Sajak Diiringi Karinding Persembahan Langit Tjerah dan Perpustakaan Jalanan Atap Usang

Selain sajak dari Iwan Bonick, ada juga pembacaan sajak yang dibawakan oleh Vrandes dari komunitas literasi Langit Tjerah Cikarang berjudul "Sajak Jalanan Bertanya". Yang unik dari sesi pembacaan sajak ini adalah iringan suara Karinding, alat musik tradisional Jawa Barat yang dimainkan oleh Arif Rahman (Goden) dan Andy Nurwanto dari Perpustakaan Jalanan Atap Usang Cikarang Kabupaten Bekasi. 

Suara karinding yang bersahutan dengan bantuan sound system minimalis atau seadanya justru memberi nuansa berbeda pada sajak yang banyak menyisipkan tanya ini. Para hadirin sebagian besar khusuk duduk di lantai memperhatikan kolaborasi unik ini. 


Sajak Jalanan Bertanya

Selama di jalanan, kami membaca pesan-pesan yang ia katakan 
bahwa ia memberikan pilihan kepada semua orang

Mau berlanjut atau menyerah,
Mau jadi pengecut atau pencerah

Mau berbagi atau menjarah,
Mau berbakti atau berulah

Stagnasi, atau bergerak,
Partisipasi, atau sekedar sorak-sorak

Setiap orang bebas memilih,

Menjadi samudra yang menerima segala beda,
Atau menjadi kandang yang menolak siapa pun yang bukan ternak

Mau jadi begundal yang lihai membual,
Atau sedikit nakal namun banyak akal
Mau nakal demi sekedar julukan bad-boy kekinian,

Atau mau 'nakal' demi melawan pragmatisme kemapanan
Peduli atau pura-pura tuli,
Menyikut atau menyambut
Menindas atau melawan penindasan,
Menggilas atau menentang ketidakadilan
Mau beradu atau bersatu,
Klasifikasi atau aliansi

Jalanan menyodorkan pilihan,

Memburu 'happy' atau bersimpati,
Hidup bersama atau bersengketa
Mengambil peran atau keluyuran,
Membangun peradaban atau memuaskan kepentingan
Mencukupi penghidupan atau diperkuda tuntutan,
Menebar benih persaudaraan atau permusuhan

Jalanan membebaskanmu memilih,

Jadi pengendara atau kendaraan,
Knalpot bobokan atau knalpot yang tak menebar kebisingan
Rebutan atau berdampingan,
Berpadu atau berpacu
Rakus atau terurus,
Merampas sana-sini atau sadar porsi

Ikhlas bernyanyi atau pamer eksistensi,
Menyampaikan isi hati atau memuaskan birahi
Menguasai kendaraan atau dikuasai kendaraan,
Memakai etika atau hanya takut razia

Jalanan semakin banyak tanya, kawan!

Menjadi polutan atau menjadi angin yang diharapkan,
Menjadi deru bising atau penyejuk dikala panas kering
Akal bulus atau akal sehat,
Hati nurani atau kepentingan pribadi
Kesederhanaan pengasong atau penjual omong kosong,
Rambu dan Marka atau tukang razia
Abdi masyarakat atau penyebar tipu muslihat,
Pelayan kemanusiaan atau pemuja kekerasan

Jalanan terus berbicara

Dan jelasnya, jalanan bertanya dengan sedikit penekanan dan nada yang ditinggikan : 

MENJADI INSPIRASI KEHIDUPAN ATAU SEKEDAR RONGSOKAN PERADABAN?

Jalanan mempertanyakanmu, kawan!


Demikian sajak yang dibawakan secara sederhana, diiringi alunan karinding yang sayup-sayup, kadang suara knalpot motor di jalan KH Agus Salim tempat acara ini dilaksanakan juga masuk tanpa permisi, tapi itu justru membentuk sebuah kesatuan yang tidak mungkin lagi diulang. Seperti sebuah karya seni dari berbagai suara yang ada kemudian dibingkai dalam waktu sekian menit, "seni instalasi suara" mungkin :D

Syukuran 1 tahun perjuangan perpustakaan jalanan bekasi secara garis besar adalah acara yang cair tapi khidmat, suguhan penampilan yang sebagian besar merupakan partisipasi dari komunitas atau pun perorangan ini lebih bersifat spontanitas sehingga terasa alami dan mengajak semua hadirin berproses bersama untuk menciptakan suasana. 

Setiap yang hadir berperan untuk turut serta menciptakan kenangan yang menginspirasi, atau menjadikan malam itu hanya sebuah malam tak berarti dari sekian ribu malam lainnya, menjadi rongsokan ingatan. Semua berpulang kepada masing-masing, bukankah hidup ini memberikan kita pilihan-pilihan?

Salam



Sajak Bang Iwan Bonick Saat Syukuran 1 Tahun Perpusjal Bekasi

Ada beberapa puisi dan sajak yang dibacakan saat Perpustakaan Jalanan Bekasi menghelat "Sekadar Syukuran 1 Tahun Pelaksanaan Perpustakaan Jalanan Bekasi", malam Minggu 28 Juli 2018 kemarin. 

Saya beruntung bisa mendapatkan 3 sajak atau puisi diantaranya,  dan akan saya arsipkan dalam blog ini. Salah satu dari 3 sajak itu adalah sajak dari Bang Iwan Bonick sang pelopor Perpustakaan Jalanan Bekasi.

Iwan Bonick yang saya kenal adalah seorang pencinta barang-barang tempoe doeloe, kalau sempat mampir di kios Asaldoe di Jl KH Agus Salim No 71A tempatnya sehari-sehari mangkal, maka kita akan menemukan jejeran barang-barang antik tempoe doeloe koleksinya. 

Apakah koleksi barang antik itu dijual? Gak semua untuk dijual, tapi kalau mahar sesuai, siapa pun bisa membawa pulang koleksi barang-barang kuno dan antik yang dia kumpulkan dari mana saja. Saya selalu menyempatkan mampir sekadar numpang ngopi atau istirahat di kiosnya yang seperti museum mini.

Selain itu Bang Bonick (sapaan akrabnya) juga dikenal sebagai aktivis kesejarahan dalam Komunitas Historika Bekasi, mulai dari sepeda ontel sampai foto-foto Bekasi lama miliknya sudah berkeliling Bekasi dipinjamkan kepada siapa pun yang memerlukan saat ada acara terkait kebekasian.
Iwan Bonick Saat Syukuran 1 Tahun Perjuangan Perpusjal Bekasi
Sajak ini ia posting di Facebook tanggal 30 Juli 2018, saya salin dan publish ulang sebagai arsip jika kelak kita mau kembali bernostalgia atau sekadar merenungi sajak yang ia lontarkan malam minggu lalu. Berikut selengkapnya sajak yang mungkin ia buat khusus untuk dipersembahkan dalam  acara ini.

Menyusun huruf
Merangkai kata
Membuat kalimat 
Walau mungkin tak bermakna

Kala saat tak disengaja
Tampaklah bentuk di sudut mata 
Terlihat wujud di kolong meja
Terkadang terselip di antara meja
Tempat mengasikkan tetaplah di atas meja

Bila dia sendiri tak ada teman 
Tak berarti rasanya diri 
Kawannya pun sendiri 
Hampa dan kosong

Suatu waktu dalam satu hari
Kita melihatnya 
Bergeraklah menghampirinya
Lalu sentuhlah 
Kita belai 
Kita rayu
Cumbulah dia 
Dengan rasa, karsa, cipta dan cinta

Kita bantu mencari temannya
Kita bimbing menemui temannya
Karena Mereka saling menanti 
Potlot dan kertas putih
Sudah lama mereka berteman
Sudah lama mereka berkawan

Maka
Menulislah apa yang bisa kita tulis
Menulislah apa yang ingin kau tulis
Menulislah selagi bisa menulis
Menulislah tentang apa saja

Tak peduli ada yang membaca atau pun tidak 
Tapi nanti akan menjadi yang dinanti
Setelah kita mati 
Dan mereka menjadi berarti

Kp Teluk Angsan Bekasi. Sabtu Wage 28 Juli 2018

Sajak Bang Iwan Bonick Saat Syukuran 1 Tahun Perpusjal Bekasi
Dalam banyak acara, Iwan Bonick memang telah sering melontarkan puisi-puisi, baik karya sendiri mau pun karya orang lain. Ekspresinya saat membacakan puisi bisa mengingatkan kita pada Rendra Sang Burung Merak. Kadang suaranya melembut, kadang berteriak lantang menjiwai setiap bait sajak.

