Destinasi Wisata Yang Wajib Dikunjungi Di Kota Sukabumi


Teh Desy itu tinggal di Sukabumi. Dari dulu saya ngefans sama Teh Desy Ratnasari. Iya memang betul dia sekarang di Jakarta,  tapu saya masih penasaran dengan rumahnya yang ada di Sukabumi. Itulah awal mula saya mengenal Sukabumi. Terdengar sangat klise tapi memang betul saya masih mengagumi Teh Desy sebagai salah satu panutan.

Dan, entah mimpi dari mana,  akhirnya saya pun bisa ke Sukabumi. Rasa saya malu sama diri sendiri,  kenapa negara lain sudah dikunjungi,  namun Kota yang sangat dekat dengan Jakarta malah terlewatkan. Ya,  biar saya memaki diri kenapa saya melewatkan Kota seindah ini.

Jika diberikan waktu 2 hari,  apa saja tempat wisata yang wajib kudu mesti dikunjungi Kota Sukabumi.  Saya punya listnya nih untuk kamu semuanya.

Pemandian Air Panas Cikundul


Kalau Jepang punya Onsen,  Pemandian Air Panas ala Jepang,  Kota Sukabumi pun memiliki Pemandian Air Panas Cikundul. Eits,  bukan Cigundul ya tapi Cikundul. Nama Cikundul sendiri merupakan sebuah kelurahan di Sukabumi.

Kesan pertama saat menginjakan kaki di Pemandian Air Panas Cikundul adalah Refleksi atau menenangkan diri di tengah derasnya rutinitas yang melanda di Jakarta.

Harga tiket sangatlah terjangkau sekitar 3 ribu Rupiah. Setelah masuk ke kawasan Pemandian,  terdapat beberapa pilihan antara kolam air panas dan air dingin. Oh iya,  kolam air panas pun memiliki fasilitas private area. Jadi jika merasa ingin bersama keluarga kecil dan menikmati air panas langsung dari mata airnya,  bisa mengunakan ruang ini. Hanya saja akan dikenakan biaya tambahan yang tak begitu mahal.

Lukisan 3 Dimensi Di Gang Masjid


Jika Malang,  Semarang dan Lampung serta Jakarta memiliki Kampung Warna-Warni, maka Kota Sukabumi pun memiliki Lukisan 3 Dimensi yang dapat dijadikan obyek foto yang menarik.

Ikan Koi dan sungai yang mengalir serta kerindangan hutan pun bisa dirasakan di sebuah gang kecil persisi di sebelah Masjid. Masjid tersebut tidak jauh dari wisata pemandian air panas. Pilihan menarik bagi pelancong yang membawa keluarga atau teman.

Taman Hutan Kota Kibitai


Kota Sukabumi ternyata memiliki paru-paru kota yang cukup rindang dan nyaman. Sukabumi terkenal karena kesejukannya, namun dikala siang terik yang menyengat, orang-orang membutuhkan sebuah taman yang rindang.

Namun memang Taman Hutan Kota ini belum terbuka sepenuhnya untuk publik pun fasilitasnya masih belum baik untuk sebuah taman kota. Seharusnya Taman Hutan Kota ini bisa dibanggakan karena memiliki fasilitas lengkap dan seperti taman-taman di Singapura yang sangat terawat dan bagus.

Bumi Perkemahan Bina Bumi Pakujajar

Kota Sukabumi sangat dinamis dan berusaha memenuhi segala kebutuhan masyarakat. Terbukti dengan adanya Bumi Perkemahan yang cukup luas dengan fasilitas yang menunjang seperti sanitasi dan kebutuhan air bersih.

Kawasan AgroEdu Wisata

Disamping Bumi Perkemahan,  terdapat Kawasan AgroEdu Wisata yang menghadirkan beberapa spot seperti Peternakan, Pertanian,  Teknologi dan lainnya. Benar saja, setelah dari Bumi Perkemahan bisa mampir ke Peternakan Sapi,  Kebun dengan teknologi panel surya dan masih banyak yang menarik lainnya.

Museum Kipahare

Selain wisata alam, Kota Sukabumi juga memiliki wisata Edukasi yaitu Museum Kipahare. Museum ini berdiri dari swadaya masyarakat yang mengumpulkan situs  peninggalan dari wilayah Kota Sukabumi. Disamping itu,  Museum ini mampu bercerita tentang Kota Sukabumi di waktu lampau melalui foto dan peninggalan. Oh iya, selain itu terdapat budaya yang lekat di masyarakat Sukabumi serta kesenian alat musik seperti Tarawangsa yang tetap lestari.

Itu saja sebagian kecil list wisata yang bisa dikunjungi. Sebetulnya masih banyak wisata lain yang bisa dikunjungi. Next akan saya bahas di tulisan selanjutnya.


Indahnya Telaga Warna Dan Sejuknya Perkebunan Teh Gunung Mas Kabupaten Bogor


Kabupaten Bogor memiliki setiap jenis wisata olahraga yang tidak dimiliki oleh daerah lain di Jabodetabek. Sebut saja Paralayang di kawasan Telaga Warna dan Perkebunan Teh Gunung Mas, Berkuda di sekitar kawasan Gunung Mas, Bersepeda mengelilingi Puncak Bogor, Arung Jeram di Sentul Bogor dan bermain Golf di padang golf di sekitar kawasan Sentul. Betapa lengkap wisata olahraga yang dimiliki oleh Kabupaten Bogor

Telaga Warna


Telaga Warna berada di kawasan Puncak Bogor, tepatnya di Puncak Pass Cisarua. Kawasan ini dikelola oleh Badan Konservasi Sumber Daya Alam dengan luas sekitar 5 hektare. Sebelum memasuki  Telaga Warna, kita disuguhkan hamparan kebun teh yang luas, so refreshing banget.  

Telaga Warna memiliki keunikan tersendiri karena dapat berubah-ubah warna tergantung dari warna tumbuhan dan cuaca yang berada disekitar telaga. Air dalam telaga akan memantulkan warna dalam waktu relatif singkat. Namun, kepercayaan penduduk terhadap asal-usul telaga warna ini memiliki cerita tersendiri. Konon ada kaitannya dengan sebuah legenda. Legenda Telaga Warna.



Legenda tersebut bermula dari Kerjaan Kutatanggeuhan. Dahulu Telaga Warna merupakan tempat patilasan atau peninggalan Kerajaan yang dipimpin oleh Prabu Suarnalaya dengan permaisuri bernama Purbamanah. Prabu dan Permaisuri belum dikarunia seorang anak. Sang Raja kemudian melakukan pertapaan untuk mohon petunjuk pada Yang Maha Kuasa. 

Setelah melakukan pertapaan, Sang Raja kemudian mendapatkan Wangsit untuk mengangkat seorang anak. Dan baru beberapa bulan mengambil anak, kemudian Permaisuri Hamil dan kemudian melahirkan seorang anak perempuan. 



Putri kemudian menjadi anak yang manja karena seluruh permintaan tak pernah ditolak oleh Raja dan Permaisuri. Sampai suatu saat, pada ulang tahunnya, Rakyat memberikan kado spesial berupa kalung. Namun tak disangka bukan diterima oleh Putri melainkan dibanting dan dibuanglah kalung tersebut. Sedih akan perbuatan Putrinya, Permaisuri kemudian mengeluarkan air mata, tak hanya Permaisuri melainkan seluruh penduduk Kerjaan ikut menangis dan mengakibatkan tengelamnya kerajaan. Kemudian tempat itulah yang kini disebut sebagai telaga warna. Konon warna-warni air telaga ini berasal dari kalung yang dibuang oleh Putri.

Wah, ternyata legenda yang beredar di masyarakat ini sungguh luar biasa ya. Percaya atau tidak legenda itu masih dipercaya oleh sebagian Masyarakat Bogor sampai sekarang. Perjalanan ke Telaga Warna ditempuh sekitar 1 jam dari pusat kota Bogor. Pintu masuk telaga, jika dari Bogor berpatokan pada Masjid Atta'awun. Sedangkan apabila dari Cianjur berpatokan pada restoran Rindu Alam. Transportasi sebaiknya mengunakan kendaraan pribadi. Telaga Warna buka dari jam 08.00 dan tutup pukul 17.00 WIB. Harga tiket masuk Rp 7.500 untuk setiap pengunjung.

Perkebunan Teh Gunung Mas


Gunung Mas menjadi magnet pengemar kebun teh seperti saya. Tradisi minum teh di keluarga masih mengalir sampai sekarang. Bahkan saat makan di warung pun pasti memesan teh seduh panas sebagai pelepas dahaga. Saat pertama kali melihat destinasi ini, saya masih mengira bahwa Gunung Mas merupakan sebuah perbukitan, namun tebakan itu terbukti salah ketika melihat kawasan ini dipenuhi kebun teh.

