5 Lagu Glenn Fredly Dalam Kenangan Ini Bikin Mewek


5 Lagu Glenn Fredly Dalam Kenangan Ini Bikin Mewek. Semalam, saya menerima pesan WA berupa tautan berita dari Deni Wolo. Isi berita itu sungguh bikin sedih. Glenn Fredly Deviano Latuihamallo telah berpulang ke pangkuan Illahi. Lebih menyedihkan ketika saya sedang menulis pos ini dan mencari biodata singkatnya di internet. Wikipedia menulis: 

Glenn Fredly Deviano Latuihamallo (lahir di Jakarta, 30 September 1975 – meninggal di Jakarta, 8 April 2020 pada umur 44 tahun) adalah seorang penyanyi berkebangsaan Indonesia.

Bahkan update-an tentangnya sudah ada di Wikipedia. Mungkin kalian bakal bertanya-tanya: kenapa sedih, kamu kan bukan sodaranya, Teh? Kawan, Seorang Glenn Fredly bukan sekadar musisi biasa. Dia begitu lekat dengan semua orang, baik penggemar maupun bagi mereka-mereka yang hanya menikmati karyanya saja. Dia tidak saja dikenal sebagai musisi tetapi juga aktivis sosial. Saya mengaguminya dan pernah begitu lama larut dalam lagunya yang berjudul Sedih Tak Berujung. Bhaaaam! 

Baca Juga: 5 Kegiatan Yang Saya Lakukan Saat Di Rumah Saja

Kepergian Glenn Fredly praktis membikin saya mengenang lagu-lagunya, terutama lagu-lagu sedih yang bikin mewek. Dan tentu yang pertama terlintas di kepala saya adalah Sedih Tak Berujung. Lagu yang paling sering saya udarakan saat itu, saat masih siaran di Radio Gomezone. Habis semua rasa di dada ...

Lima lagu milik Glenn Fredly berikut ini saya dengarkan berkali-kali sejak semalam, bahkan saat sedang menulis pos ini.

1. Sedih Yang Tak Berujung


Kita berpisah. Kemudian kau telah bertemu dengan seseorang. Kali ini perpisahan kita memang berarti selesai. Tidak ada kata 'kembali'. Kira-kira itu yang saya maknai dari lagu berjudul Sedih Tak Berujung. 


Liriknya sedih sekali, kawan. Siapa pun yang pernah so deep in love, kemudian terpaksa berpisah dari yang sangat dicinta, dan kemudian si dia menemukan seseorang yang baru dan berencana menikah, bisa menangis mendengarkan lagu ini. Bagaimana tidak sedih? Dia hendak menikah sementara kitanya belum move on. Rasanya semua orang sedang menertawai kita.

2. Januari


Selain November lewat November Rain, Januari juga tidak kalah. Sebelum Gigi dengan 11 Januari, masyarakat Indonesia sudah lebih dulu mengenal Januari dari Glenn Fredly. Dan lagu ini juga benar-benar menikam jantung saya, sedalam-dalamnya, bahkan mungkin tembus.


Kenapa sampai menikam jantung, Teh?

Cinta sejati tak berpihak pada kita
Kasihku, sampai di sini kisah kita
Jangan tangisi keadaannya,
Bukan karena kita berbeda

Dalam posisi saya adalah karena kami berbeda.

3. Akhir Cerita Cinta


Glenn Fredly itu musisi jenius yang pandai mengawinkan lirik melankolis dengan musik syahdu. Akhir Cerita Cinta paling ramai di-request oleh Gomezoner (panggilan untuk pendengar Radio Gomezone) kala itu. Bahkan, dalam durasi dua jam program request bernama Jigsaw, lagu ini bisa mengambil porsi 45% di-request!


Ternyata bukan saya saja, tetapi begitu banyak orang yang juga kembali merasakan pengalaman pribadi saat mendengar lagu yang satu ini. Nyong Ambon eee ... dirimu sangat hebat mengaduk perasaan kami semua.

4. Sekali Ini Saja


Ada apa antara Glenn Fredly dengan lagu-lagu perpisahan ini? 


Ada kejeniusan dalam bermusik.

5. Terserah


Ada satu kisah lucu ketika saya masih siaran di Radio Gomezone. Saya bukan penyiar program request, Jigsaw, tapi pada suatu hari saya menggantikan Tia (Flori) si keeper Jigsaw. Salah satu pesan teks request datang. Gomezoner itu meminta diperdengarkan lagu dari Glenn Fredly, judulnya Terserah. Tetapi karena Terserah ditulis 'terserah' saya menangkap bahwa saya boleh memperdengarkan lagu Glenn Fredly yang mana saja. Setelah saya memperdengarkan lagu berjudul Januari, Gomezoner itu pun protes. Oalah, ternyata maksudnya lagu milik Glenn Fredly yang berjudul Terserah.


Pada akhirnya saya terpaksa kembali memperdengarkan lagu dari Glenn Fredly yang berjudul Terserah, sesuai request


Kisah saya 'bersama Glenn Fredly' tidak semata-mata berpusat di Radio Gomezone saja. Tetapi di rumah pun demikian. Saya suka mendengarkan lagu-lagunya. Saya suka mendengarkan suaranya yang bening. Saya suka musiknya yang seperti sangat terikat dengan lirik-liriknya. Saya suka semua lirik lagunya. Tidak menggunakan bahasa yang tinggi, sederhana saja, tapi pandai mengawinkannya. Dan Glenn Fredly di mata saya adalah selebriti yang tidak banyak bicara. Kalau pun dia bicara, pasti berkualitas. Bukan asal njeplak saja.

Baca Juga: 5 Buku Self Improvement yang Wajib Kalian Baca

Rest in peace, Nyong Ambon. Kau akan selalu dikenang sebagai musisi terbaik tanah air yang selalu memberikan inspirasi. Secara harafiah kami memang telah kehilangan, tapi semua karyamu akan tetap kami kenang, bahkan hingga anak cucu kelak. Karena, karyamu tak lekang oleh waktu.

#KamisLima



Cheers.

Kalau Tahu 5-Minutes Crafts Harus Tahu TheSoul Publishing

Kalau Tahu 5-Minutes Crafts Harus Tahu TheSoul Publishing. Do It Yourself (DIY). Dunia DIY pasti berhubungan dengan dunia craft dan life hack. Craft adalah kerajinan tangan. Life hack adalah tips sederhana tapi jitu untuk mengatasi masalah dalam keseharian umat manusia. Contoh craft adalah menyulam, membatik, menenun, membikin hiasan dinding berbahan keping CD, membikin pot bunga berbahan botol plastik, membikin keset dari handuk bekas, membikin dompet berbahan bungkus plastik (minuman) sasetan, hingga membikin bunga dari tali rafia dan tas kresek. Contoh life hack adalah memanfaatkan kaleng bekas minuman untuk merontokkan bulir jagung dari tongkol jagungnya, menggunakan lipatan kertas untuk membuka tutup botol kaca, memanfaatkan daun pepaya untuk mengusir nyamuk, hingga membersihkan barang berkarat dengan cara merendamnya dalam cairan berkola.

Baca Juga: Membikin Sendiri Lilin Berbentuk Telur Untuk Paskah

Saya, kalian, mereka, pasti setidaknya satu kali dalam hidup pernah menonton tentang dunia DIY yang berhubungan dengan craft dan life hack ini. Tidak bisa dipungkiri bahwa 5-Minutes Crafts merupakan salah satu tayangan yang paling banyak mengulas tentang dunia DIY, craft, life hack. Kalau di-Indonesia-kan menjadi Kerajinan Tangan 5 Menit, meskipun untuk membikinnya membutuhkan waktu lebih dari lima menit. Saya mulai menonton video-video 5-Minutes Crafts dari media sosial Instagram, kemudian berlanjut ke Youtube. Awal mula mengetahui tentang 5-Minutes Crafts saat saya mulai terobsesi dengan dunia DIY. Waktu itu saya terus memperbarui pengetahuan tentang membikin sesuatu terutama berbahan barang bekas. Tak cukup sampai di situ, 5-Minutes Crafts kemudian punya sub-sub seperti Girly, Man, Kids, dan lain sebagainya.

