Nyaman berkereta dari Semarang ke Surabaya

Nyaman berkereta dari Semarang ke Surabaya
Pramugari Kereta Api | Foto Jurnal Media Indonesia
Berbagai tujuan daerah di pulau Jawa sudah aku tempuh menggunakan kereta api. Apalagi dengan perubahan wajah kereta api seperti sekarang ini. Dari kelas ekonomi hingga eksekutif tidak ada gap yang terlalu jauh. Semua rangkaian kereta sudah menggunakan pendingin udara (AC) dan jumlah penumpangnya pun sesuai dengan jumlah kursi yang tersedia, sehingga tidak ada penumpang yang berdiri

Semua yang ada sudah sangat jauh berbeda jika kita bandingkan dengan wajah kereta api masa lalu. Maka tak heran, jika sekarang kereta api menjadi salah satu wahana transportasi yang populer dan menjadi favorit karena fasilitas dan layanannya. Meskipun sudah beberapa tahun berlalu, layanan dan fasilitas kereta api baik di stasiun maupun di dalam rangkaian tidak berkurang, justru terus meningkat. Seperti yang aku rasakan beberapa waktu lalu ketika aku bepergian dari Semarang ke Surabaya. 

Bepergian naik kereta saat ini sudah tidak perlu khawatir macam-macam, sekalipun jarak tempuh menggunakan kereta lebih lama, tapi aku merasa lebih aman dan nyaman dibandingkan naik pesawat terbang. Mungkin karena takut ketinggian atau mungkin juga karena sudah terbiasa setiap hari menggunakan moda transportasi KRL. Selain itu, alasan berhematlah menjadi alasan utama, karena tiket kereta lebih murah dibandingkan tiket pesawatCoba pastikan harga tiket kereta Semarang Surabaya, harganya jelas masih lebih terjangkau daripada harga tiket pesawat.

Meski aku memilih kelas ekonomi menggunakan KA Ambarawa Ekspres namun fasilitasnya serasa berada di kereta eksekutif. Betapa tidak, meski menggunakan kursi ekonomi, tetapi bisa diubah sendiri sandaran kursinya, layaknya kursi kereta eksekutif. Setidaknya, fasilitas ini membuatku nyaman menempuh perjalanan sekitar 4 jam lebih dari stasiun Semarang Poncol menuju stasiun Pasar Turi Surabaya. FYI, perjalanan dari Semarang (Poncol) hingga ke Surabaya (Pasar Turi), KA Ambarawa Ekspres akan berhenti di 8 (delapan) stasiun, yaitu Semarang Tawang, Ngrombo, Kradenan, Randublatung, Cepu, Bojonegoro, Babat, dan Lamongan.

Sejuknya udara di dalam rangkaian juga semakin menambah kenyamanan dalam melakukan berbagai aktivitas di dalam kereta. Sudah gitu, masing-masing kursi juga dilengkapi dengan colokan listrik yang umumnya digunakan untuk men-charge hp. Jadi, enggak perlu panik ketika baterai hp mulai kehabisan daya. 
Nyaman berkereta dari Semarang ke Surabaya
Charger dalam gerbong kereta | Foto: indoinspector.blogspot.com
Layanan kereta juga tidak sampai di situ sebatas fasilitas rangkaian saja, namun layanan dari para crew yang patut diacungkan jempol. Ketika aku melihat AC di atasku bocor sedikit, aku segera laporkan ke petugas yang lewat. Tak lama kemudian, petugas datang menghampiri dan langsung melakukan perbaikan. Taarrraaa.....AC ku kembali normal dan akupun kembali duduk dengan nyaman. 

Kebersihan di dalam rangkaian dan khususnya di dalam toilet selalu terjaga dengan baik. Air selalu mengalir dari keran yang tersedia, dilengkapi dengan hand wash dan tissue. Closed-nya pun dilengkapi dengan tombol flush, jadi tidak meninggalkan jejak bau yang tak sedap. Dulu...aku selalu menahan buang air kecil jika bepergian menggunakan kereta, tapi sekarang tidak lagi.

Jika perut keroncongan pun, kita tinggal memesan makanan/minuman melalui crew. Berbagai pilihan menu tersedia dan tinggal pilih. Meskipun harganya lebih tinggi dibandingkan harga di warung, tapi cukup worth it-lah dengan layanan yang didapat.

Meskipun masing-masing kelas (ekonomi, bisnis, eksekutif) ada nilai tambah dalam hal layanan, namun layanan standar yang diberikan memang jauh lebih manusiawi dibandingkan dulu. Tak ada lagi, penumpang yang berdiri, tak ada lagi WC jorok, tak ada lagi kereta yang jendelanya terbuka, tak ada lagi kereta yang berbau apek, pesing dan lain-lain. Maka tak heran jika kereta menjadi idola masyarakat sekarang. Dengan  semua fasilitas dan layanan yang ada di kereta Ambarawa Ekspres ini menjadikan penumpangnya nyaman senyaman di rumah sendiri.


Bagaimana Cara Mencari Modal Usaha Tanpa Pinjam di Bank? Simak Rahasianya Yuk!

Rahasia Mencari Modal Usaha Tanpa Pinjam di Bank

Usaha merupakan pekerjaan yang digemari oleh sebagian besar orang karena memiliki berbagai keuntungan yang dapat memudahkan kehidupan. Dengan membuka usaha sendiri, Anda akan memiliki banyak waktu dengan keluarga maupun orang terdekat. Anda juga dapat bekerja dengan jangka waktu sesuai keinginan karena Anda merupakan pemilik.

Selain itu, Anda juga akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar yang sedang mencari pekerjaan. Hadinya usaha Anda dapat memberikan angin segar bagi mereka yang membutuhkan pekerjaan. Meski begitu, tentunya Anda harus memiliki produk usaha yang diterima di masyarakat.

Setelah memperoleh produk yang tepat untuk dijual, pastinya Anda membutuhkan modal sebagai penggerak utama jalannya bisnis. 

Kini berbagai jenis bank serta pinjaman online memberikan banyak kemudahan bagi Anda untuk meminjam. Sayangnya, bunga yang harus dibayarkan juga lebih banyak dan membuat Anda tertekan pula.

Bagaimana Cara Mencari Modal Usaha Tanpa Pinjam di Bank?

Bagaimana cara mencari modal usaha yang tepat tanpa meminjam uang di bank? Simak ulasannya tipsnya berikut ini (disarikan dari situs keuangan Duwitmu.com).

Sisihkan Sebagian Gaji untuk Modal Usaha

Anda dapat menyisihkan dana dari gaji yang diperoleh dalam bekerja. Ketika Anda bekerja di bidang tertentu, pasti memiliki gaji setiap periode tertentu biasanya satu bulan. Tabungkan sebagian dari gaji yang Anda peroleh untuk dijadikan modal usaha. 

Selain itu, dana lain bagi Anda yang masih kuliah Anda dapat secara rutin menyisihkan uang saku dari orang tua juga dapat ditabung sebagai modal usaha. Dalam hal ini Anda harus menyisihkan sebagian bahkan semua uang saku yang Anda miliki agar modal usaha Anda semakin cepat terkumpul dan usaha yang Anda inginkan segera berjalan.

Jual Barang yang Tidak Berguna

Jika Anda memiliki banyak barang dirumah yang tidak digunakan secara maksimal, jual saja. Saat ini terdapat fasilitas prelo atau menjual barang bekas yang dapat menjadi sumber untuk modal usaha yang Anda idamkan. Anda dapat melakukan penjualan dengan sistem online maupun offline.

Buka Usaha Jasa Sampingan Tanpa Modal

Selain itu, jika memiliki waktu luang, gunakan tenaga Anda untuk membuka jasa. Anda tentu memiliki lingkungan dengan berbagai background yang memiliki berbagai kepentingan pula. Kesibukan yang dimiliki oleh orang-orang di lingkungan Anda dapat menjadi sasaran empuk untuk mencari modal usaha. Tawarkan bantuan pada orang-orang tersebut agar Anda memperoleh upah dari mereka.

