Mudahnya Traveling Dengan Traveloka Airport Transport

Mudahnya Traveling Dengan Traveloka Airport Transport
Jalan-jalan, backpacker-an, berwisata, tamasya, atau apapun istilahnya, semua kegiatan itu nggak bisa dilepaskan dari satu payung besar bernama traveling

Siapa sih yang nggak suka traveling? Dunia travel ibarat tropi favorit yang digilai banyak orang, karena pengalaman menjelajah adalah makanan bagi jiwa, baik bagi yang melakukannya maupun bagi yang membaca tulisan atau menonton video perjalanannya.

Sejak dulu saya termasuk orang yang sering traveling, baik urusan pribadi maupun urusan pekerjaan, sehingga tahu rasanya urusan mencari tiket pesawat pada masa itu. Nggak cuma sekali dua kali harus ‘berebutan’ tiket dengan calon penumpang lain. 

Meskipun jenis pesawat udara yang melayani rute ke Timur Indonesia, khususnya, sudah semakin banyak, namun tetap saja mencari tiket pesawat bukan perkara mudah.
Semakin ke sini, para traveler semakin dimudahkan dengan begitu banyaknya layanan jasa, salah satunya adalah layanan jasa tiket pesawat online
Kalau kalian sering traveling pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Traveloka. Perusahaan yang bergerak di bidang jasa layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel secara online ini dapat dengan mudah diakses melalui aplikasi yang diunduh di Playstore.

Traveloka Airport Transport / Transportasi Bandara

Menariknya, pada tahun 2017 Traveloka berkolaborasi dengan Blue Bird dan meluncurkan satu layanan jasa yaitu Traveloka Airport Transport (Transportasi Bandara Traveloka).

Waktu membaca berita tentang fitur terbaru hasil kolaborasi Traveloka dan Blue Bird tentang Transportasi Bandara Traveloka, saya nggak pernah berpikir suatu hari nanti bakal menggunakannya. Karena yang namanya layanan jasa transportasi pasti "sama saja lah", mengangkut penumpang serta menetapkan tarif yang wajib dibayar oleh si penumpang. Tapi pengalaman menggunakan transportasi yang satu ini, waktu itu dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Tebet Barat, begitu berbeda. Kenapa? Ini beberapa yang saya sempat catat.

Murah yang Berkelas

Bagi saya, layanan jasa angkutan bandara murah Traveloka ini kalau boleh ditulis: murah yang berkelas. Kenapa berkelas? Karena kata murah biasanya identik dengan nggak berkualitas, ketidaknyamanan, sampai perasaan nggak puas. Beda dengan Transportasi Bandara Traveloka, si angkutan bandara murah yang memberikan kenyamanan maksimal pada pelanggannya. Artinya, tidak selamanya mahal itu berkelas dan tidak selamanya murah itu murahan.

Pengalaman menggunakan jasa layanan Trasportasi Bandara Traveloka bermula saat saya  dan teman-teman tiba di Bandara Soekarno Hatta, pada saat itu teman yang berjanji menjemput saya mendadak ngasih kabar kalau mobilnya harus masuk bengkel. Saya teringat pernah membaca mengenai layanan Transportasi Bandara dalam aplikasi Traveloka. Akhirnya saya memberanikan diri mencoba layanan tersebut. 

Oh iya, karena memesan dari bandara, maka pengguna jasa wajib menunjukkan voucher di counter Golden Bird, demikianlah peraturannya. Tidak sampai empat puluh lima menit sejak saya memesan, saya dan teman-teman sudah berada di dalam angkutan bandara murah ini menuju Tebet. Seandainya saya memesan lebih dulu, atau kalau si teman lebih dulu mengabarkan mobilnya harus masuk bengkel, mungkin saya tidak perlu menunggu selama itu. 
Crew Blogfam di salah satu sudut bandara
Crew Blogfam di salah satu sudut Bandara Ngurah Rai
Berkat pengalaman itulah, Transportasi Bandara Traveloka menjadi andalan saya sekeluarga dan teman-teman. Bahkan, untuk keluarga yang baru pertama kali datang ke Jakarta (dengan tujuan Bekasi), pun saya tidak perlu repot menjemput di bandara. Cukup membuka aplikasi Traveloka di smartphone, dan memesan transportasi bandaranya. Proses pemesanannya sangat mudah.

Kemudahan Memesan Traveloka Airport Transport

Untuk bisa menggunakan jasa angkutan bandara murah a la Traveloka ini, prosesnya sangat mudah. Buka aplikasi Traveloka, pilih Transportasi Bandara, mengisi data perjalanan, dan pilih lokasi penjemputan, nama bandara, serta tanggal perjalanan dan jumlah penumpangnya. Selanjutnya tinggal pilih model transportasi dan memeriksa kembali data perjalanan yang sudah diisi tadi. Ketuk tombol pesan, serta selesaikan proses pembayaran.

Untuk metode pembayarannya sendiri bisa menggunakan kartu kredit, bisa juga transfer ATM. Hanya sekitar sepuluh menit waktu yang saya butuhkan untuk menerima e-voucher yang dikirim ke e-mail. Kode voucher tersebut nanti akan dikirim melalui SMS. Otomatis pesanan itu akan masuk ke dalam e-booking dari aplikasi tersebut. Informasi nama pengemudi dan nomor pelat kendaraannya akan dikirimkan sekitar setengah jam melalui SMS. Lagi-lagi, otomatis semuanya tertera di aplikasi.

Pilih Mana?

Jelas, saya lebih memilih Traveloka Airport Transport, si angkutan bandara murah, karena murah dan kemudahannya. Selain itu, saya juga berpikir tentang pelayanan terpadu satu pintu dari Traveloka khusus untuk para traveler. Satu aplikasi, banyak layanan jasa. Tiket, hotel, dan transportasi. Traveling menjadi lebih mudah. Namun perlu diingat, bahwa layanan jasa transportasi bandara ini baru melayani beberapa kota di antaranya Jabodetabek, Solo, Surabaya, hingga Manado.

Happy Traveling!


KAMPUNG LAWAS MASPATI, Wisata Sejarah di Kampung Kreatif Kota Surabaya

KAMPUNG LAWAS MASPATI, Wisata Sejarah di Kampung Kreatif Kota Surabaya
Belakangan ini masyarakat umum mulai menyadari dampak buruk dari pariwisata yang mengandalkan pemandangan alam. Berita akan ditutupnya Taman Nasional Komodo sebenarnya sudah didahului berita rusaknya terumbu karang akibat vandalisme, pantai di Bali yang tercemar sampah dan terbakarnya salah satu bukit  di NTB akibat kembang api wisatawan.

Kejadian-kejadian yang patut disesalkan itu menggugah banyak pihak untuk menciptakan berbagai destinasi wisata alternatif yang ramah lingkungan. Syukurlah, destinasi pariwisata baru terus bermunculan dengan konsep yang berbeda, konsep wisata sejarah dan budaya misalnya. 

Selain  wisata sejarah di Kota Tua Jakarta dan Lawang Sewu Semarang, Kota Surabaya juga banyak sekali memiliki destinasi wisata sejarah, salah satunya yang baru diperkenalkan adalah KAMPUNG LAWAS MASPATI.