Lanjutkan terus karya dan kreasinya Bang Bonick, kali aja nanti puisi-puisi dan sajak karyamu dapat dibukukan sebagai salah satu potret perjalanan Bekasi dari waktu ke waktu dalam bentuk puisi, sajak atau lainnya... amin.

Salam.

Selamat 1 Tahun Perjuangan Untuk Perpusjal Bekasi

Menghadiri ulang tahun pertama Komunitas Perpustakaan Jalanan Bekasi tadi malam (Sabtu 28/7/2018) bagi saya seperti menemukan oase, menghilangkan dahaga setelah sekian lama "dipaksa" mengkonsumsi kampanye-kampanye pilpres, pilgub hingga pilkades saat ini.
Selamat 1 Tahun Perjuangan Untuk Perpusjal Bekasi
Bertemu anak-anak muda yang "tidak normal" ini membuat saya sejenak melepas topeng-topeng sosial, menyimpan segala perbedaan di dompet dan berbaur dalam tawa, riuh tepuk tangan apresiasi dan perbincangan yang menghidupkan kembali harapan akan masa depan.

Ya, harapan, bukankah harapan adalah salah satu faktor pendorong untuk berbuat?, karena menurut saya hanya orang bodoh yang berani berharap tapi tak berbuat apa-apa untuk mewujudkan harapannya. Kalau kamu gak setuju pendapat saya, yah silahkan saja, tulis pendapatmu itu di blogmu sendiri :D

Selamat 1 Tahun Perjuangan Untuk Perpusjal Bekasi

Selain memang ingin hadir, alasan lain yang membuat saya nimbrung karena saya diposisikan sebagai narasumber cadangan, sebagai pengganti jika ada narasumber yang berhalangan hadir. Tapi kesempatan itu saya percayakan kepada M. Yasin, seorang tenaga pengajar di salah satu SMK swasta di Kota Bekasi dan juga relawan di Rumah Pelangi Bekasi. Jadilah Yasin yang tidak siap itu menjadi salah satu dari 3 narasumber diskusi soal pendidikan dalam gelaran "Sekadar Mensyukuri 1 Tahun Pelaksanaan Perpusjal Bekasi".

Diskusi itu lumayan untuk membuka wawasan dan memotret lebih detail mengenai wajah pendidikan yang ruwet, setidaknya kalau kita tahu apa yang sedang kita hadapi maka kita akan lebih mampu mempersiapkan diri dan mengambil strategi. Selain M Yasin, hadir sebagai narasumber yaitu Nana Praja selaku pendiri Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Warna Bekasi di Desa Pantai Harapan Jaya juga Mbak Ira dari TBM Terasuka, kedua TBM ini terletak di Kecamatan Muaragembong, pesisir Bekasi. Bertiga inilah narasumber dalam diskusi dengan topik "Melihat Sudut Pandang Pendidikan".

Yang susah itu kalau kita tidak tahu apa yang sebenarnya kita hadapi... Paling pakai jurus SWAG - Selow Woles Anti Galau kalo kata Choky yang malam itu sempat open mic bersama MC, Resky Hariansyah, menghibur sambil menunggu panitia mempersiapkan kolaborasi pembacaan sajak oleh Vrandes dari Langit Tjerah Cikarang berjudul "Sajak Jalanan Bertanya" dan Goden (Arif Rahman) dan Andy Nurwanto dari Perpustakaan Jalanan Atap Usang yang mengiringi pembacaan sajak dengan alunan karinding, alat musik tradisional Jawa Barat.

Selama di jalanan, 
kami membaca pesan-pesan yang ia katakan 
bahwa ia memberikan pilihan 
kepada semua orang

Mau berlanjut atau menyerah
Mau jadi pengecut atau pencerah
Mau berbagi atau menjarah,
Mau berbakti atau berulah
Stagnasi, atau bergerak,
Partisipasi, atau sekedar sorak-sorak

Setiap orang bebas memilih,

Menjadi samudra yang menerima segala beda,
Atau menjadi kandang yang menolak 
siapa pun yang bukan ternak
.......
Ikhlas bernyanyi atau pamer eksistensi,
Menyampaikan isi hati atau memuaskan birahi
.......
Jalanan terus berbicara
Dan jelasnya, jalanan bertanya 
dengan sedikit penekanan 
dan nada yang ditinggikan: 
MENJADI INSPIRASI KEHIDUPAN 
ATAU SEKADAR RONGSOKAN PERADABAN?

Jalanan mempertanyakanmu, kawan!

Itu hanya sebagian kutipan dari keseluruhan sajak yang berhasil merangkum banyak pertanyaan, menggambarkan perjalanan Perpustakaan Jalanan Bekasi selama setahun ini. Selengkapnya sajak ini saya posting di Sajak Diiringi Karinding Persembahan Langit Tjerah dan Perpustakaan Jalanan Atap Usang.

Jika sebelumnya diskusi banyak menggambarkan masalah-masalah di lapangan hingga apa yang narasumber lakukan untuk menghadapi masalah berdasarkan macam sudut pandang mereka, maka sajak ini seperrti menegaskan pertanyaan kepada masing-masing hadirin. Akan "MENJADI INSPIRASI KEHIDUPAN ATAU SEKADAR RONGSOKAN PERADABAN?", seperti itu rasa yang saya tangkap malam itu.


Selamat 1 Tahun Perjuangan Untuk Perpusjal Bekasi

Perhelatan syukuran 1 tahun perjalanan Perpusjal Bekasi tetap ceria dan lancar, selain pengenalan Jabaraca oleh Meita Eryanti dalam tajuk "Berliterasi Digital ala JABARACA", pembacaan puisi oleh Iwan Bonick dan Cahyo dari Taman Baca Tanjung, dimeriahkan juga dengan live musik dari Kirana (Violint Cilik), Next Voice Street, Unklflynn dan Ridwan Rau-Rau. Di salah satu dinding juga tampak hiasan kolase foto-foto kegiatan Perpusjal Bekasi dan koleksi foto "Bekasi Tempoe Doeloe" dari Komunitas Historika Bekasi.

Acara ini juga menggalang berbagi buku dan menerima donasi buku untuk Taman Baca Apung di Muaragembong serta memamerkan pojok kreasi yang berisikan karya-karya dari; Egerr Art, Kreasi flanel dari Murnisfelt dan juga karya dari Maryo Pratama.



Ok, selamat 1 tahun perjuangan untuk Perpustakaan Jalanan Bekasi :) tetap semangat dan tetap cair agar selalu dapat mengalir dan membasahi bibit-bibit yang tersudut situasi serta menghidupkan akar-akar yang mencoba bertahan menegakkan idealismenya.

Bagian kritiknya nanti aja yah, siap-siap mau ke Pekuning Tambelang, Ada kabar duka dan saya harus ke sana. Nanti kita sambung lagi.

Salam

Allan Maulana, Suami dari narasumber Meita Eryanti juga mendokumentasikan acara ini dalam tulisan berjudul: Menghadiri Syukuran Perpustakaan Jalanan Bekasi.



