5 Dari 2018 dan Akan 2019



Hari Raya, baik Idul Fitri maupun Natal, di Kota Ende tidak berpatokan pada kalender apalagi pada emosi dinosaurus yang tidak stabil. Maksud saya adalah, silaturahmi dan/atau open house, akan terus berlangsung sampai satu minggu lamanya. Waktu masih kecil saya bingung melihat orang-orang masih datang ke rumah pada hari ketiga, keempat, kelima, setelah Idul Fitri. Setelah dijelaskan sama Mamatua baru saya paham. Bahwa terkadang dua hari tidak cukup untuk bersilaturahmi ke semua rumah keluarga, tetangga, teman-teman, dinosaurus, hingga Isla Nublar.

Baca Juga: 5 Yang Unik dari Ende (Bagian 2)

Dengan berlalunya tanggal 25 Desember 2018, kini giliran kita semua menantikan Tahun Baru 2019. Telah banyak teman blogger yang menulis resolusi 2019. Saya pun termasuk, menulis ringan tentang 2019 Tetap Nge-blog. Tentu saja 2019 saya tidak hanya tetap nge-blog. Tetap bersahabat dengan dinosaurus salah satunya.


Inilah tahun kebangkitan dinosaurus. Api dari ritus kebangkitan ini masih terus menyala. Saya pikir lucu juga, setelah lama bermain gila dengan blog ini, kemudian baru mulai mengajaknya serius ke pelaminan menyongsong masa depan yang lebih baik. Duileeeeh haha. Semua peristiwa yang terjadi dalam hidup manusia itu pasti penting. Namun, tentu saja selalu ada yang lebih menonjol. Peristiwa yang benar-benar membahagiakan maupun yang sangat menampar (memotivasi).

Mari kita mulai:

1. Semangat Nge-blog


Nomor satu. Semangat nge-blog. Sekitar Februari 2018 saya dan dinosaurus kembali ke peradaban ranah blog setelah ritus kebangkitan dilakukan. Anggap saja sebagai pelunasan hutang karena sebelumnya sering sekali saya mengabaikan blog ini. Bukankah perasaan yang diabaikan itu jauh lebih sakit ketimbang ditinju? Haha. Eh, bukan pengalaman pribadi yaaa. Bukaaan.

Gara-gara kembali (rajin) nge-blog, jadi punya banyak teman baru. Mengenal Risna dengan Sukaraja-nya, Himawan Sant dengan Trip of Mine, Pak Martin di Kaka Vila, ada pula Mamak Bowgel Ewafebri yang fokus menulis tentang Bullet Journal, serta teman-teman lainnya dari Komunitas Blogger Perempuan. Tentu tetap menjalin hubungan baik dengan teman blogger sejak zaman purba seperti Om Bisot dan Kak Anazkia.

2. DEBM


Diet Enak Bahagia Menyenangkan atau DEBM. Kalian bisa mencari tahu tentang diet ini di Facebook. Gara-gara diet ini gula darah saya bisa turun, bobot pun berkurang, bahkan kondisi mata menjadi lebih baik karena setiap hari saya mengkonsumsi telur.

3. Kelas Blogging


Tahun 2018, bersama Kak Anazkia dan Om Bisot, membuka kelas blogging melalui WAG. Pertama Kelas Blogging NTT (Angkatan I dan Angkatan II), lalu ada Kelas Blogging Flopala, Kelas Blogging dan Fotografi Menwa, dan terakhir Kelas Blogging Online. Di kelas blogging saya tidak saja menjadi salah seorang mentornya, tetapi juga turut belajar lagi dan lagi. Rasanya senang sekali kembali berinteraksi dengan banyak orang yang mau belajar blog. Jadi ingat zaman dulu, dari sekolah ke sekolah, dari komunitas ke komunitas, mahasiswa hingga dosen, saya menjadi pemateri untuk belajar membikin dan mengelola blog. Seperti CLBK. Hahaha.

4. Olah Raga


Hyess! Olah raga ini penting. Tahun 2018 saya kembali melakukan JMKK (Jalan Malam Keliling Kota) yang kadang diganti dengan menari sendirian di dalam kamar. Kalau menari sendirian di luar kamar nanti dihina sama Thika hahaha. Olah raga ini penting karena sehari-hari pekerjaan saya lebih lengket sama kursi dan laptop atau komputer.

5. Wisuda


Akhirnya. Setelah menunggu selama satu tahun usai ujian skripsi, hari wisuda pun tiba. Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Hehe. Mengejar S2 bukan prioritas sih, tapi kalau ada kesempatan ... boleh lah ... kelak.


Baca Juga: 5 Alasan Kenapa Harus Nge-blog

Terima kasih Allah SWT atas semua peristiwa di tahun 2018. Yang baik, Alhamdulillah. Yang buruk, pun Alhamdulillah. Keduanya sama-sama mengajarkan kita pelajaran yang tidak diperoleh di bangku sekolah. Pelajaran yang mahal karena dibayar dengan waktu.

Sampai jumpa nanti di KALEITUTEHSKOP!


Hai 2019 *lambai-lambai tangan* kita akan berjumpa, Insha Allah, dalam suasana yang lebih baik dan penuh harapan. Apa saja resolusi saya di tahun 2019?

1. Tetap bersyukur pada Allah SWT.
2. Tetap nge-blog.
3. Mencoba berkreasi dengan batu.
4. Rajin ngantor :D
5. Beli mobil.

Mohon maaf, yang nomor lima itu terketik oleh jari tanpa konfirmasi ke otak. Kata si jari, "Siapa tahuuuu Abang Nanu Pharmantara serius menjual mobil lamanya untuk kau tooo. Judulnya beli mobil bekas." 

HA HA HA ...


Bagi saya, resolusi mungkin dapat berubah, namun resolusi merupakan panduan dasar langkah kita ke depan.

Bagaimana dengan kalian, kawan? Apa pencapaian kalian di tahun 2018, dan apa yang hendak kalian lakukan di tahun 2019? Pencapaian di tahun 2018, seremeh apa pun itu, patut kita rayakan. Resolusi untuk tahun 2019, sesederhana pun, boleh kita tulis sebagai pengingat bahwa kita pernah berharapan ... andaikata tidak terwujud ya tidak apa-apa. Selama Allah SWT masih memberi kesempatan untuk mewujudkannya, lakukan di lain kesempatan.

Baca Juga: 5 Tanaman Dapur di Rumah

Selamat menikmati Kamis yang manis :)



Cheers.

5 Dari 2018 dan Akan 2019



Hari Raya, baik Idul Fitri maupun Natal, di Kota Ende tidak berpatokan pada kalender apalagi pada emosi dinosaurus yang tidak stabil. Maksud saya adalah, silaturahmi dan/atau open house, akan terus berlangsung sampai satu minggu lamanya. Waktu masih kecil saya bingung melihat orang-orang masih datang ke rumah pada hari ketiga, keempat, kelima, setelah Idul Fitri. Setelah dijelaskan sama Mamatua baru saya paham. Bahwa terkadang dua hari tidak cukup untuk bersilaturahmi ke semua rumah keluarga, tetangga, teman-teman, dinosaurus, hingga Isla Nublar.

Baca Juga: 5 Yang Unik dari Ende (Bagian 2)

Dengan berlalunya tanggal 25 Desember 2018, kini giliran kita semua menantikan Tahun Baru 2019. Telah banyak teman blogger yang menulis resolusi 2019. Saya pun termasuk, menulis ringan tentang 2019 Tetap Nge-blog. Tentu saja 2019 saya tidak hanya tetap nge-blog. Tetap bersahabat dengan dinosaurus salah satunya.


Inilah tahun kebangkitan dinosaurus. Api dari ritus kebangkitan ini masih terus menyala. Saya pikir lucu juga, setelah lama bermain gila dengan blog ini, kemudian baru mulai mengajaknya serius ke pelaminan menyongsong masa depan yang lebih baik. Duileeeeh haha. Semua peristiwa yang terjadi dalam hidup manusia itu pasti penting. Namun, tentu saja selalu ada yang lebih menonjol. Peristiwa yang benar-benar membahagiakan maupun yang sangat menampar (memotivasi).

