Arsip Kategori: aktivitas

5 Rawon Kondang Surabaya, Kuliner Khas Kota Pahlawan yang Wajib Coba

5 Rawon Kondang Surabaya, Kuliner Khas Kota Pahlawan yang Wajib Coba

Saat jalan-jalan ke Surabaya, kuliner yang wajib dicicipi adalah rawon. Makanan berkuah hitam ini menurut banyak sumber memang berasal dari Surabaya. Maka dari itulah kamu akan sangat mudah menemukannya. Tidak sedikit dari rawon yang ada di Surabaya sudah menjadi langganan puluhan tahun lamanya.


Jalan-jalan ke Surabaya akan tambah mudah karena alat transportasinya sangat lengkap. Segera cek tiket dan jadwal penerbangan di Traveloka untuk terbang ke Surabaya. Banyak kelebihan yang ditawarkan Traveloka, kamu tidak akan pernah menyesal memilihnya sebagai partner perjalanan. Bagaimana sudah membayangkan mencicipi berbagai rawon yang enak dengan irisan daging yang tebal-tebal?


Tidak hanya memiliki rasa yang nikmat dengan daging tebal saja, tidak jarang rawon di Surabaya mempunyai nama yang terbilang nyeleneh. Hal itu juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang datang. Bagi yang memiliki rencana jalan-jalan ke Kota Pahlawan, dalam waktu dekat ini atau bisa tahun depan, inilah jajaran rawon kondangnya.



1. Rawon Setan

Belakangan ini berbagai kuliner dengan nama ‘setan’ ‘iblis’ atau ‘angel’ dan lain sebagainya identik dengan makanan yang memiliki tingkat kepedasan. Namun berbeda dengan warung ini ya. Alasan kenapa disebut Warung Setan, awalnya karena bukanya pada tengah malam, mulai pukul 02.00 WIB. Identik dengan keluarnya makhluk-makhluk astral tersebut.


Warung ini pertama kali didirikan oleh Mbah Musiati sejak tahun 1953. Seiring berjalannya waktu, sudah ganti kepengurusan sekarang Rawon Setan sudah tidak hanya jual di malam hari, namun pagi juga. Alamatnya berada di Jl. Embong Malang No. 78/I, Genteng, Surabaya.



2. Rawon Kalkulator

Pilihan lainnya yang tidak kalah kondang adalah Rawon Kalkulator yang berlokasi di Taman Bungkul. Tepatnya di Sentra PKL Taman Bungkul, Jl. Raya Darmo. Jam operasionalnya, mulai dari 11.00 siang hingga 03.00 pagi. Kamu mungkin bertanya kenapa dinamakan Rawon Kalkulator, alasannya sederhana saja. Yakni kecepatan para pramuniaga dalam menghitung bill yang harus dibayar.


Tentu saja selain itu, rasanya rawon yang telah ada sejak tahun 1975 ini juga tidak bisa diremehkan begitu saja. Kuah rawon di sini terkenal segar dengan bumbu-bumbu yang pas. Selain itu dagingnya juga terkenal memiliki ukuran yang besar namun tetap empuk. Tak salah jika pengunjung berdatangan. Selain rawon, ada satu menu lainnya yang bisa dicicip yakni soto daging yang tidak kalah nikmatnya. 



3. Rawon Ibu Soepinah

Rawon Ibu Soepinah juga masuk dalam jajaran legendaris, karena sudah didirikan sejak tahun 1966. Salah satu ciri khas rawon di tempat ini adalah ada tambahan empal yang tebal dengan serundeng. Jadi rasanya semakin legit saja.  Tidak hanya rawon saja, ada pilihan menu lainnya yang bisa dicoba, ada nasi campur atau pecel.


Alamat Rawon Ibu Soepinah ini berlokasi di Jl. Pasar Kembang No. 85, Wonorejo, Kecamatan Tegalsari atau berada di sebelah timur depan Hotel LA. Jam bukanya mulai dari 05.00 pagi sampai dengan 12.00 WIB siang.


5 Rawon Kondang Surabaya, Kuliner Khas Kota Pahlawan yang Wajib Coba Rawon Nguling Cabang Surabaya

4. Rawon Nguling Cabang Surabaya

Tempat selanjutnya adalah Rawon Nguling cabang Surabaya. Bagi penggemar rawon, Rawon Nguling merupakan salah satu yang terkondang di Jawa Timur. Daerah asal rawon ini adalah Desa Nguling, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan. Seiring berjalannya waktu, rawon ini sudah membuka cabang di Jawa Timur, termasuk Surabaya. Meski cabang rasanya tetap juara.


Salah satu ciri khas rawon di tempat ini adalah kuahnya lebih jernih dan bumbunya tidak terlalu kuat. Meski begitu rasanya tetap saja nikmat. Alamatnya berada di Jl. Kendangsari Industri No. 41, Kendangsari, Tenggilis, Mejoyo, Surabaya. Jam bukanya mulai dari pukul 07.30 hingga 21.00 WIB.



5. Rawon Pak Pangat

Satu lagi yang bisa dimasukkan ke dalam rekomendasi adalah Rawon Pak Pangat. Jika biasanya di tempat lain hanya ada satu rawon, di sini ada 3 jenis. Yaitu nasi rawon suwir, nasi rawon krengsengan, dan juga nasi rawon campur. Jika ingin kuliner lainnya juga tersedia, mulai dari nasi campur kering, nasi krengsengan, dan berbagai lauk tambahan, tempe, krupuk, dan telur asin.


Di Surabaya, Rawon Pak Pangat ini sudah memiliki 4 lokasi. Alamat pusatnya berada di Lotus Regency, Jl. Ketintang Baru, Sel. I, No. 15, Ketintang, Gayungan, Surabaya. Jam bukanya mulai dari pukul 06.30 sampai dengan 20.00 WIB.


Pilihan yang membingungkan ya, sama-sama menyajikan rawon yang enak dengan harga yang bersaing antara satu sama lain. Jika kamu berencana buat jalan-jalan ke Surabaya, harus coba ya.

 


Abu Tebel Ampe Endebel [Kenangan Bocah 80an]

Abu Tebel Ampe Endebel 

Abu Tebel Ampe Endebel
Gambar dari: seputarberitakecantikan.blogspot.com 

Angin bertiup dari sebeleh timur.., geburan ombak di kaki gili-gili empang membahu membuat buih-buih berterbangan di angkasa, alunan suara dari pita kaset tape yang rusak yang dipasang saling melintang menambah cerianya suasana sore di Kampung Sembilangan pesisir Kabupaten Bekasi tahun 80-an.

Suara adzan ashar menunjukan waktu jam 3 petang, suara riuh latap-latap terdengar dari sekelompok anak-anak yang mulai berdatangan. Mereka terlihat membawa mobil-mobilan yang terbuat dari bekas botol air mineral dengan ban terbuat dari sandal emaknye yang udah putus alias gak kepake.

mobil-mobilan bambu anak tahun 80
ilustrasi 

Ade juga yang membawa motor-motoran trail yang terbuat dari sebatang bambu yang di ujung bambunya dipakaikan roda yang terbuat dari papan berbentuk lingkaran dengan stang di tengah-tengah bambu. Cara menggunakannya cukup sederhana, batang bambu diletakan di pundak dengan kedua tangan memegang setang yang terletak di tengah-tengah batang bambu, didorong sambil mulut membunyikan suara knalpot motor sebagai imitasi suara mesinnya, lucu juga sih!!!

Suasana hari itu semakin seru tak kala ada seorang anak yang rajin mendusur abu yang tebal dengan papan membuat jalur yang  katanya sirkuit untuk arena balap mobil-mobilan dan motor-motoran. Abu yang didusur terlihat seperti sirkuit lengkap dengan bendera-bendera kecil yang terbuat dari bungkus-bungkus permen yang menambah warna tepian sirkuit abu. 

