Arsip Kategori: BLOG

Pemula? Start di Sini!

Apakah kalian ingin memulai bikin podcast tapi tidak tahu harus mulai dari mana? Atau minimal ingin berkenalan dulu lah dengan mahluk bernama podcast? Ayo kita start dari sini!

Kalau sudah start, jangan menoleh ke belakang lagi. Lari terus!!! hehehe

Oya, silakan bagi artikel ini untuk teman-teman kalian yang lagi mikir-mikir mau bikin podcast. Salam ya dari gue πŸ™‚ Bilangin, nggak usah pakai mikir. Langsung mulai. Jangan malu-malu menghubungi kalau mau tahu lebih jauh. Kontak gue ada di akhir artikel.

Ciek, duo, tigo, lets gooo!!! πŸ™‚

~~~

Apa itu podcast?

Pertanyaan paling awal buat yang benar-benar awam soal podcasting tentu saja adalah mahluk apa itu podcast? Temui jawabannya di sini:

https://suarane.org/apa-itu-podcast/

Bersuara di Podcast

Satu hal yang selalu saja jadi kendala bagi mereka yang mau memulai podcast adalah tidak percaya diri pada suara sendiri, karena berbagai macam hal. Nah, episode podcast yang satu ini akan menjawab segala mitos tentang suara yang baik dan tidak baik, serta bagaimana teknik-teknik mengolah suara.

https://suarane.org/s0403-bersuara-di-podcast/

Semua Ada di Genggaman!

Saat ini membuat podcast semakin mudah karena bisa dilakukan dari perangkat yang ada di genggaman tangan nyaris semua orang yaitu ponsel pintar. Nah, artikel berikut ini berbagi tips tentang cara merekam dengan ponsel:

https://suarane.org/tips-merekam-podcast-dengan-ponsel/

Ayo Langsung Mulai!

Nah, berbekal ponsel pintar di genggaman dan aplikasi yang bernama Anchor, langsung saja kita coba bikin podcast. Nggak usah pakai mikir hehe

Pertama install dulu aplikasi bernama Anchor di sini:
https://play.google.com/store/apps/details?id=fm.anchor.android (Android)
https://apps.apple.com/us/app/anchor/id1056182234 (iOS)

Selanjutnya langsung registrasi dan kita siap bikin podcast.

Berikut adalah tutorial membuat podcast dengan cepat. Dijamin langsung bisa!

https://www.youtube.com/watch?v=ovg0Q-BJgPM&t=57s

Ikuti setiap petunjuknya dan Bismillah! Bisa! πŸ™‚

~~~

Podcasting Tingkat Lanjut

Sampai di sini seharusnya teman-teman sudah bisa mulai membuat podcast. Nah kalau mau memiliki kendali lebih besar pada podcastnya, misalnya mau di edit agar lebih rapi, mau memasukkan unsur musik, efek suara dll, mari kita belajar lebih lanjut.

Tapi sebelumnya ini beberapa rekomendasi alat paling standar yang bisa digunakan.

https://suarane.org/s0506-alat-podcast-paling-standar-tapi-bagus/

Kalau mau tahu alat apa yang dipakai oleh Suarane Podcast, silakan lihat di video ini:

https://www.youtube.com/watch?v=KNHP6gk4Pgc

Nah, dengan berbekal alat-alat sederhana tadi, diasumsikan kita sudah bisa membuat rekaman untuk podcast. Tinggal bagaimana mengeditnya dengan menggunakan software yang sederhana, gratis tapi bisa diandalkan. Namanya Audacity (tersedia untuk Linux, Windows dan Mac). Tinggal unduh Audacity ke komputer kalian dari situs web ini:

https://audacityteam.org

Berbekal Audacity, mari kita belajar mengedit podcast dengan berpandu pada tiga video berikut ini

1. Tutorial Editing Dasar dengan Audacity

https://www.youtube.com/watch?v=AvhftR0CtSI&t=1s2. 

2. Tutorial Mixing dengan Audacity

https://www.youtube.com/watch?v=rb49E_A_jfA&t=98s3. 

3. Tutorial untuk Memastikan Kualitas Rekaman yang Baik

https://www.youtube.com/watch?v=eamTGl_-akw&t=801s

Nah, sampai di sini, seharusnya kalian sudah bisa memulai bikin podcast!

Selanjutnya di suarane.org tersedia banyak episode podcast dan juga artikel-artikel mengenai podcast yang bisa kalian akses.

Kalaupun masih ada pertanyaan, hubungi saja saya di sini atau langsung ke email: suarane@gmail.com atau DM di Instagram @SuaranePodcast.

Insya Allah saya selalu berusaha membalas setiap pertanyaan yang masuk

Semangatt!!

Bangkok, 27 April 2020

-Rane

Ternyata Bisa Juga Saya Membikin Video Tutorial Blogging


Ternyata Bisa Juga Saya Membikin Video Tutorial Blogging. Nge-blog sejak tahun 2002/2003 bukan jaminan saya bisa seperti orang-orang. Banyak viewer? Mimpi. Haha. Apalagi berhasil dengan adsense! Mimpi yang ketinggian. Tapi saya harus bersyukur karena viewer rata-rata per hari bisa mencapai 300 sampai 400-an untuk random pos. Tertinggi itu 800-an. Itu hitungan statistik harian yang paling suka saya lihat di dashboard Blogger. Karena, kalau melihat viewer per pos ... miris *ngikik*. Dan saya juga harus bersyukur karena meskipun belum memperoleh penghasilan dari adsense, tapi saya sudah memperoleh penghasilan dari menulis seperti menulis review hingga content placement. Jika kita pandai bersyukur, insha Allah terus diberi rejeki oleh Pemilik Semesta.

Baca Juga: 5 Lagu Glenn Fredly Dalam Kenangan Ini Bikin Mewek

Kembali ke fitrah sih. Tujuan saya nge-blog bukan semata-mata mengejar keuntungan. Saya nge-blog karena ingin berbagi cerita dengan kalian semua, bos-bos pembaca blog ini. Hehe. Kami yang jauh dari Ibu Kota Indonesia pun juga punya banyak cerita menarik. Begitu yang selalu saya tekankan pada diri sendiri. Blog ini juga saya jadikan semacam majalah pribadi. Dengan tema harian yang tentu sudah kalian tahu. Kelak, anak cucu bakal membaca blog ini dan tahu sejarah perjuangan bangsa dan pengalaman hidup saya hahaha. Dan kemudian ... saya mulai lebih memerhatikan akun dan/atau channel Youtube. Tidak banyak subscriber. Tidak banyak pula video. Video pun hanyalah video senang-senang. Dan saya kepikiran untuk membikin video-video tutorial blogging. Why not?

Dimulai dengan tema-tema harian, saya kemudian mulai merunutnya mulai dari mendaftar blog hingga mengenal dapur entri blog. Ini dia lima video diantaranya:


Video di atas merupakan tutorial cara mendaftarkan akun blog di platform Blogger untuk pertama kali. Menggunakan bantuan Camtasia sebagai screen recorder, saya suka sekali melihatnya.


Setelah mendaftar akun blog di platform Blogger untuk pertama kali, video lanjutannya adalah mengenal dashboard platform Blogger. Ini materi paling penting dalam sejarah dunia per-blogger-an. Karena dashboard merupakan dapur pacu utama blog kita bisa dilihat oleh orang-orang. Semuanya, bumbu-bumbu nge-blog, diracik di dashboard. Termasuk ... dapur entri blog.


Dapur entri blog, seperti namanya, tempat kita meracik suatu menu tulisan. Suatu tulisan bisa menjadi rapi dan/atau enak dibaca ya diatur/dibikin di dapur entri blog ini. 