Mari kita mulai:

1. Semangat Nge-blog


Nomor satu. Semangat nge-blog. Sekitar Februari 2018 saya dan dinosaurus kembali ke peradaban ranah blog setelah ritus kebangkitan dilakukan. Anggap saja sebagai pelunasan hutang karena sebelumnya sering sekali saya mengabaikan blog ini. Bukankah perasaan yang diabaikan itu jauh lebih sakit ketimbang ditinju? Haha. Eh, bukan pengalaman pribadi yaaa. Bukaaan.

Gara-gara kembali (rajin) nge-blog, jadi punya banyak teman baru. Mengenal Risna dengan Sukaraja-nya, Himawan Sant dengan Trip of Mine, Pak Martin di Kaka Vila, ada pula Mamak Bowgel Ewafebri yang fokus menulis tentang Bullet Journal, serta teman-teman lainnya dari Komunitas Blogger Perempuan. Tentu tetap menjalin hubungan baik dengan teman blogger sejak zaman purba seperti Om Bisot dan Kak Anazkia.

2. DEBM


Diet Enak Bahagia Menyenangkan atau DEBM. Kalian bisa mencari tahu tentang diet ini di Facebook. Gara-gara diet ini gula darah saya bisa turun, bobot pun berkurang, bahkan kondisi mata menjadi lebih baik karena setiap hari saya mengkonsumsi telur.

3. Kelas Blogging


Tahun 2018, bersama Kak Anazkia dan Om Bisot, membuka kelas blogging melalui WAG. Pertama Kelas Blogging NTT (Angkatan I dan Angkatan II), lalu ada Kelas Blogging Flopala, Kelas Blogging dan Fotografi Menwa, dan terakhir Kelas Blogging Online. Di kelas blogging saya tidak saja menjadi salah seorang mentornya, tetapi juga turut belajar lagi dan lagi. Rasanya senang sekali kembali berinteraksi dengan banyak orang yang mau belajar blog. Jadi ingat zaman dulu, dari sekolah ke sekolah, dari komunitas ke komunitas, mahasiswa hingga dosen, saya menjadi pemateri untuk belajar membikin dan mengelola blog. Seperti CLBK. Hahaha.

4. Olah Raga


Hyess! Olah raga ini penting. Tahun 2018 saya kembali melakukan JMKK (Jalan Malam Keliling Kota) yang kadang diganti dengan menari sendirian di dalam kamar. Kalau menari sendirian di luar kamar nanti dihina sama Thika hahaha. Olah raga ini penting karena sehari-hari pekerjaan saya lebih lengket sama kursi dan laptop atau komputer.

5. Wisuda


Akhirnya. Setelah menunggu selama satu tahun usai ujian skripsi, hari wisuda pun tiba. Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Hehe. Mengejar S2 bukan prioritas sih, tapi kalau ada kesempatan ... boleh lah ... kelak.


Baca Juga: 5 Alasan Kenapa Harus Nge-blog

Terima kasih Allah SWT atas semua peristiwa di tahun 2018. Yang baik, Alhamdulillah. Yang buruk, pun Alhamdulillah. Keduanya sama-sama mengajarkan kita pelajaran yang tidak diperoleh di bangku sekolah. Pelajaran yang mahal karena dibayar dengan waktu.

Sampai jumpa nanti di KALEITUTEHSKOP!


Hai 2019 *lambai-lambai tangan* kita akan berjumpa, Insha Allah, dalam suasana yang lebih baik dan penuh harapan. Apa saja resolusi saya di tahun 2019?

1. Tetap bersyukur pada Allah SWT.
2. Tetap nge-blog.
3. Mencoba berkreasi dengan batu.
4. Rajin ngantor :D
5. Beli mobil.

Mohon maaf, yang nomor lima itu terketik oleh jari tanpa konfirmasi ke otak. Kata si jari, "Siapa tahuuuu Abang Nanu Pharmantara serius menjual mobil lamanya untuk kau tooo. Judulnya beli mobil bekas." 

HA HA HA ...


Bagi saya, resolusi mungkin dapat berubah, namun resolusi merupakan panduan dasar langkah kita ke depan.

Bagaimana dengan kalian, kawan? Apa pencapaian kalian di tahun 2018, dan apa yang hendak kalian lakukan di tahun 2019? Pencapaian di tahun 2018, seremeh apa pun itu, patut kita rayakan. Resolusi untuk tahun 2019, sesederhana pun, boleh kita tulis sebagai pengingat bahwa kita pernah berharapan ... andaikata tidak terwujud ya tidak apa-apa. Selama Allah SWT masih memberi kesempatan untuk mewujudkannya, lakukan di lain kesempatan.

Baca Juga: 5 Tanaman Dapur di Rumah

Selamat menikmati Kamis yang manis :)



Cheers.

2019 Tetap Nge-blog



Seperti yang sudah saya jelaskan pada pos tentang gara-gara blogwalking akhirnya gabung sama komunitas Blogger Perempuan, atau tentang aktivitas blogwalking dapat menghadirkan gagasan ide menulis konten blog, maka lagi-lagi akibat menikah muda blogwalking saya tergagaslah ide menulis konten yang satu ini. Sesuai judul: 2019 Tetap Nge-blog. Gara-gara blogwalking ke blog-nya Mas Doddy Purwanto. See? (Terjemahan Indonesia: apa kan saya bilang?). Blogwalking itu banyak manfaatnya!

Baca Juga: Perjalanan Rock'N'Rain

Pos Mas Doddy itu adalah tentang, kira-kira, resolusi tahun 2019. Setiap orang pasti punya resolusi meskipun banyak yang menyangkalnya. Tapi setidaknya ada satu harapan yang ingin diwujudkan di tahun mendatang. Sama. Saya juga punya resolusi di tahun mendatang yaitu melakukan ritus membangkitkan dinosaurus tetap diberi kesehatan dan kewarasan, serta selalu bersyukur atas nikmat kehidupan yang dianugerahi oleh Allah SWT.

Untuk mempermudah, hashtag yang saya baca dari komentar Admin 007 di blog Mas Doddy kita pakai. 

#2019TetapNgeblog

Lantas, apa alasan saya pada tahun 2019 nanti tetap nge-blog

  • Nge-blog membikin otak saya lebih fresh dan membikin saya lebih produktif dari hari ke hari. Karena, (sering) menulis merupakan proses memindahkan isi otak. Kalau sudah menulis, ide-ide yang berterbangan di otak itu satuper satu dikeluarkan. Ini menurut saya. Semacam piknik online lah haha.
  • Nge-blog membikin saya kaya raya. Kaya teman. Tentu saja. Kaya pengetahuan, tentu saja. Karena, setiap blog yang saya baca dari kegiatan blogwalking pasti ada yang membikin saya jadi tahu ini itu. Membaca, apalagi yang bermanfaat, tidak pernah bikin kita gulung tikar.
  • Nge-blog membikin saya punya warisan yang kelak bisa dibaca oleh siapa saja. Misalnya, kalau anak saya bertanya sudah ke mana kah saya semasa masih muda dan enerjik, tinggal saya suruh: baca blog ine (mama) yang soal travel.


Haha ...

Insha Allah, apabila tidak ada aral melintang, saya akan tetap nge-blog. Ya, #2019TetapNgeblog.

Bagaimana dengan kalian? Bagi tahu yuk di komen.


Cheers.

2019 Tetap Nge-blog



Seperti yang sudah saya jelaskan pada pos tentang gara-gara blogwalking akhirnya gabung sama komunitas Blogger Perempuan, atau tentang aktivitas blogwalking dapat menghadirkan gagasan ide menulis konten blog, maka lagi-lagi akibat menikah muda blogwalking saya tergagaslah ide menulis konten yang satu ini. Sesuai judul: 2019 Tetap Nge-blog. Gara-gara blogwalking ke blog-nya Mas Doddy Purwanto. See? (Terjemahan Indonesia: apa kan saya bilang?). Blogwalking itu banyak manfaatnya!

