Google Photos

Foto diambil dari Wikimedia.


Saya, kalian, mereka, setiap hari mendokumentasikan kehidupan. Termasuk my dearest dinosaurus yang selalu terbawa-bawa dalam blog ini. Anak sekolah, orang kantoran, ibu rumah tangga, sekuriti, pengusaha, tukang bangunan, sosialita, terutama blogger dan Youtuber, sudah pasti mendokumentasikan kehidupan. Dari lini manapun, satu jenis dokumentasi yang pasti dilakukan adalah memotret dan menghasilkan foto! Setidaknya satu foto dari satu momen yang terjadi mampu mewakili. Foto merupakan hasil dokumentasi terbanyak di dunia ini. Terutama kalau yang memotret adalah perempuan dengan aksi memotret sebanyak tigapuluh kali, menghapus sebanyak duapuluh sembilan kali, lalu kembali memotret sebanyak yang dia mampu. Bisa dapat Nobel.

Baca Juga: Music From Youtube

Di mana kita menyimpan foto? Saya pernah menulis tentang media penyimpanan daring dalam pos Penyimpanan Online. Tapi zaman dulu itu tidak semudah zaman sekarang. Zaman dulu pikiran saya pasti mengarah pada kapasitas hardisk komputer yang mulai ngos-ngosan. Pernah saya menyimpan foto di DVD, waktu itu, demi melegakan ruangan di komputer. Kemudian mulailah kenalan sama flashdisk dan hardisk. Lalu saya mulai mengenal penyimpanan daring yang ternyata pun ada batasan-batasan susila kapasitas. Ya, ada batasnya, sehingga aksi menyimpan pun terbatas.

Setiap hari saya pasti memotret dan paling sering menggunakan Xiaomi Redmi 5 Plus. Kapasitas gawai yang saya pakai ini adalah 32GB tapi sudah dipotong ini itu semacam potongan pajak hadiah lomba. Aplikasi dan data aplikasi memakan ruang sebesar 9,37GB dan file lainnya itu mengunyah ruang sebanyak 5,27GB. Aktivitas memotret sering membikin gawai kepenuhan. Duh ... itu yang difoto apa saja sih!? Hehe. Yang jelas untuk keperluan pekerjaan saya lebih memilih gawai ketimbang kamera DSLR karena kemudahan dan kecepatan mengunggahnya ke berbagai media sosial. Yang lainnya ... foto (dan video) tidak jelas *ngikik*.

Masalah yang saya hadapi sebelumnya adalah ada begitu banyak foto yang bisa dipakai buat mempermanis pos blog. Menghapus foto yang sudah ada demi mengisi ruang dengan foto baru tentu bikin perasaan menjadi rela-tak-rela begitu. Hiks.

Untunglah semua pengguna Android (saya tidak tahu dengan pengguna iOS karena saya tidak pakai produk itu) boleh bersenang-senang dengan adanya layanan Google Photos. Sampai dua tahun lalu saya tidak begitu memedulikan Google Photos. Sampai kemudian saya kehilangan momen liputan (pekerjaan) gara-gara memori kepenuhan. Pada akhirnya saya menjadi orang yang paling gemar memotret dan merekam video tanpa perlu kuatir ini itu karena layanan Google Photos sangat membantu baik dalam hal pekerjaan maupun kesenangan saya nge-blog.

Langkah-langkah yang saya lakukan adalah sebagai berikut:

1. Memotret Sepuasnya


Kan sudah ada Google Photos. Saya tidak perlu kuatir memori kepenuhan! Karena toh setiap pagi galeri saya sudah kosong dan siap mengisi foto dan video baru. Saya juga tidak perlu sedikit-sedikit ngecek galeri gawai buat menghapus foto yang blur atau bocor. Itu bisa dilakukan nanti setelah pulang ke rumah.

2. Mengunggah/Backup Foto dan Video ke Google Photos


Pengaturan di gawai saya: foto-foto dan video dari gawai baru boleh terunggah ke Google Photos setelah ada koneksi Wi-Fi. Setiap berada di rumah, setelah koneksi internet diganti dari paket data ke Wi-Fi, mulailah satuper satu foto dan video terunggah ke Google Photos. Kalau sudah komplit di-backup, bakal ada pemberitahuan: Hapus sekian MB/GB dari perangkat.


Pada gambar di atas, apabila proses backup belum selesai atau sedang berjalan, maka pemberitahuan untuk menghapus sekian MB/GB dari perangkat pun sesuai dengan foto dan video yang sudah di-backup saja. Contoh di atas, ada 640 MB foto yang di-backup, maka ruang yang bisa saya bebaskan di galeri ya sebesar itu.

Anggap saja Google Photos adalah bank foto dan video milik pribadi.

3. Ambil Kapan Saja Saat Butuh


Saya selalu nge-blog, terutama saat mengetik konten/pos blog, menggunakan laptop. Kalau blogwalking sih saya tidak masalah menggunakan gawai. Ini hanya masalah kebiasaan saja. Google Photos mempermudah saya nge-blog. Proses unggah atau backup foto dan video ke Google Photos memang dilakukan melalui gawai, tapi saat nge-blog menggunakan laptop saya bisa langsung mengetik tautan http://photos.google.com maka dengan sendirinya bank foto dan video pribadi itu membuka. Oh ya, tentu langsung membuka ke akun saya karena Chrome di laptop saya tidak pernah log out dari akun Google/Gmail.

Foto yang saya butuhkan tinggal saya unduh dari Google Photos, tersimpan dengan manisnya di laptop dan menunggu untuk dieksekusi: crop dan tanda air. Selesai. Kalau fotonya sudah tidak dipakai lagi, ya tinggal hapus saja dari laptop. Sama juga sih kalau kalian nge-blog menggunakan gawai, kalau sudah selesai dipakai fotonya, bisa dihapus saja dari gawai. Bahkan, jika foto dan video tersebut sudah benar-benar tidak dipakai lagi, bisa juga dihapus dari Google Photosnya.

Asyik kan? 

Google Photos sangat membantu terutama untuk pos blog travel. Tahulah blog travel butuh banyak foto sementara menulisnya tidak setiap hari seperti blog ini. Kapanpun stamina saya siap untuk menulis perjalanan ke sana sini, tinggal buka Blogger, lalu buka Google Photos untuk memilih fotonya. Tidak perlu repot mencolok gawai ke laptop dan mengkopi foto dan video lagi.

Yaaaah bagi saya Google Photos telah sukses menekan angka colok-colokan antara gawai dengan laptop. Haha! Asalkan kalian memang menggunakan metode *tsaaaah metodeeee* yang saya pakai di atas.

Dengan demikian bisa melegakan ruang penyimpanan di gawai sampai 65%. Itu angka yang fantastis bagi saya. Pernah juga gawai saya legaaa sekali sampa sekitar 50% dari ruang penyimpanan yang 32GB sudah dipotong pajak aplikasi bawaan dan instalan. Dan, kapanpun saya membutuhkan foto dan video, tinggal unduh saja dari Google Photos, setelah selesai digunakan bisa langsung dihapus saja dari laptop. Menurut saya pribadi, ini adalah cara termudah bagi saya mengamankan foto dan video, serta cara termudah saya nge-blog.

Baca Juga: Pemateri Blog

Seperti biasa ... pertanyaan dari saya ... apakah kalian juga menggunakan metode yang kira-kira sama dengan yang saya gunakan? Hyuk bagi tahu di komen!




Cheers.

PBSI Belajar Nge-blog


Sabtu, tepatnya tanggal 18 Mei 2019, saya terjaga setelah berdamai dengan hasrat untuk terus menggumuli ranjang. Pukul 07.30 Wita saya baru selesai mandi, untungnya tidak lupa menggosok gigi, sedangkan puluhan mahasiswa sudah menunggu sejak pukul 07.00 Wita di Aula Lantai III Gedung Rektorat Universitas Flores (Uniflor). Buru-buru selesaikan dandanan *halaaah* maksudnya bergegas memakai jilbab dan sepatu. Lantas Onci membantu saya menyiapkan laptop, charger, mouse, serta mengeluarkan sepeda motor ke teras. Berangkat! Tentu sambil berdoa agar saya masih bisa menjaga keseimbangan mengingat waktu tidur yang kurang. Hanya dua jam. Payahnya saya lupa gawai di sofa ruang tamu. Ya harus kembali mengambilnya karena sayur tanpa garam itu biasa tapi hidup tanpa gawai seharian itu luar biasa ha ha ha.

Baca Juga: SUC Endenesia #1

Puluhan mahasiswa yang sudah menunggu di Aula Lantai III Gedung Rektorat Uniflor dengan mengenakan jas almamater biru itu seakan menampakkan wajah lega setelah melihat kedatangan saya, pun Ibu Sherly dan Ibu Sekretaris Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Maaf, itu kata pertama saya saat membuka kegiatan, karena bukan kesengajaan saya terlambat hampir satu jam dari kesepakatan. 

Ya, Sabtu kemarin, tepatnya tanggal 18 Mei 2019, saya diminta untuk memberikan pelatihan blog kepada mahasiswa Prodi PBSI - FKIP - Uniflor. Sebelumnya, Sabtu 4 Mei 2019, saya diminta menjadi pemateri blog oleh Fakultas Teknologi Informasi (FTI) kepada mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah (dan Prodi Pendidikan Fisika) yang ceritanya bisa dibaca di pos berjudul Pemateri Blog. Karena target atau pesertanya masih dari lini mahasiswa, saya tidak perlu membikin lagi materi baru, cukup dengan materi yang sudah dipakai Sabtu 4 Mei 2019 itu. Kalau dengan Prodi PBSI saya diminta langsung oleh pihak prodi (personal), maka dengan Prodi Pendidikan Sejarah saya diminta melalui FTI atas kerja sama antara Prodi Pendidikan Sejarah dengan FTI (saya bagian dari FTI).

