Arsip Kategori: Bekasi

Saat Penglihatan ALLAH Saja Yang Menjadi Andalan

SAAT PENGLIHATAN ALLAH SAJA YANG JADI ANDALAN

 Saat Penglihatan ALLAH Saja Yang Menjadi Andalan

"Bu, anti saya amanatkan untuk jadi penanggung jawab di bagian penjualan baju-baju bekas layak pakai ,ya?" Ketua panitia Baksos itu menyerahkan map berisi catatan data barang kepadaku." 

"Kok saya lagi?" tanyaku.

"Iyalah, anti kan kemarin sukses tuh... dapat dana banyak dari jualan baju bekas?" desaknya.

"Anti kan biasa dagang..." lanjutnya.

"Iya deh, gak usah pake muji kali...." Jawabku akhirnya. Teman di sebelahku menggamit pundakku

"Emang enak jadi tukang loak lagi..." godanya.

Aku tersenyum kecil, "Insya Allah."

"Gak papa lagi, bu... penggemarnya kan banyaak...." Tambah rekanku lagi.

Aku hanya tenggelam dalam susunan data-data barang. Mulai hari itu, hari-hariku disibukkan dengan acara menyortir barang yang masuk, mengelompokkannya sesuai peruntukannya, dan melakukan taksiran harga yang pantas.

Tiba pada hari H. Aku sudah siap di tempat dengan tumpukan-tumpukan pakaian yang akan di jual. Dibantu tiga orang rekan. Seperti dugaan awal, tempat ku ini jadi tempat favorit untuk dikunjungi oleh sebagian besar warga, terutama ibu-ibu dan anak-anak penduduk sekitar Tempat Pembuangan Akhir sampah Bantar Gebang Bekasi, yang notabene dekat dengan komplek tempat tinggalku sekarang. Mereka ada yang mulai memilih-milih baju yang akan mereka beli.

"Nanti ya bu, toko belum buka...." kataku. Mereka semua tertawa.

"Takut gak kebagian bu entar mah..." jawab mereka.

"Nanti kalo milih-milihnya sekarang, saya hargai 50 ribu lho satunya...." goda saya lagi.

"Waah ibu, kalo segitu mah, beli yang baru lah..." jawab mereka lagi.

"Makanya nanti saja pilih-pilihnya, semua kebagian deh, Insya Allah... stok banyak nih.... denger ceramah dulu ya di sana..." kataku sambil mengarahkan mereka ke tenda utama.

Selesai ceramah dan acara inti, benar saja mereka menyerbu tempat ku membuka lapak. Beberapa jam aku seolah tenggelam dalam riuhnya masyarakat memilih-milih pakaian. Baju muslim, jilbab, kaos, baju anak-anak, dewasa, baju koko, celana panjang.

Dalam hitungan jam sudah nyaris ludes. Tentu saja lapak ini jadi incaran, baju-baju dengan kualitas antara 60-90% layak pakai dibanderol mulai 500-3000 perak saja. 

Lumayan sangat bagi yang membutuhkan, atau cuma ingin menambah koleksi saja. Alhamdulillah...

Menjelang dzuhur, tenda-tenda lain sudah bersih. Sebagian besar panitia berkumpul di tenda utama untuk berfoto-foto dan rehat.Aku masih harus merapikan sisa baju, mendata ulang stok, jumlah uang hasilnya... sambil ditemani satu dua ibu yang masih asyik mengaduk-aduk baju yang sudah terlipat, berharap dapat diskon lebih murah. Sampai akhirnya panitia memutuskan untuk memberikan baju sisa itu kepada yang mau. 

Setelah beres urusan baju dan amplop uang hasil penjualan kepada  ketua panitia, aku membersihkan tempat jualan tadi karena memang menumpang pada teras rumah penduduk. "Biarin ajah Neng. biar ibu yang nyapu."

Aku tersenyum, bukan apa-apa,si ibu yang sudah sepuh itu menyapa ku dengan sapaan "neng" sedari tadi. Lucu saja, emak tiga orang anak berusia 35 tahun masih layak kah di panggil Neng? Subhanallah sungguh menghibur.

"Ngga apa-apa bu... terima kasih yaa, maaf sudah merepotkan..." jawabku.