Baca Juga: Perjalanan Rock'N'Rain

Pos Mas Doddy itu adalah tentang, kira-kira, resolusi tahun 2019. Setiap orang pasti punya resolusi meskipun banyak yang menyangkalnya. Tapi setidaknya ada satu harapan yang ingin diwujudkan di tahun mendatang. Sama. Saya juga punya resolusi di tahun mendatang yaitu melakukan ritus membangkitkan dinosaurus tetap diberi kesehatan dan kewarasan, serta selalu bersyukur atas nikmat kehidupan yang dianugerahi oleh Allah SWT.

Untuk mempermudah, hashtag yang saya baca dari komentar Admin 007 di blog Mas Doddy kita pakai. 

#2019TetapNgeblog

Lantas, apa alasan saya pada tahun 2019 nanti tetap nge-blog

  • Nge-blog membikin otak saya lebih fresh dan membikin saya lebih produktif dari hari ke hari. Karena, (sering) menulis merupakan proses memindahkan isi otak. Kalau sudah menulis, ide-ide yang berterbangan di otak itu satuper satu dikeluarkan. Ini menurut saya. Semacam piknik online lah haha.
  • Nge-blog membikin saya kaya raya. Kaya teman. Tentu saja. Kaya pengetahuan, tentu saja. Karena, setiap blog yang saya baca dari kegiatan blogwalking pasti ada yang membikin saya jadi tahu ini itu. Membaca, apalagi yang bermanfaat, tidak pernah bikin kita gulung tikar.
  • Nge-blog membikin saya punya warisan yang kelak bisa dibaca oleh siapa saja. Misalnya, kalau anak saya bertanya sudah ke mana kah saya semasa masih muda dan enerjik, tinggal saya suruh: baca blog ine (mama) yang soal travel.


Haha ...

Insha Allah, apabila tidak ada aral melintang, saya akan tetap nge-blog. Ya, #2019TetapNgeblog.

Bagaimana dengan kalian? Bagi tahu yuk di komen.


Cheers.

5 Blogger Kocak



Selasa kemarin saya menulis tentang blog list dan kegiatan blogwalking. Adalah, bukan kata Venom tapi kata saya, dengan adanya blog list saya jadi lebih mudah blogwalking. Karena apa? Karena sejak zaman baheula, saya yang dari kampung ini memang sudah suka blogwalking, sampai-sampai dijuluki kutu loncat. Soalnya, bagaimana ya, saya senang membaca tulisan para blogger itu. Macam cerita Pak Bagas saat bertugas dari satu negara ke negara lain sampai mengirimi saya kartu pos dari setiap negara yang dikunjunginya, coretan dan aneka tips dari Pak Jaf dan profesinya sebagai penyiar dan produser di Singapura juga di Jepang, tulisan dan tutorial dari Linda Nicegreen soal dunia merajut, serunya Mami vi3 menceritakan kegiatan sehari-harinya di Warnet Galaxy Banyuwangi, atau kisah Maknyak Labibah di Kanada sana. 

Bagi saya, blogwalking itu ibarat traveling. Bedanya traveling yang ini tidak perlu pakai tiket pesawat. Cukup paket internet. Whuuuuzzzz! Berangkat! *seret dinosaurus*

Dan sepertinya dari blog yang saya tulis di atas hanya blog Pak Jaf yang benar-benar masih aktif.

Baca Juga: 5 Peserta Favorit Kelas Blogging

Dari blogwalking kita jadi tahu karakter dan/atau gaya menulis para blogger. Diantaranya adalah gaya menulis: 

1. Serius cenderung pakai PUEBI.
2. Santai. Saking santainya tahu-tahu paket internet saya habis.
3. Biasa saja. Kayak blog saya haha.
4. Kopas-kopasan biar sehat jiwa raga. Eh, itu lopas (lari) ya.
5. Kocak bin konyol.

Macam-macam memang.

Dan gaya menulis blogger itu ibarat DNA yang tidak perlu diutak-atik sama orang lain (pembaca).

Itu ciri KHHAASSSS *muncrat sepuluh meter*. Kalian munduran dikit dooonk bacanya jangan lengket sama layar.

Nah, kelas terakhir yaitu kelas malam bareng dinosaurus blogger dengan gaya menulis kocak bin konyol ini yang bakal saya ceritakan hari ini di #KamisLima.

Menentukan lima blogger kocak ini bukan asal jadi: oke saya mau tentukan kamu, kamu, dan kamu *berkedip empat kali* juga kamu dan kamu. Kalian berlima adalah blogger super kocak versi saya! *stempel kuku dinosaurus*. Tidak semudah itu donk. Ada perjalanan di sana di sana mana saya juga kurang tahu. Saya blogwalking, baca konten blog-nya, haha hihi, berulang lagi, terus berulang beda hari, terus berulang beda konten, lalu sadar bahwa konten-konten blog tersebut benar-benar bikin pipi kejang gara-gara tertawa. Blogger-blogger itu luar biasa. Kadar lucunya ngalah-ngalahin kadar garam di laut mati *ditusuk batako*. 


Baca Juga: 5 Kelas Blogging

Karena semua yang saya tulis selalu versi saya, jadi kalian belum tentu setuju sama lima blogger kocak berikut ini. Bagaimana kalau kalian juga punya blogger kocak pilihan sendiri? Silahkan diajak terbang paralayang ditulis lah.

1. KERANI


Sejak awal baca blog-nya, sampai baca buku pertamanya, lalu buku-buku berikutnya, setahu saya dia tidak punya nama. Hahah. Nama pasti punya, tapi demi kebaikan umat yang masih pengen terhibur olehnya, sebaiknya namanya tidak perlu tertulis. Ini dulu saya sampai bilang, apalah arti sebuah nama kalau tanpa nama pun bukunya ngetop sejagad? Di filem My Stupid Boss dia dipanggil Diana. Mendadak ibu yang satu ini punya nama di situ haha. Tapi saya bakal tetap mengingatnya dengan nama Kerani. Istilah untuk pegawai administrasi. Awal membaca blog milik Kerani ini saya menangis tersedu-sedu, terus gebukin meja. Kok ada orang yang gaya menulisnya kocak ajegile begini?

Bakat!

Haha.

Sampai sekarang saya masih membaca ulang buku My Stupid Boss dan masih sering berkunjung ke blog-nya. Keren sekali memang si Kerani.

2. RADITYA DIKA


Tahu Raditya Dika sudah lama banget, sebelum dinosaurus mengembara di bumi sebelum buku Kambing Jantan terbit dan bikin semesta ngakak berjamaah. Melalui blog-nya Raditya menceritakan hidupnya, terutama saat kuliah di Australia dan kehidupan di rumah saat liburan, dari sisi bagaimana menertawai diri sendiri. Ketika Kambing Jantan terbit, buku itu menjadi buku favorit saya dan Indra. Bacanya setiap hari, ketawanya setiap hari. Sampai saya pernah menulis tentang Indra.

Orang lain bukunya ganti, cemilannya satu. Indra bukunya satu, cemilannya gonta-ganti. Buku apakah itu? Kambing Jantan!

Meskipun karya-karya berikutnya Raditya tidak begitu menarik bagi saya, tapi saya masih suka nonton ulang Malam Minggu Miko (serial).


Suatu hari saya melihat sesuatu yang menarik di pos FB teman. Maka meluncur lah saya ke tautannya dan terdampar di sebuah blog milik Teppy di The Freaky Teppy yang me-review Ayat Ayat Cinta 2. Kocaknya kebangetan memang blogger yang satu ini. Kalau saja pipi saya bisa menampar, dia pasti menampar ... eh ... pokoknya si pipi sampai kejang saking ngakaknya saya bahkan hampir tanpa jeda. Manapula bahasanya kocak, gambar-gambar sisipannya dari skrinsyut video qasidahan, awwww. Kalian sudah baca review-nya tentang filem Suzzana Bernapas dalam Kubur? Baca dan tertawalah. 

Teppy, kau membuat hidup saya menjadi lebih haha-hihi.