Blogging is Fun and Easy


Masih materi yang sama: Blogging is Fun and Easy. Blogging memang fun and easy, termasuk gaya menyampaikan materi tersebut, harus fun and easy. Alhamdulillah waktu yang diberikan itu empat jam, waktu yang cukup panjang untuk mengenal blog - membikin blog - mengelola dashboard, sehingga proses penyampaian materi jauh lebih pelan, santai, dan lebih sabar menunggu proses. Tidak perlu terburu-buru. Diselingi dengan jokes ringan supaya peserta tidak bosan. Beberapa peserta saya panggil ke depan, temani saya di depan, menggunakan jaringan hotspot pribadi saya haha. Internet yang disediakan sudah sangat mumpuni, memang, tapi dipakai oleh terlalu banyak gawai.


Seperti biasa saya selalu menampilkan blogger yang kini lebih dikenal sebagai komika; Raditya Dika. Apa kesamaan saya dan Raditya Dika? Sama-sama blogger; kemudian Raditya Dika menjadi komika dan saya menjadi karatan. Haha. Pembukaan seperti itu memang disengaja untuk syok terapi bagi peserta. Dilanjutkan dengan pengenalan blog; apa itu blog, blog ber-niche dan blog gado-gado serta contohnya, blog gratisan dan blog berbayar beserta contohnya, sampai ragam platform blog yang dikenal luas dan dimanfaatkan oleh penghuni Planet Bumi. Dan ya, saya memberikan pelatihan membikin blog di Blogger. Platform untuk semua blog saya.

Tidak semua peserta membawa laptop tapi semua membawa gawai sehingga ada peserta yang membikin blog menggunakan laptop dan ada yang menggunakan gawai. Antusias belajar peserta sungguh luar biasa. Setelah blog dibikin, tugas peserta adalah mengisinya dengan satu pos tentang pelatihan blog bersangkutan. Saya memberi mereka waktu dua puluh menit mengingat sebagian besar peserta menggunakan gawai sehingga kecepatan menulis pasti tidak secepat menggunakan laptop. Dua puluh menit cukup lah menurut saya.


Yang tidak saya sangka kegiatan pelatihan blog itu dihadiri oleh Bapak Drs. Yohanes Sehandi, M.Si. Atasan saya dulu di UPT Publikasi dan Humas Uniflor. Beliau yang mengajarkan saya cara membikin berita baik berita panjang, feature, hingga flash news. Dan saya adalah orang yang mengajarkan beliau blog. Tidak disangka blog beliau masih terkelola dengan baik hingga sekarang dengan pembaca yang sangat banyak! Tulisan-tulisannya itu memang 'berat' tapi banyak pengunjung setianya. Yang paling saya ingat dari Pak Yan setelah beliau nge-blog adalah beliau selalu berkata bahwa blog adalah koran pribadi dan tempat menyimpan data-data tulisan (draf) sehingga tidak perlu kuatir kalau flashdisk-nya eror lagi. Mantap sekali Pak Yan ini kan ya. 



Setelah pos pertama para peserta dipublikasikan, tugas peserta adalah mengirimkan tautan blog ke nomor WA saya. Gunanya adalah saya bisa mencatat tautan blog mereka tersebut sekaligus menawarkan Kelas Blogging Tuteh untuk pelajaran lanjutan apabila mereka berminat. Alhamdulillah semakin banyak mahasiswa yang tahu blog dan antusias sekali bertanya, karena saya tanamkan pada mereka, bahwa modal untuk menulis sudah ada secara mereka adalah anak sastra! Jadi, mereka bisa mengisi blog dengan puisi, kritik cerpen/novel, dan lain sebagainya. Saya bilang: menulis adalah kekuatan terbesar mahasiswa PBSI, manfaatkan itu dengan sebaik-baiknya melalui blog.

Bagi kalian, mungkin blog bukanlah sesuatu yang baru lagi, tapi bagi sebagian orang lainnya, blog merupakan sesuatu yang benar-benar baru. Mereka bahkan mungkin tidak pernah tahu bahwa informasi yang dibaca di internet itu bersumber dari sebuah blog personal, dan mereka mungkin tidak pernah tahu bahwa mereka bisa menjadi si pemberi informasi pula. Tentu, melalui blog personal pula.

Selingan Oleh SUC Endenesia


Inilah yang sejak dulu ingin saya lakukan. Kegiatan mahasiswa, santai dan menyenangkan, pun ada hiburannya. Hiburan musik sudah biasa tapi hiburan stand up comedy itu baru pertama kali terjadi di Uniflor. Atas kerja sama dengan SUC Endenesia ada lima komika yang tampil pukul 11.30 Wita. Mereka adalah Udo, Sultan, Tulen, Adara, dan Willy. Hendra, karena masih ada kuliah, akhirnya hanya bisa menonton dari bagian belakang aula. 


Menariknya, dua komika adalah jebolan Prodi PBSI Uniflor yaitu Sultan dan Willy. Tentu ini membikin peserta pelatihan blog semakin riuh bertepuk tangan. Ada kebanggaan doooonk. Riuh sekali pokoknya. Awalnya ada ketakutan dalam diri saya ... apakah nanti para peserta ini tertawa dengan stand up comedy dari komika SUC Endenesia? Terus terang, ini adalah penjajalan kami terhadap penonton di luar penonton tetap di Miau Miau Cafe. Ternyata kekuatiran saya tersapu ... Pak Yan saja sampai tertawa sambil geleng-geleng kepala.

Nantikan semua videonya di Youtube ya :)


Bagi saya, menjadi pemateri blog merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan. Kapan pun saya diminta, dan jika waktunya tepat, mari yuk! 

Terimakasih kepada Bapak Kaprodi PBSI Dr. Yosep Demon, M.Hum. yang telah meminta saya menjadi mentor untuk pelatihan blog kepada para mahasiswa PBSI Semester 2 dan Semester 4. Terimakasih Ibu Sekpro PBSI dan Ibu Sherly yang telah menghubungi saya untuk inisiasi awal, menentukan tempat, hingga estimasi waktu. Sehingga akhirnya kegiatan ini terlaksana dengan baik. Pun terima kasih kepada SUC Endenesia yang telah menghibur kami semua hari itu. Dan tentu saja, terima kasih kepada semua peserta pelatihan blog yang dengan setia menunggu sejak pukul 07.00 Wita hingga kegiatan berakhir pukul 12.30 Wita. Love you all!

Baca Juga: Pola Timbal Balik

Semoga bermanfaat!



Cheers.

PBSI Belajar Nge-blog


Sabtu, tepatnya tanggal 18 Mei 2019, saya terjaga setelah berdamai dengan hasrat untuk terus menggumuli ranjang. Pukul 07.30 Wita saya baru selesai mandi, untungnya tidak lupa menggosok gigi, sedangkan puluhan mahasiswa sudah menunggu sejak pukul 07.00 Wita di Aula Lantai III Gedung Rektorat Universitas Flores (Uniflor). Buru-buru selesaikan dandanan *halaaah* maksudnya bergegas memakai jilbab dan sepatu. Lantas Onci membantu saya menyiapkan laptop, charger, mouse, serta mengeluarkan sepeda motor ke teras. Berangkat! Tentu sambil berdoa agar saya masih bisa menjaga keseimbangan mengingat waktu tidur yang kurang. Hanya dua jam. Payahnya saya lupa gawai di sofa ruang tamu. Ya harus kembali mengambilnya karena sayur tanpa garam itu biasa tapi hidup tanpa gawai seharian itu luar biasa ha ha ha.

Baca Juga: SUC Endenesia #1

Puluhan mahasiswa yang sudah menunggu di Aula Lantai III Gedung Rektorat Uniflor dengan mengenakan jas almamater biru itu seakan menampakkan wajah lega setelah melihat kedatangan saya, pun Ibu Sherly dan Ibu Sekretaris Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Maaf, itu kata pertama saya saat membuka kegiatan, karena bukan kesengajaan saya terlambat hampir satu jam dari kesepakatan. 

Ya, Sabtu kemarin, tepatnya tanggal 18 Mei 2019, saya diminta untuk memberikan pelatihan blog kepada mahasiswa Prodi PBSI - FKIP - Uniflor. Sebelumnya, Sabtu 4 Mei 2019, saya diminta menjadi pemateri blog oleh Fakultas Teknologi Informasi (FTI) kepada mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah (dan Prodi Pendidikan Fisika) yang ceritanya bisa dibaca di pos berjudul Pemateri Blog. Karena target atau pesertanya masih dari lini mahasiswa, saya tidak perlu membikin lagi materi baru, cukup dengan materi yang sudah dipakai Sabtu 4 Mei 2019 itu. Kalau dengan Prodi PBSI saya diminta langsung oleh pihak prodi (personal), maka dengan Prodi Pendidikan Sejarah saya diminta melalui FTI atas kerja sama antara Prodi Pendidikan Sejarah dengan FTI (saya bagian dari FTI).

Blogging is Fun and Easy


Masih materi yang sama: Blogging is Fun and Easy. Blogging memang fun and easy, termasuk gaya menyampaikan materi tersebut, harus fun and easy. Alhamdulillah waktu yang diberikan itu empat jam, waktu yang cukup panjang untuk mengenal blog - membikin blog - mengelola dashboard, sehingga proses penyampaian materi jauh lebih pelan, santai, dan lebih sabar menunggu proses. Tidak perlu terburu-buru. Diselingi dengan jokes ringan supaya peserta tidak bosan. Beberapa peserta saya panggil ke depan, temani saya di depan, menggunakan jaringan hotspot pribadi saya haha. Internet yang disediakan sudah sangat mumpuni, memang, tapi dipakai oleh terlalu banyak gawai.


