Arsip Kategori: aktivitas

AKSI SEDEKAH BARENG NASI BUNGKUS (SEBAR NABUNG) Pekan Ke 209

AKSI SEDEKAH BARENG NASI BUNGKUS (SEBAR NABUNG) Pekan Ke 209

Jumat, 19 Februari 2021 saya berkesempatan ikut dalam rombongan Sedekah Bareng Nasi Bungkus (SeBarNaBung) yang dimotori oleh Ibu Mutia Farida. Sejarah gerakan atau aksi Sebar Nabung (Sedekah Bareng Nasi Bungkus) ini awalnya dari ide di grup WhatsApp Sisters Smandel (WhatsApp Group untuk muslimah Alumni SMAN 8 Jakarta). 

Ide untuk bersedekah ini panjang ceritanya hingga akhirnya saat ini terwujud dalam bentuk aksi membagikan nasi dan lauknya dalam kemasan (nasi bungkus/nasi kotak) pada setiap hari Jumat untuk makan siang untuk mereka yang membutuhkan.

Aksi yang saya ikuti ini ternyata adalah aksi Sebar Nabung yang ke 209, udah banyak kali ternyata, itulah mengapa saya merasa beruntung bisa ikut dalam rombongan ini. 

Aksi Sedekah Bareng Nasi Bungkus kali ini menyasar warga terdampak banjir di sekitaran Kampung Solokan Pondok Dua dan Kampung Gedongjaya, kedua Kampung tersebut secara administratif masuk dalam wilayah Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi. Letaknya pas di perbatasan antara Kecamatan Babelan dan Kecamatan Muaragembong, keduanya dipisah dengan batas alam berupa sungai yang bermuara di Muara Nawan dan akhirnya ke laut. 

Fotobaper ala-ala

Artikel ini adalah copy - paste - edit -posting dari status facebook Ibu Mutia Farida, mungkin lain kali akan kita bahas lebih jauh soal gerakan Sedekah Bareng Nasi Bungkus (SeBarNaBung) ini. Anggap aja ini baru intro, sebagai perkenalan dengan gerakan Sedekah Bareng Nasi Bungkus (SeBarNaBung).

---------------

AKSI SEDEKAH BARENG NASI BUNGKUS (SEBAR NABUNG)

Pekan ke 209
Jumat, 19 Pebruari 2021
Bismillah.
Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh.
Haii semuaa !

Mohon maaf sebelumnya karena info pasca aksi baru kami release hari ini berhubung sejak Sabtu pagi hingga Senin malam kemarin kami langsung beraksi lagi bagi-bagi nasi dan lain-lain bagi para penyintas banjir di Kota dan Kabupaten Bekasi.


Cerita perjalanan aksi ke 209 ini sungguh penuh kehaluan temans


Bukan hanya karena jauhnya perjalanan dan lamanya waktu tempuh, namun juga karena indahnya pemandangan sepanjang perjalanan itu.

Hamparan sawah yang menghijau (sebagiannya ada yang terendam banjir), pohon ilalang tinggi di kiri kanan jalan serta burung-burung beterbangan yang kicaunya jadi seperti alunan symphoni yang membuai indera kita.

Ditambah lagi cuaca yang cenderung mendung, hawa yang sejuk plus hembusan angin lembut yang rasanya bikin pingin selonjoran lalu rebahan.

Coba yaa, kaum rebahan angkat tangannya.

Ciyus deh, saking indah dan jauhnya perjalanan itu ada yang nyeletuk, "Ini kayak di Lembang yaa."
Terus ga lama ada yang bilang, "Duhh kayak jalan mudik arah ke Jawa deh inii." (maksudnya Jawa Tengah/Timur; red.)


Ketika jam 2 siang belum juga sampai di tempat tujuan, malah ada yang ngomong begini : "Jangan-jangan ini udah ga di Indonesia tapi di Ostralih."
Eettt dahh..ga sejauh itu juga kalik Malihhh.

Ketika naik perahu lihat tiang sutet, katanya itu menara Eifel. Ada tulisan Texas di tembok rumah, dikata kita sudah sampai Amerika.


Hampir 1 jam keliling kampung dengan perahu, ngaku-ngaku sudah sampai kota Timbuktu (yang belum paham Timbuktu ada di mana, sila tanya mbah Bogel ehh Google)
Tobat..tobattt. Kehaluan yang HQQ juga sungguh terlele yaa 

Ya begitulah. Padahal ini masih wilayah Kabupaten Bekasi lho.
Tapi jaraknya kurang lebih sama dengan Jakarta - Brebes.
Dan karena akses jalan yang tidak beraspal plus tergenang disana sini jadi kita ga bisa ngebut malahan kudu lebih waspada. Lumayan sih hanya genangan, bisa cepat hilang dibanding kenangan yang pasti terus membekas dan terbayang (uhuyyy)


Kampung Gedong Jaya SEDEKAH BARENG NASI BUNGKUS (SEBAR NABUNG)
  Kampung Gedong Jaya  


Kampung Gedong Jaya


Tiba di tujuan pertama Kampung Gedong Jaya di Pantai Harapan Jaya Kecamatan Muaragembong, kami disambut pasukan mbeee yang nampaknya juga pingin ikut antri nasi. Tapi setelah diberi tahu kalau itu bukan makanan mereka, untunglah mereka lekas paham lalu segera pergi. Legaaa.. slamet.. slamettt bawaan kita.Nah setelah para mbeee pergi, baru deh warga mengerumuni kami.


2 ambulan yang membawa logistik full, disambut dengan antusias dan gembira. Mereka hingga terkagum karena biasanya kan ambulan itu sosok mobil menakutkan, apalagi di masa pandemi begini. 
Yang ini ambulannya beda, karena sama sekali tidak membawa pasien atau jenazah. Tapi bawa makanan banyak dan enak-enak pula. Wowww..emejing kata mereka.

Seneng deh bisa lihat senyum bahagia mereka apalagi anak-anaknya.
You know kenapa ? 


Karena ada cake keju plus goody bag juga untuk mereka yang berisi susu, roti, snack, vitamin dan madu, bawaan dari rekan sinergi kita, The Sisters.
Mereka juga bawa pampers, obat gatal dll.
Bikin happy deh pokona mahh 


Kampung Solokan Pondok Dua SEDEKAH BARENG NASI BUNGKUS (SEBAR NABUNG)
 Sungai Pondok Dua 


Kampung Solokan Pondok Dua


Lanjut ke Kampung Solokan Pondok Dua, makin seru perjalanannya. Setelah bolak belok jalan yang tidak lega di Desa Huripjaya, masih tergenang air ditambah harus lewat jembatan pas seukuran 1 mobil di atas kali yang nanjaknya lebih dari 1 meter. 


Bikin deg-degan cuyyy.. bisi ambulan ga kuat nanjak, terus mundur. Belum lagi kalau sampai jatuh ke kali, hiyyyy naudzubillahi min dzalik jangan sampaiiii celaka. Tapi seruuu deh bagi-bagi nasinya karena kita sambil naik perahu. Itu karena jalan daratnya masih banyak genangan jadi lebih mudah jika dibagikan sambil naik perahu. Rasanya jadi kek piknik tipis-tipis gituu..feel so bahagyakkk akutuu 


Menjadi bahagia


Beneran lho,
Menjadi bahagia bukan berarti semuanya sempurna.
Punya apapun, segalanya yang kita mau dan inginkan supaya dapat stempel eksis untuk urusan dunia.

Tapi apa iya itu bikin bahagia ?
Ternyata sama sekali bukan itu temans.

Berapa banyak orang yang punya rumah wevvah tapi malah sering pergi karena tidak betah?
Berapa banyak mereka yang punya uang dan bisa beli makanan enak tapi justru dilarang dokter menikmati?


Yang intinya adalah, bahagia yang sebenarnya tidak terletak dari kesempurnaan yang terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, atau dirasakan melalui panca indera tapi sempurnanya hati untuk dapat menerima segala kekurangan ataupun kelebihan yang ada pada diri kita.


