#PDL Harmonisasi Di Saung Angklung Udjo

Nemu foto ini di situs travelnya detik(dot)com.


#PDL adalah Pernah DiLakukan. Tulisan ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini; termasuk tentang perjalanan ke tempat-tempat di luar Kota Ende.

***

Rabu kemarin saya membaca komentar dari Himawan pada pos Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah tentang penduduk lokal yang kebingungan waktu kami bertanya lokasi sanggar dimaksud. Himawan (or Hino) mengandaikan penduduk lokal sekitar sanggar juga dilibatkan di dalam kegiatan-kegiatan sanggar sehingga bisa sespektakuler Saung Angklung Mang Udjo atau Saung Angklung Udjo. Penduduk memang terlibat, namun anak-anaknya saja yang dilibatkan ikutan sanggar tersebut, berlatih Tari Topeng bersama cucu Miras yaitu Aerli.


Bicara soal Saung Angklung Udjo artinya bicara soal wisata budaya yang dijaga dan dilestarikan dengan kemasan sangat menarik. Saung Angklung Udjo terletak di Jalan Padasuka 118, Bandung, Jawa Barat. Lokasi ini dibagi-bagi menjadi tempat pertunjukan, toko souvenir, tempat makan, dan lain-lain yang tentu sekarang sudah jauh lebih berkembang. Tahun 2010 waktu ke Saung Angklung Udjo saya sangat menikmati cuci mata di toko souvenir-nya itu. Sebagai wanita imut dan beperasaan halus saya juga gemas donk melihat ragam benda mini-mini menggemaskan salah satunya gantungan kunci berbentuk angklung.


Hari itu saya dan Acie berkesempatan menonton Pertunjukan Bambu Petang. Seperti foto di awal pos ini kalian bisa melihat seorang perempuan berkebaya biru dan anak-anak kecil bermain angklung. Di sini lah proses pengenalan dan pelestariannya terjadi karena secara tidak langsung penonton dengan latar belakang beragam itu diedukasi tentang angklung; cara memegang, cara memainkannya, dan betapa angklung tidak dapat berdiri sendiri-sendiri alias memang harus dimainkan dalam kelompok, dengan anggota yang sudah tahu nada dasar yang mereka 'pegang'. Kira-kira begitulah.


Kemudian panitia/pengelola membagikan kami angklung masing-masing satu. Sudah tahu cara memegang dan memainkan alat musik ini, lantas perempuan berkebaya biru mengetes nada masing-masing kelompok, kira-kira sepuluh sampai limabelas orang per kelompok. Dia memberi instruksi pada kami. Kami, yang belum saling mengenal dan kebetulan sama-sama terdampar di suatu pertunjukan petang ini, hanya dengan melihat arah tangan si instruktur, bisa memainkan satu lagu dengan utuh yaitu lagu Ibu Kartini.


Aweeeesomeeee! Harmonisasi yang tercipta menggenapi kepuasan kami mengunjungi Saung Angklung Udjo. Terima kasih untuk pengalaman yang luar biasa ini.

Usai bermain angklung, kami menyaksikan pertunjukan wayang golek. Tapi saya lupa kisah tentang apakah yang ditampilkan hari itu.


Usai pertunjukan wayang golek, saya dan Acie masih sempat berlama-lama di toko souvenir, melihat sana-sini, cuci mata, gemas-gemasan sama penjaga lelaki, terus membeli beberapa souvenir, dan memutuskan untuk pulang. Kami masih punya tugas mencari lokasi pembuatan / pengrajin wayang golek. Untungnya saya masih menyimpan foto si bapak di bawah ini:


Situs yang memuat artikel tentang Golek; Bukan Boneka Biasa yang saya tulis untuk Detik, memang belum bisa dibuka, untungnya Om Bisot pernah membuat status tentangnya di Facebook. Hahaha. Sumpah, ngakak tiarap saya melihat foto yang satu ini:


Terima kasih, Om *jempol paling gede* berkat ini, tidak hilang jejak digitalnya *tsaaaah*.


Jadi kalau ditanya, pernahkah saya ke Saung Angklung Udjo? Pernah, saya pernah ke sana. Saya pernah bermain angklung dalam kelompok penonton dan kerja sama tim ini menghasilkan harmonisasi yang mengagumkan. Kita harus banyak belajar dari (filosofi) angklung ini. Dan pernah, saya juga pernah mengunjungi pengrajin wayang golek dan pura-pura memainkannya supaya difoto sama Acie. Ternyata saya pernah juga PERNAH SEBESAR ITU. Hahaha ...

Bagaimana dengan pengalaman kalian?


Cheers.

5 Yang Unik dari Ende (Bagian 1)


Waktu jadi penyiar radio alias radio jockey di Radio Gomezone saya selalu menuntut diri sendiri untuk lebih kreatif. Urusan kreatif ini, (ceritanya) pernah sudah hampir lelap terus sesuatu yang horor disebut ide terlintas. Langsung saya meloncat dari ranjang lantas menghidupkan laptop. Demi apa? Demi berusaha menjadi yang unik dengan ide yang terlintas itu; agar mudah dikenang dan sulit dilupakan. Kreatifitas itu berhubungan dengan program-program yang menarik pendengar, dan isi program itu haruslah berbobot agar kita tidak terkesan menjual kucing dalam karung. Sialnya, ide selalu muncul pada saat yang tidak kita duga; sudah hampir lelap, atau saat sedang ngetem di kamar mandi, atau saat sedang rapat di ruangan big boss.

Baca Juga:
 
For wai ai, menjadi penyiar itu tidak semudah cuap-cuap di depan cermin, jika itu yang kalian bayangkan. Otak harus terus di-klik-kanan dan pencet tulisan refresh.

Saya menjadi penyiar Radio Gomezone sejak tahun 2004. Radio (FM) tersebut lantas mati (suri) pada tahun 2009 karena satu dan lain sebab. Tahun 2016 radio tersebut kembali mengudara tetapi lewat jalur online. Lagi, karena satu dan lain sebab Radio Gomezone kembali mati (entah suri atau tidak), dan itu yang belum saya ketahui sampai sekarang. Apakah ada rencana untuk kembali menggeliatkannya atau tidak. Entah. Tetapi, yang perlu diingat, Radio Gomezone merupakan radio anak muda yang paling populer pada masanya dengan kunjungan Gomezoner (julukan untuk pendengarnya) ke studio itu bisa ... ah ... entahlah berapa banyak. Saya selalu kekenyangan setiap kali ada Gomezoner yang berkunjung ha ha ha.

