dia harus melakukannya.




Saya senang membaca alasan kenapa mereka harus nge-blog. Saya harap mereka akan konsisten nge-blog dan berbagi lebih banyak kebaikan dengan orang lain. Menulis, menulis, menulis.


Terbentur, terbentur, terbentur, terbentuk ~ Tan Malaka.

Bagaimana dengan kalian? Yuk share.

Tulisan ini diikutkan pada #C2CreatorContest


Cheers.

Blog It! Pilihan Nge-blog Pakai Smartphone


Sumpah, saya termasuk blogger yang enggan menggunakan smartphone untuk nge-blog. Alasannya? Alasan pertama, nge-blog pakai smartphone itu rempongnya minta ampun. Rempong terkadang bikin darah tinggi, jadi saya harus menghindarinya dari pada nanti smartphone berakhir di lantai. Alasan kedua, Aplikasi Blogger yang diunduh dari Playstore ternyata tidak mampu memenuhi keinginan saya sehingga dua hari setelah diunduh, pada tahun 2013 itu, langsung hapus tanpa kompromi. Sudah bisa dipastikan saya selalu nge-blog menggunakan laptop/komputer. Nge-blog di sini artinya mengutak-atik dashboard (tulis pos, balas komen, cek statistik, ganti tema, dan lain-lain), bukan blogwalking. Kalau sekadar blogwalking sih smartphone sudah lebih dari cukup.


Sampai kemudian, baru-baru ini saya coba menggali lebih dalam informasi tentang nge-blog pakai smartphone gara-gara banyak pertanyaan tentang itu dari peserta Kelas Blogging NTT yang tidak semua nge-blog menggunakan laptop. Saya terdampar pada sebuah blog milik seorang blogger bernama Antung Apriana dengan judul pos: [Review] Aplikasi Blogger Pro untuk Ngeblog. Ternyata Antung Apriana juga sependapat dengan saya soal Aplikasi Blogger yang sangat tidak memuaskan, di luar ekspetasi:  

Di playstore sendiri ada beberapa aplikasi yang bisa digunakan untuk ngeblog. Yang pertama tentu saja aplikasi Blogger yang sayangnya sangat jelek. Lalu ada Blogit!, Blogger Pro dan Blogaway. Keempat aplikasi yang saya sebutkan di atas merupakan aplikasi untuk blog dengan platform Blogspot.

Dari kutipan di atas, kalian sudah langsung tahu bahwa ada beberapa pilihan untuk nge-blog pakai smartphone yaitu BlogIt!, Bloggr Pro dan Blogaway. Tanpa menunggu duit jatuh dari langit, saya langsung mencari BlogIt! di Playstore, mengunduh dan menginstalnya. Jadi kali ini saya hanya bisa bercerita tentang BlogIt! untuk kalian, hehe. Aplikasi lainnya silahkan dicoba sendiri. Ikon BlogIt! dapat dilihat pada gambar di awal pos ini.

Baca Juga : Proyektor Ini Tidak Butuh Layar atau Dinding

Setelah diinstal (ikuti petunjuk termasuk mengijinkan BlogIt! untuk menggunakan file yang ada di smartphone), maka tampilannya seperti berikut ini:



Tampilannya langsung seperti itu (gamblang). BlogPacker adalah nama blog-nya, disusul bagian bawah terdiri dari dua item yaitu Post dan Comments. Artinya BlogIt! memudahkan para penggunanya. Post merupakan tampilan daftar konten blog kita baik yang sudah di-publish, draft, maupun terjadwal. Sedangkan Comments adalah semua komentar dari para pembaca (tanpa menampilkan komentar balasan dari kita), seperti yang bisa dilihat di gambar berikut:




Bagaimanan untuk memulai pos baru? Silahkan klik tanda + pada item Post, sudut kanan bawah. Kalian akan langsung diantar pada form pos seperti pada gambar berikut:


Silahkan isi judul dan isi pos (Post Title dan Write Your Post Here!). Panel pos memang sedikit, seperlunya saja, seperti menebalkan, memiringkan, menggarisbawahi kata/kalimat, ada juga strikethrough, menambah tautan, menambah gambar, serta rata kanan - tengah - kiri (sayang ya tidak ada justify), juga menambah label/tag. Tapi saya pikir, inilah yang paling utama dibutuhkan untuk membuat atau menulis sebuah pos blog. Pada bagian kiri atas ada pilihan untuk mem-publish pos, menyimpannya, dan tiga titik dengan tiga pilihan yaitu Schedule (membuat jadwal pos), Delete (menghapus pos), dan Edit HTML.