Suasana semakin ramai dengan bunyi-bunyian mesin yang keluar dari mulut si joki.

Nampak di sebelah sisi lainnya ada beberapa anak sedang membuat gunung yang  terbuat dari abu, mereka membuat gunung sebesar yang mereka inginkan, selah gunung itu jadi mereka hancurkan dengan menendang gunung abu agar abu melayang ke udara dan terlihat seperti hujan salju, hmmm ada-ada aja yah..!! 

Terkadang ada yang jail gunung itu diisi dengan air kencing mereka dan menyuruh temannya untuk menendangnya dan akhirnya pecahlah suasana menjadi tawa yang gembira.

Hari semakin sore matahari yang mulai tenggelam seakan menjadi Alarm sudah waktunya untuk pulang, mulailah mencari kantong-kantong plastik yang akan digunakan menjadi wadah untuk mengambil air di empang dan mulailah menyiram sirkuit dan sisa hancuran gunung abu dengan air  seketika ABU yang  tebel menjadi ENDEBEL.


Penulis: Heriyansyah (Mandor)

Buku Jejak Langkah Puan – Hidup Ini Indah, Beib – Seri Perempuan Mbolang Dirilis Virtual

“Menulislah agar kau akan selalu dikenang, karena menulis adalah prasasti.” Wina Bojonegoro, CEO dan Founder Padmedia Publisher.

Buku Jejak Langkah Puan - Hidup Ini Indah, Beib - Seri Perempuan Mbolang Dirilis Virtual
Sisca Maya, penulis "Fright to Fly, but Fly Aniway" dalam buku 'Jejak Langkah Puan'.  Foto: Facebook Sisca Maya

Pandemi bukan sebuah alasan untuk menghentikan kreativitas. Setidaknya 20 perempuan dalam Buku Kumpulan Cerpen berjudul 'Jejak Langkah Puan' bagian dari buku HIIB (Hidup Ini Indah, Beib) ke-5, Perempuan Mbolang membuktikan hal itu. Buku yang pada September 2020 lalu telah dipesan hingga mencapai 1000 eksemplar ini menceritakan pengalaman pribadi dari 20 penulis perempuan. 

Mempertimbangkan situasi pandemi Covid-19 yang belum juga mereda, akhirnya buku Jejak Langkah Puan - Hidup Ini Indah, Beib - Seri Perempuan Mbolang dirilis oleh Padmedia Publisher secara virtual di hotel Singgasana Surabaya, Sabtu, 10 Oktober 2020.

"Suatu hal yang sangat disyukuri, mengingat saat ini adalah masa pandemi yang membuat gerak langkah kami, Padmedia Publisher, sangat terbatas. Suatu ironi, mengingat ini adalah buku tentang jalan-jalan tetapi saat peluncuran bukunya para penulis yang terdiri atas 20 perempuan ini malah berada di rumah masing-masing. Tapi ini justru melahirkan kreativitas kami untuk menyelenggarakan peluncuran buku meski secara virtual," jelas Wina Bojonegoro, Founder dan CEO Padmedia Publisher.

"Jejak Langkah Puan" tidak hanya bercerita tentang destinasi, kisah bagaimana cara menuju sana, atau menu khas yang harus dicoba di sana, melainkan catatan tentang "petualangan rasa" yang dialami oleh penulisnya. 

Bagaimana rasanya jika seorang yang memiliki phobia pesawat terbang harus berjuang setiap akan memulai perjalanannya?, kisah ini ada dalam tulisan Sisca Maya, "Fright to Fly, but Fly Aniway".

Bagaimana piknik yang seharusnya santai akan tetapi ternyata harus berurusan dengan 8 ekor ayam hidup seperti dalam cerita Endang P. Uban dalam "Perjalanan ala Ninja Hatori". Atau bagaimana repotnya jika seorang guide harus menata sekolah yang sedang libur seolah-olah sedang ada kegiatan belajar karena ada serombongan turis Rusia yang ingin mengetahui kehidupan masyarakat Tengger seperti yang ditulis oleh Yoni Astuti dalam "Bromo Tidak Selalu Sun Rise".

Tidak hanya itu, masih ada sekitar 17 kisah perjalanan lainnya yang dapat dinikmati pada buku "Jejak Langkah Puan" ini. Menariknya, tidak semua kisah dalam buku ini adalah karya penulis atau traveller, ada juga mantan wartawan dan guide profesional yang ikut berbagi cerita. Meski demikian, Padmedia Publisher sebagai penerbit tetap memegang komitmen untuk menerbitkan tulisan dengan kualitas setara penulis profesional.

Dari sekitar 50 tulisan yang masuk dilakukan kurasi untuk penentuan layak muat atau tidak, dilanjutkan dengan proses editing dan coaching kepada mereka yang tulisannya lolos. Di tahap ini pun beberapa tulisan berguguran sehingga akhirnya tersaring 20 tulisan yang masuk dalam buku Jejak Langkah Puan.

Buku Serial Hidup Ini Indah, Beib HIIB
Buku Serial Hidup Ini Indah, Beib HIIB - Sumber Foto: writravelicious.com

Serial HIIB (Hidup Ini Indah Beib) juga tidak berhenti sampai di sini. Setelah ini akan terbit HIIB edisi para dokter yang akan bercerita tentang suka duka mereka dalam menjalani profesinya, dilanjutkan dengan HIIB versi lelaki dalam Hidup Ini Indah, Brow yang akan bercerita tentang Patah Hati ala Lelaki.

Itulah cara Padmedia Publisher untuk konsisten menerbitkan buku yang berkualitas, bagi mereka yang belum pernah menulis sekalipun. Menerbitkan buku bukan lagi impian di awang-awang bagi mereka yang ingin mempunyai buku karya sendiri, minimal sekali dalam hidupnya.

Ini juga diwujudkan oleh Padmedia Publisher dalam bentuk pelatihan-pelatihan menulis, baik cerpen maupun esai, yang sebagai wujud kelulusan para siswanya adalah karya berupa buku.

Sesuai visi dan misinya, Padmedia Publisher akan terus menggaungkan semangat literasi seperti yang selalu disampaikan oleh Wina Bojonegoro, CEO dan Founder Padmedia Publisher, "Menulislah agar kau akan selalu dikenang, karena menulis adalah prasasti".

Sumber: Press Release Padmedia Publisher, Kumparan Basra.


Kongkow Santai di Hutan Bambu Kali Cikarang Warung Bongkok

Kongkow Santai di Hutan Bambu Kali Cikarang Warung Bongkok
Ini bukan kongkow di tambal ban ya sedara, wahai netizen sekalian, melainkan ini kongkow di bawah rumah pohon karya kawan-kawan Komunitas Save Kali Cikarang.

Pagi tadi sebelum saya sampai tempat sejuk nan asri walau agak bising bukan karena lalu lalang kendaraan, tapi suara dari PT Gunung Garuda yang berhadap-hadapan langsung dengan aliran #kalicikarang. Seperti biasa aktivitas saya di tengah keadaan begini mantengin HP, karena ada jadwal mengajar by online.

Gak saya kasih tugas kok para siswa/i, cuma saya minta baca materi saja, walaupun Alhamdulillah ada dari beberapa siswa/i berinisiatif mengubah materi yang saya sampaikan ke dalam bentuk PDF dan PowerPoint. Selesai memberikan materi serta menjawab beberapa pertanyaan siswa/i, saya coba online update biasalah gaya-gayaan, baca-baca berita, dan bikin ruang diskusi yang disediakan FB, eh nongol dan bergabung juga Bang Eko Djatmiko.

Itupun posisi saya masih di rumah, sudah seduh kopi, sembari menunggu istri selesai memasak, di tengah obrolan yang nan kentang (kepalang tanggung) sang Istri nyeletuk, "ngobrolnya di sana aja yuk".
Wah ayo dah, maka saya putuskan untuk segera cap cus, otw ke Hutan Bambu Kali Cikarang/ #KomunitasSaveKaliCikarang.