Apa yang unik dari Trinity? Gaya menulisnya yang blak-blakan dan kocak itu yang tak akan pernah saya, atau kalian, lupa. Sudut pandang dan gaya menulis yang polos (naked) itu yang membikin kita akan selalu mengingat (mau nulis yang tak akan pernah lupa nanti dibilang pengulangan) cerita-ceritanya. Pilihan judul tulisannya pun unik dan sudah bisa bikin ketawa. Misalnya: Apakah India Bau? Atau Cowok Korea Unyu-Unyu? Atau Drama Becak dan Bajaj India. Yang saya suka juga dari seorang Trinity adalah dia juga sering menertawai dirinya sendiri yang big size. Hihihi. Toss.


Tahun 2018 saya mengenal seorang blogger yang ternyata kadar kocaknya warbiyasah. Ini ngakaknya bisa berjamaah, bisa ngajak penduduk negara sebelah, bisa ngajak pilot piring terbang. Febri punya ciri khas yang ... bagaimana ya saya sulit mendeskripsikannya pada kalian haha. Bahasa slang, bahasa penuh intrik (hwah :p), bahasa paling kocak yang pernah saya baca sepanjang satu tahun terakhir ini. Bagaimana 'drama' antara dirinya dengan sang pacar dalam suatu perjalanan, atau 'drama' antara dirinya dengan dirinya sendiri, itu bakal bikin dunia cerrraaaaaah.

Terima kasih, Feb.

Baca Juga: 5 Kelas Blogging

Membaca tulisan blogger-blogger kocak membikin saya lupa dulu pernah begitu ter-haha-hihi dengan Opera van Java.

Saya yakin kalian juga tentu punya blogger kocak favorit yang tulisan-tulisan mereka selain menginspirasi, memotivasi, juga membikin tertawa, sekaligus membikin gemas pengen cubit pipi mereka kan. Silahkan ditulis. Boleh di papan komentar yang saat ini masih eror belum bisa reply langsung, boleh juga di pos blog kalian sendiri. Hehe.

Semoga terhibur.

Mari ngakak berjamaah.


Cheers.

Blog List dan Blogwalking



Salah satu perbuatan yang harus dilakukan seorang blogger bila ingin trafik blog-nya meningkat, selama dirinya bukan Jennifer Lopez atau Indominus Rex, adalah blogwalking. Andaikata blog kita sekelas Brightside yang kontennya sering dipakai sebagai rujukan dari situs-situs hiburan tanah air, atau blog kita sekelas situs National Geographic, no need to blogwalking. Konten dua situs itu dengan sendirinya bakal menarik banyak pengunjung. Tapi kalau konten blog seragam dengan konten blog lainnya, sedangkan jauh di dalam lubuh hati ada keinginan trafik pengunjung meningkat, blogwalking berhukum fardhu'ain. Terutama, apabila urusan trafik ini dikaitkan dengan penghasilan blog, urusannya lain lagi. Urusan lain itu berkaitan dengan mutu konten itu sendiri.

Baca Juga: Plastik Berkualitas dari Tupperware

Kemudian ada yang ngedumel: gua nge-blog bukan karena pengen punya trafik tinggi! Are you sure? Kalau begitu, seperti yang pernah saya tulis di pos lain, tulis saja di diary konvensional bersampul Elsa from Frozen atau bersampul Rambo. Maafkan Rambo, Mama. Atau blog-nya dikunci saja sehingga hanya dirimu yang bisa melihatnya. Hehe. Karena saya pikir bukan rahasia lagi setiap blogger ingin tulisannya dibaca dan, kalau bisa, bermanfaat bagi orang yang membacanya. Bukan demikian? Ada sensasi tersendiri ketika tulisan kita dibaca, dikomentari, dan bermanfaat bagi orang lain. Tanpa embel-embel penghasilan dari GA, misalnya.

Ah sudahlah ... 

Sekarang saya ingin berbagi tentang apa yang disebut blogwalking. Blogwalking merupakan kegiatan blogger mengunjungi satu blog ke blog lainnya. Apakah harus sesama blogger yang sudah saling kenal? Tidak juga. Semua bermula dari tidak saling kenal kan? Kecuali untuk orang-orang yang memang berangkat bersama menuju dunia blog ini alias sebelumnya sudah saling kenal di dunia fana. Makanya saya tidak peduli apakah sudah kenal atau belum, sepanjang sudah membaca pos blog-nya, pengen komentar ya komentar saja. Tidak kuatir dibilang sok kenal? Tidak. Saya itu kuatir kalau dinosaurus mendadak bangkit dan ngajak saya berdiskusi bahwa bumi ini datar. Kalau itu terjadi, dinosaurusnya duluan saya suntik lima galon obat bius biar dia pingsan manja.

Bagaimana kita bisa blogwalking? Pertama-tama, harus ada internet. Kedua, harus tahu tautan blog tujuan. Masalahnya adalah kadang kita lupa tautan blog tujuan tersebut, apalagi kalau terdiri dari ratusan blog. Tapi jangan kuatir, Blogger sudah menyediakan layanan Tambah Gadget pada Tata Letak. Kalau Wordpress? Cari sendiri, haha. Saya bukan pemakai Wordpress.




Zaman dulu, yang namanya blog list ini merupakan kebanggaan tersendiri. Baik ketika nama kita ada di blog list blogger lain maupun saat side bar blog kita menampilkan begitu banyak blogger pada blog list-nya. Artinya sudah sepuh *digampar warga*. Tapi zaman sekarang saya enggan menampilkan blog list di side bar apalagi menu/halaman. Tapi kenapa saya masih bisa dengan santainya blogwalking? Karena blog list itu tersimpan di Notepad! Haha. Panggil saya ndeso. It's okay. I don't care anyway. Selain itu, saya juga bisa langsung blogwalking ke blogger yang meninggalkan komentar di setiap pos. Fun and easy.

Baca Juga: Scootmatic

Kembali ke Notepad yang menyimpan blog list di atas, tentu letih juga kalau harus mengkopi lalu paste and go di peramban kan. Manapula saya melakukannya sambil duduk, berhadap-hadapan dengan laptop, pun tatapan penuh cinta. Sampai kemudian saya berpikir tetang blogwalking menggunakan Android sambil baring menunggu kantuk kala hendak tidur malam. Okay, kopikan saja blog list tadi dari Notepad ke bodi e-mail. Kirim! Dan ini yang kemudian memudahkan saya blogwalking sambil tiduran, tengkurep, nungking, dan lain pose.

Saya tinggal membuka e-mail, mengeklik salah satu tautan yang ada, membacanya, memberi komentar sesuai keinginan saya berkomentar, dan tinggal klik panah kembali, trada ... kembali ke bodi e-mail tadi. 


Kalian lihat kotak kuning pada gambar di atas? Kotak kuning itulah yang menolong saya dari mengeklik tombol kembali setelah berkomentar. Panah kembali pada gambar di atas mengantar kita kembali pada bodi e-mail meskipun sudah membuka banyak laman dari blog yang sama. Cihuy! Direct gitu istilahnya. Dengan demikian mudah banget blogwalking maaaaah, lebih mudah dari walking dead haha. Mau blogwalking kapan pun sesuka hati tanpa harus menghidupkan laptop, atau mencari/mengingat tautan blog tujuan, atau harus bikin blog list di side bar, atau blogwalking hanya karena membalas komentar dari blogger lain di pos blog kita.

Cara di atas betul-betul membantu dan membudahkan saya ber-social blog.

Mungkin kalian punya cara sendiri untuk blogwalking. Misalnya dengan mengikuti sebuah blog, dan mengetahui update-an blog tersebut, lalu blogwalking. Bisa juga dengan men-subscribe. Tapi kalau saya sih lebih memilih cara yang ini. Karena saya blogwalking bukan semata-mata karena blogger lain terlebih dahulu blogwalking ke blog saya lantas meninggalkan komen dan tautan, tapi karena saya memang suka meloncat dari satu blog ke blog lain. Haha. Pengen tahu cerita terbaru, menambah informasi dan wawasan, jadi tahu tips ini itu, dan lain sebagainya.

