GANGGUAN JIWA NOMOR 21

GANGGUAN JIWA

Facebook yang terlambat diciptakan, atau saya yang terlalu cepat dihantam kegelisahan anak muda?

Seandainya saja saat muda dulu sudah ada Facebook (FB), mungkin saya tak perlu sampai mengalami gangguan jiwa nomor 21: selalu merasa gelisah dan sendirian, merasa sebagai makhluk pilihan sekaligus memiliki berbagai keterbatasan yang membuat keputusasaan mendera hati tak berkesudahan.

Anak muda sekarang beruntung sekali, tiap kali gelisah tinggal membuka halaman FB saja. Tentu saja tidak bisa menikmati suasana damai tenteram seperti di kota santri. Tetapi justru itu, hiruk-pikuk dan uaaneh-uaaneh isi FB akan membuat hati tenang. Ternyata saya tidak sendirian. Orang yang memiliki gangguan kejiwaan (dan bahkan lebih parah) jumlahnya banyak. Baanyyyaakkk.... 

Tidak perlu berkecil hati lagi. Welkam tu de klab!

Zaman saya muda, setengah mati mencari saluran katarsis semacam FB ini. Tapi saya beruntung bertemu dengan dua pahlawan penyelamat saya.

Yang pertama Dr. Damardjati Supadjar (semoga Allah memberikan tempat terbaik di surga-nya), guru besar Filsafat yang mengasuh acara Kaca Diri di Radio Unisi FM tiap hari Kamis malam. Kajiannya menenangkan hati. Dan tiap minggu saya tak pernah absen menitipkan pertanyaan ke resepsionis radio itu di Jalan Pasar Kembang.

Menurut Pak Damar, Tuhan menciptakan alam semesta ini sedemikian luas. Tetapi buat kita yang di bumi, dengan keterbatasan kita sebagai manusia, telah ditunjuk sebagai khalifah dan memiliki tanggung jawab yang besar. Tanggung jawab yang tidak sanggup ditanggung makhluk Tuhan lainnya.

Manusia adalah tokoh utama di dunia ini. Dan sepanjang usia seorang manusia, masa muda adalah inti dari perjalanan hidupnya. Masa muda, terutama saat sedang jatuh cinta dan hati sangat mudah tersentuh oleh cahaya Ilahiah, adalah saat paling menentukan seperti apa "warna" raport kita sebagai seorang manusia.

Adalah sebuah kewajaran apabila anak muda mengalami kegelisahan dalam memahami "pengalaman keagamaannya". Bahkan justru aneh dan salah apabila orang muda justru menghindar dari pertanyaan-pertanyaan religius tentang diri dan Tuhannya.

O o o astagaaa | hendak kemana smua ini..
O o o astagaaa | apa yang sedangg terjadii..
Bila kaum muda tak mau lagi... peduli..
Mudah putus asa dan kehilangan... arah...
O o o astagaaa...

Oya, istri Pak Damar, seorang perempuan sederhana, punya warung Kupat Tahu Magelang di dekat Perumahan Merapi View, di kilometer 9 Jalan Kaliurang. Lumayan jauh dari kampus sebenarnya, tapi saya bisa mampir ke situ karena 2 kali dalam seminggu sempat numpang "ngantor" di LP3Y. Jalan Kaliurang Km 12,9. (lebih jauh lagi 😅).


GANGGUAN JIWA

Yang kedua, dr. Inu Wicaksana, Sp.KJ, psikiater senior RSJ Soerojo, Magelang. Jujur saja waktu itu saya enggak begitu paham juga, apa beda psikiater dengan psikolog. Kebetulan beliau cukup terkenal karena punya rubrik konsultasi di Harian Kedaulatan Rakjat. Dan, yang lebih penting lagi, karena beliau teman dari pembimbing skripsi pacar saya, beliau menolak dibayar! Mahasiswa zaman itu kan paling semangat sama yang gratis-gratis. Hahaha...

Lah ini, sudah gratis masih dibawain obat-obatan juga. Lama-lama gak enak juga...

Akhirnya saya bawain 1 slop rokok Gudang Garam Filter kesukaan beliau. Tentu saja beliau menolak, tapi saya memaksa.

"Saya kan konsultasinya di Mangunsarkoro, bukan di rumah dokter di Popongan. Di sini dokter bayar sewa tempat, bayar listrik, dan mengorbankan waktu praktek dokter. Tentu saja tidak fair kalo saya tidak memberikan kompensasi atas kerugian-kerugian tersebut...."

Dokter Inu tersenyum sambil mengangguk-angguk. Rokok itu diterima. Dan dari wajah puasnya saya tahu kondisi saya ada kemajuan...😊

Pulangnya saya dibekali obat lebih sedikit. 

"Semoga ini obat yang terakhir yang saya berikan. Diminum hanya apabila kesulitan tidur saja. Apabila sebulan tidak habis, buang saja obatnya dan kamu tidak perlu ke sini lagi."

Horeee... saya sudah sembuh!!!

Pesan terakhir beliau, normatif banget: atur pola makan, dan jangan terlalu berat memikirkan hal-hal yang "jauh" dan lebih cepat dalam mengambil keputusan atas hal yang praktis dan "dekat".

Sepertinya, ada hubungannya dengan masalah rokok tadi... 😅. Saya mungkin terlalu banyak pertimbangan bahkan untuk hal-hal yang sebenarnya masalah remeh-temeh belaka.
Spontanitas lebih baik buat kesehatan jiwa. Jangan tiap mau ngomong harus menimbangnya dalam-dalam. Mencernanya 2 hari 2 malam, karena takut salah menarik kesimpulan. Ashiappp!
Tapi juga jangan spontan berlebihan. Seperti postingan FB akhir-akhir ini, nanti malu sendiri karena harus mengoreksi. Jejak digital itu kejam, Jenderal!

Menurut WHO, 25% warga mengalami gangguan jiwa. Dan sepertiganya ada di negara berkembang. Wahhh..😱

Jadi kalo kamu berkumpul dengan 3 orang temanmu, maka salah satu di antara kalian adalah pengidap gangguan jiwa!

Kalo saya orang keempat di antara kalian, maka yang merupakan pengidap tentu salah satu dari kalian. Karena saya sekarang sudah sembuh. 😍

Wkwkwk....

Tetapi merasa diri memiliki akal dan jiwa yang sehat, dan menuduh orang lain yang memiliki masalah, justru menandakan bahwa orang itu mengidap gangguan jiwa yang lebih parah dari gangguan jiwa nomor 21.

Nah lo... Bingung kan?

***


Penulis: Heri Winarko

PANITIANYA CURANG! (karena saya tidak menang)

PANITIANYA CURANGG!!! (... karena saya tidak menang)

PANITIANYA CURANG
Tahun 1987 saya sempat ikut ajang Junior Jateng’s Got Talent di daerah Srondol, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Selama 2 hari 1 malam kami dikarantina dan dinilai oleh dewan juri. Semua peserta berlomba-lomba menunjukkan bakatnya. Bakat akademik, olahraga, seni dan segala macam. Kalo tidak salah total peserta jumlahnya 30-an, perwakilan dari seluruh kabupaten yang ada di Jawa Tengah.

Ada penjurian terbuka dan tertutup gitu deh.... Jadi selain kami harus presentasi dan mengerjakan soal ini-itu, kami juga harus “jaga imej” sepanjang periode karantina itu, termasuk saat makan, mandi, beribadah dan bersosialisasi dengan lingkungan tempat kami tinggal untuk sementara.

Penjurian diam-diam ini yang menjadi momok sesungguhnya. Karena sifatnya yang tertutup, dan kami tidak tahu pasti mata mana yang tengah mengawasi kami, dari puluhan pasang mata yang tertuju pada kami. Eihhh, kayak selebriti aja gayanya...

Saya tidak yakin nilai saya baik di penjurian ini. Tetapi di penjurian terbuka saya mampu menampilkan performa saya yang paling prima. Tentu saja ini pendapat saya sendiri! Yang paling keren, tentu saja karena saat itu suara saya masih lumayanlah, dan saya menyanyikan lagu tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Jurinya manggut-manggut dengan mimik puas.

“Siapa yang mengajari kamu lagu itu?”

“Oh, saya belajar sendiri.”

“Tidak ada yang mengajari?”

“Sebenarnya ada, tetapi bukan dengan sistem pengajaran klasikal di kelas...”

Kebetulan di daerah saya ada acara khusus untuk anak-anak di Radio Dian Swara. Tayang seminggu sekali tiap Ahad pagi. Lewat acara tersebut, saya belajar lagu ini. Kebetulan penyiarnya dulu mantan penyanyi cilik, jadi asyiklah diajari step by step, meski hanya lewat suara. Menurut saya, saya dapat poin bagus di section ini.

Tapi ternyata orang lain yang memenangi ajang tersebut. Hmmm, baiklah....
***

Tahun 1990 kesempatan saya ikut ajang serupa pupus karena ada teman yang memang lebih layak. Minder saya. Dari segala sisi dia jauh di atas saya. Terutama dari sisi akademik, karena cerdas dan pinternya setara Pak Habibie, dan konon sudah dipersiapkan sebagai calon Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah era kabinet Pak Jokowi.

Kesempatan terakhir ikut ajang Got Talent datang lagi pada 1993. Wah, yang ini jauh lebih siap saya.

Sejak naik kelas 2, saya sudah mempersiapkan diri. Termasuk meminta dengan sedikit memaksa kepada orang tua agar dibelikan motor GL100 bekas untuk mendukung mobilitas saya baik di sekolah maupun di kegiatan pendukung lainnya, seperti kursus sablon, membuka usaha sablon, menjadi agen 3 penerbit buku pelajaran, mengurus koperasi siswa, membantu jadi marbot musala sekolah, menyelenggarakan seminar umum di GOR Mahesa, dan menonton film extra show setiap Sabtu siang di Bioskop Rayuan... Eh, yang terakhir bercanda, hahaha...