Dengan bermodal petunjuk dan arahan Bang Eko Djatmiko.
"Pokoknya dari tugu Bambu Warung Bongkok lurus ada Indomaret sebelah kiri jalan ada gang masuk dah, nanti ada plang nya Hutan Bambu Kali Cikarang". 

Memang antara bikin dahi mengkerut dan narik napas panjang menemui jalanan yang asal tambal berlubang, juga tata pemukiman dalam kepungan PT Gunung Garuda, bahkan makam juga dikepung oleh PT sekitaran. Parkirlah saya dan istri di pinggir jalan. Alhamdulillah disambut dengan baik oleh beberapa kawan yang sigap di depan areal pintu masuk.

"Jalan aja terus bang ikutin gang ini, banyak makam memang juga tembok-tembok batas yang dibuat oleh PT di sekitar areal makam," kata seorang pemuda di sana.

Ada sosok yang saya kenal betul tahu percis, postur badannya,tinggi badannya, suaranya, dia menyapa "Woy-woy". Tenang bukan penampakan di sekitar Hutan Bambu Kali Cikarang dan makam. Ini sosok yang terkenal piawai membawakan sejarah Bekasi, dan sudah membuat buku juga, gak hanya satu dalam dunia perbukuan. Tak lain tak bukan, kawan saya juga, Bang Endra Kusnawan.

Tapi yang saya lihat beliau ada obrolan agak serius dengan banyak produk-produk yang tersedia di mejanya, juga ada beberapa teman beliau. Maka satu tempat lain ruang diskusi. Beliau juga bertanya "Ngapain ke marih?."
Saya jawab "Pengen kepo aja di zona yang lagi viral ampe pusat", hahaha.

Saya langsung cari Bang Eko Djatmiko yang tengah asik memancing juga ngajarin beberapa anak cara memancing. 

Di sekitar areal juga ada Mushola, WC, dan tempat berfoto yang bagus, dan yang sangat langka, adalah beberapa pelajar tengah asik belajar sambil diskusi sepertinya tengah mengerjakan tugas sekolah

Dengan salaman kepalan tinju sebagai tanda jumpa awal saya dan bang Eko Djatmiko. Ini kalau yang paham, salaman dengan saling mengepalkan tangan ini adalah salam semangat perubahan gerak sosial.

Kongkow Santai di Hutan Bambu Kali Cikarang Warung Bongkok

Ngobrol Lah dengan santai, posisi awal ngobrol di kepala kapal hasil kreativitas kawan-kawan #Savekalicikarang. Berpindah tempat ke area rumah pohon agar geser dikit dengan tawaran kopi Sumatera asli. Istri saya tengah asik di bawah rimbunnya pohon bambu, dia paham bagaimana saya jadi tidak ikut ke area kongkowan.

"Jahat ya saya tinggalin".
Tapi tenang di area tadi kepala kapal hasil kreativitas kawan-kawan #savekalicikarang, ada yang lagi terus mengerjakan untuk mengokohkan tempat kongkow, jadi istri saya gak sendirian. Sebatang rokok lalu sebatang lagi dengan ditemani kopi Sumatera. Bahkan rokok yang dihisap beliau sama dengan rokok saya, kretek.

Belio sempat menunjukan video dari YouTube tentang liputan berita #savekalicikarang,
https://youtu.be/98EGtuE3CoM. Unik walaupun agak heran, itu berita jika ditonton dan channelnya milik Diksominfosantik Kab Bekasi.
Herannya di mana?

Sudah sampaikah jajaran pegawai dinas yang membuat video tersebut? Atau dinas terkait yang kudunya engeh dengan semangat kebangkitan masyarakat bantaran kali dengan membuat gerakan #Savekalicikarang serta Melestarikan #Hutanbambukalicikarang.

Antara cuman sekedar liput? atau akuisisi sepihak bahwa sudah ada tempat wisata bernuansa kali dan sebagai wadah pembelajaran peduli lingkungan dengan Jelas berhadapan langsung disekitarnya PT Gunung Garuda?.

Obrol punya obrol, ternyata istri beliau dengan saya masih satu kampung lah, malang melintang juga Bang Eko Djatmiko tahu kampung halaman saya. Istilahnya sekarang bahasa kodenya PLN (Palembang lagi Naik). Beliau lama juga di kampung halaman saya, Kikim Sumatera Selatan. Jangan-jangan masih saudara neh.

Udah ah kebayakan ini tulisan. Tapi yang pasti akan dan segera terbentuk dalam satu naungan masyarakat bantaran kali di Kabupaten Bekasi.

Penulis: Minon On Mini
Selasa, 28 Juli 2020


Pahami Pinjaman Online, Hindari Gali Lubang Tutup Lubang di Zaman Fintech

Pahami Pinjaman Online, Hindari Gali Lubang Tutup Lubang di Zaman Fintech


Saya sudah banyak membaca tips aman keluar rumah saat Pandemi Covid-19, ditambah lagi tips-tips menjaga kesehatan saat PSBB, serta protokol kesehatan yang diberikan lembaga atau para ahli ini itu, inti dari semuanya itu hanya satu, ya jangan ke luar rumah.


Karenanya tidak sulit bagi saya untuk memahami fenomena kekinian efek Covid ini, seperti saat para pelajar yang asik berdiam diri di kamarnya melaksanakan "Belajar Dari Rumah", sementara sebagian orangtua mereka juga "Bekerja Dari Rumah" atau bahkan "Dirumahkan." Yang sulit itu mengubah kebiasaan offline menjadi serba online. Banyak hal yang tidak bisa tergantikan dengan kegiatan "apapun dari rumah" ini, sebut saja ngopi bareng teman-teman di warung kopi.


Saya bukan enggak percaya ada kegiatan yang bisa digantikan dengan praktek baru yang lebih efisien apalagi dengan memanfaatkan teknologi, tapi... ya enggak semua juga kali bisa digantikan dengan kegiatan online, kita kan manusia sosial.


Banyak kegiatan konvensional yang sudah mulai tergantikan dengan kebiasaan baru dengan memanfaatkan teknologi. Sebut saja, berbelanja dan berjualan secara online, saya kira sudah sangat umum dipraktekkan oleh masyarakat. Hal itu tentunya karena masyarakat juga sudah merasakan manfaat kegiatan itu. Minimal masyarakat telah merasakan efektivitas dan fleksibilitas kegiatan itu sehingga kegiatan itu menjadi budaya baru yang dengan senang hati dipraktekkan.


Hal lain yang menggoda saat PSBB ini diakui atau tidak adalah kegiatan pinjam meminjam uang secara online melalui pinjaman instan Kredit Tanpa Agunan atau KTA yang banyak ditawarkan aplikasi-aplikasi pinjaman online dan fintech.


Pahami Pinjaman Online, Hindari Gali Lubang Tutup Lubang di Zaman Fintech


Pinjaman Online, Gali Lubang Tutup Lubang di Zaman Fintech

Mirisnya yang banyak beredar di sosial media terkait pinjaman online, fintech ini adalah praktek "gali lubang tutup lubang, pinjam uang bayar hutang" sama persis dengan praktek yang disindir oleh sang Raja Dangdut, Haji Rhoma Irama di album Soneta Volume 15 yang hits di tahun 1989.


Kita kembali dulu ke istilah fintech. Fintech adalah singkatan dari financial technology. Menurut National Digital Research Center (NDRC) fintech dapat digunakan untuk menyebut inovasi dalam bidang jasa keuangan atau finansial yang diberikan sentuhan teknologi modern. Atau merupakan segmen di dunia start-up. Tujuannya adalah membantu untuk memaksimalkan penggunaan teknologi untuk mengubah, mempertajam atau mempercepat berbagai aspek pelayanan keuangan.