KAMPUNG LAWAS MASPATI diresmikan sebagai kampung wisata pada Minggu (24/1/2016), dihadiri Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan pihak PT Pelabuhan Indonesia III. Kampung Lawas Maspati merupakan wilayah Program Bina Lingkungan dan Kemitraan PT Pelindo III.
KAMPUNG LAWAS MASPATI, Wisata Sejarah di Kampung Kreatif Kota Surabaya

KAMPUNG LAWAS MASPATI

Kampung Lawas Maspati adalah destinasi wisata budaya dengan konsep "kampung wisata", namun juga menjadi obyek wisata sejarah karena memiliki banyak bangunan bersejarah yang masih terawat baik, seperti rumah bekas kediaman Raden Sumomiharjo (keturunan Keraton Solo yang menjadi mantri kesehatan di Kampung Maspati), Sekolah Ongko Loro yang merupakan bekas Sekolah Rakyat, dan bangunan kuno bekas markas tentara yang dibangun pada tahun 1907. 

Di kampung ini juga ada makam pasangan suami istri Raden Karyo Sentono dan Mbah Buyut Suruh. Mereka adalah kakek dan nenek dari Joko Berek atau Sawunggaling yang merupakan pahlawan besar di Kota Surabaya.

Selain memiliki bangunan bersejarah, Kampung Lawas Maspati juga mengemas kegiatan warganya sebagai komoditas wisata edukatif, seperti proses daur ulang sampah dan proses mengolah air limbah serta urban farming. Kita juga dapat belajar membuat sirup markisa atau minuman cincau yang merupakan produk unggulan di Kampung Lawas Maspati. 

Untuk memudahkan wisatawan yang berkunjung, warga telah membuat peta alur perjalanan wisata yang dimulai dari titik masuk dari Jalan Semarang dan keluar di Jalan Bubutan, dekat Monumen Tugu Pahlawan. Wisatawan dapat menyusuri gang-gang di Kampung Lawas Maspati dengan berjalan kaki sambil menikmati suasana wisata kampung yang terus dirawat oleh masyarakat setempat.
KAMPUNG LAWAS MASPATI, Wisata Sejarah di Kampung Kreatif Kota Surabaya

PROFIL KAMPUNG LAWAS MASPATI

Dari segi demografi, Kampung Lawas Maspati terdiri dari 6 RT yang dihuni oleh 350 keluarga atau 1.350 jiwa, 20 persen warganya merupakan anak muda. Sejak diresmikan pada tahun 2016, sudah banyak wisatawan dari luar negeri yang datang ke Kampung Lawas Maspati seperti dari Belanda, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Mereka biasanya tamu Pemerintah Kota Surabaya yang sedang berkegiatan di Surabaya. Tamu dari dalam negeri sebagian besar adlah mahasiswa di Surabaya. 

Kampung Lawas Maspati memiliki 6 gang yang cukup besar, rata-rata sekitar 3 meter lebarnya. Masing-masing gang memiliki produk unggulan yang disediakan untuk wisatawan. Gang 1 memiliki produk unggulan berupa cincau, gang 2 menghasilkan lidah buaya, gang 3 khusus menanam jahe merah, gang 4 menanam pohon belimbing, gang 5 khusus home industri, dan gang 6 mengembangkan produk olahan khas dari markisa.

Budaya dan tradisi mainan anak kampung juga terus dirawat dan dikemas lebih modern hingga menarik, seperti engkle, gobak sodor, dakon, nekeran dan permainan tradisional semacamnya. Tak ketinggalan tradisi dan budaya berpakaian ala orang kampung, seperti memakai slempang sarung dan udeng, dijadikan seragam bersama untuk waktu-waktu tertentu. Terutama saat menggelar Festival kampung Lawas Maspati pada bulan Mei setiap tahunnya.
KAMPUNG LAWAS MASPATI, Wisata Sejarah di Kampung Kreatif Kota Surabaya
Foto Twitter @banggasurabaya 
Di sini juga telah tersedia penginapan kampung untuk wisatawan yang ingin menikmati suasana menginap di Kampung Lawas Maspati. Bahkan ada penginapan kampung ala homestay dan rumah yang disediakan bagi wisatawan yang ingin menginap di Kampung Lawas Maspati dengan harga yang bervariatif.

Soal tiket masuk wisata Kampung Sejarah Kampung Lawas Maspati, ada 4 jenis tiket yang disediakan tergantung paket yang diinginkan. Untuk paket termurah dengan didampingi tour guide yang akan menemani dan memberikan penjelasan tentang seluk beluk Kampung Lawas Maspati tersedia paket II seharga Rp. 15.000 (minimal 10 orang). Paket I tidak akan ditemani tour guide dengan harga tiket Rp.5000 (minimal 5 orang). Beneran murah kan tiketnya?

Saat yang tepat untuk mengunjungi Kampung Lawas Maspati adalah bulan Mei. Pada bulan Mei akan digelar Festival Kampung Lawas Maspati, yang dilaksanakan selama 1 hari penuh dengan menyuguhkan banyak keunikan wisata tengah kota ini, termasuk wisata kuliner

Melalui Festival Kampung Lawas Maspati ini kita akan diperkenalkan suasana Surabaya tempoe doeloe dengan sajian berbagai bazar makanan, souvenir, lomba permainan tradisional dan hiburan lawas. Kuliner khas asli Kota Pahlawan juga akan tersaji lengkap pada acara tersebut, seperti kue Rangin, Semanggi hingga Arum Manis yang biasa dijajakan oleh pedagang dengan memainkan biola

Sayangnya belum ada informasi kapan tepatnya acara Festival Kampung Lawas Maspati 2019 akan digelar. Kemungkinan besar awal bulan Mei karena bertepatan dengan masuknya awal bulan Ramadhan (bulan puasa).

PegiPegi Tiket Pesawat Murah Ke Surabaya

TIKET PESAWAT MURAH KE SURABAYA

Jika informasi Festival Kampung Lawas Maspati 2019 telah diumumkan, kita dapat segera mengatur jadwal perjalanan ke Surabaya. Mengatur jadwal keberangkatan dan booking tiket pesawat ke Surabaya sudah bukan masalah rumit, kita bisa memantau harga tiket pesawat murah di web atau aplikasi PegiPegi dengan tampilan yang sederhana dan mudah dipahami.

Tinggal tentukan bandara keberangkatan dan tujuan lalu pilih tanggal keberangkatan yang diinginkan, voila! harga tiket pesawat murah sampai mahal dari berbagai maskapai sudah tertera lengkap dengan jadwal jam keberangkatan - perkiraan tiba, durasi penerbangan dilengkapi keterangan transit, fasilitas bagasi dan harganya.

PegiPegi Tiket Pesawat Murah Ke Surabaya
Selain melalui web PegiPegi, kita juga bisa instal aplikasinya agar lebih mudah memantau harga tiket murah ke Surabaya dan kota lainnya. Aplikasi PegiPegi ini selain ringan dan tanpa iklan, kita juga bisa mencoba menu Promo Bulanan untuk melihat kemungkinan adanya tiket pesawat murah yang pas dengan jadwal keberangkatan. Bisa juga dilihat dari hasil list pencarian, di mana harga promo akan ditandai dengan tag "promo" sehingga memudahkan kita membandingkan list harga untuk mencari tiket pesawat paling murah yang tersedia.

Nah, kalau kita sudah tiba di Surabaya, maka dari Bandara ke Kampung Lawas Maspati yang berjarak sekitar 20 KM ini dapat dicapai menggunakan travel ke arah Stasiun Kereta Pasar Turi. Letak Kampung Lawas Maspati tidak terlalu jauh dari Stasiun Kereta Pasar Turi.

Begitu memasuki KAMPUNG LAWAS MASPATI maka kita akan menemukan banyak spot foto unik yang Instagramable. Juga sambutan ramah warga kepada pengunjung yang memperlihatkan kesadaran akan pentingnya kenyamanan para tamu yang datang untuk menikmati suasana Surabaya Tempoe Doeloe.