Dari pintu masuk utama, saya telah disambut oleh teh. Bahkan sampai kedalam, teh terlihat dimana-mana. Mata ini terlihat menikmati setiap pemandangan yang disuguhkan, bisa dibilang mata sangat relaks dan inilah terapi yang dibutuhkan oleh mata. Udara juga begitu segar, lepas dari udara polusi perkotaan. 


Wisata Agro (Agro Wisata) adalah sebutan yang cocok untuk kawasan Gunung Mas. Fasilitas yang disediakan pun sangat lengkap mulai dari kebun teh, camping, berkuda, tea walk, tea cafe, paralayang, pemandian air panas dan masih banyak fasilitas lainnya. Dapat saya katakan bahwa kawasan yang dikelola oleh Perkebunan Nusantara VIII ini sangat lengkap dan menjadi wisata yang ramah bagi anak dan keluarga. Apalagi di area ini juga disediakan penginapan yang bisa dipilih mulai dari kapasitas perorangan sampai ke rombongan dalam skala besar. Informasi lengkap mengenai penginapan bisa akses langsung ke sini.


Yang unik dari Gunung Mas adalah sejarah mengenai pembuatan teh yang telah menjadi tradisi. Pabrik teh yang beroperasi dari beberapa puluh tahun lalu masih kokoh berdiri. Tradisi minum teh memang sangat kental dalam masyarakat kita. Tak heran teh masih menjadi primadona. Namun di Gunung Mas, edukasi proses pembuatan teh dari pemetikan hingga menjadi produk dijadikan sebuah kemasan yang menarik. Pasti setiap penyuka teh akan penasaran bagaimana terciptanya setiap aroma khas teh itu berasal. Sayang sekali pada saat saya mengunjungi Gunung Mas, hujan lebat menyambut saya dan rombongan kami. Mungkin suatu saat saya akan kembali dan menikmati setiap aroma teh yang berada di pabrik maupun di tea corner, dibagian depan pintu masuk.

Kuda Siap Mengantar Pengunjung Ke Area Perkebunan Teh
Jarak Gunung Mas dari kota Bogor sekitar 1 jam mengunakan kendaraan pribadi. Apabila mengunakan kendaraan umum dari Bogor, maka terlebih dahulu mengunakan angkot dari stasiun Bogor menuju Botani Square, kemudian disamping jalan terdapat kendaraan elf putih seperti kendaraan pribadi dan kemudian turun di Gunung Mas.

Harga tiket masuk Perkebunan Teh Gunung Mas hanya Rp 10.000 dengan harga parkir sekitar Rp 7.500. Alamat di Jalan Raya Puncak, Cisarua, Bogor. Telepon 0251-8250356. Webiste www.pn8.co.id.

Explore Cikini Dan Menginap Di Hotel Ibis Budget


Jakarta bagi saya adalah sebuah etalase masa lampau. Banyak sekali peninggalan-peninggalan sejarah yang masih kokoh berdiri sampai sekarang. Beruntung, bukti sejarah tersebut tidak dihancurkan begitu saja tanpa adanya rasa memiliki. Mata saya tertuju pada Cikini, sebuah kawasan kecil di tengah kota Jakarta. Meski tempatnya kecil dan terletak di tengah-tengah, namun Cikini sangat melegenda. Sebut saja Taman Ismail Marzuki dan Metropole.

Jakarta sangat beruntung memiliki Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai tempat yang sangat luar biasa. Dahulunya, Taman Ismail Marzuki adalah kebun binatang yang sangat luas di tengah kota. Kemudian, kebun binatang tersebut berpindah ke Ragunan sampai saat ini. Setelah menjadi kebun binatang, tempat tersebutlah yang sekarang menjadi TIM. 



Sebagai tempat seni dan hiburan, TIM mampu memberikan sentuhan lain di tengah gemerlapnya kota Jakarta. Secara pribadi, saya sangat menyukai TIM karena beberapa kali menyaksikan pertunjukan budaya yang sangat jarang dijumpai di tempat lain. Selain itu, saya menyukai pertunjukan musikal dan lagi-lagi TIM mampu menyuguhkannya. 

Bagi anak-anak, Planetarium adalah tempat yang sangat menyenangkan. Oh iya, saya pernah menyaksikan gerhana matahari beberapa tahun lalu, pun TIM menjadi pusat saksi sejarah tersebut. Masyarakat berbondong-bondong menyaksikan peristiwa langka yang hanya akan terjadi beberapa puluh tahun kemudian.


Dan, saya pun sangat beruntung bisa sangat dekat dengan TIM dan Metropole, apalagi bisa merasakan menginap di Ibis Hotel Budget di Cikini.  




Kebetulan banget di area Ibis Budget Cikini ada Kolam Renang Cikini dan Restoran sepanjang lantai dasar. Kalau dengar kata kolam renang dan restoran,  saya pun akan dengan senang hati menikmati sekaligus menyantap dengan sepuasnya. Saya suka renang karena di dalam air dan tidak terlalu secapai lari. Sedangkan,  restoran seperti Warunk Upnormal dan lainnya bikin saya betah nongkrong dan mengerjakan editing video dan blog.



Siapa pun pasti ingin menginap dihotel yang simple namun sangat nyaman. Bagi yang suka backpackeran atau hanya short stay 1 malam tentu akan tertarik dengan hotel yang lumayan murah namun sangat nyaman karena  sudah tersedia WIFI,  handuk, air mineral,  high quality bed dan shower yang bagus. That's it,  saya hanya ingin fasilitas standar yang bagus tentunya.



Oh iya jika pada waktu malam kelaparan,  bisa membeli terlebih dahulu di Restoran atau di Family Mart. Jadi ngga harus kelaparan banget waktu malam. Kalau capek banget bisa pesan massage dan kalau lapar pun,  Hotel Ibis Budget menyediakan layanan pesan makanan di restoran bawah.



Beruntung sekali saya mendapatkan kamar yang lumayan luas di Ibis Budget Cikini, karena dulunya merupakan hotel F1 yang cukup luas kamarnya. Selain itu,  corak warna kamarnya pun sangat menarik yaitu biru dan kuning.


Pemandangan dari dalan hotel pun sangat nostalgic karena beberapa bangunan lama masih sangat terjaga. Pemandangan Jakarta tempo dulu nampaknya sangat lekat dan bisa menjadi pilihan yang sangat bagus di Cikini.

Rasa lelah setelah aktivitas seharian tidak terasa. Yang ada hanya rasa senang ketika menginap di Ibis Budget Cikini. Yuk,  mari rasakan sensasi nyaman dan tenang menginap di hotel yang sangat lengkap ini namun dengan budget yang sangat murah.

Informasi Hotek Ibis Budget Cikini

Alamat :

Jalan Cikini Raya No.75, RT.1/RW.2, Cikini, Menteng, RT.1/RW.2, Cikini, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10330

Website :

https://www.accorhotels.com/gb/hotel-6594-ibis-budget-jakarta-cikini/index.shtml






Waktu Yang Berhenti Di Pulau Pisang, Lampung


"Ija Mit Pulau Pisang", seolah-olah saya bisa mendengar kata-kata ini keluar dari laut yang terbelah oleh kapal berpenumpang sekitar 10 orang ini. Ija Mit berarti selamat datang. Tujuan kami berlima adalah Pulau Pisang. Sebuah pulau yang berada di pesisir barat provinsi Lampung. Tak sadar badan kami agak sedikit basah karena kapal sedikit menghantam ombak. Begitulah petualangan seru 2 hari ini dimulai. Petualangan menjelajah pulau yang sangat terbatas listriknya. 

Mba Donna (ayopelesiran.com), pernah bercerita sebelum berangkat dari Jakarta, bahwa saya harus mempersiapkan bekal yang cukup karena listrik di pulau ini sangat terbatas. Penduduknya mengandalkan jenset yang mulai dinyalakan dari jam 18.00 - 23.00. Maka dari itu diperlukan powerbank yang cukup banyak dayanya. Oh iya, saya teringat dengan pricebook.co.id, sebuah website yang dapat membandingkan seluruh harga barang dari seluruh situs dan toko di seluruh indonesia. Saya pun mencari informasi tentang powerbank tersebut dari website ini. 

Saya mempunyai tips tentang benda/barang apa saja yang harus dibawa dalam berlibur di Pulau Pisang ini. Yuk kita intip apa saja yang perlu di bawa. 