FinTech muncul seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang didominasi oleh pengguna teknologi informasi dengan tuntutan hidup yang serba cepat


Bank Indonesia dalam laman resminya menjelaskan bahwa fintech muncul seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang saat ini didominasi oleh pengguna teknologi informasi dengan tuntutan hidup yang serba cepat. Dengan fintech, permasalahan dalam transaksi jual-beli dan pembayaran seperti tidak sempat mencari barang ke tempat perbelanjaan, ke bank/ATM untuk mentransfer dana, keengganan mengunjungi suatu tempat karena pelayanan yang kurang menyenangkan dapat diminimalkan. Dengan kata lain, fintech membantu transaksi jual beli dan sistem pembayaran menjadi lebih efisien dan ekonomis namun tetap efektif.


Dari banyak manfaat fintech yang utamanya memberikan pinjaman instan Kredit Tanpa Agunan secara online atau sering diistilahkan Pinjol atau pinjaman online ini, sayang sekali kalau kita hanya tahu sisi negatifnya saja. 


Sisi negatif yang muncul sebagai akibat dari kegiatan gali lubang tutup lubang ini sering terjadi akibat meminjam di pinjol yang satu untuk melunasi hutang di pinjol lain, siklus kegiatan ini hanya membuat si peminjam terjerat lingkaran hutang pinjaman online yang tidak akan ada habisnya.


Pahami Pinjaman Online, Hindari Gali Lubang Tutup Lubang di Zaman Fintech


Mengenal Tunaiku, produk digital pinjaman tanpa agunan dari PT Bank Amar Indonesia Tbk

Mulai beroperasi pada 2014, Tunaiku merupakan produk digital pinjaman tanpa agunan (TKA) dari PT Bank Amar Indonesia Tbk yang dimiliki oleh perusahaan multinasional bernama TOLARAM. Awalnya Tunaiku berdiri sendiri sebagai fintech pinjaman online OJK yang terdaftar di OJK, namun kemudian Tunaiku membatalkan statusnya karena kembali ke bawah naungan Bank Amar Indonesia Tbk. Perbedaan Tunaiku dengan layanan fintech lain yang ada di Indonesia ada pada 2 hal penting yaitu keamanan dan fleksibilitas


Berbeda dengan situs atau aplikasi pinjaman online umumnya, Tunaiku berada di bawah naungan Bank Amar Indonesia Tbk yang terdaftar dan diawasi oleh OJK sehingga dari segi keamanan data nasabah tidak perlu diragukan karena Tunaiku melindungi data nasabah dengan standar kerahasiaan perbankan. 


Untuk fleksibilitas, Tunaiku juga cukup berbeda karena menyediakan fasilitas tenor yang panjang yaitu maksimum 20 bulan dengan limit hingga 20 juta rupiah, fleksibilitas inilah yang membedakan Tunaiku dengan jasa fintech yang lebih banyak memberikan limit kecil dan tenor pendek.


Tunaiku juga menawarkan syarat dan pengajuan lebih mudah dibanding layanan KTA tradisional yang biasanya membutuhkan agunan serta banyak dokumen saat proses pengajuan KTA online maupun offline. Di Tunaiku hanya menyediakan layanan kredit pinjaman online tanpa jaminan dan tanpa kartu kredit, serta proses pengajuan KTA yang hanya bermodalkan KTP dan 10 menit waktu untuk pengisian formulir. Ini dimungkinkan karena Bank Amar Indonesia sebagai induk Tunaiku telah bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (DUKCAPIL) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia sehingga dapat melakukan verifikasi data NIK dan e-KTP secara cepat.


Tips Sebelum Memutuskan Untuk Meminjam Uang Online

Ya memang benar, saat ini, cuma bermodalkan akses internet dan KTP kita sudah bisa mendapatkan uang pinjaman lewat berbagai pilihan aplikasi pinjaman online. Menurut data, pinjaman online OJK hingga 14 Agustus 2020, jumlah penyelenggara fintech peer to peer lending yang terdaftar dan memperoleh izin dari OJK adalah 158 perusahaan


OJK mengimbau masyarakat untuk menggunakan jasa penyelenggaraan fintech peer to peer lending yang sudah terdaftar/berizin dari OJK. Selama dua tahun terakhir, OJK telah memblokir 2.591 perusahaan fintech peer-to-peer lending ilegal


Khusus 2020, Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK Tongam L Tobing mengatakan OJK sudah memblokir 694 fintech ilegal. Meski sudah memblokir ratusan aplikasi dan website, tapi jumlah tersebut masih sedikit karena gerakan fintech ilegal terbilang gesit. 


Fintech P2P ilegal tidak murni menjalankan bisnis fintech lending yang sesungguhnya


Secara rinci ia menjelaskan, yang menjadi perhatian OJK yaitu Fintech P2P ilegal ini tidak murni menjalankan bisnis fintech lending yang sesungguhnya. Fintech P2P ilegal bahkan tidak melakukan penghimpunan dana dari pemberi pinjaman dan tidak menyalurkan dana dari fintech lending ilegal itu sendiri. Mereka hanya bertindak sebagai penghubung (calo).


OJK memberikan beberapa tips melakukan pinjaman online agar tidak menimbulkan kerugian. 

  1. Pinjam di perusahaan terdaftar/berizin di OJK. Pastikan kita melakukan pinjaman di perusahaan yang telah terdaftar/berizin di OJK. Dengan begitu, proses bisnis dan produk kredit fintech bisa diverifikasi dan mendapatkan pengawasan dari OJK. 
  2. Pinjam sesuai kebutuhan dan kemampuan. Jangan sampai kita meminjam lebih dari kemampuan untuk membayar. Total pinjaman yang diperbolehkan adalah maksimal 30% dari total penghasilan. 
  3. Lunasi cicilan tepat waktu. Selalu lunasi cicilan tepat waktu untuk menghindari denda yang membengkak. Agar tidak lupa membayar, pasang pengingat di ponsel atau beri tanda pada kalender di rumah atau kantor. 
  4. Hindari gali lubang tutup lubang. Jangan membayar pinjaman dengan pinjaman baru untuk menghindari terlilit utang. Jadikan membayar cicilan sebagai prioritas utama setelah menerima gaji. 
  5. Ketahui bunga dan denda pinjaman. Pelajari dengan cermat bunga dan denda pinjaman, sebab kedua hal ini akan mempengaruhi jumlah tagihan yang harus dibayarkan. Lakukan survei ke beberapa perusahaan fintech lending sebagai pembanding. 
  6. Pahami kontrak perjanjian. Baca dengan teliti kontrak perjanjian yang ditawarkan, dan ajukan pertanyaan apabila belum jelas.

Demikian sedikit catatan mengenai fintech (financial technology), pinjaman online (pinjol) Tunaiku dari Amar Bank dan tips agar kita tidak menyalahgunakan kredit tanpa agunan online dari OJK.

7 Tips Menghindar dari Telemarketing Bank yang Menawarkan Kredit (khusus PNS)

 7 Tips Menghindar dari Telemarketing Bank yang Menawarkan Kredit 

(Khusus PNS)

7 Tips Menghindar dari Telemarketing Bank yang Menawarkan Kredit Khusus PNS

Yang bikin kaget bin heran begitu dapat status Pegawai Negeri Sipil (PNS), adalah begitu banyaknya tawaran kredit khusus dengan menjaminkan  Skep Pengangkatan. Macam-macam lah namanya: multi karya, multi guna, guna usaha, dll.


Skep CPNS loh, bukan Skep PNS. Bukan main memang, nilai tawarnya tinggi, dan biasanya, atau minimal sebagian besar yang namanya Skep CPNS ya pernah dijadikan jaminan oleh pemiliknya. Survei terbatas di antara teman-teman saya ini…


Ya akhirnya saya juga terjerat sih, hehehe… Enggak banyak. Hanya beberapa kali di Mandiri, lalu BRI, BNI, BCA, Panin, dan terakhir di Commonwealth (Eh, banyak juga itu yah?).