Mengikuti Lomba Sesuai Passion untuk Mendapatkan Hadiah

Berapapun usia Anda saat ini, dapat memperoleh dana dari program kreatif seperti lomba yang diadakan secara gratis namun memberikan hadiah yang fantastis. Anda dapat melihat dimana kemampuan yang paling Anda kuasai kemudian ikutilah lomba yang diadakan oleh berbagai instansi maupun perseorangan. Banyak sekali peluang jika Anda mengikuti berbagai lomba.

Saat ini banyak sekali lomba yang diadakan secara online maupun offline dalam bentuk lomba membuat blog, video, karya ilmiah, penelitian, jurnal, buku, dan lain sebagainya. Jika Anda memiliki kemampuan di bidang tulisan, Anda dapat mengikuti berbagai lomba tulisan yang tersedia. Namun jika Anda lebih menyukai bidang akademik seperti penulisan karya ilmiah dan lain sebagainya, kemudian ikutilah lomba yang disediakan dalam bidang tersebut.

Cari Partner Bisnis untuk Join Modal Usaha Bersama

Selain itu, disini Anda juga dapat mencari orang yang memiliki satu visi serta keinginan usaha yang sama untuk dijadikan sebagai rekan bisnis. Pada dasarnya setiap orang pasti memiliki keinginan untuk membuka usaha sendiri, namun tergantung dimana letak keseriusan orang tersebut dalam membuka usaha.

Dengan menemukan rekan bisnis ini, Anda akan terbantu dari segi finansial maupun dari segi menjalankan usaha. Dengan bekerjasama dengan teman, Anda juga akan memperoleh modal secara cepat untuk modal usaha.

Semoga informasi tentang bagaimana cara mencari modal usaha ini dapat menjadi upaya Anda untuk mendapatkan modal usaha sehingga dapat segera menjalankan bisnis dan memberikan manfaat bagi orang banyak. 

Semoga berhasil! 



Mengenal AHU Online, Mulai Legalitas Komunitas Hingga Kewarganegaraan

Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum
Saya banyak bertemu orang-orang dengan passion yang sama pada hari libur. Hari libur adalah waktu bagi saya untuk ikut terlibat dalam kegiatan yang rata-rata berupa kegiatan sosial.

Kontribusi saya dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan atas nama organisasi,  komunitas, perkumpulan, yayasan dan lain-lain ini biasanya dalam hal dokumentasi, reportase dan semacamnya terkait kehumasan.

Dari seringnya ikut kegiatan itu saya sering mendapat pertanyaan tentang bagaimana merancang sebuah kegiatan, acara dan semacamnya. Pertanyaan yang lebih serius adalah ketika beberapa teman menanyakan bagaimana cara mendirikan yayasan, cara mendapatkan status hukum sebuah komunitas atau perkumpulan dan sejenisnya.

Secara umum, untuk mendirikan yayasan, organisasi atau perkumpulan adalah sama-sama dengan membuat akta pendirian di hadapan notaris. Oh ya, itu khusus untuk perkumpulan/organisasi yang ingin berstatus badan hukum. Untuk perkumpulan berbadan hukum, tata cara pendiriannya tunduk pada Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 3 Tahun 2016. Sementara tata cara pendirian perkumpulan tidak berbadan hukum diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2017.

Sebagai catatan, konstitusi kita menjunjung tinggi kebebasan berserikat dan berkumpul tanpa harus membuatnya dalam bentuk yang formal atau berbadan hukum. Artinya perbedaan status badan hukum tidak berpengaruh banyak dalam kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan, perbedaan itu akan berlaku jika perkumpulan melakukan perbuatan hukum seperti perjanjian kredit, jual-beli, sewa-menyewa, dan berbagai macam tindakan  dalam lingkup hukum keperdataan dan lainnya. 

Setelah adanya akta pendirian perkumpulan yang dibuat di hadapan notaris, maka langkah selanjutnya adalah melakukan registrasi sekaligus meminta status badan hukumnya kepada Kementerian Hukum dan HAM. Sedangkan perkumpulan tidak berbadan hukum melakukan registrasi kepada Kementerian Dalam Negeri. Untuk kegiatan pendaftaran dan registrasi ini dapat dilakukan dengan bantuan notaris atau dilakukan sendiri oleh masyarakat.

Nah teman-teman, untuk registrasi dan meminta status badan hukum yayasan dan perkumpulan itu adanya di Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum dan HAM dan kita bisa mengurusnya melalui layanan online yang disebut AHU Online

Sekarang kita bahas sedikit tentang Ditjen AHU ini.

Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum

Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum
Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum adalah unit eselon I Kemenkumham yang sudah dibentuk sejak tahun 2000 lalu, pemekaran dari Direktorat Hukum dan Perundang-undangan. 

Direktorat Hukum dan Perundang-undangan ini tidak hanya dimekarkan menjadi Ditjen AHU, melainkan menjadi dua. Yaitu Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan yang fokus pada penyusunan peraturan perundangan-undangan. Sedangkan Ditjen AHU fokus pada tugas pelayanan hukum kepada masyarakat, layanannya mencakup hampir semua bidang hukum secara umum. 

Luasnya aspek pelayanan hukum yang dilakukan Ditjen AHU, Cahyo Rahadian Muzhar, SH, LLM, selaku Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) saat ini dibantu oleh satu orang Sekretaris Jenderal dan lima orang Direktur. 

Para direktur tersebut mengurusi pelayanan untuk bidang Pidana, Perdata, Tata Negara, Otoritas Pusat Hukum Internasional, dan Teknologi Informasi. Semua unit di Ditjen AHU ini bersinergi mewujudkan visi “masyarakat memperoleh kepastian hukum.”
Selain urusan pendaftaran dan pengesahan badan hukum yayasan dan perkumpulan, soal kewarganegaraan juga dilayani di Ditjen AHU.

Penting yah soal kewarganegaraan ini?

Masih ingat kisah Gloria Natapradja Hamel?. Gloria Natapradja Hamel adalah perempuan keturunan Indonesia-Perancis yang sangat antusias untuk menjadi salah satu pasukan pengibaran bendera pada HUT ke 71 RI. Akan tetapi dua hari sebelum peringatan kemerdekaan, ia dicoret dari daftar pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) di Istana Negara karena ternyata ia masih memegang paspor Perancis. 

Gloria sangat sedih ketika dikabarkan dirinya batal menjadi anggota Paskibraka. Siswi SMA Islam Dian Didaktika itu kemudian menulis surat kepada Presiden. Di dalam surat yang disertai dengan materai Rp 6 ribu itu, Gloria secara tegas menyatakan dia mencintai Indonesia, bahkan siap untuk memilih menjadi WNI. "Bahwa saya tidak pernah memilih kewarganegaraan Perancis karena darah dan nafas saya untuk Indonesia tercinta," tulis Gloria.

Bagi kita yang memiliki ayah dan ibu WNI, masalah kewarganegaraan tentunya sudah selesai tanpa perlu naturalisasi, tapi status itu berbeda dengan mereka yang salah satu orang tuanya berkewarganegaraan asing seperti Gloria ini.

Nah, kalau menurut kalian, selain pendirian yayasan, pengesahan perkumpulan dan administrasi kewarganegaraan, apa saja administrasi hukum yang biasanya kita butuhkan? 

Kalau kita tengok layanan AHU Online situs ahu.go.id, ada beberapa pelayanan administrasi hukum yang bisa kita akses, di antaranya:

1. Administrasi Penunjang Kemudahan Berusaha

Beberapa tahun belakangan, pemerintah meningkatkan kinerja kemudahan berusaha (ease of doing business). Salah satu kontribusi Ditjen AHU dalam bidang kemudahan berusaha adalah dengan mempercepat prosedur pembentukan badan usaha. Dengan layanan AHU Online, pendirian dan pengintegrasian CV (Comanditaire Venootschap) dan Perseroan Terbatas bisa dilaksanakan secara digital. Tidak hanya mendaftarkan badan usaha, kalau mau pesan nama perusahaan juga bisa melalui web AHU Online.