Lokasinya sama dengan kegiatan enam tahun yang lalu. Hanya waktunya yang lebih panjang. Ajang terakhir ini, kami dikarantina selama 3 hari 2 malam.

Rabu pagi acara dibuka oleh Pak Gubernur, lalu acara ramah-tamah atau semacam itu, jam 11-an baru masuk acara technical meeting dan penandatangan kontrak-kontrak antara peserta dan juri serta panitia.

Di akhir hari Kamis, peta kekuatan kandidat yang akan memenangi ajang JGT semakin mengerucut. Setidaknya ada 2 kandidat terkuat.

Kandidat pertama dari Kabupaten Magelang, sekolahnya di SMA Taruna Nusantara (sebut saja TN), tubuhnya atletis mirip tentara, menang telak di semua cabang olahraga yang diujikan, dan memiliki kemampuan berkomunikasi yang luar biasa. Kata-katanya terstruktur dengan baik, dengan artikulasi jelas dan penekanan yang tepat pada kata yang hendak ditonjolkan.

Kandidat kedua dari Kabupaten Banjarnegara (sebut saja BN) saya lupa sekolahnya di SMA mana, aktivis mushola sekolah dan masjid alun-alun, hafal Al-Quran beberapa juz, terutama juz 30. Kebetulan dia adalah teman sekamar saya, sehingga saya berkesempatan mendengarkan curhatannya.

Entah darimana informasinya, katanya ketua panitia sangat pro kandidat TN, karena dia ingin menyekolahkan anaknya ke sekolah khusus yang dikelola militer itu.

Di sisi lain, masih ada harapan untuk BN, karena ketua panitia adalah seorang muslim puritan yang fanatik, sementara TN meski memiliki sekian banyak kelebihan dari BN, tetapi dia beragama Nasrani.

Isu sensitif ini digulirkan BN secara klandestin. Sebagian peserta yang beragama Islam sempat terprovokasi. BN semakin bersemangat.

"Kalo sampai yang dimenangkan panitia adalah peserta non-muslim, tidak ada pilihan lain, kita harus menolak hasil pemilihan yang zalim ini. Kalau perlu kita kerahkan people power!!"

"Bro, ingat lho, kita sudah tanda tangan kontrak di awal, bahwa keputusan panitia bersifat final dan tidak bisa diganggu gugat..."

"Itu kalo semuanya berjalan dengan fair dan tidak ada kecurangan. Kalo kita kalah, itu artinya ada kecurangan yang sistematis, terstruktur, dan massif!"

Waduhhh....

Section terakhir digelar hingga jam 11 pada hari Jumat. Setelah itu juri dan panitia akan rapat menentukan pemenang. Seusai salat Jumat ada makan siang prasmanan, diselingi acara hiburan, dan ditutup dengan seremoni pengumuman pemenang.
PANITIANYA CURANG

Di section terakhir, kami dipanggil 3 demi 3 peserta, menghadapi 3 orang juri dan panitia (pada section sebelumnya panitia tidak terlibat).

Ini saat yang paling dramatis dan mendebarkan. Ketua panitia diapit 2 orang juri di sisi meja. Dan saya diapit TN dan BN di sisi yang lain!

Closing statement TN sangat tertata, jernih dan lugas. Tidak ada kesan emosional. 
"Kalah atau menang bukanlah tujuan utama saya di ajang ini. Apabila menang saya akan tetap rendah hati dan mematri ajang ini sebagai kenangan terindah yang akan memotivasi saya sepanjang usia saya yang tersisa," katanya. 

"Dan apabila saya kalah, saya tetap berterima kasih kepada Tuhan karena sudah diberi kesempatan berpartisipasi di ajang ini. Kekalahan tidak akan melemahkan semangat saya, justru akan memicu saya untuk belajar lebih keras lagi agar menjadi manusia yang lebih baik lagi."

Closing statement BN juga tertata dan jernih. Persis Aa Gym lagi syuting MQ di RCTI. Tapi ada balutan emosional sedikit. Dan ada kutipan ayat atau hadist yang saya lupa persisnya.

Closing statement saya yang paling menyedihkan. Kedengaran seperti pengakuan kalah. Karena memang, meski sudah mempersiapkan jauh-jauh hari, saya mesti mengakui bahwa performa lawan-lawan saya lebih mumpuni. Apa boleh buat.

Giliran ketua panitia memberi feedback, intinya menyemangati kami semua. Dan dari kata-katanya, saya jadi percaya gosip yang dihembuskan BN bahwa beliau condong ke TN, meskipun tidak jelas juga apakah alasan kecondongannya terkait anaknya yang mau disekolahkan di Taruna Nusantara, atau yang lainnya.

BN hatinya mencelat. Entah kenapa saya didiemin saja sekeluarnya dari ruang interview. Saya biarkan saja ia bergegas ke kamar duluan. Saya menyapa beberapa kawan dan akhirnya memutuskan langsung bergeser ke masjid karena sudah masuk saat salat Jumat.

Masjid itu kecil saja ukurannya. Tetapi cukup memadai menampung jamaah. Yang membuat kami terperangah, karena ternyata BN datang ke masjid dengan dandanan ustaz dan tanpa ragu-ragu mengambil tempat khotib.

Pertandingan belum selesai, Bro! Seolah itu yang diisyaratkan raut wajahnya yang penuh tekad. Sembunyi-sembunyi, saya kasih kode jempol untuk menyemangati, lalu saya mencari posisi strategis di belakang agar bisa memetakan situasi.

Khotbahnya singkat saja. Tentang integritas Umar bin Abdul Aziz yang mematikan lentera ketika anaknya datang untuk membicarakan masalah keluarga.

Di deretan agak belakang, saya melihat beberapa juri (atau panitia?) mengangguk-angguk dan dari wajah mereka saya tahu sedang mempertimbangkan untuk menambah poin BN.

Semoga saja BN beruntung, dan panel penentuan pemenang belum ditutup, masih dilanjutkan seusai Jumatan.

Hingga akhirnya tiba saat pengumuman saya tidak tahu pasti kejadian sesungguhnya.

Tetapi yang terpilih sebagai pemenang adalah TN. Di peringkat kedua BN, dan peringkat ketiga peserta dari Kota Semarang.

Saya tahu BN kecewa. Saat beberes perlengkapan di kamar dia mengungkapkannya ke saya. "Panitianya curang, Her. Seharusnya aku yang menang."

Saya diam saja. Memang selisih skor BN dan TN tidak banyak. Sementara skor BN dan peringkat ketiga terpaut agak jauh.

Hingga berpisah di pintu gerbang, dengan menggeret koper kami masing-masing, saya tak bisa berkomentar apa-apa, selain berangkulan dan saling bersalaman.
Menerima kekalahan itu tidak mudah. Dan sepertinya lebih tidak mudah lagi untuk orang-orang yang memiliki banyak kelebihan. Atau merasa seperti itu.
Lebih nyaman menjadi seperti saya, yang posisinya di lapisan menengah ke bawah. Sehingga ketika kalah lebih bisa menerimanya sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja.

Meskipun BN teman saya, saya tidak terlalu setuju dengan tuduhannya bahwa panitia curang, tanpa bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kemenangan dan kekalahan adalah kehendak Allah. Seperti juga sehelai daun yang jatuh ke permukaan bumi, dia jatuh tidak semaunya dia.

Itu menurut pendapat saya....

***

Penulis: Heri Winarko


Sedikit Tentang Kesenian Ujungan dan Tari Uncul di Bekasi

Kesenian Ujungan dan Tari Uncul di Bekasi

Alhamdulillah, kemarin (Sabtu, 13 April 2019) saya berkesempatan mendengarkan wawancara seorang mahasiswi UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) Bandung yang sedang melakukan penelitian terkait Seni Tari Silat Uncul yang hanya ada saat berlangsung aksi Ujungan.

Narasumber yang diwawancarai adalah Kong Mitra, Baba Rahman, Bang Jamal dan lain-lain dari Perguruan Silat Cinong Bekasi, sedangkan yang mewawancarai adalah Chika, mahasiswi UPI yang juga aktif di Sanggar Tari Chyka di Kebalen Babelan Kabupaten Bekasi.

Kesenian Ujungan


Mengenai Kesenian Ujungan sebelumnya perlu dibahas sedikit bahwa selain di Bekasi, beberapa daerah juga mengenal Kesenian Ujungan dengan masing-masing variasinya, seperti Banyumas, Majalengka, Cirebon, Tegal, Jombang, Probolinggo dan  lainnya. Khusus untuk Banyumas dan Majalengka Kesenian Ujungan konon dikaitkan dengan ritual meminta hujan.

Dari Memoar Pangeran Aria Achmad Djajadiningrat atau Herinneringen van Pangeran aria Achmad Djajadiningrat (Balai Poestaka, Kolff-Buning, Jakarta, 1936) juga mengisahkan dirinya yang belajar Ujungan dan Pencak Silat saat ia dikirim ke pesantren di Karundang, Serang Banten sekitar tahun 1883, 136 tahun yang lalu.