Semua orang tahu, punya utang itu enaknya cuma di depan (saat dana cair), di belakang (saat gaji dipotong) sedih bukan kepalang


Semua orang tahu, punya utang itu enaknya cuma di depan (saat dana cair), di belakang (saat gaji dipotong) sedih bukan kepalang, karena yang seharusnya dapat, sebut saja 1.000, jadinya cuma dapat 500-600 saja. Akhirnya akhir bulan pontang-panting cari pinjaman, dan jadi kebiasaan… akhirnya… gali lubang tutup lubang… pinjem uang bayar utang… (iya benar, saya penggemarnya Bang Haji Rhoma Irama).


Nah, setelah pengalaman menjaminkan Skep CPNS yang tidak diragukan itu, bolehlah sekarang saya berbagi tips untuk menghindar dari telemarketing bank yang menawarkan kredit khusus PNS dengan semangat 45. Lumayan sukses saya praktekkan beberapa tahun terakhir. Nah ini dia 7 Tips Menghindar dari Telemarketing Bank yang Menawarkan Kredit:


7 Tips Menghindar dari Telemarketing Bank yang Menawarkan Kredit (khusus PNS)

1.    Cermati Nomor yang Menghubungi Kita

Kalo ada beberapa kali panggilan dengan nomor telepon yang berdekatan, sebaiknya enggak usah diangkat, bisa juga langsung diblokir saja. Demikian pun kalo ada angka-angka khusus di belakangnya, misalnya xxxx046, itu juga, kalo bukan mau menawarkan kredit ya paling juga nawarin asuransi.


 2.    Jawab dengan Bisikan

Kalo enggak atau belum diblokir, dan Anda ragu, ini kawan lama atau atasan yang menelepon (beberapa telemarketer menggunakan nomor hp pribadi), sebaiknya diangkat dengan berbisik, dan bilang aja sedang rapat, telepon lagi nanti jam 12 malam, biasanya mereka langsung mundur teratur.


 3.    Bilang Sedang Proses Pemecatan PNS

Kalo di waktu tidak sibuk mereka menelepon, dan terpaksa diangkat, jawab saja dengan penuh semangat bahwa Anda sedang menunggu-nunggu kesempatan meminjam uang karena gaji tidak cukup untuk membayar cicilan yang sudah ada, sementara sebentar lagi mau dipecat dari kantor karena pelanggaran PP 53. Pastilah keder sang telemarketernya.


 4.    Jawab dengan Suara Seram

Kalo mereka menelpon malam-malam sekitar jam 12, siapkan lagu Lingsir Wengi sebagai background, berbicaralah dengan perlahan dan suara yang berat, sesekali juga boleh sambil cekikikan, dan ajak diskusi si telemarketer tentang hal-hal yang menakutkan, misalnya tentang arwah gentayangan yang masih suka muncul karena banyak utangnya belum  terbayarkan.


 5.  Sampaikan Anda Sudah Hijrah

Jawab salam dengan Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, ganti kata saya dengan ana, dan kamu dengan antum. Sisipkan istilah-istilah bahasa Arab, syukur-syukur jika ada hadis atau ayat yang Anda ingat. Lalu sampaikan bahwa Anda sudah mantap berhijrah, tidak akan mengambil pinjaman dari bank karena itu adalah riba yang dilaknat Allah, dan dosanya sangat berat. Masya Allah!! Teganya antum mau menjerumuskan ana...


 6.    Balas dengan Menawarkan Barang

Kalo telemarketernya masih nekad, Anda bisa memakai jurus pamungkas ini: balik menawarkan barang untuk mereka beli dari Anda. Cari saja Saudara yang sedang menjual ruko, rumah, atau mobilnya, dan barang tersebut Anda tawarkan kepada si telemarketer. Siapa tahu ada jodoh, barang yang Anda tawarkan laku, dan anda mendapatkan komisi penjualan dari Saudara Anda. Lumayan kan?  


7.  Tanyakan Kemungkinan Kenaikan Plafon Pinjaman, karena Akan Digunakan Buat Bayar Pengacara

Bilang saja, tanggal 18 Agustus kemarin Anda tidak sengaja ikut Deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi, lalu ketahuan sama atasan. Anda harus mempertanggungjawabkannya di depan pejabat pembina kepegawaian. Ancamannya serius yaitu pemecatan sebagai PNS karena ada bukti kuat berupa foto-foto di tempat kejadian. Anda harus bayar pengacara mahal dengan pinjaman tersebut, karena Pakde Anda yang tokoh Muhammadiyah lepas tangan, padahal beliau yang ngajakin Anda.


Demikian tips dari saya, semoga bermanfaat dan dapat dipraktekkan. Kalo ternyata tidak berhasil, yah gimana lagi ya, mungkin bolehlah sekali ini saja tawarannya diterima. Tapi janji jangan ambil pinjaman terlalu besar, dan cukup satu kali ini saja, untuk pengalaman... mumpung baru merayakan hari kemerdekaan Indonesia ke-75.


Merdekaaa...


Penulis: Heri Winarko


Sedikit Tentang Asal Kata LEBARAN

Sedikit Tentang Asal Kata LEBARAN

Lebaran adalah kegiatan ritual dan sosial umat Islam di tiap tanggal 1 Syawal dan yang disebut juga Hari Raya IdulFitri.


Hari Raya Idul Fitri pertama kali dirayakan oleh umat Muslim pada tahun ke-2 Hijriah, yang sekaligus bertepatan dengan peristiwa Perang Badar, ketika kaum muslimin meraih kemenangan perang skala besar untuk pertama kalinya.


Peperangan yang terjadi pada 17 Ramadhan 2 H tersebut terjadi karena aksi monopoli pasar dan blockade aktivitas dagang oleh kaum Quraisy Mekah terhadap muslim Madinah. Pasukan yang dipimpin oleh Abu Jahal tersebut membawa pasukan besar sekitar 1.000 tentara lengkap dengan peralatan perang, sedangkan Nabi dari arah Madinah hanya membawa 300 sahabat yang kemudian menuju Badar.


Meski jumlah pasukan Nabi jauh lebih kecil dibandingkan kaum kafir tersebut, atas izin Allah kaum Muslimin berhasil meraih kemenangan yang menakjubkan. Hal ini tentu saja memiliki makna yang sangat besar karena kaum muslimin yang selama ini sering menjadi sasaran cemooh berbalik mendapat kepercayaan diri dan kehormatan dari berbagai kalangan.


Makna kemenangannya pun memiliki dua perspektif, spiritual dan sosial


Pada perayaan Idul Fitri pertama ini, kaum muslimin merayakan dua kemenangan perdana yakni pencapaian ritual puasa Ramadhan setelah berjuang menahan lapar, haus, dan hawa nafsu, sekaligus juga keberhasilan dalam Perang Badar. Makna kemenangannya pun memiliki dua perspektif, spiritual dan sosial.


Namun sebetulnya, jauh sebelum ajaran Islam turun, masyarakat Arab sudah memiliki dua hari raya yakni Nairuz dan Mahrajan yang berasal dari zaman Persia Kuno. Mereka merayakannya dengan menggelar pesta pora.


Seiring dengan turunnya kewajiban menunaikan Ibadah puasa Ramadhan pada tahun ke-2 Hijriah, turunlah hadis Nabi. “Sesungguhnya Allah mengganti kedua hari raya itu dengan hari raya yang lebih baik, yakni Idul Fitri dan Idul Adha.” [Hadis riwayat Abu Dawud dan An-nasa'i].


Makna Kata Lebaran


Lebaran secara etimologi, berasal dari kata dasar "Lebar" yang mendapat sufik "an" . Lebar artinya luas. Lebaran artinya keluasan hati untuk meminta maaf dan atau memaafkan atas segala kesalahan, yang dilakukan setelah berpuasa.