Masih banyak orang yang belum tahu destinasi wisata tengah kota ini. Jika sudah mengunjunginya, bersiaplah menjawab rasa penasaran banyak orang.

Selamat berlibur, jangan lupa piknik :)



Konsisten Nge-blog Setahun


Mulai nge-blog sejak tahun 2003, klaim nama blog di banyak platform, melayang-layang antara rajin dan sering hiatus, gonta-ganti template, ditolak GA berkali-kali, dan tetap tidak bisa menentukan niche blog sendiri makanya pada tagline header tertulis I Write My All, akhirnya saya memutuskan untuk konsisten nge-blog pada Februari 2018. Alasannya? Sudah terlalu lama saya mengabaikan blog ini dan sesungguhnya perasaan terabaikan itu sangat tidak menyenangkan. Bukan begitu, din ... dinosaurus? Lagi pula saya sangat menyayangkan apabila ada artikel bagus hanya dipos di media sosial seperti Facebook, yang kemudian tenggelam, karena tidak terarsip dengan baik. Blog memang jawaban jitu kalau kita ingin tulisan-tulisan terarsip. Oke sip.

Baca Juga: Di SMK Tarbiyah Kami Berdoa Bersama

Dihitung-hitung sudah setahun saya konsisten nge-blog alias sudah setahun blog ini selalu dirawat; mengisinya dengan konten-konten baru (hampir) setiap hari. Pos pertama Februari 2018 berjudul Februari, Halo! setelah pos terakhir sebelumnya pada Februari 2017 yang berjudul Seword. Saya memutuskan untuk melanjutkan tali silaturahmi antara saya dengan blog pribadi ini. Pos-pos selanjutnya masih bertema random, mana-mana suka, tanpa tema. Seperti pos Korupsi Karena Miskin dan The Power of Cium Tangan. Mungkin bagi orang lain pos-pos itu tidak bermanfaat, tapi bagi saya pemikiran harus bisa diungkapkan dan pengalaman positif harus bisa diceritakan pada orang lain. Siapa tahu berfaedah bagi yang membacanya. Lebih penting lagi, saya ini narsis, jadi pengen orang lain tahu juga apa yang saya lakukan. Halaaaah.

Mulai Menentukan Tema


Sebenarnya sejak lama setiap Sabtu blog ini punya tema yaitu Review. Antara filem dan buku. Lalu pada 13 Februari 2018 saya mulai membikin satu tema baru yaitu #PDL alias Pernah Dilakukan. Awalnya #PDL hanya bertujuan untuk pos tentang foto-foto jadul yang berkaitan dengan dunia traveling kala masih muda dan bergaya dulu. Tidak melulu harus traveling ke luar daerah, karena jalan-jalan sekitar Kota Ende, bagi saya, adalah traveling. Haha. Pos #PDL pertama berjudul #PDL Has Just Begun. Lama-kelamaan satuper satu tema mulai bermunculan.

Pos Hobi Fotografi Berpotensi Dollar dan Merawat Laptop Itu Sederhana adalah cikal bakal tema #SelasaTekno. Tulisan saya tentang Diet Enak Bahagia Menyenangkan dan Manfaat Telur Bagi Tubuh adalah cikal bakal tema #RabuLima. Dari situ saya mulai berpikir tentang melengkapi satu minggu dengan tema-tema harian sehingga blog ini terkesan sebagai BLOG PRIBADI YANG MAGAZINE BANGET. Hahaha *ditimpuk dinosaurus*. Maka setiap Senin saya memberi tema #SeninOpini atau #SeninThought yang lantas berganti menjadi #SeninCerita, dan Kamis menjadi #KamisLima. Memangnya yakin punya waktu untuk itu semua? Yakin, apabila waktu nge-game dipangkas, saya bisa menghasilkan begitu banyak artikel / tulisan bekal pos blog. Slot Minggu pernah juga saya isi dengan novel berjudul Triplet.

Februari 2019, masih dalam masa sibuk mempromosikan Uniflor dan mulai sibuk dengan Lomba Mural dari Triwarna Soccer Festival, saya berpikir untuk mengganti tema harian menjadi:

#SeninCerita
#SelasaTekno
#RabuDIY
#KamisLima
#PDL
#SabtuReview

#RabuDIY? Hyess. Saya siap mengepos tentang dunia DIY baik yang saya bikin sendiri maupun yang dibikin oleh orang lain. Yang sudah lama saya bikin dan diberi sentuhan ulang, maupun yang baru saja saya bikin. Nantikan saja ketika tema harian kembali memulai rodanya di blog ini.

Kemenangan Melawan Rasa Malas


Musuh terbesar umat manusia adalah rasa malas. Malas bekerja, malas mencari tahu, malas meminta maaf dan malas memaafkan, malas berdoa pun juga terjadi, malas menyiram bunga, malas menulis blog termasuk di dalamnya. Setahun kemarin, 2018, saya berjuang melawan rasa malas untuk menulis konten blog. Setiap menghidupkan laptop saya berusaha mengalihkan dulu perhatian mata pada ikon Age of Empires. Langsung daring, membuka Chrome, dan mengetik alamat Blogger. Mau menulis apa hari ini? Oh, sudah ada tema. Let's do it! Merangkai kata yang isi posnya di-blender antara tema utama pos dengan guyonan khas dinosaurus haha.

Baca Juga: Uniflor Goes to School

Sepanjang tahun 2018 saya telah menang melawan rasa malas ... tahun 2019 ... semoga demikian pula. Karena, salah satu resolusinya adalah tetap nge-blog! Hyess, #2019TetapNgeblog meskipun GA kembali hilang/ditolak gara-gara mengganti domain blog menjati http://tuteh.web.id hahaha.


Meskipun sempat berpikir dimusuhi oleh GA ketika GA hilang dari blog, tidak masalah lah. Rejeki masih bisa dikais di lini lainnya. Yang penting semangat menulis dan mengisi (konten) blog setiap hari tidak sirna. Karena, percayakah kalian?, hanya dengan menulis dan menulis blog, kemampuan menulis terasah dari hari ke hari. Saya pikir ini tidak perlu dijelaskan, kalian pasti sudah merasakannya. Bukan begitu?

Kalau saya bisa melawan rasa malas, Insha Allah kalian juga bisa.

Draf dan Jadwal


Kadang-kadang tubuh saya terasa fully charged; otak mendadak cemerlang padahal aslinya kalah sama Matematika; mata sepet jadi bersahabat dengan layar laptop. Pada saat-saat seperti itu saya bisa menulis lebih dari satu konten/pos per hari. Percayalah, saya sendiri heran dengan konten yang dihasilkan dalam sehari itu. Konten-konten yang bisa saya tulis tanpa memikirkan waktu itu seperti konten untuk #SelasaTekno, #RabuLima yang bakal berganti dengan #RabuDIY, Kamis Lima, #PDL, hingga #SabtuReview. Senin, harus disesuaikan dengan kejadian apa yang paling unggul pada minggu sebelumnya yang ingin saya jadikan #SeninCerita sehingga tidak bisa didraf atau dijadwalkan. Konten yang sudah saya tulis itu ada yang tersimpan sebagai draf, ada pula yang terjadwal. Inilah manfaat platform Blogger, atau platform blog lainnya, menyediakan fasilitas draf dan jadwal. Manfaatkan itu! Agar apa? Agar ide tidak menguap. Hehe.

Draf jika konten belum lengkap alias masih ada yang harus ditambal-sulam.
Jadwalkan jika konten sudah oke dan siap dipublikasikan pada hari penentuan.

Apakah ini bukan kebohongan publik?

What?