Power Bank 

Listrik di Pulau Pisang akan padam kala pagi sampai sore, sehingga waktu yang tepat untuk men-charge seluruh gadget adalah pada waktu setelah maghrib hingga tengah malam. Salah satu barang yang harus dibawa adalah Power Bank dengan daya melebihi 10.000 mAH dan dapat digunakan untuk gadget maupun benda lain seperti kipas angin, hair dryer dan laptop. Power Bank Vivan MF 20 adalah jawabannya. Power bank ini memiliki daya 20.800 mAH dan dapat digunakan untuk men-charge apapun melalui saklar yang tersedia. 

Batere Cadangan  

Jangan melupakan batere cadangan terutama kameramu. Sayang sekali kalau momen yang indah di pulau pisang tidak dapat diabadikan dalam kameramu. Bawalah minimal 1 batere cadangan yang sudah dicharge dari rumah atau sebelum mencapai pulau pisang. 


Dry Bag

Kameramu basah karena terkena ombak pada saat menyeberang dari Pelabuhan Krui menuju ke Pulau Pisang. Atau pada saat jalan-jalan menyusuri pantai lalu kameramu jatuh dan tersapu ombak. Hal ini akan mengundang malapetaka baru, so jangan lupa ya untuk membawa dry bag yang terbaik yang kamu miliki. 

Tongsis Atau Tripod

Dua barang ini pastinya akan mempermudah kita dalam mengambil gambar, apalagi jika travelingnya seorang diri. Tongsis dan tripod sebetulnya tergantung dari selera masing-masing, jadi sangat disarankan agar membawa yang tidak merepotkan dan ringkas. 

Setelah semuanya dibawa, marilah kita mulai petualangan yang sangat seru di Pulau Pisang. Bagi saya, berada di pulau ini sepertinya waktu itu terhenti dan dunia tak berputar. Keindahannya membuat saya betah berlama-lama dan menikmati suasana pantai dengan berbagai aktivitasnya. 

Perjalanan Menuju Pulau Pisang 


Sebelum ke Pulau Pisang, saya lebih dahulu menjelajah destinasi lain yang satu arah. Salah satu yang menarik adalah Kampung warna warni Peninjauan dan Pulau pasaran. Kampung Warna-Warni Peninjauan, Teluk Betung Barat, Lampung, merupakan salah satu kampung warna-warni di Indonesia. Meskipun tak sepadat Malang, Yogya ataupun Semarang, Kampung ini sangat menarik karena aktivitas warganya sebagai penghasil kolang-kaling. Jangan salah, kolang-kalingnya sangat tersohor sampai ke berbagai daerah lain di Indonesia.

Saat menginjakan kaki di Pulau Pasaran, saya terkesima dengan hutan bakau yang masih tumbuh subur. Jalanan menuju ke pulau disambung dengan jembatan seluas satu mobil. Panjangnya kira-kira ratusan meter saja tidak sampai 1 kilo. Yang menarik adalah aktivitas melaut, menangkap ikan dan menjemur ikan jadi sesuatu yang unik. Saya cukup menikmati karena di Jakarta, jarang sekali melihat kegiatan seperti ini.


Tiga bocah kecil mengikuti saya dan rombongan, mulanya kami hanya menyapanya saja, namun lama-kelamaan mereka beralih menjadi model ala-ala, bak supermodel. Bahkan saya menyebutnya sebagai iklan layanan masyarakat mengenai pentingnya mengkonsumsi ikan seperti Ibu Pudji, Menteri Perikanan.

Perjalanan menuju ke Pulau Pisang dapat ditempuh dengan jalur Krui, kita bisa melewati jalur lintas barat Sumatera yaitu, Bandar Lampung-Kemiling-Gedong Tataan-Gading-Pringsewu-Talang Padang-Gisting-Kotaagung-Hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan-Bengkunat-Krui-Dermaga Tembakak. Jika menggunakan transportasi publik, bisa naik bus dari Terminal Rajabasa, Bandar Lampung dan langsung menuju ke Krui. Atau bisa menggunakan Travel dari Bandar Lampung menuju ke Krui.

Setelah di Dermaga Tembakak, kemudian menggunakan kapal penyebrangan dengan harga sekitar 25-35 ribu per orang dan jam keberangkatan antara jam 7 pagi hingga jam 2 siang, selebihnya akan membayar sangat mahal tergantung kesepakatan. Atau jika ingin menyewa kapal sekitar 250.000-300.000 tergantung dari kesepakatan.

Waktu Yang Berhenti di Pulau Pisang


Ombak beradu dengan kecepatan kapal yang cukup kencang. Saya dan rombongan pun duduk terdiam menikmati langit yang cukup terik. Tak berapa lama, setelah menempuh perjalanan kurang dari satu jam, kapal kami bersandar di pantai pasir putih. "Ija Mit", lagi-lagi saya seperti mendengar pulau ini menyambut saya. Senyum menghias wajah-wajah yang terlihat letih karena perjalanan yang cukup panjang.

Kami beristirahat di Homestay yang cukup dekat dengan bibir pantai. Kami di sambut oleh Anjing yang di pelihara pemilik Homestay. Ekornya terkibas-kibas, tandanya anjing ini menyukai kami. Dan, memang betul selama kami bermain di pantai, anjing ini selalu berada di sekitar kami bersama anjing kecil, anaknya.

Setelah makan siang, saya tertidur sangat pulas. Bahkan, ombak pantai yang menderu-deru dan mengajak untuk bermain saya abaikan beberapa saat. Dan, mata terbuka ketika matahari mulai tenggelam di arah barat. Tangan ini kemudian bergegas mengenggam kamera pocket yang terbaru. Dan, sore itu memang tidak menampakan keindahan karena matahari masih malu-malu di balik awan.

Malam hari ketika jenset dinyalakan, kami semuanya memasang charger dan mengecharge seluruh gadget termasuk Power Bank yang memang kami butuhkan saat keesokan harinya.


Keesokan hari, kami berencana untuk naik ke menara untuk melihat keindahan yang luar biasa dari puncak tertinggi di pulau pisang. Saya pun tak mengira bisa naik sampai ke tangga ketiga, karena puncaknya sangat licin dan hanya terdapat tangga tanda adanya penyangga. Namun saya tetap bisa menikmati pulau lain tanpa harus naik sampai yang paling puncak.


Dan, swafoto pun dilakukan sebelum meninggalkan ketinggian diatas menara. Bolehlah berbangga karena bisa naik dan mengabadikannya sebagai oleh-oleh bagi orang yang memiliki badan sebesar saya. Hikmahnya, bukan badan atau fisik yang membuat kita tidak bisa, namun karena niat atau tekad yang kuat pun bisa menyingkirkan keterbatasan fisik yang kita miliki.

Sebelum kami kembali ke Homestay, kami menyempatkan diri mampir di Sekolah Dasar yang dibangun sejak zaman penjajahan Belanda, selain itu juga kami sempatkan berkeliling lagi ke pantai yang luar biasa indah. Perjalanan lain pun menanti, saatnya kami berkemas dan menuju ke kemabli ke Dermaga.

Menjelajah Wisata Pasar Baru dan Pengalaman Menginap Di Red Planet Hotel Jakarta


Ketika memasuki Pasar Baru, saya teringat cerita seseorang tentang kejayaannya beberapa ratus tahun silam. Entah apa yang membuatnya begitu tersohor, sampai-sampai pedagang India sampai menjelajah dan menemukan tempat ini. Tujuan mereka hanyalah satu, untuk mendapatkan penghasilan dengan nilai sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari mata uang mereka. Namun, dengan sedikit kejelian dan melihat peluang. Di tangan mereka, produk-produk seperti perhiasan, obat-obatan, tekstil dan lainnya dijual dengan harga beberapa kali lipat karena kualitas yang sangat bagus. Hingga saat ini pun, Pasar ini terkenal dengan produk tekstilnya. 

Saya melihat gereja yang sangat berbeda dengan lainnya ketika saya tiba dengan ojek online. Bentuknya seperti bangunan awal 1900-an dengan nuansa kuning dan cokelat. Di puncak atas, terdapat penunjuk arah disertai ayam jantan. Saya menebak inikah yang disebut dengan Gereja Ayam? Dan, ternyata memang inilah GPIB Pniel (Gereja Protestan Indonesia Barat) yang dibangun antara tahun  1913 dan 1915. Walaupun telah dibangun pada awal 1900-an, namun hingga kini masih kokoh berdiri dan menjadi salah satu gereja tertua di Jakarta. 

"Kenapa disebut gereja ayam?" 

