Menjawab Pertanyaan "Penting Atau Tidak Penting?"

Kopi Hainam Jakarta
 Kopi Hainam Jakarta 
Perbincangan santai saat ngopi sore ini seperti biasa, mengalir tanpa pola, sambung menyambung sampai akhirnya waktu menjelang magrib datang.

Istilah "zaman susah" atau "zaman sulit" sudah lama saya tidak dengar. Kembali terdengar ketika salah satu kawan sedang flashback masa lalunya dengan kalimat "dulu saat di zaman susah".

Saya paham istilah itu dimaksudkan atau hanya ungkapan saat-saat ybs sedang menjalani masa-masa mudanya yang tampaknya tidak lebih buruk dari yang saya alami. 

Siklusnya mirip, lulus sekolah (SMA), menganggur, kuliah, menganggur lagi lalu keluar masuk pekerjaan hingga akhirnya bertahan pada profesi yang sampai sekarang masih dijalani.

Saya sendiri saat flashback masa-masa itu lebih suka menyebut dengan istilah "masa revolusi fisik" atau "zaman perjuangan", karena keadaan situasi dan kondisi saat itu mengharuskan saya menjalani hidup dengan sederhana dan prihatin.

Tapi apakah tepat menyebut masa-masa itu adalah "zaman susah?". Bagi saya tidak ada zaman susah atau zaman senang, semua sama saja dan punya tantangannya sendiri.

Dulu kita berjuang melamar pekerjaan sana-sini, keluar masuk dan mencoba berbagai profesi hingga akhirnya bisa kredit rumah, kredit kendaraan dan lain sebagainya. 

Sekarang pun belum selesai perjuangan, anak-anak semakin besar sehingga semakin banyak kebutuhannya. Kesehatan sudah semakin menurun sehingga mulai sering bolak-balik klinik atau rumah sakit dan seterusnya.

Kalau mau berpikir tentang zaman susah, yah menurut saya baik dulu maupun sekarang tidak ada bedanya, sama-sama zaman susah, hanya beda tantangan yang dihadapi. Begitu juga kalau kita bicara "zaman senang", baik dulu dan sekarang kita bisa menikmati semua dan bersenang-senang.

Berbicara soal kesenangan hidup itu benar-benar sulit mencari standar bakunya. Semua berpulang kepada pribadi masing-masing, kepada standar kebutuhan, gaya hidup, persepsi masing-masing dll.

Ada yang memiliki standar hidup sederhana dengan kebutuhan hidup yang sederhana pula, mereka akan senang jika kebutuhan mereka yang sederhana itu sudah terpenuhi, lebih dan kurangnya itu sudah menjadi rahasia Ilahi. 

Demikian juga ada yang punya standar hidup yang tinggi, dia akan senang jika keinginannya tersebut terpenuhi. Selama dia bisa mengukur kemampuan diri sendiri dan dapat memenuhinya sah-sah saja memiliki target-target hidup yang mungkin bagi orang lain berlebihan.

Buat saya semua kembali ke prioritas, dulu waktu belum paham teori SWOT, 4 Kuadran waktu Penting dan genting hidup saya mengalir bukan dengan tanpa beban. Prioritas-prioritas tetap ada sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan ekonomi.

4 Kuadran waktu Penting dan genting

Menjadi pengamen dan tukang bangunan saya lakukan karena pada saat itu, situasi dan kondisi yang memungkinkan hanya itu. Pastinya mau kerja kantoran atau jualan, tapi belum ada kesempatan seperti itu.

Tapi ternyata setelah dijalani, mengamen itu membuka peluang saya untuk mengenal banyak karakter orang, belajar membaca bahasa tubuh dan yang lebih penting belajar mengenal dunia entertainment kecil-kecilan.

Dari pengalaman sebagai tukang bangunan juga saya belajar yang namanya teamwork, sedikit teknik sipil, jadi tau pentingnya profesi arsitek dst.
Penting nggak penting, buat saya pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman seperti itu membuat saya lebih tertarik lagi untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuan tentang segala hal. Tapi kalau ditanya, apa semua itu penting? 
Kalau menurut saya, pertanyaan "penting atau tidak" adalah pertanyaan relatif yang akan berpulang ke prioritas, nilai-nilai, situasi dan kondisi masing-masing, sehingga jawabannya bisa berubah seiring berubahnya prioritas hidup seseorang.

Soal prioritas ada baiknya kita mengenal tentang Teori Hierarki Kebutuhan dari Abraham Maslow seperti yang saya bahas di tulisan puasa sebagai vaksinasi virus akal budi.
Teori Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow
Namun begitu kalau pertanyaan "penting atau tidak" perlu di jawab maka jawaban saya adalan PENTING tapi TIDAK GENTING. Penting tapi tidak genting berarti masuk ke kuadran 2. 

Aktivitas di kuadran 2 memiliki ciri: pencegahan, aktivitas kapasitas produksi, pengembangan hubungan, pengenalan peluang baru, perencanaan, rekreasi dst. Hasil dari kegiatan di kuadran dua antara lain: visi, perspektif, keseimbangan, disiplin, kontrol, beberapa krisis. Demikian menurut teorinya, prakteknya silakan resapi masing-masing.

Kalau orang lain menganggap itu tidak penting, maka anggapan seperti itu boleh dipertimbangkan tapi bukan untuk diperdebatkan. :)

Begitu saja dulu catatan akhir pekan ini.

Salam



Hanya Lulusan SD, Tapi Nabungnya Rp100 Juta per Bulan

Udang Galah Hanya Lulusan SD, Tapi Nabungnya Rp100 Juta per Bulan

Karena hanya lulusan SD, Si Bapak tidak paham cara menghitung omzet. Tapi ia mengaku dapat menabung minimal Rp 100 juta per bulan dari usahanya. 

Saya baca informasi itu di Tabloid Kontan, tak lama setelah saya memutuskan tidak bergabung dengan Si Bapak pada tahun 2002 lalu, dan kemudian memilih menjadi pegawai negeri dengan gaji pokok pertama sebesar Rp 608 ribu per bulan.

Dengan gaji Rp 608 ribu per bulan, bisa menabung Rp 100 juta setelah kerja berapa bulan? Ratusan bulan! Hahaha...

Sebagai perantau dari Tasikmalaya, si Bapak orangnya ulet. Saat saya hendak bergabung di bisnis budidaya udang galahnya, beliau sudah beberapa tahun memulai usaha itu. 

Kolamnya ada beberapa. Jika tidak salah ingat, dalam satu hamparan terdapat 5 kolam ukuran besar dan beberapa kolam kecil-kecil. Bersama keluarganya, beliau mengontrak rumah sederhana tidak jauh dari kolamnya itu.

Skenarionya, dengan bimbingannya, saya akan mencari lokasi lain untuk membudidayakan udang galah. Setelah mensurvei beberapa lokasi, akhirnya dapat juga kolam seluas 1 hektar yang bisa disewa selama 5 tahun. 

Tempatnya di kiri jalan arah Gunung Kidul dari Kota Jogjakarta.