Kebohongan publik itu kalau kalian menulis Tuteh Pharmantara itu perempuan cantik yang akhirnya disunting oleh Brad Pitt. Nah, itu kebohongan publik yang terhakiki. Perlu kalian ketahui juga bahwa konten/pos yang ini pun saya tulis bukan pada hari Senin, 18 Februari 2019, melainkan pada 17 Februari 2019. Haha.

Insha Allah


Insha Allah akan terus berlanjut. Pada akhirnya jika kelas blogging online kembali dibuka untuk angkatan berikutnya, saya dengan bangga bakal bilang bahwa menulis konten blog itu mudah! Mulailah dari menggali potesi kehidupan sendiri dan pengalaman pribadi, membikin tema harian, dan melawan rasa malas. Buktinya, tahun 2018 saya sudah melakukannya dan Insha Allah berlanjut tahun 2019 dan seterusnya.

Baca Juga: Mamatua Project

Terakhir, perlu saya ucapkan pada diri sendiri: selamat satu tahun konsisten nge-blog, Tuteh.



Cheers.

Sharing Memanfaatkan Medsos Bersama Saka Bhayangkara Babelan

Bersama Saka Bhayangkara Babelan Sharing Memanfaatkan Medsos

Minggu siang, 10 Februari 2019 saya berkesempatan berbagi dengan Sekitar 35 anggota Pramuka Saka Bhayangkara Polsek Babelan. Agendanya adalah sharing mengenai media sosial dan belajar membuat berita ringan.

"Tujuan kegiatan ini adalah agar adik-adik anggota dan calon anggota Saka Bhayangkara Polsek Babelan dapat memanfaatkan media sosial untuk berbagi informasi, baik itu kegiatan positif yang mereka lakukan ataupun informasi-informasi yang sekiranya perlu dibagikan di media sosial (medsos)," demikian menurut Mawadah Warahmah selaku Ketua Dewan Saka Bhayangkara Polsek Babelan Kwartir Ranting Kec. Babelan Kab. Bekasi.

Sesi sharing tentang medsos atau sosmed ini awalnya akan dilaksanakan di Aula Polsek Babelan yang ber-AC, tapi berhubung peserta hingga 35-an orang, maka acara dipindah ke Aula Kantor Desa Babelan Kota yang ruangannya lebih luas walau tanpa AC.
Bersama Saka Bhayangkara Babelan Sharing Memanfaatkan Medsos
Suasana awal masih agak tegang, walaupun sudah dijelaskan oleh para senior saat pembukaan acara bahwa materi ini adalah materi di luar materi kepramukaan.

Untuk mencairkan suasana saya mulai menjelaskan mengenai media informasi secara umum, lalu mengerucut pada media sosial. Saya mulai dengan menanyakan pengalaman-pengalaman adik-adik remaja ini di media sosial. Sekadar memancing feedback dan membuka dialog.

Jawabannya sudah saya duga, tidak ada satu pun hadirin yang tidak memiliki akun Facebook, sebagian adalah pengguna Instagram dan sebagian kecil pengguna Twitter walaupun secara pasif.

Setelah cair barulah saya memberikan materi mengenai berbagai konten yang bisa dibuat oleh siapapun, baik itu teks, gambar/foto, suara/musik dan video dengan menjelaskan berbagai macam media sosial yang diperuntukkan untuk berbagi berbagai konten tersebut.

Acara ini adalah hasil diskusi dengan Bang Rusli salah satu senior Saka Bhayangkara Polsek Babelan. Bang Rusli pula yang dulu pernah mengajak saya ikut memberikan materi pengenalan sosmed saat MPLS SMPN 2 Babelan seperti yang saya catat di sini.

Beda dengan acara MPLS, adik-adik Saka Bhayangkara ini jenjang sekolahnya sudah SMA, jadi lebih cepat "nyambung" saat diarahkan bagaimana membuat konten sederhana berupa teks dan foto dari kegiatan yang mereka lakukan.
Bersama Saka Bhayangkara Babelan Sharing Memanfaatkan Medsos


Membuat berita

Cara mudah membuat berita tercakup dalam rumus ADI SIKAMBA yang merupakan terjemahan rumus jurnalistik 5W+1H ( What, Where, Who, When, Why, and How).

ADI SIKAMBA (Apa, Di mana, Siapa, Kapan, Mengapa, dan Bagaimana) adalah pertanyaan panduan dalam mengumpulkan informasi yang musti terjawab dalam sebuah berita. Idealnya untuk menulis sebuah berita, pertanyaan ADI SIKAMBA sudah harus dijawab terlebih dahulu, barulah kemudian dirangkai dalam sebuah tulisan.

Tetapi dalam sharing kali ini pembahas lebih fokus pada merangkai informasi ADI SIKA (Apa, DImana, SIpa dan KApan) agar mudah diserap dan langsung dipraktekkan.

Setelah break adzan ashar kelas kemudian dibagi menjadi 7 kelompok yang ditugaskan untuk membuat status di salah satu akun facebook anggota kelompok, status tersebut minimal berisi informasi kegiatan hari itu. 

Alhamdulillah dalam waktu 30 menit semua kelompok sudah selesai melaksanakan tugasnya.
Bersama Saka Bhayangkara Babelan Sharing Memanfaatkan Medsos
Salah satu hasil praktek kelompok peserta sharing
Sebagai penutup, dibuka kembali sesi tanya jawab untuk membahas apa yang sekiranya menjadi masalah dalam menyelesaikan tugas kelompok membuat status info kegiatan. 

Dari sesi tanya jawab itu terungkap bahwa tidak ada masalah dalam penerapan rumus ADI SIKA, namun mereka mengaku kesulitan dalam menyusun redaksi tulisan agar menjadi informasi yang mudah dipahami oleh pembaca. Hal yang menurut saya akan teratasi jika kita banyak latihan dan terus belajar.

***
Bersama Saka Bhayangkara Babelan Sharing Memanfaatkan Medsos
Foto bersama peserta sharing sosial media Saka Bhayangkara Babelan
Konten yang kami bahas hari itu adalah konten teks yang berupa status di media sosial. Konten teks bisa berupa apa saja; berita, cerita, puisi, opini, informasi dan lain sebagainya. 

Intinya tujuan kelas sharing hari itu adalah agar adik-adik pramuka ini dapat membuat berita sederhana dari apa yang mereka saksikan atau yang mereka lakukan. 


Banyak sekali kegiatan adik-adik pramuka ini yang dapat dibagikan di medsos untuk memperbanyak konten positif dan wadah bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan literasi digital mereka.

Pastinya akan perlu banyak latihan untuk mengolah konten berupa teks menjadi menarik dan informatif. Setidaknya dari pertemuan hari ini adik-adik sudah semakin paham dan bisa mengembangkan sendiri jika memang mereka berminat dalam dunia tulis menulis dan jurnalistik.


Harapan saya semoga adik-adik ini dapat memanfaatkan media sosial lebih baik lagi, baik untuk kepentingan dirinya maupun untuk lingkungannya, amiin.




Melawan Hoax Bersama AtmaGo

"Media sosial itu seperti dua sisi mata pisau, kalau kita bisa memanfaatkannya dengan positif maka akan bermanfaat buat pengguna dan lingkungannya, tapi kalau tidak maka media sosial bisa merugikan dan membuat kita berurusan dengan hukum," ungkap pak Jamhuri ZH selaku Kepala Sekolah MI Al-Hikmah Kp. Babakan Mustikasari, Kecamatan Mustika Jaya Kota Bekasi. Minggu, 27 Januari 2019.