MA Salmun, seorang sastrawan dan budayawan Sunda yang dilahirkan di Rangkasbitung pada 23 April 1903 menjelaskan arti lebaran dalam satu artikelnya yang ditulis pada tahun 1954. Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa asal usul lebaran berkaitan dengan tradisi Hindu yang bermakna "Selesai, Usai menjalankan puasa". Tradisi ini semisal dengan ajaran Islam, setelah selesai menjalankan Ibadah Puasa (Shaum) dengan yang disebut Idul Fitri. Lebaran ini sudah dijalankan sejak masa Wali Songo.


Tak ubahnya dengan sebutan Sembahyang berasal dari budaya Hindu yaitu menyembah Sanghyang Widhi Wasa, yang dalam ajaran Islam yang semisal dengan Sembahyang disebut Sholat. Sholat dalam Islam adalah kegiatan ritual yang dimulai dari takbir dan diakhiri dengan salam dengan syarat-syarat yang ditentukan.


Penulis: Syakiran Muaragembong  di Grup Facebook Wisata Sejarah Bekasi tanggal 24 Mei 2020.

Foto : dari www.sutrisnobudiharto.net



Saat Penglihatan ALLAH Saja Yang Menjadi Andalan

SAAT PENGLIHATAN ALLAH SAJA YANG JADI ANDALAN

 Saat Penglihatan ALLAH Saja Yang Menjadi Andalan

"Bu, anti saya amanatkan untuk jadi penanggung jawab di bagian penjualan baju-baju bekas layak pakai ,ya?" Ketua panitia Baksos itu menyerahkan map berisi catatan data barang kepadaku." 

"Kok saya lagi?" tanyaku.

"Iyalah, anti kan kemarin sukses tuh... dapat dana banyak dari jualan baju bekas?" desaknya.

"Anti kan biasa dagang..." lanjutnya.

"Iya deh, gak usah pake muji kali...." Jawabku akhirnya. Teman di sebelahku menggamit pundakku

"Emang enak jadi tukang loak lagi..." godanya.

Aku tersenyum kecil, "Insya Allah."

"Gak papa lagi, bu... penggemarnya kan banyaak...." Tambah rekanku lagi.

Aku hanya tenggelam dalam susunan data-data barang. Mulai hari itu, hari-hariku disibukkan dengan acara menyortir barang yang masuk, mengelompokkannya sesuai peruntukannya, dan melakukan taksiran harga yang pantas.

Tiba pada hari H. Aku sudah siap di tempat dengan tumpukan-tumpukan pakaian yang akan di jual. Dibantu tiga orang rekan. Seperti dugaan awal, tempat ku ini jadi tempat favorit untuk dikunjungi oleh sebagian besar warga, terutama ibu-ibu dan anak-anak penduduk sekitar Tempat Pembuangan Akhir sampah Bantar Gebang Bekasi, yang notabene dekat dengan komplek tempat tinggalku sekarang. Mereka ada yang mulai memilih-milih baju yang akan mereka beli.

"Nanti ya bu, toko belum buka...." kataku. Mereka semua tertawa.

"Takut gak kebagian bu entar mah..." jawab mereka.

"Nanti kalo milih-milihnya sekarang, saya hargai 50 ribu lho satunya...." goda saya lagi.

"Waah ibu, kalo segitu mah, beli yang baru lah..." jawab mereka lagi.

"Makanya nanti saja pilih-pilihnya, semua kebagian deh, Insya Allah... stok banyak nih.... denger ceramah dulu ya di sana..." kataku sambil mengarahkan mereka ke tenda utama.

Selesai ceramah dan acara inti, benar saja mereka menyerbu tempat ku membuka lapak. Beberapa jam aku seolah tenggelam dalam riuhnya masyarakat memilih-milih pakaian. Baju muslim, jilbab, kaos, baju anak-anak, dewasa, baju koko, celana panjang.

Dalam hitungan jam sudah nyaris ludes. Tentu saja lapak ini jadi incaran, baju-baju dengan kualitas antara 60-90% layak pakai dibanderol mulai 500-3000 perak saja. 

Lumayan sangat bagi yang membutuhkan, atau cuma ingin menambah koleksi saja. Alhamdulillah...

Menjelang dzuhur, tenda-tenda lain sudah bersih. Sebagian besar panitia berkumpul di tenda utama untuk berfoto-foto dan rehat.Aku masih harus merapikan sisa baju, mendata ulang stok, jumlah uang hasilnya... sambil ditemani satu dua ibu yang masih asyik mengaduk-aduk baju yang sudah terlipat, berharap dapat diskon lebih murah. Sampai akhirnya panitia memutuskan untuk memberikan baju sisa itu kepada yang mau. 

Setelah beres urusan baju dan amplop uang hasil penjualan kepada  ketua panitia, aku membersihkan tempat jualan tadi karena memang menumpang pada teras rumah penduduk. "Biarin ajah Neng. biar ibu yang nyapu."

Aku tersenyum, bukan apa-apa,si ibu yang sudah sepuh itu menyapa ku dengan sapaan "neng" sedari tadi. Lucu saja, emak tiga orang anak berusia 35 tahun masih layak kah di panggil Neng? Subhanallah sungguh menghibur.

"Ngga apa-apa bu... terima kasih yaa, maaf sudah merepotkan..." jawabku.

Selesai urusan bersih-bersih aku sudah tidak melihat kerumunan temen-teman panitia di tenda utama. Tinggal kaum lelaki yang mulai bongkar-bongkar. Aku pun pamit pulang.

Belajar Ikhlas

Belajar Ikhlas


Seminggu sesudah acara baksos itu,aku bertemu dengan salah seorang pengurus DPC di sebuah acara. "Bu kok kemarin waktu baksos di ciketing udik gak datang? Kan dekat sama rumah anti kan?" Tanyanya

Aku tertegun sejenak.... Dan ibu DPC itupun menyebutkan satu persatu nama-nama rekan panitia yang ikut serta di acara itu, bahkan termasuk orang yang aku tahu persis dia tiba belakangan, karena sempat izin ada acara, karena si rekan ikut berfoto dengan panitia yang lain. Dalam hati aku buru-buru istighfar... Rabbi... jika bukan karenaMU...

"Yah bu.. masa segede gini saya masih ga keliatan juga yah?" Jawabku akhirnya. Di timpali tawa sang ibu DPC.

Beginilah kiranya, Allah memberikan hikmah besar dalam suatu peristiwa yang aku alami. Aku tidak mengerti, mengapa kata ikhlas begitu mudah untuk diucapkan, namun begitu berat untuk di amalkan.... sungguh bukan hal yang mudah, ketika diri ini begitu bahagianya, telah berbuat sesuatu, meluruskan niat, bersikap itqon, justru menjadi orang terbuang, tak dianggap... di-underestimate-kan.... karena amalannya kecil...

Astaghfirullah...

Saya jadi teringat seorang guru TK yang tempatnya sering dijadikan sarana kita-kita untuk berkumpul. Dia harus izin pada yang punya yayasan, menyiapkan tikar.. lalu membersihkannya lagi seusai acara... namun Ia tidak pernah memegang jabatan penting, bahkan perannya sering tidak diperhitungkan.

Atau teman yang emang gak pede-an, selalu dapat tugas mengantar undangan, dan urusan antar mengantar lainnya. Yang tidak memungkinkan dia untuk dikenal oleh "Atasan"nya.

Rabbi... dari peristiwa itulah aku merasa doaku sudah di kabulkan Allah karena kasih sayang Nya. Yaa Allah... ajari aku tentang keikhlasan.

Lalu ku ambil Hp-ku, untuk sang guru TK aku mengirim pesan, "Semoga Allah selalu memberkahi ibu sekeluarga, mempermudah ibu menuntut ilmu, menjadikan profesi ibu sebagai amal sholeh yang tak putus-putus."