Produktif di Dunia Online, Kenapa Enggak?

Produktif dari Dunia Online, Kenapa Enggak?
“Bisnis kamu sudah online?” Pertanyaan ini semacam pertanyaan retoris yang saat ini sudah tidak perlu ditanyakan, karena sudah tentu dilakukan oleh hampir semua orang, terutama masyarakat urban.

Ibarat makanan yang harus dipenuhi sehari-hari, begitulah kebutuhan manusia abad ini terhadap dunia online. Kalau "gak online, ibaratnya gak makan". Sekrusial itu.

Penggunaan internet di Indonesia memang termasuk fantastis. Menurut data dari eMarketer, jumlah pengguna Internet di Indonesia pada tahun 2018 sudah mencapai 123 juta dari jumlah penduduk Indonesia yang kurang lebih 250 juta jiwa. Artinya, ada separuh lebih dari jumlah penduduk. Tak heran, Indonesia pun masuk peringkat ke-6 dunia sebagai pengguna internet setelah Cina (termasuk Hongkong), Amerika, India, Brazil, dan Jepang.  
Produktif dari Dunia Online, Kenapa Enggak?
Fakta ini bisa jadi potensial bagi orang-orang yang ingin memanfaatkannya di ranah produktif, tidak hanya konsumtif. Gak hanya rajin menggunakan semua aplikasi itu, tapi juga memproduksi aplikasinya, misalkan. Atau yang sederhana lagi, gak cuma login dan ber-"say hello" di media sosial, tapi juga menjadikan media sosial sebagai etalase usahanya. Istilah bisnis online pun cukup populer sebagai pilihan bisnis zaman now. 

Internet yang borderless membuat semua orang bebas menjajakan apapun kepada seluruh penduduk bumi, tak hanya Indonesia. Kalau dulu, orang harus lewat di depan area toko kita, menoleh, melihat spanduk atau banner toko, atau mampir mengambil brosur dan kartu nama untuk tahu produk apa yang ditawarkan oleh si penjual, kini cara-cara semacam itu boleh dibilang sudah usang.

Jaringan internet membuka banyak sekat. Tergantung bagaimana kita sebagai pengguna menggunakannya dengan bijak dan tentunya menguntungkan. Syukur bisa menambah penghasilan.

Banyak kan sekarang slogan emak-emak berdaster dengan penghasilan jutaan rupiah dari rumah? Atau bapak-bapak yang tak lagi pergi ke kantor sebagai rutinitas, tapi diganti dengan pergi ke meja kerja dengan laptop dan jaringan wifi di sebuah sudut rumah dan kemudian menghasilkan pundi-pundi rupiah. Pun dengan mahasiswa yang menjadikan bisnis online sebagai tambahan untuk membayar uang kuliah.

Kemungkinan itu ada dimana-mana. Pertanyaannya, apakah cukup bisnis online dilakukan hanya dengan bermedia sosial?

Ternyata gak cukup. Media Sosial adalah platform di mana orang harus memiliki akun untuk bisa mengaksesnya. Sedangkan, pencarian terbesar di jagat maya saat ini masih didominasi oleh si Google atau mesin pencari lainnya. Artinya, jika sebuah bisnis online memiliki sebuah toko online berbasis web, tentu akan membuatnya mudah terdeteksi dan bisnis akan memiliki peluang lebih besar. 

Jika di dunia nyata, kita memiliki alamat rumah yang mudah dikunjungi siapa saja, begitupun di dunia maya. Memiliki sebuah alamat rumah dan “gudang” untuk menyimpan segala macam barang yang kita miliki atau pun jasa yang kita tawarkan pastinya juga mutlak diperlukan. Ya, karena kita hidup layaknya amphibi, di dua dunia :)
Produktif dari Dunia Online, Kenapa Enggak?
Bisnis online yang sudah profesional juga membutuhkan support domain dan web hosting yang mumpuni. Artinya, gak nebeng di platform web atau blog gratisan. Namanya juga usaha ya, bagian ini juga merupakan modal utama.

Niagahoster bisa menjadi pilihan. Sesuaikan kebutuhan kita dengan berbagai produk yang ditawarkan. Boleh juga berkonsultasi dengan customer service nya bila kita ragu-ragu dengan kebutuhan bisnis online kita.

Untuk membuat sebuah web yang mumpuni untuk bisnis online yang akan atau sedang dijalankan, memang diperlukan perencanaan yang tepat. Misalnya tentang nama domain yang mudah terdeteksi jagat maya, kemudian kapasitas “gudang” yang pas untuk menampung semua data, dan sebagainya. Tapi percayalah, itu semua lebih murah dan efektif dibandingkan kita harus menyewa sebuah ruko di dunia nyata. Saran saya, pilih Wordpress Hosting :)

Supaya makin mantap, berikut beberapa kelebihan toko online yang bisa kamu pertimbangkan (sumber dari sini) :
  • Tidak perlu mengeluarkan modal besar untuk sewa tempat
  • Tidak perlu menyediakan biaya untuk display mewah dengan etalase-etalase khusus
  • Tidak perlu berpindah tempat dan menghabiskan budget untuk transportasi, karena semuanya dilakukan tanpa batas ruang dan waktu. Sambil selonjoran di rumah, dan mengasuh anak buat para ibu rumah tangga juga sangat sesuai.
  • Pangsa pasar lebih luas, tidak terbatas pada pengunjung yang datang ke tempat kita, melihat spanduk atau banner toko kita secara langsung.
  • Bisa dengan mudah menambah jumlah varian barang karena kita bisa menyimpannya sendiri dan lebih mudah melakukan pencatatan. 
  • Pada awalnya, kita bisa menjalankan sendiri semuanya, hingga kita siap untuk benar-benar memiliki tenaga tambahan jika membutuhkan.    
Buat kamu yang baru memulai bisnis online, sudah punya rumah maya yang asik belum? Kalau belum, boleh memikirkannya dari sekarang dan coba tengok penawaran paket Hosting Indonesia ini. 

Bagi yang sudah melanglang buana dengan bisnis online nya, selamat menciptakan produktivitas dengan segala kemewahan jagat maya.  []


_________
*Tulisan ini adalah tulisan Mbak Prita yang sudah saya edit, tulisan lainnya dapat dibaca di alamat: https://www.pritahw.com/





Berakhir Pekan Di Villa Griya Siliwangi Bogor

Villa Griya Siliwangi Bogor
Sabtu kemarin, 7 Juli 2018 saya sekeluarga liburan di Villa Griya Siliwangi Bogor bersama teman-teman keluarga besar Cahaya Foundation, pokoknya judulnya piknik lah biar kayak orang-orang :). Villa Griya Siliwangi ini tepatnya terletak di Kp.Babakan Banten Desa Sukawangi Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor bagian timur. 

Gak perlu heran kalau masih ada orang yang menyebut daerah tersebut masih daerah Jonggol karena Kecamatan Sukamakmur ini adalah kecamatan pemekaran dari Kecamatan Jonggol pada tahun 1999.

Soal jarak, kalau ditarik garis lurus di Google Maps dari Babelan ke Villa Griya Siliwangi jaraknya hanya sekitar 50KM. Tapi jarak rute aslinya bisa sampai 3-4 kali lipat, ditempuh sekitar 3-4 jam, agak lama karena tahu sendiri padatnya lalu lintas Bekasi plus selepas Jonggol jalannya berkelok mendaki perbukitan menanjak naik hingga ke 1200 MDPL. Saya gak ngukur sih :)

Pemandangan pedesaan dan perbukitan yang hijau menyejukkan cukup menyegarkan mata akan bisa dinikmati selepas Jonggol dan memasuki Sukamakmur. Ada beberapa spot wisata yang akan kita lewati, di antaranya wisata air terjun Curug Ciherang, Curug Cipamingkis, Wisata Danau Rawa Gede, Curug Cidulang, Wisata Alam Bukit Batu, Hutan Pinus, Batu Tapak yang dipercaya sebagai peninggalan Prabu Siliwangi dan lain-lain. Selepas hutan pinus dan beberapa wisata air terjun itu perjalanan mulai menanjak panjang sehingga diperlukan kendaraan yang prima.