Baca Juga : Foto Kreatif Untuk Pos Blog

Awal pos ini sampai satu paragraf saya menggunakan BlogIt!, yang kemudian dilanjutkan dengan laptop. Jadi, saya bisa mengatakan bahwa BlogIt! lumayan kece karena untuk menambahkan gambar, suka-suka saya memilih letak/posisi. Sedangkan waktu pakai Aplikasi Blogger, gambar tidak bisa diatur (selalu di bawah pos). Makanya dua hari saja langsung saya hapus hehe. Tapi kalau ditanya mau pakai BlogIt! atau nge-blog pakai laptop, sekarang saya pikir tergantung situasi. Apabila situasi tidak memungkinkan saya pakai laptop tetapi ide sedang melayang-layang, pasti buka BlogIt! lantas menyimpannya sebagai draft saja. Ide itu nanti bisa diedit saat sedang online menggunakan laptop.

Semakin banyak aplikasi nge-blog pakai smartphone, tentu semakin membantu para blogger memperbarui konten blog mereka. Yaaa pasti lebih semangat kan. 

Nge-blog pakai smartphone ini mungkin akan menjadi salah satu materi Kelas Blogging NTT. Mengingat, peserta sudah sering menanyakannya (dan kami menjawab soal Aplikasi Blogger yang jelek, lebih baik pakai browser saja). Semoga akan lebih banyak peserta yang rajin memperbarui konten. Se-mo-ga!

Baca Juga : Legitnya Xiaomi Redmi 5 Plus

Bagaimana dengan kalian? Lebih suka nge-blog pakai smartphone atau laptop


Cheers.

Angkatan II Kelas Blogging NTT


Setelah Kelas Blogging NTT berjalan, yang perlu saya tulis sebagai Angkatan I, banyak permintaan dari teman-teman lain untuk bergabung. Kami tentu tidak bisa langsung menambahkan mereka ke dalam WAG Kelas Blogging NTT karena kelas sudah berjalan selama lima minggu atau lima kali pertemuan (every Monday, 09.00 pm). Sudah banyak materi yang disampaikan, bertahap, mulai dari bagaimana membuat blog di Blogger, mengenal panel-panel dashboard, ide menulis, kepenulisan, niche blog, hingga terakhir tentang html dan mengganti tema baik tema bawaan Blogger dan tema yang bukan bawaan Blogger.


Karena semakin banyaknya permintaan teman-teman lain untuk mengikuti Kelas Blogging NTT maka kami memutuskan untuk memulai Angkatan II. Setelah melalui japri mereka menyetujui persyaratan untuk menjadi peserta Kelas Blogging NTT, termasuk waktu yaitu setiap Rabu malam, satuper satu peserta ditambahkan ke dalam WAG. Jumlahnya lumayan banyak: duabelas peserta. Itu pun satu pesertanya bakal ditambahkan kemudian karena kekhilafan saya. Iya, saya khilaf ... lupa menambahkannya, padahal dia adalah orang pertama yang daftar untuk Angkatan II. Haha. Untung orangnya tidak mengamuk.

Angkatan I - Senin - 21.00 Wita.
Angkatan II - Rabu - 21.00 Wita.

Kenapa beda hari? Jawabannya pasti kalian juga tahu. Karena kalau pada hari yang sama, kasihan mentornya, dan kasihan pesertanya (mungkin) bakal jengkel banget. Sedangkan waktunya kenapa harus jam sembilan malam? Perkiraan kami jam segitu orang-orang sudah tiba di rumah dari berbagai kegiatan di luar, sudah mandi, sudah lumayan santai, dan tentu bisa belajar dengan tenang.