Jadi bahagia itu letaknya di hati, ia tidak selalu terikat dengan kebutuhan jasad dan syahwat. Kebahagiaan juga tidak terikat dengan durasi waktu dan tempat tertentu. Di manapun dan kapan pun, kita tetap bisa merasakan bahagia walaupun hanya memiliki fasilitas hidup yang sederhana.

Perhatikan deh senyum anak-anak yang tengah main air di kali atau di air banjir. Meski bermain di tempat seadanya yang bak water park ala-ala, mereka tetap kelihatan bahagia.


Okeyyaa,
Terimakasih banyak atas doa, support juga partisipasinya para pecandu sedekah.
Semoga rezekinya makin berlimpah lagi berkah.
Aamiin.


Nantikan cerita kami berikutnya yang non stop sejak Sabtu hingga Senin ini berbagi untuk penyintas banjir di beberapa wilayah di Kota juga Kabupaten Bekasi.


Dan hingga Jumat lusa pun rencana kita masih akan berbagi di daerah yang terdampak banjir akibat jebolnya tanggul sungai Citarum.


Kamu penasaran dan mau tahu ?
transfer duluuu ehhh

Ihhh..maafkan yaa kalau jempolnya suka nakalll 


#PanjangUmurKebaikan
#SEdekahBARengNAsiBUNGkus
#AyoBerbagi
#JumatBerkah
#KeepIstiqomah
#JanganKasihKendor
#KitaBisaKarenaBersama


Penulis: Bu Mutia Farida
Selasa, 23 Februari 2021.


JOIN AKSI SEDEKAH BARENG NASI BUNGKUS

Untuk yang mau berpartisipasi dalam aksi Sedekah Bareng Nasi Bungkus (SEBAR NABUNG), silakan hubungi Bu Mutia Farida di nomor WA 087782777930 atau klik gambar WhatsApp di atas.


Sharing Fotografi Ponsel bersama Komunitas Pramuka Tunas Muda Kwartir Ranting Babelan

Sharing Fotografi Ponsel bersama Komunitas Pramuka Tunas Muda Kwartir Ranting Babelan

Sharing Fotografi Ponsel bersama Komunitas Pramuka Tunas Muda Kwartir Ranting Babelan
 Komunitas Pramuka Tunas Muda Kwartir Ranting Babelan 

Gerimis tipis masih turun saat saya tiba di Posko Banjir dan Dapur Umum Komunitas Pramuka Tunas Muda Kwartir Ranting Babelan Bekasi dan Rumah Kebaikan Yang terletak di Kampung Blendung Tugu, Desa Muarabakti, kecamatan Babelan. Ahad sore, 14 Februari 2021.

Agenda kali ini, sambil beristirahat setelah mendistribusikan bantuan dan donasi ke wilayah terdampak banjir di Kp Tanjung Air Desa Pantai Hurip Kecamatan Babelan, Kami melaksanakan kembali kelas sharing yang telah sekian lama terhenti akibat pandemi.

Sharing kali ini digagas oleh bidang Infokom Tunas Muda sebagai salah satu agenda kerja mereka. Kelas Sharing dengan tema lain sudah berjalan sebelumnya, kali ini saya diajak ikutan sharing seputar tema fotografi dasar dengan dihadiri 15 orang anggota Tunas Muda.

Sharing Fotografi Ponsel bersama Komunitas Pramuka Tunas Muda Kwartir Ranting Babelan
 Sharing Fotografi Ponsel 

Sebelum mulai acara saya sudah mempersilahkan untuk mereka yang pakaiannya basah untuk berganti pakaian lebih dahulu. Saya yang masih flu dengan pakaian kering saja kadang masih menggigil terkena angin lembab yang masuk ke ruangan posko.

DEFINISI FOTOGRAFI

Sharing tentang fotografi saya mulai dengan kembali ke definisi fotografi itu sendiri. Fotografi (photography) berasal dari kata Yunani yaitu "photos": cahaya dan "grafo": melukis/menulis) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan cahaya. Karenanya, tanpa cahaya (baik cahaya alami atau cahaya buatan), tidak ada foto yang bisa dibuat.

Sebagai pemahaman umum, fotografi berarti proses untuk menghasilkan gambar dari suatu objek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat untuk menangkap pantulan cahaya ini adalah kamera. 

Sedikit membahas mengenai cahaya dan lensa maka terucap nama Cendikiawan Muslim Ibnu Khaitam yang penelitiannya terhadap cahaya menjadi dasar perkembangan dunia optik termasuk kamera dan fotografi.


KOMPOSISI RULE OF THIRD (ROT)

KOMPOSISI RULE OF THIRD

Mempertimbangkan kamera yang digunakan peserta sesi sharing lebih banyak menggunakan kamera ponsel, maka pembahasan selanjutnya langsung lompat ke komposisi rule of third atau ROT

Pembahasan komposisi Rule of Thirds langsung ke penjelasan garis bantu di kamera yang terdiri dari dua garis sejajar pada horizon dan dua garis sejajar pada vertikal. Garis-garis tersebut membagi area foto menjadi sembilan bagian yang sama besar. Para peserta saya minta mengaktifkan fitur "garis kisi" tersebut di kamera handphonenya. Istilah "garis kisi" ini bisa berbeda di setiap handphone, di HP saya Xiaomi MiA1 disebut "Garis Bantu", di HP lain ada juga yang menyebut "grid - 3x3" dst.

Komposisi Rule of Thirds sudah sejak lama diterapkan dalam seni lukis yang kemudian diadaptasi ke dalam dunia fotografi. Pada intinya tujuan Rule of Third adalah menempatkan point of interest di persinggungan garis vertikal & horizontal tersebut. 

Garis-garis ini adalah garis bantu yang akan kita gunakan untuk mengatur posisi objek, foreground dan background. Juga membantu kita dalam meluruskan garis horizon atau garis vertikal hingga gambar yang dihasilkan menjadi lebih proporsional dan lebih menarik. Namun demikian Rule of Thirds bukan aturan wajib yang musti diterapkan setiap kali memotret, ini hanya panduan untuk menghasilkan foto yang ‘lebih enak dilihat’ komposisinya. 

SUDUT PENGAMBILAN GAMBAR (ANGEL CAMERA)

Sharing Fotografi Ponsel bersama Komunitas Pramuka Tunas Muda Kwartir Ranting Babelan
 Sudut pengambilan foto Low Angle 

Setiap angle kamera menciptakan persepsi yang menguatkan pesan yang ingin disampaikan. Angle adalah posisi sudut pandang kamera. Angle kamera ini berguna untuk menciptakan persepsi sebuah foto, dari sudut mana foto itu ditampilkan lebih baik, lebih menguatkan pesan dan mempertegas objek. 

Dalam sharing fotografi ponsel bersama Komunitas Pramuka Tunas Muda Kwartir Ranting Babelan kali ini saya hanya berbagi 3 angle dasar sebagai pengenalan, yaitu:

1.  Sudut Pengambilan Foto Eye Level

Sudut pandang Eye Level adalah sudut pandang atau angle paling umum digunakan. Pada angle ini lensa kamera dibidik sejajar dengan tinggi objek. Posisi dan arah kamera memandang objek yang akan dipotret seperti pandangan mata kita saat melihat objek secara biasa. Pengambilan angle ini kebanyakan untuk memotret atau mendokumentasikan manusia dan kegiatannya (Human interest).

2.  Sudut Pengambilan Foto Low Angle

Pada sudut pengambilan foto Low Angle, kamera diposisikan lebih rendah dari objek. Secara psikologis, low angle akan menghasilkan obyek foto yang terlihat kuat, elegan, mewah, atau kesan dominan. Biasanya fotografer akan memilih angle ini untuk mengambil gambar bangunan seperti gedung bertingkat. Sudut pandang pemotretan ini sering juga diterapkan pada fotografi cityscape, contohnya pada foto gedung-gedung pencakar langit.