Berkaitan dengan tulisan, setiap blogger pasti tahu yang namanya draf. Pada video di atas saya bercerita tentang bagaimana ngedraf tulisan bakal pos blog. Bisa menggunakan layanan Notepad apabila si blogger terkendala dengan internet, bisa juga langsung ngedraf di dashboard platform Blogger itu sendiri.


Blogging is fun and easy. Itu isi video di atas, yang merupakan materi blogging yang saya bawakan untuk peserta kelas blogging.

Baca Juga: 5 Kegiatan Yang Saya Lakukan Saat Di Rumah Saja

Seperti yang kalian lihat, viewer dari semua video tersebut di atas sangat sedikit. Seiprit. Tapi itu tidak menjadi alasan saya untuk berhenti memproduksi video blogging. Dari tiga tema video saya di Youtube, maka video tema BlogPacker masih lebih banyak penontonnya ketimbang video tema Blogging. Apakah saya bakal lebih  fokus pada salah satu tema saja? Tidak. Saya punya banyak renjana, dan insha Allah diberi kemampuan untuk melakukannya, jadi saya akan tetap mempertahankan tiga tema video di Youtube tersebut. Hehe.

Ya, ternyata bisa juga saya membikin video tutorial blogging. Dan semoga bermanfaat bagi banyak orang, termasuk mereka-mereka yang awalnya belum nge-blog.

#KamisLima



Cheers.

Tips Mudah Mengelola Blog Untuk Pemula

salmanbiroe - Lifestyle Blogger Indonesia - Tips Mudah Mengelola Blog Untuk Pemula

Berbagi kabar, informasi dan konten lainnya di zaman milenial ini nyaris tanpa kendala. Kita hanya perlu mengandalkan jaringan internet dan seperangkat gawai untuk kemudian membuat blog atau website. Kamu mungkin berpikir, peranannya bisa tergantikan oleh ragam media sosial. Tapi rupanya peranan tersebut tak bisa diganti mengingat blog yang bersifat eksklusif, mandiri serta original.

Jadi, marilah bersemangat untuk mulai mengelola blog. Pada awalnya, ini mungkin seperti kegiatan membuang-buang waktu dan kuota. Tapi percayalah, ketika kamu sudah piawai, Kamu bahkan bisa mendapatkan penghasilan yang menjanjikan dari blog. 

Itu hanya sebagian keuntungan dari memiliki blog. Lebih luas lagi, memiliki blog akan membuka peluang kamu untuk konsisten berkarya, berkontemplasi, syukur-syukur dapat banyak penggemar yang memang meyukai kontenmu.

Kalau bisa dibilang ngeblog itu iseng-iseng yang berfaedah dan bisa mendatangkan banyak keuntungan terutama jika blogmu sudah dipandang sangat berpengaruh dan menjadi sebuah acuan untuk beberapa orang yang melakukan kegiatan atau hobi yang sama denganmu.Misalnya kamu hobi memasak, dan menuliskan semua resep masakan dan tips memasak yang dapat dilakukan oleh siapapun termasuk memasak ala anak kos. Dengan hobi memasakmu yang dishare maka, banyak sekali yang ingin memasak praktis ala kamu sehingga mereka akan tetap menantikan updatean blogmu. 


Pada pembahasan kali ini, saya ingin menyuntikkan semangat untuk berkarya lewat blog, terutama bagi kalangan pemula. Berikut ini tips mudah mengelola blog untuk kamu yang memang masih kategori pendatang baru di dunia konten digital:

1. Pahami Dulu, Apa Itu Blog

Sebelum beranjak ke hal teknis, Kamu sebaiknya memahami dulu apakah yang dimaksud dengan blog. Secara singkat, blog merupakan situs yang memungkinkan Kamu memposting ragam konten dari mulai teks, gambar, video, animasi hingga yang lainnya. Blog juga membuka gerbang diskusi bagi sesama pemilik blog alias blogger. 

Konten dan diskusi tersebut bisa diakses melalui alamat tertentu, atau bisa juga dijangkau dengan penelusuran kata kunci. Ketika Kamu membuat konten secara konsisten, lengkap dan berkualitas, blog Kamu berpeluang dilirik Google untuk direkomendasikan di halaman pencarian utama.

salmanbiroe - Lifestyle Blogger Indonesia - Tips Mudah Mengelola Blog Untuk Pemula

2. Mulailah dengan yang Gratis

Tak ada alasan bagimu untuk tidak membuat blog di zaman sekarang, sebab Kamu bisa memulainya kapan saja bahkan tidak perlu pakai biaya. Asalkan punya konten atau topik yang ingin dibahas, Kamu bisa segera dafar untuk membuat blog. 

Situs WordPress dan Blogger merupakan yang paling populer jika Kamu ingin membuat blog secara gratis. Dua situs ini sudah banyak menaungi para penulis dan pembuat konten kelas pemula, untuk kemudian para pemilik blog itu melepaskan diri dan memutuskan untuk memiliki domain sendiri.  

3. Buatlah Konten yang Spesifik

Kamu sebaiknya sudah memiliki topik dan konsep yang spesifik ketika ingin membuat website. Semakin fokus dan spesifik, maka semakin baiklah blog Kamu. Misalnya, ketika Kamu membuat blog tentang kuliner, fokuslah untuk menyediakan konten-konten yang berkaitan dengan makanan. jangan dicampur dengan konten teknologi, politik sosial dan lain sebagainya.

Jangan lupa untuk menyesuaikan topik yang dipilih dengan passion Kamu. Tujuannya agar Kamu bisa lebih percaya diri dalam berbagi konten, serta selalu bersemangat untuk membuat postingan blog yang berkualitas untuk para pembaca. Jangan terbatas pada hal yang teknis seperti panjang naskah, font dan aturan lainnya. Kamu bisa mengatur semuanya sesuai selera. 

salmanbiroe - Lifestyle Blogger Indonesia - Tips Mudah Mengelola Blog Untuk Pemula

4. Bijak Mencantumkan Referensi

Ketika Kamu membuat konten yang bergizi di blog, mungkin tidak semua hal yang murni berasal dari otak Kamu. Mungkin ada sejumlah sumber rujukan untuk memperkaya tulisanmu, sehingga pembaca yakin dan menganggap kontenmu berbobot. 

Ketika Kamu mengutip teks atau mengambil referensi dari sumber lain, bijaklah dalam menggunakannya yakni dengan mencantumkan sumber tulisan. Jangan sampai Kamu lupa, apalagi sengaja untuk tidak mencantumkan daftar pustaka. Sebab jika hal itu terjadi, berarti kamu telah terlibat praktik plagiat dan itu adalah sebuah tindak kriminal. 

Baca juga : tempat beli hosting terbaik Indonesia

5. Memilih Tema yang Sederhana 

Tema dalam blog adalah seperti rumah atau wadah. Ia merupakan tampilan keseluruhan yang memuat warna, latar belakang, font, ukuran huruf, gambar serta tata letak. Ketika Kamu memilih tema, mungkin Kamu tergiur dengan tema-tema yang semarak dan berwarna-warni. Itu sekilas mungkin menarik. Tapi cobalah dipikir lagi. Justru semakin ramai tema yang Kamu pilih, semakin sempitlah ruang kreativitasmu. 

Jadi, lebih baik memilih tema yang sederhana. Selebihnya Kamu bisa lebih dinamis berkreasi dalam setiap postingan untuk menjadikannya menarik versimu sendiri.

salmanbiroe - Lifestyle Blogger Indonesia - Tips Mudah Mengelola Blog Untuk Pemula

6. Bergaul dengan Sesama Blogger (Komunitas Blogger)

Kamu tidak sendirian ketika memulai aktivitas sebagai Blogger. Di luar sana ada banyak blogger lainnya yang berharap karyanya diapresiasi dengan cara dikunjungi blognya. Karena itulah, selain punya tugas membuat konten yang original serta berkualitas, Kamu juga harus menyempatkan diri berkunjung ke blog lainnya.

