Pesona Bumi Legenda Batik Nusantara


Meski pernah tenggelam, riwayat batik pun kini mulai mengeliat kembali. Perkembangan dunia busana membuat pengusaha Batik berbenah dan menyesuaikan dengan kekinian zaman. Pun demikian juga dengan Batik Pesisir. Semenjak beradab-abad lampau, batik merupakan perpaduan bukan hanya satu atau dua budaya melainkan banyak kebudayaan, pantas saja Batik bukan dikenal sebagai karya yang biasa namun bisa disebut Maha Karya Bangsa Indonesia.

Warna pesisir memiliki keunikannya tersendiri dan cenderung berani bermain warna. Jikalau Keraton Solo dan Yogyakarta memiliki tone warna cenderung gelap, pesisir justru sebaliknya sangat warna-warni terutama warna biru sedangkan untuk etnis Tionghoa berwarna merah cenderung marun. Coraknya sangat dominan dengan flora dan fauna seperti burung hong, naga, kapal, kereta kuda, bunga, pohon dan lainnya. 


Abad 18 lampau, kaum pribumi bukan hanya satu-satunya yang melakukan bisnis batik melaikan dari bangsa Eropa dan Tionghoa. Jikalau kaum perempuan peribumi cenderung menyukai corak warna yang berasal dari pengaruh Keraton Solo dan Yogyakarta, para Nyonya Eropa cenderung menyukai teduh dan pastel dengan corak dongeng putri salju atau gadis bertudung merah. Sedangkan Tioghoa sangat konsisten dengan warna merah sebagai keberuntungan. Selain mengembangkan dari bahan katun, etnis Tionghoa tertarik dengan kain berbahan sutera yang tersohor di negeri tirai bambu pada masanya.

Lockan, begitulah orang menyebut batik dari bahan sutera berbetuk sarung, selendang dan kain panjang. Perkembangan beradab silam membuat Tionghoa membuat lockan dari kain berukuran lebih kecil karena permintaan pasar yang luar biasa. 



Kini batik pesisir dikembangakan oleh Padepokan Pesisir yang didirikan oleh Haji Failasuf di Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Saat melakukan kunjungan, nuansa Batik sangat terasa mulai dari kereta kuda, bendera batik dan ornamen khas Jawa. Walau matahari sangat terik, namun semangat untuk mengetahui lebih dalam mengenai proses pembuatan batik itu lebih besar. Walaupun sebelumnya pernah mengunjungi proses pembuatan Lasem dan Cirebon sebagai dua kota lain penghasil batik, namun entah mengapa saya lebih senang berada di padepokan ini. 


Halaman luas dengan padepokan berada di tengah yang ramai dengan teman-teman dari Amazing Petung National Explore yang tengah beristirahat sambil menikmati makan siang. Saya pun bersantap siang kemudian tak berapa lama saya masuk ke gerbang di sisi kiri. Dan disanalah proses pembuatan batik dari awal hingga akhir dikerjakan oleh puluhan orang pekerja yang terampil. 



Panjang dan membutuhkan waktu yang lama, begitulah proses pembuatan Maha Karya ini. Namun, dapat disimpulkan menjadi 3 kegiatan penting yaitu memberikan lilin atau malam, pewarnaan dan pelepasan lilin pada kain (pelorotan). Canting seolah menjadi primadona dalam proses tahap awal. Pola-pola digambar pada kain katun polos sesuai dengan corak yang diinginkan. Biasanya kain akan diletakan pada Gawangan. Gawangan adalah tempat meletakan kain seperti layak gawang pada sepak bola, bentuknya perrsegi terbuat dari bambu. 


Setelah selesai diberikan malam, kemudian ditambahkan dengan warna-warna sesuai dengan kebutuhan. Warna-warna biasanya mengunakan bahan-bahan alami seperti orange diperoleh dari kunyit. Proses pewarnaan selesai kemudian dilanjutkan dengan pelepasan malam dari kain dengan teknik pencelupan kain kedalam air mendidih dan air dingin sekaligus. 


Setelah semuanya selesai, kemudian kain di jemur di terik matahari. Setelah kering, kain siap untuk di packing dan dipasarkan. Begitu mudah mengamati proses pembuatannya, namun sebenarnya proses ini sangat panjang. Tak heran batik tulis sangat fantastis harganya karena pembuatannya pun tidak main-main dan mengunkan seluruh hati dan pemikiran. Corak-corak yang dihasilkan pun buah dari karya yang mesti dihargai oleh siapapun. Namun, perkembangan dan tuntutan zaman, kemudian hadirlah batik printing yang disesuaikan dari batik tulis dan cap. 


Kini, Petung Kriyono pun memiliki coraknya tersendiri dan diluncurkan pada hari yang cerah tersebut oleh Bapak Asip Kholbihi, Bupati Kabupaten Pekalongan. Ragam batik ini tentunya akan memperkaya khasanah perbatikan di Kabupaten Pekalongan dan Indonesia. Petung Kriyono yang menjadi paru-paru Kabupaten Pekalongan sangat khas dengan flora dan faunanya sehingga dituangkan kedalam corak batik ini. 



Perjalanan di Kabupaten Pekalongan usai sampai disini. Namun, memori tentang Petung Kriyono dan Batik Pesisir khasnya tidak akan terlupakan begitu saja. Inilah oleh-oleh yang luar biasa dan tidak bisa diganti dengan hanya buah tangan berbentuk fisik semata. Saya bangga dengan kekayaan alam dan budayanya. Inilah cerita singkat dari Bumi Legenda Batik Nusantara, Kabupaten Pekalongan.

Menghirup Udara Petung Kriyono, Paru-Paru Tanah Jawa


Mata kantuk sirna ketika bis berhenti di Doro, sebuah Kecamatan di Kabupaten Pekalongan. Tujuan kami adalah Petung Kriyono, salah satu hutan penyangga di Pulau Jawa. Konon, Petung Kriyono tak hanya sebagai hutan saja melainkan tempat menyepi dan menemukan kedamaian. Kedamaian hakiki yang hilang pada generasi saat ini. Alam yang mempesona dihiasi keanekaragaman flora fauna cukup membersihkan hati dari Duniawi. Dan, perjalanan mencari sebuah kedamaian, kini dimulai.


Anggun Paris berbaris rapi di depan Kecamatan. Bentuknya memang tak secantik model dan iklan shampo, namun daya tahan dan kekuatan tak terkalahkan. Anggun Paris ini akan membawa kami menyusuri setiap sudut alam termasuk Curug Bajing. Anggun Paris penuh dengan besi beratapkan terpal. Suara mesin menderu, tangan saya berpegangan tiang penyanga yang terhubung dengan terpal. 

Matahari cukup kuat sinarnya, hingga saya harus memicingkan saat mulai meihat tumbuhan hijau di sisi kanan dan kiri. Jalanan aspal masih terlihat ketika jarak sudah mulai menjauh dari Doro dan memasuki kecamatan Petung Kriyono. Jika supir melintas tanpa mampir, dipastikan kami akan sampai di Dataran Tinggi Dieng yang berjarak puluhan kilometer di arah selatan. Kami hanya menjumpai hutan sebagai sumber mata pencarian masyarakat. Masyarakat mengenal bercocok tanam dari nenek moyang dari beradab-abad lampau. Tak hanya sayuran, namun kopi robusta pun sebgai salah satu yang tersohor di tanah Jawa.


“Kami senang menyambut tamu dari luar,” ujar Mas Anto, pemandu kami yang bersama-sama duduk di deratan belakang. Semenjak Petung Kriyono dikenal luas, pemuda-pemuda berlomba menawarkan jasa termasuk mendampingi tamu berkeliling destinasi unik di Petung Kriyono. Dan berkah itu pun datang kembali ketika rombongan berjumlah sekitar 70 orang menjelajah kawasan ini. Kami menyebut petualangan ini sebagai Amazing Petung National Explore 2017

Anggun Paris masih meraung-raung menaiki beberapa jalanan terjal walau belum terlalu extreme. Setelah melewati hutan pinus, kami pun sampai di pintu gerbang. Inilah Petung Kriyono dimana alam, budaya dan legenda menyatu dan tak terpisahkan.


Dua Penari meliuk-liuk mempesona puluhan pasang mata. Rempak nada sunda menjadi pembuka. Kemudian dilanjutkan dengan tarian selamat datang. Rentak tabuhan nada membuat nadi kami bergejolak dan bersemangat menjelajah beberapa destinasi wisata salah satunya Curug Sibedug. 

Selain dua penari, kami dihidangkan kopi khas Petung. Bagi penikmati kopi, dari aromanya saja sudah bisa membedakan kopi arabica atau robusta. Namun, saya membutuhkan waktu lama dan harus bertanya untuk memastikan kopi apakah ini. Setelah sampai dilidah, segala pertanyaan itu sirna, saya hanya menikmati setiap tegukan dan merasakan setiap aromanya.


Tiba-tiba di angkasa kami disambut dua benda terbang. Bukan Drone atau mahluk asing melainkan Elang Jawa yang langka. Menurut kepercayaan, Elang Jawa pantas disebut raja udara yang gagah dalam memangsa anak ayam atau hewan lainnya. Konon, dipercaya bahwa ketika elang berada diangkasa, artinya terdapat bangkai atau mangsa di bawahnya. Malang populasi terancam karena makin tergerusnya habitat asli di hutan hujan ini. Berlawanan dengan kepercayaan nenek moyang, kami percaya bahwa kemunculan dua elang ini adalah keberuntungan.Iya, kami beruntung dapat menikmati kekayaan alam seperti tempat ini. Anggun Paris memanggil, itu artinya kami harus segera melanjutkan perjalanan.


Debu dari jalan berbatuan dan aspal berhamburan. Memang atap Anggun Paris tertutup terpal namun tidak sepenuhnya melindungi kami dari debu. Setelah beberapa menit, air tejun persis di sebelah jalan terlihat jelas. Curug Sibedug berhias dengan merah putih. Airnya tak cukup deras karena kami datang pada saat musim kemarau melanda. Jarak dari pintu masuk menuju air terjun cukup dekat, tak lebih dari satu kilometer. Saya hanya masuk sampai ke tengah saja tanpa menaiki bebatuan ke arah tumpahan air terjun. Rupanya aliran air mengucur dari atas bukit bukan hanya satu melainkan dua sekaligus. Ketajuban saya bukan pada debit air maupun keindahan air terjunya, namun jarak dari jalan raya menuju ke air terjun sangatlah dekat. Jarang sekali menemukan air terjun seperti ini, beruntung sekali saya menemukannya di Petung Kriyono.



Siang mulai beradu dengan awan yang menghitam. Lagi-lagi rombongan kami diliputi keberuntungan, awan hitam dan biru saling berganti namun tidak ada satu pun air yang turun dari langit. Saya menelan ludah tanda kehausan, untung saja masih ada stok air mineral yang tadi dibagikan di Doro. Saya kembali melanjutkan perbincangan dengan Mas Anto yang sudah berada disamping. 