Seperti biasa saya selalu menampilkan blogger yang kini lebih dikenal sebagai komika; Raditya Dika. Apa kesamaan saya dan Raditya Dika? Sama-sama blogger; kemudian Raditya Dika menjadi komika dan saya menjadi karatan. Haha. Pembukaan seperti itu memang disengaja untuk syok terapi bagi peserta. Dilanjutkan dengan pengenalan blog; apa itu blog, blog ber-niche dan blog gado-gado serta contohnya, blog gratisan dan blog berbayar beserta contohnya, sampai ragam platform blog yang dikenal luas dan dimanfaatkan oleh penghuni Planet Bumi. Dan ya, saya memberikan pelatihan membikin blog di Blogger. Platform untuk semua blog saya.

Tidak semua peserta membawa laptop tapi semua membawa gawai sehingga ada peserta yang membikin blog menggunakan laptop dan ada yang menggunakan gawai. Antusias belajar peserta sungguh luar biasa. Setelah blog dibikin, tugas peserta adalah mengisinya dengan satu pos tentang pelatihan blog bersangkutan. Saya memberi mereka waktu dua puluh menit mengingat sebagian besar peserta menggunakan gawai sehingga kecepatan menulis pasti tidak secepat menggunakan laptop. Dua puluh menit cukup lah menurut saya.


Yang tidak saya sangka kegiatan pelatihan blog itu dihadiri oleh Bapak Drs. Yohanes Sehandi, M.Si. Atasan saya dulu di UPT Publikasi dan Humas Uniflor. Beliau yang mengajarkan saya cara membikin berita baik berita panjang, feature, hingga flash news. Dan saya adalah orang yang mengajarkan beliau blog. Tidak disangka blog beliau masih terkelola dengan baik hingga sekarang dengan pembaca yang sangat banyak! Tulisan-tulisannya itu memang 'berat' tapi banyak pengunjung setianya. Yang paling saya ingat dari Pak Yan setelah beliau nge-blog adalah beliau selalu berkata bahwa blog adalah koran pribadi dan tempat menyimpan data-data tulisan (draf) sehingga tidak perlu kuatir kalau flashdisk-nya eror lagi. Mantap sekali Pak Yan ini kan ya. 



Setelah pos pertama para peserta dipublikasikan, tugas peserta adalah mengirimkan tautan blog ke nomor WA saya. Gunanya adalah saya bisa mencatat tautan blog mereka tersebut sekaligus menawarkan Kelas Blogging Tuteh untuk pelajaran lanjutan apabila mereka berminat. Alhamdulillah semakin banyak mahasiswa yang tahu blog dan antusias sekali bertanya, karena saya tanamkan pada mereka, bahwa modal untuk menulis sudah ada secara mereka adalah anak sastra! Jadi, mereka bisa mengisi blog dengan puisi, kritik cerpen/novel, dan lain sebagainya. Saya bilang: menulis adalah kekuatan terbesar mahasiswa PBSI, manfaatkan itu dengan sebaik-baiknya melalui blog.

Bagi kalian, mungkin blog bukanlah sesuatu yang baru lagi, tapi bagi sebagian orang lainnya, blog merupakan sesuatu yang benar-benar baru. Mereka bahkan mungkin tidak pernah tahu bahwa informasi yang dibaca di internet itu bersumber dari sebuah blog personal, dan mereka mungkin tidak pernah tahu bahwa mereka bisa menjadi si pemberi informasi pula. Tentu, melalui blog personal pula.

Selingan Oleh SUC Endenesia


Inilah yang sejak dulu ingin saya lakukan. Kegiatan mahasiswa, santai dan menyenangkan, pun ada hiburannya. Hiburan musik sudah biasa tapi hiburan stand up comedy itu baru pertama kali terjadi di Uniflor. Atas kerja sama dengan SUC Endenesia ada lima komika yang tampil pukul 11.30 Wita. Mereka adalah Udo, Sultan, Tulen, Adara, dan Willy. Hendra, karena masih ada kuliah, akhirnya hanya bisa menonton dari bagian belakang aula. 


Menariknya, dua komika adalah jebolan Prodi PBSI Uniflor yaitu Sultan dan Willy. Tentu ini membikin peserta pelatihan blog semakin riuh bertepuk tangan. Ada kebanggaan doooonk. Riuh sekali pokoknya. Awalnya ada ketakutan dalam diri saya ... apakah nanti para peserta ini tertawa dengan stand up comedy dari komika SUC Endenesia? Terus terang, ini adalah penjajalan kami terhadap penonton di luar penonton tetap di Miau Miau Cafe. Ternyata kekuatiran saya tersapu ... Pak Yan saja sampai tertawa sambil geleng-geleng kepala.

Nantikan semua videonya di Youtube ya :)


Bagi saya, menjadi pemateri blog merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan. Kapan pun saya diminta, dan jika waktunya tepat, mari yuk! 

Terimakasih kepada Bapak Kaprodi PBSI Dr. Yosep Demon, M.Hum. yang telah meminta saya menjadi mentor untuk pelatihan blog kepada para mahasiswa PBSI Semester 2 dan Semester 4. Terimakasih Ibu Sekpro PBSI dan Ibu Sherly yang telah menghubungi saya untuk inisiasi awal, menentukan tempat, hingga estimasi waktu. Sehingga akhirnya kegiatan ini terlaksana dengan baik. Pun terima kasih kepada SUC Endenesia yang telah menghibur kami semua hari itu. Dan tentu saja, terima kasih kepada semua peserta pelatihan blog yang dengan setia menunggu sejak pukul 07.00 Wita hingga kegiatan berakhir pukul 12.30 Wita. Love you all!

Baca Juga: Pola Timbal Balik

Semoga bermanfaat!



Cheers.

Menyiapkan Materi


Meskipun tidak semua, saya yakin ada dari kalian para pembaca yang tutehman, yang pernah membikin materi untuk kegiatan pelatihan ini itu. Om Bisot dan Kanaz, misalnya, dua blogger yang saya kenal paling rajin menjadi pemateri bertema blog, baik latihan membikin blog maupun manfaat lain dari nge-blog. Kami pernah menjadi BAT-man (Bisot, Anazkia, Tuteh) berkolaborasi demi terlaksananya Kelas Blogging NTT dan Kelas Blogging Online. BAT-man yang satu ini tidak ngeronda di Kota Gotham melainkan di WAG.


Tahun 2009, sejak Komunitas Blogger NTT dibentuk, and I don't know how the condition of this community now, saya sudah rajin wara-wiri di kancah pelatihan blog antar galaksi. Saya sadari, banyak orang yang kepo sama dunia blog, tapi setelah belajar bikin blog, banyak pula yang meninggalkannya karena tidak mampu konsisten menulis. Jangankan mereka, saya sendiri pernah tidak konsisten nge-blog. Alhamdulillah tahun 2018 kembalilah saya, si anak hilang, ke ranah per-blogger-an internasional *diseruduk dinosaurus*.


Kancah pelatihan blog menggiring saya pada malam-malam yang dingin, duduk manis di depan laptop, menyiapkan materi. 

Materi tentang blog yang saya sudah susun itu bejibun! Bayangkan, sudah berjalan sejak tahun 2009. Perlu diingat, saya tidak pernah kopas materi orang lain yang sileweran di internet, karena itu perbuatan yang merugikan diri sendiri. Saya juga tidak menggunakan materi yang sama di setiap kesempatan. Lihat dulu audiensnya (dengan demikian saya tahu materi seperti apa yang bakal disusun, menggunakan karikatur atau tidak, dan lain sebagainya), apa kebutuhan mereka, barulah saya mulai menyusun materinya.

Baru-baru ini saya dihubungi pihak Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Uniflor. FTI bekerjasama dengan Prodi Sejarah dan Prodi Fisika dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) untuk kegiatan yang berhubungan dengan multimedia. Dan saya kebagian memberikan pelatihan blog kepada para pesertanya. Oleh karena itu, kali ini saya bakal mengajak kalian mengintip cara saya menyiapkan materi kegiatan yang berkaitan dengan pelatihan blog. Seperti yang sudah saya tulis di atas, saya tidak pernah menggunakan materi yang sama. 

Setiap kegiatan pelatihan blog punya nyawanya masing-masing ... Mari kita cek ...

Judul


Judul ini penting. Meskipun materinya sama-sama tentang belajar bikin blog atau pelatihan blog, tapi judulnya pasti beda. Pernah saya memakai judul: Mengenal Blog dan Manfaatnya. Pernah juga memakai judul: Apa Itu Blog? Klasik sekali kan ya hahaha *terdengar irama Sonata No 11*. Untuk kegiatan kerjasama FTI dan Prodi Sejarah dan Prodi Fisika, saya menyusun materi baru. Menyusunnya pun tidak selekas jadi, melainkan per tahap, agar hasilnya baik.

Judul apa yang saya pakai kali ini?


Blogging is Fun and Easy. Itu judul yang saya pakai untuk materi baru ini. Alasannya? Karena peserta rata-rata adalah mahasiswa, sehingga perlu menentukan judul yang menarik minat mereka, semacam shock therapy melalui judul. Kenapa pakai bahasa Inggris? Karena lebih singkat saja.

Memilih Template dan Kustomisasi


Sudah pasti saya menyiapkan materi menggunakan Power Point. Ini bagian tersulitnya. Karena apa? Karena template merupakan jalan panjang menuju akhir pelatihan sehingga harus 'bersih' dan 'menarik'. Sudah sering saya berburu template gratisan di internet. Bahkan di laptop pun ada folder khusus template Power Point. Tapi toh ... tetap saja saya kembali ke hutan belantara internet untuk berburu haha. Semacam ada kepuasan tersendiri, sekalian cuci mata, setiap kali berburu template Power Point.