Sharing Fotografi Ponsel bersama Komunitas Pramuka Tunas Muda Kwartir Ranting Babelan
 Sudut pengambilan foto High Angle 

3.  Sudut Pengambilan Foto High Angle 

Posisi High Angle digunakan untuk menangkap kesan luas dari objek yang difoto. Kamera diposisikan lebih tinggi dari objek, sehingga memberi kesan kecil pada objek yang dipotret. Dengan angle ini kita bisa memasukkan elemen-elemen pendukung komposisi ke dalam foto. Penerapan high angle bisa juga diterapkan pada foto pemandangan (landscape).



Sudah cukup banyak teorinya, kegiatan dilanjutkan dengan 10 menit praktek memotret dan membahas hasil memotret. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk menjelaskan obyek dan pesan apa yang ingin disampaikan dalam foto yang ia hasilkan. Rekan-rekan peserta yang lain mengomentari dan berdiskusi mengenai teknik memotret dan apakah pesan tersebut ada dalam foto yang dibahas.

Acara ditutup oleh moderator dan dilanjutkan dengan ngobrol santai seputar materi komposisi dan angle. Acara yang santai, menyenangkan dan bermanfaat bagi saya yang masih belajar fotografi. Berinteraksi dengan pemuda yang antusias dalam menggali potensi mereka juga menjadi penyemangat, agar saya tetap belajar dan belajar. “Stay Hungry. Stay Foolish”, kata Steve Jobs.


@ Kp. Blendung Tugu - 14 Februari 2021. Babelan - Bekasi.


Pacaran itu apa sih?

Pacaran itu apa sih?


PACARAN ITU APA?

Hakikatnya manusia diciptakan oleh Allah dengan sebaik-baiknya bentuk, tidak ada cacat sedikit pun pada dirinya. Kesempurnaan akal, pikiran, fisik dll. Tetapi banyak manusia yang tidak menyadari dan mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepadanya dengan begitu indah. 


Manusia diciptakan dengan berpasang-pasangan, bahkan manusia pertama yang ada di bumi pun di ciptakan oleh Allah berpasangan, yaitu Nabi Adam AS dan Siti Hawa.


Manusia ditakdirkan oleh Allah untuk memiliki rasa suka terhadap lawan jenis, dan itu adalah hal yang wajar dan memang semestinya terjadi kepada manusia yang normal. Bisa kita bayangkan ketika manusia tidak memiliki rasa suka terhadap lawan jenis, tidak memiliki hawa nafsu maka tidak akan terjadi  keberlangsungan hidup di dunia ini.  Tetapi saat ini banyak orang yang menyalah artikan sebuah rasa suka terhadap lawan jenis, salah arti terhadap cinta dan kasih sayang, terutama di kalangan remaja.


Kenapa dengan remaja? 

Iya, berdasarkan pengamatan saya, remaja adalah deretan tertinggi yang menyalah artikan cinta, dan suka terhadap lawan jenis. Saat ini kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya pacaran, bahkan hal yang sering kita dengar setiap hari, bahkan setiap saat di manapun kita berada, kata tersebut pasti diucapkan secara umum oleh orang-orang. Sebenarnya apa itu pacaran?


Pacar menurut KBBI adalah teman lawan jenis yang tetap yang mempunyai hubungan berdasarkan cinta dan kasih; kekasih. Pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan dalam menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan. (Wikipedia)


Kembali kepada pembahasan kenapa remaja menjadi deretan tertinggi pacaran?. Karena pada usia transisi dari masa kanak-kanak menuju remaja, rasa ingin tahu yang begitu besar, sehingga para remaja ingin mencoba dan mengetahui apa itu pacaran. Rasanya seperti apa dan bagaimana melakukannya. 


Jelas ini menjadi hal yang tidak seharusnya dilakukan, karena pada dasarnya diusia remaja seharusnya kita disibukan mencari ilmu, keterampilan dan pengetahuan yang banyak, bukan malah sibuk tentang masalah pacaran dan hal yang tidak bermanfaat seperti itu. 


Dampak Negatif Pacaran Bagi Remaja

Pacaran memiliki banyak dampak negatif atau dampak yang tidak baik bagi para remaja seperti:


1. Lalai 

Bagaimana tidak? ketika seseorang remaja berpacaran dia akan lalai, baik lalai dalam beribah, lalai terhadap tugas sekolah, perintah orang tua dll.  Hal ini disebabkan karena mereka masih belum mampu membedakan mana yang sesungguhnya ia prioritaskan mana yang tidak. Mereka hanya mengutamakan kebahagiaan mereka saat itu, yang mana kebahagiaannya saat itu adalah bersama dengan pacarnya.  Berhubungan dengan pacarnya baik via telepon, chating, bahkan bertemu langsung, sehingga hal di luar itu mereka abaikan seperti ibadah, belajar dll yang padahal itu lebih penting daripada pacaran.


2. Boros 

Pemborosan sering terjadi ketika para remaja berpacaran karena mereka mampu menghabiskan uang dua kali lipat dari sebelumnya. Contohnya dalam pemakaian kuota internet, biasanya ia hanya manghabiskan untuk kebutuhan belajar, diskusi dengan teman soal pelajaran,  tapi saat berpacaran ia menghabiskan untuk chating, telepon, vc, bahkan membelikan kuota kepada sang pacar, padahal uang saja ia belum mampu mencari. 


3. Pergaulan bebas

Banyak orang yang tidak sadar bahwa pacaran adalah awal mula dari pergaualan bebas. Banyak faktor negatif yang akan terjadi seperti berpegangan tangan kepada yang bukan muhrim, berciuman, bahkan hal yang lebih dari itu. 


Hal itu terjadi karena lingkungan pergaulan yang menganggap hal itu adalah hal yang biasa terjadi dalam sebuah hubungan yang bernama pacaran. Padahal itu tidak seharusnya terjadi dan dilakukan oleh para remaja dan belum saatnya.


Pada dasarnya mencintai dan dicintai itu adalah takdir, tapi jangan sampai kita menyalahartikan cinta dan bermain dengan cinta, apa lagi dengan akhir merusak kehormatan seseorang. Benahi hati dengan benteng keimanan yang kokoh agar meminimalisir hal buruk terjadi pada kita, terutama remaja. Jauhi pergaulan yang mengajak kita kepada kemudhortan, dekati pergaulan yang mampu membawa kita kepada pergaulan yang lebih baik terutama hubungan kepada Allah. 


Semoga menginspirasi


Penulis: Silvi Apriyanti 

Mahasiswi semester tiga Perbankan Syariah STEI SEBI DEPOK 


"Setiap Pramuka Adalah Pewarta", Ngopi Bareng Pramuka Ambalan Dewakarni SMKN 1 Babelan

Setiap Pramuka Adalah Pewarta
Infografis Setiap Pramuka Adalah Pewarta 



Visi: Mewujudkan anggota Gerakan Pramuka yang relevan sesuai kebutuhan zaman mereka untuk melakukan perubahan yang lebih baik lagi dalam kehidupannya.

Misi: Mengarahkan dan menjadikan kaum muda agent of change (pelopor pembaharu) yang lebih inovatif, relevan, dan berguna bagi bangsa, Negara, masyarakat Indonesia sesuai marwah Gerakan Pramuka yang berkarakter, berkebangsaan dan memiliki kecakapan hidup.

Demikian visi dan misi Kepengurusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka masa bakti 2018-2023 yang dipimpin oleh Komjen Pol (Purn) Drs. H. Budi Waseso yang resmi terpilih sebagai Ketua Kwarnas dalam Musyawarah Nasional (Munas) X Gerakan Pramuka tahun 2018 di Kendari, Sulawesi Tenggara, 25-29 September 2018 lalu.

Selanjutnya, salah satu dari tujuh Program Prioritas Kwarnas Gerakan Pramuka Masa Bakti 2018-2023 adalah: 

Membangun citra positif Gerakan Pramuka dengan mewujudkan kapasitas informatika, integritas dan kompetensi komunikasi publik di era digital.

Dalam Rakernas yang dilaksanakan pada 19-21 Februari 2020, Program Prioritas Kwarnas nomor 6 ini diterjemahkan menjadi dua sasaran strategis oleh Komisi Kehumasan & Informatika Kwarnas, yaitu;  Membangun citra positif Gerakan Pramuka dan Re-branding Gerakan Pramuka. Dalam paparan Komisi Kehumasan & Informatika ini dilaporkan pula kegiatan mempopulerkan tanda pagar (tagar) atau hashtag  #SetiapPramukaAdalahPewarta di media sosial.

