Arsip Kategori: Bipolar Disorder

Penjelasan Paling Masuk Akal Dari Kematian Elisa Lam


Penjelasan Paling Masuk Akal Dari Kematian Elisa Lam. Sampai sebelum kami memasang IndiHome di Pohon Tua, internet masih menjadi barang yang cukup mahal bagi saya, apalagi jika ingin menonton video di Youtube. Mengatasi masalah susah tidur, yang saat ini lumayan teratasi dengan menonton Upin Ipin dan Larva, saya sering membaca artikel-artikel aneh. Seaneh kata/kalimat pencarian di Google yaitu kejadian aneh dunia, misteri dunia yang belum terpecahkan, daerah terangker di dunia, penampakan hantu, hingga teori-teori konspirasi oleh kelompok yang kita sebut Illuminati. Kalian boleh menyebut saya aneh dan menjengkelkan. Tapi yang jelas, kalau membaca artikel teori konspirasi apa pun, jangan mudah terbawa arus apalagi mempercayainya. Itu tidak bagus bagi kesehatan akal dan mental.

Baca Juga: Pembagian 100 Sampel Hand Sanitizer Sampai Social Distancing

Salah satu pencarian aneh di Google itu mempertemukan saya dengan Cecil Hotel, sebuah hotel yang disebut angker, berhantu, dan sering terjadi hal-hal mengerikan. Dari situlah saya tahu tentang kasus kematian seorang perempuan muda bernama Elisa Lam. Penasaran dengan kasus kematiannya, saya mengganti kata/kalimat pencarian di Google sebagai berikut: kematian Elisa Lam. Ternyata banyak situs baik Bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris yang membahas tentang perempuan tersebut. Sampai, kemudian setelah berfoya-foya dengan internet - haha, saya menemukan video yang membahas tentang misteri kematiannya. Bertahun-tahun mencari dan memperoleh informasi tentang Elisa Lam, konklusionnya hanya satu: berkaitan dengan misteri dan makhluk astral. Manapula dari rekaman CCTV di lift hotel tersebut, perilaku Elisa Lam begitu aneh. Membikin kita yang menonton ikut merasakan kengerian yang sedang dia hadapi.

Sabtu malam kemarin merupakan hari bersejarah karena pada akhirnya saya menemukan video dari channel The Chapter dengan host bernama Mike, yang membahas tuntas kematian Elisa Lam. Saya harus berterima kasih pada Yuvi Phan yang menyebut nama Jodi Arias, dan pencarian Jodi Arias mengantar saya pada The Chapter. Kalian harus menonton video Jodi Arias, perempuan tersadis, pembunuh berdarah dingin, seorang manipulator.

Anyhoo, mari kembali pada Elisa Lam.

Sebelum melanjutkan tulisan ini, saya ingin mengingatkan pada kalian bahwa tulisan ini merupakan tulisan yang sangat panjang dengan banyak penjelasan. Bersabarlah dan membacalah dengan runut. Haha *dijumroh warga*.

Elisa Lam


Dari video The Chapter tentang Elisa Lam, juga informasi lain yang saya rangkum dari intenet, diketahui Elisa Lam lahir pada tahun 1991 di Vancouver, Canada. Orangtuanya adalah imigran asal Hongkong. Di Vancouver, orangtuanya membuka sebuah restoran bernama Paul's. Elisa mempunyai seorang adik perempuan bernama Sarah dan hubungan kakak-beradik ini sangat dekat. Ketika tumbuh besar, Elisa mempunyai lingkaran pertemanan yang baik dan sangat dekat dengan keluarganya. Dia digambarkan sebagai orang muda yang supel dan banyak bicara. Buku favoritnya berjudul The Great Gatsby karya F. Scott Fitzgerald.