Sebagai manajer operasional dan produser, salah satu tugas saya adalah membikin program. Tahun 2004-an, membikin program tidak sesulit tahun 2016, saya mengalami itu. Tahun 2016, harus putar otak kanan-kiri memikirkan bakal program (kece) untuk diudarakan di radio ini. Saya sendiri kemudian memegang program Variety Show yang mengudara setiap Senin - Sabtu, pukul 19.30 - 21.30 Wita, diantaranya Repeater, Review, Focus, Ngobras, Backpacker, sampai Tuwan Saturday Night Show.

Dibikin oleh Yoyok Purnomo.

Backpacker itu program yang menurut saya keren sekali. Kalau sudah mau mengudara Backpacker, sel-sel di tubuh saya seakan sedang menari rokatenda hahaha. Mengapa demikian? Karena saya dan Iwan Aditya (partner siaran) sama-sama tukang jalan. Selain itu, saya dan Martozzo Hann (partner videografer) sering jalan-jalan dan membikin video singkat tentang lokasi kita jalan-jalan itu (zigizeo). Ada saja yang selalu bisa kita bahas di program Backpacker. Salah satunya berjudul Yang Unik dari Ende!

Ide tentang yang unik dari Ende ini sebenarnya berasal dari tulisan di bakal buku saya yang berjudul Endelicious. 


Mungkin tulisan ini bakal dipos di blog atau harus dicarikan penerbit, nantilah. Yang jelas di dalam naskah itu saya menulis tentang hal-hal unik dari Ende yang ternyata ... banyak! Akhirnya yang unik dari Ende ini menjadi salah satu tema/bahasan di program Backpacker.

Oleh karena itu, kali ini saya ingin mengajak kalian untuk mengenal lima hal yang unik dari Ende (bagian 1, akan ada bagian 2, dan seterusnya kalau memang masih ada hahah).

Apa saja sih yang unik dari Ende?

Mari kita simak.

1. Nama Unik

Ende sudah ketahuan unik dari namanya saja. Kalian sering membaca SBY (Surabaya) atau DPS (Denpasar) kan? SBY dibaca Es Be Ye. Sama juga, DPS dibaca De Pe Es. Tetapi ND dibaca En De. Itulah keunikan terhakiki dari Ende. hehe. Jangan heran kalau kalian melihat anak muda memakai kaos yang tulisannya hanya dua huruf: ND. Dia pasti berasal dari Ende, our beautiful city.

2. Ende si 'Anak' Tengah

Kabupaten Ende berada di Pulau Flores. Tahukah kalian, titik tengah Pulau Flores berada di Kabupaten Ende? Titik tengah itu berada di KM 17 arat Timur dari Kabupaten Ende. Ada sebuah batu yang ditempeli prasasti bertulis Floresweg Geopend dengan tahun yang tertera 1925. Karena keberadaannya di tengah Pulau Flores ini lah maka mempermudah siapa pun yang hendak ke Barat maupun ke Timur. Asyik kan?

3. Dua Suku, Dua Bahasa

Di Ende mentap dua suku yaitu Suku Ende dan Suku Lio. Suku Ende ini di bagian pesisir Kota Ende sampai Nuabosi dan Nangapanda. Suku Lio di bagian Timur hingga perbatasan dengan Kabupaten Sikka (pemetaan secara garis besarnya seperti itu). Dua suku ini punya bahasa dan dialek yang berbeda yaitu bahasa Ende dan bahasa Lio. Jangan harap kalian yang bisa bahasa Ende sudah pasti bisa bahasa Lio ... belajar, bung :) qiqiqiqi. Pernah ada wacana menambahkan satu etnis yaitu Etnis Nage karena bahasa dan dialeknya agak berbeda, tapi saya belum tahu sampai di mana proses naskah akademik soal itu sekarang.

4. Kami Penyingkat Kata

Sudah tahu sahabat blogger saya, bang @indobrad yang sampai pernah membikin nama situsnya "Kopi Mana?". Kata bang Indobrad nama blog itu terinspirasi dari kami Orang Ende, yang suka menyingkat kata. Orang Ende ini penyingkat kata, perlu diulang. Kau pergi ke mana menjadi kopi mana, saya pergi ke pasar menjadi sa pi pasar, sudah biasa menjadi su biasa, dan lain sebagainya hehe. Kopi Mana di situs bang Indobrad itu merujuk pada dunia traveling-nya yang dimuat di situs tersebut. Cocok!

5. Lima Menit itu Memang Ada

Kalian sering membaca atau mendengar orang bilang, "tunggu lima menit"? Yang seperti itu memang terjadi di Ende, bukan kiasan semata. Kota Ende (Ibu Kota Kabupaten Ende) ini kecil. Panjang kotanya kalau boleh saya bilang hanya sekitar sepuluh kilometer saja. Jadi, tidak ada alasan jika sampai saya terlambat upacara Senin pagi, kecuali memang terlambat bangun. Hehe. Ke sana dekat, ke sini juga dekat.

***
 
Saya percaya daerah kalian juga pasti banyak hal-hal yang unik. Kenapa tidak coba menulisnya? Pasti bakal disukai karena yang unik-unik ini biasanya tidak tertulis di buku panduan wisata. Sama juga dengan pengalaman traveling tidak mungkin muncul di buku panduan wisata, oleh karena itu blog traveling pasti laris manis dikunjungi. Orang bakal lebih suka membaca pengalaman pribadi si traveler.

Bagaimana dengan kalian? Apa saja yang unik dari daerah kalian? Yuk berbagi di kolom komentar!


Cheers.

#PDL Datang, Makan, Ngerujak, Pulang

Mei dan Ocha di Saung Adat Kolibari.


#PDL adalah Pernah Dilakukan. Tulisan ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini; tentang perjalanan ke tempat-tempat di luar Kota Ende.

***
  

Rabu, 22 Agustus 2018, umat Muslim memperingati Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban. Saya juga menyebutnya Hari Kemenangan Atas Percaya dan Bakti serta pengorbanan pada Allah SWT yang waktu itu dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim AS terhadap anaknya yaitu Nabi Ismail AS. Percaya dan bakti Nabi Ibrahim AS ini lah yang wajib kita contohi. Sebagai gantinya, domba diberikan Allah SWT kepada Nabi Ibrahim AS. Selain itu, saya juga menyebutnya Hari Raya Haji. Selamat kepada Bapak, Ibu, Saudara/i, semuanya yang telah menjalankan ibadah Haji. Insha Allah suatu saat nanti saya menyusul.