Berikut catatan terjemahan dari Memoar  Pangeran Aria Achmad Djajadiningrat yang saya capture dari buku "Indonesia: Selected Documents on Colonialism and Nationalism 1830-1942", Penders, Chr.L.M. (Editor and Translator) 1977. University of Queensland Press, St Lucia. © Copyright, Dr Chris Penders, 1977, 2005.
Kesenian Ujungan dan Tari Uncul di Bekasi
Kesenian Ujungan juga tercatat dalam buku berbahasa Sunda berjudul "Rasiah Priangan" karya Mas Kartadinata, terbitan Balai Poestaka tahun 1921. Buku Rasiah Priangan ini mencatat bahwa kesenian ujungan merupakan permainan yang biasa diselenggarakan di Garoet untuk memeriahkan pesta atau hajatan daerah yang dilaksanakan di alun-alun Garoet. Tapi disebutkan pula bahwa ujungan tidak khas Garoet. Ujungan yang sama diselenggarakan pula di Soemedang dan Soekapoera, tetapi di Bandoeng dan Tjiandjoer tidak ada.

Kembali ke penuturan Kong Mitra, Baba Rahman dan lain-lain, saya simpulkan Kesenian Ujungan ini pada intinya sama, dua orang berlaga dengan menggunakan alat pemukul berupa batang rotan, sasaran pukulan adalah bagian kaki. Untuk di Bekasi khususnya Babelan, Kesenian Ujungan membatasi area anggota badan yang boleh dipukul hanya bagian dengkul ke bawah. Sedangkan daerah lain ada yang memperbolehkan daerah pusar ke bawah.

Dalam aksi Ujungan yang resmi ada yang disebut Bobotoh yang bertindak layaknya wasit dan sebagai pemimpin jalannya aksi Ujungan. Ujungan biasanya dilaksanakan malam hari saat terang cahaya bulan mencukupi dan dilakukan di lapangan terbuka atau area persawahan saat panen padi atau acara lain.

Kong Mitra sebagai salah satu pemain Ujungan di Babelan Kota, kemudian menjelaskan bahwa Kesenian Ujungan dimulai saat bobotoh sebagai wasit mempersilahkan salah satu pemain memasuki gelanggang. Pemain ini kemudian menari Uncul yang mirip ibing silat mengikuti irama musik dari alat musik perkusi yang disebut Samyong semacam Gambang sederhana yang terdiri dari 7 bilah kayu, toktok atau kentongan dari bambu dan kecrek yang terbuat dari logam.

Tari Uncul


Tari Uncul ini adalah gerakan-gerakan pemain yang mengikuti irama musik yang dimaksudkan sebagai undangan terbuka buat pemain lain untuk turun ke gelanggang untuk menjadi lawan tanding dalam seni Ujungan. Pemain yang ingin melawan akan muncul masuk ke gelanggang dan ikut menari Uncul dengan tetap menjaga jarak dan mencoba mengukur kekuatan pemain yang akan ia lawan dari gerakan dan irama tarian Uncul yang diperagakan.

Bobotoh akan memanggil kedua pemain yang sedang menari Uncul untuk mendekatinya dan menerangkan peraturan-peraturan yang berlaku. Jika kedua pemain sudah siap maka kemudian Bobotoh menyerahkan rotan atau kayu kepada masing-masing pemain dan memberi isyarat yang menyatakan Ujungan dimulai. 

Soal kesamaan kata "uncul" dan "muncul" ini juga menarik, mungkin berkaitan mungkin juga tidak, saya tidak punya referensi tapi dugaan saya kata "uncul" adalah dasar dari kata "muncul".
Tari Uncul ini seperti juga Ibing Silat, adalah gerakan-gerakan mengikuti irama musik yang menyerupai tarian tapi lebih menonjolkan sisi maskulin dan bersifat tantangan. 
Munculnya pemain lain adalah jawaban tantangan. Selama Ujungan berlangsung musik samyong terus terdengar dan para pemain Ujungan tetap mengikuti irama musik sampai terlibat adu fisik jarak dekat.

Berbeda dengan beberapa tempat yang menggunakan pengikat di ujung rotan, Kong Mitra menjelaskan kalau kesenian Ujungan di Babelan rotan dipegang sekuat-kuatnya karena kalau sampai rotan terlepas dari tangan pemain maka ia akan dinyatakan kalah, baik terlepas karena pukulan lawan atau lainnya.
Kesenian Ujungan dan Tari Uncul di Bekasi
Saat ini Kesenian Ujungan bukan lagi untuk kompetisi, unsur membahayakan tubuh yang menjadi alasan pelarangannya sudah ditiadakan. Kesenian Ujungan dilestarikan dengan kemasan atraksi hiburan yang masih terus berkembang mencari format agar dapat diterima masyarakat sekarang.

Unsur seni dalam kesenian Ujungan setidaknya ada 3, yaitu seni musik (samyong), seni tari-silat (uncul), dan seni bela diri tongkat (ujungan). Kesenian yang saat ini hanya menjadi pertunjukkan tetap dipelihara dengan mengajarkan sikap menjunjung tinggi nilai sportivitas dan ketangkasan, pelestarian seni dan budaya, persaudaraan, rasa nasionalisme, dan semangat patriotisme sebagai generasi penerus bangsa.

Sudah lama saya mendengar tentang Kesenian Ujungan, sudah melihat beberapa penampilan Ujungan dari beberapa komunitas berbeda tapi baru kali ini saya mendengar banyak langsung dari penuturan Kong Mitra dan Baba Rahman sebagai pemain Ujungan Tempoe Doeloe.

Catatan ini ditulis dari hasil mendengar wawancara dan beberapa sumber referensi, lebih dan kurangnya mohon dikoreksi.

Salam

5 Penginapan Murah di Canggu Bali

Jonsen Homestay Cangu Bali Penginapan Murah
  Jonsen Homestay, Canggu - Bali  

Kalau membicarakan pariwisata Indonesia, maka mungkin semua orang juga sudah tahu tentang 
Bali , tapi apakah semua orang Indonesia sudah pernah ke Bali?

Dari obrolan dengan beberapa teman yang belum pernah ke Bali, ada fakta menarik yang membuat teman-teman saya tidak memasukkan Bali sebagai destinasi wisata pilihan mereka, salah satunya yang menurut saya kurang tepat adalah alasan budget penginapan.

Kalo soal tiket pesawat yah saat ini harganya memang sedang mihil, tapi kalo soal penginapan sebaiknya teman-teman jangan over estimate. Jangan menganggap semua penginapan di Bali mahal, banyak penginapan murah di Bali dengan tarif terjangkau tapi tidak kalah keren dan nyaman.

Berikut saya list 5 penginapan keren di daerah Canggu Bali yang tarifnya pasti terjangkau, tidak membuat dompet jebol karena tarifnya tidak sampai 500 ribu per malam. List ini sudah tidak memasukkan penginapan-penginapan transit yang memang umumnya tidak mahal.

Oh iya kenapa Canggu Bali? 

Gini bro, Bali itu kan luas, nah salah satu daerah destinasi wisata favorit wisatawan lokal dan internasional yang terbilang lengkap itu yah wilayah sekitaran Canggu, Kuta Utara. Minimal Canggu adalah daerah favorit saya kalau sedang ke Bali. Alasannya karena suasana pantai di Canggu relatif tidak terlalu ramai dan juga pemandangan hamparan sawah yang instagramable. Ya Canggu adalah perpaduan pemandangan pantai yang indah dan pesawahan yang eksotis di Bali.

Sebagai daerah yang memiliki banyak spot destinasi pariwisata, wilayah Kuta Utara ini bisa dibilang cukup lengkap, dari mulai wisata kuliner lokal sampai internasional juga ada, juga spot-spot wisata khas Bali dan pusat-pusat sentra kerajinan tangan dan kesenian, dan yang terpenting, wilayah Canggu ini jauh dari suasana ramai kota Denpasar.

Kalo soal spot liburan atau destinasi pariwisata di daerah Canggu Bali sudah banyak yang menulis, nah saya ingin melengkapi tulisan mereka dengan memberi daftar 5 penginapan yang bagus dengan harga terjangkau. 

5 Penginapan Murah di Canggu Bali dengan Harga Mulai 120 Ribuan.

Berikut adalah 5 list penginapan berupa hostel, lodge, pondok, asrama, Guesthouse, homestay atau apapun istilahnya yang tarif per malamnya tidak sampai 500 ribu, tentunya dengan fasilitas penginapan standar yah, kalau yang murah tapi minim fasilitas saya gak masukkan dalam list ini :)

1. Point Break Hostel

Dengan rate Rp.120.000,00 per hari, Point Break Hostel  menawarkan fasilitas kamar tipe asrama yang cukup membuat kita beristirahat dengan nyaman, mulai dari ruangan yang ber-AC, kamar mandi dalam, air panas, akses wifi gratis, kipas angin, dapur sederhana, kolam renang dan lainnya. 

Harga Rp.120.000,00 ini untuk tipe asrama maksimal 8 orang, baik ruang tidur campuran maupun khusus wanita, harganya tetap sama. Hostel juga menyediakan penyewaan motor jika kita memerlukan. Murah kan? Gak mahal deh kalo menurut saya sih :)

Point Break Hostel terletak di Jalan Padang Linjong No.72F, Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Penginapan ini berjarak sekitar 1,4 kilometer dari pantai.

Castaway Hostel Cangu Bali Penginapan Murah
  Castaway Hostel Canggu - Bali  

2. Castaway Hostel

Dengan tarif mulai dari Rp 148.000-an kita sudah bisa menginap di Castaway Hostel. Dengan tarif tersebut, kita bisa bermalam di kamar asrama yang memuat sampai 6 orang dengan tempat tidur bertingkat. Selain tipe asrama ada juga ruang tidur khusus untuk perempuan dengan tarif per malamnya mulai dari Rp152.000-an.