Banyak orang yang bertanya ketika melihat bangunannya pun tak satupun menunjukan ada tanda-tanda ayam dalam bentuk bangunan. Ketika melihat ke atas, diatapnya terdapat petunjuk arah pada masa lampau. Bentuk arah mata angin adalah anak panah dengan menunjuk W,E,N dan S atau mewakili arah mata angin yaitu barat, timur, utara dan selatan. Nah, pada bagian atasnya terdapat ayam jantan yang berdiri kokoh. Simbol ayam jantan bukanlah pertanda apapun, namun bangunan gereja di Eropa pada masa tersebut memang terdapat petunjuk arah mata angin dan ayam jantan. Namun, saya menilai ayam jantan dan mata angin menggambarkan petunjuk arah bagi orang yang tersesat, seperti agama-agama lainnya. 


Memasuki Red Planet Hotel, saya langsung tersenyum. Bagi saya apapun hotelnya, hal terpenting memilih hotel adalah fasilitas, keramahan staff, dekat dengan shopping center, tempat wisata dan tempat kuliner. Semuanya saya dapatkan di Red Planet Hotel Jakarta, Pasar Baru

Fasilitas 

Red Planet Hotel merupakan salah satu hotel budget dengan konsep memberikan fasilitas yang dibutuhkan tamu terutama WIFI, Shower, Toilet, Parkir, Sarapan, Mushola, Lobby, Printer, dan terdapat kamar untuk disable bahkan tersedia kamar mandi atau toilet khusus disable. Bagi saya, dengan harga yang cukup terjangkau dan memiliki fasilitas standar hotel, maka inilah pilihan yang tepat. 


Keramahan Staff

Pada saat datang, walaupun suasana ramai dan banyak orang di lobby. Staff resepsionis pun selalu melayani tamu dengan penuh keramahan. Saya yang sedari tadi memperhatikan bagaimana staff melayani tamu dengan senyum dan tak berapa lama kunci kamar diberikan. Wah, pelayanan lumayan cepat ya.

Dekat Shopping Center

Siapa yang tak kenal dengan Pasar Baru? Seperti halnya tanah abang yang merupakan pusat belanja, Pasar Baru pun tersohor sebagai salah satu pusat perbelanjaan mulai dari tekstil, elektronik, kebutuhan rumah, dan masih banyak lainnya. Terus terang, saya suka belanja beberapa kebutuhan di Pasar Baru, terutama jika ada masalah dengan kamera biasanya saya perbaiki disini.

Ada cerita unik mengenai kamera saya. Pada saat di Singapura, tepatnya di China Town, saya mengganti lensa dari kit ke fix. Tujuannya hanya untuk mengambil gambar agar lebih bagus. Pada saat itu, China Town cukup ramai karena menjelang sore. Entah karena terlalu tergesa-gesa atau nyangkut, lensa tersebut pun tak bisa terlepas. Setelah saya sampai di Jakarta, saya langsung ke Pasar Baru untuk men-servicenya. Uniknya hanya dalam beberapa menit saja, lensa tersebut telah terlepas dan kamera saya kembali berfungsi.

Selain kamera, saya biasanya belanja kaos dan celana pendek disini, karena selain murah, banyak sekali pilihan yang bisa saya coba. Mengenai harganya, banyak loh kaos-kaos yang harganya 3 hanya 100 ribu. Wow, kece kan pasar Baru.

 Wisata Sejarah

Jangan ditanya tempat wisata yang ada di Pasar Baru, banyak sekali tempat-tempat yang legendaris dan tidak banyak orang tahu tentang tempat ini. Beberapa diantaranya adalah Gereja Ayam, Gedung Kesenian Jakarta, Gedung Kantor Berita Antara, Vihara Dharma Jaya, Gang Kelinci, Lapangan Banteng dan lainnya. Lokasinya sangat dekat dengan Red Planet Hotel, sehingga sangat memungkinkan untuk walking tour. Selain itu, banyak juga wisata yang lumayan ternama seperti kawasan kota tua, ancol, monas, dan lainnya, namun memerlukan transportasi tambahan.

Wisata Kuliner


Pasar baru berdekatan dengan Gang Kelinci yang terkenal dengan bakminya. Bakmi Gang Kelinci adalah salah satu yang legendaris dan rasanya sangat enak. Saya beberapa kali ke restoran ini dan selalu memesan dengan porsi yang cukup besar. Sedangkan di area Pasar Baru, terdapat street food dengan variasi makanan yang cukup banyak dan harganya pun cukup hemat.


Saya memasuki kamar yang sesuai dengan ekspektasi karena cukup luas. Karena untuk ukuran hotel budget, biasanya memang sangat hemat space namun cukup luas dengan desain minimalis. Saya tidak memikirkan desain, karena bagi saya hal yang paling penting adalah mengexplore tempat yang berada di sekitar terutama tempat wisata dan kuliner.

Kamar mandi pun sangat minimalis namun cukup lengkap dengan sabun, tapi memang hotel tidak memberikan pasta gigi dan sikat gigi, karena itu pun saya membawa sikat dan pasta gigi, kemanapun. Pemandangan dari kamar memang berbeda-beda, kebetulan saya mendapatkan view gedung dan jalan raya dengan kendaraan yang lalu lalang.



Setelah saya beristirahat sebentar, kemudian saya melanjutkan untuk explore di sekitar pasar baru bersama dua teman baru dari Backpacker Jakarta, Tante Julid dan Kiky. Kebetulan kami ketemu di lobby dan berencana untuk menikmati kuliner yang ada di sekitar hotel. Oh iya, saya menghubungi mereka berdua hanya dengan smartphone. Wah, kok bisa gitu? Iya bukan melalui whatsapp atau apapun melainkan melalui aplikasi Red Planet. Melalui aplikasi ini bisa menghubungi resepsionis, teman atau keluarga yang menginap di kamar lain, melihat restoran terdekat, tempat wisata dan shopping center. So, semuanya sangat komplit sekali informasinya.

Kami mulai dengan mencari makanan di dekat hotel. Setelah mencari kuliner dan sambil melihat-lihat baju, saya sempat menawarkan kepada Tante dan Kiky, kuliner Bakmi Gang Kelinci. Tentu saja mereka berdua tanpa intrupsi langsung mengiyakan.

Nafas saya terengah-engah, ketika sampai di Gang Kelinci. Orang dahulu menyebutnya gang kelinci karena disinilah kerajaan kelinci. Ya, saya cukup familiar karena lagu Lilis Suryani memang sangat easy listening dan liriknya pun saya sangat hafal. Kemudian kami duduk,  kemudian langsung memesan. And, you know what? Saya langsung memesan porsi besar bakmi. Karena saya sangat kelaparan malam itu setelah seharian berada di luar.


Setelah menikmati tidur malam yang panjang. Paginya saya menuju lantai 2 untuk sarapan, seperti hotel budget lainnya, sarapan memang bukan fasilitas yang mewah namun cukup sebagai pelengkap jadi wajar jika sarapan pagi pun memenuhi kebutuhan seperti ayam, sayur dan lauk pauk. So, I am happy with this breakfast. Setelah sarapan, saya kembali bergegas ke kamar untuk packing dan melanjutkan perjalanan lainnya di kota lain.

Red Planet Hotel Jakarta, Pasar Baru memang pilihan yang sangat tepat karena memenuhi kriteria yang saya sebutkan sebelumnya. Oh iya, jangan lupa untuk mendownload aplikasi Red Planet Hotel di Google Playstore dan Apple Store. Selain kemudahan komunikasi selama menginap, akan mendapatkan tambahan diskon sebesar 10 persen. Bagi yang berulang tahun, juga terdapat diskon sebesar 25 persen selama bulan ulang tahun. So, tunggu apalagi, eits harganya itu masih resonable banget loh dikisaran Rp 283.600 per malam.

Selamat menikmati Pasar Baru dengan tempat wisata, kuliner, tempat belanja dan lainnya. Hai, ini dapat salam dari Fredy, mascot Red Planet yang merupakan beruang merah. Lucu ya.

Informasi Red Planet Hotel Jakarta, Pasar Baru

Alamat : 

Jl. Samanhudi No. 25
Pasar Baru, Sawah Besar
Jakarta Pusat

Booking via website :

www.redplanetindonesia.com

Instagram :

www.instagram.com/redplanet_indonesia

Download Aplikasi :

Google Playstore
Apple Playstore
  

A Happy ‘Entertaining’ Transit At Changi Airport, Singapore


Singapore, one of my first backpacker journey in my life. Saat itu 2011, Singapore menjadi negara pertama di luar Indonesia yang saya jelajahi. Di sini juga saya merasakan betapa Traveling begitu menyenangkan dan pengalaman menikmati pemandangan serta makanan yang jarang-jarang saya rasakan di Indonesia. Pertama kali makan laksa dan nasi goreng ikan bilis, semacam ikan teri kalau di Indonesia. Pengalaman ngomong cas cis cus pakai bahasa Inggris, terus nyasar cari-cari alamat dan destinasi wisata sesuai list. Oh iya, bayangin pas tahun 2011 ini masih jarang sekali provider atau sim card yang dijual bebas, jadi kemana-mana harus bawa peta. Kalau sekarang sudah sangat mudah tinggal lihat semuanya di smartphone. 

