Arsip Kategori: aktivitas

Tips Membuat Booth Pameran Yang Menarik Pengunjung

Tips berikut ini mungkin bisa membantu anda menciptakan booth atau Stand Pameran yang menarik pengunjung sekelas kontraktor booth pameran.

kontraktor pameran Tips Membuat Booth Pameran Yang Menarik Pengunjung

Pencahayaan Ruang Pameran


Hampir semua convention centers memiliki penerangan gedung yang cukup bagus. Anda dapat mengandalkan penerangan booth anda pada sistem pencahayaan gedung tanpa menambah lampu di sekitar booth karena budget terbatas. 

Namun jika anda memiliki budget mencukupi untuk menambah pencahayaan, anda dapat menambahkan lampu-lampu spotlight dan lainnya di langit-langit gedung convention atau lokasi lainnya yang anda anggap pas. 

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa pencahayaan yang baik dan mendukung interior design, dapat meningkatkan product dan brand awareness kepada pameran anda secara signifikan. 

Investasikan dana dengan meminta arsitektur atau kontraktor pameran merancang booth anda dengan tata lampu/penerangan yang tepat.


Thematic Booth Exhibition


Kembangkan sebuah tema pameran untuk booth anda (Thematic Booth Exhibition). Berikan pengalaman berbeda kepada pengunjung booth pameran kita. Theme atau tema pada booth sangat berhubungan dengan produk dan strategi marketing dengan mempertimbangkan apa yang sedang trend di masyarakat

Pendekatan sosial yang cermat akan menentukan seberapa menarik sebuah theme pada masyarakat pengunjung pameran.

Gunakan bantuan multimedia monitor (Televisi monitor atau projector), poster atau gambar yang menarik. Juga jangan gunakan meja counter besar bekas pameran yang lalu (misalnya) demi alasan hemat biaya. 


Kita tentu tak ingin staff terlihat seperti orang kerdil di balik meja interior pameran, kan?


Gunakan bantuan visual yang berpengaruh kuat menggunakan design yang sesuai dengan tema pameran. Akan tetapi tetaplah ingat, jangan terlalu banyak menggunakan gambar besar di poster. 

Sisipkan kata-kata, banner atau signage yang sesuai proporsi ukurannya, jangan terlalu besar atau terlalu kecil karena akan sulit terbaca dan terlewatkan. Posisi ideal minimal 90 centimeter. Jika terlalu rendah kemungkinan dapat  terhalang oleh banner display produk anda.

Tips Membuat Booth Pameran Yang Menarik Pengunjung

Gunakan kombinasi warna yang menarik, unik dan eye catching sehingga bisa stand out di arena pameran yang ramai. 


Bedakan kombinasi warna yang menarik dengan kombinasi warna yang norak. Namun demikian, menggunaan warna netral cenderung membuat booth anda 'tenggelam' di dalam keramaian.

Jangan sungkan membagikan atau menyebarkan flyers, brochures, product samples and give away di pintu masuk area pameran, tempat-tempat strategis dan di meja display. Tujuan kita ikut event pameran adalah untuk berinteraksi dengan pengunjung dan memberikan informasi detail dan pengalaman (experiential marketing) tentang produk kita. Sebisa mungkin di flyer yang disebarkan itu terdapat alamat, akun media sosial, alamat website atau nomor kontak yang dapat digunakan untuk nerinteraksi setelah pameran usai.


Maksimalkan Peran Standguide


Maksimalkan peran standguide/stand promotion girls yang biasanya berdiri dan tersenyum manis sambil berusaha membagikan flyers atau brochures sebanyak banyaknya kepada pengunjung yang lewat. 

Akan sangat membantu jika standguide sydah diberi pemahaman mengenai produk dan dibekali pengetahuan serta langkah-langkah apa yang dapat mereka ambil untuk menghadapi suasana pameran.

Jika budget anda terbatas akan tetapi memiliki rencana untuk mengikuti beberapa pameran, berinvestasilah dengan membeli modular system. 

Ada beberapa modular system yang bisa dikostumasi bentuknya, atau diganti graphics-nya sehingga bisa memberi kesan bagus.

Tentu saja masih banyak tips lainnya agar stand booth pameran kita banyak dikunjungi dan memberikan kesan yang baik kepada pengunjung pameran. Kita dapat mengkombinasikan tips-tips sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.

________________________




Sharing Literasi Digital SMPI Darul Mu’minin & MA Mu’min Cendekia Babelan

Sharing Literasi Digital SMPI Darul Muminin & MA Plus Mu'min Cendikia Babelan
 Sharing manfaat Medsos bersama siswa MA Mu'min Cendekia. 2 April 2021  


Sharing Literasi Digital 


Sharing literasi digital dengan siswa SD sudah pernah saya lakukan, berbagi pengalaman dengan siswa tingkat sekolah menengah atas (kelas 10, 11, 12) sering, dengan mahasiswa juga pernah. Apa yang belum pernah? 

Ya sharing dengan siswa setingkat SMP (kelas 7, 8 dan 9 ) yang belum pernah. 

Jumat siang, 26 Maret 2021 kemarin akhirnya saya mendapat kesempatan berbincang-bincang dan diskusi dengan siswa kelas 7 dan 8 SMPI Darul Muminin Babelan di Rumah Pelangi Bekasi.

Terima kasih kepada pembina pramuka dan panitia acara kenaikan tingkat Penggalang Ramu Rakit SMPI Darul Muminin Babelan yang memberi kesempatan berharga ini. Juga terima kasih untuk pembina pramuka MA Mu'min Cendekia Babelan dan pengurus TBM Rumah Pelangi Bekasi.

Interaksi pertama dalam upaya pacing & leading dan ice breaking, sebelum sesi sharing dimulai, saya menanyakan siapa yang tidak memiliki akun media sosial? 

Ternyata ada siswa yang mengaku tidak memiliki akun media sosial. Saya harap itu bukan karena kesenjangan digital (digital devide), tapi merupakan kesadaran pribadi untuk menghindari mudharat jika kita tidak bisa mengambil manfaat, atau mungkin semacam detox digital.

Kembali ke soal pacing & leading dan ice breakingPacing adalah teknik komunikasi yang bertujuan untuk MENYESUAIKAN atau menyelaraskan diri kita dengan "frekuensi" lawan komunikasi kita, biasa juga disebut "menyamakan frekuensi" agar interaksi dan komunikasi menjadi lebih akrab dan santai. Adapun Leading di sini berarti memimpin atau mengarahkan komunikasi ke arah yang kita tuju atau kita inginkan. 

Ice Breaking yang dalam bahasa Inggris berarti memecahkan kebekuan, Ice Breaking di sini bermakna kegiatan untuk menghilangkan kebekuan-kebekuan dalam komunikasi, sehingga yang terlibat dapat lebih mereka saling mengenal, mengerti dan bisa saling berinteraksi dengan baik antara satu dengan yang lainnya. 

Kebekuan atau situasi di atas selalu saja terjadi karena adanya perbedaan status, usia, senioritas, kelas, latar belakang dan sebagainya sehingga menimbulkan adanya dinding pemisah di antara satu orang dengan lainnya. 

Untuk itulah selalu dibutuhkan pacing & leading dan ice breaking untuk menghilangkan atau mengurangi dinding penyekat yang menghambat komunikasi.

Sharing Literasi Digital SMPI Darul Mu'minin & MA Mu'min Cendekia Babelan
  Sharing Literasi Digital SMPI Darul Mu'minin 26 Maret 2021 


Sejarah media sosial dan manfaat medsos


Sejarah media sosial panjang juga ceritanya mulai dari zaman web 2.0 hingga zaman artificial intelegent seperti sekarang. Pada para siswa saya sempat cerita sedikit tentang sejarah Facebook dan sedikit seluk beluknya yang tidak saya tulis di sini. 

Tahun 2004, seorang mahasiswa tingkat dua Harvard University bernama Mark Zuckerberg meluncurkan aplikasi FaceMash, sebuah situs media sosial yang ia bangun untuk menghubungkan mahasiswa Harvard satu sama lain. Pada awal peluncurannya FaceMash, lebih dari seribu orang telah mendaftar, dan itu baru permulaan dari zaman media sosial seperti yang kita lihat sekarang ini.

FaceMash itu kini dikenal sebagai Facebook. Facebook berkembang pesat jadi salah satu perusahaan media sosial paling banyak digunakan. Menurut informasi dari databoks katadata.co.id, Facebook memiliki jumlah pengguna aktif bulanan (monthly active user / MAU) sebanyak 2,7 miliar pengguna per 25 Januari 2021 sehingga menempatkan Facebook buatan sebagai media sosial yang (masih) paling banyak digunakan di dunia.

Di belakang Facebook berturut-turut ada YouTube dan WhatsApp masing-masing memiliki pengguna sebesar 2,3 miliar dan 2 miliar. Sementara, jumlah pengguna Facebook Messenger dan Instagram berturut-turut sekitar 1,3 miliar dan 1,2 miliar.


Manfaat Media Sosial

Selain definisi media sosial, kami juga sempat membahas mengenai manfaat media sosial. Mengenai poin-poin manfaat medsos saya kembalikan kepada para siswa untuk mengungkapkan apa manfaat positif yang mereka rasakan dari media sosial, juga sekaligus dampak negatifnya. 

