Memaksimalkan Aplikasi Editor Foto di Android

Memaksimalkan Aplikasi Editor Foto di Android
Kamera Xiaomi MiA1 + Lightroom & PicsArt
Kalau kamu senang memotret, berswafoto (selfie) dan swafoto bersama (wefie) di tempat-tempat unik dan mengunggah di akun sosial media, aplikasi seperti PicsArt, Snapseed, Photo Lab, Lightroom Mobile, Pixlr bisa jadi pilihan menarik. Kita dapat memperbaiki, mengubah, menambahkan efek-efek hingga menjadikannya gambar bergerak tanpa memerlukan komputer sama sekali karena semua bisa dilakukan di HP Android.

PicsArt Photo Studio, Snapseed, Photo Lab, Adobe Photoshop Lightroom Mobile, Pixlr dan aplikasi editing gambar sejenisnya ini semua tersedia di Google Play Android Market. Jangan khawatir, tutorial penggunaannya juga bertebaran di grup-grup facebook pengguna aplikasi ini dan di Youtube.

Umumnya, sebagian besar smartphone keluaran terbaru sudah dilengkapi dengan lensa kamera berspesifikasi tinggi dan fitur tambahan lainnya termasuk aplikasi atau menu untuk editing foto. Begitu pun aplikasi media sosial, semua sudah menyertakan menu editor sederhana dan filter foto untuk menambah efek foto sebelum dibagikan. Tapi, jika kita tidak puas dengan editor bawaan ponsel dan sosial media, maka kita dapat menggunakan beberapa aplikasi ini.

PicsArt Photo Studio, Snapseed, Photo Lab, Adobe Photoshop Lightroom Mobile, Pixlr memiliki tampilan menu yang sederhana dan user-friendly di mana kita dapat dengan cepat menguasainya dan segera dapat menggunakannya untuk menyesuaikan warna dan tampilan foto kita dengan fitur-fitur yang disediakan.

Beberapa aplikasi ini juga memiliki fitur kamera dalam aplikasi di mana kita dapat menerapkan efek foto secara langsung saat kita mengambil foto Anda. Selanjutnya Kita dapat mengedit gambar dan membagikannya dengan cepat di Facebook, Instagram, Twitter, dan lainnya.

Aplikasi editor juga menawarkan bingkai, efek, filter dan kolase yang beragam. Selain fitur edit foto yang mudah, bisa juga untuk montase (tukar wajah) dan menyatukan beberapa efek bersamaan supaya hasilnya keren dan unik. Mengolah foto di HP akan lebih cepat, praktis dan efisien dengan hasil yang tidak kalah keren dengan editor di komputer.
Memaksimalkan Aplikasi Editor Foto di Android
Kamera Samsung A7 + PicsArt
Banyak manfaat yang kita dapat dari hadirnya banyak aplikasi ini, semua aplikasi memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Beberapa manfaat editor foto di Android yang saya rasakan antara lain:

Mengapresiasi Karya Foto

Dengan memahami konsep editing foto, maka kita akan lebih bisa mengapresiasi foto-foto karya orang lain. Menikmati keindahan foto-foto karya fotografer dan menggugah kita untuk terus belajar banyak hal terkait fotografi. 

Menghargai karya orang lain adalah salah satu cara agar kita dapat mengenali kekurangan-kekurangan yang ada lalu berusaha belajar dan latihan untuk menghasilkan foto yang lebih baik. Tidak ada jalan pintas, belajar dan latihan akan menyibukkan kita memperbaiki diri tanpa perlu mencemooh kekurangan orang lain.

Pengisi Waktu Luang

Tidak ada lagi waktu luang yang terbuang percuma, seperti saat sedang menunggu antrian, sedang menggunakan KRL menuju stasiun yang dituju, kita bisa mengisi waktu luang dengan belajar mengedit foto.

Banyaknya bahan belajar dan tutorial di internet memudahkan kita untuk terus menambah pengetahuan lalu mempraktekkannya untuk menghasilkan karya sendiri yang lebih baik lagi.

Mengasah Kreativitas 

Kreativitas membebaskan kita dari keterbatasan-keterbatasan. Aplikasi-aplikasi yang tersedia membebaskan kita untuk mengolah sebuah foto sesuai dengan keinginan. Walaupun tidak semahir para profesional setidaknya kita dapat menghasilkan karya-karya sendiri yang unik. Fotografi adalah seni yang bukan saja memerlukan penguasaan teknik namun diperlukan kreativitas untuk membuat karya foto yang memuaskan.


***
Edit foto dengan PicsArt Android
Ada banyak aplikasi edit foto yang tersedia, sebaiknya kita belajar untuk menguasai salah satu aplikasi tersebut barulah kemudian mencoba aplikasi yang lain agar dapat mengetahui masing-masing kelebihan dan kekurangannya. Di antara 5 aplikasi yang sering saya gunakan, yaitu PicsArt Photo Studio, Snapseed, Photo Lab, Adobe Photoshop Lightroom Mobile, Pixlr, masih ada lagi banyak aplikasi serupa. Antara lain Adobe Photoshop Express, Aviary photo editor, PhotoDirector, AirBrush, Toolwiz Photos-Pro Editor, YouCam Perfect, dan lain-lain.

Kekurangan yang terasa mengganjal adalah ada beberapa aplikasi yang membutuhkan koneksi internet saat digunakan untuk mengedit foto. Ini menyulitkan saya karena ada saat di mana sambungan internet tidak tersedia karena buruknya sinyal dan alasan lain. Sementara aplikasi offline hanya menyediakan menu standar tanpa alat-alat editing yang lebih lanjut.
Jika kita sudah mengetahui kelebihan dan kekurangan dari aplikasi-aplikasi editing foto di Android tersebut, kita dapat mengatur aplikasi mana yang akan kita gunakan terlebih dahulu dan mana aplikasi untuk sentuhan akhir sebuah foto.

Saya selalu menggunakan Snapseed untuk perbaikan awal. Selain tidak perlu koneksi internet, Snapseed memiliki fitur koreksi foto yang cukup lengkap mulai dari memotong foto, meluruskan, menghapus elemen yang mengganggu hingga efek-efek filter. Setelah menggunakan Snapseed barulah saya akan menggunakan Lightroom jika ingin ada perbaikan warna atau pencahayaan foto, sedangkan untuk menyelesaikannya biasanya saya menggunakan PicsArt untuk menambahkan teks, menambahkan bingkai atau efek-efek filter yang saya inginkan.

Saran saya, untuk awal, belajarlah menggunakan aplikasi Snapseed milik Google yang tanpa iklan dan bisa digunakan offline tanpa butuh internet. Setelah itu barulah mencoba editor lain yang tutorialnya banyak dibagikan orang di Youtube.