Tapi tahukah kalian siapa dan/atau apa yang berada di balik tayangan-tayangan 5-Minutes Crafts? Sekarang ... saatnya kalian tahu.

TheSoul Publishing


5-Minutes Crafts tidak terlepas dari perusahaan bernama TheSoul Publishing. Penulisannya memang begitu, The dan Soul tidak dipisah. Dirilis dari situsnya, TheSoul Publishing adalah studio digital independen yang menghasilkan konten asli yang menyenangkan, informatif, dan menginspirasi audiens global. TheSoul Publishing merupakan salah satu perusahaan media online paling produktif dan populer di dunia dan menjangkau ratusan juta pengikut di Facebook dan pelanggan Youtube. Tim kreatif TheSoul Publishing berbasis global memberikan konten yang menarik untuk semua umur dalam delapan belas bahasa yang berbeda, didistribusikan melalui jaringan lintas platform yang digerakkan oleh media sosial.

Mulai dari hack yang praktis hingga proyek kerajinan yang cerdas, dari kiat kecantikan yang memusingkan hingga teka-teki yang memusingkan otak. Portofolio merek media TheSoul Publishing menekankan hal-hal positif, praktis, dan murni menghibur. Saluran TheSoul Publishing yang paling banyak ditonton adalah, tentu saja, 5-Minute Crafts. 5-Minute Crafts adalah merek dan/atau brand digital DIY nomor satu di dunia dan menempati peringkat di antara Top-5 dari semua Saluran YouTube. Makanya tidak salah saya menulis judul: Kalau Tahu 5-Minutes Crafts Harus Tahu TheSoul Publishing. Karena, 5-Minutes Crafts ini benar-benar jawara.

Selain 5-Minutes Crafts, TheSoul Publishing juga memproduksi konten/saluran lain seperti Bright Side, 7-Second Riddles, Actually Happened, 123 Go!, Avocado Couple, Frankenfood, Slick Slime Sam dam Doodland. Makanya tidak heran ketika melihat logo Bright Side, saya langsung teringat sama 5-Minutes Crafts ... bohlam! Dan sumpah, baru hari ini saya mengetahui koneksi antara keduanya. Mereka sama-sama diproduksi oleh TheSoul Publishing. Oalah ... hahaha.

Ide, Tim, dan Kerja Keras


Menonton video-video milik TheSoul Publishing di Youtube saya percaya bahwa di belakang layar ada banyak tim yang bekerja keras. Tim ini pasti dibagi berdasarkan salurannya masing-masing. Bahkan satu saluran, menurut saya, bisa terdiri dari banyak tim. Misalnya 5-Minutes Crafts yang terbagi dalam Girly, Man, Kids, pasti punya tim-nya masing-masing. Setiap tim pasti mempunyai orang-orang yang dijuluki tim kreatif. Ideas Team. Merekalah yang harus memutar otak untuk setiap kontennya, merekalah yang harus bekerja keras mewujudkan ide tersebut, merekalah yang harus pandai mengatur kanal kategori.

Kanal kategori?

Iya, itu bahasa yang saya gunakan.

Karena, dari setiap video 5-Minutes Crafts yang saya nonton, ada beberapa video yang sama, yang pernah tayang pada video lainnya. Kanal kategori ini penting sehingga mereka cukup membikin satu dua video baru untuk kategori yang sama, dan bisa menambahkan video-video yang sudah ada, asal kategorinya sama. Tapi bukan berarti mereka asal comot, ada kerja keras di situ. Memilah video, menyambungnya, menyunting ini itu, bukan perkara mudah, terutama untuk video berdurasi sampai puluhan menit.


Betapa beruntungnya saya, kalian, mereka, karena tahu tentang 5-Minutes Crafts dan saluran lain milik TheSoul Publishing. Apa saja yang sudah saya pelajari dari 5-Minutes Crafts? Hwah, banyak sekali, gengs. Menjadikan BH sebagai masker, membikin tas berbahan keping CD, membikin kursi/bangku dari rak telur, membikin makanan raksasa, nge-prank teman dengan makanan palsu, bagaimana caranya agar kemping jadi lebih menyenangkan, betapa menyenangkannya berkebun itu, memanfaatkan lem bakar untuk berbagai keperluan hidup, hingga menggunakan sendok untuk menggambar alis mata. Haha. Macam-macam ide kreatif mereka. Ada yang bisa kita tiru, ada yang tidak. Tergantung tingkat kesulitan masing-masing.

Baca Juga: Tiga Desk Organizer Mini Ini Benar-Benar Menggemaskan

Bagaimana dengan kalian, kawan? Pernahkan kalian membikin apa-apa yang kalian nonton dari 5 Minutes Crafts? Yang jelas, segala sesuatu yang beraroma DIY selalu menarik perhatian saya. Kami pernah membakar ayam di api unggun menggunakan aluminium foil. Haha. Gara-gara 5-Minutes Crafts itu! Ya ya ya sudah dulu ... nanti tidak selesai-selesai ceritanya. Yang jelas, hari ini kita semua tahu sesuatu di balik nama besar 5-Minutes Crafts. Mari ... ber-DIY-ria!

#RabuDIY



Cheers.

Pengalaman Menggunakan Camtasia Screen Recorder

Credits: TechSmith.

Pengalaman Menggunakan Camtasia Screen Recorder. Saya pernah menulis pos berjudul I Really Need a Screen Recorder for My Blogging Videos. Memang, saya sangat membutuhkan aplikasi screen recorder atau perekam layar agar lancar membikin video-video tutorial tema Blogging yang tayang di channel Youtube. Tentu yang bebas dari tanda air. Karena, aplikasi Free Screen Video Recorder yang telah terpasang di laptop ternyata menyertakan tanda air. Akhirnya saya diberikan aplikasi bernama Camtasia oleh Oedin. Kemudian, Camtasia menjadi teman sehari-hari dalam proses kreatif membikin video tutorial nge-blog mulai dari mendaftar akun blog pertama kali di platform Blogger, mengenal dashboard-nya, sampai yang paling baru tentang dapur entri blog. Tentu masih banyak video tema Blogging yang bakal tayang secara berkelanjutan di Youtube setiap Senin.

Baca Juga: Puasnya Melihat Hasil Foto dan Video Kamera Realme 5i

Bagaimana pengalaman saya menggunakan Camtasia?
Perlukah kalian mengetahuinya?
Hmmm ... perlu tahu atau tidak, bukan masalah, yang jelas saya ingin berbagi pengalaman saya. Jadi, marilah kita cari tahu!

Camtasia


Kenalan dulu yuk sama Camtasia. Wikipedia menulis sebagai berikut: Camtasia (/ kæmˈteɪʒə /) (sebelumnya Camtasia Studio) adalah rangkaian perangkat lunak, dibuat dan diterbitkan oleh TechSmith, untuk membuat tutorial dan presentasi video langsung melalui screencast, atau melalui plug-in rekaman langsung ke Microsoft PowerPoint. Area layar yang akan direkam dapat dipilih secara bebas, dan audio atau rekaman multimedia lainnya dapat direkam pada waktu yang sama atau ditambahkan secara terpisah dari sumber lain dan diintegrasikan dalam komponen Camtasia produk. Kedua versi Camtasia dimulai sebagai program tangkapan layar yang disempurnakan dan telah berevolusi untuk mengintegrasikan tangkapan layar dan alat pasca-pemrosesan yang ditargetkan pada pasar pengembangan multimedia informasi dan pendidikan.

Camtasia terdiri dari dua komponen utama:

Camtasia Recorder - alat terpisah untuk menangkap audio layar dan video
Editor Camtasia - komponen yang seluruh produk dinamai, yang kini menjadi alat pembuat multimedia dengan antarmuka "timeline" standar industri untuk mengelola beberapa klip dalam bentuk trek yang ditumpuk ditambah perangkat tambahan yang dirangkum di bawah ini.

Itu katanya Wikipedia yang saya terjemahkan menggunakan Google Translate! Hahahaha. 

Tapi memang betul, seperti itulah Camtasia. Tiga langkah utama yang tertera di situsnya adalah sebagai berikut:




Jujur, saya belum pernah memakai Camtasia untuk urusan yang berkaitan dengan Power Point. Saya memakai Camtasia semata-mata untuk merekam layar saja demi kepentingan video tutorial tema Blogging tersebut.