2. Membangun Organisasi atau Perkumpulan 

Tak hanya membuat CV atau PT, masyarakat yang ingin membentuk organisasi baik tujuan profit maupun non-profit juga bisa mendaftarkannya secara online. AHU Online melayani semua jenis perkumpulan, mulai dari Yayasan, Koperasi, sampai Partai Politik (Parpol), kita juga bisa memesan dan memeriksa nama agar tidak ada kesamaan nama melalui AHU Online.

3. Pengurusan Wasiat 

Kalau kita punya aset atau harta yang ke depannya bisa bermanfaat untuk keturunan kita, atau justru bisa disalahgunakan pihak lain, atau mungkin memiliki potensi konflik, ada baiknya setelah kita membuat wasiat kemudian didaftarkan ke Ditjen AHU. Membuat wasiatnya tetap di hadapan Notaris, dan akan lebih afdol kalau dilengkapi dengan pelaporan  ke Ditjen AHU melalui AHU Online.

4. Fidusia

Apakah teman-teman pernah membeli kendaraan bermotor, atau barang elektronik melalui mekanisme utang piutang? Kalau ada rencana untuk membeli barang melalui mekanisme utang piutang atau kredit, ada baiknya teman-teman mempelajari cara bagaimana mendapatkan jaminan fidusia. Jangan sampai sudah banyak membayar lalu dengan mudah barangnya ditarik pihak leasing dan masalah lainnya.

5. Pelayanan Notaris

Masing–masing layanan di atas mungkin saja butuh bantuan dari notaris. Nah teman-teman, Ditjen AHU ini juga yang erat kaitannya dengan para profesi para notaris. Layanan Ditjen AHU mencakupi pendaftaran notaris dan pendaftaran ujian pengangkatan notaris.

Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum AHU Online
Secara total ada 93 jenis layanan hukum yang dilayani oleh Ditjen AHU. Sebanyak 47 layanan hukum itu sudah bisa dilayani melalui aplikasi AHU Online atau bisa diakses melalui ahu.go.id, dengan layanan berbasis online web base. Sedangkan 43 layanan lainnya masih manual.

Demikian sedikit catatan saya mengenai AHU Online. Semoga bermanfaat untuk teman-teman komunitas yang masih galau mengenai status legalitas komunitas perkumpulannya, juga buat teman-teman yang ingin membuat yayasan atau mengurus kewarganegaraan.

Salam.


Cara Menghasilkan Potret Terbaik Saat Gerhana Bulan Dengan Menggunakan Smartphone

Cara Menghasilkan Potret Terbaik Saat Gerhana Bulan Dengan Menggunakan Smartphone
Memotret bulan dengan smartphone | credit: infoastronomy.org
Gerhana bulan merupakan fenomena langka yang tidak setiap hari terjadi. Jenis dari gerhana bulan pun sangat berbeda-beda tergantung pada posisi bulan, bumi dan matahari. Keindahan dari gerhana bulan dapat dinikmati di tempat-tempat tertentu. Bahkan beberapa wisatawan rela berkunjung jauh agar dapat menikmati gerhana bulan tersebut. 

Jarak antara bumi dan bulan yang tidaklah dekat, membuat siapapun yang ingin mengabadikan momen tersebut memerlukan peralatan canggih. Bagi yang mempunyai kamera DSLR atau bantuan teleskop memotret bulan bukanlah hal yang dipermasalahkan. Mereka dapat mengambil gambar bulan lengkap dengan kawah yang ada di dalamnya. Namun, siapa sangka hanya dengan smartphone ternyata juga dapat menangkap kenangan dari fenomena gerhana bulan ini.

Berikut cara Memotret Gerhana Bulan Untuk Hasil Terbaik

Pilih Lokasi Tinggi dan Gelap

Memotret gerhana bulan dengan cara yang biasa-biasa tentunya akan menjadikan gambar menjadi tidak menarik. Bahkan terlihat gambar biasa, bukan seperti gerhana bulan.

Agar smartphone berfungsi secara optimal, maka diperlukan beberapa sentuhan. Carilah tempat terbaik untuk menyaksikannya. Pemandangan sekitar sangat mendukung hasil potretan agar tidak terlihat biasa. 

Tips lain adalah mencari lokasi yang tinggi jika memungkinkan. Lokasi yang tinggi mendukung untuk mendapatkan spot terbaik karena tidak terhalang oleh sesuatu. Selain itu juga aman dari asap polusi sehingga cahaya bulan terlihat secara maksimal.

Sedangkan mencari tempat yang gelap juga berfungsi agar fokus kamera hanya pada satu cahaya saja yaitu cahaya bulan. 

Atur Kamera Smartphone

Cara memotret gerhana bulan dengan smartphone memang dapat menghasilkan gambar terbaik jika fotografer tahu cara mengatur kamera. Kamera smartphone jaman sekarang yang sudah dilengkapi dengan mode manual (pro) sehingga dapat mengatur besaran ISO, EV, lama bukaan, AWB dan lain sebagainya. 

Gunakanlah mode manula dengan settingan utama ISO sekecil mungkin supaya gambar pada malam hari tidak banyak noise. perkecil juga EV dan kompensasikan dengan bukaan lensa yang lebih lama.

Pengaturan ini berfungsi untuk mengambil kontur alam sekitar yang cukup baik dan cahaya bulan yang tidak over bright. Cobalah mengambil foto dengan shutter speed yang bervariasi agar lama bukaan yang didapatkan juga pas. Jangan lupa untuk mematikan lampu flash terlebih dahulu. 

Atur komposisi dengan baik. untuk memudahkannya gunakanlah garis grid. Komposisi yang baik akan membuat hasil jepretan gerhana bulan layak dipamerkan di media sosial.

Beberapa kamera smartphone juga sudah disupport dengan mode RAW atau gambarnya tidak terkompres secara otomatis. Tentunya hasil foto yang dihasilkan akan lebih maksimal. 

Jangan Gunakan Zoom

Jika kamera smartphone tidak memiliki pembesaran optikal, maka jangan menggunakan mode zoom. Penggunaan mode tersebut akan terlihat sangat kasar. Sama hasilnya jika foto sudah jadi lalu di-crop.

Gunakanlah standar sesuai kemampuan pada kamera smartphone. Jangan lupa juga untuk tidak menggunakan filter apapun. Penggunaan filter akan membuat tidak terlihat detail.

Jika ingin mengeditnya, silahkan mengedit belakangan untuk perubahan warna dan lain-lain.


Cara Menghasilkan Potret Terbaik Saat Gerhana Bulan Dengan Menggunakan Smartphone
Tripod dan tambahan lensa khusus smartphone 

Pakai Tripod

Selain cara memotret gerhana bulan dengan settingan smartphone, tripod juga dapat menjadi pendukung lain. Memotret pada malam hari akan sering mendapatkan hasil yang pecah. Apalagi jika menggunakan shutter speed yang lebih lama. 

Memakai tripod menjadi solusi agar kamera tetap diam karena tertempel pada benda diam. Gunakanlah mode timer agar kamera benar-benar dalam keadaan diam tanpa guncangan saat menekan tombol.


Cara Menghasilkan Potret Terbaik Saat Gerhana Bulan Dengan Menggunakan Smartphone
Jenis lain smartphone holder / stabilizer

Perhatikan Waktu

Selain menguasai berbagai cara memotret gerhana bulan, perlu diperhatikan juga waktu pengambilan foto tersebut. Jadwal atau prediksi dari waktu gerhana yang sudah banyak dikeluarkan oleh BMKG dapat menjadi acuan. Pastikan mengambil foto pada puncak gerhana.