Pada tahun 2010 Elisa mulai nge-blog dengan judul blog Ether Fields, yang sepertinya blog tersebut memakai platform Tumblr. Saya juga punya blog di Tumblr loh, haha. Ether Fields membahas ketertarikan Elisa terhadap dunia fashion. Banyak foto-foto dirinya dengan berbagai gaya/fashion. Tetapi, pada blog itu juga ditemui banyak tulisan tentang sisi instropektif dirinya. Salah satu tulisan yang diangkat oleh The Chapter adalah sebagai berikut: 

Quotation marks:
"Loneliness is the human condition. Cultivate it. The it tunnels into you allows your soul room to grow. Never expect to ougrow loneliness. Never hope to find people who will understand ou, someone fo fill that space. And intelligent, sensitive person the exception, the very great exception. If you expect to find people who will understand you, you will grow murderous with disappointment. The best you'll ever do is to understand yourself, know what it is that you want, and not let the cattle stand in your way." - Jane Fitch (White Oleander).

Salah satu pos blog-nya, Elisa menjelaskan tentang masalah kesehatan dirinya:

Dizzy

I've been having headaches for the past two days and my vision shakes when I stand. I'm not sure if it's vertigo but definitely do not feel stable even when sitting. It also gets hard to focus at time. I can't seem to process the whole scene, almost like tunnel-vision on a hand-held camera.

If only family doctors worked on Sunday. I don't see why a few can't decide to work weekends and closer on other days of the week. Sickness doesn't take a day off and even pharmacists are available 7 days a week. Oh well, nothing I can do unless I feel like going to the hospital (no way). 

Sekitar waktu itulah Elisa didiagnosis menderita gangguan bipolar dan depresi. Situs Alodokter menjelaskan gangguan bipolar sebagai berikut: 

Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan emosi yang drastis. Seseorang yang menderita bipolar dapat merasakan gejala mania (sangat senang) dan depresif (sangat terpuruk).

Gangguan bipolar umumnya ditandai dengan perubahan emosi yang drastis, seperti:

Dari sangat bahagia menjadi sangat sedih.
Dari percaya diri menjadi pesimis.
Dari bersemangat menjadi malas beraktivitas.

Setelah lulus SMA, Elisa terdaftar di University of British Columbia. Namun saat kuliah itu masalah kesehatan mentalnya memburuk. Merujuk pada informasi dari situs Alodokter di atas, yaitu perubahan menjadi malas beraktivitas, sesuai dengan tulisan blog Elisa yang ditulis pada Januari 2012 berikut ini:

I feel I am wasting my time compared to my fellow peers. I had a repalse at the start of the term and had to drop 2 or the 3 courses I was taking. Now I am down to one course and I have missed 3 weeks of classes since my sleeping pattern is completely reversed. I'm bit defeated for I have far too much free time and no one to spend time with. I'm checking emails, bloglovin', facebook and tumblr all the time and even jumped into the twitter today. I have a short attention span and I'm avoiding writing the 3 papers I owe this course (it's two terms) I can text friends who are busy with either school or work but I have neither of these things going for me.

Elisa, berubah dari aktif menjadi pasif. Malas melakukan ini itu. Beberapa kursusnya berhenti. Dia melewatkan kelas-kelas yang harusnya dihadiri. Dia juga tidak mengerjakan makalah/tugas. Mager? Ya, begitulah. Dia lebih sering menghabiskan waktu untuk online baik di media sosial, nge-blog, maupun e-mail.

Beberapa bulan kemudian di blog-nya dia menulis:

Worries of a twenty something

I spent about two days in bed hating myself.

Pos terakhir di blog-nya pada Juli 2012:

Tumblr

I am much more activ on tumblr. This is going to stay as a reminder of what I was thinking.

Best,
L.L.

Stay On Main Hotel a.k.a. Cecil Hotel


Awal tahun 2013 Elisa mengambil keputusan untuk berhenti (sementara?) kuliah dan traveling ke California, sendirian. Selama traveling dia akan menghubungi orangtuanya beberapa kali sehari, bercerita pada mereka rencana-rencananya. Dia juga traveling ke San Diego. Pada Hotel Stay On Main di pusat kota Los Angeles, yang dulunya bernama Cecil Hotel, dia memesan kamar untuk tiga malam yaitu untuk tanggal 28 Januari 2013 sampai 31 Januari 2013. 