Bekerja Bersama Camtasia


Bagaimana cara menggunakannya? Mudah. 

1. Buka aplikasi Camtasia.
2. Pilih rekam layar.
3. Silahkan beraktivitas selama layar direkam.
4. Stop.
5. Preview.
6. Save menggunakan format Video File (*.avi).

Camtasia yang saya pakai itu Camtasia Studio 6. Hanya punya dua format penyimpanan, format pertama ya penyimpanan Camtasia, format kedua ya Audio Video Interleaved (AVI). Sayangnya, format AVI tersebut ditolak mentah-mentah oleh Sony Movie Studio Platinum 13. Oh Tuhan, apa salah dan dosa hambaaaaa. Hehe. Saya mencoba membuka file berformat AVI di aplikasi Proshow, ternyata bisa. Disimpan kembali dalam format MPEG (*.mpg). Alhamdulillah, format keluaran dari Proshow itu diterima dengan tangan terbuka oleh Sony Movie Studio Platinum 13. Lancar jaya! Tinggal mempercepat, menambah musik dan/atau audio, render, selesai. Kalian bisa melihat video-videonya di Youtube.


Menggunakan Camtasia tentu menyenangkan, terutama untuk kepentingan video tutorial tema Blogging, karena memang itulah yang saya cari. Meskipun untuk itu saya harus berputar-putar terlebih dahulu menggunakan Proshow, but it's okay

Baca Juga: Aplikasi Super Keren Untuk Para Pejalan Itu Bernama Relive

Bagaimana, kawan? Pengalaman saya ini cukup menggairahkan bukan? Hahaha. Apanya yang menggairahkan? Hahaha. Maksud saya, pasti kalian setidaknya juga kepikiran untuk menggunakan Camtasia, mungkin untuk keperluan lainnya. Tidak melulu harus untuk video tutorial bertema Blogging. Mungkin kalian pengen bikin tutorial tentang cara menggunakan Clan Lotus pada game Battle Realms? Boleh juga. Atau ... bagaimana membikin persentasi Power Point yang kece, silahkan. Yang jelas Camtasia sangat membantu saya. Insha Allah, kalian pun demikian.

Semoga bermanfaat.

#SelasaTekno



Cheers.

Suasana Kota Ende Setelah 14 Hari Saya Di Rumah Saja


Suasana Kota Ende Setelah 14 Hari Saya Di Rumah Saja. Empat belas hari telah berlalu sejak dosen, karyawan, dan mahasiswa Universitas Flores (Uniflor) dirumahkan. Iya, kami #DiRumahSaja. Taat pada aturan, dosen dan mahasiswa Uniflor melaksanakan pembelajaran menggunakan metode e-learning. Layanan yang digunakan bermacam-macam. Ada e-learning yang bisa diakses melalui situs Uniflor, ada MOODLE, Edmodo, hingga Google Classroom. Karyawan Uniflor wajib standby. Apabila sewaktu-waktu dipanggil oleh pimpinan, wajib datang ke kampus, tidak boleh beralasan sedang berada di kampung halaman. Saya sendiri benar-benar di rumah saja karena kebutuhan keluar rumah dilakukan oleh Thika Pharmantara dan Melly seperti berbelanja kebutuhan pokok hingga kebutuhan Mamatua.

Baca Juga: Penjelasan Paling Masuk Akal Dari Kematian Elisa Lam

Sabtu, 4 April 2020, untuk pertama kali setelah empat belas hari saya pun pecah telur alias keluar kandang. Haha. Sabtu kemarin saya harus meliput kegiatan tahunan Uniflor setiap tanggal 4 April yaitu ritual Pati Ka Embu Kajo di Tubu Nabe. Kegiatan tersebut dilaksanakan pagi hari pukul 07.00 Wita dan berakhir pukul 08.30 Wita dengan peserta yang sangat terbatas. Mumpung sedang berada di luar rumah, usai kegiatan di kampus saya mengajak Thika jalan-jalan berkeliling Kota Ende. Penasaran juga ... saya yang #KakiKereta ini begitu lama berada di dalam Pohon Tua, apa yang terjadi dengan Kota Ende? Hahaha. Gaya banget lu, Teh. Anyhoo, ternyata Kota Ende masih lengang. Masyarakat patuh pada aturan yang ditetapkan pemerintah. Beberapa orang yang berada di jalanan adalah mereka-mereka yang memang bekerja di luar rumah. 

Berikut videonya. Cekidot!



Baca Juga: Pembagian 100 Sampel Hand Sanitizer Sampai Social Distancing

Pada video di atas, kalian bisa melihat suasana Kota Ende. Jalanan memang masih lengang. Kami mampir di lapak nasi kuning langganannya si Thika. Si Kakak penjual nasi kuning mengaku nasi kuning yang dijualnya masih laris manis serta belum sampai pada penurunan omzet harian. Entah dengan hari-hari beriktunya karena kami semua menerima surat edaran baru dari Rektor yang memperpanjang waktu #DiRumahSaja hingga tanggal 18 April 2020. Work from home memang menyenangkan juga, tapi lebih menyenangkan kerja di kantor seperti hari-hari biasa karena bisa bertatap muka dengan teman-teman dan bergibah hahaha.

Bagaimana dengan kalian, kawan? Bagi tahu yuk di komen.

#SeninCerita
#CeritaTuteh



Cheers.

Eko Poceratu Nyong Maluku Yang Mendunia Melalui Puisi

Credits: Maluku Post.

Eko Poceratu Nyong Maluku Yang Mendunia Melalui Puisi. Menulis cerpen dan puisi sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar tidak semerta-merta membikin saya terbaptis menjadi sastrawan. Perlu saya akui, bergelut dengan dunia tulis-menulis berbeda dengan bergumul dalam dunia sastra. Pisau adalah pisau. Tapi pisau bisa berbeda fungsi di tangan seorang koki, dan di tangan seorang pembunuh. Kata-kata itu sama. Tapi makna bisa berbeda. Penulis merangkai kata menjadi suatu cerita. Sastrawan merangkai kata menjadi suatu seni bercerita. Dan, dalam dunia sastra kita tahu begitu banyak penyair. Chairil Anwar, Taufiq Ismail, W.S. RendraSapardi Djoko DamonoWidji Thukul, hingga Bara Patty Radja yang berasal dari Pulau Adonara di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penyair adalah sastrawan hebat yang cerdas memilih diksi, merangkainya melalui kalimat-kalimat pendek namun padat dan syarat makna.

Baca Juga: Jangan Suka Nyablak Karena Bicara Itu Ternyata Ada Seninya

Suatu kali, tanpa sengaja, saya melihat video berjudul Tak Harus Sedarah Untuk Menjadi Saudara. Seorang laki-laki muda berdiri di panggung, membaca puisi tersebut, dan saya ternganga sampai video mencapai detik paling akhir. Puisi yang dia bacakan tidak menggunakan Bahasa Indonesia baku melainkan bahasa Indonesia yang telah di-Maluku-kan serta dialeg khas yang kita tahu itu dari Provinsi Maluku. Kalian bingung? Ambil contoh dua kalimat berikut ini:

Bahasa Indonesia:
Darah kami adalah darah Indonesia
Kami bersatu untuk bisa merdeka
Tidak memandang suku atau agama

Bahasa Indonesia yang di-Ende-kan:
Kami pung darah ni darah Indonesia
Kami bersatu untuk bisa merdeka
Ti lihat suku atau agama

Sampai di sini kalian paham kan?

Apalah-apalah istilahnya, yang jelas hari itu dunia saya berubah. Laki-laki muda itu bernama Eko Poceratu. Sesaat setelah video Tak Harus Sedarah Untuk Menjadi Saudara saya jadikan status WhatsApp (WA), seorang adik bernama Tessa Ngga'a mengirimkan lebih banyak video puisi-puisi Eko Poceratu. Alamak, betapa beruntungnya saya! Ternyata saya tidak sendiri. Hahaha. Pada akhirnya saya memburu Eko, oalah bahasanya, hingga ke Youtube. Langsung subscribe, hidupkan lonceng notifikasi, like, share, dan bahagia setiap kali melihat notifikasi video puisi barunya diunggah. 