Pada Minggu pagi itu ada sekitar 110 peserta dari 10 sekolah menengah atas di Bekasi yang mengikuti seminar literasi digital dengan tema "Melawan Hoax Bersama AtmaGo".
Melawan Hoax Bersama AtmaGo
Yasin menjelaskan mengenai AtmaGo
Dalam seminar kecil-kecilan ini saya mengangkat hasil survey Daily Social tahun 2018 tentang distribusi hoax. Menurut survey tersebut hanya 25 % responden yang bisa mengenali hoax, selebihnya sebesar 75% menyatakan tidak dapat mengenali dan sulit mendeteksi berita hoax di social media.

Jika media sosial yang seharusnya bisa bermanfaat bagi kehidupan sosial banyak berisi hoax dan sebagian besar dari kita tidak bisa mengenalinya maka larangan penggunaan media sosial akan saya dukung.

Lalu apakah ada cara lain agar para pengguna media sosial dapat selamat dari jebakan hoax?

Ada banyak, tapi yang saya lakukan adalah menyibukkan diri dengan konten positif dan kabar di lingkungan terdekat yang dapat dikonfirmasi lokasi dan sumbernya.

Karena itu, perlu rasanya kita mengenal 7 macam disinformasi dan bagaimana cara mengenali ciri-ciri berita hoax sambil terus membuat konten positif yang lebih bermanfaat.
Melawan Hoax Bersama AtmaGo

Selain dihadiri oleh pelajar, acara ini juga dihadiri oleh beberapa pengurus karang taruna kelurahan Mekarsari dan juga Bhabinkamtibmas kecamatan Mustika Jaya, bapak Aiptu Sarjono.

Agak sulit bagi saya mendeliver materi kepada publik yang heterogen latar belakang dan beda usia ini. Saya memilih target audience kepada hadirin dari sekolah karena mereka mayoritas.

Dengan memutar film kartun Juki tentang hoax saya kira peserta akan paham apa yang saya bahas selanjutnya.

Alhamdulillah setelah saya selesai memberikan materi, Aiptu Sarjono selaku Bhabinkamtibmas Kel. Mustikasari kembali menekankan bahayanya Hoaks dan mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh AtmaGo dan MI Al-Hikmah.
Melawan Hoax Bersama AtmaGo
Aiptu Sarjono menyampaikan sambutan
"Kegiatan seperti ini seharusnya dilakukan bukan hanya untuk pelajar sekolah tapi juga untuk masyarakat, semoga AtmaGo bisa melakukan penyuluhan bahaya Hoax sampai ke tingkat RW dan RT."

Acara hari itu diakhiri dengan materi dari Muhammad Yasin yang memperkenalkan aplikasi AtmaGo dan bagaimana memanfaatkan AtmaGo serta media sosial lainnya agar lebih bermanfaat, baik untuk diri pengguna sendiri hingga masyarakat di lingkungannya.

AtmaGo adalah situs web dan aplikasi Android gratis yang dapat digunakan untuk melaporkan masalah, berbagi solusi, mencari pekerjaan, dan memposting berita mengenai lingkungan pengguna. 

"AtmaGo dibuat dengan ide dan semangat “warga bantu warga” untuk mewujudkan lingkungan yang lebih baik dari bawah melalui komunikasi dan informasi lokal di lingkungan penggunanya," tutur Yasin. Tentang AtmaGo saya pernah menulisnya di tulisan ini: Gotong Royong di Internet dengan AtmaGo.
Melawan Hoax Bersama AtmaGo

Kongko Bareng Blogger Bersama Siswa SMK Al Muhadjirin Bekasi

Kongkow Bareng Blogger Bersama Siswa SMK Al Muhadjirin Bekasi
Sabtu, 26 Januari 2019. Sudah larut pagi saat saya menelusuri peta google untuk mencari tahu di mana letak pasti SMK Al-Muhadjirin yang beralamat di Perumnas III, Jl. P. Jawa Raya, Aren Jaya, Bekasi Timur. Google Map mengantar saya ke gerbang sekolah yang tergembok. 

Dari hasil interogasi kepada adik-adik yang bersepeda di dekat gerbang akhirnya saya tahu kalau yang digembok adalah gerbang SMP Al-Muhadjirin, SMK yang saya tuju masih satu komplek tapi beda gerbang, saya harus melewati Masjid Al Muhadjirin baru bisa masuk ke SMA dan SMK Al-Muhadjirin.

Saat saya tiba, ternyata acara Kongko Bersama Bloger ini sudah dimulai. Pak Rijan Sania Saputra. ST selaku kepala sekolah SMK AL-Muhadjirin sedang memberikan sambutan pembukaan dan membawakan materinya. Btw Pak Rijan Sania selain kepsek ternyata juga seorang penulis loh. Keren lah ini kepsek SMK AL-Muhadjirin, beliau salah seorang penulis produktif dari Komunitas Guru Penulis Bekasi Raya :)

Sisi baiknya, saya jadi punya kesempatan menikmati kopi sambil ngobrol banyak sama Taufik dan Galing selaku panitia. Ngopi santai menunggu materi Pak Rijan selesai, gak lama Gorby yang ternyata alumni SMK Al-Muhadjirin ikut bergabung menemani saya.

Acara "Kongko Bareng Blogger & Entrepreneur di Zaman Milenial" ini terselenggara atas kerjasama civitas akademika SMK Al Muhadjirin Bekasi dan Yayasan Relawan Sedekah Indonesia.
Kongkow Bareng Blogger Bersama Siswa SMK Al Muhadjirin Bekasi

Kongko apa monolog nih?

Setelah break dan hiburan maka tibalah waktunya saya menjadi narasumber kongko bareng blogger. Judulnya kongko jadi harus lebih banyak interaksi, setidaknya saya bisa pakai 15-20 menit memberi materi supaya tuning-nya pas lalu tanya jawab sebelum lanjut ke sesi berikutnya. Btw kalau belum tahu, kongko itu artinya ngobrol atau berbincang-bincang.

Untuk menjelaskan blog dan blogger saya mengutip kisah sukses Raditya Dika dan Pidi Baiq yang keduanya menuangkan tulisan melalui blog kemudian dibukukan/novel kemudian menjadi film.

Blog adalah wadah untuk mempublikasikan tulisan-tulisan kita apapun bentuknya, bisa puisi, syair, cerita fiksi, cerpen, reportase, review, dan lain-lain. Raditya Dika awalnya menulis kisah-kisah jenaka yang ternyata mendapat respon positif dari netizen. 

Tulisan-tulisan bernada komedi di blognya sangat digemari sehingga berhasil memenangkan penghargaan Indonesian Blog Award dan penghargaan dari Indosat sebagai The Online Inspiring di tahun 2009.
Raditya Dika
Tulisan di blognya itu kemudian dibukukan dalam novel Kambing Jantan dan kemudian diangkat dalam film komedi yang berjudul sama. Tentu di balik kisah sukses ini ada kisah perjuangan tak kenal lelah, keseriusan dan semangat yang tak gampang patah, itulah yang perlu diteladani oleh siapa saja termasuk saya.

Begitu juga dengan Pidi Baiq yang awalnya menceritakan kisah Dilan dan Milea melalui blognya. Seperti yang kita ketahui, saat ini novel Dilan menjadi novel yang sangat laris dan sudah 2 novel Dilan yang dijadikan film.
novel dilan dan milea
Dari kisah ini yang ingin saya sampaikan adalah, internet juga membuka peluang bagi kita untuk kita manfaatkan sebagai wadah kreativitas seperti menulis, fotografi, lukisan, rekaman lagu hingga video. Pintu keberhasilan menunggu di sana, tentu tidak mudah, karenanya butuh banyak pengalaman dan kreativitas.

