Faktor U: Tiket Parkir Tertinggal Dalam Dompet

Faktor U: Tiket Parkir Tertinggal Dalam Dompet... Dompetnya Tertinggal Di Meja Komputer Kantor

Tiket Parkir Summarecon Bekasi Tertinggal Dalam Dompet
Tiket Parkir 
Karena hari Sabtu dan Minggu merupakan hari libur, maka saya termasuk orang yang menyambut datangnya hari Jumat dengan ceria. TGIF, Thanks God It's Friday kata orang sana, atau ALIF - Alhamdulillah It's Friday

Lalu saat Jumat sore sepulang dari kantor pusat, dengan menumpang bus yang melintas dari Jakarta Pusat menuju Bekasi maka pasti akan bertemu dengan yang namanya macet, itu sudah pasti!. Apalagi jika turun hujan... kalau tidak macet maka anggap saja bonus :) 

Tapi walaupun semua jalanan menuju Bekasi macet, setidaknya ada satu jalanan yang tidak pernah macet, yaitu "jalanan menuju kenangan" yang selalu lancar jaya :D. Tinggal pasang headset lalu pilih lagu kesukaan dari koleksi HP, duduk bersandar cari posisi wuenak sambil menyaksikan melalui jendela bus kelakuan pengendara mobil dan motor yang selap-selip berebut jalan.

Gerimis hujan yang mengalir di kaca bis tersapu angin membuat jalur-jalur  aliran yang memantulkan bias cahaya lampu kendaraan dan lampu jalan. Membuat saya membayangkan tubuh yang akan basah saat melanjutkan perjalanan pulang dengan motor yang saya titip di parkiran mall.

Mengingat motor di parkiran mall membuat saya gelisah. Segera saya periksa tas, dan dugaan saya benar, dompet TIDAK ADA. Artinya, saya akan melewati hari Sabtu dan Minggu tanpa KTP, SIM, STNK Motor, Kartu ATM dan lain-lain karena semua berada di dalam dompet.

Terbayang repotnya nanti saat mau ambil motor di parkiran, karena tiket parkir ada juga dalam dompet. Biasanya kalau tiket parkir hilang kita masih bisa mengambil motor kita dengan menunjukkan STNK, paling akan terkena denda karena menghilangkan tiket atau struk parkir. Lah ini, STNK motor juga ada dalam dompet yang tertinggal. -___-

Alhamdulillah saat saya telpon ke kantor masih ada Ridwan yang lembur. Saya kemudian memintanya untuk memeriksa laci meja komputer di mana saya biasa duduk. Apakah benar dompet saya tertinggal di sana, atau jangan-jangan tercecer entah di mana.

Tidak lama kemudian, Ridwan Kamil, sang Gubernur Jawa Barat menjawab chat saya. Kabar baiknya ternyata dompet saya memang tertinggal di sana. Setidaknya tidak hilang entah di mana. Saya minta rekan tersebut untuk memotret STNK dan tiket parkir dan mengirimkannya kepada saya melalui WhatsApp
Tiket Parkir Summarecon Bekasi Tertinggal Dalam Dompet
Tiket Parkir dan STNK Motor
Khusus foto tiket parkir saya minta foto dengan kualitas terbaik dengan harapan foto tiket itu nantinya bisa di-scan oleh penjaga gerbang parkir.

Saya gak mungkin juga kembali lagi ke kantor untuk mengambil dompet, akhirnya dengan bermodal foto STNK dan foto tiket parkir itu saya membesarkan hati dan berdoa agar semua dimudahkan.

Singkat cerita di lokasi parkiran motor hujannya hanya rintik-rintik, saya kemudian mengambil motor dan menuju gerbang parkir. Saat petugas pos di gerbang parkir meminta karcis dengan segera saya sodorkan HP yang menunjukkan foto tiket parkir dalam riwayat chat di Whatsapp.

Biasanya setelah menerima struk parkir, petugas parkir akan memindai (scan) barcode struk tiket itu dan otomatis muncul data berapa harga yang harus dibayar. Tapi karena yang saya serahkan foto tiket ia mulai mengetik setelah menerima HP saya.

Saya perhatikan dia mengetik manual kode yang hampir 20 digit random kombinasi angka dan huruf yang tertera dalam foto itu lalu mengisi kolom-kolom lainnya. Tidak lama muncul tarif parkir seperti biasanya, lalu sang petugas menyerahkan HP saya. Saya bayar dengan uang lebih dan menolak kembaliannya. Ini asli bukan sok dermawan atau bagaimana sih.

"Gapapa bang, ambil aja, saya kira saya kena denda. Terima kasih yah" ucap saya sambil berlalu setelah portal parkir terbuka.

Saya dengar pemuda berkemeja oranye alias petugas loket parkir itu membalas dengan ucapan terima kasih juga. Sikap yang baik, sayang saya tidak tahu nama petugas parkir itu, kapan-kapan saya cari tahu deh.

Oke, alhamdulillah masalah pengambilan motor di parkiran sudah selesai tanpa drama sama sekali. Masalah selanjutnya adalah saya gak akan berani kemana-mana dalam dua hari (Sabtu-Minggu) karena semua surat dan dokumen penting kartu identitas semua ada di dompet yang tertinggal.

Dan ini bukanlah kejadian yang pertama kali, saya sudah beberapa kali meninggalkan dompet lusuh itu nginap di mana-mana... faktor U kata orang mah 😁☕

Happy nice weekend.



Akeyla Naraya, Batik Bekasi dan Homeschooling

Diplomatic Spouses Association of Lebanon (DSAL) International Charity Bazaar dan Indonesian Days di Lebanon
Batik Bekasi di Indonesian Days, Antonine University Lebanon


"Pemuda adalah harapan bangsa" itu merupakan sebuah slogan yang sudah bosan saya dengar. Bosan karena semua orang juga sudah tahu dan menjadi hambar rasanya kalau terlalu sering digembar-gemborkan tanpa ada tindakan lanjutannya.

Pemuda itu siapa?

Organisasi Kesehatan Dunia WHO yang berkantor pusat di Jenewa, Swiss melalui studi tentang kualitas kesehatan dan harapan hidup rata-rata manusia di seluruh dunia menetapkan kriteria baru yang membagi kehidupan manusia ke dalam 5 kelompok usia.

Pertama, ‎ usia 0 – 17 tahun adalah anak-anak di bawah umur. Kedua, 18 – 65 tahun pemuda. Ketiga, 66 – 79 tahun setengah baya. Keempat, 80 – 99 tahun orang tua. Kelima, 100 tahun ke atas orang tua berusia panjang‎. 

Ini berbeda dengan definisi pemuda dalam Pasal 1 Ayat (1) UU Nomor 40 Tahun 2019 tentang Kepemudaan yang menyatakan batas usia muda dimulai dari 16-30 tahun. Di lain pihak UNESCNO dalam halaman web-nya yang berjudul What do we mean by “youth”? mengkategorikan pemuda dalam rentang usia 15 hingga 35 tahun.

Dari definisi pemuda itu setidaknya sudah jelas bahwa usia 9 tahun masih dalam kategori anak-anak di bawah umur. Nah ngomong-ngomong soal pemuda harapan bangsa, mari kita (yang masih masuk dalam kategori pemuda) mengenal seorang anak di bawah umur yang sudah memiliki berbagai prestasi gemilang. 

