Tantowi Ahmad Dan Liliyana Natsir Jadi Duta Jam Tangan Tissot Di Asian Games 2018


Asian Games 2018 masih berlangsung dan salah satu olahraga yang menjadi favorite saya adalah Bulutangkis. Dulu, hampir setiap minggu saya disuguhkan pertandingan antar RT atau Desa. Om saya adalah salah satu peserta. Om adalah adik paling bungsu dari Ayah saya. Jangan ditanya apakah  Om saya bisa bermain atau tidak, tapi tanya bagaimana semangatnya saat bertanding melawan RT sebelah. Keriaan dan kemeriahan inilah yang masih melekat hingga sekarang. 

Selain menonton pertandingan tiap malam, saya juga biasanya menyaksikan secara langsung pertandingan tepok bulu melalui televisi. Susi Susanti, Mia Audina, Taufik Hidayat, Ricky Subagja, Rexy Mainaky, dan masih banyak deretan nama yang masih teringat hingga sekarang. Kini, pada Asian Games 2018, Indonesia bertumpu dengan Markus Gideon/Kevin Sanjaya, Gresya Polii/Apriyani/Rahayu dan Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir. 


Dalam Asian Games 2018, ketepatan waktu adalah segalanya. Bayangkan jika seluruh jadwal pertandingan yang ada di Asian Games berjalan tanpa adanya waktu yang tepat dari setiap cabang olahraga, maka segalanya akan berjalan secara tidak teratur dan berantakan. Betapa pentingnya sebuah ketepatan waktu. Selain ketepatan waktu, dibutuhkan juga skor, catatan waktu dan hasil pertandingan. Di Bulutangkis, ketepatan waktu menjadi penting untuk memulai sebuah pertandingan dan selama pertandingan. Atlet yang bertanding pun membutuhkan ketepatan waktu yang menjadi bagian dari strategi, kedisiplinan dan kemenangan. 


Beruntung saya bisa menyaksikan secara langsung pertandingan bulutangkis babak beregu yang kini memasuki babak akhir untuk perseorangan. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah pertandingan antara Indonesia melawan Hongkong. Gresya Polii dan Apriyani Rahayu berhasil menang menlawan ganda putri dari Hongkong dengan 2 set langsung. 

Idola saya lainnya adalah Tantowi Ahmad dan Liliyana Natsir adalah peraih medali di Olimpiade 2016 di Rio De Janerio, Brazil. Dan kali ini menjadi andalan Indonesia meraih medali emas di Asian Games 2018. Semoga bisa mendapatkan medali emas yang diharapkan oleh masyarakat Indonesia. Aamiin.


Siapa yang tak kenal dengan Tissot, sebuah brand jam tangan yang memiliki nama yang sudah mendunia. Tissot dikenal sangat klasik namun sangat menyesuaikan kebutuhan seluruh usia. Jadi Tissot sangat memahami kebutuhan generasi milenial zaman now. Dan, pada Asian Games 2018 kali ini, Tissot dipercaya secagai Time Keeper, yang sangat penting dalam sebuah multievent terbesar di Asia ini. 

Tissot juga meluncurkan jam tangan yang merupakan edisi khusus Asian Games 2018 dengan brand ambassadornya adalah Tantowi Ahmad dan Liliyana Natsir. Kedua atlet ini selalu menjadi Idola saya karena konsistensinya dalam menjadi yang terbaik di Asia bahkan Dunia. Owi/Butet (sapaan akrab) adalah salah satu ganda campuran terbaik yang dimiliki oleh Indonesia. 


Apa sih yang membuat Tissot selalu dihati? Saya menilai Tissot memiliki kualitas dan style yang klasik namun sangat kekinian. Jarang sekali jam tangan yang mampu memiliki style unik namun bisa memikat tanpa batasan usia. Swiss terkenal sebagai pembuat jam tangan tersohor di Dunia, nah Tissot ini merupakan brand dari Swiss sehingga teknologi dan stylenya pun sudah merupakan yang paling baik diantara lainnya. 