Baca Juga:

Sebenarnya hari libur Rabu kemarin itu saya tidak punya rencana ke mana-mana meskipun sudah diajak Kakak Pacar untuk makan siang di rumahnya. Permasalahan timbul setelah teman si Ocha yang bernama Mei datang ke rumah. Nampaknya mereka desperate karena dalam beberapa minggu belum pernah ke luar rumah untuk sekadar menikmati keindahan alam yang menakjubkan. Walhasil saya meminta Ocha menghubungi Akiem dan Effie; pasangan paling sering cek-cok se-dunia-kami. 

Pukul 14.00 Wita tiga motor matic berangkat menuju Kolibari. Mei memboceng Ocha, Akiem tentu dengan Effie, saya dan Thika. Sebelumnya saya sudah meminta Ocha menghubungi Kakak Pacar bahwa tawaran makan siang diterima dengan senang hati sekaligus membawa pasukan, hahaha.



Adalah sungkan yang tiada terkira ketika kami datang, kopi dan teh disuguhkan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Inilah salah satu keistimewaan di Kolibari *tsah*. Lantas, tidak berapa lama, Kakak Pacar mengajak kami makan. Katanya, "Sudah dimasakin sama Kak Fitria tuh, sana gih kalian makan dulu sebelum dingin!" Hah? Jadi, mereka memasak hanya untuk kami berenam? Maluuuu *tutup muka tapi ngintip*



Makan siang yang kesorean itu disuguhi nasi merah dan aneka menu daging kambing. Ada semur, ada soto. Yang awalnya malu-malu, eh jadi kalap hahaha. Manapula dari rumah kakak ipar yang satu, mendadak kami mendapat kiriman sepiring semur lagi. Hah? Yang makan hanya enam orang tapi menunya untuk limabelas orang. Hehe. Pas lagi makan begitu, muncul makhluk bernama ngengat, berwarna kuning, hinggap di jari manis saya dan tak mau pergi.




Katanya sih itu pertanda. Pertanda apa saya tidak tahu. Mungkin pertanda bahwa ngengat juga butuh tempat untuk ngetem :D qiqiqiqi. Awalnya saya sudah pos di FB bahwa ini kupu-kupu, tapi Cahyadi mengoreksinya bahwa ini ngengat. Karena, sayap kupu-kupu akan terkatup apabila sedang hinggap/ngetem begitu.

Dan benar kata orang, membawa anak gadis itu adaaa saja ide dan kemauannya. Si Thika mengajak rujakan. Pepaya dan mangga pun langsung didatangkan dari kebun terdekat. Bahkan untuk cabe pun, di depan rumah kakak ipar ada pohon cabe lumayan gede:




Pengen angkut ini pohon cabe pulang ke rumah. Sore itu bermodal kacang, cabe, garam, dan gula sabu (gula kental asal Pulau Sabu), pepaya dan mangga dari kebun, maka jadilah rujaaaaak.




Habis ngerujak, eh si Kakak Pacar nawarin kelapa muda. Busyet dah. Anak-anak pada mau, tapi kelapanya masih dipetik sama si Arifin (adik si Arifin ini namanya Arif hahah), makanya mereka pada ngerusuh sama bocah setempat. Si Ocha main sepeda salah satu bocah. Thika, Mei, dan Effie malah main bulu tangkis. Sampai kemudian si Mei mengusulkan untuk mendaki ke bukit sebelah ke puncak Kezimara. Waaaa saya menyerah! Hiihi. Walhasil yang naik ke Kezimara cuma si Mei dan Ocha, Thika lanjut main bulu tangkis, saya dan Effie tidur, setelah saya menghabiskan satu kelapa muda nan segar.

Sekitar pukul 18.30 Wita kami pun pamit pulang. Ocha membawa oleh-oleh kelapa muda :D hehehe.

Pernah, saya pernah begitu, pergi ke rumah Kakak Pacar cuma untuk makan, ngerujak, pulang. Senang-senang di rumah orang belum ada hukum yang melarang. Boleh-boleh saja, sah-sah saja. Bagaimana dengan kalian?


Cheers.

#PDL Snorkeling di Perairan Pulau Tiga




#PDL adalah Pernah Dilakukan. Tulisan ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini; tentang perjalanan ke tempat-tempat di luar Kota Ende.

***
  

Saya tidak bisa berenang. It is funny! Indeed. Mengingat saya tinggal di Kota Ende yang dikelilingi laut (dan gunung). Bahkan jarak dari rumah saya ke Pantai Ende hanya membutuhkan waktu sepuluh menit berjalan kaki. Tapi saya tergila-gila sama laut. Untuk mengatasinya, setiap kali ke pantai/laut pasti membawa binen alias ban dalam mobil yang telah digelembungkan (dan/atau jerigen kosong). Lebih sering membawa binen karena satu binen bisa dipakai beberapa anak sekaligus. Hampir setiap rumah punya binen yang dikeluarkan setiap Hari Minggu saat anak-anak memutuskan untuk mandi laut ketimbang bermain masak-masakan atau main wayang.


Baca Juga:


Setelah besar (besar, bukan tua, hahaha), binen diganti lifejacket yang lebih sering kami sebut pelampung, itu pun milik Kakak Ilham Himawan, hahaha.

Bertentangan kan ya? Tergila-gila pada laut tetapi tidak bisa berenang. Padahal laut itu punya kadar garam yang bakal lebih memudahkan kita belajar berenang. Tapi, tetap saja sejak dulu sampai sekarang saya tidak sukses belajar berenang dengan mentor Pak Christian sekalipun di kolam renang Wailiti - Maumere. Yang ada, saya malah terpukau sama sesuatu berbentuk putih di dasar kolam, mencoba meraihnya, dan ternyata itu ... kaporit. Gua kira batu bertuah!

Mau ketawa ... ketawa saja ... :D

Tidak bisa berenang bukan aib, kawan. Tidak bisa berenang bukan obstacle yang meluruhkan semangat untuk cebar-cebur di laut. Kan ada pelampungnya Kak Ilham, hehe. 