Sebelum masuk ke Singapore, pasti melalui Changi International Airport sebagai pintu gerbangnya. Pengalaman yang selalu menyenangkan kalau menginjakan kaki di Changi Airport. Bagi saya, Changi Airport lebih dari sekedar bandara. Bahkan saya tak segan-segan untuk menginap di Bandara yang dinobatkan sebagai The Best Airport in The World ini. Apalagi jika sedang kondisi transit dan akan melanjutkan perjalanan dari Singapore ke negara lain seperti Asia atau bahkan ke benua lain seperti Eropa atau Amerika. Banyak penerbangan ke Benua lain yang mengharuskan transit terlebih dahulu di Changi Airport terutama maskapai dengan budget terjangkau. 


“Man, kalau kita transit 8 jam di Changi Airport. Terus kita ngapain aja?” 

Teman saya kadang menanyakan pertanyaan yang cukup tricky untuk di jawab. Karena saya pun tidak terlalu mengenal lebih dalam apa saja yang ada di Changi Airport

“Tenang aja, kita bisa makan, lihat taman dan keliling duty free di bandara.”

Saya hanya menebak-nebak saja apa yang ada di dalam Changi Airport agar teman saya jadi senang dan tenang. Pertanyaan ini saya dapat ketika tahun 2015, sebelum Changi Airport menambah terminal 4 yang baru dengan fasilitas yang sangat bagus. 

Kadang sekalipun saya tidak sering bepergian ke Singapore, tidak lebih dari 10 kali, namun saya kerap kali mendapatkan pertanyaan yang sama. Apa yang harus saya lakukan ketika di Changi Airport terutama untuk membunuh waktu saat menunggu. 


Tenang saja, saya mempunyai oleh-oleh dari Singapore yang bisa dibagikan jika Transit atau berada di Changi Airport dalam waktu yang cukup lama. Sudah siap dengan fasilitas yang dimiliki oleh Changi Airport? Oke, lets see one by one ya. 

Tidur Pulas di Snooze Lounge


Menjadi seorang traveler itu kadang tidak mengenakan karena sangat tergantung dari jadwal penerbangan yang tidak manusiawi. Kadang kita mendapati beberapa penerbangan yang sangat larut malam bahkan dini hari. Kantuk yang masih terasa dan perjalanan yang masih panjang tentu saja memerlukan waktu istirahat yang cukup untuk beraktivitas di pagi atau siang hari nanti. 

Snooze Lounge adalah penolong di saat tepat. Jika berada di Terminal 1, kamu sangat beruntung karena di lantai 2 di sekitar area restoran terdapat lounge ini dengan kapasitas puluhan kursi tidur, beberapa diantaranya dilengkapi dengan colokan dan charger. 

Thanks God ada Snooze Lounge yang free ini, jadi saya bisa berlama-lama tidur sambil menunggu pagi di sini. Atau jika transit pun bisa digunakan untuk menunggu penerbangan lanjutan ke negara lain.

Cuci Mata di Plane Spotting


Jika bosan berada dalam toko-toko yang berada di sekitar sisi kanan kiri, sepanjangan jalan di Terminal 1, bisa beralih ke tempat melihat aktivitas pesawat yang sedang berlalu lintas di sekitar The Social Tree, atau tepat di belakang area informasi. 

Tempatnya sangat asyik karena berada di pojokan dan bisa sambil rebahan di atas kursi malas dan lagi-lagi telah dilengkapi dengan charger station di sisi kursi malas di area ini. 

Feeding Koi at Koi Pond 


Beralih ke Terminal 2, bisa dijangkau mengunakan Skytrain antar terminal, di sini terdapat banyak taman yang akan memanjakan mata terutama di bagian tengah. Taman di Changi Airport, rata-rata sangat luas sehingga sangat nyaman untuk berada di dalam taman sambil menikmati waktu yang masih lama. Daripada terpaku dengan gadget, mendingan ke taman-taman yang sangat mirip dengan aslinya. 

Salah satu taman di Terminal 2 ini memiliki ikan Koi yang sangat banyak dan besar-besar. Ikan Koi ini dilambangan sebagai cinta dan persahabatan dalam filosofi Jepang, sedangkan China membedakan ikan Koi berdasarkan warna yang dibawanya. Emas melambangkan kekayaan dan kesejahteraan. Perak diibaratkan sebagai pembawa kesuksesan dalam usaha. Koi Hitam dilambangkan sebagai pembawa sukses setelah perubahan. Koi Putih merupakan simbol keunggulan dalam status sosial dan Ikan Koi Merah melambangkan cinta dan romansa. Wah, ternyata ikan Koi sendiri sangat lekat dengan kesuksesan, kesejahteraan, cinta dan persahabatan. Tak salah jika taman dan Koi ini sangat menarik untuk diihat. 


Oh iya, jangan lupa untuk memberikan makanan pada Koi ini pada saat jam tertentu yang telah di jadwalkan. Datanglah pada pukul 9 pagi dan 4 sore, waktu Singapore, dan nanti akan disediakan makanan Koi gratis. Wah, kegiatan ini pasti bisa memberikan kesenangan yang berarti ya, apalagi mengajak anak-anak pasti akan sangat menyenangkan. 

Nonton Film Favorite di Movie Theater


Saya suka sekali nonton film, namun hanya film-film tertentu saja terutama Comedy, Action atau Drama. Namun tidak dengan Movie Theater yang berada di Terminal 2, Changi Airport. Di sini banyak sekali film-film box office yang tentu saja sangat menarik untuk ditonton. Apalagi tempatnya berada di Entertainment Deck di lantai 2. 

Tempat Movie Theater ini memang agak mojok setelah area Playstation dan Xbox  dan berdampingan dengan Sunflower Garden. Jadi jangan sampai tersesat karena terdapat papan petunjuknya di sekitar area ini. 

Movie Theater ini buka 24 jam setiap hari, jadi yang transit dini hari dan ingin merasakaan sensasi menonton seperti bioskop bisa ke sini. Oh iya selain di Terminal 2 bisa dijumpai juga di Terminal 3. 

Entertainment Deck (Xbox, Playstation dan Kinect) 


Gamers pasti bosan dengan Film atau tempat-tempat lain, namun di Entertainment Deck bisa menikmati waktu yang panjang dengan bermain Playstation, Xbox dan Kinect. Bagi saya yang bukan penggemar Games, juga penasaran sekali ingin mencoba permainan menarik ini. Apalagi banyak sekali permainan yang disediakan seperti permainan detektif, perang-perangan, dan masih banyak lainnya. 

Entertainment Deck ini berada di lantai 2 sama dengan Movie Theater dan Sunflower Garden dan berada di atas Koi Pond. So, pastinya sangat mudah dicari kan? 

Membunuh waktu pada saat di Changi Airport sangatlah menyenangkan dengan adanya fasilitas yang sangat lengkap dan menarik sekali. 


Foto di Changi Airport dan Menangkan Tiket Pulang Pergi Ke Korea 


Oh iya, bagi yang suka foto-foto. Jangan lupa untuk ikutan kontes #ChangiDiHati dengan hadiah yang sangat menarik. Apa itu hadiahnya? Hadiahnya adalah sepasang tiket pulang pergi ke Korea dengan Changi gift card SGD 200, selain itu juga terdapat 2 pasang tiket ke Singapore pulang pergi dengan Changi gift card senilai SGD 200

Caranya sangat mudah cukup unggah foto dengan gestur atau stiker hati. Kemudian jelaskan bagaimana Changi Airport selalu di hati anda dengan hashtag #ChangidiHati. Kontes akan berakhir pada 31 Maret 2018. So buruan ya, informasi lengkapnya bisa dilihat di bit.ly/changidihati-sf .

Tips Dan Strategi Mendapatkan Tiket Pesawat Murah Promo


Bagi seorang traveler, kebanggaan itu bisa tercermin dari seberapa murahkah tiket yang dibeli untuk ke suatu destinasi impian. Sederhana, namun sangat membuat saya bahagia dan menceritakan keseruan berburu tiket walau harus antri ataupun begadang selama beberapa untuk mencari tiket termurah. Teman saya banyak yang mendapatkan tiket murah karena strategi khusus, dan banyak orang sering melupakan langkah-langkah sederhana yang berdampak luar biasa tersebut. Namun, saya menyimpan strategi dan akan saya beberkan kepada semuanya tanpa terkecuali. 