Demikian beberapa cara agar hasil jepretan gerhana bulan dengan menggunakan smartphone terlihat secara maksimal. Selamat mencoba!


Penulis, Fajrin


Peran Penting Asuransi Kesehatan untuk Seorang Traveller

Peran Penting Asuransi Kesehatan untuk Seorang Traveller
Kamu seorang traveller? Senang jalan-jalan ke berbagai daerah, kota, bahkan negara? Setiap hendak memulai perjalanan baru pastilah kamu akan menyiapkan berbagai hal, mulai dari transportasi yang hendak digunakan, akomodasi, juga barang-barang yang mau dibawa. 

Perencanaan yang matang akan membuat perjalanan yang kamu lakukan jadi menyenangkan. Tapi bagaimana jika terjadi hal-hal tak terduga saat dalam perjalanan, sakit atau kecelakaan, misalnya? Nah di sinilah peran penting asuransi kesehatan untuk seorang traveller. 

Peran Penting Asuransi Kesehatan untuk Seorang Traveller


Sebagai traveller, saya termasuk sering melakukan perjalanan ke berbagai kota di Indonesia maupun ke berbagai negara. Setiap hendak melakukan perjalanan, segala persiapan selalu saya lakukan dengan sedetail mungkin demi meminimalkan risiko terjadinya hal-hal yang tak saya ingin. Saya kira, semua traveller melakukan apa yang saya lakukan. 

Suatu ketika dalam perjalanan ke Malang naik kereta, saya bertemu pasangan suami istri yang sepertinya masih pengantin baru. Sang lelaki yang kebetulan duduk di kursi yang ada di sebelah saya mengajak saya berkenalan dan kami pun bertukar cerita. Singkatnya, pasangan ini hendak eksplorasi wilayah Malang dan Batu sekalian berbulan madu. 

Perjalanan lancar tanpa kendala. Selesai berbincang, saya tertidur karena memang sudah larut malam. Kira-kira kurang satu jam lagi tiba di Malang, tiba-tiba saja lelaki yang tadi berbincang dengan saya merintih-rintih kesakitan. Saya yang memang sudah terbangun langsung menanyakan keadaannya. Katanya perutnya sakit sekali. Saya menduga lelaki ini masuk angin, jadi saya pun bergegas mendatangi petugas kesehatan di kereta untuk meminta obat. 

Sudah diberi minyak, minum-minuman hangat, perutnya dikompres air hangat, juga minum obat untuk masuk angin. Sakit perut lelaki itu tak kunjung reda. Tepat saat kereta memasuki Stasiun Malang, saya pun menyarankan pasangan itu langsung ke rumah sakit saja dan ternyata mereka setuju. 

Saya mengantarkan mereka ke rumah sakit yang paling dekat dengan Stasiun Malang untuk berobat. 

Hal lain yang membuat saya terkejut, pasangan itu ternyata tidak melengkapi diri dengan perlindungan tambahan, yaitu travel insurance atau asuransi travel. Padahal penting sekali asuransi kesehatan untuk seorang traveller. Kenapa penting?

Sakit yang Bisa Datang Tiba-tiba


Seperti lelaki yang tiba-tiba sakit di kereta api tadi, sakit memang bisa datang tanpa diduga, padahal ketika berangkat dalam keadaan sehat dan segar bugar. Ada cukup banyak produk asuransi kesehatan yang memberikan manfaat biaya pengobatan darurat di berbagai kota maupun negara. Biaya pengobatan yang ditanggung oleh asuransi akan membuat dana liburan yang dibawa jadi tak berkurang. 
Peran Penting Asuransi Kesehatan untuk Seorang Traveller

Penanganan Darurat Saat Kecelakaan


Meskipun telah sangat hati-hati dan merencanakan perjalanan dengan baik, tetap saja ada risiko kecelakaan. Dengan memiliki asuransi maka kerugian akibat kecelakaan bisa diminimalkan, bahkan untuk biaya rumah sakit yang mungkin dibutuhkan akibat dari kecelakaan. 

Untuk tahu berbagai benefit yang ada pada suatu produk asuransi, kita bisa terlebih dahulu mencari tahunya dengan bertanya kepada agen asuransi, membaca artikel mengenai asuransi, bertanya kepada traveller yang sudah berpengalaman, atau mencari info di website Lifepal

Kerusakan dan Kehilangan Barang Pribadi


Selain asuransi kesehatan maupun kecelakaan, ada juga produk travel inssurance yang disertai manfaat tambahan berupa perlindungan atas barang pribadi yang rusak atau hilang. Manfaat yang satu ini cukup memikat sehingga banyak pula traveller yang memanfaatkannya karena asuransi akan memberi penggantian kerugiaan atas keterlambatan bagasi yang lebih dari 12 jam, atau akibat kehilangan bagasi saat dalam perjalanan. 

Tidak hanya 3 hal yang ada di artikel ini saja yang jadi peran penting asuransi kesehatan untuk seorang traveller. Masih banyak lagi lainnya. 

Mungkin lain waktu akan kita bahas kembali agar makin banyak traveller yang sadar dan paham bahwa dalam setiap perjalanan, sematang apa pun perencanaan maupun persiapan, tetap diperlukan perlindungan tambahan untuk meminimalkan risiko dari kejadian-kejadian tak disangka. 


Menengok Sejenak Jejak Budaya Sasak di Dusun Sade Rembitan Lombok

Dusun Sade Rembitan Lombok
Dusun Sade Rembitan Lombok - jualjuel.com
Dusun Sade adalah salah satu dusun di desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Dusun ini dikenal sebagai dusun yang mempertahankan adat suku Sasak. Suku Sasak Sade sudah terkenal di telinga wisatawan yang datang ke Lombok. Ya, Dinas Pariwisata setempat memang menjadikan Sade sebagai desa wisata. Ini karena keunikan Desa Sade dan suku Sasak yang jadi penghuninya.

Sebagai desa wisata, Sade punya keunikan tersendiri. Meski terletak persis di samping jalan raya aspal nan mulus, penduduk Desa Sade di Rembitan, Lombok Tengah masih berpegang teguh menjaga keaslian lingkungan desa dan tradisinya.

“Sade artinya obat. Kami menganggapnya obat kesadaran. Semoga orang yang berkunjung ke Sade menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya,” tutur seorang warga. Desa yang telah bertahan hingga generasi ke-15 ini masih menjaga tradisi luhur Suku Sasak dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam dari pusat kota Mataram, saya sampai di desa adat Sade Rembitan yang berada di Lombok Tengah. Hentakan semangat dari Gendang Beleq yang dimainkan para lelaki setempat seakan menyambut kedatangan saya.

Sejak dibuka untuk kunjungan wisata hampir tiga dekade lalu, Sade Rembitan perlahan menjadi destinasi tak terlewatkan bagi mereka yang bervakansi ke Lombok.

Rumah dan lumbung di Dusun Sade Rembitan Lombok
Rumah dan lumbung di Dusun Sade Rembitan - wisatadilombok.com

Keunikan Rumah Dusun Sade Rembitan Lombok

Rumah-rumah di Dusun Sade masih menggunakan arsitektur yang diwariskan turun-temurun. Rumah adat Sasak ini terdiri dari tiga bilik. Ruangan paling depan disebut sesangkok yang berfungsi sebagai ruang tamu. Pintu utama dibuat rendah sehingga tamu harus menundukkan kepala ketika hendak masuk rumah. 

Hal ini mengandung filosofi bahwa tamu hendaknya menghormati sang pemilik rumah. Dua bilik lainnya disebut bale dalem dan dalem bale. Bale dalem berfungsi sebagai ruang tidur anak gadis sekaligus dapur. Sementara dalem bale digunakan sebagai ruang ibadah dan ruang bersalin saat ada anggota keluarga yang melahirkan. 