"Beruntung sekali hari ini tidak turun hujan, biasanya dari pagi sudah rintik-rintik," Mas Anto kembali menegaskan cuaca hari ini karena saya sempat menanyakannya. Ya saya dapat merasakan angin sepoi-sepoi dan terbukti beberapa teman mulai menahan kantuknya. Sementara itu, tak berapa lama kami telah sampai di Jembatan Sipinggit.


Kalau orang Jawa Barat memiliki Green Canyon, Petung Kriyono pun memiliki Black Canyon. Meskipun hitam, namun pesonanya tak kalah dengan Canyon-canyon lain. Bahkan, batu-batuan yang berada disekitar sungai dapat memacu adrenalin ketika melakukan rafting. Dipastikan, 2 jam tidak terasa dan ingin mengulang keseruannya. Sayang kami hanya berada disekitar jembatan Sipinggit saja, tidak melakukan rafting. Walaupun sebentar, kami dapat mengabadikan keelokan sungai dan bebatuan.


Selain rafting, sungai dimanfaatkan penduduk sebagai turbin dan mengaliri beberapa puluh rumah di desa Kayu Puring. Bayangkan jika malam tiba bisa dipastikan akan gelap tanpa adanya listrik jika tidak ada turbin pembangkit listrik ini. 

Lima menit setelah kami naik mobil, tiba-tiba saja kami berhenti. Ternyata alam memanggil kami. Di hadapan sudah terhampar sawah-sawah indah dan membentuk terasering. Letaknya persis disebelah jalan, jadi kami hanya turun dan mengeluarkan seluruh gadget yang ada.



Seorang putri turun dari kayangan. Dua sayap itu seperti terbang ketika tertiup angin. Dia melenggok mengikuti irama alam dan kemudian berjalan satu dua langkah mengerakan tangan seperti modal. Dia bukanlah putri kayangan sesungguhnya, hanya seorang penari yang menirukan pesona seorang putri kayangan. Kami membutuhkan seorang model agar bisa membuat pemandangan dalam lensa ini menjadi lebih hidup dan tidak kosong ataupun hampa.  

"Jarak ke Welo Asri hanya beberapa puluh menit saja, sudah dekat. " 

Benar kata Mas Anto, Anggun Paris ternyata sudah memasuki kawasan parkir Welo Asri. Mesin pun mati. Teman-teman yang berada di bak belakang langsung turun. Kami harus berburu dengan waktu, sebab masih ada dua destinasi lain yang harus kami datangi setelah ini. Mata saya langsung menatap jembatan bambu yang menghubungkan dua lokasi berbeda. Sontak teman-teman langsung berfoto di atas jembatan dengan tanda love di belakangnya. Seperti inilah cara kawasan Welo Asri menyambut kami, dengan cinta.



Petung Kriyono layak berjuluk Paru-Paru Tanah Jawa. Hutan alam ini ditetapkan sebagai Kawasan Hutan Tujuan Khusus (KHTK) dan satu-satunya hutan alam yang masih tersisa di pulau Jawa. Tak heran banyak satwa langka yang masih bertahan di sini, selain Elang Jawa, terdapat Owa-owa. Selain satwa, tumbuhan langka pun banyak ditemukan. Inilah laboratorium alam paling komplit yang melingkari sisi utara sabuk pengunungan Dieng. 

Setelah melawati jembatan bambu, sandal raksasa pun terlihat dengan jelas sebelum turunan ke bawah ke area sungai dan rumah pohon. Selain sungai terdapat curug kedunggede yang berada di bawah area ini. Airnya sangat jernih jika dilihat dari atas. Bahkan kadang-kadang berwarna kebiruan atau tosca. Di area sungai banyak bebatuan besar sampai kecil. Dari atas bisa melihat sungai dengan jelas.




Jika ke rumah pohon seharusnya hanya lurus saja dan melewati jembatan bambu hanya beberapa meter saja. Kemudian, pepohanan dengan ketinggian diatas dua meter akan sering kita lihat. Di pohon tertinggi itulah terdapat rumah pohon. Pantas saja disebut paru-paru, karena segala rupa bentuk pepohonan terdapat disekitar rumah pohon. Saya melihatnya seperti di Afrika karena memiliki sulur-sulur ranting yang tidak memanjang ke atas tidak seperti pohon di Indonesia yang biasanya tumbuh disetiap batang. Sungguh luar biasa saya bangga menjadi warga Jawa Tengah. 

Pemberhentian selanjutnya Curug Bajing. Konon, di kawasan ini terdapat banyak perampok yang sering menjarah semua harta warga. Hasil semua jarahan disembunyikan di balik bukit dan bersebelahan dengan air terjun. Warga pun tak dapat mengatasi perampok tersebut kemudian pindah ke desa di bawahnya. Lama-kelamaan akhirnya perampok tersebut tertangkap. Dari kejadian tersebut, tempat ini disebut sebagai Curug Bajing. Bajing diartikan sebagai perampok.



Kini, Curug Bajing tak seseram dahulu. Sebelum pintu masuk kami disambut warga yang berjualan mulai dari makanan sampai kopi khas Petung. Selanjutnya, kami dihadapkan dua pilihan antara Pohon Selfie atau Curug Bajing. Sebetulnya rasa penasaran ini ingin melihat pohon selfie setelah tadi di Welo Asri mendapati rumah pohon, namun kami diarahkan ke Curug terlebih dahulu.    

Jarak menuju curug harus ditempuh sekitar 15 menit dari pintu masuk. Kemudian untuk sampai di bawah air terjun, kami diharuskan untuk menambah sepuluh menit lagi perjalanan kebawah. Sebetulnya diposisi ini pun curug sudah terlihat dengan indah. Bahkan tempat terindah menikmati curug bukan dari jarak dekat namun jarak sedang seperti ini. Ini menurut saya yang malas menuju bawah karena pada saat pulang jalanan naik telah menanti.



Walau tak sampai ke bawah, udara sore itu cukup segar. Berbeda dengan polusi udara yang terjadi setiap sore di kota-kota besar termasuk Jakarta. Inilah surga, menikmati air terjun yang berada di perbukitan dengan pepohonan. It's perfect holiday. Andai saja saya bisa seharian disini, pastinya satu buah novel ditambah kopi hangat ataupun teh sudah menemani. Sayangnya matahari sudah mulai turun, meski sinarnya masih remang-remang.




Di Curug Bajing, banyak sekali spot untuk berfoto-foto, termasuk spot berbentuk gambar hati ataupun yang berbentuk kupu-kupu. Disamping itu, rumah diatas pohon walau tak setinggi di Welo Asri cukup memuaskan untuk berfoto ala-ala kekinian.

"Banyak sekali adat budaya yang masih kami laksanakan, salah satunya pada saat satu Suro."

Saya sudah berada di Anggun Paris dan meninggalkan Curug Bajing menuju Curug Lawe ketika salah satu pemandu menceritakan adat budaya yang masih dilaksanakan pada saat satu Suro. Kambing Kenditan dan Sedekah Telaga.

Kambing Kenditan bukanlah sembarang kambing. Kambing berwarna hitam ini memiliki garis putih yang melingkar diperutnya. Menurut keyakinan warga, kambing ini sangat spesial dan akan dipersembahkan ke bumi. Kepala kambing akan dipotong dan dikuburkan di tanah warisan para leluhur. Kemudian daging kambing akan dijadikan selamatan seluruh warga.

Berbeda lagi Sedekah Telaga. Telagan Mangunan di Petung Kriyono mempercayai kisah ular besar bernama Baru Klinting dan Putri Raja. Sampai saat ini, kisah itu masih dipercayai dan untuk menghormati kisah tersebut dan memberikan persembahan kepada telaga, digelarlah Sedekah Telaga. Satu kepala kerbau akan diarak dan kemudian dimasukan kedalam telaga pada satu Suro.



Udara sore sudah mulai terasa dingin. Dua cerita tadi cukup sebagai pengantar kami ke Curug Lawe. Setelah memasuki hutan pinus, kami pun sampai. Setelah turun, kami disambut puluhan anak sekolah dengan mengenakan pakaian gelap. Tak berapa lama kemudian, mereka menari dan menyanyikan lagu selamat datang. Meskipun ini akhir dari perjalana, namun saya yakin masih banyak lagi kesempatan untuk datang kembali di Paru-Paru Tanah Jawa. Dan, saya pasti akan kembali lagi. Saya berjanji.

Perlengkapan Penting Yang Wajib Dibawa Saat Traveling Ke Luar Negeri – Smartphone Samsung Salah Satunya


Tokyo, Seoul, London, New York ... 

Sepenggal bait pertama lagu Mister Taxi dari Girl's Generation ini mengingatkan saya pada list-list kota-kota di Dunia, baik yang sudah pernah saya singgahi maupun yang masih menjadi impian. Semoga semuanya akan terwujud dalam waktu yang tak lama lagi, amin.

Traveling dalam beragam keperluan baik itu untuk liburan bersama keluarga, bisnis, backpacking, solo traveling dan lainnya sudah menjadi hal yang lumrah. Jika bepergiannya masih di dalam negeri, persiapannya pun tak sesemrawut dan seheboh yang dibayangkan, namun jika ke luar negeri, persiapannya pun lebih banyak dari yang kita bayangkan. 

Sepele dan kecil kadang memmbuat kita melupakannya, padahal jika dilihat dari urgensinya, barang perlengkapan ini adalah hal yang harus selalu ada dimanapun. Kadang kala hal-hal diluar dugaan seperti kehilangan tas, dompet atau bahkan uang dan kartu kredit membuat perjalanan yang harusnya menyenangkan berubah menjadi dramatis dan runyam. So, ada baiknya persiapkan perlengkapan yang wajib dibawa saat traveling ke luar negeri. 

Apa saja kira-kira perlengkapan yang wajib dibawa, oke mari kita lihat satu per satu perlengkapannya. 

Dokumen penting seperti paspor dan uang cadangan untuk keperluan tak terduga


Dokumen penting seperti paspor, print out tiket perjalanan dan dokumen penting lainnya sering kali terlupakan pada saat hendak traveling. Kesibukan kantor atau kesibukan mengurus perlengkapan traveling lain contohnya, akan membuat dokumen penting terabaikan. Dan, akumulasinya pada saat di counter cek in, ternyata paspor tidak dibawa sama sekali. Atau, paspor hilang pada saat perjalanan diluar negeri, oh no, hal-hal inilah yang membuat liburan jadi hambar bahkan cenderung dramatis.

Agar tidak terjadi hal-hal ini, siapkan paspor atau visa jika negara yang kita tuju membutuhkan visa dan dokumen penting lainnya, kemudian simpan dalam tempat yang aman. Sebelum traveling, fotocopy atau scan dokumen penting tersebut, sehingga terjadi kehilangan atau apapun kita masih memiliki back up dokumen.