Fyi: karena tidak setiap blogger rajin meng-update tulisannya, jadi sekarang saya juga membaginya menjadi blogger ter-update, blogger butiran debu, blogger sarang laba-laba, dan terakhir blogger gelap gulita. Kalian tentu tahu maksud dari setiap kelompok. Qiqiqiq.

Baca Juga: The Ninox Flatlay Hammock

Apabila kalian ada yang setipe saya, silahkan pakai cara ini. Tergantung masing-masing kebutuhan dan gaya blogwalking-nya. Atau ada tips lain? Bagi tahu di komen :)



Cheers.

Blogger Perempuan


#SabtuReview, artinya pada Sabtu selalu hadir pos soal filem, buku, maupun lagu. Kalian pasti sudah terpingkal-pingkal membaca tentang Tikil, jadi ikut deg-degan membaca tentang A Quiet Place, atau terbuai dengerin lagunya Kings of Convenience. Tapi hari ini, spesial beud, saya ingin menulis tentang sesuatu di luar filem, buku, dan lagu. Ini tentang sebuah komunitas perempuan yang kece badai. Komunitas yang baru saya ikuti, menjadi member, tapi langsung bikin saya punya banyak teman. As simple as that. Begitu cepat blog ini dikunjungi pula oleh member komunitas lainnya! Jadi terharu *peluk monitor, terus kesetrum dan berubah jadi lebih cantik*.

Baca Juga : Lagu-Lagu Ini Punya Kembaran

Nama komunitas ini adalah Blogger Perempuan. Jaringan Blogger Perempuan Terbesar di Indonesia. Salah satu komunitas blogger khusus perempuan yang saya ikuti. Lebih jelasnya, silahkan baca kutipan di bawah ini: 

Blogger Perempuan Network adalah tempat yang nyaman bagi blogger wanita Indonesia untuk belajar, berbagi, dan menginspirasi satu sama lain melalui konten. Sejak 2015, komunitas kami telah berkembang pesat dan menjadi komunitas blogger wanita terbesar di Indonesia. Kami menciptakan platform di mana blogger wanita dapat berbagi konten mereka dengan niche tertentu, mengirimkan blog mereka di direktori, dan bergaul dengan orang lain. Kami juga mendukung aktivitas digital komunitas dengan melakukan acara offline dan online dengan pengetahuan tentang blogging.

Gabung sama Blogger Perempuan gara-gara blogwalking ke blog-nya ... saya lupa *dilempar batako*. Yang jelas, saat itu juga saya meluncur ke situs Blogger Perempuan, mendaftar, memenuhi persyaratan seperti memasang banner Blogger Perempuan di blog ini dan follow akun media sosialnya, menunggu proses diterima, dan voila ... jadilah saya member Blogger Perempuan termuda dan tercantik. Beberapa hari kemudian, trafik blog saya semakin meningkat. Yang saya ingat, blog pertama dari member Blogger Perempuan yang saya kunjungi itu blog milik Kakak Uphiet Kamila yang waktu itu masih pakai Blogspot belum domain sendiri.

Apa saja keuntungan menjadi member Blogger Perempuan? Banyak! Diantaranya: punya banyak teman yang artinya network kita semakin luas, setiap pos blog boleh di-publish di situs Komunitas Blogger Perempuan yang artinya Blogger Perempuan secara tidak langsung turut mempromosikan blog kita - gratis, diperbolehkan untuk berkontribusi dengan cara menulis artikel untuk Blogger Perempuan, dan mengikuti ragam lomba dan/atau kompetisi dan/atau kesempatan me-review produk ini itu yang pasti selalu diinformasikan di sana yang artinya kesempatan untuk mengisi pundi-pundi Rupiah terbuka lebar. Satu lagi nih, kalian boleh mengunduh dan memanfaatkan Freebie.

Bagi saya, mengikuti atau menjadi member komunitas blogger tidak pernah merugi.

Baru-baru ini Blogger Perempuan menantang member-nya melalui BPN 30 Days Blog Challenge. Member ditantang untuk ngepos konten blog tanpa jeda selama tiga puluh hari dimulai 20 November 2018 sampai 20 Desember 2018.


Bagi blogger yang tidak terbiasa nge-blog setiap hari pasti sulit memikirkan ide konten blog kan. Tapi jangan kuatir! BPN 30 Days Blog Challenge sudah menyediakan tema untuk setiap harinya. Adalah Ewafebri, member keren yang blog-nya punya ciri khas ilustrasi yang dia bikin sendiri, telah membikin jadwal atau daftar tersebut sebagai berikut:


Membaca task tantangan selama tiga puluh hari di atas, ada perasaan meletup-letup dalam diri saya. Tapi sayang, saya tidak mengikuti BPN 30 Days Blog Challenge tersebut. Padahal asyik sekali kan hahaha. Melalui tantangan ini, selain untuk membantu target trafik, secara tidak langsung Blogger Perempuan membantu blogger yang, katanya, sering kehabisan ide untuk menulis konten blog. Lihat saja tiga puluh tema tantangan menulis di atas; mulai dari kenapa menulis blog, tema blog yang disukai, 5 fakta soal diri sendiri, hal yang disesali saat ini, sampai target blogging tahun 2019.

Baca Juga : Flores, Adventure Trails

Kalau dilihat, saya sudah menulis hampir sebagian tema di atas karena saya memang menantang diri sendiri untuk meng-update konten blog setiap hari. Hampir, jadi belum semua tema. Kalau kemarin-kemarin setiap Hari Minggu selalu ada Triplet, novel itu, karena sudah selesai jadi slot hari Minggu dikosongkan saja. Haha. Lagi pula Hari Minggu kita nikmati saja libur mingguan itu. 

Kalau Blogger Perempuan punya tiga puluh tema untuk BPN 30 Days Blog Challenge ini, maka saya sendiri juga punya tema untuk blog ini dari Senin sampai Sabtu. Alhamdulillah sampai sekarang saya masih bisa menjawab tantangan diri sendiri itu. #SeninCerita, #SelasaTekno, #RabuLima (Kesehatan), #KamisLima (Macam-macam), #PDL pada Jum'at tentang hal-hal remeh yang pernah dilakukan, dan #SabtuReview. See? Jadi tidak ada lagi alasan saya kehabisan ide menulis blog karena selalu ada hal yang bisa ditulis setiap harinya. Sudah cukup hiatus zaman dulu, sudah cukup malas-malasan, saatnya lebih giat menggali potensi diri karena dengan rajin menulis lama-kelamaan tulisan kita niscaya lebih bagus. Kalau saya sih tulisannya semakin hancur haha.

Seandainya blog saya suatu saat nanti tidak ter-update, itu bukan karena kehabisan ide, melainkan karena (1) Malas dan (2) Belum punya waktu untuk menuangkan pikiran-pikiran un-jenius ke blog.

Membaca tulisan teman-teman yang sudah mengikuti BPN 30 Days Blog Challenge ini, seperti Ewafebri, Ajengveran, atau Dinilint, begitu banyak ide menulis ter-big-bang di kepala saya. Ide-ide itu antara lain tentang: nama blog, blogger perempuan favorit (bagian 1, bagian 2, dan seterusnya), blogger unik, tempat makan favorit, dan lain sebagainya. Luar biasa, secara tidak langsung Blogger Perempuan telah menyiram avtur bergalon-galon pada saya. Dan saya patut berterima kasih pada Uphiet Kamila juga nih, soalnya dalam pos blog salah satu tantangan dari Blogger Perempuan, saya ditulis sebagai salah satu travel blogger perempuan favorit di sana haha. Horeeee!

Terima kasih Blogger Perempuan.

Kalian yang membaca pos ini, terkhusus perempuan, tunggu apa lagi? Jangan tunggu dinosaurus bangkit. Gabung yuk sama Blogger Perempuan dan rasakan manfaatnya yang luar biasa. 



Cheers.