Eko Poceratu


Makassar Writers menulis sebagai berikut: Lahir di Tihulale, 2 Mei 1992. Sejak lulus SD sudah sudah tertarik dengan dunia sastra ketika membaca puisi W.S. Rendra di perpustakaan sekolah. Mulai merantau ke Ambon setelah lulus SD. Di bangku SMP mulai tekun menulis puisi dan cerpen untuk uang jajan dan tabungan. Kecintaan untuk menulis terbawa sampai kuliah. Sejak saat itu bersama kawan-kawan mendirikan Bengkel Sastra Batu Karang. Sekarang telah mendirikan Bengkel Sastra Kintal Sapanggal dan melakukan berbagai kegiatan sastra bersama remaja dan pemuda. Mendirikan taman baca dan mengadakan beberapa kelas untuk anak-anak sekolah. Selain itu, ikut bergabung dengan Bengkel Sastra Maluku, ibu dari komunitas sastra di Maluku yang telah melakukan kegiatan bersama seperti Konspirasi Puisi Jilid 1-3 (Konspirasi puisi mengangkat isu-isu terpanas di Maluku). Bersama Marthen Reasoa (Penyair) mengadakan Ranjang Puisi yang membahas puisi-puisi ranjang dengan tujuan mengurangi tindakan pelecehan dan pemerkosaan yang marak terjadi di Ambon, terkhusus kepada remaja dan pemuda.

Sedangkan dari blog Eko sendiri, tertera informasi sebagai berikut: Eko Saputra Poceratu, lahir di Tihulale, 2 Mei 1992. Ayah bernama Yohanes Poceratu dan ibu bernama Maria Pariama. Pernah tergabung dalam beberapa antologi bersama seperti, Antologi Puisi Biarkan Katong Bakalae (2013), Pemberontakan Dari Timur (2014), Antologi Mata Aru, Antologi Kita Dijajah Lagi (2017), Rasa Sejati (2018), Antologi Puisi Banjar Baru’s Rainy Day Literary Festival (2017-2018). Merupakan penulis Emerging di Makassar International Writer’s Festival di Fort Rotterdam (2018) dan salah satu penulis dalam Festival Sastra dan Rupa Kristiani di Jakarta (2018). Sampai saat ini telah menerbitkan sebuah novel romansa, Pelangi Biru (2013), Cerpen Di Jalan-Jalan yang Kita Curi (2014) dan telah menerbitkan Kumpulan Puisi Hari Minggu Ramai Sekali (2019).

Dari dua informasi di atas dapat saya simpulkan bahwa darah penyair tidak mengalir di setiap tubuh manusia. Darah itu harus punya aroma bakat, terkontaminasi, terus terasah dan dipoles hingga menghasilkan nada sendiri, diimbuh sesuatu yang saya sebut kecerdasan berpuisi. 

Ciri Khas yang Mendunia


Maluku Post menulis sebagai berikut: Penyair asal Maluku Eko Saputra Poceratu mendapat kesempatan residensi sebulan di Leiden, Negeri Belanda. Demikian pengumuman Komite Buku Nasional dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Situs www.Islandofimagination.id menyiarkan Pengumuman Penerima Residensi Penulis Indonesia 2019, persis pada HUT ke-74 RI, Sabtu (17/8).  Eko tidak sendiri.  Dia lolos bersama 33 penulis Indonesia lainnya, yang bakal menjalani masa residensi di berbagai kota dan negara di dalam dan luar negeri. Menurut situs tersebut, program residensi penulis Indonesia dilaksanakan pertama kali tahun 2016. Pada tahun 2019 ini, Tim Seleksi dari  Komite Buku Nasional dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyeleksi 437 aplikasi yang masuk. Tim memilih 34 nama yang akan mengikuti program residensi selama 1-3 bulan, antara Oktober-Desember 2019.

Berikutnya, kalau saya salah silahkan koreksi melalui komen di bawah untuk koreksi, saat berada di Belanda itu Eko tampil di De Balie, Amsterdam. De Balie adalah teater dan pusat politik, budaya dan media, dengan kafe-restoran di Kleine-Gartmanplantsoen 10, di Leidseplein di Amsterdam, Belanda. Itu kata Wikipedia. Hahaha. Ada dua puisi yang saya nonton videonya saat Eko tampil di De Balie yaitu Tak Harus Sedarah Untuk Menjadi Saudara dan Mana Ale Pung Maluku?. Dua puisi tersebut dibawakan full ciri khas Eko. Sangat berkarakter. Santai tapi menikam, kekuatan diksi, rima yang tepat, majas yang memukau, hingga dialeg Maluku yang kental. Kawan, ciri khas itu bakal langsung tertancap dalam jiwa semua orang yang menonton. Setidaknya itu yang terjadi pada saya.

Mari kita simak Tak Harus Sedarah Untuk Menjadi Saudara berikut ini:

Su paleng lama orang-orang di negara ini
Permasalahkan perbedaan itu deng ini
Mayoritas mau tekan minoritas
Popularitas jadi politik di atas kartas

Apa katong harus seagama, baru bisa dibilang sesama
Apa katong musti sedarah, baru bisa dibilang saudara
Apa katong harus sekandung, baru bisa dibilang gandong
Apa katong musti sesuku, baru bisa dibilang satu tungku
Apa katong musti seiman, baru bisa saling cinta
Apa katong musti seajaran, untuk saling mengerti perasaan

Kalo baku sayang sedangkal itu
Bagaimana kasih bisa menyatu?

Apa beta harus Jakarta, baru bisa dibilang Indonesia
Apa beta harus makan nasi, baru bisa disebut NKRI

Kalo keadilan seperti itu
Bagaimana perasaan bisa menyatu

Apa katong harus makan sawi, untuk jadi manusiawi
Apa katong musti satu RAS, untuk jadi manusia waras

Kalo kemanusiaan sedangkal itu
Dan kebinatangan sedalam laut,
Bagaimana cinta akan terselami

Apa beta harus lahir di Barat, untuk bisa adil di Timur
Apa beta musti blajar di Ibukota, baru di desa dapa jatah
Apa beta harus berpolitik, baru distrik dapa listrik
Apa beta harus punya investasi, baru dianggap punya kontribusi
Apa beta musti punya tambang, Baru dibilang bisa menyumbang
Apa beta musti punya emas, baru bisa jadi anak mas
Apa beta musti punya gas abadi, baru bisa dapat subsidi
Apa katong musti makan raskin, baru dibilang orang miskin

Kalo kehidupan sesempit itu
Lapang dada seng cukup
Tampung dalapang huruf:
S
E
N
G
S
A
R
A

SENGSARA.

*berdiri*
*tepuk tangan paling meriah*
*lempar bunga ke panggung*

Channel Youtube


Saya yakin kalian yang belum tahu Eko bakal sama ternganganya dengan saya. Haha. Jangan kuatir, kalian tentu bisa menonton dan mendengar suara Eko melalui video-video yang diunggah di channel Youtube-nya. Silahkan di-klik. Video terbarunya bikin perasaan jadi bemana begitu ... Cinta Perlu Pengakuan:



Hai lelaki di luar sana, cinta perlu pengakuan, jangan pakai kode-kode lagi, ya. Hahaha. Kalau cinta, akui. Jangan sembunyi. Huhuhu. Eko eee, entah kalimat apa lagi yang bisa saya sampaikan. Saya betul-betul kagum. Anyhoo, jangan lupa untuk subscribe dan turn on notifikasinya. Supaya kalian tidak melewatkan video baru yang diunggah Eko. Dia memang menggunggah video secara rutin. Mendengar suaranya ibarat menutrisi jiwa.


Saya perlu menulis epilog ini. Indonesia memang selalu terpusat di Jakarta dan/atau Pulau Bali. Tidak heran. Jakarta adalah Ibu Kota Negara. Pulau Bali adalah ikon pariwisata Indonesia. Yang hebat-hebat identik dengan Baratnya Indonesia. Ketika yang hebat itu datang dari Timur, murni lahir dan besar di Timur, ada kebanggaan dalam diri saya. Mungkin kalian orang dari Timurnya Indonesia juga sama bangganya. Perjuangan orang-orang dari Timur kini tidak sesulit dulu. Dulu, ada banyak pulau yang harus dilewati untuk bisa dikenal khalayak. Tapi sekarang, untung ada internet, kita tidak butuh beli tiket pesawat mahal-mahal untuk memperkenalkan karya kita pada khalayak melalui Jakarta. Musisi bisa langsung mengunggah karyanya di Youtube, Penyair pun demikian, bahkan konten-konten tentang indahnya Indonesia bagian Timur ini sudah bertebaran di Youtube dan dibikin sendiri oleh orang dari Timurnya Indonesia. Iya, internet memangkas birokrasi. Haha.