Seperti yang saya tulis di awal, Hotel Stay On Main a.k.a. Cecil Hotel ini disebut angker, berhantu, dan sering terjadi hal-hal mengerikan. Sejak dibangun tahun 1927, banyak terjadi hal-hal 'gelap' di sana. Pembunuh berantai Richard Ramirez dan Jack Unterweger tinggal di sana untuk waktu yang lama. Ada banyak pembunuhan menakjubkan yang terjadi di hotel ini. Pada era 50-an dan 60-an, hote; ini menjadi, semacam, hotspot bunuh diri. Bahkan yang paling baru, pada tahun 2014, pada sebuah foto jendela hotel ini ada penampakan hantu. Tampaknya sih seperti hantu, tapi entahlah. Selain foto hantu, hotel ini terletak di Skid Row. Daerah ini bukan bagian terbaik di Los Angeles. 

Di Hotel Stay On Main, Elisa berbagi kamar dengan dua orang lainnya (shared room). Tapi, teman sekamarnya komplain sama sikap dan/atau perilaku Elisa yang aneh. Oleh karena itu dia kemudian dipindahkan ke kamar sendiri supaya tidak mengganggu orang lain. Pada saat itu dia masih menghubungi orangtuanya, dan mereka bilang saat menelepon si Elisa ini baik-baik saja.

31 Januari 2013, Elisa dijadwalkan untuk check out dari hotel. Tapi ... dia tidak melakukannya. Pada hari itu juga, dia juga tidak menelpon ke rumahnya/orangtua. Ini pertama kali terjadi, dia tidak menghubungi orangtuanya, selama seluruh perjalanannya. Saat dia tidak menelepon, orangtuanya kuatir dan tidak bisa menghubunginya balik, mereka menelepon Los Angeles Police Department (LAPD). Atas laporan tersebut, pada tanggal 1 Februari 2013, polisi pergi ke Hotel Stay On Main. Orangtuanya dan Sarah turut mencari dari kamarnya hingga ke atap hotel. Hasilnya nihil. Bahkan anjing pelacak juga tidak menemukan apa-apa.

Pada saat itu orangtua Elisa tidak mengatakan atau memberitahu polisi tentang masalah kesehatan mentalnya. 

Teori Konspirasi


Pada akhirnya jasad Elisa Lam ditemukan di tangki air pada atap Hotel Stay On Main. Hal ini dipicu oleh komplain tamu hotel atas rasa, aroma, dan warna air hotel yang mendadak aneh. Ya tentu lah, ada jasad Elisa di dalam sumber air hotel! Penemuan jasad Elisa menimbulkan lebih banyak teori konspirasi.

1. Elisa dihantui.
2. Elisa dikuntit sama pembunuh.
3. Elisa dijadikan tumbal hotel.

Dan lain-lain teori, terutama jika merujuk pada rekaman CCTV di lift. Jangan-jangan Elisa diajak main petak-umpet sama hantu. Jangan-jangan ada pembunuh berdarah dingin yang sedang mengincarnya. Jangan-jangan ada stalker dari daerah Skid Row yang pengen banget 'ngerjain' dia. Jangan-jangan dia justru dikerjai sama orang hotel. Byuuuuuh.

Penjelasan Paling Masuk Akal Dari Kematian Elisa Lam


Dari semua informasi yang saya peroleh selama mencaritahu tentang kematian Elisa Lam, pada akhirnya semua terjawab oleh The Chapter. Saya sangat-sangat senang saat menonton video tersebut. Bukan, bukan senang atas kematian Elisa Lam, tetapi senang karena pada akhirnya ada penjelasan paling masuk akal dari kematiannya yang selama ini masih menjadi misteri dalam benak saya pribadi. Bertahun-tahun mencari dan memperoleh informasi tentang Elisa Lam, konklusionnya hanya satu: berkaitan dengan misteri dan makhluk astral. Tapi ternyata gangguan bipolar dan depresi yang menjadi penyebab kematiannya.