Selain, di lapangan bulutangkis, saya bisa melihat laangsung pertandingan renang yang kebetulan bersebelahan dengan Istora Senayan. Kita tahu bahwa ketepatan waktu yang dihasilkan dalam sebuah hasil pertandingan terutama renang ini pun sangatlah penting. Catatan waktu bukan hanya menit, namun bisa sampai pecahan waktu detik dan lebih kecil dari detik. So, Tissot sangat membantu dengan teknologinya sehingga tidak terjadi kesalah catatan waktu di kolam renang yang sudah berstandar Olimpiade ini. Wah, kece ya ternyata keberhasilan sebuah event pun terdapat brand yang sangat berkualitas seperti Tissot ini.



Setiap yang mendukung kelancaran Asian Games 2018 ini adalah sebuah kehormatan bagi Indonesia karena ini akan menjadi kesuksesan bersama sehingga Asian Games di Jakarta dan Palembang ini akan menjadi pesta olahraga yang tak akan terlupakan sepanjang masa. Bagi saya yang menyaksikan langsung tentunya menjadi hal yang tak terlupakan bahkan akan saya ceritakan kepada anak cucu nantinya, karena momen ini belum tentu bisa terulang dalam waktu yang relatif singkat. 

Terima kasih Tissot untuk ketepatan waktu yang diberikan selama Asian Games 2018 berlangsung. Yuk kita dukung kesuksesan Asian Games 2018 ini dengan terus mendukung Indonesia dan tetap sportif dengan kemenangan negara lain.  

Serunya Menyaksikan Pembukaan Asian Games 2018


Siapa sih yang ngga kepengen nonton pembukaan perhelatan akbar se-Asia di Jakarta dan Palembang? Saya termasuk diantaranya yang pengen banget menyaksikan pembukaan Asian Games tersebut. Mungkin inilah momen seumur hidup sekali yang bisa dirasakan, apalagi Jakarta kali ini menjadi tempat Opening Ceremony Asian Games ke 18 ini. Kebetulan banget pembukaannya dilaksanakan pada tanggal 18 bulan delapan tahun 2018, wah memang tanggal yang sangat cantik banget kan? 

Saya ingat betul ketika Sea Games 2011 diadakan di Jakarta dan Palembang, pada waktu itu saya tidak berkesempatan menonton pembukaannya karena dilaksanakan di Palembang, tepatnya di Stadiun Jaka Baring. Dan, pada saat itu tidak bisa sekalipun menonton pertandingan apapun yang ada di Jakarta, padahal waktu itu saya sedang di Jakarta. Sangat menyesal karena tidak bisa menyaksikan secara langsung pertandingan bulutangkis yang menjadi salah satu olahraga yang saya sukai.



Kesempatan emas tidak datang dua kali, inilah saat yang pas dan tepat untuk menyaksikan secara langsung pembukaan Asian Games 2018. Saya ditemani oleh Aris dan Mba Tuty, dan beberapa teman media lain mendapatkan kesempatan langka ini. Sehari sebelumnya, saya sempat curhat di Socmed, kenapa saya tidak mendapatkan kesempatan untuk nonton seperti teman saya. Eh, dasar memang sangat beruntung, saya dikontak seseorang dan memberikan tiket gratis kepada kami bertiga. Wah, sungguh sebuah kebetulan yang sangat tidak disangka-sangka. 

Mungkin, dari sekitar 250 juta penduduk Indonesia, saya adalah satu dari diantara ribuan orang yang bisa menonton secara langsung dari Gelora Bung Karno. Beberapa tahun nanti, saya bisa cerita dengan bangga, bahwa saya pernah menyaksikan secara langsung acara terakbar ini. 

Sore itu sekitar pukul 5 sore, saya dan beberapa orang lain menyusuri jalan setapak di kawasan Gelora Bung Karno yang telah dipercantik sehingga sangat nyaman dan bersih. Sebelumnya kami berkumpul di FX Sudirman untuk meeting pointnya. Pengamanan acara pembukaan sangatlah ketat, bahkan terdapat beberapa pemeriksaan berlapis yang membuat kami selalu menyiapkaan tas untuk diperiksa di beberapa lokasi seperti di pintu masuk kawasan GBK dan pada saat dipintu masuk stadion GBK. 



