Menengok Sejenak Jejak Budaya Sasak di Dusun Sade Rembitan Lombok

Dusun Sade Rembitan Lombok
Dusun Sade Rembitan Lombok - jualjuel.com
Dusun Sade adalah salah satu dusun di desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Dusun ini dikenal sebagai dusun yang mempertahankan adat suku Sasak. Suku Sasak Sade sudah terkenal di telinga wisatawan yang datang ke Lombok. Ya, Dinas Pariwisata setempat memang menjadikan Sade sebagai desa wisata. Ini karena keunikan Desa Sade dan suku Sasak yang jadi penghuninya.

Sebagai desa wisata, Sade punya keunikan tersendiri. Meski terletak persis di samping jalan raya aspal nan mulus, penduduk Desa Sade di Rembitan, Lombok Tengah masih berpegang teguh menjaga keaslian lingkungan desa dan tradisinya.

“Sade artinya obat. Kami menganggapnya obat kesadaran. Semoga orang yang berkunjung ke Sade menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya,” tutur seorang warga. Desa yang telah bertahan hingga generasi ke-15 ini masih menjaga tradisi luhur Suku Sasak dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam dari pusat kota Mataram, saya sampai di desa adat Sade Rembitan yang berada di Lombok Tengah. Hentakan semangat dari Gendang Beleq yang dimainkan para lelaki setempat seakan menyambut kedatangan saya.

Sejak dibuka untuk kunjungan wisata hampir tiga dekade lalu, Sade Rembitan perlahan menjadi destinasi tak terlewatkan bagi mereka yang bervakansi ke Lombok.

Rumah dan lumbung di Dusun Sade Rembitan Lombok
Rumah dan lumbung di Dusun Sade Rembitan - wisatadilombok.com

Keunikan Rumah Dusun Sade Rembitan Lombok

Rumah-rumah di Dusun Sade masih menggunakan arsitektur yang diwariskan turun-temurun. Rumah adat Sasak ini terdiri dari tiga bilik. Ruangan paling depan disebut sesangkok yang berfungsi sebagai ruang tamu. Pintu utama dibuat rendah sehingga tamu harus menundukkan kepala ketika hendak masuk rumah. 

Hal ini mengandung filosofi bahwa tamu hendaknya menghormati sang pemilik rumah. Dua bilik lainnya disebut bale dalem dan dalem bale. Bale dalem berfungsi sebagai ruang tidur anak gadis sekaligus dapur. Sementara dalem bale digunakan sebagai ruang ibadah dan ruang bersalin saat ada anggota keluarga yang melahirkan. 

Apabila ada warga yang ingin membangun rumah baru atau memperbaiki rumah lama, hampir semua warga desa ikut terlibat. Sebagian besar bahan bangunan berasal dari material alami. Atap rumah terbuat dari alang-alang atau rumput gajah, dinding terbuat dari anyaman bambu, kerangka rumah terbuat dari kayu, dan lantainya berupa tanah liat. 

Uniknya, seminggu sekali lantai rumah dipel dengan kotoran kerbau yang masih segar. Rupanya lapisan kotoran kerbau di lantai rumah memiliki khasiat hebat. Saat matahari terik, lantai rumah dapat menyerap panas sehingga ruangan tidak gerah. Sebaliknya, saat malam terasa dingin menusuk, lantai rumah melepaskan panas sehingga ruangan menjadi hangat. Selain itu, campuran kotoran kerbau mampu mengusir nyamuk.

Menenun Kain Tenun Sasak di Dusun Sade Rembitan Lombok
Menenun

Kain Tenun Sasak

Masyarakat Sade piawai menghasilkan kerajinan tangan bernilai seni tinggi. Salah satu produk yang banyak dicari oleh wisatawan adalah kain tenun ikat dan songket khas Sasak. Dalam budaya Sasak, hanya kaum hawa yang diperbolehkan menenun. Sejak usia delapan tahun anak gadis sudah diajari membuat kain tenun Sasak. 

Proses menenun dimulai dari memintal benang, memberi warna dengan bahan-bahan alami, hingga menenun benang menjadi kain dengan corak dan detail menawan hingga menjadi Kain Tenun Sasak yang eksotis. Gadis yang belum bisa membuat kain tenun belum diperbolehkan menikah. 

Ada beragam cara untuk mengungkapkan cinta. Bagi pemuda Sade komitmen untuk menikahi gadis pujaan ditunjukkan dengan cara menculiknya. Tentu bukan untuk niat jahat, melainkan melarikan untuk membuktikan bahwa dia sanggup menjaga dan melindungi calon pasangan hidupnya. 

Keesokan harinya, si pemuda akan menemui ayah sang gadis untuk menyampaikan niat menikah sekaligus meminta restu. Setelah akad nikah, prosesi diakhiri dengan upacara nyongkolan yaitu iring-iringan pengantin menuju rumah keluarga mempelai wanita.

Bagi saya, berkunjung ke Sade Rembitan adalah tentang pengalaman menyaksikan di mana kearifan budaya dapat berdampingan dengan kehidupan modern. Semoga Dusun Sade Rembitan ini dapat terus eksis dan menjadi destinasi wisata unggulan di Lombok tanpa kehilangan jati diri dan tradisi kearifan lokal warisan leluhur Budaya Sasak, Lombok Nusa Tenggara Barat.

Sumber: Adhi Kurniawan | MK Vol. XI No. 101 / Februari 2016


5 Tips Agar Kembali Semangat Ngeblog Setelah Liburan


Satu minggu, kira-kira, sebelum libur Idul Fitri 2019 tiba, saya sudah libur nge-blog. Alasannya? Ya ingin fokus ibadah dan membereskan banyak hal urusan perasaan rumah tangga, khas, menjelang Idul Fitri. Maklum, ada lembaran seng yang harus diganti. Haha. Kayak kuli bangunan dooonk. Ketimbang nge-blog-nya tidak fokus, lebih baik libur dulu kan. Saya yakin banyak dari kalian yang juga meliburkan diri dari ranah blog menjelang Idul Fitri kemarin. Terutama blogger perempuan. Tidak hanya melulu menyiapkan kudapan, tapi membersihkan rumah, mengganti gorden, membuat to do list termasuk membayar zakat, sampai belanja ini itu keperluan hari raya. Superwoman!

Baca Juga: 5 Patterns

Kapan kembali dari liburan nge-blog? Tergantung sih. Kalau saya memilih tepat di awal minggu. Jadi, Senin minggu kemarin saya sudah mulai kembali nge-blog dan mengisi blog ini dengan konten khusus HOREDAY: Kisah-Kisah Saat Horeday

Hampir semua orang pasti mengalami kemalasan tingkat akut setiap kali liburan selesai, baik libur umum yang ditetapkan oleh sekolah dan kantor masing-masing, maupun libur nge-blog yang ditetapkan sendiri melalu Surat Keputusan Libur Nge-blog. Saya termasuk di dalamnya. Setiap kali menghidupkan laptop, larinya pasti nge-game. Kalau tidak nge-game pasti nonton filem atau serial. Mau traveling, waktunya nanggung. Parah banget pokoknya. Kalau dibiarkan, saya yang merugi, karena kurang produktif menulis dan membikin otak sumpek. Hal ini tidak boleh dibiarkan! Harus dilawan!

Perlawanan itu kemudian menjadi bahan dasar tulisan ini ... hehe ... tips agar kembali semangat nge-blog setelah liburan.

1. Lebih Rajin Menengok Blog


Selama liburan, tidak bisa dipungkiri, kita menikmati kehidupan fana dan melupakan sejenak blog ini. Hayo unjuk jari yang juga begitu! Hehe. Saya sendiri lebih sering di rumah saja dan memeriksa to do list. To do list ini dipegang sama Thika Pharmantara dan Enu (teman si Thika yang tinggal di rumah). Setiap hari bakal nanya ke mereka: apa yang sudah, apa yang belum? Atau, mereka yang bakal bilang ke saya: hari ini jadwal kita membikin stik keju, Ncim. Yang seperti itulah.

Tapi, pada tanggal 7 Juni 2019, setelah Idul Fitri hari kedua, saya mulai membuka tautan blog sendiri. Mulai melihat banyaknya sarang laba-laba haha. Kemudian, saya juga mulai membuka e-mail untuk memeriksa pemberitahuan ini itu. Maka, menyuntik semangat nge-blog pada diri sendiri, saya mulai membikin daftar kegiatan selama liburan. Ini bermanfaat sebagai bahan dasar menulis/konten blog. Kalau bukan diri kita sendiri, siapa lagi?

2. Bikin Daftar Kegiatan Selama Liburan


Membikin daftar kegiatan selama liburan itu menyenangkan. Bagi saya, liburan Idul Fitri 2019 sangat penuh berkah dan cerita. Banyak sekali kegiatan bermanfaat selain menyiapkan ini itu untuk menyambut hari raya. Tidak perlu semua kita catat/daftar sebagai bahan menulis usai liburan, cukup yang penting-penting saja. Misalnya, saya harus menulis tentang tamu-tamu spesial yang datang ke rumah, piknik Idul Fitri hari kedua, sampai paket kiriman dari Ilham Himawan. Yang tidak perlu detail saya tulis adalah tentang kudapan tradisional/pasar yang juga disuguhkan di meja *ngikik*. 

3. Menulis Seri (Horeday)


Bukan rahasia lagi, blog saya mempunyai tema harian. Tapi tahun ini saya kembali dari liburan dengan cerita-cerita yang bukan tema harian. Kembali pada poin  nomor dua di atas, saya sudah punya daftar kegiatan selama liburan, daftar-daftar itu harus ditulis lah. Ibarat dunia stand up comedy, premisnya ada, tinggal bangun set up dan ciptakan punch line. Salah satu Horeday adalah tentang sharing public speaking dan dunia stand up comedy. Ya ya ya baiklah, saya sertakan saja semua seri Horeday di sini.