Setiap kamar penginapan murah di Bali ini juga sudah disediakan akses wifi gratis, AC, rak pengering baju, dan lainnya. Selain fasilitas tersebut, keunggulan penginapan ini karena lumayan dekat dengan beberapa spot wisata Bali yang populer, seperti:
  • Pantai Echo (1,3 kilometer)
  • Finns Recreation Club (2 kilometer)
  • Vue Beach Club (2,2 kilometer)
  • La Laguna Bali (2,5 kilometer)
  • Potato Head Beach Club (3,7 kilometer)

Lokasi Castaway Hostel: Jalan Tanah Barak No.19A, Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali

3. Surf Lodge Canggu

Surf Lodge Canggu memasang tarif per malamnya mulai dari Rp180.000,00 untuk kamar jenis asrama campuran. Harga tersebut sudah termasuk sarapan dan beberapa fasilitas yang meliputi AC, brankas, kamar mandi lengkap dengan peralatan, dan lain sebagainya.

Surf Lodge Canggu juga menawarkan kamar yang hanya memuat 2 orang dengan tarif mulai Rp360.000,00. Surf Lodge Canggu akan menjadi tempat istirahat yang nyaman karena memiliki pemandangan kolam renang outdoor dan taman yang bersih. 

Lokasi Surf Lodge Canggu : Jalan Nelayan No.20 D, Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, lumayan dekat dari Pantai Echo, yaitu sekitar 1,2 kilometer.

Dari penginapan murah di Bali ini, beberapa beach club terkenal juga mudah dijangkau. Misalnya saja seperti:
  • Finns Recreation Club (1,5 kilometer)
  • Vue Beach Club (1,6 kilometer)
  • La Laguna Bali (1,8 kilometer)
  • Potato Head Beach Club (3,1 kilometer)

4. Jonsen Homestay

Soal tarif, Jonsen Homestay menawarkan layanan penginapan murah di Bali sekelas hotel, mulai dari Rp360.000,00. Fasilitasnya juga sudah cukup lengkap meliputi kamar mandi pribadi lengkap dengan peralatannya termasuk hot/cold shower, AC, akses wifi gratis, kolam renang, dan lainnya.

Jonsen Homestay berada di Jalan Munduk Catu, Echo Beach, Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Enaknya nih, dari Jonsen Homestay ke Pantai Echo kita bisa jalan kaki saja sekitar 600 meter karena lokasinya yang memang dekat dengan pantai. 

Jonsen Homestay juga dekat dengan beach club terkenal, seperti Finns Recreation Club, Vue Beach Club, La Laguna Bali, dan Potato Head Beach Club.

5. Bima Sakti House Canggu

Yang terakhir, Bima Sakti House Canggu. ima Sakti House Canggu menawarkan tarif menginap mulai dari Rp385.000,00 dengan fasilitas kamar yang setara hotel. Selain akses wifi gratis, masing-masing kamar di penginapan ini dilengkapi dengan bathroom amenities, AC, TV layar datar dengan beberapa channel, kolam renang, balkon dan beberapa fasilitas lainnya. 

Beberapa unit kamar penginapan murah ini punya tempat duduk untuk santai-santai menikmati suasana. Begitu juga dengan balkon menghadap kolam renang dan menghadap pemandangan sawah yang ada di beberapa kamar tertentu.

Guesthouse di Canggu ini dekat dari Pantai Echo maupun Batu Bolong dengan jarak sekitar 800 meter saja. Kalau dari Bandara Internasional Ngurah Rai sekitar 11 kilometer.

Selain itu, Bima Sakti House juga dekat dengan beberapa beach club populer di Bali, seperti Finns Recreation Club, Vue Beach Club, La Laguna Bali, dan Potato Head Beach Club.

Lokasi Bima Sakti House : Jalan Pura Batu Mejan, Canggu, Bali

***

Nah Itu tadi 5 penginapan murah di Canggu yang harganya di bawah 500 ribu per malam  dengan fasilitas kamar yang lumayan lengkap dan beberapa kelebihan lainnya. Untuk detail fasilitas silakan browsing karena beberapa penginapan tersebut memiliki website dan  akun media sosial masing-masing sehingga cukup terkenal di sosial media.

Harga yang tertera adalah sesuai harga yang tercatat di Qupas, web yang berisikan artikel-artikel ringan mengenai Review Kuliner, Hiburan, Kecantikan, Adventure dll. 

Oh iya, jangan kaget yah kalau kalian menginap di antara 5 penginapan murah di Bali ini, ternyata penginapan ini juga merupakan penginapan favorit para turis, digital nomad dan backpackers dari luar negeri bro. Jadi, plisss behave, bersikaplah layaknya tuan rumah yang baik kepada tamu-tamu dari mancanegara.

Selamat liburan :)


Suara Kami Tidak Gratis, Tapi Tidak Bisa Dibeli Dengan Uang

Diskusi Pemuda Dengan Calon Wakil Rakyat
Menyambut datangnya musim kontestasi politik yang akan berujung pada pemilu 17 April 2019, TBM Rumah Pelangi sebagai ruang aspirasi pemuda kembali melakukan diskusi terbuka terkait edukasi partisipatif.

Diskusi Pemuda Dan Calon Wakil Rakyat

Sabtu, 30 Maret 2019 TBM Rumah Pelangi di Kampung Babakan Kali Bedah Desa Sukamekar Kecamatan Sukawangi Kab. Bekasi mengadakan acara "Diskusi Pemuda Dengan Calon Wakil Rakyat".

Dengan menghadirkan A. Djaelani dari Tiksa Institute dan D.A Furqon dari komunitas Bekasi Voters sebagai panelis, diskusi ini juga menghadirkan 5 orang calon anggota legislatif yaitu; 
  1. Romi Oktaviansyah Caleg DPR-RI dari partai Demokrat; 
  2. M. Nurfahroji Caleg DPRD Kab Bekasi Dapil 4 dari Partai Gerindra; 
  3. Nomir Syaputra Caleg DPRD Kab Bekasi Dapil 5 dari Partai Nasdem; 
  4. Sarodi Caleg DPRD Kab Bekasi Dapil 4 dari Partai Perindo; dan 
  5. M. Romli Caleg DPRD Kab Bekasi Dapil 5 dari PKS.

Diskusi Pemuda Dengan Calon Wakil Rakyat

Diskusi yang berlangsung selama 3 jam ini berjalan santai dan informal, dengan dihadiri beberapa komunitas baik komunitas literasi dan komunitas kepemudaan lainnya di Bekasi. 

Acara dimulai sejak pukul 15:15 WIB dengan moderator A. Suryadi dari media Wajah Bekasi, diskusi ini disiarkan langsung dan terekam di sosial media Facebook TBM Rumah Pelangi Bekasi sehingga videonya masih bisa diikuti oleh siapapun walau acara sudah selesai.

EDUKASI POLITIK

Dibuka oleh Muhaidin Darma (26) selaku ketua panitia, Idin menyampaikan sambutan-sambutan umum yang mengajak para hadirin berdiskusi dengan mengedepankan rasa persaudaraan dalam koridor edukasi politik yang sehat agar misi pendidikan TBM Rumah Pelangi tidak ternodai politik praktis oleh siapapun.

Sistem demokrasi perwakilan yang berlaku di Indonesia saat ini, memberikan hak politik kepada warga negara Indonesia termasuk para pemudanya untuk memilih dan secara tidak langsung menyerahkan pengelolaan masa depan Bekasi ini ke pundak para anggota dewan yang dipilihnya.

Keputusan- keputusan penting, termasuk penyusunan peraturan daerah dan pengawasan penggunaan anggaran yang kelak dilakukan oleh para wakil rakyat tersebut akan sangat menentukan masa depan Bekasi nantinya. Karena itu, sudah seharusnya para wakil rakyat berasal dari tokoh-tokoh terbaik yang memiliki kapasitas dan komitmen yang sejalan dengan cita-cita pemuda di Kab. Bekasi.

Acara dimulai dengan nonton bareng Film EADC 2014 "Desainer Kampung", film pendek  berdurasi 22 menit ini mendokumentasikan pemuda di pelosok Desa Kaliabu Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang yang berhasil mengubah pemuda-pemuda kampungnya menjadi desainer-desainer grafis otodidak yang mampu bersaing secara lokal dan global dengan penghasilan yang cukup besar.

DA Furqon kemudian menjelaskan harapan-harapan agar apa yang didokumentasikan pada film tersebut memberikan inspirasi dan menularkan semangat belajar yang lebih fokus pada pengembangan soft skill sehingga pemuda desa lebih memiliki kapasitas yang dapat menjadi modal keterampilan menghadapi era persaingan bebas.

Diskusi Pemuda Dengan Calon Wakil Rakyat

Acara dilanjutkan dengan perkenalan umum profil kelima calon anggota dewan yang menanggapi film pendek tersebut. Djaelani selaku narasumber non caleg berharap agar para caleg dan pendukungnya lebih fokus pada masalah-masalah yang terjadi di Bekasi.

"Pilpres memang penting, tapi jangan sampai membuat kita lupa bahwa pemilihan anggota dewan baik DPRD, DPRD Provinsi, DPD dan DPR-RI juga penting, bahkan akan lebih menentukan nasib Bekasi secara langsung, mari kita gunakan waktu yang tersisa ini untuk lebih kritis memilah para calon anggota dewan yang akan kita pilih untuk mewakili suara kita nantinya" kata Djaelani, pemuda yang juga salah seorang pendiri Cibarusah Center.

Pada sesi tanya jawab, pertanyaan-pertanyaan diajukan secara umum kepada para caleg, pertanyaan-pertanyaan dari peserta lebih menyoroti 3 hal, yaitu masalah pendidikan, isu kesehatan dan isu ketenagakerjaanSetiap caleg diberi kesempatan untuk menanggapi dan saling mengemukakan pendapatnya terkait ketiga isu tersebut.

