Tips Mudik Lebaran Aman Dan Selamat Sampai Tujuan


Mudik adalah tradisi dari berpuluh-puluh tahun silam. Entah siapa yang memulai, namun yang jelas Mudik telah menjadi bagian kehidupan metropolitan belakangan. Sampai-sampai beberapa perusahaan termasuk BUMN pun melakukan mudik gratis bagi para pegawai dan non-pegawai yang telah mendaftar beberapa hari sebelum pelaksanaannya. Saya pun pernah ditanya bagaimana cara mendapatkan mudik ini melalui bus dan kereta api. Saya hanya menjawab dengan senyum karena suatu saat saya pun ingin melaksanakan mudik gratis. 

Bagi saya mudik adalah menepati janji. Selain tradisi, Mudik adalah mengenang memori-memori lama yang telah tersimpan rapi di ingatan saya beberapa tahun silam. Nostalgia dan mengenang masa lalu yang tentu saja akan melengkapi momen sehingga kita akan benar-benar menjadi manusia yang bahagia. I feel complete as a human. Bahagia secara fisik dan jiwa karena telah melakukan ibadah secara penuh di bulan Ramadhan kemarin. Dan, kesempurnaan itu ditandai dengan silaturahmi baik dengan saudara, teman dan sahabat lama yang tak berjumpa setelah sekian lama.


Bagi pemudik yang berada di jalur Trans Jawa, ada baiknya mengetahui dengan jelas pos-pos mana saja yang bisa dilewati terutama jalan tol yang baru saja rampung pembuatannya atau bahkan belum selesai namun tetap di fungsikan sebagai jalan tol alternatif pada saat jalur balik saat ini.

Mengetahui jalur-jalur mana saja yang akan dilalui juga merupakan salah satu aspek keselamatan yang harus diketahui. Jangan sampai salah memilih jalur dan berubah menjadi malapetaka bagi pemudik dan seluruh keluarga. 


Ngobrolin mudik berarti kita akan ngobrolin banyak hal mulai dari infrastruktur, kendaraan, masyarakat dan faktor-faktor pendukung yang akan sangat banyak jika dibahas dalam satu postingan. Saya akan sangat bahagia jika bisa menyajikan beragam informasi namun yang paling penting adalah saya akan membagikan beberapa tips mudik lebaran kali agar aman dan selamat sampai tujuan.

Periksa Kondisi Kendaraan 


Sebelum melakukan perjalanan hendaknya memeriksa terlebih dahulu kendaraan yang akan dipakai. Jarak yang jauh dan waktu tempuh yang beberapa hari membuat mesin akan bekerja sangat keras. Jangan sampai mengabaikan faktor keselamatan ini.

Hindari Mengangkut Penumpang Melebihi Kapasitas Kendaraan

Jangan sampai melebihi kapasitas kendaraan pada saat  melakukan perjalanan. Bisa saja karena faktor ini, kendaraan akan oleng dan tidak terkendali pada saat dipacu sangat kencang. Hitunglah beban kendaraan dan bawalah barang sesuai dengan kapasitas yang tertera pada kendaraan anda.

Bawa Uang Tunai Yang Cukup

Bank dan kegiatan keuangan akan tutup menjelang lebaran, usahakan untuk membawa atau mengambil uang tunai yang cukup. Jangan sampai kehabisan pada saat ditengah perjalanan dan sangat jauh dari ATM ataupun bank.


Bawa Makanan Dan Minuman Yang Cukup

Kita tidak akan tahu macet atau kondisi jalanan yang akan membuat durasi perjalanan menjadi tidak karuan sehingga tidak sempat mampir ke rest area. Bawalah makanan seperti bento atau roti serta makanan ringan lainnya sehingga tidak akan terjadi krisis makanan selama perjalanan.

Aktifkan GPS atau Bawa Peta

Jangan sampai tersesat. Gunakan GPS atau peta dari google atau aplikasi yang terpercaya sehingga sangat memudahkan kita mencapai tujuan dengan waktu yang relatif singkat. Jangan percaya dengan aplikasi yang abal-abal atau orang yang tidak dikenal. Pastikan tanya dengan petugas seperti polisi atau petugas dinas perhubungan.



Istirahat Saat Kelelahan

Sering kali banyak pengemudi yang nekat melampaui batas ketahanan tubuh sehingga mengakibatkan banyak kecelakaan terjadi apalagi pada saat malam hari. Usahakan untuk mengambil jeda beberapa jam sekali sehingga membantu pengemudi kendaraan selalu dalam kondisi yang selalu fit dan segar. Kita pun akan sangat nyaman dan tentunya selamat sampai tujuan.

Patuhi Lalu Lintas

Rambu lalu lintas dibuat untuk membuat kita aman dan selamat sampai ke tujuan. Patuhilah setiap rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan seluruh penumpang apalagi pengemudi rombongan dalam jumlah besar. Jika kita tidak melanggar rambu tersebut, maka kita akan terjamin sehingga lebaran kali ini pun kita bisa menikmatinya dengan manis sekali. Jika melihat pelanggar rambu-rambu, jangan sungkan untuk menegur demi keselamatan bersama.

Apa jadi jika kita mengabaikan rambu lalu lintas dan faktor keselamatan? Banyak hal merugikan seperti kecelakaan pada saat mudik, karena menurut data pada saat mudik lebaran 2017 telah terjadi sekitar 3.168 angka kecelakaan. Sebagai pemudik alangkah baiknya kita Peduli Keselamatan bersama Jasa Raharja pada saat mudik lebaran 2018 tahun ini.


Jangan sampai mudik lebaran 2018 kali ini bukan manfaat positif yang kita terima, melainkan malapetaka. Sudah saatnya mempedulikan keselamatan bersama dengan mematuhi faktor keselamatan dan kenyamanan serta rambu lalu lintas. 

Explore Kampung Batik Laweyan Solo Dan Menginap Di Hotel Pop


Sudah menjadi kebiasaan saya menjelajahi kampung tradisional suatu daerah. Kali ini Solo yang terkenal dengan Batik menarik saya untuk sekedar jalan-jalan di Laweyan. Siapa tak mengenal Laweyan sebagai sentra batik di Solo. 

"Kalau ke Solo, apa yang harus gue kunjungi?"

Saya bertanya sahabat saya yang ada di Solo, Halim. Saya sepertinya sudah sangat cocok dengan Halim dalam hal menjelajahi suatu daerah. Alasannya hanya satu, karena Halim selalu tertarik dengan sejarah apapun termasuk Laweyan yang ternyata menyimpan banyak cerita.

"Kampung Batik Laweyan."

Halim menjawab whatsapp dengan jawaban yang sangat panjang lebar setelah dia menyebutkan daerah itu. Iya, ini kali kedua saya mengunjungi Solo. Dan, saya membutuhkan destinasi yang tak biasa dan cenderung luar biasa. Sebelum mengunjungi Laweyan, saya sempatkan terlebih dahulu ke Pasar Gede, karena memang lapar dan belum sarapan, sengaja saya menahan lapar tersebut. 



Saya cukup terkejut karena Kampung Batik Laweyan ini seperti bukan kampung batik karena kabarnya sudah berubah menjadi kampung religi atau kampung islami. Terlihat dengan grafiti atau corak warna hijau yang sangat dominan. Aktivitas batik membatik sangat jarang terlihat, hanya ada satu dua toko yang buka. Saya dan Halim hanya jalan kaki mengikuti kemana arah kaki ini melangkah sampai di suatu sudut terdapat sebuah rumah batik, tepatnya tempat workshop membatik. Lalu, kaki kami berhenti dan berlabuh di tempat tersebut.