Baca Juga: LED For Camera

Tahukah kalian? Template yang bertema blog itu sangat sulit didapat. Entah saya yang menggali kurang dalam atau memang demikian adanya. Kalaupun ada template tentang blog, sudah pasti berbayar. Oleh karena itu, biasanya saya akan mengkustom template unduhan. Mengganti huruf, mengganti tata letak, dan mengganti gambar, agar sesuai dengan materi kita. Alhamdulillah saya menemukan template bernama Jaques - Slide Carnival. Meskipun bukan template tentang blog, tapi kebutuhan saya bisa dipenuhi oleh template yang satu ini. 

Beberapa hasil mengkustom:

Halaman profil. 

Halaman sub-materi.

Halaman materi (dengan gambar berbeda-beda). 

Saya jatuh cinta sama template ini. Banyak ikon-ikon/gambar yang disediakan pada dua halaman terakhir. Jadi tinggal pilih mau pakai ikon/gambar yang mana, dari bawaan template. Pun gambar dari luar template.

Gambar Pendukung


Sebuah materi tentu membutuhkan gambar pendukung. Bukan gambar materi, itu beda, melainkan gambar pendukung. Contohnya karikatur. Kenapa harus pakai gambar pendukung? Karena sesungguhnya materi pada Power Point itu dasarnya cuma gambar-gambar saja, dengan penjelasan panjang-lebar dari si pembawa materi. Tapi karena you know lah, materi saya juga banyak tulisannya, haha. Saya belum mencapai tahap materi bergambar only. Nantilah ... belajar.

Materi Itu Sendiri


Menyiapkan materi gaya saya ... setelah tiga hal di atas sudah terkumpul dalam satu folder, barulah saya mulai menyusun materinya baik materi tulisan maupun materi gambar. Mungkin beda dengan gaya kalian yang menyusun materinya terlebih dahulu baru kemudian mempercantiknya. Mana-mana suka, sih ... kembali pada kenyamanan masing-masing.

Khusus materi blog, bisa saja saya mengkustom materi lama, tapi bisa juga saya membikin materi baru melalui proses screen shoot dan croping untuk menghasilkan gambar berformat JPG seperti contoh di bawah ini:


Menyiapkan materi tidak bisa sekali jadi, mungkin karena saya kuatir ada kurang sana sini, makanya sering banget ngecek dari halaman pertama meskipun proses sudah mencapai halaman duapuluh. Tapi itu menyenangkan. Sungguh.


Jadi demikian cara/gaya saya menyiapkan materi bakal pelatihan blog. Urutannya selalu sama. Mulai dari judul, kemudian rempong mencari template Power Point dan mengkustomisasi, lantas mencari gambar-gambar pendukung, dan terakhir menyusun materi intinya. Ada kepuasan tersendiri ketika selesai. Tapi, tidak berhenti di situ. Saya masih melatih ulang diri ini untuk membawakan materi itu alias latihan sendiri. Kadang lucu juga ... sambil lihat materi sambil ngomong sendiri seakan-akan laptop adalah peserta pelatihan. Haha.

Jadi ingat, hampir semua hal saya berlatih terlebih dahulu. Berlatih siaran gaya kocak, Berlatih siaran berita, berlatih ngemsi, berlatih bawakan materi, berlatih ini itu. Saya ingat, suatu masa saat saya ngemsi konsek Anima Band di Kota Ende, saya pernah dimarahi EO dari Kota Kupang, karena sebagai MC tidak satu pun kertas yang saya pegang. Iya, saya dimarahi karena katanya; sejago-jagonya seseorang ngemsi, dia butuh contekan. Betul ... malam itu saya dua kali sesi lupa menyebut sponsor makanya dimarahi qiqiqiqi. Pengalaman yang seru.

Baca Juga: Re:Ease

Semoga pos ini bermanfaat bagi kalian semua.



Cheers.

Menyiapkan Materi


Meskipun tidak semua, saya yakin ada dari kalian para pembaca yang tutehman, yang pernah membikin materi untuk kegiatan pelatihan ini itu. Om Bisot dan Kanaz, misalnya, dua blogger yang saya kenal paling rajin menjadi pemateri bertema blog, baik latihan membikin blog maupun manfaat lain dari nge-blog. Kami pernah menjadi BAT-man (Bisot, Anazkia, Tuteh) berkolaborasi demi terlaksananya Kelas Blogging NTT dan Kelas Blogging Online. BAT-man yang satu ini tidak ngeronda di Kota Gotham melainkan di WAG.


Tahun 2009, sejak Komunitas Blogger NTT dibentuk, and I don't know how the condition of this community now, saya sudah rajin wara-wiri di kancah pelatihan blog antar galaksi. Saya sadari, banyak orang yang kepo sama dunia blog, tapi setelah belajar bikin blog, banyak pula yang meninggalkannya karena tidak mampu konsisten menulis. Jangankan mereka, saya sendiri pernah tidak konsisten nge-blog. Alhamdulillah tahun 2018 kembalilah saya, si anak hilang, ke ranah per-blogger-an internasional *diseruduk dinosaurus*.


Kancah pelatihan blog menggiring saya pada malam-malam yang dingin, duduk manis di depan laptop, menyiapkan materi. 

Materi tentang blog yang saya sudah susun itu bejibun! Bayangkan, sudah berjalan sejak tahun 2009. Perlu diingat, saya tidak pernah kopas materi orang lain yang sileweran di internet, karena itu perbuatan yang merugikan diri sendiri. Saya juga tidak menggunakan materi yang sama di setiap kesempatan. Lihat dulu audiensnya (dengan demikian saya tahu materi seperti apa yang bakal disusun, menggunakan karikatur atau tidak, dan lain sebagainya), apa kebutuhan mereka, barulah saya mulai menyusun materinya.

Baru-baru ini saya dihubungi pihak Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Uniflor. FTI bekerjasama dengan Prodi Sejarah dan Prodi Fisika dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) untuk kegiatan yang berhubungan dengan multimedia. Dan saya kebagian memberikan pelatihan blog kepada para pesertanya. Oleh karena itu, kali ini saya bakal mengajak kalian mengintip cara saya menyiapkan materi kegiatan yang berkaitan dengan pelatihan blog. Seperti yang sudah saya tulis di atas, saya tidak pernah menggunakan materi yang sama. 

Setiap kegiatan pelatihan blog punya nyawanya masing-masing ... Mari kita cek ...

Judul


Judul ini penting. Meskipun materinya sama-sama tentang belajar bikin blog atau pelatihan blog, tapi judulnya pasti beda. Pernah saya memakai judul: Mengenal Blog dan Manfaatnya. Pernah juga memakai judul: Apa Itu Blog? Klasik sekali kan ya hahaha *terdengar irama Sonata No 11*. Untuk kegiatan kerjasama FTI dan Prodi Sejarah dan Prodi Fisika, saya menyusun materi baru. Menyusunnya pun tidak selekas jadi, melainkan per tahap, agar hasilnya baik.

Judul apa yang saya pakai kali ini?


Blogging is Fun and Easy. Itu judul yang saya pakai untuk materi baru ini. Alasannya? Karena peserta rata-rata adalah mahasiswa, sehingga perlu menentukan judul yang menarik minat mereka, semacam shock therapy melalui judul. Kenapa pakai bahasa Inggris? Karena lebih singkat saja.

Memilih Template dan Kustomisasi


Sudah pasti saya menyiapkan materi menggunakan Power Point. Ini bagian tersulitnya. Karena apa? Karena template merupakan jalan panjang menuju akhir pelatihan sehingga harus 'bersih' dan 'menarik'. Sudah sering saya berburu template gratisan di internet. Bahkan di laptop pun ada folder khusus template Power Point. Tapi toh ... tetap saja saya kembali ke hutan belantara internet untuk berburu haha. Semacam ada kepuasan tersendiri, sekalian cuci mata, setiap kali berburu template Power Point.

Baca Juga: LED For Camera

Tahukah kalian? Template yang bertema blog itu sangat sulit didapat. Entah saya yang menggali kurang dalam atau memang demikian adanya. Kalaupun ada template tentang blog, sudah pasti berbayar. Oleh karena itu, biasanya saya akan mengkustom template unduhan. Mengganti huruf, mengganti tata letak, dan mengganti gambar, agar sesuai dengan materi kita. Alhamdulillah saya menemukan template bernama Jaques - Slide Carnival. Meskipun bukan template tentang blog, tapi kebutuhan saya bisa dipenuhi oleh template yang satu ini. 

Beberapa hasil mengkustom:

Halaman profil. 

Halaman sub-materi.

Halaman materi (dengan gambar berbeda-beda). 

Saya jatuh cinta sama template ini. Banyak ikon-ikon/gambar yang disediakan pada dua halaman terakhir. Jadi tinggal pilih mau pakai ikon/gambar yang mana, dari bawaan template. Pun gambar dari luar template.

Gambar Pendukung


Sebuah materi tentu membutuhkan gambar pendukung. Bukan gambar materi, itu beda, melainkan gambar pendukung. Contohnya karikatur. Kenapa harus pakai gambar pendukung? Karena sesungguhnya materi pada Power Point itu dasarnya cuma gambar-gambar saja, dengan penjelasan panjang-lebar dari si pembawa materi. Tapi karena you know lah, materi saya juga banyak tulisannya, haha. Saya belum mencapai tahap materi bergambar only. Nantilah ... belajar.

Materi Itu Sendiri


Menyiapkan materi gaya saya ... setelah tiga hal di atas sudah terkumpul dalam satu folder, barulah saya mulai menyusun materinya baik materi tulisan maupun materi gambar. Mungkin beda dengan gaya kalian yang menyusun materinya terlebih dahulu baru kemudian mempercantiknya. Mana-mana suka, sih ... kembali pada kenyamanan masing-masing.

Khusus materi blog, bisa saja saya mengkustom materi lama, tapi bisa juga saya membikin materi baru melalui proses screen shoot dan croping untuk menghasilkan gambar berformat JPG seperti contoh di bawah ini:


Menyiapkan materi tidak bisa sekali jadi, mungkin karena saya kuatir ada kurang sana sini, makanya sering banget ngecek dari halaman pertama meskipun proses sudah mencapai halaman duapuluh. Tapi itu menyenangkan. Sungguh.