Setelah sampai di Villa Griya Siliwangi kita akan disambut dengan pemandangan rumah panggung dari kayu ala Sulawesi khas rumah kayu Woloan Manado. Menurut pengurus Villa Griya Siliwangi, rumah kayu Woloan ini sengaja didatangkan dari Desa Woloan Kabupaten Tomohon, Manado Sulawesi Utara. Total ada 10 villa dengan 3 type, Type Anggrek, Bakung dan Cempaka, 1 bangunan musholah dan 1 bangunan aula tengah yang kami gunakan untuk makan bersama.
Sewa Vila Murah Villa Griya Siliwangi Bogor
Villa Cempaka
Type Anggrek adalah villa paling besar, terdiri dari 2 lantai yang cukup luas dengan 3 kamar dan ruangan tengah yang lebar. Kemarin kami menggunakannya untuk menonton bersama, karaokean dan lain-lain. Semua rombongan menginap di Villa Anggrek kecuali saya dan keluarga yang menginap di Villa Cempaka dan beberapa yang tidur di luar semi kemping.
Sewa Vila murah lengkap Griya Siliwangi Bogor puncak
Villa Cempaka
Villa Cempaka yang saya tempati menginap ini hanya terdiri dari 1 kamar tidur (tempat tidur size 200×160) dan 1 ruang tamu yang kami isi dengan 1 extra bed. Di bagian belakang ada dapur dan kamar mandi, cukuplah untuk keluarga dengan 3 anak seperti keluarga saya. 

Untuk lebih detail kita bisa lihat di web http://griyasiliwangi.com di web ini juga sudah ada nomor kontak, harga-harga sewa villa yang relatif murah dan terjangkau, fasilitas dan lain-lain. Untuk mencari suasana yang lebih eksklusif guna mendapatkan suasana akrab kekeluargaan maka Villa Griya Siliwangi cukup pas, karena letaknya di pedesaan yang sepi dan sinyal agak susah :D
Sewa vila murah Griya Siliwangi Bogor nyaman bersih
Villa Bakung
Spot favorit saya untuk foto dan menikmati kopi ada di anjungan pohon dengan view ke arah Jakarta-Cikampek dengan ketinggian 1200 mdpl. Dari sini tampak puncak Gunung Batu sangat menonjol dengan latar belakang hijau serta pegunungan lainnya.
Villa Griya Siliwangi Bogor
Spot Foto Villa Cempaka Griya Siliwangi Bogor
Pemandangan di depan Villa Anggrek juga bagus untuk area mengambil foto, tampak kejauhan bayangan Gunung Pangrango dan Gunung Salak serta perkebunan hijau membentang sepanjang horizon sebagai latar belakangnya.
Spot Foto Villa Cempaka Griya Siliwangi Bogor
Suhu di ketinggian 1200 MDPL jelas lumayan dingin, apalagi saat malam. Saya karena lelah dan memang gak kuat udara dingin hanya bisa bertahan sampai sekitar jam 10 malam. Padahal ada acara api unggun di halaman mini camping ground, saya musti rela melepas kesempatan menikmati kebersamaan api unggun bersama teman-teman dan tidur nyenyak di villa yang berjarak sekitar 200 meter dengan jalan menurun melewati lapangan futsal dan area flying fox yang juga merupakan fasilitas Villa Griya Siliwangi. 

Efek dari suhu dingin ini juga sangat berpengaruh pada nafsu makan hahaha. Porsi makan jadi lebih banyak dan jadi sering lapar. Untunglah stok konsumsi yang dibawa memang berlebih. Setelah pagi sarapan nasi goreng, belum sampai siang saya sudah mindo seporsi besar nasi dengan sayur asem dan ikan asin lengkap dengan sambel terasinya. Kopi dan wedang jahe sudah tidak bisa dihitung berapa gelas selama 2 hari 1 malam di sana.

Sayangnya selama di sana saya kurang banyak beraktivitas, selain udara dingin juga sakit pinggang yang kambuh. Jadilah saya hanya hunting-hunting foto dan lebih banyak nongkrong menikmati kopi dan ngobrol tentang rencana-rencana ke depan.

Tips:
  • Kalau ke sana usahakan banyak orang, makin banyak makin seru, soalnya lokasinya eksklusif banget. Jauh dari mana-mana, di ujung bukit jadi sepi;
  • Bawa jaket, selimut dll, suhunya susah diatur pakai remote control, sekalinya dingin yah dingin banget;
  • Bawa konsumsi berlebih, nafsu makan akan meningkat tajam;
  • Ada beberapa spot di mana sinyal bagus, mencari spot sinyal bisa jadi tantangan tersendiri :D
  • Anjungan foto Max hanya untuk 4 orang, mohon dipatuhi demi keselamatan;
  • Saat malam sebaiknya hanya berkegiatan di dalam komplek vila;
  • Jangan lupa beli kopi dari pekebun kopi di sekeliling vila :)
  • Sudah lah itu ajah, selebihnya ngobrol di form komentar ajah.


Komplek Villa Griya Siliwangi
Kp. Babakan Banten, Ds. Sukawangi, Kec. Sukamakmur, Kab. Bogor
S06’38’04.” E107’03’04.4″

Semua foto diambil dengan menggunakan Kamera Xiaomi MiA1.

Pasar Bandeng, Merawat Warisan Wali Hingga Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pesisir

Pasar Bandeng, Merawat Warisan Wali Hingga Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pesisir
Setiap menjelang Idulfitri, daerah-daerah pesisir utara Kabupaten Bekasi seperti wilayah Kecamatan Tarumajaya, Babelan, Muaragembong dan sekitarnya memiliki banyak tradisi kebudayaan yang masih dilestarikan oleh penduduknya hingga saat ini.

Salah satu tradisi itu yaitu Tradisi Pasar Bandeng yang selalu hadir pada saat warga pesisir Bekasi menyambut hari raya Idulfitri. Tradisi ini juga berdampak pada kemajuan perekonomian masyarakat pesisir dan sekitarnya yang banyak terdapat tambak ikan bandeng dan lain-lain.

Ikan bandeng

Ikan bandeng (Chanos chanos) adalah ikan pangan populer di Asia Tenggara. Menurut Wikipedia, ikan ini merupakan satu-satunya spesies yang masih ada dalam suku Chanidae (bersama enam genus tambahan dilaporkan pernah ada namun sudah punah). Dalam bahasa Bugis dan Makassar dikenal sebagai Ikan Bolu, dan dalam bahasa Inggris disebut Milkfish.

Bandeng disukai karena rasanya yang gurih, rasa daging netral (tidak asin seperti ikan laut) dan tidak mudah hancur jika dimasak. Dari sisi harga, bandeng termasuk ikan kelas menengah ke atas. Dalam perayaan Tahun Baru Imlek, hidangan bandeng menjadi bagian tradisi wajib bagi warga Tionghoa asli Jakarta dan sekitarnya. Kelemahan bandeng ada dua: dagingnya 'berduri' dan kadang-kadang berbau 'lumpur'/'tanah'.

Ada Apa Dengan Bandeng?