Baca Juga: Geser Dikit Halaman Hatimu dari Bara Patty Radja

Semoga pos hari ini cukup membahagiakan kalian. Sama seperti saya yang menulisnya dengan buncahan bahagia. Dan, mari angkat topi untuk Eko Poceratu, Nyong Maluku yang mendunia lewat puisi.

#SabtuReview



Cheers.

#PDL Suatu Waktu Ketika Pergi Ke Ranca Upas di Jawa Barat


#PDL adalah Pernah DiLakukan. Pos #PDL merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

***

Wikipedia menginformasikan: Ranca Upas atau Kampung Cai Ranca Upas adalah salah satu bumi perkemahan di Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Terletak di Jalan Raya Ciwidey Patenggang KM. 11, Alam Endah, Ciwidey Kabupaten Bandung, dengan jarak sekitar 50 km dari pusat Kota Bandung. Memiliki luas area sekitar 215 Hektar, berada pada 1700 meter di atas permukaan laut, dengan suhu udara sekitar 17 °C - 20 °C. Sekitar area, oleh hutan lindung dengan beragam flora seperti Pohon Huru, Hamirug, Jamuju, Kihujan, Kitambang, Kurai, Pasang dan Puspa. Sedangkan fauna terdiri dari beragam jenis burung, serta beberapa satwa jinak lainnya.

Dan saya pernah pergi ke Ranca Upas. Dan, melihat foto di atas, saya pernah sebulat itu. Hahaha. Itu foto tahun 2010 saat menjadi salah seorang Petualang dari Ajang (Kompetisi) Aku Cinta Indonesia dari Detik.

#PDL
#Jum'at



Cheers.

5 Kegiatan Yang Saya Lakukan Saat Di Rumah Saja


5 Kegiatan Yang Saya Lakukan Saat Di Rumah Saja. Hai semua bos-bosque. Pada hari-hari aktif bekerja acapkali saya diserang insomnia, sulit bangun pagi bahkan kesiangan, diganggu sama keinginan untuk liburan atau setidaknya di rumah saja untuk leyeh-leyeh; menonton Upin Ipin dan Larva sambil tiduran di lantai ubin yang dingin. Tapi ketika dirumahkan, tidur lebih lekas, bangun cukup pagi untuk skala universe saya, melakukan banyak kegiatan, dan merindukan hari-hari aktif bekerja. Pertanyaan besarnya adalah apakah saya saja atau kalian juga mengalaminya? Semoga kalian juga mengalaminya agar saya tidak merasa sendiri. Byuuuh. Hehe. Violin Kerong pernah bilang kalau dia dilanda kebosanan tingkat tinggi. Soalnya dirumahkan tidak sama dengan liburan, mau keluar rumah pun kita diwanti-wanti sama orang rumah, manapula traveling. Sama seperti saya mewanti-wanti Thika dan Melly setiap kali mereka keluar rumah.

Baca Juga: 5 Cara Sederhana (Saya) Melindungi Diri Dari Virus Corona

Empat belas hari #DiRumahSaja berakhir minggu ini. Senin depan, jika belum ada Surat Edaran yang baru dari Rektor Uniflor tentang perubahan waktu dan/atau perpanjangan waktu dirumahkan, maka saya sudah kembali beraktivitas seperti biasa. Kembali mengikuti upacara bendera, kembali mencari berita, kembali mempublikasikan segala aktivitas yang terjadi di lingkungan Uniflor. Oleh karena itu saya ingin berbagi cerita dengan kalian semua tentang lima kegiatan yang saya lakukan selama di rumah saja.

Yuk, intip!

1. Nge-blog


Jelas ini yang utama meskipun masih belum bisa sepenuhnya blogwalking. Kenapa utama? Karena, jangankan di rumah saja, pada hari-hari aktif pun setiap hari saya nge-blog. Enaknya punya blog bertema harian ya begini. Ada saja yang bisa ditulis. Mulai dari teknologi sampai review. Mulai dari kegiatan sehari-hari sampai dunia Do It Yourself (DIY). Mulai dari kamu sampai ke dia. Haha. Nge-blog ibarat sekolah private. Karena, nge-blog bukan asal menulis saja tetapi juga harus bisa mencari informasi dan/atau referensi akan sesuatu yang hendak ditulis. Contohnya, menulis tentang situasi Itali saat virus Corona mulai tersebar di sana, saya tidak bisa asal menulis. Syukurnya sahabat masa SMA yang kini saya panggil Suster, bertugas di Roma, bisa menjadi narasumber tentang denda yang dikenakan kepada warga yang berkeliaran di taman dan jalanan, serta drone yang dimanfaatkan oleh pihak berwenang untuk memantau warganya. Terima kasih, Suster Marta Soge!


Video di atas adalah video wawancara dari channel si Oedin tentang blogger yang bisa keliling Indonesia. Gratis! Memang tidak semua titik di Indonesia, tetapi cukup menjadi pengalaman terfantastikapharmantara bagi saya pribadi. Insha Allah dapat menjadi inspirasi bagi penontonnya. Mengantongi tiket gratis ke Jakarta, Denpasar, hingga Makassar itu luar biasa. Siapa yang mau memberi kita tiket gratis? Haha. Tapi saat ini, dikasih tiket gratis pun saya tidak mau, kecuali tiket gratisnya boleh disimpan sampai badai ini berlalu.

2. Membikin Konten Youtube


Kegiatan yang baru tiga minggu belakangan saya geluti. Kondisi di rumah saja mendukung saya melakukannya! Hehe. Karena saya punya tiga tema konten Youtube yaitu Blogging, Podcastuteh, dan BlogPacker, maka saya harus pandai-pandai memanfaatkan waktu. Jangan sampai ada celah untuk bengong karena pasti merugi.



Video di atas merupakan salah satu konten dari channel Youtube saya dari tema Blogging. Iya, ada tiga tema yang secara kontinyu dapat kalian lihat selain Blogging, dua lainnya adalah Podcastuteh dan BlogPacker. Selain tiga tema tersebut, ada juga sih video lain yang saya unggah yang bersifat situasional *halaaaah*. Hahahaha.

3. Membaca Buku


Banyak buku yang belum sempat saya baca, satu per satu mulai dikeluarkan dari lemari. Mumpung banyak waktu ini.


Salah satu buku tersebut berjudul Bicara Itu Ada Seninya. Saya sering menulis tentang para penulis yang mengajarkan banyak hal baik pada pembacanya tanpa terkesan menggurui. Tetapi sebenarnya kalau penulis itu memang menggurui ya tidak masalah sepanjang mereka punya kapabilitas untuk melakukannya. Di dalam Bicara Itu Ada Seninya, pembaca diajak untuk mengetahui alasan takut berbicara. Salah satunya karena trauma salah ucap. Saya sering mengalami salah ucap. Tapi untuk sampai pada tahap trauma, belum. Karena toh saya pribadi tidak mengalami kendalam saat berbicara di muka publik. Itu saya. Tapi pasti beda dengan orang lain yang bahkan untuk berdiri di muka publik saja bergetar seluruh tubuh. Intinya adalah harus membuang rasa takut tersebut. Itu yang diungkapkan oleh Oh Su Hyang.

4. Proyek DIY


Huray!! Alhamdulillah, selama dirumahkan saya bisa mewujudkan salah satu keinginan yang sudah lama terpendam. Cie. Haha. Pada akhirnya saya, Thika Pharmantara, dan Melly, membikin lilin berbentuk telur. Proses membikin lilin berbentuk telur ini bisa kalian lihat pada video berikut:



Awalnya mungkin terlihat sulit, tetapi setelah memulai ... ternyata mudah. Yang dibutuhkan adalah ketekunan dan keseriusan saja. Tapi jangan lupa, harus bersenang-senang pula.