Beberapa peserta Angkatan II sudah dapat dilihat blog-nya, sedangkan yang lainnya lagi malam itu masih terkendala dengan koneksi dan perangkat yang, ternyata, erorejing. Oh la la. Tapi tidak mengapa, buktinya satu dua hari setelah Rabu kemarin, ada yang mulai menyetor alamat blog. Mau berkenalan dengan mereka? Angkatan I maupun Angkatan II? Cek blog mereka berikut ini:

http://tinhartina.blogspot.com (Twitter @Hartinaaa_)
http://page-ummu.blogspot.com (Ummu)
http://hanashidik.blogspot.com (Hanna Sidiq)
http://kodim1602ende.blogspot.com (Bang Agung)
http://aram-smile.blogspot.com (Twitter @ISMAILHARUN203)
http://ludgerbudwologai.blogspot.com (Ludger)

Katanya ada duabelas peserta Angkatan II? Kenapa baru enam blog yang jadi? Sabar, kawan. Namanya juga melalui WAG, prosesnya tidak sekilat kelas tatap muka. Hehe. Tatap muka pun kalau tidak kontinyu tidak bisa bertahan lama blog-nya. Saya pernah diminta menjadi mentor untuk dosen-dosen muda PBSI - Uniflor, juga oleh BEM Uniflor, namun blog-nya mungkin sudah mereka lupakan. Karena tidak kontinyu atau tidak ada yang terus memberi semangat. Bedanya dengan WAG Kelas Blogging NTT, setiap hari kami saling memberi semangat, memberi masukan ini itu, sehingga silaturahmi karib terjalin dan peserta selalu bisa mengingat bahwa mereka mempunyai blog yang harus dikelola. Jika ingin maju.


Yang seperti itulah yang, menurut saya, harus dilakukan. Ketimbang sekali tatap muka - semua langsung punya blog - tapi kemudian terlupakan. Kalau begini kan enak, antara peserta dan mentor berada dalam satu grup dan bisa berinteraksi setiap hari. Lagi pula Om Bisot dan Kak Anazkia siap menjawab pertanyaan kapan pun saat ada peserta yang merasa kesulitan.

Mentor Kelas Blogging NTT patut saya apresiasi dengan sepuluh jempol. Setelah Om Bisot dan Kanaz, sekarang kami punya satu mentor lagi yang bakal menyiapkan materi tentang kepenulisan. Karena beliau adalah guru Bahasa Indonesia. Keren kan? Dia adalah pak guru atau Pak Martin! Terima kasih Pak Martin sudah bersedia menjadi mentor Kelas Blogging NTT. Kepenulisan itu penting meskipun blog lebih mengacu pada bahasa tutur/sehari-hari, bukan bahasa baku. Karena di pasar tidak ditulis dipasar kan?


Jadi demikan sodara-sodara ... senang sekali menulis ini. Semoga semakin banyak orang yang nge-blog dan merasakan manfaatnya ... kelak.

Bagaimana dengan kalian?


Cheers.

Kemajuan Peserta Kelas Blogging NTT


Selamat pagi semua :)

Hari ini ngepos pagi-pagi. Tumben. Memang. Tapi kebetulan bangunnya  lumayan pagi jadi masih sempat menulis yang satu ini yaitu tentang kemajuan peserta Kelas Blogging NTT. Hari ini, kelas yang berlangsung lewat sebuah WhatsApp Group (WAG) memasuki kelas kelima. Artinya sudah empat minggu kelas berjalan. Cukup lama bukan? Rentang waktu belajar tidak bisa selalu berbanding lurus dengan penyerapan ilmu. Mana pula belajarnya hanya seminggu sekali. Tapi, proses menuju ke depan alias maju sudah pasti terjadi. Dan kemajuan itu yang akan saya tulis hari ini. Perasaan resmi sekali menulis ini, haha.