Silvita Agmasari dalam Kompas Travel menulis sebuah artikel berjudul: "Makan Bandeng Saat Imlek, Hanya Ada di Tradisi Tionghoa Indonesia". Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa keterkaitan Bandeng dengan Imlek tidak sepenuhnya benar, karena "makan ikan bandeng pada Hari Imlek hanya merupakan ciri khas masyarakat etnis Tionghoa di Pulau Jawa." mengutip pernyataan Ketua Program Studi China Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Hermina Sutami saat dihubungi KompasTravel, Kamis (8/2/2018).

Dalam artikel tersebut juga disebut bahwa, dalam buku "Saudagar Baghdad dari Betawi" karya Alwi Shahab menengarai, kehadiran bandeng yang menjadi salah satu tradisi Imlek di kawasan Jabodetabek merupakan perpaduan budaya China dan Betawi. Sebab selain Tionghoa, Betawi juga memiliki tradisi yang menggunakan bandeng. Bedanya dalam tradisi Betawi, ikan bandeng mentah dan segar menjadi antaran calon mantu ke mertuanya. Di buku tersebut, dijelaskan bahwa ukuran bandeng yang dibawa calon menantu ke calon mertuanya bisa menentukan kelanjutan perjodohan.

Konon ikan bandeng juga menjadi salah satu item wajib saat tradisi nyorog. Nyorog adalah tradisi masyarakat Betawi dalam menyambut bulan Ramadan dan lebaran, dalam tradisi ini yang muda bersilaturahim sambil memberikan hantaran berupa makanan matang atau mentah kepada yang lebih tua sepeti orang tua, mertua, enkong, uwak, encang-encing, abang dan seterusnya. 

Pendapat Alwi Shahab menurut saya cukup beralasan karena selain menjadi tradisi masyarakat pesisir Jakarta dan Bekasi ternyata Pasar Bandeng juga dikenal baik oleh masyarakat pesisir di Kabupaten Gresik Jawa Timur. Tradisi Pasar Bandeng di Gresik ini dipercaya oleh masyarakat sebagai warisan tradisi dari Sunan Giri (1442-1506 M). Sunan Giri atau Raden Paku adalah nama salah seorang Walisongo dan pendiri kerajaan Giri Kedaton, yang berkedudukan di daerah Gresik, Jawa Timur. 
Pasar Bandeng, Merawat Warisan Wali Hingga Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pesisir

Kira-kira sekitar abad ke 15 masehi, Sunan Giri membantu perekonomian masyarakat pesisir Gresik dengan cara mengolah dan memasarkan hasil bumi dan hasil laut mereka. Salah satunya dengan menciptakan pasar bandeng di pusat kota sehingga berdampak positif bagi kemandirian ekonomi masyarakat Gresik, nelayan pesisir khususnya.

Tradisi ini hingga kini masih dijaga oleh Pemerintah Kabupaten Gresik. Hampir 3 km jalan di Gresik mulai dari Jalan Samanhudi, Jalan Gubenur Suryo, Jalan Raden Santri, dan Jalan Basuki Rachmat dipenuhi oleh pedagang, Pasar Bandeng di Gresik pada momen ini menjelma menjadi pasar ikan terpanjang di Indonesia.

Kapan Waktu Pasar Bandeng?

Di Gresik, Pasar Bandeng digelar pada malam 27 dan malam 28 Ramadan (H-3 dan H-2) sedangkan di Bekasi digelar pada H-1. 

Dari catatan Bang Ali Anwar sebagaimana dikutip oleh laman Garda Nasional, dikisahkan bahwa pada Hari Selasa Tanggal 29 Ramadhan 1365 Hijriyah atau 27 Agustus 1946 Masehi telah terjadi pertempuran antara Batalyon Infanteri V KNIL atau "Batalyon Andjing NICA" melawan Kompi I Batalion II Hizbullah yang dikomandoi Marzuki Hidayat salah satu Komandan Hizbullah Front Tambelang bersama-sama dengan para pejuang dari Barisan Pemberontakan Rakyat Indonesia (BPRI) yang dipimpin oleh Ahmad dan Gozali.

Pertempuran terjadi pada saat Pasar Bandeng di Pasar Kampung Karang Tengah (Saat ini diperkirakan di dekat saluran Banjir Kanal Timur/BKT sekitar Kampung Karang Tengah, Desa Pusaka Rakyat, Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi) sehari sebelum perayaan Idulfitri (lebaran saat itu jatuh pada hari Rabu 28 Agustus 1946 / 1 Syawal 1365 H) dengan menimbulkan banyak korban tewas dari pihak Batalyon Anjing NICA.

Dari catatan sejarah itu jelas bahwa di Bekasi, pelaksanaan pasar bandeng adalah H-1 sebelum Idulfitri di pasar umum atau tempat jual beli pada umumnya.

Begitupun menurut salah satu tokoh masyarakat di kampung halaman saya, Bapak Marjuki Lahimsyah, S.Pd menjelaskan bahwa Pasar bandeng itu digelar pada H-1 Idulfitri. Baik di Pasar Babelan maupun Pasar Bojong Baru di Tarumajaya pasar bandeng sama-sama digelar pada H-1 Idulfitri.
"Saya masih ingat saat kecil orang tua saya menjual ayam hanya untuk membeli bandeng, sepertinya saat lebaran ikan bandeng lebih berharga dari ayam dan tanpa bandeng lebaran di kampung serasa kurang komplit." ujar Guru Marjuki sebagaimana saya menyebut beliau.

Kekinian, ada juga masyarakat yang menamakan pagi hari pada momen Pasar Bandeng dengan istilah Pasar Senggol, mungkin karena suasana pengunjung pasar yang berdesakan menyebabkan para pengunjung sering bersenggolan (bersentuhan badan).

Tampaknya istilah Pasar Bandeng ini hanya dikenal oleh masyarakat pesisir Bekasi, salah seorang penggiat sejarah Bekasi, Agah Handoko yang juga aktif dalam komunitas Bekasi Pakidulan menyatakan belum pernah mendengar ada pasar bandeng digelar di sekitar wilayah Kabupaten Bekasi bagian selatan.

Demikian juga menurut Djaelani, seorang aktivis muda dari Cibarusah Center. Djaelani mengonfirmasi bahwa istilah pasar bandeng tidak dikenal di wilayah Kabupaten Bekasi Pakidulan.
"Tapi untuk tradisi seperti nyorog ke mertua menjelang lebaran tetap ada dengan istilah "nganteuran", ikan bandeng menjadi salah satu item yang sudah seharusnya ada" tambah Djaelani.

Untuk wilayah Muaragembong yang tidak memiliki pasar, Uci Yusuf seorang penggiat lingkungan pesisir menjelaskan bahwa ikan bandeng menjelang lebaran akan bisa didapatkan dari penjual di lapak ikan dan bandar bandeng di pinggir jalan dekat Kantor Kecamatan Muaragembong.
"Ada di bandar bandeng, tapi belanjanya harus pagi-pagi, sekitar jam 7 sampai jam 9, di atas jam itu biasanya bandeng sudah habis dibeli warga" ungkap pengasuh laman online Muaragembong Kita ini.

Kini hidangan bandeng tidak selalu tersedia mentah, banyak pilihan jika kita lebih suka ikan bandeng yang sudah masak dan siap dimakan. Produk olahan ikan bandeng yang terkenal di Bekasi salah satunya adalah Bandeng Rorod produksi Bang Afif Ridwan dan istrinya.