Ini bukan hanya sebatas praktik saling dukung dan saling apresiasi. Lebih lanjut, praktik ini bisa mengantarkanmu pada komunitas besar para blogger andal, profesional dan inspiratif. Ini akan sangat menguntungkan untuk membangun jaringan serta mendapatkan banyak ilmu yang berharga seputar pengelolaan blog yang ideal.

Selain itu dengan bergabung dengan Komunitas Blogger, maka kita akan bersemangat untuk memposting terus serta konsisten karena terpacu dengan blogger lainnya. Selain itu kita bisa mencontoh tulisan yang sangat bagus atau konsep ide yag unik sehingga kita bisa menulis dengan banyak ragam baik konten maupun idenya. Trust me, kalau kita banyak mampir ke blog orang lain bisa menjadi sumber inspirasi yang tidak akan habisnya.

Demikianlah informasi seputar tips membuat blog untuk pemula. Ingatlah untuk selalu percaya diri sehingga proses curah kualitas diri melalui posting konten di blogmu berpeluang maksimal. Semoga artikel ini bermanfaat untukmu.  

Blog: Brian May di Desert Island Disc


Ini salah satu episode Desert Island Disc favorit saya yang menampilkan siapa lagi kalau bukan sang gitaris Queen, Tuan Brian May. Program ini mengudara tahun 2002 dan Brian kepada Sue Lawley sang pembawa acara, dia cerita tentang Β berbagai macam hal, mulai dari penampilannya membawakan God Save The Queen di puncak Istana Ratu Inggris, gitar “red special” buatannya bersama sang Ayah di tahun 1960 yang hingga kini masih bisa dipakai, hingga ke pertemanannya dengan Farrokh “Freddie Mercury” Bulsara.

*Download dan dengarkan episode DID yang satu ini di: https://www.bbc.co.uk/programmes/p00947l2

** Saya pernah menulis tentang Desert Island Disc beberapa tahun silam di sini.

-rh-

(diperbaharui 22 Januari 2020 dengan perubahan link ke episode DID yang menampilkan Brian May)

#PDL BAT Dan Kelas-Kelas Blogging Yang Mereka Bangun


#PDL adalah Pernah DiLakukan. Pos #PDL merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

*** 

#PDL BAT Dan Kelas-Kelas Blogging Yang Mereka Bangun. Tepiiiii ... tepiiiii ... BAT(man) mau terbang! Whuuuzzzz. Hehe. Apa sih BAT itu? Eh, siapa sajakah BAT itu? BAT merupakan singkatan dari tiga nama yaitu Bisot, Anazkia, Tuteh. Kami bertiga adalah blogger yang awalnya bertemu di dunia maya, lantas berlanjut ke dunia fana. Sekarang, kami memang lebih sering bertemu di dunia maya karena jarak yang memisahkan sejak semula jadi. Hihi. Yaelah, menulis ini, kangen sama dua sesepuh itu semakin menjadi-jadi.


Adalah Kanaz (saya biasa memanggil Anazkia dengan Kanaz; Kak Anazkia) yang mengompori saya dan Om Bisot untuk mengajar blog. Lagi. Tapi ngajarnya beda, bukan langsung di depan audiens, seperti yang selama ini kami lakukan, melainkan melalui sebuah WAG (WhatsApp Group). Ajakan itu bersambut manis. Maka dibukalah sebuah kelas blogging bernama Kelas Blogging NTT. Peserta Kelas Blogging NTT adalah teman-teman dari seluruh Provinsi Nusa Tenggara Timur baik yang sudah punya blog maupun baru mau belajar/mengenal blog. Kelas ini ditujukan semula untuk teman-teman yang sama sekali tidak tahu tentang blog (from zero, Insha Allah, to hero), teman-teman yang sudah nge-blog tapi ingin tahu lebih dalam tentang seluk-beluk dunia per-blogger-an, dan teman-teman yang ingin berbagi pengalaman nge-blog. Bagi yang sudah nge-blog, mengikuti kelas sejak kelas pertama pasti membosankan. Bagaimana tidak bosan? Materi yang diberikan itu sudah mereka lakukan (kan sudah punya blog). Tapi di sini lah hebatnya Orang Indonesia. Toleransi harus dijunjung tinggi. Mereka bertahan mengikuti kelas dari minggu ke minggu tanpa protes.

Dari Kelas Blogging NTT, yang boleh dibilang sukses, berlanjut pada Kelas Blogging NTT Angkatan II. Karena semakin banyaknya permintaan teman-teman lain untuk mengikuti Kelas Blogging NTT maka kami memutuskan untuk memulai Angkatan II. Setelah melalui japri mereka menyetujui persyaratan untuk menjadi peserta Kelas Blogging NTT, termasuk waktu yaitu setiap Rabu malam, satuper satu peserta ditambahkan ke dalam WAG. Jumlahnya lumayan banyak: duabelas peserta. Itu pun satu pesertanya bakal ditambahkan kemudian karena kekhilafan saya. Iya, saya khilaf ... lupa menambahkannya, padahal dia adalah orang pertama yang daftar untuk Angkatan II. Haha. Untung orangnya tidak mengamuk.

Angkatan I - Senin - 21.00 Wita.
Angkatan II - Rabu - 21.00 Wita.

Lantas, apa saja kemajuan yang telah dicapai oleh para peserta Kelas Blogging NTT? Mari kita simak.

1. Membikin akun Gmail.
2. Membikin blog di Blogger.
3. Membuat tulisan/pos blog.
4. Mengenal dashboard.
5. Tata cara menggunggah foto/video.
6. Membuat halaman.
7. Mengelola komentar.
8. Mengelola side bar.
9. Menulis Kreatif (Blog).

Belum berhenti sampai di situ, lagi-lagi BAT beraksi membuka Kelas Blogging Online. Kelas Blogging Online, seperti namanya yang tidak ada embel-embel NTT, pesertanya berasal dari seluruh Indonesia. Tidak usah ditanya bagaimana serunya kelas tersebut. Rasanya selalu rindu menanti hari yang ditetapkan untuk kelas dimulai.

Setelah kelas-kelas blogging di atas, saya masih membuka kelas blogging yang isinya mahasiswa Universitas Flores (Uniflor). Bisa ditebak, mahasiswa-mahasiswa tersebut sebelumnya telah mengikkuti pelatihan blog bersama saya.  Namanya Kelas Blogging Tuteh. Di situ ada mahasiswa dari berbagai program studi seperti Prodi Pendidikan Sejarah, Prodi Pendidikan Fisika, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, juga Prodi Pendidikan Ekonomi. Semuanya saya gabung jadi satu. Mereka boleh bertanya apa saja tentang dunia blog di WAG tersebut. Salah satu keinginan saya adalah agar mahasiswa lebih rajin menulis karena menulis merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat, terutama untuk mahasiswa itu sendiri.

Selain membuka kelas blogging, saya pribadi juga menerima pesan WA pribadi dari orang per orang yang meminta bantuan membikin dan/atau ketika mereka mengalami kendala saat mengelola blog. Saya suka melakukannya, dan tentu apa yang disukai pasti dilakukan dengan ikhlas.