Suatu kali kami, anak-anak Flobamora Community (Komunitas Blogger NTT) Chapte Ende, pergi ke Taman Laut 17 Pulau Riung atau biasa disebut Taman Laut Riung. Tujuannnya ada dua yaitu untuk bersenang-senang setelah dirundung aktivitas yang malang *halah* dan untuk menulis hasil perjalanan tersebut di blog sebagai salah satu cara mempromosikan wisata di NTT. Seperti biasa kami menginap di rumah Rustam, salah seorang sahabat masa SMA yang memiliki penginapan bernama Nirvana Bungalow. Setiap kali ke sana kami memang lebih sering tidur di rumah besar di bagian depan jejeran kamar-kamar bungalow. Sekalian berhemat. Sekalian bikin Rustam keki karena dapurnya otomatis dikuasai oleh kami. Haha.


Oskar, sahabat multi-talent!


Perahu motor sewaan yang membawa kami hari itu mengikuti rute umum yaitu dari Pelabuhan Riung ke Pulau Kelelawar terlebih dahulu ke arah Barat, baru kembali ke arah Timur melewati Pulau Rutong, Pulau Meja, daaaan sampailah ke Pulau Tiga. Rustam berkata bahwa jika ingin snorkeling, lakukan di perairan Pulau Tiga saja. Selain terumbu karangnya memukau, arusnya juga ramah jantung. Dan kami memang selalu ngetem di Pulau Tiga.


Ini namanya Pulau Kelelawar atau Pulau Ontoloe.


Sontak pelampung Kak Ilham menjadi primadona dan rebutan. Masalahnya, saat itu di Dermaga Riung belum ada tempat penyewaan pelampung. Walhasil, dengan sedikit lirikan Ibu Suri saya pun memperoleh kesempatan pertama *menulis ini rasanya lucu sekali*. Setelah pelampung dipakai, masker snorkel juga dipakai, meloncatlah saya ke laut menyusul si Rustam. Aksi meloncat ini meninggalkan perahu yang oleng di belakang akibat bobot saya memang tidak sedikit.

Kalian tahu ... batas antara dunia atas dan dunia bawah itu hanya gerakan mengangkat dan menenggelamkan kepala. Apa? Kalian sudah tahu? :p

Rustam memandu saya snorkeling selama kurang lebih tigapuluh menit. Bagi saya tidak ada satu pun yang dapat mengurangi kebahagiaan bisa menyaksikan pemandangan bawah laut yang memukau. Ikan-ikan hias aneka jenis dan bentuk berenang bebas, terumbu karang aneka bentuk dan warna yang cantik, mawar laut, bintang laut, semuanya ada. Andaikan di rumah saya ada kolam air laut yang luaaaas, saya bakal menjadikannya seperti taman laut di Riung ini. Tigapuluh menit, kayak lagunya Zamrud, sangat kurang. Saya masih mau terus skin dive. Tapi ... yang lain juga pengen snorkeling dan sama-sama tidak bisa berenang *ngakak tiarap*.


Dokter Said, sahabat sejak masa SMA sampai sekarang.


Saya sampai bilang: pengen ke Riung lagi tapi hanya untuk snorkeling. Tidak melakukan aktivitas lainnya! Dan benar. Pada kesempatan berikut-berikutnya setiap kali ke Riung yang paling pertama saya lakukan adalah snorkeling selama mungkin dan sepuas-puasnya, baru lah menikmati ikan dan cumi bakar di pantai Pulau Tiga. Snorkeling itu ibarat obat kehidupan saya *halah*. Hehe.

Pernah, saya pernah begitu :)

Bagaimana dengan kalian?


Cheers.

#PDL Pondok Batu Biru Penggajawa

Thika Pharmantara in action di Pondok Batu Biru.

Pulau Flores yang membentang dari Labuan Bajo (Barat) sampai ke Larantuka (Timur) punya titik tengah. Titik tengah Pulau Flores terletak di Kabupaten Ende tepatnya di KM 17 arah Timur Kota Ende, di pinggir jalan raya antar kabupaten se-Pulau-Flores. Titik tengah Pulau Flores ini ditandai dengan sebuah batu mirip menhir bernama Watu Gamba yang oleh penduduk setempat digambarkan sebagai seorang perempuan. Kembaran batu ini bernama Rera Nganggo yang digambarkan sebagai seorang laki-laki. Pada Watu Gamba menempel sebuah prasasti bertulis: Floresweg Geopend. Dapat dilihat pada foto si Regina, adik sepupu saya, di bawah ini:
 
Regina, adik sepupu saya yang menetap di Kota Maumere.

Baca Juga:

Lahir dan besar di Kota Ende, Ibu Kota Kabupaten Ende, membikin saya mudah mengeksplor tempat-tempat wisata yang ada di kabupaten tetangga seperti Taman Laut 17 Pulau Riung dan Kampung Adat Bena di Kabupaten Ngada, hamparan sabana di Kabupaten Nagekeo, pantai-pantai pasir putih di Kabupaten Sikka, mengikuti Semana Santa di Kabupaten Flores Timur, ke Pulau Rinca bertemu sahabat lama si komodo di Kabupaten Manggarai Barat, sampai keliling Pulau Adonara. Tapi, lahir dan besar di Kota Ende bukan jaminan saya sudah mengeksplor semua tempat wisata di Kabupaten Ende meskipun sebagian besarnya sudah saya jejaki seperti:

1. Danau Kelimutu.
2. Mata Air Ae Oka - Detusoko.
3. Pantai Anabhara (pasir putih).
4. Hutan Wisata Kebesani.
5. Pantai Batu Hijau Penggajawa.
6. Kampung Rumah Adat Wologai.
7. Pantai Mauwaru - Arubara.
8. Mendaki Gunung Meja dan Gunung Kengo.
9. Air Terjun Murundao - Moni.
10. Kolibari (bukit pandang) dan Kezimara.

Sepuluh dulu ya, nanti kalian ngiler hahaha. Sepuluh itu pun belum termasuk pantai-pantai di dalam Kota Ende sendiri, Situs Bung Karno, Taman Renungan Bung Karno, Gedung Imaculata, sampai Desa Adat dengan rumah adatnya di Wolotopo.

Yang menarik dari tempat wisata adalah tumbuh subur wisata buatan yang memadukan wisata alam dan kuliner. Salah satunya terletak di Pantai Penggajawa (arah Barat Kota Ende). Tempat ini bernama Pondok Batu Biru - Penggajawa. Kalau ada yang belum tahu, Penggajawa adalah nama desa dan nama pantai, tentu di pinggir laut / pantai tempat batu-batu berwarna hijau, biru, dan lainnya, berserak. Oleh para petani batu, batu-batu ini dikumpulkan dan diklasifikasikan berdasarkan ukuran dan warna. Batu-batu Penggajawa sudah sampai diekspor ke luar negeri diantaranya ke Eropa.