Horeday #1: The Legend Cookies Choco & Cheese Stick
Horeday #2: Sharing Public Speaking dan Dunia SUC
Horeday #3: Pharmantara Big Family and Happy Eid Raya
Horeday #4: Tamu-Tamu Spesial di Hari Super Spesial
Horeday #5: Piknik Encim and The Gank di Pantai Aeba'i
Horeday #6: Well Done! I Finished My Stone Project
Horeday #7: Rejeki Anak Solehah dari Makassar

Kisah-kisah Horeday memang sangat personal yang bahkan mungkin sangat tidak bermanfaat bagi kalian yang membacanya. Tapi saya suka. Hehe.

4. Kembali Pada Tema Harian


Hyess. Setelah menulis apa-apa di luar kebiasaan harian blog ini, saya kembali pada tema harian. Semacam prolog yang telah selesai dilanjutkan dengan cerita inti. Selamat datang kembali #SeninCerita, #SelasaTekno, #RabuDIY, #KamisLima, #PDL di hari Jum'at, dan #SabtuReview

5. Kembali Blogwalking


Inilah kegiatan yang belum sempurna saya lakukan. Ternyata tahun ini setelah Idul Fitri saya harus sedikit renggang blogwalking karena dinding dapur yang rubuh akibat perbuatan akar pohon yang jahat. Tapi, terima kasih akar pohon ... pada akhirnya dapur basah, bagian paling belakang rumah, kini memiliki wajah baru. Yuhuuuu.

⇜⇝

Semoga lima tips di atas dapat membantu kalian untuk kembali semangat nge-blog. Saya sendiri punya satu bonus yaitu Kelas Blogging Tuteh yang anggotanya mulai rajin menyetor tautan tulisan baru yang di pos di blog mereka. Kerennya lagi tulisan mereka sesuai dengan ilmu akademik yang dipelajari di bangku kuliah: antara budaya dan fisika misalnya. Kan bagus itu ... suka sekali pokoknya. Nanti saya bakal mengulas tentang mereka. Insha Allah.

Baca Juga: 5 Youtuber Ende

Bagaimana dengan kalian kawan? Tetap semangat nge-blog?



Cheers.

Transportasi Bandara Mudah Dan Aman Dengan Golden Bird

Kopdar Blogfam di Bandara Ngurah Rai Bali
Meskipun bukan traveler dengan schedule tetap, misalnya traveling setiap tiga bulan sekali, saya termasuk orang yang doyan traveling ke berbagai kota di Indonesia. Karena, Indonesia sungguh luas dan indah. Rugi kalau sampai tidak menyempatkan waktu dengan mencicil traveling ke setiap jengkal negara kepulauan ini. Sebagai orang yang doyan traveling, tentu saya senang banget berteman dengan orang yang juga doyan traveling. Selalu ada cerita baru dan referensi yang dibagi bersama seperti harga tiket, transportasi lokal, atraksi wisata, kuliner lokal, hingga relasi lokal yang bisa menjadi guide sekalian bersedia rumahnya dijadikan tempat inap gratis.

Beberapa kali traveling ke kota lain di Indonesia, seperti Kota Ende di Pulau Flores dan Kota Denpasar di Pulau Bali, saya selalu diterima dan dijamu dengan baik oleh teman-teman di kota bersangkutan. Dengan senang hati mereka bakal menjemput di bandara. Bahkan ada pula yang rela menunggu di bandara berjam-jam karena jadwal penerbangan ke kota mereka delay akibat cuaca buruk. Bagi teman yang tinggal di Kota Ende, misalnya, menunggu di bandara bukan masalah karena Ende adalah kota kecil dengan jarak tempuh super singkat karena panjang kotanya hanya sekitar sepuluh kilometer saja. Jujur, sikap tuan rumah ini membenamkan utang budi pada saya pribadi. Lantas muncul pertanyaan, bagaimana jika mereka traveling ke Jakarta? Otomatis saya yang tinggal di Bekasi tidak mungkin menunggu atau menjemput mereka di Bandara Soekarno-Hatta karena lumayan jauh dan rawan macet yang sangat membuang waktu. 

Beruntung, zaman sekarang lini transportasi termasuk transportasi lokal bukan perkara pelik lagi. Terutama Ibu Kota Indonesia, Jakarta. Sehingga kalau ada teman traveler yang hendak ke Jakarta, perorangan atau berkelompok, cukup temukan tiket Golden Bird Jakarta. Kenapa saya menulis perorangan atau kelompok? Karena salah satu keunggulan dari Golden Bird, selain banyaknya pilihan jenis transportasi, penumpang tidak dihitung per orang tetapi per kendaraan. Tarifnya juga sangat terjangkau dengan perhitungan all-in-one. Artinya, tarif yang dibayarkan itu sudah termasuk biaya tol, parkir, BBM, dan sopir. Penting untuk diketahui, Golden Bird merupakan salah satu layanan jasa dari P.T. Blue Bird Tbk. 

Transportasi Bandara Mudah Dan Aman Dengan Golden Bird
Waktu mengetahui tentang layanan Golden Bird ini, teman saya asal Kota Ende di Pulau Flores memprotes, sekaligus senang. Memprotes karena di tempat asalnya belum ada layanan jasa Golden Bird. Senang karena tidak perlu merepotkan saya atau teman lain menjemput di Bandara Soekarno-Hatta. Maklum, kekuatiran selalu ada apalagi setiap kali membaca berita kejahatan yang terjadi di dalam transportasi umum. Dengan layanan jasa Golden Bird ini, dia dan teman-teman traveler lain dari luar Jakarta tidak perlu kuatir atau was-was lagi, karena selain kenyamanan, keamanan pun terjamin.

Selain nyaman dan aman, keuntungan lain menggunakan layanan jasa Golden Bird adalah tarif yang berlaku transparan – terjangkau – wajar dan sudah all-in-one. Lokasi penjemputan dan penurunan penumpang jelas dan berlaku selama 24 jam! Saya bisa membayangkan penerbangan dari Kota Ende ke Kota Jakarta; berangkat dari Kota Ende pukul 08.00 WITA, via Denpasar/Surabaya, lantas tiba di Jakarta pukul 18.00 WIB. Itu belum dihitung delay yang bisa menyebabkan teman saya tiba di Jakarta pukul 22.00 WIB. Ketimbang pusing tujuh keliling, gunakan Golden Bird saja! Asalkan pemesanan melalui Traveloka sudah dilakukan jauh-jauh hari.

Langkah-langkah untuk memesan layanan jasa Golden Bird pun mudah karena sebelumnya dapat dipesan melalui Traveloka. Cukup buka aplikasi Traveloka di gawai, lalu pilih menu Antar Jemput Bandara, kemudian isi formulir yang tersedia dan ikuti alurnya hingga pembayaran. Selesai. Sekali lagi harus diingat, pemesanan melalui Traveloka sudah dilakukan jauh-jauh hari. Oh iya, kabar baiknya, sering ada harga promo yang ramah di kantong loh.
Transportasi Bandara Mudah Dan Aman Dengan Golden Bird
Golden Bird memang sangat mempermudah urusan jemput-menjemput teman traveler yang tiba di Jakarta sebelum mereka meneruskan perjalanan ke lokasi tujuan (Depok, Bekasi, dan sekitarnya). Tidak mungkin setiap minggu saya bolak-balik ke bandara hanya untuk menjemput dan mengantar teman-teman traveler ke lokasi tujuan. Kerjaan saya juga banyak. Golden Bird juga menjadikan teman-teman traveler lebih mandiri. Setidaknya saya masih bisa menjenguk mereka dan/atau mengatur jadwal mengantar dan menemani mereka jalan-jalan ke destinasi ekowisata mangrove Sungai Rindu atau ke wisata air di Situ Rawa Gede Bojong Menteng, misalnya.


Google Photos

Foto diambil dari Wikimedia.


Saya, kalian, mereka, setiap hari mendokumentasikan kehidupan. Termasuk my dearest dinosaurus yang selalu terbawa-bawa dalam blog ini. Anak sekolah, orang kantoran, ibu rumah tangga, sekuriti, pengusaha, tukang bangunan, sosialita, terutama blogger dan Youtuber, sudah pasti mendokumentasikan kehidupan. Dari lini manapun, satu jenis dokumentasi yang pasti dilakukan adalah memotret dan menghasilkan foto! Setidaknya satu foto dari satu momen yang terjadi mampu mewakili. Foto merupakan hasil dokumentasi terbanyak di dunia ini. Terutama kalau yang memotret adalah perempuan dengan aksi memotret sebanyak tigapuluh kali, menghapus sebanyak duapuluh sembilan kali, lalu kembali memotret sebanyak yang dia mampu. Bisa dapat Nobel.

Baca Juga: Music From Youtube

Di mana kita menyimpan foto? Saya pernah menulis tentang media penyimpanan daring dalam pos Penyimpanan Online. Tapi zaman dulu itu tidak semudah zaman sekarang. Zaman dulu pikiran saya pasti mengarah pada kapasitas hardisk komputer yang mulai ngos-ngosan. Pernah saya menyimpan foto di DVD, waktu itu, demi melegakan ruangan di komputer. Kemudian mulailah kenalan sama flashdisk dan hardisk. Lalu saya mulai mengenal penyimpanan daring yang ternyata pun ada batasan-batasan susila kapasitas. Ya, ada batasnya, sehingga aksi menyimpan pun terbatas.