Komunitas Penter dalam kesempatan tanya jawab menyoroti kinerja kontrol DPRD kabupaten Bekasi saat ini yang dinilai gagal mengawasi dan mengawal kinerja Pemkab Bekasi yang tidak profesional sehingga banyak ketimpangan pembangunan infrastruktur dan tidak akuntabel sehingga hanya bisa menyerap 80% APBD.

Untuk diketahui, Pemkab Bekasi pada tahun 2018 masih memiliki Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) sejumlah Rp1,03 triliun. Jumlah tersebut cukup besar karena APBD Kabupaten Bekasi 2018 sejumlah Rp5,9 triliun.

All Comunitas juga menyoroti kinerja anggota DPRD terkait pengawasan pengelolaan dan transparansi pemanfaatan dana CSR dari daerah yang konon menyandang gelar kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara ini. Mereka berharap agar calon anggota dewan yang hadir ini jika terpilih menjadi anggota dewan dapat memiliki kinerja yang lebih baik daripada anggota DPRD Kab Bekasi yang sekarang.

Ibrahim (Boim), seorang warga Kelurahan Bahagia Kec. Babelan yang hadir dalam acara merasa puas karena dapat mengenal calon anggota dewan yang selama ini belum ia kenal sebelumnya.

"Calon anggota dewan hanya melakukan sosialisasi kepada para pendukung dan timsesnya, kemudian timses dan pendukungnya ini yang melakukan sosialisasi, padahal saya juga ingin mengenal lebih dekat dan ingin berdiskusi langsung kepada mereka," ungkap Boim yang datang bersama putranya.

Acara ditutup dengan mempersilahkan kelima para calon anggota dewan untuk menyampaikan materi kampanyenya yang disambut positif oleh para hadirin.
***

Acara diskusi pemuda dengan keempat caleg DPRD Kab Bekasi dari dapil 4 dan 5 serta hadirnya 1 orang caleg DPRRI ini bagi saya secara materi sudah cukup baik. Ini membuka kesempatan kepada swing voter untuk lebih mengenal para caleg secara efektif daripada hanya melihat spanduk-spanduk yang menurut saya lebih sering menyebabkan polusi visual dan merusak pemandangan ruang-ruang publik.
Siapapun calegnya memiliki kesempatan yang sama untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas, kampanye melalui spanduk sudah tidak relevan di era keterbukaan akses komunikasi seperti sekarang.
Jangan seperti anggota dewan yang sekarang, ketika sudah menduduki kursi legislator masih saja memandang warga kabupaten Bekasi secara parsial berdasarkan kelompok konstituen dan apa yang didukungnya pada saat pilcaleg. Mungkin secara pragmatis sah-sah saja karena tidak ada larangan soal itu, tapi praktek seperti itu sekian lama terbukti tidak membuat Bekasi menjadi lebih baik, kalau tidak mau dikatakan membuat Kabupaten Bekasi berantakan seperti sekarang.

Jika saja para anggota dewan itu selama ini dikenal memiliki kinerja yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat, maka saat pilcaleg seperti sekarang ini mungkin akan lebih mudah baginya mencari suara sampai ke luar basis konstituennya yang lama.

Setidaknya dengan acara ini para pemuda telah menyampaikan pesan yang cukup jelas; Suara kami tidak gratis tapi juga tidak bisa dibeli dengan uang

Jalankan saja fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan secara profesional, itu sudah cukup untuk alasan kami memilih Anda sebagai wakil kami di DPRD. Itu baru namanya pemilih yang cerdas.

Salam perubahan 


Mudahnya Traveling Dengan Traveloka Airport Transport

Mudahnya Traveling Dengan Traveloka Airport Transport
Jalan-jalan, backpacker-an, berwisata, tamasya, atau apapun istilahnya, semua kegiatan itu nggak bisa dilepaskan dari satu payung besar bernama traveling

Siapa sih yang nggak suka traveling? Dunia travel ibarat tropi favorit yang digilai banyak orang, karena pengalaman menjelajah adalah makanan bagi jiwa, baik bagi yang melakukannya maupun bagi yang membaca tulisan atau menonton video perjalanannya.

Sejak dulu saya termasuk orang yang sering traveling, baik urusan pribadi maupun urusan pekerjaan, sehingga tahu rasanya urusan mencari tiket pesawat pada masa itu. Nggak cuma sekali dua kali harus ‘berebutan’ tiket dengan calon penumpang lain. 

Meskipun jenis pesawat udara yang melayani rute ke Timur Indonesia, khususnya, sudah semakin banyak, namun tetap saja mencari tiket pesawat bukan perkara mudah.
Semakin ke sini, para traveler semakin dimudahkan dengan begitu banyaknya layanan jasa, salah satunya adalah layanan jasa tiket pesawat online
Kalau kalian sering traveling pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Traveloka. Perusahaan yang bergerak di bidang jasa layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel secara online ini dapat dengan mudah diakses melalui aplikasi yang diunduh di Playstore.

Traveloka Airport Transport / Transportasi Bandara

Menariknya, pada tahun 2017 Traveloka berkolaborasi dengan Blue Bird dan meluncurkan satu layanan jasa yaitu Traveloka Airport Transport (Transportasi Bandara Traveloka).

Waktu membaca berita tentang fitur terbaru hasil kolaborasi Traveloka dan Blue Bird tentang Transportasi Bandara Traveloka, saya nggak pernah berpikir suatu hari nanti bakal menggunakannya. Karena yang namanya layanan jasa transportasi pasti "sama saja lah", mengangkut penumpang serta menetapkan tarif yang wajib dibayar oleh si penumpang. Tapi pengalaman menggunakan transportasi yang satu ini, waktu itu dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Tebet Barat, begitu berbeda. Kenapa? Ini beberapa yang saya sempat catat.

Murah yang Berkelas

Bagi saya, layanan jasa angkutan bandara murah Traveloka ini kalau boleh ditulis: murah yang berkelas. Kenapa berkelas? Karena kata murah biasanya identik dengan nggak berkualitas, ketidaknyamanan, sampai perasaan nggak puas. Beda dengan Transportasi Bandara Traveloka, si angkutan bandara murah yang memberikan kenyamanan maksimal pada pelanggannya. Artinya, tidak selamanya mahal itu berkelas dan tidak selamanya murah itu murahan.

Pengalaman menggunakan jasa layanan Trasportasi Bandara Traveloka bermula saat saya  dan teman-teman tiba di Bandara Soekarno Hatta, pada saat itu teman yang berjanji menjemput saya mendadak ngasih kabar kalau mobilnya harus masuk bengkel. Saya teringat pernah membaca mengenai layanan Transportasi Bandara dalam aplikasi Traveloka. Akhirnya saya memberanikan diri mencoba layanan tersebut. 

Oh iya, karena memesan dari bandara, maka pengguna jasa wajib menunjukkan voucher di counter Golden Bird, demikianlah peraturannya. Tidak sampai empat puluh lima menit sejak saya memesan, saya dan teman-teman sudah berada di dalam angkutan bandara murah ini menuju Tebet. Seandainya saya memesan lebih dulu, atau kalau si teman lebih dulu mengabarkan mobilnya harus masuk bengkel, mungkin saya tidak perlu menunggu selama itu. 
Crew Blogfam di salah satu sudut bandara
Crew Blogfam di salah satu sudut Bandara Ngurah Rai
Berkat pengalaman itulah, Transportasi Bandara Traveloka menjadi andalan saya sekeluarga dan teman-teman. Bahkan, untuk keluarga yang baru pertama kali datang ke Jakarta (dengan tujuan Bekasi), pun saya tidak perlu repot menjemput di bandara. Cukup membuka aplikasi Traveloka di smartphone, dan memesan transportasi bandaranya. Proses pemesanannya sangat mudah.

Kemudahan Memesan Traveloka Airport Transport

Untuk bisa menggunakan jasa angkutan bandara murah a la Traveloka ini, prosesnya sangat mudah. Buka aplikasi Traveloka, pilih Transportasi Bandara, mengisi data perjalanan, dan pilih lokasi penjemputan, nama bandara, serta tanggal perjalanan dan jumlah penumpangnya. Selanjutnya tinggal pilih model transportasi dan memeriksa kembali data perjalanan yang sudah diisi tadi. Ketuk tombol pesan, serta selesaikan proses pembayaran.

Untuk metode pembayarannya sendiri bisa menggunakan kartu kredit, bisa juga transfer ATM. Hanya sekitar sepuluh menit waktu yang saya butuhkan untuk menerima e-voucher yang dikirim ke e-mail. Kode voucher tersebut nanti akan dikirim melalui SMS. Otomatis pesanan itu akan masuk ke dalam e-booking dari aplikasi tersebut. Informasi nama pengemudi dan nomor pelat kendaraannya akan dikirimkan sekitar setengah jam melalui SMS. Lagi-lagi, otomatis semuanya tertera di aplikasi.

Pilih Mana?

Jelas, saya lebih memilih Traveloka Airport Transport, si angkutan bandara murah, karena murah dan kemudahannya. Selain itu, saya juga berpikir tentang pelayanan terpadu satu pintu dari Traveloka khusus untuk para traveler. Satu aplikasi, banyak layanan jasa. Tiket, hotel, dan transportasi. Traveling menjadi lebih mudah. Namun perlu diingat, bahwa layanan jasa transportasi bandara ini baru melayani beberapa kota di antaranya Jabodetabek, Solo, Surabaya, hingga Manado.

Happy Traveling!