Salah seorang petani batu.

Batu-batunya unik!

Pondok Batu Biru berkonsep saung pinggir laut/pantai yang dibangun berbagai ukuran (untuk kelompok kecil dan/atau keluarga besar). Pemandangan utamanya jelas laut selatan Pulau Flores, bebatuan Pantai Penggajawa, dan Gunung Meja di arah Timurnya. Pengelola tempat ini tidak saja membangun tempat makan yang bagus tetapi juga spot-spot yang instagramable yang jadi buruan pengunjung, ruang shalat, kamar mandi yang selalu bersih dan stok air bersih yang tidak terbatas, serta menu-menu yang menggigit lidah.

Tangga menuju ayunan pinggir laut.

Ayunan sederhana tapi jadi salah satu magnet terpopuler. 

Ocha dan Stanis.

Setiap kali ke Pondok Batu Biru saya selalu diserang kantuk. Bagaimana tidak? Suasannya yang cozy benar-benar bikin pengen tidurrrrrr. Manapula makanan dan minuman yang dipesan sedang dipersiapkan, jadi sambil ngobrol - sambil tidur-tidur ayam, hehe.

Ini waktu perginya bareng Abah Yudin dan Ryan.

Karena ini pos tentang PDL (Pernah DiLakukan) jadi saya mau cerita bahwa saya sering pergi ke tempat makan Pondok Batu Biru ini baik sama teman-teman DMBC maupun sama teman-teman lainnya atau sama keluarga besar Pharmantara. Saya pernah pergi ke Pondok Batu Biru buat sesi foto-foto. Waktu itu berdua sama si Ocha saya pengen fotoin barang dagangan dengan lokasi berbeda. Si Ocha jadi modelnya *tsaaah*. Maka pergilah kami ke sana, eh si Stanis juga ikut. 
 
Sebelum foto-foto, kita pesan makanannya terlebih dahulu; ikan bakar, ikan kuah asam, tumis kangkung, dan es kelapa.


Ocha dan lembaran Sarung Mangga.

Ocha dan selendang tenun ikat.

Pas banget, usai foto-foto, makanannya pun disajikan di salah satu saung terbesar pilihan kami. Hanya bertiga dan memilih saung terbesar ukuran keluarga besar itu bikin keki, pastinya, hahaha. Makan sambil ngobrol, kuping dibuai debur ombak di pantai, mengasyikkan sekali. Kalau ada yang kurang, kita bakal minta tambah ke pelayannya, "Tambah seporsi ikan bakar donk!" dan lain sebagainya. Selesai makan tidak perlu ke kamar mandi, karena di sekitar saung tersedia tempat mencuci tangan lengkap dengan sabun dan kain lap tangannya.

Pernah, saya pernah begitu, pergi ke tempat wisata untuk foto-foto barang dagangan sambil menikmati wisata alam dan wisata kuliner sekaligus! Kata pepatah: sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Why not?

Sudah beberapa bulan ini tidak ke Pondok Batu Biru, nanti mau ke sana lagi ah :) Kalau kalian sempat ke Ende, coba mampir ke Pondok Batu Biru dan buktikan apa yang sudah saya ceritakan kali ini, tapi awas ketiduran sampai malam! Hahaha. Suasananya bikin ngantuk!



Cheers.

Tips Dan Panduan Yang Wajib Kamu Perhatikan Sebelum Berangkat Traveling Sendirian (Solo Backpacker)


Wajah pucat pasi disertai dengan drama ketinggalan pesawat ke suatu tempat yang sudah lama diidam-idamkan, mungkin inilah salah satu kekhawatiran yang berlebih apabila kita melakukan Traveling Sendirian atau Solo Backpacker/Traveller. Setelah mengantinya dengan tiket lain, kemudian terbang dengan mengunakan pesawat lain. Tak hanya ketinggalan pesawat, ternyata setelah mendarat, bagasi kita tertukar dengan orang lan berakhir di Lost and Found. Tak hanya menunggu 1 atau 2 jam, namun ternyata harus menunggu sekitar 1 hari lamanya, sementara jam cek in dan itinerary sudah menanti. Dua kesialan tersebut bukanlah akhir, ternyata pada saat mengunjungi tempat wisata, kita kehilangan uang. Dan, tertinggal beberapa lembar uang saja. 

Sebagai seorang traveler apalagi bepergian hanya seorang diri, kita membutuhkan waktu prepare lebih lama daripada bepergian dengan rombongan. Yup, saya membutuhkan waktu lama untuk riset tempat yang akan dikunjungi, bahkan bertanya teman-teman yang pernah mengunjungi tempat tersebut. Selain riset, saya juga melakukan persiapan lain seperti membooking penginapan atau hotel jauh-jauh hari untuk mendapatkan harga yang jauh lebih murah. 

Nah, lalu apa saja yang harus dilakukan sebelum berangkat agar terhindar dari drama-drama yang tidak penting dan menganggu perjalanan kalian. Simak tips-tips ala Bluepacker Indonesia.

Reminder Jadwal Penerbangan 


Pada saat saya melakukan traveling ke Bali beberapa waktu lalu, saya sempat menemukan peristiwa unik. Pada saat boarding, pramugari dan petugas bandara menemukan kejanggalan pada hitungan mereka. Mereka menemukan kelebihan penumpang 1 orang. Setelah dihitung kembali dan dicross cek, ternyata terdapat satu orang yang bukan penumpang pada hari itu. Usut punya usut, ternyata penerbangan orang tersebut bukan hari itu melainkan keesokan harinya. What a funny story. Wanita bule ini berulang kali mengucapkan "My flight should be tomorrow". Beberapa orang yang mendengar ucapannya tertawa lebar. Mungkin ini salah satu drama yang tidak diinginkan oleh traveler bukan? 

Drama ketinggalan pesawat bukan tidak mungkin akan menimpa kalian. Pekerjaan atau urusan lain yang cukup menyita perhatian bukan tidak mungkin cukup menguras perhatian sehingga tidak sempat memperhatikan kembali schedule penerbangan yang telah dekat. Untuk menghindari hal ini, gunakanlah reminder jadwal yang telah terpasang di smartphone kalian. Satu langkah simple yang sangat penting untuk menghindari drama ketinggalan pesawat. 