Setiap hari saya pasti memotret dan paling sering menggunakan Xiaomi Redmi 5 Plus. Kapasitas gawai yang saya pakai ini adalah 32GB tapi sudah dipotong ini itu semacam potongan pajak hadiah lomba. Aplikasi dan data aplikasi memakan ruang sebesar 9,37GB dan file lainnya itu mengunyah ruang sebanyak 5,27GB. Aktivitas memotret sering membikin gawai kepenuhan. Duh ... itu yang difoto apa saja sih!? Hehe. Yang jelas untuk keperluan pekerjaan saya lebih memilih gawai ketimbang kamera DSLR karena kemudahan dan kecepatan mengunggahnya ke berbagai media sosial. Yang lainnya ... foto (dan video) tidak jelas *ngikik*.

Masalah yang saya hadapi sebelumnya adalah ada begitu banyak foto yang bisa dipakai buat mempermanis pos blog. Menghapus foto yang sudah ada demi mengisi ruang dengan foto baru tentu bikin perasaan menjadi rela-tak-rela begitu. Hiks.

Untunglah semua pengguna Android (saya tidak tahu dengan pengguna iOS karena saya tidak pakai produk itu) boleh bersenang-senang dengan adanya layanan Google Photos. Sampai dua tahun lalu saya tidak begitu memedulikan Google Photos. Sampai kemudian saya kehilangan momen liputan (pekerjaan) gara-gara memori kepenuhan. Pada akhirnya saya menjadi orang yang paling gemar memotret dan merekam video tanpa perlu kuatir ini itu karena layanan Google Photos sangat membantu baik dalam hal pekerjaan maupun kesenangan saya nge-blog.

Langkah-langkah yang saya lakukan adalah sebagai berikut:

1. Memotret Sepuasnya


Kan sudah ada Google Photos. Saya tidak perlu kuatir memori kepenuhan! Karena toh setiap pagi galeri saya sudah kosong dan siap mengisi foto dan video baru. Saya juga tidak perlu sedikit-sedikit ngecek galeri gawai buat menghapus foto yang blur atau bocor. Itu bisa dilakukan nanti setelah pulang ke rumah.

2. Mengunggah/Backup Foto dan Video ke Google Photos


Pengaturan di gawai saya: foto-foto dan video dari gawai baru boleh terunggah ke Google Photos setelah ada koneksi Wi-Fi. Setiap berada di rumah, setelah koneksi internet diganti dari paket data ke Wi-Fi, mulailah satuper satu foto dan video terunggah ke Google Photos. Kalau sudah komplit di-backup, bakal ada pemberitahuan: Hapus sekian MB/GB dari perangkat.


Pada gambar di atas, apabila proses backup belum selesai atau sedang berjalan, maka pemberitahuan untuk menghapus sekian MB/GB dari perangkat pun sesuai dengan foto dan video yang sudah di-backup saja. Contoh di atas, ada 640 MB foto yang di-backup, maka ruang yang bisa saya bebaskan di galeri ya sebesar itu.

Anggap saja Google Photos adalah bank foto dan video milik pribadi.

3. Ambil Kapan Saja Saat Butuh


Saya selalu nge-blog, terutama saat mengetik konten/pos blog, menggunakan laptop. Kalau blogwalking sih saya tidak masalah menggunakan gawai. Ini hanya masalah kebiasaan saja. Google Photos mempermudah saya nge-blog. Proses unggah atau backup foto dan video ke Google Photos memang dilakukan melalui gawai, tapi saat nge-blog menggunakan laptop saya bisa langsung mengetik tautan http://photos.google.com maka dengan sendirinya bank foto dan video pribadi itu membuka. Oh ya, tentu langsung membuka ke akun saya karena Chrome di laptop saya tidak pernah log out dari akun Google/Gmail.

Foto yang saya butuhkan tinggal saya unduh dari Google Photos, tersimpan dengan manisnya di laptop dan menunggu untuk dieksekusi: crop dan tanda air. Selesai. Kalau fotonya sudah tidak dipakai lagi, ya tinggal hapus saja dari laptop. Sama juga sih kalau kalian nge-blog menggunakan gawai, kalau sudah selesai dipakai fotonya, bisa dihapus saja dari gawai. Bahkan, jika foto dan video tersebut sudah benar-benar tidak dipakai lagi, bisa juga dihapus dari Google Photosnya.

Asyik kan? 

Google Photos sangat membantu terutama untuk pos blog travel. Tahulah blog travel butuh banyak foto sementara menulisnya tidak setiap hari seperti blog ini. Kapanpun stamina saya siap untuk menulis perjalanan ke sana sini, tinggal buka Blogger, lalu buka Google Photos untuk memilih fotonya. Tidak perlu repot mencolok gawai ke laptop dan mengkopi foto dan video lagi.

Yaaaah bagi saya Google Photos telah sukses menekan angka colok-colokan antara gawai dengan laptop. Haha! Asalkan kalian memang menggunakan metode *tsaaaah metodeeee* yang saya pakai di atas.

Dengan demikian bisa melegakan ruang penyimpanan di gawai sampai 65%. Itu angka yang fantastis bagi saya. Pernah juga gawai saya legaaa sekali sampa sekitar 50% dari ruang penyimpanan yang 32GB sudah dipotong pajak aplikasi bawaan dan instalan. Dan, kapanpun saya membutuhkan foto dan video, tinggal unduh saja dari Google Photos, setelah selesai digunakan bisa langsung dihapus saja dari laptop. Menurut saya pribadi, ini adalah cara termudah bagi saya mengamankan foto dan video, serta cara termudah saya nge-blog.

Baca Juga: Pemateri Blog

Seperti biasa ... pertanyaan dari saya ... apakah kalian juga menggunakan metode yang kira-kira sama dengan yang saya gunakan? Hyuk bagi tahu di komen!




Cheers.

PBSI Belajar Nge-blog


Sabtu, tepatnya tanggal 18 Mei 2019, saya terjaga setelah berdamai dengan hasrat untuk terus menggumuli ranjang. Pukul 07.30 Wita saya baru selesai mandi, untungnya tidak lupa menggosok gigi, sedangkan puluhan mahasiswa sudah menunggu sejak pukul 07.00 Wita di Aula Lantai III Gedung Rektorat Universitas Flores (Uniflor). Buru-buru selesaikan dandanan *halaaah* maksudnya bergegas memakai jilbab dan sepatu. Lantas Onci membantu saya menyiapkan laptop, charger, mouse, serta mengeluarkan sepeda motor ke teras. Berangkat! Tentu sambil berdoa agar saya masih bisa menjaga keseimbangan mengingat waktu tidur yang kurang. Hanya dua jam. Payahnya saya lupa gawai di sofa ruang tamu. Ya harus kembali mengambilnya karena sayur tanpa garam itu biasa tapi hidup tanpa gawai seharian itu luar biasa ha ha ha.

Baca Juga: SUC Endenesia #1

Puluhan mahasiswa yang sudah menunggu di Aula Lantai III Gedung Rektorat Uniflor dengan mengenakan jas almamater biru itu seakan menampakkan wajah lega setelah melihat kedatangan saya, pun Ibu Sherly dan Ibu Sekretaris Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Maaf, itu kata pertama saya saat membuka kegiatan, karena bukan kesengajaan saya terlambat hampir satu jam dari kesepakatan. 

Ya, Sabtu kemarin, tepatnya tanggal 18 Mei 2019, saya diminta untuk memberikan pelatihan blog kepada mahasiswa Prodi PBSI - FKIP - Uniflor. Sebelumnya, Sabtu 4 Mei 2019, saya diminta menjadi pemateri blog oleh Fakultas Teknologi Informasi (FTI) kepada mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah (dan Prodi Pendidikan Fisika) yang ceritanya bisa dibaca di pos berjudul Pemateri Blog. Karena target atau pesertanya masih dari lini mahasiswa, saya tidak perlu membikin lagi materi baru, cukup dengan materi yang sudah dipakai Sabtu 4 Mei 2019 itu. Kalau dengan Prodi PBSI saya diminta langsung oleh pihak prodi (personal), maka dengan Prodi Pendidikan Sejarah saya diminta melalui FTI atas kerja sama antara Prodi Pendidikan Sejarah dengan FTI (saya bagian dari FTI).

Blogging is Fun and Easy


Masih materi yang sama: Blogging is Fun and Easy. Blogging memang fun and easy, termasuk gaya menyampaikan materi tersebut, harus fun and easy. Alhamdulillah waktu yang diberikan itu empat jam, waktu yang cukup panjang untuk mengenal blog - membikin blog - mengelola dashboard, sehingga proses penyampaian materi jauh lebih pelan, santai, dan lebih sabar menunggu proses. Tidak perlu terburu-buru. Diselingi dengan jokes ringan supaya peserta tidak bosan. Beberapa peserta saya panggil ke depan, temani saya di depan, menggunakan jaringan hotspot pribadi saya haha. Internet yang disediakan sudah sangat mumpuni, memang, tapi dipakai oleh terlalu banyak gawai.


Seperti biasa saya selalu menampilkan blogger yang kini lebih dikenal sebagai komika; Raditya Dika. Apa kesamaan saya dan Raditya Dika? Sama-sama blogger; kemudian Raditya Dika menjadi komika dan saya menjadi karatan. Haha. Pembukaan seperti itu memang disengaja untuk syok terapi bagi peserta. Dilanjutkan dengan pengenalan blog; apa itu blog, blog ber-niche dan blog gado-gado serta contohnya, blog gratisan dan blog berbayar beserta contohnya, sampai ragam platform blog yang dikenal luas dan dimanfaatkan oleh penghuni Planet Bumi. Dan ya, saya memberikan pelatihan membikin blog di Blogger. Platform untuk semua blog saya.

Tidak semua peserta membawa laptop tapi semua membawa gawai sehingga ada peserta yang membikin blog menggunakan laptop dan ada yang menggunakan gawai. Antusias belajar peserta sungguh luar biasa. Setelah blog dibikin, tugas peserta adalah mengisinya dengan satu pos tentang pelatihan blog bersangkutan. Saya memberi mereka waktu dua puluh menit mengingat sebagian besar peserta menggunakan gawai sehingga kecepatan menulis pasti tidak secepat menggunakan laptop. Dua puluh menit cukup lah menurut saya.