Mudah-mudahan bisa menjadi penyemangat yah :) Amiin

Akeyla Naraya, Desainer Cilik dari Bekasi di Libanon
Akeyla Naraya, Desainer Cilik dari Bekasi

Akeyla Naraya, Siapa dia?

Bernama lengkap Akeyla Naraya Aliandina, putri dari Ibu Ina Raya kelahiran 4 Februari 2010 ini bukan anak perempuan biasa. Di usianya yang belum genap berusia 9 tahun ini Akeyla Naraya sudah memiliki berbagai macam prestasi luar biasa dalam dunia fashion, baik dalam dan luar negeri. Soal prestasinya silahkan cari nama "Akeyla Naraya" di Google, akan panjang kalau saya catat semua di sini.

Menurut beberapa media, untuk menampung karyanya, desainer cilik yang tinggal di perumahan Wisma Asri Bekasi Utara ini memiliki sebuah butik di Gedung Smesco Jakarta Selatan. Jadi mau lihat butiknya nih, kapan-kapan deh yah :)

Nah teman-teman tahu gak? belum lama ini, Akeyla Naraya bersama sejumlah desainer asal Kota Bekasi, Jawa Barat, memperkenalkan batik khas Bekasi dalam kontes busana internasional di Beirut, Lebanon tanggal 2-4 Desember 2018.

Selain itu, Akeyla juga ikut berpartisipasi dalam misi budaya Indonesia di acara Diplomatic Spouses Association of Lebanon (DSAL) International Charity Bazaar dan Indonesian Days di Antonine University, Lebanon. DSAL International Charity Bazaar adalah kegiatan sosial yang berlangsung di Hotel Phoenicia, Beirut, Lebanon. 

Nah Lebanon itu di mana? Jauh lah, naik pesawat saja bisa 10 jam lebih, Lebanon itu sebuah negara dengan ibukota Beirut yang terletak di tepi pantai Laut Tengah - Timur Tengah, terletak di antara Palestina dan Suriah. Ok, pelajaran Geografinya cukup yah.
Akeyla Naraya, Batik Bekasi dan Homeschooling
Batik Bekasi dalam kreasi desainer cilik Akeyla Naraya

DSAL International Charity Bazaar sendiri diikuti 37 negara ditambah enam pegiat seni asal Lebanon. Indonesia sebagai salah satu sponsor DSAL International Charity Bazaar ini berkesempatan memamerkan produk-produk khas Indonesia, termasuk fashion berbahan batik Bekasi yang dirancang oleh tangan mungil Akeyla Naraya.

Bakat Akeyla Naraya jelas menurun dari ibunya, Ina Raya yang juga seorang desainer yang sudah sering melakukan acara fashion show di mana-mana. Salah satu karya Ibu Ina Raya adalah Batik Gotik yang bercirikan kreasi warna hitam pekat dengan motif batik.

Saya mendapatkan foto-foto Akeyla dari seorang warga Tarumajaya Kabupaten Bekasi yang sedang kuliah di Libanon. Menurutnya acara Indonesian Days dilaksanakan di Antonine University, Senin (3/12/2017). Dari informasi media, acara Indonesian Days semula direncanakan akan dilaksanakan di University of Beirut, berbeda lokasi dengan acara DSAL International Charity Bazaar yang dilaksanakan di Hotel Phoenicia.
Indonesian Days di Antonine University Lebanon
Batik Bekasi di Indonesian Days, Antonine University Lebanon


Kembali ke Akeyla Naraya, bagaimana anak seusia Akeyla dapat mengatur jadwalnya yang padat dengan kewajiban belajarnya?

Soal pendidikan Akeyla Naraya yang padat itu jawabannya adalah dengan Homeschooling atau Sekolah Rumah. Peraturan Homeschooling di Indonesia terdapat pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 129 Tahun 2014 tentang “Sekolah Rumah” (homeschooling). 

Pada Pasal 1 Ayat (4) disebutkan: yang dimaksud sekolah rumah adalah proses layanan pendidikan yang secara sadar dan terencana dilakukan oleh orangtua/keluarga di rumah atau tempat-tempat lain. 

Sementara bisa dalam bentuk tunggal, majemuk, dan komunitas dimana proses pembelajaran dapat berlangsung dalam suasana kondusif. Ini bertujuan agar setiap potensi peserta didik yang unik dapat berkembang secara maksimal.

Kemudian pada Pasal 7 Ayat (1) disebutkan: kurikulum yang diterapkan dalam sekolah rumah mengacu pada Kurikulum Nasional. Berikutnya, Ayat (3): kurikulum yang dimaksud sebagaimana Ayat (1) yang digunakan dapat berupa kurikulum pendidikan formal atau kurikulum pendidikan kesetaraan, dengan memperhatikan secara lebih meluas atau mendalam bergantung pada minat potensi dan kebutuhan peserta didik

Saat ini saya hanya mencatat mengenai kedudukan homeschooling menurut peraturan, untuk lebih jauh saya belum pernah mendalami bagaimana praktek homeschooling ini.

Berkaca dari Akeyla yang masih belia ini, saya sebagai pemuda (berdasarkan kategori WHO) jelas banyak ketinggalan. Ini baru Akeyla, belum lagi adik-adik yang berprestasi di bidang lain, banyakkkk....

Huffttt walaupun masih mengaku muda, tetap saja saya tidak bisa kembali muda lagi untuk benar-benar memahami dunia ini dalam pandangan para pemuda saat ini. Jadi inget kutipan Oscar Wilde: ‘I am not young enough to know everything’,  saya tidak cukup muda untuk mengetahui semuanya... karena; mereka sebagai pemilik masa depan memiliki mimpi yang saya tidak mampu memimpikannya.

:) 


Bagaimana Membuat Tulisan Yang Enak Dibaca

Hai teman-teman, sudah lama gak berbagi tips, kali ini saya akan berbagi  tips yang sudah sering ditanyakan kepada saya, Alhamdulillah sekarang jawaban pertanyaan-pertanyaan itu saya rangkum dalam tulisan ini. 

Banyak pertanyaan tentang bagaimana teknik membuat tulisan menjadi enak dibaca. Maksudnya adalah agar tulisan-tulisan kita khususnya di blog menjadi nyaman dibaca dan tingkat "readability-nya" bagus.
Bagaimana Membuat Tulisan Yang Enak Dibaca
Readability (keterbacaan) adalah tingkat kenyamanan / kemudahan suatu tulisan (susunan huruf) saat dibaca, yang dipengaruhi oleh: jenis huruf (font), ukuran, pengaturan, termasuk di dalamnya alur, spasi, kerning, perataan, dan sebagainya. Kerning adalah istilah untuk jarak antar huruf dalam sebuah kata, kalimat, atau paragraf.

Semoga dengan mempraktekkan 6 tips ini akan membuat artikel kita enak dibaca, sehingga orang-orang yang membaca tulisan kita bisa dengan mudah membaca dan memahami isi tulisan kita.

Jadi bagaimanakah cara membuat tulisan artikel atau konten yang enak dibaca?

Sebelum membahas 6 tips itu mari kita coba memahami dulu kuncinya. Kunci agar tulisan kita mudah dibaca adalah dengan membuat tulisan kita menjadi dapat dipindai (scannable). 


Bagaimana Membuat Tulisan Yang Enak Dibaca


Scanable itu bagaimana? 