5 Peserta Favorit Kelas Blogging

Membuka kelas blogging, gratis, baik bersama Kanaz dan Om Bisot maupun sendirian membenturkan saya dengan banyak karakter (peserta kelas). Ada yang semangat belajarnya luar biasa membikin para mentornya jadi lebih bersemangat berbagi ilmu, ada pula yang duduk termenung di WAG sampai-sampai terpaksa dikeluarkan oleh Kanaz. No hard feeling. Karena aturan kelas blogging kita, termasuk yang terakhir yaitu Kelas Blogging Online, merupakan kelas tempat saling belajar dan berinteraksi. Harus ada proses yang bisa terlihat nyata lewat tampilan blog masing-masing. Jika tidak, terpaksa dikeluarkan. Saya rasa ini cukup adil. Bukan begitu? Begitu bukan?

Baca Juga : 5 Workshop Blogging & Social Media

Dari kelas-kelas blogging yang sudah berjalan melalui WAG, saya punya peserta favorit; kaitannya ya sama kalimat 'membenturkan saya dengan banyak karakter' seperti pada paragraf awal di atas. Yang menjadi favorit saya belum tentu menjadi favorit Om Bisot dan Kanaz. Vice versa. Apa syarat, haaaa? Syarat?, atau indikasi sehingga mereka berlima saya jadikan peserta terfavorit? Tentu saya tidak sembarang menentukan lah hehe. Setidaknya ada hal-hal yang membuat mereka terlihat lebih unggul dari yang lain. Thika Pharmantara dan Ocha, misalnya, tidak mungkin mereka menjadi favorit saya karena menulis saja masih celup-celupan. Mereka harus memotivasi diri sendiri kan, karena tugas kami sebagai mentor untuk kelas mereka yaitu Kelas Blogging NTT sudah selesai.

Baiklah ... jadi, selalu saya menulis jadi padahal tidak ada angin, dinosaurus, dan hujan siapa saja kah peserta favorit saya dari semua kelas blogging yang sudah berjalan dan/bahkan ada yang sudah selesai itu?

Mari kita cek.


Awal mengenal Om Ludger ini via Twitter. Saling sahut-sahutan dan akhirnya saya mengajaknya mengikuti Kelas Blogging NTT Angkatan II. Semangatnya mengikuti kelas dengan kondisi sinyal celup-celupan naik-turun bikin nelangsa patut diacungi jempol dinosaurus. Maklum, meskipun berasal dari Wologai namun lokasi kerjanya berada di Lepembusu. Iya, Puskesmas Lepembusu namanya. Tentang puskesmas ini bakal saya bahas di lain pos dan di lain blog haha.

Om Ludger waktu kami kunjungi hahaha.

Yang menarik adalah konten blog-nya selalu membahas tentang budaya Wologai, daerah yang terkenal dengan kampung adatnya itu. Konten-konten orisinil seperti itu, apalagi tentang budaya, sudah jarang kita temui. Kebanyakan sih hasil kopas sana-sini yang bahkan tanpa merujuk penulis aslinya.

Terakhir PR/tantangan dari Kelas Blogging NTT yang diikuti oleh Om Ludger, berhadiah kaos. Demi penyerahan kaos ini saya pergi ke tempatnya bekerja hahaha.

Terakhir setelah saya, Mila, dan Santy mengunjungi Om Ludger di Puskesmas Peibenga dan berhasil mengacau di sana, saya baru tahu kalau dia sudah memakai domain sendiri. Selamat ya, Om. Semakin serius nampaknya. Insha Allah dapat menjadi blogger yang amanah demi terkenalnya daerah kita khususnya Wologai. Huhuy!


Saat menulis ini saya baru tahu kalau Aram, Kelas Blogging NTT Angkatan II, sudah memakai domain sendiri. Mentor macam apa saya ini hahaha. Selamat, selamat, selamat.


Mengenal Aram sudah lama saat dia masih menjadi mahasiswa Uniflor. Yang saya tahu dia adalah aktivis dengan segudang kegiatan. Kegiatannya yang padat jaya itu selalu bermanfaat bagi orang lain. Kenapa dia menjadi peserta favorit saya adalah semangat belajarnya yang sama tinggi seperti Om Ludger dan memang punya passion di dunia blog. Tinggal lebih rajin menulis konten, mantap jiwa.


Abang Iskandar saya memanggilnya. Orang baru di kelas blogging yang masuk dalam Kelas Blogging Online. Tapi kalau dalam dunia aktivis sampah, jangan ditanya lagi, dia sudah kesohor bareng Abang Umar Hamdan dalam komunitas bernama ACIL. ACIL adalah Anak Cinta Lingkungan yang sudah melakukan seabrek kegiatan demi pelestarian lingkungan termasuk salah satunya mendaur ulang sampah dan pembibitan ribuan tanaman. Kegiatan lainnya silahkan baca blog Abang Iskandar.


Paling senang baca WAG Kelas Blogging Online setiap Senin malam menjelang pukul 21.00 Wita. Pasti Abang Iskandar ini sudah mulai menulis: sebentar lagi kelas mulai. Hahaha. Semangatnya belajar nge-blog itu bikin saya terkejut-kejut. Kan sama sekali tidak menyangka dia bakal sesemangat itu. Abang Iskandar ini, saya jamin, setelah lebih dari lima kali pertemuan kelas, bakal jago banget nge-blog-nya. Ayo, Abang, harus bisa!


Tidak semua yang saya favoritkan datang dari Kabupaten Ende haha. Betul, tiga nama di atas memang Orang Ende. Mari cek yang berikutnya ... eng ing eng ini nggak perlu kan ya soalnya namanya sudah tertera di poin empat di atas ...


Seorang guru yang mulai nge-blog. Keberadaannya membikin saya teringat pada Pak Martin. Adalah pencapaian yang luar biasa apabila guru juga nge-blog dan memanfaatkan blog dalam pengajaran. Kakak Maya baru mulai, dan di tengah padatnya aktivitas beliau sebagai guru, semoga suatu saat nanti bakal lebih mengembangkan dunia ajar-mengajar melalui blog. Maju terus, Kak!


Kak Dian adalah peserta Kelas Blogging Online yang ternyata sudah lama nge-blog. Tujuannya untuk mengikuti kelas ini adalah agar semangat untuk nge-blog tetap terjaga. Kan asyik punya banyak teman, saling berbagi ilmu, saling bercanda ... jadi lebih semangat nge-blog kan? Sama juga, ketika saya dan kalian saling berinteraksi lewat komentar baik komentar di blog saya maupun di blog kalian, kita jadi lebih semangat nge-blog. Percaya lah.

Sayang, saya tidak menemukan foto Kak Dian. Nanti deh.

Karena ini #KamisLima, jadi itulah dia lima peserta favorit kelas blogging versi saya. Kayak On The Spot gitu haha.

Masih banyak peserta lain dari kelas-kelas blogging loh. Mari kita kenal, setidaknya, mengunjungi blog mereka satuper satu. Siapa saja kah mereka?


Tentu termasuk Thika dan Ocha yang sudah saya tulis di atas dan lima favoritnya.


Baca Juga : 5 Yang Unik dari Ende (Bagian 2)

Saya kaum sama semangat mereka belajar nge-blog, berkecimpung di dunia blog, hingga suatu saat nanti mereka tahu nikmatnya mengelola blog hingga ke tahap pro. Wuih. Artinya adalah mereka tidak saja belajar tentang blog tapi juga belajar tentang bagaimana menulis yang baik; setidaknya tanda baca dan preposisi bisa ditulis dengan baik. Kalau tulisannya enak dibaca seperti pos Om Bisot yang membahas bagaimana membuat tulisan artikel atau konten yang enak dibaca, kan asyik kalau tulisan kita enak dibaca dan scannable. Orang bakal betah banget berlama-lama di blog kita untuk mengulik satu pos ke pos lainnya.

Semoga teman-teman yang baru belajar nge-blog ini dapat memicu lebih banyak semangat pada kita, saya, kalian, mereka, yang mengaku telah lama nge-blog.


Cheers.

5 Alasan Kenapa Podcast Adalah Masa Depan Konten

0

Dalam kesempatan ngobrol di salah satu episode podcast Inspigo belum lama ini saya ditanya apakah audio khususnya podcast punya masa depan? Mantap saya jawab: YA! Walaupun secara guyon saya bilang, begitu juga dengan visual, begitu juga dengan tulisan. Ya, saya yakin setiap medium akan tetap punya masa depan, tergantung pada apakah kita mau untuk terus mengembangkannya.