Selesai urusan bersih-bersih aku sudah tidak melihat kerumunan temen-teman panitia di tenda utama. Tinggal kaum lelaki yang mulai bongkar-bongkar. Aku pun pamit pulang.

Belajar Ikhlas

Belajar Ikhlas


Seminggu sesudah acara baksos itu,aku bertemu dengan salah seorang pengurus DPC di sebuah acara. "Bu kok kemarin waktu baksos di ciketing udik gak datang? Kan dekat sama rumah anti kan?" Tanyanya

Aku tertegun sejenak.... Dan ibu DPC itupun menyebutkan satu persatu nama-nama rekan panitia yang ikut serta di acara itu, bahkan termasuk orang yang aku tahu persis dia tiba belakangan, karena sempat izin ada acara, karena si rekan ikut berfoto dengan panitia yang lain. Dalam hati aku buru-buru istighfar... Rabbi... jika bukan karenaMU...

"Yah bu.. masa segede gini saya masih ga keliatan juga yah?" Jawabku akhirnya. Di timpali tawa sang ibu DPC.

Beginilah kiranya, Allah memberikan hikmah besar dalam suatu peristiwa yang aku alami. Aku tidak mengerti, mengapa kata ikhlas begitu mudah untuk diucapkan, namun begitu berat untuk di amalkan.... sungguh bukan hal yang mudah, ketika diri ini begitu bahagianya, telah berbuat sesuatu, meluruskan niat, bersikap itqon, justru menjadi orang terbuang, tak dianggap... di-underestimate-kan.... karena amalannya kecil...

Astaghfirullah...

Saya jadi teringat seorang guru TK yang tempatnya sering dijadikan sarana kita-kita untuk berkumpul. Dia harus izin pada yang punya yayasan, menyiapkan tikar.. lalu membersihkannya lagi seusai acara... namun Ia tidak pernah memegang jabatan penting, bahkan perannya sering tidak diperhitungkan.

Atau teman yang emang gak pede-an, selalu dapat tugas mengantar undangan, dan urusan antar mengantar lainnya. Yang tidak memungkinkan dia untuk dikenal oleh "Atasan"nya.

Rabbi... dari peristiwa itulah aku merasa doaku sudah di kabulkan Allah karena kasih sayang Nya. Yaa Allah... ajari aku tentang keikhlasan.

Lalu ku ambil Hp-ku, untuk sang guru TK aku mengirim pesan, "Semoga Allah selalu memberkahi ibu sekeluarga, mempermudah ibu menuntut ilmu, menjadikan profesi ibu sebagai amal sholeh yang tak putus-putus."

Dan untuk temanku si pengantar, aku menulis... "Semoga Allah selalu memberi kemudahan, mengaruniakan ibu kesehatan, memberkahi ibu dengan anak-anak yang shalih,juga semoga bisa beli motor baru buat ibu pribadi, gak joinan lagi sama suami.."

Wahai Allah....Janganlah Kau palingkan wajahMu dari kehidupanku.... tuntunlah aku selalu yaa Rabbi.... dalam usahaku membersihkan hati dan diri, agar senantiasa mengutamakan pandanganMu sahaja....

*******

Penulis: Sri Suharni Yang Berusaha Istiqomah pada 
8 Desember 2010 pukul 23:33 ·

Crafting dan Berkreasi Kain Flanel Bersama Kak Murni Ambar Lestari

Puluhan anak-anak usia sekolah memenuhi ruang baca Perpustakaan Kampung Baru (Perkabu) yang terletak di Gg. Baru Jl. H. Hamdani Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, Kota Bekasi. Mereka sedang asyik berkarya dengan bahan-bahan kain flanel yang sudah tercetak berbagai figur karakter kartun.Dengan peralatan seperti lem, gunting, benang dan berbagai perlengkapan hasta karya lainnya itu terciptalah kreasi