Yang tidak saya sangka kegiatan pelatihan blog itu dihadiri oleh Bapak Drs. Yohanes Sehandi, M.Si. Atasan saya dulu di UPT Publikasi dan Humas Uniflor. Beliau yang mengajarkan saya cara membikin berita baik berita panjang, feature, hingga flash news. Dan saya adalah orang yang mengajarkan beliau blog. Tidak disangka blog beliau masih terkelola dengan baik hingga sekarang dengan pembaca yang sangat banyak! Tulisan-tulisannya itu memang 'berat' tapi banyak pengunjung setianya. Yang paling saya ingat dari Pak Yan setelah beliau nge-blog adalah beliau selalu berkata bahwa blog adalah koran pribadi dan tempat menyimpan data-data tulisan (draf) sehingga tidak perlu kuatir kalau flashdisk-nya eror lagi. Mantap sekali Pak Yan ini kan ya. 



Setelah pos pertama para peserta dipublikasikan, tugas peserta adalah mengirimkan tautan blog ke nomor WA saya. Gunanya adalah saya bisa mencatat tautan blog mereka tersebut sekaligus menawarkan Kelas Blogging Tuteh untuk pelajaran lanjutan apabila mereka berminat. Alhamdulillah semakin banyak mahasiswa yang tahu blog dan antusias sekali bertanya, karena saya tanamkan pada mereka, bahwa modal untuk menulis sudah ada secara mereka adalah anak sastra! Jadi, mereka bisa mengisi blog dengan puisi, kritik cerpen/novel, dan lain sebagainya. Saya bilang: menulis adalah kekuatan terbesar mahasiswa PBSI, manfaatkan itu dengan sebaik-baiknya melalui blog.

Bagi kalian, mungkin blog bukanlah sesuatu yang baru lagi, tapi bagi sebagian orang lainnya, blog merupakan sesuatu yang benar-benar baru. Mereka bahkan mungkin tidak pernah tahu bahwa informasi yang dibaca di internet itu bersumber dari sebuah blog personal, dan mereka mungkin tidak pernah tahu bahwa mereka bisa menjadi si pemberi informasi pula. Tentu, melalui blog personal pula.

Selingan Oleh SUC Endenesia


Inilah yang sejak dulu ingin saya lakukan. Kegiatan mahasiswa, santai dan menyenangkan, pun ada hiburannya. Hiburan musik sudah biasa tapi hiburan stand up comedy itu baru pertama kali terjadi di Uniflor. Atas kerja sama dengan SUC Endenesia ada lima komika yang tampil pukul 11.30 Wita. Mereka adalah Udo, Sultan, Tulen, Adara, dan Willy. Hendra, karena masih ada kuliah, akhirnya hanya bisa menonton dari bagian belakang aula. 


Menariknya, dua komika adalah jebolan Prodi PBSI Uniflor yaitu Sultan dan Willy. Tentu ini membikin peserta pelatihan blog semakin riuh bertepuk tangan. Ada kebanggaan doooonk. Riuh sekali pokoknya. Awalnya ada ketakutan dalam diri saya ... apakah nanti para peserta ini tertawa dengan stand up comedy dari komika SUC Endenesia? Terus terang, ini adalah penjajalan kami terhadap penonton di luar penonton tetap di Miau Miau Cafe. Ternyata kekuatiran saya tersapu ... Pak Yan saja sampai tertawa sambil geleng-geleng kepala.

Nantikan semua videonya di Youtube ya :)


Bagi saya, menjadi pemateri blog merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan. Kapan pun saya diminta, dan jika waktunya tepat, mari yuk! 

Terimakasih kepada Bapak Kaprodi PBSI Dr. Yosep Demon, M.Hum. yang telah meminta saya menjadi mentor untuk pelatihan blog kepada para mahasiswa PBSI Semester 2 dan Semester 4. Terimakasih Ibu Sekpro PBSI dan Ibu Sherly yang telah menghubungi saya untuk inisiasi awal, menentukan tempat, hingga estimasi waktu. Sehingga akhirnya kegiatan ini terlaksana dengan baik. Pun terima kasih kepada SUC Endenesia yang telah menghibur kami semua hari itu. Dan tentu saja, terima kasih kepada semua peserta pelatihan blog yang dengan setia menunggu sejak pukul 07.00 Wita hingga kegiatan berakhir pukul 12.30 Wita. Love you all!

Baca Juga: Pola Timbal Balik

Semoga bermanfaat!



Cheers.

PBSI Belajar Nge-blog


Sabtu, tepatnya tanggal 18 Mei 2019, saya terjaga setelah berdamai dengan hasrat untuk terus menggumuli ranjang. Pukul 07.30 Wita saya baru selesai mandi, untungnya tidak lupa menggosok gigi, sedangkan puluhan mahasiswa sudah menunggu sejak pukul 07.00 Wita di Aula Lantai III Gedung Rektorat Universitas Flores (Uniflor). Buru-buru selesaikan dandanan *halaaah* maksudnya bergegas memakai jilbab dan sepatu. Lantas Onci membantu saya menyiapkan laptop, charger, mouse, serta mengeluarkan sepeda motor ke teras. Berangkat! Tentu sambil berdoa agar saya masih bisa menjaga keseimbangan mengingat waktu tidur yang kurang. Hanya dua jam. Payahnya saya lupa gawai di sofa ruang tamu. Ya harus kembali mengambilnya karena sayur tanpa garam itu biasa tapi hidup tanpa gawai seharian itu luar biasa ha ha ha.

Baca Juga: SUC Endenesia #1

Puluhan mahasiswa yang sudah menunggu di Aula Lantai III Gedung Rektorat Uniflor dengan mengenakan jas almamater biru itu seakan menampakkan wajah lega setelah melihat kedatangan saya, pun Ibu Sherly dan Ibu Sekretaris Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Maaf, itu kata pertama saya saat membuka kegiatan, karena bukan kesengajaan saya terlambat hampir satu jam dari kesepakatan. 

Ya, Sabtu kemarin, tepatnya tanggal 18 Mei 2019, saya diminta untuk memberikan pelatihan blog kepada mahasiswa Prodi PBSI - FKIP - Uniflor. Sebelumnya, Sabtu 4 Mei 2019, saya diminta menjadi pemateri blog oleh Fakultas Teknologi Informasi (FTI) kepada mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah (dan Prodi Pendidikan Fisika) yang ceritanya bisa dibaca di pos berjudul Pemateri Blog. Karena target atau pesertanya masih dari lini mahasiswa, saya tidak perlu membikin lagi materi baru, cukup dengan materi yang sudah dipakai Sabtu 4 Mei 2019 itu. Kalau dengan Prodi PBSI saya diminta langsung oleh pihak prodi (personal), maka dengan Prodi Pendidikan Sejarah saya diminta melalui FTI atas kerja sama antara Prodi Pendidikan Sejarah dengan FTI (saya bagian dari FTI).

Blogging is Fun and Easy


Masih materi yang sama: Blogging is Fun and Easy. Blogging memang fun and easy, termasuk gaya menyampaikan materi tersebut, harus fun and easy. Alhamdulillah waktu yang diberikan itu empat jam, waktu yang cukup panjang untuk mengenal blog - membikin blog - mengelola dashboard, sehingga proses penyampaian materi jauh lebih pelan, santai, dan lebih sabar menunggu proses. Tidak perlu terburu-buru. Diselingi dengan jokes ringan supaya peserta tidak bosan. Beberapa peserta saya panggil ke depan, temani saya di depan, menggunakan jaringan hotspot pribadi saya haha. Internet yang disediakan sudah sangat mumpuni, memang, tapi dipakai oleh terlalu banyak gawai.


Seperti biasa saya selalu menampilkan blogger yang kini lebih dikenal sebagai komika; Raditya Dika. Apa kesamaan saya dan Raditya Dika? Sama-sama blogger; kemudian Raditya Dika menjadi komika dan saya menjadi karatan. Haha. Pembukaan seperti itu memang disengaja untuk syok terapi bagi peserta. Dilanjutkan dengan pengenalan blog; apa itu blog, blog ber-niche dan blog gado-gado serta contohnya, blog gratisan dan blog berbayar beserta contohnya, sampai ragam platform blog yang dikenal luas dan dimanfaatkan oleh penghuni Planet Bumi. Dan ya, saya memberikan pelatihan membikin blog di Blogger. Platform untuk semua blog saya.

Tidak semua peserta membawa laptop tapi semua membawa gawai sehingga ada peserta yang membikin blog menggunakan laptop dan ada yang menggunakan gawai. Antusias belajar peserta sungguh luar biasa. Setelah blog dibikin, tugas peserta adalah mengisinya dengan satu pos tentang pelatihan blog bersangkutan. Saya memberi mereka waktu dua puluh menit mengingat sebagian besar peserta menggunakan gawai sehingga kecepatan menulis pasti tidak secepat menggunakan laptop. Dua puluh menit cukup lah menurut saya.


Yang tidak saya sangka kegiatan pelatihan blog itu dihadiri oleh Bapak Drs. Yohanes Sehandi, M.Si. Atasan saya dulu di UPT Publikasi dan Humas Uniflor. Beliau yang mengajarkan saya cara membikin berita baik berita panjang, feature, hingga flash news. Dan saya adalah orang yang mengajarkan beliau blog. Tidak disangka blog beliau masih terkelola dengan baik hingga sekarang dengan pembaca yang sangat banyak! Tulisan-tulisannya itu memang 'berat' tapi banyak pengunjung setianya. Yang paling saya ingat dari Pak Yan setelah beliau nge-blog adalah beliau selalu berkata bahwa blog adalah koran pribadi dan tempat menyimpan data-data tulisan (draf) sehingga tidak perlu kuatir kalau flashdisk-nya eror lagi. Mantap sekali Pak Yan ini kan ya. 