Sebelum acara inti, terdapat acara hiburan diluar dari artis utama yang akan mengisi acara pada pembukaan Asian Games. Nah, setelah acara hiburan, kemudian masuk kepada acara inti dengan masuknya motor yang dinaiki oleh Presiden Jokowi. Kemudian, Pak Jokowi masuk ke tribun kehormatan dengan tamu-tamu dari berbagai negara di Asia. Setelah itu disambut dengan tarian dari Provinsi Aceh, yaitu tari Bugong Jeumpa dan ditarikan masal oleh ribuan orang dengan membentuk formasi yang sangat apik dan cantik. Saya sangat terpukau dengan formasi yang dibuat oleh penari-penari yang dengan cepat dapat mengganti pakaiannya dalam hitungan detik.

Suatu kebanggaan, tari daerah dapat naik tingkat ke level Asia dan ditonton milyaran pasanga mata di seluruh kawasan Asia. Bahkan, kecepatan gerakan yang ditampilkan tidak nampak kelelahan atau melambat, malah justru semakin cepat dan sangat cepat.



Setelah pembuka yang sangat cantik kemudian dilanjutkan dengan parade atlet dari seluruh negara Asia yang mengikuti perhelatan olahraga terbesar di Asia bahkan Dunia. Diawali dengan Afganistan dan negara-negara lain sesuai abjad serta diakhiri dengan parade dari tuan rumah, Indonesia. Selama parade, penonton selalu mendukung seluruh negara tersebut tak terkecuali dari Palestina.

Setelah parade atlet kemudian dilanjutkan dengan acara seremonial seperti sambutan, janji atlet dan lainnya. Setelah acara seremonial tersebut dilanjutkan dengan penampilan Via Vallen dengan lagu Meraih Bintang dan ditutup dengan lagu Bright As The Sun, yang dinyanyikan oleh Ariel, Sheryl dan Rian D'massive.



Sungguh pengalaman yang sangat luar biasa, bisa menyaksikan pembukaan Asian Games 2018 di Jakarta ini. Mungkin, peristiwa ini akan menjadi sejarah yang manis, dan belum tentu akan diulang dalam beberapa tahun kedepan. Sukses dan selamat bertanding atlet Indonesia. 


Melihat Cantiknya Trotoar dan Infrastruktur Pendukung Asian Games 2018


Suatu hari di Jakarta, saya berjalan dari Kemendikbud ke Kawasan Gelora Bung Karno, tempat perhelatan Asian Games 2018 akan segera digelar. Saya mulanya hanya biasa aja melintasi trotoar yang selama ini biasa saya lalui. Tanpa sadar, saya mendapati ada yang baru dari trotoar ini. Rasanya trotoar ini lebih bagus dari sebelumnya. Saya cukup kagum dan menyimpan tanda tanya siapa yang membuat sentuhan perubahan ini untuk beberapa lama. 

Sebagai pejalan kaki yang biasanya menggunakan trotoar untuk melintas dari satu tempat ke tempat lainnya membutuhkan kenyamanan dan keamanan. Saya sering mengalami kesulitan ketika melintas disebuah trotoar yang sempit dan digunakan untuk parkir atau malah digunakan untuk melintas kendaraan bermotor. Rasanya ingin sekali teriak dan mengertak para pelaku yang tidak menghormati pejalan kaki. 

Standar trotoar di Taman Mataram, Blok M. Sangat nyaman untuk dilalui pejalan kaki.
Setelah melihat secara langsung trotoar yang berada di Taman Mataram, seketika itu saya mulai terkesima. Inilah trotoar yang selama ini diidamkan oleh pejalan kaki. Trotoar tersebut sangat luas, dilengkapi dengan jalur khusus untuk disabilitas, rapi dan bisa menyerap air ketika hujan. Bahkan, pembangun trotoar tersebut tidak menebang pepohonan yang tumbuh di sekitar kawasan tersebut sehingga menambah keindahan. 