Dan untuk temanku si pengantar, aku menulis... "Semoga Allah selalu memberi kemudahan, mengaruniakan ibu kesehatan, memberkahi ibu dengan anak-anak yang shalih,juga semoga bisa beli motor baru buat ibu pribadi, gak joinan lagi sama suami.."

Wahai Allah....Janganlah Kau palingkan wajahMu dari kehidupanku.... tuntunlah aku selalu yaa Rabbi.... dalam usahaku membersihkan hati dan diri, agar senantiasa mengutamakan pandanganMu sahaja....

*******

Penulis: Sri Suharni Yang Berusaha Istiqomah pada 
8 Desember 2010 pukul 23:33 ·

KEPINGAN HATI DI UJUNG HARI

KEPINGAN HATI DI UJUNG HARI

Sudah seminggu aku merasakan kesibukan yang lain dari biasanya. Selain menyediakan waktu keluar pada hari-hari tertentu, ada agenda lain yang harus kusiapkan acaranya yang memang agak "penting". Aku bukan "siapa-siapa", tugasku hanya menyusun acara, mengkondisikan tempat agar layak untuk dikunjungi para undangan, menyiapkan biodata penceramah, daftar hadir, dan koordinasi-koordinasi lainnya. Alhamdulillah semua sudah siap.

Tinggal besok siap-siap bangun lebih pagi lagi. Menyiapkan sarapan pagi lebih awal, mencuci pakaian, beres-beres rumah sebelum ditinggal namun uuffsss kulihat keranjang pakaian bersih yang belum disetrika telah menanti di sudut ruang belakang, seolah menatapku untuk segera dibenahi.

Lalu selesai mencuci piring, kusiapkan "arena jihad" ku yang sebenarnya menggelar kain alas setrika. Bismillah.

Hari sudah menunjukkan pukul 22.30 wib...urusan domestik yang penuh "iklan" gangguan si kecil sudah kurampungkan, cucian baru saja kuselesaikan, plus, bongkar-bongkar kamar si sulung jadi pekerjaan tambahan, sore tadi mendadak kebocoran karena ada salah satu genteng yang pecah.... hhhh..... what a day ....kubaringkan tubuh lelahku, mengiringi kesunyian malam, ditingkahi suara gerimis, berbarengan dengan helaan nafas nyenyak tiga orang anak-anakku.

Beres-beres rumah, mandiin si kecil, bikin sarapan.Usai shalat dhuha dan berpamitan pada suami dan anak-anak aku berangkat menuju tempat acara, sampai di tempat baru ada tiga orang panitia yang datang, maklum baru jam 07.00 pagi. 

Setelah mengucapkan salam, aku bergegas menyiapkan semua perlengkapan acara. Map susunan acara, biodata penceramah, ku letakkan di meja MC. Map Daftar hadir di meja registrasi. Waahhh, mejanya belum siap rupanya... lalu kuangkat meja di sudut ruangan musholla, memberinya taplak, menaruh vas bunga.... kemudian mata ku tertumbuk pada lantai teras musholla yang kotor terkena tanah, kuambil sapu dan ku bersihkan dengan kail pel. Jam 07.30.

"Konsumsi siaap," seru rekan ku. Aku ambil dus-dus itu, ku tata dekat meja registrasi. Lima belas menit kemudian, semuanya sudah siap. Bismillah.

Sambil duduk menunggu panitia yang lain, aku membereskan tata letak pohon-pohon penghias podium, HP-ku tiba-tiba berdering dari dalam tasku di sudut ruangan. 

"Assalamualaikum". Aku duduk diam, masih dengan hp ditanganku. Salah seorang temanku bertanya, "Siapa Bu? Ada apa? Anaknya rewel?."

Aku tersenyum kecil, "Nggak, ada yang meninggal dunia, aku diminta mandi-in."

Temanku bertanya lagi, "Terus?."

Aku melihat ke sekeliling, "Semuanya sudah siap kan,? Tinggal tunggu panitia yang lain sama peserta.?"

Temanku menjawab, "Iya sih, tugas ibu udah rampung."

"Kalo gitu aku tinggal yaa? Gapapa kan?" kataku. Aku teringat kisah sahabat Abu Bakar as Shiddiq yang mendapat pahala utama. Temanku mengangguk," Oke deh, hati-hati yaa..."

Aku pamit pada ketua panitia, "Ya udah bu, naik apa? naik motor aku ajah, nih kuncinya, jangan lupa, tar kalo udah selesai balik lagi yaa." Alhamdulillah, ucapku dalam hati. Allah telah memudahkan.

Sampai ditempat,aku terkejut, lho ini kan rumah. Beberapa orang yang kukenal menyapa dan menyalami ku. Ini rumah Naya, teman sekolah anakku, Fira. Rupanya nenek buyutnya tutup usia tadi subuh. Ibu Naya menyalamiku. 
"Terima kasih ya Fir."

"Sabar yaa.," ucapku sambil cipika-cipiki.

Dari keterangannya, aku mendapat informasi, nenek buyut Naya sudah sepuh, 87 tahun, mengidap kanker tiroid stadium 4 (merinding mengingatnya), "Kata dokter udah ga ada yang bisa diperbuat, nenek udah sepuh banget." terang mama Naya. Aku hanya mengangguk-angguk saja. Aku menelepon suamiku untuk membawakan barang-barang perlengkapan jenazah yang ada di rumah. Tikar, kafan, sarung tangan, masker.

Setelah team datang, dengan segera aku dan team menyiapkan semuanya, memotong kain kafan, menyusun nya sesuai urutan dan kebutuhan, kapas  pun menyiapkan tempat mandi, setelah hampir semua siap, tiba-tiba Mama Naya mendekatiku dan membisikkan sesuatu. Aku terkejut, mengernyitkan dahi sambil menatapnya aneh. "Itu yang nyuruh bu Bidan, Fir." 

Mama Naya menunjukkan pada seorang wanita, yang sempat aku kenal, dia bidan di komplek kami. Bidan itu tersenyum. Menghampiriku yang sedang memakai masker dan sarung tangan karet. "Iya,bu. Tadi si Ibu nanya sama saya. makanya saya kasih saran gitu. katanya gak enak sama yang mandiin. Di rumah sakit juga emang gitu 'kan? terangnya. Aku bertanya,"Kalo cairan itu, sakit gak kalo kena yang luka?."

"Ya sakitlah kalo buat yang hidup," jawabnya santai.

"Aku sedikit melotot," Ya kalo buat yang hidup aja sakit, apalagi buat yang mati."

Si bidan nyengir, "Ah masa sih, ibu bisa aja..." ujarnya santai. Aku ngeloyor pergi. Ku hampiri ketua team penyelenggaraan jenazah, setengah berbisik kukatakan yang terjadi. Dia terlihat bimbang. Namun mau tak mau, semua harus tetap berjalan, the show must go on.

Satu lagi tarbiyah Allah yang sangat berharga menyapaku hari ini

Satu lagi tarbiyah Allah yang sangat berharga menyapaku hari ini. Melalui "guru abadi" yang tak pernah henti memberiku pelajaran berharga. Ya Allah, berilah aku akhir "perjalanan" yang baik dalam kehidupanku... berilah kemudahan bagi ku menghadapi dahsyatnya sakaratul maut..... air mataku menitik membasuh tubuh tak bernyawa itu... Bu... maafkan kami yaa... kami telah mendzalimi ragamu, Astagfirullah, Astagfirullah, tiba-tiba kurasakan dadaku sesak oleh kepedihan.