Batik warna-warni seperti lukisan dengan motif abstrak sesuai dengan keinginan pengrajinnya. Saya baru tahu kalau seni batik pun mengalami banyak perubahan seperti dalam hal motif dan corak yang sangat beragam serta mengikuti zaman now yang kaya akan warna. 

Saya hanya mengamati mereka bekerja sambil ngobrol mengenai apapun tentang batik yang sedang mereka kerjakan. Bahkan, terdapat produk kaos batik yang ternyata juga menarik minat kaum muda zaman now. Wah, memang sesuatu yang sangat berbeda ya tapi sangat menarik apalagi saya juga tidak terlalu suka mengenakan kemeja batik fromal, saya lebih suka mengenakan kaos karena lebih nyaman dan tidak terlalu berkeringat. 




Setalah saya mengunjungi Laweyan, saya kembali lagi ke Hotel Pop Solo. Letak Hotel Pop dan Kampung Batik Laweyan tidaklah terlalu jauh sehingga saya memutuskan untuk jalan kaki. Hitung-hitung saya melenturkan lemak yang selama ini mengumpal di badan. 

Hotel Pop di Solo ini memang sangat berbeda dengan lainnya karena mengusung tema warna yang lebih colorfull dan cerah. Warna yang sangat dominan adalah hijau dan biru dipadu warna lainnya seperti merah dan kuning sebagai ornamen. 

Saya menyukai warna biru sebagai warna favorite. Bukan karena saya cowok dan mengharuskan saya memilih sisi maskulin yang ada di biru. Saya menyukai biru karena warnanya selalu menenangkan bahkan dikala gejolak ada di dalam dada, halah hahaha. Makanya saya lebih suka ke pantai daripada gunung, karena birunya laut itu menyenangkan.




Saya cukup terkesan dengan Hotel Pop Solo karena lobby yang luas disertai dengan restoran dengan konsep yang unik. Seperti recycle things disulap menjadi restoran yang sangat bagus dan warna-warni. Oh iya, restoran ini sangat instagramable dan terbuka bagi siapa saja yang akan mampir walau tidak menginap di Hotel Pop. 

Masalah harga di Pit Stop, nama restorannya, tidak usah khawatir karena masih terjangkau mulai dari ribuan sampai puluhan ribu. Selain itu terdapat pilihan paket menarik seharga 20-30an ribu, so bagi yang lapar bisa mampir ke sini. Oh iya, WIFI di restoran ini juga sangat cepat dan super kencang sehingga tugas kuliah atau kerjaan kantor pun bisa diselesaikan dengan cepat. 



Masuk ke dalam kamar, kita disuguhkan dominasi warna hijau dengan warna lain seperti kuning, merah dan biru. Kamar mandinya pun sangat unik dengan bentuk melengkung atau bulatan dengan sabun atau shampoo juga tersedia, namun tidak tersedia pasta dan sikat gigi. Tapi kita mendapatkan air minum dua botol. Televisi dan WIFI juga bisa menjadi hiburan yang sangat menyenangkan kalau misalnya berdiam diri di kamar. 

Kalaupun lapar dan mau berkeliling disekitaran hotel, terdapat restoran dan tempat makan. Kalau misalnya kehabisan duit dan butuh ATM, kebetulan di depan Hotel Pop terdapat Mall Elektronik yang menyediakan berbagai macam ATM. 

Saya membuka jendela kamar, diluar memang sangat terik siang ini. Namun, awan dan langit yang cerah ini membuat saya ingin mengelilingi kota Solo. Saya ingin mengunjungi klenteng atau vihara yang sangat jarang ditemukan di Solo. Setelah tanya sana sini, saya akhirnya memutuskan untuk ke Vihara Dhamma Sundara. 



Pengalaman menginap semalam di Hotel Pop Solo sangat mengagumkan, karena kenyamanan yang dicari sangat tersedia. Juga tempatnya yang sangat strategis dan dekat dengan Kampung Batik Laweyan. 

So, kalau ke Solo dan bingung mau menginap dimana? Saya merekomdasikan Hotel Pop Solo sebagai salah satu hotel yang bagus dan menyediakan fasilitas yang memuaskan untuk kita semua. Harga semalam sekitar 280 K -300 K sehingga sangat reasonable sekali. 

Informasi Hotel Pop Solo

Alamat
Jl. Brigjend Slamet Riyadi, Purwosari,
Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57147

Telepon 
(0271) 3009999

Maps

Destinasi Wisata Yang Wajib Dikunjungi Di Kota Sukabumi


Teh Desy itu tinggal di Sukabumi. Dari dulu saya ngefans sama Teh Desy Ratnasari. Iya memang betul dia sekarang di Jakarta,  tapu saya masih penasaran dengan rumahnya yang ada di Sukabumi. Itulah awal mula saya mengenal Sukabumi. Terdengar sangat klise tapi memang betul saya masih mengagumi Teh Desy sebagai salah satu panutan.

Dan, entah mimpi dari mana,  akhirnya saya pun bisa ke Sukabumi. Rasa saya malu sama diri sendiri,  kenapa negara lain sudah dikunjungi,  namun Kota yang sangat dekat dengan Jakarta malah terlewatkan. Ya,  biar saya memaki diri kenapa saya melewatkan Kota seindah ini.

Jika diberikan waktu 2 hari,  apa saja tempat wisata yang wajib kudu mesti dikunjungi Kota Sukabumi.  Saya punya listnya nih untuk kamu semuanya.

Pemandian Air Panas Cikundul


Kalau Jepang punya Onsen,  Pemandian Air Panas ala Jepang,  Kota Sukabumi pun memiliki Pemandian Air Panas Cikundul. Eits,  bukan Cigundul ya tapi Cikundul. Nama Cikundul sendiri merupakan sebuah kelurahan di Sukabumi.

Kesan pertama saat menginjakan kaki di Pemandian Air Panas Cikundul adalah Refleksi atau menenangkan diri di tengah derasnya rutinitas yang melanda di Jakarta.

Harga tiket sangatlah terjangkau sekitar 3 ribu Rupiah. Setelah masuk ke kawasan Pemandian,  terdapat beberapa pilihan antara kolam air panas dan air dingin. Oh iya,  kolam air panas pun memiliki fasilitas private area. Jadi jika merasa ingin bersama keluarga kecil dan menikmati air panas langsung dari mata airnya,  bisa mengunakan ruang ini. Hanya saja akan dikenakan biaya tambahan yang tak begitu mahal.

Lukisan 3 Dimensi Di Gang Masjid


Jika Malang,  Semarang dan Lampung serta Jakarta memiliki Kampung Warna-Warni, maka Kota Sukabumi pun memiliki Lukisan 3 Dimensi yang dapat dijadikan obyek foto yang menarik.

Ikan Koi dan sungai yang mengalir serta kerindangan hutan pun bisa dirasakan di sebuah gang kecil persisi di sebelah Masjid. Masjid tersebut tidak jauh dari wisata pemandian air panas. Pilihan menarik bagi pelancong yang membawa keluarga atau teman.

Taman Hutan Kota Kibitai


Kota Sukabumi ternyata memiliki paru-paru kota yang cukup rindang dan nyaman. Sukabumi terkenal karena kesejukannya, namun dikala siang terik yang menyengat, orang-orang membutuhkan sebuah taman yang rindang.

Namun memang Taman Hutan Kota ini belum terbuka sepenuhnya untuk publik pun fasilitasnya masih belum baik untuk sebuah taman kota. Seharusnya Taman Hutan Kota ini bisa dibanggakan karena memiliki fasilitas lengkap dan seperti taman-taman di Singapura yang sangat terawat dan bagus.