Uang sewa sudah ada. Bahkan modal buat 5 kali menebar benur pun sudah tersedia. Kebetulan ada penyandang dana yang bersedia memodali saya. Tetapi akhirnya, saya memutuskan mundur.

Si Bapak tentu saja kecewa. Karena dia bermaksud menjadikan saya konsumen benur pertama dari hatchery yang tengah dia rintis bersama partner bisnisnya yang lain, yaitu Pak Pur.

Pemodal saya, yang berhubungan baik dengan si Bapak, tetapi lebih mempercayai saya sepenuhnya untuk bisnis ini, juga penasaran. Saya sampaikan kepadanya, bahwa bisnis ini tidak cukup layak, bukan karena tingkat kesulitannya.

Bahkan saya mungkin bisa menghasilkan panen lebih besar, karena calon istri saya lulusan Biologi Lingkungan, yang mungkin akan menemukan inovasi enteng-entengan setelah beberapa kali penanaman benih.

Masalah terbesarnya justru pada pasar yang terbatas. Jika saya bergabung, niscaya hasil produksi akan bertambah signifikan dan berpengaruh buruk pada harga komoditas.

Permintaan pasar terbesar saat itu dari Pulau Bali. Dan sepertinya sedikit sulit mengembangkan pasar di luar pulau itu, karena harga udang galah pada saat itu yang relatif lebih tinggi dibandingkan udang jenis lainnya.

"Informasi intelijen" juga membenarkan bahwa Si Bapak sudah berutang ke supplier pakan selama berbulan-bulan. Jadi wajar banget kalo saya memutuskan mundur dan mengembalikan modal yang sudah sempat berpindah ke tangan saya.

Lalu Bom Bali jilid I meledak menjelang akhir tahun 2002. Pada waktu itu saya sedang mempersiapkan diri melepas beberapa usaha di Jogjakarta karena harus hijrah ke Jakarta pada bulan November.

Yang langsung terbayang di benak saya saat bom jahanam itu meledak adalah Si Bapak yang telah kehilangan pasar terbesarnya. Sungguh tidak terbayangkan kesulitan yang harus dihadapi Si Bapak dan usaha udang galahnya. Sedih banget rasanya hati ini. 

Meskipun tidak pernah lagi berbalas sapa secara langsung (pada 2003-an saya masih bolak-balik Jakarta-Jogjakarta), saya mendapat kabar bahwa ternyata Si Bapak berinovasi out of the box.

Alih-alih mencari pasar alternatif sebagai pengganti Pulau Bali, ia menciptakan pasarnya sendiri. Pasarnya yang hancur diterjang bom memberinya ide untuk menjual sendiri hasil budidayanya.

Di atas kolam-kolamnya dia bangun dangau-dangau yang dia sebut sebagai Gubug Makan. Menu utamanya, tentu saja udang galah yang ditangkap langsung dari kolam. Udang galah yang segar dipadu dengan keahlian istrinya memasak melengkapi keunikan Gubug Makan tersebut.

Orang-orang mulai berdatangan. Tertarik mencicipi, lalu mengajak orang-orang yang lain, sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama, Si Bapak tidak lagi dipusingkan tentang ke mana dia harus menjual udang-udangnya.

Puncaknya, tentu saja saat Si Bapak mulai terkenal dan diwawancara media massa. Tabloid Kontan yang saya baca salah satunya.


Gubug Makan Danau UI

Menabung Rp 100 juta per bulan? Woouw....

Saya sendiri ikut bersenang hati membaca kesuksesan Si Bapak. Terbukti sudah, saya yang lulusan UGM kalah kreatif dengan Si Bapak yang hanya lulusan SD.

Dan, percaya atau tidak. Cabang pertama Gubug Makan Si Bapak di bagian barat pulau Jawa (sebelum puluhan cabangnya kemudian), dibuka di daerah yang disebut Danau UI. Iyaaa... Danaunya Universitas Indonesia.

Dari fakta ini saya bersyukur karena UGM tidak memiliki danau. Coba kalau UGM punya danau dan Si Bapak buka cabangnya di situ, waduh... 

Saya yang lulusan UGM, yang akhirnya “cuma” jadi pegawai negeri, pasti hanya bisa tersenyum pahit. 
Sepahit... pahit... pahit.. empedu!

Jakarta, 29 Juli 2019
Penulis: HERI WINARKO


Peran Penting Asuransi Kesehatan untuk Seorang Traveller

Peran Penting Asuransi Kesehatan untuk Seorang Traveller

Kamu seorang traveller? Senang jalan-jalan ke berbagai daerah, kota, bahkan negara? Setiap hendak memulai perjalanan baru pastilah kamu akan menyiapkan berbagai hal, mulai dari transportasi yang hendak digunakan, akomodasi, juga barang-barang yang mau dibawa. 

Perencanaan yang matang akan membuat perjalanan yang kamu lakukan jadi menyenangkan. Tapi bagaimana jika terjadi hal-hal tak terduga saat dalam perjalanan, sakit atau kecelakaan, misalnya? Nah di sinilah peran penting asuransi kesehatan untuk seorang traveller. 

Peran Penting Asuransi Kesehatan untuk Seorang Traveller


Sebagai traveller, saya termasuk sering melakukan perjalanan ke berbagai kota di Indonesia maupun ke berbagai negara. Setiap hendak melakukan perjalanan, segala persiapan selalu saya lakukan dengan sedetail mungkin demi meminimalkan risiko terjadinya hal-hal yang tak saya ingin. Saya kira, semua traveller melakukan apa yang saya lakukan. 

Suatu ketika dalam perjalanan ke Malang naik kereta, saya bertemu pasangan suami istri yang sepertinya masih pengantin baru. Sang lelaki yang kebetulan duduk di kursi yang ada di sebelah saya mengajak saya berkenalan dan kami pun bertukar cerita. Singkatnya, pasangan ini hendak eksplorasi wilayah Malang dan Batu sekalian berbulan madu. 

Perjalanan lancar tanpa kendala. Selesai berbincang, saya tertidur karena memang sudah larut malam. Kira-kira kurang satu jam lagi tiba di Malang, tiba-tiba saja lelaki yang tadi berbincang dengan saya merintih-rintih kesakitan. Saya yang memang sudah terbangun langsung menanyakan keadaannya. Katanya perutnya sakit sekali. Saya menduga lelaki ini masuk angin, jadi saya pun bergegas mendatangi petugas kesehatan di kereta untuk meminta obat. 

Sudah diberi minyak, minum-minuman hangat, perutnya dikompres air hangat, juga minum obat untuk masuk angin. Sakit perut lelaki itu tak kunjung reda. Tepat saat kereta memasuki Stasiun Malang, saya pun menyarankan pasangan itu langsung ke rumah sakit saja dan ternyata mereka setuju. 

Saya mengantarkan mereka ke rumah sakit yang paling dekat dengan Stasiun Malang untuk berobat. 