Ngidam Earphone Audio Technica Terbaik

Ngidam Earphone Audio Technica Terbaik
Alhamdulillah, Sabtu, 16 Maret 2019 akhirnya reuni alumni SMAN 54 berjalan dengan lancar. Senangnya bisa bertemu kembali teman-teman semasa sekolah dan juga beberapa guru yang sempat dihadirkan oleh panitia. Suasana "pecah" karena panitia berhasil meramu berbagai mata acara dan selingan yang menarik.

Terhitung sejak menghadiri reuni SMA di Transera Waterpark Bekasi sampai saat ini, saya sudah berkali-kali mendengarkan lagu “Paijo” yang diciptakan oleh Yogi RPH & DJ Donallize dan dinyanyikan oleh Zaskia Gotik. Ini satu-satunya lagu Zaskia Gotik yang saya dengarkan, saya tidak tahu lagi lagu-lagu lainnya yang konon beraliran Dancedhut. Yang saya tahu lagu Paijo ini lebih bernuansa Trap Hip Hop dengan kombinasi suara gamelan dan lirik berbahasa Jawa.

Lagu ini adalah salah satu lagu yang digunakan oleh teman-teman sebagai musik pengiring flashmob joget dan nge-dance bareng-bareng semua peserta reuni. Dari 3 lagu yang diputar oleh panitia, hanya lagu Paijo yang serasa unik dengan dentuman bass dan suara musik tradisional perkusi dan gamelannya, sehingga saya memutuskan untuk menanyakan judul lagu ini kepada panitia. Demikian perkenalan saya dengan lagu Paijo yang kini masuk dalam list lagu penyemangat dan moodboster.

Mendengarkan musik melalui earphone sudah menjadi kebiasaan saya sejak lama. Antara menonton film atau mendengarkan radio melalui smartphone, mendengarkan musik adalah pilihan utama saat menempuh perjalanan Bekasi - Jakarta PP (Pulang - Pergi) dengan bus atau kereta commuter line setiap harinya.

Dulu saya mengandalkan earphone bawaan handphone, tapi sekarang beberapa merek telpon selular terkini tidak lagi memasukkan earphone dalam paket penjualannya, sehingga kita harus membelinya secara terpisah. Kadang ada juga tawaran discount earphone saat kita membeli handphone di konter resmi. Kebetulan saya menggunakan HP yang tidak menyediakan earphone dalam paket pembelian, karenanya saya sudah beberapa kali mencoba berbagai merek earphone, dari harga puluhan ribu hingga ratusan ribu. 

Mengapa Saya Lebih Memilih Earphone?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, mari kita sepakati dahulu istilah yang kadang membingungkan bagi sebagian orang ini. 

Headphone adalah speaker mini yang saat digunakan akan menutupi telinga. Sedangkan earphone atau earbuds digunakan dengan cara memasukkan mini speaker ke tepian lubang telinga. 

Cara kerja keduanya sama, biasanya disambungkan ke berbagai perangkat digital, seperti mp3 player, radio, komputer, dan hp dengan menggunakan kabel atau bluetooth. 

Kelebihan headphone itu ada pada kualitas suara yang dihasilkan, bagus dan jernih. Headphone cocok untuk menonton DVD ataupun untuk mendengarkan lagu dari gadget di ruangan. Selain itu sirkulasi udara di dalam kuping pun tetap lancar, karena masih adanya celah antara headphone dan kuping.
Sayangnya, ukuran headphone yang cukup besar akan merepotkan penggunanya untuk mobile. Sebagian orang juga akan merasakan panas dan kuping telinga yang memerah setelah beberapa saat menggunakan headphone.
Sedangkan kelebihan earphone itu cocok untuk digunakan mobile. Apalagi jika kita termasuk orang aktif yang selalu bergerak, earphone menjadi pilihan yang pas. Ukuran earphone yang cukup kecil mudah untuk dibawa ke mana pun kita pergi. Earphone cocok untuk digunakan mendengarkan musik dari iPod, mp3 player, dan notebook selama perjalanan.  

Dengan earphone kita bisa mendengarkan berbagai macam suara yang diinginkan dengan volume yang lebih rendah dibandingkan saat kita menggunakan headphone.

Tapi hati-hati juga, untuk sebagian telinga yang cukup sensitif, penggunaan earphone juga berisiko bisa menyebabkan timbulnya rasa sakit pada gendang telinga karena distribusi suara langsung dari earphone bisa merusak telinga.

Earphone impian

Kalau soal earphone dan headphone, saya butuh dua-duanya untuk dipakai dalam situasi yang berbeda. Kalau sedang di rumah menonton film atau mendengarkan musik tentunya headphone adalah pilihan ideal, tapi kalau sedang beraktivitas, earphone yang berukuran kecil pastinya lebih mudah dan nyaman untuk dibawa ke mana pun kita pergi.

Earphone impian saya gak muluk-muluk, spesifikasi baik dan tentunya harga yang murahSalah satu produsen headphone dan earphone terbaik versi saya adalah Audio-Technica, sebuah perusahaan audio asal Jepang yang merancang dan memproduksi banyak perangkat audio dengan harga yang cukup terjangkau.
Shopee Earphone Audio Technica Terbaik
Perhatikan deh jejeran produk headphone dan earphone Audio Technica Terbaik di atas, harganya ituloh yang ramah di kantong.

Nah lihat deh harga Earphone Audio Technica ATH-CKL220is dibandrol di harga Rp.185.000, murah kan? tenang, produk Audio Technica pastinya sudah termasuk garansi selama 12 bulan resmi dari Audio Technica Indonesia.
Shopee Earphone Audio Technica Terbaik

Audio Technica ATH-CKL220iS yang ditawarkan di Shopee seharga Rp. 185.000 ini tersedia dalam 4 warna NEON baru dan dengan bungkus kabel yang disertakan, terlihat stylish dan modern. 

Nah, yang menarik adalah, harga Rp.185.000 bisa berubah menjadi lebih murah saat ada produk Audio Technica yang masuk dalam Flash Sale harian. Lumayan banget kalau beruntung bisa dapat Earphone Audio Technica Terbaik dengan harga yang murah. 

Spesifikasi Earphone Audio Technica ATH-CKL220iS
Type: Dynamic 
Driver Diameter: 8.5mm 
Frequency Response: 20 ''" 23,000 Hz 
Sensitivity: 100 dB/mW 
Maximum Input Power: 200 mW 
Impedance: 16 
Cable: 1.2m (Y-Type) 
Connector: 3.5mm 4-Pole gold plated stereo plug 
Accessories: Cable Wrap holder, ear pieces (XS/S/M/L) 
Weight: 3.5g 

MICROPHONE 
Polar Pattern: Omni-directional 
Type: Electret Condenser 
Frequency Response: 100Hz ''" 10,000Hz 
Open Circuit Sensitivity: -44dB (0dB=1V/Pa,1kHz) 

Isi dalam Kemasan : 
  •  Earphone Audio-Technica ATH-CKL220iS in-Ear Headphones with Mic
  •  Garansi Resmi 12 Bulan Audio Technica

Yuk ah pantengin promo di Shopee di bagian electronic sale Shopee, karena akan ada promo-promo khusus dan menarik setiap harinya

Cekidot langsung gan electronic sale Shopee harian di link ini!



Ngopi Bersama Motek’r Coffe di Event AKU PONDOK GEDE


AKU PONDOK GEDE (Menyibak Gelap menggapai Terang)

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan
Atau tidak untuk apa-apa
Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata

Dengan diiringi sayup-sayup instrumental lagu "Gugur Bunga", puisi karya Chairil Anwar dikumandangkan syahdu oleh salah seorang siswi SMK Merah Putih Pondok Melati. Puisi ini mengajak puluhan hadirin yang malam itu duduk diterangi lampu temaram untuk menghadirkan kenangan suasana Bekasi saat masa revolusi. 

Puisi "Karawang Bekasi" adalah performance pembuka sesi seminar sejarah sebagai acara puncak event AKU PONDOK GEDE (Menyibak Gelap menggapai Terang) dengan menghadirkan narasumber Dr. Tri Wahyuning M. Irsyam M.Si (Dosen Sejarah FIB UI), G.J Nawi (Pegiat Sejarah & Penulis Buku "Maen Pukulan"), Kong Guntur Elmogas (Seniman Situn Bekasi), Ari Trismana (Watchdoc Documentary), dan Hasan Basri, S. Pd selaku tuan rumah dan Kepala sekolah SMK Merah Putih.
Acara AKU PONDOK GEDE (Menyibak Gelap menggapai Terang)
Dengan disimak para peserta seminar pada sambutan pembuka, Hasan Basri, S. Pd. menjelaskan tujuan dari diadakannya seminar sejarah AKU PONDOK GEDE (Menyibak Gelap menggapai Terang) ini sebagai pemantik agar para hadirin yang mayoritas adalah siswa SMK Merah Putih dan pemuda Bekasi akan lebih tergugah untuk mempelajari sejarah dan mengenal lebih jauh Pondok Gede dari masa ke masa.

Nugraha Arie Prabowo dari Komunitas Penter juga selaku ketua panitia acara menekankan pentingnya belajar sejarah sebuah kota agar ada keterikatan yang diharap dapat membuat masyarakat lebih peduli pada daerah tempat tinggalnya sendiri.