Dari jawaban siswa berikut saya list manfaat media sosial yang mereka sebutkan di antaranya:
  1. Tempat bersosialisasi dengan orang lain.
  2. Mencari informasi, berita dan pengetahuan yang bermanfaat.
  3. Sarana penghibur saat nettizen dilanda bosan dan jenuh.
  4. Tempat sharing yang beguna bagi diri sendiri dan orang lain.
  5. Media untuk mengekspresikan diri.
  6. Media sosial untuk bisnis dan mencari uang
  7. lain-lain.
Mengenai manfaat positif media sosial, rata-rata siswa dapat menjawab banyak manfaat dari Media Sosial.

Mengenai poin nomor 6 rupanya telah menarik beberapa siswa, yaitu poin memanfaatkan media sosial untuk bisnis dan cara mendapatkan uang dari internet.

Beberapa siswa mengaku memiliki akun dan channel di Youtube dan lain-lain, platform yang terbukti telah menghasilkan uang jika dikelola dengan serius. 

Cara menghasilkan uang tentu perlu usaha dan kesungguhan, baik itu mencari uang di internet ataupun di dunia offline.

Ada dua teman saya yang sudah menghasilkan uang melalui Yotube. Yang saya lihat, dibutuhkan keseriusan dalam memproduksi konten yang bermutu. Kalau kita ingin mengikuti jejaknya, maka buatlah video yang berkualitas dan bermanfaat untuk ditonton. 

Teman saya itu membuktikan, untuk menghasilkan uang dari internet dengan media Youtube, kita tidak perlu menggunakan kamera dan peralatan yang mahal. Cukup menggunakan smartphone, jika video yang kita buat berhasil menarik banyak orang, maka hasilnya tidak akan mengecewakan.


Lalu bagaimana cara menghasilkan uang dari internet dengan media Youtube? 


Untuk mendapatkan uang dari Youtube, kita harus melakukan monetisasi dengan mengizinkan Youtube menyertakan iklan dalam video yang kita buat. 

Untuk monetisasi tentu ada syarat-syarat yang perlu dipenuhi, yaitu memiliki lebih dari 1.000 subscriber dan memiliki lebih dari 4.000 jam waktu tonton publik dalam 12 bulan terakhir. 

Di sinilah audiens atau pemirsa akan menonton dan mengklik iklan. Semakin banyak views video, maka semakin banyak pendapatan yang dihasilkan oleh si pemilik chanell.

Secara umum juga kami mulai menggali ide mengenai konten-konten seperti apa yang dapat menarik perhatian. Dalam sesi ini saya menyarankan agar para siswa mulai membuat konten sekitar kegiatan sehari-hari mereka sebagai pramuka dan kegiatan sekolah.

Api Unggun Pramuka Rumah Pelangi SMPI Darul Muminin & MA Plus Mu'min Cendikia Babelan
 Acara api unggun MA Mu'min Cendekia Babelan 

Saya senang, sesi sharing literasi digital dengan adik-adik pramuka yang antusias ini meski tidak terlalu lama semoga bermanfaat. Sebagai apresiasi kepada siswa MA Mu'min Cendekia Babelan, saya berikan 3 buah buku untuk peserta yang paling interaktif yang diberikan saat acara api unggun, Sabtu 3 April 2021.


Hantu dan Kuburan Yang Tidak Lagi Menyeramkan

Kuburan, makam, atau kober kalau bahasa Betawinya, dulu bisa jadi memiliki status menakutkan, angker atau menyeramkan. Tapi kini status itu sudah ex-comunicado, yang ngak paham ex-comunicado berarti belum pernah nonton John Wick wkwkwk.


Mengapa status hantu dan kuburan tidak menyeramkan lagi? 


Karena sejak negara api menyerang, dan kemajuan teknologi yang semakin pesat, sehingga membuat generasi milenials, zilenials mulai suka bermain TikTok, Youtube, dan layanan video semacamnya. Banyak konten-konten yang dapat dikatakan telah merendahkan status hantu, setan, atau memedi ke level "tidak seram lagi". 

Hantu dan Kuburan Yang Tidak Lagi Menyeramkan
 Hantu di Kota Tua Jakarta 
 Foto: jalanbarengriky.blogspot.com 


Kalau kita ke Kota Tua (Kotu) Jakarta, tidak sedikit kita temukan orang-orang yang berprofesi menjadi "hantu" untuk menghasilkan uang, tidak sedikit penduduk setempat yang menjadikan profesi itu sebagai mata pencaharian. 

Para wisatawan atau pengunjung KOTU sudah merasa tidak aneh dan takut lagi dengan berbagaia karakter hantu yang ada di Indonesia berkeliaran di Kotu, bahkan para pengunjung bisa berswafoto dengan tokoh-tokoh hantu yang ada di Kota Tua tersebut.

Di tempat lain, jangan heran jika ada TPU (Tempat Pemakaman Umum) yang disulap menjadi wisata digital alias menjadi taman rekreasi instagramable hingga hilang unsur menyeramkannya, seperti yang terjadi di propinsi Jawa timur baru-baru ini, TPU yang dicat warna-warni macam taman kanak-kanak menjadi spot yang cukup mengundang para jiwa muda untuk berpose. 

Kuburan Yang Tidak Lagi menyeramkan
 TPU Nguwot Tawangrejo, Kecamatan Kartoharjo, Madiun 
Foto: pawartanusantara.com


TPU Nguwot di Kelurahan Tawangrejo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun yang menghabiskan 50 liter cat ini banyak menarik perhatian pengunjung untuk melihat serta menikmati pemandangan kuburan yang dulunya itu menyeramkan tapi sekarang berubah menjadi tempat yang menyegarkan mata dan unik

Bahkan tidak sedikit pengunjung yang berswafoto di makam tersebut yang akan mereka upload ke kanal media sosial mereka untuk menambah konten foto yang ciamik agar menambah "like" dan follow dari pengunjung media sosial yang melihat foto tersebut.

Kita pikir saja, jika itu sebuah role model untuk masa yang akan datang, maka sosok hantu bisa saja jadi bahan perundungan (bullying) para manusia yang kurang membaca sejarah tentang perhantuan nantinya. Akan sangat mungkin terjadi, jika anak kecil keluar malam-malam dan melihat hantu bisa saja, ia akan mengintimidasi si hantu tersebut yang berpotensi banyak hantu akan merasa insecure dengan eksistensinya. 

Hal-hal seperti itu akan mengakibatkan banyak hantu yang mengalami gangguan jiwa, maka dibutuhkan peran praktisi psikiater dan psikolog untuk meredam gangguan psikologi tersebut, dan saya pun sebagai calon psikolog insyaallah wkwkwkwk, akan  bertambah kerjaan, jobs desc yang tadinya hanya menangani pasien dari jenis manusia, kemungkinan besar akan menangani pasien dari jenis hantu yang mulai mengalami gangguan kejiwaan, atau mental illness

Wah wah wah ngak kebayang yaa rasanya jadi seorang psikiater atau psikolog bagi mahluk halus, pasti melelahkan karena harus buka jam operasional menjadi 24 jam. 

Dan bukan tidak mungkin di masa yang akan datang, banyak undang-undang yang mengatur hak asasi hantu (HAH), kelak akan ada tokoh hantu yang menyuarakan keadilan atas eksistensinya di dunia ini, hantu juga memiliki hak sebagai penduduk bumi yang memiliki peranan dalam meramaikan ragam budaya multikultural yang ada di Indonesia, wkwkwk apesih?.

Yahhh begitulah sedikit bentuk empati saya terhadap nasib para hantu dan kuburan pada saat ini, yang mulai tidak di perhitungkan lagi eksistensinya dan sudah tidak seram lagi. 


-------------------

Semoga tulisan saya ini  bisa menjadi tulisan yang revolusioner serta visioner dan bisa menyadarkan manusia agar saling menghormati dan menghargai, bukan hanya pada sesama manusia, tapi melainkan juga kepada seluruh makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa khususnya mahluk halus yang bersemayam di antara kita. 

Agar kita bisa hidup damai didunia ini, dengan menjalin hubungan erat antar sesama makhluk, sehingga tercapainya nilai nilai keluhuran yang ada di Indonesia bahkan dunia. 

Sekian terima kasih atas perhatian bapak ibu sanak saudara dan teman teman yang berkenan memberi jempol atas tulisan gabut saya ini. Tulisan saat menunggu antrian bank yang cukup panjang, yang membuat saya lelah karena menunggu, bapak ibu tahukan bagaimana lelahnya menunggu hal yang tidak pasti?, yaah saat ini saya sedang mengalami hal tersebut, karena saya tahu kepastian hanya ada di tangan Tuhan.

Saya akhir tanpa basa basi, semoga kita selalu diberikan kesehatan yang sempurna oleh Allah SWT, agar kita bisa melakukan aktivitas dengan baik, serta menjadi manusia yang bermanfaat bagi lingkungan hidup sekitar kita, dan ikut andil dalam meningkatkan kualitas hidup di masyarakat. Aamiin Allahuma aamiin.

#makamunik #indonesiaku #viral #milenials #duniahiburan #duniatiputipu

Penulis: Zhukie Chand
Rabu, 17 Maret 2021


____________________

Catatan:

Di satu sisi, mewarnai kuburan semacam ini dilakukan dalam rangka lomba kebersihan. Itu bagus, setidaknya menjaga areal kuburan bersih dan menghilangkan aura klenik, seram dan angker namun di sisi lain kuburan akan kehilangan maknanya sebagai pengingat kematian.