Hal lain yang membuat saya terkejut, pasangan itu ternyata tidak melengkapi diri dengan perlindungan tambahan, yaitu travel insurance atau asuransi travel. Padahal penting sekali asuransi kesehatan untuk seorang traveller. Kenapa penting?

Sakit yang Bisa Datang Tiba-tiba


Seperti lelaki yang tiba-tiba sakit di kereta api tadi, sakit memang bisa datang tanpa diduga, padahal ketika berangkat dalam keadaan sehat dan segar bugar. Ada cukup banyak produk asuransi kesehatan yang memberikan manfaat biaya pengobatan darurat di berbagai kota maupun negara. Biaya pengobatan yang ditanggung oleh asuransi akan membuat dana liburan yang dibawa jadi tak berkurang. 
Peran Penting Asuransi Kesehatan untuk Seorang Traveller

Penanganan Darurat Saat Kecelakaan


Meskipun telah sangat hati-hati dan merencanakan perjalanan dengan baik, tetap saja ada risiko kecelakaan. Dengan memiliki asuransi maka kerugian akibat kecelakaan bisa diminimalkan, bahkan untuk biaya rumah sakit yang mungkin dibutuhkan akibat dari kecelakaan. 

Untuk tahu berbagai benefit yang ada pada suatu produk asuransi, kita bisa terlebih dahulu mencari tahunya dengan bertanya kepada agen asuransi, membaca artikel mengenai asuransi, bertanya kepada traveller yang sudah berpengalaman, atau mencari info di website Lifepal

Kerusakan dan Kehilangan Barang Pribadi


Selain asuransi kesehatan maupun kecelakaan, ada juga produk travel inssurance yang disertai manfaat tambahan berupa perlindungan atas barang pribadi yang rusak atau hilang. Manfaat yang satu ini cukup memikat sehingga banyak pula traveller yang memanfaatkannya karena asuransi akan memberi penggantian kerugiaan atas keterlambatan bagasi yang lebih dari 12 jam, atau akibat kehilangan bagasi saat dalam perjalanan. 

Tidak hanya 3 hal yang ada di artikel ini saja yang jadi peran penting asuransi kesehatan untuk seorang traveller. Masih banyak lagi lainnya. 

Mungkin lain waktu akan kita bahas kembali agar makin banyak traveller yang sadar dan paham bahwa dalam setiap perjalanan, sematang apa pun perencanaan maupun persiapan, tetap diperlukan perlindungan tambahan untuk meminimalkan risiko dari kejadian-kejadian tak disangka. 


Menengok Sejenak Jejak Budaya Sasak di Dusun Sade Rembitan Lombok

Dusun Sade Rembitan Lombok
Dusun Sade Rembitan Lombok - jualjuel.com
Dusun Sade adalah salah satu dusun di desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Dusun ini dikenal sebagai dusun yang mempertahankan adat suku Sasak. Suku Sasak Sade sudah terkenal di telinga wisatawan yang datang ke Lombok. Ya, Dinas Pariwisata setempat memang menjadikan Sade sebagai desa wisata. Ini karena keunikan Desa Sade dan suku Sasak yang jadi penghuninya.

Sebagai desa wisata, Sade punya keunikan tersendiri. Meski terletak persis di samping jalan raya aspal nan mulus, penduduk Desa Sade di Rembitan, Lombok Tengah masih berpegang teguh menjaga keaslian lingkungan desa dan tradisinya.

“Sade artinya obat. Kami menganggapnya obat kesadaran. Semoga orang yang berkunjung ke Sade menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya,” tutur seorang warga. Desa yang telah bertahan hingga generasi ke-15 ini masih menjaga tradisi luhur Suku Sasak dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam dari pusat kota Mataram, saya sampai di desa adat Sade Rembitan yang berada di Lombok Tengah. Hentakan semangat dari Gendang Beleq yang dimainkan para lelaki setempat seakan menyambut kedatangan saya.

Sejak dibuka untuk kunjungan wisata hampir tiga dekade lalu, Sade Rembitan perlahan menjadi destinasi tak terlewatkan bagi mereka yang bervakansi ke Lombok.

Rumah dan lumbung di Dusun Sade Rembitan Lombok
Rumah dan lumbung di Dusun Sade Rembitan - wisatadilombok.com

Keunikan Rumah Dusun Sade Rembitan Lombok

Rumah-rumah di Dusun Sade masih menggunakan arsitektur yang diwariskan turun-temurun. Rumah adat Sasak ini terdiri dari tiga bilik. Ruangan paling depan disebut sesangkok yang berfungsi sebagai ruang tamu. Pintu utama dibuat rendah sehingga tamu harus menundukkan kepala ketika hendak masuk rumah. 

Hal ini mengandung filosofi bahwa tamu hendaknya menghormati sang pemilik rumah. Dua bilik lainnya disebut bale dalem dan dalem bale. Bale dalem berfungsi sebagai ruang tidur anak gadis sekaligus dapur. Sementara dalem bale digunakan sebagai ruang ibadah dan ruang bersalin saat ada anggota keluarga yang melahirkan. 

Apabila ada warga yang ingin membangun rumah baru atau memperbaiki rumah lama, hampir semua warga desa ikut terlibat. Sebagian besar bahan bangunan berasal dari material alami. Atap rumah terbuat dari alang-alang atau rumput gajah, dinding terbuat dari anyaman bambu, kerangka rumah terbuat dari kayu, dan lantainya berupa tanah liat. 

Uniknya, seminggu sekali lantai rumah dipel dengan kotoran kerbau yang masih segar. Rupanya lapisan kotoran kerbau di lantai rumah memiliki khasiat hebat. Saat matahari terik, lantai rumah dapat menyerap panas sehingga ruangan tidak gerah. Sebaliknya, saat malam terasa dingin menusuk, lantai rumah melepaskan panas sehingga ruangan menjadi hangat. Selain itu, campuran kotoran kerbau mampu mengusir nyamuk.

Menenun Kain Tenun Sasak di Dusun Sade Rembitan Lombok
Menenun

Kain Tenun Sasak

Masyarakat Sade piawai menghasilkan kerajinan tangan bernilai seni tinggi. Salah satu produk yang banyak dicari oleh wisatawan adalah kain tenun ikat dan songket khas Sasak. Dalam budaya Sasak, hanya kaum hawa yang diperbolehkan menenun. Sejak usia delapan tahun anak gadis sudah diajari membuat kain tenun Sasak. 

Proses menenun dimulai dari memintal benang, memberi warna dengan bahan-bahan alami, hingga menenun benang menjadi kain dengan corak dan detail menawan hingga menjadi Kain Tenun Sasak yang eksotis. Gadis yang belum bisa membuat kain tenun belum diperbolehkan menikah. 

Ada beragam cara untuk mengungkapkan cinta. Bagi pemuda Sade komitmen untuk menikahi gadis pujaan ditunjukkan dengan cara menculiknya. Tentu bukan untuk niat jahat, melainkan melarikan untuk membuktikan bahwa dia sanggup menjaga dan melindungi calon pasangan hidupnya. 