Setelah pos pertama para peserta dipublikasikan, tugas peserta adalah mengirimkan tautan blog ke nomor WA saya. Gunanya adalah saya bisa mencatat tautan blog mereka tersebut sekaligus menawarkan Kelas Blogging Tuteh untuk pelajaran lanjutan apabila mereka berminat. Alhamdulillah semakin banyak mahasiswa yang tahu blog dan antusias sekali bertanya, karena saya tanamkan pada mereka, bahwa modal untuk menulis sudah ada secara mereka adalah anak sastra! Jadi, mereka bisa mengisi blog dengan puisi, kritik cerpen/novel, dan lain sebagainya. Saya bilang: menulis adalah kekuatan terbesar mahasiswa PBSI, manfaatkan itu dengan sebaik-baiknya melalui blog.

Bagi kalian, mungkin blog bukanlah sesuatu yang baru lagi, tapi bagi sebagian orang lainnya, blog merupakan sesuatu yang benar-benar baru. Mereka bahkan mungkin tidak pernah tahu bahwa informasi yang dibaca di internet itu bersumber dari sebuah blog personal, dan mereka mungkin tidak pernah tahu bahwa mereka bisa menjadi si pemberi informasi pula. Tentu, melalui blog personal pula.

Selingan Oleh SUC Endenesia


Inilah yang sejak dulu ingin saya lakukan. Kegiatan mahasiswa, santai dan menyenangkan, pun ada hiburannya. Hiburan musik sudah biasa tapi hiburan stand up comedy itu baru pertama kali terjadi di Uniflor. Atas kerja sama dengan SUC Endenesia ada lima komika yang tampil pukul 11.30 Wita. Mereka adalah Udo, Sultan, Tulen, Adara, dan Willy. Hendra, karena masih ada kuliah, akhirnya hanya bisa menonton dari bagian belakang aula. 


Menariknya, dua komika adalah jebolan Prodi PBSI Uniflor yaitu Sultan dan Willy. Tentu ini membikin peserta pelatihan blog semakin riuh bertepuk tangan. Ada kebanggaan doooonk. Riuh sekali pokoknya. Awalnya ada ketakutan dalam diri saya ... apakah nanti para peserta ini tertawa dengan stand up comedy dari komika SUC Endenesia? Terus terang, ini adalah penjajalan kami terhadap penonton di luar penonton tetap di Miau Miau Cafe. Ternyata kekuatiran saya tersapu ... Pak Yan saja sampai tertawa sambil geleng-geleng kepala.

Nantikan semua videonya di Youtube ya :)


Bagi saya, menjadi pemateri blog merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan. Kapan pun saya diminta, dan jika waktunya tepat, mari yuk! 

Terimakasih kepada Bapak Kaprodi PBSI Dr. Yosep Demon, M.Hum. yang telah meminta saya menjadi mentor untuk pelatihan blog kepada para mahasiswa PBSI Semester 2 dan Semester 4. Terimakasih Ibu Sekpro PBSI dan Ibu Sherly yang telah menghubungi saya untuk inisiasi awal, menentukan tempat, hingga estimasi waktu. Sehingga akhirnya kegiatan ini terlaksana dengan baik. Pun terima kasih kepada SUC Endenesia yang telah menghibur kami semua hari itu. Dan tentu saja, terima kasih kepada semua peserta pelatihan blog yang dengan setia menunggu sejak pukul 07.00 Wita hingga kegiatan berakhir pukul 12.30 Wita. Love you all!

Baca Juga: Pola Timbal Balik

Semoga bermanfaat!



Cheers.

Menyiapkan Materi


Meskipun tidak semua, saya yakin ada dari kalian para pembaca yang tutehman, yang pernah membikin materi untuk kegiatan pelatihan ini itu. Om Bisot dan Kanaz, misalnya, dua blogger yang saya kenal paling rajin menjadi pemateri bertema blog, baik latihan membikin blog maupun manfaat lain dari nge-blog. Kami pernah menjadi BAT-man (Bisot, Anazkia, Tuteh) berkolaborasi demi terlaksananya Kelas Blogging NTT dan Kelas Blogging Online. BAT-man yang satu ini tidak ngeronda di Kota Gotham melainkan di WAG.


Tahun 2009, sejak Komunitas Blogger NTT dibentuk, and I don't know how the condition of this community now, saya sudah rajin wara-wiri di kancah pelatihan blog antar galaksi. Saya sadari, banyak orang yang kepo sama dunia blog, tapi setelah belajar bikin blog, banyak pula yang meninggalkannya karena tidak mampu konsisten menulis. Jangankan mereka, saya sendiri pernah tidak konsisten nge-blog. Alhamdulillah tahun 2018 kembalilah saya, si anak hilang, ke ranah per-blogger-an internasional *diseruduk dinosaurus*.


Kancah pelatihan blog menggiring saya pada malam-malam yang dingin, duduk manis di depan laptop, menyiapkan materi. 

Materi tentang blog yang saya sudah susun itu bejibun! Bayangkan, sudah berjalan sejak tahun 2009. Perlu diingat, saya tidak pernah kopas materi orang lain yang sileweran di internet, karena itu perbuatan yang merugikan diri sendiri. Saya juga tidak menggunakan materi yang sama di setiap kesempatan. Lihat dulu audiensnya (dengan demikian saya tahu materi seperti apa yang bakal disusun, menggunakan karikatur atau tidak, dan lain sebagainya), apa kebutuhan mereka, barulah saya mulai menyusun materinya.

Baru-baru ini saya dihubungi pihak Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Uniflor. FTI bekerjasama dengan Prodi Sejarah dan Prodi Fisika dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) untuk kegiatan yang berhubungan dengan multimedia. Dan saya kebagian memberikan pelatihan blog kepada para pesertanya. Oleh karena itu, kali ini saya bakal mengajak kalian mengintip cara saya menyiapkan materi kegiatan yang berkaitan dengan pelatihan blog. Seperti yang sudah saya tulis di atas, saya tidak pernah menggunakan materi yang sama. 

Setiap kegiatan pelatihan blog punya nyawanya masing-masing ... Mari kita cek ...

Judul


Judul ini penting. Meskipun materinya sama-sama tentang belajar bikin blog atau pelatihan blog, tapi judulnya pasti beda. Pernah saya memakai judul: Mengenal Blog dan Manfaatnya. Pernah juga memakai judul: Apa Itu Blog? Klasik sekali kan ya hahaha *terdengar irama Sonata No 11*. Untuk kegiatan kerjasama FTI dan Prodi Sejarah dan Prodi Fisika, saya menyusun materi baru. Menyusunnya pun tidak selekas jadi, melainkan per tahap, agar hasilnya baik.

Judul apa yang saya pakai kali ini?


Blogging is Fun and Easy. Itu judul yang saya pakai untuk materi baru ini. Alasannya? Karena peserta rata-rata adalah mahasiswa, sehingga perlu menentukan judul yang menarik minat mereka, semacam shock therapy melalui judul. Kenapa pakai bahasa Inggris? Karena lebih singkat saja.

Memilih Template dan Kustomisasi


Sudah pasti saya menyiapkan materi menggunakan Power Point. Ini bagian tersulitnya. Karena apa? Karena template merupakan jalan panjang menuju akhir pelatihan sehingga harus 'bersih' dan 'menarik'. Sudah sering saya berburu template gratisan di internet. Bahkan di laptop pun ada folder khusus template Power Point. Tapi toh ... tetap saja saya kembali ke hutan belantara internet untuk berburu haha. Semacam ada kepuasan tersendiri, sekalian cuci mata, setiap kali berburu template Power Point.

Baca Juga: LED For Camera

Tahukah kalian? Template yang bertema blog itu sangat sulit didapat. Entah saya yang menggali kurang dalam atau memang demikian adanya. Kalaupun ada template tentang blog, sudah pasti berbayar. Oleh karena itu, biasanya saya akan mengkustom template unduhan. Mengganti huruf, mengganti tata letak, dan mengganti gambar, agar sesuai dengan materi kita. Alhamdulillah saya menemukan template bernama Jaques - Slide Carnival. Meskipun bukan template tentang blog, tapi kebutuhan saya bisa dipenuhi oleh template yang satu ini. 

Beberapa hasil mengkustom:

Halaman profil. 

Halaman sub-materi.

Halaman materi (dengan gambar berbeda-beda). 

Saya jatuh cinta sama template ini. Banyak ikon-ikon/gambar yang disediakan pada dua halaman terakhir. Jadi tinggal pilih mau pakai ikon/gambar yang mana, dari bawaan template. Pun gambar dari luar template.

Gambar Pendukung


Sebuah materi tentu membutuhkan gambar pendukung. Bukan gambar materi, itu beda, melainkan gambar pendukung. Contohnya karikatur. Kenapa harus pakai gambar pendukung? Karena sesungguhnya materi pada Power Point itu dasarnya cuma gambar-gambar saja, dengan penjelasan panjang-lebar dari si pembawa materi. Tapi karena you know lah, materi saya juga banyak tulisannya, haha. Saya belum mencapai tahap materi bergambar only. Nantilah ... belajar.

Materi Itu Sendiri


Menyiapkan materi gaya saya ... setelah tiga hal di atas sudah terkumpul dalam satu folder, barulah saya mulai menyusun materinya baik materi tulisan maupun materi gambar. Mungkin beda dengan gaya kalian yang menyusun materinya terlebih dahulu baru kemudian mempercantiknya. Mana-mana suka, sih ... kembali pada kenyamanan masing-masing.