Tagar "Setiap Pramuka Adalah Pewarta" tidak bermakna berbeda dengan semboyan “Setiap Pramuka Adalah Kantor Berita” yang menjadi semboyan Kwarnas Gerakan Pramuka dalam kepemimpinan Dr. H. Adhyaksa Dault masa bakti tahun 2013 - 2018.

Kata Setiap Pramuka Adalah Pewarta ini juga saya baca pada e-flyer Pelantikan Kenaikan Tingkat Pramuka Penegak Bantara Ambalan Ki Hajar Dewantara - R.A. Kartini (Dewakarni), SMKN 1 Babelan Gudep 02117-02118 yang dilaksanakan di Rumah Pelangi Bekasi pada tanggal 21-22 Desember 2020.

Setiap Pramuka Adalah Pewarta, Ngopi Bareng Pramuka Ambalan Dewakarni SMKN1 Babelan
E-flyer Pelantikan Kenaikan Tingkat Pramuka Penegak Bantara
Ambalan Ki Hajar Dewantara - R.A. Kartini (Dewakarni), SMKN 1 Babelan

Mengutip dari salah satu tulisan di laman kumparan.com (2017/05/03), semboyan "Setiap Pramuka Adalah Pewarta" tujuannya adalah supaya setiap anggota gerakan Pramuka memiliki kesadaran sebagai pemilik, pemimpin redaksi, sekaligus wartawan bagi akun media sosialnya. Tanggung jawab yang tinggi terhadap suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

Lebih lanjut besar harapan dari semboyan Setiap Pramuka Adalah Pewarta adalah agar setiap anggota gerakan Pramuka mempunyai kemampuan menulis tentang aktivitas Pramuka, produk lokal spesifik lokalita, kegiatan pemuda, destinasi pariwisata, berbagai kuliner, informasi tentang budaya, eksplore potensi daerah, dan banyak hal positif lainnya.

Dari 2 poin tersebut saya merangkum 4 poin sebagai sasaran dari semboyan Setiap Pramuka Adalah Pewarta dalam sebuah infografis sederhana seperti gambar paling atas.

Intinya, Pramuka masa kini harus bisa mengkolaborasikan kegiatan Pramuka konvensional dengan penguasaan teknologi informatika. Aksi sosial tetap menjadi kegiatan utama dengan merevitalisasi nilai budaya bangsa yakni gotong royong yang kemudian didokumentasikan dan dikemas dalam publikasi konten yang positif dan inspiratif.

Isu demikian sudah diakomodasi oleh Kwarnas tentunya juga Kwarda hingga ke bawahnya cukup sadar akan pentingnya isu Re-branding Gerakan Pramuka yang berhubungan erat dengan kehumasan dan publikasi-publikasi yang dihasilkan oleh setiap anggota Pramuka di akun media sosialnya masing-masing.

Menimbang hal di atas, maka dalam infografis sederhana yang saya buat itu, saya masukkan 4 poin sasaran yang hendak saya sampaikan pada adik-adik Pramuka dalam sesi sharing saya.

4 sasaran dalam infografis Setiap Pramuka Adalah Pewarta itu adalah:


1. Aksi

Aksi di sini adalah kegiatan Pramuka secara umum, kegiatan sosial kemasyarakatan dan semacamnya. Hal ini sudah biasa dilakukan dan tidak diragukan lagi peran aktifnya dalam kegiatan sosial baik dalam situasi bencana maupun kegiatan-kegiatan rutin yang menjadi aksi Pramuka.

2. Dokumentasi

Dalam setiap aksinya, hendaknya kegiatan tersebut didokumentasikan dengan baik, sehingga tersedia  lengkap bahan untuk laporan dan evaluasi kegiatan. 

3. Konten Kreatif

Hasil dokumentasi yang baik juga dapat menjadi bahan untuk membuat ragam konten kreatif yang berisikan pesan-pesan positif dan inspiratif. Ketersediaan bahan dapat menentukan kualitas sebuah konten yang akan dibuat. Konten juga dibuat dengan berbagai macam bentuk agar dapat menyesuaikan dengan wadah publikasi dan sasaran yang hendak dicapai.

4. Publikasi

Konten hasil kreasi dari dokumentasi pada akhirnya dipublikasikan dengan menggunakan banyak wadah saluran. Baik itu tulisan, poster, video dan lain sebagainya. Jejaring media sosial dan internet memudahkan publikasi konten, sehingga kita dapat memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. 


Sasaran nomor 1 dan 2 saya kira adik-adik Pramuka sudah paham maksudnya, sehingga saya langsung lompat membahas sedikit ke sasaran nomor 2 dan 3.

Pada saat sesi sharing, saya sudah jelaskan makna kata pewarta yang lebih saya arahkan ke pengertian "konten kreator", sehingga adik-adik Pramuka ini sadar bahwa dirinya adalah seorang pembuat konten yang memiliki tanggung jawab sosial terhadap isi dari media sosial mereka.

konten kreator
konten kreator


Semua yang hadir, kurang lebih 20 siswa ini mengaku memiliki akun media sosial baik akun Facebook, Youtube, TikTok, Instagram dan seterusnya. Beberapa mengaku aktif menggunakan media sosial tersebut namun belum menggunakannya sebagai media publikasi hasil konten kreasinya yang penyampaian pesan atau informasi sebagaimana diharapkan dalam slogan "Setiap Pramuka Adalah Pewarta".

Wajar saja, karena untuk menjadi konten kreator dan memenuhi misi seperti itu dibutuhkan lebih dari sekadar kesadaran, tapi pelatihan-pelatihan agar mereka memiliki kemampuan dasar memproduksi konten yang baik. Khususnya konten seputar kegaitan kepramukaan yang mereka lakukan.

"Setiap Pramuka Adalah Pewarta", Ngopi Bareng Pramuka Ambalan Dewakarni SMKN1 Babelan
Sharing "Setiap Pramuka Adalah Pewarta" di Rumah Pelangi
Foto by: Adit Rungi

Mengenai konten, sebelumnya juga saya sudah berbagi dengan Adik-adik SMA Sekolah Rakyat Babelan saat acara LDKS di Sekolah Alam Prasasti pada hari Sabtu tanggal 28 November 2020. Materi yang hampir sama juga saya sampaikan, mengenai konten dan mendorong mereka agar menjadi kreator konten, minimal untuk publikasi kegiatan mereka di sekolah. 

Para generasi muda ini sebagian besar akrab dengan media sosial, walau sebagian besar masih menjadi konsumen setidaknya mereka perlu didorong terus untuk berani dan mampu memproduksi konten-konten yang bermanfaat. Beberapa orang memang sudah mulai memproduksi konten, baik itu tugas dari sekolah atau inisiatif pribadi, saya berharap ke depannya sekolah-sekolah bisa mendorong dan mengapresiasi murid-murid yang berprestasi dalam pembuatan konten kreatif.

Semoga setelah sharing ini mereka paham mengenai bentuk-bentuk konten, mulai berani membuat konten untuk memperbanyak konten positif di dunia maya, berkreasi sesuai minat mereka dan dapat memanfaatkan media sosial dengan tepat untuk kebaikan dirinya dan masyarakat.

Dari bahan ini hanya sedikit yang sempat saya sampaikan pada adik-adik Pramuka Penegak Bantara  Ambalan Ki Hajar Dewantara - R.A. Kartini (Dewakarni), SMKN 1 Babelan, mudah-mudahan tulisan ini dapat mengisi apa yang belum dapat saya sampaikan pada saat pertemuan sore yang menyenangkan itu. []


Rumah Pelangi Bekasi
Senin, 21 Desember 2020.