Bumi Perkemahan Bina Bumi Pakujajar

Kota Sukabumi sangat dinamis dan berusaha memenuhi segala kebutuhan masyarakat. Terbukti dengan adanya Bumi Perkemahan yang cukup luas dengan fasilitas yang menunjang seperti sanitasi dan kebutuhan air bersih.

Kawasan AgroEdu Wisata

Disamping Bumi Perkemahan,  terdapat Kawasan AgroEdu Wisata yang menghadirkan beberapa spot seperti Peternakan, Pertanian,  Teknologi dan lainnya. Benar saja, setelah dari Bumi Perkemahan bisa mampir ke Peternakan Sapi,  Kebun dengan teknologi panel surya dan masih banyak yang menarik lainnya.

Museum Kipahare

Selain wisata alam, Kota Sukabumi juga memiliki wisata Edukasi yaitu Museum Kipahare. Museum ini berdiri dari swadaya masyarakat yang mengumpulkan situs  peninggalan dari wilayah Kota Sukabumi. Disamping itu,  Museum ini mampu bercerita tentang Kota Sukabumi di waktu lampau melalui foto dan peninggalan. Oh iya, selain itu terdapat budaya yang lekat di masyarakat Sukabumi serta kesenian alat musik seperti Tarawangsa yang tetap lestari.

Itu saja sebagian kecil list wisata yang bisa dikunjungi. Sebetulnya masih banyak wisata lain yang bisa dikunjungi. Next akan saya bahas di tulisan selanjutnya.


Indahnya Telaga Warna Dan Sejuknya Perkebunan Teh Gunung Mas Kabupaten Bogor


Kabupaten Bogor memiliki setiap jenis wisata olahraga yang tidak dimiliki oleh daerah lain di Jabodetabek. Sebut saja Paralayang di kawasan Telaga Warna dan Perkebunan Teh Gunung Mas, Berkuda di sekitar kawasan Gunung Mas, Bersepeda mengelilingi Puncak Bogor, Arung Jeram di Sentul Bogor dan bermain Golf di padang golf di sekitar kawasan Sentul. Betapa lengkap wisata olahraga yang dimiliki oleh Kabupaten Bogor

Telaga Warna


Telaga Warna berada di kawasan Puncak Bogor, tepatnya di Puncak Pass Cisarua. Kawasan ini dikelola oleh Badan Konservasi Sumber Daya Alam dengan luas sekitar 5 hektare. Sebelum memasuki  Telaga Warna, kita disuguhkan hamparan kebun teh yang luas, so refreshing banget.  

Telaga Warna memiliki keunikan tersendiri karena dapat berubah-ubah warna tergantung dari warna tumbuhan dan cuaca yang berada disekitar telaga. Air dalam telaga akan memantulkan warna dalam waktu relatif singkat. Namun, kepercayaan penduduk terhadap asal-usul telaga warna ini memiliki cerita tersendiri. Konon ada kaitannya dengan sebuah legenda. Legenda Telaga Warna.



Legenda tersebut bermula dari Kerjaan Kutatanggeuhan. Dahulu Telaga Warna merupakan tempat patilasan atau peninggalan Kerajaan yang dipimpin oleh Prabu Suarnalaya dengan permaisuri bernama Purbamanah. Prabu dan Permaisuri belum dikarunia seorang anak. Sang Raja kemudian melakukan pertapaan untuk mohon petunjuk pada Yang Maha Kuasa. 

Setelah melakukan pertapaan, Sang Raja kemudian mendapatkan Wangsit untuk mengangkat seorang anak. Dan baru beberapa bulan mengambil anak, kemudian Permaisuri Hamil dan kemudian melahirkan seorang anak perempuan. 



Putri kemudian menjadi anak yang manja karena seluruh permintaan tak pernah ditolak oleh Raja dan Permaisuri. Sampai suatu saat, pada ulang tahunnya, Rakyat memberikan kado spesial berupa kalung. Namun tak disangka bukan diterima oleh Putri melainkan dibanting dan dibuanglah kalung tersebut. Sedih akan perbuatan Putrinya, Permaisuri kemudian mengeluarkan air mata, tak hanya Permaisuri melainkan seluruh penduduk Kerjaan ikut menangis dan mengakibatkan tengelamnya kerajaan. Kemudian tempat itulah yang kini disebut sebagai telaga warna. Konon warna-warni air telaga ini berasal dari kalung yang dibuang oleh Putri.

Wah, ternyata legenda yang beredar di masyarakat ini sungguh luar biasa ya. Percaya atau tidak legenda itu masih dipercaya oleh sebagian Masyarakat Bogor sampai sekarang. Perjalanan ke Telaga Warna ditempuh sekitar 1 jam dari pusat kota Bogor. Pintu masuk telaga, jika dari Bogor berpatokan pada Masjid Atta'awun. Sedangkan apabila dari Cianjur berpatokan pada restoran Rindu Alam. Transportasi sebaiknya mengunakan kendaraan pribadi. Telaga Warna buka dari jam 08.00 dan tutup pukul 17.00 WIB. Harga tiket masuk Rp 7.500 untuk setiap pengunjung.

Perkebunan Teh Gunung Mas


Gunung Mas menjadi magnet pengemar kebun teh seperti saya. Tradisi minum teh di keluarga masih mengalir sampai sekarang. Bahkan saat makan di warung pun pasti memesan teh seduh panas sebagai pelepas dahaga. Saat pertama kali melihat destinasi ini, saya masih mengira bahwa Gunung Mas merupakan sebuah perbukitan, namun tebakan itu terbukti salah ketika melihat kawasan ini dipenuhi kebun teh.

Dari pintu masuk utama, saya telah disambut oleh teh. Bahkan sampai kedalam, teh terlihat dimana-mana. Mata ini terlihat menikmati setiap pemandangan yang disuguhkan, bisa dibilang mata sangat relaks dan inilah terapi yang dibutuhkan oleh mata. Udara juga begitu segar, lepas dari udara polusi perkotaan. 


Wisata Agro (Agro Wisata) adalah sebutan yang cocok untuk kawasan Gunung Mas. Fasilitas yang disediakan pun sangat lengkap mulai dari kebun teh, camping, berkuda, tea walk, tea cafe, paralayang, pemandian air panas dan masih banyak fasilitas lainnya. Dapat saya katakan bahwa kawasan yang dikelola oleh Perkebunan Nusantara VIII ini sangat lengkap dan menjadi wisata yang ramah bagi anak dan keluarga. Apalagi di area ini juga disediakan penginapan yang bisa dipilih mulai dari kapasitas perorangan sampai ke rombongan dalam skala besar. Informasi lengkap mengenai penginapan bisa akses langsung ke sini.


Yang unik dari Gunung Mas adalah sejarah mengenai pembuatan teh yang telah menjadi tradisi. Pabrik teh yang beroperasi dari beberapa puluh tahun lalu masih kokoh berdiri. Tradisi minum teh memang sangat kental dalam masyarakat kita. Tak heran teh masih menjadi primadona. Namun di Gunung Mas, edukasi proses pembuatan teh dari pemetikan hingga menjadi produk dijadikan sebuah kemasan yang menarik. Pasti setiap penyuka teh akan penasaran bagaimana terciptanya setiap aroma khas teh itu berasal. Sayang sekali pada saat saya mengunjungi Gunung Mas, hujan lebat menyambut saya dan rombongan kami. Mungkin suatu saat saya akan kembali dan menikmati setiap aroma teh yang berada di pabrik maupun di tea corner, dibagian depan pintu masuk.

Kuda Siap Mengantar Pengunjung Ke Area Perkebunan Teh
Jarak Gunung Mas dari kota Bogor sekitar 1 jam mengunakan kendaraan pribadi. Apabila mengunakan kendaraan umum dari Bogor, maka terlebih dahulu mengunakan angkot dari stasiun Bogor menuju Botani Square, kemudian disamping jalan terdapat kendaraan elf putih seperti kendaraan pribadi dan kemudian turun di Gunung Mas.