Uang cadangan mungkin sangat sepele, namun setelah terjadi peristiwa yang tidak kita sangka misalnya dompet hilang atau masuk rumah sakit. Uang cadangan biasanya disimpan pada tempat tersembunyi misalnya disisipkan di backpack, tas selepang kecil atau sabuk (Money Belt).

Backpack, Daypack dan Money Belt


Setelah membawa carrier atau koper besar, tidak mungkin mengelilingi kota dengan beban berat di punggung. So, bawalah backpack atau daypack yang kecil dan ringkas untuk menampung kamera, notes, air minum, charger dan perlengkapan yang mendukung selama berkeliling menikmati destinasi wisata. Sedangkan fungsi money belt adalah untuk menaruh uang cadangan atau uang emergency yang sewaktu-waktu dibutuhkan.

Universal Adapter dan Charger 



Satu negara dengan negara lainnya memiliki colokan listrik yang berbeda, seperti Singapura dan Malaysia tentu saja berbeda dengan colokan listri yang di Indonesia. Bahkan ketika kita ke Korea Selatan dan Jepang pun memiliki colokan yang berbeda. Universal Adapter adalah solusi terbaik ketika traveling ke negara lain dengan beragam sistem colokan listrik.

Selain universal adapter, jangan lupakan charger smartphone dan kamera. Traveling tanpa mengabadikannya bagiakan makan nasi tanpa lauk, terasa plain dan begitu-begitu saja. So, jangan samapi lupa ya benda kecil yang selalu membuat kerepotkan ketika traveling.  

Kamera Digital dan Action Cam 




Bagi sebagian orang mengabadikan momen pada saat traveling adalah sebuah keharusan. Saat kesebuah negara favorite, tentu saja ini momen sekali seumur hidup, anggap saja kita tidak akan pernah mengujungi negara tersebut untuk kedua kalinnya. Maka, kamera digital dan action cam menjadi list yang harus dibawa. 

Smartphone dan Selfie Stick (Tongsis)


Biasanya selain kamera digital, smartphone pun cukup ringkas dan praktis digunakan pada saat traveling. Apalagi smartphone saat ini sudah dilengkapi dengan kamera yang bagus dan aplikasi pendukung sehingga gambar yang dihasikan cukup memuaskan. Namun, bagi traveler smartphone ini berfungsi sebagai backup data atau sebagai kamera cadangan apabila kamera ditigal habis baterenya. Salah satu kamera yang direkomendasikan untuk traveling adalah Samsung Galaxy A7. Smartphone ini kamera bagus dan spesifikasinya pun telah mendukung untuk digunakan dalam segala situasi.

Apa saja sih spesifikasi Samsung Galaxy A7 yang bisa membantu di dalam traveling ke luar negeri? Galaxy A7 didesain sangat mewah karena terbuat dari bahan dasar kaca dan berwarna gold sehingga sangat elegan. Kameranya beresolusi 16 MP sehingga bisa digunakan sebagai back up dari kamera utama.

Dengan RAM 3GB, Galaxy A7 ini sudah mampu mengoperasikan aplikasi-aplikasi yang sangat berat terutama games yang membutuhkan kinerja smartphone yang cepat. Disamping itu baterenya dirancang sangat tahan lama dengan kapasitas 3.600 mAh sehingga tidak perlu khawatir kehabisan batere pada saat berkunjung ke destinasi wisata favorite. Kamera dengan desian, kamera, kapasitas memori dan batere tahan lama inilah yang membuat saya rekomendasikan Samsung Galaxy A7 untuk menemani perjalanan ke luar negeri.


Selfie Stick atau Tongsis wajib hukumnya dibawa, namun memang ada bebearapa bandara yang melarangnya terutama pada saat dibawa ke kabin. Tongsis lebih aman apabila dimasukan dalam bagasi pada saat cek in. 

Barang satu ini memang wajib dibawa karena membantu kita dalam melakukan swafoto atau selfie. Kalau jalan bersama  dengan keluarga, selfie stick membantu foto bersama tanpa bantuan orang disekitar, nah apalagi kita jalan seorang diri, maka barang satu ini wajib hukumnya. 

Laptop yang ringkas 


Kita tidak tahu betapa pentingnya barang yang satu ini sampai pada suatu ketika semua data foto kita hilang karena terhapus begitu saja. Mimpi buruk dan semuanya jadi runyam. Ini terjadi ketika saya traveling ke Korea beberapa tahun silam, tepatnya 2014. Saat itu saya tidak membawa laptop, pikir saya memori yang banyak, sekitar 32 Giga, sangatlah cukup. Namun kenyataannya, baru dipakai 3 hari saja, memori sudah full. Bukan hanya foto, saya merekam setiap momen dan destinasi yang ada. 

Kemudian, saya minta tolong kepada pemilik hostel untuk mentransfer sebagian foto kedalam flash disk berukuran 16 Giga. Pada saat proses transfer nampaknya akan baik-baik saja, namun setelah dilihat, sebagian data terakhir sudah hilang atau corrupt. Saya shock dan sedih. Masalahnya, belum tentu tahun depan saya ke nami Island. Ini pengalaman pribadi yang saya ingat, dan sekarang saya selalu menyediakan back up minimal membawa laptop yang ringkas dan external hardsik. 

Travel Vacuum Bag

Sumber : easysource
Carrier atau koper penuh dengan pakaian padahal beberapa baang belum masuk kedalamnya? Nah, salah satu solusinya adalah Vacuum Bag. Vacuum bag bisa meringkas pakaian sehingga space dalam carrier atau koper menjadi lebih luas dan barang-barang lain atau bahkan oleh-oleh bisa masuk kedalamnya. Cara pengunanya pun sangat mudah, cukup masukan pakaian yang sudah terlipat kemudian tekan vacuum bag sampai udara yang ada di plastik tersebut keluar dan tutup. Cukup mudah bukan. Selamat mencoba. 

Dry Bag


Dry Bag tentunya menjadi satu benda yang wajib dibawa pada saat traveling. Bukan saja ketika cuaca hujan mendominasi, namun pada saat ke suatu tempat yang didominasi oleh air. Salah satu fungsi dry bag adalah melindungi benda-benda eletronik dari air. Kehilangan data foto sudah mimpi buruk, apalagi kehilangan kamera kesayangan yang dibeli dari hasil menabung selama ini. 

Perlengkapan mencuci dan handuk kecil 

Ketika laundry menjadi hal yang menjadi budget tambahan atau diluar budget, maka salah satu solusinya adalah mencuci. Bawalah sabun cuci kemasan kecil yang praktis dibawa kemana-mana. Apabila sering mengunakan softener, kini kemasan kecil pun sudah banyak ditemukan di mini market atau supermarket. 

Handuk kecil cepat kering biasanya berbahan khusus dan sangat cepat kering karena berbahan dasar fiber. Tentu saja handuk ini wajib dibawa kemana-mana, apalagi jika kamu tidak memiliki waktu untuk mengeringkan handuk karena harus pindah dari satu hostel ke hostel lainnya. So, ini salah satu solusinya. 

Sarung 

Sarung sangat praktis dan ringkas jika dibawa kemana pun. Selain itu, banyak kegunaannya bisa untuk selimut, sholat untuk yang muslim dan bergaya. Sarung pun bisa dipilih mulai dari bahan yang berat samai yang ringan. Boleh juga membawa semacam syal atau kerudung besar seperti sarung. 


Nah, mungkin ini perlengkapan penting yang harus dan wajib dibawa pada saat traveling ke luar negeri. Oh iya jangan sampai lupa membawa notes, maps, payung kecil, jaket dan benda-benda penting lainnya ya. Have nice traveling. 

Semarak Bulan Puasa Ramadhan Di Grand Cempaka Hotel


Rajab menginjak 10 hari terakhir, dan artinya Bulan Ramadhan akan datang. Sahur lagi, Buka Puasa Bersama lagi, ngabuburit lagi, berburu takjil lagi dan masih banyak kebiasaan pada bulan penuh berkah ini segera kita rasakan. Sebagian dari kita pasti akan mencari-cari Jadwal Imsakiyah atau Sholat, kemudian mempersiapkan diri baik secara fisik maupun mental. 

Minggu pertama Bulan Ramadhan, keluarga merupakan prioritas utama. Buka Puasa Bersama keluarga sudah menjadi tradisi dan tidak akan dilewatkan begitu saja. Bagi keluarga besar biasanya secara bergiliran menjadi tuan rumah dan menyediakan semua masakannya. Nah biasanya yang tak mau repot mengadakan acara tersebut di Hotel. Kebetulan Grand Cempaka Hotel, Jakarta, sudah memiliki pilihan menu.


Yup, Harmoni Resturant di Hotel Grand Cempaka menyediakan buffet dengan pilihan menu antara lain Gudeg dan Nasi Kebuli. Gudeg mengingatkan kita pada kota Yogyakarta, sebuah kota dengan kebudayaan yang kental. Sedangkan Nasi Kebuli erat kaitannya dengan nuansa Arab dan Timur Tengah. Dua tradisi yang berbeda namun menyatu dalam Bulan Ramadhan kali ini.


Gudeg memiliki citarasa manis biasa ditemukan di Yogyakarta. Namun, Harmoni Restaurant menyelaraskannya dengan menambahkan sensasi pedas. Variasi gudeg sebetulnya sangat beragam, namun Gudeg Yogyakarta lebih terkenal. Gudeg terdiri dari gudeg basah, kering dan Solo. Pembeda dari ketiganya hanya pada Areh. Gudeg kering disajikan dengan Areh kental, sedangkan gudeg basah disajikan dengan Areh encer. Lain lagi dengan gudeg Solo yang Arehnya berwarna putih. Grand Cempaka Hotel menyajikan Gudeg dengan Areh kental.


Bagi pecinta masakan dari kambing harus mencoba Nasi Kebuli. Nasi ditanak dengan campuran kaldu kambing dan susu kambing. racikan berikutnya adalah minyak samin untuk menumis rempah-rempah termasuk jintan, kapulaga, kayu manis dan pala. Bayangkan aroma yang tercium dari racikan kaya rempah-rempah di Nasi Kebuli ini.

Nasi Kebuli sangat terkenal diMasyarakat Betawi dan Keturunan Arab di Indonesia. Tastenya memang mirip dengan Nasi Briyani, sehingga sangat mudah untuk diterima dikalangan Muslim. Selain Ramadhan, Nasi kebuli biasanya disajikan pada saat momen Hari Besar Islam seperti Maulid Nabi Besar, Lebaran dan Idul Qurban.


Kedua Menu, Gudeg dan Nasi Kebuli merupakan pilihan Buffet di Harmoni Restaurant. Ragam menu lainnya seperti ayam goreng, mie goreng, sayur dan pilihan lainnya juga melengkapi buffet ini.