Karena, kuburan yang dicat warna-warni seperti itu akan menghilangkan tujuan dan esensi ziarah kubur. Makam atau kuburan adalah tempat yang mengingatkan kita pada kematian dan kefanaan hidup manusia di dunia. Karena itu Nabi Muhammad S.A.W. menganjurkan umatnya untuk ziarah kubur untuk mengingat mati..

Jangan sampai tujuan untuk mengingat kematian ini hilang dan berganti dengan hitung-hitungan ekonomi  keduniawian.


INFO AKSI SEDEKAH BARENG NASI BUNGKUS (SEBAR NABUNG) Pekan ke 211


INFO AKSI SEDEKAH BARENG NASI BUNGKUS (SEBAR NABUNG) Pekan ke 211


INFO AKSI SEDEKAH BARENG NASI BUNGKUS (SEBAR NABUNG)

Pekan ke 211
Jumat, tgl. 05 Maret 2021
Bismillah.
Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh.

🎶 Aku jatuh cinta
'Tuk ke sekian kali
Baru kali ini kurasakan
Cinta sesungguhnya
Tak seperti dulu
Kali ini ada pengorbanan.. 🎶

Duhh asa kumahaa kitu sama lirik lagu ini.
Soalnya cucok meong banget sama perasaan pas berbagi di edisi kali ini.
Simak ceritanya di bawah ini ya genks.

Jadi Jumat kemarin sesuai rencana kita berbagi SEDEKAH BARENG NASI BUNGKUS (SEBAR NABUNG) di 3 lokasi.


1. Panti Asuhan Dhuafa/Yatim Piatu YAPKHIN

Pertama, ke Panti Asuhan Dhuafa/Yatim Piatu YAPKHIN, di Kampung Baru, Babelan.
Di situ ada sekitar 30an anak asuh yang berasal dari beberapa daerah di Indonesia.
Mereka tinggal, mendapat asupan makanan yang baik, disekolahkan, belajar mengaji juga dan tentunya mendapat limpahan kasih sayang.

Mereka menyambut kita dengan suka cita apalagi ketika diberikan goody bag isi camilan, buku Iqra, lekar alas mengaji (dari The Sisters) dan tentu nasi box serta susu dari kita.
Tambah lagi senangnya saat kita adakan kuis berhadiah pada pertemuan itu.

INFO AKSI SEDEKAH BARENG NASI BUNGKUS (SEBAR NABUNG) Pekan ke 211

Rizki, bocah usia 7 tahunan yang dapat menjawab pertanyaan pertama bergaya bak pemenang lomba di panggung televisi setelah tuntas membaca surah Al Fatihah sebagai jawaban dari pertanyaan kuisnya.
Kocak deh tingkahnya 😃


2. Pondok Pesantren Tahfidz Qur'an (PPTQ) AL-ULUMIYAH TAZKIRUL AMIN

Lanjut ke destinasi kedua,
kita menuju Pondok Pesantren Tahfidz Qur'an Al Ulumiyah, di Kampung Belendung, masih di Kecamatan Babelan.

Ada sekitar 80an santri dhuafa/yatim piatu yang mukim di sana.

Padahal sudah siap disambut di pondok putra oleh pengurus panti ehh rombongan kita sesuai arahan mbah Google malah ke pondok putri.

Memang lokasinya tidak berjauhan tapi lumayan sulit muternya berhubung jalannya sempit ditambah waktu yang mefet karena para bapack kudu bersiap sholat Jumat.

Dah wess ambyar pokona rencana pengurus panti 😁


3. Kampung Bagedor Desa Pantai Harapan Jaya Muaragembong

After sholat Jumat, kita menuju ke destinasi 3.
The one and only, KAMPUNG BEGEDOR Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muaragembong.
Nama yang unik ya, pankapan kita cari info asbabul hikayat penamaannya.

Lumayan pake perjuangan untuk sampai di kampung ini dengan selamat.

Jalannya belum beraspal, tipikal khas daerah yang belum mendapat sentuhan tatih tayang ehh gelontoran dana APBD, wkwkwkk.

Berbatu kerikil campur tanah, tidak rata, ada genangan air coklat di sana sini (tapi bukan bajigur, ciyuss✌️)  plus lumpur tebal yang masih separuh kering karena air banjir memang baru 2 hari ini surut di situ.

Fyi genks, ini kampung dekat dengan Kali Ciherang yang seringkali meluap hingga air dan isi kalinya tumpah ke pemukiman warga.

Apa isi kalinya ?
Bukan hanya lumpur, ikan, sampah tapi juga aneka jenis binatang melata sejenis ular hingga buaya.
Membayangkannya saja sudah gelayyy khan ? ewww😖😖😖

Ban si Boy (salah satu nama ambulan CF yang kita gunakan) sampai slip di lumpur tebal itu.
Panas lagi mentreng, matahari sinarnya lagi gonjreng ehh mobil ga bisa jalan. Bannya terjebak di antara 2 cinta (#ahayyydehh)

Cinta pada kampung halaman dan aroma khas daerah pinggir kali maksudnya lho yaa, hahahaa.

Thank God untunglah ada Mak Sri Suharni Maks jawara Kampung Setu yang dengan kekuatan awal bulannya berhasil mendorong mobil keluar dari liatnya lumpur itu.

Yeayyy, alhamdulillah.

Berhasil..berhasil..berhasil..horree ! #alaDoraTheExplorer.

Setelah diterima kadus Acip dkk di rumahnya yang merangkap posko, baru kami bisa bernafas lega.
Sempat ngaso sebentar, maksi tipis-tipis baru deh kita bagikan nasinya.

Ada yang dikirim via perahu kayu, ada yang diambil dengan sepeda ontel, dannn.. jengjenggg ini cerita terseru dari aksi kita di edisi kali ini.

INFO AKSI SEDEKAH BARENG NASI BUNGKUS (SEBAR NABUNG) Pekan ke 211
Foto by: Idam Cholid [Potret Jabar]


Jadi pak kadus aka Kepala Dusun Acip bilang "hayuk kita ke pojokan kampung. Kita tengok warga yang sampai hari ini masih mengungsi di dekat jembatan yang putus karena banjir," katanya.

Kami sempat ragu awalnya tersebab melihat becyeknya jalan yang harus kami lalui ke sana.

Atudaa.. nanti kami yang sudah cantik begini bisa camerong dongg kalau jalan bebecekan kitu.
#mintadikeplak karena sombong, sok cantik binti malezzin 
Tetapi, akhirnya kami luluh setelah 2 armada roda dua siap mengantar kami demi menemui sang bintang.

And here we are dengan motoran kami lewat jalan selebar pematang sawah yang di kirinya banyak ilalang dan di kanannya pinggir kali Ciherang.

Dibumbui cerita kadus soal binatang melata yang sering muncul tiba-tiba dan aura mistis dari pepohonan tua di sekitarnya maka komat kamit merapal ayat-ayat cinta dari Sang Maha terus kami lantunkan berharap dapat meredam degup kencang di dada. Perjalanan penuh tantangan dan pengorbanan itu ada di sini kisanak.

Sekitar 5 menit berlalu, motor berhenti.
Kami pikir sudah sampai tujuan ehlhadalah ternyata belonan. 
Karena begitu turun dari motor, kita masih harus melewati semacam jembatan dari gedebong pisang.
Ooeemjiii, tantangan macam apalagi iniii ?

Sumpah takut kepleset terus masuk neraka 😫(arrghh..entah kenapa jadi ingat cerita ustadzah tentang titian jembatan Shirothol Mustaqim ketika jalan di atas gedebong pisang teaa, naudzu billah jangan sampe jatuh ke neraka ya kita, hiyyy..atuttt).

Lucky us, setelah melewati beberapa tantangan akhirnya bisa juga bertemu sang bintang.
Dua sejoli sepuh, mak Aki dan kong Nimin yang saat kami tiba ada dekat tenda berwarna biru lusuhnya.
Miris dan bikin speechless.

Temans bisa lihat kondisi tenda yang seadanya.
Sebulan lebih mereka berteduh, memasak, makan dll aktivitas ya di sekitar tenda itu.

Jauh dari kata layak.

INFO AKSI SEDEKAH BARENG NASI BUNGKUS (SEBAR NABUNG) Pekan ke 211

Tapi kong Nimin tetap ingin berada di tenda yang di seberangnya ada rumah mereka.

Jangan pikir "rumah" itu bertembok bata ya temans, karena istana kong Nimin dan mak Aki masih terbuat dari anyaman bambu yang sebenarnya kelihatan tak kalah rapuh.

Ada hewan piaraan mereka di situ (entog, ayam kate) yang takut pada kabur kalau mereka pindah dari tenda itu, katanya.

Dan mak Aki sang istri, setia menemani.
Ga banyak tanya apalagi protes kenapa begini ga begitu.
Dia, hanya ingin tetap menemani suami tercintanya, apapun dan bagaimanapun keadaannya.
Maa syaa Alloh, 

Kami belajar dari mak Aki tentang arti setia pada pasangan. Pasangan yang tak selamanya bisa menyuguhkan kesenangan, melimpahi dengan materi atau setidaknya buaian romantis kata-kata cinta nan indah.