Jadi demikian cara/gaya saya menyiapkan materi bakal pelatihan blog. Urutannya selalu sama. Mulai dari judul, kemudian rempong mencari template Power Point dan mengkustomisasi, lantas mencari gambar-gambar pendukung, dan terakhir menyusun materi intinya. Ada kepuasan tersendiri ketika selesai. Tapi, tidak berhenti di situ. Saya masih melatih ulang diri ini untuk membawakan materi itu alias latihan sendiri. Kadang lucu juga ... sambil lihat materi sambil ngomong sendiri seakan-akan laptop adalah peserta pelatihan. Haha.

Jadi ingat, hampir semua hal saya berlatih terlebih dahulu. Berlatih siaran gaya kocak, Berlatih siaran berita, berlatih ngemsi, berlatih bawakan materi, berlatih ini itu. Saya ingat, suatu masa saat saya ngemsi konsek Anima Band di Kota Ende, saya pernah dimarahi EO dari Kota Kupang, karena sebagai MC tidak satu pun kertas yang saya pegang. Iya, saya dimarahi karena katanya; sejago-jagonya seseorang ngemsi, dia butuh contekan. Betul ... malam itu saya dua kali sesi lupa menyebut sponsor makanya dimarahi qiqiqiqi. Pengalaman yang seru.

Baca Juga: Re:Ease

Semoga pos ini bermanfaat bagi kalian semua.



Cheers.

PANITIANYA CURANG! (karena saya tidak menang)

PANITIANYA CURANGG!!! (... karena saya tidak menang)

PANITIANYA CURANG
Tahun 1987 saya sempat ikut ajang Junior Jateng’s Got Talent di daerah Srondol, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Selama 2 hari 1 malam kami dikarantina dan dinilai oleh dewan juri. Semua peserta berlomba-lomba menunjukkan bakatnya. Bakat akademik, olahraga, seni dan segala macam. Kalo tidak salah total peserta jumlahnya 30-an, perwakilan dari seluruh kabupaten yang ada di Jawa Tengah.

Ada penjurian terbuka dan tertutup gitu deh.... Jadi selain kami harus presentasi dan mengerjakan soal ini-itu, kami juga harus “jaga imej” sepanjang periode karantina itu, termasuk saat makan, mandi, beribadah dan bersosialisasi dengan lingkungan tempat kami tinggal untuk sementara.

Penjurian diam-diam ini yang menjadi momok sesungguhnya. Karena sifatnya yang tertutup, dan kami tidak tahu pasti mata mana yang tengah mengawasi kami, dari puluhan pasang mata yang tertuju pada kami. Eihhh, kayak selebriti aja gayanya...

Saya tidak yakin nilai saya baik di penjurian ini. Tetapi di penjurian terbuka saya mampu menampilkan performa saya yang paling prima. Tentu saja ini pendapat saya sendiri! Yang paling keren, tentu saja karena saat itu suara saya masih lumayanlah, dan saya menyanyikan lagu tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Jurinya manggut-manggut dengan mimik puas.

“Siapa yang mengajari kamu lagu itu?”

“Oh, saya belajar sendiri.”

“Tidak ada yang mengajari?”

“Sebenarnya ada, tetapi bukan dengan sistem pengajaran klasikal di kelas...”

Kebetulan di daerah saya ada acara khusus untuk anak-anak di Radio Dian Swara. Tayang seminggu sekali tiap Ahad pagi. Lewat acara tersebut, saya belajar lagu ini. Kebetulan penyiarnya dulu mantan penyanyi cilik, jadi asyiklah diajari step by step, meski hanya lewat suara. Menurut saya, saya dapat poin bagus di section ini.

Tapi ternyata orang lain yang memenangi ajang tersebut. Hmmm, baiklah....
***

Tahun 1990 kesempatan saya ikut ajang serupa pupus karena ada teman yang memang lebih layak. Minder saya. Dari segala sisi dia jauh di atas saya. Terutama dari sisi akademik, karena cerdas dan pinternya setara Pak Habibie, dan konon sudah dipersiapkan sebagai calon Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah era kabinet Pak Jokowi.

Kesempatan terakhir ikut ajang Got Talent datang lagi pada 1993. Wah, yang ini jauh lebih siap saya.

Sejak naik kelas 2, saya sudah mempersiapkan diri. Termasuk meminta dengan sedikit memaksa kepada orang tua agar dibelikan motor GL100 bekas untuk mendukung mobilitas saya baik di sekolah maupun di kegiatan pendukung lainnya, seperti kursus sablon, membuka usaha sablon, menjadi agen 3 penerbit buku pelajaran, mengurus koperasi siswa, membantu jadi marbot musala sekolah, menyelenggarakan seminar umum di GOR Mahesa, dan menonton film extra show setiap Sabtu siang di Bioskop Rayuan... Eh, yang terakhir bercanda, hahaha...

Lokasinya sama dengan kegiatan enam tahun yang lalu. Hanya waktunya yang lebih panjang. Ajang terakhir ini, kami dikarantina selama 3 hari 2 malam.

Rabu pagi acara dibuka oleh Pak Gubernur, lalu acara ramah-tamah atau semacam itu, jam 11-an baru masuk acara technical meeting dan penandatangan kontrak-kontrak antara peserta dan juri serta panitia.

Di akhir hari Kamis, peta kekuatan kandidat yang akan memenangi ajang JGT semakin mengerucut. Setidaknya ada 2 kandidat terkuat.

Kandidat pertama dari Kabupaten Magelang, sekolahnya di SMA Taruna Nusantara (sebut saja TN), tubuhnya atletis mirip tentara, menang telak di semua cabang olahraga yang diujikan, dan memiliki kemampuan berkomunikasi yang luar biasa. Kata-katanya terstruktur dengan baik, dengan artikulasi jelas dan penekanan yang tepat pada kata yang hendak ditonjolkan.

Kandidat kedua dari Kabupaten Banjarnegara (sebut saja BN) saya lupa sekolahnya di SMA mana, aktivis mushola sekolah dan masjid alun-alun, hafal Al-Quran beberapa juz, terutama juz 30. Kebetulan dia adalah teman sekamar saya, sehingga saya berkesempatan mendengarkan curhatannya.

Entah darimana informasinya, katanya ketua panitia sangat pro kandidat TN, karena dia ingin menyekolahkan anaknya ke sekolah khusus yang dikelola militer itu.

Di sisi lain, masih ada harapan untuk BN, karena ketua panitia adalah seorang muslim puritan yang fanatik, sementara TN meski memiliki sekian banyak kelebihan dari BN, tetapi dia beragama Nasrani.

Isu sensitif ini digulirkan BN secara klandestin. Sebagian peserta yang beragama Islam sempat terprovokasi. BN semakin bersemangat.

"Kalo sampai yang dimenangkan panitia adalah peserta non-muslim, tidak ada pilihan lain, kita harus menolak hasil pemilihan yang zalim ini. Kalau perlu kita kerahkan people power!!"

"Bro, ingat lho, kita sudah tanda tangan kontrak di awal, bahwa keputusan panitia bersifat final dan tidak bisa diganggu gugat..."

"Itu kalo semuanya berjalan dengan fair dan tidak ada kecurangan. Kalo kita kalah, itu artinya ada kecurangan yang sistematis, terstruktur, dan massif!"

Waduhhh....

Section terakhir digelar hingga jam 11 pada hari Jumat. Setelah itu juri dan panitia akan rapat menentukan pemenang. Seusai salat Jumat ada makan siang prasmanan, diselingi acara hiburan, dan ditutup dengan seremoni pengumuman pemenang.
PANITIANYA CURANG

Di section terakhir, kami dipanggil 3 demi 3 peserta, menghadapi 3 orang juri dan panitia (pada section sebelumnya panitia tidak terlibat).

Ini saat yang paling dramatis dan mendebarkan. Ketua panitia diapit 2 orang juri di sisi meja. Dan saya diapit TN dan BN di sisi yang lain!

Closing statement TN sangat tertata, jernih dan lugas. Tidak ada kesan emosional. 
"Kalah atau menang bukanlah tujuan utama saya di ajang ini. Apabila menang saya akan tetap rendah hati dan mematri ajang ini sebagai kenangan terindah yang akan memotivasi saya sepanjang usia saya yang tersisa," katanya. 

"Dan apabila saya kalah, saya tetap berterima kasih kepada Tuhan karena sudah diberi kesempatan berpartisipasi di ajang ini. Kekalahan tidak akan melemahkan semangat saya, justru akan memicu saya untuk belajar lebih keras lagi agar menjadi manusia yang lebih baik lagi."

Closing statement BN juga tertata dan jernih. Persis Aa Gym lagi syuting MQ di RCTI. Tapi ada balutan emosional sedikit. Dan ada kutipan ayat atau hadist yang saya lupa persisnya.

Closing statement saya yang paling menyedihkan. Kedengaran seperti pengakuan kalah. Karena memang, meski sudah mempersiapkan jauh-jauh hari, saya mesti mengakui bahwa performa lawan-lawan saya lebih mumpuni. Apa boleh buat.

Giliran ketua panitia memberi feedback, intinya menyemangati kami semua. Dan dari kata-katanya, saya jadi percaya gosip yang dihembuskan BN bahwa beliau condong ke TN, meskipun tidak jelas juga apakah alasan kecondongannya terkait anaknya yang mau disekolahkan di Taruna Nusantara, atau yang lainnya.

BN hatinya mencelat. Entah kenapa saya didiemin saja sekeluarnya dari ruang interview. Saya biarkan saja ia bergegas ke kamar duluan. Saya menyapa beberapa kawan dan akhirnya memutuskan langsung bergeser ke masjid karena sudah masuk saat salat Jumat.