Riset Tujuan, Buatlah Itinerary dan Booking Hotel Dari Jauh-Jauh Hari

Setelah membeli tiket pesawat, bukan saatnya bersantai-santai menunggu waktu keberangkatkan berpetulang menurut hati. Mungkin saja ada tipikal traveler yang seperti ini, namun untuk kemudahan pada saat traveling, ada baiknya mempersiakan Itinerary dan membooking hotel jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. 

Riset Tujuan 

Misalnya, tujuan kita adalah Malaysia, khususnya Kuala Lumpur. Risetlah dengan cara mengoogling atau bertanya teman yang pernah melakukan perjalanan ke Kuala Lumpur. Dari riset tersebut, tentukan beberapa tempat/destinasi yang akan kalian kunjungi. Misalnya Twin Towers, KL Tower, KL Galleries, Bukit Bintang, Pertunjukan MUD KL dan Batu Cave

Itinerary 

Buatlah Itinerary dari riset tersebut, usahakan Itinerary mencakup biaya yang dibutuhkan misalnya tiket masuk, tranportasi dan segala macam biaya yang dibutuhkan selama perjalanan menuju ke destinasi tersebut. Misalnya untuk ke Twin Tower, dibutuhkan transportasi MRT, 2 MYR, kemudian tiket masuk untuk keatas Twin Tower adalah 85 MYR. Dan untuk destinasi selanjutnya pun sama. Disamping itu, karena kita telah melakukan riset maka dari penginapan menuju ke Twin Tower dapat kita estimasi berapa waktu yang dibutuhkan. Selain biaya dan waktu, ditambahkan pula alternatif destinasi apabila Twin Tower sedang dalam perbaikan atau jam kunjungan sudah habis. Rangkum semuanya dalam satu catatan dan diprint. Kirim file data itinerary ke email pribadi sehingga jikalau kertas itinerary hilang masih ada backup datanya di smartphone. 

Booking Hostel/Hotel 

Booking hotel ini termasuk yang wajib dilakukan dan tidak boleh dilewatkan. Saya biasanya selalu membooking hotel jauh-jauh hari, apalagi kalau luar negeri menjadi tujuannnya, maka tak bisa ditawar lagi. Booking online merupakan salah satu cara tercepat, sebut saja agoda, pegi-pegi, travelio, airyroom, zen rooms dan masih banyak lagi jasa booking online tinggal bagaimana kriteria yang dibutuhkan seluruh website tersebut dapat membantu. Salah satu keuntungan booking lebih awal adalah harga yang lumayan rendah dibandingkan booking mepet dengan waktu traveling. Saya biasa mengunakan booking.com, karena bisa dicancel tanpa terkena biaya cancel. So, silahkan booking hotel sekarang juga apabila destinasi telah ditetapkan.

Scan Dokumen Penting 


Passport adalah bukti identitas selama perjalanan di luar negeri. KTP adalah identitas anda di dalam negeri. Keduanya sangat berharga. Jika keduanya hilang, maka perjalanan kita jadi terhambat. Resiko yang paling fatal adalah resiko deportasi. So, sudah saatnya menjadi pejalan yang baik dengan melakukan tindakan simple yaitu scan dokumen penting seperti Passport, KTP, dan dokumen lain yang dirasa penting.

Packing, Bagasi Dan Pilihan Baju Sesuai Cuaca 


Ada baiknya memastikan apakah tiket pesawat sudah termasuk bagasi atau tidak. Jika tidak termasuk bagasi, lihatlah kebijakan berapa KG yang diperbolehkan untuk dibawa, jika hanya boleh dibawah 10 Kg, silahkan packing sesuai dengan berat yang telah ditentukan. Selain bagasi, yang perlu diperhatikan adalah musim apakah negara yang dituju. Jika musim dingin tentunya dibutuhkan jaket musim dingin dan pakaian dalam yang tahan dingin atau heatech. Atau jika musim panas, maka yang dibutuhkan adalah kaos yang mudah menyerap keringat dan celana pendek serta topi. Setelah semua siap, silahkan packing dan pastikan lagi jangan sampai tertinggal. Happy packing, tapi ingat jangan sampai terlalu berat ya.

Siapkan Obat-obatan Dan Vitamin

Cuaca yang tidak sama dengan negara kita membuat tubuh akan melakukan penyesuaian pada suhu. Apabila tubuh mampu menyesuaikan diri, maka tidak ada masalah. Namun, ketika tubuh lemah dan suhu berganti secara extreme, maka terjadilah penyakit. Obat-obatan dan vitamin sangat diperlukan dalam kondisi seperti ini. Kadang kala kita melewatkan membawa obat-obatan pribadi karena koper telah penuh, akibatnya traveling menjadi tak menyenangkan. Sekali lagi pastikan membawa obat-obatan yang praktis dalam kemasan kecil dan bisa dimasuk dalam koper yang telah penuh sekalipun.

SIM Card Dan WIFI

Dengan itinerary yang sangat padat dan kamu seorang diri, dibutuhkan koneksi internet dan maps supaya tidak tersesat. SIM Card ataupun WIFI sangatlah membantu kamu dalam mencari tempat tersebut. Belilah SIM Card atau WIFI pada saat kamu sampai ditempat tujuan, khususnya tujuan luar negeri.

Aplikasi Yang Membantu Traveling 


Salah satu aplikasi yang membantu pada saat traveling adalah Anavigo. Anavigo ini merupakan produk Astra yang membantu perencanaan trip, kemudian terdapat fasilitas menemukan tempat sekitar lengkap dengan keterangan, terdapat traffic report dan fasilitas lain yang memudahkan perjalanan kamu semuanya. Silahkan download disini.

Asuransi Traveling 

Biasanya dalam perjalanan khususnya ke Eropa, dibutuhkan suatu Asuransi perjalanan. Namun, sekarang sudah saatnya mengubah paradigma bahwa asuransi dibutuhkan bukan hanya untuk perjalanan ke Eropa saja, melainkan semua perjalanan. Lalu timbul pertanyaan, apakah Asuransi ini mahal? Jawabnya tergantung dari level perlindungan dan tingkat premi yang ditangung. Silahkan cek disini.