Paket Menu Ramadhan dan Lebaran Di Hotel Grand Cempaka


Berapa sih harga yang tiwarkan untuk menikmati buffet pada saat berbuka puasa? Tenang saja, hanya dengan Rp 130.000/net termasuk ta'jil dan makan malam. Nah, bagi yang menginap di Hotel Grand Cempaka, dikenakan rate harga kisaran mulai dari Rp 644.000 sudah termasuk Sahur atau makan pagi (sarapan) untuk dua orang. Paket Ramadhan ini berlaku mulai dari 25 Mei - 25 Juni 2017.



Setelah Bulan Ramadhan, tersedia paket lebaran dengan rate harga yang sama Rp 644.000/net per kamar termasuk makan pagi untuk dua orang. Selain itu terdapat paket Halal Bi Halal yang bisa dinikmati dengan harga Rp 200.000 dengan coffee break dan makan siang/malam.


Silahkan yang sudah memantapkan pilihan buka puasa dan berkumpul pada halal bi halal bisa melakukan pemesanan +62 21 4260015 . So, enjoy your Holy Month with your family and friends.

Harmoni Restaurant 
Hotel Grand Cempaka 
Jl. Letjen. Suprapto
Cempaka Putih, Jakarta Pusat
Webiste : www.grandcempaka.co.id

Menikmati Pesona Tari Guel Kala Senja Di Danau Laut Tawar, Takengon


"Selamat datang di negeri di atas awan, Takengon"
Awan putih dan langit biru menyambut kami siang itu. Matahari engan menyapa dan bersembunyi di balik bukit, namun mendung pun urung datang, jadilah siang itu redup dan terang. Kaki saya terhenti ketika dipersimpangan antara landasan pacu dan jalan menuju terminal kedatangan. Kamera saku kemudian melaksanakan tugasnya mengabadikan pemandagan di sekiling Bandara. Rembele, begitulah masyarakat menyebut bandar udara yang hanya dapat menampung pesawat berkapasitas kurang dari 100 orang. Sebenarnya saya masih mengira kalau Rembele identik dengan Indonesia Timur, namun ternyata Aceh pun memiliki nama Bandara yang cukup unik.

Setelah mengambil bagasi, kami dijemput dengan dua kendaraan, karena memang jumlah kami hampir genap 10 orang. Mata saya masih takjub dengan paduan warna putih dan bitu yang menghias langit. Langit inilah yang saya temukan setahun silam di Pulau Rote. Tidak ada langit yang tidak sempurna di Rote ini, saya menyebutnya berkali-kali pada perjalanan lalu. Dan, kemudian saya menemukan langit yang sama, bahkan saya baru sadar kalau Takegon layak mendapatkan julukan "Negeri Di Atas Awan"


Sejauh mata memandang, pohon hijau menghias di kanan kiri. Roda mobil berderit tanda mengerem. Sebelah kanan kami terdapat kebun kopi dan bangunan seperti saung, rumah makan khas Sunda yang terbuat dari bambu. Setelah melihat ke dalam, ternyata inilah Kafe Kopi. Bentuknya memang sangat tradisional, hampir seluruhnya terbuat bambu dan kayu. 

Di tempat duduk di samping kami, sekitar empat orang sedang menikmati kopi. Sangat lumrah warga Takengon menikmati kopi sebagai sebuah sajian yang wajib setiap harinya. Kedai, kafe atau pun warung kopi dimana pun selalu ramai. 

"Kedai kopi itu tempat melakukan pertemuan bisnis mulai dari uang receh sampai milyaran. Dan biasanya kami membawa bolpoint dan stempel." 

Pemiliki Kafe menjelaskan mengapa tradisi minum kopi dan bersosialisasi di kedai sangat digemari di daerah penghasil kopi Arabica terbaik di Indonesia. Dari kedai kecil ini terciptalah bisnis milyaran. Apabila saya mengidolakan toilet sebagai sumber ide yang tak pernah surut, maka warga Takengon mengatakan kedai adalah sumber ide dan bisnis yang tak pernah padam.


Perbincangan asik kami terhenti ketika sebuah botol disajikan. Eits, botol ini bukanlah minuman memabukan, namun kopi pekat dengan fermentasi. Melihat kopi hitam saja saya sudah tidak berselera, ditambah dengan campuran fermentasi, maka 100 persen saya tidak akan mencoba setetes pun. Beberapa orang kemudian menenguknya dan terlihat baik-baik saja, tanpa ada yang kejang-kejang, pingsan atau bahkan mati mendadak. 

Oke, jadi saya memutuskan untuk mencobanya. Hidung saya menangkap aroma tajam dan asam. Hingga akhirnya lidah saya merasakan kopi pahit dengan asam yang keterlaluan. Ah, apa enaknya kopi ini? Namun, pengemar kopi memang memiliki seleranya sendiri-sendiri. Kopi hitam fermentasi ini pun ternyata sangat digemari, terutama oleh Gondrong, pemilik kafe Seladang. 

Kopi Hitam Fermentasi yang belum diseduh dengan air.
Jalanan aspal sedikit berlubang tak menghentikan laju mobil. Malah kecepatannya semakin bertambah, sementara pepohonan disekitar kami berubah menjadi pemadangan Danau. Inilah Danau Laut Tawar, sebuah rumah bagi suku Gayo, masyarakat menyebutnya Tanoh Gayo atau Dataran Tinggi Gayo. 



Lebih dari 5.000 hektare luas Danau Laut Tawar membuatnya disejajarkan dengan Danau-Danau luas di Sumatra, seperti Danau Toba, Sumatra Utara dan Danau Ranau, Lampung dan Sumatra Selatan. Pantas saja disebut sebagai Negeri Di Atas Awan, yang saya lihat sepanjang perjalanan adalah keindahan Danau disandingkan dengan pepohonan hijau serta langit yang selalu cerah dengan putih birunya. 

Dalamnya Danau Laut Tawar pun siapa yang tahu dan menjadi misteri yang tak terpecahkan sampai sekarang. Banyak sekali misteri dan legenda yang melekat dan sudah turun temurun diceritakan oleh masyarakatnya. Dan, inilah salah satu legenda yang tersohor dari Takengon, Aceh Tengah. 

Dahulu kala, seorang Putri Raja yang mendiami wilayah ini disukai oleh Pangeran dari Kerajaan lain. Putri tersebut akhirnya dioersunting oleh Pangeran. Namun malang, Sang Putri tidak mendapatkan restu dari orang tuanya. Namun kemudian orang tuanya hanya berpesan saat melakukan pelarian jangan sekali-kali menoleh dan teruslah menghadap ke depan. 

Sang Putri tidak tega meninggalkan orang tua. Saat pergi meninggalkan daerahnya, sang Putri pun menoleh ke belakang untuk melihat orang tuanya. Karena pesan orang tuanya dilangar, Langit pun murka dan petir pun menyambar serta menurunkan hujan deras. Sang Putri pun menangis disertai dengan air hujan. Lama kelamaan terciptalah sebuah Danau laut Tawar. Inilah legenda yang beredar di masyarakat. 


Asam Jing Khas Gayo.
Tak lengkap menikmati Danau Laut Tawar tanpa menikmati sajian kulinernya. Kami berhenti disebuah restoran. One-One Cafe tepatnya (Baca On ne - On ne Ka fe, bukan one-one kafe). Restoran ini terletak di Kampung One-One dekat dengan Teluk One-One. Restoran yang menyajikan santap siang ikan air tawar seperti Mujahir dan Bawal. Selain ikan, sajian lainnya adalah Udang, namun jenisnya bukan udang laut melaikan udang air tawar.Tak lengkap rasanya tidak menikmati sayuran dan sambal. Sayurnya terbuat dari sayur dau labu sementara sambalnya racikan antara terong belanda dan cabai. 

Sajian lain yang terbuat dari ikan air tawar adalah Masam Jing khas Gayo (Dikenal juga sebagai Asam Jing). Sepintas Asam Jing seperti pindang ikan patin dengan kuah kuning. Rahasianya terdapat pada kacang-kacangan dan kunyit sebagai bumbu-bumbu. Dari segi taste memang sangat kaya rempah dan sudah menjadi ciri khas masakan Dataran Tinggi Gayo ini.


Hari berganti, Danau Laut Tawar masih menampakan keanggunanya. Awan putih kini agak berubah keabuan, sementara langit biru agak tertutup hari ini. Saya dan rombongan melanjutkan separuh hari menyaksikan sebuah pertunjukan Tari Guel. Kami hampir menyusuri kawasan Danau dari sebelah timur. Selain menyaksikan tari, tujuan lainnya adalah berburu sunset di Danau Laut Tawar. 

Taufik dan Alma tengah bersiap mengenakan baju adat khas Gayo. Baju didominasi warna hitam dengan warna lain seperti merah, kuning, hijau dan putih sebagai motifnya. Baju adat disebut Kerawang. Setiap warna memiliki artinya sendiri dan berhubungan erat dengan alam. 

Tari Guel dahulunya dilakukan untuk mendapatkan Gajah Putih sebagai salah satu hadiah untuk Putri Sultan Aceh. Sengada, Putra Raja Linge XII, bermimpi dan bertemu dengan seseorang bernama Bener Meria. Dalam mimpinya, ia diharuskan menangkap seekor Gajah Putih untuk dipersembahkan kepada Sultan Aceh. 



Sesuai dengan petunjuk, Ia mengadakan kenduri dan melakukan tarian dengan gerakan-gerakan serta diiringi oleh musik. Tak hanya Sengada saja yang melakukan tarian, namun kemudian warga sekitar pun melakukannya. Berkat tarian tersebut, muncullah Gajah Putih ditengah pesta. Sesuai petunjuk Bener Meria, Gajah Putih kemudian dijinakan dan ditangkap untuk dipersembahkan kepada Putri Kesultanan Aceh. 

Tari Guel memiliki gerakan yang cukup mudah seperti gerakan-gerakan hewan dipadukan dengan musik dan suara nyanyian khas Gayo. Baju Kerawang yang warnanya mencolok mampu menyihir penonton untuk mengikuti gerakannya. Inilah yang dimaksud dengan kemagisan Tari Guel. 

Matahari kemudian mulai tengelam di balik bukit. Kami pun masih sempat berbincang-bincang di bibir Danau. Kamera kami pun masih sempat mengabadikan sunset. Walaupun tak seindah yang dibayangkan, namun keindahan dan pesona Danau Laut Tawar di Dataran Tinggi Gayo ini cukup kami nikmati degan senda gurau yang tak ada habis-habisnya. 