Harga tiket masuk Perkebunan Teh Gunung Mas hanya Rp 10.000 dengan harga parkir sekitar Rp 7.500. Alamat di Jalan Raya Puncak, Cisarua, Bogor. Telepon 0251-8250356. Webiste www.pn8.co.id.

Explore Cikini Dan Menginap Di Hotel Ibis Budget


Jakarta bagi saya adalah sebuah etalase masa lampau. Banyak sekali peninggalan-peninggalan sejarah yang masih kokoh berdiri sampai sekarang. Beruntung, bukti sejarah tersebut tidak dihancurkan begitu saja tanpa adanya rasa memiliki. Mata saya tertuju pada Cikini, sebuah kawasan kecil di tengah kota Jakarta. Meski tempatnya kecil dan terletak di tengah-tengah, namun Cikini sangat melegenda. Sebut saja Taman Ismail Marzuki dan Metropole.

Jakarta sangat beruntung memiliki Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai tempat yang sangat luar biasa. Dahulunya, Taman Ismail Marzuki adalah kebun binatang yang sangat luas di tengah kota. Kemudian, kebun binatang tersebut berpindah ke Ragunan sampai saat ini. Setelah menjadi kebun binatang, tempat tersebutlah yang sekarang menjadi TIM. 



Sebagai tempat seni dan hiburan, TIM mampu memberikan sentuhan lain di tengah gemerlapnya kota Jakarta. Secara pribadi, saya sangat menyukai TIM karena beberapa kali menyaksikan pertunjukan budaya yang sangat jarang dijumpai di tempat lain. Selain itu, saya menyukai pertunjukan musikal dan lagi-lagi TIM mampu menyuguhkannya. 

Bagi anak-anak, Planetarium adalah tempat yang sangat menyenangkan. Oh iya, saya pernah menyaksikan gerhana matahari beberapa tahun lalu, pun TIM menjadi pusat saksi sejarah tersebut. Masyarakat berbondong-bondong menyaksikan peristiwa langka yang hanya akan terjadi beberapa puluh tahun kemudian.


Dan, saya pun sangat beruntung bisa sangat dekat dengan TIM dan Metropole, apalagi bisa merasakan menginap di Ibis Hotel Budget di Cikini.  




Kebetulan banget di area Ibis Budget Cikini ada Kolam Renang Cikini dan Restoran sepanjang lantai dasar. Kalau dengar kata kolam renang dan restoran,  saya pun akan dengan senang hati menikmati sekaligus menyantap dengan sepuasnya. Saya suka renang karena di dalam air dan tidak terlalu secapai lari. Sedangkan,  restoran seperti Warunk Upnormal dan lainnya bikin saya betah nongkrong dan mengerjakan editing video dan blog.



Siapa pun pasti ingin menginap dihotel yang simple namun sangat nyaman. Bagi yang suka backpackeran atau hanya short stay 1 malam tentu akan tertarik dengan hotel yang lumayan murah namun sangat nyaman karena  sudah tersedia WIFI,  handuk, air mineral,  high quality bed dan shower yang bagus. That's it,  saya hanya ingin fasilitas standar yang bagus tentunya.



Oh iya jika pada waktu malam kelaparan,  bisa membeli terlebih dahulu di Restoran atau di Family Mart. Jadi ngga harus kelaparan banget waktu malam. Kalau capek banget bisa pesan massage dan kalau lapar pun,  Hotel Ibis Budget menyediakan layanan pesan makanan di restoran bawah.



Beruntung sekali saya mendapatkan kamar yang lumayan luas di Ibis Budget Cikini, karena dulunya merupakan hotel F1 yang cukup luas kamarnya. Selain itu,  corak warna kamarnya pun sangat menarik yaitu biru dan kuning.


Pemandangan dari dalan hotel pun sangat nostalgic karena beberapa bangunan lama masih sangat terjaga. Pemandangan Jakarta tempo dulu nampaknya sangat lekat dan bisa menjadi pilihan yang sangat bagus di Cikini.

Rasa lelah setelah aktivitas seharian tidak terasa. Yang ada hanya rasa senang ketika menginap di Ibis Budget Cikini. Yuk,  mari rasakan sensasi nyaman dan tenang menginap di hotel yang sangat lengkap ini namun dengan budget yang sangat murah.

Informasi Hotek Ibis Budget Cikini

Alamat :

Jalan Cikini Raya No.75, RT.1/RW.2, Cikini, Menteng, RT.1/RW.2, Cikini, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10330

Website :

https://www.accorhotels.com/gb/hotel-6594-ibis-budget-jakarta-cikini/index.shtml






Waktu Yang Berhenti Di Pulau Pisang, Lampung


"Ija Mit Pulau Pisang", seolah-olah saya bisa mendengar kata-kata ini keluar dari laut yang terbelah oleh kapal berpenumpang sekitar 10 orang ini. Ija Mit berarti selamat datang. Tujuan kami berlima adalah Pulau Pisang. Sebuah pulau yang berada di pesisir barat provinsi Lampung. Tak sadar badan kami agak sedikit basah karena kapal sedikit menghantam ombak. Begitulah petualangan seru 2 hari ini dimulai. Petualangan menjelajah pulau yang sangat terbatas listriknya. 

Mba Donna (ayopelesiran.com), pernah bercerita sebelum berangkat dari Jakarta, bahwa saya harus mempersiapkan bekal yang cukup karena listrik di pulau ini sangat terbatas. Penduduknya mengandalkan jenset yang mulai dinyalakan dari jam 18.00 - 23.00. Maka dari itu diperlukan powerbank yang cukup banyak dayanya. Oh iya, saya teringat dengan pricebook.co.id, sebuah website yang dapat membandingkan seluruh harga barang dari seluruh situs dan toko di seluruh indonesia. Saya pun mencari informasi tentang powerbank tersebut dari website ini. 

Saya mempunyai tips tentang benda/barang apa saja yang harus dibawa dalam berlibur di Pulau Pisang ini. Yuk kita intip apa saja yang perlu di bawa. 

Power Bank 

Listrik di Pulau Pisang akan padam kala pagi sampai sore, sehingga waktu yang tepat untuk men-charge seluruh gadget adalah pada waktu setelah maghrib hingga tengah malam. Salah satu barang yang harus dibawa adalah Power Bank dengan daya melebihi 10.000 mAH dan dapat digunakan untuk gadget maupun benda lain seperti kipas angin, hair dryer dan laptop. Power Bank Vivan MF 20 adalah jawabannya. Power bank ini memiliki daya 20.800 mAH dan dapat digunakan untuk men-charge apapun melalui saklar yang tersedia. 

Batere Cadangan  

Jangan melupakan batere cadangan terutama kameramu. Sayang sekali kalau momen yang indah di pulau pisang tidak dapat diabadikan dalam kameramu. Bawalah minimal 1 batere cadangan yang sudah dicharge dari rumah atau sebelum mencapai pulau pisang. 


Dry Bag

Kameramu basah karena terkena ombak pada saat menyeberang dari Pelabuhan Krui menuju ke Pulau Pisang. Atau pada saat jalan-jalan menyusuri pantai lalu kameramu jatuh dan tersapu ombak. Hal ini akan mengundang malapetaka baru, so jangan lupa ya untuk membawa dry bag yang terbaik yang kamu miliki. 

Tongsis Atau Tripod

Dua barang ini pastinya akan mempermudah kita dalam mengambil gambar, apalagi jika travelingnya seorang diri. Tongsis dan tripod sebetulnya tergantung dari selera masing-masing, jadi sangat disarankan agar membawa yang tidak merepotkan dan ringkas. 