Selamat belajar :)


Transportasi Bandara Mudah Dan Aman Dengan Golden Bird

Kopdar Blogfam di Bandara Ngurah Rai Bali
Meskipun bukan traveler dengan schedule tetap, misalnya traveling setiap tiga bulan sekali, saya termasuk orang yang doyan traveling ke berbagai kota di Indonesia. Karena, Indonesia sungguh luas dan indah. Rugi kalau sampai tidak menyempatkan waktu dengan mencicil traveling ke setiap jengkal negara kepulauan ini. Sebagai orang yang doyan traveling, tentu saya senang banget berteman dengan orang yang juga doyan traveling. Selalu ada cerita baru dan referensi yang dibagi bersama seperti harga tiket, transportasi lokal, atraksi wisata, kuliner lokal, hingga relasi lokal yang bisa menjadi guide sekalian bersedia rumahnya dijadikan tempat inap gratis.

Beberapa kali traveling ke kota lain di Indonesia, seperti Kota Ende di Pulau Flores dan Kota Denpasar di Pulau Bali, saya selalu diterima dan dijamu dengan baik oleh teman-teman di kota bersangkutan. Dengan senang hati mereka bakal menjemput di bandara. Bahkan ada pula yang rela menunggu di bandara berjam-jam karena jadwal penerbangan ke kota mereka delay akibat cuaca buruk. Bagi teman yang tinggal di Kota Ende, misalnya, menunggu di bandara bukan masalah karena Ende adalah kota kecil dengan jarak tempuh super singkat karena panjang kotanya hanya sekitar sepuluh kilometer saja. Jujur, sikap tuan rumah ini membenamkan utang budi pada saya pribadi. Lantas muncul pertanyaan, bagaimana jika mereka traveling ke Jakarta? Otomatis saya yang tinggal di Bekasi tidak mungkin menunggu atau menjemput mereka di Bandara Soekarno-Hatta karena lumayan jauh dan rawan macet yang sangat membuang waktu. 

Beruntung, zaman sekarang lini transportasi termasuk transportasi lokal bukan perkara pelik lagi. Terutama Ibu Kota Indonesia, Jakarta. Sehingga kalau ada teman traveler yang hendak ke Jakarta, perorangan atau berkelompok, cukup temukan tiket Golden Bird Jakarta. Kenapa saya menulis perorangan atau kelompok? Karena salah satu keunggulan dari Golden Bird, selain banyaknya pilihan jenis transportasi, penumpang tidak dihitung per orang tetapi per kendaraan. Tarifnya juga sangat terjangkau dengan perhitungan all-in-one. Artinya, tarif yang dibayarkan itu sudah termasuk biaya tol, parkir, BBM, dan sopir. Penting untuk diketahui, Golden Bird merupakan salah satu layanan jasa dari P.T. Blue Bird Tbk. 

Transportasi Bandara Mudah Dan Aman Dengan Golden Bird
Waktu mengetahui tentang layanan Golden Bird ini, teman saya asal Kota Ende di Pulau Flores memprotes, sekaligus senang. Memprotes karena di tempat asalnya belum ada layanan jasa Golden Bird. Senang karena tidak perlu merepotkan saya atau teman lain menjemput di Bandara Soekarno-Hatta. Maklum, kekuatiran selalu ada apalagi setiap kali membaca berita kejahatan yang terjadi di dalam transportasi umum. Dengan layanan jasa Golden Bird ini, dia dan teman-teman traveler lain dari luar Jakarta tidak perlu kuatir atau was-was lagi, karena selain kenyamanan, keamanan pun terjamin.

Selain nyaman dan aman, keuntungan lain menggunakan layanan jasa Golden Bird adalah tarif yang berlaku transparan – terjangkau – wajar dan sudah all-in-one. Lokasi penjemputan dan penurunan penumpang jelas dan berlaku selama 24 jam! Saya bisa membayangkan penerbangan dari Kota Ende ke Kota Jakarta; berangkat dari Kota Ende pukul 08.00 WITA, via Denpasar/Surabaya, lantas tiba di Jakarta pukul 18.00 WIB. Itu belum dihitung delay yang bisa menyebabkan teman saya tiba di Jakarta pukul 22.00 WIB. Ketimbang pusing tujuh keliling, gunakan Golden Bird saja! Asalkan pemesanan melalui Traveloka sudah dilakukan jauh-jauh hari.

Langkah-langkah untuk memesan layanan jasa Golden Bird pun mudah karena sebelumnya dapat dipesan melalui Traveloka. Cukup buka aplikasi Traveloka di gawai, lalu pilih menu Antar Jemput Bandara, kemudian isi formulir yang tersedia dan ikuti alurnya hingga pembayaran. Selesai. Sekali lagi harus diingat, pemesanan melalui Traveloka sudah dilakukan jauh-jauh hari. Oh iya, kabar baiknya, sering ada harga promo yang ramah di kantong loh.
Transportasi Bandara Mudah Dan Aman Dengan Golden Bird
Golden Bird memang sangat mempermudah urusan jemput-menjemput teman traveler yang tiba di Jakarta sebelum mereka meneruskan perjalanan ke lokasi tujuan (Depok, Bekasi, dan sekitarnya). Tidak mungkin setiap minggu saya bolak-balik ke bandara hanya untuk menjemput dan mengantar teman-teman traveler ke lokasi tujuan. Kerjaan saya juga banyak. Golden Bird juga menjadikan teman-teman traveler lebih mandiri. Setidaknya saya masih bisa menjenguk mereka dan/atau mengatur jadwal mengantar dan menemani mereka jalan-jalan ke destinasi ekowisata mangrove Sungai Rindu atau ke wisata air di Situ Rawa Gede Bojong Menteng, misalnya.


Debat KMP vs PMK, Dari Penggelembungan Jumlah Hingga "Siluman"

Debat KMP vs PMK, Dari Penggelembungan Jumlah Hingga "Siluman"
Debat KMP vs PMK terkait Adanya Indikasi Pembeli Bakmie "Siluman" akhirnya terang-benderang juga. Sebagai penjual bakmie saya dituduh melakukan penggelembungan jumlah porsi bakmie terjual di lapak saya.

Datanya sebagai berikut:
Hari Minggu lalu, saya menjual 175 porsi bakmie, 6 hari kemudian (Hari Sabtu) terjadi peningkatan jumlah pembeli sehingga berhasil terjual 217 porsi.

"Tidak mungkin, hanya dalam waktu tak sampai seminggu terjadi peningkatan jumlah pembeli hingga menambah porsi bakmi terjual hingga 42 porsi!" demikian protes dari Komunitas Mie Pangsit (KMP). Saya dituduh melakukan penggelembungan jumlah porsi terjual. Minimal, terindikasi menjual bakmi kepada pembeli "siluman".