Pertama:
Rekaman CCTV yang menggambarkan sebuah lift di mana Elisa Lam nampak seperti orang kebingungan, orang ketakutan, orang dengan tingkat panik tinggi, gelisah tidak karuan, meloncat masuk-keluar lift, di luar lift dia melihat ke sana-sini, masuk lift dia memencet tombol-tombol, sesungguhnya menjelaskan dengan sangat akurat bahwa pada saat itu Elisa Lam sedang mengalami dan/atau kambuh gangguan bipolar yang sangat parah. Secara perilaku, orang yang sedang mengalaminya akan melakukan perilaku beresiko, agresif, agitasi, gelisah, menyakiti diri sendiri, perilaku hiperaktif atau perilaku impulsif. Secara kognitif, orang yang sedang mengalaminya dipengaruhi oleh pikiran yang tidak diinginkan, delusi, kehilangan konsentrasi, sampai perubahan pola pikir. Secara psikologis, orang yang sedang mengalaminya pasti depresi, episode manik, hingga paranoid. Paranoid adalah gangguan mental yang diderita seseorang yang meyakini bahwa orang lain ingin membahayakan dirinya. Dikatakan sebagai bentuk gangguan bila perilaku tersebut sifatnya irasional, menetap, mengganggu, dan membuat stres. Gangguan bipolar Elisa kambuh karena tidak meminum obat.

Kedua:
Banyak pertanyaan dari pihak yang mempertahankan kemisteriusan, kehororan, kehantuan, keastralan, hingga pembunuh berantai, mengatakan bahwa bagaimana caranya Elisa Lam bisa berada di dalam tangki air hotel yang sulit dijangkau dan untuk membukanya saja butuh tenaga yang kuat? Lantas, bila dia memang masuk ke tangki air by herself, bagaimana caranya dia menutup tangki air tersebut? Mike dari The Chapter menjelaskan bahwa tidak sulit mencapai tangki air Hotel Stay On Main tersebut karena ada semacam bangunan mini di atap yaitu storage room, tepat di samping tangki air. Dari atap bangunan mini ini, siapa pun bisa menjangkau tangki air dan masuk ke dalamnya. Perihal pernyataan membuka dan menutup tangki air yang membutuhkan tenaga super kuat, bisa jadi sebenarnya saat itu posisi salah satu tangki air (ada empat tangki air di atas atap ini) sedang terbuka saat Elisa tidak sengaja (atau sengaja, who knows?) meloncat dan/atau masuk ke dalamnya, dan petugas hotel yang tidak tahu ada seorang perempuan di dalamnya datang dan menutup tangki air bersangkutan.

Dan itu, menurut saya, sangat masuk akal.


Oleh pihak berwenang, Elisa Lam dikatakan mengalami kecelakaan hingga tenggelam dan tewas. Semua yang saya tulis merupakan penjelasan yang menurut saya pribadi paling masuk akal atas kematian Elisa Lam: mengalami gangguan bipolar dan gangguan tersebut menyebabkan delusi hingga mendorongnya melakukan hal-hal di luar nalar. Terima kasih The Chapter. Meskipun sepertinya di dalam video The Chapter masih ada keragu-raguan dari penjelasannya sendiri. Dan, mungkin kalian akan mengatakan bahwa saya terlambat menulis tentang ini, tapi ini merupakan ujung dari sesuatu yang saya anggap 'masuk akal' setelah sekian tahun bertanya-tanya.

Baca Juga: Seni Lukis dan Seni Kata di Kedai Kampung Endeisme

Yang jelas, siapa pun kalian, apabila mengetahui salah satu anggota keluarga mengalami gangguan bipolar, tolonglah dia jangan diijinkan untuk melakukan perjalanan sendirian. Apa pun yang terjadi, orang sakit harus didampingi. Kalian pasti pernah bertemu orang sakit yang malas minum obat karena merasa tidak terjadi perubahan dalam dirinya meskipun telah rajin meminum obat kan? Kalian juga pasti pernah bertemu orang sakit yang berkata: lebih baik saya mati daripada hidup sengsara, kan? Orang sakit fisik saja harus didampingi, apalagi orang sakit mental. Setidaknya, ini menurut pendapat saya pribadi, orang awam.

Terima kasih sudah membaca.

#SeninCerita
#CeritaTuteh



Cheers.