Saya berkunjung ke Taman Mataram bersama rombongan dari Holcim dan Dinas Bina Marga DKI Jakarta yang sangat concern dengan perbaikan sarana jalan seperti Jalur Busway dan Trotoar di wilayah DKI Jakarta. 

Pembangunan Jalur Busway Super Cepat Dengan SpeedCrete Holcim


Pernah ngga terbayang di benak kita bagaimana bisa jalur busway yang sangat panjang itu dikerjakan dengan cepat tanpa menggangu lalu lintas ketika siang hari dan hanya dikerjakan pada malam hari saja? Pastinya kita tidak akan pernah tahu karena pembuatannya pun sangat cepat bahkan ketika kita tidur dan bermimpi, para pekerja mengerjakan dengan sangat cepat. Ternyata rahasianya terletak pada bahan atau material yang digunakan yaitu produk beton dengan teknologi SpeedCrete dari Holcim. Ultra Fast Track Engineering inilah yang membuat perbaikan jalan hanya dalam waktu hitungan jam yaitu sekitar 8 Jam, sehingga pada saat pagi sudah dapat digunakan kembali.

Perbandingan SpeedCrete dengan produk atau teknologi lainnya adalah pada manajemen lalu lintas, lama waktu pengerjaan,  sumber daya manusia, material dan kualitas yang dihasilkan. Dari segi manajemen lalu lintas, SpeedCrete akan menjamin bahwa pada saat pagi hari tidak akan menganggu lalu lintas sedangkan yang lainnya harus menutup jalan selama beberapa hari untuk pengerjaannya. Dari lama waktu pengerjaan, SpeedCrete cenderung memakan waktu paling lama 8 jam sedangkan yang lain dalam waktu hitungan hari. Sumber daya manusia yang dibutuhkan tentu saja lebih ahli untuk mengoperasikan peralatan pada SpeedCrete, sedangkan lainnya hanya membutuhkan buruh kasar. Material tentu saja SpeedCrete menggunakan Ultra High Strength Concrete dan kualitas yang dihasilkan berdasarkan Performance Base. 


Perbaikan Trotoar Dengan DekoCrete dan ThruCrete Dari Holcim


Taman Mataram merupakan salah satu tempat yang sangat ramah bagi pejalan kaki. Lihat saja sekarang trotoar yang berada dekat dengan pembangunan MRT Jakarta. Sejalan dengan pembangunan lainnya menuju Asian Games 2018, trotoar pun mendapatkan prioritas oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta yang bekerjasama dengan Holcim telah mengerjakan Jalur Busway di sepanjang jalan Jendral Sudirman, MH. Thamrin dan Sisingamangaraja yang kurang lebih panjangnya mencapai 2,55 KM. Selain jalur busway, trotoar pun mendapatkan prioritas yang sama.

Nah, Taman Mataram inilah yang menjadi salah satu yang diperbaiki untuk menyambut Asian Games 2018, selain di kawasan Sudirman tepatnya disepanjang kawasan Gelora Bung Karno. Wah, saya sudah tidak sabar untuk mengunjungi kembali kawasan Gelora Bung Karno, karena sudah lama tidak dibuka untuk umum, hanya beberapa event saja seperti pertandingan sepak bola lalu. 


Lalu teknologi apa saja yang membuat trotoar tersebut menjadi cantik dan sangat ramah bagi pejalan kaki? Yes, teknologi yang digunakan adalah DekoCrete dan ThruCrete dari Holcim. DekoCrete adalah teknologi yang mampu membuat bentuk benton dengan keindahan sesuian dengan kebutuhan salah satunya trotoar. Sedangkan ThruCrete adalah beton berporti yang mampu menyerap air sehingga tidak terjadi kerusakan dan bisa diserap oleh tanah secara lansung, seperti halnya trotoar di kawasan Gelora Bung Karno yang sebentar lagi akan dibuka untuk umum setelah Pembukaan Asian Games 2018. 

Holcim Mortar

Holcim Mortar adalah semen instan untuk aplikasi dinding tertentu, yaitu Pasangan, Plesteran dan Acian. Produk ini sangat mudah digunakan oleh siapa saja bahkan ibu rumah tangga pun dapat menggunakannya karena hanya dicampur antara mortar dengan air sesuai dengan takarannya. Produk ini lumayan membantu dalam rumah tangga dan pengembang terutama untuk proyek yang membutuhkan banyak bahan material terutama untuk interior dan perumahan. 