Sebab setia untuk tetap berbakti pada pasangan yang berlimpah materi, sholeh dan baik hati itu lebih mudah dibanding jika ia dalam keadaan sebaliknya.

And one more thing.
Untuk jadi orang murah hati tak perlu menunggu keadaan kita berlebih.

INFO AKSI SEDEKAH BARENG NASI BUNGKUS (SEBAR NABUNG) Pekan ke 211
Foto by: Idam Cholid [Potret Jabar]

Take a look at mak Aki yang sampai nawarin motong ayam buat nyuguhi kami. Tapi kami tolak halus karena khawatir merepotkannya.

Tawaran pertama kami tolak, lalu terus gigih membujuk agar kami mau menerima oleh-oleh ikan asin buatannya dan telur dari entog piaraannya.

Ya Alloh mak, kami malu dan iri padamu.
Betapapun dalam keadaan papamu, mak tetap ingin berbagi.
Bukan karena mampu tapi karena ingin menghargai 😭
Baik mak, kami terima pemberianmu, penghargaanmu untuk kami yang justru jadi belajar darimu. 
Terimakasih banyak ya mak, semoga Alloh senantiasa merahmatimu.
Aamiin.

Welehh..ternyata udah puanjang emen ini cerita.
Sekali-kali kita tutup dengan pantun ahh.

💙 Mbak yuyu maen tanjidor.
Ai lap yu Kampung Begedor💙

Hihihi..pantunnya praktis dan minimalis ajah.

Wokeh, terimakasih banyak untuk doa dan supportnya temans.

Tetap bahagia dan jaga kesehatan di masa pandemi ini ya.

See you Jumat depan dan titip salam dari konfirmasi transferan, upss maappp keceplosan

#PanjangUmurKebaikan
#SEdekahBARengNAsiBUNGkus
#AyoBerbagi
#JumatBerkah
#KeepIstiqomah
#JanganKasihKendor
#KitaBisaKarenaBersama
#WA087782777930

Penulis: Bu Mutia Farida
Sabtu, 6 Maret 2021.


JOIN AKSI SEDEKAH BARENG NASI BUNGKUS

Untuk yang mau berpartisipasi dalam aksi Sedekah Bareng Nasi Bungkus (SEBAR NABUNG), silakan hubungi Bu Mutia Farida di nomor WA 087782777930 atau klik gambar WhatsApp di atas.



AKSI SEDEKAH BARENG NASI BUNGKUS (SEBAR NABUNG) Pekan Ke 209

AKSI SEDEKAH BARENG NASI BUNGKUS (SEBAR NABUNG) Pekan Ke 209

Jumat, 19 Februari 2021 saya berkesempatan ikut dalam rombongan Sedekah Bareng Nasi Bungkus (SeBarNaBung) yang dimotori oleh Ibu Mutia Farida. Sejarah gerakan atau aksi Sebar Nabung (Sedekah Bareng Nasi Bungkus) ini awalnya dari ide di grup WhatsApp Sisters Smandel (WhatsApp Group untuk muslimah Alumni SMAN 8 Jakarta). 

Ide untuk bersedekah ini panjang ceritanya hingga akhirnya saat ini terwujud dalam bentuk aksi membagikan nasi dan lauknya dalam kemasan (nasi bungkus/nasi kotak) pada setiap hari Jumat untuk makan siang untuk mereka yang membutuhkan.

Aksi yang saya ikuti ini ternyata adalah aksi Sebar Nabung yang ke 209, udah banyak kali ternyata, itulah mengapa saya merasa beruntung bisa ikut dalam rombongan ini. 

Aksi Sedekah Bareng Nasi Bungkus kali ini menyasar warga terdampak banjir di sekitaran Kampung Solokan Pondok Dua dan Kampung Gedongjaya, kedua Kampung tersebut secara administratif masuk dalam wilayah Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi. Letaknya pas di perbatasan antara Kecamatan Babelan dan Kecamatan Muaragembong, keduanya dipisah dengan batas alam berupa sungai yang bermuara di Muara Nawan dan akhirnya ke laut. 

Fotobaper ala-ala

Artikel ini adalah copy - paste - edit -posting dari status facebook Ibu Mutia Farida, mungkin lain kali akan kita bahas lebih jauh soal gerakan Sedekah Bareng Nasi Bungkus (SeBarNaBung) ini. Anggap aja ini baru intro, sebagai perkenalan dengan gerakan Sedekah Bareng Nasi Bungkus (SeBarNaBung).

---------------

AKSI SEDEKAH BARENG NASI BUNGKUS (SEBAR NABUNG)

Pekan ke 209
Jumat, 19 Pebruari 2021
Bismillah.
Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh.
Haii semuaa !

Mohon maaf sebelumnya karena info pasca aksi baru kami release hari ini berhubung sejak Sabtu pagi hingga Senin malam kemarin kami langsung beraksi lagi bagi-bagi nasi dan lain-lain bagi para penyintas banjir di Kota dan Kabupaten Bekasi.


Cerita perjalanan aksi ke 209 ini sungguh penuh kehaluan temans


Bukan hanya karena jauhnya perjalanan dan lamanya waktu tempuh, namun juga karena indahnya pemandangan sepanjang perjalanan itu.

Hamparan sawah yang menghijau (sebagiannya ada yang terendam banjir), pohon ilalang tinggi di kiri kanan jalan serta burung-burung beterbangan yang kicaunya jadi seperti alunan symphoni yang membuai indera kita.

Ditambah lagi cuaca yang cenderung mendung, hawa yang sejuk plus hembusan angin lembut yang rasanya bikin pingin selonjoran lalu rebahan.

Coba yaa, kaum rebahan angkat tangannya.

Ciyus deh, saking indah dan jauhnya perjalanan itu ada yang nyeletuk, "Ini kayak di Lembang yaa."
Terus ga lama ada yang bilang, "Duhh kayak jalan mudik arah ke Jawa deh inii." (maksudnya Jawa Tengah/Timur; red.)


Ketika jam 2 siang belum juga sampai di tempat tujuan, malah ada yang ngomong begini : "Jangan-jangan ini udah ga di Indonesia tapi di Ostralih."
Eettt dahh..ga sejauh itu juga kalik Malihhh.

Ketika naik perahu lihat tiang sutet, katanya itu menara Eifel. Ada tulisan Texas di tembok rumah, dikata kita sudah sampai Amerika.


Hampir 1 jam keliling kampung dengan perahu, ngaku-ngaku sudah sampai kota Timbuktu (yang belum paham Timbuktu ada di mana, sila tanya mbah Bogel ehh Google)
Tobat..tobattt. Kehaluan yang HQQ juga sungguh terlele yaa 

Ya begitulah. Padahal ini masih wilayah Kabupaten Bekasi lho.
Tapi jaraknya kurang lebih sama dengan Jakarta - Brebes.
Dan karena akses jalan yang tidak beraspal plus tergenang disana sini jadi kita ga bisa ngebut malahan kudu lebih waspada. Lumayan sih hanya genangan, bisa cepat hilang dibanding kenangan yang pasti terus membekas dan terbayang (uhuyyy)


Kampung Gedong Jaya SEDEKAH BARENG NASI BUNGKUS (SEBAR NABUNG)
  Kampung Gedong Jaya  


Kampung Gedong Jaya


Tiba di tujuan pertama Kampung Gedong Jaya di Pantai Harapan Jaya Kecamatan Muaragembong, kami disambut pasukan mbeee yang nampaknya juga pingin ikut antri nasi. Tapi setelah diberi tahu kalau itu bukan makanan mereka, untunglah mereka lekas paham lalu segera pergi. Legaaa.. slamet.. slamettt bawaan kita.Nah setelah para mbeee pergi, baru deh warga mengerumuni kami.


2 ambulan yang membawa logistik full, disambut dengan antusias dan gembira. Mereka hingga terkagum karena biasanya kan ambulan itu sosok mobil menakutkan, apalagi di masa pandemi begini. 
Yang ini ambulannya beda, karena sama sekali tidak membawa pasien atau jenazah. Tapi bawa makanan banyak dan enak-enak pula. Wowww..emejing kata mereka.

Seneng deh bisa lihat senyum bahagia mereka apalagi anak-anaknya.
You know kenapa ? 


Karena ada cake keju plus goody bag juga untuk mereka yang berisi susu, roti, snack, vitamin dan madu, bawaan dari rekan sinergi kita, The Sisters.
Mereka juga bawa pampers, obat gatal dll.
Bikin happy deh pokona mahh 


Kampung Solokan Pondok Dua SEDEKAH BARENG NASI BUNGKUS (SEBAR NABUNG)
 Sungai Pondok Dua 


Kampung Solokan Pondok Dua


Lanjut ke Kampung Solokan Pondok Dua, makin seru perjalanannya. Setelah bolak belok jalan yang tidak lega di Desa Huripjaya, masih tergenang air ditambah harus lewat jembatan pas seukuran 1 mobil di atas kali yang nanjaknya lebih dari 1 meter. 