Khusus materi blog, bisa saja saya mengkustom materi lama, tapi bisa juga saya membikin materi baru melalui proses screen shoot dan croping untuk menghasilkan gambar berformat JPG seperti contoh di bawah ini:


Menyiapkan materi tidak bisa sekali jadi, mungkin karena saya kuatir ada kurang sana sini, makanya sering banget ngecek dari halaman pertama meskipun proses sudah mencapai halaman duapuluh. Tapi itu menyenangkan. Sungguh.


Jadi demikian cara/gaya saya menyiapkan materi bakal pelatihan blog. Urutannya selalu sama. Mulai dari judul, kemudian rempong mencari template Power Point dan mengkustomisasi, lantas mencari gambar-gambar pendukung, dan terakhir menyusun materi intinya. Ada kepuasan tersendiri ketika selesai. Tapi, tidak berhenti di situ. Saya masih melatih ulang diri ini untuk membawakan materi itu alias latihan sendiri. Kadang lucu juga ... sambil lihat materi sambil ngomong sendiri seakan-akan laptop adalah peserta pelatihan. Haha.

Jadi ingat, hampir semua hal saya berlatih terlebih dahulu. Berlatih siaran gaya kocak, Berlatih siaran berita, berlatih ngemsi, berlatih bawakan materi, berlatih ini itu. Saya ingat, suatu masa saat saya ngemsi konsek Anima Band di Kota Ende, saya pernah dimarahi EO dari Kota Kupang, karena sebagai MC tidak satu pun kertas yang saya pegang. Iya, saya dimarahi karena katanya; sejago-jagonya seseorang ngemsi, dia butuh contekan. Betul ... malam itu saya dua kali sesi lupa menyebut sponsor makanya dimarahi qiqiqiqi. Pengalaman yang seru.

Baca Juga: Re:Ease

Semoga pos ini bermanfaat bagi kalian semua.



Cheers.

Menyiapkan Materi


Meskipun tidak semua, saya yakin ada dari kalian para pembaca yang tutehman, yang pernah membikin materi untuk kegiatan pelatihan ini itu. Om Bisot dan Kanaz, misalnya, dua blogger yang saya kenal paling rajin menjadi pemateri bertema blog, baik latihan membikin blog maupun manfaat lain dari nge-blog. Kami pernah menjadi BAT-man (Bisot, Anazkia, Tuteh) berkolaborasi demi terlaksananya Kelas Blogging NTT dan Kelas Blogging Online. BAT-man yang satu ini tidak ngeronda di Kota Gotham melainkan di WAG.


Tahun 2009, sejak Komunitas Blogger NTT dibentuk, and I don't know how the condition of this community now, saya sudah rajin wara-wiri di kancah pelatihan blog antar galaksi. Saya sadari, banyak orang yang kepo sama dunia blog, tapi setelah belajar bikin blog, banyak pula yang meninggalkannya karena tidak mampu konsisten menulis. Jangankan mereka, saya sendiri pernah tidak konsisten nge-blog. Alhamdulillah tahun 2018 kembalilah saya, si anak hilang, ke ranah per-blogger-an internasional *diseruduk dinosaurus*.


Kancah pelatihan blog menggiring saya pada malam-malam yang dingin, duduk manis di depan laptop, menyiapkan materi. 

Materi tentang blog yang saya sudah susun itu bejibun! Bayangkan, sudah berjalan sejak tahun 2009. Perlu diingat, saya tidak pernah kopas materi orang lain yang sileweran di internet, karena itu perbuatan yang merugikan diri sendiri. Saya juga tidak menggunakan materi yang sama di setiap kesempatan. Lihat dulu audiensnya (dengan demikian saya tahu materi seperti apa yang bakal disusun, menggunakan karikatur atau tidak, dan lain sebagainya), apa kebutuhan mereka, barulah saya mulai menyusun materinya.

Baru-baru ini saya dihubungi pihak Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Uniflor. FTI bekerjasama dengan Prodi Sejarah dan Prodi Fisika dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) untuk kegiatan yang berhubungan dengan multimedia. Dan saya kebagian memberikan pelatihan blog kepada para pesertanya. Oleh karena itu, kali ini saya bakal mengajak kalian mengintip cara saya menyiapkan materi kegiatan yang berkaitan dengan pelatihan blog. Seperti yang sudah saya tulis di atas, saya tidak pernah menggunakan materi yang sama. 

Setiap kegiatan pelatihan blog punya nyawanya masing-masing ... Mari kita cek ...

Judul


Judul ini penting. Meskipun materinya sama-sama tentang belajar bikin blog atau pelatihan blog, tapi judulnya pasti beda. Pernah saya memakai judul: Mengenal Blog dan Manfaatnya. Pernah juga memakai judul: Apa Itu Blog? Klasik sekali kan ya hahaha *terdengar irama Sonata No 11*. Untuk kegiatan kerjasama FTI dan Prodi Sejarah dan Prodi Fisika, saya menyusun materi baru. Menyusunnya pun tidak selekas jadi, melainkan per tahap, agar hasilnya baik.

Judul apa yang saya pakai kali ini?


Blogging is Fun and Easy. Itu judul yang saya pakai untuk materi baru ini. Alasannya? Karena peserta rata-rata adalah mahasiswa, sehingga perlu menentukan judul yang menarik minat mereka, semacam shock therapy melalui judul. Kenapa pakai bahasa Inggris? Karena lebih singkat saja.

Memilih Template dan Kustomisasi


Sudah pasti saya menyiapkan materi menggunakan Power Point. Ini bagian tersulitnya. Karena apa? Karena template merupakan jalan panjang menuju akhir pelatihan sehingga harus 'bersih' dan 'menarik'. Sudah sering saya berburu template gratisan di internet. Bahkan di laptop pun ada folder khusus template Power Point. Tapi toh ... tetap saja saya kembali ke hutan belantara internet untuk berburu haha. Semacam ada kepuasan tersendiri, sekalian cuci mata, setiap kali berburu template Power Point.

Baca Juga: LED For Camera

Tahukah kalian? Template yang bertema blog itu sangat sulit didapat. Entah saya yang menggali kurang dalam atau memang demikian adanya. Kalaupun ada template tentang blog, sudah pasti berbayar. Oleh karena itu, biasanya saya akan mengkustom template unduhan. Mengganti huruf, mengganti tata letak, dan mengganti gambar, agar sesuai dengan materi kita. Alhamdulillah saya menemukan template bernama Jaques - Slide Carnival. Meskipun bukan template tentang blog, tapi kebutuhan saya bisa dipenuhi oleh template yang satu ini. 

Beberapa hasil mengkustom:

Halaman profil. 

Halaman sub-materi.

Halaman materi (dengan gambar berbeda-beda). 

Saya jatuh cinta sama template ini. Banyak ikon-ikon/gambar yang disediakan pada dua halaman terakhir. Jadi tinggal pilih mau pakai ikon/gambar yang mana, dari bawaan template. Pun gambar dari luar template.

Gambar Pendukung


Sebuah materi tentu membutuhkan gambar pendukung. Bukan gambar materi, itu beda, melainkan gambar pendukung. Contohnya karikatur. Kenapa harus pakai gambar pendukung? Karena sesungguhnya materi pada Power Point itu dasarnya cuma gambar-gambar saja, dengan penjelasan panjang-lebar dari si pembawa materi. Tapi karena you know lah, materi saya juga banyak tulisannya, haha. Saya belum mencapai tahap materi bergambar only. Nantilah ... belajar.

Materi Itu Sendiri


Menyiapkan materi gaya saya ... setelah tiga hal di atas sudah terkumpul dalam satu folder, barulah saya mulai menyusun materinya baik materi tulisan maupun materi gambar. Mungkin beda dengan gaya kalian yang menyusun materinya terlebih dahulu baru kemudian mempercantiknya. Mana-mana suka, sih ... kembali pada kenyamanan masing-masing.

Khusus materi blog, bisa saja saya mengkustom materi lama, tapi bisa juga saya membikin materi baru melalui proses screen shoot dan croping untuk menghasilkan gambar berformat JPG seperti contoh di bawah ini:


Menyiapkan materi tidak bisa sekali jadi, mungkin karena saya kuatir ada kurang sana sini, makanya sering banget ngecek dari halaman pertama meskipun proses sudah mencapai halaman duapuluh. Tapi itu menyenangkan. Sungguh.


Jadi demikian cara/gaya saya menyiapkan materi bakal pelatihan blog. Urutannya selalu sama. Mulai dari judul, kemudian rempong mencari template Power Point dan mengkustomisasi, lantas mencari gambar-gambar pendukung, dan terakhir menyusun materi intinya. Ada kepuasan tersendiri ketika selesai. Tapi, tidak berhenti di situ. Saya masih melatih ulang diri ini untuk membawakan materi itu alias latihan sendiri. Kadang lucu juga ... sambil lihat materi sambil ngomong sendiri seakan-akan laptop adalah peserta pelatihan. Haha.

Jadi ingat, hampir semua hal saya berlatih terlebih dahulu. Berlatih siaran gaya kocak, Berlatih siaran berita, berlatih ngemsi, berlatih bawakan materi, berlatih ini itu. Saya ingat, suatu masa saat saya ngemsi konsek Anima Band di Kota Ende, saya pernah dimarahi EO dari Kota Kupang, karena sebagai MC tidak satu pun kertas yang saya pegang. Iya, saya dimarahi karena katanya; sejago-jagonya seseorang ngemsi, dia butuh contekan. Betul ... malam itu saya dua kali sesi lupa menyebut sponsor makanya dimarahi qiqiqiqi. Pengalaman yang seru.

Baca Juga: Re:Ease

Semoga pos ini bermanfaat bagi kalian semua.



Cheers.