Apabila ada warga yang ingin membangun rumah baru atau memperbaiki rumah lama, hampir semua warga desa ikut terlibat. Sebagian besar bahan bangunan berasal dari material alami. Atap rumah terbuat dari alang-alang atau rumput gajah, dinding terbuat dari anyaman bambu, kerangka rumah terbuat dari kayu, dan lantainya berupa tanah liat. 

Uniknya, seminggu sekali lantai rumah dipel dengan kotoran kerbau yang masih segar. Rupanya lapisan kotoran kerbau di lantai rumah memiliki khasiat hebat. Saat matahari terik, lantai rumah dapat menyerap panas sehingga ruangan tidak gerah. Sebaliknya, saat malam terasa dingin menusuk, lantai rumah melepaskan panas sehingga ruangan menjadi hangat. Selain itu, campuran kotoran kerbau mampu mengusir nyamuk.

Menenun Kain Tenun Sasak di Dusun Sade Rembitan Lombok
Menenun

Kain Tenun Sasak

Masyarakat Sade piawai menghasilkan kerajinan tangan bernilai seni tinggi. Salah satu produk yang banyak dicari oleh wisatawan adalah kain tenun ikat dan songket khas Sasak. Dalam budaya Sasak, hanya kaum hawa yang diperbolehkan menenun. Sejak usia delapan tahun anak gadis sudah diajari membuat kain tenun Sasak. 

Proses menenun dimulai dari memintal benang, memberi warna dengan bahan-bahan alami, hingga menenun benang menjadi kain dengan corak dan detail menawan hingga menjadi Kain Tenun Sasak yang eksotis. Gadis yang belum bisa membuat kain tenun belum diperbolehkan menikah. 

Ada beragam cara untuk mengungkapkan cinta. Bagi pemuda Sade komitmen untuk menikahi gadis pujaan ditunjukkan dengan cara menculiknya. Tentu bukan untuk niat jahat, melainkan melarikan untuk membuktikan bahwa dia sanggup menjaga dan melindungi calon pasangan hidupnya. 

Keesokan harinya, si pemuda akan menemui ayah sang gadis untuk menyampaikan niat menikah sekaligus meminta restu. Setelah akad nikah, prosesi diakhiri dengan upacara nyongkolan yaitu iring-iringan pengantin menuju rumah keluarga mempelai wanita.

Bagi saya, berkunjung ke Sade Rembitan adalah tentang pengalaman menyaksikan di mana kearifan budaya dapat berdampingan dengan kehidupan modern. Semoga Dusun Sade Rembitan ini dapat terus eksis dan menjadi destinasi wisata unggulan di Lombok tanpa kehilangan jati diri dan tradisi kearifan lokal warisan leluhur Budaya Sasak, Lombok Nusa Tenggara Barat.

Sumber: Adhi Kurniawan | MK Vol. XI No. 101 / Februari 2016


5 Tips Agar Kembali Semangat Ngeblog Setelah Liburan


Satu minggu, kira-kira, sebelum libur Idul Fitri 2019 tiba, saya sudah libur nge-blog. Alasannya? Ya ingin fokus ibadah dan membereskan banyak hal urusan perasaan rumah tangga, khas, menjelang Idul Fitri. Maklum, ada lembaran seng yang harus diganti. Haha. Kayak kuli bangunan dooonk. Ketimbang nge-blog-nya tidak fokus, lebih baik libur dulu kan. Saya yakin banyak dari kalian yang juga meliburkan diri dari ranah blog menjelang Idul Fitri kemarin. Terutama blogger perempuan. Tidak hanya melulu menyiapkan kudapan, tapi membersihkan rumah, mengganti gorden, membuat to do list termasuk membayar zakat, sampai belanja ini itu keperluan hari raya. Superwoman!

Baca Juga: 5 Patterns

Kapan kembali dari liburan nge-blog? Tergantung sih. Kalau saya memilih tepat di awal minggu. Jadi, Senin minggu kemarin saya sudah mulai kembali nge-blog dan mengisi blog ini dengan konten khusus HOREDAY: Kisah-Kisah Saat Horeday

Hampir semua orang pasti mengalami kemalasan tingkat akut setiap kali liburan selesai, baik libur umum yang ditetapkan oleh sekolah dan kantor masing-masing, maupun libur nge-blog yang ditetapkan sendiri melalu Surat Keputusan Libur Nge-blog. Saya termasuk di dalamnya. Setiap kali menghidupkan laptop, larinya pasti nge-game. Kalau tidak nge-game pasti nonton filem atau serial. Mau traveling, waktunya nanggung. Parah banget pokoknya. Kalau dibiarkan, saya yang merugi, karena kurang produktif menulis dan membikin otak sumpek. Hal ini tidak boleh dibiarkan! Harus dilawan!

Perlawanan itu kemudian menjadi bahan dasar tulisan ini ... hehe ... tips agar kembali semangat nge-blog setelah liburan.

1. Lebih Rajin Menengok Blog


Selama liburan, tidak bisa dipungkiri, kita menikmati kehidupan fana dan melupakan sejenak blog ini. Hayo unjuk jari yang juga begitu! Hehe. Saya sendiri lebih sering di rumah saja dan memeriksa to do list. To do list ini dipegang sama Thika Pharmantara dan Enu (teman si Thika yang tinggal di rumah). Setiap hari bakal nanya ke mereka: apa yang sudah, apa yang belum? Atau, mereka yang bakal bilang ke saya: hari ini jadwal kita membikin stik keju, Ncim. Yang seperti itulah.

Tapi, pada tanggal 7 Juni 2019, setelah Idul Fitri hari kedua, saya mulai membuka tautan blog sendiri. Mulai melihat banyaknya sarang laba-laba haha. Kemudian, saya juga mulai membuka e-mail untuk memeriksa pemberitahuan ini itu. Maka, menyuntik semangat nge-blog pada diri sendiri, saya mulai membikin daftar kegiatan selama liburan. Ini bermanfaat sebagai bahan dasar menulis/konten blog. Kalau bukan diri kita sendiri, siapa lagi?

2. Bikin Daftar Kegiatan Selama Liburan


Membikin daftar kegiatan selama liburan itu menyenangkan. Bagi saya, liburan Idul Fitri 2019 sangat penuh berkah dan cerita. Banyak sekali kegiatan bermanfaat selain menyiapkan ini itu untuk menyambut hari raya. Tidak perlu semua kita catat/daftar sebagai bahan menulis usai liburan, cukup yang penting-penting saja. Misalnya, saya harus menulis tentang tamu-tamu spesial yang datang ke rumah, piknik Idul Fitri hari kedua, sampai paket kiriman dari Ilham Himawan. Yang tidak perlu detail saya tulis adalah tentang kudapan tradisional/pasar yang juga disuguhkan di meja *ngikik*. 

3. Menulis Seri (Horeday)


Bukan rahasia lagi, blog saya mempunyai tema harian. Tapi tahun ini saya kembali dari liburan dengan cerita-cerita yang bukan tema harian. Kembali pada poin  nomor dua di atas, saya sudah punya daftar kegiatan selama liburan, daftar-daftar itu harus ditulis lah. Ibarat dunia stand up comedy, premisnya ada, tinggal bangun set up dan ciptakan punch line. Salah satu Horeday adalah tentang sharing public speaking dan dunia stand up comedy. Ya ya ya baiklah, saya sertakan saja semua seri Horeday di sini.

Horeday #1: The Legend Cookies Choco & Cheese Stick
Horeday #2: Sharing Public Speaking dan Dunia SUC
Horeday #3: Pharmantara Big Family and Happy Eid Raya
Horeday #4: Tamu-Tamu Spesial di Hari Super Spesial
Horeday #5: Piknik Encim and The Gank di Pantai Aeba'i
Horeday #6: Well Done! I Finished My Stone Project
Horeday #7: Rejeki Anak Solehah dari Makassar

Kisah-kisah Horeday memang sangat personal yang bahkan mungkin sangat tidak bermanfaat bagi kalian yang membacanya. Tapi saya suka. Hehe.