Setelah sekilas membahas mengenai blog kemudian sengaja saya bahas mengenai perkembangan evolusi web 1.0, web 2.0 dan web 3.0. Kita saat ini sudah mulai tahap awal evolusi web 3.0 yang sudah memanfaatkan AI (artificial intelligence). Bahwa smartphone yang kita gunakan saat ini sudah berisikan operating sistem yang mulai mengadopsi AI dan Learning Machine.

Asisten digital di HP akan semakin pintar, tapi sayang penggunanya jauh tertinggal karena masih kurang smart akibat sering mengonsumsi hoax. Materi 3 kerangka literasi digital Indonesia sempat pula saya sampaikan walau waktunya sudah mepet. Tentu tidak maksimal, tapi berbicara di depan kelas sampai 90 menit itu benar-benar menguras energi :D
Kongkow Bareng Blogger Bersama Siswa SMK Al Muhadjirin Bekasi
Hasil dari kongko ini saya berharap semoga dengan acara ini adik-adik SMK dan para hadirin tergugah untuk membuat konten kreatifnya sendiri. Menjadikan sosmed sebagai media promosi kegiatan positif dan informasi bermanfaat. 

Pemateri selanjutnya adalah Nana Praja, penggiat literasi dan pendiri TBM Rumah Warna Bekasi yang terletak di Kampung Penombo, Desa Pantai Harapan Jaya Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi.  Mungkin Nana yang akan membawakan materi mengenai entrepreneur dan usaha. Saya selesai materi langsung kabur untuk menambah kadar nikotin dan kafein setelah 1 jam setengah mencoba menjadi guru yang baik :D

Dari hasil ngobrol dengan Galing Gema Takbir yang mengundang saya ke acara ini mudah-mudahan mading (majalah dinding) yang ada di sekolah bisa  berfungsi maksimal. Ke depan mudah-mudahan kalau lancar akan ada ekskul jurnalistik di SMK ini.  Amiiin.




Bingung Cari Sewa Apartemen Di Jakarta? Jendela360 Solusinya

Sewa Apartemen Jakarta Royal Mediterania Garden Residence
Ikram merupakan seorang karyawan muda yang masih single. Setelah 2 tahun bekerja di sebuah perusahaan IT, ia mempertimbangkan untuk pindah kost. Ikram sudah tinggal di kos ini sejak ia masih kuliah karena harganya yang terjangkau dengan fasilitas lengkap dan jarak yang dekat ke kampus.

Namun, setelah bekerja, Ikram merasa kehidupan di kos tersebut sudah kurang cocok untuknya. Para penghuni lain kebanyakan mahasiswa yang mengerjakan tugas beramai-ramai hingga larut malam dan cukup menimbulkan suara ribut sehingga Ikram merasa waktu istirahatnya terganggu. Ikram mempertimbangkan untuk mencari kos yang berisikan karyawan karena kebanyakan karyawan akan langsung istirahat begitu pulang dan tidak berisik hingga larut malam.

Selain mencari kost karyawan, Ikram juga mempertimbangkan untuk mencari sewa apartemen yang dekat dengan kantornya. Penghuni apartemen biasanya jarang bertemu muka sehingga Ikram yang introvert tak perlu sering berbasa basi ria dengan tetangganya. Namun, Ikram merasa agak kesulitan untuk mencari sewa apartemen yang sesuai dengan budget karena kebanyakan sewa apartemen di Jakarta meminta uang sewa dibayar secara tahunan sementara Ikram mendapatkan gajinya secara bulanan sehingga pengeluaran sewa tahunan akan sangat memberatkan Ikram.

Dodi, teman kantor Ikram, menyarankan Ikram untuk mencari sewa apartemen di Jendela360.com karena sepupuhnya berhasil menemukan apartemen yang cocok di website tersebut dan puas dengan pelayanannya. Ikram yang penasaran dengan akhirnya memutuskan untuk membuka dan mempelajari website Jendela360.

Begitu membuka websitenya, Ikram langsung terpukau dengan Jendela360, karena website ini menawarkan keunggulan yang jauh melebihi agen perorangan yang banyak memasang iklan di internet.
Sewa Apartemen Jakarta Royal Mediterania Garden Residence Fully Furnished

Keunggulan dan Kelebihan Jendela360

Bagi Penyewa / Pencari Apartemen Jendela360 hadir untuk memudahkan para pencari hunian khususnya apartemen di Jakarta dan sekitarnya. Bagi calon penyewa, keuntungan yang didapatkan adalah:
  • Mendapatkan informasi yang lengkap mengenai apartemen di seluruh Jakarta serta dapat melihat foto seluruh ruangan apartemen dengan foto 360 derajat di website Jendela360.com
  • Calon penyewa didampingi oleh representative Jendela360 untuk kunjungan ke beberapa unit sekaligus.
  • Dengan sistem cicilan bulanan (menggunakan kartu kredit), penyewa tidak akan lagi merasa keberatan dengan sistem pembayaran 1 tahun dimuka (hard cash)
Sedangkan bagi Pemilik Apartemen, Jendela360 sebagai startup proptech (property technology) juga hadir sebagai agen di mana para pemilik apartemen bisa menitipkan apartemennya untuk dipasarkan melalui Jendela360. 

Berbeda dengan situs marketplace umum dan marketplace properti, di Jendela360 pemilik apartemen tidak perlu repot mengurus listing dan negosiasi dengan klien (calon penyewa apartemen) karena semuanya akan diurus oleh Jendela360. 
Sewa Apartemen Jakarta Royal Mediterania Garden Residence Fully Furnished

Keuntungan menitipkan apartemen di Jendela360:

  • Tidak perlu pusing memikirkan materi iklan (copywriting, marketing).
  • Tidak perlu repot memfoto unit apartemen karena fotografer dari Jendela360 siap datang ke apartemen dan memotret unit secara gratis!
  • Tidak perlu lagi mendampingi calon penyewa untuk melihat atau kunjungan unit.

Fitur dan Layanan Jendela360

Selain kelebihan yang ditonjolkan oleh Jendela360, platform penyewaan apartemen kekinian di Indonesia saat ini juga menawarkan fitur dan layanan yang memudahkan penggunanya, di antara lain:
  • Navigasi Website Jendela360.com mudah dipahami serta menyediakan informasi apartemen yang lengkap;
  • Adanya teknologi virtual tour 360 pada website Jendela360 sehingga pengguna bisa melihat setiap sudut apartemen dengan jelas;
  • Layanan Customer Service Full Day yang siap membantu menjawab pertanyaan baik dari calon penyewa maupun pemilik yang ingin menitipkan apartemennya untuk disewakan;
  • Offline Visitation yang didampingi oleh representative Jendela360
  • Proses pembayaran dengan sistem cicilan 12 bulan.
Selain itu, ada satu produk lagi dari Jendela360 yang membuat Ikram semakin tertarik, adalah Star Listing.

Apa itu Star Listing?