Ngopi Santuy di Keseruan Acara 1st Anniversary Instanusantara Karawang Bekasi

1st Anniversary Instanusantara Karawang Bekasi
1st Anniversary Instanusantara Karawang Bekasi


Cuaca Minggu siang agak mendung ketika saya tiba dan memarkirkan motor di halaman Starbucks Drive Thru Lippo Cikarang. Awalnya saya sudah masuk ke areal halaman Hotel Harper dan bertanya kepada salah satu Satpam yang bertugas mengenai lokasi parkir untuk kendaraan roda dua. Satpam dengan sopan meminta agar saya memarkirkan motor di area Starbuck disertai alasan-alasannya. 


Memasuki loby hotel, satpam yang tadi mengarahkan saya parkir kini dengan sigap mengucapkan selamat siang dan membukakan pintu kaca. "Terima kasih pak," ucap saya yang terkesan dengan kesigapan mereka. Sepertinya mereka sudah dibekali berbagai SOP pelayanan sehingga dari parkir sampai etika yang lazim berlaku di dunia perhotelan dilaksanakan dengan cukup baik.


Di belakang resto, area luar tampak 2 penari berpakaian dan bertopeng merah dengan energik dan bersemangat menampilkan Tari Topeng Kelana dari Cirebon. Tari yang konon awalnya menggambarkan tokoh Rahwana dalam pewayangan ini memang ada dalam agenda untuk dipentaskan sebagai salah satu rangkaian acara dalam peringatan ulang tahun pertama Komunitas Instanusantara Karawang Bekasi. Tanpa pikir panjang saya langsung bergabung dengan teman-teman yang sedang asik memotret 2 penari tersebut.


Oh iya, Komunitas Instanusantara Karawang Bekasi (Inkarasi) adalah salah satu region dari Instanusantara, sebuah komunitas fotografi yang bertujuan untuk mempromosikan Indonesia melalui foto dan video pendek di media sosial Instagram.


Mengambil lokasi di Hotel Harper Cikarang, Minggu (13/12/2020), Komunitas Inkarasi menghelat kegiatan peringatan anniversary pertamanya dengan tajuk “Tumbuh Bersama” (Sisi Lain Pesona Bekasi dan Budaya Bekasi) yang berisi rangkaian kegiatan sesi foto hunting dalam dan luar ruang. Sayangnya hujan membuat sesi hunting foto luar ruangan menjadi lebih cepat selesai sebelum waktunya.


Keseruan Acara 1st Anniversary Instanusantara Karawang Bekasi
Sesi hunting foto luar ruangan menampilkan Tari Topeng Kelana
Foto by: @tukangfotogadungan


Lanjut ke acara dalam ruang yang beraroma handsanitizer. Salut untuk panitia yang dengan tegas tetap mewajibkan peserta untuk mengenakan masker selama acara dan menata ruang dengan menerapkan aturan menjaga jarak. Meskipun aturan itu membuat suasana awalnya agak kaku tapi itu sebentar saja, keceriaan mencairkan suasana hingga acara selesai. Slide show foto-foto karya anggota dan game-game kecil berhadiah berhasil menyatukan perhatian dan menjalin engagement semua yang hadir hari itu.


Dalam sambutannya, Monika selaku ketua Inkarasi sempat menceritakan sedikit sejarah Inkarasi sebelum mendatangi dan menyapa beberapa anggota Inkarasi dari sekitar 100 hadirin di dalam ruang meeting Hotel Harper Cikarang. Untuk saya yang baru kali ini bisa ikut dalam acara Inkarasi, dapat merasakan sambutan hangat dari anggota lainnya, kekeluargaan bukan hanya kata pemanis atau sekadar slogan di sini.



Sejarah Komunitas Instanusantara Karawang Bekasi


Menyambung soal sejarah, ide membuat wadah komunitas berawal dari kesepakatan para pencinta fotografi di Kota Karawang Bekasi. Mereka ada yang berlatar belakang pelajar, mahasiswa hingga pekerja yang pada awalnya membentuk komunitas Cika Ranger dengan berbasis fotografi landscape dan bermaksud untuk melakukan hunting bareng.


Para pendiri dan anggota awal Inkarasi memiliki keyakinan bahwa masih banyak hal yang dapat dieksplorasi di wilayah Karawang Bekasi agar dapat lebih dikenal lagi seperti kota-kota lain di Indonesia. Dari keyakinan itulah tercetus ide untuk membuat wadah komunitas yang lebih spesifik mengusung tema tentang Alam dan Budaya Karawang Bekasi


Berangkat dari ide tersebut dan dari hasil diskusi, akhirnya disepakati keinginan untuk menggabungkan diri dengan Komunitas Instanusantara yang memiliki visi dan semangat yang sama, terlebih  di Kota Karawang Bekasi belum ada regional Instanusantara.


Semangat yang menyatukan komunitas ini adalah; semangat untuk memperkenalkan keindahan alam dan keanekaragaman budaya Karawang Bekasi kepada masyarakat Karawang dan Bekasi, nasional maupun international melalui fotografi di media sosial Instagram.


Keseruan Acara 1st Anniversary Instanusantara Karawang Bekasi
1st Anniversary Instanusantara Karawang Bekasi
Foto by: @voteforfirman


Akhirnya pada hari Selasa tanggal 25 November 2019, Instanusantara Karawang Bekasi resmi menjadi official Region ke-21 dari 22 region Instanusantara saat ini. Sampai dengan tulisan ini dibuat, jumlah anggota Instanusantara Regional Karawang Bekasi berjumlah 89 anggota aktif. Adapun Area yang dicakup Instanusantara Regional Karawang Bekasi meliputi Bekasi, Karawang, Subang, Purwakarta dan Jonggol.


Dalam kurun kurang dari 1 tahun, Instanusantara Regional Karawang Bekasi (Inkarasi) telah sukses melaksanakan beberapa kegiatan. Beberapa yang patut dicatat antara lain:

  • Hunting Foto Model dan Light Painting pada 6 Juni 2020;
  • Hunting Foto Toy’s pada 21 Juni 2020;
  • Hunting Foto Landscape pada 31 Mei 2020;
  • Hunting Konsep Fun Camping pada 30 Agustus 2020;
  • Hunting Foto Landscape Cukul pada 18 September 2020;
  • Charity Fotografi di SMK Yapik Cirebon pada 7 November 2020;
  • Hunting Konsep Tari Topeng Instanusantara Karawang Bekasi & Instanusantara Cirebon pada 8 November 2020;
  • Instanusantara Karawang Bekasi goes to Cukul Pangalengan pada 19 September 2020;
  • Instanusantara Karawang Bekasi goes to Wonosobo pada 16 Oktober 2020;
  • Instanusantara Karawang Bekasi Explore Subang pada 21 November 2020;
  • Instanusantara Karawang Bekasi Anniversary di Hotel Harper Cikarang pada 13 Desember 2020.

Semua anggota Inkarasi sebelum diterima menjadi anggota akan diminta kesediaannya untuk mengeksplor lebih jauh mengenai Karawang Bekasi, baik itu dari sisi pesona alam, budaya, kuliner, kesenian dan hal-hal menarik lainnya. Setiap anggota juga didorong untuk dapat membangun jaringan antar sesama penghobi fotografi dan traveller di Karawang Bekasi.



Bagaimana Cara Bergabung Menjadi Anggota Inkarasi?


Berdasarkan pengalaman, untuk bergabung menjadi anggota Inkarasi syaratnya mudah kok. Kita cukup mengirim pesan berisi keinginan bergabung ke akun Instagram Inkarasi dengan menyertakan nomor WhatsApp yang aktif. 


Calon anggota yang sudah mengirimkan pesan, akan diundang bergabung dalam grup sementara untuk mengenal lebih jauh Inkarasi juga aturan-aturan yang berlaku. Aturan-aturan itu di antaranya seperti kewajiban setiap calon anggota untuk mengikuti kegiatan Upload Bersama (INUB) harian sebanyak 3 kali, tentu saja foto yang diupload harus merupakan hasil foto sendiri.