4. Kembali Pada Tema Harian


Hyess. Setelah menulis apa-apa di luar kebiasaan harian blog ini, saya kembali pada tema harian. Semacam prolog yang telah selesai dilanjutkan dengan cerita inti. Selamat datang kembali #SeninCerita, #SelasaTekno, #RabuDIY, #KamisLima, #PDL di hari Jum'at, dan #SabtuReview

5. Kembali Blogwalking


Inilah kegiatan yang belum sempurna saya lakukan. Ternyata tahun ini setelah Idul Fitri saya harus sedikit renggang blogwalking karena dinding dapur yang rubuh akibat perbuatan akar pohon yang jahat. Tapi, terima kasih akar pohon ... pada akhirnya dapur basah, bagian paling belakang rumah, kini memiliki wajah baru. Yuhuuuu.

⇜⇝

Semoga lima tips di atas dapat membantu kalian untuk kembali semangat nge-blog. Saya sendiri punya satu bonus yaitu Kelas Blogging Tuteh yang anggotanya mulai rajin menyetor tautan tulisan baru yang di pos di blog mereka. Kerennya lagi tulisan mereka sesuai dengan ilmu akademik yang dipelajari di bangku kuliah: antara budaya dan fisika misalnya. Kan bagus itu ... suka sekali pokoknya. Nanti saya bakal mengulas tentang mereka. Insha Allah.

Baca Juga: 5 Youtuber Ende

Bagaimana dengan kalian kawan? Tetap semangat nge-blog?



Cheers.

Transportasi Bandara Mudah Dan Aman Dengan Golden Bird

Kopdar Blogfam di Bandara Ngurah Rai Bali
Meskipun bukan traveler dengan schedule tetap, misalnya traveling setiap tiga bulan sekali, saya termasuk orang yang doyan traveling ke berbagai kota di Indonesia. Karena, Indonesia sungguh luas dan indah. Rugi kalau sampai tidak menyempatkan waktu dengan mencicil traveling ke setiap jengkal negara kepulauan ini. Sebagai orang yang doyan traveling, tentu saya senang banget berteman dengan orang yang juga doyan traveling. Selalu ada cerita baru dan referensi yang dibagi bersama seperti harga tiket, transportasi lokal, atraksi wisata, kuliner lokal, hingga relasi lokal yang bisa menjadi guide sekalian bersedia rumahnya dijadikan tempat inap gratis.

Beberapa kali traveling ke kota lain di Indonesia, seperti Kota Ende di Pulau Flores dan Kota Denpasar di Pulau Bali, saya selalu diterima dan dijamu dengan baik oleh teman-teman di kota bersangkutan. Dengan senang hati mereka bakal menjemput di bandara. Bahkan ada pula yang rela menunggu di bandara berjam-jam karena jadwal penerbangan ke kota mereka delay akibat cuaca buruk. Bagi teman yang tinggal di Kota Ende, misalnya, menunggu di bandara bukan masalah karena Ende adalah kota kecil dengan jarak tempuh super singkat karena panjang kotanya hanya sekitar sepuluh kilometer saja. Jujur, sikap tuan rumah ini membenamkan utang budi pada saya pribadi. Lantas muncul pertanyaan, bagaimana jika mereka traveling ke Jakarta? Otomatis saya yang tinggal di Bekasi tidak mungkin menunggu atau menjemput mereka di Bandara Soekarno-Hatta karena lumayan jauh dan rawan macet yang sangat membuang waktu. 

Beruntung, zaman sekarang lini transportasi termasuk transportasi lokal bukan perkara pelik lagi. Terutama Ibu Kota Indonesia, Jakarta. Sehingga kalau ada teman traveler yang hendak ke Jakarta, perorangan atau berkelompok, cukup temukan tiket Golden Bird Jakarta. Kenapa saya menulis perorangan atau kelompok? Karena salah satu keunggulan dari Golden Bird, selain banyaknya pilihan jenis transportasi, penumpang tidak dihitung per orang tetapi per kendaraan. Tarifnya juga sangat terjangkau dengan perhitungan all-in-one. Artinya, tarif yang dibayarkan itu sudah termasuk biaya tol, parkir, BBM, dan sopir. Penting untuk diketahui, Golden Bird merupakan salah satu layanan jasa dari P.T. Blue Bird Tbk. 

Transportasi Bandara Mudah Dan Aman Dengan Golden Bird
Waktu mengetahui tentang layanan Golden Bird ini, teman saya asal Kota Ende di Pulau Flores memprotes, sekaligus senang. Memprotes karena di tempat asalnya belum ada layanan jasa Golden Bird. Senang karena tidak perlu merepotkan saya atau teman lain menjemput di Bandara Soekarno-Hatta. Maklum, kekuatiran selalu ada apalagi setiap kali membaca berita kejahatan yang terjadi di dalam transportasi umum. Dengan layanan jasa Golden Bird ini, dia dan teman-teman traveler lain dari luar Jakarta tidak perlu kuatir atau was-was lagi, karena selain kenyamanan, keamanan pun terjamin.

Selain nyaman dan aman, keuntungan lain menggunakan layanan jasa Golden Bird adalah tarif yang berlaku transparan – terjangkau – wajar dan sudah all-in-one. Lokasi penjemputan dan penurunan penumpang jelas dan berlaku selama 24 jam! Saya bisa membayangkan penerbangan dari Kota Ende ke Kota Jakarta; berangkat dari Kota Ende pukul 08.00 WITA, via Denpasar/Surabaya, lantas tiba di Jakarta pukul 18.00 WIB. Itu belum dihitung delay yang bisa menyebabkan teman saya tiba di Jakarta pukul 22.00 WIB. Ketimbang pusing tujuh keliling, gunakan Golden Bird saja! Asalkan pemesanan melalui Traveloka sudah dilakukan jauh-jauh hari.

Langkah-langkah untuk memesan layanan jasa Golden Bird pun mudah karena sebelumnya dapat dipesan melalui Traveloka. Cukup buka aplikasi Traveloka di gawai, lalu pilih menu Antar Jemput Bandara, kemudian isi formulir yang tersedia dan ikuti alurnya hingga pembayaran. Selesai. Sekali lagi harus diingat, pemesanan melalui Traveloka sudah dilakukan jauh-jauh hari. Oh iya, kabar baiknya, sering ada harga promo yang ramah di kantong loh.
Transportasi Bandara Mudah Dan Aman Dengan Golden Bird
Golden Bird memang sangat mempermudah urusan jemput-menjemput teman traveler yang tiba di Jakarta sebelum mereka meneruskan perjalanan ke lokasi tujuan (Depok, Bekasi, dan sekitarnya). Tidak mungkin setiap minggu saya bolak-balik ke bandara hanya untuk menjemput dan mengantar teman-teman traveler ke lokasi tujuan. Kerjaan saya juga banyak. Golden Bird juga menjadikan teman-teman traveler lebih mandiri. Setidaknya saya masih bisa menjenguk mereka dan/atau mengatur jadwal mengantar dan menemani mereka jalan-jalan ke destinasi ekowisata mangrove Sungai Rindu atau ke wisata air di Situ Rawa Gede Bojong Menteng, misalnya.


Google Photos

Foto diambil dari Wikimedia.


Saya, kalian, mereka, setiap hari mendokumentasikan kehidupan. Termasuk my dearest dinosaurus yang selalu terbawa-bawa dalam blog ini. Anak sekolah, orang kantoran, ibu rumah tangga, sekuriti, pengusaha, tukang bangunan, sosialita, terutama blogger dan Youtuber, sudah pasti mendokumentasikan kehidupan. Dari lini manapun, satu jenis dokumentasi yang pasti dilakukan adalah memotret dan menghasilkan foto! Setidaknya satu foto dari satu momen yang terjadi mampu mewakili. Foto merupakan hasil dokumentasi terbanyak di dunia ini. Terutama kalau yang memotret adalah perempuan dengan aksi memotret sebanyak tigapuluh kali, menghapus sebanyak duapuluh sembilan kali, lalu kembali memotret sebanyak yang dia mampu. Bisa dapat Nobel.