Keesokan harinya, si pemuda akan menemui ayah sang gadis untuk menyampaikan niat menikah sekaligus meminta restu. Setelah akad nikah, prosesi diakhiri dengan upacara nyongkolan yaitu iring-iringan pengantin menuju rumah keluarga mempelai wanita.

Bagi saya, berkunjung ke Sade Rembitan adalah tentang pengalaman menyaksikan di mana kearifan budaya dapat berdampingan dengan kehidupan modern. Semoga Dusun Sade Rembitan ini dapat terus eksis dan menjadi destinasi wisata unggulan di Lombok tanpa kehilangan jati diri dan tradisi kearifan lokal warisan leluhur Budaya Sasak, Lombok Nusa Tenggara Barat.

Sumber: Adhi Kurniawan | MK Vol. XI No. 101 / Februari 2016


Memaksimalkan Aplikasi Editor Foto di Android

Memaksimalkan Aplikasi Editor Foto di Android
Kamera Xiaomi MiA1 + Lightroom & PicsArt
Kalau kamu senang memotret, berswafoto (selfie) dan swafoto bersama (wefie) di tempat-tempat unik dan mengunggah di akun sosial media, aplikasi seperti PicsArt, Snapseed, Photo Lab, Lightroom Mobile, Pixlr bisa jadi pilihan menarik. Kita dapat memperbaiki, mengubah, menambahkan efek-efek hingga menjadikannya gambar bergerak tanpa memerlukan komputer sama sekali karena semua bisa dilakukan di HP Android.

PicsArt Photo Studio, Snapseed, Photo Lab, Adobe Photoshop Lightroom Mobile, Pixlr dan aplikasi editing gambar sejenisnya ini semua tersedia di Google Play Android Market. Jangan khawatir, tutorial penggunaannya juga bertebaran di grup-grup facebook pengguna aplikasi ini dan di Youtube.

Umumnya, sebagian besar smartphone keluaran terbaru sudah dilengkapi dengan lensa kamera berspesifikasi tinggi dan fitur tambahan lainnya termasuk aplikasi atau menu untuk editing foto. Begitu pun aplikasi media sosial, semua sudah menyertakan menu editor sederhana dan filter foto untuk menambah efek foto sebelum dibagikan. Tapi, jika kita tidak puas dengan editor bawaan ponsel dan sosial media, maka kita dapat menggunakan beberapa aplikasi ini.

PicsArt Photo Studio, Snapseed, Photo Lab, Adobe Photoshop Lightroom Mobile, Pixlr memiliki tampilan menu yang sederhana dan user-friendly di mana kita dapat dengan cepat menguasainya dan segera dapat menggunakannya untuk menyesuaikan warna dan tampilan foto kita dengan fitur-fitur yang disediakan.

Beberapa aplikasi ini juga memiliki fitur kamera dalam aplikasi di mana kita dapat menerapkan efek foto secara langsung saat kita mengambil foto Anda. Selanjutnya Kita dapat mengedit gambar dan membagikannya dengan cepat di Facebook, Instagram, Twitter, dan lainnya.

Aplikasi editor juga menawarkan bingkai, efek, filter dan kolase yang beragam. Selain fitur edit foto yang mudah, bisa juga untuk montase (tukar wajah) dan menyatukan beberapa efek bersamaan supaya hasilnya keren dan unik. Mengolah foto di HP akan lebih cepat, praktis dan efisien dengan hasil yang tidak kalah keren dengan editor di komputer.
Memaksimalkan Aplikasi Editor Foto di Android
Kamera Samsung A7 + PicsArt
Banyak manfaat yang kita dapat dari hadirnya banyak aplikasi ini, semua aplikasi memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Beberapa manfaat editor foto di Android yang saya rasakan antara lain:

Mengapresiasi Karya Foto

Dengan memahami konsep editing foto, maka kita akan lebih bisa mengapresiasi foto-foto karya orang lain. Menikmati keindahan foto-foto karya fotografer dan menggugah kita untuk terus belajar banyak hal terkait fotografi. 

Menghargai karya orang lain adalah salah satu cara agar kita dapat mengenali kekurangan-kekurangan yang ada lalu berusaha belajar dan latihan untuk menghasilkan foto yang lebih baik. Tidak ada jalan pintas, belajar dan latihan akan menyibukkan kita memperbaiki diri tanpa perlu mencemooh kekurangan orang lain.

Pengisi Waktu Luang

Tidak ada lagi waktu luang yang terbuang percuma, seperti saat sedang menunggu antrian, sedang menggunakan KRL menuju stasiun yang dituju, kita bisa mengisi waktu luang dengan belajar mengedit foto.

Banyaknya bahan belajar dan tutorial di internet memudahkan kita untuk terus menambah pengetahuan lalu mempraktekkannya untuk menghasilkan karya sendiri yang lebih baik lagi.

Mengasah Kreativitas 

Kreativitas membebaskan kita dari keterbatasan-keterbatasan. Aplikasi-aplikasi yang tersedia membebaskan kita untuk mengolah sebuah foto sesuai dengan keinginan. Walaupun tidak semahir para profesional setidaknya kita dapat menghasilkan karya-karya sendiri yang unik. Fotografi adalah seni yang bukan saja memerlukan penguasaan teknik namun diperlukan kreativitas untuk membuat karya foto yang memuaskan.


***
Edit foto dengan PicsArt Android
Ada banyak aplikasi edit foto yang tersedia, sebaiknya kita belajar untuk menguasai salah satu aplikasi tersebut barulah kemudian mencoba aplikasi yang lain agar dapat mengetahui masing-masing kelebihan dan kekurangannya. Di antara 5 aplikasi yang sering saya gunakan, yaitu PicsArt Photo Studio, Snapseed, Photo Lab, Adobe Photoshop Lightroom Mobile, Pixlr, masih ada lagi banyak aplikasi serupa. Antara lain Adobe Photoshop Express, Aviary photo editor, PhotoDirector, AirBrush, Toolwiz Photos-Pro Editor, YouCam Perfect, dan lain-lain.

Kekurangan yang terasa mengganjal adalah ada beberapa aplikasi yang membutuhkan koneksi internet saat digunakan untuk mengedit foto. Ini menyulitkan saya karena ada saat di mana sambungan internet tidak tersedia karena buruknya sinyal dan alasan lain. Sementara aplikasi offline hanya menyediakan menu standar tanpa alat-alat editing yang lebih lanjut.
Jika kita sudah mengetahui kelebihan dan kekurangan dari aplikasi-aplikasi editing foto di Android tersebut, kita dapat mengatur aplikasi mana yang akan kita gunakan terlebih dahulu dan mana aplikasi untuk sentuhan akhir sebuah foto.

Saya selalu menggunakan Snapseed untuk perbaikan awal. Selain tidak perlu koneksi internet, Snapseed memiliki fitur koreksi foto yang cukup lengkap mulai dari memotong foto, meluruskan, menghapus elemen yang mengganggu hingga efek-efek filter. Setelah menggunakan Snapseed barulah saya akan menggunakan Lightroom jika ingin ada perbaikan warna atau pencahayaan foto, sedangkan untuk menyelesaikannya biasanya saya menggunakan PicsArt untuk menambahkan teks, menambahkan bingkai atau efek-efek filter yang saya inginkan.