Pemilihan material yang digunakan untuk Trotoar dan Jalur Busway merupakan pilihan tepat karena sangat berkualitas dan sangat efisien dari segi waktu dan lainnya. Sebagai pejalan kaki, saya menyambut baik perbaikan ini, dan semoga bisa diterapkan diseluruh kawasan DKI Jakarta. Holcim masih menjamin perawatan dan maintenance seusai pembangunan selama 2 tahun, sehingga sangat membantu perawatan terutama trotoar yang sering terjadi kerusakan terutama pada saat musim hujan. 

Fasilitas publik sejatinya bukan hanya tanggung jawab dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta ataupun Holcim, namun merupakan tanggung jawab bersama-sama antara pemerintah, pembangun dan pemakai fasilitas tersebut yaitu masyarakat. 

Gunakan fasilitas publik seperti menggunakan fasilitas yang ada di rumah sendiri sehingga tidak akan mudah rusak ataupun terbengkalai. Seperti biasanya, pekerjaan membangun bisa dilakukan dalam waktu satu hari namun tugas menjaganya adalah berpuluh-puluh tahun bahkan seumur hidup. Yuk, kita jaga trotoar dan fasilitas publik lainnya. 



Mudahnya Beli Tiket Asian Games 2018 Online Via Kios Tix Yang Terlindungi Asuransi Mandiri AXA General Insurance (MAGI)


Asian Games 2018 sudah semakin dekat, kira-kira kurang lebih 2 minggu lagi kita akan menyaksikan perhelatan olahraga terbesar kedua setelah Olimpiade. Saya sih sangat menunggu, terutama karena saya penggemar Bulutangkis dan saya sangat suka kalau ada atlet yang membawa nama Indonesia di kancah Asia. Rasanya pengen setiap hari mendukung atlet tersebut sehingga dapat medali, syukur-syukur dapat medali Emas seperti yang kita harapkan bersama ya. 

Bulutangkis merupakan cabang olahraga andalan Indonesia untuk meraup 2 atau 3 medali Emas. Ganda Putra, Ganda Campuran dan Ganda Putri diharapkan mampu mengumandangkan lagu Indonesia Raya di Istora. Saat Asian Games 1962, Indonesia berhasil meraih 5 Emas melalui beregu putra dan putri, tunggal putra dan putri serta ganda putri di Istora. Kini, saya yakin Indonesia akan mengulang sukses yang sama dengan menjadi juara umum di cabang bulutangkis, semoga itu terjadi, Amin.


Ngomongin nonton Asian Games, tak lepas dari masalah tiket. Sebetulnya saya bingung dengan cara pembelian tiket tersebut apakah harus beli secara langsung atau online dan siapa yang menjadi ooficial ticketing untuk Asian Games kali ini? Ternyata KIOS TIX lah yang menjadi pengelola tiket Asian Games kali ini dengan cara online maupun offline. 

Untuk pembelian online bisa melalui website resmi KIOS TIX yaitu https://www.kiostix.com/id/AsianGames2018 atau melalui booth di beberapa mall di seluruh Jakarta. 

Pembelian tiket online bisa mengakses website kemudian pilihlah olahraga yang akan ditonton, misalnya Bulutangkis atau Badminton. Kemudian pilih  hari dan event yang akan ditonton misalnya preliminary beregu putra dan pilihlah metode pembayaran dengan banyak pilihan salah satunya dengan Bank Mandiri.

Berikut adalah cara pembelian tiket melalui website KIOS TIX : 





Kerjasama antara Kios Tix dan Mandiri AXA General Insurance (MAGI)


Beberapa hari lalu, di AXA Tower lantai 12 dilakukan penandatangan kerjasama antara Kios Tix dengan Mandiri AXA General Insurance (MAGI). Kerjasama ini menegaskan bahwa pembelian Asian Games 2018 akan sangat mudah karena baik Kios Tix dan MAGI memiliki komitmen untuk memberikan yang terbaik pada saat Asian Games nanti pada tanggal 18 Agustus - 2 September 2018 di Jakarta dan Palembang.