Baiklah, meskipun hanya dapat nilai C di mata kuliah "Filsafat Logika" di Akademi Bakmie Nusantara, sepertinya saya bisa menjelaskan tuduhan ini.

Buat saya sebagai penjual bakmie, terus terang tidak menjadi masalah apakah pembeli saya dari KMP (yang akan membeli bakmie pangsit) ataukah dari PMK (Pemggemar Mie Komplit, yang pasti akan memesan bakmie komplit). Makin banyak yang beli artinya makin sukses saya berjualan. Makin banyak keuntungan yang saya dapatkan.

Protes KMP beberapa waktu sebelumnya, terkait harga jual yang dinilai tidak adil sudah saya klarifikasi juga. Intinya, saya tidak mengambil keuntungan berlebihan atas bakmie yang saya jual. Bakmie pangsit Rp 13.000/porsi. Bakmi komplit Rp 15.000/porsi. Bedanya pada 2 butir bakso saja seharga Rp 1.500/butir.

KMP minta harga bakmie komplit Rp 16.000 agar terjadi keadilan. Tentu saja saya tidak dapat memenuhinya. Penentuan harga merupakan hak prerogatif saya sebagai penjual. Bukan berarti saya pro-PMK lho... Meskipun seolah-olah ada keistimewaan karena ada diskon Rp 1.000.

Kepada KMP saya berikan solusi, silakan menambah menu 2 butir bakso di pesanan bankmie pangsit mereka, dan akan saya kasih harga total khusus Rp 15.000/porsi. Tetapi mereka menolak mentah-mentah.

"Menambahkan 2 butir bakso akan merubah bakmi pangsit kami menjadi bakmie komplit. Kami tidak mungkin melakukan hal absurd yang akan mengurangi jumlah porsi terjual bakmie kesukaan kami!"

Ya sudah. Lagipula sebagai penjual saya tidak berhak mengatur-ngatur selera pembeli seperti itu. Persis yang saya katakan sebelumnya. Saya hanya peduli dengan jumlah bakmie yang terjual, tidak masalah buat saya bakmie mana yang lebih banyak terjual. Silakan memesan sebanyak-banyaknya. Pasti saya layani karena stok selalu tersedia. Manajer stok saya mumpuni, lulusan S3 dari Aussie, lho...

Sampai di sini, paham kan?
jualan bakmi

Jika belum paham, saya coba pakai ilustrasi yang populer saja deh.... Pilpres 2019.
Penjual bakmi = Komisi Pemilihan Umum.
KMP (komunitas mie pangsit) = Pendukung Pak Prabowo, dan 
PMK (penggemar mie komplit) = Pendukung Pak Jokowi.
Jumlah bakmi terjual = jumlah surat suara sah
Jumlah bakmie terjual hari Minggu = jumlah surat suara sah Pilkada 2018
Jumlah bakmie terjual hari Sabtu = jumlah surat suara sah Pilpres 2019.

Jadi, seperti bakmi yang lebih banyak terjual di Hari Sabtu, jumlah surat suara sah yang lebih banyak di Pilpres 2019 lebih tepat dibaca sebagai kenaikan animo masyarakat untuk mengikuti Pemilu. Masyarakat lebih antusias nyoblos di Pilpres 2019 dibandingkan saat Pilkada 2018.

Tentu saja banyak faktor penyebabnya. Gencarnya pemberitaan tentang Pilpres, emosi yang teraduk-aduk karena pertarungan yang sedemikian brutal di media massa dan media sosial, serta polarisasi Islam Tradisional vs Islam Puritan barangkali bisa disebut sebagai contohnya.

Sama dengan bakmie saya yang lebih banyak terjual di Hari Sabtu, mungkin karena cuaca yang dingin-dingin-embun di antara hujan yang malu-malu. Mungkin juga karena banyak yang bermalam minggu di Hari Sabtu. Mungkin juga karena ada pertandingan sepak bola di Hari Sabtu.

Untuk penjual bakmi, makin banyak porsi yang terjual makin besar keuntungan yang dapat diraup. Untuk KPU, makin tinggi partisipasi masyarakat justru menunjukkan semakin berhasil sosialisasi yang telah dilakukan. 

Harusnya diacungi jempol atas kerja kerasnya tersebut dan bukan malahan dituduh mencurangi Pilpres karena tingkat partisipasi masyarakat yang meningkat.

Lagipula kenapa yang dijadikan sampel Jawa Tengah, bukan Aceh atau Sumatera Barat? Kenapa yang dijadikan dasar perbandingan kok jumlah surat suara sah dan bukannya DPT?

Wah, sepertinya saya punya bakat terpendam jadi komisioner KPU, selain bakat jualan bakmie...
Hihihi...

Heri Winarko. Bogor, 14 Mei 2019.


GITA CINTA DARI KO5494 UNTUK AKU, KAMU & SEMUA

GITA CINTA DARI KO5494 UNTUK AKU, KAMU & SEMUA

Tak terasa waktu berlalu sangat cepat.. 25 tahun ya sudah seperempat abad kita lalui. 

Kembali aku teringat ketika masuk SMAN 54 tahun 1991 yang notabenenya ada sebagian dari satu SMP dan ada juga yang ngacir sendirian dari SMP lainnya masuk di sekolah yang kita cintai. 

Dalam kurun waktu 3 tahun aku, kamu dan semua menjalankan pendidikan sesuai kurikulum sekolah yang berlaku saat itu bersamaan juga menjalankan kurikulum kehidupan remaja labil dengan segala kenakalan, kegilaan, kelucuan dan kasmaran penyemangat di lingkungan sekolah kami. 

Aku, kamu dan semua adalah angkatan lulusan Tahun 1994 di SMAN 54 Rawa Bunga Jakarta Timur. Selepas kelulusan masing-masing ada yang fokus dengan cita-citanya, ada yang menikah, ada yang meneruskan kenakalannya, ada yang kebingungan kebanyakan cita-cita dan ada yang langsung bekerja. Intinya aku, kamu dan semua memiliki tahapan kehidupan lanjutan setelah menamatkan SMA. 

Jujur secara pribadi aku sendiri waktu jadi murid di SMA 54 hanya seorang murid perempuan jurusan biologi yang biasa aja, kebetulan juga anak mama di sini, aku cuman follower teman-teman yang baik tapi konyol juga coba-coba nakal ternyata benar nakal dan fokus belajar jadi satu kesatuan memory waktu itu. Wehh… upload lagi otakku menuliskannya sambil senyam senyum jaga image

Pertemuan aku, kamu dan semua Angkatan 1994 yang disingkat jadi KO5494 di mulai dari medsos Facebook, BBM Grup dan melanjut ke Whatsapp Grup sampai saat ini. Dalam masa silaturahmi penuh ikatan persaudaraan di mana aku, kamu dan semua para KO5494 banyak mengalami suka maupun duka. 