Setelah semuanya dibawa, marilah kita mulai petualangan yang sangat seru di Pulau Pisang. Bagi saya, berada di pulau ini sepertinya waktu itu terhenti dan dunia tak berputar. Keindahannya membuat saya betah berlama-lama dan menikmati suasana pantai dengan berbagai aktivitasnya. 

Perjalanan Menuju Pulau Pisang 


Sebelum ke Pulau Pisang, saya lebih dahulu menjelajah destinasi lain yang satu arah. Salah satu yang menarik adalah Kampung warna warni Peninjauan dan Pulau pasaran. Kampung Warna-Warni Peninjauan, Teluk Betung Barat, Lampung, merupakan salah satu kampung warna-warni di Indonesia. Meskipun tak sepadat Malang, Yogya ataupun Semarang, Kampung ini sangat menarik karena aktivitas warganya sebagai penghasil kolang-kaling. Jangan salah, kolang-kalingnya sangat tersohor sampai ke berbagai daerah lain di Indonesia.

Saat menginjakan kaki di Pulau Pasaran, saya terkesima dengan hutan bakau yang masih tumbuh subur. Jalanan menuju ke pulau disambung dengan jembatan seluas satu mobil. Panjangnya kira-kira ratusan meter saja tidak sampai 1 kilo. Yang menarik adalah aktivitas melaut, menangkap ikan dan menjemur ikan jadi sesuatu yang unik. Saya cukup menikmati karena di Jakarta, jarang sekali melihat kegiatan seperti ini.


Tiga bocah kecil mengikuti saya dan rombongan, mulanya kami hanya menyapanya saja, namun lama-kelamaan mereka beralih menjadi model ala-ala, bak supermodel. Bahkan saya menyebutnya sebagai iklan layanan masyarakat mengenai pentingnya mengkonsumsi ikan seperti Ibu Pudji, Menteri Perikanan.

Perjalanan menuju ke Pulau Pisang dapat ditempuh dengan jalur Krui, kita bisa melewati jalur lintas barat Sumatera yaitu, Bandar Lampung-Kemiling-Gedong Tataan-Gading-Pringsewu-Talang Padang-Gisting-Kotaagung-Hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan-Bengkunat-Krui-Dermaga Tembakak. Jika menggunakan transportasi publik, bisa naik bus dari Terminal Rajabasa, Bandar Lampung dan langsung menuju ke Krui. Atau bisa menggunakan Travel dari Bandar Lampung menuju ke Krui.

Setelah di Dermaga Tembakak, kemudian menggunakan kapal penyebrangan dengan harga sekitar 25-35 ribu per orang dan jam keberangkatan antara jam 7 pagi hingga jam 2 siang, selebihnya akan membayar sangat mahal tergantung kesepakatan. Atau jika ingin menyewa kapal sekitar 250.000-300.000 tergantung dari kesepakatan.

Waktu Yang Berhenti di Pulau Pisang


Ombak beradu dengan kecepatan kapal yang cukup kencang. Saya dan rombongan pun duduk terdiam menikmati langit yang cukup terik. Tak berapa lama, setelah menempuh perjalanan kurang dari satu jam, kapal kami bersandar di pantai pasir putih. "Ija Mit", lagi-lagi saya seperti mendengar pulau ini menyambut saya. Senyum menghias wajah-wajah yang terlihat letih karena perjalanan yang cukup panjang.

Kami beristirahat di Homestay yang cukup dekat dengan bibir pantai. Kami di sambut oleh Anjing yang di pelihara pemilik Homestay. Ekornya terkibas-kibas, tandanya anjing ini menyukai kami. Dan, memang betul selama kami bermain di pantai, anjing ini selalu berada di sekitar kami bersama anjing kecil, anaknya.

Setelah makan siang, saya tertidur sangat pulas. Bahkan, ombak pantai yang menderu-deru dan mengajak untuk bermain saya abaikan beberapa saat. Dan, mata terbuka ketika matahari mulai tenggelam di arah barat. Tangan ini kemudian bergegas mengenggam kamera pocket yang terbaru. Dan, sore itu memang tidak menampakan keindahan karena matahari masih malu-malu di balik awan.

Malam hari ketika jenset dinyalakan, kami semuanya memasang charger dan mengecharge seluruh gadget termasuk Power Bank yang memang kami butuhkan saat keesokan harinya.


Keesokan hari, kami berencana untuk naik ke menara untuk melihat keindahan yang luar biasa dari puncak tertinggi di pulau pisang. Saya pun tak mengira bisa naik sampai ke tangga ketiga, karena puncaknya sangat licin dan hanya terdapat tangga tanda adanya penyangga. Namun saya tetap bisa menikmati pulau lain tanpa harus naik sampai yang paling puncak.


Dan, swafoto pun dilakukan sebelum meninggalkan ketinggian diatas menara. Bolehlah berbangga karena bisa naik dan mengabadikannya sebagai oleh-oleh bagi orang yang memiliki badan sebesar saya. Hikmahnya, bukan badan atau fisik yang membuat kita tidak bisa, namun karena niat atau tekad yang kuat pun bisa menyingkirkan keterbatasan fisik yang kita miliki.

Sebelum kami kembali ke Homestay, kami menyempatkan diri mampir di Sekolah Dasar yang dibangun sejak zaman penjajahan Belanda, selain itu juga kami sempatkan berkeliling lagi ke pantai yang luar biasa indah. Perjalanan lain pun menanti, saatnya kami berkemas dan menuju ke kemabli ke Dermaga.

Menjelajah Wisata Pasar Baru dan Pengalaman Menginap Di Red Planet Hotel Jakarta


Ketika memasuki Pasar Baru, saya teringat cerita seseorang tentang kejayaannya beberapa ratus tahun silam. Entah apa yang membuatnya begitu tersohor, sampai-sampai pedagang India sampai menjelajah dan menemukan tempat ini. Tujuan mereka hanyalah satu, untuk mendapatkan penghasilan dengan nilai sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari mata uang mereka. Namun, dengan sedikit kejelian dan melihat peluang. Di tangan mereka, produk-produk seperti perhiasan, obat-obatan, tekstil dan lainnya dijual dengan harga beberapa kali lipat karena kualitas yang sangat bagus. Hingga saat ini pun, Pasar ini terkenal dengan produk tekstilnya. 

Saya melihat gereja yang sangat berbeda dengan lainnya ketika saya tiba dengan ojek online. Bentuknya seperti bangunan awal 1900-an dengan nuansa kuning dan cokelat. Di puncak atas, terdapat penunjuk arah disertai ayam jantan. Saya menebak inikah yang disebut dengan Gereja Ayam? Dan, ternyata memang inilah GPIB Pniel (Gereja Protestan Indonesia Barat) yang dibangun antara tahun  1913 dan 1915. Walaupun telah dibangun pada awal 1900-an, namun hingga kini masih kokoh berdiri dan menjadi salah satu gereja tertua di Jakarta. 

"Kenapa disebut gereja ayam?" 

Banyak orang yang bertanya ketika melihat bangunannya pun tak satupun menunjukan ada tanda-tanda ayam dalam bentuk bangunan. Ketika melihat ke atas, diatapnya terdapat petunjuk arah pada masa lampau. Bentuk arah mata angin adalah anak panah dengan menunjuk W,E,N dan S atau mewakili arah mata angin yaitu barat, timur, utara dan selatan. Nah, pada bagian atasnya terdapat ayam jantan yang berdiri kokoh. Simbol ayam jantan bukanlah pertanda apapun, namun bangunan gereja di Eropa pada masa tersebut memang terdapat petunjuk arah mata angin dan ayam jantan. Namun, saya menilai ayam jantan dan mata angin menggambarkan petunjuk arah bagi orang yang tersesat, seperti agama-agama lainnya. 