Di balik layar, sebenarnya pada saat menjadi calon anggota, profil dan foto-foto yang kita upload sebelumnya di Instagram juga diperiksa dan akan menjadi pertimbangan. Setidaknya 75% foto-foto yang diupload adalah konten yang memiliki semangat memperkenalkan keindahan alam, keanekaragaman seni budaya, kehidupan masyarakat dan semacamnya, baik dalam bentuk fotografi landscape, food, potrait, human interest, nature, dan lain-lain.


Tertarik untuk menjadi anggota Inkarasi? 

Silakan follow dan kirim pesan ke akun Instagram Inkarasi di https://www.instagram.com/instanusantara_karawangbekasi/


Keseruan Acara 1st Anniversary Instanusantara Karawang Bekasi
Bersama owner Rumah Puspa, salah satu sponsor acara


Ok, segitu aja yah, catatannya. Saya ucapkan selamat ulang tahun kepada Instanusantara Karawang Bekasi (Inkarasi). Terima kasih untuk kopi, doorprize dan keseruan acaranya. Semoga misi untuk bisa mengenalkan Karawang Bekasi dan sekitarnya ke kancah nasional bahkan internasional lekas tercapai, amiin.


BERBEDA KITA BERSATU,  BERSAMA KITA BERSAUDARA


Kopi Sore Pembawa Kenangan

Kopi Sore Pembawa Kenangan

Berbeda dengan pagi, sore selalu saja membawa kenangan, kalau tanpa kopi sore, kenangan yang datang suka slonong boy dan suka keluar konteks. 

Salah satu kenangan yang melintas saat adalah saat-saat sore seperti ini diisi dengan kegiatan membuat es teh manis sambil menjaga ayunan agar penghuninya tetap lelap tertidur. 

Setelah selesai mengisi dan mengikatnya dengan karet gelang, puluhan es teh plastik tadi dimasukkan dengan rapi ke dalam freezer

Jika listrik tak padam, maka esok pagi es tersebut dapat dikirim ke sekolah-sekolah untuk dijajakan.

Sore yang lain, selain sering ke kebun memetik buah coklat, kadang diisi dengan mengupas puluhan kelapa tua di kolong rumah panggung nenek sambil tetap menjaga ayunan. Karena tak mahir menggunakan alat pencungkil isi kelapa, selain mengupasnya saya hanya membantu memeras santan. 

Santan itulah yang nantinya dimasak menjadi minyak kelapa. Jika kebutuhan minyak kelapa terpenuhi, kelebihannya dapat dijual.

Hasil penjualan es, minyak kelapa, hasil kebun dan segala macam penghasilan itulah yang nantinya menjadi ongkos saya ke Makassar. Tentunya juga untuk membeli rokok dan kopi saat saya berada di Bila Ugi Kecamatan Sabbangparu Kabupaten Wajo Sulsel.

Ingatan itu muncul karena bayi yang berada di dalam ayunan itu, kemarin datang ke rumah sekadar mengisi liburan kuliah, atau mungkin untuk memperingatkan, kalau saya sudah lama tidak menjenguk kuburan kakek dan nenek.

Kopi Sore Pembawa Kenangan

Ayah saya meninggalkan Sulawesi untuk mengikuti pendidikan Akabri, ia tidak pernah bercerita apa alasannya keluar lalu menjadi PNS di pemda DKI Jakarta. Sedangkan saya, setahun menganggur setelah lulus SMA justru "pulang" ke Sulawesi. 

Saya tidak percaya karma, toh setelah 6 tahun di Sulawesi saya kembali ke Bekasi. Kemudian sepupu saya ini setelah lulus SMA justru kuliah di Bandung dan Jakarta, kalau memang karma ada, karma siapa yang ia sedang jalankan?

Zaman terus berjalan dengan logikanya sendiri, manusia menerjemahkan kemudian berbagi ingatan kolektif yang diwariskan sampai ke beberapa generasi, seleksi alam yang akan menguji petuah-petuah itu akan tetap lestari atau tergantikan kearifan baru.

Palettu' Sengereng (Pengantar Kenangan) - 5 September 2019.

5 Rawon Kondang Surabaya, Kuliner Khas Kota Pahlawan yang Wajib Coba

5 Rawon Kondang Surabaya, Kuliner Khas Kota Pahlawan yang Wajib Coba

Saat jalan-jalan ke Surabaya, kuliner yang wajib dicicipi adalah rawon. Makanan berkuah hitam ini menurut banyak sumber memang berasal dari Surabaya. Maka dari itulah kamu akan sangat mudah menemukannya. Tidak sedikit dari rawon yang ada di Surabaya sudah menjadi langganan puluhan tahun lamanya.


Jalan-jalan ke Surabaya akan tambah mudah karena alat transportasinya sangat lengkap. Segera cek tiket dan jadwal penerbangan di Traveloka untuk terbang ke Surabaya. Banyak kelebihan yang ditawarkan Traveloka, kamu tidak akan pernah menyesal memilihnya sebagai partner perjalanan. Bagaimana sudah membayangkan mencicipi berbagai rawon yang enak dengan irisan daging yang tebal-tebal?


Tidak hanya memiliki rasa yang nikmat dengan daging tebal saja, tidak jarang rawon di Surabaya mempunyai nama yang terbilang nyeleneh. Hal itu juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang datang. Bagi yang memiliki rencana jalan-jalan ke Kota Pahlawan, dalam waktu dekat ini atau bisa tahun depan, inilah jajaran rawon kondangnya.



1. Rawon Setan

Belakangan ini berbagai kuliner dengan nama ‘setan’ ‘iblis’ atau ‘angel’ dan lain sebagainya identik dengan makanan yang memiliki tingkat kepedasan. Namun berbeda dengan warung ini ya. Alasan kenapa disebut Warung Setan, awalnya karena bukanya pada tengah malam, mulai pukul 02.00 WIB. Identik dengan keluarnya makhluk-makhluk astral tersebut.


Warung ini pertama kali didirikan oleh Mbah Musiati sejak tahun 1953. Seiring berjalannya waktu, sudah ganti kepengurusan sekarang Rawon Setan sudah tidak hanya jual di malam hari, namun pagi juga. Alamatnya berada di Jl. Embong Malang No. 78/I, Genteng, Surabaya.



2. Rawon Kalkulator

Pilihan lainnya yang tidak kalah kondang adalah Rawon Kalkulator yang berlokasi di Taman Bungkul. Tepatnya di Sentra PKL Taman Bungkul, Jl. Raya Darmo. Jam operasionalnya, mulai dari 11.00 siang hingga 03.00 pagi. Kamu mungkin bertanya kenapa dinamakan Rawon Kalkulator, alasannya sederhana saja. Yakni kecepatan para pramuniaga dalam menghitung bill yang harus dibayar.


Tentu saja selain itu, rasanya rawon yang telah ada sejak tahun 1975 ini juga tidak bisa diremehkan begitu saja. Kuah rawon di sini terkenal segar dengan bumbu-bumbu yang pas. Selain itu dagingnya juga terkenal memiliki ukuran yang besar namun tetap empuk. Tak salah jika pengunjung berdatangan. Selain rawon, ada satu menu lainnya yang bisa dicicip yakni soto daging yang tidak kalah nikmatnya. 



3. Rawon Ibu Soepinah

Rawon Ibu Soepinah juga masuk dalam jajaran legendaris, karena sudah didirikan sejak tahun 1966. Salah satu ciri khas rawon di tempat ini adalah ada tambahan empal yang tebal dengan serundeng. Jadi rasanya semakin legit saja.  Tidak hanya rawon saja, ada pilihan menu lainnya yang bisa dicoba, ada nasi campur atau pecel.


Alamat Rawon Ibu Soepinah ini berlokasi di Jl. Pasar Kembang No. 85, Wonorejo, Kecamatan Tegalsari atau berada di sebelah timur depan Hotel LA. Jam bukanya mulai dari 05.00 pagi sampai dengan 12.00 WIB siang.


5 Rawon Kondang Surabaya, Kuliner Khas Kota Pahlawan yang Wajib Coba Rawon Nguling Cabang Surabaya

4. Rawon Nguling Cabang Surabaya

Tempat selanjutnya adalah Rawon Nguling cabang Surabaya. Bagi penggemar rawon, Rawon Nguling merupakan salah satu yang terkondang di Jawa Timur. Daerah asal rawon ini adalah Desa Nguling, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan. Seiring berjalannya waktu, rawon ini sudah membuka cabang di Jawa Timur, termasuk Surabaya. Meski cabang rasanya tetap juara.