Bikin deg-degan cuyyy.. bisi ambulan ga kuat nanjak, terus mundur. Belum lagi kalau sampai jatuh ke kali, hiyyyy naudzubillahi min dzalik jangan sampaiiii celaka. Tapi seruuu deh bagi-bagi nasinya karena kita sambil naik perahu. Itu karena jalan daratnya masih banyak genangan jadi lebih mudah jika dibagikan sambil naik perahu. Rasanya jadi kek piknik tipis-tipis gituu..feel so bahagyakkk akutuu 


Menjadi bahagia


Beneran lho,
Menjadi bahagia bukan berarti semuanya sempurna.
Punya apapun, segalanya yang kita mau dan inginkan supaya dapat stempel eksis untuk urusan dunia.

Tapi apa iya itu bikin bahagia ?
Ternyata sama sekali bukan itu temans.

Berapa banyak orang yang punya rumah wevvah tapi malah sering pergi karena tidak betah?
Berapa banyak mereka yang punya uang dan bisa beli makanan enak tapi justru dilarang dokter menikmati?


Yang intinya adalah, bahagia yang sebenarnya tidak terletak dari kesempurnaan yang terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, atau dirasakan melalui panca indera tapi sempurnanya hati untuk dapat menerima segala kekurangan ataupun kelebihan yang ada pada diri kita.


Jadi bahagia itu letaknya di hati, ia tidak selalu terikat dengan kebutuhan jasad dan syahwat. Kebahagiaan juga tidak terikat dengan durasi waktu dan tempat tertentu. Di manapun dan kapan pun, kita tetap bisa merasakan bahagia walaupun hanya memiliki fasilitas hidup yang sederhana.

Perhatikan deh senyum anak-anak yang tengah main air di kali atau di air banjir. Meski bermain di tempat seadanya yang bak water park ala-ala, mereka tetap kelihatan bahagia.


Okeyyaa,
Terimakasih banyak atas doa, support juga partisipasinya para pecandu sedekah.
Semoga rezekinya makin berlimpah lagi berkah.
Aamiin.


Nantikan cerita kami berikutnya yang non stop sejak Sabtu hingga Senin ini berbagi untuk penyintas banjir di beberapa wilayah di Kota juga Kabupaten Bekasi.


Dan hingga Jumat lusa pun rencana kita masih akan berbagi di daerah yang terdampak banjir akibat jebolnya tanggul sungai Citarum.


Kamu penasaran dan mau tahu ?
transfer duluuu ehhh

Ihhh..maafkan yaa kalau jempolnya suka nakalll 


#PanjangUmurKebaikan
#SEdekahBARengNAsiBUNGkus
#AyoBerbagi
#JumatBerkah
#KeepIstiqomah
#JanganKasihKendor
#KitaBisaKarenaBersama


Penulis: Bu Mutia Farida
Selasa, 23 Februari 2021.


JOIN AKSI SEDEKAH BARENG NASI BUNGKUS

Untuk yang mau berpartisipasi dalam aksi Sedekah Bareng Nasi Bungkus (SEBAR NABUNG), silakan hubungi Bu Mutia Farida di nomor WA 087782777930 atau klik gambar WhatsApp di atas.


Sharing Fotografi Ponsel bersama Komunitas Pramuka Tunas Muda Kwartir Ranting Babelan

Sharing Fotografi Ponsel bersama Komunitas Pramuka Tunas Muda Kwartir Ranting Babelan

Sharing Fotografi Ponsel bersama Komunitas Pramuka Tunas Muda Kwartir Ranting Babelan
 Komunitas Pramuka Tunas Muda Kwartir Ranting Babelan 

Gerimis tipis masih turun saat saya tiba di Posko Banjir dan Dapur Umum Komunitas Pramuka Tunas Muda Kwartir Ranting Babelan Bekasi dan Rumah Kebaikan Yang terletak di Kampung Blendung Tugu, Desa Muarabakti, kecamatan Babelan. Ahad sore, 14 Februari 2021.

Agenda kali ini, sambil beristirahat setelah mendistribusikan bantuan dan donasi ke wilayah terdampak banjir di Kp Tanjung Air Desa Pantai Hurip Kecamatan Babelan, Kami melaksanakan kembali kelas sharing yang telah sekian lama terhenti akibat pandemi.

Sharing kali ini digagas oleh bidang Infokom Tunas Muda sebagai salah satu agenda kerja mereka. Kelas Sharing dengan tema lain sudah berjalan sebelumnya, kali ini saya diajak ikutan sharing seputar tema fotografi dasar dengan dihadiri 15 orang anggota Tunas Muda.

Sharing Fotografi Ponsel bersama Komunitas Pramuka Tunas Muda Kwartir Ranting Babelan
 Sharing Fotografi Ponsel 

Sebelum mulai acara saya sudah mempersilahkan untuk mereka yang pakaiannya basah untuk berganti pakaian lebih dahulu. Saya yang masih flu dengan pakaian kering saja kadang masih menggigil terkena angin lembab yang masuk ke ruangan posko.

DEFINISI FOTOGRAFI

Sharing tentang fotografi saya mulai dengan kembali ke definisi fotografi itu sendiri. Fotografi (photography) berasal dari kata Yunani yaitu "photos": cahaya dan "grafo": melukis/menulis) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan cahaya. Karenanya, tanpa cahaya (baik cahaya alami atau cahaya buatan), tidak ada foto yang bisa dibuat.

Sebagai pemahaman umum, fotografi berarti proses untuk menghasilkan gambar dari suatu objek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat untuk menangkap pantulan cahaya ini adalah kamera. 

Sedikit membahas mengenai cahaya dan lensa maka terucap nama Cendikiawan Muslim Ibnu Khaitam yang penelitiannya terhadap cahaya menjadi dasar perkembangan dunia optik termasuk kamera dan fotografi.


KOMPOSISI RULE OF THIRD (ROT)

KOMPOSISI RULE OF THIRD

Mempertimbangkan kamera yang digunakan peserta sesi sharing lebih banyak menggunakan kamera ponsel, maka pembahasan selanjutnya langsung lompat ke komposisi rule of third atau ROT

Pembahasan komposisi Rule of Thirds langsung ke penjelasan garis bantu di kamera yang terdiri dari dua garis sejajar pada horizon dan dua garis sejajar pada vertikal. Garis-garis tersebut membagi area foto menjadi sembilan bagian yang sama besar. Para peserta saya minta mengaktifkan fitur "garis kisi" tersebut di kamera handphonenya. Istilah "garis kisi" ini bisa berbeda di setiap handphone, di HP saya Xiaomi MiA1 disebut "Garis Bantu", di HP lain ada juga yang menyebut "grid - 3x3" dst.

Komposisi Rule of Thirds sudah sejak lama diterapkan dalam seni lukis yang kemudian diadaptasi ke dalam dunia fotografi. Pada intinya tujuan Rule of Third adalah menempatkan point of interest di persinggungan garis vertikal & horizontal tersebut. 

Garis-garis ini adalah garis bantu yang akan kita gunakan untuk mengatur posisi objek, foreground dan background. Juga membantu kita dalam meluruskan garis horizon atau garis vertikal hingga gambar yang dihasilkan menjadi lebih proporsional dan lebih menarik. Namun demikian Rule of Thirds bukan aturan wajib yang musti diterapkan setiap kali memotret, ini hanya panduan untuk menghasilkan foto yang ‘lebih enak dilihat’ komposisinya. 

SUDUT PENGAMBILAN GAMBAR (ANGEL CAMERA)

Sharing Fotografi Ponsel bersama Komunitas Pramuka Tunas Muda Kwartir Ranting Babelan
 Sudut pengambilan foto Low Angle 

Setiap angle kamera menciptakan persepsi yang menguatkan pesan yang ingin disampaikan. Angle adalah posisi sudut pandang kamera. Angle kamera ini berguna untuk menciptakan persepsi sebuah foto, dari sudut mana foto itu ditampilkan lebih baik, lebih menguatkan pesan dan mempertegas objek. 

Dalam sharing fotografi ponsel bersama Komunitas Pramuka Tunas Muda Kwartir Ranting Babelan kali ini saya hanya berbagi 3 angle dasar sebagai pengenalan, yaitu:

1.  Sudut Pengambilan Foto Eye Level

Sudut pandang Eye Level adalah sudut pandang atau angle paling umum digunakan. Pada angle ini lensa kamera dibidik sejajar dengan tinggi objek. Posisi dan arah kamera memandang objek yang akan dipotret seperti pandangan mata kita saat melihat objek secara biasa. Pengambilan angle ini kebanyakan untuk memotret atau mendokumentasikan manusia dan kegiatannya (Human interest).

2.  Sudut Pengambilan Foto Low Angle

Pada sudut pengambilan foto Low Angle, kamera diposisikan lebih rendah dari objek. Secara psikologis, low angle akan menghasilkan obyek foto yang terlihat kuat, elegan, mewah, atau kesan dominan. Biasanya fotografer akan memilih angle ini untuk mengambil gambar bangunan seperti gedung bertingkat. Sudut pandang pemotretan ini sering juga diterapkan pada fotografi cityscape, contohnya pada foto gedung-gedung pencakar langit.

Sharing Fotografi Ponsel bersama Komunitas Pramuka Tunas Muda Kwartir Ranting Babelan
 Sudut pengambilan foto High Angle 

3.  Sudut Pengambilan Foto High Angle 

Posisi High Angle digunakan untuk menangkap kesan luas dari objek yang difoto. Kamera diposisikan lebih tinggi dari objek, sehingga memberi kesan kecil pada objek yang dipotret. Dengan angle ini kita bisa memasukkan elemen-elemen pendukung komposisi ke dalam foto. Penerapan high angle bisa juga diterapkan pada foto pemandangan (landscape).