Mari kita bayangkan kita sedang berada di sebuah toko buku dan ingin membeli sebuah buku. Pastinya di sana ada banyak sekali buku (namanya juga toko buku 😁) dan ada beberapa judul buku yang membuat kita tertarik. Nah ternyata dari buku-buku yang menarik itu ada sampel buku yang sudah dibuka segelnya untuk kita baca.

Karena waktu yang terbatas, tidak mungkin kita dapat membaca seluruh isi buku tersebut. Yang mungkin kita lakukan adalah:
  • membuka beberapa halaman,
  • membaca sekilas
  • dan memberikan perhatian yang lebih pada bagian halaman tertentu yang menarik atau unik (berbeda dengan halaman lain), dst.
Ilustrasi seperti di atas juga berlaku saat kita sedang membuka internet  dan melihat begitu banyak tulisan di web, portal berita, blog, email dan lain sebagainya yang mengandung berbagai macam tulisan.

Proses itulah yang disebut sebagai proses scanning atau pemindaian. Sedangkan tulisan yang dapat menarik perhatian kita tersebut merupakan konten yang scannable atau bisa dipindai.

Mengapa Kita Perlu Membuat Tulisan Yang Scannable?

Pada ilustrasi di atas kita sudah memahami bahwa tulisan yang scanable itu dapat mempengaruhi seseorang, apakah ia akan memilih sebuah tulisan untuk dibaca atau tidak, apakah ia akan melanjutkan membaca atau tidak. Selain dari ilustrasi di atas, berikut beberapa alasan mengapa kita perlu membuat tulisan yang scannable.

Memberikan kesan yang menarik. Dalam ilustrasi memilih buku di atas, konten tulisan yang scannable lebih menarik perhatian daripada tulisan yang tidak scannable. Sehingga konten yang scannable lebih cepat mendapat perhatian pembaca.


Bagaimana Membuat Tulisan Yang Enak Dibaca

Menemukan informasi dengan lebih cepat. 

Jacob Nielsen dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa orang-orang yang membaca sebuah halaman web, rata-rata hanya membaca sekitar 16% dari keseluruhan tulisan yang ada pada sebuah halaman. 79% orang melakukan scanning seperti ilustrasi saat kita di toko buku di atas. 79% pembaca blog kita hanya memindai

Wajar saja, karena siapapun ingin cepat menemukan informasi yang mereka cari tanpa membaca keseluruhannya. Dan konten yang scannable bisa membantu orang menemukan informasi dengan lebih cepat hingga 124%. Baca artikel aslinya di How Users Read on the Web.


Cara Membuat Tulisan Yang Mudah Dibaca

Sekarang pada bagian ini kita akan belajar bagaimana cara membuat tulisan yang mudah dibaca dengan prinsip scannableSetidaknya ada 6 cara untuk membuat konten yang kita tulis menjadi scannable, dan cara-cara tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Gunakan sub judul
  2. Paragraf pendek
  3. Gunakan list
  4. Gunakan ilustrasi visual berkualitas tinggi
  5. Gunakan font yang mudah dibaca
  6. Gunakan Bahasa Yang Mudah Dipahami


Gunakan Sub Judul

Cara membuat tulisan yang mudah dibaca yang pertama adalah menggunakan sub judul. Sub judul adalah judul yang menjadi bagian dari judul utama.

Fungsi dari sub judul ini adalah untuk membantu pembaca mengetahui poin-poin inti dan juga outline dari tulisan kita. Ini berlaku untuk tulisan di semua media seperti blog, jurnal akademik, artikel majalah, dan email. Semuanya tidak lepas dari penggunaan sub judul sebagai salah satu elemen formatnya.

Selain fungsi di atas, sub judul juga membantu pembaca untuk mengetahui inti paragraf-paragraf yang ada. Sub judul merupakan ide pokok pada konten yang cenderung panjang.

Sehingga dengan menggunakan sub judul pada cara membuat tulisan yang mudah dibaca, harapannya pembaca kita akan lebih mudah memahami maksud dan isi tulisan kita.

Paragraf pendek

Jika bisa dijelaskan dalam paragraf yang pendek untuk apa menggunakan paragraf yang panjang? Baiklah kita mungkin mengejar target 1000 kata dalam sebuah artikel, tetap usahakan setiap paragraf menjadi pendek. Kita juga dapat memecah paragraf panjang menjadi beberapa paragraf. 

Mungkin maksimal 3 kalimat dalam 1 paragraf sehingga dapat membantu pembaca untuk mencerna informasi lebih cepat dan mendorong mereka untuk membaca lebih banyak. Selain itu, menulis dalam paragraf pendek menciptakan banyak ruang putih yang membuat tulisan kita tetap bersih.


Menggunakan list

Cara menulis konten yang mudah dibaca yang ketiga adalah menggunakan list. Ada beberapa keuntungan jika tulisan kita menggunakan list, yang diantaranya:
  • Membuat tulisan kita terlihat lebih rapi dan menarik, terutama ketika dipasangkan dengan tipografi yang tepat.
  • Memberi pembaca visual break (jeda visual). Dengan menggunakan list yang terdiri dari point-point memungkinkan pembaca mengistirahatkan mata mereka.
  • Sebagai pembeda. List mempunyai gaya yang cukup berbeda dengan format teks yang lainnya, sehingga sangat mungkin list ini membuat pembaca berhenti sejenak ketika sedang melakukan scanning atau pemindaian.


Menggunakan ilustrasi visual berkualitas tinggi dan relevan

Cara menulis konten yang mudah dibaca yang keempat adalah menggunakan ilustrasi visual berkualitas tinggi dan relevan. Tujuannya adalah untuk membuat pembaca tidak bosan dan mendapatkan gambaran secara visual dari tulisan kita.

Di dunia ini ada tiga tipe orang berdasarkan gaya belajarnya, yaitu visual, auditori dan kinestetik. Dan yang paling banyak adalah tipe visual.

Dengan ilustrasi visual jauh lebih mudah untuk menyampaikan maksud kita karena orang cenderung mudah mengingat hal-hal ketika disajikan secara visual. Bukankah ada pepatah yang menyatakan bahwa "sebuah gambar bisa mewakili 1000 kata".


Menggunakan font yang mudah dibaca

Cara menulis konten yang mudah dibaca selanjutnya adalah menggunakan font yang mudah dibaca. Di dalam tulisan, pemilihan font memang penting. Hal ini dikarena font dapat mempengaruhi tampilan dan nuansa dari konten kita.

Pemilihan jenis, warna, ukuran dan konsistensi font yang tidak tepat dapat menghancurkan konten kita. Namun jika itu semua kita pilih dengan tepat maka font bisa mendukung konten agar menjadi lebih kuat lagi.

Terkait cara menulis konten yang mudah dibaca ini, kami ada beberapa tips dalam memilih font, diantaranya:

Gunakan font yang umum digunakan seperti Arial, Verdana, Georgia, Times New Roman atau Trebuchet MS. Lebih baik hindari font jenis Comic Sans MS.

Tidak ada salahnya menggunakan font dekoratif, tetapi sebisa mungkin hindari font dekoratif terlalu banyak.

Untuk satuan ukuran font, gunakan satuan point unit (pt) untuk keperluan konten yang akan dicetak. Untuk konten digital dan yang bisa dibaca browser lebih baik gunakan satuan pixel (px), ems (em) atau persen (%).