Baca Juga: #PDL Nasi Bambu, Penghormatan Tuan Rumah Pada Tamu

Salah seorang peserta Kelas Blogging NTT, Noviea Azizah, pada akhirnya melesat ke angkasa. Aktivis muda asal Kabupaten Nagekeo itu kemudian mengikuti berbagai kegiatan para blogger di Pulau Jawa. Ini menarik dan menyenangkan, bahkan sangat menyenangkan bagi saya pribadi yang mengikuti perkembangannya sejak awal. Selamat ya, Nov, pada akhirnya semakin banyak teman blogger yang dikenal, semakin rajin nge-blog, semakin menjadi bermanfaat bagi siapapun. Karena, apalah lagi yang bisa kita lakukan di dunia ini selain bisa bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain? Tetap semangat!

Pernah, BAT pernah melakukan itu semua ... membuka dan membangun kelas-kelas blogging lewat WAG. Bagaimana dengan kalian? Bagi tahu yuk di komen.

#PDL



Cheers.

Warna-Warni Text Background Color Ciri Khas Pos Blog


Warna-Warni Text Background Color Ciri Khas Pos Blog. Bagi kalian yang nge-blog, setiap hari berhadapan dengan dashboard, pasti selalu ada keinginan untuk mengutak-atik dashboard dengan tujuan agar tampilan blog menjadi lebih baik/menarik. Sama. Saya juga begitu. Awal nge-blog menggunakan platform Blogger, tahun 2002/2003, saya tidak seberapa peduli dengan tombol-tombol yang mejeng di bawah bagian judul dan/atau di atas bagian isi. Saya juga tidak terlalu memusingkan gaya bahasa. Yang penting menulis dan ngepos. Selesai. Makanya, kalau saya membaca kembali pos blog zaman prasejarah itu, jadi ketawa sendiri, betapa buruk tampilan tulisan dan supa alay! Yakin, banyak pembaca yang kurang paham dengan tulisan-tulisan zaman prasejarah tersebut. Itu pun kalau ada yang baca. Haha.


Tetapi, lama-kelamaan, keinginan untuk mengutak-atik dengan tujuan agar tampilan blog menjadi lebih baik/menarik itu muncul. Gaya bahasa dan tata cara penulisan juga diperbaiki. Betul orang bilang: pengalaman mengajarkan segala hal dengan tujuan agar kita menjadi lebih baik, meskipun kita tidak perlu menjadi menarik. Lihat saja gaya tulisan. Awalnya kacau-balau, sekarang bolehlah dibilang jauh lebih baik. Awalnya menulis sama dengan bicara, belepotan, bahkan tanpa aturan, semakin ke sini semakin tertata. Perubahan-perubahan yang terjadi pada blog saya selama dua tahun terakhir antara lain:

1. Menambahkan judul pada paragraf pertama.
2. Memiringkan kata dan/atau kalimat yang menggunakan bahasa asing dan bahasa daerah.
3. Membikin sub judul.
4. Membikin list (kadang-kadang).
5. Memberi nama pada setiap foto milik sendiri.
6. Membikin (semacam) logo blog.
7. Menambah text background color.
8. Membikin deskripsi penelusuran.
9. Menebalkan kata/kalimat tertentu.

Yang betul-betul belum bisa saya bikin alias selalu lupa membikinnya adalah tautan permanen. Kalau tulisan sudah dipos, bakal susah mengubah tautan permanennya. Jadi, tautan pos blog tetap mengikuti judul. Kalau judul kepanjangan, ya ... dipangkas otomatis sama sistem.

Salah satu perubahan pada list di atas adalah menambah text background color.

Mungkin bukan hanya saya. Banyak blogger yang memanfaatkan text background color ini. Awalnya saya memakai text background color hanya sebagai penanda tautan yang disertakan di dalam pos. Untuk menekankan kepada pembaca bahwa ada tautan yang bisa mereka klik bila ingin memperoleh informasi lebih dan/atau tautan rujukan. Warna tautan rujukan itu selalu KUNING. Tidak usah dijelaskan lagi ya kenapa warnanya kuning. Hehe. Saya pikir ini penting dilakukan karena tampilan tautan pada pos blog ini abu-abu. Tidak semua orang paham tentang tautan yang disertakan di dalam pos blog, oleh karena itu, text background color berwarna kuning cukup membantu dan memuaskan rasa penasaran para pembaca *dikeplak dinosaurus*.

Tapi, text background color khusus tautan itu bukan clickbait! Paham? Hehe.

Text background color kemudian menjadi ciri khas pos blog ini. Nama kota, nama kabupaten, nama provinsi, kadang nama orang, sesuatu yang harus dipahami oleh pembaca pasti saya beri text background color. Dan rata-rata terjadi pada paragraf pertama. Untuk pengulangan, tidak lagi saya beri text background color agar pembaca tidak mendadak dangdut pusing. Ciri khas pos blog dengan text background color kemudian melekat pada blog (saya) ini.

Menurut Susan Gunelius, (mantan) penulis Lifewire yang fokus menulis soal dunia blogging, pada artikel tentang Psikologi Warna, psikologi warna memberitahu bahwa warna memiliki makna. Dengan kata lain, warna secara tidak sadar memunculkan perasaan dan pikiran ketika orang melihatnya. Menurut Susan, psikologi warna dapat memengaruhi cara orang berpikir dan merasakan tentang blog atau situs web. Setiap warna mempunyai makna berbeda dan mempunyai aura tersendiri untuk menarik dan/atau mempertahankan pengunjung blog kita. Susan menulis: hal terakhir yang ingin Anda lakukan adalah kehilangan pengunjung karena efek bawah sadar warna dalam blog Anda.

Ugh. Serem. Hehe.

Pada pos ini saya hanya mengambil dua warna yang ditulis oleh Susan. Pertama warna putih, kedua warna kuning. Apa pasal? Karena putih merupakan warna utama blog ini, dan sebagai Presiden Negara Kuning, kalian pasti paham *kedip-kedip*.

Putih
Ada alasan mengapa produk pembersih seringkali berwarna putih atau dikemas dalam wadah putih. Psikolog warna melaporkan bahwa putih adalah simbol kemurnian dan kebersihan. Putih menarik perhatian orang dan bekerja dengan baik sebagai warna latar belakang dengan teks gelap di blog dan desain web.

Kuning
Ketika Anda membutuhkan warna untuk mengomunikasikan kepositifan dan kehangatan, kuning adalah pilihan yang sempurna. Ini juga telah ditemukan dalam penelitian untuk menjadi warna pertama yang dilihat orang. Kuning adalah pilihan yang sempurna untuk menarik perhatian ke bagian terpenting dari blog atau situs web Anda.

Baca Juga: Edmodo Salah Satu E-Learning Yang Mirip Media Sosial

Kemurnian dan kebersihan yang dipadu dengan kepositifan dan kehangatan merupakan pasangan yang cocok. I guess. Tapi itu bukan berarti kalian yang memakai warna lain untuk tampilan blog maupun text background color itu tidak baik. Ini hanya masalah kebiasaan, masalah selera. Semua warna itu baik. Karena warna membikin hidup manusia menjadi lebih ausam. Kaitannya dengan pos blog, warna membikin pos blog terlihat lebih menarik. Setidaknya itu menurut saya. Bagaimana menurut kalian? Silahkan komen.

Semoga bermanfaat!

#SelasaTekno



Cheers.

Mereka Belajar Mengelola Sebuah Blog dan Membikin Vlog


Mereka Belajar Mengelola Sebuah Blog dan Membikin Vlog. Bulan lalu saya bertemu dengan Pak Stephen, dosen Prodi Pendidikan Ekonomi (PDU) pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Flores (Uniflor). Pak Stephen bertanya apakah saya bisa memberikan pelatihan blog kepada mahasiswa/i PDU. Tentu! Kenapa tidak? Terakhir saya mengajarkan tentang blog pada mahasiswa/i Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Pada pertemuan berikutnya, Pak Stephen menjelaskan bahwa mahasiswa/i PDU rata-rata sudah mempunyai blog tetapi belum pada tahap mengelola dengan baik. Selain itu, Pak Stephen juga meminta agar mereka bisa diajarkan membikin vlog. Setidaknya dasar-dasarnya. Saya menyetujuinya.