2012, saya mendapatkan tiket murah dengan menggunakan pesawat budget murah. Waktu itu saya ingat betul saya bisa mendapatkan harga sekitar 2 juta dengan tujuan Jepang. Pada saat itu, harga 2 juta rupiah termasuk dalam kategori sedang atau bahkan murah tergantung dari musimnya. Saya memilih musim panas karena masih memiliki matahari yang sama dengan Jakarta. Maklum, saya takut badan saya tidak bisa menerima dinginnya Jepang pada bulan Januari-Maret. 

"Saya kini menyukai musim dingin, dan tidak sedingin yang dibayangkan karena terdapat pakaian khusus."

Statement ini muncul setelah beberapa tahun belakangan ini saya sering bolak-balik Jepang dan Korea Selatan. Dua negara yang memiliki musim dingin yang sangat saya sukai. 


Oh iya, setiap traveling satu hal yang mendapatkan prioritas utama adalah tiket pesawat terbang. Tanpa membeli tiket pesawat, traveling tidak akan terlaksana. Makanya saya sering mengajak sahabat traveling dan membeli tiket pesawat terlebih dahulu sebagai kesungguhan dan komitmen untuk traveling. Urusan hotel, transportasi dan tetek bengeknya bisa dipikirkan setelah mendapatkan tiket tersebut. So, kalau ada teman mengajak traveling namun hanya omongan saja tanpa realisasi, mendingan tinggalin aja teman seperti itu. PHP saja, hehehe.

Lalu bagaimana mendapatkan tiket pesawat murah? Oke, berikut tips dan strategi mendapatkan tiket pesawat murah. 

Pesan Tiket Jauh-Jauh Hari


Sebelum kerajaan api menyerang, Avatar pun harus mempersiapkan diri dengan kekuatan yang dimilikinya. Hahaha, ini gambaran persiapan mencari tiket pesawat murah dengan matang salah satunya adalah memesan jauh-jauh hari sekitar setahun atau paling lambat 3 bulan sebelumnya. Jadi, jika traveling akan dilakukan tahun 2019, usahakan dari tahun ini kamu sudah mengumpulkan uang dan mencari cari tiket melalui online, social media dan travel fair. 

Kenapa harus setahun sebelumnya? Saya penganut paham persiapan adalah yang terpenting dalam sebuah perjalanan terutama membeli tiket pesawat. Rute atau transportasi bisa dipikirkan setelah selesai membeli tiketnya. Selain itu, maskapai akan memberikan harga khusus dan promo pada periode setahun sampai 3 bulan menjelang hari keberangkatan. 

Perhatikan periode perjalanan, juga hari pergi dan pulang Anda


Kombinasi akhir pekan atau libur panjang membuat harga tiket akan melambung, usahakan untuk memilih pertengahan weekdays seperti Senin-Jumat atau  mencoba kombinasi Selasa-Kamis, Rabu-Jumat, Sabtu-Selasa, dan Minggu-Rabu. Maka dari itu, cuti anda akan sangat berharga, berhematlah dan rencanakan dengan sangat matang. Selain hari keberangkatan dan kepulangan, jangan lupa untuk memilih bulan low season seperti September-November dan Februari - April karena pada bulan tersebut harga tiket sangat bersahabat. 

Pelajari Tren Promo Maskapai


Setiap maskapai memiliki periode promo tertentu, salah satunya dengan Travel Fair dan dalam setahun akan ada beberapa promo. Kepolah dengan social media maskapai yang kamu incar. Misalnya Singapore Airlines, salah satu maskapai terbaik di Dunia yang beberapa hari lalu mengadakan travel fair di Gandaria City Mall, Jakarta. Selain travel fair, biasanya Singapore Airlines mengadakan online promo dan periodenya beberapa kali dalam setahun.

Pilih Penerbangan Dengan Rute Transit 


Biasanya rute transit harganya sangat berbeda dengan rute langsung. Harganya lumayan menghemat jika sedang terdapat kebutuhan lain selain tiket pesawat seperti hotel dan transportasi. Bayangkanlah apabila yang bisa dihemat dengan rute tidak langsung ini bisa mencapai angka jutaan, maka hal ini bisa menjadi alternatif jika periode traveling sangat lama dan banyak transit di beberapa kota lainnya. 

Misalnya kota A sangat dengan kota B, kota A adalah kota mahal sedangkan kota sedang dan cenderung murah. Usahakan membeli rute kota B, karena itu pun akan menghemat biaya tiket dan perjalanan secara keseluruhan. 

Jangan Memborong Tiket Pesawat

Jangan membeli tiket pesawat dalam jumlah yang sangat banyak dalam satu transaksi sebab akan mengakibatkan tiket akan lebih mahal meskipun duduk dalam satu barisan. Cara meyiasatinya adalah dengan cara memesan melalui window yang berbeda namun dalam satu aplikasi web.

Pergi Ke BCA SQ Travel Fair 2018



Trust Me It Works, karena di BCA Singapore Airlines Travel Fair ini banyak sekali promo menarik misalnya saja Cash Back, Cicilan 0 % jika menggunakan kartu kredit BCA dan masih banyak promo lain dari masing-masing tour travel. 

Travel Fair ini ibarat seperti oase di padang pasir yang memberikan kesegaran di tengah cuaca yang panas. Saya pasti akan menyempatkan datang ke travel fair seperti ini sambil melihat atau berburu tiket murah yang tersedia. Oh iya, cashback yang ditawarkan cukup mengiurkan yaitu untuk dibawah 5 juta mendapatkan cashback sebesar Rp 700.000 dan untuk transaksi diatas 5 juta mendapatkan cashback sebesar Rp 1.500.000. Untuk maskapai sekelas Singapore Airlines, maka harga tiket ke Jepang sebesar Rp 4 jutaan adalah harga yang lumayan, apalagi service yang diberikan sangat baik. 



Nah, itu dia tips yang bisa saya bagikan untuk pemburu tiket murah. Seiring menggali informasi dari berbagai macam sumber, maka pengetahuan tentang tiket akan sangat bermanfaat untuk menghemat budget traveling. So, kalau ad kebiasaan atau tips dari kamu juga, yuk sharing juga di komentar. 

Explore Cirebon dan Pengalaman Mencoba Bunk Bed Di Ibis Budget Hotel


Cirebon itu pintu utama Jawa Barat dari sisi utara. Konon, banyak saudagar-saudagar dari Arab, China dan India melakukan perdagangan melalui pelabuhan. Tak heran, Cirebon merupakan pertemuan apik beberapa budaya dan menelurkan corak yang khas dalam batiknya. Mega Mendung dan corak lainnya tersohor karena kisah Sunan Gunung Jati dan Puteri dari Kerajaan China yang memadukan dua atau lebih unsur dalam budayanya. 

Jika diberikan kesempatan untuk menyusuri kota udang ini dalam 2 hari, tentunya yang terbesit di benak hanyalah Keraton mulai dari Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan dan Keprabonan. Ketiga Keraton selain Keprabonan memiliki kekuasaan, sedangkan Keprabonan hanyalah padepokan tempat menuntut ilmu sehingga tidak memiliki garis tahta. Selain Keraton, terdapat masjid yang didominasi dengan warna merah bata. Cirebon sangat kental dengan Sunan Gunung Jati sebagai salah satu Sunan penyebar agama Islam. Tak heran jika Cirebon memiliki banyak Masjid yang didirikan langsung oleh Sunan Gunung Jati. Sebut saja Masjid Agung Cipta Rasa dan Masjid Panjunan.


Sunan Gunung Jati begitu erat hubungannya dengan Sejarah Cirebon dan Islam. Begitu eratnya sehingga Makam Sunan Gunung Jati selalu ramai dipadati peziarah bukan hanya dari Cirebon melainkan dari berbagai daerah lain. Jika melihat ke dalam area makam, arsitektur bangunan sangat unik perpaduan dari beberapa budaya yang berkembang di Cirebon.

Selain Masjid, terdapat pula Klenteng, Gereja dan Pura yang terdapat di Cirebon. Kehadiran Klenteng, Gereja dan Pura membuktikan bahwa akulturasi budaya memang terjadi di Cirebon.