Geliat Ekowisata Sunge Jingkem di Tengah Era New Normal

Ekowisata Sunge Jingkem berlokasi di tengah-tengah kampung SEMBILANGAN Desa Samudrajaya kecamatan Tarumajaya kab. Bekasi.Kampung SEMBILANGAN adalah Kampung Bahari yang terletak di pelosok Kab.Bekasi, yah boleh dibilang kampung yang memang terpencil jauh dari kota, kampung yang boleh dibilang sedikit orang tahu, namun sekarang keberadaan kampung SEMBILANGAN sudah menjadi satu nama yang tidak asing

Menengok Komunitas Save Kali Cikarang di Segarnya Hutan Bambu Warung Bongkok Sukadanau

Kawasan Industri Kota CikarangJika mendengar nama Kota Cikarang disebutkan, tidak salah jika yang terlintas dalam pikiran adalah pusat kawasan industri yang tidak pernah berhenti berproduksi. Sebagai warga Bekasi, saya tahu kuatnya citra tersebut adalah hasil branding puluhan tahun dari para public relation berbagai perusahaan yang berkepentingan di Cikarang, namun citra tersebut juga tidak 100%

Selayang Pandang Kampung Santri di Pesisir Utara Bekasi

Selayang Pandang Kampung Santri Pesisir Utara BekasiPenulis: Maulana Chubuy"Suasana di kota santri,asyik senangkan hatiSuasana di kota santri,asyik senangkan hatiTiap pagi dan sore hari, muda-mudi berbusana rapiMenyandang kitab suci, hilir-mudik silih berganti. Pulang-pergi mengaji"Kutipan syair lagu qasidah dari Nasida Ria yang telah dikemas ulang oleh Anang Hermansyah serta Band Gigi tersebut

Sedikit Cerita Tentang Lebaran di Kampung Sembilangan

Hari yang ditunggu hampir datang, puasa 30 hari telah selesai. Malam takbir akan terdengar, hal itu akan menjadi malam puncak dari segala perbuatan kita selama 1 bulan. Berkesan atau tidak bulan baik ini, semua tidak akan terulang atau 2 kali terjadi kecuali, kita sabar menunggunya dalam 1 tahun ke depan.  Di Kp. Sembilangan kue atau jenis manisan lainnya menjadi salah satu pelengkap hari

Lebaran di Kampung Dua Bekasi

ilustrasi lebaran tempo doeloe   Kalo ujan begini jadi inget masa lalu.. ..... .... .... Lebaran di Kampung Dua Bekasi By : Fahmi BenHud Kampung Dua di tahun-tahun silam sangat mempesona, puasanya sebulan maka lebarannya pun sebulan. Setiap keluarga saling bertegur sapa, ucap maaf maafan saling mengenali satu sama lain. Saling mengingatkan saudara yang lupa bahwa kita masih

Mengenal Forum Pemuda Peduli Lingkungan (FPPL) Sembilangan

Pengurus Forum Pemuda Peduli Lingkungan (FPPL) Sembilangan Semilir angin pesisir yang berkejaran di rerimbunan pohon mangrove berhembus menyapa siapa saja dengan sejuk dan menyegarkan. Suara-suara burung kadang terdengar di antara suara mesin perahu yang memecah sunyi. Sepanjang mata memandang, hamparan tambak yang dibatasi pematang, barisan pohon mangrove di tepian sungai dan arak-arakan

Persiapan The New Normal dan Adaptasi Cara Belajar Saat Covid

Penulis di depan halaman sekolah Yayasan Al-Mahmudiyah Sembilangan Yayasan Pendidikan Islam Al-Mahmudiyah (YAPIM) Sembilangan memiliki beberapa madrasah atau lembaga pendidikan belajar mengajar sesuai dengan tingkatan para siswa/i. Mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Hidayah AL-Khairiyah, Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Al-Hidayah Sembilangan (Al Hisem). Sampai dengan

Seni Ketimpring Betawi Yang Lestari di Sembilangan Bekasi

Penggiat Kesenian Ketimpring Betawi Sembilangan Generasi Ke-8 dan 9 Sudahkah kalian tahu bahwa di Kampung Sembilangan Bekasi juga memiliki kesenian Ketimpring Betawi? Kesenian Ketimpring merupakan warisan dari leluhur Kampung Sembilangan yang masih terpelihara dan dikembangkan hingga kini. Ketimpring menjadi salah satu alat kesenian yang masih sering dipakai untuk acara-acara tertentu