Memasuki Red Planet Hotel, saya langsung tersenyum. Bagi saya apapun hotelnya, hal terpenting memilih hotel adalah fasilitas, keramahan staff, dekat dengan shopping center, tempat wisata dan tempat kuliner. Semuanya saya dapatkan di Red Planet Hotel Jakarta, Pasar Baru

Fasilitas 

Red Planet Hotel merupakan salah satu hotel budget dengan konsep memberikan fasilitas yang dibutuhkan tamu terutama WIFI, Shower, Toilet, Parkir, Sarapan, Mushola, Lobby, Printer, dan terdapat kamar untuk disable bahkan tersedia kamar mandi atau toilet khusus disable. Bagi saya, dengan harga yang cukup terjangkau dan memiliki fasilitas standar hotel, maka inilah pilihan yang tepat. 


Keramahan Staff

Pada saat datang, walaupun suasana ramai dan banyak orang di lobby. Staff resepsionis pun selalu melayani tamu dengan penuh keramahan. Saya yang sedari tadi memperhatikan bagaimana staff melayani tamu dengan senyum dan tak berapa lama kunci kamar diberikan. Wah, pelayanan lumayan cepat ya.

Dekat Shopping Center

Siapa yang tak kenal dengan Pasar Baru? Seperti halnya tanah abang yang merupakan pusat belanja, Pasar Baru pun tersohor sebagai salah satu pusat perbelanjaan mulai dari tekstil, elektronik, kebutuhan rumah, dan masih banyak lainnya. Terus terang, saya suka belanja beberapa kebutuhan di Pasar Baru, terutama jika ada masalah dengan kamera biasanya saya perbaiki disini.

Ada cerita unik mengenai kamera saya. Pada saat di Singapura, tepatnya di China Town, saya mengganti lensa dari kit ke fix. Tujuannya hanya untuk mengambil gambar agar lebih bagus. Pada saat itu, China Town cukup ramai karena menjelang sore. Entah karena terlalu tergesa-gesa atau nyangkut, lensa tersebut pun tak bisa terlepas. Setelah saya sampai di Jakarta, saya langsung ke Pasar Baru untuk men-servicenya. Uniknya hanya dalam beberapa menit saja, lensa tersebut telah terlepas dan kamera saya kembali berfungsi.

Selain kamera, saya biasanya belanja kaos dan celana pendek disini, karena selain murah, banyak sekali pilihan yang bisa saya coba. Mengenai harganya, banyak loh kaos-kaos yang harganya 3 hanya 100 ribu. Wow, kece kan pasar Baru.

 Wisata Sejarah

Jangan ditanya tempat wisata yang ada di Pasar Baru, banyak sekali tempat-tempat yang legendaris dan tidak banyak orang tahu tentang tempat ini. Beberapa diantaranya adalah Gereja Ayam, Gedung Kesenian Jakarta, Gedung Kantor Berita Antara, Vihara Dharma Jaya, Gang Kelinci, Lapangan Banteng dan lainnya. Lokasinya sangat dekat dengan Red Planet Hotel, sehingga sangat memungkinkan untuk walking tour. Selain itu, banyak juga wisata yang lumayan ternama seperti kawasan kota tua, ancol, monas, dan lainnya, namun memerlukan transportasi tambahan.

Wisata Kuliner


Pasar baru berdekatan dengan Gang Kelinci yang terkenal dengan bakminya. Bakmi Gang Kelinci adalah salah satu yang legendaris dan rasanya sangat enak. Saya beberapa kali ke restoran ini dan selalu memesan dengan porsi yang cukup besar. Sedangkan di area Pasar Baru, terdapat street food dengan variasi makanan yang cukup banyak dan harganya pun cukup hemat.


Saya memasuki kamar yang sesuai dengan ekspektasi karena cukup luas. Karena untuk ukuran hotel budget, biasanya memang sangat hemat space namun cukup luas dengan desain minimalis. Saya tidak memikirkan desain, karena bagi saya hal yang paling penting adalah mengexplore tempat yang berada di sekitar terutama tempat wisata dan kuliner.

Kamar mandi pun sangat minimalis namun cukup lengkap dengan sabun, tapi memang hotel tidak memberikan pasta gigi dan sikat gigi, karena itu pun saya membawa sikat dan pasta gigi, kemanapun. Pemandangan dari kamar memang berbeda-beda, kebetulan saya mendapatkan view gedung dan jalan raya dengan kendaraan yang lalu lalang.



Setelah saya beristirahat sebentar, kemudian saya melanjutkan untuk explore di sekitar pasar baru bersama dua teman baru dari Backpacker Jakarta, Tante Julid dan Kiky. Kebetulan kami ketemu di lobby dan berencana untuk menikmati kuliner yang ada di sekitar hotel. Oh iya, saya menghubungi mereka berdua hanya dengan smartphone. Wah, kok bisa gitu? Iya bukan melalui whatsapp atau apapun melainkan melalui aplikasi Red Planet. Melalui aplikasi ini bisa menghubungi resepsionis, teman atau keluarga yang menginap di kamar lain, melihat restoran terdekat, tempat wisata dan shopping center. So, semuanya sangat komplit sekali informasinya.

Kami mulai dengan mencari makanan di dekat hotel. Setelah mencari kuliner dan sambil melihat-lihat baju, saya sempat menawarkan kepada Tante dan Kiky, kuliner Bakmi Gang Kelinci. Tentu saja mereka berdua tanpa intrupsi langsung mengiyakan.

Nafas saya terengah-engah, ketika sampai di Gang Kelinci. Orang dahulu menyebutnya gang kelinci karena disinilah kerajaan kelinci. Ya, saya cukup familiar karena lagu Lilis Suryani memang sangat easy listening dan liriknya pun saya sangat hafal. Kemudian kami duduk,  kemudian langsung memesan. And, you know what? Saya langsung memesan porsi besar bakmi. Karena saya sangat kelaparan malam itu setelah seharian berada di luar.


Setelah menikmati tidur malam yang panjang. Paginya saya menuju lantai 2 untuk sarapan, seperti hotel budget lainnya, sarapan memang bukan fasilitas yang mewah namun cukup sebagai pelengkap jadi wajar jika sarapan pagi pun memenuhi kebutuhan seperti ayam, sayur dan lauk pauk. So, I am happy with this breakfast. Setelah sarapan, saya kembali bergegas ke kamar untuk packing dan melanjutkan perjalanan lainnya di kota lain.

Red Planet Hotel Jakarta, Pasar Baru memang pilihan yang sangat tepat karena memenuhi kriteria yang saya sebutkan sebelumnya. Oh iya, jangan lupa untuk mendownload aplikasi Red Planet Hotel di Google Playstore dan Apple Store. Selain kemudahan komunikasi selama menginap, akan mendapatkan tambahan diskon sebesar 10 persen. Bagi yang berulang tahun, juga terdapat diskon sebesar 25 persen selama bulan ulang tahun. So, tunggu apalagi, eits harganya itu masih resonable banget loh dikisaran Rp 283.600 per malam.

Selamat menikmati Pasar Baru dengan tempat wisata, kuliner, tempat belanja dan lainnya. Hai, ini dapat salam dari Fredy, mascot Red Planet yang merupakan beruang merah. Lucu ya.