Podcast sendiri bisa dibilang cukup tertinggal dalam perkembangannya, namun bukan berarti tidak berkembang apalagi tidak punya masa depan. Berikut adalah 5 alasan mengapa podcast sangat punya masa depan di Indonesia:

1. Semua Orang Bisa Bicara, Tidak Semua Bisa (dan Suka) Tampil

“Mau jadi Youtuber, Pak!” kata seorang anak kepada Presiden Jokowi ketika ditanya apa cita-citanya. Meski Pakdhe Jokowi dan orang-orang yang hadir dibuat terkekeh-kekeh mendengarnya, tapi itulah kenyataan yang terjadi. You Tube sekarang memang sedang jadi fenomena.

Masalahnya, tidak semua orang bisa atau suka tampil di depan kamera, tapi rasanya nyaris semua orang bisa bicara. Hal yang sama juga berlaku untuk medium tulisan. Tidak semua orang bisa mengungkapkan pikirannya lewat tulisan, tapi rasanya nyaris semua orang bisa mengungkapnya lewat kata-kata.

Bukan kebetulan pula bahwa ada sejumlah Youtuber di Indonesia yang kini juga memiliki channel podcast. Bisa jadi juga karena proses produksinya yang jauh lebih mudah ketimbang memproduksi video.

2. Akrab dan Personal

Medium paling akrab dengan kita itu adalah audio karena manusia kebanyakan berkomunikasi dengan berbicara dan mendengar.

Medium audio menjadi terasa lebih personal lagi ketika semakin banyak orang yang mendengarkan podcast dengan menggunakan headphone. Ini membuat seolah pesan yang disampaikan lewat audio itu ditujukan kepada kita pribadi, seolah bicara hanya dengan kita.

Yang menggembirakan, maraknya kemunculan podcast di Indonesia belakangan ini rata-rata memanfaatkan kelebihan ini. Pakem podcast yang awalnya tidak jauh dari gaya produksi radio show, kini banyak berubah menjadi layaknya sebuah acara obrolan biasa. Tidak sedikit podcaster yang sudah membuktikan kelebihan ini dilihat dari jumlah pendengar yang sangat tinggi.

Sepertinya orang memang butuh hiburan dan informasi, tapi mereka lebih butuh teman. 😊

3. “Gambarnya” Lebih Keren

Radio is the theater of the mind; television is the theater of the mindless,” begitu kata Steve Allen, seorang penyiar terkenal Amerika era 60-70 an. Konon Allen adalah orang yang pertama kali memperkenalkan istilah yang kemudian sangat akrab di kalangan orang radio, yaitu: “Theatre of Mind.” Ini adalah istilah yang mengacu pada kemampuan manusia memunculkan gambaran yang jelas di kepala hanya lewat suara, lewat kata-kata.

Lebih dari sekedar teori, sebenarnya ini sudah kita praktikkan sehari-hari. Tidak jarang mendengarkan orang cerita tentang sebuah makanan yang lezat, misalnya, akan lebih menggoda ketimbang melihat gambarnya, karena imajinasi kita jauh lebih canggih daripada kamera paling canggih manapun.

 

4. Bisa Disambi, Tidak Suka Ngatur

Masih adakah diantara kita yang bisa dan mau diatur untuk mengkonsumsi media pada waktu-waktu tertentu? Selamat kalau masih ada. Saat ini orang semakin sibuk dan pilihan media semakin beragam, sehingga media makin kesulitan menarik perhatian orang untuk mengkonsumsi di jam-jam tertentu. Maka hadirlah media yang bersifat on-demand, bisa dikonsumsi kapan saja.

Ya, kelebihan utama podcast adalah kemampuannya untuk dikonsumsi sambil mengerjakan hal lain. Kelebihan tersebut tidak ada di medium lain dan itu disadari betul oleh para podcaster dan para pendengar podcast di Indonesia. Fakta ini juga ditunjang oleh survei terbaru Daily Social di Indonesia yang menyebutkan bahwa hampir 60% responden menyukai podcast karena sifatnya yang fleksibel (on-demand).

5.Teknologi dan Masa Depan

Gambaran masa depan medium podcast sebenarnya sudah bisa terlihat dari berbagai teknologi media yang semakin mengakomodir fitur audio terutama di ponsel, benda yang saat ini sudah tidak terpisahkan dengan kita. Ini hanya beberapa diantaranya

  • Facebook Live Audio: Di penghujung 2017 Facebook memperkenalkan layanan yang disebut Live Audio yang tidak lain adalah fitur Facebook Live yang sudah lama ada tapi dengan meniadakan unsur videonya. Dalam pernyataannya Facebook mengakui orang seringkali mendengar audio sambil melakukan hal lain karenanya fitur itu mereka buat.
  • Spotify Podcast: Spotify sebagai aplikasi streaming musik yang sangat populer juga telah memperkenalkan fitur distribusi podcast dan kesempatan itu langsung disambar oleh berbagai podcaster. Survei terbaru dari Daily Social misalnya mengungkap lebih dari 50 persen responden di Indonesia mendengarkan podcast lewat Spotify. Di Indonesia maraknya kemunculan berbagai macam podcast di Spotify tidak bisa dilepaskan dari aplikasi podcast bernama Anchor.
  • AnchorAwal tahun 2016 muncul Anchor, aplikasi podcast yang sangat pantas disebut revolusioner karena memiliki fitur lengkap. Hanya dengan memasang aplikasi ini di ponsel, kita sudah bisa merekam, mengedit, memasukkan musik dan efek termasuk juga merekam obrolan jarak jauh. Sesuatu yang mungkin 5-10 tahun lalu hanya bisa dilakukan di studio rekaman. Bahkan yang lebih menarik lagi adalah Anchor secara otomatis menyebarkan podcast kita ke berbagai layanan distribusi terkenal seperti Apple Podcast, Google Podcast, Castbox, dan Spotify. Mereka yang sudah lama di dunia podcasting pastinya akan sangat mengapresiasi fitur ini karena tahu betapa repotnya masuk ke berbagai jalur distribusi podcast yang ada. Mereka harus melakukan registrasi satu persatu dan tidak jarang harus membayar. Hebatnya, semua layanan super lengkap Anchor ini disodorkan secara gratis! Salah satunya berkat suntikan dana 10 juta dolar dari Google Venture.
  • Hey Google!, Siri, Cortana, Alexa dan kawan-kawan: Meski belum populer di Indonesia, namun kini semakin banyak fitur teknologi yang mengandalkan perintah suara. Fitur ini menjadi pelengkap bagi maraknya perkembangan podcast. Bayangkan di tengah kemacetan kita memerintah Siri atau Google Voice untuk memutar acara podcast tertentu. Tunggu.. Jangan dibayangkan. Langsung dicoba saja karena fitur ini sudah ada di nyaris semua ponsel pintar di tangan-tangan Anda itu.
  • “Studio” Rekaman di Genggaman Tangan (update 24/10): Ada satu teknologi penting di dalam kebanyakan ponsel pintar saat ini yang sedianya diperuntukkan bagi kenyamanan bertelepon tapi tanpa disadari bermanfaat untuk podcasting. Teknologi itu disebut Noise Cancelling Microphone yang intinya mengurangi -kalau tidak bisa disebut menghilangkan- suara latar agar suara penelepon jelas terdengar walau di tengah keramaian sekalipun. Teknologi ini menjadi penting ketika dipadu oleh beragam aplikasi perekam suara yang sudah banyak beredar sehingga kualitas rekaman suara di ponsel menjadi semakin bagus. Banyak podcaster Indonesia yang muncul belakangan ini merekam dengan ponsel mereka dengan kualitas yang bagus. Memang kalau mau kualitas yang super “cring”, idealnya menggunakan studio rekaman dengan mikrofon professional. Sama halnya dengan membuat foto yang bagus idealnya dilakukan dengan kamera DSLR. Toh yang penting kualitasnya.