Baca Juga: Ini Cara Keren Saya Merayakan Hari Blogger Nasional

Maka kemudian saya membikin materi baru berjudul How to Manage Blog and Make Vlog. Masih mengambil beberapa poin dari materi lama berjudul Blogging is Fun and Easy. Materi baru tersebut memang cukup panjang karena memuat dua hal yaitu blog dan vlog, tetapi alhamdulillah tepat waktu sebelum hari H. Pada Pak Stephen juga saya meminta agar semua peserta sudah memasang aplikasi Filmorago di smartphone masing-masing. Oh ya, untuk keperluan kegiatan ini, PDU sendiri mempunyai jaringan wifi yang bisa diakses oleh para peserta baik menggunakan laptop maupun smartphone.

Peserta Yang Antusias


Mahasiswa/i PDU sejumlah tujuh puluhan dan dibagi dalam dua kelas. Kelas pertama mengikuti kegiatan pada Senin 18 November 2019 sedangkan kelas kedua pada Selasa 19 November 2019. Kelas pertama tentu harus mengikuti seremoni pembukaan terlebih dahulu dihadiri pula oleh Kaprodi PDU yaitu Pak Saiful, selain Pak Stephen. Usai seremoni pembukaan, kegiatan langsung dimulai dengan: bagaimana mengelola blog atau how to manage blog.


Seperti yang sudah saya tulis di atas bahwa rata-rata peserta sudah mempunyai blog dan blog tersebut didaftarkan pada platform Blogger dengan keluaran induk-semang Blogspot. Jadi, saya langsung pada flashback singkat tentang apa itu blog, kenapa orang nge-blog, apa keuntungan nge-blog, kenapa pakai Blogger alih-alih Wordpress, dan contoh blogger seperti Raditya Dika yang kini lebih dikenal sebagai sekorang Komika. Sayangnya saya lupa mencontohkan Mark Manson, seorang blogger yang menulis buku berjudul Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat. Setelah itu barulah dimulai dengan cara mengelola blog: mengenal panel-panel pada dashboard sebagai inti blog. Panel-panel itu antara lain postingan, statistik, tema, halaman, hingga pengaturan.


Dan mereka sangat antusias untuk tahu lebih detail, tahu lebih banyak, tentang dashboard. Sesuatu di balik tampilan blog yang ciamik. Meskipun yang membawa laptop hanya segelintir peserta, tetapi yang menggunakan smartphone ini juga super antusias! Kalian, para blogger, tentu tahu bahwa nge-blog menggunakan laptop itu memang jauh lebih mudah dari menggunakan smartphone, setidaknya saya mengalami itu. Tetapi, pada kesempatan itu saya melihat peserta yang menggunakan smartphone ini matanya berbinar-binar, jemari lincah di atas layar smartphone, bahkan bertanya apabila ada yang tidak mereka pahami.

Sebagai pemateri, ada perasaan bangga melihatnya. Puas juga. Untuk dua kelas pada dua hari yang berbeda itu.

Melihat betapa antusiasnya peserta, saya menyarankan pada mereka, apabila ada pertanyaan yang ingin ditanyakan di luar waktu kegiatan, silahkan mengirimkan pesan WA. Karena Insha Allah saya selalu online dan pasti dibalas. Saya juga katakan pada mereka bahwa pernah membuka kelas-kelas blogging melalui WAG, serta mengajarkan blog secara personal pada beberapa orang melalui WA. Dan, apabila mereka kesulitan akses internet, mereka boleh datang ke rumah saya untuk menggunakan wifi gratis. Mereka tertawa, saya juga tertawa. Tapi itu serius. Seserius kami kemudian membikin grup/WAG bernama Kelas Blogging PDU.

Usai memperkenalkan cara mengelola blog melalui panel-panel yang ada di dashboard, saya melanjutkan materi selanjutnya yaitu membikin vlog. Di sinilah saya melihat antusiasme yang lebih lagi dan lagi dan lagi dari para peserta. Sebelumnya, semua smartphone peserta sudah saya minta untuk dipasangkan aplikasi Filmorago. Ini bukannya tanpa alasan. Saya jelaskan pada mereka, bahwa dari semua aplikasi sunting video di smartphone yang sudah pernah saya coba, Filmorago lebih friendly baik interface-nya maupun penggunaannya. Sore itu peserta langsung praktek menyiapkan vlog mentah. Ramailah ruang kelas itu! Haha. Masing-masing bergaya a la vlogger.


Video mentah itu kemudian disunting menggunakan Filmorago. Satu per satu langkah menggunakan Filmorago tampil di layar, mereka memerhatikan layar, lantas memerhatikan dan mengutak-atik smartphone. Kenalanlah mereka dengan Filmorago dan fitur-fiturnya seperti fitur tema, transisi, musik, audio tambahan, memotong durasi, memotong gambar, mengisi judul, dan lain sebagainya. Kemudian, tentu keluaran Filmorago seperti langsung mempublis di berbagai media sosial dan aplikasi mengobrol, hingga menyimpannya saja dulu di smartphone. Dan ketika selesai, tidak mereka sangka bahwa membikin vlog semudah itu! Hehe.

Content is King


Content is King, Konten Adalah Raja. Itu yang saya jelaskan pada mereka. Blog dan vlog sama-sama membutuhkan konten (raja). Hal ini yang harus mereka pahami. Sehingga dalam kegiatan itu saya menampilkan slide dengan tiga hal utama: Konten, Konsistensi, dan Promosi.


Apa yang diinginkan netizen ketika berkunjung ke blog atau melihat video kita di Youtube, misalnya? Tentu kontennya. Konten yang terus diperbarui akan menarik rasa penasaran mereka, apa yang ditampilkan kali ini? Konten yang terus diperbarui akan memuaskan rasa ingintahu mereka dan membuktikan bahwa kegiatan mereka mengunjungi blog dan vlog di channel Youtube kita tidak sia-sia. Mereka memperoleh informasi baru, hal baru, cerita baru. Konten ini berkaitan dengan konsistensi serta trafik pengunjung.

Mengapa konsistensi menampilkan konten dan trafik itu penting?

Iseng saya bilang pada mereka: kalau kalian ingin memperoleh uang dari blog dan vlog, perkuat kontennya dan tingkatkan trafiknya. Pengunjung akan berhenti mengunjungi blog dan channel vlog di Youtube apabila setiap kali berkunjung mereka hanya bertemu konten lama, konten yang itu-itu saja.

Para peserta mengangguk paham. Setidaknya mereka tahu bahwa untuk memperoleh penghasilan dari internet, melalui blog dan vlog, tidak dilakukan dengan sekejap atau sekedip mata. Ada perjuangan yang juga cukup berat yang harus dilakukan oleh mereka. Bukannya sombong, saya mencontohkan diri sendiri yang nge-blog sejak tahun 2002, mengalami begitu banyak perubahan dalam hal menulis atau konten blog. Dari yang alay bikin malu diri sendiri sampai yang menurut saya cukup baik dan mudah dipahami oleh banyak orang. Jadi jelas, waktu dan latihan merupakan proses yang tidak dapat diabaikan untuk blog, demikian pula vlog.


Tidak ada yang instan di dunia ini. Bahkan untuk membikin mi instan saja kita membutuhkan proses seduhan pada air panas.