Baca Juga: Music From Youtube

Di mana kita menyimpan foto? Saya pernah menulis tentang media penyimpanan daring dalam pos Penyimpanan Online. Tapi zaman dulu itu tidak semudah zaman sekarang. Zaman dulu pikiran saya pasti mengarah pada kapasitas hardisk komputer yang mulai ngos-ngosan. Pernah saya menyimpan foto di DVD, waktu itu, demi melegakan ruangan di komputer. Kemudian mulailah kenalan sama flashdisk dan hardisk. Lalu saya mulai mengenal penyimpanan daring yang ternyata pun ada batasan-batasan susila kapasitas. Ya, ada batasnya, sehingga aksi menyimpan pun terbatas.

Setiap hari saya pasti memotret dan paling sering menggunakan Xiaomi Redmi 5 Plus. Kapasitas gawai yang saya pakai ini adalah 32GB tapi sudah dipotong ini itu semacam potongan pajak hadiah lomba. Aplikasi dan data aplikasi memakan ruang sebesar 9,37GB dan file lainnya itu mengunyah ruang sebanyak 5,27GB. Aktivitas memotret sering membikin gawai kepenuhan. Duh ... itu yang difoto apa saja sih!? Hehe. Yang jelas untuk keperluan pekerjaan saya lebih memilih gawai ketimbang kamera DSLR karena kemudahan dan kecepatan mengunggahnya ke berbagai media sosial. Yang lainnya ... foto (dan video) tidak jelas *ngikik*.

Masalah yang saya hadapi sebelumnya adalah ada begitu banyak foto yang bisa dipakai buat mempermanis pos blog. Menghapus foto yang sudah ada demi mengisi ruang dengan foto baru tentu bikin perasaan menjadi rela-tak-rela begitu. Hiks.

Untunglah semua pengguna Android (saya tidak tahu dengan pengguna iOS karena saya tidak pakai produk itu) boleh bersenang-senang dengan adanya layanan Google Photos. Sampai dua tahun lalu saya tidak begitu memedulikan Google Photos. Sampai kemudian saya kehilangan momen liputan (pekerjaan) gara-gara memori kepenuhan. Pada akhirnya saya menjadi orang yang paling gemar memotret dan merekam video tanpa perlu kuatir ini itu karena layanan Google Photos sangat membantu baik dalam hal pekerjaan maupun kesenangan saya nge-blog.

Langkah-langkah yang saya lakukan adalah sebagai berikut:

1. Memotret Sepuasnya


Kan sudah ada Google Photos. Saya tidak perlu kuatir memori kepenuhan! Karena toh setiap pagi galeri saya sudah kosong dan siap mengisi foto dan video baru. Saya juga tidak perlu sedikit-sedikit ngecek galeri gawai buat menghapus foto yang blur atau bocor. Itu bisa dilakukan nanti setelah pulang ke rumah.

2. Mengunggah/Backup Foto dan Video ke Google Photos


Pengaturan di gawai saya: foto-foto dan video dari gawai baru boleh terunggah ke Google Photos setelah ada koneksi Wi-Fi. Setiap berada di rumah, setelah koneksi internet diganti dari paket data ke Wi-Fi, mulailah satuper satu foto dan video terunggah ke Google Photos. Kalau sudah komplit di-backup, bakal ada pemberitahuan: Hapus sekian MB/GB dari perangkat.


Pada gambar di atas, apabila proses backup belum selesai atau sedang berjalan, maka pemberitahuan untuk menghapus sekian MB/GB dari perangkat pun sesuai dengan foto dan video yang sudah di-backup saja. Contoh di atas, ada 640 MB foto yang di-backup, maka ruang yang bisa saya bebaskan di galeri ya sebesar itu.

Anggap saja Google Photos adalah bank foto dan video milik pribadi.

3. Ambil Kapan Saja Saat Butuh


Saya selalu nge-blog, terutama saat mengetik konten/pos blog, menggunakan laptop. Kalau blogwalking sih saya tidak masalah menggunakan gawai. Ini hanya masalah kebiasaan saja. Google Photos mempermudah saya nge-blog. Proses unggah atau backup foto dan video ke Google Photos memang dilakukan melalui gawai, tapi saat nge-blog menggunakan laptop saya bisa langsung mengetik tautan http://photos.google.com maka dengan sendirinya bank foto dan video pribadi itu membuka. Oh ya, tentu langsung membuka ke akun saya karena Chrome di laptop saya tidak pernah log out dari akun Google/Gmail.

Foto yang saya butuhkan tinggal saya unduh dari Google Photos, tersimpan dengan manisnya di laptop dan menunggu untuk dieksekusi: crop dan tanda air. Selesai. Kalau fotonya sudah tidak dipakai lagi, ya tinggal hapus saja dari laptop. Sama juga sih kalau kalian nge-blog menggunakan gawai, kalau sudah selesai dipakai fotonya, bisa dihapus saja dari gawai. Bahkan, jika foto dan video tersebut sudah benar-benar tidak dipakai lagi, bisa juga dihapus dari Google Photosnya.

Asyik kan? 

Google Photos sangat membantu terutama untuk pos blog travel. Tahulah blog travel butuh banyak foto sementara menulisnya tidak setiap hari seperti blog ini. Kapanpun stamina saya siap untuk menulis perjalanan ke sana sini, tinggal buka Blogger, lalu buka Google Photos untuk memilih fotonya. Tidak perlu repot mencolok gawai ke laptop dan mengkopi foto dan video lagi.

Yaaaah bagi saya Google Photos telah sukses menekan angka colok-colokan antara gawai dengan laptop. Haha! Asalkan kalian memang menggunakan metode *tsaaaah metodeeee* yang saya pakai di atas.

Dengan demikian bisa melegakan ruang penyimpanan di gawai sampai 65%. Itu angka yang fantastis bagi saya. Pernah juga gawai saya legaaa sekali sampa sekitar 50% dari ruang penyimpanan yang 32GB sudah dipotong pajak aplikasi bawaan dan instalan. Dan, kapanpun saya membutuhkan foto dan video, tinggal unduh saja dari Google Photos, setelah selesai digunakan bisa langsung dihapus saja dari laptop. Menurut saya pribadi, ini adalah cara termudah bagi saya mengamankan foto dan video, serta cara termudah saya nge-blog.

Baca Juga: Pemateri Blog

Seperti biasa ... pertanyaan dari saya ... apakah kalian juga menggunakan metode yang kira-kira sama dengan yang saya gunakan? Hyuk bagi tahu di komen!




Cheers.

PBSI Belajar Nge-blog


Sabtu, tepatnya tanggal 18 Mei 2019, saya terjaga setelah berdamai dengan hasrat untuk terus menggumuli ranjang. Pukul 07.30 Wita saya baru selesai mandi, untungnya tidak lupa menggosok gigi, sedangkan puluhan mahasiswa sudah menunggu sejak pukul 07.00 Wita di Aula Lantai III Gedung Rektorat Universitas Flores (Uniflor). Buru-buru selesaikan dandanan *halaaah* maksudnya bergegas memakai jilbab dan sepatu. Lantas Onci membantu saya menyiapkan laptop, charger, mouse, serta mengeluarkan sepeda motor ke teras. Berangkat! Tentu sambil berdoa agar saya masih bisa menjaga keseimbangan mengingat waktu tidur yang kurang. Hanya dua jam. Payahnya saya lupa gawai di sofa ruang tamu. Ya harus kembali mengambilnya karena sayur tanpa garam itu biasa tapi hidup tanpa gawai seharian itu luar biasa ha ha ha.