Apa Dampak Perkembangan Podcast Bagi Para Marketer

Beberapa teman di agency dan juga beberapa praktisi marketing pernah menanyakan hal seperti ini: “Oke, podcast is the future. Terus apa untungnya buat para marketer? Bagaimana kita bisa memanfaatkannya?”

Ini perlu artikel terpisah sih untuk membahasnya (Hmm.. good idea hehe). Tapi sebenarnya dari 5 poin tadi saja sudah banyak hal yang bisa diantisipasi.

Bisa saja kita langsung bereaksi cepat dengan memasang iklan di podcast-podcast populer, seperti layaknya memasang iklan di radio. Bahkan lebih bagus lagi, tidak seperti memasang iklan di radio yang sekali lewat, iklan di podcast akan terus ada secara permanen selama episode podcast itu tersedia di internet. Karena itu tentu pendekatannya harus berbeda dengan radio.

Di Amerika Serikat, beriklan di podcast sudah umum dilakukan, mulai dari pemasangan spot 15-60 detik, adlib atau penyebutan brand, hingga pemberian kode-kode diskon seperti yang belakangan dilakukan brand seperti Squarespace atau Stamp.com di sejumlah podcast populer di Amerika dan terbukti sukses.

Buat saya pribadi kalaupun ada satu kelebihan podcast yang paling layak dimanfaatkan oleh para marketer adalah sifat personal dari podcast. Cocok buat brand yang aktif main dengan gaya subtle marketing 😊

Satu hal pasti: podcast perlahan tapi pasti mulai populer di Indonesia. Survey Daily Socialyang tadi saya kutip beberapa kali menyebutkan hampir 70 persen dari lebih 2000 responden mereka di Indonesia mendengarkan podcast dan kebanyakan mereka ada di rentang usia generasi millennial yang merupakan pasar paling seksi dan menggiurkan saat ini.

Bangkok, 22 Oktober 2018

Rane.

*Penulis adalah podcaster di http://suarane.org

**Artikel ini pertama kali terbit di LinkedIn tanggal 22 Oktober 2018

5 Workshop Blogging & Social Media


Ketika undangan itu mampir di pesan WA, terutama saat membaca lokasi kegiatan, jantung saya berdegup lebih kencang. Berdegup lebih kencang karena perasaan ini begitu bahagia ketika diajak berbagi informasi dengan orang lain, terutama anak muda, lagi dan lagi. Plus, karena untuk tiba di lokasi itu, saya harus mellintasi Jembatan gantung kuning yang sama, yang pernah bikin jantung saya dan jantung para dinosaurus nyut-nyutan hehe. 

Baca Juga : 5 Yang Unik dari Ende (Bagian 2)

Sabtu, 17 November 2018 kemarin, BEM Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Flores (Uniflor) menyelenggarakan kegiatan sarasehan tentang teknologi informasi. Tiga narasumber yang diundang adalah Wakil Dekan FTI Maria Adelvin Londa, S.Kom., M.T. dengan materi Manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia PendidikanPerwakilan dari Komunitas SocMed Ende Ihsan Dato, S.Sos., menyampaikan materi tentang Etika Penggunaan Media Sosial dengan slogan "Piki Ne Ote Timba Ne Ate" (berpikir dengan akal dan pertimbangkan dengan hati), dan saya yang menyampaikan materi Literasi Digital.

Cerita tentang kegiatan tersebut akan saya pos lain kesempatan.

Gara-gara kegiatan tersebut, pikiran saya melambung jauh terbang tinggi melayang pada kegiatan serupa yang sudah mulai saya gulati sejak mengenal blog pada tahun 2003. Sejak saya merasakan manfaat nge-blog yang luar biasa dan ingin orang lain juga turut merasakan hal yang sama. Apa pun namanya itu; workshop, seminar, sarasehan, baik tentang blog, media sosial, maupun dunia internet pada umumnya, saya tidak kehilangan semangat untuk ikut serta. Jadi penyelenggara, boleh. Jadi Peserta, boleh. Jadi pemateri pun boleh. Bareng komunitas  maupun solo player *hualah* come on lets go

Dari sekian banyak kegiatan, ijinkan saya mengklasifiksinya menjadi lima (saja) workshop tentang blogging & social media.

Cekidot.

1. Workshop SocMed4SocGood

Workshop yang satu ini terselenggara berkat kerjasama Greeneration Foundation dan US Embassy dengan local partner Komunitas Blogger NTT a.k.a. Flobamora Community. Dua pembicara utamanya waktu itu dari Good News from Indonesia dan Relawan Bung Karno Ende. Tentu pembicara pembuka datang dari US Embassy dan Greeneration Foundation. Cerita lengkapnya silahkan klik tautan ini: SocMed4SocGood.

2. Pelatihan Internet, Blog, Socmed LSM VECO

LSM Veco adalah penyelenggara kegiatan yang satu ini. Waktu itu saya dihubungi oleh mas Antonemus untuk menjadi pematerinya. Why not? Jadi, berangkatlah saya ke Kota Maumere setelah selesai mengantar bantuan untuk korban erupsi Gunung Rokatenda. Memberikan pelatihan tentang internet, blog, dan media sosial untuk bapak-bapak petani sangat menyenangkan. Kegiatannya berlangsung di ruang pertemuan Hotel Silvia, Kota Maumere. Cerita lengkapnya silahkan klik tautan ini: Pelatihan Internet, Blog, SocMed Untuk LSM dan Petani.

Yang ini, solo player.

3. Seminar Remaja dan Internet

Lagi, solo player, saat itu sebagai mahasiswi Fakultas Hukum saya diminta oleh BEM Fakultas Hukum untuk mengisi materi tentang Remaja dan Internet di SMK St. Clements Boawae (Kabupaten Nagekeo). Seru? Sangat! Ceritanya dapat dibaca di tautan ini: Study Tour.

4. Pelatihan Blog, Nobar, dan Diskusi

Akademi Merdeka Ende menggandeng Komunitas Blogger NTT untuk menggelar pelatihan blog, nobar #Linimassa, dan diskusi terbuka. Filem dokumenter Linimassa sangat populer pada masanya, sampai sekarang dooonk, karena benar-benar 'membumi'; mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam melawan hoaks melalui jurnalisme warga dan bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan media sosial dengan lebih positif dari sekadar menyerang orang lain. Cerita lengkap silahkan klik tautan ini: Pelatihan Blog, Nobar, dan Diskusi.

5. Blog untuk GMIT

Bersama Flobamora Community, saya memberikan materi tentang blog di Aula Gereja Syalom - Ende. Silahkan baca cerita lengkapnya di tautan ini: Kembali ke Fitrah, Kembali ke Blogsphere.

Karena berbagi tidak pernah merugi.

Apa yang saya peroleh dari semua itu? Persahabatan, semakin luasnya pergaulan, menambah wawasan diri, dan seterusnya, dan sebagainya. Saya dan teman-teman Komunitas Blogger NTT tidak mengejar materi dari kegiatan-kegiatan tersebut. Gratis. Bahkan kalau tidak ada yang meminta kami memberikan materi tentang hal-hal di atas, kami lah yang menawarkannya. Sekali lagi: gratis.

Baca Juga : 5 Kelas Blogging

Kapan tidak gratis? Ketika saya menjadi solo player hahaha. Tapi tidak selamanya sih, tergantung pada penyelenggara saja. Kalau saya sendiri tidak bisa menyebutkan angka. Begitu diminta, tanpa bayaran pun, ayo saja. Tentang angka ini juga sama kalau saya diminta mendokumentasikan kegiatan pemakaman, misalnya, tabu untuk menyebut angka kalau urusannya sama keluarga dari orang yang sudah meninggal dunia. Kalau pernikahan, Teh? Oh itu lumayan bisa buat beli laptop baru hahaha.

Intinya begini, kawan, jangan sampai proses mentransfer ilmu dan informasi terhambat hanya karena Rupiah.

Bagaimana dengan kalian? Bagi tahu donk pengalaman kalian tentang kegiatan workshop, seminar, atau sarasehan tentang internet, blog, dan media sosial. Yuk ...



Cheers.