Komunitas Penter bersama Yayasan Pendidikan Al Falah Pondok Melati selaku pelaksana acara ini juga menggandeng berbagai komunitas pemuda untuk bersama-sama mengisi acara seminar sejarah ini dengan format gabungan dari kegiatan pensi (pentas seni) sekolah, event komunitas dan seminar agar lebih mengena kepada siswa dan juga masyarakat umum, itu yang saya tangkap dari acara ini.
Foto bersama crew AtmaGo
Acara AKU PONDOK GEDE (Menyibak Gelap menggapai Terang) dilaksanakan sehari penuh pada hari Sabtu 2 Maret 2019 di lingkungan sekolah SMP Al Falah/SMK Merah Putih Pondok Melati. Karena acara di lingkungan sekolah, tentunya bebas dari isu politik yang sedang hangat menjelang pemilu april nanti. Pada pagi hari acara ini diisi dengan kegiatan pentas seni SMK Merah Putih yang kemudian pada siang hari diisi dengan berbagai aksi komunitas dan lain-lain. 

Pada kegiatan siang tersebut hadir pula Dr. Anhar Gonggong (Sejarawan Nasional) yang memberikan kuliah umum kesejarahan terkait Bekasi dan perlunya generasi kini banyak belajar agar memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menghadapi masa depan.
"Indonesia menjadi bangsa yang merdeka karena diperjuangkan oleh orang-orang berpendidikan. Kemerdekaan terwujud karena para pendiri bangsa menggunakan ilmunya untuk memikirkan nasib bangsanya." Kata Anhar Gonggong kepada para murid SMK Merah Putih dan hadirin.
Cukup banyak performance yang disajikan dalam gelaran event ini, ada Sorakan Oleh Kasundaan yang menampilkan atraksi ular, atraksi permainan yoyo dari komunitas Yoyo Mania, musikalisasi puisi dari Cahyo dkk dari Taman Baca Tanjung yang membawakan "Bebal" dari Sisir Tanah, dan lain-lain.
Materi 3 Kerangka Literasi Digital Indonesia dari ITC Watch
Di sisi lapangan tempat berlangsungnya acara diisi dengan berbagai gelaran booth komunitas, ada Komunitas Hobi Kayu chapter Bekasi, Komunitas Bambu, gelaran koleksi barang antik dari Asaldoe, Booth Perpustakaan Jalanan, AtmaGo, Komunitas Baca Betawi, Awi Koneng, Bekasi Community Connection, Bandeng Rorod kuliner Bekasi, Net Good People dan masih banyak lagi.
Acara AKU PONDOK GEDE (Menyibak Gelap menggapai Terang)
Komunitas PENTER dan panitia AKU PONDOK GEDE
Dalam acara ini saya bersama AtmaGo kebagian mengisi acara workshop literasi digital dan pengenalan aplikasi AtmaGo. Kegiatan ini dilaksanakan di dalam salah satu ruang kelas dengan peserta lebih dari 60 siswa. sayang suara acara di lapangan mengganggu konsentrasi para peserta sehingga saya persingkat materi agar Yasin dan Mas Alfan bisa segera membawakan materi mereka.

Kegiatan kali ini lumayan menambah beberapa pengguna AtmaGo yang semuanya siswa SMK Merah Putih. Mereka langsung praktek dengan melaporkan kegiatan "Aku Pondok Gede" yang berlangsung di sekolahnya. Semoga ke depannya mereka akan aktif menjadi warga net yang berkontribusi positif untuk lingkungannya.
Ngopi Bersama Motek;r Coffe di Gelaran AKU PONDOK GEDE
Selain mengisi acara literasi digital saya juga ikut menjaga stand jualan kopi milik Motek'r Coffe yang menyediakan kopi gratis untuk dicoba. Sukses selalu buat Motek'r Coffe yang sudah turut meramaikan gelaran acara ini :)
Lapak Kopi Motek'r Coffe
Motek'r Coffe

Yang bikin nyaman mengikuti acara di SMK Merah Putih ini;

  • sepanjang acara siswa maupun hadirin rajin memunguti sampah yang tercecer sehingga lapangan tempat acara benar-benar bersih dari sampah;
  • pihak sekolah dari guru, siswa, satpam dll sangat koperatif kepada kami yang membuka lapak, kami merasa diperlakukan sebagaimana layaknya tamu;
  • Panitia responsif saat disampaikan ada kebutuhan yang kurang saat sebelum memulai materi;
  • GRATIS... iya, acara ini gratis, termasuk kami yang jualan kopi, tinggal daftar ke panitia selama masih ada slot maka panitia akan memberikan lapak tanpa biaya, kebetulan lapak kopi Motek'r kemarin itu sebenarnya lebih ke promosi, memperkenalkan kopi beneran ke teman-teman dengan harga yang sama dengan kopi sachet, kami di Motek'r menamakannya Kopi Rakyat seharga 5 ribu rupiah per gelas :);

Terima kasih Komunitas PENTER, Yayasan Pendidikan Al Falah SMK Merah Putih dan teman-teman sekalian yang sudah membuat tanggal 2 Maret 2019 menjadi istimewa. 

Sukses selalu



KAMPUNG LAWAS MASPATI, Wisata Sejarah di Kampung Kreatif Kota Surabaya

KAMPUNG LAWAS MASPATI, Wisata Sejarah di Kampung Kreatif Kota Surabaya
Belakangan ini masyarakat umum mulai menyadari dampak buruk dari pariwisata yang mengandalkan pemandangan alam. Berita akan ditutupnya Taman Nasional Komodo sebenarnya sudah didahului berita rusaknya terumbu karang akibat vandalisme, pantai di Bali yang tercemar sampah dan terbakarnya salah satu bukit  di NTB akibat kembang api wisatawan.

Kejadian-kejadian yang patut disesalkan itu menggugah banyak pihak untuk menciptakan berbagai destinasi wisata alternatif yang ramah lingkungan. Syukurlah, destinasi pariwisata baru terus bermunculan dengan konsep yang berbeda, konsep wisata sejarah dan budaya misalnya. 

Selain  wisata sejarah di Kota Tua Jakarta dan Lawang Sewu Semarang, Kota Surabaya juga banyak sekali memiliki destinasi wisata sejarah, salah satunya yang baru diperkenalkan adalah KAMPUNG LAWAS MASPATI.

KAMPUNG LAWAS MASPATI diresmikan sebagai kampung wisata pada Minggu (24/1/2016), dihadiri Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan pihak PT Pelabuhan Indonesia III. Kampung Lawas Maspati merupakan wilayah Program Bina Lingkungan dan Kemitraan PT Pelindo III.
KAMPUNG LAWAS MASPATI, Wisata Sejarah di Kampung Kreatif Kota Surabaya

KAMPUNG LAWAS MASPATI

Kampung Lawas Maspati adalah destinasi wisata budaya dengan konsep "kampung wisata", namun juga menjadi obyek wisata sejarah karena memiliki banyak bangunan bersejarah yang masih terawat baik, seperti rumah bekas kediaman Raden Sumomiharjo (keturunan Keraton Solo yang menjadi mantri kesehatan di Kampung Maspati), Sekolah Ongko Loro yang merupakan bekas Sekolah Rakyat, dan bangunan kuno bekas markas tentara yang dibangun pada tahun 1907. 

Di kampung ini juga ada makam pasangan suami istri Raden Karyo Sentono dan Mbah Buyut Suruh. Mereka adalah kakek dan nenek dari Joko Berek atau Sawunggaling yang merupakan pahlawan besar di Kota Surabaya.

Selain memiliki bangunan bersejarah, Kampung Lawas Maspati juga mengemas kegiatan warganya sebagai komoditas wisata edukatif, seperti proses daur ulang sampah dan proses mengolah air limbah serta urban farming. Kita juga dapat belajar membuat sirup markisa atau minuman cincau yang merupakan produk unggulan di Kampung Lawas Maspati. 

Untuk memudahkan wisatawan yang berkunjung, warga telah membuat peta alur perjalanan wisata yang dimulai dari titik masuk dari Jalan Semarang dan keluar di Jalan Bubutan, dekat Monumen Tugu Pahlawan. Wisatawan dapat menyusuri gang-gang di Kampung Lawas Maspati dengan berjalan kaki sambil menikmati suasana wisata kampung yang terus dirawat oleh masyarakat setempat.
KAMPUNG LAWAS MASPATI, Wisata Sejarah di Kampung Kreatif Kota Surabaya

PROFIL KAMPUNG LAWAS MASPATI

Dari segi demografi, Kampung Lawas Maspati terdiri dari 6 RT yang dihuni oleh 350 keluarga atau 1.350 jiwa, 20 persen warganya merupakan anak muda. Sejak diresmikan pada tahun 2016, sudah banyak wisatawan dari luar negeri yang datang ke Kampung Lawas Maspati seperti dari Belanda, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Mereka biasanya tamu Pemerintah Kota Surabaya yang sedang berkegiatan di Surabaya. Tamu dari dalam negeri sebagian besar adlah mahasiswa di Surabaya. 

Kampung Lawas Maspati memiliki 6 gang yang cukup besar, rata-rata sekitar 3 meter lebarnya. Masing-masing gang memiliki produk unggulan yang disediakan untuk wisatawan. Gang 1 memiliki produk unggulan berupa cincau, gang 2 menghasilkan lidah buaya, gang 3 khusus menanam jahe merah, gang 4 menanam pohon belimbing, gang 5 khusus home industri, dan gang 6 mengembangkan produk olahan khas dari markisa.

Budaya dan tradisi mainan anak kampung juga terus dirawat dan dikemas lebih modern hingga menarik, seperti engkle, gobak sodor, dakon, nekeran dan permainan tradisional semacamnya. Tak ketinggalan tradisi dan budaya berpakaian ala orang kampung, seperti memakai slempang sarung dan udeng, dijadikan seragam bersama untuk waktu-waktu tertentu. Terutama saat menggelar Festival kampung Lawas Maspati pada bulan Mei setiap tahunnya.
KAMPUNG LAWAS MASPATI, Wisata Sejarah di Kampung Kreatif Kota Surabaya
Foto Twitter @banggasurabaya 
Di sini juga telah tersedia penginapan kampung untuk wisatawan yang ingin menikmati suasana menginap di Kampung Lawas Maspati. Bahkan ada penginapan kampung ala homestay dan rumah yang disediakan bagi wisatawan yang ingin menginap di Kampung Lawas Maspati dengan harga yang bervariatif.