Untuk teks di bagian body atau isi sebaiknya ukuran minimalnya adalah 12 px.

Perhatikan penggunaan CAPSLOCK untuk membuat huruf kapital.

Konsisten dengan gaya font Anda, ukuran dan jarak serta hindari menggunakan lebih dari 2 jenis font.
Bagaimana Membuat Tulisan Yang Enak Dibaca


Gunakan Bahasa Yang Mudah Dipahami 

Sebaik apapun seorang profesor memberikan penjelasan dalam tulisannya, pembaca awam di luar target tulisan itu barangkali akan akan tetap sulit memahami karya tulisnya tersebut. Selain tidak menarik bagi para pembaca di luar target, tulisan tersebut juga pada akhirnya sulit dipahami dan gagal memberi tambahan pengalaman pada pembaca awam. Padahal pembaca tulisan di blog sangat umum, sehingga diharapkan dapat mencapai banyak lapisan pembaca dari berbagai latar belakang.

Karena itu, gunakanlah bahasa yang lebih santai, memiliki ejaan ringkas, tidak benar-benar formal, tidak musti saklek menggunakan standar Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) atau Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). 


Dengan bahasa yang santai diharapkan tulisan kita menjadi enak dibaca, tidak perlu lagi pembaca membuka kamus untuk menerjemahkan kata-kata. Ini memang tantangan yang lumayan berat, karena pada akhirnya kita tidak tahu siapa-siapa saja yang akan membaca tulisan kita :)


Demikian 6 cara menulis konten yang mudah dibaca. Dengan membaca dan menerapkan tips ini semoga bisa membantu dalam menjadikan konten kita lebih mudah dibaca. 

Untuk saran, masukan atau pertanyaan silahkan sampaikan pada kotak komentar di bawah ini. Semoga bermanfaat. Kalau soal desain blog dan readabilitysilahkan baca: Desain Blog Tidak Penting Tapi Jangan Diabaikan.



(Narasi dan gambar dirangkum dari berbagai sumber)


Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"

Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"

Hari semakin petang, saat-saat terbaik di halaman TBM Rumah Pelangi Bekasi sebentar lagi akan datang. Yaitu saat matahari semakin condong ke barat sehingga panasnya jauh berkurang, lalu angin sepoi-sepoi meniup dari pepohonan, perkebunan dan sawah yang membentang membawa udara segar khas pedesaan.

Sambil menikmati suasana ruang terbuka dan bercengkrama akrab, di hadapan saya 4 personil band Bahasa Aliza sudah lengkap. Kami asik terlibat obrolan-obrolan mengenai rencana-rencana ke depan. Mengenai kampanye budaya, gerakan literasi dan berbagai kegiatan yang sempat ada namun terhenti sejak wafatnya alm. Ane Matahari, penggerak sanggar Sastra Kali Malang dan Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Kota Bekasi.

Muhammad Genta Aliza Putra atau yang akrab disapa Genta, masih bersemangat bercerita mengenai niatnya melanjutkan apa yang sudah alm. ayahnya mulai. Yah menurut saya, wafatnya alm. Ane Matahari seperti memutus komunikasi antara para penggiat penggerak sastra dan musik di kota dan kabupaten Bekasi, sehingga sudah jarang bertemu dan melakukan aksi bersama lagi, itulah yang ingin Genta bersaudara giatkan kembali.

Muhammad Gema Aliza Putra, Muhammad Genta Aliza Putra dan Muhammad Gaung Aliza Putra, mereka bertiga adalah putra dari alm. Ane Matahari. Ketiganya membentuk band bernama "Bahasa Aliza", yang pada kesempatan Sabtu sore 27 Oktober 2018 menjadi bintang tamu acara Festival Rungi 2.0
Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"
Dengan dibantu Muhamad Fauzi (Uzi)  dari KPJ Kota Bekasi sebagai pemain cajon, Bahasa Aliza membawakan 2 buah lagu, 1 lagu ciptaan mereka sendiri yang berjudul "Kampung Kite" dan lagu milik KPJ yang berjudul "Dari Sabang Hingga Merauke".

"Pung kampung-kampung
ini kampung kite... 
Dulu dikate dusun
sekarang ude jadi kote...
Di sini sodare di sana sodare, 
banyak teman banyak sahabat, 
kudu akur, kudu inget nasehat...". 

Demikian cuplikan lagu berjudul Kampung Kite yang dinyanyikan dengan suara serak dan lantang khas suara Gaung sang vokalis. Lagu ini menggambarkan potret kampung-kampung yang sekarang sudah menjadi kota, namun demikian lagu ini mengingatkan bahwa perubahan demografis jangan sampai menggerus ikatan kekeluargaan, tali persaudaraan, persahabatan, semuanya kudu akur. 

Selain itu lagu ini juga berpesan agar kita sebagai bocah kampung harus tetap mengasah diri agar dapat berperan membangun kampung.
"Banyak belajar biar jadi anak yang pintar, anak kampung sini kudu ngebangun kote ini".
Saat saya tanyakan kesan dan pesan setelah datang dan tampil di halaman TBM Rumah Pelangi dalam gelaran acara Festival Rumah Pelangi 2.0, Genta mengatakan TBM Rumah Pelangi telah berhasil menjadikan ruang publik sebagai ruang budaya.

"Dalam perjalanan ke Rumah Pelangi, kami sudah merasakan sisi lain Bekasi, bahwasanya Rumah Pelangi adalah salah satu kekayaan yang Bekasi punya. Bagaimanapun perbedaanlah yang mempersatukan, TBM Rumah Pelangi telah berhasil menjadikan ruang publik sebagai ruang budaya." ungkap Genta.

"Semoga semakin kompak dan sukses, Aamiin. Kite kudu bangga jadi bocah Bekasi." tegasnya.

Untuk mengikuti perkembangan dan kabar terbaru dari band indie asal Bekasi ini kita bisa follow akun Instagram mereka di @BahasaAliza atau berkirim email ke bahasaaliza @ gmail. com jika ingin menghubungi mereka.

--------------
Mau dengar lagu Kampung Kite versi full?
Simak deh, ini saya ambil dari Soundcloud, enjoy :)



:)

Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"

Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"

Hari semakin petang, saat-saat terbaik di halaman TBM Rumah Pelangi Bekasi sebentar lagi akan datang. Yaitu saat matahari semakin condong ke barat sehingga panasnya jauh berkurang, lalu angin sepoi-sepoi meniup dari pepohonan, perkebunan dan sawah yang membentang membawa udara segar khas pedesaan.

Sambil menikmati suasana ruang terbuka dan bercengkrama akrab, di hadapan saya 4 personil band Bahasa Aliza sudah lengkap. Kami asik terlibat obrolan-obrolan mengenai rencana-rencana ke depan. Mengenai kampanye budaya, gerakan literasi dan berbagai kegiatan yang sempat ada namun terhenti sejak wafatnya alm. Ane Matahari, penggerak sanggar Sastra Kali Malang dan Kelompok Penyanyi Jalanan Kota Bekasi.

Muhammad Genta Aliza Putera atau yang akrab disapa Genta, masih bersemangat bercerita mengenai niatnya melanjutkan apa yang sudah alm ayahnya mulai. Yah menurut saya, wafatnya alm. Ane Matahari seperti memutus komunikasi antara para penggiat penggerak sastra dan musik di kota dan kabupaten Bekasi, sehingga sudah jarang bertemu dan melakukan aksi bersama lagi, itulah yang ingin Genta bersaudara giatkan kembali.