β‡œβ‡

Apresiasi tertinggi setiap kali saya menyampaikan materi blog atau mengajar blog adalah bagaimana tanggapan mereka terhadap proses belajar itu sendiri.

Baca Juga: Blog It! Pilihan Nge-blog Pakai Smartphone

Ketika mereka bertanya tentang proses kegiatan itu pada peserta, mereka menjawab: sangat menyenangkan dan mereka paham. Itu apresiasi tertinggi. Menurut saya pribadi. Karena, apalah artinya bicara berjam-jam di depan peserta, mulut berbusa, kadang muncrat, tapi peserta sendiri tidak paham dengan apa yang saya sampaikan?

Pada kegiatan bersama PDU ini saya juga katakan bahwa dalam rangka Panca Windu Uniflor nanti di tahun 2020 bakal ada Lomba Blog, Lomba Vlog, dan Lomba Foto. Saya berharap para peserta mampu mengelola blog mereka, setidaknya, dan mengikuti lomba dimaksud. Mereka mengangguk (setuju kan hahaha) dan saya melihat wajah-wajah penuh harapan di sana. Tidak perlu memusingkan menang atau kalah, yang penting adalah partisipasi dan pengalaman yang diperoleh. Itu jauh lebih berharga!


Dari kegiatan bersama PDU itu pula, insha Allah akan ada kegiatan-kegiatan serupa lainnya, karena lomba-lomba dalam rangka Panca Windu Uniflor itu pesertanya adalah mahasiswa/i Uniflor. Mantap jaya. Hehe.

Semoga bermanfaat!

#SelasaTekno



Cheers.

Inilah Cara Keren Saya Merayakan Hari Blogger Nasional


Inilah Cara Keren Saya Merayakan Hari Blogger Nasional. Setiap tahun Hari Blogger Nasional dirayakan pada tanggal 27 Oktober. Tahun 2019 Hari Blogger Nasional jatuh pada Hari Minggu. Kalian tahu kan, Hari Minggu merupakan hari liburnya BlogPacker. Bertepatan dengan Hari Blogger Nasional pada hari Minggu kemarin saya malah pergi traveling ke lokasi wisata yang sudah lama bikin saya mupeng: Obyek Wisata Ae Sale Mengeruda atau lebih dikenal dengan nama Air Panas Soa (dibaca So'a) yang terletak di Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada. Tapi itu bukan berarti saya melupakan hari keramat ini. Karena, setiba di rumah, saya justru langsung mengajari seorang adik mengenal dan membikin blog! Hebat kan saya *dikeplak dinosaurus*.

Baca Juga: Menambah Akun Pada Satu Aplikasi Instagram di Android

Adalah Ny Sargaling, salah seorang lulusan Universitas Flores (Uniflor) yang baru diwisuda kemarin dan meraih IPK tertinggi dari Prodi Pendidikan Fisika. Tidak main-main 3,91 adalah IPKnya. Tetapi atas pertimbangan ini itu, maka Teresia Wali yang juga meraih IPK 3,91 lah yang maju sebagai lulusan terbaik, sedangkan Ny diberi kehormatan memberikan sambutan mewakili wisudawan/i.

Ny - Teresia - JLo, eh, saya.

Tanggal 22 Oktober 2019 kami terlibat obrolan awal melalui inbox Facebook. Itu karena saya rasanya gatal banget waktu melihat foto-foto yang dia pos di Facebook tentang event Tarian Caci di Kabupaten Manggarai sana. Sejak lama saya pengen bisa menghadiri event semacam itu tetapi selalu terkendala dengan waktu. Begitu ambil cuti, malah event-nya sudah lewat. Padahal bagus kan kalau ditulis di blog agar lebih banyak orang bisa membacanya. Kegatalan saya itu berlanjut sampai hari Minggu kemarin saat saya tiba di rumah setelah ratusan kilometer, pergi-pulang, antara Kota Ende dan Soa. Bukannya mandi dan istirahat, saya malah melanjutkan obrolan melalui inbox Facebook tersebut. Ny pun berhasil saya racuni! Haha. Obrolan kami lantas pindah dari inbox Facebook ke WA.

Kenapa harus pindah ke WA? Karena saya lebih familiar dengan WA terkhusus untuk mengirim foto dan lain sebagainya. Ini hanya soal kebiasaan saja. Teknologi memang canggih kan.

Mengenal dan Membikin Blog


Bukan barang baru bagi saya memperkenalkan dan mengajar orang membikin blog melalui WA. Bersama Om Bisot dan Kak Anazkia, sudah banyak grup kelas blogging yang dibuka. Sebut saja Kelas Blogging NTT Angkatan I dan Angkatan II dan Kelas Blogging Online. Selain itu saya juga membuka Kelas Blogging Tuteh yang berisikan mahasiswa yang pernah mengikuti workshop blog dimana saya menjadi pematerinya. Tentu materi saya tetap berjudul Blogging is Fun and Easy. Alasan membuka kelas blogging di grup WA, bisa kalian baca pada pos berjudul 5 Alasan Membuka Kelas Blogging NTT.

Balik lagi ke Ny.

Ny sudah punya modal awal sebagai blogger yaitu suka menulis. Sayang banget kalau dia menulis di layanan catatan Facebook. Saya jelaskan padanya bahwa menulis di blog itu jauh lebih baik karena semua tulisan terarsip dengan sangat baik, kita bisa mencarinya kembali dengan memasukkan kata kunci di blog, dan tentu tautannya bisa dibagi ke berbagai media sosial sebagai aksi promosi blog. Maka melalui pesan WA kami berdua berusaha yang memberi pengajaran (saya) dan memahami pengajaran (Ny). Hanya dalam waktu sepuluh menit saya sudah memperkenalkan pada Ny tentang konsep awal blog, ragam platform blog, contoh blog gratisan dan berbayar, hingga kenapa membikin blog di platform Blogger.

Dua menit kemudian, Ny sudah mendaftarkan blog di Blogger menggunakan nama keluarganya yaitu Sargaling. Saya bilang padanya bahwa nama Sargaling itu unik, pasti langsung jadi begitu didaftarkan ke Blogger, dan ternyata benar adanya. Blog Ny sudah jadi tetapi belum ada isinya karena dia harus menulis pos (pertama) terlebih dahulu. Selamat nge-blog ya, Ny! Terus menulis dan berbagi ragam kisah, terutama tentang Kabupaten Manggarai, di blog. Saya yakin akan banyak pembaca karena tulisan tentang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT): adat, wisata, budaya, kehidupan beragama yang harmonis, jadi buruan para pembaca.

Sebenarnya selain Ny, ada Facebooker lain yang juga menghubungi saya lewat inbox Facebook dan sangat tertarik untuk punya blog juga. Namanya Salsabila Salsa. Saya sudah memberikan nomor WA sih, tinggal menunggu dia menghubungi. Dan Insha Allah akan hadir blog baru lagi di dunia ini. Dududud. Terbukti teknologi memang memudahkan banyak hal, termasuk memudahkan orang-orang yang ingin belajar blog.

Hari Blogger Nasional


Siapa sangka apa yang saya dan Ny lakukan, mengajar dan mempelajari, merupakan cara keren (saya akui itu keren, hahaha) untuk merayakan Hari Blogger Nasional. Ternyata, sepanjang saya nge-blog, hanya ada satu pos tentang Hari Blogger Nasional. Padahal sudah tujuh belas tahun lebih saya nge-blog. Ditambah dengan pos ini, jadi dua.