Ubud Bali Weekend Gateways – Pilihan Tempat Wisata Unik Dan Terbaik


Tak bosan dan selalu menemukan sesuatu yang baru dari setiap perjalanan ke Bali. Kali ini Ubud menjerat hati untuk lebih mendekatkan diri pada alam. Dari gambaran teman, Ubud adalah hijau dan sunyi. Ribuan pohon menutup area ini membuat sejuk raga dan pikiran. Berkat film Eat, Travel and Love, Ubud seperti menyedot perhatian wisatawan asing untuk mampir dan sekedar menikmati alamnya. Memang kesan 'tua' selalu menyelimuti Ubud, namun daripada menambah kepenatan dengan hingar bingar kehidupan, lebih baik merentas sepi dan mendekatkan diri pada keabadian kehidupan. 

Beberapa kali menjelajah Ubud, sepertinya waktu selalu kurang saja. Ingin berlama-lama dan benar-benar menyatu dengan terasering sawah, hutan-hutan dan masyarakat lokal yang ramah dan menyambut saya bagaikan saudara sekandung. Bagi yang menyukai alam, pastinya tidak akan bosan, pun penikmat seni seperti lukisan, Ubud memiliki museum Seni yang unik dan menarik untuk dikunjungi. 

Memberi Makan 'Monyet' Di Monkey Forest 


"Kita mau memberi makan saudara ya di Ubud?", Sejenak saya mencerna apa saja yang diucapkan rekan kerja. Pikir saya, Saudara berhubungan dengan manusia dna mungkin saja Masyarakat Ubudlah yang akan kami kunjungi. Kemudian, saya hanya terdiam mengikuti perjalanan ke arah yang dituju.

Mobil yang membawa kami berhenti dengan sempurna. Sekeliling hanyalah hutan lumayan lebat. Ah, mungkin saja warganya tinggal didaerah hutan seperti ini. Masih belum tersadar, sampai pada saat kami melangkah masuk melewati gerbang dan kami disambut hangat sekawanan 'Saudara'. Saya tersenyum. Oh, jadi inilah 'Saudara' kami yang akan kami beri makan. Segerombolan monyet berlalu-lalang menyambangi makanan yang diberikan pengunjung dari berbagai macam negara. Kamera yang saya pegang lantas menjadi saksi kelucuan tingkah polah monyet yang sedang makan.

Monkey Forest menurut saya pilihan yang tepat pada saat berada di Ubud. Liburan bersama keluarga menjadi menyenangkan dengan cara mengenalkan dan mendekatkan anak-anak kepada hewan seperti monyet.

Akses menuju Monkey Forest cukup memenuhi standar karena sudah beraspal, namun jalanan di Ubud berukuran sedang, jadi sebaiknya mengunakan kendaraan berukuran sedang seperti mini bus.

Alamat Jalan Monkey Forest, Padangtegal, Ubud.

Belanja Di Pasar Seni Ubud


Memahami sebuah karya seni memang relatif gampang-gampang susah. Seni memiliki makna dan definisinya sendiri-sendiri. Tak semua orang menafsirkan hal yang sama tentang satu benda, bisa saja menurut saya bagus, belum tentu juga menurut yang lain bagus. Begitulah lika-liku seni, selalu menarik untuk diikuti.

Ubud memiliki Pasar Seni. Seperti yang kita ketahui, Bali merupakan surga bagi pengemar barang seni seperti lukisan, kerajian tangan dan benda-benda seni lainnya. So, it's time to Shopping guys. Oh iya, seperti kebanyakan pasar di Bali, pada saat memasuki gerbang, kita akan melihat sebuah gapura yang mirip dengan Pura. Selain itu, disetiap sudut tertentu terdapat sesajen berisi dupa, bunga dan makanan.

Selain barang seni, Pasar Seni Ubud juga menjual pakaian dan kain tradisional. Nah, bagi yang menyukai kain-kain tradisional dan kain pantai, bisa berburu disini. Mengenai harganya? Jangan Khawatir, dengan keahlian menawar, harga yang tadinya tinggi akan didapat dengan harga pas dan puas.

Menyucikan Diri Di Pemandian Suci Tirta Empul


Konon, Kawasan Tampak Siring merupakan hutan belantara tempat pelarian Raja Mayadewana. Raja menentang rakyat menyembah Dewa dan tidak mengikuti perintahnya. Sebagai bagian dari protesnya, Raja kemudian melarikan diri ke kawasan ini. Raja kemudian mengubah mata air menjadi beracun sehingga menyebabkan kekacauan. Dewa pun tidak menghancurkan mata air tersebut, melainkan merubahnya menjadi mata air suci sampai sekarang. Mata air tersebut mengalir sampai ke sungai-sungai disekitar Tampak Siring.

Tirta Empul berarti air suci dan di mata air inilah dilaksanakan Melukat untuk menyembah Dewa dibawah 13 pancuran suci. Tradisi ini masih dilaksanakan sampai sekarang dan merupakan ritual yang unik di Ubud. Bagi pengunjung yang ingin mengikuti ritual, siapkan segala perlengkapan untuk menikmati air suci.

Merentas Sepi Di Candi Tebing Gunung Kawi


Candi Tebing Gunung Kawi, saat pertama kali mendengar, saya mengiranya sebagai sebuah candi yang berada di Gunung Kawi. Namun, perkiraan saya sirna saat melihat gambar-gambar dalam instagram. Candi yang selama ini terbuat dari batu-batuan dan berdiri megah menjulang ke angkasa, seakan terpatahkan dengan adanya tempat perisirahatan abadi Raja-raja Dinasti Udayana ini.

Sekilas, bentuk Candi Tebing Gunung Kawi menyerupai Pura memuja para Dewa di Pulau Dewata. Namun, yang unik, Candi ini bukan dibangun diatas tanah melainkan dipahat di dinding perbukitan. Mungkin,inilah salah satu tempat terunik yang terdapat di Bali.

Menyelami Hati Di Goa Gajah 


Goa Gajah, bukanlah tempat tinggal sekawanan Gajah. Seperti kita ketahui, di Bali sangat sulit mendapatkan habitat Gajah, tidak seperti Sumatra sebagai pusat Gajah di Indonesia. Saat memasuki kawasan wisata, terdapat sumber mata air, Pura dan Goa. Tidak terdapat tanda-tanda kehadiran Gajah disini. Goa Gajah berasal dari sebuah kata 'Lwa Gajah', Kata Lwa berarti sungai. Secara keseluruhan, Lwa gajah merupakan tempat pertapaan yang berada di pinggir sungai.

Luas Goa Gajah sekitar 2 meter persegi dan berbentuk seperti huruf T. Masuk ke dalam Goa, rasa sunyi dan hening. Mungkin, ini alasan mengapa Goa ini dijadikan sebagai tempat pertapaan. Hiruk-pikuk Dunia luar tak terdengar sedikit pun. Rasa Damai sekaligus mendekatkan diri kepada Sang Pencipta pun kemudian timbul secara perlahan-lahan.

Mengenal Seni Di Museum Antonio Blanco


Pengemar Seni terutama Lukisan, sangat wajib mengunjungi Museum satu ini. Museum Antonio Blanco, sebuah museum didedikasikan kepada Pelukis Keturunan Spanyol. Lukisannya mengambarkan keindahan wanita dan penari Bali. Pada tahun 1953, Antonio Blanco menikah dengan Penari Bali, dan pada akhirnya Istrinyalah merupakan Inspirasi utama untuk lukisan-lukisannya. 

Pemiliki Museum adalah seorang berwarga negara Filipina yang membangun rumah sekaligus museum diatas tanah pemberian Raja Ubud dari Puri Saren. Saat ini, Museum Antonio Blanco tak hanya memajang karya dari Antonio, namun juga karya Anaknya yang meneruskan bakat seni yang dimiliki oleh Ayahnya. 

Jalan-Jalan Santai Di Campuhan Ridge Walk (Bukit Campuhan)


Saat matahari belum mulai nampak, saya mencoba menangkap momen sunrise. Bersama 3 orang teman di Ubud, saya naik motor mengejar matahari. Mulanya, saya urung ke Bukit Campuhan karena jalanan menanjak, namun setelah melewati beberapa tanjakan ternyata Campuhan sudah terlihat. Matahari rupanya masih malu-malu bersembunyi dibalik Pohon di sudut sebelah kanan. 

Disebelah kanan dan kiri, terdapat sungai yang membelah bukit sehingga posisi kami tepat diapit oleh dua sungai. Alam memang punya cara unik untuk kami nikmati seperti udara pagi yang segar dan pemandangan hijau yang tak habis kami pandang. Bagi pengemar jalan-jalan dan foto-foto cantik bersama teman-teman, tempat ini paling cocok.    


Foto-Foto Cantik Di Tegal Alang 


Penat dengan rutinitas, bolehlah sekali-kali menikmati pemandangan sawah nan hijau di Ubud. Yup, Tegalalang merupakan salah satu bukit persawahan dengan sistem pengairan terasering. Udara segar sangat terasa ketika menuruni persawahan. Banyak spot foto terbaik sehingga apabila tidak mau menuruni bukit, cukup diatas saja tinggal berpose. 

Warga Jakarta maupun wisatawan mancanegara pastinya akan sangat terhibur dengan tempat wisata satu ini. Selain area persawahan, dilokasi juga terdapat restoran dan penjual kerajinan seperti kain khas Bali, gantungan kunci, ukiran dan lainnya.

Ubud memiliki banyak sekali tempat wisata lain selain yang saya bahas diatas, so jangan khawatir kehabisan tempat wisata di Ubud. Oh iya, setidaknya dibutuhkan waktu satu bulan untuk mengunjungi seluruh wisata di Ubud dan Bali. Oh iya, jangan sampai lupa untuk menginap di Homestay Local warga Ubud yang memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh Hotel-Hotel Mewah lainnya. 

Sensasi Menginap Homestay Warga Lokal Ubud 


Pernah berinteraksi dengan Warga Lokal Ubud, Bali? Pastinya sangat jarang berinteraksi secara langsung kecuali pada saat di restoran, tempat wisata, pasar dan lainnya. Masak bersama warga lokal, kemudian belajar menari langsung dari masyarakatnya atau sekedar belajar bahasa Bali secara langsung, sangat dapat dilakukan jika menginap di Local Homestay. 

Beberapa waktu lalu, saya sempat menginap di dua Homestay di daerah Ubud, yaitu Tebasaya dan Jati Homestay. Keduanya memiliki kelebihannya masing-masing, seperti Tebasaya yang memiliki bangunan sangat luas dan fasilitas sangat lengkap, sedangkan Jati Homestay merupakan salah satu homestay dengan bangunan tradisional dengan material bambu. Mengenai fasilitas Homestay, tidak usah dirisaukan, seluruh fasilitas seperti peralatan mandi, televisi, AC, WIFI, breakfast dan lainnya sudah sangat terpenuhi disini. Oh iya, harganya ternyata bisa ditawar loh, jika menghubunginya melalui telepon. So, tunggu apa lagi, yuk menginap di Local Homestay. Informasi mengenai Ubud Local Homestay bisa diakses melalui website http://www.ubudlocalhomestay.com.