Sudah cukup banyak teorinya, kegiatan dilanjutkan dengan 10 menit praktek memotret dan membahas hasil memotret. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk menjelaskan obyek dan pesan apa yang ingin disampaikan dalam foto yang ia hasilkan. Rekan-rekan peserta yang lain mengomentari dan berdiskusi mengenai teknik memotret dan apakah pesan tersebut ada dalam foto yang dibahas.

Acara ditutup oleh moderator dan dilanjutkan dengan ngobrol santai seputar materi komposisi dan angle. Acara yang santai, menyenangkan dan bermanfaat bagi saya yang masih belajar fotografi. Berinteraksi dengan pemuda yang antusias dalam menggali potensi mereka juga menjadi penyemangat, agar saya tetap belajar dan belajar. “Stay Hungry. Stay Foolish”, kata Steve Jobs.


@ Kp. Blendung Tugu - 14 Februari 2021. Babelan - Bekasi.


Pacaran itu apa sih?

Pacaran itu apa sih?


PACARAN ITU APA?

Hakikatnya manusia diciptakan oleh Allah dengan sebaik-baiknya bentuk, tidak ada cacat sedikit pun pada dirinya. Kesempurnaan akal, pikiran, fisik dll. Tetapi banyak manusia yang tidak menyadari dan mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepadanya dengan begitu indah. 


Manusia diciptakan dengan berpasang-pasangan, bahkan manusia pertama yang ada di bumi pun di ciptakan oleh Allah berpasangan, yaitu Nabi Adam AS dan Siti Hawa.


Manusia ditakdirkan oleh Allah untuk memiliki rasa suka terhadap lawan jenis, dan itu adalah hal yang wajar dan memang semestinya terjadi kepada manusia yang normal. Bisa kita bayangkan ketika manusia tidak memiliki rasa suka terhadap lawan jenis, tidak memiliki hawa nafsu maka tidak akan terjadi  keberlangsungan hidup di dunia ini.  Tetapi saat ini banyak orang yang menyalah artikan sebuah rasa suka terhadap lawan jenis, salah arti terhadap cinta dan kasih sayang, terutama di kalangan remaja.


Kenapa dengan remaja? 

Iya, berdasarkan pengamatan saya, remaja adalah deretan tertinggi yang menyalah artikan cinta, dan suka terhadap lawan jenis. Saat ini kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya pacaran, bahkan hal yang sering kita dengar setiap hari, bahkan setiap saat di manapun kita berada, kata tersebut pasti diucapkan secara umum oleh orang-orang. Sebenarnya apa itu pacaran?


Pacar menurut KBBI adalah teman lawan jenis yang tetap yang mempunyai hubungan berdasarkan cinta dan kasih; kekasih. Pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan dalam menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan. (Wikipedia)


Kembali kepada pembahasan kenapa remaja menjadi deretan tertinggi pacaran?. Karena pada usia transisi dari masa kanak-kanak menuju remaja, rasa ingin tahu yang begitu besar, sehingga para remaja ingin mencoba dan mengetahui apa itu pacaran. Rasanya seperti apa dan bagaimana melakukannya. 


Jelas ini menjadi hal yang tidak seharusnya dilakukan, karena pada dasarnya diusia remaja seharusnya kita disibukan mencari ilmu, keterampilan dan pengetahuan yang banyak, bukan malah sibuk tentang masalah pacaran dan hal yang tidak bermanfaat seperti itu. 


Dampak Negatif Pacaran Bagi Remaja

Pacaran memiliki banyak dampak negatif atau dampak yang tidak baik bagi para remaja seperti:


1. Lalai 

Bagaimana tidak? ketika seseorang remaja berpacaran dia akan lalai, baik lalai dalam beribah, lalai terhadap tugas sekolah, perintah orang tua dll.  Hal ini disebabkan karena mereka masih belum mampu membedakan mana yang sesungguhnya ia prioritaskan mana yang tidak. Mereka hanya mengutamakan kebahagiaan mereka saat itu, yang mana kebahagiaannya saat itu adalah bersama dengan pacarnya.  Berhubungan dengan pacarnya baik via telepon, chating, bahkan bertemu langsung, sehingga hal di luar itu mereka abaikan seperti ibadah, belajar dll yang padahal itu lebih penting daripada pacaran.


2. Boros 

Pemborosan sering terjadi ketika para remaja berpacaran karena mereka mampu menghabiskan uang dua kali lipat dari sebelumnya. Contohnya dalam pemakaian kuota internet, biasanya ia hanya manghabiskan untuk kebutuhan belajar, diskusi dengan teman soal pelajaran,  tapi saat berpacaran ia menghabiskan untuk chating, telepon, vc, bahkan membelikan kuota kepada sang pacar, padahal uang saja ia belum mampu mencari. 


3. Pergaulan bebas

Banyak orang yang tidak sadar bahwa pacaran adalah awal mula dari pergaualan bebas. Banyak faktor negatif yang akan terjadi seperti berpegangan tangan kepada yang bukan muhrim, berciuman, bahkan hal yang lebih dari itu. 


Hal itu terjadi karena lingkungan pergaulan yang menganggap hal itu adalah hal yang biasa terjadi dalam sebuah hubungan yang bernama pacaran. Padahal itu tidak seharusnya terjadi dan dilakukan oleh para remaja dan belum saatnya.


Pada dasarnya mencintai dan dicintai itu adalah takdir, tapi jangan sampai kita menyalahartikan cinta dan bermain dengan cinta, apa lagi dengan akhir merusak kehormatan seseorang. Benahi hati dengan benteng keimanan yang kokoh agar meminimalisir hal buruk terjadi pada kita, terutama remaja. Jauhi pergaulan yang mengajak kita kepada kemudhortan, dekati pergaulan yang mampu membawa kita kepada pergaulan yang lebih baik terutama hubungan kepada Allah. 


Semoga menginspirasi


Penulis: Silvi Apriyanti 

Mahasiswi semester tiga Perbankan Syariah STEI SEBI DEPOK 


"Setiap Pramuka Adalah Pewarta", Ngopi Bareng Pramuka Ambalan Dewakarni SMKN 1 Babelan

Setiap Pramuka Adalah Pewarta
Infografis Setiap Pramuka Adalah Pewarta 



Visi: Mewujudkan anggota Gerakan Pramuka yang relevan sesuai kebutuhan zaman mereka untuk melakukan perubahan yang lebih baik lagi dalam kehidupannya.

Misi: Mengarahkan dan menjadikan kaum muda agent of change (pelopor pembaharu) yang lebih inovatif, relevan, dan berguna bagi bangsa, Negara, masyarakat Indonesia sesuai marwah Gerakan Pramuka yang berkarakter, berkebangsaan dan memiliki kecakapan hidup.

Demikian visi dan misi Kepengurusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka masa bakti 2018-2023 yang dipimpin oleh Komjen Pol (Purn) Drs. H. Budi Waseso yang resmi terpilih sebagai Ketua Kwarnas dalam Musyawarah Nasional (Munas) X Gerakan Pramuka tahun 2018 di Kendari, Sulawesi Tenggara, 25-29 September 2018 lalu.

Selanjutnya, salah satu dari tujuh Program Prioritas Kwarnas Gerakan Pramuka Masa Bakti 2018-2023 adalah: 

Membangun citra positif Gerakan Pramuka dengan mewujudkan kapasitas informatika, integritas dan kompetensi komunikasi publik di era digital.

Dalam Rakernas yang dilaksanakan pada 19-21 Februari 2020, Program Prioritas Kwarnas nomor 6 ini diterjemahkan menjadi dua sasaran strategis oleh Komisi Kehumasan & Informatika Kwarnas, yaitu;  Membangun citra positif Gerakan Pramuka dan Re-branding Gerakan Pramuka. Dalam paparan Komisi Kehumasan & Informatika ini dilaporkan pula kegiatan mempopulerkan tanda pagar (tagar) atau hashtag  #SetiapPramukaAdalahPewarta di media sosial.

Tagar "Setiap Pramuka Adalah Pewarta" tidak bermakna berbeda dengan semboyan “Setiap Pramuka Adalah Kantor Berita” yang menjadi semboyan Kwarnas Gerakan Pramuka dalam kepemimpinan Dr. H. Adhyaksa Dault masa bakti tahun 2013 - 2018.

Kata Setiap Pramuka Adalah Pewarta ini juga saya baca pada e-flyer Pelantikan Kenaikan Tingkat Pramuka Penegak Bantara Ambalan Ki Hajar Dewantara - R.A. Kartini (Dewakarni), SMKN 1 Babelan Gudep 02117-02118 yang dilaksanakan di Rumah Pelangi Bekasi pada tanggal 21-22 Desember 2020.