Beberapa Klenteng atau Vihara yang berada di Cirebon tidak terlalu banyak. Dua diantaranya adalah Vihara Pemancar Keselamatan dan Klenteng Lithang Khonghucu. Vihara Pemancar Keselamatan terlentak di antara Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman. Vihara ini terletak di Jalan Winaon, Cirebon.

Menikmati kuliner Cirebon merupakan sebuah keharusan dan tak bisa dihindari. Selain karena rasanya yang enak, faktor harga yang lumayan terjangkau inilah yang membuat kuliner Cirebon banyak dikunjungi. Kuliner yang sangat terkenal beberapa diantaranya adalah Empal Gentong,Nasi Lengko,  Nasi Jamblang, Docang dan Nasi Bogana. 

Selain Wisata Keraton, Religi dan Kuliner, terdapat beberapa tempat wisata yang harus dikunjungi seperti Goa Sunyaragi, Batik Trusmi, Wisata Gedung (Pabrik) BAT, dan wisata lain yang belum sempat dijelajahi. Namun, saya akan bahas Goa Sunyaragi, Kampung Batik Trusmi dan Gedung (Pabrik) BAT.

Menginap Di Bunk Bed Ibis Budget Hotel


Langit Cirebon cerah dan biru. Pagi ini saya berencana mengunjungi beberapa obyek wisata salah satunya Situs Pedati Gedhe. Saya cukup penasaran dengan situs ini karena letaknya yang cukup menyelusup di tengah perumahan warga. Konon, Pedati ini merupakan pengangkut material seperti kayu pada saat pembangunan Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Pada tahun 1907, pedati ini sempat terbakar dan hilang beberapa bagian namun kini telah diperbaiki. 

Saya tidak sendiri siang itu, panas yang membakar kulit tak saya hiraukan. Seperti yang diceritakan, situs pedati gedhe ini terdapat di daerah Pekalang. Masyarakat Pekalang cukup bangga dengan jasa Pedati ini yang memiliki peranan dalam pembangunan tempat-tempat penting seperti Masjid pada zaman Sunan Gunung Jati. 


Setelah mengunjungi situs pedati gedhe, kemudian saya berlanjut ke salah satu mall di Cirebon. Saya hanya belanja beberapa kebutuhan pribadi di hypermarket. Kemudian tak lama kemudian saya kembali lagi ke Ibis Budget Hotel Cirebon yang terletak tak jauh dari Alun-Alun Kejaksan, atau Alun-Alun utama Kota Cirebon. Jika tidak sempat membeli atau menikmati kuliner di sekitar kota, mampirlah ke Alun-Alun pada saat sore dan malam. Banyak sekali pedagang mulai dari bakso,mie ayam, tahu petis, nasi jamblang dan lain-lain. 

Jika dari luar Cirebon dan naik kereta api, Ibis budget Hotel ini sangat dekat dengan stasiun Cirebon Kejaksan atau Cirebon Perunjakan. So, sangat praktis jika pada saat mengunakan kereta dan ingin sekedar mampir beberapaa hari di Cirebon. 


What is in your mind if I show you the bunk bed? Bunk Bed sebetulnya konsep luar negeri yang diadopsi oleh Indonesia. Jika lebih dari 2 orang atau tak lebih dari 3 orang menginap biasanya akan memesan 2 kamar, padahal sebetulnya bisa disiasati dengan 1 kamar dengan extra bed. Extra bed kadang membutuhkan tambahan rate yang luar biasa bahkan akan sama dengan memesan 2 kamar sekaligus. Nah, bunk bed inilah solusi untuk keluarga kecil atau genk-genk traveler dengan jumlah anggota 3 orang atau trio traveler. 

Bagi saya memilih bunk bed adalah solusi, karena kadang saya membawa 2 orang teman lainnya dan masih bingung dengan kamarnya nanti. Bunk bed ini bisa menghemat karena tersedia juga sarapan untuk ketiganya. 



Ibis Budget menurut saya adalah hotel yang sangat tepat bagi traveler atau backpacker karena walaupun minimalis fasilitasnya namun telah tercukupi kebutuhan seperti wifi, air minum, hot shower, kasur yang nyaman, televisi dengan channel international dan beberapa tambahan seperti handuk dan sandal. Walaupun tak selengkap hotel lainnya, namun saya rasa bagi backpacker akan sangat terbantu dengan harga yang cukup bagus dengan kisaran 300 ribu keatas tergantung situs pemesanan. Sebagai bocoran, kadang website seperti agoda, booking dan lainnya memberikan diskon yang lumayan sehingga harga pun dapat ditekan lagi. 





Selain fasilitas kamar, tempat sarapan, lounge, meeting room, internet corner, cafe dan fitnes center pun dapat ditemukan di hotel dengan ornamen serba biru ditambah kuning ini sangat cozy bagi tamu. Saya pun merasakan bahwa hotel ini seperti hotel bintang 3 padahal ditasbihkan sebagai hotel bintang 2. 


Sambutan hangat saya rasakan ketika dijamu oleh Mba Raiz, Mba Jessica dan Pak Ricky Coen Arifin, General Manager Ibis Budget Hotel Cirebon. Next saya akan kembali lagi ke Cirebon, menikmati wisata yang belum terjamah di list tahun 2018 ini. I'ii be back, I promise.

Informasi Ibis Budget Hotel Cirebon

Website :

Alamat : 
Jalan Siliwangi No.88, Kebonbaru, Kejaksan, Kebonbaru, 
Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat 45121

Telepon :
(+62)231 7000200

Traveling At Winter : Cowok Pun Harus Tampil Kece Di Musim Dingin


Traveling pada saat musim dingin memang sangat menarik,  apalagi kalau pertama kali pergi ke negara dengan 4 musim seperti Jepang,  Korea Selatan, Amerika Serikat dan lainnya. Berbeda dengan Indonesia yang hanya memiliki dua musim, hujan dan kemarau atau panas. Jepang misalnya,  memiliki musim yang berganti-ganti dalam 12 bulan. Proporsionalnya,  dalam 3 bulan sekali negera tersebut akan merasakan musim yang berbeda. 

Musim dingin identik dengan salju yang turun di beberapa daerah. Namun tidak semua daerah akan turun salju tebal, hanya merasakan cuaca yang sangat dingin sampai dibawah nol derajat celcius. Dulu,  saya beranggapan bahwa saat musim dingin ini,  seluruh jalan dikota manapun akan tertutup salju,  namun ternyata tidak demikian. Walau pun tak tertutup salju,  jangan remehkan dinginnya,  karena saya pun pernah kualat karena meremehkan cuaca dingin di Tokyo beberapa waktu lalu.



Jepang, Korea Selatan dan Hongkong, 3 negara musim dingin yang pernah saya kunjungi. Semuanya sangat berkesan, apalagi ketiga negara ini saya pernah merasakan musim panas dan musim dingin. Jadi,  saya tahu betapa 360 derajat sangat berbeda 2 musim ini. Oh iya,  matahari akan selalu bersinar di musim dingin,  dan kadang kala hujan juga terjadi pada saat musim dingin. Bayangkan, udara yang tadinya 10 derajat bisa sampai 5 derajat jika turun hujan,  bahkan bisa saja salju akan turun bersama hujan. Brrrr, tangan bisa saja beku apabila beradu dengan air hujannya. 

Dan Jepang adalah yang paling berkesan di antara yang lainnya. Entah kenapa,  bisa dibilang Jepang adalah negara kedua setelah Indonesia tentunya,  yang menjadi kesukaan saya dari dulu. Musim dingin di Jepang,  tidak akan kalah dengan musim sakura atau musim semi. Karena bermain Ski dan menikmati onsen adalah pengalaman yang tak terlupakan. 


Cowok pun perlu kece di musim dingin. Jangan mau kalah sama cewek yang memiliki banyak pilihan, cowok pun sebetulnya bisa tampil kece dengan tips-tips ini.

Jaket Winter Berbagai Model


Bosan dengan warna yang itu-itu saja ? Cobalah jaket dengan warna yang lain. Jangan sampai malu untuk keluar dari warna favoritenya. Biasanya cowok paling nyaman dengan warna yang kalem dan cenderung gelap. Nah,  sudah saatnya mencoba jaket warna merah,  biru atau orange. Oh iya, selain warna,  bisa juga memilih beragam model jaket winter mulai dari jaket tebal,  setelan jas,  jaket berbahan sintetis dan lainnya. Bagaimana dengan Jaket Kulit? Biasanya ada juga Jaket Kulit Pria yang menghalau dingin,  so pilihlah sesuai dengan style dan budget. 