Kios Tix merupakan perusahaan penyedia tiket yang sangat kredible sedangkan MAGI pun merupakan perusahaan asuransi yang sudah sangat berpengalaman dalam beberapa puluh tahun terakhir. 

Penandatangan tersebut dilakukan oleh President Director of MAGI, Paul Henri Rastoul dan CEO Kios Tix, Ade Sulistioputra. Dengan ini, maka jaminan tiket Asian Games akan sangat meyakinkan dan sangat terjamin.


Lalu kalau beli tiket Asian Games di Kios Tix ini apakah sudah terlindungi oleh Asuransi? 



Sangat akan dijamin bahwa pembeli tiket di Kios Tix akan mendapatkan perlindungan dari Mandiri AXA General Insurance (MAGI) dengan perlindungan dari kecelakaan selama di vemue acara. Asuransi tersebut mengcover kecelakaan diri yang terjadi pada saat perhelatan Asian Games dengan manfaat asuransi yang didapatkan adalah sejumlah Rp 10.000.000. 

Siapa pun atlet yang kamu dukung di Asian Games, Kios Tix dan MAGI akan selalu memberikan kenyamanan dan keamanan selama event berlangsung. Dengan perlindungan ini, kayak saya jadi semangat untuk terus mendukung atlet Indonesia yang berjuang mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional. 


Dukung terus atlet Indonesia dan jangan lupa beli tiketnya di website kiostix karena sudah terlindungi. Selamat teriak-teriak membela nama Indonesia. 

Cara Ampuh Mengatasi Macet Jakarta Dengan Aplikasi Moovit Selama Asian Games 2018


Asian Games sudah di depan mata, Jakarta dan Palembang berbenah bersiap menyambut event olahraga terbesar di benua Asia ini. Demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan, lalu lintas di Jakarta mau tidak mau harus direkayasa. Ganjil genap diperluas dan periodenya pun diperpanjang. Sebagai informasi, hampir seluruh negara yang menghelat event-event internasional khususnya olahraga melakukan rekayasa lalu lintas. Salah satunya Olimpiade Beijing 2012 lalu. Beijing sebagai ibukota China raksasa baru perekonomian, mengalami masalah lalu lintas yang hampir dialami oleh semua negara berkembang, yaitu macet. Jika di Jakarta pengaturan hanya sebatas plat ganjil genap, Beijing lebih ekstrim pengaturan benar-benar berdasarkan nomer plat mobil. Misal angka 1 dan 2 hanya bisa melintas di Senin dan Rabu, angka 3 dan 4 hanya bisa Kamis dan Jumat, dan seterusnya. TIdak main-main, pelajaran dari Olimpiade ini diimplementasikan bahkan setelah pekan olahraga dunia tersebut berakhir.



Lalu, kenapa Jakarta sangat perlu rekayasa lalu lintas saat Asian Games 2018 ini?  Pertama, kita sudah tahu kemacetan masih jadi masalah krusial di Ibukota dan sekitarnya meskipun segala upaya menguranginya terus dilakukan oleh Pemerintah. Namun sejatinya ini masalah klasik yang dialami hampir semua kota-kota besar negara berkembang di dunia. Apalagi, Jakarta tengah gencar membangun infrastruktur di hampir setiap sudutnya, yang mempengaruhi arus lalu lintas. Kedua, ada standar internasional pihak OCA (Olympic Council of Asia) yang menerapkan syarat waktu tempuh atlet ke venue sekitar 30 menit dan kualitas udara yang baik, setidaknya  mengikuti baku mutu harian menurut PP Nomor 41 Tahun 1999 adalah 65 mikrogram per meter kubik atau  baku mutu  menurut WHO adalah 25 mikrogram per meter kubik.