Masjid itu kecil saja ukurannya. Tetapi cukup memadai menampung jamaah. Yang membuat kami terperangah, karena ternyata BN datang ke masjid dengan dandanan ustaz dan tanpa ragu-ragu mengambil tempat khotib.

Pertandingan belum selesai, Bro! Seolah itu yang diisyaratkan raut wajahnya yang penuh tekad. Sembunyi-sembunyi, saya kasih kode jempol untuk menyemangati, lalu saya mencari posisi strategis di belakang agar bisa memetakan situasi.

Khotbahnya singkat saja. Tentang integritas Umar bin Abdul Aziz yang mematikan lentera ketika anaknya datang untuk membicarakan masalah keluarga.

Di deretan agak belakang, saya melihat beberapa juri (atau panitia?) mengangguk-angguk dan dari wajah mereka saya tahu sedang mempertimbangkan untuk menambah poin BN.

Semoga saja BN beruntung, dan panel penentuan pemenang belum ditutup, masih dilanjutkan seusai Jumatan.

Hingga akhirnya tiba saat pengumuman saya tidak tahu pasti kejadian sesungguhnya.

Tetapi yang terpilih sebagai pemenang adalah TN. Di peringkat kedua BN, dan peringkat ketiga peserta dari Kota Semarang.

Saya tahu BN kecewa. Saat beberes perlengkapan di kamar dia mengungkapkannya ke saya. "Panitianya curang, Her. Seharusnya aku yang menang."

Saya diam saja. Memang selisih skor BN dan TN tidak banyak. Sementara skor BN dan peringkat ketiga terpaut agak jauh.

Hingga berpisah di pintu gerbang, dengan menggeret koper kami masing-masing, saya tak bisa berkomentar apa-apa, selain berangkulan dan saling bersalaman.
Menerima kekalahan itu tidak mudah. Dan sepertinya lebih tidak mudah lagi untuk orang-orang yang memiliki banyak kelebihan. Atau merasa seperti itu.
Lebih nyaman menjadi seperti saya, yang posisinya di lapisan menengah ke bawah. Sehingga ketika kalah lebih bisa menerimanya sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja.

Meskipun BN teman saya, saya tidak terlalu setuju dengan tuduhannya bahwa panitia curang, tanpa bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kemenangan dan kekalahan adalah kehendak Allah. Seperti juga sehelai daun yang jatuh ke permukaan bumi, dia jatuh tidak semaunya dia.

Itu menurut pendapat saya....

***

Penulis: Heri Winarko


5 Penginapan Murah di Canggu Bali

Jonsen Homestay Cangu Bali Penginapan Murah
  Jonsen Homestay, Canggu - Bali  

Kalau membicarakan pariwisata Indonesia, maka mungkin semua orang juga sudah tahu tentang 
Bali , tapi apakah semua orang Indonesia sudah pernah ke Bali?

Dari obrolan dengan beberapa teman yang belum pernah ke Bali, ada fakta menarik yang membuat teman-teman saya tidak memasukkan Bali sebagai destinasi wisata pilihan mereka, salah satunya yang menurut saya kurang tepat adalah alasan budget penginapan.

Kalo soal tiket pesawat yah saat ini harganya memang sedang mihil, tapi kalo soal penginapan sebaiknya teman-teman jangan over estimate. Jangan menganggap semua penginapan di Bali mahal, banyak penginapan murah di Bali dengan tarif terjangkau tapi tidak kalah keren dan nyaman.

Berikut saya list 5 penginapan keren di daerah Canggu Bali yang tarifnya pasti terjangkau, tidak membuat dompet jebol karena tarifnya tidak sampai 500 ribu per malam. List ini sudah tidak memasukkan penginapan-penginapan transit yang memang umumnya tidak mahal.

Oh iya kenapa Canggu Bali? 

Gini bro, Bali itu kan luas, nah salah satu daerah destinasi wisata favorit wisatawan lokal dan internasional yang terbilang lengkap itu yah wilayah sekitaran Canggu, Kuta Utara. Minimal Canggu adalah daerah favorit saya kalau sedang ke Bali. Alasannya karena suasana pantai di Canggu relatif tidak terlalu ramai dan juga pemandangan hamparan sawah yang instagramable. Ya Canggu adalah perpaduan pemandangan pantai yang indah dan pesawahan yang eksotis di Bali.

Sebagai daerah yang memiliki banyak spot destinasi pariwisata, wilayah Kuta Utara ini bisa dibilang cukup lengkap, dari mulai wisata kuliner lokal sampai internasional juga ada, juga spot-spot wisata khas Bali dan pusat-pusat sentra kerajinan tangan dan kesenian, dan yang terpenting, wilayah Canggu ini jauh dari suasana ramai kota Denpasar.

Kalo soal spot liburan atau destinasi pariwisata di daerah Canggu Bali sudah banyak yang menulis, nah saya ingin melengkapi tulisan mereka dengan memberi daftar 5 penginapan yang bagus dengan harga terjangkau. 

5 Penginapan Murah di Canggu Bali dengan Harga Mulai 120 Ribuan.

Berikut adalah 5 list penginapan berupa hostel, lodge, pondok, asrama, Guesthouse, homestay atau apapun istilahnya yang tarif per malamnya tidak sampai 500 ribu, tentunya dengan fasilitas penginapan standar yah, kalau yang murah tapi minim fasilitas saya gak masukkan dalam list ini :)

1. Point Break Hostel

Dengan rate Rp.120.000,00 per hari, Point Break Hostel  menawarkan fasilitas kamar tipe asrama yang cukup membuat kita beristirahat dengan nyaman, mulai dari ruangan yang ber-AC, kamar mandi dalam, air panas, akses wifi gratis, kipas angin, dapur sederhana, kolam renang dan lainnya. 

Harga Rp.120.000,00 ini untuk tipe asrama maksimal 8 orang, baik ruang tidur campuran maupun khusus wanita, harganya tetap sama. Hostel juga menyediakan penyewaan motor jika kita memerlukan. Murah kan? Gak mahal deh kalo menurut saya sih :)

Point Break Hostel terletak di Jalan Padang Linjong No.72F, Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Penginapan ini berjarak sekitar 1,4 kilometer dari pantai.

Castaway Hostel Cangu Bali Penginapan Murah
  Castaway Hostel Canggu - Bali  

2. Castaway Hostel

Dengan tarif mulai dari Rp 148.000-an kita sudah bisa menginap di Castaway Hostel. Dengan tarif tersebut, kita bisa bermalam di kamar asrama yang memuat sampai 6 orang dengan tempat tidur bertingkat. Selain tipe asrama ada juga ruang tidur khusus untuk perempuan dengan tarif per malamnya mulai dari Rp152.000-an.

Setiap kamar penginapan murah di Bali ini juga sudah disediakan akses wifi gratis, AC, rak pengering baju, dan lainnya. Selain fasilitas tersebut, keunggulan penginapan ini karena lumayan dekat dengan beberapa spot wisata Bali yang populer, seperti:
  • Pantai Echo (1,3 kilometer)
  • Finns Recreation Club (2 kilometer)
  • Vue Beach Club (2,2 kilometer)
  • La Laguna Bali (2,5 kilometer)
  • Potato Head Beach Club (3,7 kilometer)

Lokasi Castaway Hostel: Jalan Tanah Barak No.19A, Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali

3. Surf Lodge Canggu

Surf Lodge Canggu memasang tarif per malamnya mulai dari Rp180.000,00 untuk kamar jenis asrama campuran. Harga tersebut sudah termasuk sarapan dan beberapa fasilitas yang meliputi AC, brankas, kamar mandi lengkap dengan peralatan, dan lain sebagainya.

Surf Lodge Canggu juga menawarkan kamar yang hanya memuat 2 orang dengan tarif mulai Rp360.000,00. Surf Lodge Canggu akan menjadi tempat istirahat yang nyaman karena memiliki pemandangan kolam renang outdoor dan taman yang bersih. 

Lokasi Surf Lodge Canggu : Jalan Nelayan No.20 D, Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, lumayan dekat dari Pantai Echo, yaitu sekitar 1,2 kilometer.

Dari penginapan murah di Bali ini, beberapa beach club terkenal juga mudah dijangkau. Misalnya saja seperti:
  • Finns Recreation Club (1,5 kilometer)
  • Vue Beach Club (1,6 kilometer)
  • La Laguna Bali (1,8 kilometer)
  • Potato Head Beach Club (3,1 kilometer)

4. Jonsen Homestay

Soal tarif, Jonsen Homestay menawarkan layanan penginapan murah di Bali sekelas hotel, mulai dari Rp360.000,00. Fasilitasnya juga sudah cukup lengkap meliputi kamar mandi pribadi lengkap dengan peralatannya termasuk hot/cold shower, AC, akses wifi gratis, kolam renang, dan lainnya.

Jonsen Homestay berada di Jalan Munduk Catu, Echo Beach, Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Enaknya nih, dari Jonsen Homestay ke Pantai Echo kita bisa jalan kaki saja sekitar 600 meter karena lokasinya yang memang dekat dengan pantai. 

Jonsen Homestay juga dekat dengan beach club terkenal, seperti Finns Recreation Club, Vue Beach Club, La Laguna Bali, dan Potato Head Beach Club.

5. Bima Sakti House Canggu

Yang terakhir, Bima Sakti House Canggu. ima Sakti House Canggu menawarkan tarif menginap mulai dari Rp385.000,00 dengan fasilitas kamar yang setara hotel. Selain akses wifi gratis, masing-masing kamar di penginapan ini dilengkapi dengan bathroom amenities, AC, TV layar datar dengan beberapa channel, kolam renang, balkon dan beberapa fasilitas lainnya. 

Beberapa unit kamar penginapan murah ini punya tempat duduk untuk santai-santai menikmati suasana. Begitu juga dengan balkon menghadap kolam renang dan menghadap pemandangan sawah yang ada di beberapa kamar tertentu.