Setiap Pramuka Adalah Pewarta, Ngopi Bareng Pramuka Ambalan Dewakarni SMKN1 Babelan
E-flyer Pelantikan Kenaikan Tingkat Pramuka Penegak Bantara
Ambalan Ki Hajar Dewantara - R.A. Kartini (Dewakarni), SMKN 1 Babelan

Mengutip dari salah satu tulisan di laman kumparan.com (2017/05/03), semboyan "Setiap Pramuka Adalah Pewarta" tujuannya adalah supaya setiap anggota gerakan Pramuka memiliki kesadaran sebagai pemilik, pemimpin redaksi, sekaligus wartawan bagi akun media sosialnya. Tanggung jawab yang tinggi terhadap suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

Lebih lanjut besar harapan dari semboyan Setiap Pramuka Adalah Pewarta adalah agar setiap anggota gerakan Pramuka mempunyai kemampuan menulis tentang aktivitas Pramuka, produk lokal spesifik lokalita, kegiatan pemuda, destinasi pariwisata, berbagai kuliner, informasi tentang budaya, eksplore potensi daerah, dan banyak hal positif lainnya.

Dari 2 poin tersebut saya merangkum 4 poin sebagai sasaran dari semboyan Setiap Pramuka Adalah Pewarta dalam sebuah infografis sederhana seperti gambar paling atas.

Intinya, Pramuka masa kini harus bisa mengkolaborasikan kegiatan Pramuka konvensional dengan penguasaan teknologi informatika. Aksi sosial tetap menjadi kegiatan utama dengan merevitalisasi nilai budaya bangsa yakni gotong royong yang kemudian didokumentasikan dan dikemas dalam publikasi konten yang positif dan inspiratif.

Isu demikian sudah diakomodasi oleh Kwarnas tentunya juga Kwarda hingga ke bawahnya cukup sadar akan pentingnya isu Re-branding Gerakan Pramuka yang berhubungan erat dengan kehumasan dan publikasi-publikasi yang dihasilkan oleh setiap anggota Pramuka di akun media sosialnya masing-masing.

Menimbang hal di atas, maka dalam infografis sederhana yang saya buat itu, saya masukkan 4 poin sasaran yang hendak saya sampaikan pada adik-adik Pramuka dalam sesi sharing saya.

4 sasaran dalam infografis Setiap Pramuka Adalah Pewarta itu adalah:


1. Aksi

Aksi di sini adalah kegiatan Pramuka secara umum, kegiatan sosial kemasyarakatan dan semacamnya. Hal ini sudah biasa dilakukan dan tidak diragukan lagi peran aktifnya dalam kegiatan sosial baik dalam situasi bencana maupun kegiatan-kegiatan rutin yang menjadi aksi Pramuka.

2. Dokumentasi

Dalam setiap aksinya, hendaknya kegiatan tersebut didokumentasikan dengan baik, sehingga tersedia  lengkap bahan untuk laporan dan evaluasi kegiatan. 

3. Konten Kreatif

Hasil dokumentasi yang baik juga dapat menjadi bahan untuk membuat ragam konten kreatif yang berisikan pesan-pesan positif dan inspiratif. Ketersediaan bahan dapat menentukan kualitas sebuah konten yang akan dibuat. Konten juga dibuat dengan berbagai macam bentuk agar dapat menyesuaikan dengan wadah publikasi dan sasaran yang hendak dicapai.

4. Publikasi

Konten hasil kreasi dari dokumentasi pada akhirnya dipublikasikan dengan menggunakan banyak wadah saluran. Baik itu tulisan, poster, video dan lain sebagainya. Jejaring media sosial dan internet memudahkan publikasi konten, sehingga kita dapat memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. 


Sasaran nomor 1 dan 2 saya kira adik-adik Pramuka sudah paham maksudnya, sehingga saya langsung lompat membahas sedikit ke sasaran nomor 2 dan 3.

Pada saat sesi sharing, saya sudah jelaskan makna kata pewarta yang lebih saya arahkan ke pengertian "konten kreator", sehingga adik-adik Pramuka ini sadar bahwa dirinya adalah seorang pembuat konten yang memiliki tanggung jawab sosial terhadap isi dari media sosial mereka.

konten kreator
konten kreator


Semua yang hadir, kurang lebih 20 siswa ini mengaku memiliki akun media sosial baik akun Facebook, Youtube, TikTok, Instagram dan seterusnya. Beberapa mengaku aktif menggunakan media sosial tersebut namun belum menggunakannya sebagai media publikasi hasil konten kreasinya yang penyampaian pesan atau informasi sebagaimana diharapkan dalam slogan "Setiap Pramuka Adalah Pewarta".

Wajar saja, karena untuk menjadi konten kreator dan memenuhi misi seperti itu dibutuhkan lebih dari sekadar kesadaran, tapi pelatihan-pelatihan agar mereka memiliki kemampuan dasar memproduksi konten yang baik. Khususnya konten seputar kegaitan kepramukaan yang mereka lakukan.

"Setiap Pramuka Adalah Pewarta", Ngopi Bareng Pramuka Ambalan Dewakarni SMKN1 Babelan
Sharing "Setiap Pramuka Adalah Pewarta" di Rumah Pelangi
Foto by: Adit Rungi

Mengenai konten, sebelumnya juga saya sudah berbagi dengan Adik-adik SMA Sekolah Rakyat Babelan saat acara LDKS di Sekolah Alam Prasasti pada hari Sabtu tanggal 28 November 2020. Materi yang hampir sama juga saya sampaikan, mengenai konten dan mendorong mereka agar menjadi kreator konten, minimal untuk publikasi kegiatan mereka di sekolah. 

Para generasi muda ini sebagian besar akrab dengan media sosial, walau sebagian besar masih menjadi konsumen setidaknya mereka perlu didorong terus untuk berani dan mampu memproduksi konten-konten yang bermanfaat. Beberapa orang memang sudah mulai memproduksi konten, baik itu tugas dari sekolah atau inisiatif pribadi, saya berharap ke depannya sekolah-sekolah bisa mendorong dan mengapresiasi murid-murid yang berprestasi dalam pembuatan konten kreatif.

Semoga setelah sharing ini mereka paham mengenai bentuk-bentuk konten, mulai berani membuat konten untuk memperbanyak konten positif di dunia maya, berkreasi sesuai minat mereka dan dapat memanfaatkan media sosial dengan tepat untuk kebaikan dirinya dan masyarakat.

Dari bahan ini hanya sedikit yang sempat saya sampaikan pada adik-adik Pramuka Penegak Bantara  Ambalan Ki Hajar Dewantara - R.A. Kartini (Dewakarni), SMKN 1 Babelan, mudah-mudahan tulisan ini dapat mengisi apa yang belum dapat saya sampaikan pada saat pertemuan sore yang menyenangkan itu. []


Rumah Pelangi Bekasi
Senin, 21 Desember 2020.




Ngopi Santuy di Keseruan Acara 1st Anniversary Instanusantara Karawang Bekasi

1st Anniversary Instanusantara Karawang Bekasi
1st Anniversary Instanusantara Karawang Bekasi


Cuaca Minggu siang agak mendung ketika saya tiba dan memarkirkan motor di halaman Starbucks Drive Thru Lippo Cikarang. Awalnya saya sudah masuk ke areal halaman Hotel Harper dan bertanya kepada salah satu Satpam yang bertugas mengenai lokasi parkir untuk kendaraan roda dua. Satpam dengan sopan meminta agar saya memarkirkan motor di area Starbuck disertai alasan-alasannya. 


Memasuki loby hotel, satpam yang tadi mengarahkan saya parkir kini dengan sigap mengucapkan selamat siang dan membukakan pintu kaca. "Terima kasih pak," ucap saya yang terkesan dengan kesigapan mereka. Sepertinya mereka sudah dibekali berbagai SOP pelayanan sehingga dari parkir sampai etika yang lazim berlaku di dunia perhotelan dilaksanakan dengan cukup baik.


Di belakang resto, area luar tampak 2 penari berpakaian dan bertopeng merah dengan energik dan bersemangat menampilkan Tari Topeng Kelana dari Cirebon. Tari yang konon awalnya menggambarkan tokoh Rahwana dalam pewayangan ini memang ada dalam agenda untuk dipentaskan sebagai salah satu rangkaian acara dalam peringatan ulang tahun pertama Komunitas Instanusantara Karawang Bekasi. Tanpa pikir panjang saya langsung bergabung dengan teman-teman yang sedang asik memotret 2 penari tersebut.


Oh iya, Komunitas Instanusantara Karawang Bekasi (Inkarasi) adalah salah satu region dari Instanusantara, sebuah komunitas fotografi yang bertujuan untuk mempromosikan Indonesia melalui foto dan video pendek di media sosial Instagram.


Mengambil lokasi di Hotel Harper Cikarang, Minggu (13/12/2020), Komunitas Inkarasi menghelat kegiatan peringatan anniversary pertamanya dengan tajuk “Tumbuh Bersama” (Sisi Lain Pesona Bekasi dan Budaya Bekasi) yang berisi rangkaian kegiatan sesi foto hunting dalam dan luar ruang. Sayangnya hujan membuat sesi hunting foto luar ruangan menjadi lebih cepat selesai sebelum waktunya.


Keseruan Acara 1st Anniversary Instanusantara Karawang Bekasi
Sesi hunting foto luar ruangan menampilkan Tari Topeng Kelana
Foto by: @tukangfotogadungan


Lanjut ke acara dalam ruang yang beraroma handsanitizer. Salut untuk panitia yang dengan tegas tetap mewajibkan peserta untuk mengenakan masker selama acara dan menata ruang dengan menerapkan aturan menjaga jarak. Meskipun aturan itu membuat suasana awalnya agak kaku tapi itu sebentar saja, keceriaan mencairkan suasana hingga acara selesai. Slide show foto-foto karya anggota dan game-game kecil berhadiah berhasil menyatukan perhatian dan menjalin engagement semua yang hadir hari itu.


