Ayo Indonesia Bergerak, Kampanye Anlene Melawan Gaya Hidup Mager



Saya termasuk orang yang malas bergerak karena sesuatu hal dan kesibukan yang tak dapat ditinggalkan, namun beruntung saya sering traveling keluar kota atau bahkan ke luar negeri. Dan, pada saat traveling saya terpaksa untuk bergerak lebih banyak daripada hanya berdiam diri dikosan. Kalau dihitung-hitung gerak langkah yang dihasilkan dari traveling itu melampaui olahraga yang saya lakukan pada setiap minggu.

Melalui traveling saya dapat menaklukan anak gunung Krakatau yang tingginya ratusan meter, kemudian saya pun kembali menaklukan puncak-puncak tertinggi di kepulauan Komodo pada akhir tahun 2017. Dan yang terakhir, saya berpetualang di alam Kebumen yang memiliki gua -gua, bukit, pantai dan karang yang sangat indah. Karena saya lakukan dengan senang, maka tak terasa ratusan bahkan ribuan langkah telah terlewati. 

Sebetulnya, rutin berolahraga adalah jawaban yang seharusnya bagi saya. Tidak dapat ditawar lagi karena dengan olahraga, tubuh akan menjadi bugar. Namun, ketika ditanya apakah bisa menjaga rutinitas sedangkan jadwal atau kegiatan sehari-hari sangatlah padat. Ini problematika semua orang, dan dapat disiasati dengan olahraga ringan yang dapat dilakukan oleh siapa pun. Yuk, kita telusuri lebih jauh lagi, apa yang disebut olahraga ringan tersebut.

               

Oh iya, sebetulnya penyebab malas bergerak atau Sedentari adalah gaya hidup yang serba digital. Saya juga sebagai generasi milenial sangat tergantung pada smartphone. Apapun yang saya lakukan sangat berhubungan dengan gadget, bahkan untuk sekedar ke tempat yang tidak jauh pun saya memesan ojek online. Sebetulnya ini kebiasaan yang sangat jelek, jangan sampai ditiru ya, hehehe. 

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 dari Kementerian Kesehatan menunjukan bahwa 24,1% penduduk Indonesia menjalani perilaku mager atau sedentari selama 6 jam per hari. Wow, ini data yang sangat mengejutkan sih bagi saya. Nantinya dengan perilaku ini maka bertambah banyaknya resiko penyakit tidak menular. Bayangkan saja penyakit seperti jantung, darah tinggi, kolesterol dan lainnya menjadi ancaman yang sangat serius. 

Lalu bagaimana mengatasi gaya hidup mager tersebut? Ayo Bergerak! Ayo Olahraga! Sebetulnya sangat mudah mengatakan untuk berolahraga namun prakteknya sangat sulit dilakukan. Setelah mendapatkan pencerahan dari ketiga pembicara yaitu Ibu Rohini Behl, Dr. Ade Jaena L. Tobing dam Ibu Ines Yumahana Gulardi menjelaskan tentang pola olahraga yang bisa dilakukan oleh siapapun termasuk ibu-ibu rumah tangga atau pekerja kantoran. 



Apa saja yang harus dilakukan untuk melakukan olahraga ringan? Sebetulnya gerakan ringan seperti stretching, melakukan latihan di kursi, jalan-jalan atau jogging yang dilakukan dirumah sangat mudah dan dapat dilakukan oleh siapapun. Dan, harus dilakukan rutin setiap hari atau dua hari sekali selama 30 menit. Bagi orang yang memiliki kelainan tulang seperti pengapuran atau peradangan pada tulang yang tidak dapat melakukan gerakan lari atau yang bisa mengakibatkan tulang atau sendi menjadi memburuk, dapat melakukan olahraga seperti pilates, yoga, renang dan lainnya. 

Lalu untuk nutrisi atau pola makan juga harus diperhatikan, jangan sampai kegiatan yang sangat pada dan olahraga menjadikan tubuh kurang nutrisi malah menjadikan sakit atau penyakit lainnya. Anlene merupakan susu dengan zat gizi yang membantu kekuatan dan kesehatan tulang, sendi dan otot sehingga dapat bergerak lebih aktif lagi. 

   
Pada saat event kami mendapatkan kesempatan untuk mengabadikan apa saja gerakan atau olahraga ringan yang dapat kami lakukan di seluruh bagian rumah termasuk ruang makan, dapur, kamar tidur, ruang keluarga dan taman. Dari hal ini, kami mendapatkan secara langsung seperti melakukan gerakan olahraga ringan dan kegiatan yang menuntut kami untuk terus bergerak seperti kampanye Anlene yaitu Ayo Indonesia Bergerak.

Kampanye Ayo Indonesia Bergerak ini meliputi estafet dari Yogyakarta ke Jakarta untuk menginspirasi masyarakat Indonesia bergerak lebih aktif untuk melawan gaya hidup mager. Sebanyak 250 pelari dan pesepeda untuk melakukan perjalanan sejauh 600 KM ke Jakarta. Puncaknya pada tanggal 22 April 2018, akan diadakan acara yang sangat inspiratif dan menggugah Indonesia untuk terus bergerak. 

Yuk mulai sekarang dan mulai dari hal-hal kecil serta dimulai dari diri sendiri di rumah. 

Social Media Anlene

Facebook : Anlene Indonesia 
Instagram : @anlene_indonesia