Saran saya, untuk awal, belajarlah menggunakan aplikasi Snapseed milik Google yang tanpa iklan dan bisa digunakan offline tanpa butuh internet. Setelah itu barulah mencoba editor lain yang tutorialnya banyak dibagikan orang di Youtube.

Selamat belajar :)


Transportasi Bandara Mudah Dan Aman Dengan Golden Bird

Kopdar Blogfam di Bandara Ngurah Rai Bali
Meskipun bukan traveler dengan schedule tetap, misalnya traveling setiap tiga bulan sekali, saya termasuk orang yang doyan traveling ke berbagai kota di Indonesia. Karena, Indonesia sungguh luas dan indah. Rugi kalau sampai tidak menyempatkan waktu dengan mencicil traveling ke setiap jengkal negara kepulauan ini. Sebagai orang yang doyan traveling, tentu saya senang banget berteman dengan orang yang juga doyan traveling. Selalu ada cerita baru dan referensi yang dibagi bersama seperti harga tiket, transportasi lokal, atraksi wisata, kuliner lokal, hingga relasi lokal yang bisa menjadi guide sekalian bersedia rumahnya dijadikan tempat inap gratis.

Beberapa kali traveling ke kota lain di Indonesia, seperti Kota Ende di Pulau Flores dan Kota Denpasar di Pulau Bali, saya selalu diterima dan dijamu dengan baik oleh teman-teman di kota bersangkutan. Dengan senang hati mereka bakal menjemput di bandara. Bahkan ada pula yang rela menunggu di bandara berjam-jam karena jadwal penerbangan ke kota mereka delay akibat cuaca buruk. Bagi teman yang tinggal di Kota Ende, misalnya, menunggu di bandara bukan masalah karena Ende adalah kota kecil dengan jarak tempuh super singkat karena panjang kotanya hanya sekitar sepuluh kilometer saja. Jujur, sikap tuan rumah ini membenamkan utang budi pada saya pribadi. Lantas muncul pertanyaan, bagaimana jika mereka traveling ke Jakarta? Otomatis saya yang tinggal di Bekasi tidak mungkin menunggu atau menjemput mereka di Bandara Soekarno-Hatta karena lumayan jauh dan rawan macet yang sangat membuang waktu. 

Beruntung, zaman sekarang lini transportasi termasuk transportasi lokal bukan perkara pelik lagi. Terutama Ibu Kota Indonesia, Jakarta. Sehingga kalau ada teman traveler yang hendak ke Jakarta, perorangan atau berkelompok, cukup temukan tiket Golden Bird Jakarta. Kenapa saya menulis perorangan atau kelompok? Karena salah satu keunggulan dari Golden Bird, selain banyaknya pilihan jenis transportasi, penumpang tidak dihitung per orang tetapi per kendaraan. Tarifnya juga sangat terjangkau dengan perhitungan all-in-one. Artinya, tarif yang dibayarkan itu sudah termasuk biaya tol, parkir, BBM, dan sopir. Penting untuk diketahui, Golden Bird merupakan salah satu layanan jasa dari P.T. Blue Bird Tbk. 

Transportasi Bandara Mudah Dan Aman Dengan Golden Bird
Waktu mengetahui tentang layanan Golden Bird ini, teman saya asal Kota Ende di Pulau Flores memprotes, sekaligus senang. Memprotes karena di tempat asalnya belum ada layanan jasa Golden Bird. Senang karena tidak perlu merepotkan saya atau teman lain menjemput di Bandara Soekarno-Hatta. Maklum, kekuatiran selalu ada apalagi setiap kali membaca berita kejahatan yang terjadi di dalam transportasi umum. Dengan layanan jasa Golden Bird ini, dia dan teman-teman traveler lain dari luar Jakarta tidak perlu kuatir atau was-was lagi, karena selain kenyamanan, keamanan pun terjamin.

Selain nyaman dan aman, keuntungan lain menggunakan layanan jasa Golden Bird adalah tarif yang berlaku transparan – terjangkau – wajar dan sudah all-in-one. Lokasi penjemputan dan penurunan penumpang jelas dan berlaku selama 24 jam! Saya bisa membayangkan penerbangan dari Kota Ende ke Kota Jakarta; berangkat dari Kota Ende pukul 08.00 WITA, via Denpasar/Surabaya, lantas tiba di Jakarta pukul 18.00 WIB. Itu belum dihitung delay yang bisa menyebabkan teman saya tiba di Jakarta pukul 22.00 WIB. Ketimbang pusing tujuh keliling, gunakan Golden Bird saja! Asalkan pemesanan melalui Traveloka sudah dilakukan jauh-jauh hari.

Langkah-langkah untuk memesan layanan jasa Golden Bird pun mudah karena sebelumnya dapat dipesan melalui Traveloka. Cukup buka aplikasi Traveloka di gawai, lalu pilih menu Antar Jemput Bandara, kemudian isi formulir yang tersedia dan ikuti alurnya hingga pembayaran. Selesai. Sekali lagi harus diingat, pemesanan melalui Traveloka sudah dilakukan jauh-jauh hari. Oh iya, kabar baiknya, sering ada harga promo yang ramah di kantong loh.
Transportasi Bandara Mudah Dan Aman Dengan Golden Bird
Golden Bird memang sangat mempermudah urusan jemput-menjemput teman traveler yang tiba di Jakarta sebelum mereka meneruskan perjalanan ke lokasi tujuan (Depok, Bekasi, dan sekitarnya). Tidak mungkin setiap minggu saya bolak-balik ke bandara hanya untuk menjemput dan mengantar teman-teman traveler ke lokasi tujuan. Kerjaan saya juga banyak. Golden Bird juga menjadikan teman-teman traveler lebih mandiri. Setidaknya saya masih bisa menjenguk mereka dan/atau mengatur jadwal mengantar dan menemani mereka jalan-jalan ke destinasi ekowisata mangrove Sungai Rindu atau ke wisata air di Situ Rawa Gede Bojong Menteng, misalnya.


Debat KMP vs PMK, Dari Penggelembungan Jumlah Hingga "Siluman"

Debat KMP vs PMK, Dari Penggelembungan Jumlah Hingga "Siluman"
Debat KMP vs PMK terkait Adanya Indikasi Pembeli Bakmie "Siluman" akhirnya terang-benderang juga. Sebagai penjual bakmie saya dituduh melakukan penggelembungan jumlah porsi bakmie terjual di lapak saya.

Datanya sebagai berikut:
Hari Minggu lalu, saya menjual 175 porsi bakmie, 6 hari kemudian (Hari Sabtu) terjadi peningkatan jumlah pembeli sehingga berhasil terjual 217 porsi.

"Tidak mungkin, hanya dalam waktu tak sampai seminggu terjadi peningkatan jumlah pembeli hingga menambah porsi bakmi terjual hingga 42 porsi!" demikian protes dari Komunitas Mie Pangsit (KMP). Saya dituduh melakukan penggelembungan jumlah porsi terjual. Minimal, terindikasi menjual bakmi kepada pembeli "siluman".