Sebenarnya, sebelum berangkat ke Soa saya sudah memikirkan apakah hari Minggu (malamnya) akan menulis tentang Hari Blogger Nasional atau tidak? Karena Minggu adalah hari libur nge-blog dan hari bershanthaaaiii. Namanya juga blogger, sebagai blogger saya kan harus bisa membikin sesuatu yang beda berhubungan dengan Hari Blogger Nasional ini. Apakah pos di blog, atau status di media sosial, dan lain sebagainya. Ndilalah, gara-gara Ny yang pengen belajar blog, akhirnya saya bisa merayakan Hari Blogger Nasional dengan sangat keren. 

Merayakan Hari Blogger Nasional dengan Mengajar Blog!

Baca Juga: Proshow Aplikasi Sunting Video Jadul Tapi Menarik Diulik

Sebagai blogger, belum banyak yang bisa saya perbuat untuk Indonesia *tsah* tetapi melalui kampanye terselubung maupun terbuka di media sosial tentang manfaat blog yang luar biasa, alias supa amazing, saya berharap akan semakin banyak pula orang-orang khususnya masyarakat NTT yang membikin blog. Karena, ada begitu banyak perkara tentang Provinsi NTT yang dapat digali, diolah, ditulis, dan dibaca oleh orang lain. Blog merupakan salah media promosi wisata juga. Kalian harus percayai itu, dan Ny ... juga harus percaya itu.

Salam Hari Blogger Nasional!

#SelasaTekno



Cheers.

5 Tips Agar Kembali Semangat Ngeblog Setelah Liburan


Satu minggu, kira-kira, sebelum libur Idul Fitri 2019 tiba, saya sudah libur nge-blog. Alasannya? Ya ingin fokus ibadah dan membereskan banyak hal urusan perasaan rumah tangga, khas, menjelang Idul Fitri. Maklum, ada lembaran seng yang harus diganti. Haha. Kayak kuli bangunan dooonk. Ketimbang nge-blog-nya tidak fokus, lebih baik libur dulu kan. Saya yakin banyak dari kalian yang juga meliburkan diri dari ranah blog menjelang Idul Fitri kemarin. Terutama blogger perempuan. Tidak hanya melulu menyiapkan kudapan, tapi membersihkan rumah, mengganti gorden, membuat to do list termasuk membayar zakat, sampai belanja ini itu keperluan hari raya. Superwoman!

Baca Juga: 5 Patterns

Kapan kembali dari liburan nge-blog? Tergantung sih. Kalau saya memilih tepat di awal minggu. Jadi, Senin minggu kemarin saya sudah mulai kembali nge-blog dan mengisi blog ini dengan konten khusus HOREDAY: Kisah-Kisah Saat Horeday

Hampir semua orang pasti mengalami kemalasan tingkat akut setiap kali liburan selesai, baik libur umum yang ditetapkan oleh sekolah dan kantor masing-masing, maupun libur nge-blog yang ditetapkan sendiri melalu Surat Keputusan Libur Nge-blog. Saya termasuk di dalamnya. Setiap kali menghidupkan laptop, larinya pasti nge-game. Kalau tidak nge-game pasti nonton filem atau serial. Mau traveling, waktunya nanggung. Parah banget pokoknya. Kalau dibiarkan, saya yang merugi, karena kurang produktif menulis dan membikin otak sumpek. Hal ini tidak boleh dibiarkan! Harus dilawan!

Perlawanan itu kemudian menjadi bahan dasar tulisan ini ... hehe ... tips agar kembali semangat nge-blog setelah liburan.

1. Lebih Rajin Menengok Blog


Selama liburan, tidak bisa dipungkiri, kita menikmati kehidupan fana dan melupakan sejenak blog ini. Hayo unjuk jari yang juga begitu! Hehe. Saya sendiri lebih sering di rumah saja dan memeriksa to do list. To do list ini dipegang sama Thika Pharmantara dan Enu (teman si Thika yang tinggal di rumah). Setiap hari bakal nanya ke mereka: apa yang sudah, apa yang belum? Atau, mereka yang bakal bilang ke saya: hari ini jadwal kita membikin stik keju, Ncim. Yang seperti itulah.

Tapi, pada tanggal 7 Juni 2019, setelah Idul Fitri hari kedua, saya mulai membuka tautan blog sendiri. Mulai melihat banyaknya sarang laba-laba haha. Kemudian, saya juga mulai membuka e-mail untuk memeriksa pemberitahuan ini itu. Maka, menyuntik semangat nge-blog pada diri sendiri, saya mulai membikin daftar kegiatan selama liburan. Ini bermanfaat sebagai bahan dasar menulis/konten blog. Kalau bukan diri kita sendiri, siapa lagi?

2. Bikin Daftar Kegiatan Selama Liburan


Membikin daftar kegiatan selama liburan itu menyenangkan. Bagi saya, liburan Idul Fitri 2019 sangat penuh berkah dan cerita. Banyak sekali kegiatan bermanfaat selain menyiapkan ini itu untuk menyambut hari raya. Tidak perlu semua kita catat/daftar sebagai bahan menulis usai liburan, cukup yang penting-penting saja. Misalnya, saya harus menulis tentang tamu-tamu spesial yang datang ke rumah, piknik Idul Fitri hari kedua, sampai paket kiriman dari Ilham Himawan. Yang tidak perlu detail saya tulis adalah tentang kudapan tradisional/pasar yang juga disuguhkan di meja *ngikik*. 

3. Menulis Seri (Horeday)


Bukan rahasia lagi, blog saya mempunyai tema harian. Tapi tahun ini saya kembali dari liburan dengan cerita-cerita yang bukan tema harian. Kembali pada poin  nomor dua di atas, saya sudah punya daftar kegiatan selama liburan, daftar-daftar itu harus ditulis lah. Ibarat dunia stand up comedy, premisnya ada, tinggal bangun set up dan ciptakan punch line. Salah satu Horeday adalah tentang sharing public speaking dan dunia stand up comedy. Ya ya ya baiklah, saya sertakan saja semua seri Horeday di sini.

Horeday #1: The Legend Cookies Choco & Cheese Stick
Horeday #2: Sharing Public Speaking dan Dunia SUC
Horeday #3: Pharmantara Big Family and Happy Eid Raya
Horeday #4: Tamu-Tamu Spesial di Hari Super Spesial
Horeday #5: Piknik Encim and The Gank di Pantai Aeba'i
Horeday #6: Well Done! I Finished My Stone Project
Horeday #7: Rejeki Anak Solehah dari Makassar

Kisah-kisah Horeday memang sangat personal yang bahkan mungkin sangat tidak bermanfaat bagi kalian yang membacanya. Tapi saya suka. Hehe.

4. Kembali Pada Tema Harian


Hyess. Setelah menulis apa-apa di luar kebiasaan harian blog ini, saya kembali pada tema harian. Semacam prolog yang telah selesai dilanjutkan dengan cerita inti. Selamat datang kembali #SeninCerita, #SelasaTekno, #RabuDIY, #KamisLima, #PDL di hari Jum'at, dan #SabtuReview

5. Kembali Blogwalking


Inilah kegiatan yang belum sempurna saya lakukan. Ternyata tahun ini setelah Idul Fitri saya harus sedikit renggang blogwalking karena dinding dapur yang rubuh akibat perbuatan akar pohon yang jahat. Tapi, terima kasih akar pohon ... pada akhirnya dapur basah, bagian paling belakang rumah, kini memiliki wajah baru. Yuhuuuu.

β‡œβ‡

Semoga lima tips di atas dapat membantu kalian untuk kembali semangat nge-blog. Saya sendiri punya satu bonus yaitu Kelas Blogging Tuteh yang anggotanya mulai rajin menyetor tautan tulisan baru yang di pos di blog mereka. Kerennya lagi tulisan mereka sesuai dengan ilmu akademik yang dipelajari di bangku kuliah: antara budaya dan fisika misalnya. Kan bagus itu ... suka sekali pokoknya. Nanti saya bakal mengulas tentang mereka. Insha Allah.