Terlebih lagi banyak dari teman-teman KO5494 sudah ada yang mendahului kita, semua dipanggil Sang Khalik, sehingga tidak bisa menikmati masa-masa kebersamaan lagi dengan kami.. 

Selamat jalan sahabat.. Semoga mendapatkan tempat yang Terbaik dan Terindah di sana. Amiin Ya Rabbal Alamin.

Detik-detik pencapaian ide kreatif Komite KO5494 menuju REUNI PERAK dalam hal membentuk kepanitiaan dan aku sendiri hanya pengamat juga follower. Dimulai dari kumpul-kumpul, keluyuran dan ngalap pohon mangga keroyokan berjilid. 

Sebagai pengamat aku hanya menganalisa bahwa para panitia REUNI PERAK KO5494 benar-benar luar biasa menyusun strategi marketing-nya agar teman-teman seangkatan dan para guru bisa datang ke acara ini, walau demikian aku memahami panitia juga manusia punya kewajiban dan tanggung jawab di kehidupannya masing-masing yang juga harus dikerjakan.. bravo & salut deh!. 

Akhirnya pada tanggal 16 Maret 2019 di Transera Waterpark Tarumajaya REUNI PERAK ini berlangsung, dihadiri sekitar 120 alumni dan 13 guru zaman sekolah kita waktu itu berdasarkan keterangan om bisot dan panitia. 
Seru juga kami terlibat dalam acara-acara yang disusun kreatif, yang aku sudah kenal gayanya masing-masing, sehingga kami para alumni serta para guru bisa saling curcol, tertawa, bernyanyi, joget dengan happy, itu semua karena kecintaan kepada almamater sekolah kita yaitu SMA 54. 

Pasca reuni, kegiatan lainnya juga masih berlanjut sampai kini dengan adanya Komite Baru dengan diketuai om Agus "Goestavo" Setiawan dari sebelumnya om Dilan Bisot, Ketua Komite Lama banget. Semoga sukses selalu terhadap planning-planning kedepannya untuk menjaga, merawat dan menciptakan cinta kebersamaan ini sampai REUNI EMAS.

Entah apa aku, kamu dan semua masih bisa hadir jadi panitia atau tanpa panitia karena alasan sedikitnya teman-teman yang ada, mungkin dengan kehadiran para cucu, anak mantu jadi banyak yang bisa datang.. ahh berat banget khayalannya yaa.. jadi ingat dosa aku..

Semoga sahabat KO5494 mampu saling mengisi kehidupan yang cuman sementara ini dengan jalan yang indah penuh cinta yang positif.. amiin.

Terima kasih kepada sahabatku om Dilan Bisot dan Sahabat KO5494 serta pemirsa yang membaca tulisan dadakan ini. 

Sebelumnya aku mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kata-kata dari tulisan ini yang tidak berkenan di hati, walaupun faktanya aku pribadi yang cuek dan jinak karena takut dosa dan ditimpukin. Sekali lagi aku permisi dengan segala kerendahan hati aku ucapkan We Loves KO5494.


Penulis: Kanjeng Dinda a.k.a Yeni Ilchawiza. Senin, 13 Mei 2019.


Kopi Malam Selepas Berbuka Puasa Bersama

Buka Puasa Bersama Obon Tabroni Hendi Suhendi Nurfahroji Bekasi
Obon Tabroni saat buka puasa bersama bersama relawan Dapil 4 Kab Bekasi. 
"Jika Anda bingung tentang apa yang harus Anda lakukan, itu pertanda kemenangan musuh Anda." - Toba Beta, penulis buku "Master of Stupidity".

Dalam kesempatan berbuka puasa bersama Bang Obon TabroniBang Hendi Suhendi dan M Nurfahroji, seperti biasa Bang Obon selalu bisa membangkitkan semangat para relawan dari berbagai kecamatan yang masuk dalam Dapil 4 Kabupaten Bekasi; Tarumajaya, Babelan, Tambun Utara, Sukawangi dan Tambelang.

"Udah banyak contoh dari temen-temen yang membuktikan bahwa kegagalan malah jadi pemacu semangat berjuang. Jangan karena Oji enggak jadi dewan terus temen-temen berhenti bergerak untuk memperjuangkan masyarakat utara ini."

Demikian sedikit yang sempat saya dengar dari Bang Obon kepada sekitar 60 orang hadirin acara buka bersama yang cukup bersahaja di Kampung Gabus Bulak Desa Sriamur Kec Tambun Utara, Sabtu 11 Mei 2019.

Saya yang awalnya mengira undangan buka bersama dadakan ini hanya akan dihadiri Nurfahroji selaku pemangku hajat, tidak menyangka akan dihadiri oleh Bang Hendi Suhendi terlebih dihadiri Bang Obon yang digadang-gadang lolos ke DPR-RI. 

Di sela kesibukannya memantau perhitungan suara yang menurut kabar tinggal menunggu rekap dari beberapa kecamatan, Obon Tabroni masih sempat mampir dan kembali membuktikan tidak ada jarak antara dirinya dan keluarga besar relawan yang sempat hadir dalam acara buka puasa bersama ini. Kopi malam ini benar-benar bervitamin lah :)
Buka Puasa Bersama Obon Tabroni Hendi Suhendi Nurfahroji Bekasi
Nurfahroji menyemangati relawan
Sementara itu, Oji yang dalam pilcaleg kemarin tidak berhasil meraih kursi anggota DPRD Kabupaten Bekasi dengan raihan suara sekitar 4300-an juga menyampaikan motivasi kepada hadirin agar tetap melakukan apa yang selama ini telah dilakukan dalam membantu masyarakat, khususnya terkait kegiatan di Jamkeswatch.

"Jangan karena saya gak dipilih oleh masyarakat tertentu lalu kita meninggalkan mereka, kalau mereka butuh bantuan yang kita bisa, kita wajib membantu. Kita ini pejuang, banyak jalannya, politik hanya salah satu jalan, kalau gagal di sini kita masih punya jalan lain," ungkap Oji mantap.

Selain memohon maaf dan mengucapkan terima kasih atas apa yang teman-teman sudah lakukan selama pilcaleg dan hingga saat ini mengawal suaranya, Oji dalam hal ini menunjukkan kelasnya dengan kedewasaan sikap tanpa kehilangan arah tujuan pergerakannya.

Kekecewaan atas hasil pilcaleg kemarin tidak membuat ia lantas kehilangan karakternya. Ini yang menurut saya dibutuhkan oleh teman-teman relawan, contoh sikap ksatria yang cepat bangkit menyusun strategi baru dan menguatkan moril rekan-rekan seperjuangannya. Oji mampu menghidupkan kembali semangat teman-teman seperjuangan dan meyakinkan arah pergerakan selanjutnya.