5. Berkebun


Dulu, saya sukses berkebun. Jangan berpikir tentang kebun dengan lahan super luas ya. Berkebun di sini artinya memanfaatkan space yang ada di rumah untuk diletakkan polybag yang sudah diisi tanah. Karena di rumah saya kesulitan mendapatkan tanah yang baik/berkualitas, saya perlu meminta tanah pada Abang Umar Hamdan si pentolan Anak Cinta Lingkungan (ACIL), serta meminta aneka bibit dari Cahyadi.


Bagian belakang rumah punya cukup space untuk berkebun haha. Selain empat tanaman sorgum yang sudah tumbuh besar dan sebentar lagi dapat dipanen, cieeee dipanen, juga ada tanaman merungge/marungge yang juga sudah bisa dipetik dan diolah atau ditumis sebagai teman nasi. Sedangkan tanaman lainnya baru saja ditanam bibitnya antara lain cabe, tomat, terung, sayur sawi, dan bengkoang. Ada dua bibit yang baru saya coba tanam yaitu kacang dan bunga matahari. Sementara besok lusa saya hendak menanam kentang dan ubi tatas. Semoga.


Asyik juga ... hehe. Di rumah saja tidak selamanya makan, tidur, pengen balik kantor, dan lain sebagainya. Di rumah saja malah memberi kesempatan saya melakukan banyak kegiatan, seperti lima kegiatan di atas.

Baca Juga: 5 Buku Self Improvement yang Wajib Kalian Baca

Bagaimana dengan kalian, kawan? Apa sajakah kegiatan yang kalian lakukan saat di rumah saja? Komen di bawah. Saya berharap pos ini bermanfaat untuk kalian semua. Setidaknya, setelah membaca ini kalian langsung pergi ke belakang rumah dan mulai menanam tanaman-tanaman yang bermanfaat. Yuk!

#KamisLima



Cheers.

Membikin Sendiri Lilin Berbentuk Telur Untuk Paskah


Membikin Sendiri Lilin Berbentuk Telur Untuk Paskah. Setiap menjelang Hari Raya Paskah, ada teman-teman yang menjual lilin Paskah dalam kemasan gelas mini di mana bagian luar gelas dicetak tulisan Paskah begitu. Sudah lama saya juga pengen bikin lilin semacam itu tapi bentuknya beda. Berbentuk telur! Kita semua tentu tahu bahwa Paskah identik dengan telur. Easter Egg. Keinginan yang lama terpendam itu baru bisa dilaksanakan Selasa kemarin. Maklum #DiRumahSaja harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Banyak yang mengeluh di rumah saja bikin mati gaya. Ah, siapa bilang? Hehe. Bagi saya, di rumah saja berarti bisa melakukan banyak hal, termasuk membenahi belakang rumah bekal berkebun! 

Baca Juga: Tiga Desk Organizer Mini Ini Benar-Benar Menggemaskan

Tapi hari ini saya belum bercerita tentang belakang rumah yang proyek DIY-nya sudah sudah dimulai itu. Hari ini saya akan menghadirkan cara membikin lilin berbentuk telur yang sebenarnya sangat mudah. Mari tengok bahan-bahannya:

1. Lilin.
2. Cangkang telur.
3. Crayon jika ingin lilinnya berwarna.
4. Suntikan (bekas tinta printer).

Untuk proses membikinnya, bisa kalian tengok pada video di bawah ini:


Selalu ada cerita menarik dari pengalaman pertama. Sama juga, kemarin itu untuk percobaan pertama, saya rasa cukup sukses menghasilkan lilin-lilin berbentuk telur. Kemarin itu bikinnya memang belum pakai crayon (untuk warna). Kami malah mencoba memakai pewarna makanan! Haha. Mana bisa. Yang ada di pewarna lari ke tempat lain si lilin lari ke tempat lain. Mereka tidak bisa kawin *ngakak*.

Bagaimana ... jika kalian masih #DiRumahSaja, yuk dicoba.

#RabuDIY



Cheers.

Puasnya Melihat Hasil Foto dan Video Kamera Realme 5i


Puasnya Melihat Hasil Foto dan Video Kamera Realme 5i. Sebenarnya saya membutuhkan kamera baru yang legit untuk keperluan pekerjaan. Tetapi, setelah dipikir-pikir, banyak telepon genggam dilengkapi dengan kamera yang mumpuni. Pekerjaan saya itu mobile, liputan ke sana sini, dan sejak lama saya memang lebih suka memakai kamera Xiaomi Redmi 5 Plus ketimbang Canon Eos600D untuk urusan pekerjaan ini. Oleh karena itu saya memutuskan untuk memiliki sebuah telepon genggam yang sudah lama bikin mupeng. Meskipun kata orang-orang hasil fotonya tidak realistis karena tone warna sepertinya ditingkatkan, tapi saya suka karena bukankah saya sendiri juga acap meningkatkan tone warna foto? Selain itu, konon telepon genggam yang satu ini punya mode wide, dan juga asyik banget kalau dipakai foto malam hari.

Baca Juga: Penelitian Ini Dilakukan Oleh Dosen dan Mahasiswa Uniflor

Eng ing eng ...

Namanya Realme 5i. Versi ekonomis dari Realme 5. Hehe.

Seperti apa sih Realme 5i ini? Sudah banyak artikel yang mengulas tentang Realme 5i. Saya bahkan sudah menonton ulasannya oleh David pada channel Gadgetin. Rencananya sih kemarin pengen bikin video unboxing tapi saya tidak berbakat. Hahahaha. Meskipun tidak bikin videonya, tapi mari kita unboxing Realme 5i.

Unboxing Realme 5i


Kotak Realme 5i berwarna kuning! Sebagai Presiden Negara Kuning, saya bangga. Haha. Di bagian depan seperti biasa ada tulisan 5i dan Realme. Di bagian belakang kotak ada keterangan: Massive Battery 5.000mAh, Ultra-Wide Quad Camera, Snapdragon 665 AIE, sama 6,5" (16,5cm) Mini-drop Display.


Waktu unboxing di dalam kotak tersebut terdapat: 1 telepon genggam Realme 5i, adaptor dan kabel (charger), kotak berisi kunci slot dan petunjuk pemakaian. Slot kartu bisa mengisi dua kartu nano dan satu kartu memori. Bagian belakang telepon genggam ini terdapat satu finger print, satu flash, dan empat kamera. Satu kamera lagi di bagian depan. Empat kamera di belakang itu terdiri dari: 12 MP kamera utama, 8 MP Wide, 2 MP Portrait, dan 2 MP makro. Sementara itu untuk fasilitas aplikasi kamera ini ada macam-macam: Video, Foto, Potret, terus ada pilihan foto Bentang Malam, Pano, Mode Pakar, Selang Waktu, Slo-Mo, dan Ultra Macro. Mode Wide sampai Penguat Kroma ada pada bagian atas layarnya.

Hasil Foto


Dan berikut hasil fotonya. Ini hasil foto kamera utama:


Yang ini hasil foto portrait (bokehnya itu):


Wide? Iya, ini hasil kamera wide-nya:


Dan yang berikut-berikut ini saya lupa mode apa hahaha.




Sementara saya belum mencoba foto di malam hari, di luar rumah, nanti deh bakal saya coba hehehe. Anyhoo, foto-foto di atas difoto tanpa harus mengatur ini itu dulu, jadi saya belum tahu seberapa bagusnya lagi hasil foto dan video dari Realme 5i.


Saya tidak membahas terlalu panjang tentang Realme 5i ini. Intinya telepon genggam ini asyik banget diajak foto dan merekam video. Hasilnya jauh lebih oke dari telepon genggam sebelumnya yaitu Xiaomi Redmi 5 Plus. Bagaimana jika dibandingkan dengan Redmi Note 8? Aaaaa, kata David, beda paling mendasar adalah pada kamera utama karena hasil kamera utama Redmi Note 8 punya resolusi 48 MP untuk kamera utama. Tapi hasilnya juga tidak berbeda jauh. Beda paling utama adalah warna hahaha. Seperti yang saya bilang, tone warna dari Realme 5i rada lebih tinggi dari tone sebenarnya.