Informasi Red Planet Hotel Jakarta, Pasar Baru

Alamat : 

Jl. Samanhudi No. 25
Pasar Baru, Sawah Besar
Jakarta Pusat

Booking via website :

www.redplanetindonesia.com

Instagram :

www.instagram.com/redplanet_indonesia

Download Aplikasi :

Google Playstore
Apple Playstore
  

A Happy ‘Entertaining’ Transit At Changi Airport, Singapore


Singapore, one of my first backpacker journey in my life. Saat itu 2011, Singapore menjadi negara pertama di luar Indonesia yang saya jelajahi. Di sini juga saya merasakan betapa Traveling begitu menyenangkan dan pengalaman menikmati pemandangan serta makanan yang jarang-jarang saya rasakan di Indonesia. Pertama kali makan laksa dan nasi goreng ikan bilis, semacam ikan teri kalau di Indonesia. Pengalaman ngomong cas cis cus pakai bahasa Inggris, terus nyasar cari-cari alamat dan destinasi wisata sesuai list. Oh iya, bayangin pas tahun 2011 ini masih jarang sekali provider atau sim card yang dijual bebas, jadi kemana-mana harus bawa peta. Kalau sekarang sudah sangat mudah tinggal lihat semuanya di smartphone. 

Sebelum masuk ke Singapore, pasti melalui Changi International Airport sebagai pintu gerbangnya. Pengalaman yang selalu menyenangkan kalau menginjakan kaki di Changi Airport. Bagi saya, Changi Airport lebih dari sekedar bandara. Bahkan saya tak segan-segan untuk menginap di Bandara yang dinobatkan sebagai The Best Airport in The World ini. Apalagi jika sedang kondisi transit dan akan melanjutkan perjalanan dari Singapore ke negara lain seperti Asia atau bahkan ke benua lain seperti Eropa atau Amerika. Banyak penerbangan ke Benua lain yang mengharuskan transit terlebih dahulu di Changi Airport terutama maskapai dengan budget terjangkau. 


“Man, kalau kita transit 8 jam di Changi Airport. Terus kita ngapain aja?” 

Teman saya kadang menanyakan pertanyaan yang cukup tricky untuk di jawab. Karena saya pun tidak terlalu mengenal lebih dalam apa saja yang ada di Changi Airport

“Tenang aja, kita bisa makan, lihat taman dan keliling duty free di bandara.”

Saya hanya menebak-nebak saja apa yang ada di dalam Changi Airport agar teman saya jadi senang dan tenang. Pertanyaan ini saya dapat ketika tahun 2015, sebelum Changi Airport menambah terminal 4 yang baru dengan fasilitas yang sangat bagus. 

Kadang sekalipun saya tidak sering bepergian ke Singapore, tidak lebih dari 10 kali, namun saya kerap kali mendapatkan pertanyaan yang sama. Apa yang harus saya lakukan ketika di Changi Airport terutama untuk membunuh waktu saat menunggu. 


Tenang saja, saya mempunyai oleh-oleh dari Singapore yang bisa dibagikan jika Transit atau berada di Changi Airport dalam waktu yang cukup lama. Sudah siap dengan fasilitas yang dimiliki oleh Changi Airport? Oke, lets see one by one ya. 

Tidur Pulas di Snooze Lounge


Menjadi seorang traveler itu kadang tidak mengenakan karena sangat tergantung dari jadwal penerbangan yang tidak manusiawi. Kadang kita mendapati beberapa penerbangan yang sangat larut malam bahkan dini hari. Kantuk yang masih terasa dan perjalanan yang masih panjang tentu saja memerlukan waktu istirahat yang cukup untuk beraktivitas di pagi atau siang hari nanti. 

Snooze Lounge adalah penolong di saat tepat. Jika berada di Terminal 1, kamu sangat beruntung karena di lantai 2 di sekitar area restoran terdapat lounge ini dengan kapasitas puluhan kursi tidur, beberapa diantaranya dilengkapi dengan colokan dan charger. 

Thanks God ada Snooze Lounge yang free ini, jadi saya bisa berlama-lama tidur sambil menunggu pagi di sini. Atau jika transit pun bisa digunakan untuk menunggu penerbangan lanjutan ke negara lain.

Cuci Mata di Plane Spotting


Jika bosan berada dalam toko-toko yang berada di sekitar sisi kanan kiri, sepanjangan jalan di Terminal 1, bisa beralih ke tempat melihat aktivitas pesawat yang sedang berlalu lintas di sekitar The Social Tree, atau tepat di belakang area informasi. 

Tempatnya sangat asyik karena berada di pojokan dan bisa sambil rebahan di atas kursi malas dan lagi-lagi telah dilengkapi dengan charger station di sisi kursi malas di area ini. 

Feeding Koi at Koi Pond 


Beralih ke Terminal 2, bisa dijangkau mengunakan Skytrain antar terminal, di sini terdapat banyak taman yang akan memanjakan mata terutama di bagian tengah. Taman di Changi Airport, rata-rata sangat luas sehingga sangat nyaman untuk berada di dalam taman sambil menikmati waktu yang masih lama. Daripada terpaku dengan gadget, mendingan ke taman-taman yang sangat mirip dengan aslinya. 

Salah satu taman di Terminal 2 ini memiliki ikan Koi yang sangat banyak dan besar-besar. Ikan Koi ini dilambangan sebagai cinta dan persahabatan dalam filosofi Jepang, sedangkan China membedakan ikan Koi berdasarkan warna yang dibawanya. Emas melambangkan kekayaan dan kesejahteraan. Perak diibaratkan sebagai pembawa kesuksesan dalam usaha. Koi Hitam dilambangkan sebagai pembawa sukses setelah perubahan. Koi Putih merupakan simbol keunggulan dalam status sosial dan Ikan Koi Merah melambangkan cinta dan romansa. Wah, ternyata ikan Koi sendiri sangat lekat dengan kesuksesan, kesejahteraan, cinta dan persahabatan. Tak salah jika taman dan Koi ini sangat menarik untuk diihat. 


Oh iya, jangan lupa untuk memberikan makanan pada Koi ini pada saat jam tertentu yang telah di jadwalkan. Datanglah pada pukul 9 pagi dan 4 sore, waktu Singapore, dan nanti akan disediakan makanan Koi gratis. Wah, kegiatan ini pasti bisa memberikan kesenangan yang berarti ya, apalagi mengajak anak-anak pasti akan sangat menyenangkan. 

Nonton Film Favorite di Movie Theater


Saya suka sekali nonton film, namun hanya film-film tertentu saja terutama Comedy, Action atau Drama. Namun tidak dengan Movie Theater yang berada di Terminal 2, Changi Airport. Di sini banyak sekali film-film box office yang tentu saja sangat menarik untuk ditonton. Apalagi tempatnya berada di Entertainment Deck di lantai 2. 

Tempat Movie Theater ini memang agak mojok setelah area Playstation dan Xbox  dan berdampingan dengan Sunflower Garden. Jadi jangan sampai tersesat karena terdapat papan petunjuknya di sekitar area ini. 

Movie Theater ini buka 24 jam setiap hari, jadi yang transit dini hari dan ingin merasakaan sensasi menonton seperti bioskop bisa ke sini. Oh iya selain di Terminal 2 bisa dijumpai juga di Terminal 3. 

Entertainment Deck (Xbox, Playstation dan Kinect) 


Gamers pasti bosan dengan Film atau tempat-tempat lain, namun di Entertainment Deck bisa menikmati waktu yang panjang dengan bermain Playstation, Xbox dan Kinect. Bagi saya yang bukan penggemar Games, juga penasaran sekali ingin mencoba permainan menarik ini. Apalagi banyak sekali permainan yang disediakan seperti permainan detektif, perang-perangan, dan masih banyak lainnya. 

Entertainment Deck ini berada di lantai 2 sama dengan Movie Theater dan Sunflower Garden dan berada di atas Koi Pond. So, pastinya sangat mudah dicari kan? 

Membunuh waktu pada saat di Changi Airport sangatlah menyenangkan dengan adanya fasilitas yang sangat lengkap dan menarik sekali. 