5 Hal Yang Wajib Dilakukan Dengan Pesawat Terbaru Citilink Airbus A320neo


Selama ini perjalanan beberapa jam melewati beberapa pulau di Indonesia tak senyaman dibayangkan, belum lagi pelayanan yang cenderung minimalis membuat pesawat terbang hanyalah sebagai transportasi udara tanpa pelayanan yang luar biasa. Walapun sering naik maskapai low budget, namun saya tahu bahwa kenyamanan penumpang adalah satu hal yang wajib terpenuhi. Selain kenyamanan, faktor keselamatan penumpang juga menjadi keutamaan. 

Beruntung sekali, saya menyaksikan secara langsung peluncuran pesawat citilink Airbus A320neo. Pesawat ini telah melewati dua benua sebelum sampai di Jakarta. Berawal dari Perancis kemudian dibawa langsung menuju ke Jakarta, dan dikemudiakan langsung oleh pilot Citilink. Luar biasa. Belum pernah sebangga ini melihat piot Indonesia yang sangat teruji. 



Rute utama pesawat Citilink Airbus A320neo ini adalah Indonesia bagian Timur seperi Sulawesi, Maluku dan Papua. Kapasitas penumpang sekitar 189 dengan tempat duduk yang lebih lega dan luas dibandingkan pesawat yang sebelumnya. 

Nah seperti apa hal-hal yang wajib dilakukan dengan pesawat terbaru dari Citilink ini? Ini dia 5 hal yang wajib dilakukan dengan pesawat terbaru Citilink Airbus A320neo.

Selfie Di Depan Pesawat 


Sudah menjadi keharusan mengabadikan setiap pesawat yang saya naiki, terutama yang baru atau belum pernah saya naiki sebelumnya. Airbus A320neo ini memikat karena sangat besar, lebih besar dari pesawat-pesawat Citilink reguler lainnya. Jadi, sebuah kehormatan bisa foto di depan pesawat Airbus ini. 

Wefie bersama Pramugari Citilink


Selfie didepan pesawat sudah, lalu apa lagi yang wajib kita lakukan dengan pesawat terbaru Citilink ini? Oh iya wefie atau berfoto ria dengan pramugari yang cantik. Ini salah satu ekpresi saya berfoto dengan pramugari sangkin kegirangannya. Maaf ya kalau agak norak dan tidak bisa menjaga perilaku saya hahaha. 

Mungkin bisa dihitung dengan jari saya bisa berfoto dengan pramugari, mungkin kurang dari 10 kali. Jadi ini momen sangat langka, bisa jadi momen prestisius seumur hidup saya. Oke mungkin ini lebay tapi begitulah kenyataan yang tak bisa dipungkiri. 

Menjadi Pilot Selama 5 Menit


Dulu selain menjadi dokter, cita-cita untuk menerbangkan pesawat selalu menjadi favorite saya. Bukan karena kegagahan atau gajinya saja, namun karena jasanya bisa membuat orang dapat mengunjungi sanak saudaranya di seberang pulau bahkan di benua seberang sana. Suatu pekerjaan yang mulia. Cita-cita ini masih ada sampai sekarang walau kadanya sudah tergantikan oleh akuntan dan traveler seperti sekarang. Jalan-jalan sudah menjadi hobi sekaligus pekerjaan yang menyenangkan sekali. 

Nah, dimomen kali ini, cita-cita saya terbayarkan. Saya dapat masuk ke area kokpit pesawat Airbus A320neo. Rasanya sedikit berdebar-debar ketika masuk dan duduk diarea kemudi. Bukan satu atau dua tombol yang ada dihadapan saya, melainkan ratusan tombol, entahlah saya tidak sempat menghitungnya. Dan, satu dua tiga cekrek, suara kamera mengabadikan gerak-gerik saya sebagai pilot untuk pertama kalinnya. Sungguh pengalaman yang tak akan dilupakan. Setidaknya saya pernah masuk ke kokpit dan mengetahui secara jelas bagaimana rasanya jadi pilot selama 5 menit.

Menjadi Pramugara 


"Selamat datang di Pesawat Airbus A320neo terbaru kami. Kita akan menjelajah dengan ketinggian 30.000 kaki diatas laut. Saya Salman Faris, atas nama awak kabin yang bertugas mengucapkan terima kasih. Selamat terbang bersama kami Citilink." 

Kata-kata itulah yang sering kita dengan ketika akan terbang lepas landas dari Bandar Udara. Merupakan tugas utama dari Pramugari atau Pramugara untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang yang naik pesawat. Selain menjaga keselamatan, tugas lainnya adalah melayani seluruh penumpang tanpa terkecuali. Eh, tapi jangan minta-minta yang aneh-aneh ya, nanti ditangkap oleh keamanan bandara. 

Saya berkesempatan mencoba menjadi pramugara walaupun hanya sebentar, tak lebih dari 5 menit. Ambilah phone yang melekat di dinding. Kemudian tekan tombol untuk mengeraskan suara. Dan berbicaralah layaknya pramugara yang sudah profesional. Taraaat, selesailah tugas saya menjadi pramugara. Walau tak semudah yang dibayangkan, namun sudah cukup puas menjadi pramugara 5 menit. 

Foto di kolong pesawat    


Kolong pesawat memang ada ya? Eits jangan salah pesawat juga memiliki kolong yang biasa kita lihat melalui jendela. Kolong yang dimaksud adalah tempat baling-baling pesawat dan biasanya dibawah sayap pesawat. Sebelum terbang biasanya pesawat akan parkir terlebih dahulu, nah sebelum masuk ke pesawat biasanya mengabadikan dulu foto di bawah kolong ini. Kapan lagi kan foto di kolong pesawat baru seperti Airbus A320neo ini. 

Nah, ini dia keseruan yang saya lakukan pada saat peluncuran pesawat Airbus A320neo. Semoga bisa kesampaian menikmati penerbangan bersama pesawat ini terutama daerah Timur Indonesia. Amin.   

Booking Local Homestay Dan Nikmati Sensasi Tinggal Bersama Penduduk Lokal Ubud, Bali


Bali menawarkan sejuta pesonanya. Tak hanya Nusa Dua,  Kuta atau Sanur,  Ubud pun tak luput dari kedatangan wisatawan dalam negeri dan mancanegara. Kata orang,  Bali adalah pulau dewata,  tapi menurut saya Bali adalah surga dan Ubud adalah surga tertinggi dalam kastanya.

Ubud memang berbeda. Apabila ingin menikmati indahnya pedesaan Bali atau sekedar yoga dengan pemandangan sawah,  Ubud adalah tempat yang cocok. Saya setuju apabila ada orang yang menyatakan kalau Ubud itu tempat paling sunyi. Sunyi bukan dalam arti sepi,  tapi tempat mendekatkan diri dengan alam. Sunyi bukan mati,  melainkan melampui hidup dan dekat dengan Yang Maha Kuasa. 

Destinasi Wisata Ubud pun tak kalah bila dibanding dengan pantai-pantai dipesisir Selatan dan Timur Bali. Sebut saja Goa Gajah, Puri Saraswati,  Istana Ubud,  Museum Blanco dan beragam destinasi yang terlalu panjang untuk disebutkan. Namun,  sudah pernahkah menikmati destinasi sekaligus berinteraksi layaknya penduduk lokal tanpa ada batasan dan dinding hotel sebagai pemisah.


Menikmati Ubud Dari Sisi Lain

Selain destinasinya, kadang melakukan hal-hal kecil seperti memasak makanan khas Bali,  belajar tari Pendet dan beraktivitas bersama masyarakat Ubud membuat memori tersebut tertanam kuat dalam diri. Bisa dibilang inilah aktivitas anti mainstream yang dapat dilakukan di Ubud. 

Percayalah,  aktivitas anti mainstream ini akan berujung pada kepuasan yang selama ini dicari-cari. Bahkan,  tanpa sadar akan teralin ikatan batin antara penduduk lokal dengan wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegeri.


Booking Ubud 'Local' Homestay 

Selama beberapa kali ke Bali,  mungkin bisa dihitung dengan jari berapa kali saya menginap dihomestay. Bukan merasa tak nyaman atau anti dengan homestay,  namun karena beberapa kali yang muncul dalam mesin pencarian didominasi oleh website booking online yang mendaratkan pilihan hotel-hotel berbintang. Karena terbiasa inilah,  akhirnya tak satupun homestay termemori dibenak saya.

Namun,  satu hal membuat semuanya berubah. Berawal dari sebuah percakapan kemudian ajakan,  berakhir di sebuah homestay di Ubud. 

Kesan pertama Homestay menurut saya adalah sesuatu yang kurang terorganisir secara manajemen. Namun,  kesan itu sirna begitu saya tahu bahwa Homestay di Ubud memiliki website yang secara khusus menerima pesanan dan melihat secara visual homestay tersebut.

Masalah kedua adalah fasilitas. Yup,  anggapan saya, homestay kurang memiliki fasilitas layaknya hotel berbintang,  namun siapa sangka homestay memiliki televisi,  ruangan AC,  WIFI,  peralatan mandi,  dan semua fasilitas yang bisa didapatkan dihotel berbintang 2 keatas.

Masalah ketiga adalah lingkungan. Homestay lebih menawarkan lingkungan tenang dengan keramahan penduduk Ubud sebagai sebuah keuntungan yang tak dapat disediakan hotel manapun.

Masalah keempat adalah Harga. Harga hotel adalah fixed price yang tidak dapat diubah tetapi malah cenderung naik. Namun,  homestay menawarkan kemudahan seperti tawar menawar harga dan cenderung murah. 

Tebasaya Homestay 


Begitu saya sampai,  disebuah gang sempit,  saya hanya bisa menduga-duga, apakah betul ini jalan menuju Tebasaya Homestay. Namun setelah memasuki pintu gerbang,  dugaan saya mendadak berubah menjadi raut bahagia. Ternyata homestaynya memang masuk gang sempit,  namun bangunan dua lantai dengan luas kamar yang cukup besar besar.





Memasuki kamar,  segala perlengkapan mandi,  AC,  Televisi, WIFI dan segala rupa yang dibutuhkan termasuk air minum pun tersedia dan tertata apik. Saya cukup terkesandengan homestay ini. Bangunan bergaya Bali sangat terasa apalagi homestay ini dikelilingi oleh perumahan warga yang menampilkan suasana Bali.

Jati Homestay




Berbeda dengan Tebasaya Homestay,  Jati lebih menampilkan sisi klasik dengan dinding yang terbuat dari bambu. 

Fasilitas pun tak diragukan lagi,  sesuai dengan standar hotel,  homestay ini menawarkan faslitas yang sama. 

So,  kapan kamu ke Ubud dan menginap di Homestay untuk merasakan keeratan emosional dengan penduduk lokal. 