Muhammad Gema Aliza Putera, Muhammad Genta Aliza Putera dan Muhammad Gaung Aliza Putera, ketiganya merupakan putera dari alm Ane Matahari. Ketiganya membentuk band bernama "Bahasa Aliza", yang pada kesempatan Sabtu sore 27 Oktober 2018 menjadi bintang tamu acara Festival Rungi 2.0
Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"

Dengan dibantu Muhamad Fauzi atau Uzi sebagai pemain cajon, Bahasa Aliza membawakan 2 buah lagu ciptaan mereka sendiri yang berjudul "Kampung Kite" dan "Dari Sabang Hingga Merauke".

"Pung kampung-kampung, ini kampung kite... 
Dulu dikate dusun, sekarang udeh jadi kote...
Di sini sodare di sana sodare, banyak teman banyak sahabat, 
kudu akur, kudu inget nasehat...". 

Demikian cuplikan lagu berjudul Kampung Kite yang dinyanyikan dengan suara serak dan lantang khas suara Gaung sang vokalis. Lagu ini menggambarkan potret kampung-kampung yang sekarang sudah menjadi kota, namun demikian lagu ini mengingatkan bahwa perubahan demografis jangan sampai menggerus kekeluargaan, persaudaraan, persahabatan, kudu akur. 
"Banyak belajar biar jadi anak yang pintar, anak kampung sini kudu ngebangun kote ini".
Saat saya tanyakan kesan dan pesan setelah datang dan tampil di halaman TBM Rumah Pelangi dalam gelaran acara Festival Rumah Pelangi 2.0, Genta mengatakan TBM Rumah Pelangi berhasil menjadikan ruang publik sebagai ruang budaya.

"Dalam perjalanan ke Rumah Pelangi, kami sudah merasakan sisi lain Bekasi, bahwasanya Rumah Pelangi adalah salah satu kekayaan yang Bekasi punya. Bagaimanapun perbedaanlah yang mempersatukan, TBM Rumah Pelangi telah berhasil menjadikan ruang publik sebagai ruang budaya." ungkap Genta.

"Semoga semakin kompak dan sukses, Aamiin. Kite kudu bangga jadi bocah Bekasi." tegasnya.

--------------
Mau dengar lagu Kampung Kite versi full?
Simak deh, ini saya ambil dari Soundcloud, enjoy :)



:)

Warna Warni Kita Menjadi Satu di Dalam Rahimmu

merayakan hari pahlawan bersama cahaya foundation

Pertama kali mendengar lagu Busur Hujan di Gelaran Perpustakaan Jalanan Ke 15, ada yang urun suara menyumbang lagu untuk meramaikan gelaran lapak buku dan diskusi Sejarah Bekasi malam itu. Kami yang hadir saat itu bersama-sama bernyanyi, karena saya tidak tahu lagunya saya hanya ikut menyanyi saat reff saja, "Warna-warni kita menjadi satu, di dalam rahimmu", kata-kata yang dalam maknanya.

Lagu tersebut berjudul Busur Hujan (Rainbow Warrior) milik Navicula. Rainbow yang biasanya diterjemahkan sebagai pelangi oleh Navicula diubah menjadi busur hujan, busur (bow) dan hujan (rain). Rainbow yang dimaksud dalam lagu ini adalah kapal "Rainbow Warrior" sebuah kapal milik Greenpeace yang dulu pernah diledakkan oleh aparat intelijen Prancis sehingga menewaskan seorang fotografer dan tenggelam pada tanggal 10 Juli 1985.

Busur Hujan bukan lagu pertama yang terinspirasi dari perjuangan kapal Rainbow Warrior dan mengenang kejadian sabotase kepada kapal Rainbow Warrior. Sebelumnya sudah ada sebuah lagu berjudul "Little Fighter" oleh White Lion dalam album Big Game yang hits hingga masuk pada jajaran The Billboard Hot 100 di tahun 1989.

Dari segi lirik, lagu Busur Hujan menggunakan pilihan diksi yang bersifat puitik sehingga agak sulit mendefinisikan terjemahan baku mengenai apa yang dimaksud dari kalimat-kalimat dalam rangkaian liriknya. Selain itu komposisi musiknya juga apik, Navicula yang secara umum bisa dimasukkan dalam genre grunge, membuat lagu Busur Hujan ini tidak terlalu sulit untuk dinikmati oleh penyuka musik rock.

Sudah sekian lama saya ingin membawakan lagu ini, tapi baru pada kesempatan peringatan Sumpah Pemuda di Sanggar Banboo Tambun Selatan Kabupaten Bekasi kemarin saya bisa nge-jamm dan mencoba menyanyikan lagu ini. Acara sumpah pemuda ini juga sekaligus merayakan ulang tahun Cahaya Foundation yang kedua, Ahad 28 Oktober 2018. 

Reff lagu ini menurut saya sangat mewakili semangat peringatan Sumpah Pemuda, sehingga begitu terlintas dalam pikiran, saya langsung maju untuk menyanyikannya walau tanpa persiapan :D Dengan dibantu personil Sanggar Banboo, lagu ini berhasil kami bawakan walau sempat berhenti di tengah karena saya lupa lirik dan suara saya tidak sampai :D

Selain bernyanyi dengan iringan band, acara ini juga diisi dengan sumbangan kepada yatim dhuafa, aksi bakti sosial pengobatan gratis bekerjasama dengan salah satu RS di Bekasi, pembacaan puisi dari  para tamu undangan yang hadir serta penampilan pencak silat dari perguruan silat Cingkrik Cibitung dan lain-lain.
keluarga besar cahaya foundation bekasi
Keluarga besar Cahaya Foundation saat Milad Ke-2
Hadir dalam acara ini tentu saja keluarga besar relawan Cahaya Foundation, Sanggar Banboo selaku tuan rumah, beberapa teman-teman dan simpatisan yang selalu mendukung kegiatan Cahaya Foundation dan lain-lain, serta beberapa warga masyarakat sekitar. 

Saat berangkat saya naik grab karena kondisi badan yang sedang kurang fit, masih mengantuk karena sehari sebelumnya dari pagi hingga larut malam saya menghadiri acara "Workshop Ayo Menulis" bersama AtmaGo di SMK Binakarya Mandiri Jati Mulya Bekasi dan selebrasi Milad ke-2 TBM Rumah Pelangi Bekasi.

Acara perayaan HUT Cahaya Foundation ini sederhana saja, potong tumpeng, makan bersama, ngopi-ngopi kongko, suasana kekeluargaan lebih terasa karena tidak terlalu banyak juga tamu yang diundang dan bentrok dengan acara di Gedung Juang Bekasi.

Akhir kata, selamat ulang tahun ke-2 untuk Cahaya Foundation, semoga dapat terus mengabdi kepada masyarakat yang membutuhkan dan selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-90.

Berikut cuplikan video yang saya ambil dari live Facebook Mbak Dyah. Saya sih puas karena sudah ikut meramaikan walau tampil dadakan dan seadanya, yang penting sudah ikut meramaikan suasana :)
Berikut lirik dan chord lagu Busur Hujan dari Navicula.