Foto di Changi Airport dan Menangkan Tiket Pulang Pergi Ke Korea 


Oh iya, bagi yang suka foto-foto. Jangan lupa untuk ikutan kontes #ChangiDiHati dengan hadiah yang sangat menarik. Apa itu hadiahnya? Hadiahnya adalah sepasang tiket pulang pergi ke Korea dengan Changi gift card SGD 200, selain itu juga terdapat 2 pasang tiket ke Singapore pulang pergi dengan Changi gift card senilai SGD 200

Caranya sangat mudah cukup unggah foto dengan gestur atau stiker hati. Kemudian jelaskan bagaimana Changi Airport selalu di hati anda dengan hashtag #ChangidiHati. Kontes akan berakhir pada 31 Maret 2018. So buruan ya, informasi lengkapnya bisa dilihat di bit.ly/changidihati-sf .

Tips Dan Strategi Mendapatkan Tiket Pesawat Murah Promo


Bagi seorang traveler, kebanggaan itu bisa tercermin dari seberapa murahkah tiket yang dibeli untuk ke suatu destinasi impian. Sederhana, namun sangat membuat saya bahagia dan menceritakan keseruan berburu tiket walau harus antri ataupun begadang selama beberapa untuk mencari tiket termurah. Teman saya banyak yang mendapatkan tiket murah karena strategi khusus, dan banyak orang sering melupakan langkah-langkah sederhana yang berdampak luar biasa tersebut. Namun, saya menyimpan strategi dan akan saya beberkan kepada semuanya tanpa terkecuali. 

2012, saya mendapatkan tiket murah dengan menggunakan pesawat budget murah. Waktu itu saya ingat betul saya bisa mendapatkan harga sekitar 2 juta dengan tujuan Jepang. Pada saat itu, harga 2 juta rupiah termasuk dalam kategori sedang atau bahkan murah tergantung dari musimnya. Saya memilih musim panas karena masih memiliki matahari yang sama dengan Jakarta. Maklum, saya takut badan saya tidak bisa menerima dinginnya Jepang pada bulan Januari-Maret. 

"Saya kini menyukai musim dingin, dan tidak sedingin yang dibayangkan karena terdapat pakaian khusus."

Statement ini muncul setelah beberapa tahun belakangan ini saya sering bolak-balik Jepang dan Korea Selatan. Dua negara yang memiliki musim dingin yang sangat saya sukai. 


Oh iya, setiap traveling satu hal yang mendapatkan prioritas utama adalah tiket pesawat terbang. Tanpa membeli tiket pesawat, traveling tidak akan terlaksana. Makanya saya sering mengajak sahabat traveling dan membeli tiket pesawat terlebih dahulu sebagai kesungguhan dan komitmen untuk traveling. Urusan hotel, transportasi dan tetek bengeknya bisa dipikirkan setelah mendapatkan tiket tersebut. So, kalau ada teman mengajak traveling namun hanya omongan saja tanpa realisasi, mendingan tinggalin aja teman seperti itu. PHP saja, hehehe.

Lalu bagaimana mendapatkan tiket pesawat murah? Oke, berikut tips dan strategi mendapatkan tiket pesawat murah. 

Pesan Tiket Jauh-Jauh Hari


Sebelum kerajaan api menyerang, Avatar pun harus mempersiapkan diri dengan kekuatan yang dimilikinya. Hahaha, ini gambaran persiapan mencari tiket pesawat murah dengan matang salah satunya adalah memesan jauh-jauh hari sekitar setahun atau paling lambat 3 bulan sebelumnya. Jadi, jika traveling akan dilakukan tahun 2019, usahakan dari tahun ini kamu sudah mengumpulkan uang dan mencari cari tiket melalui online, social media dan travel fair. 

Kenapa harus setahun sebelumnya? Saya penganut paham persiapan adalah yang terpenting dalam sebuah perjalanan terutama membeli tiket pesawat. Rute atau transportasi bisa dipikirkan setelah selesai membeli tiketnya. Selain itu, maskapai akan memberikan harga khusus dan promo pada periode setahun sampai 3 bulan menjelang hari keberangkatan. 

Perhatikan periode perjalanan, juga hari pergi dan pulang Anda


Kombinasi akhir pekan atau libur panjang membuat harga tiket akan melambung, usahakan untuk memilih pertengahan weekdays seperti Senin-Jumat atau  mencoba kombinasi Selasa-Kamis, Rabu-Jumat, Sabtu-Selasa, dan Minggu-Rabu. Maka dari itu, cuti anda akan sangat berharga, berhematlah dan rencanakan dengan sangat matang. Selain hari keberangkatan dan kepulangan, jangan lupa untuk memilih bulan low season seperti September-November dan Februari - April karena pada bulan tersebut harga tiket sangat bersahabat. 

Pelajari Tren Promo Maskapai


Setiap maskapai memiliki periode promo tertentu, salah satunya dengan Travel Fair dan dalam setahun akan ada beberapa promo. Kepolah dengan social media maskapai yang kamu incar. Misalnya Singapore Airlines, salah satu maskapai terbaik di Dunia yang beberapa hari lalu mengadakan travel fair di Gandaria City Mall, Jakarta. Selain travel fair, biasanya Singapore Airlines mengadakan online promo dan periodenya beberapa kali dalam setahun.

Pilih Penerbangan Dengan Rute Transit 


Biasanya rute transit harganya sangat berbeda dengan rute langsung. Harganya lumayan menghemat jika sedang terdapat kebutuhan lain selain tiket pesawat seperti hotel dan transportasi. Bayangkanlah apabila yang bisa dihemat dengan rute tidak langsung ini bisa mencapai angka jutaan, maka hal ini bisa menjadi alternatif jika periode traveling sangat lama dan banyak transit di beberapa kota lainnya. 

Misalnya kota A sangat dengan kota B, kota A adalah kota mahal sedangkan kota sedang dan cenderung murah. Usahakan membeli rute kota B, karena itu pun akan menghemat biaya tiket dan perjalanan secara keseluruhan. 

Jangan Memborong Tiket Pesawat

Jangan membeli tiket pesawat dalam jumlah yang sangat banyak dalam satu transaksi sebab akan mengakibatkan tiket akan lebih mahal meskipun duduk dalam satu barisan. Cara meyiasatinya adalah dengan cara memesan melalui window yang berbeda namun dalam satu aplikasi web.

Pergi Ke BCA SQ Travel Fair 2018



Trust Me It Works, karena di BCA Singapore Airlines Travel Fair ini banyak sekali promo menarik misalnya saja Cash Back, Cicilan 0 % jika menggunakan kartu kredit BCA dan masih banyak promo lain dari masing-masing tour travel. 

Travel Fair ini ibarat seperti oase di padang pasir yang memberikan kesegaran di tengah cuaca yang panas. Saya pasti akan menyempatkan datang ke travel fair seperti ini sambil melihat atau berburu tiket murah yang tersedia. Oh iya, cashback yang ditawarkan cukup mengiurkan yaitu untuk dibawah 5 juta mendapatkan cashback sebesar Rp 700.000 dan untuk transaksi diatas 5 juta mendapatkan cashback sebesar Rp 1.500.000. Untuk maskapai sekelas Singapore Airlines, maka harga tiket ke Jepang sebesar Rp 4 jutaan adalah harga yang lumayan, apalagi service yang diberikan sangat baik. 



Nah, itu dia tips yang bisa saya bagikan untuk pemburu tiket murah. Seiring menggali informasi dari berbagai macam sumber, maka pengetahuan tentang tiket akan sangat bermanfaat untuk menghemat budget traveling. So, kalau ad kebiasaan atau tips dari kamu juga, yuk sharing juga di komentar.