Salah satu ciri khas rawon di tempat ini adalah kuahnya lebih jernih dan bumbunya tidak terlalu kuat. Meski begitu rasanya tetap saja nikmat. Alamatnya berada di Jl. Kendangsari Industri No. 41, Kendangsari, Tenggilis, Mejoyo, Surabaya. Jam bukanya mulai dari pukul 07.30 hingga 21.00 WIB.



5. Rawon Pak Pangat

Satu lagi yang bisa dimasukkan ke dalam rekomendasi adalah Rawon Pak Pangat. Jika biasanya di tempat lain hanya ada satu rawon, di sini ada 3 jenis. Yaitu nasi rawon suwir, nasi rawon krengsengan, dan juga nasi rawon campur. Jika ingin kuliner lainnya juga tersedia, mulai dari nasi campur kering, nasi krengsengan, dan berbagai lauk tambahan, tempe, krupuk, dan telur asin.


Di Surabaya, Rawon Pak Pangat ini sudah memiliki 4 lokasi. Alamat pusatnya berada di Lotus Regency, Jl. Ketintang Baru, Sel. I, No. 15, Ketintang, Gayungan, Surabaya. Jam bukanya mulai dari pukul 06.30 sampai dengan 20.00 WIB.


Pilihan yang membingungkan ya, sama-sama menyajikan rawon yang enak dengan harga yang bersaing antara satu sama lain. Jika kamu berencana buat jalan-jalan ke Surabaya, harus coba ya.

 


Abu Tebel Ampe Endebel [Kenangan Bocah 80an]

Abu Tebel Ampe Endebel 

Abu Tebel Ampe Endebel
Gambar dari: seputarberitakecantikan.blogspot.com 

Angin bertiup dari sebeleh timur.., geburan ombak di kaki gili-gili empang membahu membuat buih-buih berterbangan di angkasa, alunan suara dari pita kaset tape yang rusak yang dipasang saling melintang menambah cerianya suasana sore di Kampung Sembilangan pesisir Kabupaten Bekasi tahun 80-an.

Suara adzan ashar menunjukan waktu jam 3 petang, suara riuh latap-latap terdengar dari sekelompok anak-anak yang mulai berdatangan. Mereka terlihat membawa mobil-mobilan yang terbuat dari bekas botol air mineral dengan ban terbuat dari sandal emaknye yang udah putus alias gak kepake.

mobil-mobilan bambu anak tahun 80
ilustrasi 

Ade juga yang membawa motor-motoran trail yang terbuat dari sebatang bambu yang di ujung bambunya dipakaikan roda yang terbuat dari papan berbentuk lingkaran dengan stang di tengah-tengah bambu. Cara menggunakannya cukup sederhana, batang bambu diletakan di pundak dengan kedua tangan memegang setang yang terletak di tengah-tengah batang bambu, didorong sambil mulut membunyikan suara knalpot motor sebagai imitasi suara mesinnya, lucu juga sih!!!

Suasana hari itu semakin seru tak kala ada seorang anak yang rajin mendusur abu yang tebal dengan papan membuat jalur yang  katanya sirkuit untuk arena balap mobil-mobilan dan motor-motoran. Abu yang didusur terlihat seperti sirkuit lengkap dengan bendera-bendera kecil yang terbuat dari bungkus-bungkus permen yang menambah warna tepian sirkuit abu. 

Suasana semakin ramai dengan bunyi-bunyian mesin yang keluar dari mulut si joki.

Nampak di sebelah sisi lainnya ada beberapa anak sedang membuat gunung yang  terbuat dari abu, mereka membuat gunung sebesar yang mereka inginkan, selah gunung itu jadi mereka hancurkan dengan menendang gunung abu agar abu melayang ke udara dan terlihat seperti hujan salju, hmmm ada-ada aja yah..!! 

Terkadang ada yang jail gunung itu diisi dengan air kencing mereka dan menyuruh temannya untuk menendangnya dan akhirnya pecahlah suasana menjadi tawa yang gembira.

Hari semakin sore matahari yang mulai tenggelam seakan menjadi Alarm sudah waktunya untuk pulang, mulailah mencari kantong-kantong plastik yang akan digunakan menjadi wadah untuk mengambil air di empang dan mulailah menyiram sirkuit dan sisa hancuran gunung abu dengan air  seketika ABU yang  tebel menjadi ENDEBEL.


Penulis: Heriyansyah (Mandor)

Buku Jejak Langkah Puan – Hidup Ini Indah, Beib – Seri Perempuan Mbolang Dirilis Virtual

“Menulislah agar kau akan selalu dikenang, karena menulis adalah prasasti.” Wina Bojonegoro, CEO dan Founder Padmedia Publisher.

Buku Jejak Langkah Puan - Hidup Ini Indah, Beib - Seri Perempuan Mbolang Dirilis Virtual
Sisca Maya, penulis "Fright to Fly, but Fly Aniway" dalam buku 'Jejak Langkah Puan'.  Foto: Facebook Sisca Maya

Pandemi bukan sebuah alasan untuk menghentikan kreativitas. Setidaknya 20 perempuan dalam Buku Kumpulan Cerpen berjudul 'Jejak Langkah Puan' bagian dari buku HIIB (Hidup Ini Indah, Beib) ke-5, Perempuan Mbolang membuktikan hal itu. Buku yang pada September 2020 lalu telah dipesan hingga mencapai 1000 eksemplar ini menceritakan pengalaman pribadi dari 20 penulis perempuan. 

Mempertimbangkan situasi pandemi Covid-19 yang belum juga mereda, akhirnya buku Jejak Langkah Puan - Hidup Ini Indah, Beib - Seri Perempuan Mbolang dirilis oleh Padmedia Publisher secara virtual di hotel Singgasana Surabaya, Sabtu, 10 Oktober 2020.

"Suatu hal yang sangat disyukuri, mengingat saat ini adalah masa pandemi yang membuat gerak langkah kami, Padmedia Publisher, sangat terbatas. Suatu ironi, mengingat ini adalah buku tentang jalan-jalan tetapi saat peluncuran bukunya para penulis yang terdiri atas 20 perempuan ini malah berada di rumah masing-masing. Tapi ini justru melahirkan kreativitas kami untuk menyelenggarakan peluncuran buku meski secara virtual," jelas Wina Bojonegoro, Founder dan CEO Padmedia Publisher.

"Jejak Langkah Puan" tidak hanya bercerita tentang destinasi, kisah bagaimana cara menuju sana, atau menu khas yang harus dicoba di sana, melainkan catatan tentang "petualangan rasa" yang dialami oleh penulisnya. 

Bagaimana rasanya jika seorang yang memiliki phobia pesawat terbang harus berjuang setiap akan memulai perjalanannya?, kisah ini ada dalam tulisan Sisca Maya, "Fright to Fly, but Fly Aniway".

Bagaimana piknik yang seharusnya santai akan tetapi ternyata harus berurusan dengan 8 ekor ayam hidup seperti dalam cerita Endang P. Uban dalam "Perjalanan ala Ninja Hatori". Atau bagaimana repotnya jika seorang guide harus menata sekolah yang sedang libur seolah-olah sedang ada kegiatan belajar karena ada serombongan turis Rusia yang ingin mengetahui kehidupan masyarakat Tengger seperti yang ditulis oleh Yoni Astuti dalam "Bromo Tidak Selalu Sun Rise".

Tidak hanya itu, masih ada sekitar 17 kisah perjalanan lainnya yang dapat dinikmati pada buku "Jejak Langkah Puan" ini. Menariknya, tidak semua kisah dalam buku ini adalah karya penulis atau traveller, ada juga mantan wartawan dan guide profesional yang ikut berbagi cerita. Meski demikian, Padmedia Publisher sebagai penerbit tetap memegang komitmen untuk menerbitkan tulisan dengan kualitas setara penulis profesional.