Baca Juga: Tidak Punya Clip On Manfaatkan Telepon Genggam Kalian

Menurut saya, untuk ukuran kantong missqueen seperti saya, ditambah kebutuhan untuk pekerjaan dan hobi, saya pikir Realme 5i sudah bagus sekali. Bagaimana menurut kalian? Komen di bawah. Hehe.

#SelasaTekno



Cheers.

Penjelasan Paling Masuk Akal Dari Kematian Elisa Lam


Penjelasan Paling Masuk Akal Dari Kematian Elisa Lam. Sampai sebelum kami memasang IndiHome di Pohon Tua, internet masih menjadi barang yang cukup mahal bagi saya, apalagi jika ingin menonton video di Youtube. Mengatasi masalah susah tidur, yang saat ini lumayan teratasi dengan menonton Upin Ipin dan Larva, saya sering membaca artikel-artikel aneh. Seaneh kata/kalimat pencarian di Google yaitu kejadian aneh dunia, misteri dunia yang belum terpecahkan, daerah terangker di dunia, penampakan hantu, hingga teori-teori konspirasi oleh kelompok yang kita sebut Illuminati. Kalian boleh menyebut saya aneh dan menjengkelkan. Tapi yang jelas, kalau membaca artikel teori konspirasi apa pun, jangan mudah terbawa arus apalagi mempercayainya. Itu tidak bagus bagi kesehatan akal dan mental.

Baca Juga: Pembagian 100 Sampel Hand Sanitizer Sampai Social Distancing

Salah satu pencarian aneh di Google itu mempertemukan saya dengan Cecil Hotel, sebuah hotel yang disebut angker, berhantu, dan sering terjadi hal-hal mengerikan. Dari situlah saya tahu tentang kasus kematian seorang perempuan muda bernama Elisa Lam. Penasaran dengan kasus kematiannya, saya mengganti kata/kalimat pencarian di Google sebagai berikut: kematian Elisa Lam. Ternyata banyak situs baik Bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris yang membahas tentang perempuan tersebut. Sampai, kemudian setelah berfoya-foya dengan internet - haha, saya menemukan video yang membahas tentang misteri kematiannya. Bertahun-tahun mencari dan memperoleh informasi tentang Elisa Lam, konklusionnya hanya satu: berkaitan dengan misteri dan makhluk astral. Manapula dari rekaman CCTV di lift hotel tersebut, perilaku Elisa Lam begitu aneh. Membikin kita yang menonton ikut merasakan kengerian yang sedang dia hadapi.

Sabtu malam kemarin merupakan hari bersejarah karena pada akhirnya saya menemukan video dari channel The Chapter dengan host bernama Mike, yang membahas tuntas kematian Elisa Lam. Saya harus berterima kasih pada Yuvi Phan yang menyebut nama Jodi Arias, dan pencarian Jodi Arias mengantar saya pada The Chapter. Kalian harus menonton video Jodi Arias, perempuan tersadis, pembunuh berdarah dingin, seorang manipulator.

Anyhoo, mari kembali pada Elisa Lam.

Sebelum melanjutkan tulisan ini, saya ingin mengingatkan pada kalian bahwa tulisan ini merupakan tulisan yang sangat panjang dengan banyak penjelasan. Bersabarlah dan membacalah dengan runut. Haha *dijumroh warga*.

Elisa Lam


Dari video The Chapter tentang Elisa Lam, juga informasi lain yang saya rangkum dari intenet, diketahui Elisa Lam lahir pada tahun 1991 di Vancouver, Canada. Orangtuanya adalah imigran asal Hongkong. Di Vancouver, orangtuanya membuka sebuah restoran bernama Paul's. Elisa mempunyai seorang adik perempuan bernama Sarah dan hubungan kakak-beradik ini sangat dekat. Ketika tumbuh besar, Elisa mempunyai lingkaran pertemanan yang baik dan sangat dekat dengan keluarganya. Dia digambarkan sebagai orang muda yang supel dan banyak bicara. Buku favoritnya berjudul The Great Gatsby karya F. Scott Fitzgerald.

Pada tahun 2010 Elisa mulai nge-blog dengan judul blog Ether Fields, yang sepertinya blog tersebut memakai platform Tumblr. Saya juga punya blog di Tumblr loh, haha. Ether Fields membahas ketertarikan Elisa terhadap dunia fashion. Banyak foto-foto dirinya dengan berbagai gaya/fashion. Tetapi, pada blog itu juga ditemui banyak tulisan tentang sisi instropektif dirinya. Salah satu tulisan yang diangkat oleh The Chapter adalah sebagai berikut: 

Quotation marks:
"Loneliness is the human condition. Cultivate it. The it tunnels into you allows your soul room to grow. Never expect to ougrow loneliness. Never hope to find people who will understand ou, someone fo fill that space. And intelligent, sensitive person the exception, the very great exception. If you expect to find people who will understand you, you will grow murderous with disappointment. The best you'll ever do is to understand yourself, know what it is that you want, and not let the cattle stand in your way." - Jane Fitch (White Oleander).

Salah satu pos blog-nya, Elisa menjelaskan tentang masalah kesehatan dirinya:

Dizzy

I've been having headaches for the past two days and my vision shakes when I stand. I'm not sure if it's vertigo but definitely do not feel stable even when sitting. It also gets hard to focus at time. I can't seem to process the whole scene, almost like tunnel-vision on a hand-held camera.

If only family doctors worked on Sunday. I don't see why a few can't decide to work weekends and closer on other days of the week. Sickness doesn't take a day off and even pharmacists are available 7 days a week. Oh well, nothing I can do unless I feel like going to the hospital (no way). 

Sekitar waktu itulah Elisa didiagnosis menderita gangguan bipolar dan depresi. Situs Alodokter menjelaskan gangguan bipolar sebagai berikut: 

Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan emosi yang drastis. Seseorang yang menderita bipolar dapat merasakan gejala mania (sangat senang) dan depresif (sangat terpuruk).

Gangguan bipolar umumnya ditandai dengan perubahan emosi yang drastis, seperti:

Dari sangat bahagia menjadi sangat sedih.
Dari percaya diri menjadi pesimis.
Dari bersemangat menjadi malas beraktivitas.

Setelah lulus SMA, Elisa terdaftar di University of British Columbia. Namun saat kuliah itu masalah kesehatan mentalnya memburuk. Merujuk pada informasi dari situs Alodokter di atas, yaitu perubahan menjadi malas beraktivitas, sesuai dengan tulisan blog Elisa yang ditulis pada Januari 2012 berikut ini:

I feel I am wasting my time compared to my fellow peers. I had a repalse at the start of the term and had to drop 2 or the 3 courses I was taking. Now I am down to one course and I have missed 3 weeks of classes since my sleeping pattern is completely reversed. I'm bit defeated for I have far too much free time and no one to spend time with. I'm checking emails, bloglovin', facebook and tumblr all the time and even jumped into the twitter today. I have a short attention span and I'm avoiding writing the 3 papers I owe this course (it's two terms) I can text friends who are busy with either school or work but I have neither of these things going for me.

Elisa, berubah dari aktif menjadi pasif. Malas melakukan ini itu. Beberapa kursusnya berhenti. Dia melewatkan kelas-kelas yang harusnya dihadiri. Dia juga tidak mengerjakan makalah/tugas. Mager? Ya, begitulah. Dia lebih sering menghabiskan waktu untuk online baik di media sosial, nge-blog, maupun e-mail.

Beberapa bulan kemudian di blog-nya dia menulis:

Worries of a twenty something

I spent about two days in bed hating myself.

Pos terakhir di blog-nya pada Juli 2012:

Tumblr

I am much more activ on tumblr. This is going to stay as a reminder of what I was thinking.

Best,
L.L.

Stay On Main Hotel a.k.a. Cecil Hotel


Awal tahun 2013 Elisa mengambil keputusan untuk berhenti (sementara?) kuliah dan traveling ke California, sendirian. Selama traveling dia akan menghubungi orangtuanya beberapa kali sehari, bercerita pada mereka rencana-rencananya. Dia juga traveling ke San Diego. Pada Hotel Stay On Main di pusat kota Los Angeles, yang dulunya bernama Cecil Hotel, dia memesan kamar untuk tiga malam yaitu untuk tanggal 28 Januari 2013 sampai 31 Januari 2013. 