"Jika Anda bingung tentang apa yang harus Anda lakukan, itu pertanda kemenangan musuh Anda," tulis Toba Beta dalam sebuah bukunya. Dari sikap yang ditunjukkan oleh M Nurfahroji malam tadi, menurut saya jelas sekali Oji tahu persis apa yang selanjutnya akan ia lakukan. Pembelajaran yang ia dapat dari proses pilcaleg kemarin justru mematangkan strategi pergerakannya.

"Kita adalah petarung, gak ada alasan untuk mundur sebelum apa yang kita perjuangkan berhasil. Mungkin jalannya saja yang berbeda," tegas Oji, menyisipkan pesan moralnya saat menjawab beberapa pertanyaan dari hadirin.

Alhamdulillah, acara buka puasa bersama yang saya kira akan berjalan biasa saja ternyata banyak menyimpan catatan tersendiri bagi saya. Bagi saya, membedakan orang sukses dan gagal adalah dengan menyaksikan bagaimana orang tersebut bangkit dari kegagalannya.

Kalau kata Om Bill Gates, merayakan kemenangan itu mah biasa aja, yang penting itu mengambil pelajaran dari kegagalan. "It’s fine to celebrate success but it is more important to heed the lessons of failure."

Masih banyak kutipan-kutipan motivasi yang bisa kita bahas, tapi apalah artinya kutipan kata-kata kalau kita bisa menyaksikan sendiri dari orang-orang yang ada di sekitar kita. Kalau tidak ada, mungkin Anda salah bergaul atau berada dalam lingkaran pertemanan yang salah :)

Saya bangga bisa mengenal dan dekat dengan pribadi-pribadi yang matang dengan pengalaman-pengalaman lapangan seperti Bang Obon Tabroni, Bang Hendi Suhendi dan M Nurfahroji ini. Hanya waktu saja yang akan membuktikan kesuksesan mereka, sekarang ataupun nanti.

Salam


Ramadan Kok Malah Tawuran?

tawuran sahur on the road bekasi

POLRES Metro Bekasi Kota meminta kepada masyarakat Kota Bekasi agar tidak melaksanakan kegiatan sahur bersama di luar rumah atau dikenal dengan sahur on the road. Demikian disampaikan oleh Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota Komisaris Erna Ruswing.

Bukan tak punya alasan, kepolisian khawatir kegiatan tersebut dapat menimbulkan gangguan ketertiban masyarakat. - (Laman Web Berita bekasi.pojoksatu.id Senin, 6 Mei 2019)
***

Kedatangan bulan Ramadan yang telah dinantikan selalu disambut dengan berbagai kegiatan yang merupakan wujud kegembiraan, dari mulai pawai obor, kegiatan buka bersama bahkan sampai sahur bersama, sahur on the road dan lain-lain.

Dari banyak kegiatan itu, mungkin hanya kegiatan sahur on the road yang masih menjadi pro kontra. Dari banyak kegiatan sahur on the road yang dilakukan, beberapa menjadi pemicu terjadinya tawuran yang tidak jarang menimbulkan korban.

Di sisi lain sahur on the road juga merupakan kegiatan ladang amal bagi yang melaksanakan, setidaknya berbagi makanan sahur memiliki tujuan yang sama dengan berbagi makanan saat menjelang berbuka puasa.

Tawuran

Tawuran bukan hal yang hanya ada pada saat Ramadan, mengidentikan sahur on the road dengan tawuran juga lebih merupakan kesimpulan yang kebablasan, tawuran itu bisa terjadi kapan saja kalau situasi dan kondisi memungkinkan, mau pagi, siang, sore maupun malam.

Tawuran adalah fenomena sosial dan kolektif, karenanya sering ditemui pribadi-pribadi pelaku tawuran adalah pribadi yang biasa-biasa saja, tapi menjadi agresif saat bersama dengan kelompoknya.

Ada proses de-individualisasi, solidaritas kelompok dan emosi massa di sana. Sederhananya, situasi dan lingkungan yang mengubah seseorang dari pribadi yang biasa-biasa saja menjadi kelompok agresif sehingga memungkinkan terjadinya tawuran.

Ada teori yang menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pencari kenikmatan (Pleasure Principle) sehingga segala bentuk perilakunya dilandasi dorongan insting melakukan apa-apa yang disukainya dan mengulangi kenikmatan tersebut. Efek kenikmatan ini yang perlu dicari hingga motifnya agar solusi yang dilakukan benar-benar menyelesaikan persoalan.

Kalau para pelaku mendapatkan efek kesenangan dan kenikmatan saat melakukan tawuran maka akan sulit memberantas tawuran jika kegiatan penggantinya tidak memiliki level kesenangan yang setara. 

Pendekatan moral dengan penyuluhan dan himbauan tentunya tidak dapat mengurangi tawuran kecuali dibarengi pendekatan penghargaan dan hukuman (reward & punishment).
sel penjara
Jika alternatif kegiatan dalam ajang kreativitas baik berupa kompetisi atau tidak sudah disediakan tidak bisa juga meredam tawuran maka tidak ada cara lain kecuali pendekatan hukum demi ketertiban sipil wajib ditegakkan. Pengenaan pasal-pasal pidana dan penyertaan pidana harus bisa memutus aksi tawuran yang di beberapa lokasi sudah dianggap sebagai tradisi. Dengan bijak mestinya pendekatan hukum ini juga konsisten sekalipun dilakukan oleh mereka yang masih di bawah umur (anak-anak).

Sebagai masyarakat saya kira tidak ada salahnya jika kita berinisiatif mencegah situasi-situasi yang memungkinkan terjadinya tawuran seperti menjadikan lokasi-lokasi tempat berkumpulnya massa menjadi tidak kondusif untuk berkumpul, dan bila perlu menangkap pelaku untuk kemudian diserahkan kepada yang berwajib. Jangan sampai sudah ada korban baru kemudian bertindak.
belajar bisnis entrepreneur
Saya tidak yakin tawuran benar-benar dapat diberantas. Dibutuhkan kegiatan-kegiatan lain yang benar-benar dirasakan manfaatnya sebagai kegiatan pengalihan. Namun demikian sulit untuk mengajak masyarakat dalam kegiatan yang benar-benar mereka rasakan manfaatnya kalau wadahnya saja tidak ada, karenanya organisasi-organisasi kemasyarakatan memiliki peran yang cukup penting untuk meminimalisir risiko tawuran dengan terus melakukan kegiatan-kegiatan positif yang melibatkan masyarakat.

Teorinya seperti itu, memang tidak mudah tapi tidak mustahil dilakukan jika ada kemauan dan dukungan yang jelas dari segenap unsur masyarakat.