Dari sekitar 50 tulisan yang masuk dilakukan kurasi untuk penentuan layak muat atau tidak, dilanjutkan dengan proses editing dan coaching kepada mereka yang tulisannya lolos. Di tahap ini pun beberapa tulisan berguguran sehingga akhirnya tersaring 20 tulisan yang masuk dalam buku Jejak Langkah Puan.

Buku Serial Hidup Ini Indah, Beib HIIB
Buku Serial Hidup Ini Indah, Beib HIIB - Sumber Foto: writravelicious.com

Serial HIIB (Hidup Ini Indah Beib) juga tidak berhenti sampai di sini. Setelah ini akan terbit HIIB edisi para dokter yang akan bercerita tentang suka duka mereka dalam menjalani profesinya, dilanjutkan dengan HIIB versi lelaki dalam Hidup Ini Indah, Brow yang akan bercerita tentang Patah Hati ala Lelaki.

Itulah cara Padmedia Publisher untuk konsisten menerbitkan buku yang berkualitas, bagi mereka yang belum pernah menulis sekalipun. Menerbitkan buku bukan lagi impian di awang-awang bagi mereka yang ingin mempunyai buku karya sendiri, minimal sekali dalam hidupnya.

Ini juga diwujudkan oleh Padmedia Publisher dalam bentuk pelatihan-pelatihan menulis, baik cerpen maupun esai, yang sebagai wujud kelulusan para siswanya adalah karya berupa buku.

Sesuai visi dan misinya, Padmedia Publisher akan terus menggaungkan semangat literasi seperti yang selalu disampaikan oleh Wina Bojonegoro, CEO dan Founder Padmedia Publisher, "Menulislah agar kau akan selalu dikenang, karena menulis adalah prasasti".

Sumber: Press Release Padmedia Publisher, Kumparan Basra.


Kongkow Santai di Hutan Bambu Kali Cikarang Warung Bongkok

Kongkow Santai di Hutan Bambu Kali Cikarang Warung Bongkok
Ini bukan kongkow di tambal ban ya sedara, wahai netizen sekalian, melainkan ini kongkow di bawah rumah pohon karya kawan-kawan Komunitas Save Kali Cikarang.

Pagi tadi sebelum saya sampai tempat sejuk nan asri walau agak bising bukan karena lalu lalang kendaraan, tapi suara dari PT Gunung Garuda yang berhadap-hadapan langsung dengan aliran #kalicikarang. Seperti biasa aktivitas saya di tengah keadaan begini mantengin HP, karena ada jadwal mengajar by online.

Gak saya kasih tugas kok para siswa/i, cuma saya minta baca materi saja, walaupun Alhamdulillah ada dari beberapa siswa/i berinisiatif mengubah materi yang saya sampaikan ke dalam bentuk PDF dan PowerPoint. Selesai memberikan materi serta menjawab beberapa pertanyaan siswa/i, saya coba online update biasalah gaya-gayaan, baca-baca berita, dan bikin ruang diskusi yang disediakan FB, eh nongol dan bergabung juga Bang Eko Djatmiko.

Itupun posisi saya masih di rumah, sudah seduh kopi, sembari menunggu istri selesai memasak, di tengah obrolan yang nan kentang (kepalang tanggung) sang Istri nyeletuk, "ngobrolnya di sana aja yuk".
Wah ayo dah, maka saya putuskan untuk segera cap cus, otw ke Hutan Bambu Kali Cikarang/ #KomunitasSaveKaliCikarang.

Dengan bermodal petunjuk dan arahan Bang Eko Djatmiko.
"Pokoknya dari tugu Bambu Warung Bongkok lurus ada Indomaret sebelah kiri jalan ada gang masuk dah, nanti ada plang nya Hutan Bambu Kali Cikarang". 

Memang antara bikin dahi mengkerut dan narik napas panjang menemui jalanan yang asal tambal berlubang, juga tata pemukiman dalam kepungan PT Gunung Garuda, bahkan makam juga dikepung oleh PT sekitaran. Parkirlah saya dan istri di pinggir jalan. Alhamdulillah disambut dengan baik oleh beberapa kawan yang sigap di depan areal pintu masuk.

"Jalan aja terus bang ikutin gang ini, banyak makam memang juga tembok-tembok batas yang dibuat oleh PT di sekitar areal makam," kata seorang pemuda di sana.

Ada sosok yang saya kenal betul tahu percis, postur badannya,tinggi badannya, suaranya, dia menyapa "Woy-woy". Tenang bukan penampakan di sekitar Hutan Bambu Kali Cikarang dan makam. Ini sosok yang terkenal piawai membawakan sejarah Bekasi, dan sudah membuat buku juga, gak hanya satu dalam dunia perbukuan. Tak lain tak bukan, kawan saya juga, Bang Endra Kusnawan.

Tapi yang saya lihat beliau ada obrolan agak serius dengan banyak produk-produk yang tersedia di mejanya, juga ada beberapa teman beliau. Maka satu tempat lain ruang diskusi. Beliau juga bertanya "Ngapain ke marih?."
Saya jawab "Pengen kepo aja di zona yang lagi viral ampe pusat", hahaha.

Saya langsung cari Bang Eko Djatmiko yang tengah asik memancing juga ngajarin beberapa anak cara memancing. 

Di sekitar areal juga ada Mushola, WC, dan tempat berfoto yang bagus, dan yang sangat langka, adalah beberapa pelajar tengah asik belajar sambil diskusi sepertinya tengah mengerjakan tugas sekolah

Dengan salaman kepalan tinju sebagai tanda jumpa awal saya dan bang Eko Djatmiko. Ini kalau yang paham, salaman dengan saling mengepalkan tangan ini adalah salam semangat perubahan gerak sosial.

Kongkow Santai di Hutan Bambu Kali Cikarang Warung Bongkok

Ngobrol Lah dengan santai, posisi awal ngobrol di kepala kapal hasil kreativitas kawan-kawan #Savekalicikarang. Berpindah tempat ke area rumah pohon agar geser dikit dengan tawaran kopi Sumatera asli. Istri saya tengah asik di bawah rimbunnya pohon bambu, dia paham bagaimana saya jadi tidak ikut ke area kongkowan.

"Jahat ya saya tinggalin".
Tapi tenang di area tadi kepala kapal hasil kreativitas kawan-kawan #savekalicikarang, ada yang lagi terus mengerjakan untuk mengokohkan tempat kongkow, jadi istri saya gak sendirian. Sebatang rokok lalu sebatang lagi dengan ditemani kopi Sumatera. Bahkan rokok yang dihisap beliau sama dengan rokok saya, kretek.

Belio sempat menunjukan video dari YouTube tentang liputan berita #savekalicikarang,
https://youtu.be/98EGtuE3CoM. Unik walaupun agak heran, itu berita jika ditonton dan channelnya milik Diksominfosantik Kab Bekasi.
Herannya di mana?

Sudah sampaikah jajaran pegawai dinas yang membuat video tersebut? Atau dinas terkait yang kudunya engeh dengan semangat kebangkitan masyarakat bantaran kali dengan membuat gerakan #Savekalicikarang serta Melestarikan #Hutanbambukalicikarang.

Antara cuman sekedar liput? atau akuisisi sepihak bahwa sudah ada tempat wisata bernuansa kali dan sebagai wadah pembelajaran peduli lingkungan dengan Jelas berhadapan langsung disekitarnya PT Gunung Garuda?.

Obrol punya obrol, ternyata istri beliau dengan saya masih satu kampung lah, malang melintang juga Bang Eko Djatmiko tahu kampung halaman saya. Istilahnya sekarang bahasa kodenya PLN (Palembang lagi Naik). Beliau lama juga di kampung halaman saya, Kikim Sumatera Selatan. Jangan-jangan masih saudara neh.

Udah ah kebayakan ini tulisan. Tapi yang pasti akan dan segera terbentuk dalam satu naungan masyarakat bantaran kali di Kabupaten Bekasi.

Penulis: Minon On Mini
Selasa, 28 Juli 2020