Baiklah, meskipun hanya dapat nilai C di mata kuliah "Filsafat Logika" di Akademi Bakmie Nusantara, sepertinya saya bisa menjelaskan tuduhan ini.

Buat saya sebagai penjual bakmie, terus terang tidak menjadi masalah apakah pembeli saya dari KMP (yang akan membeli bakmie pangsit) ataukah dari PMK (Pemggemar Mie Komplit, yang pasti akan memesan bakmie komplit). Makin banyak yang beli artinya makin sukses saya berjualan. Makin banyak keuntungan yang saya dapatkan.

Protes KMP beberapa waktu sebelumnya, terkait harga jual yang dinilai tidak adil sudah saya klarifikasi juga. Intinya, saya tidak mengambil keuntungan berlebihan atas bakmie yang saya jual. Bakmie pangsit Rp 13.000/porsi. Bakmi komplit Rp 15.000/porsi. Bedanya pada 2 butir bakso saja seharga Rp 1.500/butir.

KMP minta harga bakmie komplit Rp 16.000 agar terjadi keadilan. Tentu saja saya tidak dapat memenuhinya. Penentuan harga merupakan hak prerogatif saya sebagai penjual. Bukan berarti saya pro-PMK lho... Meskipun seolah-olah ada keistimewaan karena ada diskon Rp 1.000.

Kepada KMP saya berikan solusi, silakan menambah menu 2 butir bakso di pesanan bankmie pangsit mereka, dan akan saya kasih harga total khusus Rp 15.000/porsi. Tetapi mereka menolak mentah-mentah.

"Menambahkan 2 butir bakso akan merubah bakmi pangsit kami menjadi bakmie komplit. Kami tidak mungkin melakukan hal absurd yang akan mengurangi jumlah porsi terjual bakmie kesukaan kami!"

Ya sudah. Lagipula sebagai penjual saya tidak berhak mengatur-ngatur selera pembeli seperti itu. Persis yang saya katakan sebelumnya. Saya hanya peduli dengan jumlah bakmie yang terjual, tidak masalah buat saya bakmie mana yang lebih banyak terjual. Silakan memesan sebanyak-banyaknya. Pasti saya layani karena stok selalu tersedia. Manajer stok saya mumpuni, lulusan S3 dari Aussie, lho...

Sampai di sini, paham kan?
jualan bakmi

Jika belum paham, saya coba pakai ilustrasi yang populer saja deh.... Pilpres 2019.
Penjual bakmi = Komisi Pemilihan Umum.
KMP (komunitas mie pangsit) = Pendukung Pak Prabowo, dan 
PMK (penggemar mie komplit) = Pendukung Pak Jokowi.
Jumlah bakmi terjual = jumlah surat suara sah
Jumlah bakmie terjual hari Minggu = jumlah surat suara sah Pilkada 2018
Jumlah bakmie terjual hari Sabtu = jumlah surat suara sah Pilpres 2019.

Jadi, seperti bakmi yang lebih banyak terjual di Hari Sabtu, jumlah surat suara sah yang lebih banyak di Pilpres 2019 lebih tepat dibaca sebagai kenaikan animo masyarakat untuk mengikuti Pemilu. Masyarakat lebih antusias nyoblos di Pilpres 2019 dibandingkan saat Pilkada 2018.

Tentu saja banyak faktor penyebabnya. Gencarnya pemberitaan tentang Pilpres, emosi yang teraduk-aduk karena pertarungan yang sedemikian brutal di media massa dan media sosial, serta polarisasi Islam Tradisional vs Islam Puritan barangkali bisa disebut sebagai contohnya.

Sama dengan bakmie saya yang lebih banyak terjual di Hari Sabtu, mungkin karena cuaca yang dingin-dingin-embun di antara hujan yang malu-malu. Mungkin juga karena banyak yang bermalam minggu di Hari Sabtu. Mungkin juga karena ada pertandingan sepak bola di Hari Sabtu.

Untuk penjual bakmi, makin banyak porsi yang terjual makin besar keuntungan yang dapat diraup. Untuk KPU, makin tinggi partisipasi masyarakat justru menunjukkan semakin berhasil sosialisasi yang telah dilakukan. 

Harusnya diacungi jempol atas kerja kerasnya tersebut dan bukan malahan dituduh mencurangi Pilpres karena tingkat partisipasi masyarakat yang meningkat.

Lagipula kenapa yang dijadikan sampel Jawa Tengah, bukan Aceh atau Sumatera Barat? Kenapa yang dijadikan dasar perbandingan kok jumlah surat suara sah dan bukannya DPT?

Wah, sepertinya saya punya bakat terpendam jadi komisioner KPU, selain bakat jualan bakmie...
Hihihi...

Heri Winarko. Bogor, 14 Mei 2019.


GITA CINTA DARI KO5494 UNTUK AKU, KAMU & SEMUA

GITA CINTA DARI KO5494 UNTUK AKU, KAMU & SEMUA

Tak terasa waktu berlalu sangat cepat.. 25 tahun ya sudah seperempat abad kita lalui. 

Kembali aku teringat ketika masuk SMAN 54 tahun 1991 yang notabenenya ada sebagian dari satu SMP dan ada juga yang ngacir sendirian dari SMP lainnya masuk di sekolah yang kita cintai. 

Dalam kurun waktu 3 tahun aku, kamu dan semua menjalankan pendidikan sesuai kurikulum sekolah yang berlaku saat itu bersamaan juga menjalankan kurikulum kehidupan remaja labil dengan segala kenakalan, kegilaan, kelucuan dan kasmaran penyemangat di lingkungan sekolah kami. 

Aku, kamu dan semua adalah angkatan lulusan Tahun 1994 di SMAN 54 Rawa Bunga Jakarta Timur. Selepas kelulusan masing-masing ada yang fokus dengan cita-citanya, ada yang menikah, ada yang meneruskan kenakalannya, ada yang kebingungan kebanyakan cita-cita dan ada yang langsung bekerja. Intinya aku, kamu dan semua memiliki tahapan kehidupan lanjutan setelah menamatkan SMA. 

Jujur secara pribadi aku sendiri waktu jadi murid di SMA 54 hanya seorang murid perempuan jurusan biologi yang biasa aja, kebetulan juga anak mama di sini, aku cuman follower teman-teman yang baik tapi konyol juga coba-coba nakal ternyata benar nakal dan fokus belajar jadi satu kesatuan memory waktu itu. Wehh… upload lagi otakku menuliskannya sambil senyam senyum jaga image

Pertemuan aku, kamu dan semua Angkatan 1994 yang disingkat jadi KO5494 di mulai dari medsos Facebook, BBM Grup dan melanjut ke Whatsapp Grup sampai saat ini. Dalam masa silaturahmi penuh ikatan persaudaraan di mana aku, kamu dan semua para KO5494 banyak mengalami suka maupun duka. 