Em     Bm     C             G 
Busur Hujan di cakrawala 
Em           Bm         C             G 
Kau rayu hatiku menuju ke sana 
Em     Bm     C             G 
Busur Hujan di cakrawala 
Em               Bm         C               G 
Maha karya jembatan ke gerbang surga

Am       C           Em 
Ku kembangkan layarku 
Am   C         Em 
Arungi samudera ibuku 
Am       C         Em 
Kan kuhunjam sauhku 
                        G     Am-Bm   D-Em C... 
Di dalam rahimmu

[Reff:] 
Em                 C             G 
Warna-warni kita menjadi satu 
Em                 C             G 
Warna-warni kita menjadi satu 
Em                 C             G 
Warna-warni kita menjadi satu 
Em                 C             G 
Warna-warni kita menjadi satu 
                        G     Am-Bm   D-Em C... 
Di dalam rahimmu

Em     Bm     C             G 
Busur Hujan di cakrawala 
Em         Bm               C           G 
Manusia titipkan mimpinya di sana.. 
Em     Bm     C             G 
Busur Hujan di cakrawala 
Em                   Bm           C             G 
Ada harta di kakinya...menunggu di sana

Am       C           Em 
Ku kembangkan layarku 
Am   C         Em 
Arungi samudera moyangku 
Am       C         Em 
Kan kuhunjam sauhku 
                        G     Am-Bm   D-Em C... 
Di dalam rahimmu

[Reff:] 
Em                 C             G 
Warna-warni kita menjadi satu 
Em                 C             G 
Warna-warni kita menjadi satu 
Em                 C             G 
Warna-warni kita menjadi satu 
Em                 C             G 
Warna-warni kita menjadi satu 
                        G     Am-Bm   D-Em C... 
Di dalam rahimmu



Malam Minggu Seru Di Peringatan Puncak Hari Puisi Indonesia (HPI) Bekasi Raya

Peringatan puncak Hari Puisi Indonesia (HPI) Bekasi Raya
Sabtu malam, (20/10/2018) saya kembali mengonsumsi bawang putih mentah untuk menekan sisa-sisa batuk dan melegakan pernafasan sebagai persiapan menyumbang suara sember saya dalam acara Peringatan puncak Hari Puisi Indonesia (HPI) Bekasi Raya. 

Setelah tahu panitia acara tidak menyediakan gitar maka saya ajak seorang teman untuk ikut berboncengan notor sekalian membantu saya memegangi gitar, karena setelah saya cari-cari saya lupa di mana menyimpan sarung gitar saya :D

Bersama DAF yang bertemu di jalan akhirnya sampailah kami di lokasi. Sebuah rumah dengan halaman yang cukup luas dan sudah dipasang panggung sederhana. Kanan kiri panggung (bukan panggung beneran sih) diterangi tambahan cahaya dari obor yang ujungnya diberi pijar api dari buah bintaro kering yang dibakar.

Setelah sedikit berakrab-akrab walau tidak semua hadirin saya kenali akhirnya saya memilih duduk di samping Baba Fahmi Benhud, agak di bagian depan berhadapan dan sejajar dengan Kong Guntur Elmogas dan Bu Dyah Kencono.
Kong Guntur Elmogas Peringatan puncak Hari Puisi Indonesia (HPI) Bekasi Raya
Kong Guntur Elmogas saat membuka acara
Singkat cerita dengan tetap santai, Kong Guntur duduk bersila (deprok) membacakan pantun-pantun dan memberikan sambutan yang secara resmi membuka acara Peringatan puncak Hari Puisi Indonesia (HPI) Bekasi Raya malam itu. 

Bertempat di Rumah Budaya Bekasi, Kampung Ujung Harapan Bahagia, RT. 04/RW.04, Babelan, Kabupaten Bekasi, Peringatan puncak Hari Puisi Indonesia (HPI) Bekasi Raya berjalan lancar dan penuh hikmat. Bang Rian Hamzah selaku MC benar-benar bisa membawa acara malam itu menjadi "berkelas". 

Selanjutnya Ketua Panitia HPI Bekasi Raya, Bu Dyah Kencono Puspito Dewi menceritakan rangkaian acara peringatan HPI hingga malam puncak perayaan Hari Puisi Indonesia 2018 yang dilaksanakan di kediaman Bang Hilalludin Yusri. 

Sebelumnya, perayaan HPI Bekasi Raya yang bertema "Gaung Puisi di Tapal Batas Bekasi" telah digelar di tujuh tempat yang berbeda, yaitu:
  1. Sekolah Alam Prasasti di Desa Sukatenang Kecamatan Sukawangi yang diprakarsai oleh Komarudin Ibnu Mikam;
  2. Komunitas Mendut Tambun yang diprakarsai oleh Raden Sudarmono;
  3. Madrasah, Jaka Sampurna yang diprakarsai oleh Fahmi Benhud;
  4. Islamic Centre yang diprakarsai oleh Kong Guntur Elmogas;
  5. BKMB Kartini yang diprakarsai oleh Abdul Choir;
  6. Dinas Pendidikan Kota Bekasi yang diprakarsai oleh DKB Kota atau Ridwan Marhid
  7. Saung Bitung yang diprakarsai oleh DKB Kabupaten atau Iswandi Ichsan.

Acara selanjutnya sambutan dari Sofyan RH. Zaid selaku sekretaris panitia Hari Puisi Indonesia 2018 mewakili Yayasan Hari Puisi yang menjelaskan mengenai 2 bentuk puisi. Menurut Sofyan RH. Zaid Puisi dapat kita lihat dengan konteks yang lebih luas. Bila dilihat dari kaca mata literasi, puisi terbagi menjadi dua, yakni puisi teks dan puisi diri

Puisi teks adalah apa yang kita tulis dan dapat kita baca. Sedangkan puisi diri adalah apa yang tak bisa kita tulis namun tetap bisa kita baca. Contohnya berbuat baik pada sesama dalam kegiatan sosial, peduli lingkungan, bekerja mencari nafkah, mendukung acara puisi, menjadi juri lomba puisi, tidak melakukan korupsi, hadir di acara perayaan puisi seperti ini, dan lainnya adalah contoh puisi diri.
Dengan membacakan kutipan dari WS Rendra, "Kemarin dan esok adalah hari ini" yang diikuti oleh para hadirin sambutan dari Sofyan RH. Zaid berakhir.
Bang Rian Hamzah Peringatan puncak Hari Puisi Indonesia (HPI) Bekasi Raya
Bang Rian Hamzah selaku MC yang kece badai malam itu
Baba Fahmi Benhud untuk kesempatan pertama membawakan puisinya yang berjudul "Aku bertanya padamu wahai saudara", dibawakan dengan suara yang lantang namun tetap diselingi canda.

Aku bertanya padamu wahai saudara
Aku bertanya pada saudara
Apakah saudara tidak sadar atau lupa?
bahwa kita terus menukar tanah, air, sawah 
dengan rupiah tak berdaya

Tanah sudah tiada..
Air sudah tak mengalir.. (sekali mengalir, tapi ada salju genit...)
Sawah bukan lagi milik kita !
Warisan pun habis !!
Hidup di kontrakan milik Tuhan? 
Tidak saudara..