PANITIANYA CURANG! (karena saya tidak menang)

PANITIANYA CURANGG!!! (... karena saya tidak menang)

PANITIANYA CURANG
Tahun 1987 saya sempat ikut ajang Junior Jateng’s Got Talent di daerah Srondol, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Selama 2 hari 1 malam kami dikarantina dan dinilai oleh dewan juri. Semua peserta berlomba-lomba menunjukkan bakatnya. Bakat akademik, olahraga, seni dan segala macam. Kalo tidak salah total peserta jumlahnya 30-an, perwakilan dari seluruh kabupaten yang ada di Jawa Tengah.

Ada penjurian terbuka dan tertutup gitu deh.... Jadi selain kami harus presentasi dan mengerjakan soal ini-itu, kami juga harus “jaga imej” sepanjang periode karantina itu, termasuk saat makan, mandi, beribadah dan bersosialisasi dengan lingkungan tempat kami tinggal untuk sementara.

Penjurian diam-diam ini yang menjadi momok sesungguhnya. Karena sifatnya yang tertutup, dan kami tidak tahu pasti mata mana yang tengah mengawasi kami, dari puluhan pasang mata yang tertuju pada kami. Eihhh, kayak selebriti aja gayanya...

Saya tidak yakin nilai saya baik di penjurian ini. Tetapi di penjurian terbuka saya mampu menampilkan performa saya yang paling prima. Tentu saja ini pendapat saya sendiri! Yang paling keren, tentu saja karena saat itu suara saya masih lumayanlah, dan saya menyanyikan lagu tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Jurinya manggut-manggut dengan mimik puas.

“Siapa yang mengajari kamu lagu itu?”

“Oh, saya belajar sendiri.”

“Tidak ada yang mengajari?”

“Sebenarnya ada, tetapi bukan dengan sistem pengajaran klasikal di kelas...”

Kebetulan di daerah saya ada acara khusus untuk anak-anak di Radio Dian Swara. Tayang seminggu sekali tiap Ahad pagi. Lewat acara tersebut, saya belajar lagu ini. Kebetulan penyiarnya dulu mantan penyanyi cilik, jadi asyiklah diajari step by step, meski hanya lewat suara. Menurut saya, saya dapat poin bagus di section ini.

Tapi ternyata orang lain yang memenangi ajang tersebut. Hmmm, baiklah....
***

Tahun 1990 kesempatan saya ikut ajang serupa pupus karena ada teman yang memang lebih layak. Minder saya. Dari segala sisi dia jauh di atas saya. Terutama dari sisi akademik, karena cerdas dan pinternya setara Pak Habibie, dan konon sudah dipersiapkan sebagai calon Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah era kabinet Pak Jokowi.

Kesempatan terakhir ikut ajang Got Talent datang lagi pada 1993. Wah, yang ini jauh lebih siap saya.

Sejak naik kelas 2, saya sudah mempersiapkan diri. Termasuk meminta dengan sedikit memaksa kepada orang tua agar dibelikan motor GL100 bekas untuk mendukung mobilitas saya baik di sekolah maupun di kegiatan pendukung lainnya, seperti kursus sablon, membuka usaha sablon, menjadi agen 3 penerbit buku pelajaran, mengurus koperasi siswa, membantu jadi marbot musala sekolah, menyelenggarakan seminar umum di GOR Mahesa, dan menonton film extra show setiap Sabtu siang di Bioskop Rayuan... Eh, yang terakhir bercanda, hahaha...

Lokasinya sama dengan kegiatan enam tahun yang lalu. Hanya waktunya yang lebih panjang. Ajang terakhir ini, kami dikarantina selama 3 hari 2 malam.

Rabu pagi acara dibuka oleh Pak Gubernur, lalu acara ramah-tamah atau semacam itu, jam 11-an baru masuk acara technical meeting dan penandatangan kontrak-kontrak antara peserta dan juri serta panitia.

Di akhir hari Kamis, peta kekuatan kandidat yang akan memenangi ajang JGT semakin mengerucut. Setidaknya ada 2 kandidat terkuat.

Kandidat pertama dari Kabupaten Magelang, sekolahnya di SMA Taruna Nusantara (sebut saja TN), tubuhnya atletis mirip tentara, menang telak di semua cabang olahraga yang diujikan, dan memiliki kemampuan berkomunikasi yang luar biasa. Kata-katanya terstruktur dengan baik, dengan artikulasi jelas dan penekanan yang tepat pada kata yang hendak ditonjolkan.

Kandidat kedua dari Kabupaten Banjarnegara (sebut saja BN) saya lupa sekolahnya di SMA mana, aktivis mushola sekolah dan masjid alun-alun, hafal Al-Quran beberapa juz, terutama juz 30. Kebetulan dia adalah teman sekamar saya, sehingga saya berkesempatan mendengarkan curhatannya.

Entah darimana informasinya, katanya ketua panitia sangat pro kandidat TN, karena dia ingin menyekolahkan anaknya ke sekolah khusus yang dikelola militer itu.

Di sisi lain, masih ada harapan untuk BN, karena ketua panitia adalah seorang muslim puritan yang fanatik, sementara TN meski memiliki sekian banyak kelebihan dari BN, tetapi dia beragama Nasrani.

Isu sensitif ini digulirkan BN secara klandestin. Sebagian peserta yang beragama Islam sempat terprovokasi. BN semakin bersemangat.

"Kalo sampai yang dimenangkan panitia adalah peserta non-muslim, tidak ada pilihan lain, kita harus menolak hasil pemilihan yang zalim ini. Kalau perlu kita kerahkan people power!!"

"Bro, ingat lho, kita sudah tanda tangan kontrak di awal, bahwa keputusan panitia bersifat final dan tidak bisa diganggu gugat..."

"Itu kalo semuanya berjalan dengan fair dan tidak ada kecurangan. Kalo kita kalah, itu artinya ada kecurangan yang sistematis, terstruktur, dan massif!"

Waduhhh....

Section terakhir digelar hingga jam 11 pada hari Jumat. Setelah itu juri dan panitia akan rapat menentukan pemenang. Seusai salat Jumat ada makan siang prasmanan, diselingi acara hiburan, dan ditutup dengan seremoni pengumuman pemenang.
PANITIANYA CURANG

Di section terakhir, kami dipanggil 3 demi 3 peserta, menghadapi 3 orang juri dan panitia (pada section sebelumnya panitia tidak terlibat).

Ini saat yang paling dramatis dan mendebarkan. Ketua panitia diapit 2 orang juri di sisi meja. Dan saya diapit TN dan BN di sisi yang lain!

Closing statement TN sangat tertata, jernih dan lugas. Tidak ada kesan emosional. 
"Kalah atau menang bukanlah tujuan utama saya di ajang ini. Apabila menang saya akan tetap rendah hati dan mematri ajang ini sebagai kenangan terindah yang akan memotivasi saya sepanjang usia saya yang tersisa," katanya. 

"Dan apabila saya kalah, saya tetap berterima kasih kepada Tuhan karena sudah diberi kesempatan berpartisipasi di ajang ini. Kekalahan tidak akan melemahkan semangat saya, justru akan memicu saya untuk belajar lebih keras lagi agar menjadi manusia yang lebih baik lagi."

Closing statement BN juga tertata dan jernih. Persis Aa Gym lagi syuting MQ di RCTI. Tapi ada balutan emosional sedikit. Dan ada kutipan ayat atau hadist yang saya lupa persisnya.

Closing statement saya yang paling menyedihkan. Kedengaran seperti pengakuan kalah. Karena memang, meski sudah mempersiapkan jauh-jauh hari, saya mesti mengakui bahwa performa lawan-lawan saya lebih mumpuni. Apa boleh buat.

Giliran ketua panitia memberi feedback, intinya menyemangati kami semua. Dan dari kata-katanya, saya jadi percaya gosip yang dihembuskan BN bahwa beliau condong ke TN, meskipun tidak jelas juga apakah alasan kecondongannya terkait anaknya yang mau disekolahkan di Taruna Nusantara, atau yang lainnya.

BN hatinya mencelat. Entah kenapa saya didiemin saja sekeluarnya dari ruang interview. Saya biarkan saja ia bergegas ke kamar duluan. Saya menyapa beberapa kawan dan akhirnya memutuskan langsung bergeser ke masjid karena sudah masuk saat salat Jumat.

Masjid itu kecil saja ukurannya. Tetapi cukup memadai menampung jamaah. Yang membuat kami terperangah, karena ternyata BN datang ke masjid dengan dandanan ustaz dan tanpa ragu-ragu mengambil tempat khotib.

Pertandingan belum selesai, Bro! Seolah itu yang diisyaratkan raut wajahnya yang penuh tekad. Sembunyi-sembunyi, saya kasih kode jempol untuk menyemangati, lalu saya mencari posisi strategis di belakang agar bisa memetakan situasi.

Khotbahnya singkat saja. Tentang integritas Umar bin Abdul Aziz yang mematikan lentera ketika anaknya datang untuk membicarakan masalah keluarga.

Di deretan agak belakang, saya melihat beberapa juri (atau panitia?) mengangguk-angguk dan dari wajah mereka saya tahu sedang mempertimbangkan untuk menambah poin BN.

Semoga saja BN beruntung, dan panel penentuan pemenang belum ditutup, masih dilanjutkan seusai Jumatan.

Hingga akhirnya tiba saat pengumuman saya tidak tahu pasti kejadian sesungguhnya.

Tetapi yang terpilih sebagai pemenang adalah TN. Di peringkat kedua BN, dan peringkat ketiga peserta dari Kota Semarang.

Saya tahu BN kecewa. Saat beberes perlengkapan di kamar dia mengungkapkannya ke saya. "Panitianya curang, Her. Seharusnya aku yang menang."

Saya diam saja. Memang selisih skor BN dan TN tidak banyak. Sementara skor BN dan peringkat ketiga terpaut agak jauh.