Baca Juga:

Saya tidak bisa menilai atau menyatakan bahwa Kelas Blogging NTT mengakomodir semua penduduk NTT karena komunitas blogger sekelas Flobamora Community saja belum tentu mampu. Untuk Angkatan Pertama pesertanya dua belas orang saja. Itu pun tidak semua orang NTT karena masih ada Haqi asal Cilegon, dan yang betul-betul mengikuti kelas setiap minggunya hanya segelintir seperti Rian, Ocha, Thika, Novi, Edwin, dan Deni. Kadang-kadang Sony, Ibu Annissa, dan Haqi bergabung. Sedangkan mentornya masih Kak Anazkia, Om Bisot, dan saya. Apabila ada yang ingin bergabung menjadi mentor, diterima dengan senang hati.

Kelas ini ditujukan semula untuk teman-teman yang sama sekali tidak tahu tentang blog (from zero, Insha Allah, to hero), teman-teman yang sudah nge-blog tapi ingin tahu lebih dalam tentang seluk-beluk dunia per-blogger-an, dan teman-teman yang ingin berbagi pengalaman nge-blog. Bagi yang sudah nge-blog, mengikuti kelas sejak kelas pertama pasti membosankan. Bagaimana tidak bosan? Materi yang diberikan itu sudah mereka lakukan (kan sudah punya blog). Tapi di sini lah hebatnya Orang Indonesia. Toleransi harus dijunjung tinggi. Mereka bertahan mengikuti kelas dari minggu ke minggu tanpa protes.

Bagi saya, proses yang telah dilalui selama satu bulan terakhir ini benar-benar telah menunjukkan kemajuan yang membanggakan. Terutama dilihat dari sisi si awam menjadi blogger. Bayangkan saja, Ocha yang tidak terlalu peduli sama dunia tulis-menulis apalagi dunia blog seketika menjadi seorang blogger hanya melalui kelas di WAG. Itu seperti loncatan quantum (oh semoga Antman kelak dapat menyelamatkan superhero yang tewas dalam Infinity War, haha). Makanya saya tulis di atas from zero, Insha Allah, to hero. Dari buta knob (istilah Orang Ende) menjadi terang tidak buta lagi.

Lantas, apa saja kemajuan yang telah dicapai oleh para peserta Kelas Blogging NTT? Mari kita simak.

1. Membikin akun Gmail.
2. Membikin blog di Blogger.
3. Membuat tulisan/pos blog.
4. Mengenal dashboard.
5. Tata cara menggunggah foto/video.
6. Membuat halaman.
7. Mengelola komentar.
8. Mengelola side bar.
9. Menulis Kreatif (Blog).

Untuk materi Menulis Kreatif (Blog) terbagi dalam empat sub yaitu: niche blog, ide menulis, gaya menulis, dan kepenulisan. Belum masuk ke advance sih. Diperkirakan sekitar sepuluh kelas baru dibuka Angkatan Kedua.

Bagi kalian yang sudah lama nge-blog, pencapaian itu mungkin biasa-biasa saja. Tapi bagi kami yang menjadi mentor jarak jauh dengan kelas melalui WAG, itu adalah kemajuan yang luar biasa. Dari setiap materi/pelajaran mereka wajib menyetor tautan blog/pos agar kami tahu bahwa mereka paham. Selalu ada PR dengan reward-reward kecil yang kami berikan untuk para peserta. Semoga ini dapat menjadi motivasi bagi mereka lebih rajin mengelola blog.

Belajar blog memang susah-susah gampang, gampang-gampang susah. Oleh karena itu saya sendiri mengajak peserta Kelas Blogging NTT yang tinggal di Ende, apabila mengalami kesulitan, silahkan datang langsung ke rumah dan belajar bersama. Sejauh ini, ada saja peserta yang datang (Senin malam); melihat materi di WAG dan mempraktekkan langsung materi yang disampaikan. Suasananya juga jadi lebih cihuy begitu hehe. Ada perasaan bahagia melihat teman-teman serius menatap layar laptop atau layar smartphone.