Terlebih lagi banyak dari teman-teman KO5494 sudah ada yang mendahului kita, semua dipanggil Sang Khalik, sehingga tidak bisa menikmati masa-masa kebersamaan lagi dengan kami.. 

Selamat jalan sahabat.. Semoga mendapatkan tempat yang Terbaik dan Terindah di sana. Amiin Ya Rabbal Alamin.

Detik-detik pencapaian ide kreatif Komite KO5494 menuju REUNI PERAK dalam hal membentuk kepanitiaan dan aku sendiri hanya pengamat juga follower. Dimulai dari kumpul-kumpul, keluyuran dan ngalap pohon mangga keroyokan berjilid. 

Sebagai pengamat aku hanya menganalisa bahwa para panitia REUNI PERAK KO5494 benar-benar luar biasa menyusun strategi marketing-nya agar teman-teman seangkatan dan para guru bisa datang ke acara ini, walau demikian aku memahami panitia juga manusia punya kewajiban dan tanggung jawab di kehidupannya masing-masing yang juga harus dikerjakan.. bravo & salut deh!. 

Akhirnya pada tanggal 16 Maret 2019 di Transera Waterpark Tarumajaya REUNI PERAK ini berlangsung, dihadiri sekitar 120 alumni dan 13 guru zaman sekolah kita waktu itu berdasarkan keterangan om bisot dan panitia. 
Seru juga kami terlibat dalam acara-acara yang disusun kreatif, yang aku sudah kenal gayanya masing-masing, sehingga kami para alumni serta para guru bisa saling curcol, tertawa, bernyanyi, joget dengan happy, itu semua karena kecintaan kepada almamater sekolah kita yaitu SMA 54. 

Pasca reuni, kegiatan lainnya juga masih berlanjut sampai kini dengan adanya Komite Baru dengan diketuai om Agus "Goestavo" Setiawan dari sebelumnya om Dilan Bisot, Ketua Komite Lama banget. Semoga sukses selalu terhadap planning-planning kedepannya untuk menjaga, merawat dan menciptakan cinta kebersamaan ini sampai REUNI EMAS.

Entah apa aku, kamu dan semua masih bisa hadir jadi panitia atau tanpa panitia karena alasan sedikitnya teman-teman yang ada, mungkin dengan kehadiran para cucu, anak mantu jadi banyak yang bisa datang.. ahh berat banget khayalannya yaa.. jadi ingat dosa aku..

Semoga sahabat KO5494 mampu saling mengisi kehidupan yang cuman sementara ini dengan jalan yang indah penuh cinta yang positif.. amiin.

Terima kasih kepada sahabatku om Dilan Bisot dan Sahabat KO5494 serta pemirsa yang membaca tulisan dadakan ini. 

Sebelumnya aku mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kata-kata dari tulisan ini yang tidak berkenan di hati, walaupun faktanya aku pribadi yang cuek dan jinak karena takut dosa dan ditimpukin. Sekali lagi aku permisi dengan segala kerendahan hati aku ucapkan We Loves KO5494.


Penulis: Kanjeng Dinda a.k.a Yeni Ilchawiza. Senin, 13 Mei 2019.


Kopi Malam Selepas Berbuka Puasa Bersama

Buka Puasa Bersama Obon Tabroni Hendi Suhendi Nurfahroji Bekasi
Obon Tabroni saat buka puasa bersama bersama relawan Dapil 4 Kab Bekasi. 
"Jika Anda bingung tentang apa yang harus Anda lakukan, itu pertanda kemenangan musuh Anda." - Toba Beta, penulis buku "Master of Stupidity".

Dalam kesempatan berbuka puasa bersama Bang Obon TabroniBang Hendi Suhendi dan M Nurfahroji, seperti biasa Bang Obon selalu bisa membangkitkan semangat para relawan dari berbagai kecamatan yang masuk dalam Dapil 4 Kabupaten Bekasi; Tarumajaya, Babelan, Tambun Utara, Sukawangi dan Tambelang.

"Udah banyak contoh dari temen-temen yang membuktikan bahwa kegagalan malah jadi pemacu semangat berjuang. Jangan karena Oji enggak jadi dewan terus temen-temen berhenti bergerak untuk memperjuangkan masyarakat utara ini."

Demikian sedikit yang sempat saya dengar dari Bang Obon kepada sekitar 60 orang hadirin acara buka bersama yang cukup bersahaja di Kampung Gabus Bulak Desa Sriamur Kec Tambun Utara, Sabtu 11 Mei 2019.

Saya yang awalnya mengira undangan buka bersama dadakan ini hanya akan dihadiri Nurfahroji selaku pemangku hajat, tidak menyangka akan dihadiri oleh Bang Hendi Suhendi terlebih dihadiri Bang Obon yang digadang-gadang lolos ke DPR-RI. 

Di sela kesibukannya memantau perhitungan suara yang menurut kabar tinggal menunggu rekap dari beberapa kecamatan, Obon Tabroni masih sempat mampir dan kembali membuktikan tidak ada jarak antara dirinya dan keluarga besar relawan yang sempat hadir dalam acara buka puasa bersama ini. Kopi malam ini benar-benar bervitamin lah :)
Buka Puasa Bersama Obon Tabroni Hendi Suhendi Nurfahroji Bekasi
Nurfahroji menyemangati relawan
Sementara itu, Oji yang dalam pilcaleg kemarin tidak berhasil meraih kursi anggota DPRD Kabupaten Bekasi dengan raihan suara sekitar 4300-an juga menyampaikan motivasi kepada hadirin agar tetap melakukan apa yang selama ini telah dilakukan dalam membantu masyarakat, khususnya terkait kegiatan di Jamkeswatch.

"Jangan karena saya gak dipilih oleh masyarakat tertentu lalu kita meninggalkan mereka, kalau mereka butuh bantuan yang kita bisa, kita wajib membantu. Kita ini pejuang, banyak jalannya, politik hanya salah satu jalan, kalau gagal di sini kita masih punya jalan lain," ungkap Oji mantap.

Selain memohon maaf dan mengucapkan terima kasih atas apa yang teman-teman sudah lakukan selama pilcaleg dan hingga saat ini mengawal suaranya, Oji dalam hal ini menunjukkan kelasnya dengan kedewasaan sikap tanpa kehilangan arah tujuan pergerakannya.

Kekecewaan atas hasil pilcaleg kemarin tidak membuat ia lantas kehilangan karakternya. Ini yang menurut saya dibutuhkan oleh teman-teman relawan, contoh sikap ksatria yang cepat bangkit menyusun strategi baru dan menguatkan moril rekan-rekan seperjuangannya. Oji mampu menghidupkan kembali semangat teman-teman seperjuangan dan meyakinkan arah pergerakan selanjutnya.

"Jika Anda bingung tentang apa yang harus Anda lakukan, itu pertanda kemenangan musuh Anda," tulis Toba Beta dalam sebuah bukunya. Dari sikap yang ditunjukkan oleh M Nurfahroji malam tadi, menurut saya jelas sekali Oji tahu persis apa yang selanjutnya akan ia lakukan. Pembelajaran yang ia dapat dari proses pilcaleg kemarin justru mematangkan strategi pergerakannya.