Bandeng Rorod adalah Bandeng Isi Tanpa Duri (Olahan Ikan Bandeng) khas Bekasi, yang mudah dan praktis disajikan Bandeng Rorod tersedia dalam beberapa pilihan, antara lain Rasa Original dan Pedas. 1 Pack isi 1 ikan bandeng dengan sambal yang terpisah, berat bersih 125 gram, halal dengan sertifikasi dari MUI, diproses tanpa bahan pengawet dan tanpa MSG. Menrut Bang Afif, kalau disimpan di Frezer maka Bandeng Rorod dapat tahan sampai 6 bulan. Mau tau lebih banyak tentang Bandeng Rorod? klik bandengrorod.co.id
Bandeng Rorod Bekasi Bang Afif Ridwan
Bandeng Rorod Bekasi Bang Afif Ridwan
Jadi... mari kita ramaikan momen Pasar Bandeng di pesisir Bekasi, jadikan sebuah event tradisi yang bergengsi demi melestarikan tradisi warisan Sunan Giri dan juga demi memajukan ekonomi masyarakat pesisir. Semoga berkah, amiin.

Oh iya, sebagai catatan, bahasan soal pasar bandeng ini tidak ada hubungannya dengan Pasar Bandeng di Karawaci Tangerang Banten.


Arti Kode Tara Pangan Dan Kode Daur Ulang Kemasan Plastik Wadah Makanan Dan Minuman

Arti Kode Tara Pangan Dan Kode Daur Ulang Kemasan Plastik Wadah Makanan Dan Minuman
Contoh Logo Tara Pangan dan Kode Daur Ulang Kemasan Plastik
Saat ini plastik sudah menjadi benda yang tidak bisa lepas dari keseharian kita, termasuk untuk wadah makanan dan minuman. Sejak 1970-an perkembangan wadah dari plastik bisa dibilang pesat dan memiliki banyak peminat. Saat ini orang-orang lebih menyukai wadah dari plastik karena ringan, mudah dibawa, tidak mudah pecah, fleksibel dan memiliki berbagai pilihan warna dan ukuran sesuai kebutuhan.

Selain kelebihan-kelebihan tersebut ternyata plastik juga memiliki kekurangan, kekurangannya adalah bahaya yang terkandung dari wadah-wadah platik tersebut. Hal ini tentu membuat khawatir  siapapun  yang  sering menggunakan piring dan gelas plastik. Mereka tidak ingin mengorbankan  kesehatan diri dan anggota keluarganya. Karenanya kita perlu memahami kode plastik yang aman digunakan sebagai kemasan pangan.

Sesuai  dengan  Peraturan  Menteri Perindustrian Nomor 24/M-IND/PER/2010 Pasal 2, setiap  kemasan  pangan  yang  diperdagangkan  di dalam negeri atau impor wajib mencantumkan logo tara pangan atau pernyataan yang menunjukkan kemasan dimaksud aman untuk mengemas pangan dan kode daur ulang. Kode ini bisa dilihat di bagian bawah  piring,  botol, wadah pembungkus dan lain-lain.  Logo  tara pangan  adalah  penandaan  yang  menunjukkan bahwa  suatu  kemasan  pangan  aman untuk  digunakan.

Berikut jenis kode logo tara pangan dan kode daur ulang beserta maksudnya:

Arti Kode Tara Pangan Dan Kode Daur Ulang Kemasan Plastik Wadah Makanan Dan Minuman
Logo Tara Pangan dan Kode Daur Ulang Kemasan Plastik

Kode  01,  PET,  memiliki  sifat  jernih,  kuat, tahan  pelarut,  kedap  gas  dan  air,  serta  melunak pada  suhu 80 °C.  Jenis  kemasan  ini  relatif  aman untuk sekali pakai sebagai kemasan pangan. 

Kode 02, HDPE, merupakan polimer yang sifatnya keras hingga semi fleksibel, tahan terhadap bahan  kimia  dan  kelembapan,  mudah  diwarnai, diproses, dan dibentuk, serta melunak pada suhu 75 °C. Relatif aman sebagai kemasan pangan.

Kode 03, Kemasan dari PVC, bersifat kuat, keras,  jernih,  dan  melunak  pada  suhu 80 °C. Sebaiknya  kita  menggunakan  alternatif pembungkus makanan lain karena kandungan yang ada  di  dalamnya  dapat  bocor  dan  masuk  ke makanan berminyak jika dipanaskan. 

Kode 04, jenis plastik LDPE, memiliki sifat mudah  diproses,  kuat,  fleksibel,  kedap  air,  tidak jernih  tetapi  tidak  tembus  cahaya,  dan  melunak pada suhu 70 °C. Jenis ini juga relatif aman sebagai kemasan pangan.

Kode  05,  polimer  PP,  bersifat  keras  tapi fleksibel,  kuat,  tidak  jernih  tapi  tembus  cahaya, tahan terhadap bahan kimia, panas, dan minyak, serta melunak pada suhu 140 °C. Kemasan pangan  yang aman digunakan pada suhu panas.

Kode 06, PS, memiliki sifat getas, ada yang jernih seperti kaca, ada yang berwarna putih, serta terpengaruh lemak dan pelarut. Perlu diwaspadai adanya  residu  monomer  stirena  yang  bersifat karsinogenik.

Terakhir,  kemasan  plastik  lain  (salah satunya Polikarbonat) dengan kode 07 yang bersifat keras, jernih, dan secara termal sangat stabil. Perlu diwaspadai  adanya  sisa  bahan  dasar  bisfenol-A (BPA) pada polimer ini yang dapat menyebabkan gangguan pada sistem endokrin.

Mungkin  akan  merepotkan  jika  kita memperhatikan  bagian  bawah  peralatan  makan saat berbelanja, tetapi ini dapat melindungi keluarga kita dari keracunan plastik.

Arti Kode Tara Pangan Dan Kode Daur Ulang Kemasan Plastik Wadah Makanan Dan Minuman
Kode tara pangan dan contoh jenis kemasan

Bahas Santai Soal Istilah Ifthor dan Takjil

Bahas Santai Soal Istilah Ifthor dan Takjil

Istilah ifthor atau ifthar dan takjil atau ta'jil sudah terasa umum di telinga, padahal seingat saya sekitar akhir 90an zaman saya SMA istilah ini belum pernah saya dengar. Dari pemahaman umum yang saya tangkap makna ifthor dan takjil ini ada yang menganggapnya sama, ada yang menjelaskan bahwa keduanya berbeda makna tapi berhubungan.
Nah bagaimana sih sebenarnya makna istilah ifthor dan takjil ini? Saya hanya membatasi pembahasan ini hanya soal makna dan artinya dari segi bahasa saja yah bukan soal lainnya.

Ifthor / Ifthar


Mari sejenak perhatikan salah satu varian doa berbuka puasa yang cukup populer ini: "Allahumma laka shumtu,... wa ‘ala rizqika AFTHORTU" ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa ...dan dengan rezeki-Mu aku BERBUKA.

Kata afthortu dalam doa di atas diterjemahkan sebagai "aku berbuka puasa", kata Afthor(tu) dan ifthor memiliki makna yang sama yaitu berbuka puasa dengan makan atau minum yang merupakan rezeki dari-Nya. Jadi ifthor itu kegiatan membatalkan puasa, dalam hal ini berbuka puasa. Jika ditelusuri lebih jauh kata afthor(tu) dan ifthor berasal dari kata yang sama dengan fitri dalam kata IdulFitri. (Saya sudah pernah bahas soal sila baca di Perbedaan Fitri dan Fitrah ).

Jadi arti kata atau istilah ifthor atau iftar atau ifthar itu adalah lebih dimaksudkan pada kegiatan berbuka seperti dalam doa berbuka puasa di atas, bukan istilah pengganti pada jenis makanan seperti pemahaman saya sebelum mencoba memahami lebih jauh istilah ini.

Untuk lebih mudahnya ada istilah yang juga sudah populer di kalangan teman-teman pengajian yang disebut "Ifthor jama'i".  Ifthor jama'i sama artinya dengan "berbuka puasa bersama" atau yang sering disingkat "bukber". Penggunaan kata ifthor di sini sudah tepat karena berarti "kegiatan berbuka puasa" di tambah kata "jamai" yang berarti "berjamaah atau bersama-sama" sehingga dapat memperjelas pemahaman kita akan makna kata ifthor dengan lebih mudah.