Demikian potongan puisi dari Baba Fahmi Benhud, selanjutnya disambung dengan pembacaan puisi tentang Kali Bekasi dari Iwan Bonick, lalu Mbak Nila Hapsari, Yahya Andi Saputra dari Komite Sastra Jakarta, Komunitas Malam Puisi Bekasi, Ridwan Ch Marhid,  Ridwan Fauzi, Diana Prima Resmana, Nila Hapsari, Armen S Doang, Ali Satri Efendi, Wieke, dan lainnya. Di antara yang hadir juga tampak Ayid Suyitno Ps, Wig MS, Widodo Arundono, serta Giyanto Subagio, Asep Setiawan, Jaronah Abdullah dan masih banyak lagi.

Malam itu saya menikmati sesi pembacaan puisi yang benar-benar membuat malam minggu jadi bermakna. Gak sia-sia saya memutuskan untuk menghabiskan malam minggu menghadiri acara ini walau seharian sudah keliling kemana-mana. 

Beragam gaya pembacaan puisi saya saksikan secara langsung oleh para pembaca puisi yang keren-keren. Alhamdulillah, untung saya duduk di bagian depan sehingga dapat dengan jelas melihat ekspresi dan penjiwaan dari masing-masing yang tampil.
Sebagai anti klimaks, saya selaku penikmat puisi tidak membaca puisi, seperti sebelumnya saya sekadar menyanyikan lagu "Soedirman Soejono (1)" dari Akar Bambu dan Puisi "Bunga Dan Tembok" karya Widji Thukul yang dimusikalisasi oleh Fajar Merah, putra Widji Thukul. Iya, anti klimaks, biar ada jeda sedikit sebelum sesi pembacaan puisi kembali berlanjut :D

Acara puncaknya? tentu saja bagi saya acara puncaknya yah makan malam hehehe, para hadirin dengan santai menikmati sajian makan malam yang disediakan panitia sambil menonton film puisi karya Rian Hamzah. Film yang cukup bagus, sayangnya walau kadang berbahasa Indonesia, kebanyakan dialog dalam film menggunakan bahasa Sunda jadi saya kurang paham jalan ceritanya. 

Semakin malam acara semakin cair, kami ngobrol-ngobrol sambil menikmati kopi hingga sesi foto bersama sebelum acara resmi ditutup.

Malam itu, saya puas menyaksikan langsung pembacaan puisi dari orang-orang yang sepertinya sudah punya nama dalam jajaran pembaca puisi di Bekasi dan Jakarta. Acara yang sederhana tapi keren banget, semoga bisa menyaksikan lagi acara-acara selanjutnya.





Blogfam Is Back!


Blogfam Is Back!

Blogfam is back...

Beberapa keluarga Blogfam hari ini (Senin, 22 Oktober 2018) membuat postingan di blog maupun di medsos mengenai BlogFam Is Back. Kemungkinan akan ada reuni keluarga besar BlogFam yang tersebar di berbagai pelosok nusantara. Saya gak tau akan seperti apa BlogFam ke depan, mungkin itu salah satu agenda reuni nantinya, saat ini saya mau sedikit cerita tentang BlogFam aja deh.

Saya kenal Blogfam hampir seumur dengan saya mengenal blog, walau saya lebih dahulu mengenal Komunitas Blogger Makassar Angingmammiri yang ternyata dulunya adalah BlogFam kelurahan Makassar.

Dari jejak Mbak Injul selaku salah satu admin Blog Indosiar tempat awal saya belajar ngeblog akhirnya sekitar tahun 2006 saya ikutan mendaftar di Forum Blogfam, hanya silent reader sampai terakhir saya kunjungi di tahun 2013 kerjaan saya yah masih Dagang Siomay saking jarangnya berinteraksi :D
Blogfam Is Back!
BlogFam itu singkatan dari Blogger Family, penggunaan kata "Family" ini bukan sekadar asal pilih nama, istilah "anggota" atau "member" dalam forum BlogFam diganti dengan keluarga. Ini gak lepas dari tangan besi dan ketegasan moderator dalam menjaga interaksi baik dalam forum maupun saat kopdar, karena sifatnya kekeluargaan yah kopdar menjadi salah satu agenda yang wajib, minimal sekali biar saling kenal, katanya keluarga kok gak saling kenal? Katanya keluarga kok gak pernah ikut kopdar? mungkin dulu begitu aturan gak tertulisnya :D

Yang pasti sekali ikut kopdar kok saya gak kapok, malah misuh-misuh kalau ada kopdar yang kemungkinan bisa saya hadiri tapi saya gak diinformasikan :D Nah ini katanya BlogFam mau kopdar reuni sekitaran Desember. Belum fix di mana venue-nya tapi bisa dibayangkan bagaimana ramainya kalau keluarga besar yang rata-rata cerewet di dunia maya ini bertemu :D

Belakangan, saya sempat terlibat dan menyaksikan saat masa transisi Forum BlogFam berubah menjadi portal blog dengan beberapa bidang dengan masing-masing redaktur dan editor karena menggunakan sistem kontributor, tapi karena kesibukan masing-masing akhirnya sekarang blogfam.com menjadi aggregator blog. Ke depan akan menjadi seperti apa lagi? :)
Kalau menurut saya, BlogFam masih bisa bertahan hingga saat ini karena tidak mengharamkan perubahan. Di balik BlogFam ini saya mengenal orang-orang idealis berdedikasi tinggi dalam bidangnya masing-masing, mereka adalah inspirasi saya, karenanya saya bangga menjadi bagian dari keluarga virtual ini. Iya, mungkin saking lamanya berteman, anggota-anggota BlogFam ini sudah tersaring sedemikian rupa hingga sudah saling tahu karakter masing-masing. Saling mengapresiasi persamaan dan menghormati perbedaan, hingga hubungan kami seperti sebuah keluarga besar sampai saat ini.
Mungkin kerinduan akan sebuah "rumah besar" yang bisa menerima perbedaan dari banyak anggotanya, saling membantu dan membesarkan dll itulah yang membuat ide BlogFam is Back kembali hadir. Semoga menjadi semangat baru yang kembali menghangatkan "rumah besar" ini, amiin.






BUNGA DAN TEMBOK

Seumpama bunga
Kami adalah yang tak kau hendaki tumbuh
Seumpama bunga
Kami adalah yang tak kau kehendaki adanya

Engkau lebih suka membangun kota dan merampas tanah
Engkau lebih suka membangun jalan layang membangun tembok besi

Seumpama bunga
Kami adalah yang tak kau hendaki tumbuh
Seumpama bunga
Kamilah yang rontok di bumi kami sendiri

Engkau lebih suka menanam rumah dan merampas sawah
Engkau lebih suka membangun jalan layang membangun tembok besi

Jika kami bunga
Engkaulah tembok itu
Telah kami tanam biji-biji di tubuhmu
Kelak suatu nanti kami kan tumbuh 
Dengan keyakinan: engkau harus hancur!

Engkau harus hancur!
Engkau harus hancur!
Engkau harus hancur!


_____________
Musikalisasi Fajar Merah
Video by Muhsin Ali Mabrur

Dibawakan dengan ancur-ancuran saat Perpustakaan Jalanan Bekasi turut meramaikan perhelatan Hari Puisi Indonesia - GAUNG PUISI DI TAPAL BATAS UTARA di Sekolah ALam Prasasti, Kp Piket Desa Sukatenang Sukawangi Bekasi. Minggu, 12 Agustus 2018.