"Kita adalah petarung, gak ada alasan untuk mundur sebelum apa yang kita perjuangkan berhasil. Mungkin jalannya saja yang berbeda," tegas Oji, menyisipkan pesan moralnya saat menjawab beberapa pertanyaan dari hadirin.

Alhamdulillah, acara buka puasa bersama yang saya kira akan berjalan biasa saja ternyata banyak menyimpan catatan tersendiri bagi saya. Bagi saya, membedakan orang sukses dan gagal adalah dengan menyaksikan bagaimana orang tersebut bangkit dari kegagalannya.

Kalau kata Om Bill Gates, merayakan kemenangan itu mah biasa aja, yang penting itu mengambil pelajaran dari kegagalan. "It’s fine to celebrate success but it is more important to heed the lessons of failure."

Masih banyak kutipan-kutipan motivasi yang bisa kita bahas, tapi apalah artinya kutipan kata-kata kalau kita bisa menyaksikan sendiri dari orang-orang yang ada di sekitar kita. Kalau tidak ada, mungkin Anda salah bergaul atau berada dalam lingkaran pertemanan yang salah :)

Saya bangga bisa mengenal dan dekat dengan pribadi-pribadi yang matang dengan pengalaman-pengalaman lapangan seperti Bang Obon Tabroni, Bang Hendi Suhendi dan M Nurfahroji ini. Hanya waktu saja yang akan membuktikan kesuksesan mereka, sekarang ataupun nanti.

Salam


Ramadan Kok Malah Tawuran?

tawuran sahur on the road bekasi

POLRES Metro Bekasi Kota meminta kepada masyarakat Kota Bekasi agar tidak melaksanakan kegiatan sahur bersama di luar rumah atau dikenal dengan sahur on the road. Demikian disampaikan oleh Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota Komisaris Erna Ruswing.

Bukan tak punya alasan, kepolisian khawatir kegiatan tersebut dapat menimbulkan gangguan ketertiban masyarakat. - (Laman Web Berita bekasi.pojoksatu.id Senin, 6 Mei 2019)
***

Kedatangan bulan Ramadan yang telah dinantikan selalu disambut dengan berbagai kegiatan yang merupakan wujud kegembiraan, dari mulai pawai obor, kegiatan buka bersama bahkan sampai sahur bersama, sahur on the road dan lain-lain.

Dari banyak kegiatan itu, mungkin hanya kegiatan sahur on the road yang masih menjadi pro kontra. Dari banyak kegiatan sahur on the road yang dilakukan, beberapa menjadi pemicu terjadinya tawuran yang tidak jarang menimbulkan korban.

Di sisi lain sahur on the road juga merupakan kegiatan ladang amal bagi yang melaksanakan, setidaknya berbagi makanan sahur memiliki tujuan yang sama dengan berbagi makanan saat menjelang berbuka puasa.

Tawuran

Tawuran bukan hal yang hanya ada pada saat Ramadan, mengidentikan sahur on the road dengan tawuran juga lebih merupakan kesimpulan yang kebablasan, tawuran itu bisa terjadi kapan saja kalau situasi dan kondisi memungkinkan, mau pagi, siang, sore maupun malam.

Tawuran adalah fenomena sosial dan kolektif, karenanya sering ditemui pribadi-pribadi pelaku tawuran adalah pribadi yang biasa-biasa saja, tapi menjadi agresif saat bersama dengan kelompoknya.

Ada proses de-individualisasi, solidaritas kelompok dan emosi massa di sana. Sederhananya, situasi dan lingkungan yang mengubah seseorang dari pribadi yang biasa-biasa saja menjadi kelompok agresif sehingga memungkinkan terjadinya tawuran.

Ada teori yang menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pencari kenikmatan (Pleasure Principle) sehingga segala bentuk perilakunya dilandasi dorongan insting melakukan apa-apa yang disukainya dan mengulangi kenikmatan tersebut. Efek kenikmatan ini yang perlu dicari hingga motifnya agar solusi yang dilakukan benar-benar menyelesaikan persoalan.

Kalau para pelaku mendapatkan efek kesenangan dan kenikmatan saat melakukan tawuran maka akan sulit memberantas tawuran jika kegiatan penggantinya tidak memiliki level kesenangan yang setara. 

Pendekatan moral dengan penyuluhan dan himbauan tentunya tidak dapat mengurangi tawuran kecuali dibarengi pendekatan penghargaan dan hukuman (reward & punishment).
sel penjara
Jika alternatif kegiatan dalam ajang kreativitas baik berupa kompetisi atau tidak sudah disediakan tidak bisa juga meredam tawuran maka tidak ada cara lain kecuali pendekatan hukum demi ketertiban sipil wajib ditegakkan. Pengenaan pasal-pasal pidana dan penyertaan pidana harus bisa memutus aksi tawuran yang di beberapa lokasi sudah dianggap sebagai tradisi. Dengan bijak mestinya pendekatan hukum ini juga konsisten sekalipun dilakukan oleh mereka yang masih di bawah umur (anak-anak).

Sebagai masyarakat saya kira tidak ada salahnya jika kita berinisiatif mencegah situasi-situasi yang memungkinkan terjadinya tawuran seperti menjadikan lokasi-lokasi tempat berkumpulnya massa menjadi tidak kondusif untuk berkumpul, dan bila perlu menangkap pelaku untuk kemudian diserahkan kepada yang berwajib. Jangan sampai sudah ada korban baru kemudian bertindak.
belajar bisnis entrepreneur
Saya tidak yakin tawuran benar-benar dapat diberantas. Dibutuhkan kegiatan-kegiatan lain yang benar-benar dirasakan manfaatnya sebagai kegiatan pengalihan. Namun demikian sulit untuk mengajak masyarakat dalam kegiatan yang benar-benar mereka rasakan manfaatnya kalau wadahnya saja tidak ada, karenanya organisasi-organisasi kemasyarakatan memiliki peran yang cukup penting untuk meminimalisir risiko tawuran dengan terus melakukan kegiatan-kegiatan positif yang melibatkan masyarakat.

Teorinya seperti itu, memang tidak mudah tapi tidak mustahil dilakukan jika ada kemauan dan dukungan yang jelas dari segenap unsur masyarakat.

Mulailah aktif dalam kegiatan-kegiatan kolektif kemasyarakatan apapun itu, jika sudah bisa berkontribusi positif maka kita bisa menarik keterlibatan semakin banyak masyarakat khususnya pemuda dalam kegiatan positif. Kegiatan positif tentu saja sangat luas, diutamakan kegiatan yang bisa menjadi sumber penghasilan ataupun kegiatan yang sesuai passion dan minat yang manfaatnya tidak terlihat atau tidak ternilai.

Semoga Ramadan ini benar-benar wujud dari kerinduan kita selama ini, Marhaban Ya Ramadan, dan jangan sampai malah menjadi Marhaban Ya Tawuran.
Salam.