Buka Puasa Ramadan Bahas Santai Soal Istilah Ifthor dan Takjil
Buka Bersama KABASA Ramadhan 1435/2014


Takjil / Ta'jil

Kata takjil atau ta'jil ini agak lebih sulit bagi saya untuk menjelaskannya dengan mudah. Alhamdulillah kata Takjil atau Ta'jil sudah masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kata Takjil dalam KBBI dijelaskan sebagai sebuah kata kerja yang berarti mempercepat (dalam berbuka puasa) silakan cek di https://kbbi.web.id/takjil

Penjelasan KBBI ini juga sesuai dengan hadis masyhur tentang menyegerakan berbuka puasa yang di riwayatkan oleh beberapa ulama hadis seperti Bukhari, Muslim, Ad Darimi Hadis No 1637, Hadits Malik No.562 dst dengan redaksi yang kurang lebih sama: “Laa yazaalu an-naasu bikhairin maa ‘ajjaluu al-fithra”, yang artinya “Terus-menerus manusia berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa.” Kata di akhir hadis itu berbunyi ‘ajjaluu al-fithra yang diartikan menyegerakan atau memprioritaskan berbuka puasa.

Kata ‘ajjaluu dalam hadis itu bermakna sama dengan takjil yang berarti menyegerakan, kata al-fithra sudah kita bahas sebelumnya bahwa maknanya sama dengan ifthor, ifthar yaitu berbuka puasa, semakna dengan maksud kata fitri/fithri dalam kata aidulfithri yang ditulis dalam Bahasa Indonesia menjadi IdulFitri.

Jadi sudah jelas yah? Makna dari kata Takjil adalah menyegerakan atau memprioritaskan sedangkan arti kata ifthor adalah berbuka puasa. Dua kata ini akan sering ditemui bergandengan dalam banyak hadis karena merupakan keutamaan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Arti Istilah Ifthor dan Takjil sesungguhnya

Apapun istilahnya selama kita paham maksudnya saya kira tridak ada masalah dalam komunikasi :)
Selamat berbuka puasa dan berbagi kebahagian dengan berbagi makanan untuk berbuka puasa.

Wallahu a’lam bish-shawabi
2 Ramadan 1439 H
18 Mei 2018

6 Tips PDKT Ke Gebetan Bertipe ENFP

6 Tips PDKT Ke Gebetan Bertipe ENFP
Soal ini sebenarnya soal yang menyangkut ilmu psikologi, hanya saja berdasarkan pengalaman hidup sebagai orang bertipe ENFP (katanya test ini itu) sedikit banyak ini menyangkut narsisitas, karenanya saya perlu untuk menerjemahkan artikel berbahasa Inggris tulisan dari Mpok Heidi Priebe yang berjudul 7 Things You Should Know Before You Date An ENFP untuk membantu adik-adik saya berhadapan dengan tipe-tipe manusia ENFP yang hidup sesukanya, ngeselin dan susah diatur. Yah seperti saya yang ENFP juga sih 😊.

Tapi saya hanya menerjemahkan versi suka-suka hanya 6 saja, kalau mau tahu tips ke-7 yah baca saja artikel aslinya hehehe. Woles saja, saya juga menggunakan Google Translate saat membacanya kok.

Jadi menurut Mpok Heidi Priebe, orang-orang ENFPs adalah tipe orang yang menggunakan prinsip "semua-atau-tidak sama sekali" dalam kehidupannya, termasuk dalam hal urusan asmara. Mereka membangun hubungan romantis yang serius, dengan pendekatan yang melibatkan antusiasme dan kehangatan. Mereka yang berkepribadian ENFP mendambakan hubungan yang bermakna dengan pasangannya dan cenderung untuk memutuskan hubungan sejak awal jika ia tidak merasakan adanya hubungan yang bermakna itu. Konon katanya tipe ENFP ini paling cocok dengan INFJ atau INTJ - mereka menawarkan alasan, analisa yang kontras dan kreatif bagi seseorang berkepribadian ENFP.

6 Tips PDKT Ke Gebetan Bertipe ENFP

Jadi apa trik atau tips untuk menundukkan orang-orang bertipe ENFP yang eksentrik dan kadang bikin gondok? Ini 6 Tipsnya:

1. Tantang mereka.

Diskusi yang berkualitas adalah foreplay utama untuk ENFP. Mereka akan sangat bersemangat dalam mengeksplorasi ide-ide baru dan menghargai siapa pun yang dengan cerdas dapat menantang cara berpikir mereka. Pokoknya, diskusi yang baik adalah kencan pertama yang tepat. Semakin banyak ide-ide yang Anda bawa, Anda akan semakin seksi bagi orang-orang ENFP. Rayuan bagi mereka, dimulai dalam pikiran. Soal tempat bisa di mana saja yang sekiranya kondusif dan bisa membuat nyaman.

2. Konsisten

Kepribadian orang-orang ENFP adalah "Semua atau Tidak Sama Sekali", itulah mengapa mereka kadang lebih dikenal sebagai orang yang pendiam/pasif dan sensi serta mengutamakan intuisi dalam menilai. Tipe INTJ dan INFJ akan menjadi pasangan romantis yang terbaik untuk sifat-sifat seperti itu. Sahabat yang secara konsisten dapat berperan introspektif adalah Ying untuk seorang ENFP yang sangat pencemburu dan posesif (Yang). Seperti anak-anak, ketertarikan alaminya akan lebih nyaman dengan pemikiran-pemikiran yang terstruktur dan bermakna.

3. Berpikiran Terbuka

ENFP adalah tipikal "orang aneh". Semakin cepat Anda menerima kenyataan itu maka ke depannya akan lebih mudah bagi Anda. ENFP cenderung tidak konsisten, mereka selalu memiliki rencana dan agenda baru "setiap detik", kadang pemikirannya dapat bertentangan satu sama lain dan berujung pada kesimpulan yang tidak ada hubungannya dengan topik masalah. Sifat tertutup mereka lah yang secara alami telah melatihnya mahir untuk mengubah sebuah topik. Mereka berpikir jauh dan dapat mengubah pemikirannya dalam waktu singkat, namun mereka dapat menyenangkan jika Anda tetap terbuka untuk topik-topik baru, aktivitas baru dan keputusan baru untuk meraih sebuah tujuan. Karakter ENFP cukup menyenangkan dan jarang mengecewakan.

4. Pertahankan Pendapat Anda Ketika Itu Penting

Para ENFP adalah kombinasi antara berpikiran terbuka dan keras kepala. Mereka akan dengan gigih mempertahankan pendapatnya jika itu ia anggap penting sekaligus dapat menghargai orang yang gigih mempertahankan pendapatnya. Itulah mengapa orang-orang ENFP dapat memahami jika Anda menjelaskan skala prioritas Anda dan gigih mempertahankannya. Pribadi ENFP bukan tipe pemaksa dan karenanya mereka juga tidak suka dipaksa. Mereka dapat memahami dan mengubah cara berpikirnya jika Anda dapat mengajaknya berdiri di sudut pandang Anda, dengan intuisinya para ENFP mampu melihat dari sudut pandang Anda (walau dalam versi mereka sendiri) jika mereka mau.

5. Berikan Umpan Balik

Orang-orang berkepribadian ENFP mengembangkan hubungannya dengan komunikasi. Mereka akan berusaha untuk membuat pasangan mereka bahagia, namun demikian hal tersebut tidak selalu berjalan dengan mulus. Contohnya jika ia sangat bersemangat membuat semacam pesta kejutan namun berjalan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah tetap mengapresiasi niatnya dan menjelaskan bahwa ada cara lain untuk melakukannya dan hasilnya mungkin akan sesuai dengan harapan. Orang-orang ENFP memang perasa dan mudah tersinggung dengan kritik langsung, namun sangat menghargai hubungan, Jika mereka melakukan kesalahan, mereka jelas ingin mengetahui di mana letak kesalahan itu untuk memperbaikinya di lain waktu.