Dalam sambutannya, Monika selaku ketua Inkarasi sempat menceritakan sedikit sejarah Inkarasi sebelum mendatangi dan menyapa beberapa anggota Inkarasi dari sekitar 100 hadirin di dalam ruang meeting Hotel Harper Cikarang. Untuk saya yang baru kali ini bisa ikut dalam acara Inkarasi, dapat merasakan sambutan hangat dari anggota lainnya, kekeluargaan bukan hanya kata pemanis atau sekadar slogan di sini.



Sejarah Komunitas Instanusantara Karawang Bekasi


Menyambung soal sejarah, ide membuat wadah komunitas berawal dari kesepakatan para pencinta fotografi di Kota Karawang Bekasi. Mereka ada yang berlatar belakang pelajar, mahasiswa hingga pekerja yang pada awalnya membentuk komunitas Cika Ranger dengan berbasis fotografi landscape dan bermaksud untuk melakukan hunting bareng.


Para pendiri dan anggota awal Inkarasi memiliki keyakinan bahwa masih banyak hal yang dapat dieksplorasi di wilayah Karawang Bekasi agar dapat lebih dikenal lagi seperti kota-kota lain di Indonesia. Dari keyakinan itulah tercetus ide untuk membuat wadah komunitas yang lebih spesifik mengusung tema tentang Alam dan Budaya Karawang Bekasi


Berangkat dari ide tersebut dan dari hasil diskusi, akhirnya disepakati keinginan untuk menggabungkan diri dengan Komunitas Instanusantara yang memiliki visi dan semangat yang sama, terlebih  di Kota Karawang Bekasi belum ada regional Instanusantara.


Semangat yang menyatukan komunitas ini adalah; semangat untuk memperkenalkan keindahan alam dan keanekaragaman budaya Karawang Bekasi kepada masyarakat Karawang dan Bekasi, nasional maupun international melalui fotografi di media sosial Instagram.


Keseruan Acara 1st Anniversary Instanusantara Karawang Bekasi
1st Anniversary Instanusantara Karawang Bekasi
Foto by: @voteforfirman


Akhirnya pada hari Selasa tanggal 25 November 2019, Instanusantara Karawang Bekasi resmi menjadi official Region ke-21 dari 22 region Instanusantara saat ini. Sampai dengan tulisan ini dibuat, jumlah anggota Instanusantara Regional Karawang Bekasi berjumlah 89 anggota aktif. Adapun Area yang dicakup Instanusantara Regional Karawang Bekasi meliputi Bekasi, Karawang, Subang, Purwakarta dan Jonggol.


Dalam kurun kurang dari 1 tahun, Instanusantara Regional Karawang Bekasi (Inkarasi) telah sukses melaksanakan beberapa kegiatan. Beberapa yang patut dicatat antara lain:

  • Hunting Foto Model dan Light Painting pada 6 Juni 2020;
  • Hunting Foto Toy’s pada 21 Juni 2020;
  • Hunting Foto Landscape pada 31 Mei 2020;
  • Hunting Konsep Fun Camping pada 30 Agustus 2020;
  • Hunting Foto Landscape Cukul pada 18 September 2020;
  • Charity Fotografi di SMK Yapik Cirebon pada 7 November 2020;
  • Hunting Konsep Tari Topeng Instanusantara Karawang Bekasi & Instanusantara Cirebon pada 8 November 2020;
  • Instanusantara Karawang Bekasi goes to Cukul Pangalengan pada 19 September 2020;
  • Instanusantara Karawang Bekasi goes to Wonosobo pada 16 Oktober 2020;
  • Instanusantara Karawang Bekasi Explore Subang pada 21 November 2020;
  • Instanusantara Karawang Bekasi Anniversary di Hotel Harper Cikarang pada 13 Desember 2020.

Semua anggota Inkarasi sebelum diterima menjadi anggota akan diminta kesediaannya untuk mengeksplor lebih jauh mengenai Karawang Bekasi, baik itu dari sisi pesona alam, budaya, kuliner, kesenian dan hal-hal menarik lainnya. Setiap anggota juga didorong untuk dapat membangun jaringan antar sesama penghobi fotografi dan traveller di Karawang Bekasi.



Bagaimana Cara Bergabung Menjadi Anggota Inkarasi?


Berdasarkan pengalaman, untuk bergabung menjadi anggota Inkarasi syaratnya mudah kok. Kita cukup mengirim pesan berisi keinginan bergabung ke akun Instagram Inkarasi dengan menyertakan nomor WhatsApp yang aktif. 


Calon anggota yang sudah mengirimkan pesan, akan diundang bergabung dalam grup sementara untuk mengenal lebih jauh Inkarasi juga aturan-aturan yang berlaku. Aturan-aturan itu di antaranya seperti kewajiban setiap calon anggota untuk mengikuti kegiatan Upload Bersama (INUB) harian sebanyak 3 kali, tentu saja foto yang diupload harus merupakan hasil foto sendiri.


Di balik layar, sebenarnya pada saat menjadi calon anggota, profil dan foto-foto yang kita upload sebelumnya di Instagram juga diperiksa dan akan menjadi pertimbangan. Setidaknya 75% foto-foto yang diupload adalah konten yang memiliki semangat memperkenalkan keindahan alam, keanekaragaman seni budaya, kehidupan masyarakat dan semacamnya, baik dalam bentuk fotografi landscape, food, potrait, human interest, nature, dan lain-lain.


Tertarik untuk menjadi anggota Inkarasi? 

Silakan follow dan kirim pesan ke akun Instagram Inkarasi di https://www.instagram.com/instanusantara_karawangbekasi/


Keseruan Acara 1st Anniversary Instanusantara Karawang Bekasi
Bersama owner Rumah Puspa, salah satu sponsor acara


Ok, segitu aja yah, catatannya. Saya ucapkan selamat ulang tahun kepada Instanusantara Karawang Bekasi (Inkarasi). Terima kasih untuk kopi, doorprize dan keseruan acaranya. Semoga misi untuk bisa mengenalkan Karawang Bekasi dan sekitarnya ke kancah nasional bahkan internasional lekas tercapai, amiin.


BERBEDA KITA BERSATU,  BERSAMA KITA BERSAUDARA


Kopi Sore Pembawa Kenangan

Kopi Sore Pembawa Kenangan

Berbeda dengan pagi, sore selalu saja membawa kenangan, kalau tanpa kopi sore, kenangan yang datang suka slonong boy dan suka keluar konteks. 

Salah satu kenangan yang melintas saat adalah saat-saat sore seperti ini diisi dengan kegiatan membuat es teh manis sambil menjaga ayunan agar penghuninya tetap lelap tertidur. 

Setelah selesai mengisi dan mengikatnya dengan karet gelang, puluhan es teh plastik tadi dimasukkan dengan rapi ke dalam freezer

Jika listrik tak padam, maka esok pagi es tersebut dapat dikirim ke sekolah-sekolah untuk dijajakan.

Sore yang lain, selain sering ke kebun memetik buah coklat, kadang diisi dengan mengupas puluhan kelapa tua di kolong rumah panggung nenek sambil tetap menjaga ayunan. Karena tak mahir menggunakan alat pencungkil isi kelapa, selain mengupasnya saya hanya membantu memeras santan. 

Santan itulah yang nantinya dimasak menjadi minyak kelapa. Jika kebutuhan minyak kelapa terpenuhi, kelebihannya dapat dijual.

Hasil penjualan es, minyak kelapa, hasil kebun dan segala macam penghasilan itulah yang nantinya menjadi ongkos saya ke Makassar. Tentunya juga untuk membeli rokok dan kopi saat saya berada di Bila Ugi Kecamatan Sabbangparu Kabupaten Wajo Sulsel.

Ingatan itu muncul karena bayi yang berada di dalam ayunan itu, kemarin datang ke rumah sekadar mengisi liburan kuliah, atau mungkin untuk memperingatkan, kalau saya sudah lama tidak menjenguk kuburan kakek dan nenek.

Kopi Sore Pembawa Kenangan

Ayah saya meninggalkan Sulawesi untuk mengikuti pendidikan Akabri, ia tidak pernah bercerita apa alasannya keluar lalu menjadi PNS di pemda DKI Jakarta. Sedangkan saya, setahun menganggur setelah lulus SMA justru "pulang" ke Sulawesi. 

Saya tidak percaya karma, toh setelah 6 tahun di Sulawesi saya kembali ke Bekasi. Kemudian sepupu saya ini setelah lulus SMA justru kuliah di Bandung dan Jakarta, kalau memang karma ada, karma siapa yang ia sedang jalankan?

Zaman terus berjalan dengan logikanya sendiri, manusia menerjemahkan kemudian berbagi ingatan kolektif yang diwariskan sampai ke beberapa generasi, seleksi alam yang akan menguji petuah-petuah itu akan tetap lestari atau tergantikan kearifan baru.

Palettu' Sengereng (Pengantar Kenangan) - 5 September 2019.