***

Suka bergaul dan/atau bertemu orang baru membikin saya selalu bergairah bergabung dengan komunitas blogger. Bergabung dengan Blogger Family (Blogfam) pada tahun 2003 menghasilkan julukan 'kutu loncat' akibat seringnya saya merusuh di komentar blog atau di shoutbox (Doneeh sangat kesohor kala itu). Gara-gara Blogfam, saya dan tiga blogger lainnya lantas mendirikan Komunitas Blogger NTT yang dikenal dengan nama Flobamora Community. Dari situ, saya mengenal lebih banyak blogger melalui beragam event dan komunitas (lainnya), seperti bergabung dengan Kumpulan Emak Blogger, sempat mengikuti Asean Blogger Community dalam konferensi perdananya di Bali, Blogger Nusantara, membikin saya begitu bersemangatnya ketika Kelas Blogging NTT dimulai dan berjalan sampai saat ini.

Semoga semangat ini tetap ada.

Semoga selalu bisa bermanfaat.


Cheers.

250 Blog Untuk Desa di Flores Timur


Saya belum mengenalnya lebih dekat. Kami hanya berkenalan lewat media sosial Facebook dan membaca tulisannya di blog masing-masing. Nama Facebook-nya Simpet Soge. Nama blog pribadinya Simpet Adonara. Itu memang bukan nama akta kelahiran atau KTP tetapi ada satu hal yang pasti pada nama itu yaitu Adonara, sebuah pulau di depan Pelabuhan Larantuka, pulau eksotik yang pernah saya jelajahi dari ujung Barat ke ujung Timor menggunakan pick up.

Baca Juga:

Adalah biasa kami kadang saling membalas komentar di Facebook dari status masing-masing dan saya bertanya tentang blog-nya yang belum ada pos baru. Kemudian saya kaget membaca komentarnya yang dapat kalian lihat pada awal pos ini: ini lagi sibuk bikin blog desa untuk Flotim, ada 250 blog desa yang sudah dibuat, sedang progres posting nih. DUA RATUS LIMA PULUH BLOG UNTUK DESA-DESA YANG ADA DI FLORES TIMUR.

Sengaja caps lock. Sengaja!

Flotim (Flores Timur), kabupaten terujung Timur Pulau Flores, yang terkenal dengan perayaan Semana Santa (Paskah), yang tekenal dengan jagung titi, yang terkenal dengan dua pulau di depan Pelabuhan Larantukanya: Pulau Adonara dan Pulau Solor. Kalian sudah pernah ke sana? Kalau belum, pergi lah ke sana dan nikmati semua keindahan Flores Timur.

Kembali ke Simpet Soge.

Melalui layanan obrolan Facebook saya jadi tahu bahwa 250 blog itu idenya sederhana; hanya meminta ijin repost konten teks maupun foto dari medsos tentang desa-desa yang ada di Flores Timur. Juga nanti mereka akan mengajak teman-teman untuk bergabung mengisi kontennya. Untuk sementara, sedang pos informasi-informasi dasar tentang desa yang bersangkutan saja dulu, untuk konten foto dan teks nanti menyusul. Yang jelas, blog dari seluruh desa di Flores Timur sudah dibuat dengan semangat 45. Boleh saya curi semangat 45-nya?

Dari itu, muncul lah status ini di akun Facebook saya:

Nama FB-nya Simpet Soge sedangkan nama blognya Simpet Adonara. Simpet, bukan Sampeth 😂 Saya suka tulisan di blog-nya tentang Adonara. Lama tidak update blog, ternyata dia sedang bikin blog desa, sebanyak 250 blog desa! Maaakkk! Luar biasaaaa! Dan sekarang sedang dalam proses posting-posting. Bangga melihatnya. Bangga dan senang! Ini salah satu cara promosi daerah gratis, cara mengajar / mengajak menulis, cara yang sederhana membangun daerah.

Jadi ingat dalam filem Linimassa ada desa internet, ada juga desa yang menggunakan website untuk informasi perkembangan petani, panen, harga hasil panen, dan lain sebagainya. Saya jadi ingat pernah mengisi materi blog untuk bapak-bapak petani di Hotel Silvia Maumere gara-gara Bang @Antonemus.