Mulailah aktif dalam kegiatan-kegiatan kolektif kemasyarakatan apapun itu, jika sudah bisa berkontribusi positif maka kita bisa menarik keterlibatan semakin banyak masyarakat khususnya pemuda dalam kegiatan positif. Kegiatan positif tentu saja sangat luas, diutamakan kegiatan yang bisa menjadi sumber penghasilan ataupun kegiatan yang sesuai passion dan minat yang manfaatnya tidak terlihat atau tidak ternilai.

Semoga Ramadan ini benar-benar wujud dari kerinduan kita selama ini, Marhaban Ya Ramadan, dan jangan sampai malah menjadi Marhaban Ya Tawuran.
Salam.


Reuni Perak KOSAGA SMAN 54


Masa 25 tahun itu ternyata tidak lama. Beberapa kenangan masih lekat dalam ingatan, seperti baru kemarin kami menanggalkan seragam SMA dan sekarang berkumpul lagi dalam acara reuni perak.

Masa 25 tahun juga tidak sebentar. Prioritas hidup yang 25 tahun lalu hanya belajar di sekolah dengan segala keseruan bertemu teman-teman sekolah, kini berada di urutan kesekian karena tanggung jawab yang tidak dapat ditinggalkan.

Memasuki usia matang, keputusan untuk datang menghadiri reuni atau tidak sudah sepatutnya dimaklumi sebagai keputusan yang harus kita terima dan dukung. Kalau saya? Karena acaranya di Transera Waterpark Tarumajaya yah saya hampir gak punya alasan untuk tidak hadir :) 

Yang seru dari reuni kali ini karena hadirnya 13 orang guru semasa kami sekolah. Yah gak semua guru bisa saya ingat, begitupun sebaliknya. Kenangan berjarak 25 tahun pastinya nggak mudah digali kembali, kecuali ada momen khusus yang menjadi kunci untuk membuka pintu kenangan itu.

Sedangkan dari alumni terdaftar 160an orang, yang datang sepertinya 120 an. Ini reuni paling banyak pesertanya walaupun dulu kami terdiri dari 12 kelas yang rata-rata berisi murid 40 an, jadi kira-kira angkatan kami sekitar 500 an orang.

Sabtu, 16 Maret 2019 akan menjadi kenangan tersendiri, setidaknya bagi saya, bertemu lagi dengan beberapa teman yang benar-benar belum pernah berjumpa lagi sejak lulus SMAN 54 25 tahun lalu. Semua menjadi mungkin dengan adanya sosial media seperti Facebook yang telah membantu menghubungkan banyak teman sedikit demi sedikit.

2 bulan sudah berlalu, banyak detail yang sudah terlupakan dan mengendap menjadi kenangan manis di awal tahun 2019. Saya agak sulit mengingat masa-masa SMA, foto-foto sewaktu SMA itupun sudah hilang sejak saya pindah ke Makassar selama 6 tahun dan rumah orang tua yang pindah dari Jakarta ke Bekasi.
Bertemu kembali dengan teman-teman setidaknya berhasil mengembalikan beberapa kenangan-kenangan yang masih bisa diekstraksi dari ingatan yang juga sudah mulai pikun. 

Tidak ada yang asing dari kenangan masa lalu itu, karena semuanya memang bagian dari identitas saya di masa lalu yang telah mengantarkan saya pada keadaan seperti sekarang. Tidak ada satupun kenangan masa lalu yang saya sesali, semua memiliki hikmahnya sendiri. 

Kebodohan-kebodohan masa remaja juga mengisi dan mendominasi, syukurlah semua itu hanya ada dalam jejak kenangan yang menjadi privasi pribadi-pribadi yang terlibat. Tidak ada jejak digital yang dapat mendiskreditkan siapapun. Kenangan itu hanya milik kami, dan kami berbagi kenangan itu dengan canda ceria dan kesenangan bersama.

Euphoria setelah reuni ini terus berlangsung hingga sebulan, saling berbagi foto dan video saat reuni berlangsung mengisi percakapan dalam grup WhatsApp dan pertemuan-pertemuan insidental dengan beberapa teman. 

Bagi saya obrolan grup WhatsApp tidak lain adalah dalam rangka saling melepas rindu dan berbagi kenangan. Teman-teman yang tidak ikut reuni juga ikut dalam Euforia ini dengan berbagi cerita dan foto-foto masa sekolah koleksi pribadinya.

Terima kasih kepada Panitia Reuni perak KOSAGA, Tim Komite lama dan baru, dan semua anggota KOSAGA yang sudah terlibat.

Salah satu video dokumentasi Reuni Perak KOSAGA

Salam



Reuni Perak KOSAGA SMAN 54


Masa 25 tahun itu ternyata tidak lama. Beberapa kenangan masih lekat dalam ingatan, seperti baru kemarin kami menanggalkan seragam SMA dan sekarang berkumpul lagi dalam acara reuni perak.

Masa 25 tahun juga tidak sebentar. Prioritas hidup yang 25 tahun lalu hanya belajar di sekolah dengan segala keseruan bertemu teman-teman sekolah, kini berada di urutan kesekian karena tanggung jawab yang tidak dapat ditinggalkan.

Memasuki usia matang, keputusan untuk datang menghadiri reuni atau tidak sudah sepatutnya dimaklumi sebagai keputusan yang harus kita terima dan dukung. Kalau saya? Karena acaranya di Transera Waterpark Tarumajaya yah saya hampir gak punya alasan untuk tidak hadir :) 

Yang seru dari reuni kali ini karena hadirnya 13 orang guru semasa kami sekolah. Yah gak semua guru bisa saya ingat, begitupun sebaliknya. Kenangan berjarak 25 tahun pastinya nggak mudah digali kembali, kecuali ada momen khusus yang menjadi kunci untuk membuka pintu kenangan itu.

Sedangkan dari alumni terdaftar 160an orang, yang datang sepertinya 120 an. Ini reuni paling banyak pesertanya walaupun dulu kami terdiri dari 12 kelas yang rata-rata berisi murid 40 an, jadi kira-kira angkatan kami sekitar 500 an orang.

Sabtu, 16 Maret 2019 akan menjadi kenangan tersendiri, setidaknya bagi saya, bertemu lagi dengan beberapa teman yang benar-benar belum pernah berjumpa lagi sejak lulus SMAN 54 25 tahun lalu. Semua menjadi mungkin dengan adanya sosial media seperti Facebook yang telah membantu menghubungkan banyak teman sedikit demi sedikit.

2 bulan sudah berlalu, banyak detail yang sudah terlupakan dan mengendap menjadi kenangan manis di awal tahun 2019. Saya agak sulit mengingat masa-masa SMA, foto-foto sewaktu SMA itupun sudah hilang sejak saya pindah ke Makassar selama 6 tahun dan rumah orang tua yang pindah dari Jakarta ke Bekasi.
Bertemu kembali dengan teman-teman setidaknya berhasil mengembalikan beberapa kenangan-kenangan yang masih bisa diekstraksi dari ingatan yang juga sudah mulai pikun. 

