Inkonsistensi BTP

Lini masa media sosial riuh banget saat menjelang dan setelah bebasnya BTP dari tahanan di Kelapa Dua.

Dari sekian banyak cuitan di twitter dan status FB, ada satu yang menarik dan membuat saya kepingin ngecuprus di blog lagi.

Ini tentang inkonsistensi yang dilakukan oleh BTP.

Seperti yang sudah diberitakan, Ahok lebih suka disebut dengan BTP setelah bebas dari tahanan.

Itu sebabnya saya, pemerhati dan enthusiast level receh soal bahasa Indonesia, jadi terpancing oleh status FB kawan saya ini.

Jadi kepikiran nggak sih, kenapa dulu blio diberi nama Basuki Tjahaja Purnama? Kenapa bukan Basuki Cahaya Purnama atau Basoeki Tjahaja Poernama agar soepaja tertjipta konsistensie dalam namanja?

Kalau ada yang tahu alasannya, tolong informasikan di kolom komentar ya.

Kalau ada yang sebal karena merasa terjebak oleh judul yang sok serius padahal isinya receh, berarti kamu baru pertama main ke sini atau memang belum kenal sama yang punya blog ini, ehehe. Saya cuma serius kalau bahas fotografi, selebihnya kebanyakan receh.

Apalagi ini update blog pertama di awal tahun, ya kalik bakal ngecuprus yang serius 🥴

Ya sudah, selamat menikmati tahun politik. Beda pilihan boleh, benci jangan. Ibarat ngopi, mau tubruk hayuk, mau french press boleh, mau metode drip monggo, mau cold brew atau ala Turki juga silakan. Karena apapun metodenya, ngopi yang paling nikmat itu saat sembari ngobrol santai dengan teman atau dengan pasangan kalau punya. Yo ra, mblo?