Keren kan, Om Bisot?

Jika kalian mengeluh ini itu hanya karena tidak bisa FBan, atau komplain tentang hidup kalian di media sosial, maka lihatlah Om Simpet dengan 250 blog untuk desa-desa di sana! Salut maksimal! Apabila penduduk desa bisa ngeblog, mereka seribu langkah lebih maju!

Yang di Hotel Silvia Maumere, dari status di atas, saya mengajar para petani Se-Flores-Lembata yang berada di bawah naungan VECO untuk membuat akun e-mail di Gmail, membuat blog, dan membuat akun sosial media seperti Twitter dan Facebook.

Bahwa sekarang blog-blog desa itu masih memuat informasi dasar, tidak masalah. Yang penting adalah semangatnya yang inspiratif. Karena, dengan sendirinya nanti anak-anak di setiap desa dan kecamatan dapat membantu mengisi konten. Kembali lagi ke persoalan menulis untuk dibaca banyak orang kan? Ih saya jadi gemas hehehe. Salah satu blog desa yang bisa kalian lihat adalah blog desa Watobaya. Kontennya sudah lumayan banyak dan dikelola dengan sangat baik oleh Simpet. 

Yang menyenangkan dari 250 blog desa dari Kabupaten Flores Timur ini adalah setiap blog bisa saling terkoneksi. Ini kan motivasi, menurut saya. Ketika 'yang pegang' atau pengelola (setelah/selain Simpet) blog desa A melihat pos blog desa B lebih baik, dia akan berusaha untuk lebih baik juga. Dan jelas, tujuan utama mereka saat ini adalah bagaimana desa mereka dikenal dengan segala macam kegiatan serta permasalahan yang ada. Tahu langsung dari sumbernya itu jauh lebih baik.

Mereka belum memikirkan tentang pengunjung.
Mereka belum memikirkan tentang monetize.
Mereka bahkan tidak terpikirkan tentang review produk.

Yang mereka tahu adalah membangun desa / daerah mereka, salah satunya lewat blog.

Lagi; apabila penduduk desa bisa nge-blog (sedangkan penduduk kota sibuk di media sosial nyetatus ini-itu tentang hal-hal yang mungkin mereka sendiri tidak paham), maka penduduk desa seribu langkah lebih maju. Ini pendapat pribadi saya, kalau kalian tidak setuju, bikin opini kalian sendiri dan tulis di blog. Haha.

Impian saya untuk memasyarakatkan blog di tahun 2003-an, kerja keras mengajak orang lain nge-blog, dari satu workshop ke workshop lain, kelimpungan cari proyektor agar kegiatan belajar nge-blog lebih asyik, membujuk orang-orang untuk hadir, bikin materi dan tutorial, ngomong sampai mulut berbusa ... memang pelan-pelan telah terwujud. Dan kini, Simpet Soge mewujudkan, mungkin, mimpinya, di ujung Timur Pulau Flores sana, di Kabupaten Flores Timur.

Bangga dan salut.


Cheers.

5 Alasan Membuka Kelas Blogging NTT



Kalian kenal Anazkia? Silahkan baca tautan pada nama beliau untuk tahu, apabila belum tahu. Hihihi.

Namanya Anazkia, saya memanggilnya Kanaz, biar singkat. Kanaz mengajak saya untuk membuka Kelas Blogging NTT. Saya diselimuti dua perasaan sekaligus *duh, bahasanya* yaitu pesimis dan optimis. Pesimis karena mengingat jaman sekarang orang-orang lebih suka ber-media sosial (Facebook dan Twitter, misalnya). Dulu media sosial ini disebut micro-blogging. Optimis karena ternyata masih ada teman-teman di NTT yang mau belajar nge-blog.