Pukul 11.30 siang, waktu aku menginjak teras musholla. Acara sudah hampir selesai, kubiarkan baju dan jilbab yang sedari pagi kupakai masih tercium aroma bubuk cendana. Tak sempat aku menggantinya. Baru akan meletakkan tubuhku di karpet, ketua panitia dari DPC menghampiriku,"Ukhti, kok baru datang?" serangnya tegas.Aku tercekat, hampir tak bisa berkata-kata. "Mmm,habis ada perlu bu. Afwan." jawabku sekenanya. Dalam hati aku ingin berteriak.... tapi,ah... aku memutuskan untuk diam saja. 

Aku mengambil satu gelas air mineral di kardus dan aku meminumnya. Seorang teman menghampiriku, "Hei, dari mana?" Sambil mengulurkan tangan. Aku tersenyum saja menyalaminya. Lalu kulihat sesosok melintas di hadapanku. "Sori, bentar yaa..."

Aku bergegas. "Ummi....." seruku. Seorang wanita paruh baya yang kupanggil ummi itu menoleh dan tersenyum lebar kepadaku. 

"Assalamualaikum....." sapanya hangat sambil memelukku.

"waalaikumsalam. Ummi, aku mau nanya nih." Aku raih tangannya duduk di teras musholla.

"Iiiih, nih anak, serius amat sih" katanya.Namun Ia mengikuti juga.Ku ceritakan kejadian yang baru saja ku alami kepadanya.Ummi Mun, sapaannya, yang mengajariku ilmu memandikan jenazah dengan khusyuk mendengarkan keteranganku."Astagfirullah.... dibuka lagi deh buku panduannya. Ummi kan dah sering bilang, kalau badan jenazah itu lebih sensitif dari badan orang yang hidup. Anti kan dah paham, kok lupa?" nasihatnya.

"Insya Allah Ummi, tapi kami khilaf, keluarganya memberitahunya udah digituin..." belaku.
 
"Ya, yang sudah... ya sudah... lain kali jangan lagi yaa.... Istighfar lah... semoga Allah memaafkan kekhilafan kita. Semoga jadi pelajaran berharga untuk ke depannya. Udah ga usah sedih... semangat yaa."

Sampai akhir acara, tiada hal lain yang ada dalam fikiran ku, selain peristiwa tadi. Berulang kali aku mengucapkan istighfar dalam hati... terbayang tubuh yang ringkih menanggung sakit... Ya Allah ampunilah kami, berilah kelapangan jalan bagi nya, berilah ia tempat terbaik disisi Mu.

"Bu, yang di sini dah dipel?." Sebuah pertanyaan membangunkan aku dari lamunan panjang.
"Ya udah, tinggal terasnya saja," jawabku

"Cepat bu,bentar lagi ada yang mau adzan..." Ucap rekanku. Kubenahi peralatan pel, sapu dan keranjang sampah. Kardus-kardus penuh gelas air mineral, sampah pembungkus.... "Udah bu... mau sholat di sini?" tanyaku pada dua rekan yang sama-sama panitia. Memang tinggal hanya bertiga saja.

"Boleh....yuk wudhu duluan, mumpung belum ada bapak-bapak..." jawab rekanku.

**********

Kupandangi wajah balita ku yang terlelap di pangkuanku. Ku peluk ia berkali-kali, maafkan mama ya nak, setengah hari lebih tadi ia kutinggalkan bersama ayahnya, dan dua kakaknya saja. Padahal ia masih ASI. Alhamdulillah... keluargaku, terutama suamiku tak pernah keberatan dengan kesibukan sosial ku. Mereka dengan penuh mendukung. Meskipun sempat pula terlontar keluhan si kakak, kalo hari biasa, ayah yang ga ada, kalo hari libur mama yang gak ada... kita kapan jalan-jalannya? Hhmmm.

KEPINGAN HATI DI UJUNG HARI

"Bekerjalah untuk Allah... kamu gak akan pernah merasa sakit hati. Allah gak pernah mendzalimi "pegawai-Nya". Dia melihat semua, seluruh kerja kamu, dari mulai niat sampai hasil akhirnya, bahkan finishing touch-nya. Dia gak pernah lalai, gak pernah lengah sedikitpun, biarpun sampe kamu "belok" sedikit aja, meskipun dalam hati."

Ga usah mikirin kamu yang dikira datang telat, dikira gak bertanggung jawab... ingat, kamu kerja dakwah itu apa yang kamu cari... niat nya luruskan... bener-bener lurus.. kalo kamu cuma pengen di puji sama bu**** atau sama bu**** mending kamu di rumah aja. Aku gak pengen tuh punya bini ngetop. Kalo mau yang gitu mah, mending aku nikahin selebriti...." Nasehat suami ku ketika aku mencurahkan isi hati ku padanya lepas shalat isya.

"Emang ada apa seleb yang mau sama ayah?" tanya ku mulai bisa tersenyum. Dia tertawa.

"Mengenai soal nenek buyutnya Naya, ya... kayaknya ayah cuma bisa bilang, kamu gak salah... kan kamu gak tahu kalau keluarganya kasih cairan itu, udah gak usah dipikirin... meskipun ayah juga gak mungkin nyalahin yang ngasih. Dia juga cuma mengamal kan amalan yang dia tahu kan??? Jangan bikin patah semangat mikirin hal-hal yang sudah lewat. Sekarang kamu harus lebih banyak muhasabah, menguatkan jiwa.Kalo ayah perhatikan, tantangan kamu dalam memandikan jenazah mulai keliatan nih... itu bagus buat latihan mental kan?"

Aku merenungkan ucapan suamiku... ya beliau memang benar adanya. Sejak awal tahun,"kasus" jenazah yang ku urus memang meningkat "kualitasnya", artinya Allah mentarbiyah aku dan team secara perlahan lahan. Tak terbayang olehku jika baru mulai mencoba penyelenggaraan jenazah sudah dapat yang kelas "berat" punya... Alhamdulillah... Semoga Allah tetap memberi kekuatan mengemban amanah ini.

Dan soal para atasan yang telah bersikap kurang tabayyun terhadapku... aku mulai bisa memaafkan, seperti biasa, aku punya tempat curhat yang paling netral, tidak membela, juga bisa memposisikan dirinya sebagai hakim. Meskipun lebih seringnya perlakuan seperti itu mampu menggores bahkan mengiris kepingan hati ku, namun tidak sampai memporakporandakan keyakinan ku untuk tetap istiqomah meniti jalan dakwahNya. Aku memang membutuhkan sedikit waktu, namun selebihnya aku akan bisa menyatukan kepingan hati itu di penghujung hari sebelum lelap tertidur. 

Semoga Allah tetap memberiku ketabahan, kekuatan, dengan berjuta kekurangan yang ada dalam diriku,untuk tetap bisa memberikan yang terbaik.Menjadikan diriku, waktuku, ilmu dan kemampuanku, membawa manfaat bagi orang lain. Insya Allah... dan sebelum berakhirnya hari, suara sms berbunyi, berisi pesan dari sahabat ku dari kompleks sebelah, "Ukhti, aku besok ke rumah ya... ada kan... aku mau minta tolong. Boleh ya.?" 

Dan ku tutup hari itu dengan senyum. Insya Allah Ukhti, datang aja setelah jam 9 pagi. Insya Allah aku ada di rumah....

**********

Catatan satu hari di awal tahun 1432 H
Semoga jadi awal yang indah sepanjang tahun kehidupan ku
Amiin. Insya Allah.

Oleh Suharni Yang Berusaha Istiqomah pada 8 Desember 2010 pukul 22:01 

Crafting dan Berkreasi Kain Flanel Bersama Kak Murni Ambar Lestari

Puluhan anak-anak usia sekolah memenuhi ruang baca Perpustakaan Kampung Baru (Perkabu) yang terletak di Gg. Baru Jl. H. Hamdani Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, Kota Bekasi. Mereka sedang asyik berkarya dengan bahan-bahan kain flanel yang sudah tercetak berbagai figur karakter kartun.Dengan peralatan seperti lem, gunting, benang dan berbagai perlengkapan hasta karya lainnya itu terciptalah kreasi