Star Listing adalah listing unit apartemen di Jendela360 yang memiliki kelebihan di antara listing unit apartemen lainnya. Kelebihan unit apartemen yang berlabel Star Listing ini di antaranya;
  1. Well Furnished, unit tertata rapi dengan sentuhan hiasan modern
  1. Win a Trip To Bali, penyewa unit yang berlabel Star Listing akan mendapatkan kesempatan memenangkan perjalanan ke Bali dengan memutar fortune wheel.
  1. Bisa dibayar bulanan (dengan kartu kredit ataupun tanpa kartu kredit)
  1. Unit-unit berlabel Star Listing baru tersedia di beberapa apartemen di Jakarta seperti apartemen Central Park (Jakarta Barat), Condominium SeaView Pluit (Jakarta Utara), Mediterania Garden Residence 2 (Jakarta Barat), Royal Mediterania Garden Residence (Jakarta Barat), Sudirman Park (Jakarta Pusat), Westmark (Jakarta Barat), Bassura City (Jakarta Timur), The Mansion Kemayoran Jasmine (Jakarta Pusat), Green Pramuka (Jakarta Timur), Belmont Residence (Jakarta Barat), Season City (Jakarta Barat), Puri Park View (Jakarta Barat), Thamrin Residence (Jakarta Pusat), Puri Orchard (Jakarta Barat).
Ikram tertarik dengan Star Listing karena bisa dibayar secara bulanan dengan cash tanpa kartu kredit seperti halnya bayar kos. Tentu saja ini sesuai dengan kondisi keuangan dan kebiasaan Ikram untuk langsung bayar kos begitu gajian.
Tidak pakai lama lagi, Ikram langsung melihat-lihat halaman Star Listing di Royal Mediterania Garden Residence yang paling dekat ke kantornya. Karena tinggal sendirian, Ikram hanya memerlukan unit studio atau 1BR. 

Tertarik dengan foto-foto unit dan harga sewanya, Ikram langsung menghubungi CS Jendela360 untuk memastikan ketersediaan unit. Begitu CS memastikan bahwa unit yang diinginkan masih tersedia, CS langsung mengkonfirmasi kapan Ikram bisa datang berkunjung melihat unit di Royal Mediterania Garden sambil ditemani adviser.

Pada hari yang dijanjikan, Ikram datang untuk melihat unit bersama adviser. Setelah melihat-lihat unit dan lingkungan apartemen, Ikram merasa cocok dan memutuskan untuk mengambil sewa di unit tersebut.

Kini, Ikram tinggal berjalan kaki pulang pergi ke tempat kerjanya dan bisa menikmati ketenangan saat beristirahat. Tentu saja dengan harga sewa yang terjangkau dan bisa dibayar dengan mudah secara bulanan seperti bayar kos.



***

*Semua foto dari web Jendela360



2019 Tetap Nge-blog



Seperti yang sudah saya jelaskan pada pos tentang gara-gara blogwalking akhirnya gabung sama komunitas Blogger Perempuan, atau tentang aktivitas blogwalking dapat menghadirkan gagasan ide menulis konten blog, maka lagi-lagi akibat menikah muda blogwalking saya tergagaslah ide menulis konten yang satu ini. Sesuai judul: 2019 Tetap Nge-blog. Gara-gara blogwalking ke blog-nya Mas Doddy Purwanto. See? (Terjemahan Indonesia: apa kan saya bilang?). Blogwalking itu banyak manfaatnya!

Baca Juga: Perjalanan Rock'N'Rain

Pos Mas Doddy itu adalah tentang, kira-kira, resolusi tahun 2019. Setiap orang pasti punya resolusi meskipun banyak yang menyangkalnya. Tapi setidaknya ada satu harapan yang ingin diwujudkan di tahun mendatang. Sama. Saya juga punya resolusi di tahun mendatang yaitu melakukan ritus membangkitkan dinosaurus tetap diberi kesehatan dan kewarasan, serta selalu bersyukur atas nikmat kehidupan yang dianugerahi oleh Allah SWT.

Untuk mempermudah, hashtag yang saya baca dari komentar Admin 007 di blog Mas Doddy kita pakai. 

#2019TetapNgeblog

Lantas, apa alasan saya pada tahun 2019 nanti tetap nge-blog

  • Nge-blog membikin otak saya lebih fresh dan membikin saya lebih produktif dari hari ke hari. Karena, (sering) menulis merupakan proses memindahkan isi otak. Kalau sudah menulis, ide-ide yang berterbangan di otak itu satuper satu dikeluarkan. Ini menurut saya. Semacam piknik online lah haha.
  • Nge-blog membikin saya kaya raya. Kaya teman. Tentu saja. Kaya pengetahuan, tentu saja. Karena, setiap blog yang saya baca dari kegiatan blogwalking pasti ada yang membikin saya jadi tahu ini itu. Membaca, apalagi yang bermanfaat, tidak pernah bikin kita gulung tikar.
  • Nge-blog membikin saya punya warisan yang kelak bisa dibaca oleh siapa saja. Misalnya, kalau anak saya bertanya sudah ke mana kah saya semasa masih muda dan enerjik, tinggal saya suruh: baca blog ine (mama) yang soal travel.


Haha ...

Insha Allah, apabila tidak ada aral melintang, saya akan tetap nge-blog. Ya, #2019TetapNgeblog.

Bagaimana dengan kalian? Bagi tahu yuk di komen.


Cheers.

2019 Tetap Nge-blog



Seperti yang sudah saya jelaskan pada pos tentang gara-gara blogwalking akhirnya gabung sama komunitas Blogger Perempuan, atau tentang aktivitas blogwalking dapat menghadirkan gagasan ide menulis konten blog, maka lagi-lagi akibat menikah muda blogwalking saya tergagaslah ide menulis konten yang satu ini. Sesuai judul: 2019 Tetap Nge-blog. Gara-gara blogwalking ke blog-nya Mas Doddy Purwanto. See? (Terjemahan Indonesia: apa kan saya bilang?). Blogwalking itu banyak manfaatnya!

Baca Juga: Perjalanan Rock'N'Rain

Pos Mas Doddy itu adalah tentang, kira-kira, resolusi tahun 2019. Setiap orang pasti punya resolusi meskipun banyak yang menyangkalnya. Tapi setidaknya ada satu harapan yang ingin diwujudkan di tahun mendatang. Sama. Saya juga punya resolusi di tahun mendatang yaitu melakukan ritus membangkitkan dinosaurus tetap diberi kesehatan dan kewarasan, serta selalu bersyukur atas nikmat kehidupan yang dianugerahi oleh Allah SWT.

Untuk mempermudah, hashtag yang saya baca dari komentar Admin 007 di blog Mas Doddy kita pakai. 

#2019TetapNgeblog

Lantas, apa alasan saya pada tahun 2019 nanti tetap nge-blog

  • Nge-blog membikin otak saya lebih fresh dan membikin saya lebih produktif dari hari ke hari. Karena, (sering) menulis merupakan proses memindahkan isi otak. Kalau sudah menulis, ide-ide yang berterbangan di otak itu satuper satu dikeluarkan. Ini menurut saya. Semacam piknik online lah haha.
  • Nge-blog membikin saya kaya raya. Kaya teman. Tentu saja. Kaya pengetahuan, tentu saja. Karena, setiap blog yang saya baca dari kegiatan blogwalking pasti ada yang membikin saya jadi tahu ini itu. Membaca, apalagi yang bermanfaat, tidak pernah bikin kita gulung tikar.
  • Nge-blog membikin saya punya warisan yang kelak bisa dibaca oleh siapa saja. Misalnya, kalau anak saya bertanya sudah ke mana kah saya semasa masih muda dan enerjik, tinggal saya suruh: baca blog ine (mama) yang soal travel.


Haha ...

Insha Allah, apabila tidak ada aral melintang, saya akan tetap nge-blog. Ya, #2019TetapNgeblog.

Bagaimana dengan kalian? Bagi tahu yuk di komen.


Cheers.