Tidak ada yang asing dari kenangan masa lalu itu, karena semuanya memang bagian dari identitas saya di masa lalu yang telah mengantarkan saya pada keadaan seperti sekarang. Tidak ada satupun kenangan masa lalu yang saya sesali, semua memiliki hikmahnya sendiri. 

Kebodohan-kebodohan masa remaja juga mengisi dan mendominasi, syukurlah semua itu hanya ada dalam jejak kenangan yang menjadi privasi pribadi-pribadi yang terlibat. Tidak ada jejak digital yang dapat mendiskreditkan siapapun. Kenangan itu hanya milik kami, dan kami berbagi kenangan itu dengan canda ceria dan kesenangan bersama.

Euphoria setelah reuni ini terus berlangsung hingga sebulan, saling berbagi foto dan video saat reuni berlangsung mengisi percakapan dalam grup WhatsApp dan pertemuan-pertemuan insidental dengan beberapa teman. 

Bagi saya obrolan grup WhatsApp tidak lain adalah dalam rangka saling melepas rindu dan berbagi kenangan. Teman-teman yang tidak ikut reuni juga ikut dalam euforia ini dengan berbagi cerita dan foto-foto masa sekolah koleksi pribadinya.

Terima kasih kepada Panitia Reuni perak KOSAGA, Tim Komite KOSAGA lama dan baru, dan semua anggota KOSAGA yang sudah terlibat, semoga sehat selalu dan sampai bertemu di reuni berikutnya :)

Salah satu video dokumentasi Reuni Perak KOSAGA

Salam



Puasa Sebagai Vaksinasi Virus Akal Budi

selamat menunaikan ibadah puasa ramadan
Dalam buku Virus of the Mind atau "Virus Akal Budi", Richard Brodie berhasil meyakinkan bahwa banyak manusia yang sudah terjangkiti "Virus Akal Budi".  Untuk memahami Virus Akal Budi ini sendiri sebaiknya kita membaca buku tersebut agar pemahaman kita lebih baik, saya hanya akan menggambarkan sedikit gejala-gejalanya saja.

Richard Brodie menjelaskan bahwa Virus Akal Budi inilah yang telah membelokkan usaha manusia meraih kebahagian sehingga kehidupan menjadi tegang, sedih, bosan dan hampa, serta menggerogoti kebermaknaan hidup.

Manusia modern kini memperjuangkan hidupnya tidak lagi peduli dengan norma dan agama. Perbuatan baik sudah tidak popular, karena tidak efektif untuk kesuksesannya. Krisis moral yang hampir merambah seluruh lini kehidupan diakibatkan oleh virus akal budi yang bisa mengendalikan cara berpikir dan bertindak dengan cara-cara yang bisa menghancurkan kehidupan.

Virus akal budi bekerja secara diam-diam namun cepat dan sigap, dengan menguasai sedikit demi sedikit akal budi kita dan menarik kita ke berbagai arah yang tak tertentu, virus akal budi mengalihkan perhatian kita dari apa yang sangat penting dalam hidup kita kepada hal-hal yang bersifat instingtif, kemudian membuat kita putus asa karena serbuan budaya konsumtif yang tiada akhir, hingga akhirnya kita tersesat dan putus asa.
Inti dari virus akal budi adalah membuat manusia dengan segala dayanya mengejar secara naluriah tiga hal paling primitif dalam dirinya: Bahaya, makanan dan sex. 
3 kebutuhan dasar (rasa aman, makanan dan sex) ini jika kita hubungkan dengan teori kebutuhan Abraham Maslow adalah merupakan kebutuhan paling dasar atau masuk dalam kategori kebutuhan Fisiologis, rasa aman dan kebutuhan cinta dan kasih sayang.

Abraham Maslow adalah pelopor psikologi humanistik. Ia menjadi terkenal berkat teori hierarki kebutuhan manusia yang sering disebut teori piramida Maslow atau teori hierarki kebutuhan.

Maslow menggunakan piramida untuk memvisualisasikan gagasannya mengenai teori hierarki kebutuhan. Menurut Maslow, manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hierarki, mulai dari yang paling rendah, sampai yang paling tinggi.

Teori Hierarki Kebutuhan yang dimaksud oleh Maslow tersebut, adalah:
  1. Kebutuhan fisiologi/dasar
  2. Kebutuhan akan rasa aman
  3. Kebutuhan cinta dan kasih sayang
  4. Kebutuhan untuk dihargai
  5. Kebutuhan aktualisasi diri

Teori Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow
Virus akal budi akan terus menyibukkan manusia dengan kebutuhan dasarnya sehingga manusia akan gagal naik kelas karena sibuk memenuhi kebutuhan fisiologis berupa Bahaya, makanan dan sex. 

Solusi yang ditawarkan dalam buku Virus akal budi dibahas pada halaman 293. Richard Brodie menawarkan solusi 2P (programming dan purpose), yang secara singkat saya simpulkan dengan memprogram diri sendiri berdasarkan tujuan hidup (purpose) yang merupakan prioritas tertinggi.

Virus Akal Budi dan Puasa

Solusi 2P (programming dan purpose) dari Brodie ditawarkan untuk menyembuhkan kita dan vaksinasi dari virus akal budi ini dapat disederhanakan dengan menetapkan tujuan lalu menciptakan program untuk mencapai tujuan itu.

Syukurlah, kita semua kenal dengan yang namanya puasa. Semua agama dan ajaran religius mengenal laku puasa yang bermaksud melatih diri mengendalikan hawa nafsu. Dalam hal ini puasa adalah sebuah program yang sudah dirancang sedemikian rupa untuk menahan diri dan mengendalikan hawa nafsu badaniah.

Tidak ada satupun program yang dibuat tanpa tujuan, begitu pula puasa. Puasa dengan segala bentuknya memiliki tujuan jangka pendek, menengah dan panjang. Tujuan-tujuan puasa tersebut membutuhkan niat yang kuat agar dapat dilaksanakan dengan baik. 

Disiplin diri saat puasa pada gilirannya adalah bentuk perwujudan kuatnya niat dan pemahaman skala prioritas yang dalam. Segala ujian dan godaan dapat dilewati karena dapat dipenuhi setelah tujuan utama tercapai. Ujian dan godaan itu juga kebutuhan dan masuk dalam skala prioritas tapi kebutuhan itu berada di bawah sehingga dapat menunggu untuk dipenuhi.

Bahaya dari virus akal budi adalah virus akal budi mengalihkan perhatian kita dari apa yang sangat penting dalam hidup kita kepada hal-hal yang bersifat instingtif, kemudian membuat kita putus asa karena serbuan budaya konsumtif yang tiada akhir, hingga akhirnya kita tersesat dan putus asa. Oleh karenanya kita sangat butuh mereview kembali skala prioritas hidup dan membuat program hidup kita atau kalau perlu instal ulang "Operating System" hidup kita agar terbebas dari gangguan virus akal budi ini.