6. Buat Mereka Merasakan Kebebasan

Hal yang paling dibenci oleh para ENFP adalah dikekang. Sementara mereka mudah terlibat dalam hubungan persahabatan yang akrab namun mereka bukan tipe pribadi yang mudah mengesampingkan perkembangan dirinya sendiri. Hubungan yang sehat bagi pribadi ENFP adalah sama-sama tumbuh dengan saling asah, asih, asuh dan tidak stagnan tanpa perkembangan.

Cukup itu saja, walau di artikel aslinya ada 7 tips tapi karena tips ke-7 itu menggunakan bahasa perumpamaan, maka sebaiknya Anda membaca sendiri artikel aslinya dan meraba-raba apa maksudnya. :)

Oh iya, hanya dengan membaca ini saja tidak akan cukup untuk modal menundukkan seorang bertipe ENFP, lagi pula mereka bukan tipe yang perlu untuk ditundukkan kok. Artikel ini setidaknya dapat menjadi wawasan awal jika ingin menjalin hubungan yang lebih serius dengan kenalan atau sahabat berkarakter ENFP. Kalau kamu sudah membaca artikel ini sampai habis dan belum mengerti apa itu ENFP yah baca juga artikel ini: ENFP: Giving life an extra squeeze!, judulnya saja yang berbahasa Inggris, artikelnya sih Bahasa Indonesia :)

Happy weekend :)


Mampir di "Saung Baca Kita" Milik SI ABANG Babelan

Saung Baca Kita yang diasuh oleh Komunitas SI ABANG Silaturahim Anak Babelan Ngumpul
29 Maret 2018, Kamis malam Jumat lalu, saya akhirnya bisa berkunjung ke Saung Baca Kita yang diasuh oleh Komunitas SI ABANG (Silaturahim Anak Babelan Ngumpul). Esoknya, tanggal 30 Maret 2018 kebetulan libur bertepatan dengan Hari Wafat Isa Al Masih, jadi saya punya banyak waktu untuk ngobrol lebih jauh mengenai saung baca ini.

Kegiatan malam Jumat di Saung Baca Kita ini secara rutin adalah pembacaan Surah Yasin bersama-sama atau disebut yasinan. Setelah acara yasinan selesai, saya ngobrol lebih jauh mengenai seluk beluk SI ABANG, khususnya tentang kegiatan di Saung Baca Kita yang mereka asuh ini.
Saung Baca Kita yang diasuh oleh Komunitas SI ABANG Silaturahim Anak Babelan Ngumpul
Kongko setelah yasinan - 29 Maret 2018 (Foto Bang Saktam)
Malam itu alhamdulillah hadir beberapa orang yang menurut saya paham mengenai SI ABANG. Bang Hadi selaku ketua dari SI ABANG dengan santai bersama-sama anggota yang lain menjelaskan beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh komunitas SI ABANG seperti belajar Bahasa Inggris, belajar komputer, Hadroh, Sepak Bola, Pencak Silat dan lain-lain. Selain itu, SI ABANG juga kerap melakukan kegiatan sosial dan juga berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kepemudaan.
Saung Baca Kita yang diasuh oleh Komunitas SI ABANG Silaturahim Anak Babelan Ngumpul
Memanfaatkan panggung dangdut yang sudah tidak dipakai (Foto: Fania)

Saung Baca Kita

Saung yang didirikan secara gotong royong oleh anggota komunitas SI ABANG pada Hari Minggu 3 Desember 2017 tahun lalu ini kini semakin hari makin ramai dikunjungi anak-anak dan warga sekitar. Saung ini dibangun dengan memanfaatkan rangka besi bekas panggung dangdut yang sudah tidak digunakan, ditambah kayu dan triplek sumbangan dari anggota dan warga, maka berdirilah saung baca yang dinamakan SAUNG BACA KITA. Lain waktu saya ceritakan lebih jauh tentang Komunitas SI ABANG ini yah, kali ini saya hanya mau cerita sedikit saja kegiatan di saung baca ini saat 2 kali saya mampir.

Hari Minggu 8 April 2018 pagi, alhamdulillah saya berkesempatan bermain dengan adik-adik di Saung Baca Kita. Karena yang biasa mengisi pelajaran Bahasa Inggris sedang berhalangan mengisi acara, maka saya memiliki kesempatan untuk sementara menggantikan beliau. Pengetahuan dasar saja, bernyanyi alfabet sekalian belajar penyebutan huruf-huruf dalam Bahasa Inggris. Dengan bantuan lagu alfabet saya kira adik-adik akan lebih mudah melatih pelafalan huruf dengan cara yang lebih gembira. 

Setelah sebentar bernyanyi selanjutnya adik-adik lanjut ke sesi belajar komputer di asuh oleh Bang Hadi. Sebelumnya beberapa anggota SI ABANG menelpon dan pergi mengambil laptop pinjaman, mereka kembali dengan 3 laptop yang berhasil dipinjam dari warga sekitar. Menurut Bang Hadi kalau sedang tidak digunakan oleh pemiliknya biasanya bisa terkumpul 6 sampai 7 laptop pinjaman untuk adik-adik secara bergantian belajar mengetik di microsoft word.

Para pemberi pinjaman laptop sebagian besar anggota SI ABANG selebihnya warga sekitar yang mau meminjamkan. Tentu ada faktor kepercayaan di sini bahwa laptop tersebut memang hanya digunakan untuk kegiatan belajar. Saya sempat ngobrol-ngobrol dengan adik-adik yang menunggu giliran, mereka rata-rata warga sekitar yang hanya beda RT dan RW. 
Saung Baca Kita yang diasuh oleh Komunitas SI ABANG Silaturahim Anak Babelan Ngumpul
Suasana belajar komputer Minggu, 8 April 2018
Bang Hadi yang sehari-hari tercatat sebagai tenaga pengajar di MTs Attaqwa 17 Babelan dan SMK Alam Karya Sukawangi juga sempat bercerita soal masalah UNBK yang menggunakan komputer sekolah atau laptop.
"Kasihan adik-adik yang tidak terbiasa menggunakan komputer/laptop dikhawatirkan akan terkendala secara teknis dalam mengerjakan soal-soal UNBK" ungkapnya prihatin. Karenanya ia dan kawan-kawan melakukan kegiatan belajar komputer agar adik-adik lebih akrab dan terbiasa menggunakan komputer.

Obrolan lain selanjutnya adalah mengenai agenda Milad kedua SI ABANG yang rencananya akan dilaksanakan di Halaman Kantor Desa Muarabakti Kecamatan Babelan pada hari Minggu tanggal 22 April 2018. Saya pikir pasti acara ini akan ramai. Semoga acaranya lancar kelak.
Saung Baca Kita yang diasuh oleh Komunitas SI ABANG Silaturahim Anak Babelan Ngumpul

Kalau ada teman-teman yang berkenan meluangkan waktu saat Sabtu dan Ahad silakan berkunjung ke Saung Baca Kita di Kampung Pangkalan Gang Musollah Nurul Amal, Desa Kedung Pengawas RT 08/RW 03 Kecamatan Babelan. 

Jika mau berkunjung sila klik Link Peta Google Saung Baca Kita di sini.
Facebook Group SI ABANG (Silaturahmi Anak Babelan Ngumpul).

Nara hubung Saung Baca Kita:
Hadi: 0895 3430 71134
Saktam: 0858 8828 4648