Hingga berpisah di pintu gerbang, dengan menggeret koper kami masing-masing, saya tak bisa berkomentar apa-apa, selain berangkulan dan saling bersalaman.
Menerima kekalahan itu tidak mudah. Dan sepertinya lebih tidak mudah lagi untuk orang-orang yang memiliki banyak kelebihan. Atau merasa seperti itu.
Lebih nyaman menjadi seperti saya, yang posisinya di lapisan menengah ke bawah. Sehingga ketika kalah lebih bisa menerimanya sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja.

Meskipun BN teman saya, saya tidak terlalu setuju dengan tuduhannya bahwa panitia curang, tanpa bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kemenangan dan kekalahan adalah kehendak Allah. Seperti juga sehelai daun yang jatuh ke permukaan bumi, dia jatuh tidak semaunya dia.

Itu menurut pendapat saya....

***

Penulis: Heri Winarko


5 Penginapan Murah di Canggu Bali

Jonsen Homestay Cangu Bali Penginapan Murah
  Jonsen Homestay, Canggu - Bali  

Kalau membicarakan pariwisata Indonesia, maka mungkin semua orang juga sudah tahu tentang 
Bali , tapi apakah semua orang Indonesia sudah pernah ke Bali?

Dari obrolan dengan beberapa teman yang belum pernah ke Bali, ada fakta menarik yang membuat teman-teman saya tidak memasukkan Bali sebagai destinasi wisata pilihan mereka, salah satunya yang menurut saya kurang tepat adalah alasan budget penginapan.

Kalo soal tiket pesawat yah saat ini harganya memang sedang mihil, tapi kalo soal penginapan sebaiknya teman-teman jangan over estimate. Jangan menganggap semua penginapan di Bali mahal, banyak penginapan murah di Bali dengan tarif terjangkau tapi tidak kalah keren dan nyaman.

Berikut saya list 5 penginapan keren di daerah Canggu Bali yang tarifnya pasti terjangkau, tidak membuat dompet jebol karena tarifnya tidak sampai 500 ribu per malam. List ini sudah tidak memasukkan penginapan-penginapan transit yang memang umumnya tidak mahal.

Oh iya kenapa Canggu Bali? 

Gini bro, Bali itu kan luas, nah salah satu daerah destinasi wisata favorit wisatawan lokal dan internasional yang terbilang lengkap itu yah wilayah sekitaran Canggu, Kuta Utara. Minimal Canggu adalah daerah favorit saya kalau sedang ke Bali. Alasannya karena suasana pantai di Canggu relatif tidak terlalu ramai dan juga pemandangan hamparan sawah yang instagramable. Ya Canggu adalah perpaduan pemandangan pantai yang indah dan pesawahan yang eksotis di Bali.

Sebagai daerah yang memiliki banyak spot destinasi pariwisata, wilayah Kuta Utara ini bisa dibilang cukup lengkap, dari mulai wisata kuliner lokal sampai internasional juga ada, juga spot-spot wisata khas Bali dan pusat-pusat sentra kerajinan tangan dan kesenian, dan yang terpenting, wilayah Canggu ini jauh dari suasana ramai kota Denpasar.

Kalo soal spot liburan atau destinasi pariwisata di daerah Canggu Bali sudah banyak yang menulis, nah saya ingin melengkapi tulisan mereka dengan memberi daftar 5 penginapan yang bagus dengan harga terjangkau. 

5 Penginapan Murah di Canggu Bali dengan Harga Mulai 120 Ribuan.

Berikut adalah 5 list penginapan berupa hostel, lodge, pondok, asrama, Guesthouse, homestay atau apapun istilahnya yang tarif per malamnya tidak sampai 500 ribu, tentunya dengan fasilitas penginapan standar yah, kalau yang murah tapi minim fasilitas saya gak masukkan dalam list ini :)

1. Point Break Hostel

Dengan rate Rp.120.000,00 per hari, Point Break Hostel  menawarkan fasilitas kamar tipe asrama yang cukup membuat kita beristirahat dengan nyaman, mulai dari ruangan yang ber-AC, kamar mandi dalam, air panas, akses wifi gratis, kipas angin, dapur sederhana, kolam renang dan lainnya. 

Harga Rp.120.000,00 ini untuk tipe asrama maksimal 8 orang, baik ruang tidur campuran maupun khusus wanita, harganya tetap sama. Hostel juga menyediakan penyewaan motor jika kita memerlukan. Murah kan? Gak mahal deh kalo menurut saya sih :)

Point Break Hostel terletak di Jalan Padang Linjong No.72F, Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Penginapan ini berjarak sekitar 1,4 kilometer dari pantai.

Castaway Hostel Cangu Bali Penginapan Murah
  Castaway Hostel Canggu - Bali  

2. Castaway Hostel

Dengan tarif mulai dari Rp 148.000-an kita sudah bisa menginap di Castaway Hostel. Dengan tarif tersebut, kita bisa bermalam di kamar asrama yang memuat sampai 6 orang dengan tempat tidur bertingkat. Selain tipe asrama ada juga ruang tidur khusus untuk perempuan dengan tarif per malamnya mulai dari Rp152.000-an.

Setiap kamar penginapan murah di Bali ini juga sudah disediakan akses wifi gratis, AC, rak pengering baju, dan lainnya. Selain fasilitas tersebut, keunggulan penginapan ini karena lumayan dekat dengan beberapa spot wisata Bali yang populer, seperti:
  • Pantai Echo (1,3 kilometer)
  • Finns Recreation Club (2 kilometer)
  • Vue Beach Club (2,2 kilometer)
  • La Laguna Bali (2,5 kilometer)
  • Potato Head Beach Club (3,7 kilometer)

Lokasi Castaway Hostel: Jalan Tanah Barak No.19A, Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali

3. Surf Lodge Canggu

Surf Lodge Canggu memasang tarif per malamnya mulai dari Rp180.000,00 untuk kamar jenis asrama campuran. Harga tersebut sudah termasuk sarapan dan beberapa fasilitas yang meliputi AC, brankas, kamar mandi lengkap dengan peralatan, dan lain sebagainya.

Surf Lodge Canggu juga menawarkan kamar yang hanya memuat 2 orang dengan tarif mulai Rp360.000,00. Surf Lodge Canggu akan menjadi tempat istirahat yang nyaman karena memiliki pemandangan kolam renang outdoor dan taman yang bersih. 

Lokasi Surf Lodge Canggu : Jalan Nelayan No.20 D, Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, lumayan dekat dari Pantai Echo, yaitu sekitar 1,2 kilometer.

Dari penginapan murah di Bali ini, beberapa beach club terkenal juga mudah dijangkau. Misalnya saja seperti:
  • Finns Recreation Club (1,5 kilometer)
  • Vue Beach Club (1,6 kilometer)
  • La Laguna Bali (1,8 kilometer)
  • Potato Head Beach Club (3,1 kilometer)

4. Jonsen Homestay

Soal tarif, Jonsen Homestay menawarkan layanan penginapan murah di Bali sekelas hotel, mulai dari Rp360.000,00. Fasilitasnya juga sudah cukup lengkap meliputi kamar mandi pribadi lengkap dengan peralatannya termasuk hot/cold shower, AC, akses wifi gratis, kolam renang, dan lainnya.

Jonsen Homestay berada di Jalan Munduk Catu, Echo Beach, Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Enaknya nih, dari Jonsen Homestay ke Pantai Echo kita bisa jalan kaki saja sekitar 600 meter karena lokasinya yang memang dekat dengan pantai. 

Jonsen Homestay juga dekat dengan beach club terkenal, seperti Finns Recreation Club, Vue Beach Club, La Laguna Bali, dan Potato Head Beach Club.

5. Bima Sakti House Canggu

Yang terakhir, Bima Sakti House Canggu. ima Sakti House Canggu menawarkan tarif menginap mulai dari Rp385.000,00 dengan fasilitas kamar yang setara hotel. Selain akses wifi gratis, masing-masing kamar di penginapan ini dilengkapi dengan bathroom amenities, AC, TV layar datar dengan beberapa channel, kolam renang, balkon dan beberapa fasilitas lainnya. 

Beberapa unit kamar penginapan murah ini punya tempat duduk untuk santai-santai menikmati suasana. Begitu juga dengan balkon menghadap kolam renang dan menghadap pemandangan sawah yang ada di beberapa kamar tertentu.

Guesthouse di Canggu ini dekat dari Pantai Echo maupun Batu Bolong dengan jarak sekitar 800 meter saja. Kalau dari Bandara Internasional Ngurah Rai sekitar 11 kilometer.

Selain itu, Bima Sakti House juga dekat dengan beberapa beach club populer di Bali, seperti Finns Recreation Club, Vue Beach Club, La Laguna Bali, dan Potato Head Beach Club.

Lokasi Bima Sakti House : Jalan Pura Batu Mejan, Canggu, Bali

***

Nah Itu tadi 5 penginapan murah di Canggu yang harganya di bawah 500 ribu per malam  dengan fasilitas kamar yang lumayan lengkap dan beberapa kelebihan lainnya. Untuk detail fasilitas silakan browsing karena beberapa penginapan tersebut memiliki website dan  akun media sosial masing-masing sehingga cukup terkenal di sosial media.

Harga yang tertera adalah sesuai harga yang tercatat di Qupas, web yang berisikan artikel-artikel ringan mengenai Review Kuliner, Hiburan, Kecantikan, Adventure dll. 

Oh iya, jangan kaget yah kalau kalian menginap di antara 5 penginapan murah di Bali ini, ternyata penginapan ini juga merupakan penginapan favorit para turis, digital nomad dan backpackers dari luar negeri bro. Jadi, plisss behave, bersikaplah layaknya tuan rumah yang baik kepada tamu-tamu dari mancanegara.

Selamat liburan :)