Seperti yang saya tulis di awal, Hotel Stay On Main a.k.a. Cecil Hotel ini disebut angker, berhantu, dan sering terjadi hal-hal mengerikan. Sejak dibangun tahun 1927, banyak terjadi hal-hal 'gelap' di sana. Pembunuh berantai Richard Ramirez dan Jack Unterweger tinggal di sana untuk waktu yang lama. Ada banyak pembunuhan menakjubkan yang terjadi di hotel ini. Pada era 50-an dan 60-an, hote; ini menjadi, semacam, hotspot bunuh diri. Bahkan yang paling baru, pada tahun 2014, pada sebuah foto jendela hotel ini ada penampakan hantu. Tampaknya sih seperti hantu, tapi entahlah. Selain foto hantu, hotel ini terletak di Skid Row. Daerah ini bukan bagian terbaik di Los Angeles. 

Di Hotel Stay On Main, Elisa berbagi kamar dengan dua orang lainnya (shared room). Tapi, teman sekamarnya komplain sama sikap dan/atau perilaku Elisa yang aneh. Oleh karena itu dia kemudian dipindahkan ke kamar sendiri supaya tidak mengganggu orang lain. Pada saat itu dia masih menghubungi orangtuanya, dan mereka bilang saat menelepon si Elisa ini baik-baik saja.

31 Januari 2013, Elisa dijadwalkan untuk check out dari hotel. Tapi ... dia tidak melakukannya. Pada hari itu juga, dia juga tidak menelpon ke rumahnya/orangtua. Ini pertama kali terjadi, dia tidak menghubungi orangtuanya, selama seluruh perjalanannya. Saat dia tidak menelepon, orangtuanya kuatir dan tidak bisa menghubunginya balik, mereka menelepon Los Angeles Police Department (LAPD). Atas laporan tersebut, pada tanggal 1 Februari 2013, polisi pergi ke Hotel Stay On Main. Orangtuanya dan Sarah turut mencari dari kamarnya hingga ke atap hotel. Hasilnya nihil. Bahkan anjing pelacak juga tidak menemukan apa-apa.

Pada saat itu orangtua Elisa tidak mengatakan atau memberitahu polisi tentang masalah kesehatan mentalnya. 

Teori Konspirasi


Pada akhirnya jasad Elisa Lam ditemukan di tangki air pada atap Hotel Stay On Main. Hal ini dipicu oleh komplain tamu hotel atas rasa, aroma, dan warna air hotel yang mendadak aneh. Ya tentu lah, ada jasad Elisa di dalam sumber air hotel! Penemuan jasad Elisa menimbulkan lebih banyak teori konspirasi.

1. Elisa dihantui.
2. Elisa dikuntit sama pembunuh.
3. Elisa dijadikan tumbal hotel.

Dan lain-lain teori, terutama jika merujuk pada rekaman CCTV di lift. Jangan-jangan Elisa diajak main petak-umpet sama hantu. Jangan-jangan ada pembunuh berdarah dingin yang sedang mengincarnya. Jangan-jangan ada stalker dari daerah Skid Row yang pengen banget 'ngerjain' dia. Jangan-jangan dia justru dikerjai sama orang hotel. Byuuuuuh.

Penjelasan Paling Masuk Akal Dari Kematian Elisa Lam


Dari semua informasi yang saya peroleh selama mencaritahu tentang kematian Elisa Lam, pada akhirnya semua terjawab oleh The Chapter. Saya sangat-sangat senang saat menonton video tersebut. Bukan, bukan senang atas kematian Elisa Lam, tetapi senang karena pada akhirnya ada penjelasan paling masuk akal dari kematiannya yang selama ini masih menjadi misteri dalam benak saya pribadi. Bertahun-tahun mencari dan memperoleh informasi tentang Elisa Lam, konklusionnya hanya satu: berkaitan dengan misteri dan makhluk astral. Tapi ternyata gangguan bipolar dan depresi yang menjadi penyebab kematiannya.

Pertama:
Rekaman CCTV yang menggambarkan sebuah lift di mana Elisa Lam nampak seperti orang kebingungan, orang ketakutan, orang dengan tingkat panik tinggi, gelisah tidak karuan, meloncat masuk-keluar lift, di luar lift dia melihat ke sana-sini, masuk lift dia memencet tombol-tombol, sesungguhnya menjelaskan dengan sangat akurat bahwa pada saat itu Elisa Lam sedang mengalami dan/atau kambuh gangguan bipolar yang sangat parah. Secara perilaku, orang yang sedang mengalaminya akan melakukan perilaku beresiko, agresif, agitasi, gelisah, menyakiti diri sendiri, perilaku hiperaktif atau perilaku impulsif. Secara kognitif, orang yang sedang mengalaminya dipengaruhi oleh pikiran yang tidak diinginkan, delusi, kehilangan konsentrasi, sampai perubahan pola pikir. Secara psikologis, orang yang sedang mengalaminya pasti depresi, episode manik, hingga paranoid. Paranoid adalah gangguan mental yang diderita seseorang yang meyakini bahwa orang lain ingin membahayakan dirinya. Dikatakan sebagai bentuk gangguan bila perilaku tersebut sifatnya irasional, menetap, mengganggu, dan membuat stres. Gangguan bipolar Elisa kambuh karena tidak meminum obat.

Kedua:
Banyak pertanyaan dari pihak yang mempertahankan kemisteriusan, kehororan, kehantuan, keastralan, hingga pembunuh berantai, mengatakan bahwa bagaimana caranya Elisa Lam bisa berada di dalam tangki air hotel yang sulit dijangkau dan untuk membukanya saja butuh tenaga yang kuat? Lantas, bila dia memang masuk ke tangki air by herself, bagaimana caranya dia menutup tangki air tersebut? Mike dari The Chapter menjelaskan bahwa tidak sulit mencapai tangki air Hotel Stay On Main tersebut karena ada semacam bangunan mini di atap yaitu storage room, tepat di samping tangki air. Dari atap bangunan mini ini, siapa pun bisa menjangkau tangki air dan masuk ke dalamnya. Perihal pernyataan membuka dan menutup tangki air yang membutuhkan tenaga super kuat, bisa jadi sebenarnya saat itu posisi salah satu tangki air (ada empat tangki air di atas atap ini) sedang terbuka saat Elisa tidak sengaja (atau sengaja, who knows?) meloncat dan/atau masuk ke dalamnya, dan petugas hotel yang tidak tahu ada seorang perempuan di dalamnya datang dan menutup tangki air bersangkutan.

Dan itu, menurut saya, sangat masuk akal.


Oleh pihak berwenang, Elisa Lam dikatakan mengalami kecelakaan hingga tenggelam dan tewas. Semua yang saya tulis merupakan penjelasan yang menurut saya pribadi paling masuk akal atas kematian Elisa Lam: mengalami gangguan bipolar dan gangguan tersebut menyebabkan delusi hingga mendorongnya melakukan hal-hal di luar nalar. Terima kasih The Chapter. Meskipun sepertinya di dalam video The Chapter masih ada keragu-raguan dari penjelasannya sendiri. Dan, mungkin kalian akan mengatakan bahwa saya terlambat menulis tentang ini, tapi ini merupakan ujung dari sesuatu yang saya anggap 'masuk akal' setelah sekian tahun bertanya-tanya.

Baca Juga: Seni Lukis dan Seni Kata di Kedai Kampung Endeisme

Yang jelas, siapa pun kalian, apabila mengetahui salah satu anggota keluarga mengalami gangguan bipolar, tolonglah dia jangan diijinkan untuk melakukan perjalanan sendirian. Apa pun yang terjadi, orang sakit harus didampingi. Kalian pasti pernah bertemu orang sakit yang malas minum obat karena merasa tidak terjadi perubahan dalam dirinya meskipun telah rajin meminum obat kan? Kalian juga pasti pernah bertemu orang sakit yang berkata: lebih baik saya mati daripada hidup sengsara, kan? Orang sakit fisik saja harus didampingi, apalagi orang sakit mental. Setidaknya, ini menurut pendapat saya pribadi, orang awam.

Terima kasih sudah membaca.

#SeninCerita
#CeritaTuteh



Cheers.