Guesthouse di Canggu ini dekat dari Pantai Echo maupun Batu Bolong dengan jarak sekitar 800 meter saja. Kalau dari Bandara Internasional Ngurah Rai sekitar 11 kilometer.

Selain itu, Bima Sakti House juga dekat dengan beberapa beach club populer di Bali, seperti Finns Recreation Club, Vue Beach Club, La Laguna Bali, dan Potato Head Beach Club.

Lokasi Bima Sakti House : Jalan Pura Batu Mejan, Canggu, Bali

***

Nah Itu tadi 5 penginapan murah di Canggu yang harganya di bawah 500 ribu per malam  dengan fasilitas kamar yang lumayan lengkap dan beberapa kelebihan lainnya. Untuk detail fasilitas silakan browsing karena beberapa penginapan tersebut memiliki website dan  akun media sosial masing-masing sehingga cukup terkenal di sosial media.

Harga yang tertera adalah sesuai harga yang tercatat di Qupas, web yang berisikan artikel-artikel ringan mengenai Review Kuliner, Hiburan, Kecantikan, Adventure dll. 

Oh iya, jangan kaget yah kalau kalian menginap di antara 5 penginapan murah di Bali ini, ternyata penginapan ini juga merupakan penginapan favorit para turis, digital nomad dan backpackers dari luar negeri bro. Jadi, plisss behave, bersikaplah layaknya tuan rumah yang baik kepada tamu-tamu dari mancanegara.

Selamat liburan :)


Pengumpul Pin


#PDL adalah Pernah Dilakukan. Pos #PDL setiap Jum'at ini merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

*** 

Dalam dunia blogging, identitas blogger dan/atau komunitas blogger diwakilkan dalam bentuk berbagai barang antara lain kaos, backpack, drawing bag, buku catatan, alat tulis, mug, hingga pin. Setiap acara blogger mulai dari Pesta Blogger, Blogger Nusantara, Asean Blogger, dan kegiatan lainnya seperti FGD yang melibatkan blogger, setiap peserta pasti mendapat barang-barang identitas ini. Zaman dulu, waktu masih sangat aktif dalam berbagai kegiatan luring blogging, dan kegiatan-kegiatan serupa masih ramai digelar, saya pasti memperoleh barang-barang ini. 

Baca Juga: Memen

Di bawah ini adalah beberapa barang identitas yang tempat penyimpanannya masih terjangkau tangan, saat menulis ini bisa sempat memotretnya, barang lainnya kudu dicari di lemari-lemari haha.

Kaos Pesta Blogger 2008 yang dikirimkan oleh Om Bisot

Kopdar Blogger Nusantara 2011 dibawain sama Yudith Ngga'a. 

Kopdar Blogger Nusantara 2012 di Makassar.

Salah satu barang identitas ini adalah pin bros. Pin bros atau disingkat pin, merupakan barang identitas yang paling ringan dan paling hemat tempat. Jadi, banyak juga blogger yang membawanya sebagai wakil dari komunitas blogger-nya atau komunitas lainnya. Saking banyaknya pin yang saya peroleh, saya sampai memasangnya di bagian depan backpack atau di tali tas selempang. Selain dari komunitas dan perorangan, saya juga mendapat pin-pin cantik dari taman nasional salah satunya Taman Nasional Kelimutu.

Penampakan pin-pin itu dapat kalian lihat pada foto di awal pos, sisanya bisa dilihat di bawah ini:


Tapi itu baru sebagian saja. Sebagian lainnya entah ada di mana haha. 

Sampai sekarang saya masih suka mengumpulkan pin, lumayan dipakai di jilbab wkwkwkw, karena saya tipenya sederhana. Cukup jilbab segi empat yang dilipat menjadi segitiga, peniti (saya tidak terbiasa memakai pentul) dan pin sebagai penyambung. Pin-pin lainnya seperti pin Relawan Taman Bung Karno, pin Ratenggoji, dan lain sebagainya.


Jadi, pernah ... saya pernah melakukannya. Mengumpulkan pin dari banyak komunitas blogger, blogger, hingga institusi lainnya. Bangga memakainya (di tas/backpack). Kalau kalian ingin mengirimkan saya pin, boleh juga lah hahaha.

Baca Juga: Masak di Kantor

Bagaimana dengan kalian, kawan?


Cheers.

Mudahnya Traveling Dengan Traveloka Airport Transport

Mudahnya Traveling Dengan Traveloka Airport Transport
Jalan-jalan, backpacker-an, berwisata, tamasya, atau apapun istilahnya, semua kegiatan itu nggak bisa dilepaskan dari satu payung besar bernama traveling

Siapa sih yang nggak suka traveling? Dunia travel ibarat tropi favorit yang digilai banyak orang, karena pengalaman menjelajah adalah makanan bagi jiwa, baik bagi yang melakukannya maupun bagi yang membaca tulisan atau menonton video perjalanannya.

Sejak dulu saya termasuk orang yang sering traveling, baik urusan pribadi maupun urusan pekerjaan, sehingga tahu rasanya urusan mencari tiket pesawat pada masa itu. Nggak cuma sekali dua kali harus ‘berebutan’ tiket dengan calon penumpang lain. 

Meskipun jenis pesawat udara yang melayani rute ke Timur Indonesia, khususnya, sudah semakin banyak, namun tetap saja mencari tiket pesawat bukan perkara mudah.
Semakin ke sini, para traveler semakin dimudahkan dengan begitu banyaknya layanan jasa, salah satunya adalah layanan jasa tiket pesawat online
Kalau kalian sering traveling pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Traveloka. Perusahaan yang bergerak di bidang jasa layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel secara online ini dapat dengan mudah diakses melalui aplikasi yang diunduh di Playstore.

Traveloka Airport Transport / Transportasi Bandara

Menariknya, pada tahun 2017 Traveloka berkolaborasi dengan Blue Bird dan meluncurkan satu layanan jasa yaitu Traveloka Airport Transport (Transportasi Bandara Traveloka).

Waktu membaca berita tentang fitur terbaru hasil kolaborasi Traveloka dan Blue Bird tentang Transportasi Bandara Traveloka, saya nggak pernah berpikir suatu hari nanti bakal menggunakannya. Karena yang namanya layanan jasa transportasi pasti "sama saja lah", mengangkut penumpang serta menetapkan tarif yang wajib dibayar oleh si penumpang. Tapi pengalaman menggunakan transportasi yang satu ini, waktu itu dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Tebet Barat, begitu berbeda. Kenapa? Ini beberapa yang saya sempat catat.

Murah yang Berkelas

Bagi saya, layanan jasa angkutan bandara murah Traveloka ini kalau boleh ditulis: murah yang berkelas. Kenapa berkelas? Karena kata murah biasanya identik dengan nggak berkualitas, ketidaknyamanan, sampai perasaan nggak puas. Beda dengan Transportasi Bandara Traveloka, si angkutan bandara murah yang memberikan kenyamanan maksimal pada pelanggannya. Artinya, tidak selamanya mahal itu berkelas dan tidak selamanya murah itu murahan.

Pengalaman menggunakan jasa layanan Trasportasi Bandara Traveloka bermula saat saya  dan teman-teman tiba di Bandara Soekarno Hatta, pada saat itu teman yang berjanji menjemput saya mendadak ngasih kabar kalau mobilnya harus masuk bengkel. Saya teringat pernah membaca mengenai layanan Transportasi Bandara dalam aplikasi Traveloka. Akhirnya saya memberanikan diri mencoba layanan tersebut. 

Oh iya, karena memesan dari bandara, maka pengguna jasa wajib menunjukkan voucher di counter Golden Bird, demikianlah peraturannya. Tidak sampai empat puluh lima menit sejak saya memesan, saya dan teman-teman sudah berada di dalam angkutan bandara murah ini menuju Tebet. Seandainya saya memesan lebih dulu, atau kalau si teman lebih dulu mengabarkan mobilnya harus masuk bengkel, mungkin saya tidak perlu menunggu selama itu. 
Crew Blogfam di salah satu sudut bandara
Crew Blogfam di salah satu sudut Bandara Ngurah Rai
Berkat pengalaman itulah, Transportasi Bandara Traveloka menjadi andalan saya sekeluarga dan teman-teman. Bahkan, untuk keluarga yang baru pertama kali datang ke Jakarta (dengan tujuan Bekasi), pun saya tidak perlu repot menjemput di bandara. Cukup membuka aplikasi Traveloka di smartphone, dan memesan transportasi bandaranya. Proses pemesanannya sangat mudah.

Kemudahan Memesan Traveloka Airport Transport

Untuk bisa menggunakan jasa angkutan bandara murah a la Traveloka ini, prosesnya sangat mudah. Buka aplikasi Traveloka, pilih Transportasi Bandara, mengisi data perjalanan, dan pilih lokasi penjemputan, nama bandara, serta tanggal perjalanan dan jumlah penumpangnya. Selanjutnya tinggal pilih model transportasi dan memeriksa kembali data perjalanan yang sudah diisi tadi. Ketuk tombol pesan, serta selesaikan proses pembayaran.

Untuk metode pembayarannya sendiri bisa menggunakan kartu kredit, bisa juga transfer ATM. Hanya sekitar sepuluh menit waktu yang saya butuhkan untuk menerima e-voucher yang dikirim ke e-mail. Kode voucher tersebut nanti akan dikirim melalui SMS. Otomatis pesanan itu akan masuk ke dalam e-booking dari aplikasi tersebut. Informasi nama pengemudi dan nomor pelat kendaraannya akan dikirimkan sekitar setengah jam melalui SMS. Lagi-lagi, otomatis semuanya tertera di aplikasi.

Pilih Mana?