Pasti ada pro kontra, tapi kita hampir tidak punya pilihan lain selain mengatur ulang lalu lintas dibarengi tentu saja penyediaan angkutan umum yang lebih memadai. Kebijakan meliburkan kegiatan ekonomi, pastilah bukan pilihan yang bijak. Bagi yang setiap hari berkendaraan umum, rekayasa lalu lintas ini bukan sebuah masalah besar. Jika diamati, di dunia maya, netizen yang tidak mendukung berasal dari mereka yang sudah nyaman dengan kendaraan pribadinya dan terlihat tidak mengenal transportasi publik di Jakarta. Citra kendaraan umum di Jakarta, sudah terlanjur melekat seperti tahun 1990an dan awal 2000an, yang kumuh, berdesak-desakan, tidak aman dan jauh dari kata nyaman. Sayang sekali masih ada anggapan seperti itu, transportasi publik di Jakarta memang belum sempurna, namun kita tidak bisa menutup mata, bahwa makin hari semuanya makin baik.

Tentu saja perlu dilakukan penyediaan angkutan umum untuk menunjang mobilitas masyarakat akibat dari kebijakan pengaturan penggunaan pribadi serta mendukung kebutuhan penonton dan wisatawan mancanegara yang berkunjung  ke event Asian Games. Kebijakan ini meliputi penambahan armada bus Transjakarta ke venue sebanyak 76 unit dari kondisi existing 294 unit, penyediaan 57 unit bus dari Hotel/Mall ke Venue, penyediaan 204 bus khusus untuk wilayah-wilayah yang terdampak perluasan kebijakan ganjil-genap, serta penyediaan 10 unit bus guna keperluan non pertandingan (wisata). Menariknya, semua bus dengan trayek menuju venue akan digratiskan untuk masyarakat umum.



Penggunaan Teknologi

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan juga menyarankan para pengguna transportasi publik untuk menggunakan Moovit. Moovit adalah aplikasi transportasi publik yang bisa diakses dengan gratis Untuk bisa menggunakannya kita bisa melakukannya dengan dua cara, pertama mengunduh aplikasi moovit gratis di google play, kedua menggunakan moovit versi mobile. Dengan menggunakan aplikasi ini kita bisa melihat jadwal kereta dan bis, serta angkot. Selain itu juga bisa kita cek waktu kedatangan, notifikasi tujuan dan rute detail di dalam maps, sehingga kita bisa dengan mudah menemukan rute di jakarta dengan cara paling efisien dan efektif. Selain menyediakan menu pemilihan moda transportasi paling cepat ke suatu tujuan, moovit juga memiliki beberapa feature keren:




- Ada notifikasi jika kita sampai di suatu halte, atau tujuan atau ketika harus berpindah moda, sehingga kita tidak perlu khawatir dan terus menerus mengecek kita sdh sampai halte mana saat berkendara.
- terdapat informasi jarak total yg ditempuh, jarak antar halte, maupun jarak antara satu moda dengan moda yang lain jika perjalanan harus menggunakan beberapa moda transportasi yang berbeda.
- terdapat informasi berapa lama kita harus menunggu suatu moda transportasi sampai moda tersebut sampai

Bagi yang tetap akan berkendaraan pribadi, BPTJ pun memfasilitasi melalui kerja sama dengan Google Indonesi dimana Google Map telah disinkronkan dengan kebijakan ganjil genap . Aplikasi  ini akan memberikan informasi mengenai rute  mana yang harus dilalui jika menggunakan kendaraan pribadi agar tidak melanggar jalur ganjil genap. Pengguna juga akan mendapatkan informasi waktu tempuh yang dibutuhkan jika melalui jalur alternatif.  Jika mendapatkan hambatan, pengguna dapat berganti menggunakan kendaraan umum dan cari tahu rutenya melalui Moovit.



Kepala BPTJ, Bambang Prihartono menjelaskan tersedianya fitur tersebut bermanfaat bagi masyarakat untuk cepat mengenal perluasan kebijakan ganjil genap dengan cara yang praktis, serta mendorong mereka untuk lebih cepat beradaptasi. 
Nah, sudah banyak kemudahan yang ditawarkan, bukan? Jadi tidak ada alasan untuk tidak mendukun Asian Games 2018

Ayo Indonesia!