5 Blogger Kocak



Selasa kemarin saya menulis tentang blog list dan kegiatan blogwalking. Adalah, bukan kata Venom tapi kata saya, dengan adanya blog list saya jadi lebih mudah blogwalking. Karena apa? Karena sejak zaman baheula, saya yang dari kampung ini memang sudah suka blogwalking, sampai-sampai dijuluki kutu loncat. Soalnya, bagaimana ya, saya senang membaca tulisan para blogger itu. Macam cerita Pak Bagas saat bertugas dari satu negara ke negara lain sampai mengirimi saya kartu pos dari setiap negara yang dikunjunginya, coretan dan aneka tips dari Pak Jaf dan profesinya sebagai penyiar dan produser di Singapura juga di Jepang, tulisan dan tutorial dari Linda Nicegreen soal dunia merajut, serunya Mami vi3 menceritakan kegiatan sehari-harinya di Warnet Galaxy Banyuwangi, atau kisah Maknyak Labibah di Kanada sana. 

Bagi saya, blogwalking itu ibarat traveling. Bedanya traveling yang ini tidak perlu pakai tiket pesawat. Cukup paket internet. Whuuuuzzzz! Berangkat! *seret dinosaurus*

Dan sepertinya dari blog yang saya tulis di atas hanya blog Pak Jaf yang benar-benar masih aktif.

Baca Juga: 5 Peserta Favorit Kelas Blogging

Dari blogwalking kita jadi tahu karakter dan/atau gaya menulis para blogger. Diantaranya adalah gaya menulis: 

1. Serius cenderung pakai PUEBI.
2. Santai. Saking santainya tahu-tahu paket internet saya habis.
3. Biasa saja. Kayak blog saya haha.
4. Kopas-kopasan biar sehat jiwa raga. Eh, itu lopas (lari) ya.
5. Kocak bin konyol.

Macam-macam memang.

Dan gaya menulis blogger itu ibarat DNA yang tidak perlu diutak-atik sama orang lain (pembaca).

Itu ciri KHHAASSSS *muncrat sepuluh meter*. Kalian munduran dikit dooonk bacanya jangan lengket sama layar.

Nah, kelas terakhir yaitu kelas malam bareng dinosaurus blogger dengan gaya menulis kocak bin konyol ini yang bakal saya ceritakan hari ini di #KamisLima.

Menentukan lima blogger kocak ini bukan asal jadi: oke saya mau tentukan kamu, kamu, dan kamu *berkedip empat kali* juga kamu dan kamu. Kalian berlima adalah blogger super kocak versi saya! *stempel kuku dinosaurus*. Tidak semudah itu donk. Ada perjalanan di sana di sana mana saya juga kurang tahu. Saya blogwalking, baca konten blog-nya, haha hihi, berulang lagi, terus berulang beda hari, terus berulang beda konten, lalu sadar bahwa konten-konten blog tersebut benar-benar bikin pipi kejang gara-gara tertawa. Blogger-blogger itu luar biasa. Kadar lucunya ngalah-ngalahin kadar garam di laut mati *ditusuk batako*. 


Baca Juga: 5 Kelas Blogging

Karena semua yang saya tulis selalu versi saya, jadi kalian belum tentu setuju sama lima blogger kocak berikut ini. Bagaimana kalau kalian juga punya blogger kocak pilihan sendiri? Silahkan diajak terbang paralayang ditulis lah.

1. KERANI


Sejak awal baca blog-nya, sampai baca buku pertamanya, lalu buku-buku berikutnya, setahu saya dia tidak punya nama. Hahah. Nama pasti punya, tapi demi kebaikan umat yang masih pengen terhibur olehnya, sebaiknya namanya tidak perlu tertulis. Ini dulu saya sampai bilang, apalah arti sebuah nama kalau tanpa nama pun bukunya ngetop sejagad? Di filem My Stupid Boss dia dipanggil Diana. Mendadak ibu yang satu ini punya nama di situ haha. Tapi saya bakal tetap mengingatnya dengan nama Kerani. Istilah untuk pegawai administrasi. Awal membaca blog milik Kerani ini saya menangis tersedu-sedu, terus gebukin meja. Kok ada orang yang gaya menulisnya kocak ajegile begini?

Bakat!

Haha.

Sampai sekarang saya masih membaca ulang buku My Stupid Boss dan masih sering berkunjung ke blog-nya. Keren sekali memang si Kerani.

2. RADITYA DIKA


Tahu Raditya Dika sudah lama banget, sebelum dinosaurus mengembara di bumi sebelum buku Kambing Jantan terbit dan bikin semesta ngakak berjamaah. Melalui blog-nya Raditya menceritakan hidupnya, terutama saat kuliah di Australia dan kehidupan di rumah saat liburan, dari sisi bagaimana menertawai diri sendiri. Ketika Kambing Jantan terbit, buku itu menjadi buku favorit saya dan Indra. Bacanya setiap hari, ketawanya setiap hari. Sampai saya pernah menulis tentang Indra.

Orang lain bukunya ganti, cemilannya satu. Indra bukunya satu, cemilannya gonta-ganti. Buku apakah itu? Kambing Jantan!

Meskipun karya-karya berikutnya Raditya tidak begitu menarik bagi saya, tapi saya masih suka nonton ulang Malam Minggu Miko (serial).


Suatu hari saya melihat sesuatu yang menarik di pos FB teman. Maka meluncur lah saya ke tautannya dan terdampar di sebuah blog milik Teppy di The Freaky Teppy yang me-review Ayat Ayat Cinta 2. Kocaknya kebangetan memang blogger yang satu ini. Kalau saja pipi saya bisa menampar, dia pasti menampar ... eh ... pokoknya si pipi sampai kejang saking ngakaknya saya bahkan hampir tanpa jeda. Manapula bahasanya kocak, gambar-gambar sisipannya dari skrinsyut video qasidahan, awwww. Kalian sudah baca review-nya tentang filem Suzzana Bernapas dalam Kubur? Baca dan tertawalah. 

Teppy, kau membuat hidup saya menjadi lebih haha-hihi.


Apa yang unik dari Trinity? Gaya menulisnya yang blak-blakan dan kocak itu yang tak akan pernah saya, atau kalian, lupa. Sudut pandang dan gaya menulis yang polos (naked) itu yang membikin kita akan selalu mengingat (mau nulis yang tak akan pernah lupa nanti dibilang pengulangan) cerita-ceritanya. Pilihan judul tulisannya pun unik dan sudah bisa bikin ketawa. Misalnya: Apakah India Bau? Atau Cowok Korea Unyu-Unyu? Atau Drama Becak dan Bajaj India. Yang saya suka juga dari seorang Trinity adalah dia juga sering menertawai dirinya sendiri yang big size. Hihihi. Toss.


Tahun 2018 saya mengenal seorang blogger yang ternyata kadar kocaknya warbiyasah. Ini ngakaknya bisa berjamaah, bisa ngajak penduduk negara sebelah, bisa ngajak pilot piring terbang. Febri punya ciri khas yang ... bagaimana ya saya sulit mendeskripsikannya pada kalian haha. Bahasa slang, bahasa penuh intrik (hwah :p), bahasa paling kocak yang pernah saya baca sepanjang satu tahun terakhir ini. Bagaimana 'drama' antara dirinya dengan sang pacar dalam suatu perjalanan, atau 'drama' antara dirinya dengan dirinya sendiri, itu bakal bikin dunia cerrraaaaaah.

Terima kasih, Feb.

Baca Juga: 5 Kelas Blogging

Membaca tulisan blogger-blogger kocak membikin saya lupa dulu pernah begitu ter-haha-hihi dengan Opera van Java.

Saya yakin kalian juga tentu punya blogger kocak favorit yang tulisan-tulisan mereka selain menginspirasi, memotivasi, juga membikin tertawa, sekaligus membikin gemas pengen cubit pipi mereka kan. Silahkan ditulis. Boleh di papan komentar yang saat ini masih eror belum bisa reply langsung, boleh juga di pos blog kalian sendiri. Hehe.

Semoga terhibur.

Mari ngakak berjamaah.


Cheers.