Jelas, saya lebih memilih Traveloka Airport Transport, si angkutan bandara murah, karena murah dan kemudahannya. Selain itu, saya juga berpikir tentang pelayanan terpadu satu pintu dari Traveloka khusus untuk para traveler. Satu aplikasi, banyak layanan jasa. Tiket, hotel, dan transportasi. Traveling menjadi lebih mudah. Namun perlu diingat, bahwa layanan jasa transportasi bandara ini baru melayani beberapa kota di antaranya Jabodetabek, Solo, Surabaya, hingga Manado.

Happy Traveling!


KAMPUNG LAWAS MASPATI, Wisata Sejarah di Kampung Kreatif Kota Surabaya

KAMPUNG LAWAS MASPATI, Wisata Sejarah di Kampung Kreatif Kota Surabaya
Belakangan ini masyarakat umum mulai menyadari dampak buruk dari pariwisata yang mengandalkan pemandangan alam. Berita akan ditutupnya Taman Nasional Komodo sebenarnya sudah didahului berita rusaknya terumbu karang akibat vandalisme, pantai di Bali yang tercemar sampah dan terbakarnya salah satu bukit  di NTB akibat kembang api wisatawan.

Kejadian-kejadian yang patut disesalkan itu menggugah banyak pihak untuk menciptakan berbagai destinasi wisata alternatif yang ramah lingkungan. Syukurlah, destinasi pariwisata baru terus bermunculan dengan konsep yang berbeda, konsep wisata sejarah dan budaya misalnya. 

Selain  wisata sejarah di Kota Tua Jakarta dan Lawang Sewu Semarang, Kota Surabaya juga banyak sekali memiliki destinasi wisata sejarah, salah satunya yang baru diperkenalkan adalah KAMPUNG LAWAS MASPATI.

KAMPUNG LAWAS MASPATI diresmikan sebagai kampung wisata pada Minggu (24/1/2016), dihadiri Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan pihak PT Pelabuhan Indonesia III. Kampung Lawas Maspati merupakan wilayah Program Bina Lingkungan dan Kemitraan PT Pelindo III.
KAMPUNG LAWAS MASPATI, Wisata Sejarah di Kampung Kreatif Kota Surabaya

KAMPUNG LAWAS MASPATI

Kampung Lawas Maspati adalah destinasi wisata budaya dengan konsep "kampung wisata", namun juga menjadi obyek wisata sejarah karena memiliki banyak bangunan bersejarah yang masih terawat baik, seperti rumah bekas kediaman Raden Sumomiharjo (keturunan Keraton Solo yang menjadi mantri kesehatan di Kampung Maspati), Sekolah Ongko Loro yang merupakan bekas Sekolah Rakyat, dan bangunan kuno bekas markas tentara yang dibangun pada tahun 1907. 

Di kampung ini juga ada makam pasangan suami istri Raden Karyo Sentono dan Mbah Buyut Suruh. Mereka adalah kakek dan nenek dari Joko Berek atau Sawunggaling yang merupakan pahlawan besar di Kota Surabaya.

Selain memiliki bangunan bersejarah, Kampung Lawas Maspati juga mengemas kegiatan warganya sebagai komoditas wisata edukatif, seperti proses daur ulang sampah dan proses mengolah air limbah serta urban farming. Kita juga dapat belajar membuat sirup markisa atau minuman cincau yang merupakan produk unggulan di Kampung Lawas Maspati. 

Untuk memudahkan wisatawan yang berkunjung, warga telah membuat peta alur perjalanan wisata yang dimulai dari titik masuk dari Jalan Semarang dan keluar di Jalan Bubutan, dekat Monumen Tugu Pahlawan. Wisatawan dapat menyusuri gang-gang di Kampung Lawas Maspati dengan berjalan kaki sambil menikmati suasana wisata kampung yang terus dirawat oleh masyarakat setempat.
KAMPUNG LAWAS MASPATI, Wisata Sejarah di Kampung Kreatif Kota Surabaya

PROFIL KAMPUNG LAWAS MASPATI

Dari segi demografi, Kampung Lawas Maspati terdiri dari 6 RT yang dihuni oleh 350 keluarga atau 1.350 jiwa, 20 persen warganya merupakan anak muda. Sejak diresmikan pada tahun 2016, sudah banyak wisatawan dari luar negeri yang datang ke Kampung Lawas Maspati seperti dari Belanda, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Mereka biasanya tamu Pemerintah Kota Surabaya yang sedang berkegiatan di Surabaya. Tamu dari dalam negeri sebagian besar adlah mahasiswa di Surabaya. 

Kampung Lawas Maspati memiliki 6 gang yang cukup besar, rata-rata sekitar 3 meter lebarnya. Masing-masing gang memiliki produk unggulan yang disediakan untuk wisatawan. Gang 1 memiliki produk unggulan berupa cincau, gang 2 menghasilkan lidah buaya, gang 3 khusus menanam jahe merah, gang 4 menanam pohon belimbing, gang 5 khusus home industri, dan gang 6 mengembangkan produk olahan khas dari markisa.

Budaya dan tradisi mainan anak kampung juga terus dirawat dan dikemas lebih modern hingga menarik, seperti engkle, gobak sodor, dakon, nekeran dan permainan tradisional semacamnya. Tak ketinggalan tradisi dan budaya berpakaian ala orang kampung, seperti memakai slempang sarung dan udeng, dijadikan seragam bersama untuk waktu-waktu tertentu. Terutama saat menggelar Festival kampung Lawas Maspati pada bulan Mei setiap tahunnya.
KAMPUNG LAWAS MASPATI, Wisata Sejarah di Kampung Kreatif Kota Surabaya
Foto Twitter @banggasurabaya 
Di sini juga telah tersedia penginapan kampung untuk wisatawan yang ingin menikmati suasana menginap di Kampung Lawas Maspati. Bahkan ada penginapan kampung ala homestay dan rumah yang disediakan bagi wisatawan yang ingin menginap di Kampung Lawas Maspati dengan harga yang bervariatif.

Soal tiket masuk wisata Kampung Sejarah Kampung Lawas Maspati, ada 4 jenis tiket yang disediakan tergantung paket yang diinginkan. Untuk paket termurah dengan didampingi tour guide yang akan menemani dan memberikan penjelasan tentang seluk beluk Kampung Lawas Maspati tersedia paket II seharga Rp. 15.000 (minimal 10 orang). Paket I tidak akan ditemani tour guide dengan harga tiket Rp.5000 (minimal 5 orang). Beneran murah kan tiketnya?

Saat yang tepat untuk mengunjungi Kampung Lawas Maspati adalah bulan Mei. Pada bulan Mei akan digelar Festival Kampung Lawas Maspati, yang dilaksanakan selama 1 hari penuh dengan menyuguhkan banyak keunikan wisata tengah kota ini, termasuk wisata kuliner

Melalui Festival Kampung Lawas Maspati ini kita akan diperkenalkan suasana Surabaya tempoe doeloe dengan sajian berbagai bazar makanan, souvenir, lomba permainan tradisional dan hiburan lawas. Kuliner khas asli Kota Pahlawan juga akan tersaji lengkap pada acara tersebut, seperti kue Rangin, Semanggi hingga Arum Manis yang biasa dijajakan oleh pedagang dengan memainkan biola

Sayangnya belum ada informasi kapan tepatnya acara Festival Kampung Lawas Maspati 2019 akan digelar. Kemungkinan besar awal bulan Mei karena bertepatan dengan masuknya awal bulan Ramadhan (bulan puasa).

PegiPegi Tiket Pesawat Murah Ke Surabaya

TIKET PESAWAT MURAH KE SURABAYA

Jika informasi Festival Kampung Lawas Maspati 2019 telah diumumkan, kita dapat segera mengatur jadwal perjalanan ke Surabaya. Mengatur jadwal keberangkatan dan booking tiket pesawat ke Surabaya sudah bukan masalah rumit, kita bisa memantau harga tiket pesawat murah di web atau aplikasi PegiPegi dengan tampilan yang sederhana dan mudah dipahami.

Tinggal tentukan bandara keberangkatan dan tujuan lalu pilih tanggal keberangkatan yang diinginkan, voila! harga tiket pesawat murah sampai mahal dari berbagai maskapai sudah tertera lengkap dengan jadwal jam keberangkatan - perkiraan tiba, durasi penerbangan dilengkapi keterangan transit, fasilitas bagasi dan harganya.

PegiPegi Tiket Pesawat Murah Ke Surabaya
Selain melalui web PegiPegi, kita juga bisa instal aplikasinya agar lebih mudah memantau harga tiket murah ke Surabaya dan kota lainnya. Aplikasi PegiPegi ini selain ringan dan tanpa iklan, kita juga bisa mencoba menu Promo Bulanan untuk melihat kemungkinan adanya tiket pesawat murah yang pas dengan jadwal keberangkatan. Bisa juga dilihat dari hasil list pencarian, di mana harga promo akan ditandai dengan tag "promo" sehingga memudahkan kita membandingkan list harga untuk mencari tiket pesawat paling murah yang tersedia.

Nah, kalau kita sudah tiba di Surabaya, maka dari Bandara ke Kampung Lawas Maspati yang berjarak sekitar 20 KM ini dapat dicapai menggunakan travel ke arah Stasiun Kereta Pasar Turi. Letak Kampung Lawas Maspati tidak terlalu jauh dari Stasiun Kereta Pasar Turi.

Begitu memasuki KAMPUNG LAWAS MASPATI maka kita akan menemukan banyak spot foto unik yang Instagramable. Juga sambutan ramah warga kepada pengunjung yang memperlihatkan kesadaran akan pentingnya kenyamanan para tamu yang datang untuk menikmati suasana Surabaya Tempoe Doeloe.

Masih banyak orang yang belum tahu destinasi wisata tengah kota ini. Jika sudah mengunjunginya, bersiaplah menjawab rasa penasaran banyak orang.

Selamat berlibur, jangan lupa piknik :)