Bawa Tongsis Dan Perlengkapan Kamera

Membawa tongsis merupakan kewajiban sebagian orang, namun apabila solo traveler, maka hal ini menjadi sebuah keharusan. Selain akan mempermudah foto diri sendiri, juga sangat berguna untuk mempercepat proses foto. Selain tongsis, bawalah batere cadangan dan kamera cadangan. Tujuannya tak lain tak bukan adalah untuk sebagai bagian dari backup apabila batere utama mati dan kamera utama telah kehabisan semua batere. Disamping itu, bawalah memori card yang banyak, jangan sampai memori kamu telah full pada saat mengunjungi sebuah destinasi. Selain itu, bawalah external hardisk untuk membackup semua file baik foto maupun video setelah beberapa hari traveling.

Baca Maps Dan Notes


Maps tentu saja sangat membantu apabila kita tidak memiliki koneksi ke internet atau pada saat smartphone kita mati. Selain itu, catatlah alamat penting dan hal-hal penting seperti alamat hotel, tempat wisata dan nomor-nomor penting pada saat ditujuan. Hal simple ini kadang sangat dibutuhkan apalagi pada saat terdesak, seperti menanyakan suatu alamat maka notes ini dapat digunakan.

Bawa Uang Secukupnya

Setelah membuat Itinerary dan biaya, maka pada saat traveling, usahakan untuk membawa uang sesuai yang dibutuhkan dan dilebihkan beberapa saja. Resiko bepergian di luar negeri atau di daerah lain di Indonesia, kita tidak pernah tahu. Maka disarankan membawa uang secukupnya sehingga pada saat kehilangan masih bisa terselamatkan dengan kartu kredit atau kartu debit. Jangan lupa untuk memisahkan antara uang dan kartu-kartu lain dalam tempat berbeda sehingga pada saat kehilangan, kita masih memiliki cadangan.

Update Social Media Dan Selalu Hubungi Keluarga

Seringkali kita dianggap pamer karena sering update di social media, namun tidak salahnya untuk terus update di social media. Karena dengan update di social media, keluarga dan teman-teman akan mengetahui dimana keberadaan kita. Sesekali perlu juga menghubungi keluarga melalui whatsapp dimana keberadaan kita. Tentu saja ini akan sangat membantu perjalanan, apalagi untuk seorang solo traveler hal ini harus dilakukan.

Sudahkah kamu melakukan hal-hal tersebut untuk memperlancar travelingmu? Silahkan dipraktekan tips ini ya. Sampai jumpa di tips-tips selanjutnya. 

Tips Jalan-Jalan Murah (Backpacker) Ke Korea Selatan


Korea Selatan menjadi sebuah magnet bagi penjuru dunia untuk datang dan menikmati segala bentuk wisata yang ada. Mulai dari sekedar menikmati alam, melihat gedung-gedung pencakar langit, mencoba menu makanan khas, mengunjungi tempat unik, menemui idola K-Pop dan masih banyak lainnya. Sebut saja Namsam (Seoul) Tower, Istana Gyeongbokung, Nami Island (Pulau Nami), Hanok Buckhon Village, Jeju Island (Pulau Jeju), Lotte World, Everland, Cheonggyechoen stream, Myeongdong, Insandong, Dongdaemun Market dan masih banyak tempat yang harus di kunjungi di Korea Selatan. Untuk merasakan semua keunikan tempat dan kulinernya, idealnya dibutuhkan waktu lebih dari 5 hari. Sayang sekali kalau ke Korea Selatan hanya satu atau dua hari saja dan tidak mengunjungi berbagai tempat tersebut.

Korea Selatan memiliki 4 musim yang tak dimiliki oleh negara tropis seperti Indonesia. Bukan rahasia lagi kalau menikmati salju dan bermain ski di gunung es merupakan impian traveler dari Indonesia. Bahkan hanya untuk sekedar mengengam dan bermain lempar salju saja sudah merupakan hal istimewa yang tak dapat dilupakan.

Nah Traveler, lalu bagaimana caranya jalan-jalan ke Korea Selatan agar murah (atau Backpacker style), Ini dia beberapa Tips yang wajib dilakukan


1. Cari Tiket Pesawat (Airlines) 


Pengamalan membuktikan bahwa sebenarnya, tiket pesawaat ke Korea Selatan bisa didapatkan dengan range harga yang murah sekitar 2,3 Juta (PP) dengan mengunakan Arlines Air Asia X (Harga tahun 2014). Terus bagaimana cara bisa mendapatkan tiket murah tersebut? Biasanya ada beberapa hal yang harus dilakukan

Cek Harga Pesawat Promo

Air Asia memiliki hari khusus untuk menawarkan promonya yaitu pada minggu malam sekitar pukul 23.00 WIB atau waktu Malaysia, karena Air Asia bermarkas di Malaysia. Namun, tidak setiap minggu, Air Asia menawarkan promo-promonya, sehingga patut dicek secara berkala setiap minggunya.

Untuk maskapai lain, promo dilakukan secara periodik, artinya tidak sesering Air Asia yang bisa setiap minggu namun Promo biasanya dilaksanakan pada saat menjelng liburan sekolah, natal dan tahun baru, dan masih banyak momen untuk promo.

Berlangganan Email 

Saat maskapai memberitahukan promo, biasanya akan tersebar melalaui email, sehingga sangat disarankan untuk berlangganan email sehingga informasi penting apapun dapat atau promo apapun tidak akan terlewatkan.

Cek dan Bandingkan Harga

Saat ini ada beberapa situs yang dapat membandingkan harga satu maskapai dengan maskapai lainnya dengan satu klik saja, maka informasi harga berserta tanggal keberangkatan dan pulang dapat dilihat. Bisa saja tiket peswat Promo yang diidam-idamkan cocok harganya sehingga langsung di beli.

Beberapa situs yang dapat membandingkan harga tanpa perlu repot ada SkyscannerWegoTravelokaUtiketTiket.com dan masih banyak lainnya.

Booking Tiket Jauh-jauh Hari

Meskipun jadwal traveling atau jalan-jalan Traveler masih sangat jauh atau satu tahun kedepan, tidak ada salahnya untuk membooking dari jauh-jauh hari. Harga yang akan didapatkan sangat fantastis jika di book jauh-jauh hari.