Tips Dan Panduan Yang Wajib Kamu Perhatikan Sebelum Berangkat Traveling Sendirian (Solo Backpacker)


Wajah pucat pasi disertai dengan drama ketinggalan pesawat ke suatu tempat yang sudah lama diidam-idamkan, mungkin inilah salah satu kekhawatiran yang berlebih apabila kita melakukan Traveling Sendirian atau Solo Backpacker/Traveller. Setelah mengantinya dengan tiket lain, kemudian terbang dengan mengunakan pesawat lain. Tak hanya ketinggalan pesawat, ternyata setelah mendarat, bagasi kita tertukar dengan orang lan berakhir di Lost and Found. Tak hanya menunggu 1 atau 2 jam, namun ternyata harus menunggu sekitar 1 hari lamanya, sementara jam cek in dan itinerary sudah menanti. Dua kesialan tersebut bukanlah akhir, ternyata pada saat mengunjungi tempat wisata, kita kehilangan uang. Dan, tertinggal beberapa lembar uang saja. 

Sebagai seorang traveler apalagi bepergian hanya seorang diri, kita membutuhkan waktu prepare lebih lama daripada bepergian dengan rombongan. Yup, saya membutuhkan waktu lama untuk riset tempat yang akan dikunjungi, bahkan bertanya teman-teman yang pernah mengunjungi tempat tersebut. Selain riset, saya juga melakukan persiapan lain seperti membooking penginapan atau hotel jauh-jauh hari untuk mendapatkan harga yang jauh lebih murah. 

Nah, lalu apa saja yang harus dilakukan sebelum berangkat agar terhindar dari drama-drama yang tidak penting dan menganggu perjalanan kalian. Simak tips-tips ala Bluepacker Indonesia.

Reminder Jadwal Penerbangan 


Pada saat saya melakukan traveling ke Bali beberapa waktu lalu, saya sempat menemukan peristiwa unik. Pada saat boarding, pramugari dan petugas bandara menemukan kejanggalan pada hitungan mereka. Mereka menemukan kelebihan penumpang 1 orang. Setelah dihitung kembali dan dicross cek, ternyata terdapat satu orang yang bukan penumpang pada hari itu. Usut punya usut, ternyata penerbangan orang tersebut bukan hari itu melainkan keesokan harinya. What a funny story. Wanita bule ini berulang kali mengucapkan "My flight should be tomorrow". Beberapa orang yang mendengar ucapannya tertawa lebar. Mungkin ini salah satu drama yang tidak diinginkan oleh traveler bukan? 

Drama ketinggalan pesawat bukan tidak mungkin akan menimpa kalian. Pekerjaan atau urusan lain yang cukup menyita perhatian bukan tidak mungkin cukup menguras perhatian sehingga tidak sempat memperhatikan kembali schedule penerbangan yang telah dekat. Untuk menghindari hal ini, gunakanlah reminder jadwal yang telah terpasang di smartphone kalian. Satu langkah simple yang sangat penting untuk menghindari drama ketinggalan pesawat. 

Riset Tujuan, Buatlah Itinerary dan Booking Hotel Dari Jauh-Jauh Hari

Setelah membeli tiket pesawat, bukan saatnya bersantai-santai menunggu waktu keberangkatkan berpetulang menurut hati. Mungkin saja ada tipikal traveler yang seperti ini, namun untuk kemudahan pada saat traveling, ada baiknya mempersiakan Itinerary dan membooking hotel jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. 

Riset Tujuan 

Misalnya, tujuan kita adalah Malaysia, khususnya Kuala Lumpur. Risetlah dengan cara mengoogling atau bertanya teman yang pernah melakukan perjalanan ke Kuala Lumpur. Dari riset tersebut, tentukan beberapa tempat/destinasi yang akan kalian kunjungi. Misalnya Twin Towers, KL Tower, KL Galleries, Bukit Bintang, Pertunjukan MUD KL dan Batu Cave

Itinerary 

Buatlah Itinerary dari riset tersebut, usahakan Itinerary mencakup biaya yang dibutuhkan misalnya tiket masuk, tranportasi dan segala macam biaya yang dibutuhkan selama perjalanan menuju ke destinasi tersebut. Misalnya untuk ke Twin Tower, dibutuhkan transportasi MRT, 2 MYR, kemudian tiket masuk untuk keatas Twin Tower adalah 85 MYR. Dan untuk destinasi selanjutnya pun sama. Disamping itu, karena kita telah melakukan riset maka dari penginapan menuju ke Twin Tower dapat kita estimasi berapa waktu yang dibutuhkan. Selain biaya dan waktu, ditambahkan pula alternatif destinasi apabila Twin Tower sedang dalam perbaikan atau jam kunjungan sudah habis. Rangkum semuanya dalam satu catatan dan diprint. Kirim file data itinerary ke email pribadi sehingga jikalau kertas itinerary hilang masih ada backup datanya di smartphone. 

Booking Hostel/Hotel 

Booking hotel ini termasuk yang wajib dilakukan dan tidak boleh dilewatkan. Saya biasanya selalu membooking hotel jauh-jauh hari, apalagi kalau luar negeri menjadi tujuannnya, maka tak bisa ditawar lagi. Booking online merupakan salah satu cara tercepat, sebut saja agoda, pegi-pegi, travelio, airyroom, zen rooms dan masih banyak lagi jasa booking online tinggal bagaimana kriteria yang dibutuhkan seluruh website tersebut dapat membantu. Salah satu keuntungan booking lebih awal adalah harga yang lumayan rendah dibandingkan booking mepet dengan waktu traveling. Saya biasa mengunakan booking.com, karena bisa dicancel tanpa terkena biaya cancel. So, silahkan booking hotel sekarang juga apabila destinasi telah ditetapkan.

Scan Dokumen Penting 


Passport adalah bukti identitas selama perjalanan di luar negeri. KTP adalah identitas anda di dalam negeri. Keduanya sangat berharga. Jika keduanya hilang, maka perjalanan kita jadi terhambat. Resiko yang paling fatal adalah resiko deportasi. So, sudah saatnya menjadi pejalan yang baik dengan melakukan tindakan simple yaitu scan dokumen penting seperti Passport, KTP, dan dokumen lain yang dirasa penting.

Packing, Bagasi Dan Pilihan Baju Sesuai Cuaca 


Ada baiknya memastikan apakah tiket pesawat sudah termasuk bagasi atau tidak. Jika tidak termasuk bagasi, lihatlah kebijakan berapa KG yang diperbolehkan untuk dibawa, jika hanya boleh dibawah 10 Kg, silahkan packing sesuai dengan berat yang telah ditentukan. Selain bagasi, yang perlu diperhatikan adalah musim apakah negara yang dituju. Jika musim dingin tentunya dibutuhkan jaket musim dingin dan pakaian dalam yang tahan dingin atau heatech. Atau jika musim panas, maka yang dibutuhkan adalah kaos yang mudah menyerap keringat dan celana pendek serta topi. Setelah semua siap, silahkan packing dan pastikan lagi jangan sampai tertinggal. Happy packing, tapi ingat jangan sampai terlalu berat ya.

Siapkan Obat-obatan Dan Vitamin

Cuaca yang tidak sama dengan negara kita membuat tubuh akan melakukan penyesuaian pada suhu. Apabila tubuh mampu menyesuaikan diri, maka tidak ada masalah. Namun, ketika tubuh lemah dan suhu berganti secara extreme, maka terjadilah penyakit. Obat-obatan dan vitamin sangat diperlukan dalam kondisi seperti ini. Kadang kala kita melewatkan membawa obat-obatan pribadi karena koper telah penuh, akibatnya traveling menjadi tak menyenangkan. Sekali lagi pastikan membawa obat-obatan yang praktis dalam kemasan kecil dan bisa dimasuk dalam koper yang telah penuh sekalipun.

SIM Card Dan WIFI

Dengan itinerary yang sangat padat dan kamu seorang diri, dibutuhkan koneksi internet dan maps supaya tidak tersesat. SIM Card ataupun WIFI sangatlah membantu kamu dalam mencari tempat tersebut. Belilah SIM Card atau WIFI pada saat kamu sampai ditempat tujuan, khususnya tujuan luar negeri.

Aplikasi Yang Membantu Traveling 


Salah satu aplikasi yang membantu pada saat traveling adalah Anavigo. Anavigo ini merupakan produk Astra yang membantu perencanaan trip, kemudian terdapat fasilitas menemukan tempat sekitar lengkap dengan keterangan, terdapat traffic report dan fasilitas lain yang memudahkan perjalanan kamu semuanya. Silahkan download disini.

Asuransi Traveling 

Biasanya dalam perjalanan khususnya ke Eropa, dibutuhkan suatu Asuransi perjalanan. Namun, sekarang sudah saatnya mengubah paradigma bahwa asuransi dibutuhkan bukan hanya untuk perjalanan ke Eropa saja, melainkan semua perjalanan. Lalu timbul pertanyaan, apakah Asuransi ini mahal? Jawabnya tergantung dari level perlindungan dan tingkat premi yang ditangung. Silahkan cek disini.

Bawa Tongsis Dan Perlengkapan Kamera

Membawa tongsis merupakan kewajiban sebagian orang, namun apabila solo traveler, maka hal ini menjadi sebuah keharusan. Selain akan mempermudah foto diri sendiri, juga sangat berguna untuk mempercepat proses foto. Selain tongsis, bawalah batere cadangan dan kamera cadangan. Tujuannya tak lain tak bukan adalah untuk sebagai bagian dari backup apabila batere utama mati dan kamera utama telah kehabisan semua batere. Disamping itu, bawalah memori card yang banyak, jangan sampai memori kamu telah full pada saat mengunjungi sebuah destinasi. Selain itu, bawalah external hardisk untuk membackup semua file baik foto maupun video setelah beberapa hari traveling.

Baca Maps Dan Notes


Maps tentu saja sangat membantu apabila kita tidak memiliki koneksi ke internet atau pada saat smartphone kita mati. Selain itu, catatlah alamat penting dan hal-hal penting seperti alamat hotel, tempat wisata dan nomor-nomor penting pada saat ditujuan. Hal simple ini kadang sangat dibutuhkan apalagi pada saat terdesak, seperti menanyakan suatu alamat maka notes ini dapat digunakan.

Bawa Uang Secukupnya

Setelah membuat Itinerary dan biaya, maka pada saat traveling, usahakan untuk membawa uang sesuai yang dibutuhkan dan dilebihkan beberapa saja. Resiko bepergian di luar negeri atau di daerah lain di Indonesia, kita tidak pernah tahu. Maka disarankan membawa uang secukupnya sehingga pada saat kehilangan masih bisa terselamatkan dengan kartu kredit atau kartu debit. Jangan lupa untuk memisahkan antara uang dan kartu-kartu lain dalam tempat berbeda sehingga pada saat kehilangan, kita masih memiliki cadangan.