Baca Juga:

Kelas Blogging NTT dibuka melalui sebuah grup WhatsApp (WA). Nama awalnya Kelas Blogging Kupang, tetapi karena yang berminat tidak hanya dari Kupang saja, maka kami ganti menjadi Kelas Blogging NTT. Selama sekitar dua minggu Kelas Blogging NTT kosong karena belum menambahkan teman-teman yang berminat. Satu per satu peserta ditambahkan dan kami membatasi tidak sampai sepuluh peserta dengan alasan agar lebih fokus.

Untuk membantu Kanaz membuat tutorial-nya, saya membikin blog baru bernama Kelas Blogging NTT. Di sini kami saling bersinergi.

Senin, 20 Agustus 2018, akhirnya Kelas Blogging NTT memulai kelas perdana dengan Kanaz sebagai mentornya. Pesertanya antara lain:

Rian Seong dari Kupang - NTT
Ocha Leton dari Larantuka - NTT
Thika Pharmantara dari Ende - NTT
Daniel Wolo dari Ende - NTT
Sony dari Ende - NTT
Iwan Aditya dari Labuan Bajo - NTT
Noviea Azizah dari Mbay - NTT

Malam itu telah dibuat blog baru, dan blog lama milik peserta - blog yang tidak pernah diperbarui. Kami harap, lewat Kelas Blogging NTT ini, blog-blog lama itu dapat diperbarui oleh para peserta kelas.

Cekidot empat blog di bawah ini:

http://rianseong14.blogspot.com
http://ocepprewell.blogspot.com
http://tikapharmantara.blogspot.com
http://yangkosongadako.blogspot.com

Rian, Ocha, Thika, dan Pak Deni Wolo.

Beberapa yang belum sampai pada tahap dashboard, menjadi PR mereka. Senin depan kelas akan kembali dibuka dengan pelajaran lanjutan. Tetapi setiap peserta diharuskan sudah mempunyai tiga pos baru. Saya pikir ini bakal jadi motivasi untuk terus menulis. Karena menulis adalah cara kita mewartakan dan mengabadikan sejarah kehidupan.

Jadi, apa alasan sampai saya menyetujui niat baik Kanaz membuka Kelas Blogging NTT?

1. Nge-blog Melatih dan Mengasah Kemampuan Menulis

Nge-blog tidak selamanya berisi konten tulisan. Akan tetapi, tulisan merupakan muatan dasar sebuah blog, sedangkan foto dan video merupakan elemen penunjang. Banyak teman-teman yang mengaku susah menulis. Kenapa tidak mencoba nge-blog saja? Percayalah, apabila menulis rutin setiap hari, kalian akan tahu perkembangan pola/ritme/gaya tulisan kalian dari bulan ke bulan. Dan pada bulan ke-duabelas, kalian akan menertawai tulisan pertama yang dipos di blog! Saya sudah mengalaminya sejak tahun 2002 mengenal blog. Lantas, apakah tulisan saya sekarang (di blog) lebih baik dari yang dulu? Lebih baik sedikit ... tapi gaya menulisnya berubah dan itu butuh proses. Mi gelas saja butuh proses diseduh dengan air panas terlebih dahulu, apalagi tulisan!

Kenapa nge-blog saya sebut melatih kemampuan menulis? Ada perbedaan antara blog dan buku harian. Siapa yang membaca buku harian kita? Segelintir orang dan/atau hanya si empu buku harian. Tapi blog, tak terbatas orang yang dapat membaca blog (apalagi jika tidak diatur privat/ijin). Ada tantangan dan rasa malu apabila tulisan kita jauh dari kata menarik karena dibaca oleh banyak orang. Bagaimana untuk menjadi menarik? Rajin menulis! Dengan rajin menulis, kita melatih kemampuan diri sendiri untuk menulis dan mulai memperbaiki tulisan dari hari ke hari. Percayalah, tahapan-tahapan ini sudah saya lewati sejak tahun 2002.

Dengan bersama Kanaz membuka Kelas Blogging NTT, saya berharap semakin banyak orang menulis - apapun - yang berfaedah untuk para pembacanya. Insha Allah. Mari kita dokumentasikan kehidupan menjadi sejarah untuk dibaca anak-cucu ... kelak.