Macam-macam Tipe USB dan Perkembangannya

Macam-macam Tipe USB dan Perkembangannya
Saat ini, mungkin tiada hari tanpa berinteraksi dengan teknologi USB. Entah untuk mengisi baterai atau memindahkan data. Kedua fungsi tersebut belum bisa tergantikan untuk saat ini, walaupun sudah ada solusi hubungan nirkabel baik untuk mengisi daya maupun perpindahan data, namun saya kira untuk 5 tahun ke depan USB masih akan banyak digunakan.

Selama hampir dua dekade ini, standar port USB menjadi teknologi koneksi yang paling umum digunakan di seluruh dunia. USB sendiri adalah kepanjangan dari Universal Serial Bus yang dikembangkan oleh USB Implementers Forum, sebuah forum atau lembaga nirlaba yang berdiri pada tahun 1995.

USB adalah antarmuka (interface) plug-and-play, yang biasanya digunakan untuk menghubungkan komputer ke berbagai perangkat. Alasan utama mengapa USB menjadi sangat populer adalah karena USB hadir untuk menggantikan banyak antarmuka yang lebih tua dan menggabungkan beberapa fungsi yang menjadi standar internasional.

Standarisasi USB adalah protokol yang menentukan bagaimana solusi memindahkan / transfer data dan pengisi daya dikelola, yang selalu berkembang dalam hal kecepatan dan peningkatan fitur. Dalam keseharian kita mengenal Konektor USB, itu adalah bentuk fisik dari port pada perangkat atau gawai Anda, terletak di ujung kabel yang ditancapkan ke USB port.

Saat ini sudah dikenal USB Type-C, tapi sebelum membahas lebih jauh ayo kita sejenak kembali tipe-tipe USB sebelumnya dan melihat perbedaan-perbedaan serta kelemahan dari berbagai Teknologi USB sebelumnya.

STANDARISASI USB

Macam-macam Tipe USB dan Perkembangannya

USB 1.0

USB 1.0 atau 1.x pertama kali diperkenalkan pada tahun 1996. Namun sayangnya versi tersebut tidak pernah sampai ke produk konsumen.

USB 1.1 (Full Speed)

Full Speed USB 1.1 diluncurkan pada bulan Agustus 1998, ini adalah standar USB pertama yang didukung secara luas. USB 1.1 ini memiliki kecepatan maksimum 1.5MB / s (12Mbps), digunakan sebagai penghubung (periferal) pada keyboard dan mouse. Tidak semua produsen langsung mengadaptasi standar ini, tetapi lambat laun konektor keyboard, mouse, dan printer menjadikannya sebagai konektor utama

USB 2.0 (High Speed)

Versi USB ini diperkenalkan pada tahun 2000 dan telah meningkatkan transfer data maksimum hingga 60MB / s (480Mbps). Peningkatan kecepatan ini membuat USB 2.0 cocok untuk digunakan pada  hard drive eksternal dan jenis perangkat penyimpanan data lainnya untuk pertama kalinya. Port USB kemudian mulai meningkat dan sepenuhnya mengganti port lawas yang lebih tua di desktop dan laptop. USB Flash drive (flash disc) mulai menggantikan floppy disk, CD, dan DVD.

USB 3.0 (Super Speed)

USB 3.0 dirilis pada tahun 2008 dan meningkatkan kecepatan transfer hingga 500MB / s (5Gbps). Peningkatan teknologi USB 2.0 tidak hanya pada kecepatan dan kinerja tetapi juga pada manajemen daya yang lebih besar dan peningkatan kemampuan bandwidth menyediakan dua trek data uni-directional untuk menerima dan mengirim data pada saat bersamaan. Teknologi ini juga disebut sebagai USB 3.1 Generasi Pertama dengan bermacam argumentasi.

USB 3.1 (SuperSpeed ​​+)

Versi USB ini juga disebut sebagai USB 3.1 Generasi Kedua. Ini adalah versi terbaru dari standar USB. Diperkenalkan pada tahun 2013, keunggulan utamanya adalah pada peningkatan kecepatan hingga 1,25GB / s (10Gbps), membuatnya secepat standar Thunderbolt yang asli. USB 3.1 memiliki tiga profil daya dan memungkinkan perangkat yang lebih besar untuk menarik dari host hingga 2A di 5V untuk konsumsi daya hingga 10W. Karena itu, koneksi USB sekarang dapat digunakan untuk mengisi daya laptop. USB 3.1 ini umumnya digunakan pada Hard Disc External dan beberapa gawai mahal untuk fitur kecepatan transfer data maksimal dan mendukung fitur fast charging.

Cukup yah pembahasan tentang teknologi USB, sekarang kita masuk ke bahasan konektor USB.

Jenis konektor USB

Macam-macam Tipe USB
Macam-macam Tipe Konektor USB

USB Tipe A

Konektor USB A pada dasarnya digunakan pada pengontrol host di komputer dan hub. Soket USB-A dirancang untuk menyediakan koneksi "hilir" yang ditujukan untuk pengendali host dan hub, jarang diimplementasikan sebagai konektor "hulu" pada perangkat periferal. Ini karena host USB akan menyediakan daya DC 5V pada pin VBUS. Dengan demikian, penting untuk diingat ketika membeli kabel USB, paling aman untuk memastikan setidaknya satu dari colokan adalah USB A.

Meskipun tidak umum, kabel USB A (lelaki/male) ke A (lelaki/male) digunakan oleh beberapa port/socket untuk membuat koneksi antara dua port USB A (perempuan/female). Tapi model kabel A-A ini tidak dimaksudkan untuk menghubungkan antara dua komputer host atau komputer ke hub.

USB Tipe B

Konektor gaya B dirancang untuk periferal USB. Bentuknya yang hampir 'persegi' ini, sepertinya agak jarang dipakai. Kegunaannya biasanya sama dengan type-A di mana berbagai perangkat yang terhubung ke komputer, smartphone dan kamera digital menggunakan USB type-B

USB Mini

Mini-USB adalah konektor standar untuk perangkat-perangkat mobile. Mini-USB lebih kecil ketimbang USB reguler, kini sudah jarang sekali yang menggunakan karena sudah tergantikan oleh micro-USB.

USB Micro

USB Micro adalah penyempurnaan dari USB Mini. USB Micro telah menjadi standar banyak pabrikan dalam memproduksi gawainya. Saat ini, mayoritas gawai menggunakan port USB Micro sebagai saluran pengisi daya dan penghubung ke komputer. Hanya Apple yang tidak menggunakan USB tipe ini. Kelemahannya USB ini tidak bisa dibolak-balik dan rentan rusak jika dipaksakan masuk.

USB Tipe C

USB Tipe C adalah jenis konektor USB yang terbaru, dengan bentuk lebih kecil serta bisa dibolak-balik. USB Type-C memberikan kecepatan transfer yang lebih tinggi dan punya daya yang lebih kuat ketimbang jenis USB sebelumnya. Saat ini, USB Type-C sudah mulai banyak digunakan untuk beberapa laptop dan sebagian kecil smartphone serta tablet terbaru untuk mendukung kecepatan transfer data dan fasilitas fast charging.
USB Type C Lightning Apple iPhone

Lightning

Lightning digunakan oleh Apple untuk konektor iPhone dan iPad. Ukurannya serupa dengan micro-USB dan hanya bisa digunakan oleh perangkat Apple yang diproduksi di atas bulan September 2012. Ini bukanlah standar USB.


*Kalau bahasanya terkesan kaku itu karena artikel ini sebagian besar adalah terjemahan yang dirangkum dari berbagai sumber