Sweater Berbagai Warna


Lapisan kedua setelah jaket winter adalah Sweater. Bagi yang belum merasakan seperti apa musim dingin,  pasti akan menanyakan,  kan sudah pakai jaket winter buat apa Sweater. Trust me,  musim dingin akan sangat tidak terduga oleh logika manusia. Pilihlah sweater yang senada dengan jaket winter atau bahkan sebaliknya,  berbeda warna dengan jaketnya. 

Kaos Dalam HeatTech 


Kenapa harus HeatTech? Karena dengan teknologi ini,  kaos dapat menghalau angin dan dingin sehingga tubuh akan terasa hangat. Dibeberapa toko pum tersedia dengan tingkat kehangatan. Pilih sesuai dengan kebutuhan dan tingkat musim dinginnya. 

Asesoris Pelengkap Yang Trendy 


Setelah semuanya lengkap mulai dari lapisan satu sampai empat,  perlu juga asesoris tambahan seperti sarung tangan,  topi kupluk dan syal. Bahkan kadang perlu masker untuk menahan dingin yang masuk dari hidung dan mulut. Asesoris ini pilihlah yang warnanya menarik seperti merah, biru,  hijau dan kuning sehingga lebih berwarna lagi.

Nah, setelah semuanya dipraktekan,  kini saatnya tampil beda dengan beberapa item yang sudah ditampilkan. Biasanya selain belanja di tempat,  bisa juga belanja online sehingga lebih praktis jika tidak punya waktu. 

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah dari Labuan Bajo

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah Dari Labuan Bajo

Live on Board (LOB) is one my precious moment in my life. Apalagi dimulai dari Labuan Bajo dilanjutkan dengan mengelilingi Kepulauan Komodo seperti Pulau Kelor, Pulau Rinca, Pulau Padar, Pink Beach, Gili Lawa dan Pulau KanawaThe best experience in 2017

Setelah 3 Hari 2 Malam mengarungi laut lepas di kepulauan Komodo, pengalaman ini tak akan terukir jika tidak ada transportasi yang membawa kami, 7 orang penuh kegilaan ini, ke seluruh best spot di Komodo Sailing Trip ini. Banyak sekali yang menanyakan apa yang harus dilakukan sebelum melakukan trip ke kepulauan Komodo, dan jawaban saya persiapkan Sewa Kapal selama LOB beberapa hari. Why? Kenapa harus mempersiapkan sewa kapalnya? Karena makan, tidur, mandi, dan seluruh aktivitas akan dilakukan di atas kapal. So, that's why saya menyarankan untuk mempersiapkan ini terlebih dahulu. Hal kedua adalah open trip, namun biasanya open trip ini bisa menyatu dengan sewa kapal.

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah Dari Labuan Bajo

Beruntung saya dan teman-teman bersama Be Borneo Tour dengan Kapal KM Karunia Ilahi mengarungi lautan selama beberapa hari dan saya menyatakan kepuasan lahir batin bersama tour ini. Biasanya di dalam kapal dalam waktu beberapa hari membuat saya home sick, namun tidak pernah terpikir sekalipun untuk kangen rumah atau masakan rumah, karena suasana dalam kapal memang sangat nyaman untuk bercengkrama satu sama lain bahkan untuk ngobrol ngalor-ngidul dengan teman-teman. 

Kenapa bisa akrab? Apa yang menyatukan kami dengan kru kapal? Salah satunya karena sinyal provider yang susah didapatkan sehingga dengan sendirinya kami akan membunuh waktu dengan melakukan aktivitas menyatu dengan teman dan alam. Selain aktivitas dalam kapal, banyak aktivitas lain yang menyenangkan seperti trekking, snorkeling, berburu komodo, berenang, mancing, selfie, bermain dengan unicorn dan masing banyak lainnya.



Apa saja sih tips yang dilakukan dalam memilih Sewa Kapal dari Labuan Bajo ke Kepulauan Komodo? 

Mudah Dihubungi

Biasanya banyak sekali sewa kapal yang tidak merespon dalam jangka waktu yang lama misalnya 2 minggu, sehingga sangat sulit memastikan. Oh iya biasanya jika tidak bisa dihubungi 1 atau 2 hari masih wajar karena di kepulauan Komodo terdapat beberapa wilayah yang tak terjangkau sinyal.

Memiliki Rute Dan Informasi Yang Jelas

Beberapa penyedia sewa kapal kadang tidak menjelaskan rute atau paket yang ditawarkan sehingga membingungkan bagi penyewa kapal sehingga kemungkinan terjadi miss communication sangat besar. 

Jenis Kapal Dan Jam Terbang 

Walaupun sepele namun jenis kapal dan segala fasilitas perlu diketahui oleh calon penyewa. Disamping itu jam terbang kru pun harus diperhatikan karena perjalanan di tengah lautan lepas membutuhkan pengalaman kru kapal. 

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah Dari Labuan Bajo

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah Dari Labuan Bajo

Dari banyak kategori, saya menyarankan untuk menyewa kapal di komodo.web.id  dengan pilihan dua kapal yaitu KM Komodo dan KM Karunia Ilahi. . Sedangkan   

KM Komodo

KM Komodo dengan kapasitas 5 orang cocok untuk keluarga kecil atau liburan bersama teman-teman.

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah Dari Labuan Bajo
Kapal (KM) Komodo

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah Dari Labuan Bajo
Tempat Santai dan Makan

Kamar Tidur 

KM Karunia Ilahi 

KM Karunia Ilahi merupakan kapal medium dengan kapasitas 8 orang sehingga cocok bagi keluarga cukup besar. Kapal ini merupakan kapal terbaru milik Be Borneo Tour dan beroperasi sejak Agustus 2017. 

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah Dari Labuan Bajo

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah Dari Labuan Bajo

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah Dari Labuan Bajo

Dan, setelah menemukan sewa kapal, hal keduanya adalah apakah penyedia kapal tersebut menyediakan open trip. Biasanya sewa kapal membutuhkan banyak orang, apabila hanya satu atau dua orang saja, maka sebaiknya ikut dengan open trip yang biasanya disediakan. 

Be Borneo Tour juga menyediakan open trip dengan banyak pilihan yaitu 2 Hari 1 Malam, 3 Hari 2 Malam dan 4 Hari 3 Malam.Sedangkan paket yang saya ikuti adalah 3 Hari 2 Malam. Kemudian tempat apa saja yang dikunjungi dan aktivitas apa saja yang kami lakukan selama berlanyar. Ini dia itinerary selama kami berlayar. 

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah Dari Labuan Bajo

Day 1: Labuan Bajo – Pulau Kelor – Pulau Rinca – Pulau Padar 
  • Bertemu di meeting point jam 9 pagi dan perjalanan dimulai menuju Pulau Kelor  dan menikmati view dari puncak bukit
  • Dari Pulau Kelor dilanjutkan menuju Pulau Rinca untuk bertemu dengan Komodo, trekking sesuai dengan pilihan rute.
  • Setelah Pulau Rinca perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Padar untuk trekking ke puncak melihat pemandangan khas perbukitan ala Jurasik Park.
  • Makan malam, istirahat.

Day 2: Pulau Padar – Pink Beach – Manta Point – Gili Lawa 
  • Dari Pulau Padar  perjalanan dilanjutkan menuju ke Pulau Komodo untuk bersnorkeling ria di Pink Beach.
  • Singgah di Manta Point untuk bertemu dengan pari manta yang besar, jangan lupa bawa keberuntungan anda karena mereka tidak pasti ada.
  • Perjalanan panjang dilanjutkan menuju Gili Lawa, kalau masih ada waktu bisa langsung trekking untuk menikmari sunset.
  • Makan malam dan istirahat


Day 3: Gili Lawa – Taka Makassar – Pulau Kanawa – Labuan Bajo 
  • Setelah sarapan langsung menuju Taka Makassar, foto-foto di pulau pasir kecil di tengah laut.
  • Perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Kanawa untuk snorkeling dan menikmati keindahan Pulau yang memiliki satu resort ini.
  • Setelah puas bermain air dan foto-foto di Pulau Kanawa kita siap untuk kembali ke Labuan Bajo.
  • Tiba di Labuan Bajo, tour selesai.

Catatan:
Jadwal ini bersifat kondisional dan dapat berubah sewaktu-waktu, tergantung keadaan saat di lapangan.


Kebahagiaan datang ketika ketakutan dan rasa benci itu terhapus oleh ketulusan yang terpancar dari sekeliling kita. Itulah tips menyewa kapal di kepulauan komodo trip, sampai jumpa di catatan perjalanan selanjutnya.

Informasi Sewa Kapal dan Open Trip Be Borneo Tour 

Whatsapp: +62 856 51 202 195
Telpon: +62 852 51 50 1009
Email: info@beborneotour.com