2. Nge-blog Untuk Promosi Pariwisata NTT

Why not?

Kita tidak dapat pungkiri peran blogger dalam urusan promosi pariwisata, terkhusus travel blogger. Mereka pergi, mereka nikmati, mereka dokumentasikan, mereka publikasikan, mereka berjasa. Kira-kira seperti itulah pendapat saya tentang para travel blogger. Mereka tidak berharap diakui atau diberi balas jasa oleh Instansi Pariwisata setempat. Tidak. Mereka punya sesuatu yang lebih dari penghargaan, yaitu kepuasan karena telah berbagi cerita dan pengalaman. Kebahagian terrrrrhakiki!

Di NTT banyak anak muda tukang jalan / traveler kece yang mengeksplor tempat wisata baik di NTT maupun di luar NTT. Hasil perjalanan itu mereka tulis dan publikasikan di blog dengan kata kunci pendukung. Perhitungan saya adalah sebagai berikut:

1 pos tentang Semana Santa di Larantuka.
100 pembaca pos tersebut.
30 pembaca tanpa komentar.
30 pembaca berkomentar.
40 pembaca berencana untuk pergi ke Larantuka, mengikuti Semana Santa menjelang Paskah sebagai wisata religi tersohor di NTT.

40 pembaca akan bertambah apabila 1 pembaca dari 40 itu mengajak kelompok tertentu untuk sekalian ziarah.

Saya yakin, peserta Kelas Blogging NTT punya potensi yang sangat besar untuk hal yang satu itu.

3. Nge-blog Lebih Berfaedah Ketimbang Merusuh di FB

Saya hanya contohkan Facebook yang kadang penuh dengan komentar saling menghina. Menurut saya pribadi, merusuh itu penting untuk memberi efek kejut jantung pada pihak lain. Tetapi kenapa hanya berkomentar apabila bisa menulis ulasan opini yang cukup jelas dan lengkap di blog? Saya rasa jauh lebih bermartabat apabila saling membalas dengan opini masing-masing yang dipos di blog ketimbang di komentar Facebook, manapula itu pos Facebook orang lain, bukan pos Facebook kita sendiri. Haha.

4. Blog adalah Portofolio Online

Kalian sering mendengar blogger kemudian menjadi buzzer yang bayarannya menggiurkan? Pasti sering kan. Ingin juga seperti itu? Nge-blog dan bikin konten bagus dan menarik! Apabila gaya menulis kalian bagus, banyak pengunjung di blog kalian, jangan kaget jika tiba-tiba ada yang menghubungi meminta kalian mengulas suatu produk atau suatu event. Hal yang sama juga terjadi di ranah Twitter. Jika pengikutnya di atas 3.000 apalagi sampai berjuta-juta, siap-siap saja meraup keuntungan hehe. Konten blog kalian lah yang menjadi portofolio online kalian. Kalian dinilai dari tulisan. That's it.

5. Nge-blog for Money

Why not!?

Hehe.

Untuk yang satu ini, peserta Kelas Blogging NTT harus sudah sampai di kelas-sekian. Kelas 1 (satu) mah belum dibahas tentang afiliasi dan adsense serta sejenisnya. Saya ingin berbagi pengalaman dengan peserta Kelas Blogging NTT bahwa untuk meraup keuntungan dari nge-blog itu pintunya masih terbuka lebar. Yang penting adalah konten oke, pengunjung oke, duit mengalir. Jika saya bisa merasakannya, suatu saat nanti mereka juga harus merasakannya. Insha Allah.

Tidak ada ruginya nge-blog. Banyak manfaat yang bisa didapatkan. Mulai dari sekarang.

Saya harap Senin depan Kelas Blogging NTT sudah dipenuhi dengan tautan pos blog masing-masing peserta. Senin lalu saya sudah membaca pos blog si Rian tentang Joni yang heroik serta filem India dari blog si Ocha. Saya percaya, Kanaz juga, akan lebih banyak lagi tulisan dari para peserta yang meramaikan ranah blog.

Semoga niat baik ini terus maju dan berkembang. Amin.


Cheers.