Update Social Media Dan Selalu Hubungi Keluarga

Seringkali kita dianggap pamer karena sering update di social media, namun tidak salahnya untuk terus update di social media. Karena dengan update di social media, keluarga dan teman-teman akan mengetahui dimana keberadaan kita. Sesekali perlu juga menghubungi keluarga melalui whatsapp dimana keberadaan kita. Tentu saja ini akan sangat membantu perjalanan, apalagi untuk seorang solo traveler hal ini harus dilakukan.

Sudahkah kamu melakukan hal-hal tersebut untuk memperlancar travelingmu? Silahkan dipraktekan tips ini ya. Sampai jumpa di tips-tips selanjutnya. 

Tips Jalan-Jalan Murah (Backpacker) Ke Korea Selatan


Korea Selatan menjadi sebuah magnet bagi penjuru dunia untuk datang dan menikmati segala bentuk wisata yang ada. Mulai dari sekedar menikmati alam, melihat gedung-gedung pencakar langit, mencoba menu makanan khas, mengunjungi tempat unik, menemui idola K-Pop dan masih banyak lainnya. Sebut saja Namsam (Seoul) Tower, Istana Gyeongbokung, Nami Island (Pulau Nami), Hanok Buckhon Village, Jeju Island (Pulau Jeju), Lotte World, Everland, Cheonggyechoen stream, Myeongdong, Insandong, Dongdaemun Market dan masih banyak tempat yang harus di kunjungi di Korea Selatan. Untuk merasakan semua keunikan tempat dan kulinernya, idealnya dibutuhkan waktu lebih dari 5 hari. Sayang sekali kalau ke Korea Selatan hanya satu atau dua hari saja dan tidak mengunjungi berbagai tempat tersebut.

Korea Selatan memiliki 4 musim yang tak dimiliki oleh negara tropis seperti Indonesia. Bukan rahasia lagi kalau menikmati salju dan bermain ski di gunung es merupakan impian traveler dari Indonesia. Bahkan hanya untuk sekedar mengengam dan bermain lempar salju saja sudah merupakan hal istimewa yang tak dapat dilupakan.

Nah Traveler, lalu bagaimana caranya jalan-jalan ke Korea Selatan agar murah (atau Backpacker style), Ini dia beberapa Tips yang wajib dilakukan


1. Cari Tiket Pesawat (Airlines) 


Pengamalan membuktikan bahwa sebenarnya, tiket pesawaat ke Korea Selatan bisa didapatkan dengan range harga yang murah sekitar 2,3 Juta (PP) dengan mengunakan Arlines Air Asia X (Harga tahun 2014). Terus bagaimana cara bisa mendapatkan tiket murah tersebut? Biasanya ada beberapa hal yang harus dilakukan

Cek Harga Pesawat Promo

Air Asia memiliki hari khusus untuk menawarkan promonya yaitu pada minggu malam sekitar pukul 23.00 WIB atau waktu Malaysia, karena Air Asia bermarkas di Malaysia. Namun, tidak setiap minggu, Air Asia menawarkan promo-promonya, sehingga patut dicek secara berkala setiap minggunya.

Untuk maskapai lain, promo dilakukan secara periodik, artinya tidak sesering Air Asia yang bisa setiap minggu namun Promo biasanya dilaksanakan pada saat menjelng liburan sekolah, natal dan tahun baru, dan masih banyak momen untuk promo.

Berlangganan Email 

Saat maskapai memberitahukan promo, biasanya akan tersebar melalaui email, sehingga sangat disarankan untuk berlangganan email sehingga informasi penting apapun dapat atau promo apapun tidak akan terlewatkan.

Cek dan Bandingkan Harga

Saat ini ada beberapa situs yang dapat membandingkan harga satu maskapai dengan maskapai lainnya dengan satu klik saja, maka informasi harga berserta tanggal keberangkatan dan pulang dapat dilihat. Bisa saja tiket peswat Promo yang diidam-idamkan cocok harganya sehingga langsung di beli.

Beberapa situs yang dapat membandingkan harga tanpa perlu repot ada SkyscannerWegoTravelokaUtiketTiket.com dan masih banyak lainnya.

Booking Tiket Jauh-jauh Hari

Meskipun jadwal traveling atau jalan-jalan Traveler masih sangat jauh atau satu tahun kedepan, tidak ada salahnya untuk membooking dari jauh-jauh hari. Harga yang akan didapatkan sangat fantastis jika di book jauh-jauh hari.

2. Cari Ho(s)tel Murah


Mencari Hotel atau Hostel atau bahkan apartemen di Korea Selatan merupakan hal yang gampang-gampang susah, apalagi pada saat musim dingin. Namun, ada beberapa situs yang memungkinkan untuk melihat satu per satu kondisi hotel atau hostel yang menjadi pilihan nantinya. Situs tersebut antara lain Booking.comAgoda.comHostelworld.com, Wego, Traveloka dan masih banyak lainnya. Namun dari beberapa yang disebut, hanya dua yang bisa dibayar pada saat kedatangan yaitu Booking.com dan Hostelworld.com tapi memang dengan harga yang agak mahal daripada lainnya.

Melalui Agoda.com, Traveler bisa mencari hostel atau hotel mulai dari yang termurah sampai yang termahal, daerah pun bisa disesuaikan misalnya yang suka belanja bisa saja di Myeongdong dan bisa melihat kondisi hostel atau hotel melalui foto-fotonya.

Ini dia beberapa hostel atau hotel pilihan yang murah di Seoul

Hostel Korea Original

Terletak di Jongno-gu, hostel ini menarwarkan sensasi menjadi orang Korea Selatan sebenarnya. Tempat tidur yang disediakan memang sengaja dihadirkan dengan bentuk tradisional. Untuk book silahkan disiniHarga per malam sekitar 22 USD (Sekitar 250 rb).

Sinseoldong Station Residence Dongdaemun

Letak hostel tak jauh dari Dongdaemun Market yang terkenal dengan pasar yang menjual segala jenis makanan tradisional. Hostel ini berjarak 4 KM dari pusat kota sehingga sangat layak menjadi salah satu pilihan menginap. Harga per malam sekitar 18 USD (Sekitar 200 rb). Silahkan book disini.

Myoengdong Town Guesthouse

Tidak puas hanya sekali atau dua kali mengunjungi Myeongdong, mungkin hostek ini adalah pilihan yang menarik untuk menginap. Siapkan diri dan uang untuk berbelanja segalanya di myengdong. Untuk booking disini. Rate per malam sekitar 200rb an.

3. Call Friend dan Couchsurfing


Bagi sebagian orang termasuk saya, menginap dirumah atau apartemen seseorang yang baru dikenal atau teman merupakan solusi terbaik untuk menghemat sebagian besar biaya perjalanan ke Korea Selatan. Memang tidak terlalu signifikan, namun bisa menghemat setidaknya biaya akomodasi selama berada di Korea Selatan.

Untuk menginap gratis, usahakan menghubungi teman atau saudara yang tinggal di Korea Selatan dengan memberitahu dari awal pada saat membooking sehingga teman atau saudara kita akan mempersiapkan dengan maksimal.

Satu lagi cara agar dapat menginap gratis bisa melalui couchsurfing.com. Bagi yang belum mengetahui, couchsurfing.com adalah salah satu situs yang menyediakan teman sesama tarveler yang tinggal di berbagai belahan dunia untuk menjadi host atau tuan rumah dari traveler lain yang ingin singgah di negaranya tanpa memunggut biaya sepeserpun. Namun perlu diketahui, setiap host memiliki peraturan yang harus ditaati oleh traveler.

4. Transportasi Umum 


Setelah menghemat biaya tiket pesawat dan penginapan atau akomodasi kini saatnya untuk menghemat biaya perjalanan dengan mengunakan transportasi umum (Public Trasportation) di Korea Selatan. Oh iya sebelum mengunakan trnsportasi umum sangat disarankan untuk membeli T-Money.

T-Money 

T-Money itu sebuah alat pembayaran untuk segala jenis transportasi mulai dari subway, bus dan taksi serta dapaat digunakan untuk berbelanja di mini market atau bahkan supermarket di seluruh Korea Selatan. Cukup dengan satu kartu dan sangat usefull. T-Money dapat dibeli secara langsung di Seven Eleven, Mini Stop dan Fending Machine di subway atau tempat umum lainnya.

Tranportasi beragam

Korea Selatan memiliki beragam transportasi yang dapat dipilih, setidaknya ada subway/kereta dan bus. Kenapa sangat disarankan untuk menaiki dua moda tranportasi ini, karena sangat nyaman dan murah. Untuk menghemat lagi, usahakan carilah jalur secara benar dan usahakan tempat yang dikunjungi berdekatan satu sama lain sehingga tidak membutuhkan transportasi tambahan atau bahkan taksi.

5. Tempat Wisata 


Tempat wisata di Korea Selatan sangat beragam sekali mulai dari yang membayar tiket masuk dengan harga ratusan ribu atau bahkan jutaan sampai yang gratis. Iya Korea Selatan pun memiliki tempat wisata eksotis yang murah dan gratis. Traveler tidak percaya? mari kita lihat satu per satu tempat wisata tersebut.

Love Lock "Gembok Cinta" di Namsan Tower 

Namsan (Seoul) Tower menjadi tempat sangat romantis apabila dikunjungi dengan pasangan karena terdapat gembok cinta yang sangat  unik dan dapat melihat pemandangan kota Seoul dari atas bukit Namsan.

Myoengdong, Dongdaemun dan Insadong

Window shopping atau sekedar menikmati ramainya pusat perbelanjaan di Seoul ini merupakan tempat-tempat yang wajib dikunjungi. Apabila tak berminat untuk berbelanja atau sekedar menikmati suasana, tempat-tempat ini sangat direkomendasikan.

Monumen King Sejong

Jika tak berfoto atau mengunjungi monumen King Sejong, maka bisa dipastikan traveler belum pernah ke Seoul atau bahkan ke Korea Selatan. King Sejong adalah penemu huruf Hangul yang digunakan oleh Korea Selatan sampai saat ini.

Hanok Buckhon Village

Hanok Buckhon Village ini merupakan rumah tradisional Korea Selatan yang masih sangat terawat sampai sekarang. Dahulunya, kompleks perumahan ini merupakan tempat tinggal para bangsawan dan sudara dari Kerajaan.

6. Street Food dan Mini Stop (Mini Market)


Street Food (Kuliner Jalanan) bisa menjadi alternatif untuk menghemat biaya makan, apalagi makanan jalanan di Korea Selatan sangat bersih dan layak jadikan pilihan. Selain street food, mini stop (mini market) juga menjual makanan set yang dijual dengan harga murah. Apabila kangen dengan masakan Indonesia, saya biasa membawa rendang, abon atau bahkan teri kacang yang di makan bersama dengan nasi istan yang bisa di beli di mini market.

Begitulah tips yang bisa dishare ke Traveler yang ingin menghemat di Korea Selatan.

Sampai jumpa di Korea Selatan ya.