Hal-hal bersifat instingtif dalam manajemen waktu mungkin masuk ke dalam kuadran 1 jika kita terus saja sibuk memenuhi kebutuhan yang penting dan mendesak. 

Dalam hal manajemen waktu, maka puasa ibarat rem yang menahan laju kita dalam upaya tergesa memenuhi semua kebutuhan itu. Kita berdisiplin menahan kebutuhan mendesak itu dan meletakkannya dalam kuadran 2 yang penting tapi tidak mendesak, lalu kita dorong lagi masuk ke kuadran 3 yang kurang penting dan tidak mendesak, begitu seterusnya sambil memikirkan apa yang benar-benar penting dan menjadi tujuan hidup kita yang sebenarnya.

Masalah kuadran dan penomoran ada juga yang sedikit berbeda seperti gambar di bawah ini, selama kita paham apa maksudnya, istilah kuadran 2, 3 dan 4 hanya perbedaan letak dan nomor, maksudnya yah sama.
kuadran manajemen waktu penting dan mendesak
Demikian salah satu manfaat puasa menurut saya. Puasa bisa berfungsi sebagai vaksinasi, imunisasi serangan virus akal budi yang sudah sangat parah menjangkiti manusia modern.

Bacaan lain mengenai puasa:

Salam.

7 Mei 2019 / 2 Ramadhan 1440 H


Puasa Pertama: Meninggalkan Beberapa Grup WhatsApp

Meninggalkan Beberapa Grup WhatsApp
Jan Koum adalah salah seorang pendiri aplikasi perpesanan atau chatting yang sangat populer, WhatsApp, awal 2009 lalu. Setelah WhatsApp dibeli Facebook pada tahun 2014, Jan Koum sempat bekerja di Facebook sebagai CEO WhatsApp hingga April 2018. Jan Koum yang mencoba bertahan dalam Facebook dikabarkan keluar menyusul Brian Acton pendiri WhatsApp lainnya yang meninggalkan Facebook pada Maret 2017.

WhatsApp atau WhatsApp Messenger sendiri sepertinya tidak perlu saya jelaskan, tapi biar tulisan ini mencapai 500 kata atau lebih baiklah akan saya jelaskan :D

WhatsApp adalah aplikasi pesan instan multi platform yang dapat mengirim pesan dan melakukan panggilan telepon (Voice over Internet Protocol atau VoIP), mengirimkan foto/gambar, video, dokumen, tautan, nomor kontak, dan koordinat lokasi pengguna. Untuk panggilan telepon, aplikasi WhatsApp Messenger mampu melakukannya dalam bentuk panggilan suara maupun video.

Grup WhatsApp

Fitur Grup WhatsApp diperkenalkan pada 22 Februari 2011,  WhatsApp versi 2.6 menghadirkan fitur "Group chat" untuk pengguna iPhone, BlackBerry dan Android, sedangkan untuk pengguna Smartphone berbasis Symbian dan Windows fitur grup datang belakangan. Awalnya Grup WhatsApp terbatas hanya bisa untuk 5 orang, kemudian WhatsApp terus memperbesar jumlah anggota grup. Terakhir sekitar tahun 2016, Grup WhatsApp bisa menampung hingga 256 orang setelah pada versi sebelumnya hanya bisa menampung maksimal 100 anggota.

Grup WhatsApp ini merupakan fitur yang sangat berkembang hingga berkali-kali WhatsApp membuat perubahan-perubahan terkait hak pengaturan Admin hingga voice dan video Call Grup. Grup WhatsApp benar-benar memudahkan dan memanjakan penggunanya untuk saling berinteraksi sesuai tujuan pembuatan grup itu sendiri.

Saya saat ini mengikuti beberapa grup WhatsApp yang membahas hal khusus terkait hobi dan minat, belum lagi grup WA yang temporer sifatnya seperti kelas dan event. Dari berbagai grup yang saya ikuti itu, selain menambah jejaring pertemanan, banyak manfaat pengembangan wawasan dan keilmuan yang saya dapatkan
Meninggalkan Beberapa Grup WhatsApp
Tapi ada juga grup WhatsApp yang akhirnya saya tinggalkan, saya keluar dari grup karena berbagai macam hal yang menurut saya sudah tidak sesuai lagi dengan maksud awal pembentukannya. 

Seperti imbas pemilu kemarin, di mana grup Whatsapp keluarga sudah melenceng dari tujuan awal dan justru berisi materi-materi kampanye politik praktis. Masuknya kampanye-kampanye politik praktis ini menurut saya sudah memasuki ruang-ruang privasi terlalu jauh karena mulai membicarakan hak politik anggota keluarga lainnya. Lalu apa bedanya grup ini dengan grup gossip? 

Sampai saat ini ada beberapa grup yang saya adalah anggota pasif, hampir sama sekali tidak membuka grup kecuali untuk menghapus isinya. WhatsApp tidak memiliki fitur untuk menghapus isi grup tanpa membuka grup tersebut. 

Fitur "bersihkan semua chat" tidak memberikan pilihan grup mana yang akan kita hapus isi perbincangannya. Sehingga jika kita menggunakan fitur itu, hanya pesan-pesan yang telah diberi bintang yang tertinggal, selain itu akan dihapus semua. Jalan satu-satunya, terpaksa kita buka grup tersebut lalu menghapus semua pesannya, atau keluar dari grup :)

Ramadan ini saya meninggalkan beberapa grup WhatsApp. Tentu saja semua grup memiliki manfaat, kalaupun saya belum menemukan manfaatnya mungkin itu salah saya, jadi mohon maaf, saya pamit dan mungkin akan bergabung lagi setelah lebaran :)

Mungkin seperti perasaan para pendiri WhatsApp yang kecewa menyaksikan WhatsApp melenceng dari tujuan dan prinsip-prinsip awal pembuatannya, tega gak tega mereka meninggalkan Facebook dan tidak ingin terlibat atas penyalahgunaan data penggunanya. Demikianlah, tega gak tega saya harus keluar dari beberapa grup, entah sementara atau permanen karena saya lebih mengutamakan memanfaatkan masa Ramadan ini untuk hal-hal lain yang bermanfaat setidaknya bagi diri saya sendiri. Iya saya memang egois :)

Pesan saya untuk teman-teman yang mengelola atau menjadi admin di Grup WA, buatlah agenda rutin yang bermanfaat untuk mengisi diskusi dalam grup, apapun bentuk akhir dari agendanya buatlah semenarik mungkin dan bermanfaat buat mayoritas anggota grup.

Tabik