2. Cari Ho(s)tel Murah


Mencari Hotel atau Hostel atau bahkan apartemen di Korea Selatan merupakan hal yang gampang-gampang susah, apalagi pada saat musim dingin. Namun, ada beberapa situs yang memungkinkan untuk melihat satu per satu kondisi hotel atau hostel yang menjadi pilihan nantinya. Situs tersebut antara lain Booking.comAgoda.comHostelworld.com, Wego, Traveloka dan masih banyak lainnya. Namun dari beberapa yang disebut, hanya dua yang bisa dibayar pada saat kedatangan yaitu Booking.com dan Hostelworld.com tapi memang dengan harga yang agak mahal daripada lainnya.

Melalui Agoda.com, Traveler bisa mencari hostel atau hotel mulai dari yang termurah sampai yang termahal, daerah pun bisa disesuaikan misalnya yang suka belanja bisa saja di Myeongdong dan bisa melihat kondisi hostel atau hotel melalui foto-fotonya.

Ini dia beberapa hostel atau hotel pilihan yang murah di Seoul

Hostel Korea Original

Terletak di Jongno-gu, hostel ini menarwarkan sensasi menjadi orang Korea Selatan sebenarnya. Tempat tidur yang disediakan memang sengaja dihadirkan dengan bentuk tradisional. Untuk book silahkan disiniHarga per malam sekitar 22 USD (Sekitar 250 rb).

Sinseoldong Station Residence Dongdaemun

Letak hostel tak jauh dari Dongdaemun Market yang terkenal dengan pasar yang menjual segala jenis makanan tradisional. Hostel ini berjarak 4 KM dari pusat kota sehingga sangat layak menjadi salah satu pilihan menginap. Harga per malam sekitar 18 USD (Sekitar 200 rb). Silahkan book disini.

Myoengdong Town Guesthouse

Tidak puas hanya sekali atau dua kali mengunjungi Myeongdong, mungkin hostek ini adalah pilihan yang menarik untuk menginap. Siapkan diri dan uang untuk berbelanja segalanya di myengdong. Untuk booking disini. Rate per malam sekitar 200rb an.

3. Call Friend dan Couchsurfing


Bagi sebagian orang termasuk saya, menginap dirumah atau apartemen seseorang yang baru dikenal atau teman merupakan solusi terbaik untuk menghemat sebagian besar biaya perjalanan ke Korea Selatan. Memang tidak terlalu signifikan, namun bisa menghemat setidaknya biaya akomodasi selama berada di Korea Selatan.

Untuk menginap gratis, usahakan menghubungi teman atau saudara yang tinggal di Korea Selatan dengan memberitahu dari awal pada saat membooking sehingga teman atau saudara kita akan mempersiapkan dengan maksimal.

Satu lagi cara agar dapat menginap gratis bisa melalui couchsurfing.com. Bagi yang belum mengetahui, couchsurfing.com adalah salah satu situs yang menyediakan teman sesama tarveler yang tinggal di berbagai belahan dunia untuk menjadi host atau tuan rumah dari traveler lain yang ingin singgah di negaranya tanpa memunggut biaya sepeserpun. Namun perlu diketahui, setiap host memiliki peraturan yang harus ditaati oleh traveler.

4. Transportasi Umum 


Setelah menghemat biaya tiket pesawat dan penginapan atau akomodasi kini saatnya untuk menghemat biaya perjalanan dengan mengunakan transportasi umum (Public Trasportation) di Korea Selatan. Oh iya sebelum mengunakan trnsportasi umum sangat disarankan untuk membeli T-Money.

T-Money 

T-Money itu sebuah alat pembayaran untuk segala jenis transportasi mulai dari subway, bus dan taksi serta dapaat digunakan untuk berbelanja di mini market atau bahkan supermarket di seluruh Korea Selatan. Cukup dengan satu kartu dan sangat usefull. T-Money dapat dibeli secara langsung di Seven Eleven, Mini Stop dan Fending Machine di subway atau tempat umum lainnya.

Tranportasi beragam

Korea Selatan memiliki beragam transportasi yang dapat dipilih, setidaknya ada subway/kereta dan bus. Kenapa sangat disarankan untuk menaiki dua moda tranportasi ini, karena sangat nyaman dan murah. Untuk menghemat lagi, usahakan carilah jalur secara benar dan usahakan tempat yang dikunjungi berdekatan satu sama lain sehingga tidak membutuhkan transportasi tambahan atau bahkan taksi.

5. Tempat Wisata 


Tempat wisata di Korea Selatan sangat beragam sekali mulai dari yang membayar tiket masuk dengan harga ratusan ribu atau bahkan jutaan sampai yang gratis. Iya Korea Selatan pun memiliki tempat wisata eksotis yang murah dan gratis. Traveler tidak percaya? mari kita lihat satu per satu tempat wisata tersebut.

Love Lock "Gembok Cinta" di Namsan Tower 

Namsan (Seoul) Tower menjadi tempat sangat romantis apabila dikunjungi dengan pasangan karena terdapat gembok cinta yang sangat  unik dan dapat melihat pemandangan kota Seoul dari atas bukit Namsan.

Myoengdong, Dongdaemun dan Insadong

Window shopping atau sekedar menikmati ramainya pusat perbelanjaan di Seoul ini merupakan tempat-tempat yang wajib dikunjungi. Apabila tak berminat untuk berbelanja atau sekedar menikmati suasana, tempat-tempat ini sangat direkomendasikan.

Monumen King Sejong

Jika tak berfoto atau mengunjungi monumen King Sejong, maka bisa dipastikan traveler belum pernah ke Seoul atau bahkan ke Korea Selatan. King Sejong adalah penemu huruf Hangul yang digunakan oleh Korea Selatan sampai saat ini.

Hanok Buckhon Village

Hanok Buckhon Village ini merupakan rumah tradisional Korea Selatan yang masih sangat terawat sampai sekarang. Dahulunya, kompleks perumahan ini merupakan tempat tinggal para bangsawan dan sudara dari Kerajaan.

6. Street Food dan Mini Stop (Mini Market)


Street Food (Kuliner Jalanan) bisa menjadi alternatif untuk menghemat biaya makan, apalagi makanan jalanan di Korea Selatan sangat bersih dan layak jadikan pilihan. Selain street food, mini stop (mini market) juga menjual makanan set yang dijual dengan harga murah. Apabila kangen dengan masakan Indonesia, saya biasa membawa rendang, abon atau bahkan teri kacang yang di makan bersama dengan nasi istan yang bisa di beli di mini market.

Begitulah tips yang bisa dishare ke Traveler yang ingin menghemat di Korea Selatan.

Sampai jumpa di Korea Selatan ya.