Baca Juga: 5 Youtuber Ende

Bagaimana dengan kalian kawan? Tetap semangat nge-blog?



Cheers.

Google Photos

Foto diambil dari Wikimedia.


Saya, kalian, mereka, setiap hari mendokumentasikan kehidupan. Termasuk my dearest dinosaurus yang selalu terbawa-bawa dalam blog ini. Anak sekolah, orang kantoran, ibu rumah tangga, sekuriti, pengusaha, tukang bangunan, sosialita, terutama blogger dan Youtuber, sudah pasti mendokumentasikan kehidupan. Dari lini manapun, satu jenis dokumentasi yang pasti dilakukan adalah memotret dan menghasilkan foto! Setidaknya satu foto dari satu momen yang terjadi mampu mewakili. Foto merupakan hasil dokumentasi terbanyak di dunia ini. Terutama kalau yang memotret adalah perempuan dengan aksi memotret sebanyak tigapuluh kali, menghapus sebanyak duapuluh sembilan kali, lalu kembali memotret sebanyak yang dia mampu. Bisa dapat Nobel.

Baca Juga: Music From Youtube

Di mana kita menyimpan foto? Saya pernah menulis tentang media penyimpanan daring dalam pos Penyimpanan Online. Tapi zaman dulu itu tidak semudah zaman sekarang. Zaman dulu pikiran saya pasti mengarah pada kapasitas hardisk komputer yang mulai ngos-ngosan. Pernah saya menyimpan foto di DVD, waktu itu, demi melegakan ruangan di komputer. Kemudian mulailah kenalan sama flashdisk dan hardisk. Lalu saya mulai mengenal penyimpanan daring yang ternyata pun ada batasan-batasan susila kapasitas. Ya, ada batasnya, sehingga aksi menyimpan pun terbatas.

Setiap hari saya pasti memotret dan paling sering menggunakan Xiaomi Redmi 5 Plus. Kapasitas gawai yang saya pakai ini adalah 32GB tapi sudah dipotong ini itu semacam potongan pajak hadiah lomba. Aplikasi dan data aplikasi memakan ruang sebesar 9,37GB dan file lainnya itu mengunyah ruang sebanyak 5,27GB. Aktivitas memotret sering membikin gawai kepenuhan. Duh ... itu yang difoto apa saja sih!? Hehe. Yang jelas untuk keperluan pekerjaan saya lebih memilih gawai ketimbang kamera DSLR karena kemudahan dan kecepatan mengunggahnya ke berbagai media sosial. Yang lainnya ... foto (dan video) tidak jelas *ngikik*.

Masalah yang saya hadapi sebelumnya adalah ada begitu banyak foto yang bisa dipakai buat mempermanis pos blog. Menghapus foto yang sudah ada demi mengisi ruang dengan foto baru tentu bikin perasaan menjadi rela-tak-rela begitu. Hiks.

Untunglah semua pengguna Android (saya tidak tahu dengan pengguna iOS karena saya tidak pakai produk itu) boleh bersenang-senang dengan adanya layanan Google Photos. Sampai dua tahun lalu saya tidak begitu memedulikan Google Photos. Sampai kemudian saya kehilangan momen liputan (pekerjaan) gara-gara memori kepenuhan. Pada akhirnya saya menjadi orang yang paling gemar memotret dan merekam video tanpa perlu kuatir ini itu karena layanan Google Photos sangat membantu baik dalam hal pekerjaan maupun kesenangan saya nge-blog.

Langkah-langkah yang saya lakukan adalah sebagai berikut:

1. Memotret Sepuasnya


Kan sudah ada Google Photos. Saya tidak perlu kuatir memori kepenuhan! Karena toh setiap pagi galeri saya sudah kosong dan siap mengisi foto dan video baru. Saya juga tidak perlu sedikit-sedikit ngecek galeri gawai buat menghapus foto yang blur atau bocor. Itu bisa dilakukan nanti setelah pulang ke rumah.

2. Mengunggah/Backup Foto dan Video ke Google Photos


Pengaturan di gawai saya: foto-foto dan video dari gawai baru boleh terunggah ke Google Photos setelah ada koneksi Wi-Fi. Setiap berada di rumah, setelah koneksi internet diganti dari paket data ke Wi-Fi, mulailah satuper satu foto dan video terunggah ke Google Photos. Kalau sudah komplit di-backup, bakal ada pemberitahuan: Hapus sekian MB/GB dari perangkat.


Pada gambar di atas, apabila proses backup belum selesai atau sedang berjalan, maka pemberitahuan untuk menghapus sekian MB/GB dari perangkat pun sesuai dengan foto dan video yang sudah di-backup saja. Contoh di atas, ada 640 MB foto yang di-backup, maka ruang yang bisa saya bebaskan di galeri ya sebesar itu.

Anggap saja Google Photos adalah bank foto dan video milik pribadi.

3. Ambil Kapan Saja Saat Butuh


Saya selalu nge-blog, terutama saat mengetik konten/pos blog, menggunakan laptop. Kalau blogwalking sih saya tidak masalah menggunakan gawai. Ini hanya masalah kebiasaan saja. Google Photos mempermudah saya nge-blog. Proses unggah atau backup foto dan video ke Google Photos memang dilakukan melalui gawai, tapi saat nge-blog menggunakan laptop saya bisa langsung mengetik tautan http://photos.google.com maka dengan sendirinya bank foto dan video pribadi itu membuka. Oh ya, tentu langsung membuka ke akun saya karena Chrome di laptop saya tidak pernah log out dari akun Google/Gmail.

Foto yang saya butuhkan tinggal saya unduh dari Google Photos, tersimpan dengan manisnya di laptop dan menunggu untuk dieksekusi: crop dan tanda air. Selesai. Kalau fotonya sudah tidak dipakai lagi, ya tinggal hapus saja dari laptop. Sama juga sih kalau kalian nge-blog menggunakan gawai, kalau sudah selesai dipakai fotonya, bisa dihapus saja dari gawai. Bahkan, jika foto dan video tersebut sudah benar-benar tidak dipakai lagi, bisa juga dihapus dari Google Photosnya.

Asyik kan? 

Google Photos sangat membantu terutama untuk pos blog travel. Tahulah blog travel butuh banyak foto sementara menulisnya tidak setiap hari seperti blog ini. Kapanpun stamina saya siap untuk menulis perjalanan ke sana sini, tinggal buka Blogger, lalu buka Google Photos untuk memilih fotonya. Tidak perlu repot mencolok gawai ke laptop dan mengkopi foto dan video lagi.

Yaaaah bagi saya Google Photos telah sukses menekan angka colok-colokan antara gawai dengan laptop. Haha! Asalkan kalian memang menggunakan metode *tsaaaah metodeeee* yang saya pakai di atas.

Dengan demikian bisa melegakan ruang penyimpanan di gawai sampai 65%. Itu angka yang fantastis bagi saya. Pernah juga gawai saya legaaa sekali sampa sekitar 50% dari ruang penyimpanan yang 32GB sudah dipotong pajak aplikasi bawaan dan instalan. Dan, kapanpun saya membutuhkan foto dan video, tinggal unduh saja dari Google Photos, setelah selesai digunakan bisa langsung dihapus saja dari laptop. Menurut saya pribadi, ini adalah cara termudah bagi saya mengamankan foto dan video, serta cara termudah saya nge-blog.

Baca Juga: Pemateri Blog

Seperti biasa ... pertanyaan dari saya ... apakah kalian juga menggunakan metode yang kira-kira sama dengan yang saya gunakan? Hyuk bagi tahu di komen!




Cheers.