Baca Juga: SUC Endenesia #1

Puluhan mahasiswa yang sudah menunggu di Aula Lantai III Gedung Rektorat Uniflor dengan mengenakan jas almamater biru itu seakan menampakkan wajah lega setelah melihat kedatangan saya, pun Ibu Sherly dan Ibu Sekretaris Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Maaf, itu kata pertama saya saat membuka kegiatan, karena bukan kesengajaan saya terlambat hampir satu jam dari kesepakatan. 

Ya, Sabtu kemarin, tepatnya tanggal 18 Mei 2019, saya diminta untuk memberikan pelatihan blog kepada mahasiswa Prodi PBSI - FKIP - Uniflor. Sebelumnya, Sabtu 4 Mei 2019, saya diminta menjadi pemateri blog oleh Fakultas Teknologi Informasi (FTI) kepada mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah (dan Prodi Pendidikan Fisika) yang ceritanya bisa dibaca di pos berjudul Pemateri Blog. Karena target atau pesertanya masih dari lini mahasiswa, saya tidak perlu membikin lagi materi baru, cukup dengan materi yang sudah dipakai Sabtu 4 Mei 2019 itu. Kalau dengan Prodi PBSI saya diminta langsung oleh pihak prodi (personal), maka dengan Prodi Pendidikan Sejarah saya diminta melalui FTI atas kerja sama antara Prodi Pendidikan Sejarah dengan FTI (saya bagian dari FTI).

Blogging is Fun and Easy


Masih materi yang sama: Blogging is Fun and Easy. Blogging memang fun and easy, termasuk gaya menyampaikan materi tersebut, harus fun and easy. Alhamdulillah waktu yang diberikan itu empat jam, waktu yang cukup panjang untuk mengenal blog - membikin blog - mengelola dashboard, sehingga proses penyampaian materi jauh lebih pelan, santai, dan lebih sabar menunggu proses. Tidak perlu terburu-buru. Diselingi dengan jokes ringan supaya peserta tidak bosan. Beberapa peserta saya panggil ke depan, temani saya di depan, menggunakan jaringan hotspot pribadi saya haha. Internet yang disediakan sudah sangat mumpuni, memang, tapi dipakai oleh terlalu banyak gawai.


Seperti biasa saya selalu menampilkan blogger yang kini lebih dikenal sebagai komika; Raditya Dika. Apa kesamaan saya dan Raditya Dika? Sama-sama blogger; kemudian Raditya Dika menjadi komika dan saya menjadi karatan. Haha. Pembukaan seperti itu memang disengaja untuk syok terapi bagi peserta. Dilanjutkan dengan pengenalan blog; apa itu blog, blog ber-niche dan blog gado-gado serta contohnya, blog gratisan dan blog berbayar beserta contohnya, sampai ragam platform blog yang dikenal luas dan dimanfaatkan oleh penghuni Planet Bumi. Dan ya, saya memberikan pelatihan membikin blog di Blogger. Platform untuk semua blog saya.

Tidak semua peserta membawa laptop tapi semua membawa gawai sehingga ada peserta yang membikin blog menggunakan laptop dan ada yang menggunakan gawai. Antusias belajar peserta sungguh luar biasa. Setelah blog dibikin, tugas peserta adalah mengisinya dengan satu pos tentang pelatihan blog bersangkutan. Saya memberi mereka waktu dua puluh menit mengingat sebagian besar peserta menggunakan gawai sehingga kecepatan menulis pasti tidak secepat menggunakan laptop. Dua puluh menit cukup lah menurut saya.


Yang tidak saya sangka kegiatan pelatihan blog itu dihadiri oleh Bapak Drs. Yohanes Sehandi, M.Si. Atasan saya dulu di UPT Publikasi dan Humas Uniflor. Beliau yang mengajarkan saya cara membikin berita baik berita panjang, feature, hingga flash news. Dan saya adalah orang yang mengajarkan beliau blog. Tidak disangka blog beliau masih terkelola dengan baik hingga sekarang dengan pembaca yang sangat banyak! Tulisan-tulisannya itu memang 'berat' tapi banyak pengunjung setianya. Yang paling saya ingat dari Pak Yan setelah beliau nge-blog adalah beliau selalu berkata bahwa blog adalah koran pribadi dan tempat menyimpan data-data tulisan (draf) sehingga tidak perlu kuatir kalau flashdisk-nya eror lagi. Mantap sekali Pak Yan ini kan ya. 



Setelah pos pertama para peserta dipublikasikan, tugas peserta adalah mengirimkan tautan blog ke nomor WA saya. Gunanya adalah saya bisa mencatat tautan blog mereka tersebut sekaligus menawarkan Kelas Blogging Tuteh untuk pelajaran lanjutan apabila mereka berminat. Alhamdulillah semakin banyak mahasiswa yang tahu blog dan antusias sekali bertanya, karena saya tanamkan pada mereka, bahwa modal untuk menulis sudah ada secara mereka adalah anak sastra! Jadi, mereka bisa mengisi blog dengan puisi, kritik cerpen/novel, dan lain sebagainya. Saya bilang: menulis adalah kekuatan terbesar mahasiswa PBSI, manfaatkan itu dengan sebaik-baiknya melalui blog.

Bagi kalian, mungkin blog bukanlah sesuatu yang baru lagi, tapi bagi sebagian orang lainnya, blog merupakan sesuatu yang benar-benar baru. Mereka bahkan mungkin tidak pernah tahu bahwa informasi yang dibaca di internet itu bersumber dari sebuah blog personal, dan mereka mungkin tidak pernah tahu bahwa mereka bisa menjadi si pemberi informasi pula. Tentu, melalui blog personal pula.

Selingan Oleh SUC Endenesia


Inilah yang sejak dulu ingin saya lakukan. Kegiatan mahasiswa, santai dan menyenangkan, pun ada hiburannya. Hiburan musik sudah biasa tapi hiburan stand up comedy itu baru pertama kali terjadi di Uniflor. Atas kerja sama dengan SUC Endenesia ada lima komika yang tampil pukul 11.30 Wita. Mereka adalah Udo, Sultan, Tulen, Adara, dan Willy. Hendra, karena masih ada kuliah, akhirnya hanya bisa menonton dari bagian belakang aula. 


Menariknya, dua komika adalah jebolan Prodi PBSI Uniflor yaitu Sultan dan Willy. Tentu ini membikin peserta pelatihan blog semakin riuh bertepuk tangan. Ada kebanggaan doooonk. Riuh sekali pokoknya. Awalnya ada ketakutan dalam diri saya ... apakah nanti para peserta ini tertawa dengan stand up comedy dari komika SUC Endenesia? Terus terang, ini adalah penjajalan kami terhadap penonton di luar penonton tetap di Miau Miau Cafe. Ternyata kekuatiran saya tersapu ... Pak Yan saja sampai tertawa sambil geleng-geleng kepala.

Nantikan semua videonya di Youtube ya :)


Bagi saya, menjadi pemateri blog merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan. Kapan pun saya diminta, dan jika waktunya tepat, mari yuk! 

Terimakasih kepada Bapak Kaprodi PBSI Dr. Yosep Demon, M.Hum. yang telah meminta saya menjadi mentor untuk pelatihan blog kepada para mahasiswa PBSI Semester 2 dan Semester 4. Terimakasih Ibu Sekpro PBSI dan Ibu Sherly yang telah menghubungi saya untuk inisiasi awal, menentukan tempat, hingga estimasi waktu. Sehingga akhirnya kegiatan ini terlaksana dengan baik. Pun terima kasih kepada SUC Endenesia yang telah menghibur kami semua hari itu. Dan tentu saja, terima kasih kepada semua peserta pelatihan blog yang dengan setia menunggu sejak pukul 07.00 Wita hingga kegiatan berakhir pukul 12.30 Wita. Love you all!

Baca Juga: Pola Timbal Balik

Semoga bermanfaat!



Cheers.