Soal tiket masuk wisata Kampung Sejarah Kampung Lawas Maspati, ada 4 jenis tiket yang disediakan tergantung paket yang diinginkan. Untuk paket termurah dengan didampingi tour guide yang akan menemani dan memberikan penjelasan tentang seluk beluk Kampung Lawas Maspati tersedia paket II seharga Rp. 15.000 (minimal 10 orang). Paket I tidak akan ditemani tour guide dengan harga tiket Rp.5000 (minimal 5 orang). Beneran murah kan tiketnya?

Saat yang tepat untuk mengunjungi Kampung Lawas Maspati adalah bulan Mei. Pada bulan Mei akan digelar Festival Kampung Lawas Maspati, yang dilaksanakan selama 1 hari penuh dengan menyuguhkan banyak keunikan wisata tengah kota ini, termasuk wisata kuliner

Melalui Festival Kampung Lawas Maspati ini kita akan diperkenalkan suasana Surabaya tempoe doeloe dengan sajian berbagai bazar makanan, souvenir, lomba permainan tradisional dan hiburan lawas. Kuliner khas asli Kota Pahlawan juga akan tersaji lengkap pada acara tersebut, seperti kue Rangin, Semanggi hingga Arum Manis yang biasa dijajakan oleh pedagang dengan memainkan biola

Sayangnya belum ada informasi kapan tepatnya acara Festival Kampung Lawas Maspati 2019 akan digelar. Kemungkinan besar awal bulan Mei karena bertepatan dengan masuknya awal bulan Ramadhan (bulan puasa).

PegiPegi Tiket Pesawat Murah Ke Surabaya

TIKET PESAWAT MURAH KE SURABAYA

Jika informasi Festival Kampung Lawas Maspati 2019 telah diumumkan, kita dapat segera mengatur jadwal perjalanan ke Surabaya. Mengatur jadwal keberangkatan dan booking tiket pesawat ke Surabaya sudah bukan masalah rumit, kita bisa memantau harga tiket pesawat murah di web atau aplikasi PegiPegi dengan tampilan yang sederhana dan mudah dipahami.

Tinggal tentukan bandara keberangkatan dan tujuan lalu pilih tanggal keberangkatan yang diinginkan, voila! harga tiket pesawat murah sampai mahal dari berbagai maskapai sudah tertera lengkap dengan jadwal jam keberangkatan - perkiraan tiba, durasi penerbangan dilengkapi keterangan transit, fasilitas bagasi dan harganya.

PegiPegi Tiket Pesawat Murah Ke Surabaya
Selain melalui web PegiPegi, kita juga bisa instal aplikasinya agar lebih mudah memantau harga tiket murah ke Surabaya dan kota lainnya. Aplikasi PegiPegi ini selain ringan dan tanpa iklan, kita juga bisa mencoba menu Promo Bulanan untuk melihat kemungkinan adanya tiket pesawat murah yang pas dengan jadwal keberangkatan. Bisa juga dilihat dari hasil list pencarian, di mana harga promo akan ditandai dengan tag "promo" sehingga memudahkan kita membandingkan list harga untuk mencari tiket pesawat paling murah yang tersedia.

Nah, kalau kita sudah tiba di Surabaya, maka dari Bandara ke Kampung Lawas Maspati yang berjarak sekitar 20 KM ini dapat dicapai menggunakan travel ke arah Stasiun Kereta Pasar Turi. Letak Kampung Lawas Maspati tidak terlalu jauh dari Stasiun Kereta Pasar Turi.

Begitu memasuki KAMPUNG LAWAS MASPATI maka kita akan menemukan banyak spot foto unik yang Instagramable. Juga sambutan ramah warga kepada pengunjung yang memperlihatkan kesadaran akan pentingnya kenyamanan para tamu yang datang untuk menikmati suasana Surabaya Tempoe Doeloe.

Masih banyak orang yang belum tahu destinasi wisata tengah kota ini. Jika sudah mengunjunginya, bersiaplah menjawab rasa penasaran banyak orang.

Selamat berlibur, jangan lupa piknik :)



AKU PONDOK GEDE (Menyibak Gelap Menggapai Terang)

PONDOK GEDE

Membicarakan Pondok Gede kepada generasi milenial bisa berarti membicarakan wilayah administratif sebuah kecamatan seluas 1.592.246 Ha yang terbagi menjadi 5 kelurahan, yaitu: Kel. Jatiwaringin, Kel. Jatimakmur, Kel. Jatibening, Kel. Jatibening Baru dan Kel. Jaticempaka, namun belum tentu demikian bagi generasi sebelumnya.

Itu karena sampai dengan sekitar tahun 1978, Pondok Gede juga mencakup wilayah-wilayah yang sekarang dikenal dengan Kecamatan Jatiasih, Jatisampurna dan Pondok Melati.

Mengingat kembali Pondok Gede dalam bingkai kesejarahan tentunya berguna bagi generasi sekarang untuk lebih mengenali kembali identitas wilayah tempat tinggalnya sebagai salah satu unsur identitas diri.

Dengan demikian membicarakan kembali sejarah Pondok Gede menjadi penting agar dapat mengisi kekosongan identitas dan menganyam kembali rasa nasionalisme pada diri generasi muda yang pada gilirannya akan menghidupkan kembali kolektivitas dan jiwa patriotisme para pemuda Pondok Gede dan pemuda Bekasi umumnya.

Dimulai dari kepercayaan diri mengaku: Aku Pondok Gede, kemudian Aku Bekasi, lalu Aku Jawa Barat hingga berujung pada Aku Indonesia, diharapkan akan menjadi karakter dan kesatuan tekad sebagai modal untuk menghadapi segala tantangan di masa depan.

Namun demikian, berbicara sejarah tidak semudah membicarakan fiksi atau cerita, diperlukan data, fakta, saksi sejarah dan berbagai sumber lainnya agar potret yang didapatkan menjadi lebih detail dan lengkap.

Sulitnya menggali berbagai sumber ini menjadi beban berat yang akhirnya menghentikan penelusuran kesejarahan di banyak tempat termasuk di Pondok Gede ini.


AKU PONDOK GEDE (Menyibak Gelap Menggapai Terang)

AKU PONDOK GEDE

Sejarah adalah masa lalu yang darinya kita dapat bercermin dan introspeksi. Belajar dari sejarah akan membuat wawasan kita lebih lengkap dan diharapkan dapat mengambil keputusan dengan lebih bijaksana.

Karenanya Yayasan Al Falah yang peduli dengan pendidikan ingin tugas berat ini bukan hanya menjadi beban sejarawan, tapi masyarakat setempat harus berperan aktif menggali dan mencari sumber-sumber sejarah yang sekiranya masih ada di sekeliling lingkungannya.

Lokasi akan bertempat di lingkungan SMK Merah Putih, Rawa Bacang, Jl. Pasar Kecapi No. 2, RT 000/14, Jatirahayu, Pondok Melati, Bekasi 17414. "AKU PONDOK GEDE (Menyibak Gelap Menggapai Terang)" digelar di lingkungan sekolah dengan menyasar para pelajar dan pendidik, event ini adalah kegiatan edukatif yang terbuka untuk umum agar masyarakat juga dapat terlibat secara positif.

Dengan menggandeng Komunitas PENTER yang giat melakukan diskusi kesejarahan dan kebudayaan, insya Allah pada hari Sabtu, 2 Maret 2019 di SMK Merah Putih (Yayasan Al Falah) akan menggelar diskusi kesejarahan dengan menghadirkan beberapa narasumber yang kompeten. Harapan dilaksanakannya diskusi ini adalah sebagai pemantik upaya panjang menggali sejarah Pondok Gede dan Bekasi pada umumnya kepada para hadirin. 

Hadir untuk meramaikan acara ini beberapa pengisi acara dan narasumber antara lain; Dr. Anhar Gonggong (Sejarawan Nasional), Dr. Tri Wahyuning M. Irsyam M.Si (Dosen Sejarah FIB UI), G.J Nawi (Pegiat Sejarah & Penulis Buku "Maen Pukulan"), Syamsuddin HS (Pegiat Sejarah dan Budaya), Kong Guntur Elmogas (Seniman Situn Bekasi), Jaya Golok (Atraksi Seni Silat), Sorakan Oray (Atraksi Ular Kasundaan), Afiat Cahyo Wiwoho (Taman Baca Tanjung), Ari Trismana (Watchdoc Documentary), dan saya sendiri bersama AtmaGo dalam workshop literasi digital. Acara ini juga didukung oleh Pemerintah Kota Bekasi khususnya Diskominfostandi dan Disparbud Kota Bekasi.

Kegiatan ini dirangkum dalam event "AKU PONDOK GEDE (Menyibak Gelap Menggapai Terang)" yang akan diisi dengan kreativitas kesenian dan kebudayaan serta akan diramaikan dengan pentas kreasi seni para pelajar dan pemuda dari berbagai komunitas, Bazaar dan pameran, pemutaran film dokumenter serta dialog sejarah dan budaya.

Acara ini gratis, kita hanya perlu membayar dengan mengambil manfaat sebanyak-banyaknya dari acara ini dan merasakan kembali cinta yang pernah kita punya.

Peta Lokasi Acara


Yuk ramaikan acaranya :)